<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Pemkab Pessel Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/pemkab-pessel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/pemkab-pessel/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Dec 2025 01:39:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Pemkab Pessel Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/pemkab-pessel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Masuk Zona Berbahaya, Pemkab Pessel Siapkan Relokasi Ratusan Warga di Kecamatan Bayang Utara</title>
		<link>https://langgam.id/masuk-zona-berbahaya-pemkab-pessel-siapkan-relokasi-ratusan-warga-di-kecamatan-bayang-utara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 01:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=240308</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Ratusan jiwa warga di Kecamatan Bayang Utara kini berada dalam zona berbahaya akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa nagari di daerah tersebut. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bergerak cepat menyiapkan langkah relokasi demi keselamatan warga yang terdampak. Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, mengungkapkan bahwa terdapat puluhan keluarga (KK) dan ratusan jiwa yang harus direlokasi akibat kondisi permukiman mereka yang tidak lagi aman dihuni. Pemerintah memastikan relokasi ini menjadi prioritas utama mengingat kondisi lapangan yang tak lagi aman. Di Nagari Limau Gadang, tanah mengalami retakan besar yang menyebabkan sejumlah rumah retak dan berada di ambang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masuk-zona-berbahaya-pemkab-pessel-siapkan-relokasi-ratusan-warga-di-kecamatan-bayang-utara/">Masuk Zona Berbahaya, Pemkab Pessel Siapkan Relokasi Ratusan Warga di Kecamatan Bayang Utara</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> — Ratusan jiwa warga di Kecamatan Bayang Utara kini berada dalam zona berbahaya akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa nagari di daerah tersebut.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bergerak cepat menyiapkan langkah relokasi demi keselamatan warga yang terdampak.</p>



<p>Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, mengungkapkan bahwa terdapat puluhan keluarga (KK) dan ratusan jiwa yang harus direlokasi akibat kondisi permukiman mereka yang tidak lagi aman dihuni.</p>



<p>Pemerintah memastikan relokasi ini menjadi prioritas utama mengingat kondisi lapangan yang tak lagi aman.</p>



<p>Di Nagari Limau Gadang, tanah mengalami retakan besar yang menyebabkan sejumlah rumah retak dan berada di ambang runtuh.</p>



<p>Kondisi tanah yang labil membuat kawasan ini masuk kategori zona merah longsor, sehingga berpotensi menimbulkan bencana susulan jika tidak segera dikosongkan.</p>



<p>Sementara itu, Nagari Pancuang Taba menghadapi kerusakan lebih parah. Rumah-rumah warga dihancurkan banjir, terseret arus deras dan mengalami kerusakan berat. Banyak bangunan tidak lagi tersisa atau dalam kondisi yang sama sekali tidak layak ditempati.</p>



<p>Plt Camat Bayang Utara, Darmadi, menyebutkan bahwa berdasarkan data sementara, terdapat 23 rumah terdampak di Pancuang Taba dan 10 rumah di Limau Gadang. Namun ia menegaskan bahwa angka ini berpotensi bertambah karena pendataan masih terus berlangsung.</p>



<p>“Pada Kamis (11/12/2025), warga akan kita evakuasi sementara ke UDKP dan rumah dinas Camat Bayang Utara. Ini langkah darurat untuk menjauhkan mereka dari ancaman longsor dan banjir susulan,” kata Darmadi.</p>



<p>Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Pesisir Selatan telah menyiapkan lokasi relokasi di Nagari Pulut-Pulut yang dinilai aman dan strategis.</p>



<p>Relokasi ini dilakukan berdasarkan rekomendasi BNPB dan Kementerian Perumahan dan Permukiman Rakyat RI, termasuk dukungan pembiayaan untuk pembangunan hunian baru bagi warga terdampak.</p>



<p>Wabup Risnaldi menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal proses pemulihan, mulai dari evakuasi, pendataan, hingga pembangunan hunian baru.</p>



<p>“Keselamatan masyarakat adalah prioritas kita. Pemerintah memastikan warga tinggal di tempat yang aman dan layak tanpa lagi dihantui risiko bencana,” ujarnya.</p>



