<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Peduli Lingkungan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/peduli-lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/peduli-lingkungan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Apr 2024 01:02:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Peduli Lingkungan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/peduli-lingkungan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Pemkab Agam Usulkan Febri Sugana Sebagai Penerima Kalpataru 2024</title>
		<link>https://langgam.id/pemkab-agam-usulkan-febri-sugana-sebagai-penerima-kalpataru-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2024 01:01:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=201934</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Salah satu nominator penerima Penghargaan Kalpataru tahun 2024 berasal dari Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Ia adalah Febri Sugana yang merupakan pembina lingkungan di Agam. Febri sendiri dinilai sebagai nominator penerima penghargaan tersebut dimulai sejak 2008 yang lalu hingga sekarang. Yaitu sebagai pembudidayaan ikan dengan menggunakan sistem kolam air deras. Tidak itu saja, Febri juga melaksanakan pembinaan kepada masyarakat setempat untuk tidak melakukan penangkapan ikan secara diracun dan disetrum. “Ikan yang berhasil dibudidayakan Febri adalah ikan mas, majalaya dan nila. Dalam pengembangan kegiatan budidaya ikan, beliau juga melaksanakan kegiatan lain yaitu, pembuatan probiotik dari buah-buahan busuk yg digunakan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-agam-usulkan-febri-sugana-sebagai-penerima-kalpataru-2024/">Pemkab Agam Usulkan Febri Sugana Sebagai Penerima Kalpataru 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Salah satu nominator penerima Penghargaan Kalpataru tahun 2024 berasal dari Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Ia adalah Febri Sugana yang merupakan pembina lingkungan di Agam.</p>



<p>Febri sendiri dinilai sebagai nominator penerima penghargaan tersebut dimulai sejak 2008 yang lalu hingga sekarang. Yaitu sebagai pembudidayaan ikan dengan menggunakan sistem kolam air deras.</p>



<p>Tidak itu saja, Febri juga melaksanakan pembinaan kepada masyarakat setempat untuk tidak melakukan penangkapan ikan secara diracun dan disetrum.</p>



<p>“Ikan yang berhasil dibudidayakan Febri adalah ikan mas, majalaya dan nila. Dalam pengembangan kegiatan budidaya ikan, beliau juga melaksanakan kegiatan lain yaitu, pembuatan probiotik dari buah-buahan busuk yg digunakan untuk vitamin ikan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agam, Afniwirman dilansir dari amcnews.co.id, Sabtu (27/4/2024).</p>



<p>Ia menambahkan, bahwa Febri Sugana juga melakukan kegiatan pemilahan sampah plastik dari sampah bungkusan pelet dan sampah yang tersangkut di jaring kolam ikan.</p>



<p>Afniwirman menjelaskan, bahwa pengusulan Febri Sugana sebagai penerima Kalpataru sudah dilakukan DLH Agam pada 2023. Akan tetapi tahun kemaren tidak terpilih sebagai pemenangnya.</p>



<p>&#8220;Sehingga tahun 2024 kita usulkan kembali dengan penambahan kegiatan baru anggota kelompok yang dibinanya berupa, pembuatan pakan ikan lele dengan menggunakan ikan lele yang sudah dicacah untuk penekanan biaya produksi dalam pemanenan ikan lele,” bebernya.</p>



<p>Kemudian terangnya, Febri Sugana juga bekerjasama dengan DLH untuk pengurangan sampah plastik di sekitar kolam untuk bahan baku pembuatan BBM.</p>



<p>Terpisah, Febri Sugana menyampaikan terima kasihnya atas dukungan Pemkab Agam dan berbagai pihak dalam mendorong kegiatan menyelamatkan lingkungan yang dilakukannya.</p>



