<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Pembunuhan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/pembunuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/pembunuhan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2025 06:24:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Pembunuhan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/pembunuhan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Satreskrim Polres Solok Kota Bongkar Kasus Pembunuhan Berencana di Tanah Garam</title>
		<link>https://langgam.id/satreskrim-polres-solok-kota-bongkar-kasus-pembunuhan-berencana-di-tanah-garam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 06:21:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=238488</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Kota kembali menunjukkan respons cepat dan profesionalismenya dalam mengungkap tindak pidana kejahatan terhadap jiwa. Dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam, jajaran Satreskrim berhasil membongkar kasus pembunuhan berencana yang terjadi pada Senin, 17 November 2025, sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Sawah Rimbo, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok. Peristiwa tragis tersebut menewaskan seorang pria bernama Deki Fatriansyah (29), warga setempat. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan seorang remaja berinisial Z (17) sebagai tersangka utama, yang diduga melanggar Pasal 340 jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana. Kapolres Solok Kota</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/satreskrim-polres-solok-kota-bongkar-kasus-pembunuhan-berencana-di-tanah-garam/">Satreskrim Polres Solok Kota Bongkar Kasus Pembunuhan Berencana di Tanah Garam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Solok Kota kembali menunjukkan respons cepat dan profesionalismenya dalam mengungkap tindak pidana kejahatan terhadap jiwa. Dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam, jajaran Satreskrim berhasil membongkar kasus pembunuhan berencana yang terjadi pada Senin, 17 November 2025, sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Sawah Rimbo, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.</p>



<p>Peristiwa tragis tersebut menewaskan seorang pria bernama Deki Fatriansyah (29), warga setempat. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan seorang remaja berinisial Z (17) sebagai tersangka utama, yang diduga melanggar Pasal 340 jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana.</p>



<p>Kapolres Solok Kota AKBP Mas&#8217;ud Ahmad, melalui Kasatreskrim IPTU Oon Kurnia Ilahi, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika pelaku Z bersama seorang rekannya melaju kencang dengan sepeda motor di depan korban. Teguran korban membuat pelaku tersinggung hingga terjadi adu mulut dan perkelahian. Merasa kalah, pelaku sempat meninggalkan lokasi sambil mengeluarkan ancaman, “Caliak dek ang yo!”</p>



<p>&#8220;Pelaku kemudian pulang untuk mengambil sebilah senjata tajam serta mengajak kakaknya, W, untuk kembali ke lokasi. Sekitar 10 menit kemudian, keduanya mendatangi korban. Saat korban mendekat karena mendengar tantangan, pelaku Z langsung menusukkan pisau ke dada kiri korban. Beruntung, W yang juga membawa pisau berhasil ditahan oleh warga sebelum ikut melakukan aksi kekerasan,&#8221; jelas Oon, melalui siaran pers di laman <em>TribratanewsSumbar,</em>Kamis (20/11/2025).</p>



<p>Korban yang tersungkur segera dievakuasi ke Rumah Sakit Tentara (RST) Solok. Namun sekitar pukul 18.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang mengenai bagian vital.</p>



<p>Mendapat laporan kejadian, tim Satreskrim Polres Solok Kota bergerak cepat melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan informasi terkait identitas pelaku. Upaya tersebut membuahkan hasil saat pelaku Z berhasil diamankan di sekitar rumahnya di Kelurahan Tanah Garam.</p>



<p>“Saat ini Z telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Solok Kota untuk proses penyidikan lebih lanjut,” terang IPTU Oon Kurnia Ilahi.</p>



<p>Kasat Reskrim menambahkan bahwa Polres Solok Kota berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat serta akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang mengancam keselamatan warga. (Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/satreskrim-polres-solok-kota-bongkar-kasus-pembunuhan-berencana-di-tanah-garam/">Satreskrim Polres Solok Kota Bongkar Kasus Pembunuhan Berencana di Tanah Garam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">238488</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi di Sumbar, Ada 2 Korban Lain yang Dibunuh</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-tangkap-terduga-pelaku-mutilasi-di-sumbar-ada-2-korban-lain-yang-dibunuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 03:29:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=228127</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi yang potongan mayatnya ditemukan di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. Korban diduga perempuan bernama Septia Adinda (25 tahun). Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, membenarkan penangkapan terduga pelaku ini. Namun belum membeberkan identitas terduga pelaku. &#8220;Udah (ketangkap pelaku),&#8221; ujar Faisol, Kamis (19/6/2025). Faisol juga belum membeberkan kronologi dan lokasi penangkapan terduga pelaku. Begitupun motif pembunuhan dan mutilasi tersebut. Terkait korban, Faisol menyebutkan, pelaku diduga terlibat pembunuhan terhadap 3 orang korban. Belum didetailkan secara rinci apakah 2 korban lainnya, selain Septia Adinda, juga dimutilasi jasadnya. Untuk identitas 2 korban lain</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-tangkap-terduga-pelaku-mutilasi-di-sumbar-ada-2-korban-lain-yang-dibunuh/">Polisi Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi di Sumbar, Ada 2 Korban Lain yang Dibunuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan dan mutilasi yang potongan mayatnya ditemukan di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. Korban diduga perempuan bernama Septia Adinda (25 tahun).</p>



<p>Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, membenarkan penangkapan terduga pelaku ini. Namun belum membeberkan identitas terduga pelaku.</p>



<p>&#8220;Udah (ketangkap pelaku),&#8221; ujar Faisol, Kamis (19/6/2025).</p>



<p>Faisol juga belum membeberkan kronologi dan lokasi penangkapan terduga pelaku. Begitupun motif pembunuhan dan mutilasi tersebut.</p>



