<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Kurikulum Pendidikan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/kurikulum-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/kurikulum-pendidikan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Apr 2023 06:28:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Kurikulum Pendidikan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/kurikulum-pendidikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka</title>
		<link>https://langgam.id/e-sport-bijak-dalam-kurikulum-merdeka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Apr 2023 04:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181228</guid>

					<description><![CDATA[<p>KURIKULUM merdeka mengharapkan satuan pendidikan menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki secara optimal. Sekolah mengakomodasi kebutuhan peserta didik, baik sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. “Memerdekakan dan mendengarkan peserta didik” merupakan Kurikulum Merdeka yang kemudian menjadi gerbang untuk peserta didik mengembangkan ide dan menghasilkan karya. “Peserta didik bahagia di sekolah”, itulah indikator dalam Kurikulum Merdeka yang pernah disampaikan Direktur Pendidikan Menengah dan Khusus dalam kunjungan podcast di SMAN 11 Padang. Peserta didik harus nyaman dan bahagia di sekolah agar dapat mengeksplorasi minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki. Mereka harus</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/e-sport-bijak-dalam-kurikulum-merdeka/">E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>KURIKULUM merdeka mengharapkan satuan pendidikan menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki secara optimal. Sekolah mengakomodasi kebutuhan peserta didik, baik sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. “Memerdekakan dan mendengarkan peserta didik” merupakan <em>Kurikulum Merdeka </em>yang kemudian menjadi gerbang untuk peserta didik mengembangkan ide dan menghasilkan karya.</p>



<p>“Peserta didik bahagia di sekolah”, itulah indikator dalam <em>Kurikulum Merdeka</em> yang pernah disampaikan Direktur Pendidikan Menengah dan Khusus dalam kunjungan <em>podcast </em>di SMAN 11 Padang. Peserta didik harus nyaman dan bahagia di sekolah agar dapat mengeksplorasi minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki. Mereka harus memahami bahwa mereka memiliki minat, bakat, dan kemampuan. Sekolah pun membantu dengan memetakan minat, bakat, dan kemampuan peserta didik melalui instrumen yang diberikan. Dari data instrumen itulah, sekolah menganalisis minat, bakat, dan kemampuan peserta didik, serta mengelompokkan dan memfasilitasi peserta dalam mengembangkan kreativitas.</p>



<p>&nbsp;Dalam tahap analisis, sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan proyek penguatan profil pelajar pancasila yang menjadi dasar dalam pengembangan <em>Kurikulum Merdeka</em>. Analisis aset yang dimiliki sekolah menyangkut tujuh aset komponen pendukung sekolah, di antaranya modal manusia, modal fisik, modal lingkungan, modal finansial, modal sosial, modal politik, modal agama, dan modal budaya. Analisis komponen pendukung sekolah ini menjadi acuan dalam pemenuhan kebutuhan peserta didik. Salah satu analisis komponen dikembangkan berdasarkan teknologi dan informasi.</p>



<p>Perkembangan teknologi dan informasi salah satunya berdampak pada perkembangan cabang olahraga saat ini. Akhir-akhir ini <em>e-sport</em> lahir sebagai cabang olahraga prestasi yang telah diakui secara internasional. <em>E-sport</em>&nbsp; adalah&nbsp; cabang olahraga yang menggunakan <em>game</em> sebagai cabang kompetitifnya. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, <em>e-sport</em> menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan. Perkembangan <em>e-sport</em> ini berdampak pada dunia pendidikan dengan mayoritas peserta didik yang gemar bermain <em>game</em>. Apalagi, pascapandemi covid-19, pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) kini kembali menjadi pembelajaran tatap muka <em>new normal. </em>Sekolah yang sebelum pandemi melakukan pembatasan bagi peserta didik untuk membawa <em>handphone</em> ke sekolah, kini tidak lagi. Pembelajaran yang dilaksanakan justru dikembangkan ke arah digitalisasi berupa pelaksanaan pembelajaran kolaborasi daring dan tatap muka.</p>