<p>Pemkab Pesisir Selatan memastikan seluruh warga yang berada di zona rawan akan mendapatkan penanganan maksimal hingga kondisi kembali stabil dan hunian baru siap ditempati.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masuk-zona-berbahaya-pemkab-pessel-siapkan-relokasi-ratusan-warga-di-kecamatan-bayang-utara/">Masuk Zona Berbahaya, Pemkab Pessel Siapkan Relokasi Ratusan Warga di Kecamatan Bayang Utara</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">240308</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perangi Narkoba, Kesbangpol Pessel Sambangi SMKN 1 Tarusan</title>
		<link>https://langgam.id/perangi-narkoba-kesbangpol-pessel-sambangi-smkn-1-tarusan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 01:02:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=224040</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar sosialisasi penyalahgunaan narkoba dan penyakit masyarakat (pekat) di SMK N 1 Koto IX Tarusan, Jumat (14/3/2025) lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati Hendrajoni dan Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama pelajar, akan bahaya narkoba dan pekat yang semakin marak. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari pelajar dan tenaga pengajar. Berbagai narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan pemahaman tentang dampak buruk narkoba dan cara pencegahannya di lingkungan sekolah. Kepala Badan Kesbangpol Pesisir Selatan (Pessel), Gestrojoni, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perangi-narkoba-kesbangpol-pessel-sambangi-smkn-1-tarusan/">Perangi Narkoba, Kesbangpol Pessel Sambangi SMKN 1 Tarusan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar sosialisasi penyalahgunaan narkoba dan penyakit masyarakat (pekat) di SMK N 1 Koto IX Tarusan, Jumat (14/3/2025) lalu. </p>



<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati Hendrajoni dan Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama pelajar, akan bahaya narkoba dan pekat yang semakin marak.</p>



<p>Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari pelajar dan tenaga pengajar. Berbagai narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan pemahaman tentang dampak buruk narkoba dan cara pencegahannya di lingkungan sekolah.</p>



<p>Kepala Badan Kesbangpol Pesisir Selatan (Pessel), Gestrojoni, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar edukasi, tetapi juga upaya membangun kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif narkoba.</p>



<p>&#8220;Kami ingin generasi muda dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, jauh dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan mereka,&#8221; ujar Gestrojoni.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang akan diikuti dengan sosialisasi di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Pesisir Selatan.</p>



<p>Gestrojoni mengungkapkan rencana untuk memperluas cakupan sosialisasi ke berbagai wilayah, agar semakin banyak pelajar yang mendapatkan informasi dan pemahaman tentang bahaya narkoba.</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini akan terus dilanjutkan ke sekolah-sekolah lainnya, sehingga lebih banyak pelajar yang sadar akan pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sosialisasi ini juga dilengkapi dengan materi tentang tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba, langkah-langkah pencegahan, jenis-jenis narkoba, dan dampak jangka panjangnya. Narasumber juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam pencegahan.</p>



<p>Kepala SMK N 1 Koto IX Tarusan, Ageung Sopian, menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat memberikan dampak positif bagi siswa.</p>



<p>&#8220;Kami mendukung penuh upaya Badan Kesbangpol dalam memberikan edukasi kepada siswa, karena ini sangat penting untuk masa depan mereka,&#8221; ujar Ageung.</p>



<p>Para siswa juga merasa terbantu dengan sosialisasi ini dan merasa lebih sadar akan bahaya narkoba. Salah satu siswa, Dirga, mengungkapkan rasa terima kasih dan merasa kegiatan ini berguna untuk masa depan mereka.</p>



