<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita naskah kuno Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/naskah-kuno/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/naskah-kuno/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2022 08:56:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita naskah kuno Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/naskah-kuno/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>SURI dan Unand Gelar Pameran Motif Kain Iluminasi Naskah Kuno Minangkabau</title>
		<link>https://langgam.id/suri-dan-unand-gelar-pameran-motif-kain-iluminasi-naskah-kuno-minangkabau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2022 08:56:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[naskah kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Unand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=164358</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Lembaga Surau Intellectual for Conservation (SURI) menggelar pameran Pemanfaatan Iluminasi Naskah Kuno Menjadi Motif Kain Minangkabau di Minangkabau Corner Perpustakaan Universitas Andalas (Unand). Pameran ini terselenggara berkat kerja sama FBK SURI dengan Matching Fund yang dikelola Unand. Pameran dibuka secara dengan pengguntingan pita oleh Kepala Perpustakaan Unand Yasir, didampingi oleh Direktur SURI, Surya Selfika dan Ketua Pengusul Program Matching Fund Kemdikbudristek, Pramono, Selasa (1/11/2022). Dikatakan Pramono, pameran ini merupakan terminal dari rangkaian pelatihan bagi UMKM dan calon perajin bidang fesyen dari berbagai daerah di Sumatra Barat (Sumbar). Lalu, Kepala Perpustakaan Unand, Yasir merasa senang dan bangga dengan terselenggaranya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/suri-dan-unand-gelar-pameran-motif-kain-iluminasi-naskah-kuno-minangkabau/">SURI dan Unand Gelar Pameran Motif Kain Iluminasi Naskah Kuno Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Lembaga <em>Surau Intellectual for Conservation</em> (SURI) menggelar pameran Pemanfaatan Iluminasi Naskah Kuno Menjadi Motif Kain Minangkabau di Minangkabau Corner Perpustakaan Universitas Andalas (Unand). Pameran ini terselenggara berkat kerja sama FBK SURI dengan Matching Fund yang dikelola Unand.</p>
<p>Pameran dibuka secara dengan pengguntingan pita oleh Kepala Perpustakaan Unand Yasir, didampingi oleh Direktur SURI, Surya Selfika dan Ketua Pengusul Program Matching Fund Kemdikbudristek, Pramono, Selasa (1/11/2022).</p>
<p>Dikatakan Pramono, pameran ini merupakan terminal dari rangkaian pelatihan bagi UMKM dan calon perajin bidang fesyen dari berbagai daerah di Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p>Lalu, Kepala Perpustakaan Unand, Yasir merasa senang dan bangga dengan terselenggaranya pameran ini. Ia berharap agar kegiatan ini dapat menjadi media memperkenalkan motif-motif batik dari iluminasi naskah kuno Minangkabau, tidak hanya bagi mahasiswa, tapi masyarakat secara luas.</p>
<p>“Saya merasa senang dan bangga dengan adanya kegiatan seperti ini. Semoga pameran ini dapat memperkenalkan motif batik dari iluminasi naskah kuno Minangkabau, tidak hanya kepada mahasiswa, namun juga masyarakat luas, karena pameran dibuka untuk umum,” ujar Yasir.</p>
<p>Pameran, kata Yasir, diadakan selama satu bulan, mulai 1 sampai 31 November 2022. Waktu kunjungan dimulai pukul 08.30 &#8211; 16:00 WIB selama hari kerja.</p>
<p>Dijelaskan Yasir, pameran kali ini juga menampilkan berbagai item dari pemanfaatan ilmuniasi naskah kuno Minangkabau. Mulai dari batik produksi peserta lokakarya FBK SURI, jilbab, deta, sajadah, mukena, syal, hingga cap batik yang semuanya bermotif iluminasi naskah kuno Minangkabau.</p>
