<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Ngarai Sianok Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/ngarai-sianok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/ngarai-sianok/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Oct 2024 01:17:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Ngarai Sianok Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/ngarai-sianok/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Tebing Ngarai Sianok Runtuh, Guru Besar UNAND Pernah Ingatkan Soal Ancaman Ekologis</title>
		<link>https://langgam.id/tebing-ngarai-sianok-runtuh-guru-besar-unand-pernah-ingatkan-soal-ancaman-ekologis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 23:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=214567</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Guru Besar Universitas Andalas, Prof. Bujang Rusman, mengungkapkan keprihatinannya terkait kondisi krisis ekosistem yang mengancam Ngarai Sianok di perbatasan Bukittinggi dan Agam. Kekhawatiran ini muncul usai banjir besar yang melanda kawasan wisata tersebut beberapa pertengahan tahun lalu lalu. Baru-baru ini, sebuah video memperlihatkan longsornya tebing di Ngarai Sianok pada Jumat (25/10/2024) pukul 12.05 WIB. Longsor ini, yang terjadi saat cuaca cerah, tidak menimbulkan korban namun meninggalkan debu tebal di dasar ngarai. BPBD Bukittinggi, melalui Kepala Pelaksana Zulhendri, menyatakan lokasi tersebut sedang dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab longsor. Menurut Prof. Bujang, setidaknya ada tiga masalah utama yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tebing-ngarai-sianok-runtuh-guru-besar-unand-pernah-ingatkan-soal-ancaman-ekologis/">Tebing Ngarai Sianok Runtuh, Guru Besar UNAND Pernah Ingatkan Soal Ancaman Ekologis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> – Guru Besar Universitas Andalas, Prof. Bujang Rusman, mengungkapkan keprihatinannya terkait kondisi krisis ekosistem yang mengancam Ngarai Sianok di perbatasan Bukittinggi dan Agam. Kekhawatiran ini muncul usai banjir besar yang melanda kawasan wisata tersebut beberapa pertengahan tahun lalu lalu.</p>



<p>Baru-baru ini, sebuah video memperlihatkan longsornya tebing di Ngarai Sianok pada Jumat (25/10/2024) pukul 12.05 WIB. Longsor ini, yang terjadi saat cuaca cerah, tidak menimbulkan korban namun meninggalkan debu tebal di dasar ngarai. BPBD Bukittinggi, melalui Kepala Pelaksana Zulhendri, menyatakan lokasi tersebut sedang dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab longsor.</p>



<p>Menurut Prof. Bujang, setidaknya ada tiga masalah utama yang memicu ancaman krisis ekosistem di kawasan ini. Pertama, hilangnya buffer zone atau zona penyangga. Area kiri dan kanan Ngarai Sianok yang seharusnya dilindungi dan dijadikan penyangga, justru dialihfungsikan menjadi pemukiman, perkantoran, atau Area Penggunaan Lain (APL).</p>



<p>&#8220;Kawasan ini seharusnya difungsikan sebagai penyangga, tetapi telah dialihkan fungsinya,&#8221; ujar Prof. Bujang Rusman kepada Langgam.id, Rabu (5/06/2024).</p>



<p>Kedua, Prof. Bujang mengingatkan akan potensi longsor besar di kawasan Ngarai Sianok. Tanah di wilayah tersebut, yang memiliki tekstur pasir dan debu, sangat mudah jenuh air dan berpotensi longsor, terutama saat curah hujan tinggi. &#8220;Tanah di Ngarai Sianok memiliki daya ikat air rendah, sehingga sangat rawan longsor besar,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ketiga, minimnya peran dan perhatian pemerintah selama bertahun-tahun turut memperparah kondisi ini. Prof. Bujang menilai ketidakhadiran pemerintah dalam upaya konservasi dan mitigasi bencana di Ngarai Sianok berdampak buruk bagi ekosistem dan keamanan masyarakat sekitar.</p>



<p>Menurutnya, krisis ekosistem yang melanda Ngarai Sianok ini bukan hanya mengancam kelestarian alam dan keindahan wilayah, tetapi juga membawa risiko serius bagi keselamatan warga serta infrastruktur sekitar.</p>



