<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Penas Petani Nelayan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/penas-petani-nelayan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/penas-petani-nelayan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Jun 2023 03:25:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Penas Petani Nelayan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/penas-petani-nelayan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Polda Sumbar Turunkan 628 Personel untuk Pengamanan Penas Tani di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/polda-sumbar-turunkan-628-personel-untuk-pengamanan-penas-tani-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jun 2023 01:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Petani Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Tani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=182828</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) menurunkan ratusan personel untuk pengamanan Pekan Nasional (Penas) XVI Petani Nelayan Indonesia (Tani) 2023 yang digelar di Padang. “Polda Sumbar menurunkan sebanyak 628 personel dalam mengamankan Penas Tani 2023,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, sebagaimana dirilis situs resmi Polda Sumbar, Sabtu (10/6/2023). Kabid Humas mengatakan, pengamanan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 10 hingga 15 Juni 2023 di kawasan Lanud Sutan Syahrir, Padang. Penas Tani ini yang diikuti puluhan ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, juga dihadiri oleh menteri dan kepala daerah. Kegiatan tersebut merupakan bagian strategis dari upaya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polda-sumbar-turunkan-628-personel-untuk-pengamanan-penas-tani-di-padang/">Polda Sumbar Turunkan 628 Personel untuk Pengamanan Penas Tani di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) menurunkan ratusan personel untuk pengamanan Pekan Nasional (Penas) XVI Petani Nelayan Indonesia (Tani) 2023 yang digelar di Padang.</p>



<p>“Polda Sumbar menurunkan sebanyak 628 personel dalam mengamankan Penas Tani 2023,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, sebagaimana dirilis situs resmi Polda Sumbar, Sabtu (10/6/2023).</p>



<p>Kabid Humas mengatakan, pengamanan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 10 hingga 15 Juni 2023 di kawasan Lanud Sutan Syahrir, Padang.</p>



<p>Penas Tani ini yang diikuti puluhan ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, juga dihadiri oleh menteri dan kepala daerah.</p>



<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satu kegiatannya adalah dengan menampilkan pameran pembangunan pertanian.</p>



<p>“Semoga pelaksanaan Penas Tani 2023 ini berjalan aman dan lancar, mari kita dukung dan sukseskan bersama,” katanya.(*)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polda-sumbar-turunkan-628-personel-untuk-pengamanan-penas-tani-di-padang/">Polda Sumbar Turunkan 628 Personel untuk Pengamanan Penas Tani di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182828</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tak Jadi Dihadiri Presiden, Penas Tani Nelayan di Padang Dibuka Menko Perekonomian</title>
		<link>https://langgam.id/tak-jadi-dihadiri-presiden-penas-tani-nelayan-di-padang-dibuka-menko-perekonomian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2023 08:41:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Petani Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=182820</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan XVI-2023 di Padang, Sumatra Barat (Sumbar) yang semula dijadwalkan dihadiri dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), ternyata dibuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Sabtu (10/6/2023). Dalam pidatonya, Airlangga mengatakan, ketersediaan pangan yang memadai sangat berperan penting dalam kehidupan suatu bangsa dan menjadikannya salah satu prioritas utama Pemerintah dalam menyusun kebijakan. &#8220;Dengan memprioritaskan program peningkatan ketersediaan, akses, serta kualitas konsumsi pangan, Pemerintah telah menjadikan Ketahanan Pangan sebagai aspek penting dalam Agenda Pembangunan Nasional tahun 2022-2024,&#8221; katanya, sebagaimana dirilis situs resmi Kemenko Perekonomian. Ia mengatakan, di tengah ketidakpastian global akibat dampak pandemi Covid-19, eskalasi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tak-jadi-dihadiri-presiden-penas-tani-nelayan-di-padang-dibuka-menko-perekonomian/">Tak Jadi Dihadiri Presiden, Penas Tani Nelayan di Padang Dibuka Menko Perekonomian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan XVI-2023 di Padang, Sumatra Barat (Sumbar) yang semula dijadwalkan dihadiri dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), ternyata dibuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Sabtu (10/6/2023).</p>



<p>Dalam pidatonya, Airlangga mengatakan, ketersediaan pangan yang memadai sangat berperan penting dalam kehidupan suatu bangsa dan menjadikannya salah satu prioritas utama Pemerintah dalam menyusun kebijakan.</p>



<p>&#8220;Dengan memprioritaskan program peningkatan ketersediaan, akses, serta kualitas konsumsi pangan, Pemerintah telah menjadikan Ketahanan Pangan sebagai aspek penting dalam Agenda Pembangunan Nasional tahun 2022-2024,&#8221; katanya, sebagaimana dirilis situs resmi Kemenko Perekonomian.</p>