<p>Selain itu, juga menampilkan beragam foto, seperti naskah kuno beriluminasi, skriptorium, dan rekayasa iluminasi motif kain dari naskah kuno, hingga dokumentasi proses membatik.</p>
<p>Tidak hanya itu, pameran juga menampilkan secara khusus karya-karya hingga peralatan produksi batik dari Cating Buana Kreatif Padangpanjang dan Dewi Busana Batik Lunang. Keduanya merupakan rumah produksi batik yang pernah memproduksi motif dari iluminasi naskah kuno Minangkabau.</p>
<p>Julia (23) seorang peserta FBK yang batiknya banyak menarik minat pengunjung mengaku gembira dengan adanya pameran tersebut. Apalagi, batik yang ia produksi selama mengikuti lokakarya yang diselenggarakan SURI sesuai dengan ekspetasinya.</p>
<p>&#8220;Pameran ini setidaknya menjadi ajang penilaian bagi kami sebagai pembatik sekaligus peserta lokakarya, apakah karya yang kami produksi dapat diterima pasar nantinya. Paling tidak kami tahu di mana kelemahan dan kelebihan karya kami,” ujar Julia.</p>
<p>Sementara itu, Direktur SURI, Surya Selfika mengatakan, tujuan dari rangkaian kegiatan FBK agar peserta dapat mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk yang lebih menarik dan bernilai jual tinggi dari pemanfaatakan iluminasi naskah kuno.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/unand-serahkan-kip-kuliah-2022-kepada-1344-mahasiswa/">Unand Serahkan KIP Kuliah 2022 Kepada 1.344 Mahasiswa</a></strong></p>
<p>“Peserta diharapkan memiliki wawasan dan sensifitas yang tinggi terhadap khazanah budaya Minangkabau terutama manuskrip sebagai objek pengembangan hasil produk. Sehingga akan berdampak positif terhadap pengenalan ragam ilmuniasi manuskrip bagi masyarakat luas dari hasil produk yang dipromosikan,” katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/suri-dan-unand-gelar-pameran-motif-kain-iluminasi-naskah-kuno-minangkabau/">SURI dan Unand Gelar Pameran Motif Kain Iluminasi Naskah Kuno Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164358</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Tertunda Karena Covid-19, Kenduri Sko Tanjung Tanah di Kerinci Kembali Digelar</title>
		<link>https://langgam.id/sempat-tertunda-karena-covid-19-kenduri-sko-tanjung-tanah-di-kerinci-kembali-digelar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 May 2022 23:49:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kerinci]]></category>
		<category><![CDATA[naskah kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Naskah Melayu Tertua]]></category>
		<category><![CDATA[Sko Tanjung Tanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155737</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Acara Kenduri Sko Tanjung Tanah kembali kembali digelar di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Jumat (13/5/2022). Acara yang dijadwalkan 2020 lalu sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Acara diadakan oleh ratusan masyarakat dan tokoh adat di Tiga Luhak Tanjung Tanah, yaitu Luhak Depati Talam, Luhak Depati Bumi, Luhak Depati Sekumbang. Dalam acara juga mengundang Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan sebagai raja Koto Besar dari Dharmasraya Dalam acara ini diawali oleh berkumpulnya para depati di tiga luhah, tokoh adat, dan masyarakat Tanjung Tanah di Masjid Al Ihsan Tanjung Tanah. Semua pemimpin adat mengenakan pakaian</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempat-tertunda-karena-covid-19-kenduri-sko-tanjung-tanah-di-kerinci-kembali-digelar/">Sempat Tertunda Karena Covid-19, Kenduri Sko Tanjung Tanah di Kerinci Kembali Digelar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Acara Kenduri Sko Tanjung Tanah kembali kembali digelar di Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Jumat (13/5/2022). Acara yang dijadwalkan 2020 lalu sempat tertunda karena pandemi Covid-19.</p>