<p>Ia mengharapkan penilaian tersebut bisa menjadi motivasi bagi masyarakat Agam untuk terus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di daerah ini. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-agam-usulkan-febri-sugana-sebagai-penerima-kalpataru-2024/">Pemkab Agam Usulkan Febri Sugana Sebagai Penerima Kalpataru 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201934</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Lingkungan Sejak Dini, SDIT Arafah Lakukan Pembuatan Ecoenzyme</title>
		<link>https://langgam.id/peduli-lingkungan-sejak-dini-sdit-arafah-lakukan-pembuatan-ecoenzyme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2021 10:48:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=101019</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Pendidikan lingkungan hidup berperan penting dalam pelestarian dan perbaikan lingkungan di dunia dalam mewujudkan hidup berkelanjutan. adapun tujuan dasar dari pendidikan lingkungan adalah membuat individu dan masyarakat memahami sifat kompleks alam dan lingkungan. Pentingnya pendidikan lingkungan hidup diberikan kepada masyarakat terutama kepada anak anak sejak dini sehingga dapat memahami kondisi alam dan meningkatkan kesadaran agar siswa untuk lebih peka dan peduli kepada lingkungan. Salah satu upaya penyadaran dan peduli lingkungan dilakukan oleh SDIT Arafah Padang, Rabu (7/4), dengan melakukan pembuatan ecoenzyme. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen Fateta Unand yang diwakili</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peduli-lingkungan-sejak-dini-sdit-arafah-lakukan-pembuatan-ecoenzyme/">Peduli Lingkungan Sejak Dini, SDIT Arafah Lakukan Pembuatan Ecoenzyme</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PalantaLanggam &#8211; </strong>Pendidikan lingkungan hidup berperan penting dalam pelestarian dan perbaikan lingkungan di dunia dalam mewujudkan hidup berkelanjutan. adapun tujuan dasar dari pendidikan lingkungan adalah membuat individu dan masyarakat memahami sifat kompleks alam dan lingkungan.</p>
<p>Pentingnya pendidikan lingkungan hidup diberikan kepada masyarakat terutama kepada anak anak sejak dini sehingga dapat memahami kondisi alam dan meningkatkan kesadaran agar siswa untuk lebih peka dan peduli kepada lingkungan.</p>
<p>Salah satu upaya penyadaran dan peduli lingkungan dilakukan oleh SDIT Arafah Padang, Rabu (7/4), dengan melakukan pembuatan ecoenzyme.</p>
<p>Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen Fateta Unand yang diwakili oleh Delvi Yanti dan Rahmi Awalina. Kegiatan ini juga melibatkan komunitas ecoenzyme Sumatera Barat yang diwakili oleh Syaifuddin Islami.</p>
<p>Rahmi menyampaikan, dalam mengajak anak-anak sadar lingkungan, bisa menerapkan contoh kecil. Dengan memilah sampah yang bisa dimanfaatkan kembali sebagai pupuk dan daur ulang.</p>
<p>Ecoenzyme adalah salah satu pemanfaatan sampah dapur yang bisa dijadikan cairan yang mempunyai banyak manfaat, sehingga anak anak bisa belajar melakukannya di rumah dan lingkungan sekolah.</p>
<p>“Jadi ada praktik langsung agar siswa lebih mengerti dan peduli dengan alam, utamanya bagaimana menjaga lingkungan,” ujar Rahmi.</p>
<p>Kegiatan diawali dengan materi mengenai ecoenzyme oleh Syaifuddin Islami, kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan ecoenzyme itu sendiri. Para siswa terlibat aktif dalam meramu bahan-bahan organik seperti sisa sayuran, kulit buah-buahan, kemudian ditambahkan gula saka dan air dengan perbandingan bagan 10:3:1.</p>
<p>Proses fermentasi akan berlangsung selama 3 bulan, sehingga hasil dari fermentasi ini bisa digunakan untuk berbagai manfaat seperti, sebagai bahan pembersih, handsanitizer, pupuk organik untuk tanaman, antiseptik, pestisida, dan banyak manfaat lainnya.</p>
