<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Megawati Soekarnoputri Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/megawati-soekarnoputri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/megawati-soekarnoputri/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Oct 2023 07:55:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Megawati Soekarnoputri Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/megawati-soekarnoputri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Mahatir Mohamad Suka Rendang di Rumah Makan Padang</title>
		<link>https://langgam.id/mahatir-mohamad-suka-rendang-di-rumah-makan-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2023 07:48:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Rendang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=189618</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Rendang salah satu makanan yang paling disukai Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Rendang merupakan makanan khas Minang. Rendang pernah menjadi makanan terlezat di dunia versi CNN. Mahathir&#160;suka makan rendang di Rumah Makan Padang, yang terletak di kawasan Sabang Jakarta. Hal ini disampaikan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri saat bertemu Mahathir di Kuala Lumpur Malaysia, 3 Oktober 2023 &#8220;Kegemaran makannya (Mahathir) itu rendang daging,&#8221; ujar Megawati dikutip dari Kompas Tv. Megawati mengatakan, Mahathir sering mampir di Rumah Makan Padang Natrabu yang terletak di kawasan Sabang Jakarta, untuk makan rendang. &#8220;Katanya (Mahathir) di situ yang paling enak rendangnya,&#8221; Ketua</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahatir-mohamad-suka-rendang-di-rumah-makan-padang/">Mahatir Mohamad Suka Rendang di Rumah Makan Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id-</strong> Rendang salah satu makanan yang paling disukai Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.</p>



<p>Rendang merupakan makanan khas Minang. Rendang pernah menjadi makanan terlezat di dunia versi CNN.</p>



<p>Mahathir&nbsp;suka makan rendang di Rumah Makan Padang, yang terletak di kawasan Sabang Jakarta.</p>



<p>Hal ini disampaikan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri saat bertemu Mahathir di Kuala Lumpur Malaysia, 3 Oktober 2023</p>



<p>&#8220;Kegemaran makannya (Mahathir) itu rendang daging,&#8221; ujar Megawati dikutip dari Kompas Tv.</p>



<p>Megawati mengatakan, Mahathir sering mampir di Rumah Makan Padang Natrabu yang terletak di kawasan Sabang Jakarta, untuk makan rendang.</p>



<p>&#8220;Katanya (Mahathir) di situ yang paling enak rendangnya,&#8221; Ketua Umum PDIP itu.</p>



<p>Pertemuan Megawati dan Mahathir berlangsung hampir satu jam. Pembicaraan kedua tokoh itu hanya tentang kulier, tapi juga soal cuaca hingga Ibu Kota Negara Nusantara.</p>



<p>Mahathir juga menyerahkan sebuah buku kepada Megawati. Buku yang berjudul &#8220;Capturing Hope, The Struggle Continues for a New Malaysia itu sudah ditandatangani Mahathir.</p>



<p>Megawati ke Malaysia uetua Umum PDIP yang juga Presiden ke-5 RI&nbsp;Megawati Soekarnoputri&nbsp;memperoleh gelar doktor<em>&nbsp;honoris causa</em>&nbsp;(HC) ke-10 dari Universitas Tunku Abdul Rahman (UTAR),&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahatir-mohamad-suka-rendang-di-rumah-makan-padang/">Mahatir Mohamad Suka Rendang di Rumah Makan Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189618</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumatera Barat (Mestinya) Tagak di Nan Manang</title>
		<link>https://langgam.id/sumatera-barat-mestinya-tagak-di-nan-manang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Benni Inayatullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2022 12:39:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[niniak mamak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=145139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Diksi Membangkik Batang Tarandam sudah menjadi kata sakti untuk menggambarkan tekad orang Minangkabau kembali kepada yang dianggap sebagai kejayaan masa silam. Seorang kawan di sebuah Whatsapp Group baminang-minang berkata kepada saya, “Sudah hampir setengah abad saya hidup selalu saja diksi Mambangkik Batang Tarandam ini disebut-sebut dalam setiap pembicaraan tentang Minangkabau tapi tak jelas ujung pangkalnya.” Kawan saya ini mengomentari tulisan Gamawan Fauzi &#38; Hasril Chaniago di situs detik.com yang berjudul “Menjawab Kerisauan Bundo Mega”. Saya hanya tertawa saja mendengar kawan saya yang kecil di ranah dan kemudian menjadi pengusaha sukses di rantau itu. Memang begitulah adanya, diksi Membangkik Batang Tarandam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumatera-barat-mestinya-tagak-di-nan-manang/">Sumatera Barat (Mestinya) Tagak di Nan Manang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="pullquote align-center"><p>Diksi Membangkik Batang Tarandam sudah menjadi kata sakti untuk menggambarkan tekad orang Minangkabau kembali kepada yang dianggap sebagai kejayaan masa silam.</p></blockquote>
<p><span class="dropcap " style="background-color: #ffffff; color: #000000; border-color: #ffffff;">S</span>eorang kawan di sebuah <em>Whatsapp Group</em> baminang-minang berkata kepada saya, “Sudah hampir setengah abad saya hidup selalu saja diksi <em>Mambangkik Batang Tarandam</em> ini disebut-sebut dalam setiap pembicaraan tentang Minangkabau tapi tak jelas ujung pangkalnya.” Kawan saya ini mengomentari tulisan Gamawan Fauzi &amp; Hasril Chaniago di situs detik.com yang berjudul <em>“Menjawab Kerisauan Bundo Mega”</em>.</p>
<p>Saya hanya tertawa saja mendengar kawan saya yang kecil di ranah dan kemudian menjadi pengusaha sukses di rantau itu. Memang begitulah adanya, diksi Membangkik Batang Tarandam ini sudah menjadi kata sakti untuk menggambarkan tekad orang Minangkabau kembali kepada yang dianggap sebagai kejayaan masa silam.</p>
<p>Setelah saya baca tulisan tulisan Gamawan Fauzi &amp; Hasril Chaniago itu saya sebetulnya tidak menemukan hal baru yang dapat mencerahkan khazanah pengetahuan baminang-minang kita. Sebagaimana ratusan tulisan lainnya, isinya hanyalah tangkisan atas kritik yang dilakukan dari luar meskipun yang mengkritik adalah orang Minang juga.</p>
<p>Apakah sudah jadi tabiat orang Minang yang selalu menangkis kritikan tanpa berusaha melakukan otokritik terlebih dulu? Saya tidak tahu, namun sebagai orang Minang saya cukup memahami karena dalam pergaulan masa kecil saya di kampung dulu, dalam berkompetisi jangankan kalah, <em>draw</em> saja saya tak mau. Barangkali kelakuan masa kecil ini sudah membudaya pada kita semua sehingga kita cenderung reaksioner kepada kritikan yang dilontarkan pihak lain.</p>
<h2><strong>Sekolah Adat</strong></h2>
<p>Gamawan Fauzi &amp; Hasril Chaniago mencoba menjawab tanya Megawati tentang Sumbar yang berubah serta tradisi musyawarah Niniak Mamak. Gamawan Fauzi &amp; Hasril Chaniago mengatakan bahwa Ninik Mamak masih ada dan berjalan dengan baik dalam struktur Adat Minangkabau. Tungku tigo sajarangan masih menjadi elemen pemutus dalam setiap persoalan yang ada di Minangkabau.</p>
