<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Keracunan Massal Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/keracunan-massal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/keracunan-massal/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Jan 2022 13:11:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Keracunan Massal Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/keracunan-massal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>BPOM Temukan Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SD di Gunung Sariak Padang</title>
		<link>https://langgam.id/bpom-temukan-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-sd-di-gunung-sariak-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2022 13:11:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Keracunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=145704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BPOM temukan penyebab keracunan pelajar SD di Gunung Sariak Padang. Langgam.id &#8211; Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Padang menemukan adanya mikroba atau bakteri jahat pada bakso yang menyebabkan puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang keracunan. Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar mengatakan, hasil tersebut didapat setelah pihaknya memeriksa sampel bakso bakar yang menjadi penyebab keracunan di laboratorium mikrobiologi BPOM Padang selama delapan hari, sejak Selasa (11/1/2021). Ada tiga sampel yang diperiksa, kata Firdaus, yaitu sampel bakso, kecap dan saus yang digunakan untuk</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpom-temukan-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-sd-di-gunung-sariak-padang/">BPOM Temukan Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SD di Gunung Sariak Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BPOM temukan penyebab keracunan pelajar SD di Gunung Sariak Padang.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Padang menemukan adanya mikroba atau bakteri jahat pada bakso yang menyebabkan puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang keracunan.</p>
<p>Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar mengatakan, hasil tersebut didapat setelah pihaknya memeriksa sampel bakso bakar yang menjadi penyebab keracunan di laboratorium mikrobiologi BPOM Padang selama delapan hari, sejak Selasa (11/1/2021).</p>
<p>Ada tiga sampel yang diperiksa, kata Firdaus, yaitu sampel bakso, kecap dan saus yang digunakan untuk bakso bakar tersebut.</p>
<p>Sementara, di sampel kecap dan saus pihaknya tak menemukan adanya bakteri jahat.</p>
<p>&#8220;Hasil uji, kita menemukan ada pertumbuhan bakteri yang berbahaya di dalam bakso, yaitu <em>Staphylococcus Aureus</em> dan <em>E. Coli</em> (<em>Escherichia Coli</em>),&#8221; ujar Firdaus kepada Langgam.id, Rabu (19/1/2022).</p>
<p>Dijelaskan Firdaus, adanya bakteri <em>Staphylococcus Aureus</em> itu menandakan kurang bersihnya pengolahan bakso bakar. Sementara, adanya bakteri <em>E. Coli</em>, diduga pengaruh air yang digunakan untuk mengolah bakso.</p>
<p>Sehingga, lanjut Firdaus, wajar saja menimbulkan efek samping mual, muntah hingga pusing bagi mereka yang mengonsumsi bakso bakar tersebut.</p>
<p>&#8220;Sampel itu juga kita sudah serahkan ke Dinas Kesehatan Kota Padang untuk ditindaklanjuti, agar penjual atau pembuat baksonya dibina,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, keracunan massal pelajar SD di Gunung Sariak, Kota Padang itu terjadi, Selasa (11/1/2022).</p>
<p>Para pelajar dilaporkan mengalami gejala muntah, sakit perut hingga pusing sekitar pukul 09.00 WIB. Gejala itu muncul setelah mereka mengkonsumsi bakso bakar sejak pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Para pelajar yang keracuanan itu terdiri dari 30 orang, mulai dari kelas 1 hingga jelas 6 SD.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/sudah-pulih-semua-siswa-yang-keracunan-di-padang-kembali-sekolah/">Sudah Pulih, Semua Siswa yang Keracunan di Padang Kembali Sekolah</a></strong></p>
