<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Musik Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/musik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/musik/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 May 2024 03:55:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Musik Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/musik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Tampil di Youth Centre Padang, Musisi Asal Florida Pukau Penonton</title>
		<link>https://langgam.id/tampil-di-youth-centre-padang-musisi-asal-florida-pukau-penonton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2024 03:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=202434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id&#8211; Penonton dibuat heboh dengan penampilan Drew Tucker and The New Standard Band. Kuintet hip-hop, pop, dan jazz yang berbasis di Florida ini menampilkan serangkaian pertunjukan dan lokakarya pendidikan musik yang menampilkan vibraphone dan tuba untuk mendorong dialog bersama Komunitas Pemusik dan penonton lainnya. Mereka tampil memukau di hadapan penonton di Mini Teater, Youth Centre, Kota Padang, Sabtu (4/5/2024) sore. Penampilan yang luar biasa, instrumen unik seperti vibraphone dan tuba, grup musik mengeksplorasi musik jazz dapat menjadi sarana untuk mempromosikan nilai-nilai bersama seperti kebebasan berekspresi dan keberagaman. Permainan musik yang disajikan seperti kecintaan, penonton diajak mengikuti ritme musik, bukan hanya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tampil-di-youth-centre-padang-musisi-asal-florida-pukau-penonton/">Tampil di Youth Centre Padang, Musisi Asal Florida Pukau Penonton</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong>&#8211; Penonton dibuat heboh dengan penampilan Drew Tucker and The New Standard Band. Kuintet hip-hop, pop, dan jazz yang berbasis di Florida ini menampilkan serangkaian pertunjukan dan lokakarya pendidikan musik yang menampilkan vibraphone dan tuba untuk mendorong dialog bersama Komunitas Pemusik dan penonton lainnya.</p>



<p>Mereka tampil memukau di hadapan penonton di Mini Teater, Youth Centre, Kota Padang, Sabtu (4/5/2024) sore.</p>



<p>Penampilan yang luar biasa, instrumen unik seperti vibraphone dan tuba, grup musik mengeksplorasi musik jazz dapat menjadi sarana untuk mempromosikan nilai-nilai bersama seperti kebebasan berekspresi dan keberagaman.</p>



<p>Permainan musik yang disajikan seperti kecintaan, penonton diajak mengikuti ritme musik, bukan hanya sekadar genre musik biasa, tapi juga mengajak penonton untuk mengkespresikan sebuah instrumen lagu melalui berbagai ekspresi.</p>



<p>Wali Kota Padang yang diwakili Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Didi Aryadi mengatakan dengan kehadiran Drew Tucker and The New Standard dapat memberikan warna baru bagi musik di Kota Padang.</p>



<p>&#8220;Pemko Padang sangat mengapresiasi kunjungan ini, sekaligus mempererat hubungan antar Indonesia dengan Amerika Serikat yang sudah menjalin hubungan sejak 75 tahun,&#8221; kata Didi.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Konsulat Amerika untuk Sumatra Kristy Mordhost mengatakan acara yang disajikan ini bukan hanya sebatas penampilan saja, namun menjadi bukti ikatan antara Indonesia dengan Amerika Serikat.</p>



<p>&#8220;Musik menyatukan kita secara mendalam, khususnya pada ajang pertukaran budaya. Banyaknya anak muda yang bisa berkontribusi pada pertukaran pemuda, selain itu, Konsulat Amerika juga telah meresmikan &#8216;Education USA&#8217; di Medan, yang membahas cara bersekolah di Amerika Serikat,&#8221; jelasnya. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tampil-di-youth-centre-padang-musisi-asal-florida-pukau-penonton/">Tampil di Youth Centre Padang, Musisi Asal Florida Pukau Penonton</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202434</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Konser Bertajuk Eleutheromania Music Bakal Hadir di Padang, Ada Mahalini dan Rizky Febian</title>
		<link>https://langgam.id/festival-konser-bertajuk-eleutheromania-music-bakal-hadir-di-padang-ada-mahalini-dan-rizky-febian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jul 2023 12:41:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Konser Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=183911</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Exel Promosindo bakal mengadakan festival konser musik bertajuk Eleutheromania Music. Event ini dilaksanakan dalam rangka menghadirkan hiburan berkualitas untuk masyarakat Kota Padang. Eleutheromania Music ini akan diadakan pada Jumat, 25 Agustus 2023 di Pelataran Parkir Stadion GOR Haji Agus Salim. &#8220;Festival ini menawarkan pengalaman tak terlupakan dengan kombinasi unik antara performa yang menawan dan kuliner lezat,&#8221; ujar Public Relations Exel Promosindo, Shalsabilla Maharani dalam keterangan tertulis yang diterima langgam.id, Senin (10/7/203). Shalsabilla menambahkan, bahwa para penggemar musik akan dimanjakan performa luar biasa dari beberapa bintang ternama tanah air. Yaitu, Mahalini, Rizky Febian, Vierralate, dan Last Child yang akan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/festival-konser-bertajuk-eleutheromania-music-bakal-hadir-di-padang-ada-mahalini-dan-rizky-febian/">Festival Konser Bertajuk Eleutheromania Music Bakal Hadir di Padang, Ada Mahalini dan Rizky Febian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Exel Promosindo bakal mengadakan festival konser musik bertajuk Eleutheromania Music. Event ini dilaksanakan dalam rangka menghadirkan hiburan berkualitas untuk masyarakat Kota Padang.</p>



<p>Eleutheromania Music ini akan diadakan pada Jumat, 25 Agustus 2023 di Pelataran Parkir Stadion GOR Haji Agus Salim.</p>



<p>&#8220;Festival ini menawarkan pengalaman tak terlupakan dengan kombinasi unik antara performa yang menawan dan kuliner lezat,&#8221; ujar Public Relations Exel Promosindo, Shalsabilla Maharani dalam keterangan tertulis yang diterima langgam.id, Senin (10/7/203).</p>



<p>Shalsabilla menambahkan, bahwa para penggemar musik akan dimanjakan performa luar biasa dari beberapa bintang ternama tanah air. Yaitu, Mahalini, Rizky Febian, Vierralate, dan Last Child yang akan memukau panggung dengan penampilan yang tak terlupakan. </p>



<p>&#8220;Mereka akan menghadirkan lagu-lagu hits dan energi yang luar biasa untuk memompa semangat penonton,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain penyanyi-penyanyi nasional terkenal, terang Shalsabilla, Eleutheromania Music juga memberikan<br>kesempatan bagi bakat-bakat lokal Padang untuk berbagi panggung dengan mereka.</p>



<p>&#8220;Local heroes Padang akan membuktikan kepiawaian mereka dalam membawakan musik yang akan mengguncang panggung. Ini adalah momen yang tepat bagi mereka untuk menunjukkan bakat mereka kepada masyarakat Padang,&#8221; katanya.</p>



