<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Medan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/medan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/medan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jun 2025 00:54:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Medan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/medan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Gendang Pakpung: Jantung Irama Melayu yang Terancam Berhenti Berdetak</title>
		<link>https://langgam.id/gendang-pakpung-jantung-irama-melayu-yang-terancam-berhenti-berdetak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2025 15:52:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=228276</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jemari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menari di atas kulit kambing, mendentangkan pak pung, pak pung, pak pung…., di panggung megah di halaman depan Istana Maimun (Maimoon), Kota Medan, Sumatra Utara, Rabu (21/5/2025). Guyuran hujan yang tak berkesudahan kala itu, tak mampu melerai birama gendang khas Melayu untuk menandai dibukanya Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke 8. Gendang bukan saja simbolik untuk membuka acara seperti halnya gong, tapi lebih dari itu yakni penjaga ritme budaya dan pengikat kolektif masyarakat Melayu yang tersebar bukan saja di Indonesia melainkan juga di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand dan lainnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gendang-pakpung-jantung-irama-melayu-yang-terancam-berhenti-berdetak/">Gendang Pakpung: Jantung Irama Melayu yang Terancam Berhenti Berdetak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Jemari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menari di atas kulit kambing, mendentangkan <em>pak pung, pak pung, pak pung…., </em>di panggung megah di halaman depan Istana Maimun (Maimoon), Kota Medan, Sumatra Utara, Rabu (21/5/2025). Guyuran hujan yang tak berkesudahan kala itu, tak mampu melerai birama gendang khas Melayu untuk menandai dibukanya Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke 8.</p>



<p>Gendang bukan saja simbolik untuk membuka acara seperti halnya gong, tapi lebih dari itu yakni penjaga ritme budaya dan pengikat kolektif masyarakat Melayu yang tersebar bukan saja di Indonesia melainkan juga di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand dan lainnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pembukaan-Gemes-ditandai-pemukulan-gendang.jpeg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228280" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pembukaan-Gemes-ditandai-pemukulan-gendang.jpeg?resize=1200%2C675&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pembukaan-Gemes-ditandai-pemukulan-gendang.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pembukaan-Gemes-ditandai-pemukulan-gendang.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pembukaan-Gemes-ditandai-pemukulan-gendang.jpeg?resize=1536%2C864&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pembukaan-Gemes-ditandai-pemukulan-gendang.jpeg?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pembukaan-Gemes-ditandai-pemukulan-gendang.jpeg?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pembukaan-Gemes-ditandai-pemukulan-gendang.jpeg?w=1599&amp;ssl=1 1599w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas didampingi Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah, Direktur Poltekpar Medan Ngatemin, dan sejumlah pejabat dan tokoh lainnya membuka Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke 8 di halaman Istana Maimun, Rabu (21/5/2025), dengan memukul gendang Pakpung sebagai simbol dimulainya event Gemes ke 8. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>Usai membuka acara, Rico turut memainkan irama zapin yang disambut tepuk tangan para tamu. Rico menegaskan bahwa budaya Melayu bukan sekadar warisan, tapi juga identitas dan kekuatan kota.</p>



<p>&#8220;Saya mungkin tidak terlahir sebagai Melayu, tapi saya berjiwa Melayu. Budaya adalah suara kita, napas kita, dan cahaya dalam adat. Inilah kekuatan promosi Medan ke dunia,&#8221; ujar Rico.</p>



<p>Lalu musisi Melayu Ibukota seperti Alfin Habib (Dangdut Academy) dan violinis Henri Lamiri, naik ke pentas, bersenandung yang diiringi dentuman gendang Pakpung bertalu-talu, menggendangkan keriangan. Pada malam itu juga tampil atraksi tarian dari berbagai delegasi, menambah semarak malam pembukaan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="1200" height="658" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kegembiraan-dalam-Gemes.jpeg?resize=1200%2C658&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228281" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kegembiraan-dalam-Gemes.jpeg?resize=1200%2C658&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kegembiraan-dalam-Gemes.jpeg?resize=300%2C165&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kegembiraan-dalam-Gemes.jpeg?resize=768%2C421&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kegembiraan-dalam-Gemes.jpeg?w=1220&amp;ssl=1 1220w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dentuman ritmis gendang Pakpung Melayu bertalu-talu mengiringi senandung yang dilantunkan Alfin Habib, menyemarakkan pembukaan Gemes ke 8. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>Kesenian yang memanggungkan kegembiraan ala Melayu malam itu, digerakkan oleh gendang, khususnya gendang Pakpung Melayu Deli.</p>



<p>Gendang adalah <em>“jantung”</em> dalam kesenian Melayu—mengatur tempo tari, silat, dan nyanyian. Tanpa gendang, keseluruhan harmoni pertunjukan bisa kehilangan arah.</p>



<p> “Gendang penting, penanda tempo dan rentak dalam tari,” ujar Azmi Bin Abdul Hamid, 55, kepala grup kesenian Kuala Lumpur, Malaysia, yang berpartisipasi dalam Gemes ke 8.</p>



