<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Kabupaten Solok Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/kabupaten-solok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/kabupaten-solok/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Dec 2025 08:42:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Kabupaten Solok Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/kabupaten-solok/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Gerak Cepat Bapenda Sumbar Jalankan Instruksi Gubernur, Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Solok</title>
		<link>https://langgam.id/gerak-cepat-bapenda-sumbar-jalankan-instruksi-gubernur-salurkan-bantuan-untuk-korban-bencana-solok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 08:42:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Bapenda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[mahyeldi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=240256</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Barat (Sumbar) bergerak cepat menjalankan instruksi Gubernur Mahyeldi dan Wagub Vasco untuk membantu korban terdampak bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Jajaran Bapenda Sumbar langsung turun ke lapangan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Jumat (12/12/2025). Langkah Bapenda Sumbar ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Mahyeldi dan Wagub Vasco yang mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aktif terlibat dalam pendistribusian bantuan kepada masyarakat. Kepala Bapenda Sumbar, Syefdinon, memimpin langsung penyaluran bantuan sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan warga terdampak. Bantuan itu berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gerak-cepat-bapenda-sumbar-jalankan-instruksi-gubernur-salurkan-bantuan-untuk-korban-bencana-solok/">Gerak Cepat Bapenda Sumbar Jalankan Instruksi Gubernur, Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Barat (Sumbar) bergerak cepat menjalankan instruksi Gubernur Mahyeldi dan Wagub Vasco untuk membantu korban terdampak bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor.</p>



<p>Jajaran Bapenda Sumbar langsung turun ke lapangan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Jumat (12/12/2025).</p>



<p>Langkah Bapenda Sumbar ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Mahyeldi dan Wagub Vasco yang mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aktif terlibat dalam pendistribusian bantuan kepada masyarakat.</p>



<p>Kepala Bapenda Sumbar, Syefdinon, memimpin langsung penyaluran bantuan sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan warga terdampak. Bantuan itu berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya yang diperlukan masyarakat terdampak bencana.</p>



<p>&#8220;Kita dari Bapenda Sumbae ikut membantu menyalurkan bantuan sebanyak 5 kendaraan, berisi Kebutuhan pokok seperti beras, air minum, mie instan serta pakaian dan perlengkapan bayi&#8221; kata Syefdinon, didampingi Kasubag TU UPTD PPD di Padang, Defrizal, serta Kasi Penagihan UPTD PPD di Padang, Herry Pratama.</p>



<p>Syefdinon juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk kembali menyalurkan bantuan apabila masih terdapat kebutuhan di lapangan.</p>



<p>&#8220;Kalau ada kekurangan silahkan di infokan kembali, kami siap untuk menyalurkan lagi.&#8221; katanya kepada Camat Junjung Sirih, Neni Amelia dan Plt Wali Nagari Paninggahan, Candra Hermiyas, dan tokoh masyarakat yang menerima bantuan tersebut.</p>



<p>Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menginstruksikan seluruh OPD agar berpartisipasi aktif dalam pendistribusian bantuan ke daerah terdampak bencana.</p>



<p>Menurutnya, memasuki hari ke-17 pascabencana, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan sehingga diperlukan penguatan distribusi agar tidak menumpuk.</p>



<p>&#8220;Bantuan tidak boleh menumpuk, setiap yang masuk harus didistribusikan segera. Seluruh OPD harus ikut membantu pendistribusiannya,&#8221; tegas Mahyeldi.</p>



<p>Mahyeldi menjelaskan, sebelumnya distribusi bantuan hanya ditangani OPD teknis seperti Dinas Sosial dan BPBD. Dengan meningkatnya volume bantuan, pola tersebut dinilai tidak lagi relevan.</p>



<p>&#8220;Tidak mungkin semuanya kita bebankan kepada Dinsos dan BPBD, mereka juga punya keterbatasan. Itulah alasan kenapa polanya sekarang kita rubah,&#8221; ungkap Mahyeldi.</p>



<p>Selain distribusi bantuan, Gubernur Sumbar juga menyoroti pentingnya percepatan validasi data korban di Posko Terpadu Penanggulangan Darurat Bencana Alam Sumbar. Data yang akurat dan lengkap dibutuhkan sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.</p>



<p>&#8220;Proses rekapitulasi data terus kita pantau secara berkala. Agar akurasi dan validasinya terjaga,&#8221;kata Mahyeldi.</p>



<p>Berdasarkan data sementara hingga Jumat (12/12/2025), tercatat 241 orang meninggal dunia, 93 orang hilang, dan 382 orang luka-luka. Total masyarakat terdampak mencapai 296.307 jiwa.</p>



