<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Keracunan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/keracunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/keracunan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 12:41:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Keracunan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/keracunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Hasil Lab Ada Bakteri Bacillus Cereus, Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasbar Berakhir Damai </title>
		<link>https://langgam.id/hasil-lab-ada-bakteri-bacillus-cereus-kasus-25-anak-keracunan-bakso-tusuk-di-pasbar-berakhir-damai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 12:35:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247992</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kasus dugaan keracunan 25 anak usai menyantap bakso tusuk yang dijual seorang pedagang gerobak, berakhir damai. Peristiwa ini terjadi di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, 15 April 2026.&#160; Meskipun hasil laboratorium uji sampel muntahan para korban ditemukan bakteri bacillus cereus, pihak keluarga korban memilih tidak perkarakan dan melaporkan pedagang bakso tusuk berinisial H (40) tersebut ke polisi. Kapolsek Sungai Beremas, AKP Elvis Susilo mengakui tidak ada satu pun keluarga korban yang membuat laporan polisi terkait peristiwa itu.&#160; “Orang tua sudah membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum,&#8221; ujar Elvis kepada Langgam.id,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hasil-lab-ada-bakteri-bacillus-cereus-kasus-25-anak-keracunan-bakso-tusuk-di-pasbar-berakhir-damai/">Hasil Lab Ada Bakteri Bacillus Cereus, Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasbar Berakhir Damai </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kasus dugaan keracunan 25 anak usai menyantap bakso tusuk yang dijual seorang pedagang gerobak, berakhir damai. Peristiwa ini terjadi di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, 15 April 2026.&nbsp;</p>



<p>Meskipun hasil laboratorium uji sampel muntahan para korban ditemukan bakteri<em> bacillus cereus</em>, pihak keluarga korban memilih tidak perkarakan dan melaporkan pedagang bakso tusuk berinisial H (40) tersebut ke polisi.</p>



<p>Kapolsek Sungai Beremas, AKP Elvis Susilo mengakui tidak ada satu pun keluarga korban yang membuat laporan polisi terkait peristiwa itu.&nbsp;</p>



<p>“Orang tua sudah membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum,&#8221; ujar Elvis kepada <strong>Langgam.id</strong>, Senin (25/5/2026).</p>



<p>Ia menjelaskan, pihak kepolisian telah melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak puskesmas setempat. Namun karena tidak ada laporan resmi dari keluarga korban, maka pedagang bakso dipulangkan ke pihak keluarganya.</p>



<p>&#8220;Tidak ada masukan laporan oleh pihak keluarga, tukang bakso sudah dipulangkan,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Elvis, keputusan untuk melanjutkan proses hukum tetap berada pada kewenangan penyidik. Namun pihak keluarga korban memilih untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.</p>



<p>&#8220;Keluarga korban memilih jalur damai,&#8221; ungkapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia, bakteri <em>bacillus cereus</em> dapat menyebabkan gejala mual, muntah hingga diare. Ia menjelaskan, bakteri ini kemungkinan kontaminasi karena penyimpanan daging yang tidak baik, mulai dari penjemputan di penggilingan sampai ke rumah.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kemudian bisa juga karena daging disimpan tidak di pendingin sampai di rumah, atau disimpan di kulkas yang suhunya kurang dingin dan tidak di freezer serta diolah pada dini hari dan pagi hari,&#8221; jelasnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Selain itu, kata Gina, wadah tempat penyimpanan daging di dalam kulkas tidak tertutup juga bisa menjadi penyebab. Termasuk, wadah penyimpanan bakso di gerobak pada kotak yang kemungkinan sudah terkontaminasi oleh bahteri.</p>



<p>&#8220;Selanjutnya proses pembakaran bakso tusuk dilakukan hanya sebentar, kemungkinan tidak membunuh bahteri. Serta makanan yang disiapkan dibungkus menggunakan plastik dalam keadaan masih panas, dan sudah terkontaminasi oleh bahteri,&#8221; katanya.&nbsp;</p>



