<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Penganiayaan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/penganiayaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/penganiayaan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 May 2026 11:36:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Penganiayaan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/penganiayaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Pengobatan Balita Dianiaya Ayah Tiri Tak Ditangggung BPJS, Pemkab Solok Cari Solusi</title>
		<link>https://langgam.id/pengobatan-balita-dianiaya-ayah-tiri-tak-ditangggung-bpjs-pemkab-solok-cari-solusi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 11:36:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Solok akan mencari solusi pembiayaan pengobatan Sena Celin Adipraja, balita tiga tahun yang dianiaya ayah tirinya. Korban alami luka di sekujur tubuh hingga dirawat di ruangan PICU anak RSUP M Djamil Padang. Wakil Bupati Solok, Candra, mengakui korban secara administrasi belum terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tempat tinggalnya asal di Bogor. Termasuk di kampung halaman di Purwokerto. &#8220;Keluarga ini tinggal di Bogor, tapi anak ini belum masuk KK, tidak diurus orang tua. Sehingga tidak memiliki BPJS,&#8221; kata Candra dihubungi Langgam.id, Jumat (8/5/2026). Pemerintah Kabupaten Solok, kata Candra, bisa saja berkoordinasi dengan pemerintah di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pengobatan-balita-dianiaya-ayah-tiri-tak-ditangggung-bpjs-pemkab-solok-cari-solusi/">Pengobatan Balita Dianiaya Ayah Tiri Tak Ditangggung BPJS, Pemkab Solok Cari Solusi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Solok akan mencari solusi pembiayaan pengobatan Sena Celin Adipraja, balita tiga tahun yang dianiaya ayah tirinya. Korban alami luka di sekujur tubuh hingga dirawat di ruangan PICU anak RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Wakil Bupati Solok, Candra, mengakui korban secara administrasi belum terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tempat tinggalnya asal di Bogor. Termasuk di kampung halaman di Purwokerto.</p>



<p>&#8220;Keluarga ini tinggal di Bogor, tapi anak ini belum masuk KK, tidak diurus orang tua. Sehingga tidak memiliki BPJS,&#8221; kata Candra dihubungi <strong>Langgam.id</strong>, Jumat (8/5/2026).</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Solok, kata Candra, bisa saja berkoordinasi dengan pemerintah di tempat tinggal korban untuk pengurusan pemindahan administrasi kependudukan.</p>



<p>Namun informasinya, ibu kandung korban tidak mau pindah domisili. Hal ini lantaran Kabupaten Solok hanya kampung halaman dari ayah tiri korban atau pelaku dalam kasus kekerasan anak tersebut.</p>



<p>&#8220;Seandainya dimasukan di sini bisa juga, tapi pertanyaan apakah mau tinggal di sini? Ini yang belum jelas, dan kabarnya tidak mau,&#8221; kata dia.</p>



<p>Candra menegaskan, dalam kondisi ini pemerintah harus hadir. Apalagi korban yang masih balita telah jadi korban kekerasan, negara harus menjamin.</p>



<p>&#8220;Korban kekerasan adalah anak negara, ditanggung negara. Kita akan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk korban yang mendapatkan tindakan yang tidak manusiawi ini,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Maka itu, Candra telah perintahkan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Solok untuk melakukan ppengawalan dalam mencari solusi jalan keluar pembiayaan pengobatan korban. Begitupun agar berkoordinasi dengan Baznas.</p>



<p>&#8220;Anak ini harus kita tangani bersama, ini bicara terkait kemanusian. Anak sekecil itu mendapatkan kekerasan di luar nalar. RSUP M Djamil Padang kabarnya juga memiki yayasan yang bisa membantu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sebelumnya, dalam kasus ini polisi telah menangkap dan menetapkan tersangka ayah tiri korban bernama Putra Rahmadani (34). Kekerasan ini dilakukan pelaku kepada korban berulang kali pada tanggal 17 dan 19 April 2026.</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Solok, Iptu Albeth Solomo Ainulaki mengatakan, korban dianiaya karena pelaku kesal diminta bikin susu, sehingga aktivitas pelaku bermain ponsel terganggu. Korban disebut juga merusak ponsel pelaku.</p>



<p>Kepada ibu korban, pelaku berdalih luka yang dialami anaknya diakibatkan oleh santet. Jika diceritakan ke orang, kondisinya akan semakin parah.</p>



<p>&#8220;Tanggal 28 April, pelaku membawa istri dan anaknya ini untuk pulang kampung ke Solok. Alasanya agar si anak yang kata pelaku disantet bisa diobati di kampung,&#8221; ujar Albeth.</p>



<p>Ia menyebutkan ketika sampai di Kota Padang dari Purwokerto, korban mengalami kejang. Kondisi ini lalu diketahui oleh seorang pedagang gorengan, kemudian menyarankan agar korban segera dibawa ke puskesmas.</p>



