<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Kesehatan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/kesehatan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2026 08:24:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Kesehatan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/kesehatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Kebotakan Dini pada Usia 20–30 Tahun Kian Marak, Dokter ERHA Ungkap Penyebab dan Solusinya</title>
		<link>https://langgam.id/kebotakan-dini-pada-usia-20-30-tahun-kian-marak-dokter-erha-ungkap-penyebab-dan-solusinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 02:21:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=249263</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Kebotakan tidak lagi identik dengan usia paruh baya. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak pria berusia 20 hingga 30 tahun yang mulai mengalami penipisan rambut hingga kemunduran garis rambut di bagian depan kepala. Fenomena ini membuat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan rambut meningkat. Banyak kalangan usia muda yang mulai mencari penanganan sejak gejala awal muncul untuk mencegah kebotakan berkembang lebih lanjut. Dokter di ERHA Ultimate Padang, dr. Calvindo Dwi Nanda, mengatakan bahwa kebotakan dini umumnya disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, bukan semata-mata karena pertambahan usia. &#8220;Kebotakan dini atau androgenetic alopecia tidak hanya dipengaruhi faktor usia. Kondisi ini merupakan kombinasi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kebotakan-dini-pada-usia-20-30-tahun-kian-marak-dokter-erha-ungkap-penyebab-dan-solusinya/">Kebotakan Dini pada Usia 20–30 Tahun Kian Marak, Dokter ERHA Ungkap Penyebab dan Solusinya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> — Kebotakan tidak lagi identik dengan usia paruh baya. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak pria berusia 20 hingga 30 tahun yang mulai mengalami penipisan rambut hingga kemunduran garis rambut di bagian depan kepala.</p>



<p>Fenomena ini membuat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan rambut meningkat. Banyak kalangan usia muda yang mulai mencari penanganan sejak gejala awal muncul untuk mencegah kebotakan berkembang lebih lanjut.</p>



<p>Dokter di ERHA Ultimate Padang, dr. Calvindo Dwi Nanda, mengatakan bahwa kebotakan dini umumnya disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, bukan semata-mata karena pertambahan usia.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" width="675" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0008.jpg?resize=675%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-249264" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0008-scaled.jpg?resize=675%2C675&amp;ssl=1 675w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0008-scaled.jpg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0008-scaled.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0008-scaled.jpg?resize=768%2C768&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0008-scaled.jpg?resize=1536%2C1536&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260609-WA0008-scaled.jpg?resize=2048%2C2048&amp;ssl=1 2048w" sizes="(max-width: 675px) 100vw, 675px" /></figure>



<p>&#8220;Kebotakan dini atau androgenetic alopecia tidak hanya dipengaruhi faktor usia. Kondisi ini merupakan kombinasi faktor genetik, hormonal, gaya hidup, serta stres oksidatif yang memengaruhi kesehatan folikel rambut,&#8221; ujar Calvindo, Selasa (9/6/2026).</p>



<p>Data epidemiologi androgenetic alopecia menunjukkan sekitar 25 persen pria mulai memperlihatkan tanda-tanda awal kerontokan rambut sebelum usia 21 tahun. Risiko tersebut meningkat seiring bertambahnya usia apabila tidak ditangani secara tepat.</p>



<p>Menurut Calvindo, penanganan kerontokan dan kebotakan dini perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya sekaligus memberikan terapi yang mampu menstimulasi pertumbuhan rambut secara optimal.</p>



<p>Salah satu metode yang kini tersedia adalah Hair Growth Activation Therapy, yakni perawatan yang mengombinasikan teknologi Electroporation Needle System dan Red Light Therapy.</p>



<p>Teknologi Electroporation Needle System bekerja melalui kombinasi auto microneedle dan electroporation yang membantu meningkatkan penyerapan obat atau serum ke area target. Sementara itu, Red Light Therapy berfungsi menstimulasi folikel rambut yang melemah, meningkatkan sirkulasi darah di kulit kepala, serta membantu distribusi nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut.</p>



<p>&#8220;Bagi saya, microneedling bukan sekadar teknik mekanis, melainkan stimulus biologis yang efektif karena dapat mengaktivasi faktor pertumbuhan sekaligus meningkatkan mikrosirkulasi di kulit kepala,&#8221; kata Calvindo.</p>



<p>Ia menjelaskan, kombinasi kedua terapi tersebut memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dibandingkan penggunaan satu metode terapi saja.</p>



<p>Menurut dia, microneedling berperan sebagai akselerator penyerapan bahan aktif sekaligus membuka jalur regenerasi jaringan. Adapun Red Light Therapy berfungsi sebagai pendukung yang membantu mempercepat pertumbuhan rambut dan menjaga kesehatan kulit kepala secara keseluruhan.</p>



<p>&#8220;Hasilnya adalah strategi yang lebih presisi bagi pasien yang menginginkan perbaikan kondisi rambut secara lebih optimal dan cepat dibandingkan monoterapi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Calvindo menambahkan, masyarakat Sumatera Barat kini tidak perlu lagi bepergian ke kota besar untuk mendapatkan layanan penanganan rambut yang komprehensif. Berbagai teknologi yang digunakan untuk mengatasi kerontokan dan merangsang pertumbuhan rambut telah tersedia di Padang.</p>



<p>Selain masalah kebotakan dan rambut rontok, layanan konsultasi juga mencakup berbagai persoalan kulit seperti jerawat hingga penuaan dini, dengan program perawatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.</p>



<p>Ia mengingatkan bahwa semakin cepat kerontokan rambut ditangani, peluang untuk mempertahankan dan merangsang pertumbuhan rambut yang sehat akan semakin besar.</p>



<p>&#8220;Saat tanda-tanda awal seperti rambut menipis atau garis rambut mulai mundur muncul, sebaiknya segera dilakukan konsultasi agar penyebabnya dapat diketahui dan penanganan bisa dilakukan lebih dini,&#8221; kata Calvindo. <strong>(HER)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kebotakan-dini-pada-usia-20-30-tahun-kian-marak-dokter-erha-ungkap-penyebab-dan-solusinya/">Kebotakan Dini pada Usia 20–30 Tahun Kian Marak, Dokter ERHA Ungkap Penyebab dan Solusinya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">249263</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menjaga Kepercayaan dan Kemanusiaan dalam Pelayanan Kesehatan</title>
		<link>https://langgam.id/menjaga-kepercayaan-dan-kemanusiaan-dalam-pelayanan-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Riendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 02:23:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248739</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, ruang publik kita sering dipenuhi berbagai berita tentang dugaan malpraktik, pelanggaran etik, konflik pelayanan kesehatan, hingga tuntutan hukum terhadap dokter dan rumah sakit. Di era media sosial, sebuah potongan informasi dapat menyebar begitu cepat, membentuk opini, memunculkan kemarahan, bahkan kadang menghadirkan penghakiman sebelum suatu peristiwa dipahami secara utuh. Situasi ini sesungguhnya menghadirkan luka di banyak sisi. Ada pasien dan keluarga yang sedang menghadapi kesedihan, kehilangan, atau rasa kecewa akibat hasil pelayanan kesehatan yang tidak sesuai harapan. Namun di sisi lain, ada pula dokter dan tenaga kesehatan yang diam-diam memikul tekanan batin yang sangat besar ketika dedikasi dan niat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menjaga-kepercayaan-dan-kemanusiaan-dalam-pelayanan-kesehatan/">Menjaga Kepercayaan dan Kemanusiaan dalam Pelayanan Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini, ruang publik kita sering dipenuhi berbagai berita tentang dugaan malpraktik, pelanggaran etik, konflik pelayanan kesehatan, hingga tuntutan hukum terhadap dokter dan rumah sakit. Di era media sosial, sebuah potongan informasi dapat menyebar begitu cepat, membentuk opini, memunculkan kemarahan, bahkan kadang menghadirkan penghakiman sebelum suatu peristiwa dipahami secara utuh.</p>