<p>Azmi mengatakan, untuk tampil di Gemes, pihaknya hanya membawa gendang jenis rebana. Kendati demikian, dalam khazanah kesenian Melayu Malaysia juga mengenal gendang yang didentangkan Wali Kota Medan Rico.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" width="1200" height="661" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Azmi-Malaysia.jpeg?resize=1200%2C661&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228282" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Azmi-Malaysia.jpeg?resize=1200%2C661&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Azmi-Malaysia.jpeg?resize=300%2C165&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Azmi-Malaysia.jpeg?resize=768%2C423&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Azmi-Malaysia.jpeg?w=1220&amp;ssl=1 1220w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Azmi Bin Abdul Hamid, 55, kepala grup kesenian Kuala Lumpur, Malaysia, yang berpartisipasi dalam Gemes ke 8. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>Namun ia mengaku, gendang Pakpung itu sudah jarang dipakai, karena lebih sering menggunakan rebana.</p>



<p>Kontingen kesenian Kuala Lumpur pimpinan Azmi beranggotakan 15 orang. Ini merupakan partisipasi mereka kedua dalam event Gemes yang masuk agenda &nbsp;Kharisma Event&nbsp;Nusantara (KEN) 2025.</p>



<p>Gemes ke-8 berlangsung selama empat hari, mulai dari 21 hingga 24 Mei 2025.&nbsp;Adapun tujuannya adalah untuk mempromosikan dan melestarikan budaya Melayu, serta mempererat hubungan lintas daerah dan negara melalui seni dan budaya.&nbsp;Acara ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata dan penggerak ekonomi kreatif di Kota Medan.&nbsp;</p>



<p>Acara Gemes kali ini menjadi ajang penampilan 29 delegasi dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, hadir perwakilan dari berbagai kota di Sumatera, Jakarta, hingga Pontianak. Sementara delegasi luar negeri datang dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan India.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kontingen-yang-ikut-Gemes-8.jpeg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228283" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kontingen-yang-ikut-Gemes-8.jpeg?resize=1200%2C675&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kontingen-yang-ikut-Gemes-8.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kontingen-yang-ikut-Gemes-8.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kontingen-yang-ikut-Gemes-8.jpeg?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kontingen-yang-ikut-Gemes-8.jpeg?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Kontingen-yang-ikut-Gemes-8.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gemes ke 8 di Medan selama 21-24 Mei 2025, diikuti 29 delegasi dari dalam negeri dan luar negeri. Foto: Yose Hendra </figcaption></figure>



<p>Menurut Rico, budaya adalah bentuk <em>soft diplomacy</em> yang kuat—cara kota Medan tampil di mata dunia tanpa harus bersuara lantang. Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan budaya sebagai subjek, bukan objek semata.</p>



<p>Turut hadir dalam pembukaan Gemes kali ini, Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah, serta Direktur Poltekpar Medan Ngatemin yang mewakili Menteri Pariwisata RI. Ngatemin menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Gemes dalam KEN 2025 dan berharap ajang ini mendorong kunjungan wisata serta penguatan ekonomi kreatif.</p>



<p>“Gemes bukan hanya festival, tapi jendela budaya Melayu bagi dunia,” ujar Ngatemin.</p>



<p>Sultan Deli XIV juga menekankan pentingnya pelestarian budaya Melayu, terutama bagi generasi muda. Ia mengajak semua pihak merawat nilai adat dan memperkuat jati diri bangsa Melayu.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Sultan-Deli.jpeg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228294" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Sultan-Deli.jpeg?resize=1200%2C675&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Sultan-Deli.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Sultan-Deli.jpeg?resize=768%2C431&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Sultan-Deli.jpeg?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Sultan-Deli.jpeg?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Sultan-Deli.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>Penampilan musisi Melayu Ibukota seperti Alfin Habib (Dangdut Academy) dan violinis Henri Lamiri, serta atraksi tarian dari berbagai delegasi, menambah semarak malam pembukaan. Wali Kota Medan juga menerima Piagam Karisma Event Nasional 2025, disusul pemberian cenderamata sebagai tanda apresiasi</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-musik-islam-dan-identitas-melayu"><strong>Musik Islam dan Identitas Melayu</strong></h3>



<p>Melayu sangat identik dengan Islam. Sejak dahulu, alat musik yang dominan adalah gendang<strong>.</strong> Dalam nasyid, misalnya, gendang dimainkan di atas satu hamparan, sering dikombinasikan dengan alat lain seperti marwas dalam pengiring gambus.</p>



<p>“Pada akhirnya, gendang Melayu sendiri berkembang menjadi satu bentuk khas yakni gendang Pakpung,” kata Tengku Reizan Ivansyah, 57, pemusik Melayu yang juga Ketua Umum Yayasan Sultan Ma&#8217;moen Alrasyid.</p>



<p>Kalau dimainkan oleh seseorang, bunyi musik Melayu bisa bervariasi. Tapi satu hal yang mesti dijaga adalah irama <em>pak pung</em>. Itu yang menjadi ciri khas musik Melayu. “Misalnya, saat kita main gendang, ada bunyi “pak”, ada bunyi “pung” — nah, <em>pak pung</em> inilah yang harus dijaga ketat. Sekali-sekali boleh saja kita isi dengan variasi lain, tapi <em>pak pung</em> tetap harus ada,” terang Tengku Reizan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Tengku-Reizan.jpeg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228284" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Tengku-Reizan.jpeg?resize=1200%2C675&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Tengku-Reizan.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Tengku-Reizan.jpeg?resize=768%2C431&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Tengku-Reizan.jpeg?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Tengku-Reizan.jpeg?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Tengku-Reizan.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tengku Reizan Ivansyah, pemusik Melayu yang juga Ketua Umum Yayasan Sultan Ma&#8217;moen Alrasyid. <br>Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>“Tapi sekarang banyak pemain gendang yang tidak memahami dasar-dasar gendang Melayu. Mereka justru melupakan <em>pak pung</em> ini, dan cenderung bermain seperti gendang Jawa,” dia menambahkan.</p>



