<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Karhutla Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/karhutla/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/karhutla/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 May 2026 02:22:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Karhutla Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/karhutla/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Lebih dari 110 Karhutla Terjadi Tahun Lalu, Sumbar Perkuat Antisipasi Hadapi Musim Kemarau 2026</title>
		<link>https://langgam.id/lebih-dari-110-karhutla-terjadi-tahun-lalu-sumbar-perkuat-antisipasi-hadapi-musim-kemarau-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 02:22:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247692</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026. Langkah itu dilakukan menyusul tingginya kasus karhutla yang terjadi sepanjang tahun lalu. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, pada 2025 tercatat lebih dari 110 kejadian kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah di Sumbar dengan total area terdampak mencapai lebih dari 1.450 hektare. “Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi, koordinasi, dan komitmen kuat dari seluruh pihak agar ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini,” ujar Mahyeldi saat memimpin Apel Siaga Pengendalian Karhutla Tingkat Provinsi Sumbar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lebih-dari-110-karhutla-terjadi-tahun-lalu-sumbar-perkuat-antisipasi-hadapi-musim-kemarau-2026/">Lebih dari 110 Karhutla Terjadi Tahun Lalu, Sumbar Perkuat Antisipasi Hadapi Musim Kemarau 2026</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="h-"><strong>Langgam.id</strong> — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026. Langkah itu dilakukan menyusul tingginya kasus karhutla yang terjadi sepanjang tahun lalu.</p>



<p>Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, pada 2025 tercatat lebih dari 110 kejadian kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah di Sumbar dengan total area terdampak mencapai lebih dari 1.450 hektare.</p>



<p>“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi, koordinasi, dan komitmen kuat dari seluruh pihak agar ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini,” ujar Mahyeldi saat memimpin Apel Siaga Pengendalian Karhutla Tingkat Provinsi Sumbar di Nagari Pasia Laweh, Agam, dikutip, Jumat (22/5/2026).</p>



<p>Menurut Mahyeldi, sejumlah daerah seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Agam bahkan sempat menetapkan status tanggap darurat akibat meningkatnya titik panas dan kejadian karhutla pada tahun lalu.</p>



<p>Ia mengatakan, ancaman karhutla tahun ini diperkirakan meningkat seiring prediksi musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Berdasarkan analisis BMKG, kondisi tersebut diperkuat adanya indikasi peralihan menuju El Nino pada periode Juni hingga September 2026.</p>



<p>Mahyeldi menegaskan, upaya pencegahan harus menjadi fokus utama dalam penanganan karhutla tahun ini. Pemerintah daerah diminta memperkuat deteksi dini titik panas, patroli terpadu, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.</p>



<p>“Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama tanpa mengesampingkan kesiapan penanggulangan apabila terjadi kebakaran,” katanya.</p>



<p>Apel siaga tersebut diikuti 12 UPTD dari 11 kabupaten dan kota di Sumbar sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.</p>



<p>Mahyeldi menyebut faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kebakaran hutan dan lahan, mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar, kelalaian masyarakat, penebangan liar, hingga konflik lahan.</p>



<p>Karena itu, ia meminta seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat bergerak dalam satu komando menghadapi ancaman karhutla.</p>



<p>Gubernur juga mengajak tokoh masyarakat seperti ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, hingga kelompok masyarakat peduli api untuk ikut menjaga kawasan hutan dan lingkungan.</p>



<p>“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang. Kita tentu berharap kejadian karhutla tahun 2025 tidak terulang kembali di tahun 2026,” ujar Mahyeldi.</p>



<p>Usai apel siaga, Gubernur melakukan penanaman pohon manggis dan peletakan batu pertama pembangunan Monumen Nagari Peduli Hutan di Nagari Pasia Laweh sebagai simbol penguatan komitmen pelestarian lingkungan di Sumbar. <strong>(HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lebih-dari-110-karhutla-terjadi-tahun-lalu-sumbar-perkuat-antisipasi-hadapi-musim-kemarau-2026/">Lebih dari 110 Karhutla Terjadi Tahun Lalu, Sumbar Perkuat Antisipasi Hadapi Musim Kemarau 2026</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247692</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Padamkan Karhutla 4 Hektar di Tanah Datar, Dekat Pemukiman</title>
		<link>https://langgam.id/bpbd-padamkan-karhutla-4-hektar-di-tanah-datar-dekat-pemukiman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 05:37:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=232068</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID &#8212; Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD melaporkan kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kabupaten Tanah Datar di Jorong Turawan, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, seluas 4 hektar. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan karhutla tersebut berjarak hanya 200 meter dari permukiman warga. Berdasarkan keterangan di lapangan, kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah oleh warga. Ia menambahkan, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Tanah Datar segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman bersama tim pemadam kebakaran.&#160; &#8220;Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kebakaran menghanguskan lahan seluas kurang lebih</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpbd-padamkan-karhutla-4-hektar-di-tanah-datar-dekat-pemukiman/">BPBD Padamkan Karhutla 4 Hektar di Tanah Datar, Dekat Pemukiman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="http://langgam.id">LANGGAM.ID</a> &#8212; Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD melaporkan kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kabupaten Tanah Datar di Jorong Turawan, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, seluas 4 hektar.</p>