<p dir="ltr">Acara diadakan oleh ratusan masyarakat dan tokoh adat di Tiga Luhak Tanjung Tanah, yaitu Luhak Depati Talam, Luhak Depati Bumi, Luhak Depati Sekumbang. Dalam acara juga mengundang Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan sebagai raja Koto Besar dari Dharmasraya</p>
<p dir="ltr">Dalam acara ini diawali oleh berkumpulnya para depati di tiga luhah, tokoh adat, dan masyarakat Tanjung Tanah di Masjid Al Ihsan Tanjung Tanah. Semua pemimpin adat mengenakan pakaian adat masing-masing. Sementara Bupati Dharmasraya juga bergabung didampingi oleh ninik mamak dan tokoh LKAAM Dharmasraya.</p>
<p dir="ltr">Usai berkumpul, para peserta kenduri kemudian berjalan ke rumah pucuk Depati Talam yang berjarak beberapa puluh meter dari masjid. Perjalanan ini diiringi oleh ratusan masyarakat dan didampingi bunyi gong sebagai pengiring.</p>
<p dir="ltr">Kemudian rumah itu depati melakukan ritual pembersihan atau pemandian sko. Pemandian dilakukan dalam ember yang berisi air dengan campuran jeruk nipis. Diantara sko yang dibersihkan yaitu 24 lembah Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah, yang merupakan naskah Melayu tertua yaitu sejak abad 14.</p>
<p dir="ltr">Depati juga membersihkan enam ikat naskah dari daun lontar, sembilan macam kain dan baju, sebuah stempel dari tanah, dan baju kebesaran hakim.</p>
<p dir="ltr">Kemudian setelah dari rumah pucuk Depati Talam, proses berpindah ke rumah pucuk Depati Bumi. Semua depati, tokoh adat dan masyarakat kembali melakukan pawai berjalan kaki ke rumah pucuk Depati Bumi yang kembali diiringi bunyi gong. Jaraknya sekitar ratusan meter.</p>
<p dir="ltr">Di rumah pucuk Depati Bumi ini krmbali dilakukan proses pemandian sko yang terdiri satu kotak peti, satu buluh, dan lima macam kain berwarna. Proses dipimpin oleh pucuk Depati Bumi.</p>
<p dir="ltr">Selanjutnya berpindah ke rumah pucuk Depati Sekumbang. Proses berpindah kembali diiringi pawai dengan gong. Di sini proses pembersihan dilakukan terhadap sko yang terdiri dari satu buah peti dari seng, satu batang buluh, dan kain berwarna hitam, putih, dan merah putih.</p>
<p dir="ltr">Setelah selesai di tiga rumah pucuk depati, seluruh peserta kenduri sko dan masyarakat berkumpul di lapangan sekitar untuk mengikuti proses penyelesaian di hari itu dan kemudian acara Kenduri dilanjutkan keesokannya.</p>
<p dir="ltr">Pucuk Depati Talam Said Hanafi mengatakan sko merupakan pusako Melayu tertua di dunia. Isinya mengatur soal hidup kemasyarakatan, dan berbagai hukum. Sampai sekarang hukum itu masih digunakan oleh masyarakat Tanjung Tanah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Contohnya dalam upah petani di sawah memakai perpatuh, 10 kali 10 upahnya 1, kemudian ada lagi yang lain,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Selain pertanian, juga mengatur tindakan pencurian. Dalam hukum itu diatur bagaimana hukum mencuri ubi yang telah dipanen, ubi yang belum dipanen, dan ubi yang berada di bawah rumah berbeda-beda hukumnya.</p>
<p dir="ltr">Menurut dia, sko ini sudah disimpan ratusan tahun di Tanjung Tanah tepatnya sejak sekitar abad 14. Sko ini dimandikan setiap kenduri berlangsung.  Kenduri sendiri berlangsung berbeda-beda yaitu dimulai sekali 5 tahun, sekali 6 tahun, atau bagaimana keputusan bersama.</p>
<p dir="ltr">Terakhir sebelum ini acara Kenduri berlangsung pada tahun 2015. Kemudian rencananya dilangsungkan lagi tahun 2020 namun tertunda karena pembatasan diterapkan pemerintah akibat pandemi  Covid-19.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Setiap kenduri kita wajib memandikan dengan limau, fungsi limau untuk membersihkan pusako itu, kalau kita lihat di museum ada macam-macam cara menyimpan, pakai kapur lah dan lain-lain, kalau kita cukup pakai limau dan itu dilihat sampai sekarang masih awet,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sempat-tertunda-karena-covid-19-kenduri-sko-tanjung-tanah-di-kerinci-kembali-digelar/">Sempat Tertunda Karena Covid-19, Kenduri Sko Tanjung Tanah di Kerinci Kembali Digelar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155737</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengemas Memori Masa Lampau, Dreamsea Digitalisasi 20.914 Halaman Manuskrip Koleksi Surau Simaung di Sijunjung</title>