<p>Kerusakan meliputi 5.421 rumah rusak ringan, 1.132 rusak sedang, dan 1.539 rusak berat, serta terdampaknya lahan pertanian dan perkebunan warga. Melalui gerak cepat Bapenda Sumbar, instruksi Gubernur Sumbar dalam penyaluran bantuan diharapkan semakin optimal dan merata.<strong> (**)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gerak-cepat-bapenda-sumbar-jalankan-instruksi-gubernur-salurkan-bantuan-untuk-korban-bencana-solok/">Gerak Cepat Bapenda Sumbar Jalankan Instruksi Gubernur, Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">240256</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Mulai Selidiki Unsur Pidana di Kasus &#8216;Glamping Maut&#8217;: Kami Tegak Lurus</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-mulai-selidiki-unsur-pidana-di-kasus-glamping-maut-kami-tegak-lurus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 11:19:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Glamping di Alahan Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Gas di Glamping Danau Diateh]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=236218</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi mulai melakukan penyelidikan mendalam kasus &#8220;glamping maut&#8221; yang menewaskan Cindy Desta Nanda (28) saat bulan madu bersama suaminya, Gilang Kurniawan (28) di Glamping Lakeside Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar). Kapores Solok AKBP Agung Pranajaya mengatakan, kasus ini telah ditarik dari polsek ke polres untuk tahap penyelidikan mendalam. Penyelidikan tidak berdasarkan laporan polisi, namun laporan informasi. &#8220;Karena korban tidak buat laporan polisi, sehingga tidak bisa dilakukan autopsi. Tapi penyelidikan tetap kami lakukan melalui LI (laporan informasi),&#8221; ujar Agung, Senin (13/10/2025). Meskipun tidak dilakukan autopsi, kata Agung, penyidik saat ini berupaya semaksimal mungkin untuk mengetahui penyebab kematian</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-mulai-selidiki-unsur-pidana-di-kasus-glamping-maut-kami-tegak-lurus/">Polisi Mulai Selidiki Unsur Pidana di Kasus &#8216;Glamping Maut&#8217;: Kami Tegak Lurus</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Polisi mulai melakukan penyelidikan mendalam kasus &#8220;glamping maut&#8221; yang menewaskan Cindy Desta Nanda (28) saat bulan madu bersama suaminya, Gilang Kurniawan (28) di Glamping Lakeside Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar).</p>



<p>Kapores Solok AKBP Agung Pranajaya mengatakan, kasus ini telah ditarik dari polsek ke polres untuk tahap penyelidikan mendalam. Penyelidikan tidak berdasarkan laporan polisi, namun laporan informasi.</p>



<p>&#8220;Karena korban tidak buat laporan polisi, sehingga tidak bisa dilakukan autopsi. Tapi penyelidikan tetap kami lakukan melalui LI (laporan informasi),&#8221; ujar Agung, Senin (13/10/2025).</p>



<p>Meskipun tidak dilakukan autopsi, kata Agung, penyidik saat ini berupaya semaksimal mungkin untuk mengetahui penyebab kematian korban. Hal ini nantinya merujuk dari hasil rekam medis terhadap korban yang selamat.</p>



<p>&#8220;Hasil rekam medis dari RSUD Solok kami belum dapat. Itu semua (penyebab kematian) bisa dilacak dari rekam medis, karena mereka ditemukan di satu ruangan kamar mandi,&#8221; tegasnya.</p>



<p>&#8220;Sementara penyidik juga alami kendala karena untuk suami korban juga belum bisa dimintai keterangan, masih dirawat di rumah sakit. Jadi semampu kami untuk lakukan penyelidikan,&#8221; sambung Agung.</p>



<p><strong><a href="https://langgam.id/glamping-maut-di-alahan-panjang-yang-tewaskan-pengantin-baru-ternyata-tak-berizin/">Baca juga: &#8216;Glamping Maut&#8217; di Alahan Panjang yang Tewaskan Pengantin Baru Ternyata Tak Berizin</a></strong></p>



<p>Ia menjelaskan dalam tahap penyelidikan tidak hanya mencari penyebab kematian, tapi ada atau tidaknya unsur kelalaian yang dilakukan oleh pengelola glamping atas kematian korban. Jika terbukti ada unsur pidana, maka pengelola penginapan bisa dikenakan undang-undang perlindungan konsumen.</p>



<p>&#8220;Sehingga kasus kini ditangani oleh penyidik di bidang tindak pidana tertentu (tipidter). Nanti bisa dilarikan ke undang-undang tentang perlindungan konsumen,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>38 Item Barang Bukti Disita</strong></p>



<p>Agung menyebutkan dalam kasus ini kepolisian belum bisa menyimpulkan dan berandai-andai penyebab kematian korban. Menurutnya, berbagi kemungkinan bisa saja, termasuk dugaan keracunan gas.</p>



<p>Maka itu, lanjut Agung, sejumlah barang bukti yang ada di dalam kamar penginapan telah disita. Ada 38 item barang bukti, termasuk water heater dan tabung gas elpiji 12 kilogram.</p>



<p>&#8220;Untuk saat ini kami belum bisa mengambil kesimpulan. Kami harus bicara secara fakta, faktual dalam penanganan kasus,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>&#8220;Kasus ini sudah menjadi soratan, mohon bersabar. Kami berupaya semaksimal mungkin dengan segala keterbatasan dalam penyelidikan. Kami tegak lurus,&#8221; tambah Agung.</p>



<p><strong><a href="https://langgam.id/korban-selamat-glamping-maut-tak-ingat-kejadian-selalu-tanya-keberadaan-istri/">Baca juga: Korban Selamat &#8216;Glamping Maut&#8217; Tak Ingat Kejadian: Selalu Tanya Keberadaan Istri</a></strong></p>



<p>Selain menyita puluhan item barang bukti, kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan terhadap pengelolaan penginapan. Agung tidak merinci total orang yang telah diperiksa.</p>