<p>Prof. Bujang mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil tindakan nyata, termasuk menetapkan kembali buffer zone di sekitar Ngarai Sianok, mengatur tata ruang yang ramah lingkungan, memperkuat infrastruktur pencegahan longsor, serta mengedukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian alam. (DH/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tebing-ngarai-sianok-runtuh-guru-besar-unand-pernah-ingatkan-soal-ancaman-ekologis/">Tebing Ngarai Sianok Runtuh, Guru Besar UNAND Pernah Ingatkan Soal Ancaman Ekologis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214567</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngarai Sianok Runtuh, Tebing Longsor Dekat Belakang Balok</title>
		<link>https://langgam.id/ngarai-sianok-runtuh-tebing-longsor-dekat-belakang-balok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 08:31:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=214538</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Sebuah video memperlihatkan salah satu tebing di Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi, runtuh dan viral di media sosial. Video berdurasi 1 menit 34 detik itu menunjukkan sisi tebing yang jatuh dan meninggalkan debu tebal di dasar ngarai, Jumat siang (25/10/2024), sebelum waktu Salat Jumat. Kepala Pelaksana BPBD Bukittinggi Zulhendri membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa terjadi sekitar pukul 12.05 WIB di kawasan ngarai dekat Belakang Balok. &#8220;Kejadiannya betul, sekitar pukul 12.05 WIB,&#8221; ujar Zulhendri. Zulhendri menyebut, saat longsor terjadi, cuaca dalam kondisi baik. Penyebab longsornya tebing belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. “Lokasi ini pernah mengalami runtuhnya tebing sebelumnya. Jadi,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ngarai-sianok-runtuh-tebing-longsor-dekat-belakang-balok/">Ngarai Sianok Runtuh, Tebing Longsor Dekat Belakang Balok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> – Sebuah video memperlihatkan salah satu tebing di Ngarai Sianok, Kota Bukittinggi, runtuh dan viral di media sosial. Video berdurasi 1 menit 34 detik itu menunjukkan sisi tebing yang jatuh dan meninggalkan debu tebal di dasar ngarai, Jumat siang (25/10/2024), sebelum waktu Salat Jumat.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Bukittinggi Zulhendri membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa terjadi sekitar pukul 12.05 WIB di kawasan ngarai dekat Belakang Balok.</p>



<p>&#8220;Kejadiannya betul, sekitar pukul 12.05 WIB,&#8221; ujar Zulhendri.</p>



<p>Zulhendri menyebut, saat longsor terjadi, cuaca dalam kondisi baik. Penyebab longsornya tebing belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. “Lokasi ini pernah mengalami runtuhnya tebing sebelumnya. Jadi, penyebabnya akan kami teliti lebih lanjut,” tambahnya.</p>



<p>Peristiwa ini tidak berdampak langsung pada masyarakat, karena lokasinya cukup jauh dari permukiman warga. Meski demikian, BPBD mengimbau warga sekitar, terutama yang tinggal di Birugo dan Belakang Balok, untuk tetap berhati-hati dan waspada.</p>



<p>“Kami meminta warga untuk tetap berhati-hati,” kata Zulhendri. (DH/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ngarai-sianok-runtuh-tebing-longsor-dekat-belakang-balok/">Ngarai Sianok Runtuh, Tebing Longsor Dekat Belakang Balok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214538</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menengok Geomorfologi Ngarai Sianok</title>
		<link>https://langgam.id/menengok-geomorfologi-ngarai-sianok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jun 2024 12:35:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=205110</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Banjir yang melanda Ngarai Sianok, perbatasan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Minggu (2/6/2024) sore, menunjukkan betapa rapuhnya lembah indah di tubir Bukittinggi ini dari ancaman bencana ekologis. Banjir yang merendam, bahkan merusak sejumlah rumah dan lepau, baik di Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, maupun di Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam. Ketua RW 01 Atas Ngarai, Rajaul Awal mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, penyebab banjir adalah hujan lebat di sisi hulu (kawasan Gunung Singgalang, dan adanya longsor tebing di Ngarai Kalong, Parambahan, Agam. Longsor tersebut menutup arus air, sehingga air meluap dan mengalir</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menengok-geomorfologi-ngarai-sianok/">Menengok Geomorfologi Ngarai Sianok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Banjir yang melanda Ngarai Sianok, perbatasan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Minggu (2/6/2024) sore, menunjukkan betapa rapuhnya lembah indah di tubir Bukittinggi ini dari ancaman bencana ekologis.</p>