<p>Bukan hal yang asing saat ini jika peserta didik memanfaatkan waktu istirahat dengan bermain <em>game. </em>Bahkan, mereka rela tidak ke kantin demi <em>games </em>atau bahkan mencuri-curi waktu belajar untuk <em>games</em>. Dilema etika terkadang muncul melihat peserta didik sibuk dengan <em>games</em>, tak peduli dengan guru yang lewat di depan peserta didik sekali pun. Dilema juga muncul dari laporan orang tua saat kegiatan<em> parenting </em>bahwa peserta didik lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain <em>games</em> di rumah. Orang tua harus meminta anaknya keluar kamar untuk makan. Lalu, selebihnya aktivitas dilakukan di kamar dengan <em>handphone</em> dan <em>games</em>. Peserta didik juga tidak lagi melakukan persiapan untuk penilaian sumatif karena menghabiskan waktu dengan <em>games online </em>bersama teman-temannya dengan istilah <em>main bareng (mabar)</em>&nbsp; sampai larut malam.&nbsp; <em>Games online</em> menjadi momok bagi orang tua yang perlu dicari solusinya.</p>



<p>Pro dan kontra maraknya peserta didik yang menghabiskan waktu dengan&nbsp; <em>games online </em>&nbsp;menjadi diskusi yang tidak akan habis. Tidak ada salahnya peserta didik bermain <em>games online</em>, namun tentunya dengan disiplin diri dan kontrol dari sekolah dan orang tua. Sekolah dan orang tua perlu membuat kesepakatan dengan peserta didik dalam memantau kegiatan, terutama aktivitas dengan gadget. Jika tidak ada disiplin positif, akan berdampak negatif bagi peserta didik.</p>



<p>Kegiatan <em>parenting </em>yang dilakukan sekolah juga merupakan solusi dalam mengontrol peserta didik. Orang tua harus memahami bahwa perlu membuat teknik <em>membuat kesepakatan dengan anak </em>terkait penggunaan <em>handphone</em> dan aktivitas <em>games online</em> ini. Kesepakatan dilakukan dengan mengajak anak berdiskusi dan sekolah menjadi perantara dalam membangun kesepakatan tersebut. Kegiatan <em>parenting </em>perlu dilaksanakan secara terus-menerus untuk mengevaluasi kendala dan pencapaian dari kesepakatan yang telah dibuat. Sekolah perlu menganalisis kondisi peserta didik berdasarkan latar belakang keluarga dan kebiasaan di rumah.</p>



<p>Sebagai Sekolah Penggerak Angkatan 2, SMAN 11 Padang berusaha menyikapi kondisi peserta didik yang menggunakan <em>handphone</em> dan bermain <em>games online</em> secara bertahap. Salah satunya dengan kesepakatan tidak ada penggunaan <em>handphone</em> dalam pembelajaran, kecuali ada instruksi dari guru. Memang tidak mudah mengubah kebiasaan peserta didik yang hampir dua tahun menggunakan <em>handphone </em>saat pembelajaran secara daring di rumah. Namun, dengan <em>Kurikulum Merdeka Belajar, </em>diterapkan batasan yang bersifat bijak kepada peserta didik, terutama dalam maraknya pertandingan <em>e-sport</em> di berbagai iven.&nbsp;</p>



<p><em>Merdeka tetapi bijaksana, </em>itulah tujuan sekolahdalam mengakomodasi keinginan peserta didik dalam kegiatan <em>e-sport </em>ini.&nbsp; Salah satunya, OSIS SMAN 11&nbsp; Padang&nbsp; mengadakan <em>event e-sport</em> saat kegiatan <em>classmeeting </em>tahun pelajaran 2022/2023. Pihak sekolah tentu tidak serta mengiyakan atau melarang kegiatan tersebut. Analisis keinginan peserta didik yang luar biasa dari semua tingkat, kelas XI dan kelas XII pun dilakukan. <em>E-sport</em> sebagai cabang olahraga yang resmi dan berdampak terhadap orang tua pun ditelaah. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan diskusi oleh pimpinan sekolah dan Pembina OSIS dengan pihak panitia penyelenggara&nbsp; OSIS untuk membangun kesepakatan mengenai teknik pelaksanaan. Lalu, lahirlah kebijakan yang menyatakan bahwa peserta didik yang diizinkan untuk mengikuti kegiatan <em>e-sport </em>adalah siswa yang memiliki nilai rata-rata rapor minimal 80. Hal ini menjadi substansi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut karena bertujuan untuk memberi pemahaman kepada peserta didik bahwasanya sekolah tidak melarang kegiatan <em>e-sport, </em>tetapi harus ada disiplin diri dari peserta didik sebagai pelajar demi menyelaraskan minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki.</p>