<p>&#8220;Sekarang anggota saya masih di lokasi untuk pendalaman penyelidikan. Garis polisi masih terpasang, agar TKP tidak dirusak. Kami terus menggali, mengembangkan, menyelidiki di lapangan,&#8221; tuturnya. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-mulai-selidiki-unsur-pidana-di-kasus-glamping-maut-kami-tegak-lurus/">Polisi Mulai Selidiki Unsur Pidana di Kasus &#8216;Glamping Maut&#8217;: Kami Tegak Lurus</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">236218</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keracunan Gas di Alahan Panjang, Ternyata DPRD Solok Sudah Minta Tertibkan Semua Glamping Sejak Sebulan Lalu</title>
		<link>https://langgam.id/keracunan-gas-di-alahan-panjang-ternyata-dprd-solok-sudah-minta-tertibkan-semua-glamping-sejak-sebulan-lalu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 10:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Glamping di Alahan Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Gas di Glamping Danau Diateh]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=236097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Glamping di Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), jadi sorotan usai tragedi bulan madu berujung maut. Pengantin baru bernama Gilang Kurniawan (28) dan Cindy Desta Nanda (28) ditemukan tak sadarkan diri di dalam kamar mandi glamping.  Gilang kritis, sedangkan Cindy dinyatakan meninggal dunia. Mereka diduga keracunan karbon monoksida, bagian dari gas yang digunakan untuk water heater.&#160; Gas itu diduga berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram yang diletakkan di kamar mandi dekat kloset. Sementara kamar mandi glamping tersebut tidak ada ventilasi. Anggota DPRD Solok dari fraksi Gerinda, Hafni Hafiz membeberkan bahwa sebelum insiden ini, telah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/keracunan-gas-di-alahan-panjang-ternyata-dprd-solok-sudah-minta-tertibkan-semua-glamping-sejak-sebulan-lalu/">Keracunan Gas di Alahan Panjang, Ternyata DPRD Solok Sudah Minta Tertibkan Semua Glamping Sejak Sebulan Lalu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Glamping di Nagari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), jadi sorotan usai tragedi bulan madu berujung maut. Pengantin baru bernama Gilang Kurniawan (28) dan Cindy Desta Nanda (28) ditemukan tak sadarkan diri di dalam kamar mandi glamping. </p>



<p>Gilang kritis, sedangkan Cindy dinyatakan meninggal dunia. Mereka diduga keracunan karbon monoksida, bagian dari gas yang digunakan untuk water heater.&nbsp;</p>



<p>Gas itu diduga berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram yang diletakkan di kamar mandi dekat kloset. Sementara kamar mandi glamping tersebut tidak ada ventilasi.</p>



<p>Anggota DPRD Solok dari fraksi Gerinda, Hafni Hafiz membeberkan bahwa sebelum insiden ini, telah dibentuk panitia khusus (pansus) tentang reklamasi danau diateh. Pembentukan pansus ini dilakukan karena marak pembangunan di sempadan danau dan tidak berizin.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Glamping maut tersebut berada di danau diateh. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit, menawarkan pemandangan memukau dari lanskap danau dan pegunungan sekitar.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Pansus ada 13 anggota dewan dari berbagai fraksi. Ini pengawasan untuk orang yang mereklamasi danau maupun pembangunan di sempadan danau,&#8221; ujarnya, Sabtu (11/10/2025).</p>



<p>Hafni mengungkapkan, pansus dalam rapat paripurna telah meminta agar dilakukan penertiban terhadap bangunan yang ada di sempadan danau diateh.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami sudah rekomendasi sebulan lalu untuk penertiban. Kawasan danau diateh ini kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS), kami menunggu-menunggu sikap tegas BWS,&#8221; kata dia.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Ia menyebutkan hasil kajian pansus glamping di lokasi kejadian tidak memiliki izin. Apalagi, bangunan kamar penginapan didirikannya di atas danau.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ini sudah masuk kategori reklamasi. Hasil kajian tidak berizin, bangunan sudah ke danau membangun,&#8221; tegasnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Di sisi lain, Hafni meminta kepolisian melakukan investigasi mendalam atas kasus meninggalnya pengantin baru tersebut. Sebab, banyak kejanggalan atau dugaan kelalaian yang dilakukan pihak glamping.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami minta aparat kepolisian melakukan investigasi lebih dalam lalu umumkan hasilnya ke publik. Ini masalah nyawa. Masak iya water heater dan tabung gas elpiji diletakkan di dalam kamar mandi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/keracunan-gas-di-alahan-panjang-ternyata-dprd-solok-sudah-minta-tertibkan-semua-glamping-sejak-sebulan-lalu/">Keracunan Gas di Alahan Panjang, Ternyata DPRD Solok Sudah Minta Tertibkan Semua Glamping Sejak Sebulan Lalu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">236097</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Gempa di Gunung Talang Turun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada</title>
		<link>https://langgam.id/aktivitas-gempa-di-gunung-talang-turun-masyarakat-diminta-tetap-waspada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 07:03:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Geologi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Talang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=236084</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Masyarakat di sekitar Gunung Talang dan pengunjung atau wisatawan diimbau untuk tidak mendekati dan bermalam di sekitar kawah Gunung Talang (kawah selatan dan kawah utama) dalam radius 500 meter. Rekomendasi itu dikeluarkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Jumat (10/10/2025) usai gunung terletak di Kabupaten Solok tersebut mengalami rentenan gempa. &#8220;Kemudian masyarakat di sekitar Gunung Talang dan pengunjung atau wisatawan mewaspadai potensi longsor di kawasan kawah selatan Gunung Talang,&#8221; ujar Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid AN dalam keterangan tertulisnya. Wafid mengatakan, pemantauan kegempaan Gunung Talang pada 10 Oktober 2025 sampai pukul 15.00 WIB, jumlah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aktivitas-gempa-di-gunung-talang-turun-masyarakat-diminta-tetap-waspada/">Aktivitas Gempa di Gunung Talang Turun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Masyarakat di sekitar Gunung Talang dan pengunjung atau wisatawan diimbau untuk tidak mendekati dan bermalam di sekitar kawah Gunung Talang (kawah selatan dan kawah utama) dalam radius 500 meter.</p>



<p>Rekomendasi itu dikeluarkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Jumat (10/10/2025) usai gunung terletak di Kabupaten Solok tersebut mengalami rentenan gempa.</p>



<p>&#8220;Kemudian masyarakat di sekitar Gunung Talang dan pengunjung atau wisatawan mewaspadai potensi longsor di kawasan kawah selatan Gunung Talang,&#8221; ujar Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid AN dalam keterangan tertulisnya.</p>



