<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Kabupaten Agam Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/kabupaten-agam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/kabupaten-agam/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 11:20:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Kabupaten Agam Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/kabupaten-agam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Empat Harimau Sumatra Terjerat Perangkap Babi di Sumbar, Dua Mati hingga BKSDA Larang Penggunaan Jerat Rattus</title>
		<link>https://langgam.id/empat-harimau-sumatra-terjerat-perangkap-babi-di-sumbar-dua-mati-hingga-bksda-larang-penggunaan-jerat-rattus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 11:20:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Jerat babi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pasaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248372</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Empat kasus harimau sumatra terjerat perangkap babi tercatat di Sumatra Barat (Sumbar) dalam empat tahun terakhir. Dua di antaranya berakhir dengan kematian satwa dilindungi tersebut. Menyikapi kondisi itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pelarangan Penggunaan Jerat Rattus Pasaman, Jerat Berbahaya Sling atau Kawat Baja untuk Pengendalian Hama Babi Hutan. Langkah itu diambil setelah kembali ditemukan kasus harimau sumatra yang terjerat perangkap babi di Kabupaten Pasaman pada Mei 2026. Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengingatkan masyarakat agar tidak lagi memasang jerat di sekitar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/empat-harimau-sumatra-terjerat-perangkap-babi-di-sumbar-dua-mati-hingga-bksda-larang-penggunaan-jerat-rattus/">Empat Harimau Sumatra Terjerat Perangkap Babi di Sumbar, Dua Mati hingga BKSDA Larang Penggunaan Jerat Rattus</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Empat kasus harimau sumatra terjerat perangkap babi tercatat di Sumatra Barat (Sumbar) dalam empat tahun terakhir. Dua di antaranya berakhir dengan kematian satwa dilindungi tersebut.</p>



<p>Menyikapi kondisi itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pelarangan Penggunaan Jerat Rattus Pasaman, Jerat Berbahaya Sling atau Kawat Baja untuk Pengendalian Hama Babi Hutan.</p>



<p>Langkah itu diambil setelah kembali ditemukan kasus harimau sumatra yang terjerat perangkap babi di Kabupaten Pasaman pada Mei 2026.</p>



<p>Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengingatkan masyarakat agar tidak lagi memasang jerat di sekitar kebun maupun kawasan yang menjadi lintasan satwa liar.</p>



<p>&#8220;Jangan pasang jerat rattus, sling atau baja dan lainnya sekitar kebun. Jerat itu bisa melukai, bahkan membuat satwa (harimau sumatra) mati,&#8221; kata Ade Putra kepada Langgam.id, Sabtu (30/5/2026).</p>



<p>Ade menerangkan, dalam rentang empat tahun terakhir sudah empat kali harimau sumatra menjadi korban jerat yang dipasang untuk menangkap babi hutan.</p>



<p>Pada 2023, seekor harimau sumatra ditemukan terjerat di Pasaman dan tidak berhasil diselamatkan. Setahun kemudian, kasus serupa terjadi di Kabupaten Agam dengan hasil yang sama, satwa tersebut mati. Sementara pada 2025 di Agam dan 2026 di Pasaman, harimau yang terjerat berhasil dievakuasi dan diselamatkan tim BKSDA Sumbar.</p>



<p>Menurut Ade, penerbitan surat edaran itu bertujuan melindungi keanekaragaman hayati sekaligus mencegah kematian satwa liar dilindungi seperti harimau sumatra, beruang madu, dan satwa lainnya akibat penggunaan jerat berbahaya berupa sling atau kawat baja yang dikenal sebagai jerat rattus Pasaman atau jerat babi Pasaman.</p>



<p>&#8220;Kami akan sosialiasikan ke masyarakat melalui pemerintah nagari atau desa. Surat edaran itu keluar setelah harimau terkena jerat di Pasaman pada Kamis (21/5/2026) lalu,&#8221; katanya.</p>