<p>Lanjut Gina, Dinas Kesehatan Pasaman Barat akan memberikan penyuluhan kepada pedagang bakso bakar tusuk tentang keamanan pangan dan tatalaksana pengolahan makanan. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami berikan pembinaan kepada pedagang mulai dari bagaimana pemilihan bahan baku, proses pemasakan, pendistribusian, dan penyimpanan makanan. Selanjutnya, pembinaan tentang hygiene sanitasi makanan serta penjamah makanan oleh seksi penyehatan,&#8221; imbuhnya. <strong>(WAN)</strong>&nbsp;</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hasil-lab-ada-bakteri-bacillus-cereus-kasus-25-anak-keracunan-bakso-tusuk-di-pasbar-berakhir-damai/">Hasil Lab Ada Bakteri Bacillus Cereus, Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasbar Berakhir Damai </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247992</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Update Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Hasil Lab Ditemukan Bakteri Bacillus Cereus</title>
		<link>https://langgam.id/update-kasus-25-anak-keracunan-bakso-tusuk-di-pasaman-barat-hasil-lab-ditemukan-bakteri-bacillus-cereus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 08:36:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan Pasaman Barat membeberkan hasil pemeriksaan laboratorium dalam kasus 25 anak diduga keracunan bakso tusuk yang terjadi di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas.  Sampel berupa muntahan para korban itu diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumbar, dan hasilnya ditemukan bakteri bacillus cereus.&#160; &#8220;Pada hasil pemeriksaan sampel muntahan korban ditemukan bakteri bacillus cereus. Bakteri ini dapat menyebabkan gejala mual, muntah hingga diare,&#8221; ujar Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia kepada Langgam.id, Senin (25/5/2026).&#160; Gina menjelaskan, kemungkinan kontaminasi bakteri bacillus cereus dapat terjadi karena penyimpanan daging tidak baik, mulai dari penjemputan di penggilingan sampai</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/update-kasus-25-anak-keracunan-bakso-tusuk-di-pasaman-barat-hasil-lab-ditemukan-bakteri-bacillus-cereus/">Update Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Hasil Lab Ditemukan Bakteri Bacillus Cereus</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Dinas Kesehatan Pasaman Barat membeberkan hasil pemeriksaan laboratorium dalam kasus 25 anak diduga keracunan bakso tusuk yang terjadi di Jorong Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas. </p>



<p>Sampel berupa muntahan para korban itu diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumbar, dan hasilnya ditemukan bakteri <em>bacillus cereus</em>.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Pada hasil pemeriksaan sampel muntahan korban ditemukan bakteri bacillus cereus. Bakteri ini dapat menyebabkan gejala mual, muntah hingga diare,&#8221; ujar Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia kepada <strong>Langgam.id</strong>, Senin (25/5/2026).&nbsp;</p>



<p>Gina menjelaskan, kemungkinan kontaminasi bakteri <em>bacillus cereus</em> dapat terjadi karena penyimpanan daging tidak baik, mulai dari penjemputan di penggilingan sampai ke rumah.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kemudian bisa juga karena daging disimpan tidak di pendingin sampai di rumah, atau disimpan di kulkas yang suhunya kurang dingin dan tidak di freezer serta diolah pada dini hari dan pagi hari,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Selain itu, kata Gina, wadah tempat penyimpanan daging di dalam kulkas tidak tertutup juga bisa menjadi penyebab. Termasuk, wadah penyimpanan bakso di gerobak pada kotak yang kemungkinan sudah terkontaminasi oleh bahteri.</p>



<p>&#8220;Selanjutnya proses pembakaran bakso tusuk dilakukan hanya sebentar, kemungkinan tidak membunuh bahteri. Serta makanan yang disiapkan dibungkus menggunakan plastik dalam keadaan masih panas, dan sudah terkontaminasi oleh bahteri,&#8221; ungkapnya.&nbsp;</p>



<p>Lanjut Gina, Dinas Kesehatan Pasaman akan memberikan penyuluhan kepada pedagang bakso bakar tusuk tentang keamanan pangan dan tatalaksana pengolahan makanan. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami berikan pembinaan kepada pedagang mulai dari bagaimana pemilihan bahan baku, proses pemasakan, pendistribusian, dan penyimpanan makanan. Selanjutnya, pembinaan tentang hygiene sanitasi makanan serta penjamah makanan oleh seksi penyehatan,&#8221; kata dia.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Sebelumnya, dugaan keracunan ini terjadi pada 15 April 2026. Untuk mengantisipasi gejolak masyarakat, polisi telah mendatangi kediaman pedagang bakso tusuk keliling berinisial H (40) ketika itu.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Dari keterangan para orang tua korban ke kepolisian, menyatakan anak-anak mengalami mual dan muntah-muntah setelah menyantap bakso tusuk keliling tersebut. Pedagang bakso tusuk saat itu berjualan di dekat lokasi pesta pernikahan. <strong>(WAN)&nbsp;</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/update-kasus-25-anak-keracunan-bakso-tusuk-di-pasaman-barat-hasil-lab-ditemukan-bakteri-bacillus-cereus/">Update Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Hasil Lab Ditemukan Bakteri Bacillus Cereus</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247950</post-id>	</item>
		<item>
		<title>7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal</title>
		<link>https://langgam.id/7-fakta-kematian-tragis-dua-pelajar-di-tanah-datar-diduga-keracunan-asap-genset-saat-mati-listrik-massal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan asap genset]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik Padam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247862</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Mati listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (22/5/2026) malam, menyisakan duka mendalam di Kabupaten Tanah Datar. Tiga remaja di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, diduga menjadi korban keracunan asap genset setelah menggunakan mesin tersebut di ruangan tertutup saat listrik padam. Mereka ditemukan dalam kondisi kritis pada Sabtu (23/5/2026) pagi. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan intensif. Berikut beberapa fakta yang dirangkum dari hasil informasi dan penelusuran tim Langgam.id. Peristiwa tragis ini terjadi saat hampir semua wilayah di Sumbar mengalami pemadaman listrik massal pada Jumat (22/5/2026)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/7-fakta-kematian-tragis-dua-pelajar-di-tanah-datar-diduga-keracunan-asap-genset-saat-mati-listrik-massal/">7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Mati listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (22/5/2026) malam, menyisakan duka mendalam di Kabupaten Tanah Datar.</p>



