<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Minang Diaspora Network Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/minang-diaspora-network/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/minang-diaspora-network/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Sep 2026 00:12:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Minang Diaspora Network Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/minang-diaspora-network/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Minang Diaspora dari Malaysia Telusuri Jejak Leluhur di Tanah Datar</title>
		<link>https://langgam.id/minang-diaspora-dari-malaysia-telusuri-jejak-leluhur-di-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 00:12:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=258764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Minang Diaspora Network Global dari Malaysia menelusuri jejak leluhur Minangkabau di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kunjungan tersebut dilakukan dengan mendatangi sejumlah lokasi wisata, budaya, dan situs bersejarah Minangkabau. Rombongan yang dipimpin Ketua Delegasi Minang Diaspora Network Global Prof. Madya DR. Norailis AB Wahab itu diterima Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, Selasa (8/9/2026) malam di Indojolito Batusangkar. Sebelum dijamu makan malam oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, rombongan mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Minangkabau. Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya Masjid Islah dan Kuburan Panjang di Nagari Pariangan, Batu Batikam, Batu Basurek, Istano</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/minang-diaspora-dari-malaysia-telusuri-jejak-leluhur-di-tanah-datar/">Minang Diaspora dari Malaysia Telusuri Jejak Leluhur di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Langgam.id</strong> — Minang Diaspora Network Global dari Malaysia menelusuri jejak leluhur Minangkabau di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kunjungan tersebut dilakukan dengan mendatangi sejumlah lokasi wisata, budaya, dan situs bersejarah Minangkabau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rombongan yang dipimpin Ketua Delegasi Minang Diaspora Network Global Prof. Madya DR. Norailis AB Wahab itu diterima Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, Selasa (8/9/2026) malam di Indojolito Batusangkar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum dijamu makan malam oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, rombongan mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Minangkabau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya Masjid Islah dan Kuburan Panjang di Nagari Pariangan, Batu Batikam, Batu Basurek, Istano Basa Pagaruyung, serta UIN Mahmud Yunus Batusangkar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Minang Diaspora Network-Global Prof. Fasli Jalal mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum bagi generasi keturunan Minangkabau di Malaysia untuk mengenal lebih dekat asal-usul dan sejarah leluhurnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ada sekitar 600 ribu generasi keturunan Minang yang menjadi warga Malaysia saat ini. Seperti yang berkunjung hari ini merupakan para akademisi yang merupakan keturunan Minang, potensi ini yang coba kita maksimalkan,” ujarnya dikutip Kamis (10/9/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, hubungan emosional keturunan Minangkabau di Malaysia dengan kampung halaman masih cukup kuat. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak diaspora Minang kembali mengunjungi daerah asal leluhurnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semoga kegiatan ini memberikan dampak ke depan, dan semakin banyak keturunan Minang yang kembali berkunjung ke kampung halaman,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fasli menyebut kunjungan Minang Diaspora Network Global tidak hanya bertujuan wisata dan silaturahmi. Kegiatan tersebut juga diharapkan membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun tema kunjungan Minang Diaspora tersebut yakni “Mengenal Rumah Asal Peradaban Minangkabau”, “Menelusuri Jejak Leluhur”, “Mengalami Kehidupan Orang Minangkabau”, dan “Minangkabau Mendunia”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Delegasi Minang Diaspora Network Global Prof. Madya DR. Norailis AB Wahab juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan fasilitasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami tadi sudah mengunjungi beberapa destinasi wisata dan budaya bersejarah di Tanah Datar, terima kasih atas pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Norailis juga mengungkapkan memiliki sebuah film yang diproduksi pada 1920-an tentang Raja Melewar, seorang pangeran utusan Kerajaan Pagaruyung yang dikisahkan memiliki peran dalam menyatukan wilayah-wilayah Minangkabau di Tanah Melayu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film tersebut, kata dia, akan direstorasi agar dapat kembali ditonton dan menjadi salah satu bukti sejarah keterikatan Minangkabau dengan Malaysia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Insya Allah, film yang menjadi bukti sejarah keterikatan Minangkabau dengan Malaysia kita restorasi, sehingga layak ditonton kembali dan akan kita tayangkan di sini nanti,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyambut baik kedatangan Minang Diaspora Network Global. Ia menyebut meski para keturunan Minang telah tinggal di negara berbeda, hubungan dengan tanah asal tetap perlu dijaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Alhamdulillah, Kabupaten Tanah Datar menjadi salah satu wilayah kunjungan dari Minang Diaspora. Kami ucapkan terima kasih dan rasa bahagia menyambut dunsanak, saudara kami. Walaupun telah berbeda negara namun rasa Minang masih tinggi, kami harap rasa itu terus dipertahankan,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ahmad Fadly mengatakan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terbuka terhadap peluang kerja sama dengan Minang Diaspora Network Global, baik di bidang pariwisata, budaya, pendidikan maupun bidang lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi sejumlah lokasi lainnya di Tanah Datar, di antaranya Puncak Pato dan rumah sulaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, Asisten Administrasi Umum Sri Mulyani, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Alfi Hidayati, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mulkhairi, serta undangan lainnya. (HER)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/minang-diaspora-dari-malaysia-telusuri-jejak-leluhur-di-tanah-datar/">Minang Diaspora dari Malaysia Telusuri Jejak Leluhur di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">258764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Mukhni, Orang Tanjung Barulak yang Menjadi Dosen dan Guru Mengaji di Malaysia</title>
		<link>https://langgam.id/kisah-mukhni-orang-tanjung-barulak-yang-menjadi-dosen-dan-guru-mengaji-di-malaysia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 07:02:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Barulak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=244335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sore itu, Sabtu, 7 Maret 2026, angin Ramadan berembus lembut di sebuah rumah yang asri di Taman Tun Teja, Rawang, Selangor, Malaysia. Taman dengan pepohonan rindang terhampar di seberang halaman rumah yang tenang. Di ruang tamu sederhana itulah Mukhni, B.A., menyambut penulis dengan senyum hangat. Suasana puasa membuat percakapan terasa lebih khidmat. Di balik wajah teduhnya, tersimpan perjalanan panjang seorang anak kampung dari Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh, Tanah Datar, yang menempuh jalan berliku hingga menjadi dosen bahasa Arab dan al-Quran di Singapura dan Malaysia. “Umur 14 tahun saya sudah pergi ke Arab (Saudi) sebagai tukang jahit,” kenang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kisah-mukhni-orang-tanjung-barulak-yang-menjadi-dosen-dan-guru-mengaji-di-malaysia/">Kisah Mukhni, Orang Tanjung Barulak yang Menjadi Dosen dan Guru