<p>Kalaupun ada dua atau lebih gendang dimainkan dalam satu pertunjukan seni, salah satunya wajib menjaga irama <em>pak pung</em>, sementara yang lain boleh lebih bebas. “Itulah ciri khas Melayu sebenarnya. Kalau sudah terdengar <em>pak pung</em>, berarti itu Melayu.”</p>



<p>Ritme event Gemes ditentukan oleh gendang sebagai ciri khas kesenian Melayu. Bahkan gendang pun diapungkan menjadi simbol Gemes, seperti terlihat pada promosi visual atau spanduknya yang tampak menonjol gambar gendang. Di antara penggendang yang turun gunung di event tahunan itu ada sosok Khairul Efendi. Ia telah menjadi musisi dendang Pakpung Melayu Deli sejak tahun 1970.</p>



<p>Ia dan grupnya telah berkontribusi melestarikan adat atau kebiasaan berkebudayaan masyarakat Melayu Deli dengan memainkan dendang tatkala menyambut tamu, pesta kawin, dan hadir pada event-event kesenian.</p>



<p>Seperti halnya Khairul, ayah Tengku Reizan juga pemain gendang. Dalam tradisi Melayu, gendang bukan sekadar alat musik, tetapi media spiritual dan budaya. Ia menjadi dasar melodi dan ritme dalam musik Islam Melayu. Alat musik Melayu yang benar-benar asli hanyalah gendang Pakpung. Sedangkan alat seperti akordeon dan biola berasal dari Eropa dan baru kemudian dikombinasikan dalam musik hiburan Melayu.</p>



<p>“Saya pernah melihat ada grup musik Melayu yang viral—tapi mereka memakai jimbe, bukan Pakpung. Padahal Pakpung adalah ciri khas Melayu. Suara Pakpung itu seperti punya kekuatan magis. Saya pernah menyaksikan seorang yang lumpuh bisa berdiri ketika Pakpung dimainkan. Atau bapak-bapak yang tertidur pulas ketika gendang dimainkan lembut,” ungkap Tengku Reizan.</p>



<p>Ritme Pakpung juga menyesuaikan suasana. Jika tamu tampak tenang, penggendang akan memainkan senandung lambat. Jika senandung mulanya dimainkan tempo (tari lenggok) Mak Inang yang temponya sedang (2/4), maka seiring bergairahnya tamu atau penonton, maka dinaikkan ke tempo 2. Dengan begitu, semua orang pun ikut menari.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="668" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Logo-Promosi-Gemes.jpeg?resize=1200%2C668&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228295" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Logo-Promosi-Gemes.jpeg?resize=1200%2C668&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Logo-Promosi-Gemes.jpeg?resize=300%2C167&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Logo-Promosi-Gemes.jpeg?resize=768%2C427&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Logo-Promosi-Gemes.jpeg?w=1220&amp;ssl=1 1220w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Atribut promosi atau pun logo event Gemes ke 8 menonjolkan gambar gendang Pakpung. Ini menegaskan gendang Pakpung sebagai ikon musik dunia Melayu. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>Dulu, setiap penari Melayu yang ikut lomba diwajibkan menguasai 8 tarian utama. Salah satu yang paling wajib adalah Serampang XII, kemudian diikuti tarian-tarian pengantar biasa seperti Kuala Deli, dan Mak Inang Pulau Kampai. Kemudian lima sisanya merupakan tarian pilihan, yang ditentukan secara acak dalam perlombaan.</p>



<p>“Jika seorang peserta tidak menguasai salah satunya, maka dinyatakan gugur. Inilah sebabnya penari zaman dahulu harus benar-benar terlatih,” beber Tengku Reizan.</p>



<p>Kedelapan tarian tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya. Tarian-tarian ini biasa digunakan dalam konteks istana, penyambutan pejabat, hingga pesta rakyat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-perajin-gendang-yang-kini-sunyi"><strong>Perajin Gendang yang Kini Sunyi</strong></h3>



<p>Denyut nadi budaya Melayu ditentukan oleh ketukan gendang Pakpung, Dari iringan tari, nyanyian, hingga gerakan silat, suara gendang ini menjadi penanda bahwa kehidupan dan adat istiadat masih berpijak kokoh di tanah Melayu<em>.</em></p>



<p>Gendang ini biasanya terdiri dari satu hamparan kulit, baik kulit kambing maupun sapi yang dibentangkan dan dimainkan oleh orang-orang yang ahli. Mereka yang mahir bisa mengubah warna bunyi gendang hanya dari tekanan jari dan teknik pukulan. Suara yang dihasilkan bisa berbeda tergantung titik pukul dan cara memainkannya.</p>



<p>Saat dimainkan, gendang dipukul di bagian permukaan kulitnya. Di sekitar tutupnya, pukulan-pukulan kecil memberi efek gema yang membulatkan suara.</p>



<p>&#8220;Pakpung&#8221; sebenarnya mengacu pada suara. Kata “pung” berasal dari bunyi dengung yang khas—&#8221;ung&#8230; ung&#8230; ung&#8230;,&#8221; yang keluar dari gendang ketika dimainkan dengan teknik tertentu. Sedangkan “pak” adalah bunyi pukulan yang keras dan tegas. Kedua jenis suara ini berasal dari satu hamparan kulit, tetapi dihasilkan dengan menekan atau mematikan area tertentu, menciptakan perbedaan resonansi.</p>