<p>Melalui surat edaran tersebut, BKSDA Sumbar menegaskan larangan membuat, memasang, memiliki, memperjualbelikan, maupun menggunakan jerat berbahaya berupa sling atau kawat baja untuk menangkap satwa liar.</p>



<p>Larangan juga mencakup penggunaan jerat rattus Pasaman di kawasan hutan, perkebunan, ladang, dan wilayah penyangga habitat satwa liar. Selain itu, masyarakat dilarang memasang jerat di jalur lintasan satwa, kawasan konservasi, hutan lindung, maupun area yang diketahui menjadi habitat harimau sumatra dan satwa dilindungi lainnya.</p>



<p>BKSDA juga melarang pembiaran terhadap jerat aktif yang berpotensi melukai atau membunuh satwa liar. Selain mencegah luka dan kematian satwa dilindungi, kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi praktik perburuan, serta penggunaan perangkap yang tidak selektif.</p>



<p>BKSDA Sumbar juga mendorong penerapan metode pengendalian hama babi hutan yang lebih aman dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam perlindungan satwa liar dan ekosistem hutan.</p>



<p>&#8220;Kami bersama aparat penegak hukum bakal melakukan patroli dan operasi penertiban, penyitaan jerat ilegal, penegakan hukum terhadap pelanggan yang ditemukan,&#8221; katanya.</p>



<p>Penindakan terhadap penggunaan jerat mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.</p>



<p>Dalam Pasal 21 disebutkan bahwa setiap orang dilarang memburu, menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, mengangkut, dan atau memperdagangkan satwa dilindungi.</p>



<p>Pengguna jerat yang mengakibatkan satwa dilindungi terluka atau mati dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.<strong> (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/empat-harimau-sumatra-terjerat-perangkap-babi-di-sumbar-dua-mati-hingga-bksda-larang-penggunaan-jerat-rattus/">Empat Harimau Sumatra Terjerat Perangkap Babi di Sumbar, Dua Mati hingga BKSDA Larang Penggunaan Jerat Rattus</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG</title>
		<link>https://langgam.id/erupsi-gunung-marapi-semburkan-abu-vulkanik-hingga-2-kilometer-ini-peringatan-pvmbg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 04:10:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Marapi Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[PVMBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248347</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Gunung Marapi di Sumatra Barat (Sumbar), kembali mengalami erupsi pada Sabtu (30/5/2026) pagi. Letusan terjadi pada pukul 08.42 WIB dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak gunung. Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu, tinggi kolom abu mencapai sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur laut. Aktivitas erupsi juga terekam oleh alat pemantauan kegempaan. Pada seismogram, letusan tercatat memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi sementara sekitar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/erupsi-gunung-marapi-semburkan-abu-vulkanik-hingga-2-kilometer-ini-peringatan-pvmbg/">Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Gunung Marapi di Sumatra Barat (Sumbar), kembali mengalami erupsi pada Sabtu (30/5/2026) pagi. Letusan terjadi pada pukul 08.42 WIB dengan kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak gunung.</p>



<p>Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu, tinggi kolom abu mencapai sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah timur laut.</p>



<p>Aktivitas erupsi juga terekam oleh alat pemantauan kegempaan. Pada seismogram, letusan tercatat memiliki amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi sementara sekitar 1 menit 25 detik.</p>



<p>“Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&#8221; kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh Purnomo, dalam laporan tertulisnya.</p>



<p>Hingga laporan ini diterbitkan, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi yang telah ditetapkan.</p>



<p>PVMBG menegaskan bahwa masyarakat, pendaki, pengunjung maupun wisatawan dilarang memasuki serta melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi yang berada di Kawah Verbeek.</p>



<p>Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran, maupun bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.</p>



<p>Masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu guna mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan. Penggunaan pelindung mata dan kulit juga dianjurkan untuk menghindari dampak paparan abu vulkanik.</p>