<p>Banjir yang merendam, bahkan merusak sejumlah rumah dan lepau, baik di Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, maupun di Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.</p>



<p>Ketua RW 01 Atas Ngarai, Rajaul Awal mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, penyebab banjir adalah hujan lebat di sisi hulu (kawasan Gunung Singgalang, dan adanya longsor tebing di Ngarai Kalong, Parambahan, Agam. Longsor tersebut menutup arus air, sehingga air meluap dan mengalir deras ke arah Ngarai Sianok.</p>



<p>Informasi ini nyaris sama dengan hasil penelusuran Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Wali Kota (Wawako) Bukittinggi, Marfendi serta dinas terkait, dimana dikatakan di bagian hulu terjadi longsor. Sehingga sedimen menebal.</p>



<p>&#8220;Sore kita melihat langsung dampak dari kejadian banjir di Ngarai Sianok, dan setelah kita susuri sungainya, ternyata juga terjadi longsor di hulu. Sedimennya sudah tinggi sehingga sungai menjadi sangat dangkal,&#8221; ucap Gubernur usai penyusuran sungai bersama Wakil Wali Kota (Wawako) Bukittinggi, Marfendi, beserta jajaran dari dinas terkait, dikutip dari Adp Sumbar, Rabu (5/6/2024).</p>



<p>Dari hasil penyusuran dan pengumpulan informasi di lapangan, sambung Gubernur, juga diketahui bahwa sekitar 100 meter area perbukitan di kawasan tersebut sudah runtuh dan menyebabkan longsoran. Di samping itu, tumpukan sampah juga ikut memicu terjadinya banjir, sehingga juga harus segera dibereskan.</p>



<p>Ngarai Sianok adalah saujana yang indah. Di kedalaman lembahnya, mengalir sungai Batang Sianok yang berhulu dari Gunung Singgalang.</p>



<p>Ngarai Sianok adalah bagian struktur geologis yang turut membentuk morfologi dataran besar Bukittinggi. Ngarai Sianok berada di sisi barat Bukittinggi. Sementara sisi timur, berdiri tegak Pegunungan Kamang yang terisi, dengan lipatan baratnya perlahan tenggelam di bawah lapisan tufa. Hanya bukit kapur kecil yang menunjukkan arah lipatan selanjutnya.</p>



<p>Sistem lembah di dataran Bukittinggi, terutama Ngarai Sianok sangat kontras dengan lembah-lembah lain di sekitarnya. Hal ini memberikan pandangan unik tentang formasi geologi Bukittinggi.</p>



<p>Ngarai Sianok yang lazim disebut Karbouwengat di masa kolonial Belanda, terletak sebagai anomali di dataran Bukittinggi (Fort de Kock), membuktikan bahwa tidak semua lembah di sana begitu berkembang.</p>



<p>Secara morfologis, Karbouwengat putus secara curam dan tidak berkembang secara bertahap. Karbouwengat terpotong sangat dalam, mengindikasikan adanya fenomena khusus di sini.</p>



<p>Dan terbentunya geomorfologi Ngarai Sianok dipengaruhi oleh keberadaan Patahan Sumatra segmen Sianok.</p>