<p>Namun pertanyaannya, apakah fungsi Ninik Mamak dalam struktur sosial itu berjalan dengan seharusnya? Kemudian, bagaimanakah sistem kontrol terhadap pemahaman Niniak Mamak terhadap adat selama ini? Apakah ada standar khusus yang harus dipenuhi oleh seorang kemenakan sebelum dia manjawek gelar penghulu?</p>
<p>Saya belum pernah mendengar hal itu. Warih memang selalu dijawek namun pemahaman adat serta kepemimpinan ninik mamak selama ini terus menurun karena tidak ada standarisasi itu. Banyak kemenakan yang tanpa pengetahuan adat yang mumpuni manjawek warih sebagai pemegang gelar datuk. Tampaknya gelar datuk masih menjadi prestis yang bisa mengangkat status sosial dalam masyarakat sehingga tidak jarang kemenakan meminta gelar Datuk menjelang pemilu.</p>
<p>Kondisi demikian diperparah oleh banyaknya gelar datuk yang dibawa ke rantau. Bila Datuk sudah di rantau lalu siapa yang akan mengawasi kemenakan? Siapa yang akan mengelola harta pusako? Sudah jelas kepemimpinan dalam suatu kaum tidak akan berjalan dengan baik apabila Datuknya sendiri berada di rantau.</p>
<p>Memang hal ini bagai buah simalakama. Kebanyakan gelar yang dibawa ke rantau itu karena kaum merasa bahwa nan cadiak sudah di rantau semua sehingga tidak mungkin diberikan kepada kemenakan di ranah yang mungkin secara pendidikan atau kemampuan finansial tidak sebaik yang di rantau. Bila yang cadiak dan bapitih sudah di rantau semua maka gelar terpaksa diberikan kepada yang ada saja meskipun secara kemampuan memimpin sangat kurang sekali. Banyak juga yang seperti ini.</p>
<p>Saya sendiri tidak setuju gelar Datuk ini dibawa ke rantau. Pemegang gelar datuk mestilah harus diam dan tinggal di kampung karena mengelola dan memimpin suku itu setiap hari tidak bisa disambi begitu saja. Lalu bagaimana dengan kualitas kepemimpinan apabila yang menerima gelar datuk seandainya tidak secadiak kemenakan yang di rantau? Disinilah saya mengharapkan setiap Nagari dibawah Kerapatan Adat nagari masing-masing dapat hendaknya mengambil peran dalam pengayaan pengetahuan adat dan kepemimpinan kepada setiap niniak mamak atau datuak yang baru terpilih ataupun yang lama.</p>
<p>Mestinya, ada sekolah adat yang dimiliki oleh setiap nagari di Sumatera Barat untuk dapat memastikan bawah niniak mamak dipangku oleh orang yang benar-benar memahami secara paripurna adat Minangkabau. Sehingga tidak ada lagi kita mendengar datuak yang menjual dan menggadai harta pusako atau niniak mamak yang berkonflik dengan kemenakannya. Bahkan tidak jarang kita menemui seorang Datuk yang tidak menguasai Alua jo Sambah.</p>
<p>Jadi, keberadaan Niniak Mamak ini tidak hanya sekedar ada untuk mengisi struktur kaum, suku dan nagari saja. Keberadaan niniak mamak harus terasa kehadirannya secara nyata dan berkualitas demi kemajuan serta kesejahteraan anak dan kemenakan. Saya kira disini letak kritikan itu.</p>
<h2><strong>Tagak di Nan Manang</strong></h2>
<p>Gamawan Fauzi &amp; Hasril Chaniago juga membahas mengenai kritikan bahwa Sumbar saat ini kehilangan tokoh di tingkat nasional. Dalam tulisan itu, Gamawan Fauzi &amp; Hasril Chaniago terlihat mendua menyikapi ini. Pertama, Gamawan Fauzi &amp; Hasril Chaniago mengakui terjadinya penurunan tokoh nasional yang disebabkan oleh keunggulan jumlah sekolah Minangkabau zaman dulu telah disamai bahkan dilampaui oleh daerah lain. Sehingga secara intelektual Sumbar tidak dalam posisi yang lebih unggul sebagaimana awal kemerdekaan dulu.</p>
<p>Namun, di sisi lain tulisan Gamawan Fauzi &amp; Hasril Chaniago justru membanggakan bahwa Minangkabau tidak pernah absen menyumbangkan tokoh Minangkabau dalam 41 kabinet yang telah dimiliki oleh negara ini. Tentang bagaimana orang awak begitu mengapresiasi tinggi terhadap adanya orang Minangkabau dalam kabinet pemerintahan memang merupakan cerita tersendiri. Tidak pernah anak suku bangsa lain yang saya lihat begitu bersemangat mencermati susunan kabinet untuk menemukan siapa orang sukunya yang berhasil duduk menjadi menteri. Tak satupun apakah itu Jawa bahkan Sunda kecuali orang Minangkabau.</p>
<p>Tidaklah heran kiranya Minangkabau pada awal kemerdekaan dianggap sebagai puncak kejayaan. Ketika Hatta menjadi Wakil Presiden, Syahrir menjadi Perdana Menteri, Agus Salim sebagai Menteri Luar negeri dan seterusnya. Dalam benak kita sebagai Minangkabau, kehormatan tertinggi itu adalah menempatkan orang awak sebagai tokoh politik tingkat nasional. Disitulah kehausan orang Minangkabau itu berada: kekuasaan politik.</p>
<p>Namun, Minangkabau memang selalu meninggalkan paradoks yang susah dimengerti. Bila memang posisi politik yang menjadi kebanggaan Minangkabau, maka pencapaian Hatta sebagai Wapres telah dilewati oleh Bundo Megawati yang telah menjadi presiden ke-5 Republik Indonesia. Bahkan Ketua DPR sekarang adalah Puan Maharani anak dari Bundo Mega sendiri. Lalu mengapa kebanggaan itu tidak muncul sebagaimana kebanggaan di masa lalu itu? Silahkan kita jawab masing-masing dari lubuk hati yang paling dalam.</p>
<p>Sebabnya saya kira, orang Minangkabau saat ini tidak Tagak di Nan Manang dalam politik. Tagak di Nan Manang itu sesungguhnya bukanlah sebagai wujud pragmatisme dalam artian negatif. Tapi, hal tersebut merupakan bagian dari sikap realistis dalam dunia politik.</p>
<p>Sejarah menunjukkan dalam berbagai kesempatan, munculnya tokoh nasional dari Minangkabau itu berawal dari posisi tagak di nan manang. Dalam biografi Syahrir yang ditulis Rudolf Mrazek, Tan Malaka diawal kemerdekaan pernah melontarkan kepada Syahrir keinginannya untuk menjadi Presiden dan Syahrir sebagai Perdana Menteri. Syahrir kemudian menjawab bahwa selama ia berkeliling Jawa, hanya Soekarno pemimpin yang dikenal oleh rakyat. “Kita ini orang Sumatera tidak begitu dikenal oleh orang Jawa. Karena itu kita dukung saja Soekarno sebagai presiden dan Hatta sebagai wakilnya”, kira-kira begitu kata Syahrir.</p>
<p>Terbukti memang berada di barisan Soekarno dan Hatta membuat Syahrir berhasil menjadi tokoh yang sentral di kabinet. Bertolak belakang dengan Tan yang berakhir tragis, gugur di moncong senjata alat negara yang turut dia perjuangkan.</p>
<p>Tagak di Nan Manang juga diperlihatkan semasa orde baru dahulu. Sumbar menjadi salah satu lumbung suara penguasa orde baru ketika itu. Sehingga banyak tokoh Sumbar yang kemudian dipastikan masuk ke kabinet. Ada Azwar Anas, Hasan Basri Durin, Fahmi Idris, Emil Salim dan banyak lagi. Dimasa inilah Sumbar dibangun dengan pesatnya. Bahkan jalan diaspal mulus hingga ke pelosok kampung.</p>
<p>Contoh tagak di Nan Manang juga pernah diperlihatkan oleh Gamawan Fauzi setelah pada tahun 2005 terpilih menjadi gubernur Sumbar diusung oleh PDI-P dan PBB. Namun kemudian Gamawan bermanuver menjadi deklarator pencalonan SBY-Boediono dari Partai Demokrat sebagai Presiden pada 2009. Manuver tagak di nan manang inilah yang menurut saya menjadi faktor terpilihnya putra Sumbar menjadi Menteri Dalam Negeri kemudian hari. Mendagri ini adalah kementerian yang sangat prestisius sekali dan hanya bisa dijabat oleh orang yang benar-benar dipercaya oleh presiden.</p>