<p>Tiga remaja di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, diduga menjadi korban keracunan asap genset setelah menggunakan mesin tersebut di ruangan tertutup saat listrik padam. Mereka ditemukan dalam kondisi kritis pada Sabtu (23/5/2026) pagi.</p>



<p>Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan intensif. Berikut beberapa fakta yang dirangkum dari hasil informasi dan penelusuran tim Langgam.id.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Mati listrik massal di Sumbar</strong></li>
</ol>



<p>Peristiwa tragis ini terjadi saat hampir semua wilayah di Sumbar mengalami pemadaman listrik massal pada Jumat (22/5/2026) malam. Dalam kondisi gelap dan aktivitas warga terganggu, sejumlah remaja di Nagari Pandai Sikek itu menyalakan genset masjid untuk mengisi daya handphone mereka.</p>



<ol start="2" class="wp-block-list">
<li><strong>Korban Diduga Tertidur</strong></li>
</ol>



<p>Polisi menduga para korban tidak menyadari bahaya asap genset karena tertidur saat mesin masih menyala di dalam ruangan. Kondisi kamar yang tertutup membuat gas dari genset terperangkap dan terhirup terus-menerus sepanjang malam.</p>



<p>“Karena mati lampu semalam, anak-anak ini menggunakan genset dalam kamar. Mungkin karena ketiduran atau bagaimana, nanti kita pastikan,&#8221; kata Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat, Sabtu (23/5/2026).</p>



<ol start="3" class="wp-block-list">
<li><strong>Cas HP dengan Genset</strong></li>
</ol>



<p>Menurut keterangan polisi, para remaja awalnya hanya ingin mengisi baterai handphone yang habis akibat pemadaman listrik. Mereka meminta izin kepada pengurus Masjid Nurul Huda untuk menyalakan genset di area belakang masjid.</p>



<p>“Pas lampu mati, anak-anak ini berkumpul dan bermain. Karena baterai handphone habis, mereka minta tolong hidupkan genset,” kata Kapolsek X Koto, Iptu Martheriko.</p>



<p>Dari lima remaja yang sempat berada di lokasi, dua memilih pulang ke rumah. Sementara tiga lainnya tetap berada di kamar belakang masjid hingga tertidur.</p>



<ol start="4" class="wp-block-list">
<li><strong>Korban Ditemukan Mengenaskan</strong></li>
</ol>



<p>Warga menemukan para korban pada Sabtu pagi dalam kondisi kritis. Satu korban sudah meninggal di lokasi, sedangkan dua lainnya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.</p>



<p>Namun, satu korban lagi akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan. Sementara satu korban lainnya masih dirawat dalam kondisi koma.</p>



<p>“Kondisi korban saat ditemukan ada busa di bagian bibir. Dua meninggal dunia dan satu masih dirawat,” kata Martheriko.</p>



<ol start="5" class="wp-block-list">
<li><strong>Bukan Semuanya Santri</strong></li>
</ol>



<p>Di awal informasi yang beredar, korban disebut sebagai santri. Namun fakta terbaru menunjukkan ketiga remaja itu berasal dari sekolah yang berbeda dan tidak semuanya tinggal di pondok pesantren.</p>



<p>Salah satu korban meninggal berinisial HAK merupakan siswa MTs Diniyah Pandai Sikek. Korban meninggal lainnya, GA, diketahui sebagai santri Pondok Pesantren MTI Koto Tinggi. Sedangkan korban yang selamat berinisial H merupakan pelajar MAN 2 Padang Panjang Koto Baru.</p>



<p>“H dan G satu pondok tahfiz di Surau Dakwah. Dan H sudah lama tidak di sana,” kata Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek, Nailil Husna.</p>



<ol start="6" class="wp-block-list">
<li><strong>Korban Tinggal Dekat Masjid</strong></li>
</ol>



<p>Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek menegaskan bahwa kejadian itu terjadi di luar lingkungan sekolah. Para korban diketahui tinggal di sekitar area masjid dan hanya berkumpul di sana saat listrik padam.</p>



<p>“Mereka tidak tinggal di asrama. Rumahnya dekat area masjid,” tuturnya.</p>



<ol start="7" class="wp-block-list">
<li><strong>Masih Diselidiki Polisi</strong></li>
</ol>



<p>Meski dugaan kuat mengarah pada keracunan asap genset, polisi masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban.</p>



<p>Petugas juga mendalami bagaimana posisi genset, kondisi ventilasi ruangan, hingga kemungkinan para korban tidak menyadari paparan gas beracun saat tertidur.</p>