<p>Situasi ini sesungguhnya menghadirkan luka di banyak sisi. Ada pasien dan keluarga yang sedang menghadapi kesedihan, kehilangan, atau rasa kecewa akibat hasil pelayanan kesehatan yang tidak sesuai harapan. Namun di sisi lain, ada pula dokter dan tenaga kesehatan yang diam-diam memikul tekanan batin yang sangat besar ketika dedikasi dan niat baik mereka dipertanyakan di ruang publik.</p>



<p>Kita perlu memahami bahwa ketika seseorang datang ke rumah sakit, yang hadir bukan hanya persoalan medis. Ada rasa takut, harapan, kecemasan, bahkan perjuangan hidup sebuah keluarga. Dan ketika hasil yang terjadi tidak sesuai harapan, sangat wajar bila muncul emosi, pertanyaan, atau rasa kehilangan yang mendalam. Tidak ada kesedihan keluarga pasien yang boleh dianggap kecil. Setiap duka tetaplah duka yang layak dihormati dengan empati dan kemanusiaan.</p>



<p>Namun demikian, dalam menghadapi situasi seperti ini, masyarakat juga perlu menjaga kebijaksanaan dan menahan diri agar tidak terburu-buru memberikan penilaian atau serangan personal kepada dokter sebelum proses etik, disiplin profesi, dan pembuktian berjalan secara objektif. Sebab di balik jas putih itu, ada manusia biasa yang juga memiliki hati, keluarga, rasa lelah, dan ketakutan.</p>



<p>Tidak semua hasil buruk dalam pelayanan kesehatan merupakan malpraktik. Dalam dunia kedokteran terdapat risiko medis, komplikasi, keterbatasan ilmu, serta kondisi-kondisi yang kadang berada di luar kemampuan manusia. Bahkan dengan prosedur terbaik sekalipun, tidak semua pasien dapat diselamatkan. Karena itu, hukum kesehatan di Indonesia, termasuk melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, menekankan pentingnya penilaian berdasarkan standar profesi, standar pelayanan, dan mekanisme disiplin medis sebelum sebuah peristiwa disimpulkan sebagai pelanggaran atau tindak pidana.</p>



<p>Di sinilah pentingnya kehati-hatian publik dalam menyikapi suatu kasus. Ketika kemarahan dituangkan melalui hinaan, perundungan digital, penyebaran identitas tenaga kesehatan, atau penghakiman sepihak di media sosial, dampaknya sering kali jauh lebih luas daripada yang terlihat. Bukan hanya melukai individu dokter, tetapi juga menciptakan rasa takut dalam dunia pelayanan kesehatan.</p>



<p>Rasa takut inilah yang perlahan dapat memengaruhi cara dokter bekerja. Dokter menjadi terlalu khawatir mengambil keputusan medis karena takut dipersalahkan. Ada yang akhirnya memilih bermain aman secara berlebihan, melakukan pemeriksaan yang tidak perlu, atau bahkan ragu mengambil tindakan cepat dalam kondisi darurat. Fenomena ini dikenal sebagai defensive medicine, yaitu pelayanan defensif yang muncul karena ketakutan terhadap tuntutan dan tekanan publik.</p>



<p>Padahal dalam banyak keadaan, pasien justru membutuhkan dokter yang mampu mengambil keputusan dengan tenang, berani, dan fokus pada keselamatan pasien, bukan dokter yang bekerja dalam kecemasan.</p>



<p>Karena itu, menjaga suasana pelayanan kesehatan yang sehat adalah tanggung jawab bersama. Kritik tentu diperlukan. Evaluasi juga penting. Bila memang terdapat pelanggaran etik, kelalaian, atau ketidaksesuaian standar profesi, maka proses hukum dan disiplin harus berjalan dengan adil dan transparan. Tidak ada profesi yang kebal terhadap evaluasi.</p>



<p>Tetapi kritik yang disampaikan dengan empati dan penghormatan terhadap proses akan jauh lebih bermartabat daripada kemarahan yang berubah menjadi penghakiman. Kita semua perlu mengingat bahwa sebagian besar dokter memilih profesi ini karena ingin menolong orang lain. Mereka bekerja dalam tekanan yang sering kali tidak ringan: jam kerja panjang, tuntutan ketepatan keputusan, risiko kehilangan pasien, hingga beban emosional yang terus menerus.</p>



<p>Sering kali, dokter juga ikut merasa sedih ketika pasien tidak tertolong. Ada banyak dokter yang membawa pulang rasa bersalah, kelelahan, dan kesedihan yang tidak pernah terlihat oleh publik. Mereka tetap datang bekerja keesokan harinya, tetap mencoba membantu pasien berikutnya, sambil menyimpan luka batin yang mungkin tidak pernah diceritakan kepada siapa pun.</p>



<p>Karena itu, hubungan antara dokter dan pasien seharusnya tidak dibangun di atas rasa curiga dan ketakutan, melainkan di atas kepercayaan, komunikasi yang jujur, dan saling memahami keterbatasan manusia. Dokter harus terus belajar untuk lebih terbuka, lebih komunikatif, dan lebih empatik kepada pasien serta keluarga. Sebaliknya, masyarakat juga perlu memberi ruang bagi proses profesional dan tidak menjadikan media sosial sebagai tempat penghakiman sebelum fakta benar-benar jelas.</p>



<p>Kode Etik Kedokteran Indonesia mengajarkan bahwa keselamatan pasien adalah prioritas utama. Namun kode etik yang sama juga menempatkan dokter sebagai manusia yang harus dihormati martabat profesinya. Perlindungan terhadap pasien dan perlindungan terhadap tenaga medis bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya justru harus berjalan bersama demi terciptanya pelayanan kesehatan yang aman dan manusiawi.</p>



<p>Pada akhirnya, dunia kesehatan adalah ruang perjumpaan antara manusia yang sedang berharap untuk sembuh dan manusia yang berusaha menolong dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Tidak selalu semua berjalan sempurna, karena ilmu kedokteran pun memiliki batas.</p>



<p>Maka di tengah berbagai tekanan dan dinamika yang ada hari ini, kita semua perlu menjaga satu hal yang paling penting: kemanusiaan.</p>



<p>Kepada para dokter dan tenaga kesehatan, tetaplah melayani dengan hati, dengan ilmu, dan dengan integritas. Jangan biarkan rasa takut mematikan empati dan panggilan pengabdian yang selama ini menjadi dasar profesi mulia ini.</p>



<p>Dan kepada masyarakat, mari tetap mengedepankan kebijaksanaan, empati, serta penghormatan terhadap proses yang adil. Karena di balik setiap peristiwa medis, sesungguhnya tidak ada pihak yang benar-benar ingin melihat penderitaan terjadi. Semua sedang berusaha menjalani perannya masing-masing di tengah keterbatasan sebagai manusia. (*)</p>



<p>Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp. BTKV, Subsp. VE (K), Ketua IDI Cabang Padang</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menjaga-kepercayaan-dan-kemanusiaan-dalam-pelayanan-kesehatan/">Menjaga Kepercayaan dan Kemanusiaan dalam Pelayanan Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248739</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Transformasi Ketahanan Kesehatan Indonesia</title>
		<link>https://langgam.id/transformasi-ketahanan-kesehatan-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 00:30:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Teddy Yantaria Riza Lebih dari 161 ribu kematian akibat pandemi COVID-19, baik dari jumlah positif maupun terduga tertular COVID-19 di Indonesia telah memberikan pengalaman pahit tapi berharga untuk sistem ketahanan kesehatan nasional. Saat pandemi itu, umumnya rumah sakit mengalami lonjakan pasien yang drastis, kekurangan tenaga medis dan alat kesehatan. Namun di sisi lain, umumnya rumah sakit non-rujukan mengalami penurunan pasien yang berdampak terhadap aspek pembiayaan karena penurunan pendapatan (idle capacity). Salah satu kebijakan pemerintah untuk mengatasi pandemi ini, di awal 2020 dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Kemudian pada pertengahan 2020, gugus tugas tersebut dibubarkan dan diganti menjadi Satuan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/transformasi-ketahanan-kesehatan-indonesia/">Transformasi Ketahanan Kesehatan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis: Teddy Yantaria Riza</p>



