<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita LIPI Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/lipi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/lipi/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2020 05:09:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita LIPI Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/lipi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Gempa Beruntun Mentawai, Sinyal Megathrust?</title>
		<link>https://langgam.id/gempa-beruntun-mentawai-sinyal-megathrust/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2020 12:28:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[LIPI]]></category>
		<category><![CDATA[Megathrust]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=70761</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Zona subduksi lempeng Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Senin (19/10), menyembulkan energi, mengguncang Mentawai, hingga terasa di daratan Pulau Sumatra. Tiga kali beruntun dengan magnitudo (M) sekitar 5. Sifatnya pun dangkal, sehingga kecemasan akan aktifnya megathrust wajar saja terjadi. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono  pun tak menampiknya. &#8220;(Apakah ini mengindikasikan megathrust itu semakin dekat?) Cukup aktif,&#8221; ujar Rahmat, saat dihubungi. Rilis yang disebar BMKG, pagi buta, sekira pukul 05.48.51 WIB wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatra diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gempa-beruntun-mentawai-sinyal-megathrust/">Gempa Beruntun Mentawai, Sinyal Megathrust?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Zona subduksi lempeng Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Senin (19/10), menyembulkan energi, mengguncang Mentawai, hingga terasa di daratan Pulau Sumatra. Tiga kali beruntun dengan magnitudo (M) sekitar 5.</p>
<p>Sifatnya pun dangkal, sehingga kecemasan akan aktifnya megathrust wajar saja terjadi. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono  pun tak menampiknya.</p>
<p>&#8220;(Apakah ini mengindikasikan megathrust itu semakin dekat?) Cukup aktif,&#8221; ujar Rahmat, saat dihubungi.</p>
<p>Rilis yang disebar BMKG, pagi buta, sekira pukul 05.48.51 WIB wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatra diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,34 LS dan 100,26 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 38 km arah Barat Daya Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat pada kedalaman 21 km.</p>
<p>Lalu dalam waktu 16 menit di kala siang, 2 gempa tektonik dengan kekuatan masing-masing M5,8 pada pukul 14.31 WIB dan M5,7 pada pukul 14.47 WIB, mengguncang Pagai Selatan, Mentawai. Guncangannya pun dirasakan sebagian warga di Padang, yang terpisah oleh Selat Mentawai, lebih dari 200 km.</p>
<p>Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,6 dan M=5,7. Episenter terletak pada koordinat 3,36 LS &#8211; 100,29 BT dan 3,31 LS – 100,40 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak sekitar 33 km arah Barat Daya Pulau Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, pada kedalaman 13 km dan 17 km.</p>
<p>Rahmat menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai.</p>
<p>&#8220;Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik ( <em>thrust  fault</em> ),&#8221; katanya.</p>
<p>Gempa bumi ini dirasakan di daerah Padang, Painan, Mentawai, Mukomuko II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Kota Bengkulu, Kepahiang, Bengkulu Utara I-II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).</p>
<p>&#8220;Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,&#8221; bilangnya.</p>
<p>Terkait gempa beruntun ini, pengamat kegempaan Sumatra Barat Ade Edward menyebut, gempa tersebut merupakan sisa-sisa energi segmen Pagai-Enggano yang pecah 2010 lalu (gempa-tsunami Pagai).</p>
<p>Berdasarkan publikasi sejumlah penelitian, sisi barat Sumatra Barat, menyimpan potensi tektonik yang dinilai mampu membangkitkan tsunami.</p>
<p>Barat Kepulauan Mentawai, ada <em>megathrust</em> di segmen Siberut, yang menjadi jalur lempeng Eurasia- Indo-Australia.</p>
<p>Pada sisi timur atau antara Pulau Sumatra (Sumbar daratan) dengan Kepulauan Mentawai, ada <em>backthrust.</em></p>
<p>“Gempa dari Megathrust bisa mencapai M8,8, sementara gempa dari Backthrust Mentawai diperkirakan tak akan lebih dari M8 ,” jelas Ade Edward, pada suatu hari.</p>
<p>Dibanding ancaman megathrust, Ade berharap otoritas lebih manaruh perhatian potensi <em>backthrust</em> atau sesar naik dibagian belakang, karena mekanisme atau polanya nyaris sama dengan tsunami di Selat Sunda. Dengan kata lain, tsunami muncul tanpa didahului gempa.</p>
<p>Beberapa waktu lalu, peneliti dari LIPI, Danny Hilman Natawidjaja mengingatkan Pemprov Sumbar untuk tak lengah melakukan edukasi terkait bencana</p>
<p>Sejauh ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat Erman Rahman mengatakan, upaya mitigasi kongkrit terus dilakukan. Mitigasi bersifat struktural dan non struktural.</p>
<p>Sekitar sejuta jiwa warga Sumatra Barat rentan menjadi korban tsunami. Mereka berdomisili di kawasan pesisir 7 kabupaten dan kota yang dinilai rawan tsunami.</p>