<p>Modal utama, dalam mendidik para siswa mengenai masalah lingkungan hidup yakni jangan pernah bosan dan menyerah. Tantangan saat ini dalam mengedukasi masyarakat dan anak-anak untuk lebih peka terhadap masalah lingkungan hidup di antaranya, minim edukasi lingkungan dari orang tua, masyarakat masih belum sadar terhadap masalah lingkungan sehingga edukasi lingkungan harus lebih intensif dilakukan melalui pendidikan agama, pendidikan di sekolah dan lain sebagainya.</p>
<p>“Dengan adanya kegiatan pembuatan ecoenzyme ini, kami sangat mendukung penuh dan berterimakasih kepada dosen dari Universitas Andalas sudah menginisiasi gerakan siswa untuk peduli lingkungan dalam bentuk pengolahan sampah dapur menjadi ecoenzyme,” tutur ustazah Andria Suryani.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peduli-lingkungan-sejak-dini-sdit-arafah-lakukan-pembuatan-ecoenzyme/">Peduli Lingkungan Sejak Dini, SDIT Arafah Lakukan Pembuatan Ecoenzyme</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101019</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melihat Taman Kehati, Bekas Tambang PT Semen Padang</title>
		<link>https://langgam.id/melihat-taman-kehati-bekas-tambang-pt-semen-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2020 14:53:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[PT Semen Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=48697</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dalam benak sebagian orang yang belum pernah berkunjung ke kawasan PT Semen Padang, di Indarung, mungkin akan muncul anggapan bahwa area perusahaan semen pertama di Indonesia itu merupakan kawasan yang gersang, dan tandus karena memiliki banyak pabrik. Namun, bagi yang sudah berkunjung tentu akan memiliki positioning yang berbeda, karena area PT Semen Padang merupakan kawasan yang indah, green, dan kaya dengan keanekaragaman hayati. Pemandangan itu akan terlihat jelas di area lapangan golf, sekaligus sebagai tempat konservasi keanekaragaman hayati (kehati) PT Semen Padang di Kompleks Bukit Atas. &#8220;Lapangan golf seluas 50 Ha itu dulu merupakan area tambang tanah clay</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/melihat-taman-kehati-bekas-tambang-pt-semen-padang/">Melihat Taman Kehati, Bekas Tambang PT Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Dalam benak sebagian orang yang belum pernah berkunjung ke kawasan PT Semen Padang, di Indarung, mungkin akan muncul anggapan bahwa area perusahaan semen pertama di Indonesia itu merupakan kawasan yang gersang, dan tandus karena memiliki banyak pabrik.</p>
<p>Namun, bagi yang sudah berkunjung tentu akan memiliki positioning yang berbeda, karena area PT Semen Padang merupakan kawasan yang indah, green, dan kaya dengan keanekaragaman hayati.</p>
<p>Pemandangan itu akan terlihat jelas di area lapangan golf, sekaligus sebagai tempat konservasi keanekaragaman hayati (kehati) PT Semen Padang di Kompleks Bukit Atas.</p>
<p>&#8220;Lapangan golf seluas 50 Ha itu dulu merupakan area tambang tanah clay yang telah direklamasi PT Semen Padang,&#8221; Kepala Unit Health Safety Environment (HSE) PT Semen Padang Mustaqim Nasyra, di Padang, Kamis (2/7/2020).</p>
<p>Reklamasi ini pada prinsipnya adalah untuk memulihkan kembali fungsi lahan menjadi lahan bermanfaat dan juga memiliki fungsi konservasi.</p>
<p>&#8220;PT Semen Padang telah melakukan upaya reklamasi dalam bentuk penghijauan, taman dan pengembangan sarana olah raga berupa lapangan golf yang hijau dan dikelilingi dengan revegetasi yang cukup padat. Dengan adanya lapangan golf ini masyarakat Sumbar memiliki alternatif dalam berolahraga golf sekaligus sarana rekreasi,&#8221; kata Mustaqim.</p>
