<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Keracunan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/keracunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/keracunan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2026 05:50:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Keracunan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/keracunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat</title>
		<link>https://langgam.id/__trashed-6/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 05:34:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245474</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID&#8211; Puluhan anak-anak keracunan diduga akibat mengkonsusmsi jajan bakso tusuk di Jorong Pigoga Air Bangis, Pasaman Barat. Saat ini Dinas Kesehatan setempat masih memeriksa kandungan zat dalam makanan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia menyebutkan total korban yang mengalami keracunan diduga akibat jajan tersebut mencapai 25 orang. Korban terdiri dari 24 anak-anak dan satu orang dewasa. &#8220;Total pasien dari Rabu malam sampai Kamis pagi ini ada 25 orang,&#8221; ujar Gina Kamis 16 April 2026. Ia menjelaskan korban keracunan tersebut mengalami mual, muntah, sakit perut, serta diare. 17 korban diantaranya sempat dirawat di Puskesmas Air Bangis. &#8220;Kondisi sampai Kamis</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/__trashed-6/">25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>LANGGAM.ID&#8211; Puluhan anak-anak keracunan diduga akibat mengkonsusmsi jajan bakso tusuk  di Jorong Pigoga Air Bangis, Pasaman Barat. Saat ini Dinas Kesehatan setempat masih memeriksa kandungan zat dalam makanan tersebut.</p>



<p></p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Gina Alecia menyebutkan total korban yang mengalami keracunan diduga akibat jajan tersebut mencapai 25 orang. Korban terdiri dari 24 anak-anak dan satu orang dewasa.</p>



<p>&#8220;Total pasien dari Rabu malam sampai Kamis pagi ini ada 25 orang,&#8221; ujar Gina Kamis 16 April 2026.</p>



<p>Ia menjelaskan korban keracunan tersebut mengalami mual, muntah, sakit perut, serta diare. 17 korban diantaranya sempat dirawat di Puskesmas Air Bangis.</p>



<p>&#8220;Kondisi sampai Kamis pagi ini terdapat 5 korban yang masih menjalani perawat, kondisi sudah mulai membaik. Sedangkan 12 orang sudah dipulangkan dengan kondisi sehat,&#8221; katanya.</p>



<p>Dinkes Pasaman Barat, sambung Gina saat ini menginvestgasi kasus keracunan diduga akibat jajanan bakso tusuk tersebut. Sampel makanan dan sampel muntah akan dikirim ke laboratorium kesehatan daerah provinsi untuk diperiksa lebih lanjut.</p>



<p>&#8220;Saat ini tim dinkes sedang melaksanakan investigasi lapangan dan penyelidikan epidemiologi untuk mencari penyebab keracunan,&#8221; ujarnya. (fx)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/__trashed-6/">25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245474</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fakta Dibalik Meninggalnya 3 Anak di Solok Selatan dan Menanti Penetapan Tersangka</title>
		<link>https://langgam.id/fakta-dibalik-meninggalnya-3-anak-di-solok-selatan-dan-menanti-penetapan-tersangka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2022 06:08:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Solok Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Solok Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kasus meninggalnya tiga kakak beradik di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) masih meninggalkan tanda tanya. Awalnya, mereka disebut  keracunan makanan. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri setelah makam mereka dibongkar, ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan atas meninggalnya tiga anak tersebut, dan diduga ada penganiayaan. Hampir setahun bergulir sejak September 2021, juga belum ada tanda-tanda apakah akan ada tersangka yang akan ditetapkan dalam kasus meninggalnya kakak beradik yang disuh kakek tiri dan nenek tiga anak itu. Kini, kasus meninggalnya tiga anak bernama Daffa Saputra (8), Muhammad Fadli (6) dan Muhammad Hafis (2,5) itu masih belum ada kepastian.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fakta-dibalik-meninggalnya-3-anak-di-solok-selatan-dan-menanti-penetapan-tersangka/">Fakta Dibalik Meninggalnya 3 Anak di Solok Selatan dan Menanti Penetapan Tersangka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kasus meninggalnya tiga kakak beradik di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) masih meninggalkan tanda tanya. Awalnya, mereka disebut  keracunan makanan.</p>