<p>Shalsabilla menjelaskan, tidak hanya konser musik yang akan mengisi hari, tetapi juga puluhan tenant makanan dan minuman yang akan memanjakan lidah. Pengunjung dapat menikmati makanan lezat sambil menikmati irama musik yang menggelegar.</p>



<p>&#8220;Festival ini menyediakan berbagai macam pilihan kuliner untuk memenuhi selera dan memastikan kepuasan pengunjung,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Bagi pengunjung yang ingin mengikuti Eleutheromania Music, kata Shalsabilla, tiket masih tersedia di KiosTix.com. Segera dapatkan tiket sebelum kehabisan! </p>



<p>&#8220;Informasi lebih lanjut tentang acara dapat ditemukan melalui akun Instagram resmi kami di @eleutheromaniamusic_,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Diketahui, Exel Promosindo merupakan penyelenggara acara yang berdedikasi untuk memberikan pengalaman luar biasa melalui berbagai acara yang diselenggarakan. Dengan fokus yang kuat pada kreativitas, inovasi, dan pelaksanaan yang sempurna, Exel Promosindo berusaha menciptakan momen-momen berkesan bagi klien dan peserta acara. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/festival-konser-bertajuk-eleutheromania-music-bakal-hadir-di-padang-ada-mahalini-dan-rizky-febian/">Festival Konser Bertajuk Eleutheromania Music Bakal Hadir di Padang, Ada Mahalini dan Rizky Febian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183911</post-id>	</item>
		<item>
		<title>The Beatbox House Asal Amerika Serikat, Gelar Konser di Youth Center Padang 7 Februari ini</title>
		<link>https://langgam.id/the-beatbox-house-asal-amerika-serikat-gelar-konser-di-youth-center-padang-7-februari-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2023 05:26:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=178957</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Band asal Amerika Serikat The Beatbox House akan tampil menghibur warga Kota Padang dalam rangka pertukaran budaya seni hiburan di Kota Padang. The Beatbox akan tampil pada 7 Februari 2023 mendatang di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center Kota Padang yang berlokasi di jalan Bagindo Aziz Chan No. 8 atau dihadapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang, pada pukul 19.00 Wib. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Padang Amrizal Rengganis, dalam keterangan tertulis Sabtu (4/2/20223). &#8220;Atas nama Pemerintah Kota Padang kami menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh Group Band asal</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/the-beatbox-house-asal-amerika-serikat-gelar-konser-di-youth-center-padang-7-februari-ini/">The Beatbox House Asal Amerika Serikat, Gelar Konser di Youth Center Padang 7 Februari ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Band asal Amerika Serikat The Beatbox House akan tampil menghibur warga Kota Padang dalam rangka pertukaran budaya seni hiburan di Kota Padang.</p>



<p>The Beatbox akan tampil pada 7 Februari 2023 mendatang di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center Kota Padang yang berlokasi di jalan Bagindo Aziz Chan No. 8 atau dihadapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Padang, pada pukul 19.00 Wib.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Padang Amrizal Rengganis, dalam keterangan tertulis Sabtu (4/2/20223).</p>



<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Kota Padang kami menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh Group Band asal Amerika. Ini tentunya akan sangat menarik karena bapak wali kota juga orang suka musik. Nanti akan kita duetkan mereka dengan pak wali untuk menabuh drum,&#8221; ujar Amrizal yang juga juru bicara Pemko Padang itu.</p>



<p>Amrizal menambahkan, bagi masyarakat Kota Padang ingin datang dapat melakukan konfirmasi kehadiran peserta dengan mengunjungi link http://bit.ly/pesertaamericanmusicabroad</p>