<p>Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari narkoba dan penyakit masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Badan Kesbangpol berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan sosialisasi ini. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perangi-narkoba-kesbangpol-pessel-sambangi-smkn-1-tarusan/">Perangi Narkoba, Kesbangpol Pessel Sambangi SMKN 1 Tarusan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224040</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warning Kepala OPD, Bupati Pessel: Jangan Ada Program Naik di Jalan</title>
		<link>https://langgam.id/warning-kepala-opd-bupati-pessel-jangan-ada-program-naik-di-jalan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2021 04:24:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Pessel]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=100055</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Rusma Yul Anwar mengingatkan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bisa memastikan semua perencanaan pembangunan yang sudah ditetapkan pada 2022 nanti tidak ditolak oleh masyarakat. Hal ini disampaikan Yusma usai tuntasnya pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat nagari, kecamatan, hingga di tingkat kabupaten. Ia menambahkan, perlunya kepala OPD diingatkan agar kepentingan dan kebutuhan masyarakat yang direncanakan secara berjenjang yang sudah terakomodir dalam dokumen perencanaan pembangunan, tidak menimbulkan persoalan. &#8220;Sebab bila masih ditemui ada masyarakat yang menolak proyek atau kegiatan yang dilaksanakan di lingkungannya, itu merupakan pertanda bahwa kegiatan tersebut bukan didasarkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/warning-kepala-opd-bupati-pessel-jangan-ada-program-naik-di-jalan/">Warning Kepala OPD, Bupati Pessel: Jangan Ada Program Naik di Jalan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://langgam.id">Langgam.id</a> &#8211;</strong> Bupati <a href="https://berita.pesisirselatankab.go.id/berita/detail/rusma-yul-awar-masyarakat-diminta-kawal-semua-kegiatan-yang-sudah-direncanakan--">Pesisir Selatan</a> (Pessel) Rusma Yul Anwar mengingatkan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bisa memastikan semua perencanaan pembangunan yang sudah ditetapkan pada 2022 nanti tidak ditolak oleh masyarakat.</p>
<p>Hal ini disampaikan Yusma usai tuntasnya pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat nagari, kecamatan, hingga di tingkat kabupaten.</p>
<p>Ia menambahkan, perlunya kepala OPD diingatkan agar kepentingan dan kebutuhan masyarakat yang direncanakan secara berjenjang yang sudah terakomodir dalam dokumen perencanaan pembangunan, tidak menimbulkan persoalan.</p>
<p>&#8220;Sebab bila masih ditemui ada masyarakat yang menolak proyek atau kegiatan yang dilaksanakan di lingkungannya, itu merupakan pertanda bahwa kegiatan tersebut bukan didasarkan kepada usulan,&#8221; ujarnya, Selasa (20/4/2021).</p>
<p>Rusma mengungkapkan bahwa proses musyawarah pembangunan yang partisipatif yaitu memberikan keleluasaan kepada masyarakat dari tingkat bawah untuk mengusulkan kebutuhannya.</p>
<p>Ia berharap agar apa yang diusulkan masyarakat benar-benar tercapai dan terakomodir melalui pendanaan.</p>
<p>Oleh karena itu, ia mengharapkan masyarakat dan semua pihak terkait lainnya, dapat mengawal aspirasi yang sudah disampaikan dan sudah menjadi skala prioritas. Tujuannya agar tidak ada program atau kegiatan yang mendadak muncul di jalan.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai ada program atau kegiatan yang tiba-tiba muncul tanpa ada usulan sebelumnya atau istilah program naik di jalan,&#8221; tegas Rusma.</p>
<p>Bila hal itu terjadi kata Rusma, maka kegiatan tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan secara keuangan dan bisa menjadi temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nantinya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/warning-kepala-opd-bupati-pessel-jangan-ada-program-naik-di-jalan/">Warning Kepala OPD, Bupati Pessel: Jangan Ada Program Naik di Jalan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100055</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekda Pessel Minta Warga Bangun Rumah Jangan Terlalu Dekat ke Bibir Jalan</title>