<p>Wafid mengatakan, pemantauan kegempaan Gunung Talang pada 10 Oktober 2025 sampai pukul 15.00 WIB, jumlah kegempaan sudah menurun. </p>



<p>Visual kawah diamati dari Pos Pengamatan Gunung Talang di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, yang menunjukkan tidak ada perubahan.</p>



<p>&#8220;Asap berwarna putih dengan ketinggian 10 &#8211; 50 meter di atas puncak. Tingkat aktivitas Gunung Talang sampai saat ini pada Level I (normal),&#8221; ucapnya.</p>



<p>Ia mengungkapkan bahwa kegempaan Gunung Talang pada umumnya didominasi oleh Gempa Tektonik Jauh. Pada 9 Oktober 2025 terekam Gempa Volcano-Tectonic (VT) sebanyak 28 kali kejadian dan tercatat swarm atau rentetan Gempa VT dari pukul 23.01 – 23.04 WIB sebanyak 14 kali kejadian.</p>



<p>&#8220;Pemunculan swarm selama tahun 2025 telah terjadi 4 kali, yaitu pada 8 April, 25 Juli, 23 September, dan 9 Oktober,&#8221; bebernya.</p>



<p>Ia menyebutkan, sebaran episenter swam Gempa VT memperlihatkan periode 23 September lebih mengkluster di area kawah daripada periode 8 April dan 25 Juli. Demikian pula dengan kedalaman swarm Gempa VT, periode 23 September lebih dangkal dari periode 8 April dan 25 Juli.</p>



<p>Pemunculan gempa VT ini terang Wafid, mengindikasikan adanya migrasi atau perpindahan magma dari kantong magma dalam ke arah permukaan. Sedangkan pemunculan fenomena swarm VT adalah indikator akan ketidakstabilan kondisi vulkanik yang terkadang diikuti oleh erupsi.</p>



<p>&#8220;Tingkat aktivitas Gunung Talang akan segera ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan,&#8221; tutur Wafid. <strong>(*/y)</strong><br></p>



<p></p>



<ol class="wp-block-list"></ol>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aktivitas-gempa-di-gunung-talang-turun-masyarakat-diminta-tetap-waspada/">Aktivitas Gempa di Gunung Talang Turun, Masyarakat Diminta Tetap Waspada</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">236084</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suami Hadiri Pemakaman Istri, Keluarga Ungkap Penyebab Gilang Kritis saat Glamping di Alahan Panjang</title>
		<link>https://langgam.id/suami-hadiri-pemakaman-istri-keluarga-ungkap-penyebab-gilang-kritis-saat-glamping-di-alahan-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 23:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Alahan Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=236055</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Cindy Desta Nanda (28), korban meninggal diduga akibat keracunan karbon monoksida saat glamping di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar), telah dimakamkan pada Jumat (10/10/2025). Keluarga beserta kerabat ramai mengantarkan kepergian Cindy di tempat peristirahatan terakhirnya. Tak kecuali, sang suami, Gilang Kurniawan (28). Cindy dan Gilang merupakan pengantin baru, pernikahannya baru hitungan hari. Kemudian, keduanya bulan madu, glamping di Alahan Panjang. Namun nahas, Cindy dan Gilang ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi penginapan. Cindy akhirnya dinyatakan meninggal sesampainya di puskesmas, Gilang kritis dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) Padang. Dengan kondisi lemas, Gilang menyempatkan untuk hadir</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/suami-hadiri-pemakaman-istri-keluarga-ungkap-penyebab-gilang-kritis-saat-glamping-di-alahan-panjang/">Suami Hadiri Pemakaman Istri, Keluarga Ungkap Penyebab Gilang Kritis saat Glamping di Alahan Panjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Cindy Desta Nanda (28), korban meninggal diduga akibat keracunan karbon monoksida saat glamping di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar), telah dimakamkan pada Jumat (10/10/2025).</p>



<p>Keluarga beserta kerabat ramai mengantarkan kepergian Cindy di tempat peristirahatan terakhirnya. Tak kecuali, sang suami, Gilang Kurniawan (28).</p>



<p>Cindy dan Gilang merupakan pengantin baru, pernikahannya baru hitungan hari. Kemudian, keduanya bulan madu, glamping di Alahan Panjang.</p>



<p>Namun nahas, Cindy dan Gilang ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi penginapan. Cindy akhirnya dinyatakan meninggal sesampainya di puskesmas, Gilang kritis dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) Padang.</p>



<p>Dengan kondisi lemas, Gilang menyempatkan untuk hadir di proses pemakaman istri tercintanya. Momen pilu ini, sempat diabadikan orang yang hadir di pemakaman.</p>



<p>Videonya beredar di media sosial. Terlihat, Gilang dengan selang masih terpasang dan tabung oksigen didorong, ia tertatih.</p>



<p>Gilang dipegangi oleh 2 orang. Sedangkan tabung oksigen didorong dari belakang. Keluarga membeberkan diagnosa awal yang dialami Gilang.</p>



<p>&#8220;Diagnosanya keracunan karbon monoksida. Ini hasil tim medis dari RSUD Arosoka. Hasil di SPH juga sama,&#8221; ujar kakak Gilang yang meminta namanya tidak ditulis pada Jumat (10/10/2025) malam.</p>



<p>Si kakak menduga, karbon monoksida itu bagian dari gas yang digunakan untuk water heater. Lalu gas itu diduga berasal dari tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram berada di bawah dekat kloset. Sementara kamar mandi glamping itu minim ventilasi.</p>



<p>&#8220;Memang di kamar mandi seperti itu, tidak ada ventilasi, water heater dan tabung gas di dalam,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Peristiwa dugaan keracunan ini terjadi pada Kamis (9/10/2025) pagi. Gilang dan Cindy diketahui tak sadarkan diri berawal dari karyawan penginapan hendak mengantarkan sarapan.</p>