		<link>https://langgam.id/mengemas-memori-masa-lampau-dreamsea-digitalisasi-20-914-halaman-manuskrip-koleksi-surau-simaung-di-sijunjung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Apr 2019 02:31:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[manuskrip]]></category>
		<category><![CDATA[naskah kuno]]></category>
		<category><![CDATA[sastra minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[surau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=5705</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Hampir sebulan, sejak 22 Maret sampai 19 April 2019, enam filolog yang berasal dari tiga perguruan tinggi di Sumatera Barat yang terdiri dari Pramono, M. Yusuf, dan Yerri Satria Putra (Universitas Andalas), Ahmad Taufik Hidayat dan Chairullah (UIN Imam Bonjol), Yusri Akhimuddin (IAIN Batusangkar), dan dibantu dua orang dokumenter (Surya Selfika dan Harry Sofyan) mendeskripsikan dan mendigitalkan naskah-naskah koleksi Surau Simaung di Sijunjung. Tim yang terdiri dari delapan orang yang juga tergabung dalam organisasi profesi Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) cabang Sumatera Barat tersebut telah melakukan serangkaian penyelamatan isi dan fisik naskah di surau itu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengemas-memori-masa-lampau-dreamsea-digitalisasi-20-914-halaman-manuskrip-koleksi-surau-simaung-di-sijunjung/">Mengemas Memori Masa Lampau, Dreamsea Digitalisasi 20.914 Halaman Manuskrip Koleksi Surau Simaung di Sijunjung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>PalantaLanggam &#8211; </strong>Hampir sebulan, sejak 22 Maret sampai 19 April 2019, enam filolog yang berasal dari tiga perguruan tinggi di Sumatera Barat yang terdiri dari Pramono, M. Yusuf, dan Yerri Satria Putra (Universitas Andalas), Ahmad Taufik Hidayat dan Chairullah (UIN Imam Bonjol), Yusri Akhimuddin (IAIN Batusangkar), dan dibantu dua orang dokumenter (Surya Selfika dan Harry Sofyan) mendeskripsikan dan mendigitalkan naskah-naskah koleksi Surau Simaung di Sijunjung.</p>
<p class="p1">Tim yang terdiri dari delapan orang yang juga tergabung dalam organisasi profesi Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) cabang Sumatera Barat tersebut telah melakukan serangkaian penyelamatan isi dan fisik naskah di surau itu.</p>
<p class="p1">Kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi yang dijalankan oleh program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA). Program ini dilaksanakan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Jakarta (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia, bekerja sama dengan <i>Centre for the Study of Manuscript Cultures</i> (CSMC), University of Hamburg, Jerman, atas dukungan dari Arcadia Fund, lembaga filantropi asal London, Inggris, yang mendukung pelestarian warisan budaya, lingkungan, dan peradaban dunia.</p>
<p class="p1">Menurut Data Manager DREAMSEA, M. Nida’ Fadlan, kegiatan di Surau Simaung merupakan misi ke-11 sejak diluncurkan pada 24 Januari 2018 lalu. Program ini bertujuan untuk melestarikan naskah Asia Tenggara yang berada dalam kondisi terancam rusak karena alasan apa pun <i>(endangered)</i> sekaligus memiliki nilai penting <i>(affected) </i>dalam konteks masyarakat Asia Tenggara.</p>