<p>&#8220;Kami berharap kegiatan ini hendaknya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Padang terutama bagi generasi muda yang cinta seni. Selain itu juga dapat meramaikan gedung youth center sebagai pusat kegiatan kreatifnya generasi muda Kota Padang,&#8221; kata Kabag Prokopim Setda Padang itu. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/the-beatbox-house-asal-amerika-serikat-gelar-konser-di-youth-center-padang-7-februari-ini/">The Beatbox House Asal Amerika Serikat, Gelar Konser di Youth Center Padang 7 Februari ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178957</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fikoh LIDA Luncurkan Lagu Terbarunya di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/fikoh-lida-luncurkan-lagu-terbarunya-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2021 13:26:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=127355</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Rafikoh Isnaini, artis jebolan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) Indosiar meluncurkan single atau lagu terbarunya di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (19/9/2021). Lagu ini berjudul &#8220;Akhir Penantian&#8221;. Fikoh, begitu sapaan akrabnya, sengaja meluncurkan lagu terbarunya di Kota Padang lantaran penggarapan lagu sepenuhnya dilakukan di Kota Padang. Mulai shooting video klip hingga rekaman. Menurut Fikoh, lagu ini mengisahkan seseorang dalam mencari pendamping hidup. Hingga menemukan akhir pencarian untuk berlabuh membangun mahligai rumah tangga. &#8220;Dari tahun ke tahun, waktu ke waktu sehingga dia menemukan akhir pencarian. Tempat berlabuh,&#8221; kata Fikoh yang didampingi suami yang sekaligus produsernya, Fomalhaut Zamel seorang desainer</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fikoh-lida-luncurkan-lagu-terbarunya-di-padang/">Fikoh LIDA Luncurkan Lagu Terbarunya di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Rafikoh Isnaini, artis jebolan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) Indosiar meluncurkan single atau lagu terbarunya di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (19/9/2021). Lagu ini berjudul &#8220;Akhir Penantian&#8221;.</p>
<p>Fikoh, begitu sapaan akrabnya, sengaja meluncurkan lagu terbarunya di Kota Padang lantaran penggarapan lagu sepenuhnya dilakukan di Kota Padang. Mulai shooting video klip hingga rekaman.</p>
<p>Menurut Fikoh, lagu ini mengisahkan seseorang dalam mencari pendamping hidup. Hingga menemukan akhir pencarian untuk berlabuh membangun mahligai rumah tangga.</p>
<p>&#8220;Dari tahun ke tahun, waktu ke waktu sehingga dia menemukan akhir pencarian. Tempat berlabuh,&#8221; kata Fikoh yang didampingi suami yang sekaligus produsernya, Fomalhaut Zamel seorang desainer nasional asal Sumbar, Minggu (19/9/2021).</p>
<p>Lagu &#8220;akhir penantian&#8221; diciptakan Marzoni sejak lima tahun lalu. Namun kemudian digarap dan diarasemen kembali khusus dibawakan oleh Fikoh.</p>
<p>Hal ini setelah Fikoh membangun mahligai rumah tangga besama Fomalhaut Zamel. Ia mengungkapkan, penggarapan kembali lagu tersebut dilakukan selama enam bulan.</p>
<p>&#8220;Dulu saya belum nikah, jadi belum pas membawakan lagunya. Setelah dua tahun pernikahan, baru membawa lagu ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Saya berharap lagu ini bisa menjadi semangat baru bagi fans dan masyarakat Indonesia. Mudah-mudahan semua berjalan baik bisa viral sehingga orang makin kenal dengan musik Indonesia,&#8221; sambung Fikoh.</p>
<p>Sementara itu, produser sekaligus suami Fikoh, Fomalhaut menyebutkan, situasi pandemi bukan berarti alasan untuk tidak berkarya. Pandemi justru memberikan hikmah yang luar biasa pada dirinya dan Fikoh untuk berkarya.</p>
<p>&#8220;Hikmahnya pada masa pandemi ini saya jadi punya banyak waktu di kampung halaman Kota Padang. Saya juga punya banyak waktu untuk ikut mengurus proses istri saya rekaman hingga peluncuran pada hari ini,&#8221; kata dia.</p>
<p>Secara teknik lagu ini memang memperlihatkan ciri khas suara Fikoh dalam bernyanyi. Fomalhaut optimis lagu ini bisa diterima oleh masyarakat karena memang musikalitasnya beda dari single sebelumnya.</p>
<p>Sebelumnya lagu berjudul &#8220;Warkah Cinta&#8221; bergenre dangdut Melayu dan akhir penantian bernuansa pop.</p>
<p>&#8220;Saya dulu tidak suka dangdut, tapi setelah punya istri penyanyi dangdut saya jadi suka lagu dangdut. Saya juga dulu tidak tahu lagu minang, justru dari Fikoh saya jadi mengetahui banyak lagu Minang karena dia banyak menyanyikan lagi Minang,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Fikoh sejak usia remaja hingga bangku kuliah sudah terbiasa tampil menyanyi dan ikut berbagai kompetisi. Saat di KDI ia berhasil melaju sampai posisi top 12 besar.</p>
<p>Kemudian Dangut Academy berbarengan bertahan di 21 besar. Akhirnya ikut LIDA yang mengukuhkan jalannya sebagai penyanyi setelah dinobatkan sebagai peserta terfavorit di sosmed.</p>
<p>Fikoh pun mengakui tawaran job Mul bankir saat dia masih di Dangdut Academy. Tahun 2019 dia berkenalan dengan desainer Indonesia Fomalhaut Zamel, saat itu Fikoh sebagai peserta dan Fomal menjadi Fashion Guru Fashion di LIDA.</p>
<p>Tawaran mulai bertambah, tidak hanya bernyanyi Fikoh pun mulai mencoba dunia akting. Sejak 2019 hingga sekarang Fikoh telah membintangi lebih dari 10 judul FTV.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fikoh-lida-luncurkan-lagu-terbarunya-di-padang/">Fikoh LIDA Luncurkan Lagu Terbarunya di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127355</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tips Dengarkan Musik yang Aman di Telinga</title>
		<link>https://langgam.id/tips-dengarkan-musik-yang-aman-di-telinga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2021 03:53:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=150983</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa gangguan pendengaran akibat masalah kebisingan tidak dapat dihindari seiring bertambahnya usia. Bahkan hampir 50 persen dari populasi yang berusia di atas 75 tahun mengalami gangguan pendengaran akibat usia. Namun, sekarang ini semakin banyak orang dewasa dan remaja kehilangan pendengaran mereka akibat mendengarkan musik yang berlebihan dan lingkungan yang terlalu bising. Baik itu acara radio favorit Anda, album lagu favorit, atau program radio di pagi hari, ada begitu banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menikmati musik. Lagu yang enak didengarkan atau lingkungan yang bising bisa menjadi faktor untuk menaikkan volume pada smartphone Anda. Secara terus-menerus mendengarkan musik atau konten</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tips-dengarkan-musik-yang-aman-di-telinga/">Tips Dengarkan Musik yang Aman di Telinga</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa gangguan pendengaran akibat masalah kebisingan tidak dapat dihindari seiring bertambahnya usia. Bahkan hampir 50 persen dari populasi yang berusia di atas 75 tahun mengalami gangguan pendengaran akibat usia. Namun, sekarang ini semakin banyak orang dewasa dan remaja kehilangan pendengaran mereka akibat mendengarkan musik yang berlebihan dan lingkungan yang terlalu bising.</p>