<p>Lebih dari 161 ribu kematian akibat pandemi COVID-19, baik dari jumlah positif maupun terduga tertular COVID-19 di Indonesia telah memberikan pengalaman pahit tapi berharga untuk sistem ketahanan kesehatan nasional. Saat pandemi itu, umumnya rumah sakit mengalami lonjakan pasien yang drastis, kekurangan tenaga medis dan alat kesehatan. Namun di sisi lain, umumnya rumah sakit non-rujukan mengalami penurunan pasien yang berdampak terhadap aspek pembiayaan karena penurunan pendapatan (idle capacity).</p>



<p>Salah satu kebijakan pemerintah untuk mengatasi pandemi ini, di awal 2020 dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Kemudian pada pertengahan 2020, gugus tugas tersebut dibubarkan dan diganti menjadi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di bawah Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Komite tersebut kemudian dinyatakan telah berakhir masa tugasnya dan dibubarkan melalui Perpres 48/2023 pada Agustus 2023, sehingga pelaksanaan penanganan COVID-19 selanjutnya dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan.</p>



<p>Pertanyaan besarnya adalah apakah negara akan membentuk gugus tugas/ satuan tugas yang baru jika terjadi serangan pandemi selevel Covid-19 atau bahkan lebih besar di masa depan?</p>



<p>Apakah Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan sudah memiliki kapabilitas mengoordinasikan penanggulangan krisis kesehatan tingkat nasional tersebut untuk seluruh rumah sakit yang ada di wilayah nusantara saat serangan pandemi tersebut terjadi?</p>



<p>Mari kita coba bahas dasar pemikiran dan pertanyaan-pertanyaan di atas dalam perspektif Transformasi Ketahanan Kesehatan Indonesia, khususnya ketahanan kesehatan berbasis tanggap darurat pelayanan kesehatan jejaring nasional rumah sakit.</p>



<p>Konstitusi UUD 1945 menyatakan bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan yang layak. Sedangkan dalam menghadapi ancaman wabah penyakit katastropik berskala nasional, sistem fasilitas pelayanan kesehatan nasional diuji bukan hanya oleh kapasitasnya, tetapi oleh kemampuannya dalam mengelola kompleksitas secara terpadu.</p>



<p>Lebih jauh, pengalaman empiris menunjukkan bahwa permasalahan utama bukan semata keterbatasan kapasitas, melainkan: fragmentasi sistem layanan, lemahnya koordinasi antar rumah sakit, tidak terintegrasinya data secara nasional, serta ketiadaan mekanisme pengambilan keputusan berbasis komando. Akibatnya, banyak rumah sakit mengalami kelebihan beban, sementara fasilitas lain masih memiliki kapasitas yang belum dimanfaatkan secara optimal.</p>



<p>Indonesia, dengan jumlah cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per Februari 2026 yang telah mencapai 98,74% populasi atau sebanyak 284,6 juta jiwa (BPJS Kesehatan, 2026), menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Struktur sistem rumah sakit yang tersebar dan beragam, mencakup rumah sakit pemerintah pusat, pemerintah daerah, militer, kepolisian, BUMN, dan swasta menjadi kekuatan sekaligus potensi kerentanan apabila tidak dikelola dalam satu sistem terpadu.</p>



<p>Dalam konteks tersebut, muncul kebutuhan mendesak untuk mentransformasi sistem ketahanan kesehatan nasional dari sekadar jaringan layanan menjadi sebuah sistem komando terpadu yang mampu bekerja secara adaptif, real-time, dan terkoordinasi dalam menghadapi krisis berskala besar, karena dalam situasi krisis yang dibutuhkan bukan sekadar koordinasi melainkan orkestrasi dalam satu sistem komando.</p>



<p>Untuk itu, diperlukan pembentukan Sistem Komando Nasional Jejaring Rumah Sakit (SKNJRS), yaitu suatu standing system yang bersifat permanen dan dapat diaktifkan secara penuh dalam kondisi darurat kesehatan nasional serta dibangun di atas prinsip; unity of command, integrasi lintas sektor, pengambilan keputusan berbasis data real-time, serta kombinasi antara otoritas sipil dan kapasitas operasional militer.</p>



<p>Rasionalisasi efektifitas dari sistem komando terpadu tersebut tentunya jika jejaring rumah sakit nasionalnya terdiri dari semua rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yaitu sebanyak 3,189 rumah sakit (per Februari 2026), yang terdiri dari rumah sakit pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta.</p>



<p>Adapun Desain Arsitektur SKNJRS yang direkomendasikan berdasarkan kondisi eksisting saat ini terdiri dari struktur organisasi dan markas komando.</p>



<p>Struktur organisasi pada tingkat strategis, Presiden berperan sebagai penentu status darurat kesehatan nasional, didukung oleh komite pengarah lintas kementerian. Untuk organ teknis yang bertanggung-jawab langsung kepada Presiden, dibentuk Satuan Komando Darurat Kesehatan Nasional (SKDKN) sebagai pengendali utama operasional organisasinya, sehingga BNPB mengelola seluruh bencana nasional kecuali sektor kesehatan.</p>



<p>Penggunaan terminology “satuan komando” karena untuk kondisi krisis dibutuhkan sistem organisasi taktis yang lebih efektif sebagai salah satu bentuk implementasi kegiatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di sektor kesehatan.</p>



<p>Sebagai markas komando utama SKDKN, rumah sakit rujukan nasional RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo menjadi kandidat paling rasional, mengingat posisinya sebagai pusat layanan kesehatan tertinggi dalam sistem nasional. Namun, untuk memastikan efektivitas operasional dalam situasi krisis, diperlukan dukungan kapasitas markas komando taktis dari institusi militer, yaitu RSPAD Gatot Soebroto.</p>



<p>Pendekatan model hybrid command ini menggabungkan legitimasi sipil dengan efektivitas eksekusi militer. Di bawah satuan komando nasional, dibentuk satuan komando sektoral yang mewakili klaster utama rumah sakit masing-masing yaitu, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan BUMN. Namun untuk operasional taktis lapangan ditetapkan satuan komando regional dan rumah sakit markas komando regional yang bertanggung jawab atas implementasi operasional seluruh rumah sakit di wilayah masing-masing termasuk rumah sakit swasta.</p>



<p>Kunci keberhasilan sistem komando ini terletak pada kemampuan dalam mengelola informasi secara real-time. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan: sistem dashboard nasional, integrasi data seluruh rumah sakit, sistem pemantauan kapasitas tempat tidur dan ICU, serta analitik prediktif berbasis data.</p>



<p>Dalam konteks ini, pembentukan unit seperti Strategic Risk Intelligence Unit (SRIU) menjadi krusial sebagai “otak sistem” yang mampu memberikan peringatan dini dan rekomendasi strategis berbasis data kepada Kepala SKDKN.</p>



<p>Transformasi menuju SKNJRS akan menghasilkan dua dampak strategis yaitu jangka pendek dan jangka Panjang. Dalam jangka pendek, sistem ini akan meningkatkan kecepatan dan efektivitas respons terhadap krisis, menurunkan angka fatalitas, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.</p>



<p>Dalam jangka panjang, sistem ini akan menjadi fondasi bagi terbentuknya ketahanan kesehatan nasional yang tidak hanya responsif terhadap pandemi, tetapi juga adaptif terhadap berbagai bentuk ancaman ketahanan kesehatan nasional terutama terhadap potensi isu biodefense dan biosecurity global di masa depan. Lebih jauh, sistem ini akan mengubah paradigma pengelolaan rumah sakit dari sekadar penyedia layanan menjadi bagian dari suatu sistem strategis nasional berbasis jaringan dan operasi sistemik.</p>



