<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/kodam-xx-tuanku-imam-bonjol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/kodam-xx-tuanku-imam-bonjol/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 13:14:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/kodam-xx-tuanku-imam-bonjol/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Imam Bonjol: Mohon Waktu Tim Investigasi</title>
		<link>https://langgam.id/kasus-peluru-nyasar-di-unp-kodam-imam-bonjol-mohon-waktu-tim-investigasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 13:11:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol]]></category>
		<category><![CDATA[UNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Komando Daerah Militer (Kodam) XX Tuanku Imam Bonjol, menyatakan tim investigasi masih terus bekerja untuk memperoleh fakta valid kasus peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP). Dalam insiden ini, dua orang korban terluka terkena proyektil peluru.   Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq menegaskan, TNI tidak akan lepas tangan terhadap peristiwa ini. Investigasi secara kolaboratif bersama kepolisian masih dilakukan.&#160;&#160; &#8220;Kami tidak lepas tanggung jawab. Saat ini semua kemungkinan masih didalami. Kami memohon waktu kepada masyarakat agar tim investigasi dapat bekerja secara maksimal, mendapatkan fakta yang&#160; valid,&#8221; katanya saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026).&#160; Taufiq mengungkapkan,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-peluru-nyasar-di-unp-kodam-imam-bonjol-mohon-waktu-tim-investigasi/">Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Imam Bonjol: Mohon Waktu Tim Investigasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Komando Daerah Militer (Kodam) XX Tuanku Imam Bonjol, menyatakan tim investigasi masih terus bekerja untuk memperoleh fakta valid kasus peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP). Dalam insiden ini, dua orang korban terluka terkena proyektil peluru.  </p>



<p>Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq menegaskan, TNI tidak akan lepas tangan terhadap peristiwa ini. Investigasi secara kolaboratif bersama kepolisian masih dilakukan.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami tidak lepas tanggung jawab. Saat ini semua kemungkinan masih didalami. Kami memohon waktu kepada masyarakat agar tim investigasi dapat bekerja secara maksimal, mendapatkan fakta yang&nbsp; valid,&#8221; katanya saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026).&nbsp;</p>



<p>Taufiq mengungkapkan, sebanyak 10 saksi telah dimintai keterangan. Mereka di antaranya mahasiswa, satpam hingga personil yang melakukan latihan tembak. Kemudian, sejumlah data dan fakta di lapangan masih perlu diverifikasi.</p>



<p>&#8220;Untuk tim investigasi bersifat internal. Yang tim eksternal dengan Polda Sumbar untuk olah TKP,&#8221; ungkapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Ia menjelaskan, sampai saat ini baru satu proyektil yang berhasil ditemukan. Proyektil itu yang berhasil dikeluarkan dari paha kiri korban. Sementara yang satu proyektil lagi, masih dalam proses pencarian oleh tim investigasi.</p>



<p>&#8220;Saat ini baru satu proyektil yang berukuran sembilan milimeter sudah kami dapatkan. Tim masih terus melakukan pencarian dan pendalaman terhadap proyektil lainnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(WAN)&nbsp;</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-peluru-nyasar-di-unp-kodam-imam-bonjol-mohon-waktu-tim-investigasi/">Kasus Peluru Nyasar di UNP, Kodam Imam Bonjol: Mohon Waktu Tim Investigasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248693</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kodam Imam Bonjol Beberkan Kondisi Terkini Korban Peluru Nyasar di UNP</title>
		<link>https://langgam.id/kodam-imam-bonjol-beberkan-kondisi-terkini-korban-peluru-nyasar-di-unp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 12:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol]]></category>
		<category><![CDATA[UNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248690</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kondisi dua korban peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP), mulai berangsur membaik dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo Padang. Satu korban yakni mahasiswi berinisial N, telah selesai menjalani operasi.  Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq mengatakan, proyektil peluru yang sempat bersarang di paha kiri korban berhasil dikeluarkan. Ukuran proyektil peluru sembilan milimeter.  &#8220;Korban perempuan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Kondisinya stabil dan sudah didampingi oleh keluarga selama masa pemulihan,&#8221; ujar Taufiq saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026). Korban pria berinisial G, kata Taufiq, kondisinya sudah menunjukkan perkembangan positif. Ia</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kodam-imam-bonjol-beberkan-kondisi-terkini-korban-peluru-nyasar-di-unp/">Kodam Imam Bonjol Beberkan Kondisi Terkini Korban Peluru Nyasar di UNP</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Kondisi dua korban peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP), mulai berangsur membaik dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo Padang. Satu korban yakni mahasiswi berinisial N, telah selesai menjalani operasi. </p>