<p>Kebijakan sekolah tentunya tidak mudah diterima peserta didik. Namun, hal ini menjadi refleksi bagi peserta didik bahwa <em>games </em>harus dibarengi dengan manajemen waktu dan disiplin positif. &nbsp;Membangun kesepakatan dengan peserta didik adalah target dari kebijakan sekolah agar peserta didik bisa menjadikan <em>games </em>sebagai hiburan yang tidak mengganggu aktivitas pembelajaran. Untuk mendukung kegiatan tersebut, apresiasi terhadap kegiatan <em>e-sport</em> diberikan dengan izin berkolaborasi dengan <em>SMAN 11 TV</em> sebagai media partner.&nbsp; Hal ini menjadi wujud sekolah dalam mengakomodasi kebutuhan peserta didik dalam mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki. Kegiatan <em>e-sport</em> didokumentasikan dan kegiatan final ditayangkan secara live oleh SMAN11TV melalui Youtube sekolah (bit.ly/e-sport_SMA11Padang). <em>Crew</em> TV pun merupakan peserta didik yang berbakat dalam bidang <em>broadcasting</em>. Sekolah berusaha memerdekakan peserta didik dalam mengembangkan kreativitasnya, tetapi bijaksana dalam pelaksanaan.</p>



<p>Dengan <em>Kurikulum Merdeka, </em>sekolah memfasilitasi kegiatan peserta didik yang bertujuan untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan, sekaligus menanamkan kesadaran kepada peserta didik mengenai dampak positif dan dampak negatif dari kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan ini mengajak peserta didik untuk lebih memahami diri dan membangun manajemen dalam mengembangkan minat dan bakat, namun tetap bijak dan terarah. Kurikulum merdeka mewujudkan peserta didik yang siap untuk melanjutkan masa depan dengan tetap mempunyai karakter yang sesuai dengan profil <em>pelajar pancasila,</em> di antaranya  beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulai; mandiri; bernalar kritis; kreatif; bergotong-royong; dan berkebhinekaan global. Karakter dasar akan menjadi bekal bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan hidup di tengah masyarakat. <strong>(Asmi Yuriana Dewi, M.Pd. / Guru SMAN 11 Padang)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/e-sport-bijak-dalam-kurikulum-merdeka/">E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Saat Murid dan Guru Gelar Karya Praktekkan Kurikulum Merdeka</title>
		<link>https://langgam.id/saat-murid-dan-guru-gelar-karya-praktekkan-kurikulum-merdeka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2022 05:03:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166711</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Para guru dan ratusan murid SD Negeri 30 Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang menggelar pameran untuk mempraktekkan kurikulum merdeka. Vellita Widya Ningsih, salah satu pengajar di sekolah tersebut dalam keterangan tertulisnya pada Senin (20/12/2022) mengatakan, SD Negeri 30 mempraktekkan kurikulum merdeka untuk kelas 1 dan 4. &#8220;Ada beberapa istilah baru dalam kurikulum merdeka. Salah satunya adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau disingkat menjadi P5,&#8221; katanya. P5 dalam kurikulum merdeka, menurutnya, merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/saat-murid-dan-guru-gelar-karya-praktekkan-kurikulum-merdeka/">Saat Murid dan Guru Gelar Karya Praktekkan Kurikulum Merdeka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Para guru dan ratusan murid SD Negeri 30 Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang menggelar pameran untuk mempraktekkan kurikulum merdeka.</p>
<p>Vellita Widya Ningsih, salah satu pengajar di sekolah tersebut dalam keterangan tertulisnya pada Senin (20/12/2022) mengatakan, SD Negeri 30 mempraktekkan kurikulum merdeka untuk kelas 1 dan 4.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa istilah baru dalam kurikulum merdeka. Salah satunya adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau disingkat menjadi P5,&#8221; katanya.</p>