<p>Ancaman ketahanan kesehatan nasional dimasa depan berupa krisis kesehatan berskala nasional tidak dapat dihadapi dengan pendekatan biasa. Dibutuhkan lompatan paradigma dalam cara negara merancang dan mengelola sistem ketahanan kesehatan nasional itu sendiri. Indonesia bisa saja dinilai oleh pihak asing kekurangan rumah sakit, namun faktanya yang belum dimiliki hari ini adalah sistem yang mampu membuat seluruh rumah sakit tersebut bekerja sebagai satu kesatuan.</p>



<p>Pembentukan Sistem Komando Nasional Jejaring Rumah Sakit (SKNJRS) bukan hanya sebuah opsi kebijakan, melainkan sebuah kebutuhan strategis untuk memastikan terjadinya Transformasi Ketahanan Kesehatan Indonesia, sehingga dalam menghadapi krisis kesehatan di masa depan, negara hadir dengan kapabilitas penuh, terkoordinasi, adaptif dan tangguh. (*)</p>



<p>Teddy Yantaria Riza, Anggota Perdokmil</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/transformasi-ketahanan-kesehatan-indonesia/">Transformasi Ketahanan Kesehatan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245762</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Reformasi Pengawasan Rumah Sakit</title>
		<link>https://langgam.id/reformasi-pengawasan-rumah-sakit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 05:10:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=244053</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Teddy Yantaria Riza Ada yang menarik dari beredarnya Keppres Nomor 17/P Tahun 2026 yang mengatur tentang pemberhentian dan pengangkatan dewan pengawas serta direksi BPJS Kesehatan untuk periode 2026–2031. Setidaknya, profil direktur utama dan ketua dewan pengawas memberikan sinyalemen kebijakan strategis sekaligus target kinerja terukur yang ditugaskan oleh presiden kepada entitas BPJS Kesehatan, di saat kehebohan ruang publik dalam sebulan terakhir. Tantangan dan beban berat keberlanjutan BPJS Kesehatan dalam memikul amanat pelayanan JKN terutama cakupan jumlah peserta diikuti dengan resiko exposure fiskal program yang signifikan, merupakan amanah yang dipercayakan oleh presiden kepada para direksi dan dewan pengawas yang baru. Kebijakan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/reformasi-pengawasan-rumah-sakit/">Reformasi Pengawasan Rumah Sakit</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Penulis: Teddy Yantaria Riza</strong></p>



<p>Ada yang menarik dari beredarnya Keppres Nomor 17/P Tahun 2026 yang mengatur tentang pemberhentian dan pengangkatan dewan pengawas serta direksi BPJS Kesehatan untuk periode 2026–2031. Setidaknya, profil direktur utama dan ketua dewan pengawas memberikan sinyalemen kebijakan strategis sekaligus target kinerja terukur yang ditugaskan oleh presiden kepada entitas BPJS Kesehatan, di saat kehebohan ruang publik dalam sebulan terakhir.</p>



<p>Tantangan dan beban berat keberlanjutan BPJS Kesehatan dalam memikul amanat pelayanan JKN terutama cakupan jumlah peserta diikuti dengan resiko <em>exposure </em>fiskal program yang signifikan, merupakan amanah yang dipercayakan oleh presiden kepada para direksi dan dewan pengawas yang baru.</p>



<p>Kebijakan strategis penetapan kepengurusan tersebut tentunya berdasarkan analisis karakteristik BPJS Kesehatan, antara lain meliputi; cakupan layanan nasional, interaksi langsung dengan APBN (PBI dan dukungan fiskal), sensitivitas persepsi publik, ketergantungan pada peserta aktif, hingga resiko inflasi medis dan moral hazard.</p>



<p>Melihat komposisi dan profil direksi terpilih, seharusnya isu-isu strategis di atas bisa diatasi melalui kepemimpinan para anggota direksi di bawah komando direktur utama. Profil direktur utama dan ketua dewan pengawas yang berasal dari latar belakang praktisi dan akademisi klinis serta manajemen, setidaknya memiliki peluang positif bahwa tugas dan fungsi koordinasi hingga kolaborasi organisasi berpotensi diselenggarakan dengan lebih baik, antara direksi dan dewan pengawas.</p>



<p>Namun karena pelaksanaan fungsi BPJS Kesehatan melibatkan banyak pihak, maka insiden sinkronisasi data peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan serta potensi insiden lainnya dimasa depan tetap merupakan resiko langsung yang dialami oleh faskes terutama rumah sakit sebagai pelaksana layanan. Maka berdasarkan kondisi lapangan tersebut, tata kelola pengawasan rumah sakit harus diperkuat, bukan hanya pengawasan bersifat kuratif, namun lebih ke arah preventif.</p>



<p>Reformasi paradigma dewan pengawas rumah sakit sebagai organ utama pengawasan tata kelola rumah sakit, merupakan peluang strategis untuk percepatan perkuatan kinerja rumah sakit yang bisa lebih adaptif terhadap dinamika pelayanan kesehatan terutama dari aspek pembiayaan dalam rangka menjaga kendali mutu pelayanan kesehatan. Permasalahan ini merupakan prioritas pembahasan tulisan ini karena pembiayaan utama rumah sakit saat ini secara umum bersumber dari klaim BPJS Kesehatan.</p>



<p>Ditargetkan dengan adanya reformasi organisasi dewan pengawas rumah sakit melalui sinkronisasi pengawasan BPJS Kesehatan, maka dewan pengawas rumah sakit mampu melakukan pengawasan preventif yang lebih baik untuk menunjang keberlanjutan pembiayaan rumah sakit secara parsial hingga nasional melalui program JKN.</p>



<p>Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2014, mengatur bahwa; Dewan Pengawas berfungsi sebagai governing body Rumah Sakit dalam melakukan pembinaan dan pengawasan nonteknis perumahsakitan secara internal di Rumah Sakit.</p>



<p>Sedangkan menurut The Australian Commission on Safety and Quality in Health Care menyebutkan bahwa governing body rumah sakit bertanggung jawab untuk mengawasi organisasi dan pengambilan keputusan strategis untuk keselamatan dan mutu pelayanan.</p>



<p>Berdasarkan dua buah referensi di atas maka, dewan pengawas rumah sakit selaku <em>governing body </em>adalah pihak yang bertanggung-jawab penuh kepada pemilik dan para pihak pemangku kepentingan terhadap pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan tata kelola rumah sakit.</p>



<p>Konsekuensinya dewan pengawas selaku governing body adalah organ yang bertanggung jawab atas keputusan dan kinerja organisasi sebuah entitas rumah sakit sebagai penyedia layanan publik (umum) di bidang kesehatan.</p>



<p>“Sehingga dewan pengawas rumah sakit harusnya terdiri dari para individu yang berperan sebagai pengendali utama dan bertanggung jawab kepada para pihak pemangku kepentingan pelayanan kesehatan di rumah sakit.”</p>



<p>Untuk mewujudkan pendekatan latar belakang dan analisis di atas maka dalam rangka perkuatan fungsi dewan pengawas rumah sakit selaku governing body, komposisi anggota dewan pengawas rumah sakit seharusnya mengikuti komposisi anggota dewan pengawas BPJS Kesehatan yaitu terdiri dari; unsur pekerja, unsur pemerintah, unsur pemberi kerja, dan unsur tokoh masyarakat.</p>



<p>Dikarenakan organisasi rumah sakit memiliki dua bagian yang terpisah yaitu administrasi klinis dan administrasi rumah sakit, maka untuk unsur pekerja merupakan perwakilan tenaga professional klinis dan unsur pemberi kerja (pemodal) harus memiliki kompetensi/tenaga professional administratif/manajemen rumah sakit. Khusus untuk rumah sakit pemerintah harus memiliki unsur pemerintah sebagai anggota dewan pengawas.</p>



<p>Jika jumlah minimal anggota dewan pengawas rumah sakit adalah 3 (tiga) orang, maka untuk rumah sakit swasta (private) anggotanya terdiri dari; unsur pemberi kerja, unsur pekerja, dan unsur tokoh masyarakat. Sebaliknya untuk rumah sakit milik pemerintah anggotanya terdiri dari; unsur pemerintah, unsur pekerja, dan unsur tokoh masyarakat.</p>



