<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/masjid-raya-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/masjid-raya-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 07:10:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/masjid-raya-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Heboh Menteri Pariwisata Widiyanti Pakai Sepatu Masuk Masjid Raya Sumbar, Begini Faktanya</title>
		<link>https://langgam.id/heboh-menteri-pariwisata-widiyanti-pakai-sepatu-masuk-masjid-raya-sumbar-begini-faktanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 07:04:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi]]></category>
		<category><![CDATA[Menpar RI]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pariwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246131</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Beredar isu Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Widiyanti Putri Wardhana, memakai sepatu masuk ke dalam Masjid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi di Sumatra Barat (Sumbar). Informasi itu pun viral di media sosial. Video Widiyanti dikabarkan pakai sepatu ke dalam Masjid Raya Sumbar ini terjadi pada tanggal 29 April 2026. Saat itu, Menpar berkunjung ke Masjid yang kini bernama Masjid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, didampingi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi dan beberapa pejabat Pemprov hingga Anggota DPD RI, Irman Gusman. Saat itu, Widiyanti menyebutkan, Kementerian Pariwisata terus mendorong pengembangan wisata ramah muslim di Sumbar. Termasuk, promosi destinasi ikonik seperti Masjid Raya Syekh</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/heboh-menteri-pariwisata-widiyanti-pakai-sepatu-masuk-masjid-raya-sumbar-begini-faktanya/">Heboh Menteri Pariwisata Widiyanti Pakai Sepatu Masuk Masjid Raya Sumbar, Begini Faktanya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Beredar isu Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Widiyanti Putri Wardhana, memakai sepatu masuk ke dalam Masjid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi di Sumatra Barat (Sumbar). Informasi itu pun viral di media sosial.</p>



<p>Video Widiyanti dikabarkan pakai sepatu ke dalam Masjid Raya Sumbar ini terjadi pada tanggal 29 April 2026. Saat itu, Menpar berkunjung ke Masjid yang kini bernama Masjid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, didampingi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi dan beberapa pejabat Pemprov hingga Anggota DPD RI, Irman Gusman.</p>



<p>Saat itu, Widiyanti menyebutkan, Kementerian Pariwisata terus mendorong pengembangan wisata ramah muslim di Sumbar. Termasuk, promosi destinasi ikonik seperti Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi ke pasar internasional, khususnya Timur Tengah.</p>



<p>&#8220;Kemarin di ITB Berlin kami memasang foto Masjid Raya ini dan banyak sekali yang bertanya. Jadi kami ingin lebih banyak awareness dan lebih banyak wisatawan datang ke sini,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Kunjungi Jam Gadang</strong></p>



<p>Setelah dari Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Widiyanti juga mengunjungi Kota Bukittinggi. Ini menjadi lawatan pertamanya ke Bukittinggi sejak menjabat sebagai menteri.</p>



<p>&#8220;Luar biasa indahnya Bukittinggi. Kami datang untuk melihat langsung potensinya, termasuk sebagai kandidat nominasi Wonderful Indonesia,&#8221; ujar Widiyanti.</p>



<p>Ia menegaskan, Kementerian Pariwisata siap mendukung promosi destinasi unggulan daerah agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.</p>



<p><strong>Lantas, benarkah Menpar pakai sepatu masuk Masjid Raya Sumbar?</strong></p>



<p>Hasil penelusuran Langgam.id, Menpar Widiyanti ternyata tidak menggunakan sepatu saat berjalan di dalam masjid. Alas kaki yang dipakainya ketika itu kaos kaki khusus yang menyerupai sepatu.</p>



<p>Kaos kaki khusus yang dikenakan Widiyanti diketahui kaos kaki yoga atau ballet. Alas kaki ini banyak dipakai untuk aktivitas olahraga.</p>



<p>Video Widiyanti melepaskan sepatu di batas suci di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi lalu beredar, untuk menjawab isu sebelumnya yang heboh.</p>



<p>Terlihat, Widiyanti melepaskan sepatu lalu mengganti alas kaki dengan kaos kaki yoga atau ballet tersebut.</p>



<p><strong>Pemprov Sumbar Luruskan Isu Beredar</strong></p>



<p>Pemprov Sumbar juga telah memastikan isu Widiyanti pakai sepatu di dalam masjid tidak benar. Hal ini diungkapkan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sumbar, Nolly Eka Mardianto.</p>



