<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Lintas Sumatra Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/lintas-sumatra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/lintas-sumatra/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Jun 2024 07:21:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Lintas Sumatra Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/lintas-sumatra/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Cincu, Sebuah Profesi Yang Hilang di Formasi Kru Bus Lintas Sumatra</title>
		<link>https://langgam.id/cincu-sebuah-profesi-yang-hilang-di-formasi-kru-bus-lintas-sumatra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoss Fitrayadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2023 01:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yoss Fitrayadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=182079</guid>

					<description><![CDATA[<p>GENERASI awal yang melakukan perjalanan jauh menggunakan bus, pasti familiar dengan kata Cincu. Generasi yang mulai meninggalkan perjalanan dengan Kapal Laut. Cincu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti, wakil pemilik perusahaan kapal. Nampaknya, istilah cincu pertama digunakan di Kapal Laut. Penelusuran penulis di dunia maya, cincu berasal dari Bahasa Mandarin: chuanzhu, yang artinya adalah pemilik kapal. Kata ini diadopsi oleh pelaku pelayaran negeri ini menjadi cincu, berbarengan dengan istilah tekong dan kuanca. Sampai hari ini pun, di kapal laut profesi cincu masih ada. Tapi di Bus antar kota, sepertinya sudah lama hilang. Ketika saya kecil, ada seorang ayah teman</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cincu-sebuah-profesi-yang-hilang-di-formasi-kru-bus-lintas-sumatra/">Cincu, Sebuah Profesi Yang Hilang di Formasi Kru Bus Lintas Sumatra</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>GENERASI awal yang melakukan perjalanan jauh menggunakan bus, pasti familiar dengan kata Cincu. Generasi yang mulai meninggalkan perjalanan dengan Kapal Laut. Cincu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti, wakil pemilik perusahaan kapal. Nampaknya, istilah cincu pertama digunakan di Kapal Laut. Penelusuran penulis di dunia maya, cincu berasal dari Bahasa Mandarin: chuanzhu, yang artinya adalah pemilik kapal. Kata ini diadopsi oleh pelaku pelayaran negeri ini menjadi cincu, berbarengan dengan istilah tekong dan kuanca. Sampai hari ini pun, di kapal laut profesi cincu masih ada. Tapi di Bus antar kota, sepertinya sudah lama hilang.</p>



<p>Ketika saya kecil, ada seorang ayah teman berprofesi ini. Ia sering meninggalkan rumah untuk beberapa lama sebelum kembali lagi untuk beristirahat selama beberapa minggu. Kata kawan ini, ayahnya bekerja sebagai seorang Cincu di sebuah perusahaan Otobus lintas Sumatra. Akhirnya, saya pun mengenal dan menaruh perhatian pada profesi ini.</p>



<p>Sesuai dengan definisi KBBI, Cincu adalah perwakilan pemilik kapal. Dalam hal bus lintas Sumatra, Cincu berarti perwakilan pemilik bus. Dan saya mengembangkannya berdasarkan diskusi dengan ayah kawan ini, Cincu adalah pemimpin perjalanan non pengemudi di formasi bus jarak jauh jaman dulu. Ketika itu perjalanan lintas Sumatra, terutama rute Padang – Jakarta belum lah selancar sekarang. Butuh berhari-hari perjalanan. Melewati banyak “pelayangan” untuk menyeberang sungai. Pun system pembelian tiket belum sebaik sekarang, komunikasi antar kota masih sulit. Fungsi Cincu menajdi sangat penting menghadapi situasi seperti ini.</p>



<p>Sebagai perwakilan pemilik bus, Cincu harus memastikan perjalanan bus berjalan lancer. Segala pendapatan dan pengeluaran tercatat dengan baik. Pendapatan dari penjualan tiket penumpang di agen-agen sepanjang jalan, termasuk jika ada penumpang operan dari bus lain anggota Sanutra. Sementara pengeluaran yang harus dikelola dan dicatat oleh Cincu adalah pengeluaran bahan bakar, membayar pelayangan, retribus terminal atau kapal penyeberangan. Belum pengeluaran tak terduga semisalnya bus mengalami kendala di tengah perjalanan. Ketika kondisi jalan sekedarnya saja, resiko kerusakan ini sangat besar. Ditambah belum tersedianya jaringan bengkel yang mumpung di setiap kota yang dilewati, Cincu harus pandai memutar akal menghadapi kondisi seperti ini, agar perjalanan tetap menguntungkan untuk pemilik bus. Pun ketika menghadapi kondisi force majeure lain, semisal kecelakaan atau bencana alam.</p>