<p>Berdasarkan komposisi anggota dewan pengawas tersebut di atas, maka rumah sakit kelas D minimal memiliki anggota dewan pengawas 3 (tiga) orang. Sedangkan untuk rumah sakit dengan klasifikasi lebih tinggi memiliki jumlah anggota dewan pengawas sesuai kebutuhan dan analisis kemampuan keuangan masingmasing.</p>



<p>Penyesuaian komposisi anggota dewan pengawas rumah sakit sebagai kegiatan utama Program Reformasi Pengawasan Rumah Sakit, ditargetkan mampu memperkuat koordinasi dan sinkronisasi lintas sektoral layanan kesehatan nasional, khususnya untuk menunjang keberlangsungan program JKN oleh BPJS Kesehatan, disamping merupakan upaya untuk Optimalisasi Struktur dan Fungsi Dewan Pengawas masing-masing rumah sakit secara parsial.</p>



<p>Selamat bertugas kepada para direksi dan dewan pengawas BPJS Kesehatan periode masa jabatan 2026-2031, semoga amanah dan selalu mampu menjaga integritas profesionalisme serta sikap kesatria dalam menjalankan tugas yang telah diberikan oleh negara. (*)</p>



<p><em>Teddy Yantaria Riza, Anggota Perdokmil</em></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/reformasi-pengawasan-rumah-sakit/">Reformasi Pengawasan Rumah Sakit</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">244053</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pria Susah Ereksi, Apa Bisa Disembuhkan ?</title>
		<link>https://langgam.id/pria-susah-ereksi-apa-bisa-disembuhkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 03:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=237241</guid>

					<description><![CDATA[<p>LanggamInfo &#8211; Banyak pria enggan membicarakan masalah yang satu ini kesulitan mempertahankan ereksi saat berhubungan intim. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang serius.  Dalam dunia medis, gangguan ini dikenal dengan istilah Impotensi, atau disfungsi ereksi. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diobati dengan pendekatan yang tepat, apalagi jika kamu berkonsultasi di tempat terpercaya seperti Klinik Utama Pandawa, klinik spesialis yang berpengalaman menangani masalah kesehatan seksual pria di Jakarta. Penyebab Pria Susah Ereksi Impotensi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisik maupun psikologis. Tidak selalu karena usia, tetapi sering kali karena gaya hidup, stres, atau kondisi medis tertentu.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pria-susah-ereksi-apa-bisa-disembuhkan/">Pria Susah Ereksi, Apa Bisa Disembuhkan ?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>LanggamInfo</strong> &#8211; Banyak pria enggan membicarakan masalah yang satu ini kesulitan mempertahankan ereksi saat berhubungan intim. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang serius. </p>



<p>Dalam dunia medis, gangguan ini dikenal dengan istilah <a href="https://klinikpandawa.com/spesialis-andrologi-jakarta/impotensi/">Impotensi</a>, atau disfungsi ereksi. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diobati dengan pendekatan yang tepat, apalagi jika kamu berkonsultasi di tempat terpercaya seperti <a href="https://klinikpandawa.com/">Klinik Utama Pandawa</a>, klinik spesialis yang berpengalaman menangani masalah kesehatan seksual pria di Jakarta.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-penyebab-pria-susah-ereksi"><strong>Penyebab Pria Susah Ereksi</strong></h2>



<p>Impotensi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisik maupun psikologis. Tidak selalu karena usia, tetapi sering kali karena gaya hidup, stres, atau kondisi medis tertentu.</p>



<p>Berikut beberapa penyebab umum yang perlu diketahui:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-1-gangguan-aliran-darah-ke-penis"><strong>1. Gangguan Aliran Darah ke Penis</strong></h3>



<p>Salah satu penyebab paling umum dari impotensi adalah aliran darah yang tidak lancar ke penis. Hal ini bisa disebabkan oleh aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-2-gangguan-saraf"><strong>2. Gangguan Saraf</strong></h3>



<p>Saraf yang mengontrol ereksi bisa terganggu akibat penyakit seperti <strong>diabetes</strong>, cedera tulang belakang, atau komplikasi operasi prostat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-3-masalah-hormon"><strong>3. Masalah Hormon</strong></h3>



<p>Kadar hormon testosteron yang rendah dapat memengaruhi gairah dan kemampuan ereksi pria.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-4-faktor-psikologis"><strong>4. Faktor Psikologis</strong></h3>



<p>Stres, kecemasan, rasa bersalah, depresi, atau hubungan yang tidak harmonis juga bisa membuat pria sulit ereksi meski kondisi fisiknya sehat.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-5-gaya-hidup-tidak-sehat"><strong>5. Gaya Hidup Tidak Sehat</strong></h3>



<p>Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang olahraga, dan pola makan buruk dapat memperburuk fungsi ereksi.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-gejala-umum-impotensi"><strong>Gejala Umum Impotensi</strong></h2>



<p>Ciri utama impotensi adalah ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi. Namun, ada beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Ereksi tidak sekeras biasanya</li>



<li>Ereksi hanya berlangsung singkat</li>



<li>Tidak bisa ereksi sama sekali meski ada rangsangan</li>



<li>Penurunan gairah seksual</li>



<li>Perasaan frustasi atau cemas saat akan berhubungan intim</li>
</ul>



<p><strong>Pengobatan Impotensi</strong></p>



<p>Berikut beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan di Klinik Utama Pandawa:</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-1-terapi-obat"><strong>1. Terapi Obat</strong></h3>



<p>Dokter dapat meresepkan obat oral seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), atau vardenafil (Levitra) untuk membantu meningkatkan aliran darah ke penis.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-2-terapi-hormon"><strong>2 Terapi Hormon</strong></h3>



<p>Jika kadar testosteron rendah, dokter dapat memberikan terapi penggantian hormon dalam bentuk suntikan, gel, atau tablet.</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-3-prosedur-bedah-implan-penis"><strong>3. Prosedur Bedah (Implan Penis)</strong></h3>



<p>Untuk kasus berat yang tidak merespons terapi lain, dokter bisa merekomendasikan implan penis. Prosedur ini memungkinkan pasien mendapatkan ereksi dengan bantuan perangkat medis kecil di dalam penis.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-apakah-impotensi-bisa-disembuhkan-total"><strong>Apakah Impotensi Bisa Disembuhkan Total?</strong></h2>



<p>Bisa! Namun, tingkat keberhasilan tergantung pada penyebabnya dan seberapa cepat pasien mendapatkan perawatan. Jika penyebabnya adalah faktor gaya hidup atau stres, kemungkinan besar bisa pulih sepenuhnya dengan perubahan perilaku dan terapi ringan.</p>



<p>Sementara jika disebabkan oleh kondisi medis seperti diabetes atau gangguan pembuluh darah, pengobatan mungkin bersifat jangka panjang tetapi tetap efektif untuk menjaga fungsi seksual.</p>



<p><strong>Klinik Pengobatan Impotensi</strong></p>



<p>Klinik Utama Pandawa bukan sekadar tempat pengobatan biasa. Klinik ini dikenal sebagai pusat kesehatan seksual dan reproduksi terpercaya di Jakarta, dengan layanan profesional yang mengutamakan privasi pasien.</p>



<p>Klinik ini memiliki tim dokter berpengalaman yang telah menangani ratusan kasus impotensi dengan hasil yang memuaskan.</p>



<p>Setiap pasien akan mendapatkan konsultasi personal, pemeriksaan menyeluruh, serta rencana terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan unik masing-masing individu.</p>



<p>Selain menangani impotensi, Klinik Utama Pandawa juga memiliki layanan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Spesialis Andrologi</li>