<p>Namun, hasil pemeriksaan laboratorium forensik Mabes Polri setelah makam mereka dibongkar, ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan atas meninggalnya tiga anak tersebut, dan diduga ada penganiayaan.</p>
<p>Hampir setahun bergulir sejak September 2021, juga belum ada tanda-tanda apakah akan ada tersangka yang akan ditetapkan dalam kasus meninggalnya kakak beradik yang disuh kakek tiri dan nenek tiga anak itu.</p>
<p>Kini, kasus meninggalnya tiga anak bernama Daffa Saputra (8), Muhammad Fadli (6) dan Muhammad Hafis (2,5) itu masih belum ada kepastian.</p>
<p><em>Langgam.id</em> juga sudah berusaha until konfirmasi perkembangan kasus itu kepada Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Dwi Purwanto, Senin (18/7/2022). Namun, belum ada tanggapan. Dwi masih belum merespons.</p>
<p>Hasil uji sampel laboratorium forensik Mabes Polri, anak-anak itu meninggal diduga dicekik hingga diinjak.</p>
<p>Bahkan, hasil pemeriksaan BBPOM, makanan yang dicurigai penyebab meninggalnya para korban, juga tidak ditemukan adanya mengandung racun atau arsen dan sianida.</p>
<p>Sebelumnya, kepada <em>langgam.id</em>, Dwi pernah mengatakan bahwa hasil laboratorium forensik terhadap jenazah para korban ditemukan adanya tindakan penganiayaan. Anak-anak itu diduga dicekik hingga diinjak.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa kejanggalan, termasuk bekas menghitam di leher. Jadi memang dicekik ketiga anak ini,&#8221; ujar Dwi beberapa waktu lalu kepada <em>langgam.id</em>.</p>
<p>Tak hanya itu, Dwi menyebutkan, tulang rusuk kiri dan kanan terhadap anak pertama bernama Daffa Saputra patah. Penyebab patahnya tulang rusuk ini diduga akibat diinjak.</p>
<p>&#8220;Patah tulang rusuk sebelah kanan dan kiri. Ini berarti diinjak, dialami anak pertama,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dwi mengaku mengalami kendala dalam penyidikan untuk penetapan tersangka, di antaranya, minim alat bukti hingga saksi. Namun, ia menegaskan akan melibatkan saksi ahli pidana.</p>
<p>Menurut Dwi, melibatkan saksi ahli  setidaknya memudahkan polisi untuk menetapkan tersangka tanpa adanya alat bukti dan saksi.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan Dwi, saat kejadian, ketiga anak itu dalam penguasaan nenek kandung dan kakek tirinya.</p>
<p>&#8220;Anak ini dalam penguasaan kakek tiri dan neneknya. Mudah-mudahan setelah ini ada titik terang untuk mengamankan terduga tersangka. Sebelumnya buntu, tidak menemukan saksi satu pun. Tapi yang jelas, ketiga anak dalam penguasaan kakek tiri dan neneknya,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dwi menegaskan, pihaknya juga akan terus memantau pergerakan nenek dan kakek tiri korban. Dalam pemeriksaan, keduanya selalu mengelak dan tidak kooperatif.</p>
<p><strong>Baca juga: </strong><strong><a href="https://langgam.id/belum-ada-tersangka-polisi-masih-tunggu-hasil-autopsi-3-anak-meninggal-di-solok-selatan/">Belum Ada Tersangka, Polisi Masih Tunggu Hasil Autopsi 3 Anak Meninggal di Solok Selatan</a></strong></p>
<p>&#8220;Kami pantau terus mereka (kakek tiri dan neneknya). Mereka belum tahu hasil ekshumasi (pembongkaran makam),&#8221; kata Dwi.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fakta-dibalik-meninggalnya-3-anak-di-solok-selatan-dan-menanti-penetapan-tersangka/">Fakta Dibalik Meninggalnya 3 Anak di Solok Selatan dan Menanti Penetapan Tersangka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159067</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPOM Duga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa di Padang karena Mikroba</title>
		<link>https://langgam.id/bpom-duga-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-di-padang-karena-mikroba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2022 05:19:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menduga penyebab keracunan puluhan siswa SDN 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang karena mikroba. &#8220;Dari hasil pemeriksaan kita di lapangan, dari gejala-gejala yang kita kumpulkan dan hasil diskusi kita dengan Dinas Kesehatan, ini mengarah ke mikroba,&#8221; ujar Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar dihubungi Langgam.id, Rabu (12/1/2022). Sebelumnya, Firdaus mengungkapkan, ada dua kemungkinan penyebab keracunan para siswa sekolah dasar tersebut. Yaitu, karena zat berbahaya seperti arsen dan sianida, atau karena mikroba atau bakteria jahat. Firdaus menyebut, sampel bakso bakar yang telah diterima pihaknya serta muntah dari beberapa orang pasien kini telah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpom-duga-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-di-padang-karena-mikroba/">BPOM Duga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa di Padang karena Mikroba</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menduga penyebab keracunan puluhan siswa SDN 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang karena mikroba.</p>