<p>Ia mengatakan, di tengah ketidakpastian global akibat dampak pandemi Covid-19, eskalasi geopolitik, hingga perubahan iklim saat ini, peran aktif dan tanggung jawab berbagai pihak juga diperlukan untuk dapat meningkatkan produksi sektor pertanian. Dengan demikian ancaman krisis pangan global dapat teratasi, termasuk dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal.</p>



<p>“Pemerintah harus terus mengambil langkah-langkah konkrit dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional dengan cara meningkatkan produksi dan memasifkan konsumsi pangan lokal serta mengenalkan ke negara lain sebagai komoditas ekspor,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan petani hutan, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya mulai dari pembangunan infrastruktur bendungan untuk penyediaan air, pembangunan sarana transportasi untuk mengurangi logistic cost, pemanfaatan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan lingkungan, dan penerapan pertanian cerdas.</p>



<p>Selain itu, Pemerintah juga telah memfasilitasi penggunaaan alat dan mesin pertanian, penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Perhutanan Sosial (PS) dan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), penerapan pembangunan kelautan perikanan ekonomi biru (blue economy), menumbuhkan start-up muda dan marketplace, hingga memberikan akses dan penguatan ekonomi bagi pelaku usaha mikro dan kecil.</p>



<p>Di samping berbagai upaya tersebut, Menko Airlangga juga mengajak seluruh stakeholders untuk turut berkolaborasi dalam melakukan kerja nyata guna meningkatkan kemampuan dan kemandirian petani, nelayan dan petani hutan agar menjadi lebih produktif, mumpuni dalam literasi bisnis, mampu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan, serta mandiri dan berdaya saing secara global.</p>



<p>“Pada forum akbar seperti PENAS XVI-2023 ini, sebagai ajang silaturahmi, sebagai wadah promosi hasil pembangunan pertanian, sebagai wadah untuk melakukan evaluasi, koreksi dan penyempurnaan terhadap program-program Pemerintah, sebagai wadah akses teknologi, dan sebagai wadah memperkenalkan bibit-bibit unggul,” kata Menko Airlangga.</p>



<p>Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Menteri Pertanian, Anggota Komisi IV DPR RI, Anggota DPD RI, Gubenur/Bupati/Walikota se-Indonesia, serta Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tak-jadi-dihadiri-presiden-penas-tani-nelayan-di-padang-dibuka-menko-perekonomian/">Tak Jadi Dihadiri Presiden, Penas Tani Nelayan di Padang Dibuka Menko Perekonomian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182820</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumbar Bersiap Sambut 20 Ribu Petani</title>
		<link>https://langgam.id/sumbar-bersiap-sambut-20-ribu-petani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2021 05:04:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Petani Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=109145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) bersiap menjadi tuan rumah Pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) ke XVI Petani Nelayan tahun 2022.  Acara yang digelar di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang ini diperkirakan dihadiri 20 ribu petani di seluruh Indonesia. &#8220;Sebelumnya pusat menginginkan target peserta sebanyak 50 ribu, tapi karena masih dalam keadaan pandemi, akan dinegosiasi menjadi paling banyak 20 ribu peserta,&#8221; kata Kepala Distanhorbun Sumbar, Syafrizal. Syafrizal mengatakan, acara ini bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata Sumbar kepada seluruh Indonesia bahkan dunia. Ia meminta Dinas Pariwisata untuk dapat maksimal memperkenalkan pariwisata Sumbar kepada peserta dan undangan &#8220;Kita juga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-bersiap-sambut-20-ribu-petani/">Sumbar Bersiap Sambut 20 Ribu Petani</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://langgam.id">Langgam.id</a></strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) bersiap menjadi tuan rumah Pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) ke XVI Petani Nelayan tahun 2022.  Acara yang digelar di Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang ini diperkirakan dihadiri 20 ribu petani di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya pusat menginginkan target peserta sebanyak 50 ribu, tapi karena masih dalam keadaan pandemi, akan dinegosiasi menjadi paling banyak 20 ribu peserta,&#8221; kata Kepala Distanhorbun <a href="http://sumbarprov.go.id">Sumbar</a>, Syafrizal.</p>
<p>Syafrizal mengatakan, acara ini bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata Sumbar kepada seluruh Indonesia bahkan dunia.</p>
<p>Ia meminta Dinas Pariwisata untuk dapat maksimal memperkenalkan pariwisata Sumbar kepada peserta dan undangan</p>
<p>&#8220;Kita juga sudah mengadakan pertemuan dengan BPPSDMP Kementerian Pertanian untuk memastikan persiapan Penas 2022. Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan panitia pusat untuk menindaklanjuti persiapan lainnya,&#8221; ujarnya.<strong>(*/Ela)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-bersiap-sambut-20-ribu-petani/">Sumbar Bersiap Sambut 20 Ribu Petani</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109145</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Padang Tak Jadi Batal, Penas Tani Akhirnya Dilangsungkan di 2 Daerah</title>