<li>Spesialis Kulit &amp; Kelamin</li>



<li>Spesialis Ginekologi</li>



<li>Spesialis Estetika dan Anti-Aging</li>



<li>Spesialis Bedah Umum &amp; Plastik</li>



<li>Spesialis Gigi &amp; Mulut</li>
</ul>



<p>Klinik Utama Pandawa membuka layanan konsultasi kulit dan kelamin setiap hari dengan jam operasional fleksibel untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sibuk. Anda dapat menghubungi klinik melalui alamat di Gedung Baja Tower B, Lt. GF2, Jl. Pangeran Jayakarta No.55, Jakarta Pusat. 10730.<br>dengan Kontak WhatsApp: 0811-742-777 (Konsultasi Online) dan laman www.klinikpandawa.com </p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pria-susah-ereksi-apa-bisa-disembuhkan/">Pria Susah Ereksi, Apa Bisa Disembuhkan ?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">237241</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sunway Medical Centre Gelar Bincang Sehat di Padang, Bahas Solusi Lutut, Osteoporosis, dan Teknologi Bedah Robotik</title>
		<link>https://langgam.id/sunway-medical-centre-gelar-bincang-sehat-di-padang-bahas-solusi-lutut-osteoporosis-dan-teknologi-bedah-robotik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 23:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=231443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id– Sunway Medical Centre dari Sunway City Kuala Lumpur, bekerja sama dengan Call Medis dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Barat, sukses menyelenggarakan acara bincang sehat bertajuk &#8220;Kenali Sakit Lutut, Osteoporosis, dan Bedah Robotik&#8221; pada 2 Agustus 2025 di Padang. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama mereka yang mencari solusi atas masalah nyeri lutut, gangguan tulang, serta ingin mengetahui kemajuan terbaru dalam dunia bedah ortopedi. Acara ini tidak hanya memberikan edukasi medis, tetapi juga membuka ruang diskusi langsung dengan para ahli, menjadikannya momen berharga bagi peserta. Pembicara utama dalam acara ini adalah Dr. Suresh A/L George V</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sunway-medical-centre-gelar-bincang-sehat-di-padang-bahas-solusi-lutut-osteoporosis-dan-teknologi-bedah-robotik/">Sunway Medical Centre Gelar Bincang Sehat di Padang, Bahas Solusi Lutut, Osteoporosis, dan Teknologi Bedah Robotik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong>– Sunway Medical Centre dari Sunway City Kuala Lumpur, bekerja sama dengan Call Medis dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Barat, sukses menyelenggarakan acara bincang sehat bertajuk <em>&#8220;Kenali Sakit Lutut, Osteoporosis, dan Bedah Robotik&#8221;</em> pada 2 Agustus 2025 di Padang.</p>



<p>Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama mereka yang mencari solusi atas masalah nyeri lutut, gangguan tulang, serta ingin mengetahui kemajuan terbaru dalam dunia bedah ortopedi. Acara ini tidak hanya memberikan edukasi medis, tetapi juga membuka ruang diskusi langsung dengan para ahli, menjadikannya momen berharga bagi peserta.</p>



<p>Pembicara utama dalam acara ini adalah Dr. Suresh A/L George V Nainan, seorang ahli bedah ortopedi, trauma, artroplasti, dan bedah robotik dari Sunway Medical Centre, Kuala Lumpur. Dalam presentasinya, Dr. Suresh mengulas berbagai keluhan umum pada lutut, termasuk osteoartritis, robekan tulang rawan, dan cedera ligamen. Ia juga memaparkan bagaimana mengenali tanda-tanda awal gangguan lutut dan pentingnya penanganan sedini mungkin.</p>



<p>Menariknya, Dr. Suresh turut memperkenalkan teknologi bedah robotik terkini, seperti sistem Mako dan ROSA, yang kini digunakan dalam prosedur bedah ortopedi untuk memberikan hasil yang lebih presisi dan pemulihan lebih cepat.</p>



<p>Tak hanya membahas soal lutut, Dr. Suresh juga mengangkat isu osteoporosis, penyakit tulang yang kerap tidak menunjukkan gejala hingga terjadi patah tulang. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan dini dan gaya hidup sehat untuk mencegah dampak jangka panjang dari kondisi ini.</p>



<p>Sunway Medical Centre sendiri merupakan salah satu rumah sakit swasta terbesar di Malaysia, dengan kapasitas hampir 810 kamar yang akan diperluas menjadi 1.100 kamar. Terletak di kota mandiri Bandar Sunway, rumah sakit ini dikenal sebagai pusat layanan kesehatan terkemuka yang ramah bagi pasien internasional, dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, termasuk akomodasi terjangkau.</p>



<p>Didukung oleh sekitar 350 dokter spesialis, termasuk 26 ahli ortopedi dengan subspesialisasi beragam (termasuk ortopedi anak), Sunway Medical Centre telah mendapat pengakuan internasional. Pada tahun 2025, rumah sakit ini dinobatkan sebagai rumah sakit terbaik untuk pengobatan tulang di Asia versi Newsweek, serta menduduki peringkat pertama di Malaysia dan peringkat 193 dari 250 rumah sakit terbaik dunia.</p>



<p>Melalui program seperti ini, Sunway Medical Centre berharap masyarakat Indonesia, termasuk di luar kota-kota besar seperti Surabaya, semakin menyadari pentingnya kesehatan tulang dan mendapatkan akses informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan medis yang lebih baik.</p>



<p>Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Call Medis di 08116617617 atau kunjungi situs resmi di www.sunwaymedicalinternational.com.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sunway-medical-centre-gelar-bincang-sehat-di-padang-bahas-solusi-lutut-osteoporosis-dan-teknologi-bedah-robotik/">Sunway Medical Centre Gelar Bincang Sehat di Padang, Bahas Solusi Lutut, Osteoporosis, dan Teknologi Bedah Robotik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231443</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pahami Pentingnya MCU dan Manfaatnya untuk Tubuh</title>
		<link>https://langgam.id/pahami-pentingnya-mcu-dan-manfaatnya-untuk-tubuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2025 02:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=225348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; MCU (Medical Check-Up) merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan seseorang. MCU memiliki banyak manfaat untuk mengetahui kesehatan tubuh. &#8220;Banyak sekali manfaat jika melakukan MCU, diantaranya; dapat megetahui kondisi kesehatan pasien saat ini, dapat mengetahui potensi masalah kesehatan yang akan muncul dikemudian hari sehingga dapat mencegah terjadinya suatu penyakit,&#8221; kata Manager Layanan Poliklinik &#38; MCU Semen Padang Hospital (SPH), dr. Suciliani Deyosky, dikutip Selasa (22/4/2025). Ia mengatakan, selain hal itu, MCU juga bermanfaat dalam mendiagnosa penyakit yang tidak menimbulkan gejala, diagnosa dini penyakit, mencegah timbulnya komplikasi, dan menghemat biaya untuk perawatan kesehatan. Disisi lain, dr. Suci</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pahami-pentingnya-mcu-dan-manfaatnya-untuk-tubuh/">Pahami Pentingnya MCU dan Manfaatnya untuk Tubuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; MCU (Medical Check-Up) merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan seseorang. MCU memiliki banyak manfaat untuk mengetahui kesehatan tubuh.</p>



<p>&#8220;Banyak sekali manfaat jika melakukan MCU, diantaranya; dapat megetahui kondisi kesehatan pasien saat ini, dapat mengetahui potensi masalah kesehatan yang akan muncul dikemudian hari sehingga dapat mencegah terjadinya suatu penyakit,&#8221; kata Manager Layanan Poliklinik &amp; MCU Semen Padang Hospital (SPH), dr. Suciliani Deyosky, dikutip Selasa (22/4/2025).</p>



<p>Ia mengatakan, selain hal itu, MCU juga bermanfaat dalam mendiagnosa penyakit yang tidak menimbulkan gejala, diagnosa dini penyakit, mencegah timbulnya komplikasi, dan menghemat biaya untuk perawatan kesehatan.</p>



<p>Disisi lain, dr. Suci mengatakan, jika tidak melakukan MCU, kita jadi tidak mengetahui kondisi kesehatan terkini. &#8220;Akibatnya apabila memiliki penyakit yang tidak menimbulkan gejala maka akan beresiko untuk terjadi kondisi berbahaya / komplikasi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Menurutnya, MCU dapat meningkatkan semangat sehat seseorang dengan memberikan kesadaran akan kondisi kesehatan saat ini dan memotivasi pasien untuk dapat mempertahankan kesehatannya. &#8220;Sebaiknya MCU dilakukan secara berkala, minimal satu tahun sekali agar kondisi kesehatan kita terpantau dengan baik,&#8221; paparnya.</p>