<p>&#8220;Warga mengarahkan untuk bawa ke puskesmas, pelaku menolak membawa anaknya. Warga semakin ramai, akhirnya dipaksa. Saat di puskesmas, dibuka baju, tubuh anak ini penuh luka,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>&#8220;Pelaku tetap berdalih bahwa kondisi anaknya ini diakibatkan oleh santet,&#8221; sambung Albeth. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pengobatan-balita-dianiaya-ayah-tiri-tak-ditangggung-bpjs-pemkab-solok-cari-solusi/">Pengobatan Balita Dianiaya Ayah Tiri Tak Ditangggung BPJS, Pemkab Solok Cari Solusi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246514</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok</title>
		<link>https://langgam.id/kronologi-balita-3-tahun-luka-luka-dianiaya-ayah-tiri-dalih-santet-hingga-dibawa-ke-solok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 13:58:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246393</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi menangkap Putra Rahmadani (34), seorang ayah tiri yang tega menganiaya anak sambungnya berusia tiga tahun. Korban bernama Sena Celin Adipraja (3), tubuhnya penuh luka dan harus dirawat intensif di RSUP M Djamil Padang.  Kasus penganiayaan ini terungkap saat pelaku membawa istri dan anaknya itu ke kampung halaman di Kabupaten Solok pada 28 April 2026. Sebelumnya, keluarga ini tinggal di Bogor.&#160;&#160; Kasat Reskrim Polres Solok, Iptu Albeth Solomo Ainulaki mengatakan, ketika sampai di Padang anak ini terlihat kejang oleh pedagang gorengan. Kemudian disarankan untuk dibawa ke puskesmas.&#160;&#160; &#8220;Warga mengarahkan untuk bawa ke puskesmas, sempat ditolak oleh ayah si</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kronologi-balita-3-tahun-luka-luka-dianiaya-ayah-tiri-dalih-santet-hingga-dibawa-ke-solok/">Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Polisi menangkap Putra Rahmadani (34), seorang ayah tiri yang tega menganiaya anak sambungnya berusia tiga tahun. Korban bernama Sena Celin Adipraja (3), tubuhnya penuh luka dan harus dirawat intensif di RSUP M Djamil Padang. </p>



<p>Kasus penganiayaan ini terungkap saat pelaku membawa istri dan anaknya itu ke kampung halaman di Kabupaten Solok pada 28 April 2026. Sebelumnya, keluarga ini tinggal di Bogor.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Solok, Iptu Albeth Solomo Ainulaki mengatakan, ketika sampai di Padang anak ini terlihat kejang oleh pedagang gorengan. Kemudian disarankan untuk dibawa ke puskesmas.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Warga mengarahkan untuk bawa ke puskesmas, sempat ditolak oleh ayah si anak atau pelaku ini, namun dipaksa. Saat di puskesmas, dibuka baju, tubuh anak ini penuh luka,&#8221; ujar Albeth dihubungi <a href="http://langgam.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">langgam.id</a>, Rabu (6/5/2026).&nbsp;</p>



<p>Albeth menyebutkan, pelaku sempat beralasan bahwa kondisi anaknya ini diakibatkan oleh santet. Lalu, rencana pelaku ingin membawa ke kampung halaman untuk berobat.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Saat sampai di rumah pelaku, orang tua pelaku bertanya kenapa kondisi anaknya bisa seperti itu. Akhirnya mengaku, dan si ibu disuruh melaporkan kasus ini ke kami,&#8221; jelasnya.&nbsp;</p>



<p><strong>Penganiayaan Dilakukan Dua Kali</strong></p>



<p>Albeth mengungkap penganiayaan dilakukan pelaku kepada korban telah dilakukan dua kali. Pertama terjadi pada 17 April dan kedua 19 April 2026. Tindakan keji pelaku ini dilakukan di kediaman keluarga tersebut di Bogor.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Hasil pemeriksaan sementara, motif pelaku melakukan penganiayaan karena emosi sesaat. Katanya si anak mengangu ketika minta dibuatkan susu saat pelaku main hp,&#8221; ungkapnya.&nbsp;</p>



<p>Selain itu, lanjut Albeth, pelaku kian emosi saat hp-nya rusak diambil korban. Kemudian, spontan pelaku langsung memukul bibir korban dua kali.</p>



<p>Tragisnya, saking kerasnya pukulan pelaku, kepala korban sampai melantun hingga terjedot dinding.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Penyampaian pelaku seperti tu, pelaku main hp, korban minta buatkan susu. Pelaku ini merasa terganggu dan emosi langsung memukul anak ini. Kejadian kedua juga begitu, alasanya spontan saja. Katanya lihat anak ini emosi aja,&#8221; bebernya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Meskipun demikian, kepolisian masih terus mendalami motif di balik penganiaya tersebut. Dalam kasus ini, pelaku telah resmi ditetapkan tersangka dan ditahan di Polres Solok.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Pelaku sudah kami amankan dan ditetapkan tersangka serta kami lakukan penahan. Ancaman hukuman untuk pelaku 15 tahun,&#8221; kata Albeth.&nbsp;</p>



<p>Kepolisian menjerat pelaku pasal 44 ayat 1 UU 23 tahun 2004 tentang penghapus kekerasan dalam rumah tangga jucnto pasal 80 ayat 1 UU perlindungan anak.&nbsp;&nbsp;</p>



<p><strong>Kesadar Menurun</strong> </p>



<p>Sementara itu, Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promkes RSUP M Djamil Padang, Rizki Rasyidi menjelaskan, pasien telah mendapat penanganan medis sejak dirujuk dari RSUD Arosoka pada 3 Mei 2026.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kondisi luka-luka di sekujur tubuh. Perawatan masih intesif di ruangan PICU. Kesadaran menurun, tapi mulai membaik setelah masuk asupan nutrisi. Pasien masih dalam proses,&#8221; kata Rizki.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Ia mengatakan pasien diketahui tidak memiliki BPJS, penangan medis dilakukan melalui jalur umum. Tindakan medis RSUP M Djamil diberikan sebaik dan semaksimal mungkin.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Keluarga kabarnya sudah dapat bantuan dari Wakil Bupati Solok bapak Candra. Jadi pasien dirujuk dan dijanjikan akan dibantu oleh Pemkab Solok,&#8221; tuturnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kronologi-balita-3-tahun-luka-luka-dianiaya-ayah-tiri-dalih-santet-hingga-dibawa-ke-solok/">Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246393</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Walhi Sumbar Minta Polri, Menteri LH, ESDM dan Menhut Ambil Alih Kasus Penganiayaan Nenek Saudah</title>
		<link>https://langgam.id/walhi-sumbar-minta-polri-menteri-lh-esdm-dan-menhut-ambil-alih-kasus-penganiayaan-nenek-saudah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 11:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Walhi Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=241845</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat (Sumbar) secara tegas meminta Kepolisian Republik Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Menteri Kehutanan untuk segera mengambil alih penanganan kasus penganiayaan berat terhadap nenek Saudah (67) di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman. Selain itu, Walhi Sumbar juga mengharapkan agar melakukan penyelidikan menyeluruh yang independen serta transparan. Hal ini karena peristiwa ini tidak dapat dipisahkan dari maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Sungai Sibinail, hulu DAS Rokan. Kepala Departemen Advokasi Lingkungan Walhi Sumbar, Tommy Adam mengatakan bahwa temuan Walhi Sumbar menunjukkan bahwa lokasi penganiayaan berada dalam radius sangat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/walhi-sumbar-minta-polri-menteri-lh-esdm-dan-menhut-ambil-alih-kasus-penganiayaan-nenek-saudah/">Walhi Sumbar Minta Polri, Menteri LH, ESDM dan Menhut Ambil Alih Kasus Penganiayaan Nenek Saudah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat (Sumbar) secara tegas meminta Kepolisian Republik Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Menteri Kehutanan untuk segera mengambil alih penanganan kasus penganiayaan berat terhadap nenek Saudah (67) di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman.</p>