<p> Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kaveleri Taufiq mengatakan, proyektil peluru yang sempat bersarang di paha kiri korban berhasil dikeluarkan. Ukuran proyektil peluru sembilan milimeter. </p>



<p>&#8220;Korban perempuan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Kondisinya stabil dan sudah didampingi oleh keluarga selama masa pemulihan,&#8221; ujar Taufiq saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026).</p>



<p>Korban pria berinisial G, kata Taufiq, kondisinya sudah menunjukkan perkembangan positif. Ia mengalami luka pada bagian tangan. </p>



<p>&#8220;Korban tidak lagi memerlukan tindakan operasi. Kondisinya berangsur pulih setelah mendapatkan penanganan medis,&#8221; ungkapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Taufiq menambahkan, hingga kini proses penyelidikan masih berlangsung. Tim terus melakukan pencarian proyektil lain yang diduga berada di sekitar lokasi kejadian.</p>



<p>&#8220;Penyebab pasti dan asal proyektil masih dalam tahap pendalaman. Mohon tunggu hasil investigasi resminya,&#8221; pungkasnya. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kodam-imam-bonjol-beberkan-kondisi-terkini-korban-peluru-nyasar-di-unp/">Kodam Imam Bonjol Beberkan Kondisi Terkini Korban Peluru Nyasar di UNP</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248690</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengganti Patung, Menghidupkan Nilai: Tafsir Baru Semangat Imam Bonjol Melalui KODAM di Ranah Minang</title>
		<link>https://langgam.id/mengganti-patung-menghidupkan-nilai-tafsir-baru-semangat-imam-bonjol-melalui-kodam-di-ranah-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 00:54:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol]]></category>
		<category><![CDATA[Tuanku imam bonjol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=238271</guid>

					<description><![CDATA[<p>*Oleh: Dede Kurnia Esysa, S.Kom  Kehadiran Komando Daerah Militer Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat, tidak hanya sekadar fenomena administratif dalam sistematika pertahanan negara. Ini merupakan representasi kekuatan yang menyentuh akar sejarah, budaya, serta semangat perjuangan yang mendasar masyarakat Minangkabau. Dalam nama besar Tuanku Imam Bonjol tersimpan makna sakral tentang keberanian, kemandirian, keimanan, dan nasionalisme yang lahir dari tanah Minangkabau. Berdirinya KODAM di Sumatera Barat merupakan respon atas upaya efisiensi dan kebutuhan strategis pertahanan wilayah Sumatera bagian tengah. Wilayah yang sebelumnya berada di bawah naungan KODAM I Bukit Barisan ini dirasa perlu mendirikan benteng pertahanan sendiri dalam paham patriotis Tuanku</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengganti-patung-menghidupkan-nilai-tafsir-baru-semangat-imam-bonjol-melalui-kodam-di-ranah-minang/">Mengganti Patung, Menghidupkan Nilai: Tafsir Baru Semangat Imam Bonjol Melalui KODAM di Ranah Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>*Oleh: Dede Kurnia Esysa, S.Kom </strong><br> <br>Kehadiran Komando Daerah Militer Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat, tidak hanya sekadar fenomena administratif dalam sistematika pertahanan negara. Ini merupakan representasi kekuatan yang menyentuh akar sejarah, budaya, serta semangat perjuangan yang mendasar masyarakat Minangkabau.</p>



<p>Dalam nama besar Tuanku Imam Bonjol tersimpan makna sakral tentang keberanian, kemandirian, keimanan, dan nasionalisme yang lahir dari tanah Minangkabau.</p>



<p>Berdirinya KODAM di Sumatera Barat merupakan respon atas upaya efisiensi dan kebutuhan strategis pertahanan wilayah Sumatera bagian tengah. Wilayah yang sebelumnya berada di bawah naungan KODAM I Bukit Barisan ini dirasa perlu mendirikan benteng pertahanan sendiri dalam paham patriotis Tuanku Imam Bonjol.</p>



<p>Secara geografis dan histori, Sumatera Barat kuat dalam hal topografi maupun semangat perjuangan yang dikenal gigih dalam upaya mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa.</p>



<p>Adanya KODAM di Sumatera barat bukan hanya perihal struktur militer, tetapi bahwa negara benar mengakui historis perjuangan masyarakat Minangkabau dalam upaya pertahanan negara. Denyut nadi sejarah yang sempat bisu, seakan berdegup kembali di jantung tanah Minang.<br>&nbsp;<br>KODAM: Terpatri Nama Tuanku Imam Bonjol</p>



