<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Padang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/padang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/padang/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 07:48:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Padang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/padang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis</title>
		<link>https://langgam.id/ombudsman-sumbar-kawal-audit-internal-rsup-m-djamil-padang-buntut-balita-meninggal-diduga-kelalaian-medis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 07:18:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245687</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ombudsman RI Perwakilan Sumatra Barat (Sumbar) bakal mengawal audit investigasi internal yang dilakukan RSUP M Djamil Padang atas kasus meninggalnya balita bernama Alceo Hanan Flantika. Bayi 14 bulan ini meninggal pada 3 April 2026 saat menjalani perawatan medis karena alami luka bakar. Keluarga pasien menilai terjadi dugaan kelalaian standar operasional prosedur (SOP) hingga malpratik yang dilakukan RSUP M Djamil Padang. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan kasus ini. Termasuk, menggali informasi terbaru. &#8220;Kami ingin memastikan mekanisme yang dilakukan, misalnya tim audit investigasi internal ini berjalan, betul-betul dilakukan oleh mereka,&#8221; ujar Adel kepada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ombudsman-sumbar-kawal-audit-internal-rsup-m-djamil-padang-buntut-balita-meninggal-diduga-kelalaian-medis/">Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Ombudsman RI Perwakilan Sumatra Barat (Sumbar) bakal mengawal audit investigasi internal yang dilakukan RSUP M Djamil Padang atas kasus meninggalnya balita bernama Alceo Hanan Flantika.</p>



<p>Bayi 14 bulan ini meninggal pada 3 April 2026 saat menjalani perawatan medis karena alami luka bakar. Keluarga pasien menilai terjadi dugaan kelalaian standar operasional prosedur (SOP) hingga malpratik yang dilakukan RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Adel Wahidi menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan kasus ini. Termasuk, menggali informasi terbaru.</p>



<p>&#8220;Kami ingin memastikan mekanisme yang dilakukan, misalnya tim audit investigasi internal ini berjalan, betul-betul dilakukan oleh mereka,&#8221; ujar Adel kepada Langgam.id, Selasa (21/4/2026).</p>



<p>Menurut Adel, audit investigasi internal ini menjadi penting, karena akan menentukan titik terang perkara kasus. Dan diharapkan tim medis yang menangani pasien bertanggung jawab dengan hasil yang ditemukan tim audit investigasi internal nantinya.</p>



<p>&#8220;Jadi di setiap profesi ada sejenis majelis untuk mengkurur tindakan medis tersebut. Inilah menentukan titik terang kasus itu, karena dalam perkara tersebut adalah dugaan malpraktik,&#8221; katanya.</p>



<p>&#8220;Apa pun hasil rekomendasi nantinya tentu harus terbuka untuk keluarga pasien. Semoga tim audit ini bekerja secara profesional, agar kasus ini tidak berlarut-larut,&#8221; sambung Adel.</p>



<p>Terkait apakah hasil audit perlu diumumkan ke publik, Adel mengaku belum mengetahui dan membaca lebih jauh terkait aturan yang berlaku. Namun yang pasti, hasil akan terbuka untuk kekuarga pasien.</p>



<p>&#8220;Di satu sisi publik juga menunggu. Setidaknya ringkasan hasil audit ini bisa diumumkan oleh RSUP M Djamil Padang. Karena publik harus tahu juga dan tindaklanjutnya seperti apa,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>RSUP M Djamil Harus Bertindak Adil</p>



<p>Adel tak menampik beberapa kali aduan keluarga pasien RSUP M Djamil Padang diterima Ombudsman RI Perwakilan Sumbar. Akan tetapi kebanyakan dalam konteks maladministrasi.</p>



<p>Ia menambahkan, RSUP M Djamil Padang harus bertindak adil terhadap komplain keluarga pasien tersebut. Sejauh ini, pihak rumah cukup responsif.</p>



<p>&#8220;Hitungan kami yang paling banyak kategori maladministrasi. Untuk kasus ini tentu berbeda, keluarga menilai dugaan malpraktik. Kalau malpratik sudah pasti terjadi maladministrasi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Kebanyakan maladministrasi yang terjadi itu, lanjut Adel, seperti waktu tunggu pengajuan rujukan pasien dari rumah sakit tipe berbeda. Ketika laporan itu masuk ke Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, RSUP M Djamil Padang cukup responsif untuk menyikapi.</p>



<p>&#8220;Nah, dalam kasus bayi meninggal ini kali ini levelnya berbeda karena sudah mengarah ke dugaan malpraktik. Mudah-mudah institusi rumah sakit ini profesional dan integritas,&#8221; tuturnya. <strong>(ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ombudsman-sumbar-kawal-audit-internal-rsup-m-djamil-padang-buntut-balita-meninggal-diduga-kelalaian-medis/">Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245687</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian</title>
		<link>https://langgam.id/pakar-hukum-kesehatan-soroti-kasus-bayi-meninggal-di-rsup-m-djamil-padang-sebut-potensi-kelalaian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 07:03:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245664</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pakar Hukum Kesehatan dari Universitas Andalas (Unand), Siska Elvandari, menilai adanya dugaan kelalaian dalam penanganan medis Alceo Hanan Flantika, balita yang meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang. Bayi 14 bulan ini mengalami luka bakar hingga dinyatakan meninggal dunia pada 3 April 2026 setelah menjalani perawatan selama kurang lebih sepekan. Menurut Siska, dugaan kelalaian penanganan tentu saja terjadi jika ketika pemberian upaya kesehatan yang sudah dilakukan sudah tidak sesuai dengan tiga standar yang ada dalam sebuah pelayanan kesehatan. Ketiga standar dalam pelayanan kesehatan itu adalah standar profesi, standar pelayanan, dan standar operasional prosedur. Ia juga menyoroti antrian masuk</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pakar-hukum-kesehatan-soroti-kasus-bayi-meninggal-di-rsup-m-djamil-padang-sebut-potensi-kelalaian/">Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pakar Hukum Kesehatan dari Universitas Andalas (Unand), Siska Elvandari, menilai adanya dugaan kelalaian dalam penanganan medis Alceo Hanan Flantika, balita yang meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Bayi 14 bulan ini mengalami luka bakar hingga dinyatakan meninggal dunia pada 3 April 2026 setelah menjalani perawatan selama kurang lebih sepekan.</p>