<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan karhutla tersebut berjarak hanya 200 meter dari permukiman warga. Berdasarkan keterangan di lapangan, kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah oleh warga.</p>



<p>Ia menambahkan, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Tanah Datar segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman bersama tim pemadam kebakaran.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kebakaran menghanguskan lahan seluas kurang lebih 4 hektare. Lokasi kebakaran yang dekat dengan permukiman membuat penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,&#8221; ujar Abdul, Sabtu (16/8/2025).</p>



<p>Dalam proses tersebut, dikerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air milik BPBD. BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan wali nagari setempat untuk memastikan situasi tetap terkendali.</p>



<p>&#8220;Kondisi terkini, api telah berhasil dipadamkan. Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Tanah Datar, tim pemadam kebakaran, dan masyarakat setempat. Situasi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Abdul menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah provinsi tersebut selama 60 hari, terhitung mulai 23 Juli 2025 hingga 21 September 2025, melalui SK Nomor 360-416-2025.</p>



<p>&#8220;BNPB menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi, menyiapkan kebutuhan darurat, dan melaporkan setiap kejadian bencana kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat,&#8221; katanya. (fx)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpbd-padamkan-karhutla-4-hektar-di-tanah-datar-dekat-pemukiman/">BPBD Padamkan Karhutla 4 Hektar di Tanah Datar, Dekat Pemukiman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232068</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penanganan Karhutla Sumbar Dianggap Berhasil, Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang 2 Hari</title>
		<link>https://langgam.id/penanganan-karhutla-sumbar-dianggap-berhasil-operasi-modifikasi-cuaca-diperpanjang-2-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 10:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=230661</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) guna penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dinilai berhasil dan akan diperpanjang selama dua hari hingga 31 Juli 2025. Keputusan ini berdasarkan hasil rapat evaluasi bersama terkait pelaksanaan OMC selama lima hari berturut-turut. Dihadiri pihak BNPB, BMKG Pusat, Kepala BMKG Stasiun BIM, Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, PT Songo Aviasi Indonesia, dan tim OMC lainnya. “Dari rapat tadi, bersarkan hasil evaluasi BNPB dan BMKG maka perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Barat itu ditambah hanya untuk dua hari ke depan,” kata Kalaksa BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy pada Selasa, (29/7).</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penanganan-karhutla-sumbar-dianggap-berhasil-operasi-modifikasi-cuaca-diperpanjang-2-hari/">Penanganan Karhutla Sumbar Dianggap Berhasil, Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang 2 Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) guna penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dinilai berhasil dan akan diperpanjang selama dua hari hingga 31 Juli 2025.</p>



<p>Keputusan ini berdasarkan hasil rapat evaluasi bersama terkait pelaksanaan OMC selama lima hari berturut-turut. Dihadiri pihak BNPB, BMKG Pusat, Kepala BMKG Stasiun BIM, Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, PT Songo Aviasi Indonesia, dan tim OMC lainnya.</p>



<p>“Dari rapat tadi, bersarkan hasil evaluasi BNPB dan BMKG maka perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Barat itu ditambah hanya untuk dua hari ke depan,” kata Kalaksa BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy pada Selasa, (29/7).</p>



<p>Dikatakan Rudy, dari hasil rapat evaluasi bersama tersebut diketahui pelaksanaan OMC selama lima hari di Sumbar menunjukkan hasil yang signifikan. Pasalnya, sejak OMC dilaksanakan jumlah Karhutla di Sumbar sudah mendekati nol kejadian, terutama di daerah Limapuluh Kota dan Kabupaten Solok.</p>



<p>“Alhamdulillah, modifikasi cuaca yang kita lakukan, oleh BNPB dan BMKG berjalan lancar dan hasilnya luar biasa. Ada penekanan yang luar biasa, sehingga Karhutla tadi dilaporkan sudah mendekati nol,” ujarnya.</p>



<p>Kendati demikian, OMC ini perlu diperpanjang karena daerah Sumbar masih didominasi musim kering, sehingga sangat dikhawatirkan munculnya titik-titik Karhutla yang baru. Pasalnya, kondisi dengan curah hujan yang rendah ini akan berlangsung hingga pertengahan September 2025 mendatang.</p>



<p>Selain itu, perpanjangan OMC ini juga untuk menyiram wilayah Sumbar lebih luas agar basahnya lebih merata. Apalagi, Pemprov Sumbar telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, sehingga lebih leluasa melakukan penanggulangan dan penanganan di lapangan.</p>



<p>“Karena kita masih menemukan potensi terjadinya Karhutla di wilayah yang lain. Kalau kemarin kita hanya fokus di wilayah Limapuluh Kota dan Kabupaten Solok, sekarang berdasarkan Status Siaga Darurat, kita akan memperluas sampai ke perbatasan Pasaman, Sijunjung, lalu ke Peisir Selatan dan sekitarnya,” jelas Rudy.</p>



<p>Ia juga berharap dengan adanya OMC ini masyarakat semakin sadar bahwa Karhutla mengakibatkan dampak yang luar biasa bagi semua pihak. Selain itu, ia meminta tak ada lagi masyarakat atau pihak yang tak bertanggung jawab melakukan pembakaran hutan dan lahan ke depannya.</p>