<p>Selain itu, Walhi Sumbar juga mengharapkan agar melakukan penyelidikan menyeluruh yang independen serta transparan. Hal ini karena peristiwa ini tidak dapat dipisahkan dari maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Sungai Sibinail, hulu DAS Rokan.</p>



<p>Kepala Departemen Advokasi Lingkungan Walhi Sumbar, Tommy Adam mengatakan bahwa temuan Walhi Sumbar menunjukkan bahwa lokasi penganiayaan berada dalam radius sangat dekat dengan kawasan tambang emas ilegal (PETI) yang telah lama beroperasi tanpa penindakan serius.</p>



<p>&#8220;Bahkan jarak Mapolsek Rao hanya sekitar 2 kilometer dari titik aktivitas tambang emas ilegal tersebut, sehingga klaim bahwa peristiwa kekerasan ini tidak berkaitan dengan tambang adalah tidak berdasar dan menyesatkan,&#8221; ujar Tommy dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1/2026).</p>



<p>&#8220;Mengingat pola intimidasi, kekerasan, serta pembiaran hukum yang selama ini menyertai konflik tambang ilegal di wilayah tersebut, yang pada akhirnya menempatkan warga, terutama kelompok rentan, sebagai korban, sekaligus mencerminkan absennya negara dalam melindungi keselamatan rakyat dan menegakkan hukum atas kejahatan lingkungan dan kemanusiaan yang terjadi secara terang-benderang,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Tommy mengatakan, temuan Walhi Sumbar dari survei lapangan serta analisis citra satelit bahwa terjadi kerusakan lahan yang sangat masif dan terbuka yang diakibatkan oleh aktivitas PETI di Sungai Sibinail yang juga merupakan Hulu DAS Rokan.</p>



<p>Ia menjelaskan bahwa berdasarkan analisis citra satelit resolusi tinggi (Google Earth/Airbus) tanggal 1 November 2025, Walhi Sumbar menemukan aktivitas bukaan PETI berskala besar di Nagari Padang Matinggi (Matinggi), Kecamatan Rao, tepat di sepanjang Sungai Sibinail yang merupakan bagian dari hulu DAS Rokan. </p>



<p>Sungai Sibinail berhulu di wilayah Muara Sipongi/Mandailing, airnya kemudian bertemu dengan sungai Rao di Utara dan Sungai Panti di selatan dan bergabung menjadi Batang Sumpur yang airnya mengarah ke Provinsi Riau.</p>



<p>Ia menambahkan, Walhi Sumbar menemukan bukaan lahan masif dengan warna coklat–abu terang (pada citra Satelit) yang tidak beraturan, khas aktivitas pengerukan tanah tambang terbuka (open pit/alluvial mining). </p>



<p>Kemudian, puluhan kolam genangan bekas galian tambang dengan warna hijau keruh hingga kuning kecoklatan, yang mengindikasikan lubang tambang aktif maupun pasca-galian. </p>



<p>Tommy menyebutkan, bahwa citra satelit memperlihatkan alur sungai yang berubah warna menjadi kuning kecoklatan, dengan pola pengerukan memanjang mengikuti badan sungai dan anak-anak alirannya. </p>



<p>&#8220;Pola ini merupakan ciri khas tambang emas aluvial yang memanfaatkan sungai sebagai media pencucian material tambang,&#8221; bebernya.</p>



<p>Ia mengatakan, perubahan morfologi Sungai Sibinail ditandai dengan aliran sungai berwarna keruh, melebar, dan terfragmentasi akibat sedimentasi berat. Jaringan jalan tanah tambang yang saling terhubung antar titik bukaan, menunjukkan operasi PETI yang telah berlangsung lama. </p>



<p>Kedekatan langsung bukaan PETI dengan kebun, lahan serta pemukiman masyarakat, menandakan konflik ruang yang berpotensi tinggi memicu kekerasan. </p>



<p>&#8220;Temuan ini menegaskan bahwa PETI di Sungai Sibinail bukan aktivitas kecil atau sporadis, melainkan operasi tambang ilegal yang masif, terbuka, dan merusak. sehingga sudah tepat penganiayaan nenek Saudah memang terjadi karena konflik PETI,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ia mengatakan, penampakan citra menunjukkan puluhan titik bukaan tambang emas ilegal yang tersebar dan saling terhubung. Ditandai oleh lubang-lubang galian, kolam endapan, serta jaringan jalan tanah tambang. </p>



<p>Bukaan lahan tersebut membentuk bentang kerusakan yang luas dan tidak beraturan, yang jika dihitung secara spasial diperkirakan telah menyebabkan kerusakan lahan mencapai ratusan hektare. </p>



