<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Mentawai Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/mentawai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/mentawai/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2026 01:54:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Mentawai Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/mentawai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Long Boat Terbalik di Mentawai</title>
		<link>https://langgam.id/tim-sar-lanjutkan-pencarian-korban-long-boat-terbalik-di-mentawai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 01:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=249241</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang korban yang hilang akibat kecelakaan long boat di perairan Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (9/6/2026) pagi ini. Korban hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik dihantam ombak saat hendak menjemput warga sakit untuk dibawa berobat ke Tuapejat, Senin (8/6/2026) sore. Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Jajanggi (48). Sementara dua penumpang lainnya, Danil (30) dan Hendrikus (34), berhasil menyelamatkan diri setelah insiden yang terjadi pada Senin (8/6/2026) sore tersebut. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-sar-lanjutkan-pencarian-korban-long-boat-terbalik-di-mentawai/">Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Long Boat Terbalik di Mentawai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> — Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang korban yang hilang akibat kecelakaan long boat di perairan Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (9/6/2026) pagi ini.</p>



<p>Korban hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik dihantam ombak saat hendak menjemput warga sakit untuk dibawa berobat ke Tuapejat, Senin (8/6/2026) sore.</p>



<p>Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Jajanggi (48). Sementara dua penumpang lainnya, Danil (30) dan Hendrikus (34), berhasil menyelamatkan diri setelah insiden yang terjadi pada Senin (8/6/2026) sore tersebut.</p>



<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim rescue setelah menerima laporan dari kepala desa dan keluarga korban pada pukul 17.35 WIB.</p>



<p>Sebanyak enam personel SAR diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian yang berada di sekitar pintu Muara Sagulubbek.</p>



<p>Menurut informasi yang diterima SAR, long boat bermesin 40 PK itu awalnya bertolak dari Muara Sagulubbek menuju Pantai Sagulubbek untuk menjemput seorang warga yang sakit dan akan dibawa ke Tuapejat guna mendapatkan penanganan medis.</p>



<p>Namun, saat melintasi pintu muara, perahu dihantam gelombang hingga terbalik. Ketiga penumpang tercebur ke laut. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Jajanggi dilaporkan hilang.</p>



<p>Sebelum tim SAR tiba, warga setempat telah melakukan upaya pencarian menggunakan tiga unit long boat di sekitar lokasi kejadian. Akan tetapi, korban belum berhasil ditemukan.</p>



<p>Operasi pencarian sempat terkendala cuaca buruk. Hujan yang mengguyur kawasan perairan Siberut Barat, gelombang laut mencapai sekitar dua meter, serta jarak pandang yang terbatas pada malam hari membuat tim SAR menghentikan sementara pencarian demi keselamatan personel.</p>



<p>Pada Senin malam, tim rescue memutuskan bersandar di Dermaga Pei-Pei dan melanjutkan operasi pada Selasa pagi.</p>



<p>&#8220;Operasi pencarian dilanjutkan kembali dengan memaksimalkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi titik hanyut korban,&#8221; kata Benteng.</p>



<p>Dalam operasi tersebut, tim SAR dibekali berbagai perlengkapan pendukung, mulai dari alat navigasi, komunikasi, perlengkapan medis, peralatan evakuasi, telepon satelit hingga perangkat Starlink untuk memastikan koordinasi tetap berjalan di tengah keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah kepulauan.</p>



<p>Hingga Selasa pagi, tim SAR bersama unsur terkait dan masyarakat setempat masih terus melakukan pencarian terhadap korban. Upaya penyisiran difokuskan di sekitar perairan Muara Sagulubbek dengan mempertimbangkan arah arus dan kondisi cuaca.</p>



<p>Kecelakaan ini menjadi pengingat akan tingginya risiko pelayaran di perairan Mentawai, terutama saat cuaca ekstrem melanda. Di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut, perjalanan menggunakan long boat masih menjadi pilihan utama masyarakat, termasuk untuk kebutuhan darurat seperti membawa warga yang membutuhkan pertolongan medis. (<strong>HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-sar-lanjutkan-pencarian-korban-long-boat-terbalik-di-mentawai/">Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Long Boat Terbalik di Mentawai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">249241</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dihantam Ombak Saat Jemput Warga Sakit, Long Boat Terbalik di Mentawai, Satu Orang Hilang</title>
		<link>https://langgam.id/dihantam-ombak-saat-jemput-warga-sakit-long-boat-terbalik-di-mentawai-satu-orang-hilang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 00:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=249239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Sebuah long boat yang hendak menjemput warga sakit di kawasan Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, terbalik setelah dihantam ombak besar di pintu muara setempat, Senin (8/6/2026) sore. Dalam insiden tersebut, dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian. Peristiwa itu terjadi ketika long boat bermesin 40 PK berwarna cokelat berangkat dari Muara Sagulubbek menuju Pantai Sagulubbek untuk menjemput seorang warga yang akan dibawa berobat ke Tuapejat. Namun, saat melintasi pintu muara, cuaca buruk dan gelombang tinggi menghantam perahu tersebut hingga terbalik. Ketiga penumpang terlempar ke laut. Dua korban,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dihantam-ombak-saat-jemput-warga-sakit-long-boat-terbalik-di-mentawai-satu-orang-hilang/">Dihantam Ombak Saat Jemput Warga Sakit, Long Boat Terbalik di Mentawai, Satu Orang Hilang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> — Sebuah long boat yang hendak menjemput warga sakit di kawasan Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, terbalik setelah dihantam ombak besar di pintu muara setempat, Senin (8/6/2026) sore. </p>