<p>&#8220;Dari hasil pemeriksaan kita di lapangan, dari gejala-gejala yang kita kumpulkan dan hasil diskusi kita dengan Dinas Kesehatan, ini mengarah ke mikroba,&#8221; ujar Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar dihubungi<em> Langgam.id</em>, Rabu (12/1/2022).</p>
<p>Sebelumnya, Firdaus mengungkapkan, ada dua kemungkinan penyebab keracunan para siswa sekolah dasar tersebut. Yaitu, karena zat berbahaya seperti arsen dan sianida, atau karena mikroba atau bakteria jahat.</p>
<p>Firdaus menyebut, sampel bakso bakar yang telah diterima pihaknya serta muntah dari beberapa orang pasien kini telah mulai diperiksa di laboratorium mikrobiologi BPOM Padang.</p>
<p>Artinya, menurut penuturan Firdaus, proses pengolahan bakso bakar oleh pedagang tersebut tidak higenis atau olahan bakso tidak disimpan dengan baik. Sehingga berkembangnya bakteri pada bakso, begitu juga saus dan kecap yang digunakan.</p>
<p>&#8220;Setidaknya kita membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga 10 hari hingga hasilnya keluar. Karena di labor, sampel ini kita kembangkan dulu, kita lihat mikroba apa yang tumbuh baru dapat kita simpulkan,&#8221; jelas Firdaus.</p>
<p>Insiden keracunan ini terjadi pada Selasa (11/1/2022) kemarin. Para siswa tersebut mulai mengalami gejala muntah, sakit perut hingga pusing sekitar pukul 09.00 WIB setelah mengkonsumsi jajanan bakso bakar sejak pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Setidaknya ada 30 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SDN 29 itu yang keracunan. Selain itu, ada pula lima orang warga sekitar yang turut keracunan termasuk balita dan ibu hamil. Mereka semua sempat dirawat di RSUD Rasidin Padang.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/">Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</a></strong></p>
<p>Sementara itu, K (34), penjual bakso bakar tersebut mengaku ia hanya sebagai penjual saja. Olahan bakso tersebut ia beli di kawasan Pasar Alai, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.</p>
<p>Ia menyebut, bahan yang ia beli hanya tinggal dibentuk menjadi bulat, ditusuk, dan direbus. Sebelum dijual, adonan tersebut ia simpan di frezer miliknya.</p>
<h4>—<br />Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpom-duga-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-di-padang-karena-mikroba/">BPOM Duga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa di Padang karena Mikroba</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144807</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</title>
		<link>https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2022 00:52:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kuranji]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Gunung Sarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.di &#8211; Buntut dugaan keracunan massal siswa di Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seorang ibu rumah tangga (IRT) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. IRT tersebut berinisial K, 34. Seorang penjual bakso bakar di depan SDN 29 Gunung Sariak. Setidaknya ada 30 siswa sekolah dasar dan 5 warga mengalami muntah, sakit perut, mual hingga pusing setelah mengkonsumsi barang dagangannya. K merupakan warga setempat. K pun diperiksa polisi dan barang dagangannya diperiksa Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang untuk mencari penyebab dugaan keracunan massal itu. &#8220;Saya tidak menyangka ini akan terjadi. Padahal saya berjualan seperti biasanya. Jika tahu seperti ini</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/">Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.di</strong> &#8211; Buntut dugaan keracunan massal siswa di Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seorang ibu rumah tangga (IRT) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.</p>
<p>IRT tersebut berinisial K, 34. Seorang penjual bakso bakar di depan SDN 29 Gunung Sariak.</p>
<p>Setidaknya ada 30 siswa sekolah dasar dan 5 warga mengalami muntah, sakit perut, mual hingga pusing setelah mengkonsumsi barang dagangannya. K merupakan warga setempat.</p>