Mengaji di Malaysia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Sore itu, Sabtu, 7 Maret 2026, angin Ramadan berembus lembut di sebuah rumah yang asri di Taman Tun Teja, Rawang, Selangor, Malaysia. Taman dengan pepohonan rindang terhampar di seberang halaman rumah yang tenang. Di ruang tamu sederhana itulah Mukhni, B.A., menyambut penulis dengan senyum hangat. Suasana puasa membuat percakapan terasa lebih khidmat. Di balik wajah teduhnya, tersimpan perjalanan panjang seorang anak kampung dari Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Batipuh, Tanah Datar, yang menempuh jalan berliku hingga menjadi dosen bahasa Arab dan al-Quran di Singapura dan Malaysia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Umur 14 tahun saya sudah pergi ke Arab (Saudi) sebagai tukang jahit,” kenang Mukhni membuka cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mukhni lahir dari pasangan Munaf Datuak Mangkasah dan Maiyar pada 6 Juli 1957 di Tanjung Barulak. Kedua orang tuanya berasal dari Tanjung Barulak. Masa kecil Mukhni pun dihabiskan di sekolah kampung yakni SD 1 dan SD 2. Lalu ia melanjutkan pendidikan ke Thawalib Padang Panjang, sekitar 14 km dari kampungnya. Di sana ia dikenal sebagai pelajar cemerlang. Hampir setiap semester ia meraih peringkat terbaik. Meski baru sampai kelas tiga, pimpinan sekolah memberinya kesempatan langka: mengikuti ujian kelas empat lebih cepat sebagai bentuk dukungan kepada keinginan Mukhni untuk pergi merantau ke Arab yang diharapkan dapat menyambung pelajaran di sana, dan itu menjadi kebanggaan perguruan Thawalib.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Karena juara terus, Buya bilang: ambil saja ujian kelas empat. Kalau lulus, bisa berangkat ke Arab,” tuturnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun keinginan ke Arab Saudi tak terlepas dari keberadaan ayah <em>tuonya, </em>Amin Saidi yang telah tinggal dan bekerja sebagai penjahit di Riyadh. Amin Saidi adalah kakak paling tua dari ayah Mukhni. Nyaris tiap bulan Amin Saidi mengirim uang dan bersurat kepada Saidi, orang tuanya yang tinggal di kampung. Saidi sendiri merupakan ayah dari Abdul Muin, orang tua dari pengusaha besar Indonesia, Nurhayati Subakat (pendiri PT Paragon Technology and Innovation). Artinya Saidi adalah kakek dari Nurhayati. Dengan demikian,  Mukhni dan Nurhayati punya hubungan kekerabatan dari kakek Saidi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya keluarga Mukhni pun sudah bersurat dengan Amin Saidi.  Hal ini sekaitan dengan isi surat Amin Saidi  yang kerap berbunyi; <em>&#8220;sia-sia urang kampuang datang lah ka siko (Riyadh/ Arab Saudi).&#8221; </em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah merantau Amin Saidi yang menetap di Riyadh sebagai tukang jahit pun menarik ditilik. Perjalanannya sendiri penuh liku. Menurut Mukhni, setelah berselisih dengan adiknya, Pakiah Leman, ia meninggalkan kampung halaman. Perantauannya membawanya dari Medan ke Aceh, hingga ia fasih berbahasa Aceh. Dari sana ia melanjutkan perjalanan ke Pakistan dan mempelajari bahasa Urdu, sebelum singgah di India. Setelah menunaikan perjalanan ke Mekkah, ia akhirnya menetap di Riyadh. Di kota itulah usahanya sebagai penjahit berkembang dan mulai berhasil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari penghasilannya menjahit, ia rutin mengirim uang untuk keluarga di kampung. Tahun 1971, tatkala tahu Mukhni bersama Nofrizal Nawawi (anak dari saudara kembar ayah) menjadi dua orang yang hendak berangkat ke Riyadh, ia juga membantu biaya keberangkatan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Namun uang yang terkirim hanya sekitar 120 ribu rupiah, sementara ongkos perjalanan dari Jakarta ke Riyadh saja sudah mencapai sekitar 70 ribu rupiah. Jumlah itu tidak cukup untuk kami berdua. Akhirnya diputuskan Nofrizal berangkat lebih dulu. Sementara saya tinggal sementara di Jakarta, menumpang di rumah Rostina Salim (bako Mukhni) di Jatinegara selama kurang lebih tiga bulan,&#8221; kisah Mukhni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya kesempatan itu benar-benar datang. Tahun 1971, dengan usia yang masih sangat muda, Mukhni pun merantau jauh ke Riyadh, Arab Saudi. Namun perjalanan itu tidak mudah. Ia berangkat dengan bekal bahasa yang pas-pasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saya asal kampung. Belum pandai berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Memang di Thawalib saya diakui sebagai pelajar terbaik setiap semester, termasuklah bahasa Arab, tetapi bahasa Arab ini bahasa Arab pasif dan tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi, kerana baru tingkatan SMP atau madrasah diniyah,&#8221; ungkap Mukhni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan pertamanya naik pesawat menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ia bahkan sempat transit tiga hari di Karachi, Pakistan, tanpa benar-benar memahami bahasa orang-orang di sekelilingnya. “Seperti orang bingung saja,” kenangnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Riyadh dalam kurun tahun 1971 hingga 1978, ia menjalani kehidupan sebagai tukang jahit. Di sela pekerjaan itu, ia berusaha melanjutkan pendidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya saat itu belum pandai lagi menjahit. Jadi mula-mula saya bekerja hanya sebagai tukang gosok pakaian yang sudah siap dijahit dan memasang buah baju. Tetapi selepas setahun, akhirnya saya pandai juga menjahit karena rajin mempelajarinya dari kawan-kawan sekerja,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelanggan Amin Saidi datang dari pelbagai kalangan, termasuk pejabat penting di Arab Saudi. Berkat rekomendasi seorang pelanggan yang berpengaruh, Mukhni akhirnya diterima kuliah di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, jurusan Ushuluddin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, ia masuk kuliah tanpa melewati jenjang SMA. “Ditanya mau SMA atau kuliah. Saya jawab kuliah saja,” katanya sambil tertawa kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kuliah itu tidak mudah. Bahasa Arab akademik sangat berbeda dari bahasa sehari-hari yang ia gunakan saat bekerja. Buku-buku tebal dan ujian tahunan menjadi tantangan berat. Namun kegigihannya membuahkan hasil. Ia akhirnya lulus pada tahun 1982.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selepas kuliah, Mukhni mendapat kesempatan mengajar di Persatuan Muhammadiyah Singapura dengan kontrak dua tahun. Dari sanalah jalan hidupnya kemudian mengarah ke Malaysia. Pada 1985 ia diterima sebagai dosen di International Islamic University Malaysia (IIUM) di Gombak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di kampus itu ia mengajar bahasa Arab dan Al-Qur’an di Language Division. Karier akademiknya berlangsung panjang, lebih dari tiga dekade.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya mulai mengajar di sana tahun 1985 sampai 2017. Setelah itu masih dikontrak lagi tiap tahun sampai 2022,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, setelah puluhan tahun di perantauan, Mukhni tetap menetap di Malaysia bersama keluarganya. Ia pernah tinggal di Johor, kemudian di Sungai Penchala, Kuala Lumpur, sebelum akhirnya menetap di Rawang, Selangor. Dari pernikahannya dengan Duliaty Habib, ia dikaruniai enam anak dan delapan cucu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski sudah pensiun dari kampus, aktivitasnya belum berhenti. Ia masih mengajar Al-Qur’an dan bahasa Arab di lingkungan masyarakat. Bahkan ia aktif dalam aktivitas kemanusiaan memberikan bantuan atau sumbangan untuk gempa bumi, khususnya di Sumatra Barat seperti Pariaman, Tanjung Barulak, Gunung Rajo, Kapuah Subarang Aie, Padang Bawang, dan Pincuran Tujuah dan juga memberikan bantuan untuk mangsa-mangsa banjir bandang baru-baru ini yang berlaku di persekitaran Danau Singkarak, dari Bunga Tanjung sampai ke Muaro Pingai.</p>



<p class="wp-block-paragraph"> Bagi Mukhni, ilmu yang didapat dari perjalanan panjang hidupnya adalah amanah yang harus terus dibagikan.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kisah-mukhni-orang-tanjung-barulak-yang-menjadi-dosen-dan-guru-mengaji-di-malaysia/">Kisah Mukhni, Orang Tanjung Barulak yang Menjadi Dosen dan Guru Mengaji di Malaysia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">244335</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis</title>