<p>Tommy menambahkan, bahwa Walhi Sumbar juga menyoroti fakta penting bahwa jarak antara lokasi tambang emas ilegal di Sungai Sibinail dengan Mapolsek Rao hanya sekitar ±2 kilometer. </p>



<p>&#8220;Dengan jarak sedekat itu, aktivitas PETI yang masif dan terbuka mustahil tidak diketahui aparat penegak hukum. Selain itu, keberlangsungan PETI menunjukkan indikasi kuat pembiaran sistematis,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain merusak badan sungai dan lahan masyarakat, kata Tommy, analisis citra juga menunjukkan bahwa sebagian titik PETI berada di dalam dan berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung (Koordinat: 99°58&#8217;46.69&#8243;T, 0°35&#8217;59.63&#8243;U), sebagaimana ditetapkan dalam SK Menteri Kehutanan Nomor SK.6599/MENLHK-PKTL/KUH/PLA.2/10/2021. </p>



<p>Hal ini terlihat dari tumpang tindih bukaan tambang dengan tutupan vegetasi hutan di sekitarnya, yang mengindikasikan perambahan kawasan hutan lindung secara terang-terangan. Aktivitas tersebut tidak hanya melanggar hukum pertambangan, tetapi juga merupakan kejahatan kehutanan yang berdampak serius terhadap fungsi ekologis kawasan hutan lindung.</p>



<p>Temuan citra ini, ungkap Tommy, sekaligus memperkuat analisis Walhi Sumbar bahwa konflik dan kekerasan terhadap warga, termasuk penganiayaan brutal terhadap nenek Saudah (67), tidak dapat dilepaskan dari keberadaan PETI di Sungai Sibinail. </p>



<p>&#8220;Tambang emas ilegal telah menciptakan ruang konflik yang nyata, di mana lahan masyarakat, kawasan hutan lindung, dan badan sungai dieksploitasi secara ilegal, sementara warga yang berupaya mempertahankan ruang hidupnya justru berada dalam posisi paling rentan,&#8221; ucap Tommy. <strong>(*/)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/walhi-sumbar-minta-polri-menteri-lh-esdm-dan-menhut-ambil-alih-kasus-penganiayaan-nenek-saudah/">Walhi Sumbar Minta Polri, Menteri LH, ESDM dan Menhut Ambil Alih Kasus Penganiayaan Nenek Saudah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">241845</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nenek 68 Tahun di Pasaman Dianiaya hingga Mata Lebam: Pelaku Disebut-Sebut Penambang Ilegal</title>
		<link>https://langgam.id/nenek-68-tahun-di-pasaman-dianiaya-hingga-mata-lebam-pelaku-disebut-sebut-penambang-ilegal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 09:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=241515</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seorang perempuan lanjut usia bernama Saudah (68) di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar), mengalami tindakan penganiayaan oleh orang tidak dikenal di pinggir aliran sungai. Heboh, pelaku disebut-sebut para penambang ilegal. Kondisi korban cukup memprihatinkan, alami luka lebam di wajah. Kedua matanya sampai membiru. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian. &#8220;Badan terasa sakit-sakit,&#8221; kata Saudah diwawancarai wartawan di rumah sakit, Senin (5/1/2026). Kejadian penganiayaan ini diketahui pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Menurut keterangan Saudah, kedatangannya ke aliran sungai bukan untuk melarang aktivitas pekerja, tapi berhenti bekerja. &#8220;Iya di lokasi saya, bukan dilarang.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nenek-68-tahun-di-pasaman-dianiaya-hingga-mata-lebam-pelaku-disebut-sebut-penambang-ilegal/">Nenek 68 Tahun di Pasaman Dianiaya hingga Mata Lebam: Pelaku Disebut-Sebut Penambang Ilegal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seorang perempuan lanjut usia bernama Saudah (68) di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar), mengalami tindakan penganiayaan oleh orang tidak dikenal di pinggir aliran sungai. Heboh, pelaku disebut-sebut para penambang ilegal.</p>



<p>Kondisi korban cukup memprihatinkan, alami luka lebam di wajah. Kedua matanya sampai membiru. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian.</p>



<p>&#8220;Badan terasa sakit-sakit,&#8221; kata Saudah diwawancarai wartawan di rumah sakit, Senin (5/1/2026).</p>



<p>Kejadian penganiayaan ini diketahui pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Menurut keterangan Saudah, kedatangannya ke aliran sungai bukan untuk melarang aktivitas pekerja, tapi berhenti bekerja.</p>



<p>&#8220;Iya di lokasi saya, bukan dilarang. Minta berhenti bekerja siang saja. Dihentikan kerja, magrib diambil juga. Pergi saya ke sana,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Saudah mengatakan belum sempat dirinya melarang, dirinya langsung dihujani batu. Ia lalu dipukul hingga dibuang ke semak-semak.</p>



<p>&#8220;Belum sempat dilarang, saya senter, datang batu ke saya. Dilempari batu, banyak orang melempar. Dibawa saya ke sungai, dipukul. Dibuang ke semak-semak,&#8221; ceritanya.</p>



<p><strong>Polisi Dalami Kasus</strong> </p>



<p>Kasat Reskrim Polres Pasaman AKP Fion Joni Hayes, mengungkapkan kasus penganiayaan ini telah dilaporkan keluarga korban. Penyelidikan kasus telah dimulai.</p>



<p>&#8220;Kami sudah melihat kondisi korban di rumah sakit. Kami juga sudah cek TKP sama Bapak Kapolres,&#8221; ujar Fion.</p>



<p>Kepolisian, kata Fion, belum bisa memastikan bahwa korban benar dianiaya oleh pelaku tambang ilegal. Karena dari cek TKP, tidak ditemukan alat-alat untuk aktivitas penambangan.</p>