<p>Dalam insiden tersebut, dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara satu orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.</p>



<p>Peristiwa itu terjadi ketika long boat bermesin 40 PK berwarna cokelat berangkat dari Muara Sagulubbek menuju Pantai Sagulubbek untuk menjemput seorang warga yang akan dibawa berobat ke Tuapejat.</p>



<p>Namun, saat melintasi pintu muara, cuaca buruk dan gelombang tinggi menghantam perahu tersebut hingga terbalik. Ketiga penumpang terlempar ke laut.</p>



<p>Dua korban, yakni Danil (30) dan Hendrikus (34), berhasil menyelamatkan diri. Sementara seorang korban lainnya, Jajanggi (48), hingga kini belum ditemukan.</p>



<p>Warga sekitar sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri menggunakan tiga unit long boat. Namun, hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan.</p>



<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 17.35 WIB dari kepala desa dan keluarga korban.</p>



<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung diberangkatkan pada pukul 17.50 WIB menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan enam personel menuju lokasi kejadian.</p>



<p>&#8220;Tim rescue langsung bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang,&#8221; kata Benteng dalam keterangannya.</p>



<p>Tim SAR dilengkapi berbagai peralatan pendukung operasi, mulai dari alat navigasi, komunikasi, perlengkapan medis, peralatan evakuasi, telepon satelit hingga perangkat Starlink guna menunjang pelaksanaan pencarian di lapangan.</p>



<p>Namun, kondisi cuaca buruk menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat. Hujan yang mengguyur wilayah perairan Siberut Barat, kecepatan angin mencapai 9 knot, serta gelombang setinggi sekitar dua meter membuat operasi pencarian tidak dapat dilaksanakan secara maksimal pada malam hari.</p>



<p>Sekitar pukul 20.00 WIB, tim SAR memutuskan bersandar di Dermaga Pei-Pei demi keselamatan personel dan efektivitas operasi.</p>



<p>&#8220;Pencarian dihentikan sementara pada pukul 21.00 WIB karena cuaca dan jarak pandang yang sangat terbatas. Operasi akan dilanjutkan kembali pada Selasa pagi pukul 06.30 WIB,&#8221; ujar Benteng.</p>



<p>Hingga berita ini diturunkan, tim SAR Mentawai bersama unsur terkait masih melanjutkan upaya pencarian terhadap korban yang hilang di sekitar perairan Muara Sagulubbek.</p>



<p>Insiden tersebut kembali menjadi pengingat tingginya risiko pelayaran tradisional di wilayah Kepulauan Mentawai, terutama saat kondisi cuaca dan gelombang laut sedang tidak bersahabat. Perjalanan laut yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat setempat kerap menghadapi tantangan besar, terutama ketika harus dilakukan dalam situasi darurat, seperti mengantarkan atau menjemput warga yang membutuhkan penanganan medis. (<strong>HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dihantam-ombak-saat-jemput-warga-sakit-long-boat-terbalik-di-mentawai-satu-orang-hilang/">Dihantam Ombak Saat Jemput Warga Sakit, Long Boat Terbalik di Mentawai, Satu Orang Hilang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">249239</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar, Padang hingga Mentawai Perlu Waspada 8 Juni 2026</title>
		<link>https://langgam.id/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-lebat-di-sumbar-padang-hingga-mentawai-perlu-waspada-8-juni-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 05:02:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Cuaca di Sumatra Barat (Sumbar) dalam tiga hari ke depan diperkirakan didominasi kondisi cerah berawan dan berawan. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 mendatang. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Minangkabau yang dirilis Sabtu (6/6/2026) pukul 09.00 WIB, cuaca pada Sabtu hingga Minggu masih relatif kondusif dengan potensi hujan ringan yang tersebar di sejumlah wilayah. Pada Sabtu (6/6/2026), cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan sejak pagi. Hujan ringan berpotensi turun pada siang hingga sore hari di Pasaman</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-lebat-di-sumbar-padang-hingga-mentawai-perlu-waspada-8-juni-2026/">BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar, Padang hingga Mentawai Perlu Waspada 8 Juni 2026</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Cuaca di Sumatra Barat (Sumbar) dalam tiga hari ke depan diperkirakan didominasi kondisi cerah berawan dan berawan. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 mendatang.</p>



<p>Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Minangkabau yang dirilis Sabtu (6/6/2026) pukul 09.00 WIB, cuaca pada Sabtu hingga Minggu masih relatif kondusif dengan potensi hujan ringan yang tersebar di sejumlah wilayah.</p>



<p>Pada Sabtu (6/6/2026), cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan sejak pagi. Hujan ringan berpotensi turun pada siang hingga sore hari di Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Solok Selatan.</p>



<p>Memasuki malam hingga dini hari, hujan ringan diprakirakan masih terjadi di beberapa daerah, antara lain Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Sawahlunto, dan Sijunjung.</p>



<p>Suhu udara pada hari itu diperkirakan berada pada kisaran 18 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga selatan dengan kecepatan 4 hingga 30 kilometer per jam. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini untuk kondisi cuaca pada Sabtu.</p>