<p>Menurut Siska, dugaan kelalaian penanganan tentu saja terjadi jika ketika pemberian upaya kesehatan yang sudah dilakukan sudah tidak sesuai dengan tiga standar yang ada dalam sebuah pelayanan kesehatan.</p>



<p>Ketiga standar dalam pelayanan kesehatan itu adalah standar profesi, standar pelayanan, dan standar operasional prosedur.</p>



<p>Ia juga menyoroti antrian masuk pasien yang tentu saja berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) di rumah sakit tersebut. Akan tetapi, semuanya bisa tergantung pada kondisi.</p>



<p>&#8220;Seperti kondisi yang ada di ruang IGD, apakah sedang terjadi kondisi gawat darurat, gawat tapi tidak darurat, dan tidak gawat dan tidak darurat,&#8221; ujar Siska kepada Langgam.id, Senin (20/4/2026).</p>



<p>Siska mengatakan, jika dikaitkan dengan kondisi yang dialami Alceo yang tersiram air panas, kondisinya berpotensi gawat darurat. Harusnya, pasien seperti itu mendapatkan skala prioritas utama, mengingat status pasien adalah seorang balita.</p>



<p>&#8220;Untuk menentukan siapa yang terlebih dahulu mendapatkan atau masuk kamar bedah, tentunya harus diawali dengan informed consent yang kemudian dilihat juga dengan medical record si anak,&#8221; katanya.</p>



<p>&#8220;Dan apakah dokter yang menangani diawal jelas status dan kompetensinya untuk memberikan upaya kesehatan,&#8221; sambungnya lagi.</p>



<p>Siska mengungkapkan, banyak kasus jika seorang dokter yang sedang bertugas di IGD berstatus mahasiswa dengan status PPDS.</p>



<p>&#8220;Di kebanyakan rumah sakit jarang yang mendapatkan prioritas utama, yang diutamakan dokter yang didampingi dengan seorang dosen senior atau konsulen,&#8221; bebernya.</p>



<p>Meski demikian, kata dia, jika terjadi dampak terhadap proses pemberian upaya kesehatan yang mengakibatkan pasien meninggal dunia, hal ini tentu menyisakan persoalan siapa yang harus bertanggungjawab atas terjadinya insiden keselamatan pasien.</p>



<p>&#8220;Bisa ke dokter yang sedang bertugas, bisa perawat, dan bisa juga rumah sakit. Namun semua ini harus dipastikan terlebih dahulu apakah yang terjadi sama anak merupakan sebuah resiko medis atau memang telah terjadi sebuah kelalaian dan atau kesalahan medis,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Siska menyebutkan, pasien seorang anak yang berumur 14 bulan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, harusnya mendapatkan perhatian yang serius.</p>



<p>Jika berkaitan dengan seorang anak, yang menjadi inti dalam perspektif hukum pidana, hukum kesehatan, dan dalam UU Perlindungan Anak, tentunya semua yang diutamakan kepentingan terbaik seorang anak.</p>



<p>&#8220;Jadi dalam hal ini tidak ada yang menjadi senioritas dalam upaya pemberian kesehatan, yang paling utama adalah melakukan upaya kesehatan berdasarkan nilai kemanusiaan dan perikemanusiaan itu sendiri sebagai upaya meminimalkan gangguan kesehatan terhadap si anak dalam memaksimalkan upaya penyembuhan terhadap anak,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Siska menambahkan, ketika yang menjadi pasien adalah seorang bayi yang saat ini berusia 14 bulan, tentu sangat berbeda pola penanganannya. Misalnya dalam upaya pemberian obat yang harus disesuaikan dengan umur, dosis, berat badan, dan apakah si anak punya riwayat alergen atau tidak.</p>