<p>Cincu biasanya adalah orang paling parlente di dalam bus. Standar penampilan mereka ketika itu adalah kemeja berlengan panjang dimasukan ke celana bahan. Rambut disisir klimis. Sepatu kulit selalu dalam keadaan tersemir mengkilat. Biasanya cincu ini jarang bicara yang tak perlu. Becanda dengan kru lain seperti ke sopir atau knek pun jarang. Posisi duduknya pun di bangku depan, orang minang biasanya menyebutnya kursi sese dari singkatan cc. Sebagian cincu ada yang bisa memainkan klakson. Klakson ketika itu memiliki tuts layaknya piano. Bisa memainkan nada-nada dengan kerumitan menengah. Klakson adalah sarana hiburan penumpang ketika itu, layaknya audio mobil yang kita kenal sekarang.</p>



<p>Relasi cincu dan kru biasanya netral saja. Mereka bicara sekedarnya. Bahkan tak sedikit cincu “berkonflik” dengan sopir satu. Ada persaingan tentang posisi siapa yang paling berkuasa di atas bus. Tak jarang pula, kru lain merasa Cincu ini adalah musuh bersama mereka. Karena mereka merasa selalu dimata-matai cincu. Mulai dari perilaku mengemudikan bus bagi sopir, atau tingkat kerajinan bagi kondektur. Dengan relasi seperti ini, cincu bisa jadi orang yang paling kesepian dalam perjalanan jauh ini.</p>



<p>Saat ini tak ada lagi Bus dari Sumbar yang memiliki Cincu di formasi krunya. Pemimpin perjalanan dan penanggung jawab bus langsung dipegang Sopir Satu. Di Jawa lebih dikenal sebagai sopir Batangan. Uang kas sekarang dipegang oleh kondektur. Koordinasi penjualan tiket dari agen ke kantor pusat sudah membaik berkat jaringan komunikasi yang sudah merata di seluruh kota. Cincu mulai pelan-pelan lenyap di era 90an awal, ketika jaringan telepon kabel sudah rata. Pengeluaran di perjalanan sudah terprediksi dengan baik. Fungsi penanganan force majeure sudah diwakilkan ke pengelola Rumah Makan tempat bus rutin berhenti. Cincu pun tinggal masa lalu. Beberapa mereka berpindah profesi menjadi agen tiket. Beberapa masih ada yang dipanggil cincu. Atau disingkat, ‘Ncu!.</p>



<p>Saat ini para Cincu di masa jayanya mungkin sudah banyak yang meninggalkan kita. Yang masih ada, tentu saat ini sudah di usia sepuhnya. Semoga mereka senantiasa sehat selalu dan diberikan umur yang panjang. Teriring harapan mereka masih mau bercerita kepada yang muda-muda ini, tentang kejayaan profesinya di masa lalu. Amin… (*)</p>



<p><strong><em>Yoss Fitrayadi</em></strong> adalah <em>Praktisi Digital Marketing, Pemerhati Budaya dan Transportasi</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cincu-sebuah-profesi-yang-hilang-di-formasi-kru-bus-lintas-sumatra/">Cincu, Sebuah Profesi Yang Hilang di Formasi Kru Bus Lintas Sumatra</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182079</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dengan Bus AKAP Mengarungi Lintas Sumatra</title>
		<link>https://langgam.id/dengan-bus-akap-mengarungi-lintas-sumatra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoss Fitrayadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 May 2023 08:11:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Yoss Fitrayadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181893</guid>