<p>Terkait korban, Faisol menyebutkan, pelaku diduga terlibat pembunuhan terhadap 3 orang korban. Belum didetailkan secara rinci apakah 2 korban lainnya, selain Septia Adinda, juga dimutilasi jasadnya.</p>



<p>Untuk identitas 2 korban lain yang dibunuh ini, polisi belum memberikan penjelasan lebih jauh. Pemeriksaan dan pendalaman kasus masih dilakukan polisi.</p>



<p>&#8220;Yang 2 (korban) kasus lama,&#8221; ucap Faisol.</p>



<p>Dimutilasi Beberapa Bagian</p>



<p>Jasad Septia Adinda diduga dimutilasi beberapa bagian. Awalnya, potongan tubuh tanpa kepala, kedua tangan dan kaki ditemukan di aliran sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (19/6/2025).</p>



<p>Selanjutnya pada Rabu (18/6/2025), 1 potongan kaki ditemukan masih di aliran sungai yang sama, jaraknya 3 kilometer dari titik potongan tubuh ditemukan.</p>



<p>Masih di hari yang sama, warga juga dikagetkan dengan ditemukannya potong kepala dan tangan di TPI Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Polisi menduga, potongan-potongan mayat ini satu bagian utuh tubuh seseorang.</p>



<p>Potongan-potongan mayat ini kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan identifikasi dan autopsi. Beberapa warga yang mengaku mengenali ciri-ciri potongan mayat mendatangi rumah sakit.</p>



<p>Beberapa di antaranya adalah orang tua dan teman-teman dari Septia Adinda. Mereka mengenali dari cincin yang terpasang di jari tangan potongan tangan yang ditemukan.</p>



<p>Putri Wulan, salah satu teman Septia Adinda, mengaku cincin yang terpasang di jari tangan potongan mayat itu tidak dimiliki oleh orang lain, karena dipesan dan didesain khusus. Maka itu ia menyakini mayat tersebut adalah sosok temannya.</p>



<p>&#8220;Ada cincin persis milik dia (Septia Adinda). Itu cincin hanya dia yang punya, karena cincin itu didesain atau dipesan khusus. Dia saja yang punya,&#8221; kata Wulan, Rabu (18/6) di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.</p>



<p>Wulan mengaku Septia Adinda telah hilang selama 4 hari. Terkahir, ia berkomunikasi dengan temannya itu perihal rencana pengajuan pinjaman uang ke bank sebesar Rp 20 juta.</p>



<p>Septia Adinda, kata Wulan, lalu meminjam surat BPKB kendaraan ke temannya&#8211;tidak diketahui identitasnya. Setelah itu, komunikasi terputus dan Septia Adinda dinyatakan hilang. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-tangkap-terduga-pelaku-mutilasi-di-sumbar-ada-2-korban-lain-yang-dibunuh/">Polisi Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi di Sumbar, Ada 2 Korban Lain yang Dibunuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketika Nyawa Tak Lagi Berarti</title>
		<link>https://langgam.id/ketika-nyawa-tak-lagi-berarti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2025 12:31:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=225692</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ikhliva Rosalda Cinta berujung petaka. Kalimat ini tepat untuk menggambarkan kasus pembunuhan yang terjadi di Kampung Baru Ciberuk, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, Banten. Kasus menggerikan ini terjadi karena SA (19) tahun meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya pada sang kekasih Mulyana (23). Karena emosi yang memuncak pelaku mencekik SA hingga tak bernyawa, tak hanya itu pembunuh juga memutilasi tubuh SA menjadi beberapa bagian (Kompas.com, 20/04/2025). Berita ini cukup membuktikan bertapa tidak berartinya nyawa manusia saat ini. Dikutip dari laman Good States, tercatat sebanyak 1.074 kasus pembunuhan di Indonesia dari Januari hingga 3 Desember 2024. Ini bukanlah angka yang sedikit,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ketika-nyawa-tak-lagi-berarti/">Ketika Nyawa Tak Lagi Berarti</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Ikhliva Rosalda </p>



<p>Cinta berujung petaka. Kalimat ini tepat untuk menggambarkan kasus pembunuhan yang terjadi di Kampung Baru Ciberuk, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, Banten. Kasus menggerikan ini terjadi karena SA (19) tahun meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya pada sang kekasih Mulyana (23). Karena emosi yang memuncak pelaku mencekik SA hingga tak bernyawa, tak hanya itu pembunuh juga memutilasi tubuh SA menjadi beberapa bagian (<em>Kompas.com, 20/04/2025). </em>Berita ini cukup membuktikan bertapa tidak berartinya nyawa manusia saat ini.</p>



<p>Dikutip dari laman Good States, tercatat sebanyak 1.074 kasus pembunuhan di Indonesia dari Januari hingga 3 Desember 2024. Ini bukanlah angka yang sedikit, orang sebanyak itu jika dikumpulkan dapat memenuhi GOR Bung Hatta. Pembunuhan ini sering disebabkan oleh beberapa hal, seperti cinta bertepuk sebelah tangan, terjerat utang-piutang, suami atau istri ketahuan selingkuh, rasa iri dengki, tekanan psikologis, mabuk, dendam kusumat, dan kecanduan narkoba.</p>



<p>Ketika amarah sudah memuncak, siapapun dapat menjadi korban pembunuhan. Namun kebanyakan korban pembunuhan adalah anak-anak dan perempuan. Sebelum melakukan pembunuhan kebanyakan pelaku melakukan penyiksaan dan pelecehan pada korban. Rintihan dan teriakan korban tidak dapat menghentikan meraka melakukannya. Tanpa rasa bersalah, pelaku akan melakukan berbagai cara untuk membungkam korban selamanya. Ada yang tega mencekik, memukul, menembak, dan menikam korban.</p>