<p>Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih menyebut, korban Gilang sempat menyahut &#8216;tunggu sebentar&#8217; kepada karyawan karena sedang mandi.</p>



<p>&#8220;Karyawan penginapan menunggu di luar kamar selama 20 menit. Lalu, karyawan pergi ke kamar lain untuk mengantarkan sarapan,&#8221; kata dia.</p>



<p>Setelah itu, datang lagi karyawan lain untuk mengantarkan makanan ke kamar. Sesampai di depan pintu kamar, karyawan mengetuk pintu sebanyak 3 kali sambil berkata sarapan datang.</p>



<p>&#8220;Dikarenakan tidak ada tanggapan, karyawan memberitahu kepada karyawan lainnya. Keduanya mengecek, dan membuka paksa pintu kamar,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Barata mengungkapkan, saat membuka pintu karyawan tersebut tidak melihat pasutri itu. Saat kamar mandi dibuka, keduanya ditemukan tergeletak tak sadarkan diri. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/suami-hadiri-pemakaman-istri-keluarga-ungkap-penyebab-gilang-kritis-saat-glamping-di-alahan-panjang/">Suami Hadiri Pemakaman Istri, Keluarga Ungkap Penyebab Gilang Kritis saat Glamping di Alahan Panjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">236055</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Indosat Dukung Digitalisasi UMKM Batik dan Produk Lokal Solok: Perkuat Ekosistem Ekonomi Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/indosat-dukung-digitalisasi-umkm-batik-dan-produk-lokal-solok-perkuat-ekosistem-ekonomi-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 06:38:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Indosat]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=230745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas konektivitas digital dan meningkatkan kualitas layanan pelanggan di wilayah Sumatra, khususnya Sumatra Barat (Sumbar). Melalui perluasan jaringan, peluncuran layanan inovatif, serta inisiatif pemberdayaan masyarakat, Indosat hadir bukan sekadar sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga tahun ini, Indosat telah meningkatkan kapasitas jaringan 4G di lebih dari 1.000 titik BTS di Sumbar. Perluasan ini mencakup wilayah perkotaan dan pedesaan, termasuk Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Solok. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman digital masyarakat, mulai dari streaming, gim daring,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/indosat-dukung-digitalisasi-umkm-batik-dan-produk-lokal-solok-perkuat-ekosistem-ekonomi-sumbar/">Indosat Dukung Digitalisasi UMKM Batik dan Produk Lokal Solok: Perkuat Ekosistem Ekonomi Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas konektivitas digital dan meningkatkan kualitas layanan pelanggan di wilayah Sumatra, khususnya Sumatra Barat (Sumbar).</p>



<p>Melalui perluasan jaringan, peluncuran layanan inovatif, serta inisiatif pemberdayaan masyarakat, Indosat hadir bukan sekadar sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.</p>



<p>Hingga tahun ini, Indosat telah meningkatkan kapasitas jaringan 4G di lebih dari 1.000 titik BTS di Sumbar. Perluasan ini mencakup wilayah perkotaan dan pedesaan, termasuk Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Solok.</p>



<p>Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman digital masyarakat, mulai dari streaming, gim daring, hingga komunikasi sehari-hari.</p>



<p>Kabupaten Solok menjadi salah satu fokus utama Indosat dalam mendukung pengembangan ekosistem wisata dan UMKM berbasis digital. Wilayah ini dikenal akan potensi wisata alamnya seperti Danau Singkarak, Bukik Cambai, serta agrowisata di kaki Gunung Talang.</p>



<p>Selain itu, Solok juga kaya akan warisan budaya, salah satunya adalah Batik Salingka Tabek—batik tulis bermotif khas yang merepresentasikan kearifan lokal Minangkabau.</p>



<p>Melihat potensi tersebut, Indosat memperkuat jaringan 4G di sejumlah titik strategis seperti Pasar Sumani, Alahan Panjang, Nagari Tabek, serta berbagai sentra UMKM dan destinasi wisata lainnya. </p>



<p>Upaya ini dilakukan untuk mendukung para pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan teknologi digital demi memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.</p>



<p>&#8220;Sebagai bagian dari komitmen Indosat dalam memberdayakan Indonesia, kami hadir tidak hanya membawa koneksi, tetapi juga membawa harapan agar UMKM lokal dapat tumbuh bersama sektor pariwisata,&#8221; ujar Agus Sulistio, EVP – Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison dalam keterangannya, Rabu (30/7/2025).</p>



<p>Dikatakan Agus, Solok memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Maka itu Indosat ingin mendukung potensi itu agar semakin berkembang di era digital.</p>



<p>&#8220;Salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung dampak dari penguatan jaringan ini adalah Yusrizal, pendiri Batik Salingka Tabek,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Batik Salingka Tabek berlokasi di Sawah Parik, Desa Bawah Duku, Kecamatan Koto Baru. Yusrizal menyebutkan, bahwa koneksi internet yang lebih stabil serta pelatihan digital yang ia ikuti telah membantu peningkatan penjualan secara daring, sekaligus memperbaiki layanan pelanggan melalui platform komunikasi berbasis internet.</p>



<p>&#8220;Batik Salingka Tabek kami pasarkan sebagian besar secara online. Kami juga bekerja sama dengan agen perjalanan lokal untuk menjual batik sebagai oleh-oleh khas Solok. Wisatawan dari Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, hingga Singapura pernah datang langsung ke workshop kami untuk membeli batik,&#8221; tutur Yusrizal, yang akrab disapa Yus.</p>