		<link>https://langgam.id/pcmm-satukan-orang-minang-di-malaysia-lewat-semangat-akademis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 18:07:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=244038</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Di tengah kehidupan perantauan yang dinamis, orang Minangkabau di Malaysia menemukan ruang untuk berkumpul, berdiskusi, dan merawat identitas intelektual mereka. Ruang itu bernama Persatuan Cendiakawan Minang Malaysia (PCMM), sebuah organisasi yang lahir dari semangat menyatukan diaspora Minangkabau dengan landasan akademis dan kebudayaan. Organisasi ini dipimpin oleh Ismail Haji Ahmad, seorang tokoh Minang berusia 70 tahun yang lahir di Koto Tinggi Johor, Negeri Sembilan. Meski lahir di Malaysia, ia memiliki akar kuat di Payakumbuh dari garis keluarganya. Menurut Ismail, PCMM telah berdiri selama 11 tahun sejak resmi berdiri pada 2015, meski gagasan dan gerakannya sudah dimulai sejak 2012. “Tujuan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pcmm-satukan-orang-minang-di-malaysia-lewat-semangat-akademis/">PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Di tengah kehidupan perantauan yang dinamis, orang Minangkabau di Malaysia menemukan ruang untuk berkumpul, berdiskusi, dan merawat identitas intelektual mereka. Ruang itu bernama Persatuan Cendiakawan Minang Malaysia (PCMM), sebuah organisasi yang lahir dari semangat menyatukan diaspora Minangkabau dengan landasan akademis dan kebudayaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Organisasi ini dipimpin oleh Ismail Haji Ahmad, seorang tokoh Minang berusia 70 tahun yang lahir di Koto Tinggi Johor, Negeri Sembilan. Meski lahir di Malaysia, ia memiliki akar kuat di Payakumbuh dari garis keluarganya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Ismail, PCMM telah berdiri selama 11 tahun sejak resmi berdiri pada 2015, meski gagasan dan gerakannya sudah dimulai sejak 2012.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Tujuan utama PCMM adalah menyatukan perantau Minang di Malaysia, termasuk orang Minang yang baru datang ke sini. Sebelumnya organisasi Minang lebih bersifat kedaerahan, misalnya Persatuan Minang Johor. Belum ada yang menyatukan secara lebih luas,” kata Ismail, saat ditemui disela pertemuan anggota PCMM di Bandar Ainsdale, Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (6/3/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, pembentukan organisasi ini juga berkaitan dengan aturan organisasi di Malaysia. Dalam sistem hukum setempat, kelompok masyarakat yang ingin berkumpul secara resmi harus memiliki badan organisasi yang terdaftar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, PCMM hadir sebagai wadah resmi yang memungkinkan orang Minang di Malaysia berkumpul, bersilaturahmi, dan berdiskusi tanpa hambatan administratif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Ketua PCMM yang juga menjabat Ketua Penerangan, Syaftin Ruli, mengatakan keberadaan organisasi ini penting bagi para perantau Minang yang datang ke Malaysia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan adanya organisasi cendekiawan ini, orang Minang yang datang ke sini bisa bersatu dan berkumpul. Kalau lebih dari lima orang berkumpul, biasanya harus ada izin polisi. Dengan adanya persatuan yang sudah terdaftar, kita bisa menampung saudara-saudara Minang yang datang dari mana pun,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menambahkan, sebelum PCMM berdiri, para pendatang Minang di Malaysia sering hanya menjadi anggota asosiasi tertentu tanpa status organisasi yang diakui secara resmi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sebagai pendatang, kita hanya menjadi ahli bersekutu. Artinya kita terdaftar sebagai anggota, tetapi tidak memiliki organisasi yang terdaftar di pemerintahan. Karena itu kita merasa perlu membentuk persatuan seperti PCMM,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memperkuat silaturahmi, PCMM juga menjadi ruang bertukar gagasan antara masyarakat Minang di Malaysia dan Indonesia. Diskusi tentang adat, budaya, dan persoalan sosial menjadi bagian penting dari aktivitas organisasi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Melalui PCMM, orang tempatan dan orang yang datang dari Indonesia bisa bertemu, bersilaturahmi, bertukar pikiran, bahkan memberi kontribusi bagi masyarakat di dua negara,” kata Ismail.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia sendiri telah tinggal di Malaysia sejak 1997 dan melihat kedekatan budaya antara masyarakat Minangkabau di Indonesia dan Malaysia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ketika saya datang ke Malaysia, saya merasakan tidak ada perbedaan yang jauh. Begitu juga orang Malaysia ketika datang ke Indonesia,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini PCMM menjadi organisasi Minangkabau pertama di Malaysia yang berskala nasional. Anggotanya sekitar 70 orang yang terdiri dari warga Malaysia maupun Indonesia. Di Malaysia sendiri, jumlah masyarakat keturunan Minang diperkirakan mencapai sekitar satu juta orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai organisasi cendekiawan, PCMM juga memiliki Biro Akademik dan Intelektual yang diisi oleh dosen, peneliti, serta mahasiswa. Berbagai kegiatan akademik rutin digelar, mulai dari seminar, diskusi ilmiah, hingga sidang pleno pemikiran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak 2016, PCMM juga aktif menjembatani kerja sama akademik antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Salah satunya dengan UIN Syekh Jamil Jambek Bukittinggi dan Universiti Islam Selangor dalam program pertukaran dosen dan mahasiswa selama tiga bulan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, PCMM juga menjalin komunikasi akademik dengan sejumlah kampus di Sumatera Barat seperti Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Bung Hatta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita bukan partai politik. PCMM adalah think tank, tempat para pemikir Minang berkumpul dan berdiskusi,” kata Ismail.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke depan, organisasi ini bahkan tengah menyiapkan agenda besar berskala internasional. Sekretaris Jenderal PCMM, Khalid Kamil, mengatakan pihaknya tengah merancang pertemuan diaspora Minang dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pada Juni tahun ini, selepas Idul Adha, kami merencanakan Minang International Gathering. Konsepnya kegiatan akademik, seminar antarbangsa Minang, program keagamaan, serta menghimpun dai Minang dari berbagai negara,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kegiatan tersebut juga akan digelar “Baralek Gadang”, sebuah pertemuan besar diaspora Minang dunia. Acara itu dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga perayaan budaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita ingin mengumpulkan diaspora Minang sedunia. Akan ada pameran, simposium, kuliner Minang, budaya, hingga booth wirausaha,” kata Khalid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rencananya kegiatan ini akan digelar di World Trade Centre Kuala Lumpur, dengan upaya kolaborasi bersama Kementerian Agama Malaysia serta Kementerian Pelancongan Malaysia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PCMM juga berencana menggelar acara “Minangkabau Gala Dinner” yang akan menghadirkan tokoh-tokoh Minang dari berbagai negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita ingin menghadirkan pemimpin besar masyarakat Minang dari seluruh dunia, bahkan menjemput Perdana Menteri Malaysia untuk hadir dalam acara itu,” ujar Khalid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi para perantau Minangkabau di Malaysia, PCMM bukan sekadar organisasi. Ia adalah ruang pertemuan gagasan, tempat identitas budaya dirawat, dan simpul yang menyatukan diaspora Minang dengan semangat intelektual di tanah rantau.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pcmm-satukan-orang-minang-di-malaysia-lewat-semangat-akademis/">PCMM Satukan Orang Minang di Malaysia Lewat Semangat Akademis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">244038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tafsir Ulang Keminangkabauan</title>
