<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Korban Keracunan Makanan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/korban-keracunan-makanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/korban-keracunan-makanan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 11:59:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Korban Keracunan Makanan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/korban-keracunan-makanan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Kasus Puluhan Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Dinkes Tunggu Hasil Labor</title>
		<link>https://langgam.id/kasus-puluhan-anak-diduga-keracunan-bakso-tusuk-di-pasaman-barat-dinkes-tunggu-hasil-labor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 09:20:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Keracunan Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kasus dugaan keracunan yang menimpa 25 orang anak di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar), masih terus diselidiki dinas kesehatan setempat. Sampel makanan yang disinyalir jadi penyebab telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumbar. Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia mengatakan, pihaknya telah mengirim sampel makanan bakso tusuk dan muntahan dari para korban yang diduga keracunan. &#8220;Hasil pemeriksaan laboratorium keluar dua minggu lagi, kemungkinan pada 1 Mei 2026,&#8221; kata Gina kepada Langgam.id, Senin (20/4/2026). Gina menyebutkan, pemeriksaan sampel ini untuk memastikan penyebab dugaan keracunan dan bakteri yang mengandung di makanan tersebut. Saat ini, pihaknya belum bisa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-puluhan-anak-diduga-keracunan-bakso-tusuk-di-pasaman-barat-dinkes-tunggu-hasil-labor/">Kasus Puluhan Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Dinkes Tunggu Hasil Labor</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Kasus dugaan keracunan yang menimpa 25 orang anak di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar), masih terus diselidiki dinas kesehatan setempat. Sampel makanan yang disinyalir jadi penyebab telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumbar.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia mengatakan, pihaknya telah mengirim sampel makanan bakso tusuk dan muntahan dari para korban yang diduga keracunan.</p>



<p>&#8220;Hasil pemeriksaan laboratorium keluar dua minggu lagi, kemungkinan pada 1 Mei 2026,&#8221; kata Gina kepada Langgam.id, Senin (20/4/2026).</p>



<p>Gina menyebutkan, pemeriksaan sampel ini untuk memastikan penyebab dugaan keracunan dan bakteri yang mengandung di makanan tersebut. Saat ini, pihaknya belum bisa memastikan dan menduga.</p>



<p>&#8220;Kami tidak bisa menduga-duga, makanya kami menunggu hasil laboratorium untuk kepastiannya,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk keseluruhan korban, kata Gina, tidak ada lagi yang menjalani perawatan. Semua sudah pulang dan kondisi sudah membaik. Sebelumnya, para korban mengalami mual, muntah, pusing hingga diare.</p>



<p>Dugaan keracunan ini terjadi pada Rabu (15/4/2026). Lokasi persisnya berada di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat.</p>



<p>Untuk mengantisipasi gejolak masyarakat, polisi telah mendatangi kediaman pedagang bakso tusuk keliling berinisial H (40) dan mengamankannya.</p>



<p>Kapolsek Sungai Beremas, AKP Elvis Susilo meminta masyarakat untuk tenang dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keluar.</p>