<p>P5 dalam kurikulum merdeka, menurutnya, merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan.</p>
<p>&#8220;Ada enam tema utama Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang bisa dipilih oleh sekolah jenjang SD.<br />
Salah satu tema yg diambil di SDN 30 Air Dingin adalah gaya hidup berkelanjutan. Tema kecil yang disepakati adalah pemanfaatan sampah (seperti plastik dan sebagainya) menjadi sebuah karya,&#8221; katanya.</p>
<p>Makanya, menurut Vellita, di ujung semester ganjil kali, SD Negeri 30 Air Dingin mengangkat tema &#8220;Sampah Imajinasku&#8221;.</p>
<p>&#8220;Alasan mengambil tema ini karena lingkungan di sekitar kita banyak benda yang bsa dimanfaatkan sebagai sebuah karya. Peserta didik juga membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan, mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di lingkungan sekitarnya,&#8221; tutur guru penggerak angkatan pertama itu.</p>
<p>P5 tersebut, menurutnya, diharapkan dapat mencetak lulusan di setiap jenjang satuan pendidikan yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. &#8220;Beberapa nilai Pancasila yang diharapkan dalam penerapan P5 ini adalah gotong royong, bernalar kritis dan kreatif.&#8221;</p>
<p>Untuk melaksanakan salah satu tahapan kurikulum tersebut SD Negeri 30 Air Dingin menggelar pameran atau gelar karya pada Kamis (15/12/2022). Yang dipamerkan adalah karya dua kelas murid kelas 1 dan dua kelas murid kelas 4 yang telah mengimplementasikan kurikulum merdeka.</p>
<p>Menurut Vellita, pelaksanaan kegiatan ini tidak luput dari kerja sama dari siswa, orang tua dan guru. &#8220;Hasil karya yang ditampilkan merupakan karya yang telah diciptakan oleh siswa siswa selama semester 1 ini. Penanaman rasa percaya diri dan kreatifitas kepada siswa untuk memperlihatkan karya nyatanya kepada khalayak ramai,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai dari penampilan minat dan bakat siswa oleh semua kelas. Melibatkan orang tua mulai menjadi protokol dan persiapan lokasi kegiatan. Setelah penampilan dari semua siswa yang juga diawali dengan tari pasambahan oleh siswa dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari guru kelas 4 disertai pembukaan oleh ketua pelaksana.</p>
<p>&#8220;Pengalaman dari kegiatan ini, pentingnya menghargai siswa dalam berkarya baik dalam belajar dikelas maupun dalam berkarya. Di sini terlihat bangganya mereka menampilkan karya dan bakat yang tersalurkan dalam kegiatan ini.&#8221;</p>
<p>Orang tua murid, menurutnya, sangat mendukung kegiatan ini. &#8220;Bangga meskipun kegiatan membutuhka waktu dan tenaga orang tua dan siswa dalam persiapan.&#8221;</p>
<p>Sebagai guru, menruut Vellita, ia merasa kagum dengan adanya kegiatan P5 ini. &#8220;Rasa bangga kepada siswa dan siswi yang memiliki bakat terpendam, dan guru orang tua lah yang harus membantu membimbing dan mengembangkan bakat tersebut.&#8221;</p>
<p>Tantangan ke depan, menurutnya, perlu persiapan yang lebih maksimal dalam persiapan serta pelaksanaan setiap kegiatan dalam pengembangan kurikulum merdeka. &#8220;Guru masih banyak perlu belajar dalam pelaksanaan kurmer ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Elva Jumita, guru kelas 4 lainnya mengatakan, kurikulum merdeka mengajarkan perlunya guru menyalurkan bakat sesuai dengan kebutuhan siswa. &#8220;Kurikulum ini membawa pesan, pentingnya pembelajaran berdiferensiasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala SDN 30 Air Dingin Yefniwarti berharap para guru meningkatkan kegiatan tersebut ke depan dan tetap membimbing siswa dalam berkarya. (*/SS)</p>
<p><div id="attachment_166717" style="width: 1150px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-166717" class="wp-image-166717 size-jnews-1140x570" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/guru-sd-negeri-30.jpeg?resize=1140%2C570&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="1140" height="570" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/guru-sd-negeri-30.jpeg?resize=1140%2C570&amp;ssl=1 1140w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/guru-sd-negeri-30.jpeg?resize=360%2C180&amp;ssl=1 360w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/guru-sd-negeri-30.jpeg?resize=750%2C375&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-166717" class="wp-caption-text">Guru-guru SDN 30 Airi Dingin (Foto: Dok. pribadi)</p></div></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/saat-murid-dan-guru-gelar-karya-praktekkan-kurikulum-merdeka/">Saat Murid dan Guru Gelar Karya Praktekkan Kurikulum Merdeka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166711</post-id>	</item>
