<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Kabupaten Tanah Datar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/kabupaten-tanah-datar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/kabupaten-tanah-datar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 04:10:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Kabupaten Tanah Datar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/kabupaten-tanah-datar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG</title>
		<link>https://langgam.id/erupsi-gunung-marapi-semburkan-abu-vulkanik-hingga-2-kilometer-ini-peringatan-pvmbg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 04:10:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Marapi Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[PVMBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248347</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Gunung Marapi di Sumatra Barat (Sumbar), kembali mengalami erupsi pada Sabtu (30/5/2026) pagi. Letusan terjadi pada pukul 08.42 WIB dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak gunung. Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu, tinggi kolom abu mencapai sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur laut. Aktivitas erupsi juga terekam oleh alat pemantauan kegempaan. Pada seismogram, letusan tercatat memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi sementara sekitar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/erupsi-gunung-marapi-semburkan-abu-vulkanik-hingga-2-kilometer-ini-peringatan-pvmbg/">Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Gunung Marapi di Sumatra Barat (Sumbar), kembali mengalami erupsi pada Sabtu (30/5/2026) pagi. Letusan terjadi pada pukul 08.42 WIB dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak gunung.</p>



<p>Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu, tinggi kolom abu mencapai sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur laut.</p>



<p>Aktivitas erupsi juga terekam oleh alat pemantauan kegempaan. Pada seismogram, letusan tercatat memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi sementara sekitar 1 menit 25 detik.</p>



<p>“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh Purnomo, dalam laporan tertulisnya.</p>



<p>Hingga laporan ini diterbitkan, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan.</p>



<p>PVMBG menegaskan bahwa masyarakat, pendaki, pengunjung maupun wisatawan dilarang memasuki serta melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi yang berada di Kawah Verbeek.</p>



<p>Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran, maupun bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.</p>



<p>Masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan. Penggunaan pelindung mata dan kulit juga dianjurkan untuk menghindari dampak paparan abu vulkanik.</p>



<p>&#8220;Warga diminta mengamankan sumber air bersih serta membersihkan timbunan abu yang menumpuk di atap rumah agar tidak menimbulkan beban berlebih yang berpotensi menyebabkan kerusakan,&#8221; katanya.</p>



<p>Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Marapi, seluruh pihak juga diimbau menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks. Masyarakat diminta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah daerah serta instansi terkait.</p>



<p>PVMBG juga meminta Pemko Bukittinggi, Padang Panjang, Pemkab Tanah Datar, dan Pemkab Agam, untuk terus berkoordinasi dengan Badan Geologi maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi guna memperoleh perkembangan terbaru mengenai aktivitas gunung tersebut.<strong> (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/erupsi-gunung-marapi-semburkan-abu-vulkanik-hingga-2-kilometer-ini-peringatan-pvmbg/">Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal</title>
		<link>https://langgam.id/7-fakta-kematian-tragis-dua-pelajar-di-tanah-datar-diduga-keracunan-asap-genset-saat-mati-listrik-massal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan asap genset]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik Padam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247862</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Mati listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (22/5/2026) malam, menyisakan duka mendalam di Kabupaten Tanah Datar. Tiga remaja di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, diduga menjadi korban keracunan asap genset setelah menggunakan mesin tersebut di ruangan tertutup saat listrik padam. Mereka ditemukan dalam kondisi kritis pada Sabtu (23/5/2026) pagi. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan intensif. Berikut beberapa fakta yang dirangkum dari hasil informasi dan penelusuran tim Langgam.id. Peristiwa tragis ini terjadi saat hampir semua wilayah di Sumbar mengalami pemadaman listrik massal pada Jumat (22/5/2026)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/7-fakta-kematian-tragis-dua-pelajar-di-tanah-datar-diduga-keracunan-asap-genset-saat-mati-listrik-massal/">7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Mati listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (22/5/2026) malam, menyisakan duka mendalam di Kabupaten Tanah Datar.</p>



