<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Majelis Dosen Muda Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/majelis-dosen-muda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/majelis-dosen-muda/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Mar 2020 17:24:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Majelis Dosen Muda Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/majelis-dosen-muda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Pancaran Nilai Pasar Tani di Unand</title>
		<link>https://langgam.id/pancaran-nilai-pasar-tani-di-unand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2020 16:46:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Dosen Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=32788</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Penyelenggaraan perdana pasar tani di kampus Universitas Andalas oleh Koperasi MDM pada Rabu pekan lalu, telah memperlihatkan bagaimana sistem pasar yang sehat, di mana anggota yang menjadi konsumen dan produsen saling berinteraksi dengan aktif. Barang yang diperdagangkan sangat terjamin karena langsung dari tangan petani selain itu juga ada beberapa barang yang telah mendapat sertifikat LSO. Seperti yang diketahui asas dari koperasi ialah kekeluargaan, maka di saat penyelenggaraan pasar tani ini sangat terasa keterhubungan antara konsumen dan produsen. Hal ini menjadi pendorong terbangunnya hubungan antara masyarakat, mahasiswa, dan tenaga pendidik guna terciptanya masyarakat yang mapan dan siap menghadapi permasalahan.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pancaran-nilai-pasar-tani-di-unand/">Pancaran Nilai Pasar Tani di Unand</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PalantaLanggam &#8211; </strong>Penyelenggaraan perdana pasar tani di kampus Universitas Andalas oleh Koperasi MDM pada Rabu pekan lalu, telah memperlihatkan bagaimana sistem pasar yang sehat, di mana anggota yang menjadi konsumen dan produsen saling berinteraksi dengan aktif.</p>
<p>Barang yang diperdagangkan sangat terjamin karena langsung dari tangan petani selain itu juga ada beberapa barang yang telah mendapat sertifikat LSO.</p>
<p>Seperti yang diketahui asas dari koperasi ialah kekeluargaan, maka di saat penyelenggaraan pasar tani ini sangat terasa keterhubungan antara konsumen dan produsen.</p>
<p>Hal ini menjadi pendorong terbangunnya hubungan antara masyarakat, mahasiswa, dan tenaga pendidik guna terciptanya masyarakat yang mapan dan siap menghadapi permasalahan.</p>
<p>Tenaga pendidik dan mahasiswa bisa menjadikan ini sebagai sumber data yang akurat untuk mengembangkan penelitian mengenai apa saja yang dibutuhkan petani untuk memajukan usahanya dan teknologi seperti apa yang bisa dikembangkan untuk kemajuan itu.</p>
<p>Hal ini akan mendukung ekonomi pertanian masyarakat sekitar kampus ke arah perkembangan yang lebih baik.</p>
<p>Pasar tani yang diadakan ini murni untuk membantu lancarnya pendistribusian produk pertanian salingka kampus, sekaligus menggerakkan masyarakat ke arah hidup sehat dengan mengembangkan, mendukung, dan mengonsumsi produk – produk pertanian organik.</p>
<p>Program ini bagus untuk melatih kepekaan mahasiswa dalam melihat permasalahan yang dihadapi petani, dikarenakan dengan terjunnya mereka secara langsung ke dalam kegiatan pasar tani yang diadakan koperasi MDM.</p>
<p>Mahasiswa bisa memetik pelajaran sebenarnya tentang bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan. Mengenai bagaimana sistem pasar dan alternatif lain untuk mengatasi permasanlah petani yang selama ini hanya sekedar menjadi bahan penelitian.</p>
<p>Dalam proses distribusi mahasiswa bisa membangun relasi dengan tenaga pendidik yang tentunya akan membuatnya mendapat tambahan pengetahuan. Hubungan yang tercipta akan membuat mahasiswa memiliki banyak referensi yang diharapkan akan membuatnya matang dalam berpikir dan juga siap untuk terjun ke masyarakat setelah tamat nanti.</p>
<p>Namun dalam prosesnya tentu tidak ada kesempurnaan, ada beberapa kendala yang harus segera diatasi. Seperti mempercepat terciptanya aplikasi yang akan mempermudah konsumen memilih barang dan mengetahui harga, sedangkan untuk petani mereka bisa memantau penjualan, berapa barang yang dipesan dan harus mereka disiapkan.</p>