<p>“Mudah-mudahan ini bisa diawasi oleh ninik mamak dan pemerintah di daerah masing-masing, agar tidak ada lagi yang menyebabkan terjadi Karhutla,” tutupnya.(*/f)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penanganan-karhutla-sumbar-dianggap-berhasil-operasi-modifikasi-cuaca-diperpanjang-2-hari/">Penanganan Karhutla Sumbar Dianggap Berhasil, Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang 2 Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230661</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumbar Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 60 Hari ke Depan</title>
		<link>https://langgam.id/sumbar-tetapkan-status-siaga-darurat-karhutla-hingga-60-hari-ke-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2025 15:57:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=230570</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat provinsi hingga 60 hari ke depan. Ketetapan itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 360-416-2025 yang berlaku selama dua bulan. Penetapan Status Siaga Darurat ini dikarenakan tingginya kejadian Karhutla di beberapa daerah di Sumbar sejak Mei 2025 lalu. Mulai dari Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan daerah lainnya dengan luas ratusan hektar. “Siaga Darurat Karhutla di wilayah Provinsi Sumbar selama 60 hari, mulai 23 Juli sampai 21 September 2025,” demikian tertera dalam SK Gubernur yang diterima BPBD Sumbar, Senin</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-tetapkan-status-siaga-darurat-karhutla-hingga-60-hari-ke-depan/">Sumbar Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 60 Hari ke Depan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat provinsi hingga 60 hari ke depan. Ketetapan itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 360-416-2025 yang berlaku selama dua bulan.</p>



<p>Penetapan Status Siaga Darurat ini dikarenakan tingginya kejadian Karhutla di beberapa daerah di Sumbar sejak Mei 2025 lalu. Mulai dari Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan daerah lainnya dengan luas ratusan hektar.</p>



<p>“Siaga Darurat Karhutla di wilayah Provinsi Sumbar selama 60 hari, mulai 23 Juli sampai 21 September 2025,” demikian tertera dalam SK Gubernur yang diterima BPBD Sumbar, Senin (28/7/2025).</p>



<p>Diketahui, penetapan Status Siaga Darurat Karhutla ini juga berdasarkan peta prakiraan curah hujan probabilistik Stasiun Klimatologi Sumbar. Pasalnya, secara umum wilayah Sumbar pada dasarian III Juli 2025 diprediksi akan mengalami curah hujan kurang dari 50mm dengan peluang curah hujan hanya 70%-90%.</p>



<p>Rendahnya curah hujan itu, dikhawatirkan akan berdampak pada cuaca panas ekstrem dan hari tanpa hujan yang cukup panjang hingga Agustus 2025. Kondisi ini dinilai sangat berisiko titik panas (hotspot) menjadi titik api (firespot) yang memperbesar terjadinya Karhutla.</p>



<p>Dengan terbitnya SK Siaga Darurat ini, diminta mengaktivasi Posko Pendampingan Siaga Darurat Karhutla. Mulai dari edukasi dan sosialisasi masyarakat, pemantauan hotspot, pantauan dini Early Warning System, pemetaan sebaran air, pengawasan dan penegakan hukum, patroli terpadu, pemetaan daerah rawan, persiapan personel, respon cepat, koordinasi lintas sektor, hingga modifikasi cuaca.</p>



<p>Sementara itu, berdasarkan data dan informasi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Sumbar, terdapat empat titik panas berisiko tinggi, yakni Kecamatan Bukit Barisan dan Kecamatan Pangkalan Limapuluh Kota, Kecamatan Tanjung Gadang Sijunjung, dan Kecamatan Asam Jujuhan Dharmasraya.</p>



<p>Selain itu, terdapat 11 titik panas berisiko sedang di Sumbar. Rinciannya, Kecamatan Sungai Beremas dan Kecamatan Ranah Batahan Pasaman Barat, Kecamatan Rao Pasaman, Kecamatan Lintau Buo Utara Tanah Datar, Kecamatan Pangkalan Koto Baru Limapuluh Kota, Kecamatan Kamang Baru Sijunjung, Kecamatan Sangir Balai Janggo Solok Selatan, Kecamatan Batang Kapas, Sutera, dan dua titik di Lunang Pesisir Selatan. (*/f)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-tetapkan-status-siaga-darurat-karhutla-hingga-60-hari-ke-depan/">Sumbar Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 60 Hari ke Depan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230570</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Karhutla Limapuluh Kota Sudah Padam, tapi Penyidikan Aktor Pembakar Sedang Berlangsung</title>
		<link>https://langgam.id/karhutla-limapuluh-kota-sudah-padam-tapi-penyidikan-aktor-pembakar-sedang-berlangsung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 08:39:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=230468</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Hujan deras yang mengguyur kawasan Limapuluh Kota sejak Kamis malam, 24 Juli 2025, menjadi momen penentu dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda tiga nagari di wilayah ini. Berkat operasi modifikasi cuaca (OMC) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BMKG, titik-titik api yang selama berminggu-minggu sulit dijinakkan akhirnya padam sepenuhnya. Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, memastikan kondisi lapangan saat ini sudah aman. &#8220;Alhamdulillah, setelah hujan deras turun, kondisi di Nagari Taram, Tanjung Pauh, dan Galugua sudah hijau kembali. Api benar-benar padam. Ini hasil dari modifikasi cuaca yang berjalan efektif,&#8221; ujar Rahmadinol, Minggu</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/karhutla-limapuluh-kota-sudah-padam-tapi-penyidikan-aktor-pembakar-sedang-berlangsung/">Karhutla Limapuluh Kota Sudah Padam, tapi Penyidikan Aktor Pembakar Sedang Berlangsung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Hujan deras yang mengguyur kawasan Limapuluh Kota sejak Kamis malam, 24 Juli 2025, menjadi momen penentu dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda tiga nagari di wilayah ini. Berkat operasi modifikasi cuaca (OMC) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BMKG, titik-titik api yang selama berminggu-minggu sulit dijinakkan akhirnya padam sepenuhnya.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, memastikan kondisi lapangan saat ini sudah aman. &#8220;Alhamdulillah, setelah hujan deras turun, kondisi di Nagari Taram, Tanjung Pauh, dan Galugua sudah hijau kembali. Api benar-benar padam. Ini hasil dari modifikasi cuaca yang berjalan efektif,&#8221; ujar Rahmadinol, Minggu (27/7).</p>