<p>Tiga remaja di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Tanah Datar, diduga menjadi korban keracunan asap genset setelah menggunakan mesin tersebut di ruangan tertutup saat listrik padam. Mereka ditemukan dalam kondisi kritis pada Sabtu (23/5/2026) pagi.</p>



<p>Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan intensif. Berikut beberapa fakta yang dirangkum dari hasil informasi dan penelusuran tim Langgam.id.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Mati listrik massal di Sumbar</strong></li>
</ol>



<p>Peristiwa tragis ini terjadi saat hampir semua wilayah di Sumbar mengalami pemadaman listrik massal pada Jumat (22/5/2026) malam. Dalam kondisi gelap dan aktivitas warga terganggu, sejumlah remaja di Nagari Pandai Sikek itu menyalakan genset masjid untuk mengisi daya handphone mereka.</p>



<ol start="2" class="wp-block-list">
<li><strong>Korban Diduga Tertidur</strong></li>
</ol>



<p>Polisi menduga para korban tidak menyadari bahaya asap genset karena tertidur saat mesin masih menyala di dalam ruangan. Kondisi kamar yang tertutup membuat gas dari genset terperangkap dan terhirup terus-menerus sepanjang malam.</p>



<p>“Karena mati lampu semalam, anak-anak ini menggunakan genset dalam kamar. Mungkin karena ketiduran atau bagaimana, nanti kita pastikan,&#8221; kata Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat, Sabtu (23/5/2026).</p>



<ol start="3" class="wp-block-list">
<li><strong>Cas HP dengan Genset</strong></li>
</ol>



<p>Menurut keterangan polisi, para remaja awalnya hanya ingin mengisi baterai handphone yang habis akibat pemadaman listrik. Mereka meminta izin kepada pengurus Masjid Nurul Huda untuk menyalakan genset di area belakang masjid.</p>



<p>“Pas lampu mati, anak-anak ini berkumpul dan bermain. Karena baterai handphone habis, mereka minta tolong hidupkan genset,” kata Kapolsek X Koto, Iptu Martheriko.</p>



<p>Dari lima remaja yang sempat berada di lokasi, dua memilih pulang ke rumah. Sementara tiga lainnya tetap berada di kamar belakang masjid hingga tertidur.</p>



<ol start="4" class="wp-block-list">
<li><strong>Korban Ditemukan Mengenaskan</strong></li>
</ol>



<p>Warga menemukan para korban pada Sabtu pagi dalam kondisi kritis. Satu korban sudah meninggal di lokasi, sedangkan dua lainnya segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.</p>



<p>Namun, satu korban lagi akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan. Sementara satu korban lainnya masih dirawat dalam kondisi koma.</p>



<p>“Kondisi korban saat ditemukan ada busa di bagian bibir. Dua meninggal dunia dan satu masih dirawat,” kata Martheriko.</p>



<ol start="5" class="wp-block-list">
<li><strong>Bukan Semuanya Santri</strong></li>
</ol>



<p>Di awal informasi yang beredar, korban disebut sebagai santri. Namun fakta terbaru menunjukkan ketiga remaja itu berasal dari sekolah yang berbeda dan tidak semuanya tinggal di pondok pesantren.</p>



<p>Salah satu korban meninggal berinisial HAK merupakan siswa MTs Diniyah Pandai Sikek. Korban meninggal lainnya, GA, diketahui sebagai santri Pondok Pesantren MTI Koto Tinggi. Sedangkan korban yang selamat berinisial H merupakan pelajar MAN 2 Padang Panjang Koto Baru.</p>



<p>“H dan G satu pondok tahfiz di Surau Dakwah. Dan H sudah lama tidak di sana,” kata Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek, Nailil Husna.</p>



<ol start="6" class="wp-block-list">
<li><strong>Korban Tinggal Dekat Masjid</strong></li>
</ol>



<p>Kepala MTs Diniyah Pandai Sikek menegaskan bahwa kejadian itu terjadi di luar lingkungan sekolah. Para korban diketahui tinggal di sekitar area masjid dan hanya berkumpul di sana saat listrik padam.</p>