<p>Baik itu acara radio favorit Anda, album lagu favorit, atau program radio di pagi hari, ada begitu banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menikmati musik. Lagu yang enak didengarkan atau lingkungan yang bising bisa menjadi faktor untuk menaikkan volume <a href="https://iprice.co.id/infinix/ponsel-tablet/smartphone/">pada <em>smartphone</em> Anda</a>.</p>
<p>Secara terus-menerus mendengarkan musik atau konten audio lainnya dengan volume tinggi melalui <em>headset </em>dan terpapar suara keras ternyata dapat merusak pendengaran Anda. Seiring berjalannya waktu, mendengarkan suara keras dalam waktu lama bisa menyebabkan gangguan pendengaran, yang sulit untuk diobati dengan obat-obatan atau operasi. Padahal, salah satu kunci untuk mencegah kerusakan pendengaran pada telinga adalah memastikan tingkat keamanan saat mendengarkan musik.</p>
<p>Semakin keras Anda mendengarkan lagu, semakin pendek pula waktu Anda yang tersedia untuk mendengarkannya dengan aman. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa tips mengenai cara mendengarkan musik dengan aman dan mengurangi kemungkinan  Anda terkena gangguan pendengaran di usia dini.</p>
<h2>Kecilkan volume suara</h2>
<p>Tidak masalah untuk mendengarkan lagu dengan volume <a href="https://www.alodokter.com/ini-efek-samping-sering-pakai-headset">maksimal 60% dari volume maksimum</a> pada perangkat yang Anda gunakan. Lebih keras dari itu akan memunculkan risiko dalam jangka waktu yang lama. Usahakan untuk menghindari mendengarkan musik dengan volume yang maksimum dan jangan mencoba untuk sepenuhnya menghilangkan suara latar belakang di sekitar Anda.</p>
<p>Jika Anda tidak dapat mendengar apa pun selain musik Anda, bisa jadi volume tersebut sudah terlalu keras. Gunakan aplikasi pada <em>handphone</em> Anda untuk memantau eksposur suara yang dihasilkan. Terlepas dari apakah Anda menggunakan <em>earbuds</em> atau <em>headphone</em>, praktik yang baik adalah dengan membatasi volume perangkat mencapai 60% dari kapasitas maksimumnya dan menggunakannya tidak lebih dari 60 menit.</p>
<h2>Gunakan <em>headphone</em> dibandingkan <em>earbuds</em></h2>
<p>Pilih <em>headphone</em> yang sudah memiliki fitur peredam bising atau <em>noise cancellation</em>. Sebab <em>headphone</em> dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam meredam kebisingan luar dan  memungkinkan Anda mendengarkan musik dengan volume yang lebih rendah. Apabila Anda termasuk salah satu orang yang secara rutin menggunakan transportasi umum, perangkat ini jadi solusi yang tepat untuk perlindungan telinga Anda.</p>
<h2>Batasi waktu mendengarkan lagu secara intens</h2>
<p>Kerusakan pendengaran dari waktu ke waktu memang menjadi sesuatu normal akibat proses penuaan, tetapi Anda juga bisa mencegah gangguan pendengaran tersebut. Bukan hanya volume saja yang berkontribusi terhadap gangguan pendengaran, tetapi seberapa lama waktu Anda yang gunakan untuk mendengarkan. Pastikan untuk memberikan telinga Anda jeda istirahat rutin saat mendengarkan musik untuk mengurangi risiko gangguan pendengaran.</p>
<h2>Perhatikan tanda-tanda yang diberikan telinga Anda</h2>
<p>Setelah mendengarkan musik keras selama jangka waktu tertentu, Anda mungkin saja merasakan perasaan tersumbat atau suara mendesis. Hal-hal tersebut adalah sinyal bahwa suara yang sedang Anda dengarkan membuat penurunan pendengaran sementara.</p>
<p>Jika kejadian ini terjadi berulang-ulang, justru dapat meningkatkan risiko penurunan pendengaran secara permanen. Pilihlah perangkat yang memiliki fitur untuk mendengarkan dengan aman. Dengan bantuan tersebut, Anda juga harus memastikan untuk selalu melindungi pendengaran dari tingkat kebisingan yang berlebihan.</p>
<h2>Jangan tidur sambil menggunakan <em>headphone</em></h2>
<p>Mendengarkan musik juga diketahui berefek positif pada diri, tetapi <a href="https://langgam.id/ini-dampak-buruk-pada-tubuh-jika-terlalu-sering-memakai-earphone/">terdapat ada dampak negatif</a> yang juga bisa muncul dari mendengarkan melodi yang Anda sukai. Tertidur dengan <em>headphone</em> sambil mendengarkan musik juga bisa menyebabkan kerusakan permanen pada telinga.</p>
<p>Masalah seperti gangguan pendengaran, nekrosis kulit, dan kotoran telinga yang menumpukbisa jadi efek samping lainnya setelah menggunakan <em>headphone </em>dalam waktu lama. Sebagai alternatif, Anda bisa tidur dengan mendengarkan musik yang lembut pada volume rendah yang diletakkan tidak jauh dari tempat tidur Anda, misalnya dengan<em> Bluetooth speaker.</em></p>
<h2>Cek pendengaran Anda</h2>
<p>Lakukan pengecekan pendengaran sesegera mungkin jika Anda merasa kemampuan telinga menurun. Semakin dini gangguan pendengaran terdeteksi, semakin dini juga penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Anda juga bisa mempertimbangkan pemeriksaan secara rutin apabila Anda adalah seorang musisi atau seseorang yang bekerja di lingkungan bising.</p>
<p>Kerusakan pendengaran dari waktu ke waktu adalah bagian normal dari proses penuaan, tetapi Anda memiliki kendali atas seberapa cepat dan seberapa parah gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tips-dengarkan-musik-yang-aman-di-telinga/">Tips Dengarkan Musik yang Aman di Telinga</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">150983</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyanyi Asal Sijunjung Gerah Sukma Rilis Single Kelima &#8220;Ribuan Jam&#8221;</title>
		<link>https://langgam.id/penyanyi-asal-sijunjung-gerah-sukma-rilis-single-kelima-ribuan-jam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 04:51:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42597</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Gerah Sukma, musisi kelahiran Sijunjung, Sumatra Barat, merilis single kelima secara digital. Lagu berjudul &#8220;Ribuan Jam&#8221; tersebut sudah bisa didengarkan salah satunya, di youtube. Gerah Sukma adalah nama panggung Anugerah Sukma Agung. Pria yang lahir di Sijunjung pada 18 Juni 1991 itu sedang mencoba peruntungannya di industri musik indie Indonesia dengan menjadi penyanyi solo. &#8220;Lagu pertamanya, ‘Jakarta Mengubah Kita’ yang bercerita tentang kehidupan di Jakarta yang mengubah banyak hal dari seorang perantau dirilis Januari 2020 lalu. bisa didengar di gerai-gerai digital yang ada,&#8221; kata Yahya Ibrahim, promotion manager &#38; media relation Gerah Sukma, dalam rilis yang diterima Langgam.id,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penyanyi-asal-sijunjung-gerah-sukma-rilis-single-kelima-ribuan-jam/">Penyanyi Asal Sijunjung Gerah Sukma Rilis Single Kelima &#8220;Ribuan Jam&#8221;</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Gerah Sukma, musisi kelahiran Sijunjung, Sumatra Barat, merilis single kelima secara digital. Lagu berjudul &#8220;Ribuan Jam&#8221; tersebut sudah bisa didengarkan salah satunya, di youtube.</p>