<p>Operasi penyemaian awan dilakukan dengan menebarkan 2.000 kilogram garam (NaCl) menggunakan pesawat Cessna C-208 yang terbang dari Bandara Internasional Minangkabau. Dua sorti penerbangan difokuskan menyemai awan di atas wilayah terdampak Karhutla Limapuluh Kota, mempercepat proses pembentukan hujan setelah musim kering panjang sejak Mei lalu.</p>



<p>Namun, di balik kabar baik padamnya api, Rahmadinol menegaskan bahwa penyidikan terhadap dugaan pembakaran lahan secara sengaja masih terus berjalan. “Berdasarkan laporan di lapangan, memang benar Karhutla ini terjadi akibat aktivitas pembukaan dan pembersihan lahan oleh masyarakat. Namun, siapa saja yang terlibat, itu menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Proses penyidikan masih berlangsung, kita tunggu hasilnya,” tegasnya.</p>



<p>Rahmadinol juga mengingatkan ancaman baru yang mengintai pasca kebakaran, yakni banjir dan longsor. Menurutnya, kondisi vegetasi yang terbakar membuka peluang bencana lanjutan, seperti yang pernah terjadi pada 2016-2017. “Dulu, setelah Karhutla, kita dihadapkan dengan longsor hebat. Jadi masyarakat harus tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai,” ujarnya.</p>



<p>BPBD mencatat, total lahan yang terdampak Karhutla di Limapuluh Kota mencapai ± 866,87 hektare. Lokasi terparah berada di Nagari Tanjung Pauh dengan luas kebakaran sekitar 200 hektare. Sementara di Nagari Galugua, kebakaran melahap sekitar 2 hektare lahan.</p>



<p>Dengan padamnya api dan membaiknya cuaca, masa Tanggap Darurat yang telah ditetapkan selama 14 hari dari 17–30 Juli 2025 tidak akan diperpanjang. Namun, Rahmadinol memastikan monitoring lapangan tetap dilanjutkan. Rapat koordinasi dan evaluasi penanganan bencana dijadwalkan berlangsung pada Senin, 28 Juli mendatang.</p>



<p>“Kami minta masyarakat tetap siaga. Risiko bencana hidrometeorologi masih mengancam, terutama di wilayah perbukitan dan bantaran sungai,” pungkas Rahmadinol. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/karhutla-limapuluh-kota-sudah-padam-tapi-penyidikan-aktor-pembakar-sedang-berlangsung/">Karhutla Limapuluh Kota Sudah Padam, tapi Penyidikan Aktor Pembakar Sedang Berlangsung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230468</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dampak Karhutla di Limapuluh Kota Capai 800 Hektare</title>
		<link>https://langgam.id/dampak-karhutla-di-limapuluh-kota-capai-800-hektare/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 02:14:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=230354</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID &#8212; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat dampak kebakaran lahan dan hutan atau karhutla di Kabupaten Limapuluh Kota sudah mencapai 800 ha lebih. Saat ini pemerintah daerah juga telah menetapkan status tanggap darurat karhutla 14 hari terhitung dari 17 hingga 30 Juli 2025 Kepala Pelaksana BPBD 50 Kota, Rahmadinol menyebutkan, proses pemadaman terus dilakukan dengan dukungan TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, UPT KPHL Provinsi Sumbar, PMI, relawan masyarakat, serta Tim Manggala Agni. &#8220;Total luas terdampak Karhutla 864,87 ha yang tersebar di 10 kecamatan,&#8221; ujar Rahmadinol Jumat (25/7/2025). Data BPBD Kabupaten Limapuluh Kota mencatat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dampak-karhutla-di-limapuluh-kota-capai-800-hektare/">Dampak Karhutla di Limapuluh Kota Capai 800 Hektare</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="http://langgam.id">LANGGAM.ID</a> &#8212; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat dampak kebakaran lahan dan hutan atau karhutla di Kabupaten Limapuluh Kota sudah mencapai 800 ha lebih. Saat ini pemerintah daerah juga telah menetapkan status tanggap darurat karhutla 14 hari terhitung dari 17 hingga 30 Juli 2025</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD 50 Kota, Rahmadinol menyebutkan, proses pemadaman terus dilakukan dengan dukungan TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, UPT KPHL Provinsi Sumbar, PMI, relawan masyarakat, serta Tim Manggala Agni. &#8220;Total luas terdampak Karhutla 864,87 ha yang tersebar di 10 kecamatan,&#8221; ujar Rahmadinol Jumat (25/7/2025).</p>