<p>K pun diperiksa polisi dan barang dagangannya diperiksa Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang untuk mencari penyebab dugaan keracunan massal itu.</p>
<p>&#8220;Saya tidak menyangka ini akan terjadi. Padahal saya berjualan seperti biasanya. Jika tahu seperti ini saya pasti tidak akan jualan,&#8221; ujar K kepada Langgam.id seusai diperiksa polisi di Mapolsek Kuranji, Selasa (11/1/2022) sore.</p>
<p>K mengaku hanya sebagai penjual bakso bakar saja. Makanan yang dijual tidak diracik sendiri, melainkan dia beli dari tempat penggilingan daging di kawasan pasar Alai, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.</p>
<p>&#8220;Saya di rumah hanya membentuknya saja, membulatkannya. Jadi bakso itu bahannya saya beli sudah jadi, jadi tidak saya yang membuatnya sendiri di rumah,&#8221; katanya.</p>
<p>K mengungkapkan, dalam proses pengolahan, bahan yang dibeli dari tempat penggilingan itu langsung direbus di rumah. Setelah direbus, bakso yang sudah dalam bentuk bulat dimasukan dalam frezer.</p>
<p>&#8220;Pas mau jualan baru diambil dan rebus lagi. Tidak ada saya tambah bumbu lain,&#8221; katanya.</p>
<p>Saus dan kecap, katanya, juga dibeli bungkusan di pasar. Soal bumbu ia juga tak meraciknya sendiri. &#8220;Jadi saya bingung, kok bisa keracunan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>K menambahkan, dia mulai berjualan di SDN 29 Gunung Sariak sekitar pukul 06.30 WIB saat para siswa mulai berdatangan ke sekolah. Hingga pukul 07.30 WIB, dagangannya sempat laku hingga 100 tusuk lebih.</p>
<p>&#8220;Saya tahunnya ketika saya balik ke sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. Sampai sana kok tidak ada yang beli. Terus ada guru yang datang bilang, katanya dagangan saya ada racunnya,&#8221; tutur K.</p>
<p>Diketahui, puluhan siswa dan warga tersebut sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasyidin Padang untuk mendapatkan perawat medis terkait gejala yang dialami.</p>
<p>Saat ini, pihak kepolisian dan BPOM Padang masih menyelidiki penyebab dugaan keracunan massal siswa dan warga tersebut. K sendiri kini berstatus wajib lapor di Mapolsek Kuranji, Padang.</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/">Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144810</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Selidiki Keracunan Puluhan Siswa dan Warga di Gunung Sarik Padang</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-selidiki-keracunan-puluhan-siswa-dan-warga-di-gunung-sarik-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2022 10:04:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kuranji]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepolisian Sektor (Polsek) Kuranji mengamankan penjual bakso yang diduga menjadi penyebab keracunannya puluhan siswa sekolah dasar dan warga di Gunung Sarik, Kota Padang. Kapolsek Kuranji, AKP Suherman mengatakan, pedagang tersebut diamankan pihaknya untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut. Diketahui, pedagang itu berinisial K (34). &#8220;Dia kita minta keterangan karena ini kan menyangkut banyak korban. Tadi sudah diperiksa oleh tim penyidik di Mapolsek Kuranji,&#8221; ujar Suherman kepada Langgam.id melalui sambungan telepon, Selasa (11/1/2022). Suherman mengatakan, pedagang tersebut hanya diminta keterangan terkait dagangannya saja. Pedagang tersebut ungkapnya, tak ditahan dan begitu juga gerobak motor yang dipergunakan untuk jualan. Namun, pihaknya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-selidiki-keracunan-puluhan-siswa-dan-warga-di-gunung-sarik-padang/">Polisi Selidiki Keracunan Puluhan Siswa dan Warga di Gunung Sarik Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Kepolisian Sektor (Polsek) Kuranji mengamankan penjual bakso yang diduga menjadi penyebab keracunannya puluhan siswa sekolah dasar dan warga di Gunung Sarik, Kota Padang.</p>
<p>Kapolsek Kuranji, AKP Suherman mengatakan, pedagang tersebut diamankan pihaknya untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut. Diketahui, pedagang itu berinisial K (34).</p>
<p>&#8220;Dia kita minta keterangan karena ini kan menyangkut banyak korban. Tadi sudah diperiksa oleh tim penyidik di Mapolsek Kuranji,&#8221; ujar Suherman kepada <em>Langgam.id</em> melalui sambungan telepon, Selasa (11/1/2022).</p>
<p>Suherman mengatakan, pedagang tersebut hanya diminta keterangan terkait dagangannya saja.</p>