<p>Jadi saya kira, kalau memang ukuran pencapaian Minangakabu ini adalah masuknya tokoh Minang ke dalam kabinet, tidaklah begitu sulit. Hanya saja kita orang Minangkabau harus tagak di nan manang dalam berpolitik. Bahkan seandainya ini dilakukan sejak bundo Mega menjadi Presiden, rasa inferior bahwa kita pernah jaya itu sirna sudah. Minangkabau terbukti sebagai suku bangsa yang berhasil mengantarkan Bundo Kanduangnya menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia. Semakin menegaskan bahwa Minangkabau adalah suku yang menempatkan perempuan dalam posisi yang tinggi.</p>
<p>Jadi, menyikapi kritikan Bundo Mega ada benarnya bahwa telah terjadi perubahan dalam sistem adat Minangkabau khususnya perihal Niniak Mamak yang semestinya kita terima. Kesediaan menerima kritik ini adalah sebagai langkah awal untuk dapat memperbaiki apa yang kurang. Tapi, untuk kritikan bahwa tokoh politik nasional kita jauh menurun, tidak sepenuhnya betul. Megawati Soekarno Putri &#8211;anak orang Ranah Indojati&#8211; adalah presiden ke-5 Republik Indonesia dan detik ini partainya adalah partai pemenang pemilu yang berhasil mengantarkan “petugas partainya” menjadi presiden RI ke-7. Sayang kita tidak memilih untuk berdiri di samping sang pemenang. Seandainya kita di posisi itu entah bagaimana pesatnya pembangunan di Sumbar saat ini. Sayang sekali.</p>
<hr />
<p><strong>Benni Inayatullah</strong><br />
Peneliti Senior The Indonesian Institute Jakarta</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumatera-barat-mestinya-tagak-di-nan-manang/">Sumatera Barat (Mestinya) Tagak di Nan Manang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145139</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pernyataan Megawati Soal Sumbar, Pemprov: Jadi Bahan Introspeksi Diri</title>
		<link>https://langgam.id/pernyataan-megawati-soal-sumbar-pemprov-jadi-bahan-introspeksi-diri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2022 02:37:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144812</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Juru Bicara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) Jasman Rizal menyebutkan, bahwa sah-sah saja Megawati Soekarnoputri memberi pendapat tentang Sumbar saat ini. Hal ini dapat menjadi bahan introspeksi diri bagi orang Sumbar. Hal tersebut disampaikan Jasman saat memberikan tanggapan soal pernyataan Megawati Soekarnoputri yang kembali menyoroti Sumbar dalam pidatonya. Dalam pidato Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 PDIP itu, Megawati mengatakan Sumbar sudah berubah. &#8220;Kita bebas berpendapat, pendapat Mbak Mega sah-sah saja, tetapi  kalau kita lihat ke Sumatra Barat realitanya tidak seperti itu, tetapi tidak apa-apa lah,&#8221; kata Jasman, Selasa (11/1/2022). Dia mengajak tidak perlu berpolemik dengan pernyataan Megawati.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pernyataan-megawati-soal-sumbar-pemprov-jadi-bahan-introspeksi-diri/">Pernyataan Megawati Soal Sumbar, Pemprov: Jadi Bahan Introspeksi Diri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Juru Bicara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) Jasman Rizal menyebutkan, bahwa sah-sah saja Megawati Soekarnoputri memberi pendapat tentang Sumbar saat ini. Hal ini dapat menjadi bahan introspeksi diri bagi orang Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Hal tersebut disampaikan Jasman saat memberikan tanggapan soal pernyataan Megawati Soekarnoputri yang kembali menyoroti Sumbar dalam pidatonya.</p>
<p dir="ltr">Dalam pidato Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 PDIP itu, Megawati mengatakan Sumbar sudah berubah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita bebas berpendapat, pendapat Mbak Mega sah-sah saja, tetapi  kalau kita lihat ke Sumatra Barat realitanya tidak seperti itu, tetapi tidak apa-apa lah,&#8221; kata Jasman, Selasa (11/1/2022).</p>
<p dir="ltr">Dia mengajak tidak perlu berpolemik dengan pernyataan Megawati. Megawati membuat pandangan seperti itu secara pribadi. Bisa juga jadi masukan bagi Sumbar dan introspeksi diri.</p>
<p dir="ltr">Terkait tidak adanya orang Sumbar yang populer lagi di tingkat nasional, dia mengatakan orang Sumbar fleksibel. Orang Sumbar menyesuaikan kebesarannya dengan zaman. Kepopuleran tidak hanya diukur dengan tokoh politik dan pemerintahan saja.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sekarang banyak anak muda Sumbar eksis di bidangnya masing-masing. Jadi ini cara pandang kita saja apakah kepopuleran ini diukur dengan tokoh politik atau tidak,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Kalau dulu banyak orang Sumbar yang populer di dalam pemerintahan dan politik, menurutnya karena memang itu yang dibutuhkan zaman dulu.</p>
<p dir="ltr">Sementara zaman sekarang ungkapnya, yang dibutuhkan kaum mileneal yang berbasis teknologi, start up, dan lainnya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi kehebatan orang Sumbar itu tokoh politik atau pemerintahan kah atau bagaimana? Ini yang harus diluruskan. Justru anak muda Sumbar banyak yang eksis di berbagai bidang,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Kalau pun di tokoh pemerintahan dan politik, maka sebenarnya juga banyak saat ini. Misalnya saja Buya Syafii  Maarif yang berada dalam pemerintahan bersama Megawati.</p>
<p dir="ltr">Sebagaimana diketahui sebelumnya, Megawati menyebutkan bahwa Indonesia berbeda (beragam-red) atau Bhineka Tungal Ika.</p>
<p dir="ltr">Namun, kata Megawati, bahwa Indonesia sebenarnya punya tradisi ninik mamak, dan kemudian ia langsung menyingung soal Sumbar.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga:<a href="https://langgam.id/kembali-sorot-sumbar-saat-pidato-megawati-sebut-tradisi-musyawarah-dan-mufakat-hilang/"> Kembali Sorot Sumbar Saat Pidato, Megawati Sebut Tradisi Musyawarah dan Mufakat Hilang</a></strong></p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya sering bicara dengan Buya Syafi’i Maarif. Saya tanya, kenapa Sumatra Barat menjadi berubah ya buya? Sudah tidak adakah tradisi bermusyawah mufakat oleh ninik mamak itu?,” ungkap Megawati.</p>
<p dir="ltr">Kemudian, Megawati juga menyebutkan saat ini Sumatra Barat juga sepi. “Sekarang saya tanya saja ke orang di Sumatra Barat, rasanya kok jadi kayak sepi begitu ya, di sana,” katanya.</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pernyataan-megawati-soal-sumbar-pemprov-jadi-bahan-introspeksi-diri/">Pernyataan Megawati Soal Sumbar, Pemprov: Jadi Bahan Introspeksi Diri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144812</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Megawati Kembali Soroti Sumbar, Pengamat: Perlu Diapresiasi Positif</title>