<p>Penamaan KODAM Tuanku Imam Bonjol memerlukan pertimbangan mendalam. Sebab Tuanku Imam Bonjol bukan sekadar pahlawan lokal, beliau adalah simbol perjuangan masyarakat Minangkabau, yang perjuangannya melampaui batas etnis dan geografis. Tokoh perjuangan yang menolak tunduk pada kolonialisme, teguh melawan penindasan, dan ulama yang tegak dengan nilai agama dan perjuangan sosial.</p>



<p>Perjuangannya tidak hanya bertumpu pada senjata, melainkan pada moral dan etika, iman, serta keberanian melawan ketidakadilan. Maka, penamaan KODAM ini merupakan pengingat bahwa perjuangan dan kegigihan adalah fondasi utama dalam upaya pertahanan negara.</p>



<p>Tuanku Imam Bonjol bukan sosok yang lahir dari ambisi pribadi. Ia simbol keberanian yang tumbuh dari keresahana sosial dan keteguhan iman yang hakiki. Dalam Perang Paderi, ia menunjukan bahwa perjuangan tidak hanya sekadar perang senjata, tetapi tentang mempertahankan nilai moral dan martabat bangsa.</p>



<p>Keteguhan tersebut membuatnya harus berpisah dengan kampung halaman. Ia menjadi korban politik adu domba juga tipu daya para penjajah dan pengkhianat bangsa. Sehingga ia terbuang dari tanah kelahiran. Menjalani pengasingan di beberapa daerah di Indonesia.</p>



<p>Dari Cianjur, Ambon, kemudian menjalani sisa hidupnya di Minahasa. Hingga kini, 160 tahun sudah jasadnya terbaring di tanah Sulawesi. Perjuangannya tetap dikenang sebagai lambang keteguhan dan semangat perjuangan yang tak pernah padam.</p>



<p>Di zaman yang serba canggih dan pragmatis, semangat Tuanku Imam Bonjol seolah menggelora kembali. Bukan sebagai prajurit perang, tetapi sebagai simbol nilai moral yang kian pudar, integritas, dan kesetiaan pada kebenaran.<br>&nbsp;<br>Makna Kehadiran KODAM Tuanku Imam Bonjol</p>



<p>Kehadiran KODAM di Sumatera Barat bukan sekadar memperkuat pertahanan regional, tetapi mempertegas pemahaman bahwa semangat perjuangan lokal mampu menjadi inspirasi nasional. Memberi ruang sejarah untuk bicara lantang kembali, bagi generasi muda bahwa cinta tanah air bukan hanya teriak “merdeka!”, tetapi diwujudkan dalam sikap jujur, disiplin, dan pengabdian.</p>



<p>Di samping itu, hal ini hendaknya juga menjadi momentum refleksi. Apakah benar semangat Imam Bonjol masih hidup dalam diri kita? Apakah nilai-nilai perjuangannya hanya berhenti di papan nama markas, atau benar diaplikasikan dalam kebijakan dan tindakan nyata?<br>&nbsp;<br>Perlu adanya penyesuaian simbol dan akar lokalitas, di samping mengedepankan sinyal-sinyal dan atribut perjuangan. Langkah mengganti patung Jenderal Sudirman di depan KODAM menjadi patung Tuanku Imam Bonjol patut menjadi perhatian. Langkah ini baiknya dimaknai bukan sebagai penggantian, melainkan penyesuaian konteks dan prestise tokoh perjuangan. Sebab ini bukan semata tentang dekorasi atau estetika, melainkan perihal pemberian rasa hormat, identitas, dan peneguhan nilai sejarah di tanah kelahiran seorang pahlawan.</p>



<p>Patung Sudirman akan lebih baik bila dipindahkan ke dalam gedung KODAM. Hal ini akan memberi penghormatan yang lebih layak kepada Jenderal Sudirman sebagai figur militer yang menjadi manifestasi semangat juang TNI secara universal, keikhlasan, keteguhan, dan kepemimpinan dalam perang kemerdekaan. Di dalam gedung, patung Sudirman menjadi figur yang dijaga, bukan hanya dipajang. Ditempatkan di posisi yang lebih sakral dan reflektif.</p>