<p>&#8220;Warga diminta mengamankan sumber air bersih serta membersihkan timbunan abu yang menumpuk di atap rumah agar tidak menimbulkan beban berlebih yang berpotensi menyebabkan kerusakan,&#8221; katanya.</p>



<p>Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Marapi, seluruh pihak juga diimbau menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks. Masyarakat diminta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah daerah serta instansi terkait.</p>



<p>PVMBG juga meminta Pemko Bukittinggi, Padang Panjang, Pemkab Tanah Datar, dan Pemkab Agam, untuk terus berkoordinasi dengan Badan Geologi maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi guna memperoleh perkembangan terbaru mengenai aktivitas gunung tersebut.<strong> (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/erupsi-gunung-marapi-semburkan-abu-vulkanik-hingga-2-kilometer-ini-peringatan-pvmbg/">Erupsi Gunung Marapi Semburkan Abu Vulkanik hingga 2 Kilometer, Ini Peringatan PVMBG</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto</title>
		<link>https://langgam.id/5-fakta-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-agam-namanya-puti-batuah-dibawa-ke-kandi-sawahlunto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 07:25:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247833</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seekor harimau Sumatra masuk kandang jebak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) di kawasan Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5/20226) dini hari. Harimau tersebut dilaporkan telah meresahkan warga sejak beberapa pekan terakhir. Satwa dilindungi bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu diduga harimau yang sebelumnya beberapa kali terlihat berkeliaran di wilayah Palembayan, Matur, hingga Palupuh dan sempat memicu kekhawatiran masyarakat. Setelah melalui serangkaian pemantauan dan upaya penanganan, petugas akhirnya mengevakuasi harimau tersebut untuk menjalani observasi kesehatan sebelum dipindahkan ke habitat yang lebih aman. Berikut lima fakta harimau Sumatra masuk perangkap BKSDA Sumbar di Agam.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/5-fakta-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-agam-namanya-puti-batuah-dibawa-ke-kandi-sawahlunto/">5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seekor harimau Sumatra masuk kandang jebak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) di kawasan Batang Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Jumat (22/5/20226) dini hari. Harimau tersebut dilaporkan telah meresahkan warga sejak beberapa pekan terakhir.</p>



<p>Satwa dilindungi bernama latin Panthera Tigris Sumatrae itu diduga harimau yang sebelumnya beberapa kali terlihat berkeliaran di wilayah Palembayan, Matur, hingga Palupuh dan sempat memicu kekhawatiran masyarakat.</p>



<p>Setelah melalui serangkaian pemantauan dan upaya penanganan, petugas akhirnya mengevakuasi harimau tersebut untuk menjalani observasi kesehatan sebelum dipindahkan ke habitat yang lebih aman.</p>



<p>Berikut lima fakta harimau Sumatra masuk perangkap BKSDA Sumbar di Agam.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Masuk Kandang Jebak Dini Hari</strong></li>
</ol>



<p>Harimau Sumatra itu masuk ke dalam kandang jebak yang dipasang tim BKSDA Sumbar bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) dan warga sejak Rabu (20/5/2026). Berdasarkan rekaman kamera jebak, satwa tersebut terdeteksi masuk sekitar pukul 02.30 WIB.</p>



<p>Petugas baru memastikan keberadaan harimau di dalam kandang saat melakukan pengecekan lapangan pada pagi harinya. Dalam perjalanan menuju lokasi, tim menemukan banyak jejak kaki harimau di sekitar area hutan dan perkebunan warga.</p>



<p>Setibanya di lokasi, pintu kandang sudah tertutup rapat dengan seekor harimau muda berada di dalamnya.</p>



<ol start="2" class="wp-block-list">
<li><strong>Sering Muncul di Tiga Kecamatan</strong></li>
</ol>



<p>BKSDA Sumbar menduga harimau yang tertangkap merupakan individu yang sebelumnya berulang kali muncul di Kecamatan Palembayan, Matur, dan Palupuh.</p>