<p>Gerah Sukma adalah nama panggung Anugerah Sukma Agung. Pria yang lahir di Sijunjung pada 18 Juni 1991 itu sedang mencoba peruntungannya di industri musik indie Indonesia dengan menjadi penyanyi solo.</p>
<p>&#8220;Lagu pertamanya, ‘Jakarta Mengubah Kita’ yang bercerita tentang kehidupan di Jakarta yang mengubah banyak hal dari seorang perantau dirilis Januari 2020 lalu. bisa didengar di gerai-gerai digital yang ada,&#8221; kata Yahya Ibrahim, promotion manager &amp; media relation Gerah Sukma, dalam rilis yang diterima Langgam.id, Kamis (28/5/2020).</p>
<p>‘Ribuan Jam’ merupakan lagu kelima yang dirilis secara digital oleh Gerah Sukma. Komposisi lagu dan musiknya dikerjakan sendiri oleh Gerah Sukma. Lirik ditulis Boy Candra. Artwork dibuat oleh Harry dan Video Lirik digarap oleh Stefan.</p>
<p>Lagu ini bercerita tentang seseorang yang melarikan diri sampai ibukota untuk melupakan seseorang, namun setelah ribuan jam berlalu ia sadar; ia tak juga berhasil melupakan seseorang itu.</p>
<p>Lirik &#8220;Ribuan Jam&#8221;:</p>
<p><em>Kau pernah menjadi abu / Melebur bersama tubuhku / Kubawa sampai ibukota/ Mengadu sedu derita / Pahit yang pernah kutelan / Tak habis dimakan zaman / Kau tetap saja melingkari/ Seisi kepalaku ini // Ribuan jam telah berlalu / Masih membekas namamu / Masih melekat saja wajahmu / Mengejarku seperti hantu / Reff : Kau liar yang menarikku tenggelam / Dalam liang dan luas dadamu / Kau sepi yang pernah ada / Membuat ku merasa waktu sedikit bermakna // Kau pernah menjadi air / Mengalir bersama fikiranku / Ku teguk lepas dahaga / Hilang semua, gerah jiwa / Manis yang pernah kuseduh / Tak sirna meskipun kujatuh / Tersimpan dalam abadi Yang tak bisa dihabisi.</em></p>
<p>(*/SS)</p>
<p><iframe title="Gerah Sukma - Ribuan Jam" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/-ZElFcvpuP4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penyanyi-asal-sijunjung-gerah-sukma-rilis-single-kelima-ribuan-jam/">Penyanyi Asal Sijunjung Gerah Sukma Rilis Single Kelima &#8220;Ribuan Jam&#8221;</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42597</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dewa Budjana, Trie Utami dan Purwa Tjaraka Konser Pakai Alat Musik Masa Lalu di Dharmasraya</title>
		<link>https://langgam.id/dewa-budjana-trie-utami-dan-purwa-tjaraka-konser-pakai-alat-musik-masa-lalu-di-dharmasraya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2020 14:47:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Pamalayu]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=22679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tiga musisi senior Indonesia akan tampil di Candi Padang Roco, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat Senin (6/1/2020) malam. Mereka adalah Dewa Budjana, salah satu gitaris terbaik Indonesia, Penyanyi Senior Trie Utami dan Komposer Senior Purwa Tjaraka. Yang istimewa, konser ini akan menggunakan alat musik dari abad ke-7 Masehi. Para musisi senior itu bersama 12 musisi lainnya tersebut tergabung dalam &#8220;Sound of Borobudur&#8221;. Mereka tampil dalam acara puncak Festival Pamalayu yang telah digelar Pemkab Dharmasraya dan Langgam Production, sejak Agustus 2019. Trie Utami dalam jumpa pers di Dharmasraya, pada Sabtu (4/1/2020) mengatakan, &#8220;Sound of Borobudur&#8221; mencoba menghidupkan kembali artefak dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dewa-budjana-trie-utami-dan-purwa-tjaraka-konser-pakai-alat-musik-masa-lalu-di-dharmasraya/">Dewa Budjana, Trie Utami dan Purwa Tjaraka Konser Pakai Alat Musik Masa Lalu di Dharmasraya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Tiga musisi senior Indonesia akan tampil di Candi Padang Roco, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat Senin (6/1/2020) malam. Mereka adalah Dewa Budjana, salah satu gitaris terbaik Indonesia, Penyanyi Senior Trie Utami dan Komposer Senior Purwa Tjaraka. Yang istimewa, konser ini akan menggunakan alat musik dari abad ke-7 Masehi.</p>
<p>Para musisi senior itu bersama 12 musisi lainnya tersebut tergabung dalam &#8220;Sound of Borobudur&#8221;. Mereka tampil dalam acara puncak Festival Pamalayu yang telah digelar Pemkab Dharmasraya dan Langgam Production, sejak Agustus 2019.</p>
<p>Trie Utami dalam jumpa pers di Dharmasraya, pada Sabtu (4/1/2020) mengatakan, &#8220;Sound of Borobudur&#8221; mencoba menghidupkan kembali artefak dan alat alat musik yang terpahat di relief panel Candi Borobudur.</p>
<p>Sebagaimana Ekspedisi Pamalayu yang merupakan ekspedisi persahabatan, menurutnya, &#8220;Sound of Borobudur&#8221; datang ke Dharmasraya, untuk melakukan ikatan-ikatan kebudayaan. &#8220;Kita beririsan secara peradaban. Karena memang kita bersaudara. Kita merupakan suatu tatanan besar.&#8221;</p>
<p>Apa yang ingin ditampilkan, menurutnya, adalah adalah bunyian peradaban. Alat musik masa lalu banyak sekali terpahat di relief Candi Borobudur. Alat musik dengan dawai mendominiasi. &#8220;Saya dibantu sepenuhnya dari awal sejak tahun 2016 oleh sahabat saya Dewa Budjana. Karena saya bukan pemain gitar, saya bukan pemain dawai.&#8221;</p>
<p>Trie Utami menilai, satu-satunya orang yang dianggapnya pantas untuk membawa dawai itu &#8220;ke depan&#8221; adalah Dewa Budjana. &#8220;Karena beliau gitaris yang bekerja sama dengan banyak sekali musisi kelas dunia, gitaris-gitaris kelas dunia. Tapi, beliau tidak pernah lupa untuk melakukan perilaku budayanya sebagai orang Bali, orang Nusantara,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dewa Budjana mengatakan, ia hanya melanjutkan apa yang sudah dirintis Trie Utami. &#8220;Saya hanya melanjutkan. Tapi memang saya punya kesenangan dengan sejarah, jadi melanjutkan sendiri-sendiri. Akhirnya kita ketemu lagi.&#8221;</p>
<p>Menurutnya, gambar alat musik yang ada di relief candi coba diinterpretasikan. &#8220;Karena memang tidak pernah tahu. Ada juga yang tidak kelihatan senarnya, misalnya. Tapi kami coba. Ada yang kelihatan tiga dawainya. Atau mungkin kita coba-coba sendiri. Ada yang ukurannya besar kami anggap bass. Ada yang lebih kecil,&#8221; kata gitaris grup band Gigi itu.</p>
<p>Menurutnya, alat musik yang ada di relief Candi Borobudur sudah tersebar hampir di seluruh dunia. &#8220;Jadi memang semuanya tersimpan di sana. Alat musik itu, cerita alat musik masa lampau yang akhirnya berkembang sampai seperti sekarang. Seperti alat musik sape di Kalimantan, bentuknya sama persis dengan yang ada di Borobudur.&#8221;</p>