		<link>https://langgam.id/megawati-kembali-soroti-sumbar-pengamat-perlu-diapresiasi-positif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2022 07:42:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Asrinaldi memberikan penilaian terkait pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang kembali menyoroti Sumbar dalam pidatonya. Asrinaldi menyebut, ada dua sisi yang perlu dipahami. Pertama, Megawati sebagai orang yang juga keturunan Minangkabau. Sehingga sedikit banyaknya Megawati juga memahami tentang kebudayaan Minang di Sumbar. &#8220;Dia menyadari adanya perubahan yang sedang berlangsung di tengah masyarakat Minang, perubahan dalam arti luas, mungkin dalam arti peran orang Minang di percaturan politik nasional dalam menentukan kebijakan berkurang dibanding masa lalu,&#8221; katanya. Dia menilai wajar Megawati menilai begitu karena Megawati melihat dan mengalami sendiri.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/megawati-kembali-soroti-sumbar-pengamat-perlu-diapresiasi-positif/">Megawati Kembali Soroti Sumbar, Pengamat: Perlu Diapresiasi Positif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Asrinaldi memberikan penilaian terkait pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang kembali menyoroti Sumbar dalam pidatonya.</p>
<p dir="ltr">Asrinaldi menyebut, ada dua sisi yang perlu dipahami. Pertama, Megawati sebagai orang yang juga keturunan Minangkabau. Sehingga sedikit banyaknya Megawati juga memahami tentang kebudayaan Minang di Sumbar.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dia menyadari adanya perubahan yang sedang berlangsung di tengah masyarakat Minang, perubahan dalam arti luas, mungkin dalam arti peran orang Minang di percaturan politik nasional dalam menentukan kebijakan berkurang dibanding masa lalu,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Dia menilai wajar Megawati menilai begitu karena Megawati melihat dan mengalami sendiri.</p>
<p dir="ltr">Kedua terangnya, sebagai ketua PDIP dinilai sebagai partai yang memperjuangkan nasionalisme. Sementara PDIP kurang mendapat tempat di Sumbar. Padahal PDIP sangat memperjuangkan nasionalisme dan Pancasila.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Orang Minang yang dulu menegakkan nasionalisme bangsa tetapi mengapa hari ini berkurang, barangkali begitu karena PDIP ideologinya nasionalisme,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Dia menilai apa yang disampaikan Megawati soal musyawarah dan mufakat ia mengakui ada pergeseran. Ada identitas lain yang muncul seperti keagamaan. Porsinya lebih banyak agama dibanding nasionalisme. Hal ini barangkali dilihat oleh Megawati.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, seolah dianggap Sumbar berubah dengan bergesernya ke agama karena adanya adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.</p>
<p dir="ltr">Padahal itu tidak juga karena tren perubahan ideologi masyarakat tidak statis tetapi dinamis tergantung konteks saat itu.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Barangkali itu yang menjadi makna dari ucapan bu Mega yang saya pahami,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Dia mengatakan, dalam konteks nasionalisme memang Pancasila itu perlu juga diperhatikan. Jadi sangat perlu keseimbangannya, bukan hanya isu agama saja yang sering mencuat di Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Selain itu kata Asrinaldi, soal seringnya Megawati yang menyinggung Sumbar saat pidatonya itu adalah suatu yang perlu diapresiasi positif. Dari 34 provinsi di Indonesia, Sumbar menjadi sering perhatian.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Perlu diapresiasi, beliau juga mengalir darah Minangnya, jangan kita anggap kritik itu suatu yang salah, tidak. Syukurlah masih ada yang kritik sehingga menjadi perhatian bagi kita untuk evaluasi,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Soal musyawarah dan mufakat yang telah hilang menurut Megawati, ia menilai ada benarnya. Misalnya pemilihan wali nagari saat ini hanya dengan voting saja. Tidak ada musyawarah dan mufakat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kalau dulu ada para wakil masyarakat, kaum adat, cerdik pandai itu mereka membicarakan siapa yang layak jadi wali nagari, bukan satu orang satu suara. Jadi wajar saja disebut musyawarah dan mufakat sudah hilang,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Sebagaimana diketahui, Megawati dalam pidato Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 PDIP, mengatakan Sumbar berubah.</p>
<p dir="ltr">Megawati menyebutkan bahwa Indonesia berbeda (beragam-red) atau Bhineka Tungal Ika. Namun, kata Megawati, bahwa Indonesia sebenarnya punya tradisi ninik mamak, dan kemudian ia langsung menyingung soal Sumbar.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga:<a href="https://langgam.id/kembali-sorot-sumbar-saat-pidato-megawati-sebut-tradisi-musyawarah-dan-mufakat-hilang/"> Kembali Sorot Sumbar Saat Pidato, Megawati Sebut Tradisi Musyawarah dan Mufakat Hilang</a></strong></p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya sering bicara dengan Buya Syafi’i Maarif. Saya tanya, kenapa Sumatra Barat menjadi berubah ya buya? Sudah tidak adakah tradisi bermusyawah mufakat oleh ninik mamak itu?,” ungkap Megawati.</p>
<p dir="ltr">Kemudian, Megawati juga menyebutkan saat ini Sumatra Barat juga sepi. “Sekarang saya tanya saja ke orang di Sumatra Barat, rasanya kok jadi kayak sepi begitu ya, di sana,” katanya.</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/megawati-kembali-soroti-sumbar-pengamat-perlu-diapresiasi-positif/">Megawati Kembali Soroti Sumbar, Pengamat: Perlu Diapresiasi Positif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144731</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kembali Sorot Sumbar Saat Pidato, Megawati Sebut Tradisi Musyawarah dan Mufakat Hilang</title>
		<link>https://langgam.id/kembali-sorot-sumbar-saat-pidato-megawati-sebut-tradisi-musyawarah-dan-mufakat-hilang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2022 04:16:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[PDI-P]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144700</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri kembali menyorot Sumatera Barat (Sumbar) dalam pidatonya. Kali ini, saat pidato dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 PDI-P, Megawati mengatakan Sumbar berubah. Awalnya, Megawati berbicara terkait tantangan negara dari masa ke masa, lalu dia mengutip ucapan yang pernah dilontarkan ayahnya, Soekarno. &#8220;Oleh sebab itu Bung Karno menegaskan, bahwa perjuangannya lebih mudah karena melawan penjajah, tinggal diusir. Tapi, kalau kita, menjadi lebih sulit, karena berhadapan dengan bangsa sendiri,&#8221; ujar Megawati dikutip dari video yang ditayangkan di kanal YouTube PDI Perjungan, Selasa (11/1/2022). Lalu, Megawati menyebutkan bahwa Indonesia berbeda (beragam-red)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kembali-sorot-sumbar-saat-pidato-megawati-sebut-tradisi-musyawarah-dan-mufakat-hilang/">Kembali Sorot Sumbar Saat Pidato, Megawati Sebut Tradisi Musyawarah dan Mufakat Hilang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri kembali menyorot Sumatera Barat (Sumbar) dalam pidatonya.</p>