<p>&#8220;Dalam kasus ini dengan membiarkan si anak mengalami puasa sampai 24 jam dengan kondisi sedang terjadi indikasi kedaruratan medis, tentu ini telah terjadi pembiaran pasien, dan tidak tertutup kemungkinan telah terjadi kelalaian medik, atau yang lebih dikenal di masyarakat luar sedang terjadi malapraktik medik, yang dilakukan oleh dokter, tenaga kesehatan, dan rumah sakit,&#8221; katanya. (ICA)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pakar-hukum-kesehatan-soroti-kasus-bayi-meninggal-di-rsup-m-djamil-padang-sebut-potensi-kelalaian/">Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian</title>
		<link>https://langgam.id/dua-bocah-tenggelam-di-pantai-ujung-karang-padang-belum-ditemukan-basarnas-perluas-pencarian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 07:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah hanyut]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245627</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pencarian dua orang anak bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9) terus dilakukan tim gabungan hingga Minggu (19/4/2026). Keduanya dilaporkan tenggelam saat berenang di Pantai Ujung Karang, tepatnya di belakang kampus Universitas Bung Hatta (UBH), Kota Padang pada Sabtu (18/4/2026), pukul 12.40 WIB. Komandan Regu (Danru) Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Tri Desyu mengatakan, lima unit perahu karet dikerahkan dalam operasi SAR pencarian korban. Perahu karet ini armada yang diperkuat dari berbagai instansi. &#8220;Pencarian hari kedua melibatkan tambahan armada dari Damkar Kota Padang. Total ada lima unit perahu karet yang dikerahkan,&#8221; kata Tri,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dua-bocah-tenggelam-di-pantai-ujung-karang-padang-belum-ditemukan-basarnas-perluas-pencarian/">Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pencarian dua orang anak bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9) terus dilakukan tim gabungan hingga Minggu (19/4/2026). Keduanya dilaporkan tenggelam saat berenang di Pantai Ujung Karang, tepatnya di belakang kampus Universitas Bung Hatta (UBH), Kota Padang pada Sabtu (18/4/2026), pukul 12.40 WIB.</p>



<p>Komandan Regu (Danru) Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Tri Desyu mengatakan, lima unit perahu karet dikerahkan dalam operasi SAR pencarian korban. Perahu karet ini armada yang diperkuat dari berbagai instansi.</p>



<p>&#8220;Pencarian hari kedua melibatkan tambahan armada dari Damkar Kota Padang. Total ada lima unit perahu karet yang dikerahkan,&#8221; kata Tri, Minggu (19/4/2026).</p>



<p>Tim gabungan operasi SAR melibatkan personel Damkar, Polairus Polda Sumbar, Brimob, hingga BPBD Padang. Total terdapat 28 personel gabungan dikerahkan.</p>



<p>Tri menyebutkan penyisiran pencarian korban dilakukan dengan strategi perluas area secara bertahap.</p>



<p>Pada Minggu (19/4/2026) pagi, tim gabungan telah menyisir sejauh radius 1,5 mil dari titik lokasi terakhir hilangnya korban. Namun, korban masih belum ditemukan hingga saat ini.</p>



<p>&#8220;Rencananya, pada siang nanti area pencarian akan kami perluas hingga dua mil ke arah tengah laut atau ke arah barat daya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Tim gabungan masih terus melakukan manuver di tengah laut. Perahu karet tampak terus memutari lokasi-lokasi potensial searah dengan arus air laut. (ICA)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dua-bocah-tenggelam-di-pantai-ujung-karang-padang-belum-ditemukan-basarnas-perluas-pencarian/">Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245627</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi</title>
		<link>https://langgam.id/rsup-m-djamil-klaim-mediasi-kasus-balita-meninggal-di-padang-bentuk-tim-investigasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 03:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245586</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kasus meninggalnya balita berusia 1 tahun 2 bulan, Alceo Hanan Flantika, usai menjalani perawatan luka bakar di RSUP M Djamil Padang, masih jadi sorotan publik. Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUP M Djamil Padang, Rizki Rasyidi, mengatakan bahwa manajemen telah berupaya menjalin komunikasi terbuka dengan keluarga korban. Menurutnya, sudah dua kali pertemuan tatap muka dilakukan dengan melibatkan tim medis yang menangani pasien balita tersebut. “Kami pun telah melaksanakan proses mediasi secara tertutup sebagai ruang diskusi yang bebas dari tekanan, demi mencari pemahaman bersama atas proses pelayanan yang telah diberikan,” kata Rizki pada Jumat (17/4/2026). Menurutnya, selama</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rsup-m-djamil-klaim-mediasi-kasus-balita-meninggal-di-padang-bentuk-tim-investigasi/">RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Kasus meninggalnya balita berusia 1 tahun 2 bulan, Alceo Hanan Flantika, usai menjalani perawatan luka bakar di RSUP M Djamil Padang, masih jadi sorotan publik.</p>



<p>Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUP M Djamil Padang, Rizki Rasyidi, mengatakan bahwa manajemen telah berupaya menjalin komunikasi terbuka dengan keluarga korban.</p>



<p>Menurutnya, sudah dua kali pertemuan tatap muka dilakukan dengan melibatkan tim medis yang menangani pasien balita tersebut.</p>



<p>“Kami pun telah melaksanakan proses mediasi secara tertutup sebagai ruang diskusi yang bebas dari tekanan, demi mencari pemahaman bersama atas proses pelayanan yang telah diberikan,” kata Rizki pada Jumat (17/4/2026).</p>



<p>Menurutnya, selama masa perawatan, tim dokter multidisiplin telah dikerahkan untuk memberikan penanganan intensif. Namun, kondisi pasien disebut terus mengalami dinamika klinis hingga akhirnya meninggal dunia pada 3 April 2026 di unit perawatan intensif.</p>



<p>“Kami menyadari bahwa dalam praktik kedokteran, terdapat batasan-batasan di mana faktor kondisi klinis pasien tidak selamanya dapat dikendalikan sepenuhnya oleh kemampuan manusia, dan pada akhirnya hasil akhir adalah ketetapan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai respons atas perhatian publik dan keluhan keluarga, pihak rumah sakit juga telah membentuk Tim Audit Investigasi Internal. Tim ini terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Komite Medik hingga tim medikolegal, guna menelusuri seluruh proses pelayanan secara komprehensif.</p>



<p>“Audit ini bertujuan untuk memverifikasi apakah seluruh tindakan yang diambil telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kode etik profesi. Rumah sakit menegaskan komitmennya untuk tidak menutupi fakta apa pun,” tegasnya.</p>