<p>“Diduga pintu ruangan tempat genset menyala itu tertutup saat para korban tertidur,” kata Martheriko. <strong>(ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/7-fakta-kematian-tragis-dua-pelajar-di-tanah-datar-diduga-keracunan-asap-genset-saat-mati-listrik-massal/">7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petaka Asap Genset di Tanah Datar Saat Mati Listrik Massal, Dua Pelajar Meninggal Beda Sekolah</title>
		<link>https://langgam.id/petaka-asap-genset-di-tanah-datar-saat-mati-listrik-massal-dua-pelajar-meninggal-beda-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 09:09:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan asap genset]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik Padam di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Padang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247840</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tiga pelajar korban dugaan keracunan asap genset ternyata tidak semuanya berstatus santri, seperti yang diberitakan sebelumnya. Mereka berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Peristiwa nahas ini terjadi di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar). Dua korban meninggal dunia dan seorang lainnya masih menjalani perawatan medis. Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek, Nailil Husna mengatakan, salah satu korban meninggal dunia berinisial HAK merupakan siswa di sekolah tersebut. “Ketiga remaja yang menjadi korban dalam peristiwa itu menempuh pendidikan di sekolah berbeda. Salah satu korban meninggal adalah anak didik kami, berinisial HAK,” kata Nailil Husna kepada Langgam.id,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/petaka-asap-genset-di-tanah-datar-saat-mati-listrik-massal-dua-pelajar-meninggal-beda-sekolah/">Petaka Asap Genset di Tanah Datar Saat Mati Listrik Massal, Dua Pelajar Meninggal Beda Sekolah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Tiga pelajar korban dugaan keracunan asap genset ternyata tidak semuanya berstatus santri, seperti yang diberitakan sebelumnya. Mereka berasal dari sekolah yang berbeda-beda.</p>



<p>Peristiwa nahas ini terjadi di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar). Dua korban meninggal dunia dan seorang lainnya masih menjalani perawatan medis.</p>



<p>Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek, Nailil Husna mengatakan, salah satu korban meninggal dunia berinisial HAK merupakan siswa di sekolah tersebut.</p>



<p>“Ketiga remaja yang menjadi korban dalam peristiwa itu menempuh pendidikan di sekolah berbeda. Salah satu korban meninggal adalah anak didik kami, berinisial HAK,” kata Nailil Husna kepada Langgam.id, Sabtu (23/5/2026).</p>



<p>Korban meninggal lainnya berinisial GA, merupakan santri Pondok Pesantren MTI Koto Tinggi. Sementara satu korban selamat berinisial H, masih menjalani perawatan medis dalam kondisi koma dan tercatat sebagai pelajar MAN 2 Padang Panjang Koto Baru.</p>



<p>&#8220;H dan G satu pondok tahfiz di Surau Dakwah. Dan H sudah lama tidak di sana,&#8221; katanya.</p>



<p>Menurut Nailil, peristiwa itu terjadi di luar lingkungan sekolah. Para korban disebut sedang berkumpul dan tidur di ruangan belakang masjid saat mati listrik massal, Jumat (22/5/2026) malam.</p>



<p>&#8220;Mereka tidak tinggal di asrama. Rumahnya dekat area masjid,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sebelumnya, Kapolsek X Koto, Iptu Martheriko mengatakan, peristiwa berawal saat sejumlah anak muda setempat meminta izin kepada pengurus Masjid Nurul Huda untuk menyalakan genset agar bisa mengisi baterai handphone (HP).</p>



<p>“Pas lampu mati, anak-anak ini berkumpul dan bermain. Karena baterai handphone habis, mereka minta tolong hidupkan genset,” katanya.</p>



<p>Hasil olah TKP sementara, kata Martheriko, terdapat anak lima anak muda yang kemudian mencas HP di ruangan kamar di belakang masjid tersebut. Tiga orang di antaranya tertidur di dalam ruangan, sedangkan dua lainnya pulang ke rumah.&nbsp;</p>



<p>“Diduga pintu ruangan tempat genset menyala itu tertutup saat para korban tertidur,” kata Martheriko.</p>



<p>Tiga orang tersebut ditemukan warga dalam kondisi kritis pada Sabtu (23/5/2026) pagi. Satu korban ditemukan meninggal di lokasi, sementara dua orang lainnya dalam keadaan krisis.</p>



<p>“Dua orang yang krisis ini dibawa ke rumah sakit. Satunya meninggal dan satu lagi masih perawatan. Total ada dua yang meninggal,” katanya.</p>



<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun langgam.id, dua korban meninggal Gibran Arrasyid (15) dan Haykal Aryakamil (15). <strong>(ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/petaka-asap-genset-di-tanah-datar-saat-mati-listrik-massal-dua-pelajar-meninggal-beda-sekolah/">Petaka Asap Genset di Tanah Datar Saat Mati Listrik Massal, Dua Pelajar Meninggal Beda Sekolah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247840</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tragisnya Kematian Dua Santri Diduga Keracunan Asap Genset di Tanah Datar, Cas HP Saat Lampu Mati Massal</title>
		<link>https://langgam.id/tragisnya-kematian-dua-santri-diduga-keracunan-gas-genset-di-tanah-datar-cas-hp-saat-lampu-mati-massal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 05:11:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Genset]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik Padam di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Padang Panjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247817</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dua dari tiga orang santri diduga keracunan asap genset di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), dilaporkan meninggal dunia, Sabtu (23/5/2026). Peristiwa tragis itu diduga terjadi saat korban menggunakan genset di dalam kamar, ketika terjadi pemadaman listrik massal di Sumbar. Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat, membenarkan dua orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sedangkan satu korban lainnya masih dalam perawatan. Dari hasil penyelidikan sementara, kedua korban diduga meninggal dunia akibat keracunan gas genset. Sebab, mereka menggunakan mesin tersebut di dalam ruangan tertutup saat listrik padam pada Jumat (22/5/2026) malam. “Karena</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tragisnya-kematian-dua-santri-diduga-keracunan-gas-genset-di-tanah-datar-cas-hp-saat-lampu-mati-massal/">Tragisnya Kematian Dua Santri Diduga Keracunan Asap Genset di Tanah Datar, Cas HP Saat Lampu Mati Massal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dua dari tiga orang santri diduga keracunan asap genset di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), dilaporkan meninggal dunia, Sabtu (23/5/2026).</p>