<p>Kali ini, saat pidato dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 PDI-P, Megawati mengatakan Sumbar berubah.</p>
<p>Awalnya, Megawati berbicara terkait tantangan negara dari masa ke masa, lalu dia mengutip ucapan yang pernah dilontarkan ayahnya, Soekarno.</p>
<p>&#8220;Oleh sebab itu Bung Karno menegaskan, bahwa perjuangannya lebih mudah karena melawan penjajah, tinggal diusir. Tapi, kalau kita, menjadi lebih sulit, karena berhadapan dengan bangsa sendiri,&#8221; ujar Megawati dikutip dari video yang ditayangkan di kanal YouTube PDI Perjungan, Selasa (11/1/2022).</p>
<p>Lalu, Megawati menyebutkan bahwa Indonesia berbeda (beragam-red) atau Bhineka Tungal Ika. Namun, kata Megawati, bahwa Indonesia sebenarnya punya tradisi ninik mamak, dan kemudian ia langsung menyingung soal Sumbar.</p>
<p>&#8220;Saya sering bicara dengan Buya Syafi&#8217;i Maarif. Saya tanya, kenapa Sumatera Barat menajadi berubah ya buya? Sudah tidak adakah tradisi bermusyawah mufakat oleh ninik mamak itu?,&#8221; ungkap Megawati.</p>
<p>Kemudian, Megawati juga menyebutkan saat ini Sumatera Barat juga sepi. &#8220;Sekarang saya tanya saja ke orang di Sumatera Barat, rasanya kok jadi kayak sepi begitu ya, di sana,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Jadi, lanjut Megawati, apa yang telah disampaikan Bung Karno, saat ini sudah terlihat relevansinya. &#8220;Bayangkan saja, ketika Presiden Jokowi sudah bersusah payah mengatasi Pandemi Covid-19, masih saja tarik menarik kepentingan terjadi,&#8221; jelas Megawati.</p>
<p>Megawati menilai, untuk mengahadapi Pandemi Covid-19, yang harus ditumbuhkan itu adalah semangat kebersamaan.</p>
<p>&#8220;Yang paling bijak dalam menghadapi Pandemi Covid-19 itu dengan mengobarkan energi positif, untuk memperkuat semangat gotong-royong, karena Pancasila itu pelaksanaan lapangannya gotong-royong, jangan lupa,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya, Megawati juga sempat mempertanyakan soal masyarakat Sumatera Barat tidak menyukai PDI-P. Dia menilai perolehan suara untuk PDI-P di Sumbar selalu menurun.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/dikritik-megawati-soal-sumbar-sudah-beda-gubernur-mahyeldi-kita-sependapat/">Dikritik Megawati Soal Sumbar Sudah Beda, Gubernur Mahyeldi: Kita Sependapat</a></strong></p>
<p>Bahkan, Megawati juga menyinggung PKS, yang saat ini kadernya menjadi kepala daerah di Sumbar, dan secara politik Megawti menilai PKS juga tidak terlalu kuat.</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kembali-sorot-sumbar-saat-pidato-megawati-sebut-tradisi-musyawarah-dan-mufakat-hilang/">Kembali Sorot Sumbar Saat Pidato, Megawati Sebut Tradisi Musyawarah dan Mufakat Hilang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144700</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantah Anggapan Megawati, Ketua IKM Bicara Sikap Sumbar Hadapi Bencana</title>
		<link>https://langgam.id/bantah-anggapan-megawati-ketua-ikm-bicara-sikap-sumbar-hadapi-bencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ahmad Bil Wahid]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2021 09:31:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andre Rosiade]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=122434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade membantah anggapan Megawati Soekarnoputri tentang Sumatra Barat (Sumbar). Andre menyatakan masyarakat Sumbar masih punya semangat gotong royong. &#8220;Kami masyarakat Sumatera Barat, masyarakat Minang adalah masyarakat yang sangat mencintai NKRI. Kedua masyarakat yang sangat mengedepankan semangat gotong-royong dan nilai Pancasila,&#8221; kata Andre dalam keterangan tertulis, Minggu (15/8/2021). Baca juga: Bantah Megawati Soal Sumbar, Fadli Zon: Yang Beda Justru Sikap Tokoh Pusat Menurut Andre, sikap gotong royong itu bisa dilihat dari sikap warga Sumbar saat terjadi bencana. Beberapa kali Sumbar mengirimkan bantuan kepada korban bencana yang terjadi. &#8220;Setiap bencana alam di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bantah-anggapan-megawati-ketua-ikm-bicara-sikap-sumbar-hadapi-bencana/">Bantah Anggapan Megawati, Ketua IKM Bicara Sikap Sumbar Hadapi Bencana</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade membantah anggapan Megawati Soekarnoputri tentang Sumatra Barat (Sumbar). Andre menyatakan masyarakat Sumbar masih punya semangat gotong royong.</p>
<p>&#8220;Kami masyarakat Sumatera Barat, masyarakat Minang adalah masyarakat yang sangat mencintai NKRI. Kedua masyarakat yang sangat mengedepankan semangat gotong-royong dan nilai Pancasila,&#8221; kata Andre dalam keterangan tertulis, Minggu (15/8/2021).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/bantah-megawati-soal-sumbar-fadli-zon-yang-beda-justru-sikap-tokoh-pusat/">Bantah Megawati Soal Sumbar, Fadli Zon: Yang Beda Justru Sikap Tokoh Pusat</a></strong></p>
<p>Menurut Andre, sikap gotong royong itu bisa dilihat dari sikap warga Sumbar saat terjadi bencana. Beberapa kali Sumbar mengirimkan bantuan kepada korban bencana yang terjadi.</p>
<p>&#8220;Setiap bencana alam di Indonesia masyarakat Minang bergotong royong mengirimkan ton-ton rendang ke berbagai provinsi yang tertimpa bencana alam,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dia juga menyinggung soal konflik di Wamena, Papua pada September 2019. Ketika itu masyarakat Minang berusaha memulangkan para perantau agar tidak menjadi korban kekerasan.</p>
<p>”Lalu ada yang naik kapal, lalu transit di Makassar, masyarakat Minang di Makassar naik ke kapal memberikan bantuan sampai akhirnya mereka bisa pulang ke Sumbar. Itu menunjukkan semangat gotong-royong kita sangat tinggi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Selain itu, menurut Andre masyarakat Sumbar juga sangat menghormati pemimpin. Hal itu dibuktikan dengan sambutan masyarakat saat Presiden Jokowi maupun Wapres Ma&#8217;ruf Amin datang ke Sumbar.</p>
<p>“Jadi intinya kami masyarakat Minang adalah masyarakat yang sangat menjiwai semangat gotong-royong dan sangat mencintai NKRI dan sangat menjaga semangat nilai-nilai Pancasila,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai kondisi masyarakat di Sumatra Barat (Sumbar) saat ini sudah berbeda dibandingkan dulu. Megawati juga menganggap sudah tidak banyak tokoh-tokoh besar yang dilahirkan Sumbar.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/sebut-sumbar-sudah-beda-megawati-pertanyakan-peran-tungku-tigo-sajarangan/">Sebut Sumbar Sudah Beda, Megawati Pertanyakan Peran Tungku Tigo Sajarangan</a></strong></p>
<p>Hal itu disampaikan Megawati dalam webinar Pekan Bung Hatta yang ditayangkan akun YouTube Badan Nasional Kebudayaan Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8/2021). Keresahan itu, pernah dia sampaikan kepada cendikiawan asal Sumbar, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii.</p>
<p>“Karena di BPIP, saya sebagai Ketua Dewan Pengarah, itu ada Buya Syafii, saya suka bertanya sama beliu mengapa Sambar yang dulu pernah saya kenal sepertinya sekarang sudah mulai berbeda, lain,” ungkapnya.</p>