<p>Batik Salingka Tabek menghadirkan motif-motif khas Kabupaten Solok seperti Bareh Solok, Rumah Gadang Usang, Burung Makan Padi, Masjid Tuo, hingga budaya Jawi-Jawi. Hingga kini, Yusrizal telah mematenkan 16 motif batik tulis, yang semuanya ia kembangkan secara otodidak melalui pembelajaran daring dan eksplorasi budaya lokal.</p>



<p>Dampak penguatan jaringan Indosat di kawasan ini tidak hanya dirasakan oleh Yusrizal. Penjualan melalui media sosial meningkat, kolaborasi dengan komunitas kreatif lokal mulai terbentuk, dan peluang kerja baru bermunculan—khususnya di sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.</p>



<p>Komitmen Indosat untuk Sumbar tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur digital. Lebih dari itu, Indosat berupaya menghadirkan solusi yang inklusif dan memberdayakan, dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra utama dalam pertumbuhan. Indosat percaya bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal dan pelestarian budaya.</p>



<p>Melalui inisiatif seperti di Solok, Indosat berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem wisata dan UMKM berbasis komunitas di Sumatra Barat. </p>



<p>Fokus Indosat tidak hanya pada konektivitas, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif di era digital. (*/y)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/indosat-dukung-digitalisasi-umkm-batik-dan-produk-lokal-solok-perkuat-ekosistem-ekonomi-sumbar/">Indosat Dukung Digitalisasi UMKM Batik dan Produk Lokal Solok: Perkuat Ekosistem Ekonomi Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230745</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Karhutla di Kabupaten Solok Meningkat, Damkar Kekurangan Armada Pemadaman</title>
		<link>https://langgam.id/karhutla-di-kabupaten-solok-meningkat-damkar-kekurangan-armada-pemadaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S. Taufiq]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 00:34:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=229978</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok melaporkan peningkatan jumlah kebakaran lahan dan hutan (karhutla) dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari lahan warga hingga lahan gambut di kawasan hutan. Pemerintah daerah bahkan meminta bantuan petugas kebakaran Kota Solok lantaran keterbatasan personel. Kabid Damkar Kabupaten Solok, Aini mengatakan sejak Rabu (16/7/2025) terdapat tiga lokasi kebakaran lahan. Yaitu, Nagari Tanjung Bingkung seluas 1,5 hektare, lalu kebakaran lahan di Nagari Sumani pada Kamis (17/7/2025) di Nagari Tanjung Bingkung, serta di Bukit Kanduang, Puncak Gagoan pada Jumat kemarin. Aini menyebutkan keterbatasan armada untuk memadamkan kebakaran yang cukup intens beberapa waktu terakhir. Pihaknya pun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/karhutla-di-kabupaten-solok-meningkat-damkar-kekurangan-armada-pemadaman/">Karhutla di Kabupaten Solok Meningkat, Damkar Kekurangan Armada Pemadaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok melaporkan peningkatan jumlah kebakaran lahan dan hutan (karhutla) dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari lahan warga hingga lahan gambut di kawasan hutan. </p>



<p>Pemerintah daerah bahkan meminta bantuan petugas kebakaran Kota Solok lantaran keterbatasan personel.</p>



<p>Kabid Damkar Kabupaten Solok, Aini mengatakan sejak Rabu (16/7/2025) terdapat tiga lokasi kebakaran lahan.</p>



<p>Yaitu, Nagari Tanjung Bingkung seluas 1,5 hektare, lalu kebakaran lahan di Nagari Sumani pada Kamis (17/7/2025) di Nagari Tanjung Bingkung, serta di Bukit Kanduang, Puncak Gagoan pada Jumat kemarin.</p>



<p>Aini menyebutkan keterbatasan armada untuk memadamkan kebakaran yang cukup intens beberapa waktu terakhir. Pihaknya pun juga telah meminta bantuan dari Kota Solok untuk menambah upaya pemadaman kebakaran lahan.</p>



<p>&#8220;Kalau tidak segera dipadamkan maka api akan menghanguskan lahan lebih luas dan pemukiman warga sekitarnya,&#8221; ujarnya Sabtu, (18/7/2025).</p>



<p>Di samping itu, Aini menambahkan kondisi medan beberapa titik api kebakaran yang sulit diakses karena jalan, sempit terjal dan berlubang.</p>



<p>Aini mengatakan masih mendalami penyebab kebakaran hutan. Termasuk juga nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. &#8220;Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui,&#8221; ujarnya. (*/y)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/karhutla-di-kabupaten-solok-meningkat-damkar-kekurangan-armada-pemadaman/">Karhutla di Kabupaten Solok Meningkat, Damkar Kekurangan Armada Pemadaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229978</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kakak-Adik di Solok Berebut Rumah Berujung Dibakar, 2 Balita Nyaris Jadi Korban</title>
		<link>https://langgam.id/kakak-adik-di-solok-berebut-rumah-berujung-dibakar-2-balita-nyaris-jadi-korban/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2025 07:50:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Alahan Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=225366</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dua orang kakak beradik di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatra Barat terlibat cekcok buntut rebutan rumah hingga berujung pembakaran. Rinaldi (24 tahun), selaku kakak dari korban tidak terima rumah peninggalan tersebut dihuni adik perempuannya. Ia kemudian ingin mengusir korban, lantaran rumah tersebut akan ditempatinya. Terjadi cekcok hingga akhirnya Rinaldi yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi melakukan pembakaran rumah. Akibatnya, korban beserta dua balitanya terperangkap di dalam rumah dan nyaris jadi korban. &#8220;Korban dan dua balitanya sempat terperangkap di dalam rumah saat api membesar. Apakah posisinya saat di dalam kamar terkunci, belum tahu.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kakak-adik-di-solok-berebut-rumah-berujung-dibakar-2-balita-nyaris-jadi-korban/">Kakak-Adik di Solok Berebut Rumah Berujung Dibakar, 2 Balita Nyaris Jadi Korban</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Dua orang kakak beradik di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatra Barat terlibat cekcok buntut rebutan rumah hingga berujung pembakaran.</p>