		<link>https://langgam.id/tafsir-ulang-keminangkabauan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nofel Nofiadri]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Dec 2023 08:31:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora minang]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=193482</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2018 para perantau Minang sedunia berkumpul di Melbourne Australia dalam wadah Minang Diaspora Network-Global (MDN-G). Acara yang dihadiri perantau dari berbagai belahan dunia ini berlangsung selama tiga hari dengan tujuan membicarakan hal-hal terkini tentang orang Minangakabau, khususnya mereka yang berada di luar ranah. Pertemuan ini melahirkan beberapa gugus tugas (task force) seperti bidang pendidikan, bidang adat, dan bidang ekonomi. Hal yang sangat menarik dalam pertemuan tersebut adalah diskusi tentang keminangan orang rantau terutama yang sudah lahir dan besar di luar negeri. Pada pertemuan MDN-G kedua tanggal 3-5 November 2023 di hotel Pangeran Beach, perbincangan soal jati diri orang Minang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tafsir-ulang-keminangkabauan/">Tafsir Ulang Keminangkabauan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tahun 2018</strong> para perantau Minang sedunia berkumpul di Melbourne Australia dalam wadah Minang Diaspora Network-Global (MDN-G). Acara yang dihadiri perantau dari berbagai belahan dunia ini berlangsung selama tiga hari dengan tujuan membicarakan hal-hal terkini tentang orang Minangakabau, khususnya mereka yang berada di luar ranah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan ini melahirkan beberapa gugus tugas (task force) seperti bidang pendidikan, bidang adat, dan bidang ekonomi. Hal yang sangat menarik dalam pertemuan tersebut adalah diskusi tentang keminangan orang rantau terutama yang sudah lahir dan besar di luar negeri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada pertemuan MDN-G kedua tanggal 3-5 November 2023 di hotel Pangeran Beach, perbincangan soal jati diri orang Minang di rantau kembali mencuat. Pertemuan ini agak bernada risau, untuk itu perlu menafsir ulang tentang keminangkabauan orang di ranah maupun di rantau. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Minangkabau Tradisional</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sederhananya, orang Minang adalah mereka yang lahir dari rahim seorang ibu yang juga orang Minang. Dia memiliki suku. Sukunya tentu memiliki pangulu suku. Orang Minang memiliki rumah gadang. Relasi suku, pangulu, dan rumah gadang adalah komponen inti dari orang Minang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, ketiga komponen itu berhubungan dengan adanya pusako baik berupa tanah, kebun, sawah dan pandam perkuburan. Untuk wilayah yang lebih luasnya, orang Minang dapat menyebutkan nagari tempat tinggalnya. Definisi ini tentu sangat kental untuk orang Minang yang ada di ranah, bukan di rantau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Elemen-elemen di atas dapat dijadikan ukuran untuk menguji apakah seseorang itu orang Minang atau tidak. Dia harus tau sukunya, tau siapa pangulunya, dan tau di mana <em>istanonya</em> atau rumah gadangnya. Jika orang Minang bertemu dengan orang baru, biasanya ketiga elemen ini ditanyakan; <em>kampuang di ma? Suku apo? Pangulu wak sia?</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal kongkrit lainnya yang dapat dinilai adalah bekenaan dengan bahasa, tata cara berprilaku, dan kosepsi keminangkabauan. Orang Minang tentu berbahasa Minang sesuai dengan dialek atau kampung di mana dia tumbuh. Prilaku tertentu dapat juga mengindikasikan dari mana asalnya. Pengetahuannya tentang aturan adat Minang dan tata krama sosial juga dapat dijadikan ukuran menilai keminangkabauan seseorang. Hal-hal ini tentunya dapat diukur oleh orang Minang itu sendiri.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Minangkabau Modern</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang Minangkabau modern adalah mereka yang sudah tidak lagi ditumbuhkan dalam lingkungan tradisional. Mereka umumnya perantau. Dia besar dalam rumah patrilineal dan biasanya tinggal di daerah perkotaan. Relasi dengan orang-orang di sekitar secara dominan dipengaruhi oleh nilai-nilai dan tata cara modern. Tetangganya bukanlah dan cendrung bukan orang yang sesuku dan memiliki pangulu yang sama. Relasi dengan masjid bukanlah dalam kerangka masjid sebagai bagian dari entitas tradisional kampung Minangkabau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun bahasa Minang masih banyak didengar dalam masyarakat modern seperti di kota Padang, namun kebanyakan mereka yang tinggal di kota tidak lagi atau tidak dapat menjalankan adat secara tradisional. Tinggal di komplek menghukum mereka memilih cara baru dan cara-cara ini dapat dinamai dengan cara modern. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Belakangan ini generasi baru Minangkabau modern telihat lebih modern. Mereka hampir tidak tersentuh dengan prosesi, ritual dan seremoni tradisional. Walau pun ada, maknanya tidak seperti makna tradisional. Bahkan mereka lebih cendrung menggunakan bahasa Indonesia. Tentu orang tuanya lah yang mengajarkan selain dari pada institusi lain seperti sekolah dan dunia usaha. Sekolah mendorong orang untuk bebahasa Indonesia karena bacaannya dan bahasa pengantarnya adalah bahasa nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dunia usaha modern pun memaksa orang menggunakan bahasa Indonesia yang dianggap lebih fungsional. Namun demikian komunikasi informal antar pekerja masih menggunakan bahasa Minang. Jika kita berbelanja ke super market, kita dilayani dalam bahasa Indonesia meski sesama pegawai super market masih berbahasa Minang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, bahasa Minang hidup berdampingan dengan bahasa Indonesia dan mungkin dapat menggeser bahasa Minang ke peringkat bawah. Orang yang memiliki peningkatan kelas sosial akan lebih cendrung memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peningkatan sosial ekonomi biasanya sejalan dengan pemilihan bahasa. Berbahasa Minang mungkin dianggap menunjukan kelas sosial yang lebih rendah. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Perantau Jauh Minangkabau</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari ini semakin banyak orang Minang yang hidup di belahan bumi lain seperti di Eropa, Amerika, dan Australia. Mereka memiliki orang tua atau niniak yang berasal dari Minangkabau. Namun mereka tidak lagi ditumbuhkan oleh budaya Minang tradisional ataupun modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka yang lahir dan besar di Sydney misalnya, tentu hidup dan tumbuh dalam budaya dan gramatika tempatan. Mereka tidak membutuhkan keterampilan berbahasa Minang untuk hidup di sana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka juga tidak memiliki relasi-relasi matrilineal karena itu memang tidak dituntut. Struktur bathin mereka dibentuk oleh budaya barat yang tentu berbeda dengan budaya Minangkabau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu apakah mereka juga disebut sebagai orang Minang? Lalu apakah mereka dianggap orang Minang oleh mereka yang tinggal di ranah?