<p>&#8220;Saya sampaikan kepada masyarakat jangan sampai jadi fitnah. Polisi tidak bisa memastikan keracunan ini karena bakso tusuk. Kita tunggu hasil labor,&#8221; katanya. <strong>(ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-puluhan-anak-diduga-keracunan-bakso-tusuk-di-pasaman-barat-dinkes-tunggu-hasil-labor/">Kasus Puluhan Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Dinkes Tunggu Hasil Labor</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>10 Korban Dugaan Keracunan Makanan di Dharmasraya Masih Dirawat</title>
		<link>https://langgam.id/10-korban-dugaan-keracunan-makanan-di-dharmasraya-masih-dirawat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2019 16:47:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dharmasraya]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Keracunan Makanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=11959</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak 10 orang korban dugaan keracunan makanan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh. Para korban merupakan warga Nagari Siguntur, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar). Menurut pihak Dinas Kesehatan Dharmasraya, sejak Minggu (11/8/2019) pagi, beberapa korban dugaan keracunan yang sebelumnya juga dirawat, telah diperbolehkan pulang. Sedangkan yang masih dirawat sampai hari ini, kondisinya sudah berangsur membaik. &#8220;Untuk kondisi korban sekarang tinggal 10 orang (dirawat). Udah pada pulang tadi pagi. Kemarin-kan 30 orang dirawat, nah 20 orang di antaranya yang menjadi korban sudah pulang,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Rahmadian dihubungi langgam.id, Minggu (11/8/2019) malam.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/10-korban-dugaan-keracunan-makanan-di-dharmasraya-masih-dirawat/">10 Korban Dugaan Keracunan Makanan di Dharmasraya Masih Dirawat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sebanyak 10 orang korban dugaan keracunan makanan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh. Para korban merupakan warga Nagari Siguntur, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p>Menurut pihak Dinas Kesehatan Dharmasraya, sejak Minggu (11/8/2019) pagi, beberapa korban dugaan keracunan yang sebelumnya juga dirawat, telah diperbolehkan pulang. Sedangkan yang masih dirawat sampai hari ini, kondisinya sudah berangsur membaik.</p>
<p>&#8220;Untuk kondisi korban sekarang tinggal 10 orang (dirawat). Udah pada pulang tadi pagi. Kemarin-kan 30 orang dirawat, nah 20 orang di antaranya yang menjadi korban sudah pulang,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Rahmadian dihubungi langgam.id, Minggu (11/8/2019) malam.</p>
<p>Rahmadian membeberkan, rata-rata korban saat ini hanya mengalami perut kembung. Sedangkan para korban yang sebelumnya buang air besar mencair, kini sudah kembali normal.</p>
<p>&#8220;Korban sudah membaik ya. Tadi saya dari RSUD juga melihat para korban. Malah ada tiga korban yang ngomong ke saya dia sudah sembuh, sudah enak makannya, habis makanan yang diberikan pihak rumah sakit,&#8221; katanya.</p>
<p>Soal kasus ini, pihaknya tetap akan menunggu hasil uji sampel laboratorium dari makanan tersebut. Ia menduga, para korban bukan karena keracunan, namun terkena bakteri dari makanan.</p>
<p>&#8220;Sampel sudah kami kirim ke Padang. Kami menunggu hasil labor. Kalau dilihat munculnya karena bakteri. Racun tidak ya, karena bukan zat kimia. Tapi tetap kami periksa,&#8221; katanya.</p>
<p>Seperti diketahui, total korban sebelumya berjumlah 62 orang usai menyantap beberapa macam hidangan hayatan seperti sayur, bakwan, pisang goreng, jangung rebus dan kopi susu. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (8/8) malam. Selain itu, dua orang kemudian dinyatakan meninggal dunia usai mendapat perawatan intensif. <strong>(Irwanda/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/10-korban-dugaan-keracunan-makanan-di-dharmasraya-masih-dirawat/">10 Korban Dugaan Keracunan Makanan di Dharmasraya Masih Dirawat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11959</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyebab Dugaan Keracunan Massal di Dharmasraya Tunggu Hasil Laboratorium</title>
		<link>https://langgam.id/selidiki-kasus-keracunan-massal-di-dharmasraya-polisi-tunggu-uji-sampel-makanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2019 11:16:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dharmasraya]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Keracunan Makanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=11947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pihak Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya terus menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang menelan dua korban jiwa. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil laboratorium uji sampel makanan yang menyebabkan 62 warga di Jorong Koto Tuo, Nagari Siguntur mengalami keracunan. Kapolres Dharmasraya Imran Amir mengatakan, uji sampel makanan telah dilakukan dan hasilnya dijadwalkan keluar dalam waktu dekat. Dari hasil uji sampel itu nantinya, diketahui apakah para korban memang keracunan makanan atau tidak. &#8220;Kami menunggu hasil dari laboratorium yang dilakukan Jamkesda Dharmasraya. Katanya, hari Senin besok keluar, tapi kita tunggu aja. Nanti apakah memang karena makanan, atau racun apa akan diketahui,&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/selidiki-kasus-keracunan-massal-di-dharmasraya-polisi-tunggu-uji-sampel-makanan/">Penyebab Dugaan Keracunan Massal di Dharmasraya Tunggu Hasil Laboratorium</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pihak Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya terus menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang menelan dua korban jiwa. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil laboratorium uji sampel makanan yang menyebabkan 62 warga di Jorong Koto Tuo, Nagari Siguntur mengalami keracunan.</p>
<p>Kapolres Dharmasraya Imran Amir mengatakan, uji sampel makanan telah dilakukan dan hasilnya dijadwalkan keluar dalam waktu dekat. Dari hasil uji sampel itu nantinya, diketahui apakah para korban memang keracunan makanan atau tidak.</p>
<p>&#8220;Kami menunggu hasil dari laboratorium yang dilakukan Jamkesda Dharmasraya. Katanya, hari Senin besok keluar, tapi kita tunggu aja. Nanti apakah memang karena makanan, atau racun apa akan diketahui,&#8221; ujar Imran dihubungi langgam.id, Minggu (11/8/2019).</p>
<p>Imran mengatakan, pihaknya telah mendatangi para korban dan meminta keterangan. Hingga Sabtu (10/8) malam, terhitung 30 orang masih mendapat perawatan medis di beberapa puskesmas dan rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Tadi malam saya check dari 62 orang  keracunan sudah 32 orang dipulangkan. Jadi 30 lagi masih dirawat tadi malam itu ya, sampai sekarang (Minggu) sudah ada beberapa lagi yang pulang, mungkin rawat jalan,&#8221; katanya.</p>
<p>Imran menegaskan, hasil penyelidikan sementara yang dilakukan pihaknya, tidak ada unsur kesengajaan dari kasus keracunan makan tersebut. Meski demikian, ia tetap menunggu hasil uji sampel laboratorium keluar.</p>
<p>&#8220;(Sementara) tidak ada unsur kesengajaan. Sebab gini, yang punya acara yang kasih makanan juga ikut jadi korban dan masuk rumah sakit,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, dua orang meninggal dunia akibat keracunan masal yang terjadi pada Kamis (8/8) kemarin. Keracunan massal itu berawal ketika ada hajatan di salah satu rumah warga. Saat itu, tuan rumah menyajikan beberapa macam hidangan, seperti sayur, bakwan, pisang goreng, jangung rebus dan kopi susu.</p>
<p>Malam harinya, menjelang hajatan selesai, tiga orang warga yang menghadiri hajatan mengalami sakit perut serta mual-mual, lalu dilaporkan ke bidan desa di daerah itu untuk penanganan secara medis.</p>
<p>Selanjutnya, Sabtu (10/8) dini hari, diketahui seorang dari tiga warga yang mengalami sakit perut dan mual-mual itu meninggal dunia, setelah di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh, korban bernama Harmina.</p>
<p>Lalu, hingga Sabtu (10/8/2019) pagi, jumlah korban dilaporkan menjadi 44 orang, dengan gejala hampir sama, sakit perut dan mual. Selain itu, ada juga yang mengalami sakit kepala, mencret, demam dan sakit pinggang. <strong>(Irwanda/Rahmadi/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/selidiki-kasus-keracunan-massal-di-dharmasraya-polisi-tunggu-uji-sampel-makanan/">Penyebab Dugaan Keracunan Massal di Dharmasraya Tunggu Hasil Laboratorium</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11947</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/45 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 13:04:12 by W3 Total Cache
-->