<p>Tubuh korban yang mulai kaku dan mendingin, tidak dapat menghadirkan rasa sesal di dalam hati pelaku. Meraka malah memutar otak untuk menyembunyikan kebejatan yang terjadi. Ada yang mencoba memutilasi tubuh korban, memasukkannya ke karung, menghanyutkan korban ke sungai, menyimpan korban dalam tangki air, meninggalkan korban dalam semak-semak, dan lain sebagainya.</p>



<p>Semakin hari kasus pembunuhan ini semakin menakutkan. Para pembunuh makin hari makin buas, lebih buas dari binatang. Faktor peyebab mereka membunuh juga semakin sepele dan tidak masuk akal.&nbsp; Padahal sudah jelas tertulis dalam Pasal 338 KUHP &#8220;<em>Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena <strong>pembunuhan</strong>, dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun&#8221;. </em>Pertanyaannya, bukankah hukuman ini sudah cukup berat? Tapi kenapa mereka tidak merasa takut sama sekali? Malahan pelaku seolah-olah merasa terinspirasi dengan berita-berita pembunuhan yang bersileweran.</p>



<p>Bukan hanya hukum dunia yang mereka langgar, hukum agamapun berani mereka abaikan. Bagi orang islam, sudah dijelaskan secara tegas dalam Al-qur&#8217;an&nbsp; surah Al-Isra&#8217; ayat 33 yang artinya,</p>



<p><em>&#8220;Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan satu (alasan) yang benar. Siapa yang dibunuh secara teraniaya, sungguh Kami telah memberi kekuasaan kepada walinya. Akan tetapi, janganlah dia (walinya itu) melampaui batas dalam pembunuhan (kisas). Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertongan&#8221;. </em><em></em></p>



<p>Jika undang-undang dan perintah agama mampu mereka langgar, lantas cara apa lagi yang dapat dilakukan untuk menguranngi kasus ini? Mungkinkah pemerintah lebih mempertegas hukuman bagi pelaku pembunuhan? Adakah hukuman yang berat bagi pelaku pembunuhan?</p>



<p>Islam memberikan hukuman yang sangat berat bagi pelaku pembunuhan. Jika keluarga korban ikhlas akan kasus ini, maka pelaku wajib mengganti kerugian atas kehilangan korban yang ia bunuh. Misalnya dengan menafkahi keluarga korban seumur hidupnya, Namun jika keluarga korban tidak memaafkan pelaku, maka korban akan dijatuhi hukum mati berupa hukum pancung. Jika hukuman seperti ini sanggup diterapkan di Indonesia tanpa pandang bulu, maka dapat dipastikan angka kasus pembunuhan dapat turun drastis.</p>



<p>Selain penegasan hukum bagi pelaku pembunuhan. Kasus pembunuhan dapat ditangani dengan memberikan perhatian khusus pada pelaku. Karena penjahat itu tidak pernah dilahirkan, tetapi mereka diciptakan. Kebanyakan pelaku pembunuhan berasal dari keluarga yang berantakan. Seorang yang tidak terpenuhi tangki cintanya, kemungkinan besar akan mudah melukai orang lain.</p>



<p>Untuk itu pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kasus ini dengan serius. Karena kesejahteraan rakyat merupakan tanggung jawab pemerintah. Namun jika pemerintah masih diam dan tidak memberikan solusi lain. Serta penanganan kasus pembunuhan hanya itu-itu saja. Apalagi jika hukum yang berlaku tidak diterapkan secara merata pada semua kalangan. Maka dapat di pastikan nyawa manusia tidak lebih berharga dari seekor nyamuk. (*)</p>



<p><em>Ikhliva Rosalda, mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ketika-nyawa-tak-lagi-berarti/">Ketika Nyawa Tak Lagi Berarti</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225692</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cinta &#8216;Mayat dalam Karung&#8217; di Tanah Datar Diperkosa usai Tewas Dicekik</title>
		<link>https://langgam.id/cinta-mayat-dalam-karung-di-tanah-datar-diperkosa-usai-tewas-dicekik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Feb 2025 06:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=222710</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi membeberkan hasil autopsi jenazah Cinta Novita Sari Mista (15). Cinta siswi tsanawiyah ini tewas ditemukan dibungkus dalam karung di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar). Dua orang pelaku yakni Noval Julianto (26) dan Bima (28) sebelumnya telah ditangkap oleh kepolisian. Noval di Langsa, Aceh dan Bima di Kabupaten Tanah Datar. Kasat Reskrim Polres Tanah Datar AKP Surya Wahyudi, mengatakan hasil autopsi ditemukan sperma di rahim korban. Kondisi kelamin korban juga lecet. Hal ini menunjukkan bahwa korban mendapatkan kekerasan seksual. Pelaku Noval juga telah mengakui bahwa melakukan persetubuhan badan usai korban meninggal dunia. &#8220;Kemudian bekas cekikan. Penyebab kematian</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cinta-mayat-dalam-karung-di-tanah-datar-diperkosa-usai-tewas-dicekik/">Cinta &#8216;Mayat dalam Karung&#8217; di Tanah Datar Diperkosa usai Tewas Dicekik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Polisi membeberkan hasil autopsi jenazah Cinta Novita Sari Mista (15). Cinta siswi tsanawiyah ini tewas ditemukan dibungkus dalam karung di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar).</p>



<p>Dua orang pelaku yakni Noval Julianto (26) dan Bima (28) sebelumnya telah ditangkap oleh kepolisian. Noval di Langsa, Aceh dan Bima di Kabupaten Tanah Datar.</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Tanah Datar AKP Surya Wahyudi, mengatakan hasil autopsi ditemukan sperma di rahim korban. Kondisi kelamin korban juga lecet.</p>