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi tentang ini sangat menguat waktu pertemuan perantau Minang di Melbourne pada tahun 2018. Diskusi ini dihadiri oleh mereka yang besar dan tinggal di Australia dan di Amerika selain beberapa orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Minang yang tumbuh dan tinggal di ranah. Orang ranah sepertinya agak sulit menjelaskan status keminangkabauan orang yang sudah lahir di luar negeri dan bahkan keturunan campur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu apa perlu dibuat definisi baru tentang orang Minang untuk hari ini. Pernyataan ini kembali muncul pada pertemuan perantau Minang dunia di Padang awal minggu ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Konsep Minang Dunia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mendiang Azyumardi Azra telah menyebut tentang kosmopolitannya orang Minang. Orang Minang sudah memiliki mental sebagai masyarakat global dengan penyebaran dan peran yang diberikan di berbagai belahan dunia. Namun predikat itu perlu dijelaskan lagi dengan konsep lain seperti Konsep Minang Dunia, atau dalam bahasa Inggris dapat disebut dengan <em>World Minangneses</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Terma ini menekankan dan mengakui bahwa adanya ragam Keminangkabauan yang berkembang akibat interaksinya dengan adat rantau. Orang Minang yang lahir dan besar di pulau Jawa misalnya, akan memiliki karakter jawa baik dari sisi bahasa maupun dari sisi prilaku. Begitu juga misalnya dengan orang Minang yang lahir dan tumbuh di Sydney Australia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Interaksi dalam satu keluarga misalnya dapat dipertahankan dengan menggunakan bahasa Minang, namun pola interaksi atau karakter sebagai warga Sydney tentu menjadi bagian dari diri mereka. Campuran atau wujud baru inilah yang dapat disebut sebagai wajah <em>World</em> <em>Minangneses</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Struktur lahirnya, seperti berbahasa, berinteraksi, dan berpenampilan dapat menyesuaikan dengan konteks budaya di mana mereka tinggal. Namun struktur bathinnya seperti beragama Islam, berelasi matrilineal, dan berjiwa komunal yang dipengaruhi sistem malu Minangkabau merupakan hal yang pasti ada. Agaknya begitulah bentuk jati diri Minangkabau Dunia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang tua Minangkabau diaspora yang tinggal di luar ranah dapat menanamkan beberapa hal untuk menginstal jatidiri Minangkabau. Secara lahir mereka diberitahu asal usul, <em>barih balobeh</em> nagarinya, suku, nama pangulu, rumah gadang, pusaka, dan beberapa ritual adat yang ada di nagarinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal lain dapat berupa relasi sosial dalam struktur tradisional yang terwujud dalam kata sapaan. Ada yang patut dipanggil <em>mamak</em> ada yang patut dipanggil <em>apak</em>. Secara bathin, generasi Minang global perlu memahami relasi antar individu dalam bingkai komunal; dia adalah bagian dari kaumnya dan malu kaum adalah malu bagi dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Raso-pareso, tenggang-raso, baiyo-iyo, dibao-sato</em>, dan <em>basamo-mangko</em> menjadi adalah prinsip komunal yang menjunjung tinggi eksistensi individu. Hal lain yang sangat penting sebagai jati diri <em>urang Minang</em> adalah beragama Islam dan mempraktekannya.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu bagaimana dengan bahasa? Bahasa adalah jati diri yang paling lahiriyah dan konseptual. Menggunakan bahasa Minang berarti melihat dunia dengan konsep Minangkabau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun begitu prinsip ini dapat dikalahkan oleh pepatah adat “di ma bumi dipijak; di situ langik dijunjuang.”  Maksudnya di sini adalah, anak Minang yang tinggal di Amerika tentu berbahasa Amerika. Mereka yang tinggal di Jawa tentu berbahasa Jawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang penting dia memahami bahwa dia adalah bagian dari kaumnya yang ada di ranah. Keterikatan itu tetap dijaga dengan cara-cara terkini; <em>kain dipakai usang; adaik dipakai baru.</em>[]</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nofel Nofiadri: Dosen UIN Imam Bonjol Padang/Pengurus MDN-G </strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tafsir-ulang-keminangkabauan/">Tafsir Ulang Keminangkabauan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193482</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantu Penanganan Covid-19 di Sumbar, Minang Diaspora Kembali Galang Donasi</title>
		<link>https://langgam.id/bantu-penanganan-covid-19-di-sumbar-minang-diaspora-kembali-galang-donasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2021 10:05:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=120465</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Minang Diaspora Network (MDN) Global kembali berupaya membantu penanganan penyebaran Covid-19, dengan mengumpulkan donasi dari para perantau Minang yang berada di seluruh dunia. &#8220;Tadi Ibuk Nur (Nurhayati Subakat) mengimbau orang Minang di dunia membantu Sumbar dalam penanganan Covid-19 melalui Minang Diaspora,&#8221; ujar Wakil Bendaraha Umum MDN Global Mulyeni Halim kepada langgam.id, Senin (03/08/2021). Mulyeni mengatakan, bantuan ini akan ditujukan di antarnya untuk Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand yang sedang mengalami kesulitan biaya untuk consumbles pengambilan swab. Selain itu, kata dia, bantuan itu juga bisa digunakan untuk program Nagari Tageh dalam membantu penderita Covid-19 yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bantu-penanganan-covid-19-di-sumbar-minang-diaspora-kembali-galang-donasi/">Bantu Penanganan Covid-19 di Sumbar, Minang Diaspora Kembali Galang Donasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id- </strong>Minang Diaspora Network (MDN) Global kembali berupaya membantu penanganan penyebaran Covid-19, dengan mengumpulkan donasi dari para perantau Minang yang berada di seluruh dunia.</p>
<p>&#8220;Tadi Ibuk Nur (Nurhayati Subakat) mengimbau orang Minang di dunia membantu Sumbar dalam penanganan Covid-19 melalui Minang Diaspora,&#8221; ujar Wakil Bendaraha Umum MDN Global Mulyeni Halim kepada langgam.id, Senin (03/08/2021).</p>
<p>Mulyeni mengatakan, bantuan ini akan ditujukan di antarnya untuk Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand yang sedang mengalami kesulitan biaya untuk consumbles pengambilan swab.</p>
<p>Selain itu, kata dia, bantuan itu juga bisa digunakan untuk program Nagari Tageh dalam membantu penderita Covid-19 yang isolasi mandiri.</p>
<p>&#8220;Buk Nur juga akan menyumbangkan oksigenmeter untuk rumah isolasi mandiri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia mengatakan, donasi bisa disalurkan melalui rekening Minang Diaspora khusus bantuan sosial di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan nomor rekening 212401000148303.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Andani Eka Putra mengatakan, donasi yang laboratorium untuk biaya <em>consumables</em> berupa filter tip, tabung dan cup.</p>
<p>&#8220;Donasi ini telah berjalan sejak 3 hari belakangan, karena tidak dianggarkan sejak Januari 2021,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, Pemprov Sumbar tidak menganggarkan laboratorium yang dikelolanya sejak Januari 2021. Sebelumnya, Pemprov Sumbar di era kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno menganggarkan untuk laboratorium sebesar Rp 20 miliar. <strong>(A)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bantu-penanganan-covid-19-di-sumbar-minang-diaspora-kembali-galang-donasi/">Bantu Penanganan Covid-19 di Sumbar, Minang Diaspora Kembali Galang Donasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120465</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengusaha Urang Awak Sumbang Rp3 Miliar, Surau Sidney Australia Segera Terwujud</title>
		<link>https://langgam.id/pengusaha-urang-awak-sumbang-rp3-miliar-surau-sidney-australia-segera-terwujud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2020 12:24:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora minang]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=66069</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Cita-cita perantau Minang di Australia untuk memiliki surau (masjid) tampaknya segera terwujud. Pengusaha urang awak H. Yendra Fahmi (49) berkomitmen melunasi pembelian properti yang akan jadi Surau Sydney Australia (SSA) senilai Rp3 miliar (300.000 dolar Australia). Pengurus SSA dalam rilis kepada langgam.id pada Minggu (27/9/2020) menyebutkan, H. Yendra memberi sumbangan atas nama sadaqah almarhumah ibundanya Hj. Yuliana. Komitmen sumbangan pengusaha asal Sulit Air ini dinyatakan dalam acara zoom meeting pada Sabtu (26/9/2020) sore. Acara tersebut dihadiri dengan pengurus Minang Saiyo Sydney (MSS), pengurus SSA, dan tokoh-tokoh Dispora Minal Global Network (MDGN). Komitmen H. Yendra Fahmi untuk menutup kekurangan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pengusaha-urang-awak-sumbang-rp3-miliar-surau-sidney-australia-segera-terwujud/">Pengusaha Urang Awak Sumbang Rp3 Miliar, Surau Sidney Australia Segera Terwujud</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Cita-cita perantau Minang di Australia untuk memiliki surau (masjid) tampaknya segera terwujud. Pengusaha urang awak H. Yendra Fahmi (49) berkomitmen melunasi pembelian properti yang akan jadi Surau Sydney Australia (SSA) senilai Rp3 miliar (300.000 dolar Australia).</p>