<p>Sementara, keberadaan patung Imam Bonjol di halaman depan KODAM menjadi representasi semangat perjuangan masyarakat Minangkabau yang kembali membara. Bahwa kedaulatan Indonesia tumbuh dari darah perjuangan setiap suku dan daerah. Maknanya, langkah ini bukan untuk “menghapus simbol lama”, namun restrukturisasi simbol perjuangan. Agar Sudirman dan Imam Bonjol berada dalam ruang penghormatan masing-masing. Akhirnya, keputusan ini semakin menguatkan penamaan KODAM Tuanku Imam Bonjol.<br>&nbsp;<br>Menyalakan Kembali Semangat Juang di Era Modern</p>



<p>KODAM Tuanku Imam Bonjol hadir bukan sekadar institusi pertahanan di Sumatera Barat, tetapi juga semangat kebangkitan. Penggantian simbol hendaknya tidak berhenti di tatanan fisik saja. Terpenting ialah bagaimana nilai-nilai perjuangan Imam Bonjol dan Sudirman benar-benar terealisasi di dalam konstelasi TNI dan masyarakat. Kehadiran patung Imam Bonjol di depan KODAM hendaknya menjadi pemantik kesadaran, agar semangat dan cinta tanah air tidak semata sebagai nostalgia kemerdekaan. Namun, sebagai panduan moral bagi generasi muda dalam bertindak.</p>



<p>Dalam konteks yang lebih jauh, dengan hadirnya KODAM Tuanku Imam Bonjol diharapkan dapat menyentuh sisi kultural dan sosial masyarakat. Melibatkan generasi muda dalam kegiatan pendidikan karakter, bela negara, hingga pelestarian sejarah. Sebab tugas mempertahankan negara adalah tanggungjawab setiap elemen masyarakat.</p>



<p><strong>*Kader DPC GMNI Pasaman</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengganti-patung-menghidupkan-nilai-tafsir-baru-semangat-imam-bonjol-melalui-kodam-di-ranah-minang/">Mengganti Patung, Menghidupkan Nilai: Tafsir Baru Semangat Imam Bonjol Melalui KODAM di Ranah Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">238271</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mayjen Arief Gajah Mada Resmi Jadi Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Berikut Profilnya</title>
		<link>https://langgam.id/mayjen-arief-gajah-mada-resmi-jadi-pangdam-xx-tuanku-imam-bonjol-berikut-profilnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 05:45:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=231541</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Komando Daerah XX/Tuanku Imam Bonjol, Minggu (10/8/2025). Prabowo juga melantik dan melakukan penyematan kepada Mayor Jenderal (Mayjen) Arief Gajah Mada sebagai Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol ini meliputi daerah Sumbar dan Jambi. Sumbar sebelumnya masuk dalam wilayah teritorial Kodam I/Bukit Barisan. Sedangkan Jambi berada di di bawah Kodam II/Sriwijaya. Selain Kodam Tuanku Imam Bonjol, Prabowo juga meresmikan lima Kodam baru lainnya saat upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (10/8/2025). “Bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini, Hari Minggu tanggal 10 Agustus tahun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mayjen-arief-gajah-mada-resmi-jadi-pangdam-xx-tuanku-imam-bonjol-berikut-profilnya/">Mayjen Arief Gajah Mada Resmi Jadi Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Berikut Profilnya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id- </strong>Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Komando Daerah XX/Tuanku Imam Bonjol, Minggu (10/8/2025). Prabowo juga melantik dan melakukan penyematan kepada Mayor Jenderal (Mayjen) Arief Gajah Mada sebagai Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol.</p>



<p>Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol ini meliputi daerah Sumbar dan Jambi. Sumbar sebelumnya masuk dalam wilayah teritorial Kodam I/Bukit Barisan. Sedangkan Jambi berada di di bawah Kodam II/Sriwijaya.</p>



<p>Selain Kodam Tuanku Imam Bonjol, Prabowo juga meresmikan lima Kodam baru lainnya saat upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus Batujajar, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (10/8/2025).</p>



<p>“Bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini, Hari Minggu tanggal 10 Agustus tahun 2025. Saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan 6 Komando Daerah Militer (Kodam),&#8221; ujar Prabowo.&nbsp;</p>



<p><strong>Profil Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayor Jenderal Arief Gajah Mada</strong></p>



<p>Mayjen Arief merupakan lulusan akademi militer angkatan 1992. Ia berasal dari kecabangan infanteri atau pasukan jalan kaki.</p>



<p>Sebelum menjabat Pangdam Tuanku Imam Bonjol, Mayjen Arief menjabat Asisten Personel Kepala Staf TNI Angkatan Darat di masa Jenderal Maruli Simanjuntak.</p>