<p>&#8220;Kami sampai di TKP tidak ditemukan alat berat atau sejenis alat penambang. Dari keterangan anak korban, orang-orang itu ambil material,&#8221; jelasnya.</p>



<p>&#8220;Jadi nenek ini, malam itu, pergi ke sungai itu. Melihat orang bekerja, disenter, setelah disenter melayang batu, tidak sadar, pingsan, dan setelah itu dirinya diangkat ke ladang coklat,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Fion memastikan kasus ini menjadi atensi. Penyelidikan terus dilakukan untuk memburu pelaku.</p>



<p>&#8220;Kami mencari tersangka. Kalau ada alat berat tentu ada operator, bisa kita kejar operator. Ini tidak ada alat berat. Kami tidak bisa menyebut lokasi tambang. Hanya tumpukan material batu saja,&#8221; kata dia. <strong>(y)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nenek-68-tahun-di-pasaman-dianiaya-hingga-mata-lebam-pelaku-disebut-sebut-penambang-ilegal/">Nenek 68 Tahun di Pasaman Dianiaya hingga Mata Lebam: Pelaku Disebut-Sebut Penambang Ilegal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">241515</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jadi Korban Dugaan Pemukulan, Pengurus KPP Pasar Raya Padang Lapor Polisi</title>
		<link>https://langgam.id/jadi-korban-dugaan-pemukulan-pengurus-kpp-pasar-raya-padang-lapor-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Afdal Afrianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2023 08:21:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Raya Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=182094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Ketua Kesatuan Pedagang Pasar (KPP) Pasar Raya Padang, Sumatra Barat (Sumbar) Irsal Mawardi menjadi korban dugaan pemukulan yang terjadi di belakang Koppas Plaza, Pasar Raya Padang. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (17/5/2023) siang. Kata Irsal, pelaku berjumlah dua orang yang memiliki peran berbeda. &#8220;Yang satu memukul saya sebanyak dua kali, yang satu lagi memegang tangan saya. Yang berdampak dengan bonyoknya wajah saya dibawah pelipis mata,&#8221; katanya saat dihubungi langgam.id, Kamis (18/5/2023). Dampak dari pemukulan ini, ia menyebut sempat mengalami muntah dan kepala merasa pusing yang membuat ia dirawat. Selain itu, awal mula insiden pemukulan ini, menurutnya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jadi-korban-dugaan-pemukulan-pengurus-kpp-pasar-raya-padang-lapor-polisi/">Jadi Korban Dugaan Pemukulan, Pengurus KPP Pasar Raya Padang Lapor Polisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Wakil Ketua Kesatuan Pedagang Pasar (KPP) Pasar Raya Padang, Sumatra Barat (Sumbar) Irsal Mawardi menjadi korban dugaan pemukulan yang terjadi di belakang Koppas Plaza, Pasar Raya Padang. </p>



<p>Peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (17/5/2023) siang. Kata Irsal, pelaku berjumlah dua orang yang memiliki peran berbeda.</p>



<p>&#8220;Yang satu memukul saya sebanyak dua kali, yang satu lagi memegang tangan saya. Yang berdampak dengan bonyoknya wajah saya dibawah pelipis mata,&#8221; katanya saat dihubungi langgam.id, Kamis (18/5/2023).</p>



<p>Dampak dari pemukulan ini, ia menyebut sempat mengalami muntah dan kepala merasa pusing yang membuat ia dirawat. Selain itu, awal mula insiden pemukulan ini, menurutnya Irsal, setelah ia mendampakan umpatan dari terduga pelaku sebanyak tiga kali. Sehingga membuat Irsal menemui terduga pelaku, yang membuat pelaku langsung melayangkan pukulan ke wajah korban.</p>



<p>&#8220;Ketika saya turun dari jenjang dekat lokasi kerjadian saya langsung dipukul, kejadian ini saya yakini sudah direncanakan untuk menyerang saya. Ada unsur kesengajaan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurut dia kejadian ini ada kaitannya dengan selisih pemahamannya ia dengan pelaku terkait tentang aturan Perwako 438/2018 yang mengatur jam jualan PKL. Sedangkan kaitan dengan insiden kebakaran kios PKL di Pasar Raya dengan pemukulan ini, menurutnya, dia tidak mengetahui secara pasti.</p>



<p>&#8220;Kemarin pas kebakaran itu ia sempat marah-marah, seharusnya ia tidak main kekerasan. Dan langsung menghajar saya, saya saja tidak mengetahui penyebab kebakar itu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Saat ini, terang Irsal, ia telah melaporkan kasus pemukulan terhadap dirinya ke pihak berwajib dengan nomor laporan polisi LP/B/325/V/2023/SPKT/Polresta Padang/ Polda Sumbar tanggal 17 Mei 2023.</p>



<p>“Laporan sudah saya layangkan ke polisi, saya harap diproses dengan secepatnya,” katanya. <strong>(yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jadi-korban-dugaan-pemukulan-pengurus-kpp-pasar-raya-padang-lapor-polisi/">Jadi Korban Dugaan Pemukulan, Pengurus KPP Pasar Raya Padang Lapor Polisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182094</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Ayah Diduga Aniaya 2 Anak di Pasaman, Polisi Tunggu Saksi Mahkota Pulih</title>
		<link>https://langgam.id/kasus-ayah-diduga-aniaya-2-anak-di-pasaman-polisi-tunggu-saksi-mahkota-pulih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2023 04:07:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=178402</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi terus mendalami kasus dugaan penganiayaan dua orang anak yang dilakukan seorang ayah di Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar). Dalam kasus ini, satu anak meninggal dunia. Kasi Humas Polres Pasaman, AKP Sudirman Syah mengatakan, dua orang anak ini masing-masing berusia 8 tahun dan 12 tahun. Untuk anak yang selamat kini masih mendapatkan perawatan intensif. &#8220;Satu anak luka berat yang usia 12 tahun, dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Ini saksi mahkota tapi masih koma,&#8221; kata Sudirman saat dihubungi Langgam.id, Rabu (18/1/2023). Ia menyebutkan, kondisi korban selamat dengan luka parah di muka dan badan. Sementara anak yang meninggal mendapat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-ayah-diduga-aniaya-2-anak-di-pasaman-polisi-tunggu-saksi-mahkota-pulih/">Kasus Ayah Diduga Aniaya 2 Anak di Pasaman, Polisi Tunggu Saksi Mahkota Pulih</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Polisi terus mendalami kasus dugaan penganiayaan dua orang anak yang dilakukan seorang ayah di Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar). Dalam kasus ini, satu anak meninggal dunia.</p>