<p>Peristiwa tragis itu diduga terjadi saat korban menggunakan genset di dalam kamar, ketika terjadi pemadaman listrik massal di Sumbar.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat, membenarkan dua orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sedangkan satu korban lainnya masih dalam perawatan.</p>



<p>Dari hasil penyelidikan sementara, kedua korban diduga meninggal dunia akibat keracunan gas genset. Sebab, mereka menggunakan mesin tersebut di dalam ruangan tertutup saat listrik padam pada Jumat (22/5/2026) malam.</p>



<p>“Karena mati lampu semalam, anak-anak ini menggunakan genset dalam kamar. Mungkin karena ketiduran atau bagaimana, nanti kita pastikan,” ujarnya.</p>



<p>Ronal mengatakan, ketiga korban ditemukan di sebuah kamar di belakang Masjid Nurul Huda, Jorong Tanjung, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto.</p>



<p>Berdasarkan informasi awal di lokasi kejadian, para korban diduga sedang mengisi daya baterai telepon genggam atau HP saat pemadaman listrik terjadi.</p>



<p>Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. <strong>(ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tragisnya-kematian-dua-santri-diduga-keracunan-gas-genset-di-tanah-datar-cas-hp-saat-lampu-mati-massal/">Tragisnya Kematian Dua Santri Diduga Keracunan Asap Genset di Tanah Datar, Cas HP Saat Lampu Mati Massal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247817</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Benarkan Dua Orang Meninggal Diduga Akibat Keracunan Asap Genset di Pandai Sikek</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-benarkan-dua-orang-meninggal-diduga-akibat-keracunan-asap-genset-di-pandai-sikek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 04:31:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Mati lampu]]></category>
		<category><![CDATA[PLN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247814</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID&#8211; Tiga orang diduga keracunan gas genset di Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (23/5/2026). Dua diantaranya meninggal dunia. &#8220;Info sementara ada yang meninggal dua orang, satu korban sedang menjalani perawatan,&#8221; ujar Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat. Ia mengatakan, dugaan sementara dua korban meninggal tersebut akibat keracunan gas dari mesin genset. &#8220;Dugaan awal sementara seperti itu. dari asap genset tadi. Tapi petugas masih mendalami di TKP,&#8221; katanya. Ronald mengatakan, tiga korban tersebut ditemukan sebuah ruangan kamar di belakang Masjid Nurul Huda, Jorong Tanjung. Dugaan sementara DI TKP tersebut korban mengisi baterai handphone saat lampu mati massal Jumat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-benarkan-dua-orang-meninggal-diduga-akibat-keracunan-asap-genset-di-pandai-sikek/">Polisi Benarkan Dua Orang Meninggal Diduga Akibat Keracunan Asap Genset di Pandai Sikek</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>LANGGAM.ID&#8211; Tiga orang diduga keracunan gas genset di Nagari Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (23/5/2026). Dua diantaranya meninggal dunia.</p>



<p>&#8220;Info sementara ada yang meninggal dua orang, satu korban sedang menjalani perawatan,&#8221; ujar Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat.</p>



<p>Ia mengatakan, dugaan sementara dua korban meninggal tersebut akibat keracunan gas dari mesin genset. &#8220;Dugaan awal sementara seperti itu. dari asap genset tadi. Tapi petugas masih mendalami di TKP,&#8221; katanya.</p>



<p>Ronald mengatakan, tiga korban tersebut ditemukan sebuah ruangan kamar di belakang Masjid Nurul Huda, Jorong Tanjung. Dugaan sementara DI TKP tersebut korban mengisi baterai handphone saat lampu mati massal Jumat kemarin.</p>



<p>&#8220;Karena mati lampu semalam, anak-anak ini menggunakan genset dalam kamar. Mungkin karena ketiduran atau gimana nanti kita pastikan,” katanya.&nbsp;</p>