<p>Data BPBD Kabupaten Limapuluh Kota mencatat sebaran karhutla terjadi di Pangkalan Koto Baru, Nagari Tanjung Balik seluas 250 ha, Nagari Tanjung Pauh 250 ha, Kecamatan Harau di Nagari Taram 178 ha, Nagari Sarilamak 48 ha, Nagari Tarantang 1,48 ha.&nbsp;</p>



<p>Lalu di Mungka di Nagari Sungai Antuan seluas 55,13 ha. Bukit Barisan di Nagari Maek 30 ha. Kecamatan Guguak di Nagari Sungai Talang 15 ha, Situjuah Limo Nagari Tungka 20 ha, Situjuah Gadang 3 ha, Situjuah Batua 1 ha.</p>



<p>Karhutla juga terpantua di Luak Nagari Andaleh seluas 10 ha, Lareh Sago Halaban Nagari Balai Panjang 0,5 ha dan di Akabiluru Nagari Koto Tangah Batu Hampa 2,76 ha</p>



<p>Rahmadinol menambahkan, sebaran karhutla juga meluas hingga membakar sebuah kandang beserta ternak ayam milik warga&nbsp; di Nagari Taram, Kecamatan Harau dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta.</p>



<p>Ia menyebutkan upaya pemadaman dilakukan menggunakan mobil tangki air, kendaraan operasional, dan ambulans, dengan dukungan bantuan dari BPBD Provinsi Sumbar. Sebagian titik api telah berhasil dikendalikan, namun api masih terpantau aktif di Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, dan berpotensi menjalar ke permukiman, sehingga menjadi fokus utama penanganan oleh petugas gabungan.</p>



<p>BPBD juga menghadapi berbagai kendala di lapangan, seperti angin kencang yang mempercepat penyebaran api, topografi terjal yang menyulitkan akses ke lokasi kebakaran, serta keterbatasan pasokan air akibat kekeringan berkepanjangan.&nbsp;</p>



<p>Rahmadinol menyebutkan karhutla yang membesar di beberapa titik terjadi akibat adanya pembakaran lahan oleh masyarakat. Ia mencontohkan luasnya Karhutla yang terjadi di kawasan Harau. &#8220;Besarnya perkembangan pembangunan objek wisata Harau, banyak investor yang membuka lahan,&#8221; katanya.</p>



<p>Rahmadinol mengimbau tidak ada lagi masyarakat yang membuka lahan atau membersih kebun dengan cara membakar. (*)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dampak-karhutla-di-limapuluh-kota-capai-800-hektare/">Dampak Karhutla di Limapuluh Kota Capai 800 Hektare</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230354</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Sebut Karhutla di Limapuluh Kota Akibat Buka Lahan</title>
		<link>https://langgam.id/bpbd-sebut-karhutla-di-limapuluh-kota-akibat-buka-lahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 07:45:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=230306</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota menduga penyebab kebakaran lahan dan hutan atau karhutla akibat kelalaian masyarakat yang membuka lahan baru atau membersih perkebunan dengan cara membakar. Kepala Pelaksana BPBD 50 Kota, Rahmadinol menyebutkan karhutla yang membesar di beberapa titik terjadi akibat adanya pembakaran lahan oleh masyarakat. Ia mencontohkan luasnya Karhutla yang terjadi di kawasan Harau. &#8220;Besarnya perkembangan pembangunan objek wisata Harau, banyak investor yang membuka lahan,&#8221; kata Rahmadinol dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/7/2025). Ia juga mengungkapkan, pelaku yang melakukan pembakaran juga sudah diketahui. Hanya saja, belum bisa diproses lebih lanjut karena tidak ada pihak yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpbd-sebut-karhutla-di-limapuluh-kota-akibat-buka-lahan/">BPBD Sebut Karhutla di Limapuluh Kota Akibat Buka Lahan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="http://langgam.id">LANGGAM.ID</a> – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota menduga penyebab kebakaran lahan dan hutan atau karhutla akibat kelalaian masyarakat yang membuka lahan baru atau membersih perkebunan dengan cara membakar.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD 50 Kota, Rahmadinol menyebutkan karhutla yang membesar di beberapa titik terjadi akibat adanya pembakaran lahan oleh masyarakat.</p>



<p>Ia mencontohkan luasnya Karhutla yang terjadi di kawasan Harau. &#8220;Besarnya perkembangan pembangunan objek wisata Harau, banyak investor yang membuka lahan,&#8221; kata Rahmadinol dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/7/2025).</p>