		<item>
		<title>506 Guru di Padang Ikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka</title>
		<link>https://langgam.id/506-guru-di-padang-ikuti-workshop-implementasi-kurikulum-merdeka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2022 00:49:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=165243</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak 506 guru dan kepala sekolah di Padang mengikuti workshop implementasi kurikulum merdeka. Wali Kota Padang Hendri Septa membuka kegiatan yang kali ini diikuti para guru dari Kecamatan Padang Timur itu di Gedung UPI Convention Center, Minggu (20/11/2022). Dalam sambutannya, Hendri berpesan agar para guru di Kota Padang selalu aktif mencari tahu berbagai sumber tentang kurikulum merdeka. Selain itu juga memberikan gambaran bagaimana kurikulum merdeka ini diterapkan, serta instrument pembelajaran yang harus disiapkan untuk menyongsong kurikulum baru tersebut. &#8220;Workshop IKM ini sangat penting, karena mendukung terciptanya pendidikan yang lebih berkualitas ke depannya,&#8221; kata Hendri, sebagaimana dirilis Prokopim Pemko</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/506-guru-di-padang-ikuti-workshop-implementasi-kurikulum-merdeka/">506 Guru di Padang Ikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Sebanyak 506 guru dan kepala sekolah di Padang mengikuti workshop implementasi kurikulum merdeka. Wali Kota Padang Hendri Septa membuka kegiatan yang kali ini diikuti para guru dari Kecamatan Padang Timur itu di Gedung UPI Convention Center, Minggu (20/11/2022).</p>
<p>Dalam sambutannya, Hendri berpesan agar<br />
para guru di Kota Padang selalu aktif mencari tahu berbagai sumber tentang kurikulum merdeka.</p>
<p>Selain itu juga memberikan gambaran bagaimana kurikulum merdeka ini diterapkan, serta instrument pembelajaran yang harus disiapkan untuk menyongsong kurikulum baru tersebut.</p>
<p>&#8220;Workshop IKM ini sangat penting, karena mendukung terciptanya pendidikan yang lebih berkualitas ke depannya,&#8221; kata Hendri, sebagaimana dirilis Prokopim Pemko Padang.</p>
<p>Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova menjelaskan kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru pada dunia pendidikan.<br />
Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kurikulum ini mengacu pada pendekatan bakat dan minat dimana siswa dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya.</p>
<p>&#8220;Kurikulum ini adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal. Sehingga dengan itu peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensinya,&#8221; katanya.</p>
<p>Yopi menambahkan, workshop kali ini bertujuan dalam mempersiapkan para guru untuk menghadapi kurikulum merdeka, dimana kurikulum ini telah menjadi kurikulum nasional.</p>
<p>&#8220;Kita tentu berharap melalui workshop ini mampu meningkatkan mutu mengajar bagi para guru. Terutama memberikan pengetahuan yang lebih dalam menghadapi kurikulum merdeka pada tahun ajaran baru mendatang,&#8221; katanya. (*/SS)</p>
<p>—</p>
<h4>Ikuti berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update </strong>di tautan <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a> atau mengikuti Langgam.id di Google News pada <a href="https://news.google.com/publications/CAAiEOFfL6UhA3p22pJaSaYeHlsqFAgKIhDhXy-lIQN6dtqSWkmmHh5b?ceid=ID:id&amp;oc=3">tautan ini</a>.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/506-guru-di-padang-ikuti-workshop-implementasi-kurikulum-merdeka/">506 Guru di Padang Ikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165243</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prodi TPB Unand Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum OBE</title>