					<description><![CDATA[<p>DARI kecil saya sudah tertarik mengamati bus-bus Lintas Sumatra. Ketertarikan ini muncul mungkin karena saya besar di Singkarak, tempat ayah saya lama bertugas. Sebuah nagari yang berada di jalur lintas Sumatra dan dilalui bus-bus antar kota antar provinsi (AKAP). Beberapa nama bus legenda masih saya ingat sampai saat ini. Sebut nama ANS, NPM, APD, Merah Sari, Manila, Manila Jaya, Taruko, HZN (ini rute Bangko atau Jambi), Labana, Gumarang Jaya, Satu Nusa, ALS, Liberti, dan Makmur. Atau Bengkulu Indah, yang panjang dan berwarna hitam. Semua melewati lintas Sumatra di pesisir Danau Singkarak. Beberapa bis berhenti di rumah makan di tepian danau</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dengan-bus-akap-mengarungi-lintas-sumatra/">Dengan Bus AKAP Mengarungi Lintas Sumatra</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>DARI kecil saya sudah tertarik mengamati bus-bus Lintas Sumatra. Ketertarikan ini muncul mungkin karena saya besar di Singkarak, tempat ayah saya lama bertugas. Sebuah nagari yang berada di jalur lintas Sumatra dan dilalui bus-bus antar kota antar provinsi (AKAP).</p>



<p>Beberapa nama bus legenda masih saya ingat sampai saat ini. Sebut nama ANS, NPM, APD, Merah Sari, Manila, Manila Jaya, Taruko, HZN (ini rute Bangko atau Jambi), Labana, Gumarang Jaya, Satu Nusa, ALS, Liberti, dan Makmur. Atau Bengkulu Indah, yang panjang dan berwarna hitam. Semua melewati lintas Sumatra di pesisir Danau Singkarak. Beberapa bis berhenti di rumah makan di tepian danau singkarak. Menyebut nama lagi, ada Rumah Makan Nusantara, Bungo Palo atau Angin Berembus di Ombilin sana.</p>



<p>Salah satu kenangan yang saya catat dalam memperhatikan liuk lenggok bus jalan adalah ketika bus berbelok di sebuah tikungan di Singkarak. Tikungan cukup tajam dan memiliki pohon rindang di sisi luarnya. Letaknya berdekatan dengan ojek wisata danau singkarak. Di sana disebut pesanggrahan.</p>



<p>Bus yang melewati daerah sini biasanya akan mengerem, mengeluarkan <em>engine break</em> (<em>dibahasaminangkan</em> menjadi “Jembrik”) dan akan terdengar seperti kentut keras. Saya senang sekali menyaksikan adegan tersebut sembari berharap ada di dalam. Berjalan dan berpetulang ke negeri lain.</p>



<p>Akhirnya kesempatan mencoba aneka bus Lintas Sumatra datang ketika kuliah di tanah Jawa. Sebagai mahasiswa dengan ekonomi pas-pasan, tentulah ketika lebaran dan libur panjang tiba hanyalah ekonomi kelas yang masih bisa dijangkau. Paling bagus adalah jumbonya ANS atau NPM. Terutama pas lebaran tiba, pada saat permintaan bus ke Ranah Minang sangat tinggi. Jangan harap bisa naik di jalan dengan harga murah seperti musim libur panjang kuliah.</p>



<p>Hampir semua bis rute Jakarta-Padang sudah saya naiki. Semua kelas bus juga sudah pernah saya coba. Bahkan saya pernah menaiki busnya orang jawa yang bernama Timbul Jaya. Kelas Non AC baru bisa saya rasakan ketika sudah mulai mendapatkan penghasilan. Pengalaman naik bus pulang dan dari kampung ini sangat membekas sampai hari ini. Bermacam-macam kejadian sudah saya alami. Kalau hanya sekadar pecah ban di pesawangan, AC ngadat tentu sudah biasa. Nyaris berkelahi ama cingkariak (entah kenapa di bus minang, sebagian besar kondektur dipanggil ucok?) juga sudah saya alami.</p>



<p>Ceritanya, bus yang saya tumpangi, tak pernah berhenti dirundung masalah. Mulai dari pecah ban beberapa kali, lalu saluran solarnya tersumbat-sumpat pula. Tentu ketika kejadian ini sangat tidak mengenakkan bagi kita semua yang berada di dalam bus.</p>