<p>Ahli morfologi dari Belanda S. Van Valkenburg pernah mengkaji geomorfologi Ngarai Sianok pada permulaan abad ke 20 atau masa penjajahan Belanda. Valkenburg mengatakan, adalah sebuah kesalahan menyamakan formasi bentang alam Bukittinggi dengan formasi Ngarai Sianok muda. Bukittinggi alias Fort de Kock, katanya, lembah-lembah dangkal yang lebar dan menonjol di daerah perbukitan tufa rendah dengan dinding curam (hingga 15 meter). Sementara lembah tufa, seperti Karbouwengat, dalam dan sempit, bukan dangkal dan lebar.</p>



<p>Menurutnya, proses penggalian untuk pertanian menyebabkan perbukitan rendah tufa di Fort de Kock menjadi lembah yang lebar dan datar. Lapisan atas tanah digali dan digunakan untuk membangun sawah, sehingga terbentuk lembah dengan punggung bukit yang curam. </p>



<p>Daerah rendah ini berbeda dengan perbukitan tinggi yang lebih kering dan tidak subur. Irigasi sawah secara khusus berkontribusi besar pada transformasi ini, menghentikan erosi air dan mengubah lanskap.</p>



<p><strong>Karbouwengat: Lembah Erosi yang Menakjubkan</strong></p>



<p>“Karbouwengat merupakan contoh sempurna lembah erosi,” tulis S. Van Valkenburg dalam <em>Geomorphologische Beschouwingen over de Padangsche Bovenlanden</em>, terbitan Topographische Inrichting, Batavia, tahun 1922.</p>



<p>Valkenburg menabalkan pendapat geolog berkebangsaan Belanda, Rogier Diederik Marius Verbeek mengenai morfologi Ngarai Sianok.</p>



<p>&#8220;Lembah (Ngarai Sianok) ini sebagai atap erosi,&#8221; urai Verbeek, dalam <em>Topographische en geologische Beschrijving van een Deel van Sumatra&#8217;s Westkust</em>, tahun 1883.</p>



<p>Valkenburg menjelaskan, dinding tufa yang tererosi bergerak mundur akibat aliran air tanah dari Marapi dan Singgalang. Lembah ini melebar karena berkurangnya aliran sungai dan air tanah, dengan jurang samping yang terbentuk oleh aliran air tanah.</p>



<p>Namun, sedimentasinya tidak selalu kering, karena terjadi hujan deras selama letusan gunung yang menjadi hulunya; aliran lumpur yang besar mungkin telah mengisi sebagian; juga banyak abu yang jatuh di lereng kemudian tersapu ke dataran. </p>



<p>Hujan abu tidak terjadi secara konstan di semua tempat, sehingga genangan air sementara dapat dimengerti; ini entah habis atau diisi ulang nanti. “Lapisan abu yang terbentuk di air kadang-kadang ditemukan di Karbouwengat sebagai lapisan tanah liat berdaun berwarna abu-abu. Lapisan lignit kecil di Karbouwengat dekat Fort de Koek juga dapat menunjukkan hal ini,” jelas Valkenburg.</p>



<p>Kini, ‘lembah erosi’ itu menunjukkan kelabilan. Setidaknya terbukti pada kejadian Minggu, 2 Juni lalu. Dan Kamis (6/6/2024), hujan lebat di sisi hulu, membuat sungai Batang Sianok di lembah Ngarai Sianok kembali meluap.</p>



<p>Dari video yang dikirim otoritas local setempat, sungai meluapkan air berkelindan pasir. Sehingga Ngarai Sianok sedang tidak baik-baik saja.</p>



<p>Dan tentu marabahaya mengintai, terutama bagi mereka yang tinggal dan membuka usaha; mendesak, mengokupasi ekosistem Ngarai Sianok. </p>