<p>Bagi penyedia pasar mereka bisa menggunakan aplikasi ini untuk memperkecil kesalahan mengenai apa yang dipesan dan berapa jumlah pesanan. Aplikasi ini juga berguna untuk mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas berteknologi.</p>
<p>Kendala lainya adalah dukungan dari Universitas yang belum maksimal, sampai saat ini belum ada lokasi pasti tempat penyelenggaraan pasar ini, agar kegiatan berjalan semakin produktif maka pasar tani harus memiliki tempat yang strategis dan mudah ditemui.</p>
<p>Jika program ini berkembang semakin besar bukan tidak mungkin Universitas Andalas akan menjadi model pengembangan ekonomi pertanian masyarakat yang nantinya juga akan melambungkan nama Universitas.</p>
<p>Diharapkan ke depannya kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak dan saling bahu membahu untuk kesuksesan program yang sedang berproses.</p>
<p>Sebab tujuan sebenarnya dari pendidikan adalah menciptakan orang – orang yang siap berjuang bersama masyarakat dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi agar terciptanya kesejahteraan yang sedari dulu telah dicita – citakan.</p>
<p><strong>*<em>Mahasiswa HI Fisip, Universitas Andalas</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pancaran-nilai-pasar-tani-di-unand/">Pancaran Nilai Pasar Tani di Unand</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32788</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Organisasi dan Koperasi Langkah Konkret Menaikkan Kelas Petani</title>
		<link>https://langgam.id/organisasi-dan-koperasi-langkah-konkret-menaikkan-kelas-petani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Feb 2020 11:03:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Dosen Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=27632</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dewasa ini, profesi petani kian ditinggalkan rakyat Indonesia. Sebagian besar dilakoni oleh kaum tua, sementara kalau ada anak muda, terkadang pilihan akhir untuk bertahan hidup. Revolusi 4.0 yang tengah berjalan, memang muncul petani-petani muda yang inovatif menyuburkan pertanian dengan teknologi. Tapi lagi-lagi, angkanya hanya bisa dihitung jari. Berdasarkan laporan angkatan kerja nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) 2018, jumlah petani di Indonesia saat ini berkisar 4 juta jiwa. Sangat kecil dibanding seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 264 juta orang. Berlanjut pada laporan Proyeksi Penduduk Indonesia 2010 – 2035 yang dirilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan BPS, sejak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/organisasi-dan-koperasi-langkah-konkret-menaikkan-kelas-petani/">Organisasi dan Koperasi Langkah Konkret Menaikkan Kelas Petani</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropcap " style="background-color: #ffffff; color: #000000; border-color: #ffffff;">D</span>ewasa ini, profesi petani kian ditinggalkan rakyat Indonesia. Sebagian besar dilakoni oleh kaum tua, sementara kalau ada anak muda, terkadang pilihan akhir untuk bertahan hidup.</p>
<p>Revolusi 4.0 yang tengah berjalan, memang muncul petani-petani muda yang inovatif menyuburkan pertanian dengan teknologi. Tapi lagi-lagi, angkanya hanya bisa dihitung jari.</p>
<p>Berdasarkan laporan angkatan kerja nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) 2018, jumlah petani di Indonesia saat ini berkisar 4 juta jiwa. Sangat kecil dibanding seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 264 juta orang.</p>
<p>Berlanjut pada laporan <span style="color: #000000;"><i>Proyeksi Penduduk Indonesia 2010 – 2035</i></span> yang dirilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://www.bps.go.id/">BPS</a></span>, sejak tahun 2010, gelombang urbanisasi ke Jakarta sudah mencapai 100 persen, melewati batas daya tampung kota.</p>
<p>Melihat fenomena ini, <em>penulis </em>melihat nestapa ekonomi menjadi pangkal utama pekerjaan bertani bukan menjadi primadona, bahkan ditinggalkan. Petani identik dengan kemiskinan, pekerjaan gurem.</p>