<p>Erman merinci, enam daerah berada di sepanjang pesisir pantai Sumbar daratan, yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Kabupaten Pasaman Barat. Sisanya satu daerah lagi adalah Kepulauan Mentawai.</p>
<p>“Dalam hitungan kita,  ada sekitar 1 juta jiwa penduduk yang tinggal di kawasan sepanjang pantai pesisir ketujuh daerah itu,” tandasnya, beberapa waktu lalu. <strong>(Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gempa-beruntun-mentawai-sinyal-megathrust/">Gempa Beruntun Mentawai, Sinyal Megathrust?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70761</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hutan Mangrove di Kota Pariaman Akan Dijadikan Kebun Raya</title>
		<link>https://langgam.id/hutan-mangrove-di-kota-pariaman-akan-dijadikan-kebun-raya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Furqan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2019 04:01:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[LIPI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=16656</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman akan jadikan kawasan Hutan Mangrove yang ada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman sebagai kebun raya (Botanic Garden). Walikota Pariaman, Genius Umar menyebutkan, hasil riset terhadap Hutan Mangrove itu akan diserahkan ke Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. “Agar kita mendapat programan, Hutan Mangrove bisa dijadikan seperti konsep Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Sehingga, ini menjadi tempat wisata edukasi, anak-anak bisa belajar  tentang mangrove, flora maupun fauna yang ada di dalamnya,” ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id, Rabu (16/10/2019). Dikatakan Genius, untuk riset Hutan Mangrove, Kota Pariaman bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hutan-mangrove-di-kota-pariaman-akan-dijadikan-kebun-raya/">Hutan Mangrove di Kota Pariaman Akan Dijadikan Kebun Raya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> – <a href="https://langgam.id/pemko-pariaman-gandeng-pln-sulap-kawasan-sungai-jadi-ruang-terbuka-hijau/">Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman</a> akan jadikan <a href="https://langgam.id/bnpb-hutan-pantai-bisa-redam-tsunami-hingga-88-persen/">kawasan Hutan Mangrove</a> yang ada di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman sebagai kebun raya (<em>Botanic Garden</em>).</p>
<p>Walikota Pariaman, Genius Umar menyebutkan, <a href="https://langgam.id/?s=Mangrove">hasil riset terhadap Hutan Mangrove</a> itu akan diserahkan ke Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR.</p>
<p>“Agar kita mendapat programan, Hutan Mangrove bisa dijadikan seperti konsep Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Sehingga, ini menjadi tempat wisata edukasi, anak-anak bisa belajar  tentang mangrove, flora maupun fauna yang ada di dalamnya,” ujarnya melalui rilis yang diterima <a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>, Rabu (16/10/2019).</p>
<p>Dikatakan Genius, untuk riset <a href="https://langgam.id/?s=Kota+Pariaman">Hutan Mangrove, Kota Pariaman</a> bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).</p>
<p>Menurut Genius, tahap awal, Pemko Pariaman akan melakukan perluasan dan pembebasan lahan. Pihaknya akan membeli tanah masyarakat yang masuk dalam kawasan Hutan Mangrove tersebut.</p>
<p>“Akan dilakukan penetapan aturan hukum, bahwa ini adalah kawasan Hutan mengrove yang akan difungsikan sebagai <em>Botanic Garden</em>,” jelasnya.</p>
<p>Setelah itu, kata Genius, baru akan dilakukan penambahan, terkait fasilitas yang ada. “Tergantung hasil riset, mana yang kurang atau mana yang mau ditambah flora ataupun faunanya di kawasan tersebut nanti,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Mustaid Siregar, tim Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI meneyebutkan, terkait keinginan dan usulan Pemko Pariaman, pihaknya sudah melakukan kajian.</p>
<p>“Melihat sisi administrasi dan kajian pendukung lainnya baik sisi ekoregion, karena ekoregion mangrove di Sumatera belum ada, nantinya akan dilanjutkan dengan studi kelayakan, apakah layak atau tidak dijadikan kebun raya. Ekoregion adalah suatu batasan daerah ekologi suatu tumbuhan atau hewan yang terkait dengan budaya,” uajrnya.</p>
<p>Saat ini, melihat kondisi infrastruktur, kata Mustaid, tidak ada masalah, yang penting harus dikaji terkait status lahannya bagaiamana.</p>
<p>“Membangun kebun raya harus dalam jangka waktu panjang dan tidak boleh dialihfungsikan. Dengan kategori yang dilihat bagaimana status lahannya, batas luasnya, serta pengelolaan,” jelasnya.</p>
<p>Di Indonesia Kebun Raya Mangrove pertama berada di Surabaya. “Kalau kajian ini berjalan dengan baik dan semua berjalan lancar nantinya, kami akan melakukan MOU antara LIPI dengan Pemko Pariaman dan disusul dengan master plan. Sehingga di Indonesia kebun raya mangrove yang ada di Kota Pariaman menjadi kebun raya mangrove kedua setelah Surabaya,” katanya. <strong>(*/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hutan-mangrove-di-kota-pariaman-akan-dijadikan-kebun-raya/">Hutan Mangrove di Kota Pariaman Akan Dijadikan Kebun Raya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">16656</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/50 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-30 22:38:43 by W3 Total Cache
-->