<p>Dia mengatakan saat datang ke Sumbar merasakan sebuah naruli kegotongroyongan dan tradisi keislaman yang kental. Saat bersamaan, kata dia, masyarakat juga menempatkan peran tokoh adat, ninik mamak, alim ulama dan kaum cerdik pandai atau yang disebut tungku tigo sajarangan.</p>
<p>“Sekarang apa karena tadi, tidak adanya yang namanya tungku tigo sajarangan ini? Itu hanya tinggal sebuah kenangan atau hanya simbol saja? nah itu yang perlu menerangkan kan mereka yang dari Sumbar,” ucapnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bantah-anggapan-megawati-ketua-ikm-bicara-sikap-sumbar-hadapi-bencana/">Bantah Anggapan Megawati, Ketua IKM Bicara Sikap Sumbar Hadapi Bencana</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">122434</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Faldo Maldini: Ucapan Megawati Memotivasi Orang Sumbar yang Patah Hati</title>
		<link>https://langgam.id/faldo-maldini-ucapan-megawati-memotivasi-orang-sumbar-yang-patah-hati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ahmad Bil Wahid]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 12:02:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Faldo Maldini]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=122130</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Politisi muda asal Sumatra Barat (Sumbar) Faldo Maldini menganggap peryataan Megawati Soekarnoputri sebagai motivasi untuk mereka yang patah hati karena berbeda pikiran. Faldo menilai, orang &#8216;patah hati&#8217; itu banyak yang meninggalkan Sumbar dan enggan kembali. &#8220;Saya punya banyak kawan, yang punya pikiran beda, akhirnya pergi dari Sumatera Barat, bahkan sudah tidak merasa orang Sumbar. Ini yang agak disayangkan. Ini fakta. Bahkan bertahun-tahun tidak mau pulang karena pikiran bedanya tidak diterima,&#8221; kata Faldo kepada langgam.id, Jumat (13/8/2021). &#8220;Bagi saya, pernyataan mantan Presiden Megawati yang berdarah Minangkabau memotivasi orang-orang yang patah hati itu, banyak yang sama rasa. Kami ingin terus</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/faldo-maldini-ucapan-megawati-memotivasi-orang-sumbar-yang-patah-hati/">Faldo Maldini: Ucapan Megawati Memotivasi Orang Sumbar yang Patah Hati</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Politisi muda asal Sumatra Barat (Sumbar) Faldo Maldini menganggap peryataan Megawati Soekarnoputri sebagai motivasi untuk mereka yang patah hati karena berbeda pikiran. Faldo menilai, orang &#8216;patah hati&#8217; itu banyak yang meninggalkan Sumbar dan enggan kembali.</p>
<p>&#8220;Saya punya banyak kawan, yang punya pikiran beda, akhirnya pergi dari Sumatera Barat, bahkan sudah tidak merasa orang Sumbar. Ini yang agak disayangkan. Ini fakta. Bahkan bertahun-tahun tidak mau pulang karena pikiran bedanya tidak diterima,&#8221; kata Faldo kepada langgam.id, Jumat (13/8/2021).</p>
<p>&#8220;Bagi saya, pernyataan mantan Presiden Megawati yang berdarah Minangkabau memotivasi orang-orang yang patah hati itu, banyak yang sama rasa. Kami ingin terus bergerak. Yakin suatu saat sampai di masa itu lagi, bila alternatif pikiran terus hidup untuk mengoreksi pikiran dominan. Sebisa mungkin, ijan pindah abih (jangan pergi selamanya),&#8221; imbuhnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/bantah-megawati-soal-sumbar-fadli-zon-yang-beda-justru-sikap-tokoh-pusat/">Bantah Megawati Soal Sumbar, Fadli Zon: Yang Beda Justru Sikap Tokoh Pusat</a></strong></p>
<p>Terkiat tokoh populer dari Sumbar yang dianggap Megawati sudah tidak seperti dulu, Faldo Maldini menyebut kalangan muda dari Sumbar terus berusaha untuk mengikuti jejak tokoh-tokoh pendahulu.</p>
<p>&#8220;Sebagai anak yang lahir dan dibesarkan di Sumatera Barat, kami terus berjuang, melakukan yang terbaik untuk bangsa ini. Negarawan-negarawan seperti Bung Hatta, Sutan Sjahrir, dan Tan Malaka tentu teladan kami dalam berpolitik,&#8221; ujar politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.</p>
<p>Dia mengatakan, tokoh-tokoh yang sama-sama berasal dari Sumbar di era kemerdekaan sudah biasa berbrda pandangan dan ideologi. Meski begitu, tokoh-tokoh tersebut disatukan oleh sikap kenegarawanan.</p>
<p>&#8220;Bung Hatta beda sama Bung Sjahrir. Tan Malaka beda lagi. Haji Agus Salim beda lagi. Namun, sikap kenegarawanan menyatukan mereka, bukan kepentingan jangka pendek. Apa itu negarawan? Menunda kepentingan pribadi dan kelompok, demi republik, demi bangsa yang mereka dirikan, walaupun di alam pikiran tidak pernah akur,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai kondisi masyarakat di Sumatra Barat (Sumbar) saat ini sudah berbeda dibandingkan dulu. Megawati juga menganggap sudah tidak banyak tokoh-tokoh besar yang dilahirkan Sumbar.</p>
<p>Hal itu disampaikan Megawati dalam webinar Pekan Bung Hatta yang ditayangkan akun YouTube Badan Nasional Kebudayaan Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8/2021). Keresahan itu, pernah dia sampaikan kepada cendikiawan asal Sumbar, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii.</p>
<p>“Karena di BPIP, saya sebagai Ketua Dewan Pengarah, itu ada Buya Syafii, saya suka bertanya sama beliu mengapa Sambar yang dulu pernah saya kenal sepertinya sekarang sudah mulai berbeda, lain,” ungkapnya.</p>
<p>Dia mengatakan saat datang ke Sumbar merasakan sebuah naruli kegotongroyongan dan tradisi keislaman yang kental. Saat bersamaan, kata dia, masyarakat juga menempatkan peran tokoh adat, ninik mamak, alim ulama dan kaum cerdik pandai atau yang disebut tungku tigo sajarangan.</p>
<p>“Sekarang apa karena tadi, tidak adanya yang namanya tungku tigo sajarangan ini? Itu hanya tinggal sebuah kenangan atau hanya simbol saja? nah itu yang perlu menerangkan kan mereka yang dari Sumbar,” ucapnya.</p>
<p><iframe title="Luar Biasa, Duo Sumbar Melaju ke Top 6 Liga Dangdut Indonesia 2021" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/MfLQLh5Of0E?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/faldo-maldini-ucapan-megawati-memotivasi-orang-sumbar-yang-patah-hati/">Faldo Maldini: Ucapan Megawati Memotivasi Orang Sumbar yang Patah Hati</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">122130</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantah Megawati Soal Sumbar, Fadli Zon: Yang Beda Justru Sikap Tokoh Pusat</title>
		<link>https://langgam.id/bantah-megawati-soal-sumbar-fadli-zon-yang-beda-justru-sikap-tokoh-pusat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ahmad Bil Wahid]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 09:39:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=122112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Anggota DPR RI Fadli Zon membantah anggapan Megawati Soekarnoputri tantang Sumatra Barat (Sumbar). Politisi Partai Gerindra itu menegaskan Sumbar tidak pernah berubah. &#8220;Urang Minang (Sumatera Barat) dengan adat istiadatnya “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” tak pernah berubah,&#8221; tulis Fadli dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (13/8/2021). Baca juga: Dikritik Megawati Soal Sumbar Sudah Beda, Gubernur Mahyeldi: Kita Sependapat Menurutnya, yang berbeda saat ini adalah sikap beberapa tokoh pemerintah pusat terhadap Sumbar. Hal itu, kata Fadli disebabkan pemahaman yang kurang tentang budaya Minang. &#8220;Yang sudah beda justru sikap beberapa tokoh pemerintah pusat terhadap Sumbar karena kurang paham sejarah dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bantah-megawati-soal-sumbar-fadli-zon-yang-beda-justru-sikap-tokoh-pusat/">Bantah Megawati Soal Sumbar, Fadli Zon: Yang Beda Justru Sikap Tokoh Pusat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Anggota DPR RI Fadli Zon membantah anggapan Megawati Soekarnoputri tantang Sumatra Barat (Sumbar). Politisi Partai Gerindra itu menegaskan Sumbar tidak pernah berubah.</p>