		<link>https://langgam.id/padang-tak-jadi-batal-penas-tani-akhirnya-dilangsungkan-di-2-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2019 11:12:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Petani Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Tani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=21131</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Lokasi Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke 16 tahun 2020 akhirnya dilakukan di dua lokasi. Pelaksanaan acara itu dilakukan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Hasil keputusan itu berdasarkan rapat yang berlangsung tertutup antara Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Pemerintah Kota Padang, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Rapat dipimpin oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Kamis (19/12/2019. Gubernur mengatakan rapat tertutup dari media karena merupakan rapat internal. Sebelumnya rapat akan dipimpin oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit, namun gubernur akhirnya yang hadir untuk memimpin rapat. Usai rapat tertutup, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan Penas Tani</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/padang-tak-jadi-batal-penas-tani-akhirnya-dilangsungkan-di-2-daerah/">Padang Tak Jadi Batal, Penas Tani Akhirnya Dilangsungkan di 2 Daerah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Lokasi Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke 16 tahun 2020 akhirnya dilakukan di dua lokasi. Pelaksanaan acara itu dilakukan di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>Hasil keputusan itu berdasarkan rapat yang berlangsung tertutup antara Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Pemerintah Kota Padang, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Rapat dipimpin oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Kamis (19/12/2019.</p>
<p>Gubernur mengatakan rapat tertutup dari media karena merupakan rapat internal. Sebelumnya rapat akan dipimpin oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit, namun gubernur akhirnya yang hadir untuk memimpin rapat.</p>
<p>Usai rapat tertutup, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan Penas Tani meneruskan rapat dari pusat di Jakarta sebelumnya pada tanggal 17. Dari hasil rapat itu dibicarakan kembali untuk memutuskan soal Penas Tani.</p>
<p>&#8220;Dari hasil rapat kita putuskan Penas Tani tempatnya dua, di Kota Padang dan di Kabupaten Padang Pariaman,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengatakan untuk pembukaan diadakan di Padang Pariaman. Sementara untuk Padang akan dilaksanakan penutupan. Dalam Penas nanti juga ada 7 kegiatan utama yang dibagi antara kedua daerah.</p>
<p>&#8220;Kepanitiaan juga lengkap, ada dari Pemprov, Padang, Padang Pariaman, dan dari pusat, jadi kita bagi saja&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengatakan untuk acara pertemuan, diskusi ilmiah, temu wicara, dan berbagai pertemuan di Padang. Sedangkan untuk ekspo dan gelar teknologi akan dipusatkan di Padang Pariaman.</p>
<p>&#8220;Tetapi ekspo dan gelar teknologi juga kita buka peluang di Padang, jadi atau tidaknya nanti terserah Padang, sehingga dengan demikian ada di Padang dan di Padang Pariaman,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengatakan juga sudah melakukan pengecekan lokasi acara di Padang Pariaman. Menurutnya lahan yang disiapkan sudah siap untuk pelaksanaan acara dan pembukaan. Lahan tersebut juga sudah siap ditanami.</p>
<p>Untuk pemondokan peserta juga terbagi di Padang dan di Padang Pariaman. Menurutnya rumah-rumah warga yang telah disiapkan tetap bisa digunakan.</p>
<p>Sementara untuk anggaran Irwan mengatakan ada dari Pemko Padang, Pemkab Padang Pariaman, Pemprov, dan dari pemerintah pusat.</p>
<p>&#8220;Semua berbagi, kalau di Padang acaranya ya dari Padang, semua sudah oke,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam rapat tersebut juga hadir Wakil Walikota Padang, Hendri Septa. Namun ketika dimintai wawancara ia tidak bersedia. Ia mengatakan semuanya sudah selesai dijelaskan oleh gubernur.</p>
<p>&#8220;Semua sudah dijelaskan oleh pak gubernur, jadi tidak ada lagi, biar pak gubernur saja yang jawab,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya, Kota Padang sempat dibatalkan sebagai tuan rumah. Sehingga memunculkan polemik antara Pemprov dengan Pemko Padang. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/padang-tak-jadi-batal-penas-tani-akhirnya-dilangsungkan-di-2-daerah/">Padang Tak Jadi Batal, Penas Tani Akhirnya Dilangsungkan di 2 Daerah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21131</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahyeldi: Padang Batal Jadi Tuan Rumah Penas Tani karena Masukan Pemprov, Ada Apa Gerangan?</title>
		<link>https://langgam.id/mahyeldi-padang-batal-jadi-tuan-rumah-penas-tani-karena-masukan-pemprov-ada-apa-gerangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2019 04:44:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Petani Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Tani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=20451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polemik batalnya Kota Padang tuan rumah penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-16 terus bergulir. Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansarullah pun angkat suara. Mahyeldi mengatakan, pembatalan daerahnya jadi tuan rumah karena ada masukan dari pemerintah provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Bahkan pihaknya memiliki daftar yang pemerintah provinsi ikut tersebut dalam pembatalan. Ia mempertanyakan masukan tersebut. &#8220;Keputusan (batal) itu ada di pemerintahan provinsi mewakili, ada daftarnya. Bukan mereka (pusat) putusan, tapi masukan rekan dari pemerintah provinsi,&#8221; tegas Mahyeldi diwawancarai di Balaikota Padang, Selasa (10/11/2019). Menurut Politisi PKS ini, keterlibatan pemerintah provinsi untuk membatalkan Kota Padang terlihat saat rapat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahyeldi-padang-batal-jadi-tuan-rumah-penas-tani-karena-masukan-pemprov-ada-apa-gerangan/">Mahyeldi: Padang Batal Jadi Tuan Rumah Penas Tani karena Masukan Pemprov, Ada Apa Gerangan?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Polemik batalnya Kota Padang tuan rumah penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-16 terus bergulir. Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansarullah pun angkat suara.</p>
<p>Mahyeldi mengatakan, pembatalan daerahnya jadi tuan rumah karena ada masukan dari pemerintah provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Bahkan pihaknya memiliki daftar yang pemerintah provinsi ikut tersebut dalam pembatalan. Ia mempertanyakan masukan tersebut.</p>
<p>&#8220;Keputusan (batal) itu ada di pemerintahan provinsi mewakili, ada daftarnya. Bukan mereka (pusat) putusan, tapi masukan rekan dari pemerintah provinsi,&#8221; tegas Mahyeldi diwawancarai di Balaikota Padang, Selasa (10/11/2019).</p>
<p>Menurut Politisi PKS ini, keterlibatan pemerintah provinsi untuk membatalkan Kota Padang terlihat saat rapat yang dilaksanakan pada tanggal 2 Desember di Jakarta. Saat rapat itu, Kabupaten Padang Pariaman langsung dilibatkan.</p>
<p>&#8220;Kami tidak diikutkan (rapat), Padang Pariaman diikutkan. Itu diakui Ketua KTNA dan diakui direktur. Sedangkan ketika mengambil keputusan saat ditunjuk Kota Padang, saya hadir dan persiapan untuk itu. Apakah adil keputusan rapat tanggal 2 Desember tersebut?&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Maka dari itu, Mahyeldi mengaku telah melakukan komplain terhadap Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Karena menurutnya, keputusan yang diambil tidak logis dan masuk akal.</p>
<p>Mahyeldi meminta kepada pihak pusat delam penyelenggaraan Penas KTNA dapat membandingkan fakta-fakta di lapangan terkait keputusan tuan rumah. Pemerintah Kota Padang dinyatakan siap dari berbagai hal.</p>
<p>&#8220;Dengan perbandingan fakta-fakta di lapangan. Kemudian silakan tanya ke Padang Pariaman untuk anggaran dan begitu tanya ke provinsi. Barang kali ini ada yang berniat untuk menggagalkan di Sumbar, mudah-mudahan tidak terjadi,&#8221; katanya.</p>
<p>Pemerintah Kota Padang telah menyusun anggaran dan dukungan anggaran dalam persiapan tuan rumah Penas KTNA tersebut. Mahyeldi merincikan untuk susunan anggaran telah disiapkan melalui APBD tahun 2019 sebesar Rp121 miliar, kemudian dukungan anggaran APBD 2020 Rp74 miliar.</p>
<p>Begitupun terkait pemondokan telah didata 4.000 lebih rumah masyarakat. Begitupun dalam aliran air di setiap rumah masyarakat yang akan digunakan tersebut. &#8220;Kemudian dukungan masyarakat juga sudah ada. Maka dari itu makanya saya pribadi berpikir-pikir ada apa gerangan?&#8221; tuturnya.<strong> (Irwanda/</strong>HM<strong>)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahyeldi-padang-batal-jadi-tuan-rumah-penas-tani-karena-masukan-pemprov-ada-apa-gerangan/">Mahyeldi: Padang Batal Jadi Tuan Rumah Penas Tani karena Masukan Pemprov, Ada Apa Gerangan?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20451</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mendadak Dicopot Mahyeldi, Mantan Kadis Pertanian: Dapat Kabar Tadi Pagi</title>
		<link>https://langgam.id/mendadak-dicopot-mahyeldi-mantan-kadis-pertanian-dapat-kabar-tadi-pagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2019 12:32:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Petani Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Tani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=20381</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, menunjuk Syahrial Kamat sebagai Kepala Dinas Pertanian Kota Padang menggantikan posisi Syaiful Bahri .Sebelumnya, Syahrial menjabat Kepala Dinas Pangan Kota Padang. Pelantikan Syahrial berlangsung di Balai Kota Padang yang dipimpin langsung Mahyeldi, Selasa (10/12/2019). Turut juga dihadiri seluruh Kepala Dinas dan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kota Padang. Namun dalam kegiatan pelantikan dan sumpah jabatan itu, Syaiful yang dipindahtugaskan sementara menjadikan pelaksana Bagian Umum Setda Kota Padang itu tidak ikut hadir. Menurut Syaiful, dirinya tidak hadir karena tak dapat undangan dalam pelantikan. &#8220;Saya tidak dapat undangan, makanya tidak datang. Saya hanya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mendadak-dicopot-mahyeldi-mantan-kadis-pertanian-dapat-kabar-tadi-pagi/">Mendadak Dicopot Mahyeldi, Mantan Kadis Pertanian: Dapat Kabar Tadi Pagi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/">Langgam.id</a> &#8211; Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, menunjuk Syahrial Kamat sebagai Kepala Dinas Pertanian Kota Padang menggantikan posisi Syaiful Bahri .Sebelumnya, Syahrial menjabat Kepala Dinas Pangan Kota Padang.</p>
<p>Pelantikan Syahrial berlangsung di Balai Kota Padang yang dipimpin langsung Mahyeldi, Selasa (10/12/2019). Turut juga dihadiri seluruh Kepala Dinas dan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kota Padang.</p>