<p>Pedagang tersebut ungkapnya, tak ditahan dan begitu juga gerobak motor yang dipergunakan untuk jualan. Namun, pihaknya tetap menyita sampel bakso untuk diuji laboratorium oleh BPOM.</p>
<p>Setidaknya ada 30 siswa dan siswi dari SDN 29 Gunung Sarik dan lima warga setempat yang keracunan akibat makan bakso tersebut.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/diduga-keracunan-puluhan-siswa-sdn-29-gunung-sarik-padang-dilarikan-ke-rumah-sakit/">Diduga Keracunan, Puluhan Siswa SDN 29 Gunung Sarik Padang Dilarikan ke Rumah Sakit</a></strong></p>
<p>Termasuk juga seorang ibu hamil dan balita. Peristiwa itu mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.</p>
<p>Setiap pasien memiliki gejala yang sama, yaitu mual, muntah, sakit perut dan lemas. Dari para korban, ada yang sudah mulai membaik dan ada pula yang masih dirawat.</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-selidiki-keracunan-puluhan-siswa-dan-warga-di-gunung-sarik-padang/">Polisi Selidiki Keracunan Puluhan Siswa dan Warga di Gunung Sarik Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kata BPOM Padang Soal Siswa SD Keracunan di Gunung Sarik</title>
		<link>https://langgam.id/kata-bpom-padang-soal-siswa-sd-keracunan-di-gunung-sarik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2022 09:29:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144740</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menerjunkan tim untuk menelusuri penyebab keracunan puluhan siswa dan warga di Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (11/1/2022). Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menerima sampel berupa bakso bakar yang dicurigai jadi penyebab serta muntah pasien untuk diuji di laboratorium. &#8220;Sampel sudah kita terima tadi dan langsung kita uji di laboratorium, apa yang menjadi penyebab dari keracunan ini,&#8221; ujarnya kepada Langgam.id di SDN 29 Gunung Sarik saat meninjau sekolah siswa yang keracunan. Firdaus mengungkapkan, ada dua kemungkinan yang menyebabkan keracunan tersebut. Yaitu, keracunan zat berbahaya seperti</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kata-bpom-padang-soal-siswa-sd-keracunan-di-gunung-sarik/">Kata BPOM Padang Soal Siswa SD Keracunan di Gunung Sarik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menerjunkan tim untuk menelusuri penyebab keracunan puluhan siswa dan warga di Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (11/1/2022).</p>
<p>Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menerima sampel berupa bakso bakar yang dicurigai jadi penyebab serta muntah pasien untuk diuji di laboratorium.</p>
<p>&#8220;Sampel sudah kita terima tadi dan langsung kita uji di laboratorium, apa yang menjadi penyebab dari keracunan ini,&#8221; ujarnya kepada <em>Langgam.id</em> di SDN 29 Gunung Sarik saat meninjau sekolah siswa yang keracunan.</p>
<p>Firdaus mengungkapkan, ada dua kemungkinan yang menyebabkan keracunan tersebut. Yaitu, keracunan zat berbahaya seperti arsen, sianida dan lain sebagainya, dan atau akibat dari mikroba.</p>
<p>&#8220;Nah itu nanti yang kita lihat di labor, apakah karena karena zat berbahaya atau mikroba. Jika zat berbahaya, apa zatnya, jika mimikro, apa mikrobanya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Soal lama pengujian labornya, Firdaus menyebut tergantung dari penyebab keracunannya. Jika karena zat berbahaya, maka hasil labornya bisa cepat. Namun jika karena mikroba, akan sedikit lama.</p>
<p>&#8220;Jika zat berbahaya akan keluar hasilnya, zat apa yang menyebabkan keracunan tersebut. Jika mikroba, tentu kita kembangkan dulu, kita liat pertumbuhannya baru bisa tentukan mikroba apa, paling lama lima hari hingga satu minggu,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/diduga-keracunan-puluhan-siswa-sdn-29-gunung-sarik-padang-dilarikan-ke-rumah-sakit/">Diduga Keracunan, Puluhan Siswa SDN 29 Gunung Sarik Padang Dilarikan ke Rumah Sakit </a></strong></p>
<p>Selain uji laboratorium, Firdaus menambahkan, pihaknya juga menerjunkan tim lapangan untuk mengumpulkan informasi terkait keracunan tersebut. Seperti hal yang terpenting adalah gejala apa yang dialami para siswa.</p>
<p>&#8220;Kita cari, kita kembangkan, apa bahan yang digunakan untuk buat bakso, dimana dia beli bahan, bagaimana caranya buat bakso, kita kejar sampai ke sana untuk menentukan penyebab keracunan itu,&#8221; tuturnya.</p>
<h4>—<br />Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kata-bpom-padang-soal-siswa-sd-keracunan-di-gunung-sarik/">Kata BPOM Padang Soal Siswa SD Keracunan di Gunung Sarik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144740</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Rumah Sakit Soal Keracunan Siswa di Gunung Sarik Padang</title>