<p>Lalu, juga ada lima warga sekitar yang turut keracunan, termasuk seorang balita dan ibu hamil. Mereka semua sempat dirawat di RSUD dr. Rasyidin Padang dan kini sudah pulih.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpom-temukan-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-sd-di-gunung-sariak-padang/">BPOM Temukan Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SD di Gunung Sariak Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145704</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</title>
		<link>https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2022 00:52:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kuranji]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Gunung Sarik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.di &#8211; Buntut dugaan keracunan massal siswa di Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seorang ibu rumah tangga (IRT) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. IRT tersebut berinisial K, 34. Seorang penjual bakso bakar di depan SDN 29 Gunung Sariak. Setidaknya ada 30 siswa sekolah dasar dan 5 warga mengalami muntah, sakit perut, mual hingga pusing setelah mengkonsumsi barang dagangannya. K merupakan warga setempat. K pun diperiksa polisi dan barang dagangannya diperiksa Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang untuk mencari penyebab dugaan keracunan massal itu. &#8220;Saya tidak menyangka ini akan terjadi. Padahal saya berjualan seperti biasanya. Jika tahu seperti ini</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/">Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.di</strong> &#8211; Buntut dugaan keracunan massal siswa di Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seorang ibu rumah tangga (IRT) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.</p>
<p>IRT tersebut berinisial K, 34. Seorang penjual bakso bakar di depan SDN 29 Gunung Sariak.</p>
<p>Setidaknya ada 30 siswa sekolah dasar dan 5 warga mengalami muntah, sakit perut, mual hingga pusing setelah mengkonsumsi barang dagangannya. K merupakan warga setempat.</p>
<p>K pun diperiksa polisi dan barang dagangannya diperiksa Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang untuk mencari penyebab dugaan keracunan massal itu.</p>
<p>&#8220;Saya tidak menyangka ini akan terjadi. Padahal saya berjualan seperti biasanya. Jika tahu seperti ini saya pasti tidak akan jualan,&#8221; ujar K kepada Langgam.id seusai diperiksa polisi di Mapolsek Kuranji, Selasa (11/1/2022) sore.</p>
<p>K mengaku hanya sebagai penjual bakso bakar saja. Makanan yang dijual tidak diracik sendiri, melainkan dia beli dari tempat penggilingan daging di kawasan pasar Alai, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.</p>
<p>&#8220;Saya di rumah hanya membentuknya saja, membulatkannya. Jadi bakso itu bahannya saya beli sudah jadi, jadi tidak saya yang membuatnya sendiri di rumah,&#8221; katanya.</p>
<p>K mengungkapkan, dalam proses pengolahan, bahan yang dibeli dari tempat penggilingan itu langsung direbus di rumah. Setelah direbus, bakso yang sudah dalam bentuk bulat dimasukan dalam frezer.</p>
<p>&#8220;Pas mau jualan baru diambil dan rebus lagi. Tidak ada saya tambah bumbu lain,&#8221; katanya.</p>
<p>Saus dan kecap, katanya, juga dibeli bungkusan di pasar. Soal bumbu ia juga tak meraciknya sendiri. &#8220;Jadi saya bingung, kok bisa keracunan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>K menambahkan, dia mulai berjualan di SDN 29 Gunung Sariak sekitar pukul 06.30 WIB saat para siswa mulai berdatangan ke sekolah. Hingga pukul 07.30 WIB, dagangannya sempat laku hingga 100 tusuk lebih.</p>
<p>&#8220;Saya tahunnya ketika saya balik ke sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. Sampai sana kok tidak ada yang beli. Terus ada guru yang datang bilang, katanya dagangan saya ada racunnya,&#8221; tutur K.</p>
<p>Diketahui, puluhan siswa dan warga tersebut sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasyidin Padang untuk mendapatkan perawat medis terkait gejala yang dialami.</p>
<p>Saat ini, pihak kepolisian dan BPOM Padang masih menyelidiki penyebab dugaan keracunan massal siswa dan warga tersebut. K sendiri kini berstatus wajib lapor di Mapolsek Kuranji, Padang.</p>
<h4>—<br />
Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/">Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144810</post-id>	</item>
		<item>
		<title>10 Korban Dugaan Keracunan Makanan di Dharmasraya Masih Dirawat</title>
		<link>https://langgam.id/10-korban-dugaan-keracunan-makanan-di-dharmasraya-masih-dirawat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2019 16:47:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dharmasraya]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Keracunan Makanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=11959</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak 10 orang korban dugaan keracunan makanan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh. Para korban merupakan warga Nagari Siguntur, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar). Menurut pihak Dinas Kesehatan Dharmasraya, sejak Minggu (11/8/2019) pagi, beberapa korban dugaan keracunan yang sebelumnya juga dirawat, telah diperbolehkan pulang. Sedangkan yang masih dirawat sampai hari ini, kondisinya sudah berangsur membaik. &#8220;Untuk kondisi korban sekarang tinggal 10 orang (dirawat). Udah pada pulang tadi pagi. Kemarin-kan 30 orang dirawat, nah 20 orang di antaranya yang menjadi korban sudah pulang,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Rahmadian dihubungi langgam.id, Minggu (11/8/2019) malam.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/10-korban-dugaan-keracunan-makanan-di-dharmasraya-masih-dirawat/">10 Korban Dugaan Keracunan Makanan di Dharmasraya Masih Dirawat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sebanyak 10 orang korban dugaan keracunan makanan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh. Para korban merupakan warga Nagari Siguntur, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p>Menurut pihak Dinas Kesehatan Dharmasraya, sejak Minggu (11/8/2019) pagi, beberapa korban dugaan keracunan yang sebelumnya juga dirawat, telah diperbolehkan pulang. Sedangkan yang masih dirawat sampai hari ini, kondisinya sudah berangsur membaik.</p>
<p>&#8220;Untuk kondisi korban sekarang tinggal 10 orang (dirawat). Udah pada pulang tadi pagi. Kemarin-kan 30 orang dirawat, nah 20 orang di antaranya yang menjadi korban sudah pulang,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya Rahmadian dihubungi langgam.id, Minggu (11/8/2019) malam.</p>
<p>Rahmadian membeberkan, rata-rata korban saat ini hanya mengalami perut kembung. Sedangkan para korban yang sebelumnya buang air besar mencair, kini sudah kembali normal.</p>
<p>&#8220;Korban sudah membaik ya. Tadi saya dari RSUD juga melihat para korban. Malah ada tiga korban yang ngomong ke saya dia sudah sembuh, sudah enak makannya, habis makanan yang diberikan pihak rumah sakit,&#8221; katanya.</p>
<p>Soal kasus ini, pihaknya tetap akan menunggu hasil uji sampel laboratorium dari makanan tersebut. Ia menduga, para korban bukan karena keracunan, namun terkena bakteri dari makanan.</p>
<p>&#8220;Sampel sudah kami kirim ke Padang. Kami menunggu hasil labor. Kalau dilihat munculnya karena bakteri. Racun tidak ya, karena bukan zat kimia. Tapi tetap kami periksa,&#8221; katanya.</p>
<p>Seperti diketahui, total korban sebelumya berjumlah 62 orang usai menyantap beberapa macam hidangan hayatan seperti sayur, bakwan, pisang goreng, jangung rebus dan kopi susu. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (8/8) malam. Selain itu, dua orang kemudian dinyatakan meninggal dunia usai mendapat perawatan intensif. <strong>(Irwanda/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/10-korban-dugaan-keracunan-makanan-di-dharmasraya-masih-dirawat/">10 Korban Dugaan Keracunan Makanan di Dharmasraya Masih Dirawat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11959</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyebab Dugaan Keracunan Massal di Dharmasraya Tunggu Hasil Laboratorium</title>