<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun <a href="http://langgam.id">langgam.id</a>, dua korban meninggal tersebut adalah Gibran Arrasyid dan Haykal Aryakamil santri PTQ Surau Da’wah Tanjung. (FIX)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-benarkan-dua-orang-meninggal-diduga-akibat-keracunan-asap-genset-di-pandai-sikek/">Polisi Benarkan Dua Orang Meninggal Diduga Akibat Keracunan Asap Genset di Pandai Sikek</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247814</post-id>	</item>
		<item>
		<title>25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat</title>
		<link>https://langgam.id/__trashed-6/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 05:34:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245474</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID&#8211; Puluhan anak-anak keracunan diduga akibat mengkonsusmsi jajan bakso tusuk di Jorong Pigoga Air Bangis, Pasaman Barat. Saat ini Dinas Kesehatan setempat masih memeriksa kandungan zat dalam makanan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia menyebutkan total korban yang mengalami keracunan diduga akibat jajan tersebut mencapai 25 orang. Korban terdiri dari 24 anak-anak dan satu orang dewasa. &#8220;Total pasien dari Rabu malam sampai Kamis pagi ini ada 25 orang,&#8221; ujar Gina Kamis 16 April 2026. Ia menjelaskan korban keracunan tersebut mengalami mual, muntah, sakit perut, serta diare. 17 korban diantaranya sempat dirawat di Puskesmas Air Bangis. &#8220;Kondisi sampai Kamis</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/__trashed-6/">25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>LANGGAM.ID&#8211; Puluhan anak-anak keracunan diduga akibat mengkonsusmsi jajan bakso tusuk  di Jorong Pigoga Air Bangis, Pasaman Barat. Saat ini Dinas Kesehatan setempat masih memeriksa kandungan zat dalam makanan tersebut.</p>



<p></p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia menyebutkan total korban yang mengalami keracunan diduga akibat jajan tersebut mencapai 25 orang. Korban terdiri dari 24 anak-anak dan satu orang dewasa.</p>



<p>&#8220;Total pasien dari Rabu malam sampai Kamis pagi ini ada 25 orang,&#8221; ujar Gina Kamis 16 April 2026.</p>



<p>Ia menjelaskan korban keracunan tersebut mengalami mual, muntah, sakit perut, serta diare. 17 korban diantaranya sempat dirawat di Puskesmas Air Bangis.</p>



<p>&#8220;Kondisi sampai Kamis pagi ini terdapat 5 korban yang masih menjalani perawat, kondisi sudah mulai membaik. Sedangkan 12 orang sudah dipulangkan dengan kondisi sehat,&#8221; katanya.</p>



<p>Dinkes Pasaman Barat, sambung Gina saat ini menginvestgasi kasus keracunan diduga akibat jajanan bakso tusuk tersebut. Sampel makanan dan sampel muntah akan dikirim ke laboratorium kesehatan daerah provinsi untuk diperiksa lebih lanjut.</p>