<p>Nolly menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan kesalahpahaman dan tidak sesuai fakta di lapangan. Ia menyebukan, dalam agenda itu dirinya turut mendampingi langsung.</p>



<p>&#8220;Saya menjadi bagian dari rombongan yang hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Tidak benar Ibu Menteri memakai sepatu di dalam masjid, yang digunakannya adalah kaos kaki,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Menurut Nolly, potongan video yang beredar luas di berbagai platform media sosial telah menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.</p>



<p>Ia menambahkan, seluruh rangkaian kunjungan Menteri Pariwisata di Sumbar, khususnya saat berada di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, berlangsung dengan penuh penghormatan terhadap nilai, etika, dan adab yang dijunjung tinggi masyarakat Minangkabau.</p>



<p>&#8220;Ibu Menteri beserta seluruh jajaran telah menjalankan tata krama yang sesuai. Perlu kami luruskan kembali bahwa tidak ada penggunaan sepatu di dalam masjid sebagaimana yang disampaikan dalam sejumlah narasi tidak akurat yang beredar luas di media sosial,&#8221; katanya.<strong> (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/heboh-menteri-pariwisata-widiyanti-pakai-sepatu-masuk-masjid-raya-sumbar-begini-faktanya/">Heboh Menteri Pariwisata Widiyanti Pakai Sepatu Masuk Masjid Raya Sumbar, Begini Faktanya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246131</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2025, Kantor MUI Sumbar Bakal Dibangun di Kawasan Masjid Raya</title>
		<link>https://langgam.id/2025-kantor-mui-sumbar-bakal-dibangun-di-kawasan-masjid-raya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 12:41:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi]]></category>
		<category><![CDATA[MUI Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=216174</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemprov Sumbar bakal membangun kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat pada awal 2025 nanti. Kantor MUI Sumbar itu akan dibangun di kawasan Masjid Raya Syeckh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Al Amin mengungkapkan bahwa penetapan titik lokasi pembangunan dilakukan pada Senin (25/11/2024). &#8220;Nantinya saat kegiatan penetapan lokasi, Pemprov Sumbar akan mengundang banyak pihak untuk hadir,&#8221; ujar Al Amin dalam keterangannya, Selasa (19/11/2024). Beberapa pihak yang diundang tersebut yaitu Forkopimda, instansi vertikal, ketua MUI serta sejumlah pimpinan organisasi keagamaan lainnya di Sumbar. Kabid Cipta Karya Dinas BMCKTR Sumbar, Dedi Rinaldi menyebutkan bahwa kantor MUI</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2025-kantor-mui-sumbar-bakal-dibangun-di-kawasan-masjid-raya/">2025, Kantor MUI Sumbar Bakal Dibangun di Kawasan Masjid Raya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pemprov Sumbar bakal membangun kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat pada awal 2025 nanti. Kantor MUI Sumbar itu akan dibangun di kawasan Masjid Raya Syeckh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.</p>



<p>Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Al Amin mengungkapkan bahwa penetapan titik lokasi pembangunan dilakukan pada Senin (25/11/2024). </p>



<p>&#8220;Nantinya saat kegiatan penetapan lokasi, Pemprov Sumbar akan mengundang banyak pihak untuk hadir,&#8221; ujar Al Amin dalam keterangannya, Selasa (19/11/2024).</p>



<p>Beberapa pihak yang diundang tersebut yaitu Forkopimda, instansi vertikal, ketua MUI serta sejumlah pimpinan organisasi keagamaan lainnya di Sumbar.</p>



<p>Kabid Cipta Karya Dinas BMCKTR Sumbar, Dedi Rinaldi menyebutkan bahwa kantor MUI ini direncanakan berdiri megah dengan desain lima lantai, terletak di antara gedung LKAAM dan Bundo Kanduang.</p>



<p>&#8220;Proyek ini didukung penuh oleh APBD Provinsi Sumbar tahuan 2025 dengan anggaran sekitar Rp24 miliar,&#8221; ucap Dedi.</p>