<p>&#8220;Urang Minang (Sumatera Barat) dengan adat istiadatnya “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” tak pernah berubah,&#8221; tulis Fadli dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (13/8/2021).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/dikritik-megawati-soal-sumbar-sudah-beda-gubernur-mahyeldi-kita-sependapat/">Dikritik Megawati Soal Sumbar Sudah Beda, Gubernur Mahyeldi: Kita Sependapat</a></strong></p>
<p>Menurutnya, yang berbeda saat ini adalah sikap beberapa tokoh pemerintah pusat terhadap Sumbar. Hal itu, kata Fadli disebabkan pemahaman yang kurang tentang budaya Minang.</p>
<p>&#8220;Yang sudah beda justru sikap beberapa tokoh pemerintah pusat terhadap Sumbar karena kurang paham sejarah dan budaya Minang yang demokratis dan antifeodalisme,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai kondisi masyarakat di Sumatra Barat (Sumbar) saat ini sudah berbeda dibandingkan dulu. Megawati juga menganggap sudah tidak banyak tokoh-tokoh besar yang dilahirkan Sumbar.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/sebut-sumbar-sudah-beda-megawati-pertanyakan-peran-tungku-tigo-sajarangan/">Sebut Sumbar Sudah Beda, Megawati Pertanyakan Peran Tungku Tigo Sajarangan</a></strong></p>
<p>Hal itu disampaikan Megawati dalam webinar Pekan Bung Hatta yang ditayangkan akun YouTube Badan Nasional Kebudayaan Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8/2021). Keresahan itu, pernah dia sampaikan kepada cendikiawan asal Sumbar, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii.</p>
<p>“Karena di BPIP, saya sebagai Ketua Dewan Pengarah, itu ada Buya Syafii, saya suka bertanya sama beliu mengapa Sambar yang dulu pernah saya kenal sepertinya sekarang sudah mulai berbeda, lain,” ungkapnya.</p>
<p>Dia mengatakan saat datang ke Sumbar merasakan sebuah naruli kegotongroyongan dan tradisi keislaman yang kental. Saat bersamaan, kata dia, masyarakat juga menempatkan peran tokoh adat, ninik mamak, alim ulama dan kaum cerdik pandai atau yang disebut tungku tigo sajarangan.</p>
<p>“Sekarang apa karena tadi, tidak adanya yang namanya tungku tigo sajarangan ini? Itu hanya tinggal sebuah kenangan atau hanya simbol saja? nah itu yang perlu menerangkan kan mereka yang dari Sumbar,” ucapnya.</p>
<p><iframe title="Luar Biasa, Duo Sumbar Melaju ke Top 6 Liga Dangdut Indonesia 2021" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/MfLQLh5Of0E?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bantah-megawati-soal-sumbar-fadli-zon-yang-beda-justru-sikap-tokoh-pusat/">Bantah Megawati Soal Sumbar, Fadli Zon: Yang Beda Justru Sikap Tokoh Pusat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">122112</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dikritik Megawati Soal Sumbar Sudah Beda, Gubernur Mahyeldi: Kita Sependapat</title>
		<link>https://langgam.id/dikritik-megawati-soal-sumbar-sudah-beda-gubernur-mahyeldi-kita-sependapat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 05:08:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=122065</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi merespon pernyataan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri soal Sumbar tidak lagi punya tokoh-tokoh nasional seperti di masa dulu. Ia menyatakan sependapat dengan pernyataan itu. &#8220;Insyaallah kita akan mohon dukungan dari bu Mega, mbak Puan, dan pejabat lain di pemerintah pusat untuk bisa mencapai bagaimana bisa seperti dulu itu. Kita sangat sependapat, kita dukung itu,&#8221; kata Mahyeldi di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (13/8/2021). Dia mengharapkan sebagai gubernur, agar semuanya termasuk Megawati bisa bekerjasama agar muncul lagi tokoh-tokoh seperti dulu dari Sumbar. Sumbar yang berhasil seperti dulu harus bisa dihadirkan lagi sekarang. Ditambah lagi, Presiden</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dikritik-megawati-soal-sumbar-sudah-beda-gubernur-mahyeldi-kita-sependapat/">Dikritik Megawati Soal Sumbar Sudah Beda, Gubernur Mahyeldi: Kita Sependapat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi merespon pernyataan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri soal Sumbar tidak lagi punya tokoh-tokoh nasional seperti di masa dulu. Ia menyatakan sependapat dengan pernyataan itu.</p>
<p>&#8220;Insyaallah kita akan mohon dukungan dari bu Mega, mbak Puan, dan pejabat lain di pemerintah pusat untuk bisa mencapai bagaimana bisa seperti dulu itu. Kita sangat sependapat, kita dukung itu,&#8221; kata Mahyeldi di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (13/8/2021).</p>
<p>Dia mengharapkan sebagai gubernur, agar semuanya termasuk Megawati bisa bekerjasama agar muncul lagi tokoh-tokoh seperti dulu dari Sumbar. Sumbar yang berhasil seperti dulu harus bisa dihadirkan lagi sekarang.</p>
<p>Ditambah lagi, Presiden Joko Widodo ingin mewujudkan Indonesia 2045 termasuk empat negara besar di dunia. Maka dirinya sebagai gubernur juga berusaha mencapai langkah-langkah itu.</p>
<p>&#8220;Insyaallah Sumbar akan berkontribusi untuk itu. Kita mohon bantuan kepada bu Mega atau mbak Puan. Kalau seandainya memberikan waktu kepada saya, maka saya akan bertemu untuk membicarakan langkah-langkah ke depan,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/sebut-sumbar-sudah-beda-megawati-pertanyakan-peran-tungku-tigo-sajarangan/">Sebut Sumbar Sudah Beda, Megawati Pertanyakan Peran Tungku Tigo Sajarangan</a></strong></p>
<p>Termasuk peran tungku tigo sejarangan yang dipertanyakan terang Mahyeldi, hal itu tentu harus diusahakan ke depan. Termasuk meminta dukungan dari Megawati dan pejabat pusat. Semua potensi harus dikerahkan dengan kolaborasi semua pihak.</p>
<p>&#8220;Untuk menghadirkan itu tidak bisa sendiri, perlu kolaborasi, perlu kebersamaaan dan dukungan. Kita ingin bertemu bu Mega meminta sejumlah masukan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengaku juga sudah pernah meminta waktu agar bisa bertemu dengan Megawati dan Puan Maharani untuk membicarakan sejumlah hal. Diharapkan ke depan bisa terwujud.</p>
<p>Kritikan Megawati menurutnya juga harus dijadikan introspeksi diri bagi masyarakat Sumbar. Memang semua harus introspeksi diri untuk masa depan yang lebih baik, apalagi di masa tahun baru hijriah.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/megawati-sebut-sumbar-sudah-beda-ketua-lkaam-introspeksi-luar-biasa-bagi-kita/">Megawati Sebut Sumbar Sudah Beda, Ketua LKAAM: Introspeksi Luar Biasa Bagi Kita</a></strong></p>