<p>Pengurus SSA dalam rilis kepada langgam.id pada Minggu (27/9/2020) menyebutkan, H. Yendra memberi sumbangan atas nama <em>sadaqah</em> almarhumah ibundanya Hj. Yuliana. Komitmen sumbangan pengusaha asal Sulit Air ini dinyatakan dalam acara <em>zoom meeting</em> pada Sabtu (26/9/2020) sore.</p>
<p>Acara tersebut dihadiri dengan pengurus Minang Saiyo Sydney (MSS), pengurus SSA, dan tokoh-tokoh Dispora Minal Global Network (MDGN). Komitmen H. Yendra Fahmi untuk menutup kekurangan dana pendirian SAA itu langsung disambut takbir serentak sekitar 20 peserta zoom meeting.</p>
<p>Antara lain Prof. Jurnalis Uddin (Penasehat MDGN), Zarkasih Nurdin (Sekjen Gebu Minang) dan Burmalis Ilyas (Direktur Eksekutif MDGN). Kemudian, Ketua MSS Yusuf Rizal, Ketua SSA Novri Latif dan Wakil Ketua SSA Ali Askar. Juga, Anggota DPD RI dapil Sumbar Alirman Sori, sesepuh MSS An Syarif dan Budiman Djamaan. Turut pula, Koordinator Fund Rising SSA Nirwan Kamaruddin, anggota Tim Promosi SSA Hasril Chaniago, Ustaz Ed Fauzan dan H. Yendra Fahmi sendiri.</p>
<p>Menurut Yusuf Rizal, usaha masyarakat Minang di Australia untuk mendirikan sebuah masjid (surau) sudah berlangsung sejak tahun 2015. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan bagi sekitar 1.000 KK perantau asal Minang yang tinggal di Sydney. Termasuk warga Muslim asal Indonesia lainnya di kota itu.</p>
<p>Inisiatif ini mulai dengan mengumpulkan sumbangan dari warga Minang yang tergabung dalam Minang Saiyo. Saat Forum Minang Diaspora Global Network &amp; Festival Minangkabau di Melbourne, September 2018, sudah terkumpul donasi sekitar 300.000 dolar Australia. Dalam forum tersebut juga ada sosialisasi pengumpulan dana bagi wujudnya keinginan tersebut.</p>
<p>Upaya fund rising berlanjut dengan meminta dukungan tokoh pengusaha Sandiaga Uno oleh pengurus SSA dan MDGN. Bulan Januari 2020, dalam pertemuan di Jakarta dengan Sandi, hadir antara lain Prof. Jurnalis Udin, Prof. Fasli Djalal, Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno, Busmalis Ilyas, Hasril Chaniago, dan Dr. Henmaidi Alfian, di samping Nirwan Kamaruddin sendiri sebagai utusan Pengurus SAA dari Australia. Ikut pula bersama Ustad Abdul Somad (UAS) mempromosikan pendirian SSA.</p>
<p>Setelah pertemuan dengan Sandiaga Uno, rencana akan ada acara <em>fund rising</em> di Australia bulan April 2020 yang akan langsung dihadiri Sandiaga. Karena pandemi Covid 19, acara itu masih tertunda. Namun demikian, pembelian properti yang akan diubah menjadi surau sudah terlaksana bulan Juli lalu. Dengan perjanjian serah terima pada bulan Desember 2020 seharga 1,5 juta dolar Australia atau lebih kurang Rp15,5 miliar.</p>
<p>Untuk memenuhi itu, SSA memperoleh pinjaman dana dari bank sebanyak 700 ribu dolar Australia (Rp7 miliar). Sedangkan sekitar Rp8 miliar lagi harus diusahakan oleh SSA sendiri.  Pengumpulan dana tetap berjalan. Sehingga per 20 September 2020 sudah terkumpul dana masyarakat sejumlah Rp5,7 miliar lebih. Jadi masih ada kekurangan sekitar Rp2,3 miliar lagi.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, melalui pesan WA saja, tanpa proposal dan surat dari SSA. Ternyata langsung ada respons dari H. Yendra Fahmi untuk memenuhi kebutuhan dana yang harus ditutup bulan Desember depan,&#8221; kata Yusuf.</p>
<p>H. Yendra Fahmi, lahir di Pekanbaru dari ibu Hj. Yuliana yang berasal dari Sulit Air (Solok) dan ayah H. Nafli Munaf yang berasal dari Sianok (Agam). Ia merupakan anak keenam dari delapan bersaudara. Kakaknya Yan Ikhsas adalah politisi Partai Golkar, sedang kakaknya yang lain, H. Tonas, pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Bulan Bintang (PBB) dari dapil Sumatra Barat.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/pengusaha-minang-yendra-fahmi-pastikan-tetap-bagi-thr-dan-tak-ada-phk-karyawan/">Pengusaha Minang Yendra Fahmi Pastikan Tetap Bagi THR dan Tak Ada PHK Karyawan</a></strong></p>
<p>Yendra Fahmi dikenal sebagai pengusaha sukses yang memulai usaha dari bawah. Ia adalah <em>owner</em> grup usaha Indobagus Investasi yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan dan properti. Fahmi juga tercatat sebagai pemilik PT Adadenmas, dealer Mercedes Benz terbesar di Indonesia. Dia dikenal sebagai pengusaha yang dermawan. Ketika terjadi kerusuhan di Wamena setahun lalu, Yendra Fahmi menyumbang Rp1 miliar untuk memulangkan perantau Minang yang jadi korban. Dia juga tercatat sebagai penyumbang untuk pembangunan Masjid Muhammadiyah di Kulliyatul Mubaligin Yogyakarta. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pengusaha-urang-awak-sumbang-rp3-miliar-surau-sidney-australia-segera-terwujud/">Pengusaha Urang Awak Sumbang Rp3 Miliar, Surau Sidney Australia Segera Terwujud</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66069</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perantau Minang Harus Berkontribusi untuk Kemajuan Negara</title>
		<link>https://langgam.id/perantau-minang-harus-berkontribusi-untuk-kemajuan-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2020 15:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora minang]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=43011</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Masyarakat Minangkabau tidak boleh kehilangan jati dirinya saat merantau. Nilai-nilai budaya Minang harus tetap dipegang dalam menjalani kehidupan dan memberikan manfaat bagi banyak orang di sekitarnya. Hal ini disampaikan oleh tokoh Minang, Meutia Hatta dalam Open Teleconference Dialog Internasional “Budaya Merantau Masyarakat Minang Dulu, Sekarang dan Masa yang Akan Datang”, yang diadakan secara virtual oleh Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) Bidang Adat, Budaya dan Agama dan Universitas YARSI, Sabtu (30/5). Ia mengatakan di Minang ada pepatah yang mengatakan ka rantau madang di hulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu di rumah paguno balun. Pepatah ini mengajarkan agar pemuda merantau untuk menjadi orang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perantau-minang-harus-berkontribusi-untuk-kemajuan-negara/">Perantau Minang Harus Berkontribusi untuk Kemajuan Negara</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Masyarakat Minangkabau tidak boleh kehilangan jati dirinya saat merantau. Nilai-nilai budaya Minang harus tetap dipegang dalam menjalani kehidupan dan memberikan manfaat bagi banyak orang di sekitarnya.</p>
<p dir="ltr">Hal ini disampaikan oleh tokoh Minang, Meutia Hatta dalam <em>Open Teleconference Dialog Internasional “Budaya Merantau Masyarakat Minang Dulu, Sekarang dan Masa yang Akan Datang”, </em>yang diadakan secara <em>virtual</em> oleh Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) Bidang Adat, Budaya dan Agama dan Universitas YARSI, Sabtu (30/5).</p>
<p dir="ltr">Ia mengatakan di Minang ada pepatah yang mengatakan<em> ka rantau madang di hulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu di rumah paguno balun</em>. Pepatah ini mengajarkan agar pemuda merantau untuk menjadi orang pandai.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya sangat senang dengan pesan ini, marantau lah anak muda. Jadi pesannya laki laki merantau, banyak pilihannya mau belajar agama, ilmu, bisnis atau berdagang,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Ia melihat banyak orang Minang yang merantau sangat berprestasi. Harusnya mereka membawa ciri khasnya tersendiri, sebab ada tokoh yang merantau seringkali meniru dan tidak membawa nilai-nilai Minang.</p>