<p>Gendang Pakpung secara tradisi diklaim sebagai bagian dari budaya Melayu, bukan hanya Deli. Bahkan di Malaysia dan Singapura, gendang ini digunakan dalam pertunjukan ronggeng dan upacara budaya lainnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="651" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pukulan-Gendang-Pakpung.jpeg?resize=1200%2C651&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228292" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pukulan-Gendang-Pakpung.jpeg?resize=1200%2C651&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pukulan-Gendang-Pakpung.jpeg?resize=300%2C163&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pukulan-Gendang-Pakpung.jpeg?resize=768%2C417&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Pukulan-Gendang-Pakpung.jpeg?w=1220&amp;ssl=1 1220w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></figure>



<p>Gendang Pakpung sejatinya dilahirkan oleh tangan terampil, bukan mesin. Karena dalam setiap pukulannya, ada rasa yang tak bisa diproduksi massal.</p>



<p>Pada Gemes ke-8, Khairul saat ditemui jelang pembukaan, memperlihatkan mana gendang Pakpung asli Melayu. Dalam konteks ini, gendang Pakpung itu terbuat dari bonggol kelapa. Tekstur bonggol kelapa berserat kasar lebih tahan dan punya gema suara yang khas.</p>



<p>Setiap gendang melewati sejumlah tahap: dari penyediaan bahan, pembentukan badan gendang, pengamplasan, pembuatan dan pemasangan kulit, hingga proses penting yang disebut pelarasan atau penalaan. Di sinilah istilah “sidak” berperan penting sebagai bagian kecil yang dipasang di dalam gendang, antara kulit dan baluh (badan gendang), untuk mengatur ketegangan kulit.</p>



<p>Proses pembuatannya yang konvensional, bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Bayangkan saja, memotong bonggol kelapa itu butuh tenaga ekstra. Setelah dipotong<strong>, </strong>bonggol kelapa dicungkil sehingga membentuk rongga di kedua sisinya. Syahdan dijemur lama, kemudian dikorek kulitnya sampai benar-benar kering sebelum diikat. Cara mengikatnya juga khas yakni dengan rotan dan potongan plastik bekas jok motor. Fungsinya selain pengikat juga penstabil nada.</p>



<p>Dalam rongga yang sudah tertutup kulit, dipasang sebilah rotan untuk mengatur ritmis. Sehingga suara gendang yang dihasilkan pun lebih nyaring dan berdengung, tergantung pada kualitas bahan dan keahlian pengrajinnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1188" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Bilah-rotan-dalam-gendang-Pakpung.jpeg?resize=1188%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228291" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Bilah-rotan-dalam-gendang-Pakpung.jpeg?resize=1188%2C675&amp;ssl=1 1188w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Bilah-rotan-dalam-gendang-Pakpung.jpeg?resize=300%2C170&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Bilah-rotan-dalam-gendang-Pakpung.jpeg?resize=768%2C436&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Bilah-rotan-dalam-gendang-Pakpung.jpeg?w=1195&amp;ssl=1 1195w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ciri khas gendang Pakpung Melayu Deli adalah dipasangnya sebilah rotan dalam gendang yang berfungsi sebagai penyetel ritmis gendang. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>“Aksesori gendang Melayu harus ada rotan penyetel suara. Kalau ditekan ke dalam, suara lebih nyaring seperti suara kaleng. Kalau ditekan sedikit atau longgar sedikit, suaranya bulat. Rotan bikin suaranya lebih nyaring. Kalau (yang dijual di toko) Kesawan, tak ada rotan penyetel. Sehingga gemanya berbeda dengan Pakpungnya yang asli,” bilang Tengku Reizan</p>



<p>Yang dimaksud Kesawan adalah kawasan kota lama Medan yang mana terdapat sejumlah tokoh olahraga. Nah, gendang Melayu hasil pabrikasi ada dijual di sana.</p>



<p>Gendang pabrik tidak melalui proses yang rumit seperti hasil racikan pengrajin. Banyak gendang yang dijual, dibuat dengan bahan seadanya. Misalnya kulit belum kering sempurna, tanpa rotan pengikat, bahkan menggunakan kayu biasa yang permukaannya licin dan mempengaruhi kualitas suara.</p>



<p>Gendang tanpa rotan seperti yang banyak dijual sekarang kehilangan karakter pakpungnya yang asli. Soal bunyi, memang semua gendang bisa mengeluarkan suara. Tapi untuk membedakan gendang asli atau tidak, terasa dari warna bunyinya.</p>



<p>&#8220;Pengalaman kami dulu, saat tampil di Festival Gendang Malaysia di Malaka, tak satu pun suara gendang yang benar-benar terdengar seperti gendang Melayu. Waktu itu udara sangat lembap, suaranya jadi tertahan. Tiba-tiba ada satu peserta yang suaranya justru mendengung pas sekali. Semua orang melirik ke arah mereka. Ternyata mereka tidak memakai gendang Melayu asli, melainkan memakai membran drum berwarna putih,&#8221; cerita Tengku Reizan.</p>



<p>Dia menambahkan, karena cuaca saat itu mendung dan lembap, bunyinya jadi mirip suara gendang Melayu. Tapi kalau dimainkan di cuaca normal, bunyinya jadi <em>tempelang</em>, dan jelas terasa perbedaannya. Jadi, membedakan gendang Melayu jangan hanya dari suara, tapi juga dari bahan fisiknya.</p>