<p>Ia mengatakan, bahwa pembangunan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi UU Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatra Barat yang menjadkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai landasan kearifan lokal masyarakat. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2025-kantor-mui-sumbar-bakal-dibangun-di-kawasan-masjid-raya/">2025, Kantor MUI Sumbar Bakal Dibangun di Kawasan Masjid Raya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216174</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kepala Atase Agama Kedubes Arab Saudi Isi Tausyiah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi</title>
		<link>https://langgam.id/kepala-atase-agama-kedubes-arab-saudi-isi-tausyiah-di-masjid-raya-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Sep 2024 00:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=212731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepala Atase Agama Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi Syaikh Ahmad Bin Isa Al Hazimi dan rombongan sambangi Kota Padang. Kedatangannya di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatera Barat, Jumat malam (26/9/2024) lalu memberikan seminar dan tausiyah keagamaan. Syaikh Ahmad bin Isa Alhazimi mengatakan Islam datang untuk mempersatukan umat dan membuat hati saling menyayangi dan mencintai. &#8220;Islam adalah agama yang mulia siapapun yang ingin mendapat ampunan jalankan sesuai ajaran. Islam diutus Allah, manusia yang dihadapi-Nya adalah mereka yang menyembah selain Allah,&#8221; katanya. Ia menambahkan, Islam datang memperbaiki mereka yang menyembah selain Allah. Selain itu, ia mengingatkan sesama</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kepala-atase-agama-kedubes-arab-saudi-isi-tausyiah-di-masjid-raya-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi/">Kepala Atase Agama Kedubes Arab Saudi Isi Tausyiah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kepala Atase Agama Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi Syaikh Ahmad Bin Isa Al Hazimi dan rombongan sambangi Kota Padang.</p>



<p>Kedatangannya di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatera Barat, Jumat malam (26/9/2024) lalu memberikan seminar dan tausiyah keagamaan.</p>



<p>Syaikh Ahmad bin Isa Alhazimi mengatakan Islam datang untuk mempersatukan umat dan membuat hati saling menyayangi dan mencintai.</p>



<p>&#8220;Islam adalah agama yang mulia siapapun yang ingin mendapat ampunan jalankan sesuai ajaran. Islam diutus Allah, manusia yang dihadapi-Nya adalah mereka yang menyembah selain Allah,&#8221; katanya.</p>



<p>Ia menambahkan, Islam datang memperbaiki mereka yang menyembah selain Allah. Selain itu, ia mengingatkan sesama muslim harus bersatu, berpegangan dengan Islam tidak akan membuat takut apapun.</p>



<p>&#8220;Islam agama yang mengakar kasih sayang dan cinta alam semesta, Islam agama yang kuat mengajarkan kita untuk tidak menumpahkan darah,&#8221; tutupnya.</p>



<p>Diberitakan sebelumnya, kedatangan rombongan tamu kehormatan pada Kamis malam (26/9/2024) disambut oleh Pj Wali Kota Padang dan jajaran dengan diskusi dan jamuan makan malam bersama. Disamping bersilaturahmi, juga menawarkan peluang kerjasama di berbagai bidang, salah satunya bidang pendidikan. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kepala-atase-agama-kedubes-arab-saudi-isi-tausyiah-di-masjid-raya-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi/">Kepala Atase Agama Kedubes Arab Saudi Isi Tausyiah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212731</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Masjid di Sumbar Masuk Nominasi Ampera Tingkat Nasional 2024</title>
		<link>https://langgam.id/3-masjid-di-sumbar-masuk-nominasi-ampera-tingkat-nasional-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 08:12:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=211823</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tiga masjid di Sumatra Barat (Sumbar) masuk nominasi Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (Ampera) tingkat nasional tahun 2024. Ketiga masjid tersebut yaitu Masjid Raya Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatra Barat kategori Masjid Raya Percontohan. Kemudian, Masjid Al Hakim Tepi Laut Padang kategori masjid tempat publik percontohan dan Masjid Akbar Galogandang Rambatan Tanah Datar kategori Masjid Ramah Keragaman. Ketiga masjid itu masuk nominasi Ampera tingkat nasional 2024 berdasarkan penilaian tim Kementerian Agama (Kemenag) RI. Tim penilai Kemenag RI untuk wilayah Sumbar dipimpin oleh Kasubdit Kemasjidan Direktorat Urais dan Binsyar Ditjen Bimas Islam Kementerian agama RI, Akmal Salim Ruhana. Dalam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-masjid-di-sumbar-masuk-nominasi-ampera-tingkat-nasional-2024/">3 Masjid di Sumbar Masuk Nominasi Ampera Tingkat Nasional 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Tiga masjid di Sumatra Barat (Sumbar) masuk nominasi Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (Ampera) tingkat nasional tahun 2024. </p>



<p>Ketiga masjid tersebut yaitu Masjid Raya Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatra Barat kategori Masjid Raya Percontohan.</p>