<p>Namun dalam kegiatan pelantikan dan sumpah jabatan itu, Syaiful yang dipindahtugaskan sementara menjadikan pelaksana Bagian Umum Setda Kota Padang itu tidak ikut hadir. Menurut Syaiful, dirinya tidak hadir karena tak dapat undangan dalam pelantikan.</p>
<p>&#8220;Saya tidak dapat undangan, makanya tidak datang. Saya hanya mendapat kabar dari rekan-rekan bahwa akan ada orang dilantik yang ingin menggantikan saya. Itu saja dapat kabar tadi pagi,&#8221; ujar Syaiful dihubungi langgam.id, Selasa (10/12/2019).</p>
<p>Syaiful mengungkapkan, kabar adanya kegiatan pelantikan seseorang untuk menggantikan dirinya didapat pagi hari. Kemudian, siangnya, diketahui langsung adanya kegiatan pelantikan.</p>
<p>&#8220;(Rentang waktu) pengumuman pemindahan saya tidak ada dapat surat, hanya dari rekan-rekan aja tadi pagi. Biar sajalah, saya orangnya lillahi ta&#8217;ala, (apabila) ini terbaik untuk Padang, saya kerjakan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Mahyeldi membantah pelantikan dilakukan dikaitkan dengan kisruh pembatalan Kota Padang sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-16. Menurutnya, mutasi merupakan hal yang biasa.</p>
<p>&#8220;Di dalam Pemerintahan itu biasa, ada reward dan lainnya. Apabila kita lihat suatu hal yang bekerja tidak secara maksimal kita berikan punishment,&#8221; ujar Mahyeldi usai pelantikan.</p>
<p>Menurutnya, rotasi para pejabat di beberapa eselon bukan hal yang baru di pemerintahan. Mahyeldi mengungkapkan, pelantikan baru hari ini dilaksanakan karena ada hambatan dirinya baru enam bulan dilantik sebagai wali kota.</p>
<p>&#8220;Enam bulan pelantikan saya tidak boleh dan juga harus melapor ke KASN dan Mendagri sehingga baru sekarang dilaksanakan (mutasi). Seperti saya jelaskan, dalam pemerintahan ada reward dan punishment,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Apabila sukses kita beri reward dan apabila ada sesuatu yang tidak tercapai diberikan punishment. Penggeseran itu suatu hal biasa, setelah ini juga akan ada lagi penggeseran dan berjalan pemeriksa,&#8221; sambung Mahyeldi. <strong>(Irwanda/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mendadak-dicopot-mahyeldi-mantan-kadis-pertanian-dapat-kabar-tadi-pagi/">Mendadak Dicopot Mahyeldi, Mantan Kadis Pertanian: Dapat Kabar Tadi Pagi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berharap Tak Dipolitisasi, Padang Pariaman Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Penas Tani 2020</title>
		<link>https://langgam.id/berharap-tak-dipolitisasi-padang-pariaman-nyatakan-siap-jadi-tuan-rumah-penas-tani-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2019 08:49:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Petani Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=20368</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengaku siap menjadi tuan rumah Pekan Nasional ( Penas) Petani dan Nelayan ke 16 Tahun 2020. Namun, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni berharap hal tersebut tidak dipolitisasi. Kabupaten Padang Pariaman ditunjuk berdasarkan keputusan Kementerian Pertanian RI untuk menjadi tuan rumah Penas Tani pada Juli 2020 mendatang. Daerah tersebut ditunjuk untuk menggantikan Kota Padang yang akhirnya dibatalkan sebagai tuan rumah. Bupati Ali Mukhni mengatakan, saat ini Pemkab telah memulai persiapan sejak ditunjuk oleh Kementerian Pertanian. Ia mengatakan telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno soal Padang Pariaman ditetapkan menjadi tuan rumah. &#8220;Insya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berharap-tak-dipolitisasi-padang-pariaman-nyatakan-siap-jadi-tuan-rumah-penas-tani-2020/">Berharap Tak Dipolitisasi, Padang Pariaman Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Penas Tani 2020</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengaku siap menjadi tuan rumah Pekan Nasional ( Penas) Petani dan Nelayan ke 16 Tahun 2020. Namun, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni berharap hal tersebut tidak dipolitisasi.</p>
<p>Kabupaten Padang Pariaman ditunjuk berdasarkan keputusan Kementerian Pertanian RI untuk menjadi tuan rumah Penas Tani pada Juli 2020 mendatang. Daerah tersebut ditunjuk untuk menggantikan Kota Padang yang akhirnya dibatalkan sebagai tuan rumah.</p>
<p>Bupati Ali Mukhni mengatakan, saat ini Pemkab telah memulai persiapan sejak ditunjuk oleh Kementerian Pertanian. Ia mengatakan telah menerima Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno soal Padang Pariaman ditetapkan menjadi tuan rumah.</p>
<p>&#8220;Insya Allah nanti dari dinas akan rapat dengan lainnya. Insya Allah kita siap jadi tuan rumah,&#8221; katanya kepada langgam.id, saat dihubungi, Selasa (10/12/2019).</p>
<p>Menurutnya, waktu sekitar 7 bulan cukup untuk menyiapkan even itu. Soal anggaran acara, Pemkab menyanggupi itu, namun untuk kejelasan terkait anggaran akan dibicarakan saat rapat nantinya. Sementara lokasi acara diadakan di area Asrama Haji kawasan Duku.</p>
<p>Dia mengatakan, sebenarnya tim dari pusat sudah menilai lokasi acara di Padang Pariaman sejak lama. Apalagi dari skor yang didapatkan Padang Pariaman lebih tinggi dari Kota Padang. Padang Pariaman meraih skor 30 sedangkan Kota Padang 22.</p>
<p>&#8220;Jadi ada 40 item yang dinilai, jadi tidak serta merta dilimpahkan ke Padang Pariaman begitu saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Namun, ia berharap, pindahnya tempat acara dari Padang ke Padang Pariaman. tidak dipolitisasi Sebab kedua daerah masih bagian dari Sumatra Barat. Keputusan kepindahan juga berasal dari pusat, sehingga dari daerah harus siap menyelenggarakan acara.</p>