<p>dr. Suci mengingatkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan MCU, diantaranya:</p>



<p>1.⁠ ⁠Puasa. Jika diperlukan, pastikan berpuasa sesuai dengan instruksi dokter</p>



<p>2.⁠ ⁠Menginformasikan setiap gejala yang dirasakan dan memberitahu dokter riwayat serta faktor resiko kesehatan secara jujur</p>



<p>Jika Anda melaksanakan MCU di SPH, sebaiknya pasien terlebih dahulu sudah mengetahui apa saja persyaratan yang dilakukan sebelum dilakukan pemeriksaan.</p>



<p>SPH juga menyediakan berbagai macam paket untuk MCU. MCU di SPH merupakan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatan serta deteksi dini untuk mengetahui adanya gangguan kesehatan yang kemungkinan berkembang menjadi penyakit serius. Harga per paket untuk MCU mulai dari Rp597.000,- dengan syarat dan ketentuan berlaku.</p>



<p>Untuk paket yang ditawarkan ada beragam yang bisa Anda pilih dan cocok dengan Anda. Paket itu yakni Simple Medical Check up, corporate type screening, standar medical check up, pre employement medical check up, silver medical check up, gold medical cehcek up, diamond medical check up, dan platinum medical check up. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi 08116618826 (Silvia). (*/fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pahami-pentingnya-mcu-dan-manfaatnya-untuk-tubuh/">Pahami Pentingnya MCU dan Manfaatnya untuk Tubuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225348</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Lebaran, RSUP M Djamil Pastikan Siaga 24 Jam dan Poliklinik Tetap Buka</title>
		<link>https://langgam.id/libur-lebaran-rsup-m-djamil-pastikan-siaga-24-jam-dan-poliklinik-tetap-buka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 01:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=224750</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil di Kota Padang, rumah sakit rujukan wilayah Sumatera Bagian Tengah, memastikan kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama libur dan cuti bersama Lebaran 2025 atau Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Tim medis, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien selama masa libur Lebaran. &#8220;RSUP Dr. M. Djamil tetap melayani pasien melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang seperti biasa akan siaga 24 jam. Pelayanan IGD dilaksanakan oleh DPJP onsite (DPJP berada di IGD sesuai jadwal) agar pelayanan dapat diberikan secara optimal,&#8221; kata Direktur Utama RSUP Dr. M.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/libur-lebaran-rsup-m-djamil-pastikan-siaga-24-jam-dan-poliklinik-tetap-buka/">Libur Lebaran, RSUP M Djamil Pastikan Siaga 24 Jam dan Poliklinik Tetap Buka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil di Kota Padang, rumah sakit rujukan wilayah Sumatera Bagian Tengah, memastikan kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama libur dan cuti bersama Lebaran 2025 atau Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. </p>



<p>Tim medis, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien selama masa libur Lebaran.</p>



<p>&#8220;RSUP Dr. M. Djamil tetap melayani pasien melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang seperti biasa akan siaga 24 jam. Pelayanan IGD dilaksanakan oleh DPJP onsite (DPJP berada di IGD sesuai jadwal) agar pelayanan dapat diberikan secara optimal,&#8221; kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, Rabu (26/3/2025).</p>



<p>Selain IGD yang siaga 24 jam, RSUP Dr. M. Djamil juga membuka pelayanan poliklinik pada 2, 3, 4, dan 7 April 2025 di ruang transit IGD. Pelayanan ini ditujukan untuk melayani pasien non-emergency, baik pasien yang datang sendiri maupun rujukan.</p>



<p>&#8220;Poliklinik yang dibuka selama cuti Lebaran yakni poliklinik bedah, anak, obgyn, penyakit dalam, dan jantung,&#8221; tutur Dovy.</p>



<p>Sumber daya yang dilibatkan dalam pelayanan poliklinik meliputi dokter spesialis (dinas oncall), dokter umum, petugas registrasi, dua orang perawat, dan petugas farmasi.</p>



<p>Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menekankan bahwa pihaknya akan terus siaga memberikan pelayanan kesehatan terbaik selama masyarakat menjalani liburan panjang. Namun, masyarakat diharapkan tetap menjaga kesehatan dan berhati-hati selama berlibur.</p>



<p>&#8220;Seluruh pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil baru akan kembali berjalan normal seperti biasa setelah libur Lebaran pada hari Selasa, tanggal 8 April 2025,&#8221; tukasnya.</p>



<p>Dengan kesiapan pelayanan yang optimal, RSUP Dr. M. Djamil berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan selama libur Lebaran 2025. (*/fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/libur-lebaran-rsup-m-djamil-pastikan-siaga-24-jam-dan-poliklinik-tetap-buka/">Libur Lebaran, RSUP M Djamil Pastikan Siaga 24 Jam dan Poliklinik Tetap Buka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224750</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berikut Tips Puasa Sehat dan Bugar</title>
		<link>https://langgam.id/berikut-tips-puasa-sehat-dan-bugar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2025 16:26:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=222936</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Menjaga kesehatan tubuh saat berpuasa sangat penting, terutama ketika cuaca tidak menentu —terkadang hujan, terkadang panas terik. Salah satu kunci utama adalah menjaga asupan cairan dengan memperbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka, agar tubuh tetap terhidrasi. Terkait bagaimana menjaga kesehatan selama berpuasa ini, Dokter Sri Angraeni FINASIM dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang menyampaikan enam tips sehat dan bugar selama bulan Ramadan. Dikutip dari Kominfo Padang Panjang, Minggu (2/3/2025), Dokter Sri menyebutkan, khusus bagi yang memiliki penyakit tertentu seperti diabetes mellitus (sakit gula), hipertensi, penyakit saluran cerna, penyakit jantung atau penyakit kronis lainnya, harus</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berikut-tips-puasa-sehat-dan-bugar/">Berikut Tips Puasa Sehat dan Bugar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Menjaga kesehatan tubuh saat berpuasa sangat penting, terutama ketika cuaca tidak menentu —terkadang hujan, terkadang panas terik. Salah satu kunci utama adalah menjaga asupan cairan dengan memperbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka, agar tubuh tetap terhidrasi.</p>



<p>Terkait bagaimana menjaga kesehatan selama berpuasa ini, Dokter Sri Angraeni FINASIM dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang menyampaikan enam tips sehat dan bugar selama bulan Ramadan.</p>



<p>Dikutip dari Kominfo Padang Panjang, Minggu (2/3/2025), Dokter Sri menyebutkan, khusus bagi yang memiliki penyakit tertentu seperti diabetes mellitus (sakit gula), hipertensi, penyakit saluran cerna, penyakit jantung atau penyakit kronis lainnya, harus berkonsultasi dengan dokter yang menangani.</p>



<p>“Hal ini guna mengetahui apakah dengan kondisi penyakit itu memungkinkan untuk tetap berpuasa. Juga guna mengetahui apakah ada perubahan cara makan obat atau perubahan dosis obat, agar puasa yang dilakukan berjalan lancar,” jelasnya.</p>



<p>Adapun yang perlu diperhatikan agar tetap sehat dan bugar saat berpuasa, kata Sri, pertama, penuhi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi.</p>



<p>“Saat berpuasa, kita membutuhkan cairan yang cukup. Jadi manfaatkan waktu antara berbuka dan sahur untuk memenuhi kebutuhan minum, kurang lebih dua liter sehari. Pola minum dapat mengikuti pola 2-4-2, dua gelas saat berbuka, empat gelas antara berbuka dan sahur, dua gelas saat sahur,” sebutnya seraya mengingatkan untuk menghindari terlalu banyak meminum teh atau kopi karena mengandung kafein yang bersifat diuretik sehingga cairan lebih banyak dikeluarkan lewat urin.</p>