<p>Ia menjelaskan, saat ini di kawasan konservasi Kehati itu terdapat berbagai jenis flora dan fauna langka yang dilindungi, seperti palem kipas, palem merah, tumbuhan paku tiang dan pakis haji, elang ular bido, cekakak sungai, cekakak belukar, burung madu sriganti dan burung madu.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan pengamatan kami bersama Unand, di kawasan Kehati itu terdapat lebih dari 300 jenis flora. Sedangkan untuk fauna seperti mamalia sebanyak 9 jenis, aves 53 jenis, reptil 9 dan amphibia 10 jenis,&#8221; kata Mustaqim.</p>
<p>Selain itu, katanya, di kawasan Kehati Semen Padang juga terdapat enam ekor rusa tutul yang berasal dari Istana Bogor. Kemudian yang terbaru yang sedang konservasi di kawasan Kehati, adalah ikan bilih yang berasal dari Danau Singkarak.</p>
<p>&#8220;Ikan bilih ini merupakan ikan andemik di Danau Singkarak. Sejauh ini ikan bilih tersebut masih eksis. Dan sampai saat ini, kami bersama Universitas Bung Hatta masih terus mengobservasi ikan bilih. Untuk tindak lanjutnya ke depan, tentu kami harapkan agar ikan bilih ini berkembang biak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di samping melakukan konservasi terhadap flora dan fauna di areal bekas reklamasi, Mustaqim menyebut bahwa pihaknya juga sudah merencanakan untuk bekerjasama dengan balai Litbang BKSDA untuk mengembangkan tanaman-tanaman endemik di Sumatera untuk ditanam di lapangan golf.</p>
<p>&#8220;Di Sumatera ini banyak terdapat tanaman endemik, seperti Indarung dan tanaman Andalas. Rencana kami bersama pihak BKSDA Sumbar, akan menanam tanaman-tanaman endemik tersebut di areal lapangan golf yang merupakan bekas reklamasi tambang Semen Padang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Mustaqim juga mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan konservasi terhadap fauna dan flora yang ada di lapangan golf Semen Padang. Melalui aksi Peduli Kehati, Unit HSE Semen Padang juga aktif melakukan penghijauan dan pembuatan hutan model nagari di luar areal perusahaan.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya itu saja. Bahkan Peduli Kehati juga ikut serta merahabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Ring 1 perusahaan. Bahkan melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan Peduli Kehati, pada tahun 2016 lalu Semen Padang mendapat apresiasi dari Dirjen Kehutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, PT Semen Padang dalam operasionalnya komit mengimplementasikan visinya, yakni &#8220;Menjadi perusahaan persemenan yang andal, unggul dan berwawasan lingkungan di Indonesia bagian barat dan Asia Tenggara.&#8221;</p>
<p>&#8220;PT Semen Padang konsisten menerapkan triple bottom line, yaitu profit, people dan planet, sebagai landasan Perusahaan untuk beroperasi.</p>
<p>Tidak hanya melalui Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan, penerapan konsep triple bottom line itu juga diwujudkan melalui pemanfaatan bekas areal reklamasi seluas 50 Ha menjadi lapangan golf, sekaligus sebagai tempat konservasi kehati,&#8221; kata Anita. <strong>(rls/HF)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/melihat-taman-kehati-bekas-tambang-pt-semen-padang/">Melihat Taman Kehati, Bekas Tambang PT Semen Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">48697</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Agam Ajak Pelajar Peduli Lingkungan Lewat Lomba Lukis dan Cipta Puisi</title>
		<link>https://langgam.id/dlh-agam-ajak-pelajar-peduli-lingkungan-lewat-lomba-lukis-dan-cipta-puisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Furqan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2019 06:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[KJA Danau Maninjau]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=17991</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211;  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam mengajak pelajar di daerah itu agar peduli terhadap lingkungan, salah satu caranya dengan menggelar lomba melukis serta cipta puisi dengan