<p>&#8220;Kita berpikir positif, kita syukuri alhamdulillah dari pusat menunjuk Sumatra Barat jadi tuan rumah, jangan dilihat Padang atau Padang Pariaman nya, kita ini masih satu kesatuan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia berharap acara berjalan dengan baik dan lancar nantinya. Rumah-rumah masyarakat yang dikontrak nantinya untuk acara juga dinilai memberikan manfaat. Adapun pohon-pohon yang ditanam di lokasi acara nanti bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Presiden RI Joko Widodo juga dijadwalkan hadir dalam acara itu.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan informasi terakhir dari Kementerian itu Insya Allah dihadiri Bapak Presiden,&#8221; ujarnya. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berharap-tak-dipolitisasi-padang-pariaman-nyatakan-siap-jadi-tuan-rumah-penas-tani-2020/">Berharap Tak Dipolitisasi, Padang Pariaman Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah Penas Tani 2020</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20368</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemprov Ungkap Alasan Pemindahan Lokasi Penas Petani Nelayan dari Padang ke Padangpariaman</title>
		<link>https://langgam.id/pemprov-ungkap-alasan-pemindahan-lokasi-penas-petani-nelayan-dari-padang-ke-padangpariaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2019 11:58:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Petani Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=20255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kota Padang batal menjadi tuan rumah Pekan Nasional ( Penas) Petani dan Nelayan Ke-16 Tahun 2020. Menurut pemprov Sumbar, keputusan itu diambil pemerintah pusat setelah permasalahan lahan yang tidak kunjung selesai di lokasi acara di kawasan Air Pacah. Kepala Dinas Pertanian Sumatra Barat, Candra mengatakan lokasi Penas Tani dipindahkan di kawasan Duku, Kabupaten Padang Pariaman. Pemindahan itu menurutnya tidak dilakukan secara tiba-tiba, namun telah melalui proses yang panjang. &#8220;Prosesnya sudah cukup panjang, di Padang itu masalah status lahan, karena ini acara besar tentu tidak mungkin kita terhalang terus, &#8221; katanya saat dihubungi, Senin (9/12/2019). Menurutnya masalah tersebut akan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemprov-ungkap-alasan-pemindahan-lokasi-penas-petani-nelayan-dari-padang-ke-padangpariaman/">Pemprov Ungkap Alasan Pemindahan Lokasi Penas Petani Nelayan dari Padang ke Padangpariaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kota Padang batal menjadi tuan rumah Pekan Nasional ( Penas) Petani dan Nelayan Ke-16 Tahun 2020. Menurut pemprov Sumbar, keputusan itu diambil pemerintah pusat setelah permasalahan lahan yang tidak kunjung selesai di lokasi acara di kawasan Air Pacah.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Sumatra Barat, Candra mengatakan lokasi Penas Tani dipindahkan di kawasan Duku, Kabupaten Padang Pariaman. Pemindahan itu menurutnya tidak dilakukan secara tiba-tiba, namun telah melalui proses yang panjang.</p>
<p>&#8220;Prosesnya sudah cukup panjang, di Padang itu masalah status lahan, karena ini acara besar tentu tidak mungkin kita terhalang terus, &#8221; katanya saat dihubungi, Senin (9/12/2019).</p>
<p>Menurutnya masalah tersebut akan menganggu proses acara. Bahkan setiap rapat seringkali tertunda karena adanya permasalahan ini. Sehingga Kementerian Pertanian merekomendasikan untuk dipindahkan.</p>
<p>&#8220;Jadi bukan kita dari provinsi yang memindahkan, tapi pusat, karena orang pusat kan juga seringkali mengecek kemari,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengatakan, pihak yang punya lahan di Aia Pacah Padang tidak memberikan izin pemakaian tanahnya untuk lokasi acara. Bahkan untuk dibayarpun pemakaian tanahnya tetap pemilik tidak mengizinkan.</p>
<p>&#8220;Merasa terganggu mereka dengan kegiatan kita, jadi apa saja yang kita lakukan selalu diberi komentar. Ada saja masalah bagi mereka, itu yang buat rumitnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia mengatakan untuk pemindahan kawasan Duku sudah siap lahan sekitar 35 hektar untuk acara. Disana juga sudah aman dan tidak ada ribut-ribut soal lahan. Berbeda tipis di kawasan Aia Pacah yang luasnya sekitar 40 hektar.</p>
<p>Ia mengatakan Pemko Padang sudah diberitahu. Pemko dikatakannya terpaksa harus menerima keputusan itu karena tidak juga bisa menyelesaikan permasalahan lahan.</p>
<p>&#8220;Secara prinsip mereka terpaksa menerima, masalah lahan itu agak rumit walaupun mereka bilang akan menyelesaikan, tapi orang pusat mana mau terima,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara menurutnya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sudah siap. Apalagi menurutnya persiapan tidak terlalu banyak dan tinggal menyediakan lahan untuk gelar teknologi pertanian.</p>
<p>Selain itu, adanya masalah lahan dikhawatirkan juga dapat membatalkan kehadiran Presiden Joko Widodo pada acara tersebut. Menurutnya salah satu yang membuat acara itu penting karena adanya presiden.</p>
<p>&#8220;Makanya tidak bisa kita main-main dengan lahan yang masalah. Paspamres kan turun dulu, nanti bisa batal RI 1. Yang diharapkan dalam acara ini kan juga kehadiran R 1,&#8221; katanya. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemprov-ungkap-alasan-pemindahan-lokasi-penas-petani-nelayan-dari-padang-ke-padangpariaman/">Pemprov Ungkap Alasan Pemindahan Lokasi Penas Petani Nelayan dari Padang ke Padangpariaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20255</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sudah Bersiap, Pemko Padang Mengaku Belum Tahu Batal Jadi Tuan Rumah Penas 2020</title>