<p>Ia juga mengungkapkan, pelaku yang melakukan pembakaran juga sudah diketahui. Hanya saja, belum bisa diproses lebih lanjut karena tidak ada pihak yang berani melaporkan ke pihak yang berwajib.</p>



<p>Selain itu, pihaknya dari tim gabungan di lapangan, baik BPBD, Damkar, TNI-Polri, Satpol PP, dan pihak lainnya sudah merasa kewalahan. “Tak hanya peralatan yang tidak mencukupi, namun sumber air untuk penyiraman juga sangat sulit, sementara kawasan karhutla di perbukitan,”</p>



<p>Rahmadinol mengimbau tidak ada lagi masyarakat yang membuka lahan atau membersih kebun dengan cara membakar. Hal ini tujuannya agar tidak terjadi lagi ke Karhutla di daerah lainnya.</p>



<p>Sementara itu, Kabupaten Limapuluh Kota telah menetapkan status tanggap darurat karhutla selama 14 hari terhitung dari 17 hingga 30 Juli 2025 sesuai SK Bupati bernomor 300.2.3/156/BUP-LK/VII/2025.&nbsp;</p>



<p>Data BPBD mencatat 10 dari 16 kecamatan dilanda Karhutla, mulai dari Kecamatan Harau, Lareh Sago Halaban, Situjuah Limo Nagari, Akabiluru, Luak, Suliki, Pangkalan Koto Baru, Bukik Barisan, Mungka dan Guguak. (*)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpbd-sebut-karhutla-di-limapuluh-kota-akibat-buka-lahan/">BPBD Sebut Karhutla di Limapuluh Kota Akibat Buka Lahan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230306</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mitigasi Karhutla, BPBD Sumbar Siapkan Opsi Modifikasi Cuaca</title>
		<link>https://langgam.id/mitigasi-karhutla-bpbd-sumbar-siapkan-opsi-modifikasi-cuaca/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 01:45:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=230124</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID &#8211; Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat bersama BMKG menyiapkan opsi modifikasi cuaca untuk memitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Ditambah dengan wilayah Sumbar diprediksi akan diterpa cuaca kering tanpa hujan hingga akhir Agustus Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab menyebutkan hasil prediksi cuaca dari BMKG dilaporkan wilayah Sumbar akan menghadapi cuaca kering tanpa hujan, sehingga kondisi ini menjadi sebuah ancaman yang dapat memicu karhutla. Data sementara tercatat delapan kabupaten/kota melaporkan karhutla di wilayah masing-masing. Ilham mengatakan, untuk mitigasi karhutla tidak semakin meluas muncul opsi untuk melakukan modifikasi cuaca dengan dukungan dari BNPB dan BMKG pusat.&#160;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mitigasi-karhutla-bpbd-sumbar-siapkan-opsi-modifikasi-cuaca/">Mitigasi Karhutla, BPBD Sumbar Siapkan Opsi Modifikasi Cuaca</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>LANGGAM.ID &#8211; Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat bersama BMKG menyiapkan opsi modifikasi cuaca untuk memitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Ditambah dengan wilayah Sumbar diprediksi akan diterpa cuaca kering tanpa hujan hingga akhir Agustus</p>



<p>Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab menyebutkan hasil prediksi cuaca dari BMKG dilaporkan wilayah Sumbar akan menghadapi cuaca kering tanpa hujan, sehingga kondisi ini menjadi sebuah ancaman yang dapat memicu karhutla. Data sementara tercatat delapan kabupaten/kota melaporkan karhutla di wilayah masing-masing.</p>



<p>Ilham mengatakan, untuk mitigasi karhutla tidak semakin meluas muncul opsi untuk melakukan modifikasi cuaca dengan dukungan dari BNPB dan BMKG pusat.&nbsp;</p>



<p>Ia menambahkan modifikasi cuaca akan dilakukan berdasarkan peta awan pada waktu pelaksanaan. “Untuk area yang akan dilakukan modifikasi cuaca ini melihat peta awan, serta arah angin nantinya. Tapi kita harapkan di wilayah yang rawan karhutla,” ujarnya, Senin (21/7/2025).</p>



<p>Rekapitulasi BPBD Sumbar sementara mencatat karhutla terjadi di delapan kabupaten/kota. Seperti di Kabupaten Solok dilaporkan ada karhutla di 14 kecamatan yang ada. Sedangkan di Kabupaten Limapuluh Kota 10 dari 13 kecamatan juga melaporkan karhutla. &#8220;Data sementara itu total luas karhutla di kabupaten/kota hampir mencapai 300 ha,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan telah menyiapkan dukungan pelaksanaan modifikasi cuaca di daerah terdampak karhutla. Seperti di Riau yang tengah dilakukan modifikasi cuaca selama tujuh hari kedepan.</p>



<p>Ia menjelaskan, pelaksanaan modifikasi cuaca dengan menaburkan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) atau garam ke kumpulan bibit awan hujan.&nbsp;</p>



<p>Partikel NaCl ini kemudian akan menempel pada butiran-butiran uap air yang terkandung di dalam bibit awan hujan sehingga berat atau masanya bertambah dan hujan dapat diturunkan di posisi yang dikehendaki berdasar hasil analisis tim di darat.</p>