<p class="p1">Surau Simaung memiliki koleksi 88 naskah (20.914 halaman naskah) dengan lebih dari 200 teks (kandungan isi naskah) di dalamnya. Sayangnya, sebagian besar naskah yang tersimpan di surau yang terletak di Jorong Tapian Diaro Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat tersebut sudah rusak dan mendekati kerusakan.</p>
<p class="p1">Selain melakukan pelestarian melalui alih media digital, DREAMSEA juga memberikan pendampingan kepada pemilik naskah mengenai tata cara perawatan fisiknya.</p>
<p class="p1">Naskah-naskah yang sudah didigitalkan akan diolah dan diunggah dalam sebuah repositori (perpustakaan digital) yang dapat diakses lebih luas untuk kepentingan umum termasuk kepentingan akademik.</p>
<p class="p1">Melalui langkah tersebut, DREAMSEA membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengeksplorasi kekayaan khazanah masyarakat Asia Tenggara di masa lampau tanpa menghilangkan jejak kepemilikannya.</p>
<p class="p1">Adapun fisik naskah tetap disimpan oleh pemiliknya masing-masing.</p>
<p class="p1"><b>Keragaman Koleksi Surau Simaung</b></p>
<p class="p1">Menurut A. Malin Bandaro Tuangku Mudo (pewaris dan <i>tuangku</i> Surau Simaung), 88 naskah itu merupakan peninggalan Syekh Kitabullah yang bergelar Syekh Malin Bayang (w. 1963). Naskah-naskah tersebut selama ini tersimpan di lemari dalam salah satu bangunan surau kecil di tengah-tengah dua surau besar.</p>
<p class="p1">Ruangan yang minim ventilasi dan penyimpanan naskah yang bertumpuk dengan benda lain membuat naskah banyak yang rusak.</p>
<p class="p1">Bahkan, ada dua naskah tebal yang sama sekali tidak dapat terbaca lagi karena kertasnya hancur.</p>
<p class="p1">Jika dibandingkan dengan koleksi naskah di surau-surau lain di Sumatera Barat, maka koleksi Surau Simaung lebih beragam teksnya.</p>
<p class="p1">Beberapa naskah yang cukup penting ditemukan di surau ini, seperti naskah <i>Mîzân al-Qarb</i> yang berisi empat bab.</p>
<p class="p1">Pertama, perhitungan tahun mulai dari perhitungan tahun dunia sejak zaman Nabi Adam, lahir Nabi Muhammad, dan hari kiamat. Kedua, tentang pembagian tahun Syamsiah dan Kamariah.</p>
<p class="p1">Ketiga, tentang sistem kalender hijriah <i>taqwîm</i>. Keempat, tentang penetapan puasa.</p>
<p class="p1">Dalam konteks wacana Islam lokal Minangkabau, teks takwim yang lengkap ini sangat penting. Perdebatan penentuan awal bulan dalam tahun Hijriah pernah menjadi perdebatan di kalangan ulama Minangkabau pada permulaan abad XX.</p>
<p class="p1">Selain tema takwim, naskah yang mengandung teks tentang takwil gempa dengan uraian yang panjang dan lengkap juga ditemukan di Surau Simauang.</p>
<p class="p1">Hal ini berbeda dengan naskah-naskah takwil gempa lainnya yang biasanya hanya berisi uraian singkat saja.</p>
<p class="p1">Dalam bidang tasawuf, koleksi Surau Simaung cukup lengkap, mulai naskah yang berisi ajaran martabat tujuh yang termuat dalam karya Syamsuddin Sumatrani (Rubai Hamzah Fansuri dan <i>Tubayyin al-Mulahazah al-Mawwâhib wa al-Mulhîd Fî Zikrillâh</i>); karya Syekh Abdurrauf Singkel (<i>Tanbîh al-Masyi</i>)<i>; </i>bahkan salinan naskah karya Ali Sirnawi, guru dari Syekh Ahmad al-Qusyasi yang berjudul <i>Mawâhib al-Khamsiyah</i>dan; dan, karya Sayyid Mahumud al-Husni al-Bukhari al-Qadiri al-Syattari yang berjudul <i>Diwâr al-Wujûd fi ‘Ilm al-Haqâ’iq. </i></p>
<p class="p1">Menariknya, di surau ini juga ditemukan naskah-naskah berkenaan dengan ajaran tasawuf dari tarekat Naqsyabandiyah yang ditulis oleh Arif Billah Ahmad Ibrahim.</p>
<p class="p1">Koleksi naskah di Surau Simaung juga diperkaya dengan naskah-naskah yang berisi teks pengetahuan tradisional, seperti cara menentukan kecocokan jodoh dengan menghitung nama pasangan, menenentukan kecocokan yang mengobati dengan yang diobati berdasarkan nama, melihat jenis pasangan dengan nama, melihat hal yang baik dan buruk berdasarkan <i>pala </i>(perjalanan)<i> </i>dan peredaran naga, bulan-bulan yang baik dalam satu tahun berdasarkan bulan-bulan yang dinamai dengan jenis binatang, hari yang baik untuk berjalan dan mendirikan rumah, meramal anak yang sedang dikandung apakah laki-laki atau perempuan, dan tanda-tanda gerak tubuh.</p>