tema ‘Penyelamatan Danau Maninjau dan Batang Agam’. Lomba tersebut digelar di Hotel Nuansa, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Selasa (5/11/2019). Bupati Kabupaten Agam, Indra Catri mengapresiasi terhadap apa yang dilakukan DLH, karena tema yang diangkat sesuai program strategis daerah yaitu penyelamatan Danau Maninjau dan Batang Agam. “Ini salah satu upaya untuk mendidik anak agar peduli terhadap lingkungan,” ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id, Selasa (5/11/2019) siang. Dikatakannya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dlh-agam-ajak-pelajar-peduli-lingkungan-lewat-lomba-lukis-dan-cipta-puisi/">DLH Agam Ajak Pelajar Peduli Lingkungan Lewat Lomba Lukis dan Cipta Puisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211;  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam mengajak pelajar di daerah itu agar <a href="https://langgam.id/kurangi-pencemaran-danau-maninjau-p3e-sumatra-ajak-warga-budidaya-lele-terpal/">peduli terhadap lingkungan</a>, salah satu caranya dengan menggelar lomba melukis serta cipta puisi dengan tema ‘<a href="https://langgam.id/bulan-depan-keramba-danau-maninjau-mulai-diangkat/">Penyelamatan Danau Maninjau dan Batang Agam</a>’.</p>
<p>Lomba tersebut digelar di Hotel Nuansa, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Selasa (5/11/2019).</p>
<p>Bupati Kabupaten Agam, Indra Catri mengapresiasi terhadap apa yang dilakukan DLH, karena tema yang diangkat sesuai program strategis daerah yaitu <a href="https://langgam.id/dprd-minta-gubernur-segera-terbitkan-pergub-penataan-danau-maninjau/">penyelamatan Danau Maninjau dan Batang Agam</a>.</p>
<p>“Ini salah satu upaya untuk mendidik anak agar peduli terhadap lingkungan,” ujarnya melalui rilis yang diterima <a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>, Selasa (5/11/2019) siang.</p>
<p>Dikatakannya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendidik anak agar peduli, empati, mencintai dan ikut terlibat menjaga lingkungan.</p>
<p>“Kita menyambut baik pelaksanaan lomba, karena lokasi dan objeknya sudah tepat, seperti Danau Maninjau dan Batang Agam. Sebab kedua objek ini banyak persoalan, terutama ketercemaran,” ungkap Indra.</p>
<p>Danau Maninjau, kata Indra, dahulunya merupakan danau yang indah, bahkan masuk lima danau terindah di dunia. Namun seiring berjalannya waktu, danau yang menjadi kebangaan orang Agam itu sudah tercemar akibat aktivitas budidaya ikan dengan Keramba Jaring Apung (KJA).</p>
<p>“Untuk mengurus itu (strelisasi danau) akan menghabiskan <a href="https://langgam.id/dprd-sumbar-bahas-ranperda-keramba-di-danau-maninjau-akan-dikurangi-70-persen/">anggaran sebesar Rp1,3 miliar</a>. Ini kerugian yang sangat besar bagi masyarakat akibat tercemarnya danau tersebut,” ucapnya.</p>
<p>Sementata itu, Kepala DLH Kabupaten Agam, Hamdi menyebutkan, lomba melukis diikuti murid SD sebanyak 32 orang dari 16 kecamatan, cipta baca puisi siswa SMP 32 orang, berasal dari delapan kecamatan yang berada di kawasan Danau Maninjau dan Batang Agam.</p>
<p>Kemudian, lomba foto handphone tingkat SMA se-Agam diikuti 221 orang, yang telah dimulai beberapa hari lalu.</p>
<p>“Masing-masing kategori lomba disediakan hadiah untuk juara I Rp7,5 juta, juara II Rp5 juta dan juara III Rp2,5 juta. Bagi pemenang hadiahnya bakal diserahkan bersamaan dengan penyerahan hadiah TdS etape V di Ambun Pagi,” ujarnya. <strong>(*/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dlh-agam-ajak-pelajar-peduli-lingkungan-lewat-lomba-lukis-dan-cipta-puisi/">DLH Agam Ajak Pelajar Peduli Lingkungan Lewat Lomba Lukis dan Cipta Puisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17991</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/62 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-05-02 11:03:24 by W3 Total Cache
-->