		<link>https://langgam.id/prodi-tpb-unand-gelar-workshop-pengembangan-kurikulum-obe/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2022 16:09:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Fateta Unand]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159561</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program Studi Teknik Pertanian Dan Biosistem Fateta Unand menggelar acara ‘Workshop Kurikulum Pengembangan Kurikulum OBE bagi staff dosen sebagai upaya mempersiapkan Prodi menuju akreditasi international di Hotel Santika Padang, Sabtu (23/7/2022). Dua narasumber dari Fakultas Teknik Unand yakni Dr. Eng. Lusi Susanti dan Feri Afrinaldi, Ph.D, dihadirkan dalam workshop itu. Guru Besar yang sekaligus Kepala Departemen TPB Santosa menuturkan, tujuan diadakan workshop OBE adalah untuk menghasilkan kurikulum Program Studi S1 Teknik Pertanian dan Biosistem yang berbasis Outcome &#8211; Based Education (OBE), sehingga dihasilkan lulusan (mahasiswa yang lulus) mencapai kemampuan sikap, pengetahuan, dan skill, sebagai perwujudan dari capaian pembelajaran setiap mata</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/prodi-tpb-unand-gelar-workshop-pengembangan-kurikulum-obe/">Prodi TPB Unand Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum OBE</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Program Studi Teknik Pertanian Dan Biosistem Fateta Unand menggelar acara ‘Workshop Kurikulum Pengembangan Kurikulum OBE bagi staff dosen sebagai upaya mempersiapkan Prodi menuju akreditasi international di Hotel Santika Padang, Sabtu (23/7/2022). Dua narasumber dari Fakultas Teknik Unand yakni Dr. Eng. Lusi Susanti dan Feri Afrinaldi, Ph.D, dihadirkan dalam workshop itu.</p>
<p>Guru Besar yang sekaligus Kepala Departemen TPB Santosa menuturkan, tujuan diadakan workshop OBE adalah untuk menghasilkan kurikulum Program Studi S1 Teknik Pertanian dan Biosistem yang berbasis Outcome &#8211; Based Education (OBE), sehingga dihasilkan lulusan (mahasiswa yang lulus) mencapai kemampuan sikap, pengetahuan, dan skill, sebagai perwujudan dari capaian pembelajaran setiap mata kuliah yang telah diambil oleh mahasiswa tersebut.</p>
<p>&#8220;Output yang diharapkan adalah terwujudnya kurikulum Program Studi S1 Teknik Pertanian dan Biosistem yang berbasis OBE, sehingga lulusan yang dihasilkan dapat memuaskan pengguna lulusan nantinya,&#8221; bilang Prof. Santosa.</p>
<p>Dalam pemaparannya narasumber juga menjelaskan kenapa harus memakai kurikulum OBE, apa langkah langkah yang harus dipersiapkan program studi untuk mencapai itu dan bagaimana strateginya.</p>
<p>&#8220;Sehingga perlu dilakukan banyak persiapan bagi Prodi untuk mencapainya,&#8221; kata Lusi pada pemaparan materinya.</p>
<p>Feri juga menuturkan butuh waktu yang lama untuk mempersiapkannya tapi kembali lagi ke Tim Kurikulum untuk melaksanakan semua persiapan itu.</p>
<p>&#8220;Bisa cepat bisa juga lama. Tapi rata-rata waktu 2-3 tahun untuk mempersiapkannya dari pengalaman beberapa fakultas yang telah melakukannya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ketua Kurikulum Khandra Fahmi menyampaikan apresiasinya kepada semua dosen Prodi TPB yang sudah banyak meluangkan waktu untuk mempersiapkan ini semua.</p>
<p>&#8220;Kegiatan persiapan menuju akreditasi International ini sudah dimulai sejak tahun 2021, langkah pertama dengan merevisi kurikulum sesuai dengan tuntutan IABEE, proses ini membutuhkan banyak waktu, tenaga, semangat dan kekompakan bersama untuk mencapai akreditasi international,&#8221; pungkas Khandra.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/prodi-tpb-unand-gelar-workshop-pengembangan-kurikulum-obe/">Prodi TPB Unand Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum OBE</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159561</post-id>	</item>
		<item>
		<title>317 Sekolah Mendaftar, Disdik Pesisir Selatan Optimis Terapkan Kurikulum Merdeka</title>