<p>“Itulah mengapa kualitas gendang dulu dan sekarang sangat berbeda. Dulu, bahkan suara gendang bisa terdengar hingga jarak jauh. Saya pernah melihat sendiri; saat gendang ditabuh di rumah, kuda peliharaan Istana Maimun dari luar gerbang bisa datang sendiri ke halaman. Sekarang? Suaranya sudah tak sekuat dulu, bahkan meski dibantu mikrofon,” kata Tengku Reizan.</p>



<p>Sayang gendang Pakpung Melayu Deli yang benar-benar khas atau asli di ujung tanduk, mendekap senja. Pengrajinnya sudah langka, regenerasi tak berjalan.</p>



<p>&nbsp;“Sudah langka orang membuatnya,” ujar Khairul.</p>



<p>Kelangkaan gendang Pakpung Melayu Deli juga terasa di Istana Maimun (Maimoon). Penelusuran yang didampingi pramuwisata (tour guide) Istana Maimun, dari banyak ragam artefak atau koleksi Istana, hanya satu gendang Pakpung yang terpajang. Letaknya di kotak kaca &nbsp;di ruang bagian belakang Istana.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Artefak-Gendang-Pakpung-di-Istana-Maimun.jpeg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228293" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Artefak-Gendang-Pakpung-di-Istana-Maimun.jpeg?resize=1200%2C675&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Artefak-Gendang-Pakpung-di-Istana-Maimun.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Artefak-Gendang-Pakpung-di-Istana-Maimun.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Artefak-Gendang-Pakpung-di-Istana-Maimun.jpeg?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Artefak-Gendang-Pakpung-di-Istana-Maimun.jpeg?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Artefak-Gendang-Pakpung-di-Istana-Maimun.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gendang Pakpung Melayu Deli salah satu artefak Istana Maimun yang diletakkan di etalase di ruang belakang Istana. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>Rafsanjani, <em>tour guide</em> Istana Maimun menjelaskan, gendang Pakpung adalah kelengkapan terpenting bagi Istana Maimun sejak dulunya. Gendang Pakpung ditambah akordeon dan biola<strong>,</strong> menjadi instrumen untuk penyambutan tamu dan acara hiburan.</p>



<p>Seperti halnya tukang gendang senior Pakpung, Khairul, Rafsanjani juga gundah dengan produksi gendang Pakpung khas Melayu Deli. Sepengetahuannya, tak ada lagi pengarajin gendang Pakpung khas Melayu Deli.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Rafsanjani.jpeg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-228289" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Rafsanjani.jpeg?resize=1200%2C675&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Rafsanjani.jpeg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Rafsanjani.jpeg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Rafsanjani.jpeg?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Rafsanjani.jpeg?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2025/06/Rafsanjani.jpeg?w=1280&amp;ssl=1 1280w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rafsanjani, <em>tour guide</em> Istana Maimun. Foto: Yose Hendra</figcaption></figure>



<p>“Untuk sekarang pembuat Pakpung di sekitar Medan tak ada lagi. Kebanyakan membuat Pakpung orang luar. Tapi tak menggunakan lagi kulit kambing, dan tak pakai bilah rotan di dalamnya. Bunyinya sudah jauh beda, tak semerdu memakai kulit kambing,” terang Rafsanjani yang juga keluarga Kerajaan Istana Maimun ini.</p>



<p>“Dulu, ada Pak Yusuf di Tembung, pengrajin gendang yang dikenal handal. Setelah beliau wafat, diteruskan oleh Pak Ahmad, yang kini juga sudah meninggal. Terakhir, saya tahu hanya tinggal Bang Buyung, tetapi beliau sudah sakit-sakitan dan menua. Gendang produksi terakhir beliau bahkan dititipkan ke saya untuk dijual. Saat ini, saya tak tahu siapa lagi yang masih membuat gendang dengan kualitas yang sama,” Tengku Reizan mengungkapkan.</p>



<p>Dari segi harga, gendang Melayu asli dibanderol sekitar Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000. Kalau ada yang menjual di bawah Rp1.000.000, bisa dibilang tidak layak. Tapi di Malaysia, harganya bisa mencapai Rp4.000.000 sampai Rp5.000.000.</p>



<p>Dilihar dari proses pengerjaan dan nilainya, jelas tak sebanding. Sehingga banyak generasi muda emoh mendalami pembuatan gendang Pakpung.</p>



<p>“Makanya saya bilang, sekarang gendang Pakpung Melayu sudah mulai langka. Tidak banyak lagi orang yang mau mengerjakannya. Dari sisi bisnis pun sudah tidak menguntungkan. Ini sudah menjadi sesuatu yang langka,” tutupnya.</p>