<p>Kemunculan satwa liar tersebut sempat membuat warga waswas karena beberapa kali terlihat berada dekat lahan pertanian dan kebun masyarakat.</p>



<p>Petugas konservasi sebelumnya telah melakukan berbagai langkah penanganan agar interaksi antara manusia dan harimau tidak semakin berisiko.</p>



<p>Evakuasi menggunakan kandang jebak disebut menjadi langkah terakhir untuk menjaga keselamatan satwa sekaligus memberikan rasa aman bagi warga sekitar.</p>



<ol start="3" class="wp-block-list">
<li><strong>Dievakuasi ke Kandi Sawahlunto</strong></li>
</ol>



<p>Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Sumbar, Pagari, aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat. Sebelum dipindahkan, harimau terlebih dahulu dibius agar proses evakuasi berjalan aman.</p>



<p>Satwa itu kemudian dibawa secara manual menggunakan kain sarung menuju akses pemukiman dengan jarak sekitar 200 meter dari lokasi kandang jebak.</p>



<p>Setelah berhasil dievakuasi, harimau langsung dibawa ke Kantor Seksi Wilayah I BKSDA Sumbar di Koto Bukittinggi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan observasi lebih lanjut. Kemudian, di bawah ke Sawahlunto.</p>



<p>&#8220;Sudah dievakuasi ke Taman Wisata Kandi Sawahlunto,&#8221; kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra, kepada Langgam.id, Sabtu (23/5/2026).</p>



<p>Saat ini, kata Ade, harimau tersebut sudah pulih dari pembiusan. &#8220;Sekarang (harimau) sedang recovery di Kandi Sawahlunto,&#8221; katanya.</p>



<ol start="5" class="wp-block-list">
<li><strong>Diberi Nama Puti Batuah</strong></li>
</ol>



<p>Harimau Sumatra itu berjenin kelamin betina. Pihak BKSDA Sumbar memperkirakan usianya di bawah dua tahun. Lantaran betina, harimau itu diberi nama Puti Batuah.</p>



<p>Menurut Ade, nama tersebut diberikan masyarakat setempat saat akan mengevakuasi harimau dari Palupuah.</p>



<p>&#8220;Puti Batuah namanya. Diberi oleh wali nagari dan masyarakat sekitar saat evakuasi, katanya<strong>. (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/5-fakta-harimau-sumatra-masuk-perangkap-di-agam-namanya-puti-batuah-dibawa-ke-kandi-sawahlunto/">5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247833</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Agam Minta Warga Waspada Potensi Longsor Susulan di Sungai Landie</title>
		<link>https://langgam.id/bpbd-agam-minta-warga-waspada-potensi-longsor-susulan-di-sungai-landie/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 03:31:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246357</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam meminta warga waspada potensi longsor susulan di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landie, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).   Warga diimbau jauhi lokasi yang berpotensi longsor, terutama di zona merah. Apalagi ketika curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.   &#8220;Curah hujan sudah cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, sehingga hampir seluruh daerah rawan longsor harus diwaspadai,&#8221; kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono dihubungi Langgam.id, Rabu (6/5/2026). Rahmad menambahkan, kondisi tanah di sejumlah titik saat ini masih labil akibat hujan yang terus mengguyur, sehingga berisiko terjadi pergerakan tanah secara</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpbd-agam-minta-warga-waspada-potensi-longsor-susulan-di-sungai-landie/">BPBD Agam Minta Warga Waspada Potensi Longsor Susulan di Sungai Landie</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam meminta warga waspada potensi longsor susulan di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landie, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).  </p>



<p>Warga diimbau jauhi lokasi yang berpotensi longsor, terutama di zona merah. Apalagi ketika curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.  </p>



<p>&#8220;Curah hujan sudah cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir, sehingga hampir seluruh daerah rawan longsor harus diwaspadai,&#8221; kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono dihubungi Langgam.id, Rabu (6/5/2026).</p>