<p>Kasi Humas Polres Pasaman, AKP Sudirman Syah mengatakan, dua orang anak ini masing-masing berusia 8 tahun dan 12 tahun. Untuk anak yang selamat kini masih mendapatkan perawatan intensif.</p>



<p>&#8220;Satu anak luka berat yang usia 12 tahun, dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Ini saksi mahkota tapi masih koma,&#8221; kata Sudirman saat dihubungi <em>Langgam.id,</em> Rabu (18/1/2023).</p>



<p>Ia menyebutkan, kondisi korban selamat dengan luka parah di muka dan badan. Sementara anak yang meninggal mendapat luka di bagian leher.</p>



<p>&#8220;Ayahnya juga luka di perut karena senjata tajam. Kemungkinan mencoba bunuh diri. Arahnya mungkin sedang menuntut ilmu atau bagaimana,&#8221; katanya.</p>



<p>Menurutnya, korban ditemukan di dua lokasi berbeda. Jaraknya sekitar satu kilometer. Kedua lokasi kebun milik mereka.</p>



<p>Sudirman mengungkapkan, terduga pelaku ditemukan bersama anak yang paling kecil. Saat itu, korban sudah meninggal sedangkan terduga pelaku sadar dengan luka tusukan.</p>



<p><strong>Baca Juga:</strong> <a href="https://langgam.id/dugaan-ayah-aniaya-anak-hingga-meninggal-polres-pasaman-masih-diselidiki/">Dugaan Ayah Aniaya Anak Hingga Meninggal, Polres Pasaman: Masih Diselidiki</a></p>



<p>&#8220;Ayahnya dirawat di RSUD Lubuk Sikaping, Pasaman. Ada satu tusukan di bagian perut. Kami masih menunggu pemeriksaan dari dokter apakah sudah bisa dimintai keterangan terhadap yang bersangkutan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-ayah-diduga-aniaya-2-anak-di-pasaman-polisi-tunggu-saksi-mahkota-pulih/">Kasus Ayah Diduga Aniaya 2 Anak di Pasaman, Polisi Tunggu Saksi Mahkota Pulih</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178402</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dugaan Ayah Aniaya Anak Hingga Meninggal, Polres Pasaman: Masih Diselidiki</title>
		<link>https://langgam.id/dugaan-ayah-aniaya-anak-hingga-meninggal-polres-pasaman-masih-diselidiki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2023 10:10:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=178383</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi tengah menyelidiki kasus penganiayaan dua orang anak yang diduga dilakukan seorang ayah di Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar). Satu orang anak di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa ini diketahui terjadi pada Senin (16/1/2023) malam. Saat ini pihak kepolisian sedang mengumpulkan bahan keterangan di rumah duka. &#8220;Kami masih lidik, sabar dulu. Kami masih di rumah duka,&#8221; kata Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Rony AZ saat dihubungi Langgam.id, Selasa (17/1/2023). Informasinya satu anak yang mendapatkan penganiayaan masih dirawat di rumah sakit, begitupun dengan ayah yang disinyalir sebagai terduga pelaku. Belum diketahui kronologi pasti kejadian ini. Pihak kepolisian belum bisa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dugaan-ayah-aniaya-anak-hingga-meninggal-polres-pasaman-masih-diselidiki/">Dugaan Ayah Aniaya Anak Hingga Meninggal, Polres Pasaman: Masih Diselidiki</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Polisi tengah menyelidiki kasus penganiayaan dua orang anak yang diduga dilakukan seorang ayah di Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar).</p>



<p>Satu orang anak di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa ini diketahui terjadi pada Senin (16/1/2023) malam.</p>



<p>Saat ini pihak kepolisian sedang mengumpulkan bahan keterangan di rumah duka.</p>



<p>&#8220;Kami masih lidik, sabar dulu. Kami masih di rumah duka,&#8221; kata Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Rony AZ saat dihubungi <em>Langgam.id,</em> Selasa (17/1/2023).</p>



<p>Informasinya satu anak yang mendapatkan penganiayaan masih dirawat di rumah sakit, begitupun dengan ayah yang disinyalir sebagai terduga pelaku.</p>