<p>Sementara itu, pada Minggu (7/6/2026), cuaca Sumatera Barat masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan ringan diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari di Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.</p>



<p>Pada malam hingga dini hari, hujan ringan berpotensi mengguyur Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, Pasaman, Kepulauan Mentawai, dan Padang Pariaman. Suhu udara diprakirakan berkisar 18 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60 hingga 98 persen. Kecepatan angin mencapai 4 hingga 32 kilometer per jam dari arah tenggara hingga barat laut.</p>



<p>Peningkatan aktivitas hujan diperkirakan mulai terjadi pada Senin (8/6). Sejak pagi hari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai dan Pesisir Selatan. Pada saat yang sama, hujan ringan diprakirakan turun di Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang, Lima Puluh Kota, dan Payakumbuh.</p>



<p>Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi meluas ke Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Sementara Kepulauan Mentawai masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.</p>



<p>Pada malam hari, hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Kondisi serupa berpotensi berlanjut hingga dini hari di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Padang Pariaman, dan Kota Padang.</p>



<p>BMKG Minangkabau telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat pada 8 Juni 2026 yang berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, serta wilayah sekitarnya.</p>



<p>Untuk periode tersebut, suhu udara diperkirakan berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 60 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 4 hingga 32 kilometer per jam.</p>



<p>Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG guna mengantisipasi kemungkinan dampak cuaca yang dapat terjadi. <strong>(ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bmkg-ingatkan-potensi-hujan-lebat-di-sumbar-padang-hingga-mentawai-perlu-waspada-8-juni-2026/">BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sumbar, Padang hingga Mentawai Perlu Waspada 8 Juni 2026</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prakiraan Cuaca: Warga Mentawai Diminta Waspada, Hujan Disertai Petir Pagi Ini</title>
		<link>https://langgam.id/prakiraan-cuaca-warga-mentawai-diminta-waspada-hujan-disertai-petir-pagi-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 00:15:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247080</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat (Sumbar) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Sabtu (16/5/2026) pagi. Berdasarkan informasi yang dirilis BMKG pada pukul 06.30 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang mulai pukul 06.40 WIB. Wilayah yang diperkirakan terdampak cuaca ekstrem tersebut meliputi Kecamatan Siberut Selatan dan sekitarnya.&#160; Selain itu, kondisi cuaca juga berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yakni Siberut Barat, Siberut Barat Daya, dan Siberut Tengah. BMKG memperkirakan kondisi cuaca tersebut masih akan berlangsung hingga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/prakiraan-cuaca-warga-mentawai-diminta-waspada-hujan-disertai-petir-pagi-ini/">Prakiraan Cuaca: Warga Mentawai Diminta Waspada, Hujan Disertai Petir Pagi Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Barat (Sumbar) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Sabtu (16/5/2026) pagi.</p>



<p>Berdasarkan informasi yang dirilis BMKG pada pukul 06.30 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang mulai pukul 06.40 WIB.</p>



<p>Wilayah yang diperkirakan terdampak cuaca ekstrem tersebut meliputi Kecamatan Siberut Selatan dan sekitarnya.&nbsp;</p>



<p>Selain itu, kondisi cuaca juga berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yakni Siberut Barat, Siberut Barat Daya, dan Siberut Tengah.</p>



<p>BMKG memperkirakan kondisi cuaca tersebut masih akan berlangsung hingga pukul 08.40 WIB.</p>



<p>Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak, untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas transportasi akibat hujan lebat dan angin kencang. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/prakiraan-cuaca-warga-mentawai-diminta-waspada-hujan-disertai-petir-pagi-ini/">Prakiraan Cuaca: Warga Mentawai Diminta Waspada, Hujan Disertai Petir Pagi Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247080</post-id>	</item>
		<item>
		<title>90 Persen Resort di Mentawai Diduga Milik Asing, Masuk Gunakan Nama Lokal</title>
		<link>https://langgam.id/90-persen-resort-di-mentawai-diduga-milik-asing-masuk-gunakan-nama-lokal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 01:16:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246934</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali menjadi sorotan. Dalam rapat pengembangan strategis Mentawai yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, terungkap mayoritas resort yang beroperasi di kawasan wisata selancar kelas dunia itu diduga dimiliki investor asing, namun sebagian menggunakan nama lokal dalam proses investasinya. Fakta tersebut disampaikan Asosiasi Resort Mentawai saat rapat yang digelar di Istana Gubernuran Sumbar, Selasa malam (12/5/2026). Menurutnya, sekitar 90 persen resort di Mentawai merupakan penanaman modal asing (PMA), tetapi tidak seluruhnya berjalan sesuai ketentuan. “Hampir 90 persen resort di Mentawai adalah PMA, namun sebagian menggunakan nama lokal. Ini harus ditertibkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/90-persen-resort-di-mentawai-diduga-milik-asing-masuk-gunakan-nama-lokal/">90 Persen Resort di Mentawai Diduga Milik Asing, Masuk Gunakan Nama Lokal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="h-"></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> — Pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali menjadi sorotan. Dalam rapat pengembangan strategis Mentawai yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, terungkap mayoritas resort yang beroperasi di kawasan wisata selancar kelas dunia itu diduga dimiliki investor asing, namun sebagian menggunakan nama lokal dalam proses investasinya.</p>