<p>&#8220;Saat ini tim dinkes sedang melaksanakan investigasi lapangan dan penyelidikan epidemiologi untuk mencari penyebab keracunan,&#8221; ujarnya. (fx)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/__trashed-6/">25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245474</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fakta Dibalik Meninggalnya 3 Anak di Solok Selatan dan Menanti Penetapan Tersangka</title>
		<link>https://langgam.id/fakta-dibalik-meninggalnya-3-anak-di-solok-selatan-dan-menanti-penetapan-tersangka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2022 06:08:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Solok Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Solok Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kasus meninggalnya tiga kakak beradik di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) masih meninggalkan tanda tanya. Awalnya, mereka disebut  keracunan makanan. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri setelah makam mereka dibongkar, ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan atas meninggalnya tiga anak tersebut, dan diduga ada penganiayaan. Hampir setahun bergulir sejak September 2021, juga belum ada tanda-tanda apakah akan ada tersangka yang akan ditetapkan dalam kasus meninggalnya kakak beradik yang disuh kakek tiri dan nenek tiga anak itu. Kini, kasus meninggalnya tiga anak bernama Daffa Saputra (8), Muhammad Fadli (6) dan Muhammad Hafis (2,5) itu masih belum ada kepastian.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fakta-dibalik-meninggalnya-3-anak-di-solok-selatan-dan-menanti-penetapan-tersangka/">Fakta Dibalik Meninggalnya 3 Anak di Solok Selatan dan Menanti Penetapan Tersangka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kasus meninggalnya tiga kakak beradik di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) masih meninggalkan tanda tanya. Awalnya, mereka disebut  keracunan makanan.</p>
<p>Namun, hasil pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri setelah makam mereka dibongkar, ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan atas meninggalnya tiga anak tersebut, dan diduga ada penganiayaan.</p>
<p>Hampir setahun bergulir sejak September 2021, juga belum ada tanda-tanda apakah akan ada tersangka yang akan ditetapkan dalam kasus meninggalnya kakak beradik yang disuh kakek tiri dan nenek tiga anak itu.</p>
<p>Kini, kasus meninggalnya tiga anak bernama Daffa Saputra (8), Muhammad Fadli (6) dan Muhammad Hafis (2,5) itu masih belum ada kepastian.</p>
<p><em>Langgam.id</em> juga sudah berusaha until konfirmasi perkembangan kasus itu kepada Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Dwi Purwanto, Senin (18/7/2022). Namun, belum ada tanggapan. Dwi masih belum merespons.</p>
<p>Hasil uji sampel laboratorium forensik Mabes Polri, anak-anak itu meninggal diduga dicekik hingga diinjak.</p>
<p>Bahkan, hasil pemeriksaan BBPOM, makanan yang dicurigai penyebab meninggalnya para korban, juga tidak ditemukan adanya mengandung racun atau arsen dan sianida.</p>
<p>Sebelumnya, kepada <em>langgam.id</em>, Dwi pernah mengatakan bahwa hasil laboratorium forensik terhadap jenazah para korban ditemukan adanya tindakan penganiayaan. Anak-anak itu diduga dicekik hingga diinjak.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa kejanggalan, termasuk bekas menghitam di leher. Jadi memang dicekik ketiga anak ini,&#8221; ujar Dwi beberapa waktu lalu kepada <em>langgam.id</em>.</p>
<p>Tak hanya itu, Dwi menyebutkan, tulang rusuk kiri dan kanan terhadap anak pertama bernama Daffa Saputra patah. Penyebab patahnya tulang rusuk ini diduga akibat diinjak.</p>
<p>&#8220;Patah tulang rusuk sebelah kanan dan kiri. Ini berarti diinjak, dialami anak pertama,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dwi mengaku mengalami kendala dalam penyidikan untuk penetapan tersangka, di antaranya, minim alat bukti hingga saksi. Namun, ia menegaskan akan melibatkan saksi ahli pidana.</p>
<p>Menurut Dwi, melibatkan saksi ahli  setidaknya memudahkan polisi untuk menetapkan tersangka tanpa adanya alat bukti dan saksi.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan Dwi, saat kejadian, ketiga anak itu dalam penguasaan nenek kandung dan kakek tirinya.</p>
<p>&#8220;Anak ini dalam penguasaan kakek tiri dan neneknya. Mudah-mudahan setelah ini ada titik terang untuk mengamankan terduga tersangka. Sebelumnya buntu, tidak menemukan saksi satu pun. Tapi yang jelas, ketiga anak dalam penguasaan kakek tiri dan neneknya,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dwi menegaskan, pihaknya juga akan terus memantau pergerakan nenek dan kakek tiri korban. Dalam pemeriksaan, keduanya selalu mengelak dan tidak kooperatif.</p>
<p><strong>Baca juga: </strong><strong><a href="https://langgam.id/belum-ada-tersangka-polisi-masih-tunggu-hasil-autopsi-3-anak-meninggal-di-solok-selatan/">Belum Ada Tersangka, Polisi Masih Tunggu Hasil Autopsi 3 Anak Meninggal di Solok Selatan</a></strong></p>
<p>&#8220;Kami pantau terus mereka (kakek tiri dan neneknya). Mereka belum tahu hasil ekshumasi (pembongkaran makam),&#8221; kata Dwi.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fakta-dibalik-meninggalnya-3-anak-di-solok-selatan-dan-menanti-penetapan-tersangka/">Fakta Dibalik Meninggalnya 3 Anak di Solok Selatan dan Menanti Penetapan Tersangka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159067</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPOM Duga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa di Padang karena Mikroba</title>
		<link>https://langgam.id/bpom-duga-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-di-padang-karena-mikroba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2022 05:19:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menduga penyebab keracunan puluhan siswa SDN 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang karena mikroba. &#8220;Dari hasil pemeriksaan kita di lapangan, dari gejala-gejala yang kita kumpulkan dan hasil diskusi kita dengan Dinas Kesehatan, ini mengarah ke mikroba,&#8221; ujar Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar dihubungi Langgam.id, Rabu (12/1/2022). Sebelumnya, Firdaus mengungkapkan, ada dua kemungkinan penyebab keracunan para siswa sekolah dasar tersebut. Yaitu, karena zat berbahaya seperti arsen dan sianida, atau karena mikroba atau bakteria jahat. Firdaus menyebut, sampel bakso bakar yang telah diterima pihaknya serta muntah dari beberapa orang pasien kini telah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpom-duga-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-di-padang-karena-mikroba/">BPOM Duga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa di Padang karena Mikroba</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menduga penyebab keracunan puluhan siswa SDN 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang karena mikroba.</p>