<p>Hal ini menunjukkan bahwa korban mendapatkan kekerasan seksual. Pelaku Noval juga telah mengakui bahwa melakukan persetubuhan badan usai korban meninggal dunia.</p>



<p>&#8220;Kemudian bekas cekikan. Penyebab kematian karena nafas tertekan habis. Setelah dicekik korban diperkosa. Pelaku Noval sudah mengakui memperkosa,&#8221; kata Surya, Kamis (27/2/2025).</p>



<p>Surya menyebutkan penyidik akan mengirimkan sampel sperma ke laboratorium. Hal itu untuk memastikan apakah persetubuhan ikut dilakukan oleh pelaku Bima.</p>



<p>&#8220;Pelaku Bima apakah ikut memperkosa, kita lanjutkan pengiriman sperma ke laboratorium,&#8221; ucapnya.</p>



<p><strong>Sudah Merencanakan Pembunuhan</strong></p>



<p>Hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, pembunuhan terhadap Cinta telah direncanakan oleh Noval dan Bima. Surya mengungkapkan, pemicunya adalah faktor sakit hati karena merasa dipermainkan.</p>



<p>&#8220;Motif sakit hati karena nomor WhatsApp pelaku Noval diblokir korban. Setelah itu, si korban ini pakai nomor WhatsApp baru dan menyamar menjadi orang lain. Lalu diblokir lagi. Pelaku Noval tahu itu korban,&#8221; ujar Surya.</p>



<p>&#8220;Setelah itu sakit hati pelaku. Ditanya-ditanya terus, didesak, diblokir pelaku, tambah sakit hati. Makanya pelaku membuat status di Instagram berupa pengancaman,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Surya beberkan antara pelaku Noval dan korban hanya berteman lama. Mereka tidak ada menjalin hubungan asmara. Karena Noval telah sakit hati, lalu mengajak Bima bekerja sama untuk membunuh korban.</p>



<p>&#8220;Diajak lah bekerja sama untuk melakukan pembunuhan ini. Peran Bima menjemput, membawa korban ke pelaku. Selanjutnya ketika pelaku mencekik, si Bima menahan (badan). Setelah itu Bima pergi. Si Noval meneruskan perbuatannya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Lanjut Surya, pelaku Bima juga berperan untuk mencari karung lalu memasukkan jasad korban dan mengangkatnya ke sepeda motor Noval.</p>



<p>&#8220;Noval menelepon Bima untuk mencari karung. Bima tahu, dia membantu memasukan ke dalam karung,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Jenazah Cinta lalu ditemukan terbungkus karung warna putih di pinggir jalan perkampungan pada Rabu (19/2/2025) pagi. Penemuan ini membuat heboh warga.</p>



<p>Awalnya Cinta ditemukan tanpa ada identitas. Keluarga diketahui setelah tanda tato di lengan kiri jenazah yang bertuliskan namanya &#8220;Cinta&#8221;. <strong>(SI/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cinta-mayat-dalam-karung-di-tanah-datar-diperkosa-usai-tewas-dicekik/">Cinta &#8216;Mayat dalam Karung&#8217; di Tanah Datar Diperkosa usai Tewas Dicekik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222710</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ini Tampang 2 Pelaku Pembunuhan Siswi MTs di Tanah Datar</title>
		<link>https://langgam.id/ini-tampang-2-pelaku-pembunuhan-siswi-mts-di-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 06:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=222580</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dua pelaku pembunuhan Cinta Novita Sari Mista (15) yang jasadnya dibungkus dalam karung di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), berhasil diringkus polisi. Kedua pelaku pembunuhan siswi MTs tersebut berinisial BM dan NV. Penangkapan pertama dilakukan terhadap BM, informasinya diamankan di Sumbar. Sedangkan, NV yang disinyalir sebagai pelaku eksekutor pembunuhan tersebut diringkus di Kota Langsa, Aceh. Kapolres Langsa AKBP Andy Rahmansyah mengatakan, penangkapan NV bermula dari laporan masyarakat kepada Bhabinkamtibmas Polsek Langsa Barat. Warga mencurigai adanya seseorang yang baru datang di Langsa dan diduga terkait tindak kriminal. Sebelumnya, NV telah masuk daftar pencarian orang (DPO) usai kasus &#8216;mayat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ini-tampang-2-pelaku-pembunuhan-siswi-mts-di-tanah-datar/">Ini Tampang 2 Pelaku Pembunuhan Siswi MTs di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dua pelaku pembunuhan Cinta Novita Sari Mista (15) yang jasadnya dibungkus dalam karung di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), berhasil diringkus polisi. </p>



<p>Kedua pelaku pembunuhan siswi MTs tersebut berinisial BM dan NV. Penangkapan pertama dilakukan terhadap BM, informasinya diamankan di Sumbar. </p>



<p>Sedangkan, NV yang disinyalir sebagai pelaku eksekutor pembunuhan tersebut diringkus di Kota Langsa, Aceh.</p>



<p>Kapolres Langsa AKBP Andy Rahmansyah mengatakan, penangkapan NV bermula dari laporan masyarakat kepada Bhabinkamtibmas Polsek Langsa Barat. Warga mencurigai adanya seseorang yang baru datang di Langsa dan diduga terkait tindak kriminal.</p>



<p>Sebelumnya, NV telah masuk daftar pencarian orang (DPO) usai kasus &#8216;mayat dalam karung&#8217; ini heboh.</p>



<p>&#8220;Warga mencurigai adanya seseorang yang baru tiba di Langsa dan diduga terkait tindak kriminal. Menindaklanjuti laporan tersebut, Bhabinkamtibmas segera mengumpulkan informasi dan melakukan penyelidikan,&#8221; ungkap Andy, Senin (25/2/2025).</p>