<p>Fakta tersebut disampaikan Asosiasi Resort Mentawai saat rapat yang digelar di Istana Gubernuran Sumbar, Selasa malam (12/5/2026). Menurutnya, sekitar 90 persen resort di Mentawai merupakan penanaman modal asing (PMA), tetapi tidak seluruhnya berjalan sesuai ketentuan.</p>



<p>“Hampir 90 persen resort di Mentawai adalah PMA, namun sebagian menggunakan nama lokal. Ini harus ditertibkan sejak awal agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” ujar perwakilan asosiasi.</p>



<p>Ia menilai lemahnya pengawasan terhadap investasi pariwisata berpotensi membuat daerah tidak memperoleh manfaat maksimal dari pesatnya pertumbuhan resort di Mentawai. Karena itu, asosiasi meminta pemerintah melakukan audit lapangan serta penertiban terhadap resort yang dinilai melanggar aturan.</p>



<p>“Kami ingin pariwisata Mentawai maju, tetapi maju yang bermartabat dan taat hukum,” katanya.</p>



<p>Dalam rapat tersebut, Gubernur Mahyeldi menegaskan potensi wisata Mentawai yang mendunia harus dikelola secara serius, terarah, dan berkelanjutan. Ia menyebut Mentawai memiliki sekitar 400 titik surfing yang menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara.</p>



<p>Namun di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata, Mahyeldi menilai penataan regulasi dan legalitas usaha wisata perlu diperketat, terutama terkait pemanfaatan ruang laut dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah.</p>



<p>“Pertumbuhan resort harus diiringi kepastian legalitas usaha, perlindungan lingkungan, dan optimalisasi kontribusi terhadap PAD,” kata Mahyeldi.</p>



<p>Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumbar, jumlah resort di Mentawai saat ini mencapai sekitar 223 unit. Pemerintah provinsi pun meminta sinkronisasi data dan validasi legalitas seluruh resort yang beroperasi di wilayah tersebut.</p>



<p>Mahyeldi juga menekankan pentingnya memperjelas kewenangan pengelolaan kawasan laut antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar tidak terjadi tumpang tindih aturan.</p>



<p>Selain persoalan investasi, pemerintah turut menyoroti dampak lingkungan akibat berkembangnya industri pariwisata di Mentawai. Pengembangan kawasan wisata, kata Mahyeldi, harus tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem pesisir dan konservasi laut.</p>



<p>“Pemanfaatan wilayah laut harus memperhatikan aturan zonasi dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.</p>



<p>Pemerintah Provinsi Sumbar juga mendorong agar perkembangan sektor pariwisata Mentawai memberi dampak langsung bagi masyarakat lokal, termasuk melalui peningkatan tenaga kerja dan penguatan ekonomi warga sekitar kawasan wisata. <strong>(HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/90-persen-resort-di-mentawai-diduga-milik-asing-masuk-gunakan-nama-lokal/">90 Persen Resort di Mentawai Diduga Milik Asing, Masuk Gunakan Nama Lokal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246934</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Miliki 400 Titik Surfing, Gubernur Sumbar Minta Jajaran Seriusi Kembangkan Wisata Mentawai</title>
		<link>https://langgam.id/miliki-400-titik-surfing-gubernur-sumbar-minta-jajaran-seriusi-kembangkan-wisata-mentawai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 04:09:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246857</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauan Mentawai dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Daerah kepulauan itu dinilai memiliki potensi wisata kelas dunia, terutama dengan keberadaan sekitar 400 titik surfing yang tersebar di kawasan pesisir Mentawai. “Mentawai punya potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dimaksimalkan secara terarah,” kata Mahyeldi saat memimpin rapat pembahasan pengembangan strategis Kepulauan Mentawai di Istana Gubernuran, Padang, Selasa malam (12/5/2026). Menurut Mahyeldi, ratusan titik selancar tersebut menjadikan Mentawai sebagai salah satu kawasan surfing terbanyak di dunia. Potensi itu dinilai mampu memperkuat posisi Mentawai sebagai destinasi wisata internasional</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/miliki-400-titik-surfing-gubernur-sumbar-minta-jajaran-seriusi-kembangkan-wisata-mentawai/">Miliki 400 Titik Surfing, Gubernur Sumbar Minta Jajaran Seriusi Kembangkan Wisata Mentawai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="h-"><strong>Langgam.id</strong> — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauan Mentawai dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Daerah kepulauan itu dinilai memiliki potensi wisata kelas dunia, terutama dengan keberadaan sekitar 400 titik surfing yang tersebar di kawasan pesisir Mentawai.</p>



<p>“Mentawai punya potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dimaksimalkan secara terarah,” kata Mahyeldi saat memimpin rapat pembahasan pengembangan strategis Kepulauan Mentawai di Istana Gubernuran, Padang, Selasa malam (12/5/2026).</p>



<p>Menurut Mahyeldi, ratusan titik selancar tersebut menjadikan Mentawai sebagai salah satu kawasan surfing terbanyak di dunia. Potensi itu dinilai mampu memperkuat posisi Mentawai sebagai destinasi wisata internasional unggulan di Indonesia, khususnya di sektor wisata bahari.</p>



<p>Selain wisata selancar, Mentawai juga memiliki kawasan mangrove yang luas dan dinilai berpotensi dikembangkan menjadi wisata edukasi serta wisata berbasis lingkungan.</p>