<p dir="ltr">Banyak perantau yang berhasil menjadi insinyur, dokter, ahli hukum, akedemisi, seniman dan banyak lainnya yang berprestasi. Perantau Minang tidak kalah dengan perantau dari suku bangsa lainnya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya melihat perantau itu ada tapi tidak menjadi jati dirinya sendiri, ada satu masa nilai-nilai Minangnya hilang,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Pada era teknologi sekarang ia juga melihat banyak tokoh Minang muda yang muncul. Mereka menggeluti berbagai bidang. Mereka memiliki potensi besar untuk kemajuan negara.</p>
<p dir="ltr">Mereka tidak boleh kehilangan jati diri sebagai orang Minang. Falsafah seperti  <em>alam takambang menjadi guru</em>, nilai-nilai kebersamaan, dan lainya harus dihidupkan lagi.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi ikatan dengan tanah adat dan leluhur tetap ada, kalau pun ditanya dimana kampung tentu akan disebut kampung halamannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Selain itu orang Minang juga harus mampu melihat dirinya sebagai bangsa Indonesia dan berkontribusi untuk kemajuan negara. Peran perantau harus bisa berkontribusi kepada negara tanpa harus kehilangan budaya suku bangsanya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;<em>Dimana bumi di pijak di situ langit dijunjung</em>, harus menyesuaikan diri dalam tugas dan sebagainya, harus menjadi tokoh yang memikirkan negara,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Apalagi orang Minang ikut mendirikan bangsa, maka sudah seharusnya menjadi tokoh sebagai orang Indonesia. Persatuan dan kesatuan merupakan darah orang Minang. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk kemajuan Indonesia seperti membangun teknologi.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sebab kemajuan sebuah bangsa ada pada bangsa itu sendiri, maka jadilah tokoh yang berkontribusi, bukan cuma di Indonesia tetapi juga di luar negeri,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Ia mencontohkan kepada perantau yang kaya, mungkin bisa membuat sekolah di daerah yang butuh. Sebab banyak potensi anak bangsa yang dapat dikembangkan lewat pengembangan ilmu. <strong>(Rahmadi/Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perantau-minang-harus-berkontribusi-untuk-kemajuan-negara/">Perantau Minang Harus Berkontribusi untuk Kemajuan Negara</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43011</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apakah Merantau Masih Relevan di Era Digital?</title>
		<link>https://langgam.id/apakah-merantau-masih-relevan-di-era-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2020 13:23:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42993</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Etnis Minangkabau yang mayoritas tinggal di Sumatra Barat (Sumbar) dikenal memiliki kebudayaan merantau sedari dulu. Merantau bagi orang Minang adalah jalan mengubah nasib. Namun apakah merantau masih relevan di era serba digital; dunia dan semua hal bisa terhubung cukup dari tempat masing-masing? Tokoh Minang yang tumbuh besar di perantauan, Emil Salim menyebutkan, zaman sekarang merantau seharusnya menjadi sebuah sikap untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi kemajuan di berbagai bidang. Ia mengatakan merantau tidak harus lagi secara fisik sebagaiman itu terjadi pada zaman dahulu. Kini,  merantau dapat dilakukan secara digital. &#8220;Tahun ini dan ke depan hendaknya ada pola merantau lain,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/apakah-merantau-masih-relevan-di-era-digital/">Apakah Merantau Masih Relevan di Era Digital?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Etnis Minangkabau yang mayoritas tinggal di Sumatra Barat (Sumbar) dikenal memiliki kebudayaan merantau sedari dulu. Merantau bagi orang Minang adalah jalan mengubah nasib. Namun apakah merantau masih relevan di era serba digital; dunia dan semua hal bisa terhubung cukup dari tempat masing-masing?</p>
<p>Tokoh Minang yang tumbuh besar di perantauan, Emil Salim menyebutkan, zaman sekarang merantau seharusnya menjadi sebuah sikap untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi kemajuan di berbagai bidang.</p>
<p>Ia mengatakan merantau tidak harus lagi secara fisik sebagaiman itu terjadi pada zaman dahulu. Kini,  merantau dapat dilakukan secara digital.</p>
<p>&#8220;Tahun ini dan ke depan hendaknya ada pola merantau lain, kata kuncinya adalah mencari ilmu, ada pola membangun yang baru,&#8221; kata pria yang menduduki jabatan menteri terlama dalam sejarah Indonesia pada <em>Open Teleconference Dialog Internasional &#8220;Budaya Merantau Masyarakat Minang Dulu, Sekarang dan Masa yang Akan Datang&#8221;, </em>yang diadakan secara <em>virtual</em> oleh Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) Bidang Adat, Budaya dan Agama dan Universitas YARSI, Sabtu (30/5).</p>
<p>Menurut Emil, aman sekarang tidak perlu melakukan perjalan fisik yang jauh. Namun mencari ilmu dapat dilakukan secara teknologi digital untuk pembangunan ke depan. Lewat teknologi bisa membagikan ilmu dan pemikirian ke seluruh pelosok tanah air.</p>
<p>&#8220;Hendaknya pengertian merantau zaman sekarang adalah melakukan pengembangan teknologi, pikiran lewat digital. Banyak peluang untuk menggali ilmu di sana dari berbagai penjuru dunia,&#8221; bilangnya.</p>
<p>Selain itu, Sumbar juga merupakan daerah yang dilewati garis katulisiwa. Sehingga dilalui matahari secara vertikal dan akibatnya banyak terdapat keanekaragaman hayati yang tinggi.</p>
<p>&#8220;Sehingga Sumbar memiliki sumber daya alam yang besar, sehingga perlu manusia berilmu agar bisa memberikan nilai tambah, menjadi obat, makanan, dan macam-macam,&#8221; katanya.</p>
<p>Hal ini menurutnya belum banyak dikembangkan saat ini. Apalagi saat ini dunia banyak mencari obat, sehingga Sumbar bisa mengembangkannya asal memiliki ilmu pengetahuan.</p>
<p>Keunikan Sumbar tersebut harus dimanfaatkan untuk kemajuan ke depannya. Orang minang harus memiliki otak dan pikiran yang berilmu. Mencari ilmu zaman sekarang bisa dilakukan lewat teknologi.</p>
<p>&#8220;Maka merantau yang saya usulkan adalah mencari ilmu, bukan dengan fisik tetapi dengan teknologi digital untuk manfaatkan keunikan Sumbar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan begitu,merantau menjadi memiliki makna yang tidak sama dengan sebelumnya. Merantau harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.</p>
<p>Kalau memakai pola lama ia mencontohkan kepada rumah makan Padang di berbagai daerah. Banyak rumah makan yang sulit berjalan akibat kemajuan teknologi, makanan saat ini bisa dipesan lewat online.</p>
<p>Menurutnya, anak muda zaman sekarang juga tidak bisa dipaksakan dengan pemikiran para orang tua. Mereka harus menyesuaikan dengan kondisi zaman sekarang. <strong>(Rahmadi/Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/apakah-merantau-masih-relevan-di-era-digital/">Apakah Merantau Masih Relevan di Era Digital?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42993</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perantau Minang Bangun Surau di Australia, Arcandra Tahar: Tempat Didik Putra-Putri Kita</title>