<p><strong>*Pemred Langgam.id / Periset di Patahan Sumatra Institute</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menengok-geomorfologi-ngarai-sianok/">Menengok Geomorfologi Ngarai Sianok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205110</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngarai Sianok Terancam Krisis Ekosistem dan Bencana Alam: Ahli Konservasi Tanah dan Air Usulkan Mitigasi Konkret</title>
		<link>https://langgam.id/ngarai-sianok-terancam-krisis-ekosistem-dan-bencana-alam-ahli-konservasi-tanah-dan-air-usulkan-mitigasi-konkret/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 05:25:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=205010</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Guru Besar Universitas Andalas, Prof. Bujang Rusman, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi serius yang dihadapi Ngarai Sianok, Bukittinggi-Agam. Terlebih, kawasan destinasi wisata yang indah ini baru saja dihantam banjir yang cukup serius beberapa hari lalu. Menurut ahli konservasi tanah dan air ini, kawasan tersebut terancam krisis ekosistem dan bencana alam akibat beberapa faktor. Prof. Bujang Rusman menjelaskan bahwa terdapat beberapa permasalahan utama di Ngarai Sianok, yaitu, pertama, hilangnya buffer zone. Kawasan di kiri kanan Ngarai Sianok seharusnya dijadikan sebagai wilayah penyangga (buffer zone) dan dilindungi. Namun, selama ini terjadi pembiaran alih fungsi kawasan lindung menjadi kawasan pemukiman, perkantoran, atau</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ngarai-sianok-terancam-krisis-ekosistem-dan-bencana-alam-ahli-konservasi-tanah-dan-air-usulkan-mitigasi-konkret/">Ngarai Sianok Terancam Krisis Ekosistem dan Bencana Alam: Ahli Konservasi Tanah dan Air Usulkan Mitigasi Konkret</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Guru Besar Universitas Andalas, Prof. Bujang Rusman, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi serius yang dihadapi Ngarai Sianok, Bukittinggi-Agam. Terlebih, kawasan destinasi wisata yang indah ini baru saja dihantam banjir yang cukup serius beberapa hari lalu.</p>



<p>Menurut ahli konservasi tanah dan air ini, kawasan tersebut terancam krisis ekosistem dan bencana alam akibat beberapa faktor. Prof. Bujang Rusman menjelaskan bahwa terdapat beberapa permasalahan utama di Ngarai Sianok, yaitu, pertama, hilangnya buffer zone. Kawasan di kiri kanan Ngarai Sianok seharusnya dijadikan sebagai wilayah penyangga (buffer zone) dan dilindungi. </p>



<p>Namun, selama ini terjadi pembiaran alih fungsi kawasan lindung menjadi kawasan pemukiman, perkantoran, atau Area Penggunaan Lain (APL).</p>



<p>Kedua, tanah rawan longsor; tanah di Ngarai Sianok berbahan induk <em>tuff pumice </em>dengan tekstur pasir dan debu, sehingga memiliki daya pegang air yang rendah dan mudah jenuh air. &#8220;Hal ini meningkatkan potensi terjadinya longsor besar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ketiga, ketidakhadiran Negara. Prof. Bujang Rusman menyayangkan minimnya perhatian dan tindakan dari pemerintah selama bertahun-tahun. Hal ini telah menyebabkan krisis ekosistem dan bencana alam di Ngarai Sianok.</p>



<p>Ketiga permasalahan tersebut, menurut Prof. Bujang Rusman, merupakan ancaman serius terhadap Ngarai Sianok. Krisis ekosistem dapat menyebabkan kerusakan flora dan fauna, serta hilangnya keindahan alam Ngarai Sianok.</p>



<p>Lebih mengkhawatirkan lagi, potensi longsor besar di Ngarai Sianok dapat membahayakan masyarakat dan infrastruktur di sekitarnya.</p>



<p><strong>Seruan untuk Perhatian Serius</strong></p>



<p>Prof. Bujang Rusman meminta perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk mengatasi permasalahan di Ngarai Sianok.</p>



<p>&#8220;Kondisi ini merupakan ancaman serius akan terjadinya bencana alam berikutnya di kawasan Ngarai Sianok yang merupakan kebanggaan kita,&#8221; tegas Prof. Bujang Rusman.</p>



<p>Adapun solusi yang diusulkan untuk mengatasi permasalahan di Ngarai Sianok, antara lain, penetapan kembali kawasan buffer zone di sekitar Ngarai Sianok, penataan ruang yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, penguatan infrastruktur pencegahan longsor, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.</p>