<p>“Hutan mangrove di sana juga luas, itu bisa dikembangkan menjadi peluang usaha masyarakat, sekaligus menjaga ekosistem pantai dan menjadi tempat pemijahan ikan,” ujarnya.</p>



<p>Dalam rapat yang dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI AL, Balai Penataan Ruang Laut Padang, Loka Perikanan Budidaya Laut Pekanbaru, hingga asosiasi pariwisata Mentawai itu, pemerintah membahas sejumlah isu strategis terkait pengembangan daerah wisata tersebut.</p>



<p>Pembahasan mencakup investasi resort, pemanfaatan ruang laut, konservasi kawasan pesisir, hingga optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.</p>



<p>Mahyeldi menyoroti pertumbuhan resort di Mentawai yang berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Sumbar, jumlah resort di Mentawai kini mencapai sekitar 223 unit.</p>



<p>Menurut dia, pertumbuhan industri wisata harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat, kepastian legalitas usaha, serta perlindungan lingkungan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat setempat.</p>



<p>“Terdapat peluang besar untuk meningkatkan PAD dari pemanfaatan ruang laut dan aktivitas wisata di sekitar resort,” katanya.</p>



<p>Karena itu, Mahyeldi meminta OPD terkait segera melakukan sinkronisasi data dan penertiban legalitas usaha wisata di Mentawai. Ia juga menekankan pentingnya kejelasan kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam pengelolaan izin kawasan laut agar tidak terjadi tumpang tindih aturan.</p>



<p>Selain penataan sektor wisata, Mahyeldi juga menaruh perhatian pada aspek aksesibilitas menuju Mentawai. Ia mendukung usulan penambahan panjang landasan pacu Bandara Mentawai agar dapat melayani pesawat berkapasitas lebih besar.</p>



<p>“Kalau akses semakin mudah, wisatawan mancanegara juga akan semakin banyak datang ke Mentawai,” ujarnya.</p>



<p>Mahyeldi menegaskan pembangunan pariwisata di Mentawai tidak boleh hanya menguntungkan investor, tetapi juga harus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Karena itu, ia mendorong peningkatan pelatihan tenaga kerja bagi pemuda Mentawai agar dapat terserap di sektor pariwisata dan industri resort.</p>



<p>“Pariwisata Mentawai harus tetap mengedepankan budaya lokal sebagai daya tarik utama,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Asosiasi Resort Mentawai menyoroti maraknya investasi asing di Mentawai yang dinilai belum seluruhnya berjalan sesuai aturan. Ia menyebut sebagian besar resort di Mentawai merupakan penanaman modal asing (PMA), namun menggunakan nama lokal.</p>



<p>“Kami ingin pariwisata Mentawai maju, tapi maju yang bermartabat dan taat hukum,” ujarnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/miliki-400-titik-surfing-gubernur-sumbar-minta-jajaran-seriusi-kembangkan-wisata-mentawai/">Miliki 400 Titik Surfing, Gubernur Sumbar Minta Jajaran Seriusi Kembangkan Wisata Mentawai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246857</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Daftar Sementara 8 Daerah Tuan Rumah Porprov Sumbar 2026: Mentawai Cabor Surfing hingga Kota Solok Aerosport</title>
		<link>https://langgam.id/daftar-sementara-8-daerah-tuan-rumah-porprov-sumbar-2026-mentawai-cabor-surfing-hingga-kota-solok-aerosport/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 03:33:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[Porprov Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246614</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Setelah delapan tahun tidak terlaksana, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Barat (Sumbar) yang ke-16  akan digelar pada 2-14 Oktober 2026.  Sebanyak 12 daerah telah mengajukan diri sebagai tuan rumah cabang olahraga (Cabor), namun baru delapan daerah yang dinyatakan memenuhi syarat.  Daerah yang jadi tuan rumah ini di antaranya&#160;Kabupaten Kepulauan Mentawai ditunjuk untuk berlangsungnya cabor&#160;selancar ombak, kabaddi, dan mixed martial arts (MMA). Kabupaten Tanah Datar cabor tinju dan bola voli. Selanjutnya, Kabupaten Solok dipercaya menjadi tuan rumah cabor kick boxing dan karate. Kabupaten Lima Puluh Kota ditetapkan untuk cabor menembak dan pencak silat, sedangkan Kabupaten Pasaman Barat akan menggelar cabor</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/daftar-sementara-8-daerah-tuan-rumah-porprov-sumbar-2026-mentawai-cabor-surfing-hingga-kota-solok-aerosport/">Daftar Sementara 8 Daerah Tuan Rumah Porprov Sumbar 2026: Mentawai Cabor Surfing hingga Kota Solok Aerosport</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id &#8211; Setelah delapan tahun tidak terlaksana, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Barat (Sumbar) yang ke-16  akan digelar pada 2-14 Oktober 2026.  Sebanyak 12 daerah telah mengajukan diri sebagai tuan rumah cabang olahraga (Cabor), namun baru delapan daerah yang dinyatakan memenuhi syarat. </p>



<p>Daerah yang jadi tuan rumah ini di antaranya&nbsp;Kabupaten Kepulauan Mentawai ditunjuk untuk berlangsungnya cabor&nbsp;selancar ombak, kabaddi, dan mixed martial arts (MMA). Kabupaten Tanah Datar cabor tinju dan bola voli.</p>