<p>“Mereka tidak tinggal di asrama. Rumahnya dekat area masjid,” tuturnya.</p>



<ol start="7" class="wp-block-list">
<li><strong>Masih Diselidiki Polisi</strong></li>
</ol>



<p>Meski dugaan kuat mengarah pada keracunan asap genset, polisi masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban.</p>



<p>Petugas juga mendalami bagaimana posisi genset, kondisi ventilasi ruangan, hingga kemungkinan para korban tidak menyadari paparan gas beracun saat tertidur.</p>



<p>“Diduga pintu ruangan tempat genset menyala itu tertutup saat para korban tertidur,” kata Martheriko. <strong>(ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/7-fakta-kematian-tragis-dua-pelajar-di-tanah-datar-diduga-keracunan-asap-genset-saat-mati-listrik-massal/">7 Fakta Kematian Tragis Dua Pelajar di Tanah Datar, Diduga Keracunan Asap Genset Saat Mati Listrik Massal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tragisnya Kematian Dua Santri Diduga Keracunan Asap Genset di Tanah Datar, Cas HP Saat Lampu Mati Massal</title>
		<link>https://langgam.id/tragisnya-kematian-dua-santri-diduga-keracunan-gas-genset-di-tanah-datar-cas-hp-saat-lampu-mati-massal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 05:11:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Genset]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Listrik Padam di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Padang Panjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247817</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dua dari tiga orang santri diduga keracunan asap genset di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), dilaporkan meninggal dunia, Sabtu (23/5/2026). Peristiwa tragis itu diduga terjadi saat korban menggunakan genset di dalam kamar, ketika terjadi pemadaman listrik massal di Sumbar. Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat, membenarkan dua orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sedangkan satu korban lainnya masih dalam perawatan. Dari hasil penyelidikan sementara, kedua korban diduga meninggal dunia akibat keracunan gas genset. Sebab, mereka menggunakan mesin tersebut di dalam ruangan tertutup saat listrik padam pada Jumat (22/5/2026) malam. “Karena</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tragisnya-kematian-dua-santri-diduga-keracunan-gas-genset-di-tanah-datar-cas-hp-saat-lampu-mati-massal/">Tragisnya Kematian Dua Santri Diduga Keracunan Asap Genset di Tanah Datar, Cas HP Saat Lampu Mati Massal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dua dari tiga orang santri diduga keracunan asap genset di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), dilaporkan meninggal dunia, Sabtu (23/5/2026).</p>



<p>Peristiwa tragis itu diduga terjadi saat korban menggunakan genset di dalam kamar, ketika terjadi pemadaman listrik massal di Sumbar.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ronald Hidayat, membenarkan dua orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sedangkan satu korban lainnya masih dalam perawatan.</p>



<p>Dari hasil penyelidikan sementara, kedua korban diduga meninggal dunia akibat keracunan gas genset. Sebab, mereka menggunakan mesin tersebut di dalam ruangan tertutup saat listrik padam pada Jumat (22/5/2026) malam.</p>



<p>“Karena mati lampu semalam, anak-anak ini menggunakan genset dalam kamar. Mungkin karena ketiduran atau bagaimana, nanti kita pastikan,” ujarnya.</p>



<p>Ronal mengatakan, ketiga korban ditemukan di sebuah kamar di belakang Masjid Nurul Huda, Jorong Tanjung, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto.</p>



<p>Berdasarkan informasi awal di lokasi kejadian, para korban diduga sedang mengisi daya baterai telepon genggam atau HP saat pemadaman listrik terjadi.</p>



<p>Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. <strong>(ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tragisnya-kematian-dua-santri-diduga-keracunan-gas-genset-di-tanah-datar-cas-hp-saat-lampu-mati-massal/">Tragisnya Kematian Dua Santri Diduga Keracunan Asap Genset di Tanah Datar, Cas HP Saat Lampu Mati Massal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247817</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/42 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-07-23 15:23:06 by W3 Total Cache
-->