<p>Begitu juga dengan gambus. &#8220;Mungkin orang lebih kenal di Mesir. Juga sudah ada di sana. Juga alat-alat tiup yang bentuknya macam-macam, jumlahnya ratusan mungkin,&#8221; ujar Budjana.</p>
<p>Selain itu, juga alat musik pukul. &#8220;Tentunya alat pukul lebih awal di peradaban musik. Basic sekali.&#8221;</p>
<p>Di seluruh dunia, menurutnya, juga ada musik ada tanpa senar tanpa alat pukul. &#8220;Seperti di Bali ada Kecak, cuma dengan mulut. Di Aceh, Saman. Jadi Negara kita itu sangat kaya sekali dengan musik,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Setelah diteruskan, menurutnya, jadi beberapa komposisi. &#8220;Ketemu Mas Purwa yang akhirnya bisa mengumpulkan &#8216;Sound of Borobudur&#8217; ini jadi dari berdua, bertiga, berempat akhirnya sampai delapan orang.&#8221;</p>
<p>Penampilan di Dharmasraya, menurut Budjana adalah konser perdana dari album yang belum beredar. &#8220;Kami berterima kasih, akhirnya kami bisa berkumpul, tampil pertama kali tanggal 6 malam ini. Jadi ini penampilan perdana dari album yang belum beredar, sebenarnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain Trie Utami dan Dewa Budjana, sejumlah musisi senior juga bergabung di Sound of Borobudur. Seperti Bintang Indrianto, Herwan Wiradireja, Mochamad Saatsyah, Jalu Gatot Pratidina, Victor Parulian, Dunung Basuki, Fariz Alawan, Taufan Irianto, Aktivano Cristian, Chaka Priambudi, Agusto Andreas dan Eko Suprianto.</p>
<p>Komposer senior Purwa Tjaraka menjadi eksekutif produser band besar ini. Purwa dalam wawancara seusai konferensi pers mengatakan, butuh waktu tiga tahun untuk menginterprestasikan gambar alat musik yang ada di relief menjadi alat musik yang sudah bisa dimainkan.</p>
<p>Menurutnya, saat ini sekitar 80 alat musik yang sudah ada punya dengan seluruh item bisa 180. &#8220;Kita ingin menujukkan interprestasi dari temuan kita di relief Candi Borobudur,&#8221; katanya.</p>
<p>Interprestasi tersebut, menurutnya, berdasar riset. &#8220;Interprestasi dari yang tergambar tanpa referensi bunyi apapun. Sehingga kita boleh berdebat soal (bunyi) ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Pembatas riset yang dilakukan tergantung kepada gambar di relief. &#8220;Yang tergambar itu hanya dawai, tiup, pukul, perkusi, gesek cuma satu. Jadi kita bikin komposisi, yang bisa didengarkan orang dengan baik, bisa dipertunjukan dilihat orang dan menarik. Sementara itu yang bisa dilakukan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Purwa, pada tahapnya nanti, bisa saja alat musik yang ditemukan di relief tersebut dibuat komposisi dengan back up alat musik saat ini, seperti orkestra di Tiongkok.</p>
<p>&#8220;Bisa saja kita lakukan itu nanti. Tapi untuk awal kita ingin memperlihatkan ini lho interprestasi awalnya. Konsep kita singkat dan padat, sederhana. Kita ingin memperkenalkan kepada banyak orang, ini peradaban abad ke-7 yang digambarkan di relief itu yang coba kita bunyikan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Menurutnya, band akan membawakan sejumlah lagu daerah maupun Indonesia.&#8221;Kita ingin menunjukan bahwa alat musik ini bisa dimainkan dengan lagu macam-macam.&#8221;</p>
<p>Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang hadir dalam jumpa pers tersebut mengucapkan terima kasih atas kesediaan Sound of Borobudur bermain pertama kali di Candi Padang Roco, Dharmasraya.</p>
<p>Menurutnya, penggalian peradaban masa lalu seperti yang dilakukan Sound of Borobudur, akan memperkaya aset bangsa hari ini. &#8220;Semakin digali, semakin menjadi aset bagi kita,&#8221; katanya. (*/Rahmadi)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dewa-budjana-trie-utami-dan-purwa-tjaraka-konser-pakai-alat-musik-masa-lalu-di-dharmasraya/">Dewa Budjana, Trie Utami dan Purwa Tjaraka Konser Pakai Alat Musik Masa Lalu di Dharmasraya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22679</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sebentar Lagi Tugu Rabab Pasisia Berdiri di Painan</title>
		<link>https://langgam.id/sebentar-lagi-tugu-rabab-pasisia-berdiri-di-painan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2019 16:05:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati dan Wali Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[rabab pasisia]]></category>
		<category><![CDATA[seni minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=4978</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Sebentar lagi Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), bakal memiliki Tugu Rabab Pasisia sebagai ikon daerah setempat yang rencananya akan di bangun di kawasan Bukit Putus, Kecamatan IV Jurai, Kota Painan. Bupati Pessel Hendrajoni mengatakan, berdirinya sebuah tugu di suatu daerah merupakan ciri khas yang melambangkan wilayah tersebut. Menurut dia, untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Kabupaten Pesisir Selatan adalah satu-satunya daerah yang terkenal dengan gesekan Biola Rabab. &#8220;Sebab di Pesisir Selatan ini kebudayaan itu tidak boleh hilang. Jadi, tahun ini akan kita dirikan patung Rabab Pasisia sebagai ikon daerah agar kelak anak cucu kita tidak lupa,&#8221; ujar Hendrajoni tempo hari. Menurutnya,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sebentar-lagi-tugu-rabab-pasisia-berdiri-di-painan/">Sebentar Lagi Tugu Rabab Pasisia Berdiri di Painan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PalantaLanggam &#8211; </strong>Sebentar lagi Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), bakal memiliki Tugu Rabab Pasisia sebagai ikon daerah setempat yang rencananya akan di bangun di kawasan Bukit Putus, Kecamatan IV Jurai, Kota Painan.</p>
<p>Bupati Pessel Hendrajoni mengatakan, berdirinya sebuah tugu di suatu daerah merupakan ciri khas yang melambangkan wilayah tersebut. Menurut dia, untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Kabupaten Pesisir Selatan adalah satu-satunya daerah yang terkenal dengan gesekan Biola Rabab.</p>
<p>&#8220;Sebab di Pesisir Selatan ini kebudayaan itu tidak boleh hilang. Jadi, tahun ini akan kita dirikan patung Rabab Pasisia sebagai ikon daerah agar kelak anak cucu kita tidak lupa,&#8221; ujar Hendrajoni tempo hari.</p>
<p>Menurutnya, ide membuat Tugu Rabab Pasisia sudah muncul sejak lama, namun baru direalisasikan oleh pemerintah daerah 2019 ini melalui APBD.</p>
<p>&#8220;Anggarannya sekitar 1 miliar lebih. Pemborongnya sudah oke. Nanti kita datangkan ahli patung dari Sukabumi,&#8221; katanya.</p>
<p>Bupati menjelaskan, keberadaan Tugu Rabab Pasisia tidak sekadar simbol daerah semata, namun gesekan rabab oleh yang empunya sudah dikenal dikalangan para raja-raja yang saat itu Pesisir Selatan masih dikenal dengan sebutan Banda Sapuluah.</p>