<p>Nah, dengan adanya event seperti Gemes secara rutin, setidaknya menjadi panggung utama gendang Pakpung Melayu bergema, menjamah generasi muda bersedia belajar dan melestarikan warisan ini. Karena tanpa pelestari, Pakpung bisa jadi hanya tinggal gema dalam ingatan.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gendang-pakpung-jantung-irama-melayu-yang-terancam-berhenti-berdetak/">Gendang Pakpung: Jantung Irama Melayu yang Terancam Berhenti Berdetak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228276</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wako Hendri Septa Minta Masukan Bobby Nasution Soal Penataan Heritage</title>
		<link>https://langgam.id/wako-hendri-septa-minta-masukan-bobby-nasution-soal-penataan-heritage/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2021 23:42:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=138677</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kota (Pemko) Padang tertarik dengan konsep penataan heritage yang diusung Wali Kota Medan Bobby Nasution. Pembenahan kawasan Kota Lama Kesawan menggabungkan konsep keindahan bangunan tua dan kelezatan aneka kuliner di Kota Medan, sehingga menjadi &#8220;The Kitchen of Asia&#8221;. Selain membangkitkan pariwisata, juga diharapkan dapat menggerakkan kembali perekonomian. Ketertarikan itu terungkap saat Wali Kota Padang Hendri Septa berkunjung ke Balai Kota Medan, Kamis (18/11/2021). Bobby Nasution yang menerima kedatangan Hendri mengatakan, kawasan heritage Kesawan bersama UMKM demi terwujudnya The Kitchen of Asia merupakan salah satu dari lima program prioritas Pemkot Medan saat ini. &#8220;Kota Medan tidak memiliki destinasi wisata,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wako-hendri-septa-minta-masukan-bobby-nasution-soal-penataan-heritage/">Wako Hendri Septa Minta Masukan Bobby Nasution Soal Penataan Heritage</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemko) Padang tertarik dengan konsep penataan heritage yang diusung Wali Kota Medan Bobby Nasution. Pembenahan kawasan Kota Lama Kesawan menggabungkan konsep keindahan bangunan tua dan kelezatan aneka kuliner di Kota Medan, sehingga menjadi &#8220;The Kitchen of Asia&#8221;. Selain membangkitkan pariwisata, juga diharapkan dapat menggerakkan kembali perekonomian.</p>
<p>Ketertarikan itu terungkap saat Wali Kota Padang Hendri Septa berkunjung ke Balai Kota Medan, Kamis (18/11/2021). Bobby Nasution yang menerima kedatangan Hendri mengatakan, kawasan heritage Kesawan bersama UMKM demi terwujudnya The Kitchen of Asia merupakan salah satu dari lima program prioritas Pemkot Medan saat ini.</p>
<p>&#8220;Kota Medan tidak memiliki destinasi wisata, seperti gunung dan laut. Untuk itu kita menjadikan kawasan heritage sebagai destinasi wisata dan memadukannya dengan aneka kuliner dari berbagai etnis yang dimiliki,&#8221; katanya, sebagaimana dirilis Prokopim Pemko Padang.</p>
<p>Menurut Bobby, Kota Medan harus memiliki kawasan yang bisa dijual untuk menopang perekonomian dalam segi destinasi pariwisata. &#8220;Ditambah lagi Kota Medan memiliki banyak bangunan bersejarah, sehingga harus dimanfaatkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Guna mendukungnya, jelas Bobby, Pemko Medan akan menyelenggarakan Pekan Kuliner Kondang yang akan menyajikan berbagai kuliner dari pelaku UMKM di seputaran gedung tua Warenhuis yang merupakan bangunan supermarket pertama di Kota Medan, Jumat (19/11). &#8220;Kami berharap Bapak Wali Kota Padang dapat hadir dan menyaksikan pertunjukan tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain pembenahan kawasan heritage, lanjut Bobby, 4 program prioritas lainnya penanganan bidang kesehatan, pembenahan infrastruktur, kebersihan, dan mengatasi persoalan banjir. Di samping itu, lanjutnya, Pemko Medan juga memiliki 2 program penunjang, yakni peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) disertai kemudahan investasi. Kemudian, peningkatan daya saing serta peningkatan ketentraman dan ketertiban umum untuk Medan yang kondusif.</p>
<p>&#8220;Di samping itu untuk program prioritas tambahan lainnya, diantaranya peningkatan UMKM melalui program sakasanwira (satu kelurahan satu sentra wirausaha, marketplace serta program masjid mandiri,&#8221; ujar Bobby.</p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa menjelaskan, kedatangannya beserta jajaran adalah untuk mencari masukan dalam berbagai program yang dilakukan Pemko Medan, sehingga nantinya dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Padang. Dengan masukan yang diperoleh, jelas Hendri, Pemko Padang dapat menyiapkan diri menjadi kota metropolitan di Sumatera Barat.</p>
<p>&#8220;Kami senang melihat program Pak Wali, terutama yang  terkait bangunan tua. Kami berharap Kota Padang dapat membangun kembali bangunan-bangunan tua sehingga dapat mewujudkan kembali ikon Kota Padang. Dengan adanya pertemuan ini, kedepannya saya berharap agar Pemko Medan dan Pemko Padang dapat menjalin kerjasama di bidang pendidikan, perdagangan dan tourism,&#8221; ujar Hendri.</p>
<p>Turut hadir mendampingi Wako Hendri Septa dalam kesempatan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Hasymi, Asisten Administrasi Umum Didi Aryadi, Kepala Dinas Perdagangan Andree Algamar, Kabag Kerja Sama Erwin M, Kabag Prokopim Amrizal Rengganis dan Dirut Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal. (*)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wako-hendri-septa-minta-masukan-bobby-nasution-soal-penataan-heritage/">Wako Hendri Septa Minta Masukan Bobby Nasution Soal Penataan Heritage</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">138677</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemko Padang Sepakati Kerja Sama Sister City dengan Kota di Amerika Serikat</title>