<p>Rahmad menambahkan, kondisi tanah di sejumlah titik saat ini masih labil akibat hujan yang terus mengguyur, sehingga berisiko terjadi pergerakan tanah secara tiba-tiba.</p>



<p>&#8220;Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi,&#8221; imbaunya.&nbsp;</p>



<p>Sebelumnya, tiga unit rumah tertimbun longsor di Nagari Sungai Landie pada Selasa (5/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Satu orang warga bernama Awal (50) dilaporkan tewas.&nbsp;</p>



<p>Korban baru ditemukan tim SAR gabungan pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 03.45 WIB, kondisinya tertimbun material longsor. Sementara, enam korban lain ditemukan selamat dan dilarikan ke RSUD dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.&nbsp;</p>



<p>Untuk identitas korban selamat di antaranya Dayat (33), Noya (35) Safira (1), Yoni (45), Zaki (18) dan Kuntum (14). <strong>(KSR) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpbd-agam-minta-warga-waspada-potensi-longsor-susulan-di-sungai-landie/">BPBD Agam Minta Warga Waspada Potensi Longsor Susulan di Sungai Landie</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246357</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Longsor di Sungai Landie, Akses Jalan Bukittinggi-Lubuk Basung Putus</title>
		<link>https://langgam.id/longsor-di-sungai-landie-akses-jalan-bukittinggi-lubuk-basung-putus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 01:42:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246346</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Bencana tanah longsor yang terjadi di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landie, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam juga menyebabkan akses jalan utama Bukittinggi–Lubuk Basung terputus. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Kondisi ini sempat menghambat mobilitas warga dan proses evakuasi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan kawasan tersebut memang dikenal rawan longsor dengan banyak titik berisiko di sepanjang jalur. Bahkan, terdapat bekas longsoran sebelumnya di sekitar lokasi kejadian. Saat proses pencarian korban dilakukan, hujan masih turun meski intensitasnya mulai berkurang. Hal ini membuat proses evakuasi harus</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/longsor-di-sungai-landie-akses-jalan-bukittinggi-lubuk-basung-putus/">Longsor di Sungai Landie, Akses Jalan Bukittinggi-Lubuk Basung Putus</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id- </strong>Bencana tanah longsor yang terjadi di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landie, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam juga menyebabkan akses jalan utama Bukittinggi–Lubuk Basung terputus.</p>



<p>Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Kondisi ini sempat menghambat mobilitas warga dan proses evakuasi.</p>



<p>Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan kawasan tersebut memang dikenal rawan longsor dengan banyak titik berisiko di sepanjang jalur. Bahkan, terdapat bekas longsoran sebelumnya di sekitar lokasi kejadian.</p>



<p>Saat proses pencarian korban dilakukan, hujan masih turun meski intensitasnya mulai berkurang. Hal ini membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.</p>



<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan longsor, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan,&#8221; katanya.</p>



<p>Bencana longsor menimbun tiga rumah warga di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landie, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Tujuh warga tertimbun.</p>