<p>Kemudian, Masjid Al Hakim Tepi Laut Padang kategori masjid tempat publik percontohan dan Masjid Akbar Galogandang Rambatan Tanah Datar kategori Masjid Ramah Keragaman.</p>



<p>Ketiga masjid itu masuk nominasi Ampera tingkat nasional 2024 berdasarkan penilaian tim Kementerian Agama (Kemenag) RI.</p>



<p>Tim penilai Kemenag RI untuk wilayah Sumbar dipimpin oleh Kasubdit Kemasjidan Direktorat Urais dan Binsyar Ditjen Bimas Islam Kementerian agama RI, Akmal Salim Ruhana.</p>



<p>Dalam penilaian ini, Akmal didampingi oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumbar yang diwakili Ketua Tim Kemasjidan Yusran Lubis. Mereka menilai secara langsung di tiga lokasi masjid yang masuk nominasi tersebut.</p>



<p>Tim penilai Ampera Nasional 2024, Akmal Salim Ruhana mengatakan bahwa Ampera merupakan bentuk perhatian serius dari Kementerian Agama dalam pembinaan kemasjidan di tanah air.</p>



<p>&#8220;Anugrah Masjid Percontohan dan Ramah bukanlah sekedar perlombaan. Namun kegiatan ini adalah sebagai bentuk upaya pembinaan kemasjidan yang ada di seluruh Indonesia oleh pemerintah melalui Kementeria Agama,&#8221; ujar Akmal dilansir dari situs Kemenag Sumbar, Selasa (17/9/2024).</p>



<p>Akmal menambahkan bahwa ada 700 ribu masjid di seluruh Indonesia ikut serta dan telah dinilai secara berjenjang. Dan penilaian untuk 2024 ini jauh berbeda dari tahun 2016.</p>



<p>&#8220;Kalau di tahun 2016 hanya kategori masjid agung yang diperlombakan. Namun untuk saat ini semua kategori masjid ikut dinilai,&#8221; bebernya.</p>



<p>Ia juga mengingatkan bahwa persiapan yang telah dilakukan dalam penilaian Ampera di setiap masjid itu tentu tidak untuk saat di perlombaan saja.</p>



<p>&#8220;Kita semua berharap, kegiatan Ampera tentu tidak diinginkan hanya untuk perlombaan saja namun lebih dari itu. Apa-apa yang telah disiapkan betul-betul eksis dan nyata diterapkan serta terus meningkat sehingga masjid ini siap untuk dijadikan percontohan dan ramah,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Akmal mengatakan, kedatangan tim penilai nasional untuk memastikan secara langsung kondisi aktual dari masjid yang telah masuk nominasi dari masjid-masjid yang telah dinilai dan diusulkan sebelumnya oleh setiap Kanwil Kemenag Provinsi.</p>



<p>Ketua Tim Kemasjidan dari Kemenag Sumbar, Yusran Lubis mengatakan, ada tiga masjid yang masuk nominasi Ampera tingkat nasional 2024 dari 10 masjid yang berhasil meraih Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (Ampera) 2024 di tingkat Sumbar.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah dari 10 masjid yang telah berhasil meraih Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (Ampera) 2024 tingkat Sumbar dan telah diusulkan ke tingkat nasional, maka tiga masjid telah masuk untuk nominasi anugerah tingkat nasional,&#8221; ujar Yusran. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-masjid-di-sumbar-masuk-nominasi-ampera-tingkat-nasional-2024/">3 Masjid di Sumbar Masuk Nominasi Ampera Tingkat Nasional 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211823</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Gubernur di Momen Peresmian Nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/3-gubernur-di-momen-peresmian-nama-masjid-raya-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2024 03:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=207162</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Pada Minggu (7/7/2024), bertepatan dengan 1 Muharram 1446 Hijriah, Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) resmi bertambah nama menjadi Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat. Peresmian ini dihadiri oleh 58 keturunan ulama besar dari Arab Saudi tersebut. Namun, yang menarik perhatian adalah kehadiran para gubernur Sumbar, yaitu Mahyeldi, Irwan Prayitno, dan Gamawan Fauzi yang duduk bersama dalam acara tersebut. Berbagai kalangan berpendapat bahwa kehadiran Irwan Prayitno dan Gamawan Fauzi menunjukkan bahwa Mahyeldi menghargai kontribusi besar dari kedua pendahulunya tersebut. Mahyeldi mengakui bahwa mereka memiliki peran penting dalam pembangunan Masjid yang megah ini. Selain mereka, almarhum Marlis Rahman juga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-gubernur-di-momen-peresmian-nama-masjid-raya-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi-sumbar/">3 Gubernur di Momen Peresmian Nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> – Pada Minggu (7/7/2024), bertepatan dengan 1 Muharram 1446 Hijriah, Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) resmi bertambah nama menjadi Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat.</p>