		<link>https://langgam.id/pemko-padang-sepakati-kerja-sama-sister-city-dengan-kota-di-amerika-serikat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2021 16:44:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=138620</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id-Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyepakati kerja sama sister city atau kota kembar dengan salah satu kota di Amerika Serikat. Bentuk kerjasama fokus pada bidang perdagangan, pendidikan, dan pariwisata. Kerjasama disepakati dalam pertemuan antara Wali Kota Padang Hendri Septa dengan Konsul Amerika Serikat untuk Indonesia, Gordon Church. Pertemuan terjadi di Kantor Konsulat Amerika Serikat di Kota Medan, Kamis (18/11/2021). &#8220;Alhamdulillah hari ini kita menjalin kerja sama dengan Konsulat Amerika Serikat di Medan,&#8221; kata Wali Kota Padang Hendri Septa  usai pertemuan sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Kamis (18/11/2021). Hendri juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Konsulat AS untuk Indonesia di Medan atas</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-padang-sepakati-kerja-sama-sister-city-dengan-kota-di-amerika-serikat/">Pemko Padang Sepakati Kerja Sama Sister City dengan Kota di Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id-Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyepakati kerja sama <em>sister city </em>atau kota kembar dengan salah satu kota di Amerika Serikat. Bentuk kerjasama fokus pada bidang perdagangan, pendidikan, dan pariwisata.</p>
<p>Kerjasama disepakati dalam pertemuan antara Wali Kota Padang Hendri Septa dengan Konsul Amerika Serikat untuk Indonesia, Gordon Church. Pertemuan terjadi di Kantor Konsulat Amerika Serikat di Kota Medan, Kamis (18/11/2021).</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah hari ini kita menjalin kerja sama dengan Konsulat Amerika Serikat di Medan,&#8221; kata Wali Kota Padang Hendri Septa  usai pertemuan sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Kamis (18/11/2021).<br /><br />Hendri juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Konsulat AS untuk Indonesia di Medan atas terciptanya kerja sama tersebut.<br /><br />&#8220;Kita senang dan berterima kasih kepada Konsulat Amerika untuk Indonesia di Medan yang menyatakan siap bekerja sama memajukan Kota Padang,&#8221; tutur dia.<br /><br />Konsul Amerika Serikat untuk Indonesia akan mendukung terciptanya <em>&#8216;sister city&#8217; </em>atau kota kembar antara Kota Padang dengan salah satu kota di Amerika Serikat yang unggul dalam bidang perdagangan, pendidikan san pariwisata.<br /><br />&#8220;Tentunya dipilih kota yang memiliki karakteristik serta visi dan misi yang sama,&#8221; ujarnya.<br /><br />Sementara itu Konsul Amerika Serikat untuk Indonesia di Medan Gordon Church menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Padang dan jajaran yang mengunjunginya. <br /><br />&#8220;Kita siap mendukung dan memfasilitasi Kota Padang untuk melakukan kerja sama sister city dengan salah satu kota di AS. Khususnya dalam hubungan kerja sama di bidang perdagangan, pendidikan dan pariwisata,&#8221; katanya. (*/Rahmadi/Lisa Septri).<br /><br /><br /></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-padang-sepakati-kerja-sama-sister-city-dengan-kota-di-amerika-serikat/">Pemko Padang Sepakati Kerja Sama Sister City dengan Kota di Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">138620</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Luncurkan Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung</title>
		<link>https://langgam.id/pemerintah-luncurkan-bantuan-tunai-untuk-pkl-dan-warung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2021 00:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[PKL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=125864</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah meluncurkan secara resmi Program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW), di Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (9/9/2021). Bantuan ini sebagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro di tengah pandemi covid-19 saat ini. Secara spesifik, bantuan ini menyasar PKL dan warung yang berada di kabupaten/kota yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 dan Nomor 28 Tahun 2021 serta belum mendapatkan bantuan melalui skema Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). “BTPKLW yang hari ini mulai diluncurkan, selain sebagai kompensasi atas kerugian ekonomi akibat pembatasan,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemerintah-luncurkan-bantuan-tunai-untuk-pkl-dan-warung/">Pemerintah Luncurkan Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pemerintah meluncurkan secara resmi Program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW), di Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (9/9/2021).</p>
<p>Bantuan ini sebagai bentuk dukungan bagi pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro di tengah pandemi covid-19 saat ini.</p>
<p>Secara spesifik, bantuan ini menyasar PKL dan warung yang berada di kabupaten/kota yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 dan Nomor 28 Tahun 2021 serta belum mendapatkan bantuan melalui skema Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).</p>
<p>“BTPKLW yang hari ini mulai diluncurkan, selain sebagai kompensasi atas kerugian ekonomi akibat pembatasan, namun juga diharapkan menjadi sinyal untuk menggerakkan kembali ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya di acara penyaluran BTPKLW, yang berlangsung di Polrestabes Medan.</p>
<p>Kota Medan adalah kota pertama yang menerima bantuan BTPKLW dikarenakan peran strategis kota ini sebagai episentrum perekonomian di Pulau Sumatra.</p>