<p class="p1">Penting juga dikemukakan bahwa, beberapa naskah di surau tersebut juga berisi teks genealogi tarekat Syattariyah di Minangkabau yang secara umum tidak diketahui sebelumnya.</p>
<p class="p1">Hal ini tentu saja menjadi informasi penting untuk mengungkap jaringan ulama lokal Minangkabau secara luas.</p>
<p class="p1"><b>Potensi Naskah-Naskah Surau Simaung</b></p>
<p class="p1">Surau Simaung adalah surau tarekat Syattariyah yang hingga kini masih dikunjungi oleh ribuan penziarah setiap tahunnya. Surau ini merupakan salah satu tempat wisata religi ziarah.</p>
<p class="p1">Sepanjang tahun, ribuan orang datang ke surau-surau tersebut untuk berbagai tujuan, baik membayar nazar, berziarah ke makam ulama, dan lain-lain.</p>
<p class="p1">Sayangnya, naskah-naskah dengan kekayaan kandungan (sastra, sejarah, hagiografi, agama, pengobatan tradisional dan lain-lain) dan keragaman iluminasi (ragam hias di dalam naskah) yang tersimpan di surau-surau tarekat itu belum terkelola dan dikembangkan.</p>
<p class="p1">Padahal, melalui penerbitan edisi teks dan rekayasa iluminasi menjadi motif kain (batik) akan memberi peluang untuk pengembangan ekonomi kreatif masyarakat pendukung surau-surau tarekat di Sumatera Barat.</p>
<p class="p1">Terbitan edisi teks naskah dan rekayasa iluminasi tersebut dapat menjadi ‘buah tangan’ bagi penziarah atau wisatawan.</p>
<p class="p1">Selain itu, naskah-naskah yang sudah dikemas rapi saat ini, dapat dipajang untuk dilihat oleh penziarah.</p>
<p class="p1">Penziarah dapat melihat khazanah naskah tersebut sebagai warisan intelektual ulama pada masa lampau.</p>
<p class="p1">Tentu ini akan menjadi nilai lebih Surau Simaung sebagai tujuan wisata ziarah religi.</p>
<p class="p1">Selain itu, tentu saja melalui naskah-naskah koleksi Surau Simaung akan membuka penelitian-penelitian keagamaan, falsafah, kesejarahan, kesusastraan, kebahasaan, dan kajian-kajian dengan sudut pandang yang lain.</p>
<p class="p1">Semoga digital naskah koleksi surau ini segera dapat diakses secara daring oleh khalayak luas. Harapan besar ini sesuai dengan tujuan akhir dari program DREAMSEA, yakni terbentuknya sebuah <i>repository</i> naskah digital Asia Tenggara yang dapat dimanfaatkan secara luas untuk memperkuat persatuan dalam keragaman bangsa Asia Tenggara.</p>
<p class="p1">Bagi pemerintah, khazanah naskah koleksi Surau Simaung merupakan aset kebudayaan. Naskah-naskah tersebut merupakan salah satu objek penting dalam pemajuan kebudayaan.</p>
<p class="p1">Pemerintah melalui Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 telah menempatkan naskah kuno (manuskrip) pada urutan kedua dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang telah ditetapkan.</p>
<p class="p1">Pemajuan kebudayaan di dalam undang-undang ini diartikan sebagai upaya meningkatkan ketahanan budaya dan konstribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan (Pasal 1 Ayat 3).</p>
<p class="p1">Pemajuan kebudayaan ini bertujuan untuk  mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengemas-memori-masa-lampau-dreamsea-digitalisasi-20-914-halaman-manuskrip-koleksi-surau-simaung-di-sijunjung/">Mengemas Memori Masa Lampau, Dreamsea Digitalisasi 20.914 Halaman Manuskrip Koleksi Surau Simaung di Sijunjung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5705</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/55 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-13 02:18:37 by W3 Total Cache
-->