		<link>https://langgam.id/sekda-pessel-minta-warga-bangun-rumah-jangan-terlalu-dekat-ke-bibir-jalan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2020 23:32:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Pessel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=69766</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) meminta warga yang membangun rumah untuk memberi jarak dan tidak terlalu dekat ke bibir jalan. Sekretaris Daerah Pessel Erizon mengatakan selama ini masih banyak warga yang membangun rumah menjorok ke jalan, sehingga ketika ada program pelebaran jalan, pemda mengalami kesulitan untuk pembebasan lahan. &#8220;Hingga saat ini sebagian besar masyarakat, terutama yang berdomisili di kampung-kampung atau nagari masih cenderung mengabaikan jarak ideal badan rumah dari pinggir jalan,&#8221; katanya, dikutip dari laman resmi pemda, Kamis (15/10/2020). Dampaknya, imbuhnya Erizon, pemda kesulitan jika ada program pelebaran jalan karena harus membebaskan bangunan milik warga yang berada dekat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sekda-pessel-minta-warga-bangun-rumah-jangan-terlalu-dekat-ke-bibir-jalan/">Sekda Pessel Minta Warga Bangun Rumah Jangan Terlalu Dekat ke Bibir Jalan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) meminta warga yang membangun rumah untuk memberi jarak dan tidak terlalu dekat ke bibir jalan.</p>
<p>Sekretaris Daerah Pessel Erizon mengatakan selama ini masih banyak warga yang membangun rumah menjorok ke jalan, sehingga ketika ada program pelebaran jalan, pemda mengalami kesulitan untuk pembebasan lahan.</p>
<p>&#8220;Hingga saat ini sebagian besar masyarakat, terutama yang berdomisili di kampung-kampung atau nagari masih cenderung mengabaikan jarak ideal badan rumah dari pinggir jalan,&#8221; katanya, dikutip dari <a href="https://berita.pesisirselatankab.go.id/berita/detail/sekda-pessel-erizon-warga-diimbau-jangan-lagi-dirikan-bangunan-di-pinggir-jalan">laman resmi pemda</a>, Kamis (15/10/2020).</p>
<p>Dampaknya, imbuhnya Erizon, pemda kesulitan jika ada program pelebaran jalan karena harus membebaskan bangunan milik warga yang berada dekat di bibir jalan.</p>
<p>&#8220;Agar rencana jangka panjang pengembangan kawasan tidak terkendali, maka kepada masyarakat ditegaskan untuk tidak lagi mendirikan bangunan atau rumah tempat tinggalnya itu terlalu dekat dengan pinggir jalan,&#8221; katanya.</p>
<p>Erizon meminta camat dan wali nagari supaya melakukan sosialisasi atau mengingatkan kepada semua warganya agar dalam membangun rumah memperhatikan jarak ideal dengan jalan, sehingga tidak terlalu dekat.</p>
<p>&#8220;Terutama sekali tentang jarak ideal antara bangunan dengan jalan, menurut status jalan harus disesuaikan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa upaya itu perlu dilakukan agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari. Terutama sekali ketika dilaksanakan pembangunan dan perluasan jalan oleh pemerintah.</p>
<p>&#8220;Sudah semestinya masyarakat saat ini menyesuaikan jarak bangunan menurut kategorisasi rumah atau bangunan dengan jalan. Tentunya disesuaikan dengan status jalan tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala Dinas Perhubungan Pessel, Gunawan mengatakan bagi  masyarakat yang ingin membangun ruko dan tempat usaha lainnya di pinggir jalan nasional dan jalan provinsi, jarak ideal sesuai dengan perhitungan teknis sekurang kurangnya 14 meter dari tengah jalan jalan.</p>
<p>&#8220;Sedangkan pada jalan kabupaten, jarak ideal minimalnya 12 meter dari as atau sumbu jalan. Karena pada jalan nagari dan kampung tidak tertutup kemungkinan akan ditingkatkan statusnya menjadi jalan utama di kemudian hari. Maka sebelum itu terjadi, warga diminta untuk mematuhinya sesuai dengan jarak ideal itu,&#8221; ingatnya.</p>
<p>Ia mengakui bahwa di daerah Pessel memang masih ditemui sebagian besar warga masih mengabaikan.</p>
<p>&#8220;Terutama warga yang memiliki rumah di pinggir jalan kabupaten dan nagari,&#8221; katanya. <strong>(*/HFS)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sekda-pessel-minta-warga-bangun-rumah-jangan-terlalu-dekat-ke-bibir-jalan/">Sekda Pessel Minta Warga Bangun Rumah Jangan Terlalu Dekat ke Bibir Jalan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69766</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hemat Biaya Produksi, Pemkab Pessel Ajak Masyarakat Gunakan Pupuk Organik</title>