<p>Sebelumnya, keluarga korban menceritakan kronologi yang mereka alami selama proses perawatan, yang kemudian viral di media sosial.</p>



<p>Ibu Alceo, Nuri Khairma, mengungkapkan bahwa anaknya mengalami luka bakar akibat tersiram air panas pada 26 Maret 2026 sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP M Djamil.</p>



<p>&#8220;Alceo langsung mendapatkan penanganan pertama. Namun pihak Rumah Sakit Hermina menyampaikan agar dilakukan rujukan ke RSUP M Djamil,&#8221; kata Nuri.</p>



<p>Setibanya di RSUP M Djamil, ia mengaku sempat mengalami kendala administrasi dan harus menunggu lama di IGD dalam kondisi anaknya kesakitan.</p>



<p>&#8220;Namun ternyata salah, saya dan Alceo terdampar lama di IGD RSUP. Djamil Padang,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Alceo kemudian menjalani operasi dan sempat dirawat di HCU. Namun beberapa hari setelahnya, kondisi anak disebut memburuk. Nuri mengaku kesulitan mendapatkan respons cepat dari tenaga medis saat kondisi anaknya mengalami perubahan, termasuk saat muncul tanda-tanda infeksi dan penurunan kesadaran.</p>



<p>&#8220;Saya minta bantuan, tapi dilecehkan, dibilang lebay, tidak ada tanggapan serius dari dokter,&#8221; sesalnya.</p>



<p>Setelah melalui proses yang panjang, Alceo akhirnya dipindahkan ke PICU sebelum dinyatakan meninggal dunia keesokan harinya. <strong>(ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rsup-m-djamil-klaim-mediasi-kasus-balita-meninggal-di-padang-bentuk-tim-investigasi/">RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245586</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik</title>
		<link>https://langgam.id/kapolres-solok-kota-minta-maaf-usai-heboh-anak-buah-kawal-rombongan-arteria-dahlan-foto-foto-di-sitinjau-lauik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 02:49:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Arteria Dahlan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Solok Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Solok Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Sitinjau Lauik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Tindakan ini viral dan menuai kritikan publik.&#160; Diketahui, rombongan yang melakukan foto-foto tersebut merupakan jajaran Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang dan salah satunya adalah Arteria Dahlan, politikus PDI yang juga mantan Anggota DPR RI. &#8220;Pengawalan yang dilakukan oleh Polres Solok Kota kami mengucapkan maaf,&#8221; kata Mas,ud saat konferensi pers di Polres Solok Kota, dikutip Rabu (15/4/2026). Anggota yang melakukan patroli dan pengawalan (patwal) rombongan ini adalah Briptu SAN dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kapolres-solok-kota-minta-maaf-usai-heboh-anak-buah-kawal-rombongan-arteria-dahlan-foto-foto-di-sitinjau-lauik/">Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Tindakan ini viral dan menuai kritikan publik.&nbsp;</p>



<p>Diketahui, rombongan yang melakukan foto-foto tersebut merupakan jajaran Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang dan salah satunya adalah Arteria Dahlan, politikus PDI yang juga mantan Anggota DPR RI.</p>



<p>&#8220;Pengawalan yang dilakukan oleh Polres Solok Kota kami mengucapkan maaf,&#8221; kata Mas,ud saat konferensi pers di Polres Solok Kota, dikutip Rabu (15/4/2026).</p>



<p>Anggota yang melakukan patroli dan pengawalan (patwal) rombongan ini adalah Briptu SAN dan Bripda SA. Mereka sudah diperiksa Propam atas insiden tersebut.</p>



<p>Mas,ud mengungkapkan kejadian ini akan jadi evaluasi bagi internalnya untuk lebih baik ke depan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Sekali lagi, kami mohon maaf atas nama Polres Solok Kota, atas mungkin viral, mungkin gambaran tidak elok dilihat di media sosial,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Kronologi Pengawalan Rombongan</strong><br>Mas,ud menjelaskan pengawalan yang dilakukan oleh anggotanya itu terjadi pada 6 April 2026. Rombongan akan ke Kota Solok dari Padang untuk kunjungan kerja.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Pada saat pukul 09.00 WIB, pada saat perjalanan menuju Kota Solok, ada berhenti di Kelok Sitinjau Lauik. Di mana awal mula kejadian pada saat rombongan menuju Kota Solok, tepatnya mendekati Sitinjau Lauik ada koordinasi di perjalanan antara salah satu pihak PT Pusri Palembang kepada pengawal untuk berhenti di atas,&#8221; jelasnya.&nbsp;</p>



<p>Namun, lanjut Mas,ud, komunikasi antara pihak PT Pusri Palembang dengan anggota yang melakukan pengawalan terputus akibat koneksi jaringan. Sehingga terjadi miss komunikasi.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Dan pada saat rombongan ini akan berbelok di tikungan Sitinjau Lauik, karena ada kendaraan dari arah berlawanan,&nbsp; jadi kendaraan patroli kami bukan bermaksud berhenti di situ. Cuman mengambil awalan ke kanan untuk melakukan belokan,&#8221; imbuhnya.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Saat kecepatan kendaraan dikurangi, rombongan ini berhenti dan keluar dari kendaraan. Di sini terjadi miss komunikasi yang tadinya mungkin perkiraan kami pada saat itu, yang biasanya dilakukan di tikungan itu menjadi kebiasaan setiap rombongan memberikan sesuatu seperti minuman, itu pemahaman anggota saat itu. Namun yang terjadi, rombongan keluar kendaraan langsung foto-foto,&#8221; sambungnya.&nbsp;</p>