<p>&#8220;Dari hasil pemeriksaan kita di lapangan, dari gejala-gejala yang kita kumpulkan dan hasil diskusi kita dengan Dinas Kesehatan, ini mengarah ke mikroba,&#8221; ujar Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar dihubungi<em> Langgam.id</em>, Rabu (12/1/2022).</p>
<p>Sebelumnya, Firdaus mengungkapkan, ada dua kemungkinan penyebab keracunan para siswa sekolah dasar tersebut. Yaitu, karena zat berbahaya seperti arsen dan sianida, atau karena mikroba atau bakteria jahat.</p>
<p>Firdaus menyebut, sampel bakso bakar yang telah diterima pihaknya serta muntah dari beberapa orang pasien kini telah mulai diperiksa di laboratorium mikrobiologi BPOM Padang.</p>
<p>Artinya, menurut penuturan Firdaus, proses pengolahan bakso bakar oleh pedagang tersebut tidak higenis atau olahan bakso tidak disimpan dengan baik. Sehingga berkembangnya bakteri pada bakso, begitu juga saus dan kecap yang digunakan.</p>
<p>&#8220;Setidaknya kita membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga 10 hari hingga hasilnya keluar. Karena di labor, sampel ini kita kembangkan dulu, kita lihat mikroba apa yang tumbuh baru dapat kita simpulkan,&#8221; jelas Firdaus.</p>
<p>Insiden keracunan ini terjadi pada Selasa (11/1/2022) kemarin. Para siswa tersebut mulai mengalami gejala muntah, sakit perut hingga pusing sekitar pukul 09.00 WIB setelah mengkonsumsi jajanan bakso bakar sejak pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Setidaknya ada 30 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SDN 29 itu yang keracunan. Selain itu, ada pula lima orang warga sekitar yang turut keracunan termasuk balita dan ibu hamil. Mereka semua sempat dirawat di RSUD Rasidin Padang.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/">Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</a></strong></p>
<p>Sementara itu, K (34), penjual bakso bakar tersebut mengaku ia hanya sebagai penjual saja. Olahan bakso tersebut ia beli di kawasan Pasar Alai, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.</p>
<p>Ia menyebut, bahan yang ia beli hanya tinggal dibentuk menjadi bulat, ditusuk, dan direbus. Sebelum dijual, adonan tersebut ia simpan di frezer miliknya.</p>
<h4>—<br />Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpom-duga-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-di-padang-karena-mikroba/">BPOM Duga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa di Padang karena Mikroba</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144807</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</title>
		<link>https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2022 00:52:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kuranji]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Gunung Sarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.di &#8211; Buntut dugaan keracunan massal siswa di Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seorang ibu rumah tangga (IRT) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. IRT tersebut berinisial K, 34. Seorang penjual bakso bakar di depan SDN 29 Gunung Sariak. Setidaknya ada 30 siswa sekolah dasar dan 5 warga mengalami muntah, sakit perut, mual hingga pusing setelah mengkonsumsi barang dagangannya. K merupakan warga setempat. K pun diperiksa polisi dan barang dagangannya diperiksa Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang untuk mencari penyebab dugaan keracunan massal itu. &#8220;Saya tidak menyangka ini akan terjadi. Padahal saya berjualan seperti biasanya. Jika tahu seperti ini</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/">Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.di</strong> &#8211; Buntut dugaan keracunan massal siswa di Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seorang ibu rumah tangga (IRT) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.</p>
<p>IRT tersebut berinisial K, 34. Seorang penjual bakso bakar di depan SDN 29 Gunung Sariak.</p>
<p>Setidaknya ada 30 siswa sekolah dasar dan 5 warga mengalami muntah, sakit perut, mual hingga pusing setelah mengkonsumsi barang dagangannya. K merupakan warga setempat.</p>
<p>K pun diperiksa polisi dan barang dagangannya diperiksa Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang untuk mencari penyebab dugaan keracunan massal itu.</p>
<p>&#8220;Saya tidak menyangka ini akan terjadi. Padahal saya berjualan seperti biasanya. Jika tahu seperti ini saya pasti tidak akan jualan,&#8221; ujar K kepada Langgam.id seusai diperiksa polisi di Mapolsek Kuranji, Selasa (11/1/2022) sore.</p>
<p>K mengaku hanya sebagai penjual bakso bakar saja. Makanan yang dijual tidak diracik sendiri, melainkan dia beli dari tempat penggilingan daging di kawasan pasar Alai, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.</p>
<p>&#8220;Saya di rumah hanya membentuknya saja, membulatkannya. Jadi bakso itu bahannya saya beli sudah jadi, jadi tidak saya yang membuatnya sendiri di rumah,&#8221; katanya.</p>
<p>K mengungkapkan, dalam proses pengolahan, bahan yang dibeli dari tempat penggilingan itu langsung direbus di rumah. Setelah direbus, bakso yang sudah dalam bentuk bulat dimasukan dalam frezer.</p>
<p>&#8220;Pas mau jualan baru diambil dan rebus lagi. Tidak ada saya tambah bumbu lain,&#8221; katanya.</p>
<p>Saus dan kecap, katanya, juga dibeli bungkusan di pasar. Soal bumbu ia juga tak meraciknya sendiri. &#8220;Jadi saya bingung, kok bisa keracunan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>K menambahkan, dia mulai berjualan di SDN 29 Gunung Sariak sekitar pukul 06.30 WIB saat para siswa mulai berdatangan ke sekolah. Hingga pukul 07.30 WIB, dagangannya sempat laku hingga 100 tusuk lebih.</p>
<p>&#8220;Saya tahunnya ketika saya balik ke sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. Sampai sana kok tidak ada yang beli. Terus ada guru yang datang bilang, katanya dagangan saya ada racunnya,&#8221; tutur K.</p>
<p>Diketahui, puluhan siswa dan warga tersebut sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasyidin Padang untuk mendapatkan perawat medis terkait gejala yang dialami.</p>
<p>Saat ini, pihak kepolisian dan BPOM Padang masih menyelidiki penyebab dugaan keracunan massal siswa dan warga tersebut. K sendiri kini berstatus wajib lapor di Mapolsek Kuranji, Padang.</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/">Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144810</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/557 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 12:58:44 by W3 Total Cache
-->