		<link>https://langgam.id/selidiki-kasus-keracunan-massal-di-dharmasraya-polisi-tunggu-uji-sampel-makanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2019 11:16:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dharmasraya]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Keracunan Makanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=11947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pihak Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya terus menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang menelan dua korban jiwa. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil laboratorium uji sampel makanan yang menyebabkan 62 warga di Jorong Koto Tuo, Nagari Siguntur mengalami keracunan. Kapolres Dharmasraya Imran Amir mengatakan, uji sampel makanan telah dilakukan dan hasilnya dijadwalkan keluar dalam waktu dekat. Dari hasil uji sampel itu nantinya, diketahui apakah para korban memang keracunan makanan atau tidak. &#8220;Kami menunggu hasil dari laboratorium yang dilakukan Jamkesda Dharmasraya. Katanya, hari Senin besok keluar, tapi kita tunggu aja. Nanti apakah memang karena makanan, atau racun apa akan diketahui,&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/selidiki-kasus-keracunan-massal-di-dharmasraya-polisi-tunggu-uji-sampel-makanan/">Penyebab Dugaan Keracunan Massal di Dharmasraya Tunggu Hasil Laboratorium</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pihak Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya terus menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang menelan dua korban jiwa. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil laboratorium uji sampel makanan yang menyebabkan 62 warga di Jorong Koto Tuo, Nagari Siguntur mengalami keracunan.</p>
<p>Kapolres Dharmasraya Imran Amir mengatakan, uji sampel makanan telah dilakukan dan hasilnya dijadwalkan keluar dalam waktu dekat. Dari hasil uji sampel itu nantinya, diketahui apakah para korban memang keracunan makanan atau tidak.</p>
<p>&#8220;Kami menunggu hasil dari laboratorium yang dilakukan Jamkesda Dharmasraya. Katanya, hari Senin besok keluar, tapi kita tunggu aja. Nanti apakah memang karena makanan, atau racun apa akan diketahui,&#8221; ujar Imran dihubungi langgam.id, Minggu (11/8/2019).</p>
<p>Imran mengatakan, pihaknya telah mendatangi para korban dan meminta keterangan. Hingga Sabtu (10/8) malam, terhitung 30 orang masih mendapat perawatan medis di beberapa puskesmas dan rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Tadi malam saya check dari 62 orang  keracunan sudah 32 orang dipulangkan. Jadi 30 lagi masih dirawat tadi malam itu ya, sampai sekarang (Minggu) sudah ada beberapa lagi yang pulang, mungkin rawat jalan,&#8221; katanya.</p>
<p>Imran menegaskan, hasil penyelidikan sementara yang dilakukan pihaknya, tidak ada unsur kesengajaan dari kasus keracunan makan tersebut. Meski demikian, ia tetap menunggu hasil uji sampel laboratorium keluar.</p>
<p>&#8220;(Sementara) tidak ada unsur kesengajaan. Sebab gini, yang punya acara yang kasih makanan juga ikut jadi korban dan masuk rumah sakit,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, dua orang meninggal dunia akibat keracunan masal yang terjadi pada Kamis (8/8) kemarin. Keracunan massal itu berawal ketika ada hajatan di salah satu rumah warga. Saat itu, tuan rumah menyajikan beberapa macam hidangan, seperti sayur, bakwan, pisang goreng, jangung rebus dan kopi susu.</p>
<p>Malam harinya, menjelang hajatan selesai, tiga orang warga yang menghadiri hajatan mengalami sakit perut serta mual-mual, lalu dilaporkan ke bidan desa di daerah itu untuk penanganan secara medis.</p>
<p>Selanjutnya, Sabtu (10/8) dini hari, diketahui seorang dari tiga warga yang mengalami sakit perut dan mual-mual itu meninggal dunia, setelah di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh, korban bernama Harmina.</p>
<p>Lalu, hingga Sabtu (10/8/2019) pagi, jumlah korban dilaporkan menjadi 44 orang, dengan gejala hampir sama, sakit perut dan mual. Selain itu, ada juga yang mengalami sakit kepala, mencret, demam dan sakit pinggang. <strong>(Irwanda/Rahmadi/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/selidiki-kasus-keracunan-massal-di-dharmasraya-polisi-tunggu-uji-sampel-makanan/">Penyebab Dugaan Keracunan Massal di Dharmasraya Tunggu Hasil Laboratorium</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11947</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 22/58 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-05-27 01:07:53 by W3 Total Cache
-->