<p>Jadi, ketika bus dirundung masalah sopir dua dan kenek adalah orang yang paling sibuk bekerja memperbaiki permasalahan ini. Sopir satu biasanya hanya mengawasi sambil ngomel-ngomel mencikaraui. Baru ketika masalah sudah berat betul, dia akan masuk ke kolong bus atau ruang mesin. Kemampuan mekanik/montir sopir 1 biasanya sama dengan kemampuan menyetirnya. Mumpuni.</p>



<p>Pada suatu ketika, bis sudah sering berhenti karena masalah tak rundung berhenti. Si kenek dan sopir dua sudah terlihat lelah. Penumpang juga sudah terlihat bosan dengan semua kejadian ini. Di tengah enaknya melaju, bus mulai terangguk-angguk. Sopir satu sudah teriak-teriak memanggil si Ucok dari depan. Bis pun menepi. Si Ucok agak lambat merespon teriakan si sopir. Penumpang gelisah bercampur kesal karena perjalanan terhambat lagi.</p>



<p>Dalam situasi ini, salah seorang penumpang menyeletuk. &#8220;Cok, dangakanlah ketua tu ha&#8221;. Lau saya timpali, &#8220;antah ka bilo kito sampai ko&#8221; Lalu celetukan makin berkembang. Sarkas mengomentari perjalanan panjang ini. Entah kenapa, Si Ucok tak tahan lagi pada kami. Mengamuklah si Ucok, berdiri di depan ia marah-marah pada kami di belakang. Kami diam melihat Ucok marah.</p>



<p>Tapi tiba-tiba ada seorang uda nyeletuk, dengan khas logat Pariaman, “bangih he…”. Saya spontan tertawa, dan Ucok melihat ini. Tambah emosi dia. obeng pada kami dengan mata melotot. Ucok berdiri di depan ia mengacungkan obeng pada kami, terutama saya yang waktu itu paling muda, dengan mata tetap melotot tentunya. &#8220;Mangecek juo lah sakali lai, mandapek beko, atau nio cubo satu lawan satu&#8221;. Kami akhirnya diam, sambil senyum-senyum kecil antara kami. Lalu si sopir teriak menenangkan. Lalu mereka turun memperbaiki saluran solar yang tersumbat.</p>



<p>Setelah kejadian itu, bus seperti berhenti ditimpa masalah. Perjalanan lancar. Si Ucok masih diam-diam saja pada kami penumpang laki-laki. Sepertinya ia masih marah. Ketika berhenti di rumah makan dan menunggu penumpang lain naik. Kami pun ngobrol-ngobrol di depan rumah makan. Ucok menghampiri, lalu ia minta maaf. Katanya ia emosi tadi, maklumlah katanya bis tak pernah berhenti dihadang masalah. Dan ia sudah letih, dan emosinya tersulut mendengar celetukan kami.</p>



<p>Kami sebenarnya sudah paham dengan situasi ini, segera memaafkan Ucok. Di dalam bis, situasi mulai normal. Ucok sudah bisa bercerita dan bercanda dengan para penumpangnya.</p>



<p>Benar juga ungkapan yang pernah saya dengar, ketika naik bus ke Sumatra atau kapal laut ke Indonesia Timur, awal berangkat kita adalah orang lain, tapi ketika sampai tujuan, semua penumpang ini sudah layaknya saudara. Perjalanan lengkap dengan suka-dukanya membuat kita menjadi saling kenal, saling membutuhkan, saling hormat layaknya keluarga. (*)</p>