<p>Jika ditelisik, sebenarnya, ada beberapa permasalahan yang dihadapi para petani gurem dalam keseharian mereka untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi di antaranya adalah kepemilikan dan penguasaan atas&#8211; (1) luasan lahan garapan, (2) permodalan untuk membudidayakan tanaman, (3) pemasaran atau pendistribusian produk atau hasil pertanian, (4) teknologi pembudidayaan dan pengolahan produk atau hasil pertanian, dan (5) kebijakan pemerintah yang mendukung keseluruhan aspek di atas.</p>
<p>Termasuk di dalam aspek kebijakan tersebut adalah berbagai bentuk perlindungan dan perizinan yang mendukung dan berpihak atau pro-petani. Perlindungan di dalamnya termasuk tidak mengkriminalisasikan petani yang inovatif, namun justru mempermudah mereka untuk memperoleh hak paten selayaknya hak atas kekayaan intelektual bagi para petani inovatif.</p>
<p>Berharap, apalagi bergantung kepada pihak luar, termasuk kepada pemerintah untuk keberdayaan bukanlah pilihan yang rasional untuk para petani gurem itu sendiri. Untuk memberdayakan para petani gurem, pilihan yang lebih rasional adalah memperkuat organisasi dan menumbuhkembangkan koperasi.</p>
<p>Dengan organisasi dan koperasi petani, maka petani akan memiliki kekuatan dalam politik dan ekonomi. Apalagi sebelumnya para petani sesungguhnya sudah memiliki modal sosial dan kultural yang baik dan kuat; solidaritas dan kolektivitas, yang keduanya termanifestasikan dalam bentuk bekerja bersama atau gotong royong.</p>
<p>Dengan demikian, aspek yang paling utama dari ke lima aspek sebelumnya, justru pada poin ini; petani harus berkuasa atas diri mereka atau berdaya.</p>
<p>Sekali lagi dengan cara yang sederhana yaitu berorganisasi dan berkoperasi. Dua hal inilah yang akan membuat para petani (gurem) maju, namun sekaligus mandiri dan merdeka.</p>
<h4><span style="font-size: 12pt;"><strong>Organisasi, Koperasi, dan Jejaring Kooperasi</strong></span></h4>
<p>Jejarang kooperasi adalah jaringan kerja sama yang bisa dan harus dilakukan oleh organisasi dan koperasi petani. Misalnya membangun jaringan kerjasama antara organisasi dan koperasi petani dengan organisasi dan koperasi dosen sekaligus mahasiswa.</p>
<p>Sebab sebagaimana para petani, para dosen dan para mahasiswapun untuk maju, mandiri, dan merdeka, sesungguhnya juga harus berorganisasi dan berkoperasi. Tanpa itu, sama saja nasib mereka dengan para petani gurem: lemah dan tidak berdaya menghadapi gelombang dinamika dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Model pembangunan keberdayaan petani dan dosen itu dapat ditemukan dan dilihat pada dinamika antara Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Mini di Kampung Taruko Rodi, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang dengan <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/pelatihan-artikel-berbasis-media-massa-rangsang-dosen-muda-unand-produktif-menulis/">Majelis Dosen Muda</a></span> (MDM) Universitas Andalas di Sumatera Barat, Indonesia.</p>
<p>Baik di pihak para petani sebagai warga kampung maupun di pihak para dosen sebagai warga kampus, keduanya harus bersama-sama menghadapi dinamika kota sekaligus dinamika yang lebih luas di tingkat global.</p>
<p>Salah satu isu yang mempertemukan antara koperasi petani dan koperasi dosen adalah pangan yang baik, sehat, dan bergizi. Dengan kalimat lain para petani adalah para produsen yang akan menyediakan pangan dengan kriteria tersebut, sedangkan para dosen adalah para konsumen yang akan menyerap produk hasil pertanian tersebut.</p>
<p>Di sisi lain, para dosen yang memproduksi pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang ilmu, sesungguhnya juga membutuhkan para konsumen yang siap untuk menyerap dan mengimplementasikan hasil inovasi mereka. Dalam hal ini tentu saja para petani yang sudah terorganisir tersebut.</p>
<p>Termasuk ilmu Hubungan Internasional yang <em>penulis</em> tekuni, bukanlah ilmu yang jauh dari kehidupan para petani. Justru ilmu yang akhirnya bisa digunakan untuk menjelaskan dinamika dalam struktur dan sistem internasional yang berlaku sehingga mampu menjawab pertanyaan mengapa kehidupan para petani menjadi susah.</p>
<p>Setidaknya, penjelasan tentang dinamika kapitalisme global yang membentuk rezim internasional pertanian lah yang mengubah kehidupan para petani melalui berbagai kebijakan organisasi dan institusi internasional. Di mana hampir semua negara termasuk Indonesia terikat dalam perjanjian internasional untuk meliberalisasikan pertanian dan perdagangan terkait produk pertanian dalam skema keanggotaan di Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).</p>