<p>Dari tujuh warga yang tertimbun material longsor, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Korban meninggal dunia diketahui bernama Awal (50). Ia ditemukan tim gabungan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 03.45 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan tertimbun longsor yang terjadi pada Selasa malam.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/longsor-di-sungai-landie-akses-jalan-bukittinggi-lubuk-basung-putus/">Longsor di Sungai Landie, Akses Jalan Bukittinggi-Lubuk Basung Putus</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246346</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nasib Anak Korban Dugaan Cabul Oknum Polisi di Agam, Trauma dan Sering Menangis</title>
		<link>https://langgam.id/nasib-anak-korban-dugaan-cabul-oknum-polisi-di-agam-trauma-dan-sering-menangis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 06:44:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabulan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabulan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246126</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Korban dugaan pencabulan ayah tiri di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), mengalami trauma. Terduga pelaku merupakan seorang polisi berinisial ED (52) dengan pangkat Aipda yang bertugas di Polres Agam. Korban berumur 14 tahun (sebelumnya ditulis 15 tahun). Ibu kandung korban mengatakan bahwa dal beberapa hari belakangan, kondisi fisik anaknya menurun. Bahkan, ia sempat membawa anaknya ke puskesmas. &#8220;Kondisinya sekarang trauma. Fisik menurun, lemah. Sudah kami bawa ke puskesmas, sudah sedikit membaik,&#8221; katanya, dikutip Sabtu, (2/5/2026). Dia mengatakan, sang anak tidak ceria seperti dulu lagi. Kondisinya sering murung di kamar dan tiba-tiba menangis. &#8220;Kalau ada orang baru lari ke</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nasib-anak-korban-dugaan-cabul-oknum-polisi-di-agam-trauma-dan-sering-menangis/">Nasib Anak Korban Dugaan Cabul Oknum Polisi di Agam, Trauma dan Sering Menangis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id &#8211; Korban dugaan pencabulan ayah tiri di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar), mengalami trauma. Terduga pelaku merupakan seorang polisi berinisial ED (52) dengan pangkat Aipda yang bertugas di Polres Agam.</p>



<p>Korban berumur 14 tahun (sebelumnya ditulis 15 tahun). Ibu kandung korban mengatakan bahwa dal beberapa hari belakangan, kondisi fisik anaknya menurun. Bahkan, ia sempat membawa anaknya ke puskesmas.</p>



<p>&#8220;Kondisinya sekarang trauma. Fisik menurun, lemah. Sudah kami bawa ke puskesmas, sudah sedikit membaik,&#8221; katanya, dikutip Sabtu, (2/5/2026).</p>



<p>Dia mengatakan, sang anak tidak ceria seperti dulu lagi. Kondisinya sering murung di kamar dan tiba-tiba menangis.</p>



<p>&#8220;Kalau ada orang baru lari ke kamar. Sering di kamar, tutup muka dengan selimut. Ditutup matanya. Ada yang berkunjung ke rumah, takut dia,&#8221; ucapnya.</p>



<p>&#8220;Biasanya anak saya sering main hp, sekarang tidak. Dia sering murung, kadang menangis mendadak saja,&#8221; sambung sang ibu.</p>



<p>Ia mengungkapkan, kekerasan seksual yang dialami anaknya sudah cukup lama. Awaklnya, diceritakan kepada ayah kandungnya.</p>



<p>&#8220;Jadi awalnya mengadu ke ayah kandungnya, lalu mantan suami saya ini bercerita ke saya. Kita kan tidak ingin main tuduh-tuduh, saya cari tahu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Lalu, pada suatu hari tindakan ayah tiri korban ini langsung dipergoki oleh istrinya. Korban pun bercerita kekerasan seksual yang dialaminya sudah berulang kali.</p>



<p>&#8220;Saya tanya ke anak, ternyata sering. Kadang habis mandi anak saya dialami pelecehan seksual,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Kasus ini telah dilaporkan ibu korban ke Polres Agam pada 28 April 2026.Kemudian, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Agam bergerak menindaklanjuti laporan.</p>



<p>Selain itu, Seksi Profesi dan Pengaman (Sipropam) Polres Agam juga langsung melakukan pemeriksaan terhadap Aipda ED.</p>



<p>Kabid Humas Polda Sumbar, Komisaris Besar Polisi Susmelawati Rosya mengatakan, Aipda ED telah dilakukan pemeriksaan sejak 30 April 2026.</p>



<p>&#8220;Saat ini dari Polres Agam sudah bergerak cepat terhadap laporan tersebut dan melakukan tindak lanjut. Aipda ED dalam pemeriksaan Sipropam untuk dimintai keterangan,&#8221; ujar Susmelawati.</p>