<p>Andy menjelaskan, setelah berkoordinasi dengan Polres Tanah Datar dan mendapatkan konfirmasi bahwa NV merupakan DPO kasus pembunuhan, pihaknya langsung memerintahkan tim untuk melakukan penangkapan.</p>



<p><strong><a href="https://langgam.id/kasus-mayat-dalam-karung-di-sumbar-polisi-tangkap-2-pelaku-di-aceh/">Baca juga: Kasus &#8216;Mayat dalam Karung&#8217; di Sumbar, Polisi Tangkap 2 Pelaku di Aceh</a></strong></p>



<p>Proses penangkapan dipimpin Kapolsek Langsa Barat. NV saat ditangkap berada di rumah warga di Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota.</p>



<p>&#8220;Kami bergerak setelah memastikan identitas tersangka dan melakukan koordinasi dengan Polres Tanah Datar,&#8221; ucap Andy.</p>



<p>Saat ini, terang Andy, NV diamankan di Polsek Langsa Barat untuk menunggu tim Resmob Ditreskrimum Polda Sumbar dari Polres Tanah Datar yang akan menjemputnya.</p>



<p>&#8220;Karena lokasi kejadian berada di Sumatra Barat, tersangka akan diserahkan ke Polres Tanah Datar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,&#8221; kata Andy. <strong>(SI/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ini-tampang-2-pelaku-pembunuhan-siswi-mts-di-tanah-datar/">Ini Tampang 2 Pelaku Pembunuhan Siswi MTs di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222580</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Tanah Datar Takziah ke Rumah Cinta, Korban Kasus &#8216;Mayat dalam Karung&#8217;</title>
		<link>https://langgam.id/wabup-tanah-datar-takziah-ke-rumah-cinta-korban-kasus-mayat-dalam-karung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 03:25:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Wabup Tanah Datar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=222569</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengunjungi rumah Cinta, korban kasus pembunuhan &#8216;mayat dalam karung&#8217; yang ditemukan di pinggir jalan beberap hari lalu. Ia didampingi Kepala Dinas Sosial Afrizon menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Cinta Novita Sari (16 tahun) Siswi MTs N 2 Tanah Datar, ke rumah duka di Nagari Sumanik, Kecamatan Salimpaung, Senin (24/2/2025). Turut hadir mendampingi Wabup Camat Salimpaung Khairunas, Wali Nagari Sumanik Yopi Hendra beserta Kepala Jorong dan warga setempat. Dikesempatan tersebut, Wabup Ahmad Fadly menyampaikan rasa dukanya kepada keluarga almarhumah. &#8220;Innalillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un. Atas nama pribadi dan Kepala Daerah, Saya menyampaikan belasungkawa yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wabup-tanah-datar-takziah-ke-rumah-cinta-korban-kasus-mayat-dalam-karung/">Wabup Tanah Datar Takziah ke Rumah Cinta, Korban Kasus &#8216;Mayat dalam Karung&#8217;</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengunjungi rumah Cinta, korban kasus pembunuhan &#8216;mayat dalam karung&#8217; yang ditemukan di pinggir jalan beberap hari lalu.</p>



<p>Ia didampingi Kepala Dinas Sosial Afrizon menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Cinta Novita Sari (16 tahun) Siswi MTs N 2 Tanah Datar, ke rumah duka di Nagari Sumanik, Kecamatan Salimpaung, Senin (24/2/2025).</p>



<p>Turut hadir mendampingi Wabup Camat Salimpaung Khairunas, Wali Nagari Sumanik Yopi Hendra beserta Kepala Jorong dan warga setempat.</p>



<p>Dikesempatan tersebut, Wabup Ahmad Fadly menyampaikan rasa dukanya kepada keluarga almarhumah. </p>



<p>&#8220;Innalillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un. Atas nama pribadi dan Kepala Daerah, Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,&#8221; ujar Wabup, dikutip dari Prokopim Tanah Datar, Selasa (25/2/2025).</p>



<p>Ahmad Fadly juga mengecam keras atas kejadian yang tidak wajar tersebut sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang (Cinta Novita Sari-red), dengan harapan agar pelaku kejahatan dapat segera ditemukan dan diproses secara hukum.</p>



<p>Terkait saudara alm. Cinta, Wabup Ahmad Fadly juga sampaikan untuk adik korban yang mengalami trauma akan dilakukan pendampingan dari Dinas Sosial dan PPA.</p>



<p>Tak lupa, Wabup Ahmad Fadly juga mengingatkan kepada masyarakat, orang tua, dan niniak mamak untuk lebih waspada serta menjaga anak-anak dan keluarganya.</p>



<p>&#8220;Kondisi saat ini membuat generasi muda kita rentan terhadap pengaruh negatif. Pengaruh ini bisa mendorong mereka melakukan tindakan negatif. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga dan melindungi generasi muda kita, dimana beberapa hari lagi akan menyambut ramadhan, mari sama-sama kita ajak generasi muda untuk meramaikan masjid dengan meningkatnya ibadah,&#8221; imbau Ahmad Fadly.</p>



<p>Wabup juga menyampaikan dukungan kepada pihak kepolisian untuk segera menemukan pelaku dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. &#8220;Kami pemerintah daerah juga tidak tinggal diam dengan kejadian ini, Kami selalu berkoordinasi dengan kepolisian terkait perkembangan kasus ini,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Sementera itu, pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah. &#8220;Terimakasih Pak, Kami berharap pelaku cepat di temukan dan mempertangjawabkan perbuatannya,&#8221; ucapnya sembari menutupi kesedihannya.</p>



<p>Untuk diketahui, Cinta Novita Sari (16 tahun) ditemukan dalam karung di pinggir jalan Nagari Sungai Tarab, Tanah Datar, Sumatera Barat pada Rabu (19/2/2025) lalu dan perkembangan sampai saat ini Polisi telah memeriksa 21 orang saksi terkait dengan hasil pemeriksaan tersebut, polisi memastikan kalau Cinta merupakan korban pembunuhan.</p>