<p>Pengetahuan semacam itulah kemudian yang pernah <em>penulis</em> sampaikan khususnya kepada Ibu-Ibu anggota KWT Melati Mini dalam sebuah diskusi &#8220;Menumbuhkan Koperasi Tani&#8221; pada Sabtu, 15/02/2020, pukul 08.30 sampai 11.00 di rumah salah satu pengurus organisasi dan koperasi tani tersebut.</p>
<p>Pengetahuan itu juga memberikan gambaran mengapa tidak bijaksana jika para petani hanya berharap bahkan bergantung kepada pemerintah sekalipun untuk memajukan kehidupan mereka.</p>
<p>Meskipun itu adalah hak para petani sebagai warga negara, dan kewajiban pemerintah yang memegang amanat untuk menyelenggarakan negara.</p>
<p>Namun tentu lebih bermartabat bagi para petani (termasuk para dosen dan mahasiswa) dalam memajukan kehidupan mereka dengan kemandirian dan kemerdekaan.</p>
<p>Dua hal inilah yang dapat diwujudkan dengan berorganisasi dan berkoperasi, plus berjejaring kooperasi. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>* Penulis adalah Dosen HI FISIP Unand, Aktivis MDM, dan Inisiator Koperasi MDM Unand</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/organisasi-dan-koperasi-langkah-konkret-menaikkan-kelas-petani/">Organisasi dan Koperasi Langkah Konkret Menaikkan Kelas Petani</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Artikel Berbasis Media Massa, Rangsang Dosen Muda Unand Produktif Menulis</title>
		<link>https://langgam.id/pelatihan-artikel-berbasis-media-massa-rangsang-dosen-muda-unand-produktif-menulis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2020 06:51:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Dosen Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=27372</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Sekitar 35 orang dosen muda mengikuti pelatihan Penulisan Artikel Pengabdian Masyarakat Berbasis Media Massa yang diselenggarakan dalam kerja sama antara Majelis Dosen Muda (MDM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand), di Ruang Pertemuan Lantai 5 Perpustakaan Unand, Kamis (13/2). Ketua LPPM Unand, Uyung Gatot S. Dinata menyampaikan, setiap dosen yang berkarya dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi akan berkontribusi secara langsung kepada Unand, di samping membangun eksistensi diri mereka sebagai dosen. &#8220;Termasuk ketika mempublikasikan artikel populer mereka di media massa yang berkontribusi dalam pemeringkatan klaster perguruan tinggi sehingga Unand berada di peringkat 11 di Indonesia</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pelatihan-artikel-berbasis-media-massa-rangsang-dosen-muda-unand-produktif-menulis/">Pelatihan Artikel Berbasis Media Massa, Rangsang Dosen Muda Unand Produktif Menulis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/">PalantaLanggam</a> </span>&#8211; </strong>Sekitar 35 orang dosen muda mengikuti pelatihan <em>Penulisan Artikel Pengabdian Masyarakat Berbasis Media Massa</em> yang diselenggarakan dalam kerja sama antara Majelis Dosen Muda (MDM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (<wbr />LPPM) Universitas Andalas (Unand), di Ruang Pertemuan Lantai 5 Perpustakaan Unand, Kamis (13/2).</p>
<p>Ketua LPPM <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://unand.ac.id/id/">Unand</a></span>, Uyung Gatot S. Dinata menyampaikan, setiap dosen yang berkarya dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi akan berkontribusi secara langsung kepada Unand, di samping membangun eksistensi diri mereka sebagai dosen.</p>
<p>&#8220;Termasuk ketika mempublikasikan artikel populer mereka di media massa yang berkontribusi dalam pemeringkatan klaster perguruan tinggi sehingga Unand berada di peringkat 11 di Indonesia pada tahun 2019 menurut Kemenristekdikti,&#8221; ujar Uyung, yang didaulat menjadi pembicara Sesi 1.</p>
<p>Menurutnya, pemeringkatan tersebut sesungguhnya membuktikan capaian target kinerja Unand sebagai perguruan tinggi yang pada tahun 2019 peringkat klaster penelitian 4, klaster pengabdian masyarakat 20, klaster inovaai 7.</p>
<p>Sedangkan jumlah dokumen terindeks <em>Scopus</em> 2.200 di peringkat 10, dan peringkat 2 untuk jumlah Hak Kekayaan Intelektul di SINTA, serta peringkat 1 untuk jumlah buku di SINTA, peringkat 10 untuk sitasi, sistem manajemen mutu dengan ISO 9001 dan <em>Webometric</em> di peringkat 15.</p>