<p>Selain NaCl, bahan semai lainnya juga akan menggunakan Kalsium Oksida (CaO) atau kapur tohor. Adapun fungsinya adalah untuk mengurai partikel asap dan gas yang dihasilkan karhutla sehingga proses penguapan dan pembentukan awan hujan dapat segera terjadi.</p>



<p>Ia menambahkan, penyemaian kapur tohor ini juga dilakukan apabila asap terlalu banyak menutupi area penguapan. Jika hal itu terjadi, maka pesawat akan menyemai kapur tohor terlebih dahulu, baru kemudian jika sudah terbentuk awan hujan, bahan semai garam dapur disebar. (*)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mitigasi-karhutla-bpbd-sumbar-siapkan-opsi-modifikasi-cuaca/">Mitigasi Karhutla, BPBD Sumbar Siapkan Opsi Modifikasi Cuaca</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230124</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Karhutla di Kabupaten Solok Meningkat, Damkar Kekurangan Armada Pemadaman</title>
		<link>https://langgam.id/karhutla-di-kabupaten-solok-meningkat-damkar-kekurangan-armada-pemadaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S. Taufiq]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 00:34:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=229978</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok melaporkan peningkatan jumlah kebakaran lahan dan hutan (karhutla) dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari lahan warga hingga lahan gambut di kawasan hutan. Pemerintah daerah bahkan meminta bantuan petugas kebakaran Kota Solok lantaran keterbatasan personel. Kabid Damkar Kabupaten Solok, Aini mengatakan sejak Rabu (16/7/2025) terdapat tiga lokasi kebakaran lahan. Yaitu, Nagari Tanjung Bingkung seluas 1,5 hektare, lalu kebakaran lahan di Nagari Sumani pada Kamis (17/7/2025) di Nagari Tanjung Bingkung, serta di Bukit Kanduang, Puncak Gagoan pada Jumat kemarin. Aini menyebutkan keterbatasan armada untuk memadamkan kebakaran yang cukup intens beberapa waktu terakhir. Pihaknya pun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/karhutla-di-kabupaten-solok-meningkat-damkar-kekurangan-armada-pemadaman/">Karhutla di Kabupaten Solok Meningkat, Damkar Kekurangan Armada Pemadaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok melaporkan peningkatan jumlah kebakaran lahan dan hutan (karhutla) dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari lahan warga hingga lahan gambut di kawasan hutan. </p>



<p>Pemerintah daerah bahkan meminta bantuan petugas kebakaran Kota Solok lantaran keterbatasan personel.</p>



<p>Kabid Damkar Kabupaten Solok, Aini mengatakan sejak Rabu (16/7/2025) terdapat tiga lokasi kebakaran lahan.</p>



<p>Yaitu, Nagari Tanjung Bingkung seluas 1,5 hektare, lalu kebakaran lahan di Nagari Sumani pada Kamis (17/7/2025) di Nagari Tanjung Bingkung, serta di Bukit Kanduang, Puncak Gagoan pada Jumat kemarin.</p>



<p>Aini menyebutkan keterbatasan armada untuk memadamkan kebakaran yang cukup intens beberapa waktu terakhir. Pihaknya pun juga telah meminta bantuan dari Kota Solok untuk menambah upaya pemadaman kebakaran lahan.</p>



<p>&#8220;Kalau tidak segera dipadamkan maka api akan menghanguskan lahan lebih luas dan pemukiman warga sekitarnya,&#8221; ujarnya Sabtu, (18/7/2025).</p>



<p>Di samping itu, Aini menambahkan kondisi medan beberapa titik api kebakaran yang sulit diakses karena jalan, sempit terjal dan berlubang.</p>



<p>Aini mengatakan masih mendalami penyebab kebakaran hutan. Termasuk juga nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. &#8220;Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui,&#8221; ujarnya. (*/y)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/karhutla-di-kabupaten-solok-meningkat-damkar-kekurangan-armada-pemadaman/">Karhutla di Kabupaten Solok Meningkat, Damkar Kekurangan Armada Pemadaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229978</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Karhutla di Kawasan Tol, HK Lakukan Upaya Pencegahan</title>
		<link>https://langgam.id/antisipasi-karhutla-di-kawasan-tol-hk-lakukan-upaya-pencegahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Sep 2023 01:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hutama Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Tol Trans Sumatra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=189096</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Mengantisipasi potensi terjadinya Kebakaran Hutan &#38; Lahan (Karhutla) terutama di sekitar jalan tol yang diakibatkan oleh cuaca panas yang membuat lahan mudah terbakar, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melakukan berbagai upaya untuk menangani dan mencegah terjadinya karhutla tersebut. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan untuk memitigasi kejadian tersebut yaitu dengan menambahkan alat-alat yang dapat membantu pemadaman serta melakukan pengawasan pada titik rawan api. “Kami melakukan penambahan mobil tangki air yang dimodifikasi dengan mesin pompa pemadam kebakaran, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), posko pemantauan karhutla, pompa portable</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/antisipasi-karhutla-di-kawasan-tol-hk-lakukan-upaya-pencegahan/">Antisipasi Karhutla di Kawasan Tol, HK Lakukan Upaya Pencegahan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Mengantisipasi potensi terjadinya Kebakaran Hutan &amp; Lahan (Karhutla) terutama di sekitar jalan tol yang diakibatkan oleh cuaca panas yang membuat lahan mudah terbakar, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melakukan berbagai upaya untuk menangani dan mencegah terjadinya karhutla tersebut.</p>