<p>Polisi juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan lokasi penemuan mayat. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wabup-tanah-datar-takziah-ke-rumah-cinta-korban-kasus-mayat-dalam-karung/">Wabup Tanah Datar Takziah ke Rumah Cinta, Korban Kasus &#8216;Mayat dalam Karung&#8217;</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222569</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hasil Autopsi Jasad Siswi Dalam Karung di Tanah Datar Keluar Hari Selasa</title>
		<link>https://langgam.id/hasil-autopsi-jasad-siswi-dalam-karung-di-tanah-datar-keluar-hari-selasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2025 07:09:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=222420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Hasil autopsi jasad CNS, siswi MTsN Tanah Datar yang ditemukan tewas di dalam karung beberapa waktu lalu, akan keluar hari Selasa (25/2/2025). Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi menyebut hasil autopsi jasad remaja yang ditemukan tewas di dalam karung tersebut belum keluar. Kendati demikian menurut pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, hasilnya akan keluar hari Selasa. &#8220;Mudah-mudahan hari Selasa (25/2/2025), keluar hasilnya,&#8221; ujar AKP Surya Wahyudi saat memberikan keterangan, Sabtu (22/2/2025). AKP Surya Wahyudi menjelaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan semua barang bukti terkait kematian siswi MTsN tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian sudah memeriksa sebanyak 21 orang terkait</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hasil-autopsi-jasad-siswi-dalam-karung-di-tanah-datar-keluar-hari-selasa/">Hasil Autopsi Jasad Siswi Dalam Karung di Tanah Datar Keluar Hari Selasa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Hasil autopsi jasad CNS, siswi MTsN Tanah Datar yang ditemukan tewas di dalam karung beberapa waktu lalu, akan keluar hari Selasa (25/2/2025).</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi menyebut hasil autopsi jasad remaja yang ditemukan tewas di dalam karung tersebut belum keluar. Kendati demikian menurut pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, hasilnya akan keluar hari Selasa.</p>



<p>&#8220;Mudah-mudahan hari Selasa (25/2/2025), keluar hasilnya,&#8221; ujar AKP Surya Wahyudi saat memberikan keterangan, Sabtu (22/2/2025).</p>



<p>AKP Surya Wahyudi menjelaskan bahwa pihaknya masih mengumpulkan semua barang bukti terkait kematian siswi MTsN tersebut.</p>



<p>Sementara itu, pihak kepolisian sudah memeriksa sebanyak 21 orang terkait kematian remaja yang ditemukan di dalam karung itu.</p>



<p>&#8220;Mereka terdiri dari orang terdekat korban, pacar serta mantannya,&#8221; jelas AKP Surya Wahyudi. (Iqbal/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hasil-autopsi-jasad-siswi-dalam-karung-di-tanah-datar-keluar-hari-selasa/">Hasil Autopsi Jasad Siswi Dalam Karung di Tanah Datar Keluar Hari Selasa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222420</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidang Kasus Pembunuhan Berencana Wartawan Rico Pasaribu dan Keluarganya Digelar di PN Kabanjahe</title>
		<link>https://langgam.id/sidang-kasus-pembunuhan-berencana-wartawan-rico-pasaribu-dan-keluarganya-digelar-di-pn-kabanjahe/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2024 07:27:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=216562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Kasus pembunuhan wartawan Rico Sempurna Pasaribu (47) bersama istri, anak, dan cucunya yang mengguncang Tanah Karo segera memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri Kabanjahe pada Senin, 25 November 2024. Sidang ini akan mengagendakan pembacaan dakwaan terhadap tiga terdakwa: Bebas Ginting, Yunus Tarigan, dan Rudi Sembiring, yang diduga sebagai eksekutor dalam pembunuhan berencana ini. Awalnya, kematian Rico beserta keluarganya pada 27 Juni 2024 dini hari dikabarkan akibat kebakaran yang menghanguskan rumah sekaligus tempat usahanya. Namun, desakan dari keluarga korban, khususnya Eva—anak korban sekaligus ibu dari salah satu korban anak—bersama Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mengungkap adanya indikasi pembunuhan berencana yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sidang-kasus-pembunuhan-berencana-wartawan-rico-pasaribu-dan-keluarganya-digelar-di-pn-kabanjahe/">Sidang Kasus Pembunuhan Berencana Wartawan Rico Pasaribu dan Keluarganya Digelar di PN Kabanjahe</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> – Kasus pembunuhan wartawan Rico Sempurna Pasaribu (47) bersama istri, anak, dan cucunya yang mengguncang Tanah Karo segera memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri Kabanjahe pada Senin, 25 November 2024. Sidang ini akan mengagendakan pembacaan dakwaan terhadap tiga terdakwa: Bebas Ginting, Yunus Tarigan, dan Rudi Sembiring, yang diduga sebagai eksekutor dalam pembunuhan berencana ini.</p>



<p>Awalnya, kematian Rico beserta keluarganya pada 27 Juni 2024 dini hari dikabarkan akibat kebakaran yang menghanguskan rumah sekaligus tempat usahanya. Namun, desakan dari keluarga korban, khususnya Eva—anak korban sekaligus ibu dari salah satu korban anak—bersama Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mengungkap adanya indikasi pembunuhan berencana yang bermotif pemberitaan investigasi Rico terkait praktik perjudian dan narkoba di Tanah Karo.</p>