<p>Mas,ud menyebutkan anggota kemudian secara inisiatif turun dari kendaraan patwal melakukan pengaturan lalu lintas.</p>



<p>&#8220;Karena pada saat itu, situasi tidak memungkinkan, anggota turun melakukan pengaturan. Arus lalu lintas pada saat kejadian dari arah padang ada satu kendaraan bisa dilihat di video. Arus lalu lintas pada saat itu sepi tidak begitu banyak kendaraan,&#8221; ungkapnya.&nbsp;</p>



<p>Meski demikian, Mas,ud menegaskan, jika terjadi pelanggar SOP yang dilakukan anggotanya akan dilakukan tindakan sesuai aturan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ini baru pemeriksaan awal. Kalau seandainya dalam pemeriksaan lanjutan ada SOP yang dilanggar kami akan melakukan tindakan sesuai aturan,&#8221; tegasnya.<strong> (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kapolres-solok-kota-minta-maaf-usai-heboh-anak-buah-kawal-rombongan-arteria-dahlan-foto-foto-di-sitinjau-lauik/">Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245427</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre</title>
		<link>https://langgam.id/heboh-rombongan-arteria-dahlan-foto-foto-di-tikungan-ekstrem-sitinjau-lauik-kendaraan-lain-terpaksa-antre/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 10:52:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Arteria Dahlan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendakian Sitinjau Lauik]]></category>
		<category><![CDATA[Sitinjau Lauik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245359</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Aksi rombongan kendaraan yang berhenti di tikungan ekstrem Panorama 1 Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), menuai sorotan publik setelah videonya beredar di media sosial (medsos). Mereka tampak bersuka ria berfoto tepat di tengah jalan pendakian ekstrem tersebut. Dalam rekaman video beredar, tampak sejumlah kendaraan berada dalam pengawalan polisi berhenti di badan jalan, persis di tikungan pendakian Panorama 1 yang dikenal dengan tanjakan viral Sitinjau Lauik. Lalu, para&#160; penumpang kendaraan rombongan ini ramai-ramai turun untuk berfoto. Aksi tersebut berdampak pada arus lalu lintas di lokasi yang dikenal memiliki medan berbahaya. Sejumlah kendaraan besar, termasuk truk, terpaksa menghentikan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/heboh-rombongan-arteria-dahlan-foto-foto-di-tikungan-ekstrem-sitinjau-lauik-kendaraan-lain-terpaksa-antre/">Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Aksi rombongan kendaraan yang berhenti di tikungan ekstrem Panorama 1 Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), menuai sorotan publik setelah videonya beredar di media sosial (medsos). Mereka tampak bersuka ria berfoto tepat di tengah jalan pendakian ekstrem tersebut.</p>



<p>Dalam rekaman video beredar, tampak sejumlah kendaraan berada dalam pengawalan polisi berhenti di badan jalan, persis di tikungan pendakian Panorama 1 yang dikenal dengan tanjakan viral Sitinjau Lauik. Lalu, para&nbsp; penumpang kendaraan rombongan ini ramai-ramai turun untuk berfoto.</p>



<p>Aksi tersebut berdampak pada arus lalu lintas di lokasi yang dikenal memiliki medan berbahaya. Sejumlah kendaraan besar, termasuk truk, terpaksa menghentikan laju dan mengantre untuk melewati jalur tersebut.</p>



<p>Kondisi ini memicu kritik karena dinilai mengganggu keselamatan dan kelancaran pengguna jalan lain. Video kejadian ini sempat beredar di Instagram, sebelum akhirnya menghilang, namun kembali ramai diperbincangkan setelah muncul di Threads.</p>



<p>Salah satu akun yang mengunggah ulang kejadian itu menilai tindakan rombongan tersebut tidak masuk akal dan memprihatinkan, karena berhenti di tikungan curam hanya untuk berfoto.</p>



<p>&#8220;Kejadian yang tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan. Di tikungan terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan yang lain terpaksa menunggu. Sangat membahayakan mereka sendiri &amp; pengguna jalan yang lain. Mirisnya ini dikawal oleh polantas pula. Terpantau salah satunya dengan mobil dengan Nopol BA,&#8221; tulis akun Threads @joezenzie disertai video aksi rombongan tersebut.</p>



<p><strong>Ada Arteria Dahlan</strong></p>



<p>Belakangan diketahui bahwa dalam rombongan itu terdapat politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, yang juga mantan Anggota DPR RI. Informasi ini juga dibenarkan oleh Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori.</p>



<p>Ia menjelaskan bahwa pengawalan tersebut bukan berasal dari PJR Ditlantas Polda Sumbar, melainkan dari Satlantas Polres Solok Kota.</p>



<p>“Kejadian itu sudah berlangsung sekitar sepekan lalu. Pengawalan dilakukan oleh Polres Solok Kota, bukan dari PJR, karena sering kali masyarakat mengira semua pengawalan itu dari PJR,” ujar Andis kepada <em>Langgam.id</em>, Minggu (12/4/2026).</p>



<p>Berdasarkan informasi, kata Andis, rombongan tersebut tengah menjalankan agenda kunjungan kerja. Selain itu, kegiatan mereka juga mencakup penyaluran bantuan sosial yang sekaligus didokumentasikan di lokasi.</p>



<p>Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan berhenti di titik rawan tetap berbahaya.</p>