		<link>https://langgam.id/penjelasan-rumah-sakit-soal-keracunan-siswa-di-gunung-sarik-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2022 08:22:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Rasidin]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Gunung Sarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144730</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Rasidin Padang Srikurnia Yati mengatakan, ada sebanyak 35 orang masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena diduga keracunan di Gunung Sarik. &#8220;Sebanyak 30 orang anak-anak dan satunya balita, dan lima orang lagi dewasa termasuk ibu hamil satu orang,&#8221; katanya di RSUD Rasidin Padang, Selasa (11/1/2022). Dia mengungkapkan, dari hasil observasi yang dilakukan pihak rumah sakit, umumnya pasien mengalami gejala mual dan muntah serta sakit perut. &#8220;Yang paling parah itu muntah berat, ada dua orang. Sampai sepuluh kali muntah dan badan lemas. Untuk ibu hamil dan balita alhamdulillah baik,&#8221; tuturnya. Setengah dari pasien diduga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penjelasan-rumah-sakit-soal-keracunan-siswa-di-gunung-sarik-padang/">Penjelasan Rumah Sakit Soal Keracunan Siswa di Gunung Sarik Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Rasidin Padang Srikurnia Yati mengatakan, ada sebanyak 35 orang masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena diduga keracunan di Gunung Sarik.</p>
<p>&#8220;Sebanyak 30 orang anak-anak dan satunya balita, dan lima orang lagi dewasa termasuk ibu hamil satu orang,&#8221; katanya di RSUD Rasidin Padang, Selasa (11/1/2022).</p>
<p>Dia mengungkapkan, dari hasil observasi yang dilakukan pihak rumah sakit, umumnya pasien mengalami gejala mual dan muntah serta sakit perut.</p>
<p>&#8220;Yang paling parah itu muntah berat, ada dua orang. Sampai sepuluh kali muntah dan badan lemas. Untuk ibu hamil dan balita alhamdulillah baik,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Setengah dari pasien diduga keracunan tersebut, kata Sri, ada yang dipasang infus dan juga oksigen bagi mereka yang mengalami muntah berat. Sementara, yang mengalami gejala ringan sudah pulang ke rumah masing-masing.</p>
<p>&#8220;Ada 11 orang yang telah kita pulangkan karena mengalami gejala ringan,&#8221; katanya.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab pasti keracunan. Pihaknya telah mengambil sampel berupa muntah pasien dan juga sampel bakso yang dicurigai.</p>
<p>&#8220;Sampelnya sudah serahkan ke Dinas Kesehatan untuk diserahkan ke BPOM untuk diperiksa di labor,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Diketahui, dugaan keracunan siswa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Sejumlah siswa dan juga warga mengalami muntah dan mual. Sekitar pukul 10.00 WIB, mereka dibawa ke RSUD Rasyidin.</p>
<h4>—<br />Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penjelasan-rumah-sakit-soal-keracunan-siswa-di-gunung-sarik-padang/">Penjelasan Rumah Sakit Soal Keracunan Siswa di Gunung Sarik Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144730</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tak Hanya Puluhan Siswa, Ibu Hamil Diduga Turut Keracunan di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/tak-hanya-puluhan-siswa-ibu-hamil-diduga-turut-keracunan-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2022 07:34:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Gunung Sarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144696</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Lima orang dewasa turut dirawat di RSUD Rasyidin Padang karena diduga keracunan di SDN 29 Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (11/1/2022). Salah seorang merupakan ibu hamil. Wakil Kepala Sekolah SDN 29 Gunung Sarik Afrizal mengatakan, mereka mengalami keluhan yang sama dengan puluhan siswa yang diduga keracunan. &#8220;Mereka adalah orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah, ada juga warga sekitar, ketika itu mereka juga membeli bakso bakar yang kita curigai jadi penyebab keracunan itu,&#8221; ujar Afrizal kepada Langgam.id, Selasa (11/1/2022). Afrizal mengatakan, orang dewasa tersebut mengalami sakit perut, mual, muntah hingga lemas. Kini, mereka masih dirawat di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tak-hanya-puluhan-siswa-ibu-hamil-diduga-turut-keracunan-di-padang/">Tak Hanya Puluhan Siswa, Ibu Hamil Diduga Turut Keracunan di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Lima orang dewasa turut dirawat di RSUD Rasyidin Padang karena diduga keracunan di SDN 29 Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (11/1/2022). Salah seorang merupakan ibu hamil.</p>