<p>Rico diketahui aktif melaporkan bisnis judi tembak ikan yang diduga melibatkan oknum TNI bernama Koptu HB dari satuan Simbisa 125 Kabanjahe. Dalam laporannya, Rico secara gamblang menyebutkan lokasi, foto, dan identitas terduga pemilik bisnis ilegal tersebut. Sepekan sebelum kematiannya, pemberitaan Rico semakin intens, mengungkap dugaan keterlibatan Koptu HB.</p>



<p>Desakan publik dan investigasi KKJ berhasil mengubah narasi awal kasus ini. Polda Sumatera Utara dan Kodam I/BB menggelar konferensi pers yang mengonfirmasi bahwa kebakaran tersebut merupakan aksi pembunuhan. Dua pelaku awal berhasil ditangkap, dan kemudian satu pelaku tambahan diidentifikasi sebagai dalang yang memberi perintah pembakaran rumah Rico.</p>



<p>Dalam rekonstruksi kasus, terungkap adanya peran Koptu HB yang diduga memerintahkan para pelaku untuk menghentikan pemberitaan Rico. Fakta ini semakin menguatkan dugaan keterlibatan Koptu HB, namun hingga kini, PuspomAD dan Pomdam I/BB belum menetapkannya sebagai tersangka.</p>



<p>Eva, bersama LBH Medan dan KKJ, telah melaporkan dugaan pelanggaran ini ke berbagai lembaga, termasuk PuspomAD, Komnas HAM, dan KPAI. Mereka menegaskan, ketiga terdakwa hanyalah pelaksana dari &#8220;by order&#8221; otak pelaku sebenarnya, yang diduga adalah Koptu HB.</p>



<p>LBH Medan dan KKJ meminta masyarakat, khususnya warga Tanah Karo, serta rekan-rekan media untuk mengawal persidangan kasus ini. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap keluarga korban, pengawalan ini juga bertujuan mencegah praktik impunitas dalam penegakan hukum.</p>



<p>Mereka juga menilai kasus ini mencakup pelanggaran serius terhadap berbagai aturan hukum nasional dan internasional, termasuk Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta sejumlah regulasi terkait HAM dan perlindungan anak.</p>



<p>“Kami meyakini keadilan bisa ditegakkan jika kasus ini diusut tuntas hingga ke aktor intelektualnya. Jangan ada lagi ancaman terhadap kebebasan pers,” tegas Eva, yang terus berjuang demi ayah dan keluarganya.</p>



<p>Kasus ini tidak hanya menjadi ujian bagi aparat penegak hukum, tetapi juga cerminan bagaimana keadilan ditegakkan untuk melindungi jurnalis yang menjalankan tugasnya demi kepentingan publik. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sidang-kasus-pembunuhan-berencana-wartawan-rico-pasaribu-dan-keluarganya-digelar-di-pn-kabanjahe/">Sidang Kasus Pembunuhan Berencana Wartawan Rico Pasaribu dan Keluarganya Digelar di PN Kabanjahe</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216562</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mayat Pria Ditemukan di Ladang Karet Sijunjung, Diduga Korban Pembunuhan</title>
		<link>https://langgam.id/mayat-pria-ditemukan-di-ladang-karet-sijunjung-diduga-korban-pembunuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 13:06:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sijunjung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=214414</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sesosok mayat laki-laki ditemukan tergeletak bersimbah darah di ladang karet Jorong Sitongek, Nagari Tamparungo, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Penemuan tersebut terjadi pada Kamis (24/10/2024) sekitar pukul 09.00 WIB, memicu kehebohan warga setempat. Korban yang kemudian diidentifikasi sebagai Boyong Herman (64), juga warga Jorong Sitongek, ditemukan dalam posisi tengkurap dengan luka-luka di bagian kepala. Salah seorang warga yang menemukan mayat tersebut langsung melapor kepada masyarakat sekitar, sehingga warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Awalnya, masyarakat menduga korban tewas akibat serangan binatang buas, namun dugaan tersebut berubah setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Menurut keterangan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mayat-pria-ditemukan-di-ladang-karet-sijunjung-diduga-korban-pembunuhan/">Mayat Pria Ditemukan di Ladang Karet Sijunjung, Diduga Korban Pembunuhan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sesosok mayat laki-laki ditemukan tergeletak bersimbah darah di ladang karet Jorong Sitongek, Nagari Tamparungo, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Penemuan tersebut terjadi pada Kamis (24/10/2024) sekitar pukul 09.00 WIB, memicu kehebohan warga setempat.</p>



<p>Korban yang kemudian diidentifikasi sebagai Boyong Herman (64), juga warga Jorong Sitongek, ditemukan dalam posisi tengkurap dengan luka-luka di bagian kepala. Salah seorang warga yang menemukan mayat tersebut langsung melapor kepada masyarakat sekitar, sehingga warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.</p>



<p>Awalnya, masyarakat menduga korban tewas akibat serangan binatang buas, namun dugaan tersebut berubah setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).</p>



<p>Menurut keterangan dari keluarga korban, peristiwa tersebut segera dilaporkan ke Polsek Sumpur Kudus. Mendapat laporan, Polsek langsung menghubungi Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP M. Yasin. Sekitar pukul 10.00 WIB, tim gabungan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan tiba di TKP pada pukul 11.30 WIB.</p>



<p>Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi, polisi mencurigai bahwa Boyong Herman bukan tewas akibat serangan binatang buas, melainkan menjadi korban pembunuhan. Kasat Reskrim menyebutkan, dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga dibunuh oleh N (52), yang juga merupakan warga Jorong Sitongek.</p>



<p>Kapolres Sijunjung, AKBP Andre Anas melalui Kasat Reskrim AKP M. Yasin, mengonfirmasi kejadian tersebut. Dia menjelaskan bahwa motif pembunuhan diduga terkait pertikaian soal getah karet yang hilang di perbatasan kebun antara korban dan pelaku.</p>