		<link>https://langgam.id/sudah-bersiap-pemko-padang-mengaku-belum-tahu-batal-jadi-tuan-rumah-penas-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2019 09:40:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Petani Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=20266</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kota Padang dikabarkan batal menjadi tuan rumah dalam pergelaran Pekan Nasioal (Penas) Petani Nelayan ke 16 yang akan digelar 20 hingga 25 Juni 2020 mendatang. Hal ini diketahui setelah beredarnya surat Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Irwan Prayitno yang menyatakan tuan rumah dialihkan. Surat yang ditandatangani Irwan Prayitno itu tertanggal 3 Desember 2019 dan tertuju kepada Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Dalam surat itu, menindaklanjuti surat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM pertanian selaku penanggungjawab Penas Petani Nelayan merekomendasikan agar lokasi dipindahkan ke Kabupaten Padang Pariaman. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syaiful Bahri, mengaku belum mengetahui</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sudah-bersiap-pemko-padang-mengaku-belum-tahu-batal-jadi-tuan-rumah-penas-2020/">Sudah Bersiap, Pemko Padang Mengaku Belum Tahu Batal Jadi Tuan Rumah Penas 2020</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kota Padang dikabarkan batal menjadi tuan rumah dalam pergelaran Pekan Nasioal (Penas) Petani Nelayan ke 16 yang akan digelar 20 hingga 25 Juni 2020 mendatang. Hal ini diketahui setelah <a href="https://langgam.id/baliho-sudah-terpasang-padang-batal-jadi-tuan-rumah-pekan-nasional-50-ribu-petani-dan-nelayan/">beredarnya surat Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Irwan Prayitno yang menyatakan tuan rumah dialihkan.</a></p>
<p>Surat yang ditandatangani Irwan Prayitno itu tertanggal 3 Desember 2019 dan tertuju kepada Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.</p>
<p>Dalam surat itu, menindaklanjuti surat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM pertanian selaku penanggungjawab Penas Petani Nelayan merekomendasikan agar lokasi dipindahkan ke Kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syaiful Bahri, mengaku belum mengetahui adanya pembatalan dan pengalihan tuan rumah Penas KTNA. Ia mengungkapkan bahwa informasi itu belum diterimanya.</p>
<p>&#8220;Sampai sekarang belum ada informasi itu sampai ke saya. Belum ada pemberitahuan, kalau iya sampai dong suratnya ke saya. Sampai sekarang belum sampai ke saya terima,&#8221; ujar Syaiful dihubungi <strong>langgam.id</strong>, Senin (9/12/2019).</p>
<p>Syaiful menyebutkan, hingga saat ini persiapan Kota Padang dalam tuan rumah Penas KTNA telah mencapai 60 persen. Bahkan, anggaran telah disiapkan melalui APBD 2020 sebesar Rp100 miliar.</p>
<p>&#8220;Anggaran sudah masuk APBD tahun 2020 sebesar Rp100 miliar. Anggaran itu termasuk untuk infrastruktur serta pemondokan,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia merincikan untuk pemondokan persiapan sudah 100 persen. Begitupun untuk persiapan lahan sudah mencapai 90 persen. Sehingga, Kata Syaiful, hanya tinggal menunggu pembukaan dan penutupan di hari yang telah ditentukan.</p>
<p>&#8220;Sejak Kota Padang ditunjuk sebagai tuan rumah, kami sudah persiapkan semuanya. Persiapan sudah selama tiga tahun,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Syaiful mengatakan, pihaknya telah menyediakan puluhan hektar lahan dalam persiapan Penas KTNA di Kota Padang. Lahan tersebut berpusat di kawasan Air Pacah.</p>
<p>Berikut beberapa lahan yang disiapkan di antaranya, lahan pembukaan dan penutupan sekitar 3,4 hektar. Untuk parkir VVIP 1 hektar. Kemudian, lokasi ketiga 1,1 hektar. Lokasi keempat untuk pameran kurang lebih 2 hektar dan kelima ekspo properti satu hektar. Lokasi enam 1,1 hektar serta lokasi tujuh dan delapan ada ada sekitar 10 hektar.</p>
<p>&#8220;Untuk lokasi sembilan 20 hektar, lokasi 11 ada 4 hektar, lokasi 12 dan 13  join sektretaris 1,2 hektar. Seluruh lahan yang disiapkan itu berada di pusat pemerintahan Air Pacah,&#8221; tuturnya. <strong>(Irwanda/</strong>HM<strong>)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sudah-bersiap-pemko-padang-mengaku-belum-tahu-batal-jadi-tuan-rumah-penas-2020/">Sudah Bersiap, Pemko Padang Mengaku Belum Tahu Batal Jadi Tuan Rumah Penas 2020</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20266</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Baliho Sudah Terpasang, Padang Batal Jadi Tuan Rumah Pekan Nasional 50 Ribu Petani dan Nelayan</title>