		<link>https://langgam.id/317-sekolah-mendaftar-disdik-pesisir-selatan-optimis-terapkan-kurikulum-merdeka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Debi Virnando]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2022 06:08:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=158372</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan optimis kurikulum baru yang disebut merdeka belajar dapat diimplementasikan di sana. Sejauh ini, 317 sekolah dari jenjang pendidikan dasar (SD) dan menengah (SMP) sederajat telah mendaftar dan menyatakan siap melaksanakannya. &#8220;Kami optimis. Yang penting integritas, komitmen dan konsistensi pihak sekolah. Nah, kita di dinas, berkewajiban memfasilitasinya,&#8221; kata Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan Salim Muhaimin saat ditemui Langgam.id di ruangannya, Kamis (30/6/2022),. Dijelaskan Salim, 317 sekolah mendaftar terdiri dari sekolah dasar dan menengah pertama. Jenjang sekolah menengah 48 sekolah dari total 76 sekolah yang ada, sementara tingkat SD, pendaftar sebanyak 269 dari 404 sekolah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/317-sekolah-mendaftar-disdik-pesisir-selatan-optimis-terapkan-kurikulum-merdeka/">317 Sekolah Mendaftar, Disdik Pesisir Selatan Optimis Terapkan Kurikulum Merdeka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan optimis kurikulum baru yang disebut merdeka belajar dapat diimplementasikan di sana. Sejauh ini, 317 sekolah dari jenjang pendidikan dasar (SD) dan menengah (SMP) sederajat telah mendaftar dan menyatakan siap melaksanakannya.</p>
<p>&#8220;Kami optimis. Yang penting integritas, komitmen dan konsistensi pihak sekolah. Nah, kita di dinas, berkewajiban memfasilitasinya,&#8221; kata Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan Salim Muhaimin saat ditemui Langgam.id di ruangannya, Kamis (30/6/2022),.</p>
<p>Dijelaskan Salim, 317 sekolah mendaftar terdiri dari sekolah dasar dan menengah pertama. Jenjang sekolah menengah 48 sekolah dari total 76 sekolah yang ada, sementara tingkat SD, pendaftar sebanyak 269 dari 404 sekolah di sana.</p>
<p>Sosialisasi dan bimbingan pada guru serta kepala sekolah terus dilakukan untuk mewujudkan hasil maksimal dari kurikulum merdeka di Pesisir Selatan. Dia mengakui, kurikulum baru itu menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik.</p>
<p>Kurikulum merdeka memiliki metode pembelajaran yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Jika sebelumnya siswa lebih banyak menerima, sekarang para guru yang harus menyesuaikan pelajaran dengan bakat siswa.</p>
<p>Guru diharuskan menambah kualitas dan meningkatkan koneksinya. Pendidik dan peserta didik harus sama-sama mengembangkan potensi diri.</p>
<p>Kurikulum merdeka belajar dinilai sangat bagus diterapkan karena dapat mengembangkan potensi diri anak didik sejak dini. Materi yang diajarkan pada siswa disesuaikan dengan minat masing-masing.</p>
<p>Menurutnya, metode yang dikembangkan di kurikulum merdeka, lanjutnya, juga selaras dengan metode pembelajaran masa dulu di Minangkabau.</p>
<p>&#8220;Kita kembali pada metode pembelajaran kakek-kakek kita dulu. Anak-anak yang berminat silat, difasilitasi belajar silat lewat kegiatan ekstrakurikuler. Yang hobi agama, akan dikembangkan di surau dan masjid,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sisi lain, kurikulum merdeka juga selaras dengan visi misi Bupati Rusma Yul Anwar dan Wakil Bupati Rudi Hariyansyah satu periode kedepan. Programnya tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/ketua-dprd-sumbar-minta-silat-masuk-jadi-kurikulum-sekolah/">Ketua DPRD Sumbar Minta Silat Masuk Jadi Kurikulum Sekolah</a></strong></p>
<p>&#8220;Target dan capaiannya sama. Melalui pendidikan gratis yang dicanangkan Pak Bupati, kita bertekad menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/317-sekolah-mendaftar-disdik-pesisir-selatan-optimis-terapkan-kurikulum-merdeka/">317 Sekolah Mendaftar, Disdik Pesisir Selatan Optimis Terapkan Kurikulum Merdeka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pencak Silat Diwacanakan Masuk Kurikulum Tambahan di Sekolah</title>