<p>&#8220;Kita harus introspeksi untuk masa depan yang lebih baik lagi. Kita juga ingin bertemu minta pendapat dan petunjuk kepada tokoh di pusat termasuk bu Mega,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai kondisi masyarakat di Sumbar saat ini sudah berbeda dibandingkan dulu. Menurutnya sudah tidak banyak tokoh-tokoh besar yang dilahirkan dari Sumbar.</p>
<p>Megawati juga mempertanyakan peran ninik mamak, alim ulama, kaum cerdik pandai. Kesemuanya merupakan kepemimpinan yang khas yang disebut di Minangkabau sejak dahulu. Dia mempertanyakan apakah semua itu tinggal simbol dan kenangan saja?</p>
<p><iframe title="Luar Biasa, Duo Sumbar Melaju ke Top 6 Liga Dangdut Indonesia 2021" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/MfLQLh5Of0E?start=7&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dikritik-megawati-soal-sumbar-sudah-beda-gubernur-mahyeldi-kita-sependapat/">Dikritik Megawati Soal Sumbar Sudah Beda, Gubernur Mahyeldi: Kita Sependapat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">122065</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Megawati Sebut Sumbar Sudah Beda, Ketua LKAAM: Introspeksi Luar Biasa Bagi Kita</title>
		<link>https://langgam.id/megawati-sebut-sumbar-sudah-beda-ketua-lkaam-introspeksi-luar-biasa-bagi-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 03:43:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[LKAAM]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=122054</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat (Sumbar) Sayuti Dt. Rajo Pangulu memberi tanggapan soal pernyataan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang menyebut Sumbar hari ini sudah berbeda dibandingkan dulu. Sebagaimana diketahui, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai kondisi masyarakat di Sumbar saat ini sudah berbeda dibandingkan dulu. Menurutnya sudah tidak banyak tokoh-tokoh besar yang dilahirkan dari Sumbar. Megawati juga mempertanyakan peran ninik mamak, alim ulama, kaum cerdik pandai. Kesemuanya merupakan kepemimpinan yang khas yang disebut di Minangkabau sejak dahulu. Dia mempertanyakan apakah semua itu tinggal simbol dan kenangan saja? Ketua LKAAM Sumbar Sayuti Dt Rajo</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/megawati-sebut-sumbar-sudah-beda-ketua-lkaam-introspeksi-luar-biasa-bagi-kita/">Megawati Sebut Sumbar Sudah Beda, Ketua LKAAM: Introspeksi Luar Biasa Bagi Kita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat (Sumbar) Sayuti Dt. Rajo Pangulu memberi tanggapan soal pernyataan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang menyebut Sumbar hari ini sudah berbeda dibandingkan dulu.</p>
<p dir="ltr">Sebagaimana diketahui, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai kondisi masyarakat di Sumbar saat ini sudah berbeda dibandingkan dulu. Menurutnya sudah tidak banyak tokoh-tokoh besar yang dilahirkan dari Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Megawati juga mempertanyakan peran ninik mamak, alim ulama, kaum cerdik pandai. Kesemuanya merupakan kepemimpinan yang khas yang disebut di Minangkabau sejak dahulu. Dia mempertanyakan apakah semua itu tinggal simbol dan kenangan saja?</p>
<p dir="ltr">Ketua LKAAM Sumbar Sayuti Dt Rajo Pangulu membenarkan pernyataan Megawati, bahwa saat ini tidak ada lagi tokoh-tokoh kelas nasional. Orang Minang biasanya kalau cukup ilmunya di surau seperti belajar agama dan silat, lalu dia merantau maka biasanya dia jadi tokoh di perantauan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya bukan pendukung bu Mega ya, tetapi pernyataan beliau memang benar, kalau orang Minang itu dulu sebelum merantau ke surau dulu, orang seperti itu disegani oleh orang,&#8221; katanya, Jumat (13/8/2021).</p>
<p dir="ltr">Kemudian terkait pertanyaan Megawati soal fungsi tungku tigo sejarangan menurutnya, pada pemerintahan zaman dulu memang hidup seperti di masa Gubernur Sumbar Harun Zain, Azwar Anas, dan Hasan Basri Durin. Namun sekarang tidak hidup lagi dan sudah lama mati.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dulu hidup tungku tigo sejarangan, sudah lama mati apalagi dalam 10 tahun terakhir, cuman disebut-sebut saja tapi tidak ada tindak lanjut programnya, dulu itu diberi tugas oleh pemerintah daerah,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/sebut-sumbar-sudah-beda-megawati-pertanyakan-peran-tungku-tigo-sajarangan/">Sebut Sumbar Sudah Beda, Megawati Pertanyakan Peran Tungku Tigo Sajarangan</a></strong></p>
<p dir="ltr">Dia mengatakan, orang yang biasanya menjadi tokoh nasional itu biasanya tidak akan lepas dari unsur tungku tigo sejarangan dan tahu adat tahu agama. Sebut saja Tan Malaka, dia orang yang tahu adat dan tahu agama.</p>
<p dir="ltr">Begitu juga dengan Agus Salim yang tahu adat dan agama. Kemudian Buya Hamka, Sutan Syahrir, Bung Hatta, termasuk suami Megawati Taufik Kemas, semua rata-rata adalah datuk yang juga paham dengan agama.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi sebenarnya bu Mega rindu tokoh-tokoh yang seperti suaminya, suaminya ketua MPR malahan, jadi dia rindu mungkin menurut saya,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, Megawati tidak marah dan tidak menyindir Sumbar. Tetapi ingin mengungkapkan kerisauannya karena dulu Sumbar banyak tokoh nasional bahkan internasional, namun sekarang tidak ada lagi.</p>
<p dir="ltr">Pernyataan Megawati harus menjadi introspeksi luar biasa bagi masyarakat Sumbar. Harapannya dengan ini pemerintah daerah menghidupkan kembali peran tungku tigo sejarangan dan tali tigo sapilin yang menjadi pemimpin informal di tengah masyarakat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ini harus menjadi koreksi luar biasa bagi kita, jadi saya setuju dengan pernyataan itu, yang dikeluhkan bu Megawati itu pemimpin, ini kerisauannya,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, program seperti dulu harus dihidupkan kembali seperti LKAAM masuk sekolah dan kampus. Yaitu dengan memberikan pengarahan nilai adat, sehingga bisa membentuk generasi muda yang tangguh.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saat ini perantau banyak yang pergi tanpa bekal. Kemudian di perantauan bukannya malah berjuang seperti membuka toko, tapi malah menjadi pelayan toko kebanyakan,&#8221; bebernya.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Luar Biasa, Duo Sumbar Melaju ke Top 6 Liga Dangdut Indonesia 2021" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/MfLQLh5Of0E?start=7&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/megawati-sebut-sumbar-sudah-beda-ketua-lkaam-introspeksi-luar-biasa-bagi-kita/">Megawati Sebut Sumbar Sudah Beda, Ketua LKAAM: Introspeksi Luar Biasa Bagi Kita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">122054</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/101 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-03 12:29:54 by W3 Total Cache
-->