<p>Selanjutnya, Kabupaten Solok dipercaya menjadi tuan rumah cabor kick boxing dan karate. Kabupaten Lima Puluh Kota ditetapkan untuk cabor menembak dan pencak silat, sedangkan Kabupaten Pasaman Barat akan menggelar cabor arung jeram dan grasstrack.</p>



<p>Untuk Kabupaten Pesisir Selatan cabor catur dan sepak takraw. Kota Pariaman cabor soft tennis, sepatu roda, dan teqball. Berikutnya Kota Solok dipercaya menjadi lokasi pertandingan hapkido, taekwondo, aerosport, angkat berat, dan angkat besi.</p>



<p>Sementara itu, empat daerah lainnya yakni Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Padang Pariaman masih diberi kesempatan melengkapi persyaratan administrasi.</p>



<p>Empat daerah ini diminta menyerahkan surat pernyataan kesediaan menjadi tuan rumah beserta dukungan pembiayaan dan fasilitas pendukung paling lambat 19 Mei 2026 pukul 17.00 WIB.</p>



<p>Sekretaris KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama menegaskan, batas waktu tersebut bersifat final.</p>



<p>&#8220;Kami memberikan kesempatan terakhir kepada daerah yang belum melengkapi persyaratan. Jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak diserahkan, maka otomatis dinyatakan batal sebagai calon tuan rumah,&#8221; kata Dipo dalam keterangannya dikutip, Minggu (10/5/2026).</p>



<p>Ketua Panitia Persiapan Porprov Sumbar ke-16, Sepri menambahkan, konsep penyelenggaraan Porpov tahun ini adalah tuan rumah bersama.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Porprov kali ini dirancang dengan semangat kolaborasi antardaerah. Kami ingin dampak ekonomi dan atmosfer olahraga bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai kabupaten dan kota,&#8221; ujar Sepri.&nbsp;</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/daftar-sementara-8-daerah-tuan-rumah-porprov-sumbar-2026-mentawai-cabor-surfing-hingga-kota-solok-aerosport/">Daftar Sementara 8 Daerah Tuan Rumah Porprov Sumbar 2026: Mentawai Cabor Surfing hingga Kota Solok Aerosport</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246614</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mentawai Diguyur Hujan Deras, Dua Kampung di Sipora Selatan Dikepung Banjir hingga 1 Meter</title>
		<link>https://langgam.id/mentawai-diguyur-hujan-deras-dua-kampung-di-sipora-selatan-dikepung-banjir-hingga-1-meter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 14:01:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Deras]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Lebat]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Kepulauan Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246526</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (8/5/2026) dini hari. Kondisi ini memicu banjir di Sipora Selatan. Sedikitnya, dua kampung di Sipora Selatan terendam banjir. Hingga Jumat sore, genangan air masih merendam permukiman warga dengan ketinggian bervariasi antara 50 hingga 120 sentimeter. Di beberapa titik permukiman, tinggi muka air bahkan dilaporkan mencapai lebih dari satu meter. Bencana banjir dilaporkan berdampak pada sejumlah rumah warga dan akses lingkungan di kawasan terdampak. Dua kampung yang mengalami dampak paling parah berada di Desa Saureinu dan Desa Silaoinan. Kondisi tersebut membuat aktivitas</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mentawai-diguyur-hujan-deras-dua-kampung-di-sipora-selatan-dikepung-banjir-hingga-1-meter/">Mentawai Diguyur Hujan Deras, Dua Kampung di Sipora Selatan Dikepung Banjir hingga 1 Meter</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (8/5/2026) dini hari. Kondisi ini memicu banjir di Sipora Selatan.</p>



<p>Sedikitnya, dua kampung di Sipora Selatan terendam banjir. Hingga Jumat sore, genangan air masih merendam permukiman warga dengan ketinggian bervariasi antara 50 hingga 120 sentimeter.</p>



<p>Di beberapa titik permukiman, tinggi muka air bahkan dilaporkan mencapai lebih dari satu meter.</p>



<p>Bencana banjir dilaporkan berdampak pada sejumlah rumah warga dan akses lingkungan di kawasan terdampak. Dua kampung yang mengalami dampak paling parah berada di Desa Saureinu dan Desa Silaoinan.</p>



<p>Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Sejumlah akses jalan lingkungan tergenang sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat. Hingga pukul 16.15 WIB, air masih terlihat menggenangi kawasan permukiman warga.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Mentawai,&nbsp;Benteng Hilton Telaumbanua mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat pada pagi hari. Tim gabungan diterjunkan ke lokasi untuk membantu penanganan banjir dan memastikan keselamatan warga terdampak.</p>



<p>“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa masyarakat terdampak banjir,” ujarnya.</p>



<p>Petugas gabungan dari SAR Kepulauan Mentawai bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih bersiaga di lokasi banjir. Mereka melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit air sekaligus membantu proses evakuasi apabila kondisi banjir kembali meningkat.</p>



<p>Selain melakukan penanganan darurat, petugas juga terus mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Mentawai.</p>