<p>&#8220;Iya bahaya, seharusnya yang dikawal paham karena info dari anggota polres, sudah diingatkan,&#8221; tambah Andis.</p>



<p>Pasca kejadian tersebut, kepolisian menjadikannya sebagai perhatian khusus agar tidak terulang di masa mendatang dan tidak menjadi contoh bagi pengguna jalan lain.</p>



<p>“Iya, itu menjadi atensi pimpinan terkait tindakan tersebut,&#8221; ucap Andis.</p>



<p>Ia juga menegaskan bahwa pengawalan bukanlah alasan untuk mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain. Seluruh personel telah diarahkan agar menjalankan tugas sesuai prosedur dan tetap mengutamakan keamanan bersama.</p>



<p>Sementara itu, upaya konfirmasi Langgam.id kepada Arteria Dahlan terkait kejadian tersebut belum mendapatkan tanggapan, meskipun pesan Whatsapp yang dikirim telah dibaca. <strong>(ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/heboh-rombongan-arteria-dahlan-foto-foto-di-tikungan-ekstrem-sitinjau-lauik-kendaraan-lain-terpaksa-antre/">Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245359</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka</title>
		<link>https://langgam.id/wasiat-mahasiswa-pnp-jelang-diduga-bunuh-diri-di-padang-minta-hp-dan-wa-dibuka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 11:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bunuh Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[mahsiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Politeknik Negeri Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245341</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; FDA (24), mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) menuliskan surat terakhir atau wasiat sebelum diduga bunuh diri di kamar kosnya di Jalan Puncak, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu (11/4/2026). Wasiat itu berupa tulisan tangan di sebuah buku. Hal ini dibenarkan Mesi (25), pemilik kos. Ia orang pertama yang menemukan FDA dengan kondisi leher dililit tali yang diikat di ventilasi kamar mandi.&#160; &#8220;Ada buku ditemukan. Tapi saya belum sempat melihat untuk membacanya,&#8221; kata Mesi. Buku itu langsung disita polisi. Dari foto yang beredar di media sosial, terdapat kalimat pesan yang diduga ditulis oleh FDA.&#160;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wasiat-mahasiswa-pnp-jelang-diduga-bunuh-diri-di-padang-minta-hp-dan-wa-dibuka/">Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>FDA (24), mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) menuliskan surat terakhir atau wasiat sebelum diduga bunuh diri di kamar kosnya di Jalan Puncak, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu (11/4/2026).</p>



<p>Wasiat itu berupa tulisan tangan di sebuah buku. Hal ini dibenarkan Mesi (25), pemilik kos. Ia orang pertama yang menemukan FDA dengan kondisi leher dililit tali yang diikat di ventilasi kamar mandi.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ada buku ditemukan. Tapi saya belum sempat melihat untuk membacanya,&#8221; kata Mesi.</p>



<p>Buku itu langsung disita polisi. Dari foto yang beredar di media sosial, terdapat kalimat pesan yang diduga ditulis oleh FDA.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Siapapun yang baca buku ini tolong buka hp dan WA ku ada pesan untuk keluargaku yang aku lakukan ini dan baca pesan WA ku,&#8221; begitu kalimat wasiat di buku tersebut.&nbsp;</p>



<p>FDA merupakan mahasiswa angkatan 2023, kini sudah semester enam. Ia menempuh pendidikan D-3 jurusan Administrasi Niaga.</p>



<p>Hal ini dibenarkan Kasubag Umum PNP, Fajri Arianto. Ia menyebutkan, pihak kampus masih melakukan pendalaman terhadap permasalahan yang dialami mahasiswa tersebut.&nbsp;</p>



<p>Fajri menambahkan, FDA dikenal sebagai sosok yang tergolong tertutup atau introvert di kalangan teman-temanya. Permasalahan yang dihadapi tidak pernah diceritakan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Sehari-hari informasinya memang mahasiswa ini introvert. Menurut temannya, dia tidak pernah dan tidak suka cerita. Memang tertutup anaknya,&#8221; ujar Fajri.</p>



<p>Keterangan temannya, kata Fajri, FDA sudah seminggu tidak bisa dihubungi. Selama itu pula ia tidak pernah mengikuti perkuliahan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Beliau sudah seminggu tidak bisa dihubungi teman-temannya. Informasinya tidak masuk-masuk kuliah,&#8221; katanya. <strong>(ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wasiat-mahasiswa-pnp-jelang-diduga-bunuh-diri-di-padang-minta-hp-dan-wa-dibuka/">Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245341</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa PNP Diduga Bunuh Diri di Kos Disebut Tertutup, Pihak Kampus: Seminggu Tak Bisa Dihubungi!</title>
		<link>https://langgam.id/mahasiswa-pnp-diduga-bunuh-diri-di-kos-disebut-tertutup-pihak-kampus-seminggu-tak-bisa-dihubungi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 07:49:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bunuh Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Politeknik Negeri Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosannya dikenal tertutup dilingkungan kampus. Korban berinisial FDA (24) itu merupakan mahasiswa PNP angkatan 2023 yang kini sudah semester enam. Ia merupakan mahasiswa jurusan D-3 Administrasi Niaga. Fakta ini diungkapkan oleh Kasubag Umum PNP, Fajri Arianto. Menurutnya, pihak kampus masih melakukan pendalaman terhadap permasalahan yang dialami mahasiswa tersebut.&#160; Menurut Fajri, FDA dikenal sebagai sosok yang tergolong tertutup atau introvert di kalangan teman-temanya. Permasalahan yang dihadapi tidak pernah diceritakan.&#160; &#8220;Sehari-hari informasinya memang mahasiswa ini introvert. Menurut temannya, dia tidak pernah dan tidak suka cerita. Memang tertutup anaknya,&#8221; ujarnya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahasiswa-pnp-diduga-bunuh-diri-di-kos-disebut-tertutup-pihak-kampus-seminggu-tak-bisa-dihubungi/">Mahasiswa PNP Diduga Bunuh Diri di Kos Disebut Tertutup, Pihak Kampus: Seminggu Tak Bisa Dihubungi!</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosannya dikenal tertutup dilingkungan kampus.</p>