<p>Sebelumnya, banjir yang melanda Ngarai Sianok, perbatasan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Minggu (2/6/2024) sore telah surut. Namun, 14 KK warga Atas Ngarai, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi masih mengungsi.</p>



<p>Menurut Ketua RW 01 Atas Ngarai, Rajaul Awal, banjir telah merusak sebagian rumah warga. Sehingga sebagian warga rumahnya yang terdampak memilih mengungsi, karena khawatir akan terjadinya banjir susulan.</p>



<p>&#8220;Ada 8 rumah warga yang belum bisa dihuni karena adanya kerusakan dan lumpur di dalam rumah,&#8221; jelas Rajaul kepada&nbsp;<em>Langgam.id.</em></p>



<p>Warga yang mengungsi saat ini berada di rumah saudara dan tetangga. &#8220;Pintu, jendela, dan barang-barang elektronik di dalam rumah mereka banyak yang tidak dapat diselamatkan,&#8221; kata Rajaul.</p>



<p>Banjir ini bukan saja berdampak pada warga di Ngarai Sianok, melainkan juga tempat usaha yang berada di Ngarai Sianok. Dalam video yang beredar di media sosial, banjir itu cukup besar, hampir membenamkan bangunan warung dan rumah yang berada di bibir sungai Batang Sianok yang mengalir di lembah Ngarai Sianok itu. Sebagian properti warung tampak dihanyutkan.</p>



<p>Rajaul Awal mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, penyebab banjir adalah hujan lebat di sisi hulu (kawasan Gunung Singgalang, dan adanya longsor tebing di Ngarai Kalong, Parambahan, Agam. Longsor tersebut menutup arus air, sehingga air meluap dan mengalir deras ke arah Ngarai Sianok.</p>



<p>Saat ini, alat berat sudah disiagakan di Ngarai untuk membantu pembersihan lumpur dan puing-puing sisa banjir. Tim SAR dan relawan juga turut membantu warga yang terdampak. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ngarai-sianok-terancam-krisis-ekosistem-dan-bencana-alam-ahli-konservasi-tanah-dan-air-usulkan-mitigasi-konkret/">Ngarai Sianok Terancam Krisis Ekosistem dan Bencana Alam: Ahli Konservasi Tanah dan Air Usulkan Mitigasi Konkret</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205010</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banjir Ngarai Sianok Timbulkan Sejumlah Dampak</title>
		<link>https://langgam.id/banjir-ngarai-sianok-timbulkan-sejumlah-dampak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 06:32:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=204961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Banjir kembali melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tepatnya di Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan Ampek Koto, pada Senin (3/6). Banjir yang disebabkan oleh meluapnya air Sungai Ngarai Sianok ini mengakibatkan kerusakan pada 5 unit rumah warga dan 3 warung makan yang berada di pinggir sungai. Camat IV Koto Subchan mengatakan, banjir ini terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi di hulu sungai, sehingga menyebabkan meluapnya air sungai Ngarai Sianok. “Banjir ini mengakibatkan 5 unit rumah warga dan 3 warung makan yang berada di pinggir sunggai rusak dan hanyut,” ujarnya. “Saat ini, Kabupaten Agam tengah berada di posisi siaga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/banjir-ngarai-sianok-timbulkan-sejumlah-dampak/">Banjir Ngarai Sianok Timbulkan Sejumlah Dampak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Banjir kembali melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tepatnya di Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan Ampek Koto, pada Senin (3/6). Banjir yang disebabkan oleh meluapnya air Sungai Ngarai Sianok ini mengakibatkan kerusakan pada 5 unit rumah warga dan 3 warung makan yang berada di pinggir sungai.</p>



<p>Camat IV Koto Subchan mengatakan, banjir ini terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi di hulu sungai, sehingga menyebabkan meluapnya air sungai Ngarai Sianok.</p>



<p>“Banjir ini mengakibatkan 5 unit rumah warga dan 3 warung makan yang berada di pinggir sunggai rusak dan hanyut,” ujarnya.</p>