<p>Pria yang lahir pada Januari 1969 ini juga pernah menjabat Direktur Teritorial Pusat Angkatan Darat, selama enam bulan pada Juli 2023 hingga Januari 2024.</p>



<p>Mayjen Arief pernah bertugas di Sumbar sebagai Komandan Korem 032/Wirabraja pada April 2020 hingga Desember 2021. Saat itu ia menggantikan Letjen Kunto Arief Wibowo, putra dari Wakil Presiden ke-6 Jenderal (Purnawirawan) Try Sutrisno.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mayjen-arief-gajah-mada-resmi-jadi-pangdam-xx-tuanku-imam-bonjol-berikut-profilnya/">Mayjen Arief Gajah Mada Resmi Jadi Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Berikut Profilnya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231541</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TNI Bakal Resmikan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Naungi Sumbar dan Jambi</title>
		<link>https://langgam.id/tni-bakal-resmikan-kodam-xx-tuanku-imam-bonjol-naungi-sumbar-dan-jambi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 12:22:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=231503</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Tentara Nasional Indonesia (TNI) bakal meresmikan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru di sejumlah wilayah, Minggu (10/8/2025). Salah satunya Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol yang meliputi Sumbar dan Jambi. Peresmian Kodam baru ini digelar pada Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Landasan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat. “Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer ini akan menjadi momen bersejarah dengan diresmikannya Kodam baru,” tulis keterangan Pusat Penerangan TNI, dikutip pada Sabtu (9/8/2025). Sumbar sebelumnya masuk dalam wilayah teritorial Kodam I/Bukit Barisan. Sedangkan Jambi berada di di bawah Kodam II/Sriwijaya. Kodam Tuanku Imam Bonjol akan dipimpin</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tni-bakal-resmikan-kodam-xx-tuanku-imam-bonjol-naungi-sumbar-dan-jambi/">TNI Bakal Resmikan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Naungi Sumbar dan Jambi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id-</strong> Tentara Nasional Indonesia (TNI) bakal meresmikan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru di sejumlah wilayah, Minggu (10/8/2025). Salah satunya Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol yang meliputi Sumbar dan Jambi.</p>



<p>Peresmian Kodam baru ini digelar pada Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Landasan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat.</p>



<p>“Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer ini akan menjadi momen bersejarah dengan diresmikannya Kodam baru,” tulis keterangan Pusat Penerangan TNI, dikutip pada Sabtu (9/8/2025).</p>



<p>Sumbar sebelumnya masuk dalam wilayah teritorial Kodam I/Bukit Barisan. Sedangkan Jambi berada di di bawah Kodam II/Sriwijaya.</p>



<p>Kodam Tuanku Imam Bonjol akan dipimpin Mayor Jenderal Arief Gajah Mada. Mayjen Arief pernah bertugas di Sumbar sebagai Korem 032/Wirabraja pada April 2020 hingga Desember 2021.</p>



<p>Tuanku Imam Bonjol yang diabadikan sebagai nama Kodam baru di Sumbar dan Jambi itu merupakan pahlawan nasional asal Pasaman, Sumbar. Dia lahir pada tahun 1772.</p>



<p>Tuanku Imam Bonjol dikenal sebagai ulama dan pejuang yang ikut berperang melawan Belanda. Tuanku memimpin perang Paderi yang berlangsung selama belasan tahun.</p>



<p>Ia sempat diasingkan ke berbagai tempat seperti Sukabumi, Ambon, dan Manado. Hingga akhirnya, dia wafat saat pengasingan di Minahasa pada 1864.</p>



<p>Presiden Soeharto mengumuhkan Tuanku Imam Bonjol dikukuhkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan Kepres Nomor 087/TK/Tahun &nbsp;1973</p>



<p>Selain Kodam Tuanku Imam Bonjol, Mabes TNI juga akan meresmikan Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang meliputi daerah Riau dan Kepulauan Riau, Kodam XXI/Radin Inten yang bawahi daerah Lampung dan Bengkulu.</p>



<p>Kemudian, juga ada Kodam XXII/Tambun Bungai yang meliputi wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kodam XXIII/Palaka Wira yang bawahi wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Terakhir, Kodam Kodam XXIV/Mandala Trikora, meliputi daerah Merauke.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tni-bakal-resmikan-kodam-xx-tuanku-imam-bonjol-naungi-sumbar-dan-jambi/">TNI Bakal Resmikan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Naungi Sumbar dan Jambi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231503</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/59 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-19 11:11:56 by W3 Total Cache
-->