		<link>https://langgam.id/perantau-minang-bangun-surau-di-australia-arcandra-tahar-tempat-didik-putra-putri-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2020 14:41:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora minang]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=38222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Perantau Minang membangun surau di Sydney, Australia. Upaya ini didukung Tokoh Perantau Arcandra Thahar. Menurut mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, surau bisa jadi tempat mendidik putra-putri para perantau. Arcandra mengatakan, surau bisa menjadi tempat mendidik seseorang berani dan siap berkompetensi. &#8220;Masjid atau surau bisa mendidik putra-putri kita mempunyai sikap yang insya Allah bisa digunakan untuk menjalani hidup,&#8221; ujarnya dalam dialog interaktif melalui aplikasi Zoom, Rabu (29/4/2020) sore. Dialog interaktif tersebut digelar Minang Diaspora, Surau Sydney, Minang Saiyo, ACT dan PDT Travel. Turut mengikuti, Prof Ismet Fanani Guru Besar Deakin Unversity asal Koto Panjang,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perantau-minang-bangun-surau-di-australia-arcandra-tahar-tempat-didik-putra-putri-kita/">Perantau Minang Bangun Surau di Australia, Arcandra Tahar: Tempat Didik Putra-Putri Kita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Perantau Minang membangun surau di Sydney, Australia. Upaya ini didukung Tokoh Perantau Arcandra Thahar. Menurut mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, surau bisa jadi tempat mendidik putra-putri para perantau.</p>
<p>Arcandra mengatakan, surau bisa menjadi tempat mendidik seseorang berani dan siap berkompetensi. &#8220;Masjid atau surau bisa mendidik putra-putri kita mempunyai sikap yang insya Allah bisa digunakan untuk menjalani hidup,&#8221; ujarnya dalam dialog interaktif melalui aplikasi Zoom, Rabu (29/4/2020) sore.</p>
<p>Dialog interaktif tersebut digelar Minang Diaspora, Surau Sydney, Minang Saiyo, ACT dan PDT Travel. Turut mengikuti, Prof Ismet Fanani Guru Besar Deakin Unversity asal Koto Panjang, Tanah Datar, Prof Fasli Jalal, mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Prof Jurnalis Uddin, mantan Rektor Unand.</p>
<p>Menurutnya dalam menimba ilmu, tak mesti didapat dari sekolah. Juga ada peran masjid atau surau. Kehadiran Surau Sydney Australia diharapkan bisa memulai untuk dijadikan landasan.</p>
<p>&#8220;Mempunyai jiwa yang punya <em>skill</em>, ilmu dan pengalaman teknologi. Tentu ini bisa membimbing mereka ke depan menjadi manusia yang diharapkan tidak saja seorang muslim, juga seorang mukmin yang baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Arcandra mengatakan, perlu menonjolkan referensi untuk menjadi pemuda yang kuat dan bisa dipercaya. &#8220;Jadi sewaktu masuk kepada sebuah <em>society</em> dan kita untuk mendapat amanah, maka surau bisa mendidik manusia menjadi orang yang kuat. Yang kedua surau bisa mendidik manusia menjadi yang dipercaya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Surau yang didirikan para perantau Minang di Sydney, Australia masih terus dikebut sejak mulai dibangun pada tahun 2015. Pengurus diaspora setempat menyebut, pembangunannya masih terkendala biaya.</p>
<p>Setidaknya, dana yang dibutuhkan dalam proses pembangunan mencapai Rp20 miliar, sementara yang terkumpul baru Rp5 miliar. Namun para perantau Minang di Sydney, Australia optimis surau tersebut dapat terwujud di tahun 2021 mendatang.</p>
<p>Selain didukung Arcandra, Surau Sidney Australia ini terus mendapat dukungan, seperti dari Sandiaga Salahuddin Uno.<strong> (Irwanda/SS)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perantau-minang-bangun-surau-di-australia-arcandra-tahar-tempat-didik-putra-putri-kita/">Perantau Minang Bangun Surau di Australia, Arcandra Tahar: Tempat Didik Putra-Putri Kita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38222</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wardah Salurkan 4.000 APD untuk Penanganan Covid-19 di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/wardah-salurkan-4000-apd-untuk-penanganan-covid-19-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2020 10:25:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<category><![CDATA[Nurhayati Subakat]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Wardah Foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=36822</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; PT. Paragon Technology and Innovation yang menelurkan produk Wardah, membagikan 4.000 alat pelindung diri (APD) untuk Sumatra Barat dalam rangka penanganan virus corona (Covid-19). Founder PT. Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subakat mengatakan, 4.000 APD disebar ke pelbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumbar, serta laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Dalam rinciannya, sebanyak, 1.700 untuk RSUP M.Djamil Padang, RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi 1.000 unit, RS Unand 500 unit, RSUD Rasyidin Padang 100 unit, Lab Fakultas Kedokteran Unand 100 unit, RS Ibnu Sina Padang 100 unit, RSUD Pariaman 100 unit, RS Aisyiah Padang 100 unit, dan RS Siti Rahmah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wardah-salurkan-4000-apd-untuk-penanganan-covid-19-di-sumbar/">Wardah Salurkan 4.000 APD untuk Penanganan Covid-19 di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/">Langgam.id</a></span> &#8211; </strong>PT. Paragon Technology and Innovation yang menelurkan produk Wardah, membagikan 4.000 alat pelindung diri (APD) untuk Sumatra Barat dalam rangka penanganan virus corona<span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://corona.sumbarprov.go.id/"> (Covid-19).</a></span></p>
<p>Founder PT. Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subakat mengatakan, 4.000 APD disebar ke pelbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumbar, serta laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.</p>
<p>Dalam rinciannya, sebanyak, 1.700 untuk RSUP M.Djamil Padang, RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi 1.000 unit, RS Unand 500 unit, RSUD Rasyidin Padang 100 unit, Lab Fakultas Kedokteran Unand 100 unit, RS Ibnu Sina Padang 100 unit, RSUD Pariaman 100 unit, RS Aisyiah Padang 100 unit, dan RS Siti Rahmah 100 unit.</p>
<h5><span style="font-size: 12pt;">Baca juga : <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/final-psbb-di-sumbar-mulai-rabu-22-april/"><strong>Final, PSBB di Sumbar Mulai Rabu 22 April</strong></a></span></span></h5>
<p>Selain APD, Wardah juga menyalurkan bantuan berupa ventilator untuk RSUD Achmad Muchtar dan RSUP M Djamil Padang, dan PCR untuk Fakultas Kedokteran Unand.</p>
<p>&#8220;Kita harus bersama-sama berjuang melawan virus ini,&#8221; ujar wanita kelahiran Padang Panjang, Sumatra Barat itu.</p>
<p>Nurhayati mengajak, semua masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah dalam menghadapi pandemi corona ini. Jaga physical distancing dan hidup sehat dengan meningkatkan imunitas tubuh.</p>
<p>&#8220;Semoga negara kita terbebas dari wabah ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu Wakil Bendahara Minang Diaspora Network (MDN) Global Mulyeni mengatakan, selain bantuan untuk rumah sakit, Wardah juga menyerahkan beasiswa untuk mahasiswa di Sumbar. Beasiswa ini sangat berguna bagi mahasiswa di tengah pandemi corona.</p>
<p>&#8220;Aksi kemanusian ini bentuk kepedulian kami terhadap kampung halaman dalam membantu perangi corona,” ujarnya, Senin (20/4).</p>
<p>Paragon yang awalnya bernama PT Pusaka Tradisi Ibu adalah perusahaan yang  berpengalaman lebih dari 32 tahun, dan telah diakui sebagai salah satu perusahaan manufaktur kosmetik nasional terbesar di Indonesia dan telah diperhitungkan dalam taraf internasional.</p>
<p>Eksistensi Paragon sebagai sebuah perusahaan cukup disegani terpatri pada brand-brand unggulannya seperti Wardah, Make Over, Emina, IX, dan Putri.</p>
<p>Sebagai perusahaan kosmetik asli Indonesia dengan tingkat pertumbuhan lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan industri per tahun, kini Paragon telah memiliki lebih dari 7.500 karyawan terbaik di bidangnya di seluruh Indonesia yang dipercayakan untuk memproduksi lebih dari 95 juta produk personal care dan make up setiap tahunnya.</p>
<p>Pada tahun 2016, Paragon mendirikan perusahaan logistik bernama PT Parama Global Inspira yang fokus menangani pendistribusian produk ke para konsumen. <strong>(Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wardah-salurkan-4000-apd-untuk-penanganan-covid-19-di-sumbar/">Wardah Salurkan 4.000 APD untuk Penanganan Covid-19 di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">36822</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 25/95 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 2/4 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-09-26 00:03:21 by W3 Total Cache
-->