<p>Uyung berpesan, hal harus diperhatikan dan dipertahankan oleh para Dosen, semestinya artikel-artikel populer di media massa tersebut memang berdasarkan pada hasil riset atau penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing dan harus bisa divalidasi.</p>
<p>Sebagai Ketua LPPM, dia sangat mendukung inisiatif pelatihan ini yang dikoordinir oleh MDM Unand karena sesuai dengan program kerja LPPM Unand.</p>
<p>Pada Sesi 2, narasumber dari MDM Unand, Bahren, mengajak setiap dosen muda untuk menulis dengan lebih produktif baik secara individual maupun kolektif.</p>
<p>Berdasarkan pengalamannya sebagai dosen yang produktif mempublikasikan artikel populer di media massa, Bahren menyatakan bahwa tidak ada yang terlalu sulit untuk dicapai, meskipun juga tidak ada kerja yang berakhir sempurna. Sehingga pelatihan ini hanya awal untuk terus mencoba mencapai kemampuan setiap dosen muda untuk belajar mempublikasikan karya, namun juga bekerja sama secara kolektif untuk saling menyempurnakan.</p>
<p>Rencana tindak lanjut paling sederhana yang bisa dilakukan bersama oleh para dosen muda adalah membukukan dan menerbitkan kumpulan artikel populer yang sudah dipublikasikan di media massa dalam bentuk kompilasi.</p>
<p>Pada Sesi 3, Rommi Delfiano memaparkan arti penting publikasi artikel populer di media massa oleh para dosen, khususnya dosen muda. Selain alasan personal yang fungsional, juga alasan sosial yang ideal bagi para akademisi untuk berkontribusi dalam berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat agar kampus tidak menjadi menara gading.</p>
<p>Sebagai Redaktur Pelaksana di Padang Ekspres, Rommi menjelaskan bagaimana membangun budaya menulis, mempertahankan eksisten penulis, sekaligus berbagi triks atau tips agar tulisan bisa dimuat atau tayang di media massa.</p>
<p>Menurut Rommi, yang lebih penting lagi adalah karya para dosen di media massa sebagai hasil analisis ilmiah bisa menjadi pencerahan bahkan semacam panduan publik dalam menyikapi dan menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari masyarakat.</p>
<p>Pada Sesi 4, Yose Hendra dari Media Indonesia mengajak para peserta untuk berlatih langsung menulis opini, siaran pers atau rilis, serta berita atau laporan yang berbasis hasil riset atau penelitian dan pengabdian masyarakat para dosen muda.</p>
<p>Diawali dengan mematakan pemikiran atau persepsi para peserta mengenai media massa, kemudian mendiskusikan secara interaktif perbedaan jurnalisme umum dan jurnalisme warga, lalu merancang draft dan menuliskan opini dan rilis.</p>
<p><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-27374" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/02/Pelatihan-jurnalistik-unand-2.jpg?resize=1000%2C563&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="1000" height="563" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/02/Pelatihan-jurnalistik-unand-2.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/02/Pelatihan-jurnalistik-unand-2.jpg?w=540&amp;ssl=1 540w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Setelah praktik menulis langsung, kemudian Yose yang juga Direktur Litbang Langgam.id ini, meminta para peserta yang bekerja secara kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja mereka dan membahasnya satu per satu.</p>
<p>Menurut salah satu peserta, Wellyalina yang akrab dipanggil Lia, pelatihan ini sangat menarik dan bermanfaat untuk memperkuat kemauan dan kemampuan untuk menulis artikel populer di media massa.</p>
<p>Namun menurut dosen muda di Fakultas Teknologi Pertanian ini, sayang sekali waktunya terlalu singkat, sehingga dibutuhkan pelatihan lanjutan agar para Dosen Muda lebih percaya diri untuk mempublikasikan karya mereka. <strong>(Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pelatihan-artikel-berbasis-media-massa-rangsang-dosen-muda-unand-produktif-menulis/">Pelatihan Artikel Berbasis Media Massa, Rangsang Dosen Muda Unand Produktif Menulis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27372</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/54 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 13:20:21 by W3 Total Cache
-->