<p><em>Executive Vice President</em> (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan untuk memitigasi kejadian tersebut yaitu dengan menambahkan alat-alat yang dapat membantu pemadaman serta melakukan pengawasan pada titik rawan api.</p>



<p>“Kami melakukan penambahan mobil tangki air yang dimodifikasi dengan mesin pompa pemadam kebakaran, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), posko pemantauan karhutla, pompa <em>portable </em>hingga alat pemukul api (gepyok api) untuk memitigasi agar api lebih cepat dikuasai dan dipadamkan saat terjadi karhutla sehingga pengguna jalan tetap dapat melewati jalan tol dengan jarak pandang aman untuk berkendara,” ujar Tjahjo, dalam keterangan resmi, Sabtu (30/9/2023).</p>



<p>Lebih lanjut Tjahjo menambahkan bahwa himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat juga telah dilakukan oleh Hutama Karya melalui spanduk, VMS (<em>Variable Message Sign</em>), <em>Public Address</em> di gerbang tol maupun rest area serta melakukan penyuluhan ke rumah-rumah warga pemilik kebun sekitar jalan tol.&nbsp;</p>



<p>Selain itu, Hutama Karya juga menggelar pelatihan dan simulasi tanggap darurat bahaya karhutla di Rest Area KM 163 Jalur A, Tol Terbanggi Besar &#8211; Pematang Panggang &#8211; Kayu Agung (Terpeka) pada</p>



<p>Kamis (14/9) lalu dan Rest Area Sementara KM 20, Tol Palembang &#8211; Indralaya (Palindra) pada Jum’at (29/9) dengan mendatangkan para ahli dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD Kabupaten dan diikuti sebanyak lebih dari 80 personil dari berbagai bidang diantaranya yakni petugas patroli, medis, operasional, petugas layanan tol dan petugas lainnya. </p>



<p>“Dalam pelatihan ini, peserta diberikan materi terkait kompetensi dasar penanganan karhutla oleh Damkar, serta praktek dan simulasi langsung di lapangan terkait penanganan karhutla maupun penanganan terjadinya kebakaran kendaraan. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini penanganan dapat lebih cepat diatasi oleh petugas di lapangan,” imbuh Tjahjo.</p>



<p>Dalam periode Januari hingga September ini telah terjadi sekitar 100 kali kejadian karhutla yang terjadi di sekitar wilayah tol Terpeka dan 25 kali kejadian di Tol Palindra, dengan titik rawan di sekitar KM 172+000 hingga KM 185+000 Tol Terpeka dan KM 15+00 &amp; KM 17+400 Tol Palindra.&nbsp;</p>



<p>“Alhamdulillah seluruh kejadian dapat ditangani dengan baik tanpa dampak yang berarti pada operasional jalan tol,” imbuh Tjahjo.</p>



<p>Tjahjo juga menyampaikan bahwa setelah dilakukan evaluasi atas karhutla tersebut, ditemukan beberapa kejadian kebakaran diduga bermula dari api kecil seperti pembakaran sampah atau semak, serta api puntung rokok yang membesar akibat dipengaruhi cuaca panas dan angin yang kencang menyebabkan api semakin membesar atau berpindah ke lokasi lain.</p>



<p>“Hutama Karya turut mengajak kepada masyarakat untuk mengikuti himbauan Pemerintah Daerah terkait pencegahan karhutla dikarenakan karhutla sangatlah berbahaya serta dapat menyebabkan kerugian negara, pelaku penyebab karhutla juga dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku, kami juga mengimbau pengguna jalan untuk mengikuti tata tertib yang berlaku di jalan tol serta SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor satu,” tutup Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.</p>



<p>Untuk kondisi terkini jalan tol, Hutama karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk memastikan kecukupan saldo UE sebelum memasuki gerbang tol. Apabila pengguna jalan lupa untuk mengisi saldo kartu Uang Elektronik (UE), dapat menggunakan aplikasi HK Toll Apps yang dimiliki oleh Hutama Karya dimana terdapat fitur Cek Saldo UE dan juga dapat melakukan Top up saldo UE.</p>



<p>Selain itu, agar pengguna jalan tol dapat berkendara dengan kecepatan minimum dan maksimum sesuai yang dipersyaratkan dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat. Segera beristirahat di tempat terdekat apabila merasa mengantuk. Apabila pengguna jalan tol mengalami keluhan atau melihat tindak kejahatan yang ada di jalan tol agar segera melapor ke <em>Call Centre</em> cabang masing-masing atau pantau terus informasinya melalui media sosial jalan tol Hutama Karya. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/antisipasi-karhutla-di-kawasan-tol-hk-lakukan-upaya-pencegahan/">Antisipasi Karhutla di Kawasan Tol, HK Lakukan Upaya Pencegahan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189096</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/89 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-05 19:04:18 by W3 Total Cache
-->