		<link>https://langgam.id/hemat-biaya-produksi-pemkab-pessel-ajak-masyarakat-gunakan-pupuk-organik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Furqan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Oct 2019 00:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Pessel]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk Organik]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=15784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat mengajak petani untuk menggunakan pupuk organik sebagai upaya menghemat biaya produksi mencapai 50 persen pada penanaman ketiga. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pesisir Selatan, Nuzirwan menyebutkan, dengan penggunaan pupuk organik, pengehematan biaya produksi secara otomatis terjadi pada penanaman pertama. Namun, dampak yang signifikan akan dirasakan pada penanam ketiga. “Menggunakan pupuk organik, khusnya pada tanaman padi, itu akan menghemat biaya produksi sebesar 30 persen pada penanaman kedua dan 50 persen pada penanaman ketiga,” ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id, Sabtu (5/10/2019). Dijelaskannya, kalau untuk periode pertama masa tanam, memang biaya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hemat-biaya-produksi-pemkab-pessel-ajak-masyarakat-gunakan-pupuk-organik/">Hemat Biaya Produksi, Pemkab Pessel Ajak Masyarakat Gunakan Pupuk Organik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; <a href="https://langgam.id/pemkab-pessel-targetkan-setiap-kecamatan-punya-pasar-berlabel-sni/">Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat</a> mengajak petani untuk menggunakan pupuk organik sebagai upaya menghemat biaya produksi mencapai 50 persen pada penanaman ketiga.</p>
<p>Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan <a href="https://langgam.id/praktik-ilegal-loging-masih-marak-bupati-pessel-laporkan/">Kabupaten Pesisir Selatan</a>, Nuzirwan menyebutkan, dengan penggunaan pupuk organik, pengehematan biaya produksi secara otomatis terjadi pada penanaman pertama. Namun, dampak yang signifikan akan dirasakan pada penanam ketiga.</p>
<p>“Menggunakan pupuk organik, khusnya pada tanaman padi, itu akan menghemat biaya produksi sebesar 30 persen pada penanaman kedua dan 50 persen pada penanaman ketiga,” ujarnya melalui rilis yang diterima <a href="http://www.langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>, Sabtu (5/10/2019).</p>
<p>Dijelaskannya, kalau untuk <a href="https://langgam.id/pemkab-pessel-targetkan-bawang-merah-jadi-komoditi-andalan/">periode pertama masa tanam</a>, memang biaya pemupukan lebih besar, kerena selain menggunakan pupuk organik, pupuk anorganik juga digunakan. “Karena pemrosesan tanah oleh pupuk organik lebih lama, makanya perlu ditambah pupuk anorganik,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Nuzirwan, kalau pada tanam kedua, penggunaan pupuk anorganik bisa dikurangi hingga 50 persen dan begitu juga dengan pupuk organik.</p>
<p>Selanjutnya, <a href="https://langgam.id/jaga-kestabilan-perekonomian-daerah-pessel-perkuat-lumbung-pangan-berbasis-masyarakat/">pada periode tanam ketiga</a>, penggunaan pupuk organik tetap dilanjutkan, namun hanya sekitar 30 persen saja, tanpa harus menggunakan pupuk anorganik, dan pada periode tanam berikutnya petani bisa menyesuaikan penggunaannya.</p>
<p>“Kandungan dari pupuk organik bisa bertahan dalam waktu yang lama, tidak seperti pupuk anorganik yang hanya bisa untuk masa singkat, hanya saja untuk mengaplikasikan pupuk organik petani harus sabar dan telaten,” jelasnya.</p>
<p>Keunggulan pupuk organik, kata Nuzirwan, selain bisa diolah atau diproduksi langsung oleh petani dengan memanfaatkan kotoran ternak dan dedaunan.</p>
<p>“Hasil produksi padinya juga lebih sehat ketimbang menggunakan pupuk anorganik,” ucapnya. <strong>(*/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hemat-biaya-produksi-pemkab-pessel-ajak-masyarakat-gunakan-pupuk-organik/">Hemat Biaya Produksi, Pemkab Pessel Ajak Masyarakat Gunakan Pupuk Organik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15784</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/64 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-18 15:44:16 by W3 Total Cache
-->