<p>Belum diketahui kronologi pasti kejadian ini. Pihak kepolisian belum bisa membeberkan peristiwa ini secara detail.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dugaan-ayah-aniaya-anak-hingga-meninggal-polres-pasaman-masih-diselidiki/">Dugaan Ayah Aniaya Anak Hingga Meninggal, Polres Pasaman: Masih Diselidiki</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178383</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Motif Dugaan Pengeroyokan Ketua Relawan Anies, Dipicu Soal Piutang</title>
		<link>https://langgam.id/motif-dugaan-pengeroyokan-ketua-relawan-anies-dipicu-soal-piutang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2023 07:09:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=177718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi memastikan kasus pengeroyokan Ketua DPP Relawan Rumah Gadang Anies Baswedan bernama Idris Sanur tidak berkaitan dengan unsur politik. Peristiwa pengeroyokan ini terjadi di Kelurahan Birugo, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar). Menurut Ps. Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Fetrizal, motif pengeroyokan diduga persoalan hutang piutang. Namun tidak dirinci secara detail hutang piutang yang dimaksud. &#8220;Dugaan sementara masalah hutang piutang,&#8221; ujar Fetrizal, Selasa (3/1/2023). Dari pengeroyokan ini, korban sekaligus istrinya tidak terima sehingga melaporkan peristiwa tersebut. Laporan korban teregistrasi nomor LP/B/1/I/2023/Polresta Bukittinggi tanggal 2 Januari 2023. Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Ketua Relawan Anies di Bukittinggi Fetrizal menyebutkan,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/motif-dugaan-pengeroyokan-ketua-relawan-anies-dipicu-soal-piutang/">Motif Dugaan Pengeroyokan Ketua Relawan Anies, Dipicu Soal Piutang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Polisi memastikan kasus pengeroyokan Ketua DPP Relawan Rumah Gadang Anies Baswedan bernama Idris Sanur tidak berkaitan dengan unsur politik. Peristiwa pengeroyokan ini terjadi di Kelurahan Birugo, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p>Menurut Ps. Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Fetrizal, motif pengeroyokan diduga persoalan hutang piutang. Namun tidak dirinci secara detail hutang piutang yang dimaksud. &#8220;Dugaan sementara masalah hutang piutang,&#8221; ujar Fetrizal, Selasa (3/1/2023).</p>
<p>Dari pengeroyokan ini, korban sekaligus istrinya tidak terima sehingga melaporkan peristiwa tersebut. Laporan korban teregistrasi nomor LP/B/1/I/2023/Polresta Bukittinggi tanggal 2 Januari 2023.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://langgam.id/polisi-selidiki-kasus-pengeroyokan-ketua-relawan-anies-di-bukittinggi/">Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Ketua Relawan Anies di Bukittinggi</a></strong></p>
<p>Fetrizal menyebutkan, pengeroyokan terjadi di dalam rumah korban sekitar pukul 15.30 WIB. Awal mula ketika pelapor yang merupakan istri korban mendengar ribut-ribut di lantai satu rumah.</p>
<p>Setelah pelapor melihat CCTV, kata Fetrizal, terlihat korban Idris sedang dipegang oleh seseorang. Kemudian pelapor turun, namun didorong kembali ke atas oleh seorang perempuan.</p>
<p>&#8220;Pelapor kemudian dicakar dan datang lagi seorang laki laki mendatangi pelapor dan menjambak rambut pelapor kemudian pelaku turun,&#8221; katanya.</p>
<p>Sesampai di lantai satu, terlihat korban Idris sudah tergeletak dan ada luka berdarah pada bagian kepala dan bibir. Atas kejadian tersebut pelapor dan korban Idris mengalami luka.</p>
<p>&#8220;Keduanya tidak senang lalu melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Bukittinggi. Kasus sedang kami selidiki, termasuk terkait motif,&#8221; tuturnya. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/motif-dugaan-pengeroyokan-ketua-relawan-anies-dipicu-soal-piutang/">Motif Dugaan Pengeroyokan Ketua Relawan Anies, Dipicu Soal Piutang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177718</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Ketua Relawan Anies di Bukittinggi</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-selidiki-kasus-pengeroyokan-ketua-relawan-anies-di-bukittinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2023 06:02:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Bukittinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=177702</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan seorang pria bernama Idris Sanur di Kota Bukittinggi. Idris diketahui merupakan Ketua DPP Relawan Rumah Gadang Anies Baswedan. Peristiwa pengeroyokan ini telah dilaporkan ke polisi dengan Nomor LP/B/1/I/2023/Polresta Bukittinggi tanggal 2 Januari 2023. Laporan pengeroyokan dibenarkan Ps. Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi AKP Fetrizal. &#8220;Kejadian sekitar pukul 15.30 WIB di dalam rumah di Kelurahan Birugo. Awal mula kejadian ketika pelapor mendengar orang ribut-ribut di lantai satu rumah,&#8221; kata Fetrizal, Selasa (3/1/2023). Setelah pelapor melihat CCTV, kata Fetrizal, tampak korban Idris sedang dipegang oleh seseorang. Kemudian pelapor turun, namun didorong kembali ke atas oleh</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-selidiki-kasus-pengeroyokan-ketua-relawan-anies-di-bukittinggi/">Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Ketua Relawan Anies di Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan seorang pria bernama Idris Sanur di Kota Bukittinggi. Idris diketahui merupakan Ketua DPP Relawan Rumah Gadang Anies Baswedan.</p>
<p>Peristiwa pengeroyokan ini telah dilaporkan ke polisi dengan Nomor LP/B/1/I/2023/Polresta Bukittinggi tanggal 2 Januari 2023. Laporan pengeroyokan dibenarkan Ps. Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi AKP Fetrizal.</p>