<p><strong><em>Yoss Fitrayadi</em></strong> adalah <em>Praktisi Digital Marketing, Pemerhati Budaya dan Transportasi</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dengan-bus-akap-mengarungi-lintas-sumatra/">Dengan Bus AKAP Mengarungi Lintas Sumatra</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181893</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sanutra: Ketika Perusahaan-Perusahaan Otobus Itu Bersatu</title>
		<link>https://langgam.id/sanutra-ketika-perusahaan-perusahaan-otobus-itu-bersatu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoss Fitrayadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2023 08:03:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Bus AKAP]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Yoss Fitrayadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=178992</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banda Aceh 1980. Sepuluh perusahaan otobus asal Sumatra dan Jawa sepakat membuat konsorsium bernama Sanutra, singkatan dari Satu Nusa Transport. Konsorsium ini adalah sebuah jaringan bus dengan tujuan memudahkan pergerakan penumpang di lintas Sumatra dan Jawa. Penumpang dari Banda Aceh ke Denpasar bisa memanfaatkan jaringan ini dengan hanya membayar satu tiket. Penumpang juga tidak perlu ketakutan jika bus yang ditumpanginya mengalami kerusakan di jalan. Mereka akan segera dipindahkah ke perusahaan bus lain anggota jaringan. Sanutra ini mirip dengan perjanjian “airline codeshare atau airline alliance”. Pendirian jaringan ini selain menekan biaya operasional juga ditujukan untuk memudahkan penumpang melakukan pemesanan “single ticket”</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sanutra-ketika-perusahaan-perusahaan-otobus-itu-bersatu/">Sanutra: Ketika Perusahaan-Perusahaan Otobus Itu Bersatu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Banda Aceh 1980. Sepuluh perusahaan otobus asal Sumatra dan Jawa sepakat membuat konsorsium bernama Sanutra, singkatan dari Satu Nusa Transport. Konsorsium ini adalah sebuah jaringan bus dengan tujuan memudahkan pergerakan penumpang di lintas Sumatra dan Jawa. Penumpang dari Banda Aceh ke Denpasar bisa memanfaatkan jaringan ini dengan hanya membayar satu tiket. Penumpang juga tidak perlu ketakutan jika bus yang ditumpanginya mengalami kerusakan di jalan. Mereka akan segera dipindahkah ke perusahaan bus lain anggota jaringan.</p>



<p>Sanutra ini mirip dengan perjanjian “<em>airline codeshare atau airline alliance</em>”. Pendirian jaringan ini selain menekan biaya operasional juga ditujukan untuk memudahkan penumpang melakukan pemesanan “single ticket” antar maskapai penerbangan. Karena satu maskapai tak akan mampu memiliki rute penerbangan ke semua kota. Saat ini, di dunia penerbangan Internasional ada tiga alliance besar. Mereka adalah Star Alliance, Sky Team dan Oneworld. Garuda Indonesia bergabung dengan Sky Team. Jaringan ini memudahkan kita untuk untuk pergi, misalnya ke Genoa dengan hanya membeli tiket Garuda Indonesia saja. Selanjutnya Sky Team yang akan mengurus interkoneksi penerbangan lanjutan menggunakan Alitalia.</p>



<p>Akhir 1970-an adalah awal eforia perusahaan-perusahaan bus lintas Sumatra. Hampir di setiap kota muncul bermacam-macam PO Bus. Mereka berebut penumpang dan tentu saja rute trayek ke tanah Jawa. Penumpang juga mulai beralih dari moda transportasi laut ke Tanah Jawa. Kelebihan bus adalah memudahkan penumpang untuk berangkat di hari kapan pun dengan harga yang terjangkau. Bandingkan misalnya dengan kapal laut, perjalanan harus menyesuaikan jadwal sandar kapal di Belawan atau Teluk Bayur. Mungking hanya seminggu sekali ada kapal yang singgah.</p>



<p>Eforia ini harus berhadapan dengan jumlah penumpang yang tak begitu stabil setiap hari. Juga berhadapan dengan kondisi jalanan yang belum mulus seratus persen. Di beberapa tempat, penyeberangan sungai masih menggunakan rakit ponton, orang minang biasa menyebutnya dengan pelayangan. Ketika itu masih banyak sungai belum ada jembatannya. Resiko kerusakan bus juga masih tinggi. Inilah latar belakang Sanutra dibentuk. Dari Banda Aceh ke Denpasar cukup membeli satu tiket, lalu di tengah perjalanan akan dioper ke bus lain yang punya penumpang cukup untuk ke Denpasar.</p>



<p>Sanutra juga bekerjasama dengan Pos dan Giro (sekarang PT Pos Indonesia). Bagi anda yang suka memperhatikan bus di periode 1980, biasa kita menemukan PO bus dengan kotak putih bertuliskan Dinas Pos dengan tinta biru. Lalu ada tulisan Sanutra di kaca depan mobil. Status Sanutra dan kotak putih dinas pos ini memberikan kebanggaan tersendiri untuk sopir-sopir bus.</p>