<p>“Perkelahian ini dipicu oleh saling tuduh mengenai hilangnya getah karet. Menurut korban, pelaku yang mencuri getah karet miliknya. Sedangkan, pelaku juga menuduh korban yang mencuri getah dari kebunnya. Pertikaian ini berujung pada perkelahian yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat,” jelas AKP M. Yasin.</p>



<p>Setelah mengidentifikasi pelaku, polisi segera melakukan pengejaran. Dalam waktu kurang dari enam jam, pelaku N berhasil diamankan. Saat ini, N telah dibawa ke Mapolres Sijunjung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.</p>



<p>Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian guna mengungkap lebih jelas kronologi peristiwa dan memperkuat dugaan atas motif pembunuhan. Polisi juga akan melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi lainnya yang berada di sekitar TKP pada saat kejadian. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mayat-pria-ditemukan-di-ladang-karet-sijunjung-diduga-korban-pembunuhan/">Mayat Pria Ditemukan di Ladang Karet Sijunjung, Diduga Korban Pembunuhan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214414</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mayat Misterius di Sitinjau Lauik, Sehari-harinya Bekerja di Payakumbuh</title>
		<link>https://langgam.id/mayat-misterius-di-sitinjau-lauik-sehari-harinya-bekerja-di-payakumbuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2024 05:17:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sitinjau Lauik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=213809</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi sebut mayat yang ditemukan di tepi jurang kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (14/10/2024) bekerja sebagai buruh harian lepas. Kapolsek Lubuk Kilangan Kompol Sosmedya, mengatakan korban sehari-harinya bekerja di Payakumbuh. &#8220;Hasil penyelidikan dan keterangan keluarga, korban sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas di Payakumbuh. Dia juga tinggal di Payakumbuh,&#8221; kata Sosmedya, Selasa (15/10/2024). Lanjutnya, saat ini pihak keluarga telah mengidentifikasi korban. Namun untuk penyelidikan lebih lanjut, mayat korban masih berada di RS Bhayangkara Padang. &#8220;Untuk autopsi kan perlu persetujuan keluarga terlebih dahulu,&#8221; kata Sosmedya. Pihk kepolisian sampai saat ini masih menyelidiki perkembangan penemuan mayat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mayat-misterius-di-sitinjau-lauik-sehari-harinya-bekerja-di-payakumbuh/">Mayat Misterius di Sitinjau Lauik, Sehari-harinya Bekerja di Payakumbuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Polisi sebut mayat yang ditemukan di tepi jurang kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (14/10/2024) bekerja sebagai buruh harian lepas. Kapolsek Lubuk Kilangan Kompol Sosmedya, mengatakan korban sehari-harinya bekerja di Payakumbuh.</p>



<p>&#8220;Hasil penyelidikan dan keterangan keluarga, korban sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas di Payakumbuh. Dia juga tinggal di Payakumbuh,&#8221; kata Sosmedya, Selasa (15/10/2024).</p>



<p>Lanjutnya, saat ini pihak keluarga telah mengidentifikasi korban. Namun untuk penyelidikan lebih lanjut, mayat korban masih berada di RS Bhayangkara Padang. &#8220;Untuk autopsi kan perlu persetujuan keluarga terlebih dahulu,&#8221; kata Sosmedya.</p>



<p>Pihk kepolisian sampai saat ini masih menyelidiki perkembangan penemuan mayat tersebut. Belum diketahui adanya indikasi pembunuhan pada peristiwa tersebut.</p>



<p>Sebelumnya, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di tepi jurang kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (14/10/2024). Penemuan ini menggemparkan warga sekitar setelah korban terlihat dalam keadaan membusuk, terbungkus kain merah di dekat perbatasan Kota Padang dan Kabupaten Solok, tepatnya di Kelok Lawuak Panorama II, Jalan Lintas Padang-Solok.</p>



<p>Kapolsek Lubuk Kilangan, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari seorang warga yang menemukan mayat tersebut.</p>



<p>&#8220;Mendapat laporan tersebut, saya bersama anggota langsung ke lokasi. Sesampainya di TKP, ditemukan mayat laki-laki, sudah dalam kondisi membusuk, terbungkus kain merah. Diduga, mayat ini dibuang di jurang Kelok Lawuak,&#8221; ujar Sosmedya, Selasa (15/10/2024)</p>



<p>Mayat yang diperkirakan sudah lebih dari tiga hari berada di lokasi itu telah dikerubungi lalat dan mengeluarkan bau busuk. Jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan autopsi guna mengungkap identitasnya.</p>



<p>Kanit Reskrim Polsek Lubuk Kilangan, AKP Joko Septrianto, menjelaskan lebih lanjut terkait kondisi mayat. Menurutnya, korban adalah laki-laki berusia antara 30 hingga 40 tahun, ditemukan dalam keadaan terbungkus selimut merah bermotif dan diikat dengan tali kain. Pada wajah korban terdapat luka gores sepanjang 5 cm di dahi, dengan mata lebam.</p>



<p>&#8220;Terdapat tato bergambar perempuan di dada sebelah kiri dan tato mawar di bagian kaki,&#8221; ujar AKP Joko.</p>



<p>Pihak kepolisian kini tengah mengidentifikasi korban. Sudah ada keluarga dari korban yang mengidentifikasi bahwa mayat itu anggota keluarganya.</p>



<p>Tim INAFIS Polresta Padang juga telah melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat. Setelah proses identifikasi sementara di lokasi, mayat dibawa dengan mobil ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penyelidikan lebih lanjut. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mayat-misterius-di-sitinjau-lauik-sehari-harinya-bekerja-di-payakumbuh/">Mayat Misterius di Sitinjau Lauik, Sehari-harinya Bekerja di Payakumbuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213809</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/85 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-04 10:38:56 by W3 Total Cache
-->