<p>Tips kedua, kata Sri, berkaitan dengan pola makan sahur yang baik. Jangan meninggalkan makan sahur karena penting untuk menjaga stamina selama berpuasa.</p>



<p>“Saat sahur, konsumsilah makanan yang mengandung banyak serat seperti buah dan sayur, karbohidrat kompleks seperti nasi, gandum, oatmeal atau kentang yang membuat kenyang lebih lama. Makanlah secukupnya dan hindari makanan berminyak,” ujarnya.</p>



<p>Tips ketiga berkaitan dengan pola makan berbuka yang baik. Saat berbuka usahakan untuk makan secara bertahap, jangan langsung berbuka dengan makanan berat. Berbukalah dengan air putih dan sedikit makanan manis seperti kurma. Setelah Salat Magrib atau setelah Salat Tarawih baru dilanjutkan dengan nasi dan lauk pauk.</p>



<p>“Keempat, menjaga pola tidur. Biasanya terjadi perubahan pola tidur saat Ramadan. Usahakan tidur tidak terlalu malam, karena kita akan bangun lebih cepat untuk makan sahur. Tidur yang cukup membuat badan lebih bugar,” tuturnya.</p>



<p>Kelima, tetap lakukan aktivitas fisik. Tetap lakukan aktivitas fisik seperti olahraga ringan untuk menjaga kebugaran. Pilihlah aktivitas fisik dengan intensitas rendah dan sedang seperti jalan santai, yoga atau bersepeda santai. Olahraga bisa dilakukan setelah Salat Subuh atau sebelum berbuka.</p>



<p>Terakhir, tambah Sri, menjaga kesehatan mental. Kesehatan mental yang baik akan membuat aktivitas dan ibadah Ramadan menjadi lebih bermakna. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga silaturahmi dan mengikuti kegiatan keagamaan seperti mendengar pengajian, berbagi dengan yang membutuhkan dan memperbanyak ibadah.</p>



<p>&#8220;Semoga tips ini bermanfaat untuk yang menunaikan ibadah puasa dan membuat kesehatan kita makin baik sehingga dapat beribadah secara maksimal. Ramadan tidak membuat kinerja dan produktivitas jadi berkurang, justru sebaliknya makin bersemangat dalam bekerja dan beribadah,&#8221; tutupnya. (*Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berikut-tips-puasa-sehat-dan-bugar/">Berikut Tips Puasa Sehat dan Bugar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222936</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menilik Layanan Pemeriksaan Kesehatan dengan MRI di Semen Padang Hospital</title>
		<link>https://langgam.id/menilik-layanan-pemeriksaan-kesehatan-dengan-mri-di-semen-padang-hospital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2025 23:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[SPH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=222136</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Semen Padang Hospital (SPH) sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Kota Padang memiliki beragam layanan yang dihadirkan untuk pasien, salah satunya MRI. Magnetic Resonance Imaging atau MRI merupakan pemeriksaan yang menggunakan medan magnet untuk menghasilkan gambaran dari organ dan jaringan tubuh. Supervisor Radiologi SPH, Lissa Amalia, A. Md Rad mengatakan, MRI digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit seperti tumor, cedera otak, masalah tulang belakang, kerusakan sendi, penyakit jantung, dan gangguan saraf. &#8220;Pada pemeriksaan MRI, semua organ bisa diperiksa, dibagian kepala (seperti otak), tulang belakang (seperti pembuluh darah dan tulang), perut dan panggul (hati, pankreas, ginjal, ovarium), tulang (ligamen</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menilik-layanan-pemeriksaan-kesehatan-dengan-mri-di-semen-padang-hospital/">Menilik Layanan Pemeriksaan Kesehatan dengan MRI di Semen Padang Hospital</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Semen Padang Hospital (SPH) sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Kota Padang memiliki beragam layanan yang dihadirkan untuk pasien, salah satunya MRI.</p>



<p>Magnetic Resonance Imaging atau MRI merupakan pemeriksaan yang menggunakan medan magnet untuk menghasilkan gambaran dari organ dan jaringan tubuh.</p>



<p>Supervisor Radiologi SPH, Lissa Amalia, A. Md Rad mengatakan, MRI digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit seperti tumor, cedera otak, masalah tulang belakang, kerusakan sendi, penyakit jantung, dan gangguan saraf.</p>



<p>&#8220;Pada pemeriksaan MRI, semua organ bisa diperiksa, dibagian kepala (seperti otak), tulang belakang (seperti pembuluh darah dan tulang), perut dan panggul (hati, pankreas, ginjal, ovarium), tulang (ligamen dan otot) dan lainnya,&#8221; katanya di Padang, Kamis, 13 Februari 2025.</p>



<p>Ia mengatakan, seseorang yang memerlukan pemeriksaan MRI jika mengalami cidera pada otak, nyeri tulang belakang, gangguan neurologis, dicurigai kanker dan tumor, gejala pada hati dan ginjal, dan nyeri pada tulang.</p>



<p>Lalu bagaimana alur yang bisa dilakukan oleh pasien jika ingin melakukan MRI di SPH? Berikut penjelasannya.</p>



<p>Prosedur pemeriksaan MRI :<br>1.⁠ ⁠Pasien melepaskan benda2 berupa logam<br>2.⁠ ⁠Mengganti pakaian dengan pakaian yg disediakan dari bagian radiologi RS<br>3.⁠ ⁠Pasien tidur terlentang sesuai dengan organ yg akan diperiksa<br>4.⁠ ⁠Selama pemeriksaan berlangsung, pasien tidak bergerak, jika bergerak maka gambaran yg dihasilkan<br>5.⁠ ⁠Pemeriksaan kurang lebih mulai dari 35 sampai 75 menit<br>6.⁠ ⁠Stelah pemeriksaan selesai, hasil dianalisa oleh Dokter Spesialis Radiologi, jika hasil sudah slesai akan diinfokan ke pasien untuk konsul kembali dengan Dokter Spesialis pengirimnya</p>



<p>Sebelum melakukan MRI, pasien harus mengetahui risiko-risikonya. MRI adalah prosedur yang relatif aman dan tidak menimbulkan risiko besar bagi kebanyakan orang. Tetapi ada juga beberapa resiko yg perlu diperhatikan, diantaranya :<br>•⁠ ⁠Kontraindikasi dengan implan logam. Jika kamu memiliki implan logam seperti pacemaker, pen, atau klip logam di tubuh, MRI mungkin tidak bisa dilakukan pemeriksaan MRI<br>•⁠ ⁠Kecemasan atau klaustrofobia. Mesin MRI berbentuk tabung yang sempit, kondisi ini mungkin membuat beberapa orang merasa cemas atau terjebak.<br>•⁠ ⁠Kontras dekomposisi. Jika kamu memerlukan kontras (zat pewarna) untuk meningkatkan gambar, ada kemungkinan efek samping ringan seperti reaksi alergi, meskipun ini sangat jarang terjadi.</p>



<p>Disisi lain, alur pemeriksaan yang dilakukan oleh pasien antara lain:<br>1.⁠ ⁠Pasien berobat ke Dokter Spesialis atau ke dokter umum<br>2.⁠ ⁠Membawa surat pengantar ke radiologi<br>3.⁠ ⁠Pemeriksaan yang memerlukan persiapan maka akan dilakukan di hari berikutnya<br>4.⁠ ⁠Sedangkan pemeriksaan yang tidak ada persiapan akan diusahakan di hari tersebut jika kuota pada hari itu masih tersedia, karena lamanya pemeriksaan kurang lebih 40 sampai 60 menit<br>5.⁠ ⁠Dan untuk hasil, akan diinfokan kepada pasien jika hasil sudah dibacakan oleh Dokter Spesialis Radiologi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menilik-layanan-pemeriksaan-kesehatan-dengan-mri-di-semen-padang-hospital/">Menilik Layanan Pemeriksaan Kesehatan dengan MRI di Semen Padang Hospital</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222136</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/69 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 12:59:49 by W3 Total Cache
-->