<p>Korban berinisial FDA (24) itu merupakan mahasiswa PNP angkatan 2023 yang kini sudah semester enam. Ia merupakan mahasiswa jurusan D-3 Administrasi Niaga.</p>



<p>Fakta ini diungkapkan oleh Kasubag Umum PNP, Fajri Arianto. Menurutnya, pihak kampus masih melakukan pendalaman terhadap permasalahan yang dialami mahasiswa tersebut.&nbsp;</p>



<p>Menurut Fajri, FDA dikenal sebagai sosok yang tergolong tertutup atau introvert di kalangan teman-temanya. Permasalahan yang dihadapi tidak pernah diceritakan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Sehari-hari informasinya memang mahasiswa ini introvert. Menurut temannya, dia tidak pernah dan tidak suka cerita. Memang tertutup anaknya,&#8221; ujarnya kepada <em>Langgam.id</em>, Sabtu (11/4/2026).</p>



<p>Keterangan temannya, kata Fahri, FDA sudah seminggu tidak bisa dihubungi. Selama itu pula ia tidak pernah mengikuti perkuliahan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Beliau sudah seminggu tidak bisa dihubungi teman-temannya. Informasinya tidak masuk-masuk kuliah,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Jenazah FDA saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Pihak PNP masih menunggu informasi selanjutnya terkait dengan dugaan bunuh diri.</p>



<p>&#8220;Kami masih mencari dan menunggu informasi ada indikasi apa sehingga bisa bunuh diri. Ini kan baru diduga, kami belum bisa mengambil kesimpulan,&#8221; ucap Fajri.&nbsp;</p>



<p>Sebelumnya diberitakan bahwa seorang mahasiswa berinisial FDA (24) diduga bunuh diri di kamar kosnya di Jalan Puncak, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu (11/4/2026).</p>



<p>FDA ditemukan dalam posisi berdiri dengan leher terlilit tali yang diikat di pintu ventilasi kamar mandi. Kondisi tubuhnya sudah hitam dan membengkak.</p>



<p>Pemilik indekos, Mesi menyebutkan, korban ditemukan pada pukul sekitar 08.25 WIB. Sebelumnya, orang tua korban memintanya untuk melihat kondisi anaknya tersebut.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ayahnya WhatsAap saya, tolong lihat anaknya, apakah sakit atau bagaimana,&#8221; kata Mesi.&nbsp;</p>



<p>Pemilik indekos kemudian melakukan pengecekan. Kebetulan, di lokasi indekos terdapat aktivitas pengerjaan bangunan. Pengecekan dilakukan bersama para tukang bangunan.&nbsp;</p>



<p>Mesi bilang, awalnya pintu kamar indekos sudah diketuk tiga kali. Namun tidak ada sahutan dari dalam. Karena penasaran, ia memutuskan membukanya pintu menggunakan kunci cadangan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Diambil kunci cadangan, pas buka pintu, ternyata korban sudah tergantung di pintu kamar mandi. Tubuhnya sudah hitam dan membengkak,&#8221; katanya. <strong>(ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahasiswa-pnp-diduga-bunuh-diri-di-kos-disebut-tertutup-pihak-kampus-seminggu-tak-bisa-dihubungi/">Mahasiswa PNP Diduga Bunuh Diri di Kos Disebut Tertutup, Pihak Kampus: Seminggu Tak Bisa Dihubungi!</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245335</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Geger Mahasiswa di Padang Meninggal di Kamar Kos, Diduga Bunuh Diri dan Tubuh Menghitam</title>
		<link>https://langgam.id/geger-mahasiswa-di-padang-meninggal-di-kamar-kos-diduga-bunuh-diri-dan-tubuh-menghitam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 06:39:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bunuh Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Gantung Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245331</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seorang mahasiswa di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Sabtu (11/4/2026). Informasinya, korban berinisial FDA (24) itu kuliah di Politeknik Negeri Padang (PNP). Jasadnya ditemukan di kamar kosannya yang berlokasi di Jalan Puncak, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. FDA ditemukan dengan posisi berdiri di pintu kamar mandi dengan leher dililit tali yang diikat di ventilasi. Sebagian tubuhnya sudah menghitam. Pemilik indekos, Mesi menyebutkan, FDA ditemukan pada pukul sekitar 08.25 WIB. Sebelumnya, orang tua korban memintanya untuk melihat kondisi anaknya tersebut. &#8220;Ayahnya WhatsApp saya, tolong lihat anaknya, apakah sakit atau bagaimana,&#8221; kata</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/geger-mahasiswa-di-padang-meninggal-di-kamar-kos-diduga-bunuh-diri-dan-tubuh-menghitam/">Geger Mahasiswa di Padang Meninggal di Kamar Kos, Diduga Bunuh Diri dan Tubuh Menghitam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seorang mahasiswa di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Sabtu (11/4/2026). Informasinya, korban berinisial FDA (24) itu kuliah di Politeknik Negeri Padang (PNP).</p>