<p>Rinaldi (24 tahun), selaku kakak dari korban tidak terima rumah peninggalan tersebut dihuni adik perempuannya. Ia kemudian ingin mengusir korban, lantaran rumah tersebut akan ditempatinya.</p>



<p>Terjadi cekcok hingga akhirnya Rinaldi yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi melakukan pembakaran rumah. Akibatnya, korban beserta dua balitanya terperangkap di dalam rumah dan nyaris jadi korban.</p>



<p>&#8220;Korban dan dua balitanya sempat terperangkap di dalam rumah saat api membesar. Apakah posisinya saat di dalam kamar terkunci, belum tahu. Yang jelas korban dan anaknya tidak bisa keluar,&#8221; ujar Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, Selasa (22/4/2025).</p>



<p>Barata menyebutkan peristiwa pembakaran rumah ini terjadi pada Senin (21/4/2025). Korban bersama balitanya akhirnya berhasil keluar dari kamar dengan melewati jendela.</p>



<p>&#8220;Korban lalu keluar meyelamatkan diri lewat jendela. Korban dan balitanya akhirnya selamat. Tapi rumah habis terbakar dan kerugian ditaksir sekitar Rp 60 juta,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Dorong Korban ke Kamar, Bakar Kasur</strong></p>



<p>Kasat Reskrim Polres Solok AKP Efrian Mustaqim Batiti, menambahkan awalnya tersangka mendatangi adiknya di rumah tersebut. Kemudian terjadi perdebatan tentang status rumah.</p>



<p>&#8220;Tersangka ini mengklaim memiliki hak atas rumah itu. Bersitegang, tersangka dorong korban sampai ke kamar belakang. Tersangka selanjutnya membakar kasur,&#8221; kata Efrian.</p>



<p>Berawal dari bakar kasur ini, lanjut Efrian, kobaran api kian membesar hingga membakar seluruh bagian rumah. Atas kejadian ini, korban dan keluarga menempuh jalur hukum.</p>



<p>&#8220;Dilaporkan ke polsek, kasus ditangani di polsek,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Atas perbuatannya, tersangka disangkakan pasal 187 KUHP tentang kejahatan yang membahayakan keamanan umum. Ancaman penjara terhadap tersangka paling lama 12 tahun.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kakak-adik-di-solok-berebut-rumah-berujung-dibakar-2-balita-nyaris-jadi-korban/">Kakak-Adik di Solok Berebut Rumah Berujung Dibakar, 2 Balita Nyaris Jadi Korban</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225366</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pesantren Taruna Rabbani di Solok Temukan Kloning Gas, 100 Persen Organik</title>
		<link>https://langgam.id/pesantren-taruna-rabbani-di-solok-temukan-kloning-gas-100-persen-organik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 09:42:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=225285</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pondok Pesantren (Ponpes) Taruna Rabbani di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) memanfaatkan hasil temuannya berupa kloning gas atau teknologi pengontrol gas agar lebih besar. Karya yang sudah diteliti selama lima tahun itu mampu menghemat dua kali lipat gas, yang biasa digunakan untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari. Wakil Pimpinan Ponpes Taruna Rabbani Isa Rabbani mengatakan, hasil temuan yang diberi nama gas saver itu sudah diriset sekitar lima tahun, dan hasil uji cobanya sudah digunakan kepada jamaah atau santri di Ponpes. &#8220;Ini sudah terbukti, selama kami riset lima tahun ini, dan kami testimoni</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pesantren-taruna-rabbani-di-solok-temukan-kloning-gas-100-persen-organik/">Pesantren Taruna Rabbani di Solok Temukan Kloning Gas, 100 Persen Organik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pondok Pesantren (Ponpes) Taruna Rabbani di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) memanfaatkan hasil temuannya berupa kloning gas atau teknologi pengontrol gas agar lebih besar.</p>



<p>Karya yang sudah diteliti selama lima tahun itu mampu menghemat dua kali lipat gas, yang biasa digunakan untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari.</p>



<p>Wakil Pimpinan Ponpes Taruna Rabbani Isa Rabbani mengatakan, hasil temuan yang diberi nama gas saver itu sudah diriset sekitar lima tahun, dan hasil uji cobanya sudah digunakan kepada jamaah atau santri di Ponpes.</p>



<p>&#8220;Ini sudah terbukti, selama kami riset lima tahun ini, dan kami testimoni pada jamaah dan pada komunitas kami terbukti semuanya. Dan responnya positif semua,&#8221; katanya di sela acara pertemuan ulama Thariqah se-Asean di Ponpes Taruna Rabbani, Minggu (20/4/2025).</p>



<p>Isa mengungkapkan, bahan atau isi dari gas saver yang dikembangkan oleh Ponpes tersebut merupakan bahan organik. Ia menjamin semua bahan tersebut dapat ditemukan dengan mudah di sekitar lingkungan.</p>



<p>&#8220;100 persen gas saver ini organik. Namun, untuk rincinya apa aja isinya belum bisa kami jelaskan. Dan untuk keamanannya selama lima tahun ini kami sudah menguji kami menjamin ini sudah aman, termasuk jamaah yang menggunakannya tidak pernah ada keluhan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Isa menjelaskan, prinsip kerja gas saver mampu menghemat gas dan memberi pancaran atau daya dorong api lebih besar.</p>