<p>Wakil Kepala Sekolah SDN 29 Gunung Sarik Afrizal mengatakan, mereka mengalami keluhan yang sama dengan puluhan siswa yang diduga keracunan.</p>
<p>&#8220;Mereka adalah orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah, ada juga warga sekitar, ketika itu mereka juga membeli bakso bakar yang kita curigai jadi penyebab keracunan itu,&#8221; ujar Afrizal kepada Langgam.id, Selasa (11/1/2022).</p>
<p>Afrizal mengatakan, orang dewasa tersebut mengalami sakit perut, mual, muntah hingga lemas. Kini, mereka masih dirawat di RSUD Rasyidin Padang dan juga ada yang telah pulang begitu juga para siswa.</p>
<p>Kini, sampel bakso yang dicurigai menjadi penyebab utama keracunan telah diamankan oleh pihak sekolah dan diserahkan ke pihak rumah sakit untuk diperiksa di BPOM Wilayah Sumbar.</p>
<p>Diketahui, diduga keracunan, puluhan siswa SDN 29 Gunung Sarik Padang dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tadi.</p>
<p>Sekitar pukul 10.00 WIB, siswa dan juga warga yang keracunan langsung dilarikan ke RSUD Rasyidin.</p>
<h4>—<br />Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tak-hanya-puluhan-siswa-ibu-hamil-diduga-turut-keracunan-di-padang/">Tak Hanya Puluhan Siswa, Ibu Hamil Diduga Turut Keracunan di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144696</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Keracunan, Puluhan Siswa SDN 29 Gunung Sarik Padang Dilarikan ke Rumah Sakit </title>
		<link>https://langgam.id/diduga-keracunan-puluhan-siswa-sdn-29-gunung-sarik-padang-dilarikan-ke-rumah-sakit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2022 06:17:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144723</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit, Selasa (11/1/2022) pagi. Mereka diduga keracunan jajanan. Wakil Kepala SDN 29, Afrizal mengatakan, setidaknya ada 24 siswa yang dirawat karena mengalami mual hingga muntah, dan lemas. &#8220;Campur, laki-laki dan perempuan. Kelasnya pun juga campur. Merata semuanya,&#8221; ujar Afrizal kepada Langgam.id di RSUD Rasidin Padang, Selasa (11/1/2022) siang. Ia mengungkapkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat para siswa mulai datang ke sekolah untuk belajar. Sebelum masuk, para siswa tersebut jajan di jajanan yang ada di luar sekolah. &#8220;Rata-rata</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/diduga-keracunan-puluhan-siswa-sdn-29-gunung-sarik-padang-dilarikan-ke-rumah-sakit/">Diduga Keracunan, Puluhan Siswa SDN 29 Gunung Sarik Padang Dilarikan ke Rumah Sakit </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit, Selasa (11/1/2022) pagi. Mereka diduga keracunan jajanan.</p>
<p>Wakil Kepala SDN 29, Afrizal mengatakan, setidaknya ada 24 siswa yang dirawat karena mengalami mual hingga muntah, dan lemas.</p>
<p>&#8220;Campur, laki-laki dan perempuan. Kelasnya pun juga campur. Merata semuanya,&#8221; ujar Afrizal kepada <em>Langgam.id</em> di RSUD Rasidin Padang, Selasa (11/1/2022) siang.</p>
<p>Ia mengungkapkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat para siswa mulai datang ke sekolah untuk belajar. Sebelum masuk, para siswa tersebut jajan di jajanan yang ada di luar sekolah.</p>
<p>&#8220;Rata-rata mereka yang keracunan ini setelah memakan bakso bakar,&#8221; ucap Afrizal.</p>
<p>Adapun soal keracunannya baru diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, kata Afrizal, ada beberapa siswa yang mengeluh mual, sakit perut hingga muntah. Mereka yang mengeluh pun dirawat di UKS sekolah.</p>
<p>&#8220;Setelah beberapa yang mengeluh itu, bertambah lagi yang mengeluh dengan sakit yang sama. Sehingga kita bawa ke puskesmas. Karena puskesmas lagi ada kegiatan vaksinasi, dirujuk ke RSUD,&#8221; bebernya.</p>
<p>Ia menjelaskan, hingga kini tak ada siswa yang keracunan hingga tak sadarkan diri. Beberapa siswa yang telah dirawat juga ada yang telah pulang karena sudah mulai membaik.</p>
<p>Sementara itu, untuk pemeriksaan, semua sampel jajanan yang ada di luar sekolah dikumpulkan pihaknya dan diserahkan ke laboratorium untuk diperiksa.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/tawuran-remaja-berujung-maut-di-padang-terekam-cctv/">Tawuran Remaja Berujung Maut di Padang Terekam CCTV</a></strong></p>