<p>Peresmian ini dihadiri oleh 58 keturunan ulama besar dari Arab Saudi tersebut. Namun, yang menarik perhatian adalah kehadiran para gubernur Sumbar, yaitu Mahyeldi, Irwan Prayitno, dan Gamawan Fauzi yang duduk bersama dalam acara tersebut.</p>



<p>Berbagai kalangan berpendapat bahwa kehadiran Irwan Prayitno dan Gamawan Fauzi menunjukkan bahwa Mahyeldi menghargai kontribusi besar dari kedua pendahulunya tersebut.</p>



<p>Mahyeldi mengakui bahwa mereka memiliki peran penting dalam pembangunan Masjid yang megah ini. Selain mereka, almarhum Marlis Rahman juga turut berjasa dalam pendirian masjid ini.</p>



<p>Sejarah pembangunan masjid ini dimulai pada 21 Desember 2007, dengan peletakan batu pertama oleh Gamawan Fauzi yang saat itu menjabat sebagai gubernur. Ide ini berasal dari Gamawan setelah berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan ulama, termasuk menetapkan nama masjid.</p>



<p>Sebelumnya, Zainal Bakar, Gubernur Sumbar 2000-2005, hanya berencana merenovasi Masjid Nurul Iman yang kemudian dibongkar pada tahun 2005. Gamawan kemudian memperjuangkan kebutuhan akan masjid baru yang berfungsi sebagai Islamic Center.</p>



<p>Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Raya Sumbar dilakukan oleh Gamawan pada 21 Desember 2007 dengan sistem multi years.</p>



<p>Pada tahap awal, panitia yang diketuai oleh Marlis Rahman menghimpun sumbangan masyarakat dan bekerja sama dengan pihak swasta serta negara Timur Tengah.</p>



<p>Tahap pembangunan terbesar dilakukan oleh Irwan Prayitno mulai tahun 2014 dengan berbagai sumber pendanaan termasuk APBD, Pemerintah Pusat, bantuan dari negara lain, hingga provinsi lain.</p>



<p>Pada awal 2019, lantai atas masjid dibuka untuk umum dengan salat Jumat perdana pada 4 Januari 2019, menandai tuntasnya pembangunan Masjid Raya Sumbar yang kini bernama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumbar.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, pembangunan ini tidak akan terjadi tanpa kerjasama antar Gubernur. Sustainable Development saya meletakkan dasarnya, Irwan melanjutkan, dan Mahyeldi meresmikannya. Inilah kerjasama yang baik,&#8221; ujar Gamawan dalam sambutannya.</p>



<p>Gamawan berharap ini menjadi contoh bagi generasi berikutnya. &#8220;Pembangunan itu tidak bisa dipenggal-penggal. Pembangunan harus Sustainable, jika ada program Irwan terlantar, Mahyeldi melanjutkan, begitu seterusnya,&#8221; kata Gamawan.</p>



<p>Irwan Prayitno juga menyampaikan hal serupa, bahwa dirinya menyelesaikan amanah dari pendahulunya, termasuk pembangunan masjid ini. &#8220;Banyak ide dan gagasan dari pendahulu saya, dan Alhamdulillah semuanya saya tuntaskan. Tidak ada yang tidak selesai, tinggal bermanfaat untuk masyarakat,&#8221; kata Irwan.</p>