<p>&#8220;Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan, yang masih berpeluang terjadi di wilayah Mentawai,&#8221; tutupnya. (ICA)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mentawai-diguyur-hujan-deras-dua-kampung-di-sipora-selatan-dikepung-banjir-hingga-1-meter/">Mentawai Diguyur Hujan Deras, Dua Kampung di Sipora Selatan Dikepung Banjir hingga 1 Meter</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246526</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapal Pesiar Perancis Bawa Ratusan Wisatawan Asing ke Mentawai</title>
		<link>https://langgam.id/kapal-pesiar-perancis-bawa-ratusan-wisatawan-asing-ke-mentawai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 10:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=242103</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam mempromosikan wisata budaya mulai menunjukkan hasil positif. Hal itu ditandai dengan bersandarnya kapal pesiar asing MV. Le Jacques Cartier berbendera Prancis di perairan Mentawai yang membawa ratusan wisatawan mancanegara untuk menikmati langsung kekayaan budaya lokal. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyambut baik kedatangan kapal pesiar tersebut dan menilai hal ini sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan wisatawan internasional terhadap daya tarik pariwisata Sumbar, khususnya wisata budaya di Mentawai. “Alhamdulillah, ini adalah kabar baik bagi Sumatera Barat. Kehadiran wisatawan mancanegara dalam jumlah besar ke Mentawai menunjukkan bahwa promosi wisata</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kapal-pesiar-perancis-bawa-ratusan-wisatawan-asing-ke-mentawai/">Kapal Pesiar Perancis Bawa Ratusan Wisatawan Asing ke Mentawai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> — Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam mempromosikan wisata budaya mulai menunjukkan hasil positif. </p>



<p>Hal itu ditandai dengan bersandarnya kapal pesiar asing MV. Le Jacques Cartier berbendera Prancis di perairan Mentawai yang membawa ratusan wisatawan mancanegara untuk menikmati langsung kekayaan budaya lokal.</p>



<p>Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyambut baik kedatangan kapal pesiar tersebut dan menilai hal ini sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan wisatawan internasional terhadap daya tarik pariwisata Sumbar, khususnya wisata budaya di Mentawai.</p>



<p>“Alhamdulillah, ini adalah kabar baik bagi Sumatera Barat. Kehadiran wisatawan mancanegara dalam jumlah besar ke Mentawai menunjukkan bahwa promosi wisata budaya yang kita lakukan selama ini mulai membuahkan hasil positif,” ujar Gubernur Mahyeldi di Padang, Jum&#8217;at (16/1/2026)</p>



<p>Kapal pesiar MV. Le Jacques Cartier tiba dan bersandar di Muara Siberut pada Kamis (15/1) lalu, dengan membawa 155 wisatawan mancanegara dari berbagai negara di Eropa dan Asia, serta 20 kru kapal. Selama berada di Mentawai, para wisatawan mengikuti rangkaian kegiatan wisata budaya di Desa Wisata Muntei, Kecamatan Siberut Selatan.</p>



<p>Para wisatawan disambut warga setempat dengan Tari Turuk Laggai, tarian tradisional khas Mentawai. Setelah itu, mereka diajak berkeliling desa untuk melihat langsung kehidupan masyarakat dan kearifan lokal yang masih terjaga.</p>



<p>Menurut Gubernur, wisata budaya berbasis kearifan lokal merupakan kekuatan utama Mentawai yang memiliki daya tarik unik di mata dunia. Ia menilai, potensi tersebut mesti terus dijaga dan dirawat untuk kemajuan pariwisata daerah dan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>“Mentawai punya budaya yang otentik, alam yang indah, dan masyarakat yang ramah. Ini adalah modal besar yang harus kita jaga bersama. Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk belajar dan merasakan langsung kehidupan masyarakat kita,” ungkap Mahyeldi.</p>



<p>Ia menegaskan, Pemprov Sumbar terus mendorong pengembangan pariwisata Mentawai secara berkelanjutan, dengan tetap menjaga nilai budaya, kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.</p>



<p>“Pariwisata harus memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat lokal. Karena itu, kita dorong desa wisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif agar tumbuh bersama,” tambahnya.</p>



<p>Mahyeldi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, masyarakat desa, serta seluruh pihak terkait yang telah mendukung kelancaran kunjungan wisatawan mancanegara tersebut.</p>



<p>“Terima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat Mentawai yang telah menjadi tuan rumah yang baik. Semoga ini menjadi awal dari kunjungan-kunjungan berikutnya,” tutup Mahyeldi.</p>



<p>Disisi lain Gubernur Mahyeldi menilai, kabar baik ini bukan hanya menjadi capaian sektor pariwisata, tetapi juga bagian penting dari proses pemulihan ekonomi daerah, pasca terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November lalu. Efek domino sektor pariwisata, diharapkannya dapat menstimulus pemulihan sektor lainnya.</p>



<p>“Alhamdulillah, di tengah upaya pemulihan pascabencana, kita mendapat kabar baik dari sektor pariwisata. Semoga ini menjadi bisa mendongkrak pemulihan sektor lainnya di Sumbar,” ujar Mahyeldi.</p>