		<link>https://langgam.id/baliho-sudah-terpasang-padang-batal-jadi-tuan-rumah-pekan-nasional-50-ribu-petani-dan-nelayan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2019 08:36:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Penas Petani Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=20247</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kota Padang batal jadi tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan Ke-16 yang akan digelar pada 20-25 Juni 2020 mendatang. Informasi tersebut diketahui dari Surat gubernur Sumatra Barat tertanggal 3 Desember 2019 kepada wali kota Padang. Dalam surat bernomor 253/12975/DTPHP/12/2019 yang tersebut, disebutkan gubernur menindaklanjuti surat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian (BPPSDMP). Kepala badan selaku penanggung jawab Penas Ke-16 dalam surat tertanggal 2 Desember 2019 itu, merekomendasikan agar lokasi Penas dipindahkan. Semula di Kota Padang, pindah ke Kabupaten Padang Pariaman. Dengan adanya rekomendasi tersebut, gubernur Sumbar membatalkan surat tanggal 10 Juli 2017 yang menunjuk Padang sebagai tuan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/baliho-sudah-terpasang-padang-batal-jadi-tuan-rumah-pekan-nasional-50-ribu-petani-dan-nelayan/">Baliho Sudah Terpasang, Padang Batal Jadi Tuan Rumah Pekan Nasional 50 Ribu Petani dan Nelayan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kota Padang batal jadi tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan Ke-16 yang akan digelar pada 20-25 Juni 2020 mendatang. Informasi tersebut diketahui dari Surat gubernur Sumatra Barat tertanggal 3 Desember 2019 kepada wali kota Padang.</p>
<p>Dalam surat bernomor 253/12975/DTPHP/12/2019 yang tersebut, disebutkan gubernur menindaklanjuti surat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian (BPPSDMP). Kepala badan selaku penanggung jawab Penas Ke-16 dalam surat tertanggal 2 Desember 2019 itu, merekomendasikan agar lokasi Penas dipindahkan. Semula di Kota Padang, pindah ke Kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>Dengan adanya rekomendasi tersebut, gubernur Sumbar membatalkan surat tanggal 10 Juli 2017 yang menunjuk Padang sebagai tuan rumah. &#8220;Penunjukan Kota Padang sebagai tuan rumah pelaksanaan Penas Petani Nelayan XVI Tahun 2020, dinyatakan batal,&#8221; sebut surat yang ditandatangani Gubernur Irwan Prayitno itu.</p>
<p>Surat dari panitia penyelenggara Penas menyebut, rekomendasi keluar dari hasil rapat terbatas di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Rapat berlangsung pada tanggal yang sama dengan surat, 2 Desember 2019.</p>
<p>&#8220;Hasil rapat tersebut merekemondasikan agar lokasi kegiatan Penas Petani Nelayan XVI Tahun 2020 yang semula bertempat di Kota Padang dapat dipindahkan ke Kabupaten Padang Pariaman seperti justifikasi terlampir,&#8221; sebut surat yang ditandatangani Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.</p>
<p>Selain pejabat kementerian, rapat itu dihadiri Wakil Gubernur Nasrul Abit dan sejumlah pejabat provinsi Sumbar.</p>
<p>Variabel yang digunakan adalah kondisi eksisting dan peluang penyelesaian hingga 20 Juni 2020. Dari segi kondisi eksisting, Padang Pariaman umumnya unggul dari Padang soal fisik lahan, anggaran, akomodasi dan aksesibilitas.</p>
<p>Dari segi peluang, soal anggaran kedua daerah seimbang. Namun, dari sisi fisik, Padang Pariaman umumnya lebih unggul. Demikian juga sisi panggung utama yang akan digunakan di acara.</p>
<p>Saat dikonfirmasi, Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit membenarkan bahwa Kota Padang batal jadi tuan rumah. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar memindahkan itu berdasarkan keputusan dari Kementerian Pertanian.</p>
<p>&#8220;Kita ini sebagai penyelenggara di sini. Kalau menteri melakukan evaluasi dan ditemukan yang lebih baik ya kita laksanakan,&#8221; katanya saat ditemui di ruangannya, Senin (9/12/2019).</p>
<p>Keputusan dari menteri tersebut, menurutnya, dilaksanakan gubernur. Namun Wagub tidak mau menjelaskan lebih rinci. Ia menyarankan untuk menanyakan langsung kepada Gubernur Sumbar.</p>
<p>&#8220;Jangan tanya saya, nanti saya salah, lebih baik tanya pak gubernur saja. Itu kan keputusan menteri, gubernur sebagai penyelenggara ya dijalani,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Diketahui, Penas Tani 2020 sebelumnya akan digelar pada 20 hingga 25 Juni 2020 di Aia Pacah, Kota Padang. Persiapan ini juga sudah tampak seperti hadirnya berbagai spanduk dan baliho kesiapan Kota Padang mengadakan Penas petani nelayan itu.</p>
<p>Diprediksi akan ada sekitar 50 ribu petani dan nelayan dari berbagai wilayah Indonesia yang akan hadir.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Sumatra Barat Candra membenarkan lokasi Penas dipindahkan ke kawasan Duku, Kabupaten Padang Pariaman. Pemindahan itu menurutnya tidak dilakukan secara tiba-tiba, namun telah melalui proses yang panjang.</p>
<p>&#8220;Prosesnya sudah cukup panjang, di Padang itu masalah status lahan, karena ini acara besar tentu tidak mungkin kita terhalang terus, &#8221; katanya saat dihubungi.</p>
<p>Sementara, di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syaiful Bahri, mengaku belum mengetahui adanya pembatalan dan pengalihan tuan rumah. Ia mengungkapkan bahwa informasi itu belum diterimanya.</p>
<p>&#8220;Sampai sekarang belum ada informasi itu sampai ke saya. Belum ada pemberitahuan, kalau iya sampai dong suratnya ke saya. Sampai sekarang belum sampai ke saya terima,&#8221; ujar Syaiful.</p>
<p>Menurutnya, Kota Padang sudah melakukan berbagai persiapan selama tiga tahun terakhir. (Rahmadi/Irwanda/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/baliho-sudah-terpasang-padang-batal-jadi-tuan-rumah-pekan-nasional-50-ribu-petani-dan-nelayan/">Baliho Sudah Terpasang, Padang Batal Jadi Tuan Rumah Pekan Nasional 50 Ribu Petani dan Nelayan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20247</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/32 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-04 14:33:01 by W3 Total Cache
-->