<p>&#8220;Dari cerita nenek moyang kita terdahulu, saat raja-raja berkuasa pada masa penjajahan Belanda dan Portugis, rakyat kita hidup sejahtera, aman dan sentosa. Hasil padi dan laut berlimpah. Jadi, kegembiraan itu ditandai dengan gesekan biola rabab,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Menurut bupati, sesuai masterplan dari dinas terkait, patung yang berdiri kokoh di kawasan Bukit Putus, Kacamatan IV Jurai, Painan itu, nantinya dibuat persis seperti orang sedang berabab, namun siapa tokoh yang menjadi sosok pada patung itu tidak disebutkan namanya.</p>
<p>&#8220;Siapa orangnya kita tidak sebutkan. Kalau di pajang nama orangnya, takut yang lain komplain. Sebab, kita tahu masyarakat Pessel banyak yang pintar-pintar main rabab. Jika perlu, nanti patung saya saja yang di pajang,&#8221; katanya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sebentar-lagi-tugu-rabab-pasisia-berdiri-di-painan/">Sebentar Lagi Tugu Rabab Pasisia Berdiri di Painan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4978</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Talempong Pacik di Galanggang Rang Balai Gurah</title>
		<link>https://langgam.id/talempong-pacik-di-galanggang-rang-balai-gurah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Syahrul Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2019 13:56:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[festival seni]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dua orang berdiri, laki-laki dan perempuan, masing-masing memegang alu, kayu sepanjang lebih kurang 1,5 meter yang digunakan untuk menumbuk padi. Di sekitarnya, beberapa pemusik berbagai usia duduk membentuk leter U, masing-masingnya memegang alat musik indang, talempong, canang serta aguang atau gong. Satu orang duduk di belakang jejeran beberapa gandang tambua. Sementara satu orang lainnya, pria dengan rambut panjang duduk menghadap kerumunan penonton dengan sebuah jimbe di tangannya. Dialah Alex Septiono, penabuh jimbe yang sekaligus sebagai komposer dari pertunjukan musik dengan judul Bakacintuang tersebut. Tabuhan perkusi yang energik dari berbagai instrumen pukul cukup untuk menarik perhatian masyarakat. Membuat yang berdiri jauh</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/talempong-pacik-di-galanggang-rang-balai-gurah/">Talempong Pacik di Galanggang Rang Balai Gurah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dua orang berdiri, laki-laki dan perempuan, masing-masing memegang alu, kayu sepanjang lebih kurang 1,5 meter yang digunakan untuk menumbuk padi.</p>
<p>Di sekitarnya, beberapa pemusik berbagai usia duduk membentuk leter U, masing-masingnya memegang alat musik indang, talempong, canang serta aguang atau gong.</p>
<p>Satu orang duduk di belakang jejeran beberapa gandang tambua. Sementara satu orang lainnya, pria dengan rambut panjang duduk menghadap kerumunan penonton dengan sebuah jimbe di tangannya.</p>
<p>Dialah Alex Septiono, penabuh jimbe yang sekaligus sebagai komposer dari pertunjukan musik dengan judul Bakacintuang tersebut.</p>
<p>Tabuhan perkusi yang energik dari berbagai instrumen pukul cukup untuk menarik perhatian masyarakat. Membuat yang berdiri jauh untuk lebih mendekat ke tempat pertunjukan, kemudian mengeluarkan smartphone untuk mengabadikan pertunjukan itu.</p>
<p>Selepas pembukaan yang berlangsung singkat, sunyi malam di Jorong Koto Tuo Nagari Balai Gurah Kecamatan Ampek Angkek Canduanh, Agam itu kemudian dipecah oleh alunan sarunai.</p>
<p>Tidak hanya sarunai, alunan instrumen tiup tradisional Minang lainnya, seperti pupuik tanduak dan pupuik lambok juga ikut membangun suasana sebagai pengantar ke bagian tengah pertunjukan.</p>
<p>Memasuki bagian tengah pertunjukan, dengan tempo sedang, talempong pacik sebagai instrumen utama mulai muncul dengan iramanya yang khas.</p>
<p>Pada bagian ini, berbagai pola dimainkan dengan beberapa jenis instrumen, setidaknya terdapat pola indang, permainan gandang tambua serta gong.</p>
<p>Akan tetapi, pola yang paling menonjol adalah pola permainan talempong pacik yang biasa disebut dengan istilah gua.</p>
<p>Terdapat sebanyak lima gua tradisi yang dieksplorasi, yaitu Gua Rumah Gadang, Gua Indang, Gua Tari Piriang, Gua Taratak dan Gua Sawai Kamalaman.</p>
<p>Memasuki bagian akhir, tempo permainan mulai ditingkatkan, bagian ini hanya mengeksplor Gua Rumah Gadang, permainan dengan tempo cepat tersebut diwarnai dengan paningkah dari talempong yang seolah ingin menginterprestasikan istilah bakacintuang.</p>
<p>Bakacintuang sendiri merupakan judul karya yang ditampilkan oleh kelompok musik Legusa asal Nagari Sikabukabu Tanjuang Aro Padang Panjang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat.</p>
<p>Bakancintuang merupakan ungkapan yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk menyebut lahapnya makan seseorang ketika diadakan tradisi makan bajamba atau makan bersama.</p>
<p>Menurut Alex, istilah bakacintuang yang sulit jika dideskripsikan itu divisualisasikan dengan alunan talempong pacik bersama beberapa instrumen pukul lainnya.</p>
<p><strong>Pelestarian Talempong Pacik</strong></p>
<p>Dijadikannya talempong pacik sebagai ide utama dari karya tersebut merupakan salah satu upaya Alex bersama rekan-rekannya untuk melestarikan alat musik tradisional tersebut.</p>
<p>Alex menyebutkan, dalam pelestarian itu, yang menjadi sasaran adalah permainan talempong pacik, bukan semata talempong secara wujud fisik.</p>
<p>Selama melakukan riset di daerah Nagari Sikabubu, terdapat dua gua tradisi yang menurutnya menjadi ciri khas daerah tersebut, yaitu Gua Taratak dan Gua Sawai Kamalaman.</p>
<p>Sebenarnya, Nagari Sikabukabu yang terdiri enam jorong itu telah memiliki grup seni talempong pacik di tiap-tiap jorongnya dan dimainkan oleh kaum ibu.</p>
<p>Alex yang merupakan lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang itu menyebutkan, melalui garapan karya tersebut ia berupaya membangkitkan kembali semangat berkesenian di tengah masyarakat, terutama di kalangan anak-anak.</p>
<p>&#8220;Beberapa seniman tradisi tersebut berkeinginan agar generasi muda juga memiliki kepandaian bermain talempong pacik,&#8221; katanya seusai tampil di Medan Bapaneh Jorong Koto Tuo Nagari Balai Gurah.</p>
<p>Penampilan yang menghabiskan waktu lebih kurang 20 menit itu pada umumnya melibatkan anak-anak dari tingkat SD hingga SMA.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, pada dasarnya, talempong pacik dimainkan oleh tiga pemain secara bersamaan dengan masing-masing pemain memegang dua talempong.</p>
<p>Setiap pemain, menurut Alex akan memainkan pola yang berbeda, masing-masingnya disebut dengan istilah, jantan, batino dan paningkah.</p>
<p>Sekalipun setiap orang mamainkan pola yang berbeda, ketika dimainkan bersamaan maka akan membentuk keutuhan melodi yang dikenal dengan sebutan bajalin</p>