<p>&#8220;Prinsipnya gas LPG ini mengandung hidrokarbon, jadi ketika hidrokarbon ini mengalir masuk ke dalam tabung gas saver maka akan terjadi suatu reaksi dan itu menghasilkan mata rantai yang lebih Panjang.Jadi masa hidup dari pada gas yang seharusnya satu hari itu menghabiskan dua tabung, dengan gas saver ini cukup satu tabung. Jadi hematnya sampai 100 persen,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Daftarkan Produk</strong></p>



<p>Saat ini produk tersebut masih dalam tahap pengajuan atau pendaftaran untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Meski begitu, produk yang dihasilkan oleh Ponpes belum diperjual belikan atau masih sebatas pemakaian dalam komunitas atau jamaah.</p>



<p>&#8220;Terkait untuk produksi umum, kami masih dalam diskusi bersama tim riset,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sutrisno, salah seorang pedagang Soto Lamongan di Padang yang menggunakan gas saver milik Ponpes Taruna Rabbani mengatakan, selama memakai gas saver tersebut ia merasakan gas tersebut seperti ganda atau lebih hemat.</p>



<p>&#8220;Output yang keluar dua kali lipat dari elpiji yang masuk. Jadi ini membuat hemat. Kalau biasanya dalam satu hari itu kami bisa menghabiskan satu tabung gas, dengan memakai produk ini satu tabung gas bisa dua hari,&#8221; kata Sutrisno.</p>



<p>Disampaikannya, ia sudah cukup lama menggunakan gas saver tersebut. Dari versi pertama hingga saat ini ia memakai yang versi ketiga.</p>



<p>&#8220;Dulu saya pakai yang versi pertama dan sekarang udah ketiga. Kalau yang ketiga ini sudah 1 bulan saya pakai,&#8221; kata dia.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pesantren-taruna-rabbani-di-solok-temukan-kloning-gas-100-persen-organik/">Pesantren Taruna Rabbani di Solok Temukan Kloning Gas, 100 Persen Organik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225285</post-id>	</item>
		<item>
		<title>9 Daerah di Kabupaten Solok Dilanda Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang</title>
		<link>https://langgam.id/9-daerah-di-kabupaten-solok-dilanda-banjir-longsor-dan-pohon-tumbang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Feb 2025 09:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Pohon Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=222725</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Solok, Sumbar, sejak Rabu hingga Kamis (26-27/2/2025). Akibatnya sembilan daerah terdampak banjir, longsor hingga pohon tumbang. Juru Bicara (Jubir) BPBD Sumbar, Ilham Wahab menyebut tingginya curah hujan sejak Rabu malam hampir di seluruh kawasan Kabupaten Solok, mengakibatkan debit air sungai Batang Lembang meluap dan merendam rumah warga. &#8220;Dampak hujan juga menyebabkan pohon tumbang dan longsor di beberapa kawasan,&#8221; ujar Ilham, Kamis (27/2/2025). Ilham menerangkan bahwa BPBD Sumbar mencatat sebanyak sembilan daerah di Kabupaten Solok terdampak bencana tersebut. &#8220;Sembilan daerah itu antara lain, Nagari Salayo, Koto Baru, Muaro Paneh, Koto Laweh, Sungai</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/9-daerah-di-kabupaten-solok-dilanda-banjir-longsor-dan-pohon-tumbang/">9 Daerah di Kabupaten Solok Dilanda Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Solok, Sumbar, sejak Rabu hingga Kamis (26-27/2/2025). Akibatnya sembilan daerah terdampak banjir, longsor hingga pohon tumbang.</p>



<p>Juru Bicara (Jubir) BPBD Sumbar, Ilham Wahab menyebut tingginya curah hujan sejak Rabu malam hampir di seluruh kawasan Kabupaten Solok, mengakibatkan debit air sungai Batang Lembang meluap dan merendam rumah warga.</p>



<p>&#8220;Dampak hujan juga menyebabkan pohon tumbang dan longsor di beberapa kawasan,&#8221; ujar Ilham, Kamis (27/2/2025).</p>



<p>Ilham menerangkan bahwa BPBD Sumbar mencatat sebanyak sembilan daerah di Kabupaten Solok terdampak bencana tersebut.</p>



<p>&#8220;Sembilan daerah itu antara lain, Nagari Salayo, Koto Baru, Muaro Paneh, Koto Laweh, Sungai Jambua, Indudur, Pianggu, Koto Hilalang dan Jawi-jawi,&#8221; tutur Ilham Wahab.</p>



<p>Ia mencatat sebanyak empat dari sembilan daerah yang terdampak di Kabupaten Solok dilanda banjir. Di antaranya, Nagari Selayo, Koto Baru, Muaro Paneh serta Koto Laweh.</p>



<p>&#8220;Kemudian longsor terjadi di Nagari Sungai Jambua, Pianggu, Indudur dan Koto Hilalang,&#8221; beber Ilham Wahab.</p>



<p>&#8220;Sedangkan pohon tumbang terjadi di Jorong Pinang, Nagari Jawi-Jawi Guguak,&#8221; tambah Ilham Wahab.</p>



<p>Ilham Wahab mengatakan tidak ada korban jiwa dari bencana tersebut. Namun warga diimbau untuk tetap waspada.</p>



<p>Saat ini, terang Ilham, tim sudah berkoordinasi dengan aparat di kecamatan dan nagari setempat. Pihaknya juga sudah mengumpulkan data rumah dan warga yang terdampak bencana.</p>



<p>&#8220;Tim juga melakukan pengerukan saluran air di Nagari Koto Laweh dengan alat berat,&#8221; jelas Ilham. <strong>(Iqbal/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/9-daerah-di-kabupaten-solok-dilanda-banjir-longsor-dan-pohon-tumbang/">9 Daerah di Kabupaten Solok Dilanda Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222725</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/86 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-19 13:54:12 by W3 Total Cache
-->