<p>Sayang Sanutra tak bertahan lama. Ada dua versi penyebab kegagalan jaringan ini. Pertama karena pembagian tak rata. PO Bus yang mendapatkan limpahan penumpang hanya mendapatkan uang kompensasi yang rendah. Padahal mungkin mereka membawa penumpang lebih jauh daripada perusahaan otobus pengoper. Ya mirip-mirip buskota mengoper penumpang, dimana sopir dan kondektur teriak-teriak adu argument dulu.</p>



<p>Alasan kedua, penunjukan PO Cipto (perusahaan otobus asal Jawa) sebagai “big brother” jaringan ini. PO Cipto ditunjuk sebagai penengah dan penyelesai masalah jika ada perselisihan antara anggota jaringan. PO Cipto sebenarnya hanyalah perusahaan bus kecil di tanah Jawa. Kalau sekelas Safari Dharma Raya atau Akas, mungkin akan lain cerita. Analogi sederhananya, seandainya Garuda Indonesia memimpin Sky Team, padahal di dalamnya ada Turkish Airljne, Air France, KLM atau Delta Airlines. Maspakai dengan rute yang jauh lebih banyak.</p>



<p>Kelak nama Satu Nusa Transport diambil alih oleh keluarga pemilik ALS. Dijadikan nama PO Bus sebagai second layernya ALS.</p>



<p>Bagaimanapun juga. Ide membuat jaringan Sanutra adalah ide brilian di awal decade 80an. Di masa internet dan komunikasi belum secanggih sekarang. Bayangkan mereka sudah membuat “booking system” dan “inter-connection” pada masa belum adanya sistem informasi yang hebat. Dengan segala keterbatasan ini mereka telah berusaha memudahkan perjalanan kita orang sumatera. Perjalanan yang mungkin untuk merantau mengadu nasib, berangkat sekolah atau hanya sekadar berkunjung bertemu handai taulan. Karena kata Rumi, “<em>Travel brings power and love back into your love</em>”. (*)</p>



<p><em>Tulisan ini sebelumnya telah muat di ranah.id, disunting untuk dimuat kembali di langgam.id.</em></p>