<p>Menko Perekonomian didampingi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyempatkan diri berdialog langsung dengan PKL dan pemilik warung penerima bantuan. Salah satunya adalah Leli Hadijah, penjual ayam geprek yang memiliki target pasar para pegawai kantor.</p>
<p>Leli mengatakan omzetnya mengalami penurunan karena PPKM dari yang sebelumnya pada kondisi normal bisa menjual 30 kilogram per hari menjadi hanya lima kilogram per hari.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa bantuan yang diperolehnya akan digunakan untuk tambahan modal usaha.</p>
<p>Bantuan untuk sektor usaha mikro dengan pagu sebesar Rp1,2 triliun ini akan disalurkan bagi satu juta pelaku usaha mikro yang masing-masing akan mendapatkan Rp1,2 juta, yang pendataan dan penyalurannya akan dilakukan oleh TNI dan Polri.</p>
<p>Penyaluran bantuan oleh TNI dan Polri ini dilakukan melalui sistem aplikasi yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.</p>
<p>“Alhamdulillah hari ini bisa diuji coba di Kota Medan. Dan ini disediakan untuk satu juta paket, sebanyak Rp1,2 juta. Selanjutnya tentu ini bisa diteruskan oleh TNI-Polri di berbagai wilayah. Operasi di lapangannya oleh babinsa dan bhabinkamtibmas, dan diharapkan ini menjadi bantalan bagi mereka yang terkena dampak untuk modal hidup dan modal kerja usaha mereka masing-masing,” pungkas Airlangga.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemerintah-luncurkan-bantuan-tunai-untuk-pkl-dan-warung/">Pemerintah Luncurkan Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125864</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Persiapan Sumbar Expo di Medan Terus Dimatangkan</title>
		<link>https://langgam.id/persiapan-sumbar-expo-di-medan-terus-dimatangkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2019 14:55:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gebu Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrul Abit]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=3461</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Jelang perhelatan Sumbar Expo di Medan bulan November nanti, Gerakan Ekonomi Budaya Masyarakat Minang (Gebu Minang) Sumatera Utara (Sumut) terus melakukan persiapan. Rapat koordinasi, Jumat (8/3), Gebu Minang Sumut kedatangan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Ketua Umum Gebu Minang Sumut Putrama Alkhairi, mengatakan, dalam rapat koordinasi di Medan Club tersebut, dihadiri oleh sejumlah pengurus Gebu Minang Sumut, perwakilan BUMD Medan, sejumlah pengusaha Minang di Sumut, serta dari Dinas Kopreasi Sumut. Nasrul Abit dalam rapat koordinasi tersebut mengatakan, Pemerintah Sumbar ingin penyelenggaraan Sumbar Expo November memberi dampak dan efek positif bagi orang Minang di ranah dan di rantau. &#8220;Sehingga ada tindak lanjut</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/persiapan-sumbar-expo-di-medan-terus-dimatangkan/">Persiapan Sumbar Expo di Medan Terus Dimatangkan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PalantaLanggam &#8211; </strong>Jelang perhelatan Sumbar Expo di Medan bulan November nanti, Gerakan Ekonomi Budaya Masyarakat Minang (Gebu Minang) Sumatera Utara (Sumut) terus melakukan persiapan.</p>
<p>Rapat koordinasi, Jumat (8/3), Gebu Minang Sumut kedatangan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Ketua Umum Gebu Minang Sumut Putrama Alkhairi, mengatakan, dalam rapat koordinasi di Medan Club tersebut, dihadiri oleh sejumlah pengurus Gebu Minang Sumut, perwakilan BUMD Medan, sejumlah pengusaha Minang di Sumut, serta dari Dinas Kopreasi Sumut.</p>
<p>Nasrul Abit dalam rapat koordinasi tersebut mengatakan, Pemerintah Sumbar ingin penyelenggaraan Sumbar Expo November memberi dampak dan efek positif bagi orang Minang di ranah dan di rantau.</p>
<p>&#8220;Sehingga ada tindak lanjut yang terukur dengan parameter yang jelas,&#8221; ujar Nasrul, dalam rilis yang didapatkan <em>Palanta Langgam, </em>Minggu (10/3).</p>
<p>Pemprov Sumbar, kata Nasrul, akan terus menjadwalkan kordinasi dengan Gebu Minang Sumut dan enterpreneur Minang di Sumut, sehingga penyelenggaraan iven Sumbar Expo tidak hanya memberikan transaksi yang fantastis dan mendapat kemeriahan acara karena mendapat dukungan penuh Pemprov Sumut dan masyarakat Minang serta masyarakat Sumut pada umumnya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Diharapkan sebelum Sumbar Expo sudah dijajaki beberapa MOU antara pengusaha Minang, antara BUMD kedua pemerintahan, termasuk pembukaan cabang Bank Nagari di Medan.</p>
<p>&#8220;Ketika Gebu Minang Sumut beraudiensi akan melakukan dukungan penuh dan juga akan menyelenggarakan Sumut Expo pula di Sumbar, agar kedua Pemprov terjalin hubungan yang kuat dalam rangka kemandirian perekonomian daerah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Untuk lokasi Sumbar Expo sendiri di Medan, lokasi alternatifnya saat ini adalah di lapangan Benteng atau lapangan Merdeka Medan.</p>
<p>&#8220;Sumbar akan mempromosikan produk unggulan beras Solok, kopi Minang, garmen, dan lainnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sumut Expo targetnya lebih dari penyelenggaraan Sumbar Expo di Batam, dan melahirkan beberapa MOU yang menjadi tindak lanjut dari Sumbar Expo.</p>
<p>Sementara potensi masyarakat Minang di Sumut ada sebanyak 340.000 orang.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/persiapan-sumbar-expo-di-medan-terus-dimatangkan/">Persiapan Sumbar Expo di Medan Terus Dimatangkan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3461</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/88 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-03 12:29:21 by W3 Total Cache
-->