<p><strong>Hiburan Anak Nagari</strong></p>
<p>Sebelumnya, keberadaan talempong pacik hanya dimainkan ketika ada prosesi adat kelompok yang anggotanya adalah kaum ibu.</p>
<p>Melalui garapan karya Bakacintuang yang ditampilkan dalam festival anak nagari atau Sentak Arts Festival (SAF) pada 23 Februari 2019 itu, permainan talempong pacik kembali hadir sebagai permainan anak nagari.</p>
<p>Sekalipun tidak dihadirkan dengan gaya tradisional sebagaimana biasanya, akan tetapi dominasi talempong pacik masih dapat diinikmati dalam garapan yang mengarah pada kategori garapan world music tersebut.</p>
<p>Dalam festival yang dikelola secara secara swadaya oleh masyarakat nagari Balai Gurah itu, talempong kembali mendapatkan perhatian dari masyarakat sebagai kesenian tradisional di tengah popularitas seni modern.</p>
<p>Sebelumnya, Direktur Festival SAF, Fandi Pratama mengatakan pelaksanaan festival itu memang dititikberatkan pada potensi nagari yang selanjutnya dihadirkan dalam wujud pertunjukan seni.</p>
<p>Tidak hanya potensi Nagari Balai Gurah, festival ini juga menghadirkan kelompok-kelompok kesenian dari beberapa daerah di luar Agam, seperti Kabupaten Tanah Datar, Limapuluh Kota dan Kota Padang</p>
<p>Festival yang menghadirkan ragam seni pertunjukan dari seni tradisi hingga kontemporer tersebut cukup mendapatkan sambutan baik dari masyarakat, baik masyarakat Nagari Balai Gurah maupun daerah-daerah lain di Sumatra Barat.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/talempong-pacik-di-galanggang-rang-balai-gurah/">Talempong Pacik di Galanggang Rang Balai Gurah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2810</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Silaturahmi Budaya Lewat Padang Multikultural Festival</title>
		<link>https://langgam.id/silaturahmi-budaya-lewat-padang-multikultural-festival/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2019 01:52:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2498</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Pariwisata Sumatra Barat dan Himpunan Tjinta Teman (HTT) mengadakan Padang Multikultural Festival (Pamfest) selama tiga hari antara 16-18 Februari di Pelataran Kelenteng Lama, Kawasan Kota Tua Padang. Setelah dibuka pada Sabtu (16/2/2019) malam, acara dimulai dengan penampilan musik Kolaborasi Talago Buni dan Musisi Nusantara Gambang Long See Tong. Dalam grup musik tersebut anggotanya merupakan paduan dari berbagai etnis yang ada di Kota Padang. Selain anggotanya, grup tersebut juga membawakan lagu dalam berbagai bahasa daerah. Walau cuaca hujan, terlihat puluhan warga Kota Padang tetap ikut menonton acara Pamfest ini. Edy Utama, Direktur Festival dan Kreator Pamfest, mengatakan bahwa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/silaturahmi-budaya-lewat-padang-multikultural-festival/">Silaturahmi Budaya Lewat Padang Multikultural Festival</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dinas Pariwisata Sumatra Barat dan Himpunan Tjinta Teman (HTT) mengadakan Padang Multikultural Festival (Pamfest) selama tiga hari antara 16-18 Februari di Pelataran Kelenteng Lama, Kawasan Kota Tua Padang.</p>
<p>Setelah dibuka pada Sabtu (16/2/2019) malam, acara dimulai dengan penampilan musik Kolaborasi Talago Buni dan Musisi Nusantara Gambang Long See Tong. Dalam grup musik tersebut anggotanya merupakan paduan dari berbagai etnis yang ada di Kota Padang. Selain anggotanya, grup tersebut juga membawakan lagu dalam berbagai bahasa daerah.</p>
<p>Walau cuaca hujan, terlihat puluhan warga Kota Padang tetap ikut menonton acara Pamfest ini.</p>
<p>Edy Utama, Direktur Festival dan Kreator Pamfest, mengatakan bahwa acara yang diadakan merupakan upaya mempresentasikan atau menggambarkan betapa kayanya kota Padang dalam kehidupan seni dan budaya khususnya musik.</p>
<p>&#8220;Secara musikal banyak hal menarik yang dimiliki berbagai budaya, kemudian unsur-unsur tersebut dapat disambung sebagai sebuah silaturahmi budaya,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, menurut Edy lewat acara ini juga ingin menggambarkan bahwa Sumatra Barat tidak homogen tetapi juga heterogen. Menurutnya di Sumbar ada banyak etnis lain yang sudah tinggal sejak lama dan memiliki budaya yang terus berkembang.</p>
<p>&#8220;Sangat heterogen, tidak hanya Minangkabau, tapi disini juga ada budaya lain seperti etnies Jawa, Nias, Mentawai, dan Melayu. Hal tersebut memperkaya dan memberikan rahmat bagi kita agar menghidupkan budaya ini secara demokratis,&#8221; katanya.</p>
<p>Dari keterangan Edy tercatat ada 10 etnies di Kota Padang yang tergabung dalam acara tersebut. Diantaranya ada Minang, Jawa, Sunda, Batak, Mentawai, Bali, Melayu, dan Tionghoa.</p>
<p>Selain musik, dalam acara ini juga akan menampilkan tarian dan nyanyian rakyat serta penampilan kuda lumping pada hari ke dua dan ke tiga nantinya.</p>
<p>&#8220;Kita ingin mendialogkan bermacam-macam budaya yang ada di masyarakat ini dalam satu even,&#8221; kata Edy.</p>
<p>Edy juga mengatakan bahwa acara kali ini adalah yang pertama kali diselenggarakan. Kedepan ia berencana agar acara ini terselenggara setiap tahunnya. Menurutnya acara Pamfest adalah tempat orang-orang berkontribusi dalam bidang kebudayaan di Sumatra Barat.</p>
<p>Dengan diadakannya acara ini, Edy berharap agar semua orang benar-benar memberikan tempat dan penghargaan sebaik-baiknnya kepada keberagaman yang dimiliki oleh Kota Padang.</p>
<p>&#8220;Kita ingin semua orang betul-betul memberikan tempat untuk keberagaman yang dimiliki, karena keberagaman adalah sesuatu yang indah,&#8221; katanya.</p>
<p>Tokoh Pendidikan Fasli Jalal yang hadir dalam acara itu memberikan apresiasi terhadap adanya acara Pamfest. Menurutnya kebudayaan dan seni adalah sesuatu yang membuat dirinya bangga menjadi orang Indonesia.</p>
<p>&#8220;Ke manapun kita pergi, di luar negeri, orang selalu memberikan tepuk tangan yang meriah terhadap penampilan seni dan musik tradisional dari Indonesia. Kita adalah kelas dunia untuk seni. Itu selalu membuat saya bangga menjadi orang Indonesia,&#8221; kata mantan wakil menteri pendidikan era SBY itu.</p>
<p>Menurutnya Indonesia harus selalu menjaga keberagaman, karena hanya Indonesia yang memiliki keberagaman dalam banyak hal.</p>
<p>&#8220;Karena di Indonesialah bertemunya banyak keberagaman, kekayaan kita adalah lintas agama, lintas etnis, dan lintas budaya,&#8221; katanya. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/silaturahmi-budaya-lewat-padang-multikultural-festival/">Silaturahmi Budaya Lewat Padang Multikultural Festival</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2498</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/84 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-02 03:42:34 by W3 Total Cache
-->