		<link>https://langgam.id/pencak-silat-diwacanakan-masuk-kurikulum-tambahan-di-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2022 14:28:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencak Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=157390</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pencak silat diwacanakan masuk dalam kurikulum tambahan di sekolah. Wacana itu mengapung saat pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumbar yang berlangsung di Payakumbuh, Sabtu (11/6/2022). Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah mengakui iven-iven silat tradisi Minangkabau akhir-akhir mulai sepi akhir-akhir ini. Langkah strategis untuk melestarikan silat tradisi perlu dilaksanakan. Menurut Ketua DPRD Sumbar Supardi, pemerintah daerah perlu memasukkan pencak silat dalam kurikulum tambahan di sekolah. Terutama, katanya, pada jenjang pendidikan dasar (SD) dan menengah pertama (SMP). Syaifullah sependapat, salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan memasukan silat tradisi dalam kurikulum pendidikan. Pihaknya perlu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pencak-silat-diwacanakan-masuk-kurikulum-tambahan-di-sekolah/">Pencak Silat Diwacanakan Masuk Kurikulum Tambahan di Sekolah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pencak silat diwacanakan masuk dalam kurikulum tambahan di sekolah. Wacana itu mengapung saat pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumbar yang berlangsung di Payakumbuh, Sabtu (11/6/2022).</p>
<p>Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah mengakui iven-iven silat tradisi Minangkabau akhir-akhir mulai sepi akhir-akhir ini. Langkah strategis untuk melestarikan silat tradisi perlu dilaksanakan.</p>
<p>Menurut Ketua DPRD Sumbar Supardi, pemerintah daerah perlu memasukkan pencak silat dalam kurikulum tambahan di sekolah. Terutama, katanya, pada jenjang pendidikan dasar (SD) dan menengah pertama (SMP).</p>
<p>Syaifullah sependapat, salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan memasukan silat tradisi dalam kurikulum pendidikan. Pihaknya perlu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumbar agar silat tradisi dilestarikan dari generasi ke generasi,</p>
<p>&#8220;Mestinya dimasukan sebagai kurikulum tambahan. Ini bisa menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperhatikan kelestarian silat,&#8221; kata Supardi.</p>
<p>Menurutnya, iven-iven silat mulai sepi saat sekarang. Kondisi ini dikhawatirkan akan menggerus kelestarian olahraga yang telah masuk dalam situs warisan budaya dunia ini.</p>
<p>Tidak hanya memasukan silat sebagai kurikulum tambahan, namun, pemerintah daerah harus memberikan ruang lebih terhadap perguruan- perguruannya di Sumbar. Harusnya pesilat dan perguruan difasilitasi untuk menyebarkan ilmu yang dimiliki.</p>
<p>Kemudian, pesilat Sumbar mesti meningkatkan kapasitas diri. Penting bagi mereka untuk mengetahui perkembangan dunia silat pada masa sekarang.</p>
<p>&#8220;Intervensi pemerintah diperlukan untuk melestatikan silat tradisi. Mengingat silat Sumbar telah sulit dan tidak banyak yang melirik, para tua-tua silat Sumbar juga harus turun gunung mengatasi kondisi ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Supardi sendiri dalam banyak kesempatan menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai positif yang terkandung dalam karifan lokal, salah satunya silek tradisi. Silek menurutnya bisa menjadi bekal untuk menghadapi ragam tantangan zaman.</p>
<p>Silek bukan sebatas gerak fisik semata. Menurutnya, silek juga bisa menjadi kunci untuk memasuki pengetahuan yang lebih luas.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/galanggang-silek-tradisi-sajikan-beragam-pertunjukan-silek/">Galanggang Silek Tradisi Sajikan Beragam Pertunjukan Silek</a></strong></p>
<p>&#8220;Silek harus kembali menjadi pembentuk karakter bagi masyarakat Minang,&#8221; katanya yang juga Ketua IPSI Sumbar itu.</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pencak-silat-diwacanakan-masuk-kurikulum-tambahan-di-sekolah/">Pencak Silat Diwacanakan Masuk Kurikulum Tambahan di Sekolah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157390</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/67 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-12 05:37:20 by W3 Total Cache
-->