<p>&#8220;Kejadian sekitar pukul 15.30 WIB di dalam rumah di Kelurahan Birugo. Awal mula kejadian ketika pelapor mendengar orang ribut-ribut di lantai satu rumah,&#8221; kata Fetrizal, Selasa (3/1/2023).</p>
<p>Setelah pelapor melihat CCTV, kata Fetrizal, tampak korban Idris sedang dipegang oleh seseorang. Kemudian pelapor turun, namun didorong kembali ke atas oleh seorang perempuan.</p>
<p>&#8220;Pelapor kemudian dicakar dan datang lagi seorang laki laki mendatangi pelapor dan menjambak rambut pelapor kemudian pelaku turun,&#8221; katanya.</p>
<p>Sesampai di lantai satu, terlihat korban Idris sudah tergeletak dan ada luka berdarah pada bagian kepala dan bibir. Atas kejadian tersebut pelapor dan korban Idris mengalami luka.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/polisi-tangkap-3-pelaku-penganiayaan-kepala-sma-pgai-padang/">Polisi Tangkap 3 Pelaku Penganiayaan Kepala SMA PGAI Padang</a></strong></p>
<p>&#8220;Keduanya tidak senang lalu melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Bukittinggi. Kasus sedang kami selidiki, termasuk terkait motif,&#8221; tuturnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-selidiki-kasus-pengeroyokan-ketua-relawan-anies-di-bukittinggi/">Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Ketua Relawan Anies di Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177702</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fauzi Bahar Sebut Ada yang Putar Balikkan Fakta Soal Kasus Penganiayaan Kepala SMA PGAI Padang</title>
		<link>https://langgam.id/fauzi-bahar-sebut-ada-yang-putar-balikkan-fakta-soal-kasus-penganiayaan-kepala-sma-pgai-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2022 11:24:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[SMA PGAI Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=164684</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Agama Islam (PB PGAI) Fauzi Bahar angkat bicara soal kasus penganiayaan kepala SMA Dr. H. Abdullah Ahmad (PGAI) Padang, Yunarlis. Ia menyayangkan dan prihatin terjadinya kasus penganiayaan tersebut. Namun, Fauzi Bahar ingin meluruskan bahwa telah terjadi pemutarbalikan fakta, mengatakan bahwa sekolah tersebut diserang oleh orang yang tidak dikenal. Kasus ini berawal dari konflik yang terjadi, dualisme yayasan. &#8220;Sesungguhnya tidak ada yang demikian (diserang orang tidak dikenal),&#8221; ujarnya Fauzi, Rabu (9/11/2022). Fauzi menyebutkan, pihaknya sebelumnya telah melayangkan lima kali surat panggilan terhadap Yunarlis. Tapi yang bersangkutan tidak pernah datang. Baca Juga: Kepala SMA PGAI</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fauzi-bahar-sebut-ada-yang-putar-balikkan-fakta-soal-kasus-penganiayaan-kepala-sma-pgai-padang/">Fauzi Bahar Sebut Ada yang Putar Balikkan Fakta Soal Kasus Penganiayaan Kepala SMA PGAI Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Agama Islam (PB PGAI) Fauzi Bahar angkat bicara soal kasus penganiayaan kepala SMA Dr. H. Abdullah Ahmad (PGAI) Padang, Yunarlis. Ia menyayangkan dan prihatin terjadinya kasus penganiayaan tersebut.</p>
<p>Namun, Fauzi Bahar ingin meluruskan bahwa telah terjadi pemutarbalikan fakta, mengatakan bahwa sekolah tersebut diserang oleh orang yang tidak dikenal. Kasus ini berawal dari konflik yang terjadi, dualisme yayasan. &#8220;Sesungguhnya tidak ada yang demikian (diserang orang tidak dikenal),&#8221; ujarnya Fauzi, Rabu (9/11/2022).</p>
<p>Fauzi menyebutkan, pihaknya sebelumnya telah melayangkan lima kali surat panggilan terhadap Yunarlis. Tapi yang bersangkutan tidak pernah datang.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a class="ajax" href="https://langgam.id/kepala-sma-pgai-padang-dianiaya-sekelompok-orang/">Kepala SMA PGAI Padang Dianiaya Sekelompok Orang</a></strong></p>
<p>Kemudian, kata dia, kebetulan saat itu Yunarlis sedang berada di kantor. Orang-orang yang datang ke sekolah tersebut mau mengadakan mediasi dengan cara baik. &#8220;Jangan dianggap ini kami menyerang sekolah, saya juga guru. Dia tidak mengajar dan kebetulan waktu itu, dia kami temui lari ke sekolah itu,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lalu, lanjut Fauzi, dalam pemberitaan yang bersangkutan diperlakukan dengan kejam. Fauzi mengklaim, tidak demikian yang terjadi.</p>
<p>Fauzi menjelaskan, saat kejadian, Yunarlis diminta untuk melihat pengosongan dinasnya yang dianggap telah habis masa jabatan oleh PB PGAI. Namun, yang bersangkutan menolak dan bersikeras menahan diri untuk tetap berada di kantornya.</p>
<p>&#8220;Dia bertahan terus di pagar yang seperti di video tersebut, karena bertahan tersebut ditarik-tarik terjepit tangannya mungkin, dan situasi menjadi lebih panas karena dia memprovokasi siswa untuk mengambil batu, makanya jadi panas,&#8221; ucapnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a class="ajax" href="https://langgam.id/polisi-tangkap-3-pelaku-penganiayaan-kepala-sma-pgai-padang/">Polisi Tangkap 3 Pelaku Penganiayaan Kepala SMA PGAI Padang</a></strong></p>
<p>Untuk proses hukum, sebut Fauzi, sepenuhnya diserahkan ke pihak kepolisian dan telah berjalan. Pihaknya telah menyiapkan pengacara untuk melalui proses hukum.</p>
<p>&#8220;Kita hormati proses hukumnya, karena ini negara hukum, dan kami telah menyiapkan kuasa hukum untuk menyelesaikan persoalan ini,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/penganiayaan-kepsek-pgai-padang-peradi-imbau-hentikan-semua-bentuk-kekerasan/">Penganiayaan Kepsek PGAI Padang, Peradi Imbau Hentikan Semua Bentuk Kekerasan</a></strong></p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fauzi-bahar-sebut-ada-yang-putar-balikkan-fakta-soal-kasus-penganiayaan-kepala-sma-pgai-padang/">Fauzi Bahar Sebut Ada yang Putar Balikkan Fakta Soal Kasus Penganiayaan Kepala SMA PGAI Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164684</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/79 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-27 12:41:09 by W3 Total Cache
-->