<p>Terakhir, Mahyeldi berterima kasih atas kontribusi semua pihak dalam pembangunan Masjid Raya Syekh Khatib Al-Minangkabawi Sumbar ini, termasuk kedua gubernur sebelumnya. &#8220;Sejarah panjang pembangunan masjid ini, mulai dari inisiasi oleh Gamawan Fauzi, dilanjutkan oleh Irwan Prayitno, dan hari ini kita resmikan nama Syekh Khatib Al-Minangkabawi. Semoga menjadi inspirasi, motivasi, dan semangat bagi generasi Sumbar di masa depan,&#8221; ujar Mahyeldi. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-gubernur-di-momen-peresmian-nama-masjid-raya-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi-sumbar/">3 Gubernur di Momen Peresmian Nama Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207162</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masjid Raya Sumbar Kini Resmi Dinamai Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi</title>
		<link>https://langgam.id/masjid-raya-sumbar-kini-resmi-dinamai-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 22:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=207140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Masjid ikonik yang diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran adat dan agama di Sumatera Barat resmi menyandang nama Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Sebelumnya, namanya hanya Masjis Raya Sumbar. &#8220;Pada peringatan tahun baru 1 Muharram 1446 H, nama masjid ini secara resmi adalah Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatera Barat,&#8221; kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Padang, Minggu(7/7/2024). Gubernur menyampaikan hal itu saat prosesi peresmian nama masjid yang dihadiri langsung oleh 58 orang keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Ia mengatakan masjid yang berdiri di atas lahan seluas ±7,5 hektar tersebut awalnya digagas oleh Gubernur Sumbar periode 2005-2009,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masjid-raya-sumbar-kini-resmi-dinamai-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi/">Masjid Raya Sumbar Kini Resmi Dinamai Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Masjid ikonik yang diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran adat dan agama di Sumatera Barat resmi menyandang nama Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Sebelumnya, namanya hanya Masjis Raya Sumbar.</p>



<p>&#8220;Pada peringatan tahun baru 1 Muharram 1446 H, nama masjid ini secara resmi adalah Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumatera Barat,&#8221; kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Padang, Minggu(7/7/2024).</p>



<p>Gubernur menyampaikan hal itu saat prosesi peresmian nama masjid yang dihadiri langsung oleh 58 orang keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.</p>



<p>Ia mengatakan masjid yang berdiri di atas lahan seluas ±7,5 hektar tersebut awalnya digagas oleh Gubernur Sumbar periode 2005-2009, Gamawan Fauzi pada 2006.</p>



<p>Masjid itu diproyeksikan menjadi sebuah kawasan Islamic Center di ibukota Provinsi Sumbar di Padang. Saat itu, belum ada islamic center yang representatif di Padang.</p>



<p>Desain bangunannya kemudian disayembarakan dan dimenangkan oleh Arsitek Rizal Muslimin, sedangkan pelaksana pembangunan oleh Total Bangun Persada.</p>



<p>Desain arsitektur masjid ini unik, terinspirasi dari bentuk bentangan kain yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk mengusung batu Hajar Aswad dan sudut lancip keempat tiangnya sekaligus mewakili ciri khas gonjong Rumah Gadang.</p>



<p>Mahyeldi menyebut peletakan batu pertama pembangunan masjid itu dilakukan pada Desember 2007 dan secara bertahap selesai pada tahun 2012 , dilaksanakan peletakkan batu pertama dimulainya pembangunan Masjid yang secara bertahap selesai pada tahun 2012 pada masa pemerintahan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.</p>



<p>Masjid itu kemudian dikenal dengan nama Masjid Raya Sumatera Barat. Namun merujuk pada tipologi masjid berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 394 Tahun 2004 bahwa masjid yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi dan berada di Ibukota Provinsi disebut<br>Masjid Raya, maka Masjid Raya Sumatera Barat belumlah secara resmi memiliki nama. Baru sebatas penyebutan tipologi masjid yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.</p>



<p>&#8220;Maka hari ini setelah berkomunikasi intens dengan ahli waris, nama Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi disematkan sebagai nama masjid,&#8221; katanya.</p>



<p>Mahyeldi mengatakan dengan penamaan itu, ke depan juga akan dilanjutkan rencana sebagai pusat pembelajaran adat dan agama Islam serta pusat ekonomi halal di Sumbar.</p>



<p>Peresmian nama masjid itu juga dihadiri oleh Gubernur Sumbar periode 2005-2009, Gamawan Fauzi, Gubernur Sumbar periode 2010-2021, Irwan Prayitno, Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazhar, tokoh adat dan tokoh masyarakat Sumbar.</p>



<p>Bersamaan dengan peresmian nama masjid juga diluncurkan buku tentang sejarah Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi karya Hasril Chaniago serta buku novel yang berkaitan dengan sejarah Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi yang ditulis Khairul Jasmi.(*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masjid-raya-sumbar-kini-resmi-dinamai-syekh-ahmad-khatib-al-minangkabawi/">Masjid Raya Sumbar Kini Resmi Dinamai Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207140</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/64 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-07-12 14:59:33 by W3 Total Cache
-->