<p></p>



<p><strong><em>Yoss Fitrayadi</em></strong> adalah <em>Praktisi Digital Marketing</em> </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sanutra-ketika-perusahaan-perusahaan-otobus-itu-bersatu/">Sanutra: Ketika Perusahaan-Perusahaan Otobus Itu Bersatu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178992</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita Pemudik asal Sumbar yang Terjebak Macet 15 Jam di Jalan Lintas Timur Sumatra</title>
		<link>https://langgam.id/cerita-pemudik-asal-sumbar-yang-terjebak-macet-15-jam-di-jalan-lintas-timur-sumatra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2022 08:21:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu Lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik Lebaran 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=154636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Lalu lintas arus mudik di Lintas Timur Sumatra Palembang-Betung mengalami macet parah hingga Minggu (24/4/2022). Kemacetan mencapai 15 jam. Derita kemacetan menuju kampung halaman dialami Hafiz bersama keluarganya. Hafiz yang berencana mudik dari Jakarta menuju Padang, Sumatra Barat terjebak macet di jalur Palembang-Betung. &#8220;Macet parah. Saya terjebak macet 15 jam,&#8221;ujarnya kepada langgam.id Minggu (24/4/2022). Hafiz terjebak macet sejak Sabtu (23/4/2022) pukul 13.00 WIB usia keluar dari Tol Lampung-Palembang. Dia baru bisa keluar dari macet parah pada Minggu (24/4/2022) sekitar pukul 04.00 WIB. Kata dia, awalnya kemacetan karena adanya kecelakaan truk tronton. Namun, usai truk dievakuasi, macet masih tetap terjadi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cerita-pemudik-asal-sumbar-yang-terjebak-macet-15-jam-di-jalan-lintas-timur-sumatra/">Cerita Pemudik asal Sumbar yang Terjebak Macet 15 Jam di Jalan Lintas Timur Sumatra</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id- </strong>Lalu lintas arus mudik di Lintas Timur Sumatra Palembang-Betung mengalami macet parah hingga Minggu (24/4/2022). Kemacetan mencapai 15 jam.</p>
<p>Derita kemacetan menuju kampung halaman dialami Hafiz bersama keluarganya. Hafiz yang berencana mudik dari Jakarta menuju Padang, Sumatra Barat terjebak macet di jalur Palembang-Betung.</p>
<p>&#8220;Macet parah. Saya terjebak macet 15 jam,&#8221;ujarnya kepada langgam.id Minggu (24/4/2022).</p>
<p>Hafiz terjebak macet sejak Sabtu (23/4/2022) pukul 13.00 WIB usia keluar dari Tol Lampung-Palembang. Dia baru bisa keluar dari macet parah pada Minggu (24/4/2022) sekitar pukul 04.00 WIB.</p>
<p>Kata dia, awalnya kemacetan karena adanya kecelakaan truk tronton. Namun, usai truk dievakuasi, macet masih tetap terjadi karena kepadatan kendaraan yang melintasi jalur mudik tersebut.</p>
<p>&#8220;Truk sudah dievakuasi sejak kemaren. Tapi kemacaten masih terjadi karena padatnya kendaraan di jalur ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hafiz mengimbau para pemudik untuk menghindari Lintas Timur Sumtra. Alternatifnya bisa melewati jalur Lintas Tengah.</p>
<p>&#8220;Untuk urang awak yang ingin pulang kampung, sebaiknya lewat Lintas Tengah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, truk tronton dengan nomor polisi BK 8154 AF mengalami kecelakaan tunggal di kilometer 58, tepatnya di Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cerita-pemudik-asal-sumbar-yang-terjebak-macet-15-jam-di-jalan-lintas-timur-sumatra/">Cerita Pemudik asal Sumbar yang Terjebak Macet 15 Jam di Jalan Lintas Timur Sumatra</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">154636</post-id>	</item>
		<item>
		<title>H+1 Lebaran, Jalinsum Solok-Padang Panjang Didominasi Pengendara Lokal</title>
		<link>https://langgam.id/h1-lebaran-jalinsum-solok-padang-panjang-didominasi-pengendara-lokal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 May 2021 11:27:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik 2021]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=104572</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kendaraan asal Sumatra Barat (Sumbar) masih mendominasi lalu lintas di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) ruas Solok-Padang Panjang. Arus lalu lintas di jalan sepanjang pinggiran Danau Singkarak tersebut juga masih lancar. Pantauan langgam.id pada H+1 Lebaran 2021, Jumat (14/5), sejumlah lokasi di pinggiran Danau Singkarak dijejali pengunjung. Kepadatan pengunjung terlihat di Dermaga Singkarak, Kabupaten Solok. Hal yang sama juga terpantau di Tikalak. Selain itu, juga banyak pengendara berhenti di bahu jalan Lintas Sumatra di pinggiran Danau Singkarak. Kebanyakan kendaraan yang berhenti di lokasi objek wisata atau pun pinggiran jalan Danau Singkarak bernomor polisi BA. Artinya kebanyakan adalah pelancong lokal</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/h1-lebaran-jalinsum-solok-padang-panjang-didominasi-pengendara-lokal/">H+1 Lebaran, Jalinsum Solok-Padang Panjang Didominasi Pengendara Lokal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Kendaraan asal Sumatra Barat (Sumbar) masih mendominasi lalu lintas di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) ruas Solok-Padang Panjang. Arus lalu lintas di jalan sepanjang pinggiran Danau Singkarak tersebut juga masih lancar.</p>