<p>Pantauan <em>Langgam.id</em> di lokasi, terlihat kesibukan tim medis menangani para siswa dan siswi yang diduga keracunan tersebut. Ada sejumlah siswa yang diberi infus dan ada pula yang tidak.</p>
<p>Tak hanya di dalam ruang IGD, di luar ruangan pun ramai para orang tua dan kerabat menunggu para siswa. Di sana juga terlihat beberapa orang guru mendampingi. Juga terlihat pihak kepolisian dan pengawas sekolah.</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/diduga-keracunan-puluhan-siswa-sdn-29-gunung-sarik-padang-dilarikan-ke-rumah-sakit/">Diduga Keracunan, Puluhan Siswa SDN 29 Gunung Sarik Padang Dilarikan ke Rumah Sakit </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144723</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sampel Makanan Santri Keracunan di Dharmasraya Dikirim ke BPOM</title>
		<link>https://langgam.id/sampel-makanan-santri-keracunan-di-dharmasraya-dikirim-ke-bpom/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2019 09:43:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dharmasraya]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=20965</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya mengirimkan sampel makanan yang disinyalir penyebab keracunan 32 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ulul Albab ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Seperti diketahui, tujuh dari dari puluhan santri keracunan harus mendapatkan perawatan di puskesmas setempat. Para santri Ponpes yang berlokasi di Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto, Kabupaten Dharmasraya itu sebelumnya diketahui mengkonsumsi mi instan. &#8220;Sampel makanan semua kami kirim ke BPOM, ada nasi, mi, kol dan lainnya. Hasilnya akan keluar beberapa hari ke depan, paling lambat seminggu,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Rahmadian, Selasa (17/12/2019). Rahmadian mengungkapkan, tujuh orang santri yang sempat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sampel-makanan-santri-keracunan-di-dharmasraya-dikirim-ke-bpom/">Sampel Makanan Santri Keracunan di Dharmasraya Dikirim ke BPOM</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/">Langgam.id</a> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dharmasraya mengirimkan sampel makanan yang disinyalir penyebab keracunan 32 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ulul Albab ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).</p>
<p>Seperti diketahui, tujuh dari dari puluhan santri keracunan harus mendapatkan perawatan di puskesmas setempat. Para santri Ponpes yang berlokasi di Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto, Kabupaten Dharmasraya itu sebelumnya diketahui mengkonsumsi mi instan.</p>
<p>&#8220;Sampel makanan semua kami kirim ke BPOM, ada nasi, mi, kol dan lainnya. Hasilnya akan keluar beberapa hari ke depan, paling lambat seminggu,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Rahmadian, Selasa (17/12/2019).</p>
<p>Rahmadian mengungkapkan, tujuh orang santri yang sempat dirawat kini telah berangsur membaik. Mereka diprediksi diperbolehkan pulang hari ini.</p>
<p>&#8220;Intinya tujuh orang santri sudah dirawat, kondisinya sudah aman dan membaik. Kondisi yang awalnya muntah-muntah sudah berkurang. Mereka tunggu orang tua masing-masing santri dan seizin dokter boleh pulang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menduga keracunan yang dialami para santri memang akibat makanan. Namun, Rahmadian tetap menunggu hasil uji sampel ke laboratorium yang dilakukan BPOM.</p>
<p>&#8220;Diduga memang karena makanan. Tapi kami tunggu dulu hasil uji sampel keluar,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sebelumnya, Camat Koto Baru, Berlian menyebutkan, adapun Santri yang dirawat di antaranya bernama Cindi Ayu, Betris Palensia, Airin Bunga, Wulandari, Sunchi Cahnia, Zulfa dan Sahilpha Putri. Dugaan keracunan itu sejak tadi malam, ketika para santri datang ke salah satu pesta temannya.</p>
<p>&#8220;Mereka mengkonsumsi hidangan yang disajikan tuan rumah. Setelah pulang dari pesta, sebanyak 32 santri mengalami pusing dan muntah-muntah. Tujuh orang yang dibawa ke puskesmas, yang lainnya masih di asrama,” katanya. (<strong>Irwanda/ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sampel-makanan-santri-keracunan-di-dharmasraya-dikirim-ke-bpom/">Sampel Makanan Santri Keracunan di Dharmasraya Dikirim ke BPOM</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">20965</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 27/82 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-22 05:12:06 by W3 Total Cache
-->