<p>“Saat ini, Kabupaten Agam tengah berada di posisi siaga bencana, karena belum selesai penanganan banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi beberapa waktu lalu, dan sekarang pun terjadi banjir karena meluapnya air sungai Ngarai Sianok,” ujar Bupati Agam Andri Warman, dilansir dari <em>AMC,</em> Selasa (4/6/2024).</p>



<p>Kepada warga yang berada di sepanjang aliran sungai, pihaknya mengimbau untuk dapat bengungsi ke lokasi yang lebih aman.</p>



<p>“Mengingat kondisi cuaca saat ini tidak menentu, lebih baik kita waspada akan bencana banjir susulan,” pungkasnya. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/banjir-ngarai-sianok-timbulkan-sejumlah-dampak/">Banjir Ngarai Sianok Timbulkan Sejumlah Dampak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204961</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banjir di Ngarai Sianok, 14 Kepala Keluarga Mengungsi</title>
		<link>https://langgam.id/banjir-di-ngarai-sianok-14-kepala-keluarga-mengungsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 16:51:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=204908</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Banjir yang melanda Ngarai Sianok, perbatasan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Minggu (2/6/2024) sore telah surut. Namun, 14 KK warga Atas Ngarai, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi masih mengungsi. Menurut Ketua RW 01 Atas Ngarai, Rajaul Awal, banjir telah merusak sebagian rumah warga. Sehingga sebagian warga rumahnya yang terdampak memilih mengungsi, karena khawatir akan terjadinya banjir susulan. &#8220;Ada 8 rumah warga yang belum bisa dihuni karena adanya kerusakan dan lumpur di dalam rumah,&#8221; jelas Rajaul kepada Langgam.id. Warga yang mengungsi saat ini berada di rumah saudara dan tetangga. &#8220;Pintu, jendela, dan barang-barang elektronik di dalam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/banjir-di-ngarai-sianok-14-kepala-keluarga-mengungsi/">Banjir di Ngarai Sianok, 14 Kepala Keluarga Mengungsi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Banjir yang melanda Ngarai Sianok, perbatasan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Minggu (2/6/2024) sore telah surut. Namun, 14 KK warga Atas Ngarai, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi masih mengungsi.</p>



<p>Menurut Ketua RW 01 Atas Ngarai,  Rajaul Awal, banjir telah merusak sebagian rumah warga. Sehingga sebagian warga rumahnya yang terdampak memilih mengungsi, karena khawatir akan terjadinya banjir susulan.</p>



<p>&#8220;Ada 8 rumah warga yang belum bisa dihuni karena adanya kerusakan dan lumpur di dalam rumah,&#8221; jelas Rajaul kepada <em>Langgam.id.</em></p>



<p>Warga yang mengungsi saat ini berada di rumah saudara dan tetangga. &#8220;Pintu, jendela, dan barang-barang elektronik di dalam rumah mereka banyak yang tidak dapat diselamatkan,&#8221; kata Rajaul.</p>



<p>Banjir ini bukan saja berdampak pada warga di Ngarai Sianok, melainkan juga tempat usaha yang berada di Ngarai Sianok. Dalam video yang beredar di media sosial, banjir itu cukup besar, hampir membenamkan bangunan warung dan rumah yang berada di bibir sungai Batang Sianok yang mengalir di lembah Ngarai Sianok itu. Sebagian properti warung tampak dihanyutkan.</p>



<p>Rajaul Awal mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, penyebab banjir adalah hujan lebat di sisi hulu (kawasan Gunung Singgalang, dan adanya longsor tebing di Ngarai Kalong, Parambahan, Agam. Longsor tersebut menutup arus air, sehingga air meluap dan mengalir deras ke arah Ngarai Sianok.</p>



<p>Saat ini, alat berat sudah disiagakan di Ngarai untuk membantu pembersihan lumpur dan puing-puing sisa banjir. Tim SAR dan relawan juga turut membantu warga yang terdampak. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/banjir-di-ngarai-sianok-14-kepala-keluarga-mengungsi/">Banjir di Ngarai Sianok, 14 Kepala Keluarga Mengungsi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204908</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/66 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-26 00:04:36 by W3 Total Cache
-->