<p>Jasadnya ditemukan di kamar kosannya yang berlokasi di Jalan Puncak, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.</p>



<p>FDA ditemukan dengan posisi berdiri di pintu kamar mandi dengan leher dililit tali yang diikat di ventilasi. Sebagian tubuhnya sudah menghitam.</p>



<p>Pemilik indekos, Mesi menyebutkan, FDA ditemukan pada pukul sekitar 08.25 WIB. Sebelumnya, orang tua korban memintanya untuk melihat kondisi anaknya tersebut.</p>



<p>&#8220;Ayahnya WhatsApp saya, tolong lihat anaknya, apakah sakit atau bagaimana,&#8221; kata Mesi kepada <em>Langgam.id</em> di lokasi kejadian.</p>



<p>Mesi kemudian melakukan pengecekan. Kebetulan, di lokasi indekos terdapat aktivitas pengerjaan bangunan. Dia pun mengecek bersama para tukang bangunan.</p>



<p>Awalnya, kata Mesi, pintu kamar indekos sudah diketuk tiga kali. Namun tidak ada sahutan dari dalam. Karena penasaran, ia memutuskan membuka pintu menggunakan kunci cadangan.</p>



<p>&#8220;Diambil kunci cadangan, pas buka pintu, ternyata korban sudah tergantung di pintu kamar mandi. Tubuhnya sudah hitam dan membengkak,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Kasus dugaan bunuh diri ini pun membuat buncah warga sekitar. Kepolisian sudah datang ke lokasi untuk evakuasi jenazah korban yang selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Padang.</p>



<p>Informasinya, korban berasal dari Kabupaten Dharmasraya. Ia diketahui merupakan mahasiswa semester akhir. Meski begitu, <em>Langgam.id</em> masih melakukan konfirmasi kebenaran informasi tersebut, termasuk status korban di kampus. <strong>(ICA</strong>)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/geger-mahasiswa-di-padang-meninggal-di-kamar-kos-diduga-bunuh-diri-dan-tubuh-menghitam/">Geger Mahasiswa di Padang Meninggal di Kamar Kos, Diduga Bunuh Diri dan Tubuh Menghitam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245331</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dari Rantau ke Ranah Minang, SR12 Hadirkan Training Center Baru di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/dari-rantau-ke-ranah-minang-sr12-hadirkan-training-center-baru-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 04:35:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Perusahaan skincare]]></category>
		<category><![CDATA[skincare]]></category>
		<category><![CDATA[SR12]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Toni Firmansyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Perusahaan herbal dan skincare, SR12, resmi membuka tempat fasilitas training center yang berlokasi di Jalan Tamansiswa, Alai Parak Kopi, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu (11/4/2026). SR12 didirikan oleh seorang perantau asal Pesisir Selatan bernama Toni Firmansyah. Perusahaan ini berpusat di Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya, SR12 juga telah menandatangani kerja sama Bank Nagari dalam penyediaan layanan jasa perbankan, untuk mendukung ekosistem transaksi keuangan di Sumbar.&#160; Sementara, untuk tempat training center di Kota Padang, merupakan fasilitas yang keempat dihadirkan di Indonesia. Beberapa lainnya, tersebar di Pulau Jawa hingga Kalimantan. Komisaris SR12, Ridwanto Efendy mengatakan, fasilitas training center di Padang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dari-rantau-ke-ranah-minang-sr12-hadirkan-training-center-baru-di-padang/">Dari Rantau ke Ranah Minang, SR12 Hadirkan Training Center Baru di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Perusahaan herbal dan skincare, SR12, resmi membuka tempat fasilitas training center yang berlokasi di Jalan Tamansiswa, Alai Parak Kopi, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Sabtu (11/4/2026).</p>



<p>SR12 didirikan oleh seorang perantau asal Pesisir Selatan bernama Toni Firmansyah. Perusahaan ini berpusat di Bogor, Jawa Barat.</p>



<p>Sebelumnya, SR12 juga telah menandatangani kerja sama Bank Nagari dalam penyediaan layanan jasa perbankan, untuk mendukung ekosistem transaksi keuangan di Sumbar.&nbsp;</p>



<p>Sementara, untuk tempat training center di Kota Padang, merupakan fasilitas yang keempat dihadirkan di Indonesia. Beberapa lainnya, tersebar di Pulau Jawa hingga Kalimantan.</p>



<p>Komisaris SR12, Ridwanto Efendy mengatakan, fasilitas training center di Padang ini dapat dimanfaatkan bagi para mitra.</p>



<p>&#8220;Ini wadah untuk memfasilitasi mitra-mitra kami di wilayah Padang dan sekitarnya,&#8221; ujar Ridwanto kepada Langgam.id.</p>



<p>Fasilitas training center, kata Ridwanto, dapat dimanfaatkan para mitra SR12 di antaranya untuk mengembangkan skill mereka mulai dari segi bisnis maupun personal.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Mitra bisa menggunakan untuk membuka peluang bisnia, bisa juga melakukan pelatihan publik speaking serta MUA (Make Up Artist),&#8221; ucapnya.&nbsp;</p>



<p>Hingga kini, terdapat 14 mitra atau distributor SR12, sedangkan untuk agen maupun reseller telah mencapai 1.000 lebih tersebar di Sumbar.</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dari-rantau-ke-ranah-minang-sr12-hadirkan-training-center-baru-di-padang/">Dari Rantau ke Ranah Minang, SR12 Hadirkan Training Center Baru di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245327</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 27/29 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-28 06:36:15 by W3 Total Cache
-->