<p>Pantauan langgam.id pada H+1 Lebaran 2021, Jumat (14/5), sejumlah lokasi di pinggiran Danau Singkarak dijejali pengunjung. Kepadatan pengunjung terlihat di Dermaga Singkarak, Kabupaten Solok. Hal yang sama juga terpantau di Tikalak.</p>
<p>Selain itu, juga banyak pengendara berhenti di bahu jalan Lintas Sumatra di pinggiran Danau Singkarak.</p>
<p>Kebanyakan kendaraan yang berhenti di lokasi objek wisata atau pun pinggiran jalan Danau Singkarak bernomor polisi BA. Artinya kebanyakan adalah pelancong lokal atau mereka yang berhenti sejenak dan kemudian melanjutkan perjalanan ke tujuan utama.</p>
<p>Untuk diketahui, larangan mudik masih berlaku sampai 17 Mei 2021 nanti. Hingga kini pengendara dari luar Sumbar yang mencoba mudik ke Ranah Minang diminta putar balik di wilayah perbatasan Sumbar dengan provinsi lain.</p>
<p>Jalur Solok-Padang Panjang biasa menjadi jalur yang ramai dilewati pemudik di masa Lebaran. Jalan ini juga menjadi jalur utama angkutan umum dari sejumlah daerah di Sumbar menuju provinsi tetangga terutama Jambi. <strong>(Osh/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/h1-lebaran-jalinsum-solok-padang-panjang-didominasi-pengendara-lokal/">H+1 Lebaran, Jalinsum Solok-Padang Panjang Didominasi Pengendara Lokal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104572</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalur Padang-Medan Sempat Terputus 12 Jam di Pasaman</title>
		<link>https://langgam.id/jalur-padang-medan-sempat-terputus-12-jam-di-pasaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2019 08:22:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[jalan ambles]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=3163</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jembatan di Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang berada di jalur lintas tengah Sumatra rusak berat karena hujan deras pada Senin (4/3/2019) tengah malam. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Sumatera Barat, Rumainur, mengatakan, rusaknya jembatan itu membuat arus lalu lintas yang menghubungkan Padang dan Medan, terganggu sekitar 12 jam. &#8220;Arus lalu lintas sempat dialihkan untuk mobil roda empat, kalau motor masih bisa lewat. Yang sama sekali tak bisa lewat, bus dan truk,&#8221; katanya. Selain jalan yang rusak, satu rumah masyarakat juga runtuh terbawa aliran sungai tidak jauh dari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jalur-padang-medan-sempat-terputus-12-jam-di-pasaman/">Jalur Padang-Medan Sempat Terputus 12 Jam di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Jembatan di Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang berada di jalur lintas tengah Sumatra rusak berat karena hujan deras pada Senin (4/3/2019) tengah malam.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi Sumatera Barat, Rumainur, mengatakan, rusaknya jembatan itu membuat arus lalu lintas yang menghubungkan Padang dan Medan, terganggu sekitar 12 jam.</p>
<p>&#8220;Arus lalu lintas sempat dialihkan untuk mobil roda empat, kalau motor masih bisa lewat. Yang sama sekali tak bisa lewat, bus dan truk,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain jalan yang rusak, satu rumah masyarakat juga runtuh terbawa aliran sungai tidak jauh dari lokasi jalan yang juga putus. Rumainur belum mendapatkan laporan berapa kerugian.</p>
<p>&#8220;Jalan sudah bisa dilewati kembali dengan sistem buka tutup, setelah eskavator dari Balai Jalan Nasional sudah turun kesana dibantu BPBD Pasaman, TNI-Polri dan masyarakat,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Rumainur, sementara ini yang terkena dampak hujan tinggi belum ada laporan dari daerah lain.</p>
<p>Salah seorang warga setempat, Jupenri mengatakan akibat rusaknya jembatan polongan itu, lalu lintas sempat dipindahkan ke jalan alternatif melewati tanggul irigasi Panti Rao.</p>
<p>&#8220;Jadi sekarang mobil di situ lewat, kalau motor masih bisa lewat, jalannya tidak putus habis, sehingga masih bisa lewat motor,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara, bus dan truk tak bisa sama sekali lewat selama 12 jam itu. Untuk mencapai Medan, bus dan truk mesti melalui lintas barat di Kabupaten Pasaman Barat. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jalur-padang-medan-sempat-terputus-12-jam-di-pasaman/">Jalur Padang-Medan Sempat Terputus 12 Jam di Pasaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3163</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/69 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-17 01:15:56 by W3 Total Cache
-->