<p>Diketahui, setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan wisata budaya, rombongan wisatawan kembali ke kapal dan melanjutkan pelayarannya menuju Pulau Nias. </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kapal-pesiar-perancis-bawa-ratusan-wisatawan-asing-ke-mentawai/">Kapal Pesiar Perancis Bawa Ratusan Wisatawan Asing ke Mentawai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">242103</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Kubik Kayu dari Mentawai Ditemukan di Lampung, Ditjen Gakkum dan Satgas PKH Diminta Usut</title>
		<link>https://langgam.id/ribuan-kubik-kayu-dari-mentawai-ditemukan-di-lampung-ditjen-gakkum-dan-satgas-pkh-diminta-usut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 02:40:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ilegal Loging]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=239753</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kapal tongkang RON MAS 69 bermuatan 4.800 kubik kayu gelondongan yang dibawa dari Sikakap, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) terdampar di Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat, Lampung. Informasi dari Polda Lampung, tujuan kapal tongkang tersebut yakni Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Diduga, kayu itu dikirim oleh PT Minas Pagai Lumber dan akan diterima PT Makmur Cemerlang Bersama. Akademisi Defika Yufiandra meminta Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mengusut kayu gelondongan tersebut. &#8220;Ditjen Gakkum dan Satgas PKH harus segera turun tangan mengusut asal usul kayu itu,&#8221; ujar Defika</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ribuan-kubik-kayu-dari-mentawai-ditemukan-di-lampung-ditjen-gakkum-dan-satgas-pkh-diminta-usut/">Ribuan Kubik Kayu dari Mentawai Ditemukan di Lampung, Ditjen Gakkum dan Satgas PKH Diminta Usut</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kapal tongkang RON MAS 69 bermuatan 4.800 kubik kayu gelondongan yang dibawa dari Sikakap, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) terdampar di Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat, Lampung.</p>



<p>Informasi dari Polda Lampung, tujuan kapal tongkang tersebut yakni Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Diduga, kayu itu dikirim oleh PT Minas Pagai Lumber dan akan diterima PT Makmur Cemerlang Bersama.</p>



<p>Akademisi Defika Yufiandra meminta Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) mengusut kayu gelondongan tersebut.</p>



<p>&#8220;Ditjen Gakkum dan Satgas PKH harus segera turun tangan mengusut asal usul kayu itu,&#8221; ujar Defika yang juga Dosen Hukum Pidana Universitas Dharma Andalas, Sabtu (6/12/2025).</p>



<p>Menurutnya, pengusutan ini penting untuk memastikan keabsahan sumber kayu dan legalitas pengangkutannya. Apalagi kondisi yang sama dilakukan Satgas PKH dan Ditjen Gakkum terhadap kayu asal Mentawai yang disita di Gresik, Jawa Timuur beberapa waktu lalu.</p>



<p>Pengusutan terhadap kayu yang dikirim PT BRN itu berlanjut hingga proses penyelidikan dan penyidikan oleh Ditjen Gakkum Kemenhut yang masih berlanjut hingga saat ini.</p>



<p>&#8220;Saya menilai penting dilakukan pengusutan guna memastikan ada pelanggaran atau tidak. Juga untuk membuktikan kepada publik Ditjen Gakkum tidak tebang pilih dalam pengusutan kasus kayu,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Defika menambahkan, isu yang menyangkut lingkungan di Sumatera tengah gencar-gencarnya, karena disebut sebagai faktor yang memperparah bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumbar.</p>



<p>Bencana itu sendiri telah mengakibatkan dampak yang sangat besar. Selain masalah sosial, banjir dan longsor telah menelan korban jiwa yang banyak dan kerusakan yang signifikan.</p>



<p>Kapal tongkang mengangkut kayu gelondongan yang terdampar tersebut diketahui terdapat barcode perusahaan pada tiap potongan kayu.</p>



<p>Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari menyampaikan, kapal itu terdampar di Pantai Tanjung Setia sejak 6 November 2025. Dari keterangan yang dihimpun kepolisian, kapal tongkang itu berasal dari Sumbar pada 2 November 2025.</p>



<p>&#8220;Muatannya sekitar 4.800 kubik kayu,&#8221; kata Yuni.</p>



<p>Dalam tiap batang kayu yang ada di dalamnya, tercantum barcode bertuliskan nama perusahaan dan tulisan &#8220;Sumatera Barat&#8221;. Diketahui, kapal tersebut berangkat dari Sikakap, Kepulauan Mentawai, Sumbar.</p>



<p>Dari pendataan sementara, kapal tersebut membawa 4.800 kubik kayu meranti dan kruing. Ribuan batang kayu itu memiliki panjang hingga enam meter dengan diameter mencapai 50-100 sentimeter.</p>



<p>Yuni mengatakan, pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat guna menindaklanjuti insiden tersebut. Kapal tongkang bermuatan kayu itu hingga kini Jumat (5/12/2025), masih berada di lokasi, dan penanganan kasus ditangani Polres Pesisir Barat bersama Direktorat Polairud Polda Lampung.</p>



<p>Sebelumnya, pada Oktober 2025 lalu Satgas PKH menyita 4.610 meter kubik kayu meranti asal Mentawai di Pelabuhan Gresik, Jawa Timur.</p>



<p>Satgas PKH juga telah menetapkan PT Berkah Rimba Nusantara (BRN) dan seorang individu berinisial IM sebagai tersangka.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ribuan-kubik-kayu-dari-mentawai-ditemukan-di-lampung-ditjen-gakkum-dan-satgas-pkh-diminta-usut/">Ribuan Kubik Kayu dari Mentawai Ditemukan di Lampung, Ditjen Gakkum dan Satgas PKH Diminta Usut</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239753</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 27/87 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-13 09:13:28 by W3 Total Cache
-->