<p>&#8220;Kami bergerak cepat, merespons secepatnya mungkin. Makanya laporan pidana jalan, pemeriksaan internal juga jalan,&#8221; katanya. (ICA)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nasib-anak-korban-dugaan-cabul-oknum-polisi-di-agam-trauma-dan-sering-menangis/">Nasib Anak Korban Dugaan Cabul Oknum Polisi di Agam, Trauma dan Sering Menangis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246126</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenhut Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah di Huntara Kayu Pasak Agam</title>
		<link>https://langgam.id/kemenhut-salurkan-bantuan-perlengkapan-ibadah-di-huntara-kayu-pasak-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 00:24:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=242702</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dirjen Gakkum Kehutanan, Kementerian Kehutanan menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah bagi warga terdampak bencana yang menghuni hunian sementara (huntara) Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (30/1/2026). Bantuan yang diserahkan tersebut meliputi paket lengkap untuk setiap keluarga. Terdiri dari baju muslim, sarung serta mukena. &#8220;Pemberian bantuan ini bertujuan untuk memastikan warga dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan nyaman dan khusyuk, meski masih berada di hunian sementara,&#8221; tulis BKSDA Sumbar di laman Instagramnya, Sabtu (31/1/2026). Aksi sosial ini mendapatkan sambutan hangat dari warga setempat yang tengah berupaya memulihkan kondisi pascabencana. Selain sebagai</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemenhut-salurkan-bantuan-perlengkapan-ibadah-di-huntara-kayu-pasak-agam/">Kemenhut Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah di Huntara Kayu Pasak Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> <strong>&#8211;</strong> Dirjen Gakkum Kehutanan, Kementerian Kehutanan menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah bagi warga terdampak bencana yang menghuni hunian sementara (huntara) Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (30/1/2026).</p>



<p>Bantuan yang diserahkan tersebut meliputi paket lengkap untuk setiap keluarga. Terdiri dari baju muslim, sarung serta mukena.</p>



<p>&#8220;Pemberian bantuan ini bertujuan untuk memastikan warga dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan nyaman dan khusyuk, meski masih berada di hunian sementara,&#8221; tulis BKSDA Sumbar di laman Instagramnya, Sabtu (31/1/2026).</p>



<p>Aksi sosial ini mendapatkan sambutan hangat dari warga setempat yang tengah berupaya memulihkan kondisi pascabencana. </p>



<p>Selain sebagai bentuk dukungan spiritual, BKSDA Sumbar menyebutkan bahwa penyaluran perlengkapan ibadah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga. Sehingga mereka dapt fokus beribadah di bulan suci dengaan penuh suka cita. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemenhut-salurkan-bantuan-perlengkapan-ibadah-di-huntara-kayu-pasak-agam/">Kemenhut Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah di Huntara Kayu Pasak Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">242702</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BNPB Bangun 267 Huntara di Sumbar, Penyintas Banjir Berangsur Tinggalkan Lokasi Pengungsian</title>
		<link>https://langgam.id/bnpb-bangun-267-huntara-di-sumbar-penyintas-banjir-berangsur-tinggalkan-lokasi-pengungsian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 10:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BNPB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=242493</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Hunian Sementara (Huntara) di Sumatera Barat (Sumbar) yang dibangun Badan Nasioanl Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi mulai ditempati warga pada Sabtu (24/1/2026). Huntara ini tersebar di empat kabupaten, yakni Agam, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan dengan jumlah 267 unit. Warga masyarakat terdampak bencana yang sebelumnya tinggal di lokasi pengusian, kini mulai berada di tempat yang lebih layak dengan fasilitas yang lebih memadai di Huntara. Peresmian Huntara tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, bersama Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian serta Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Secara simbolis, peresmian dan penyerahan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bnpb-bangun-267-huntara-di-sumbar-penyintas-banjir-berangsur-tinggalkan-lokasi-pengungsian/">BNPB Bangun 267 Huntara di Sumbar, Penyintas Banjir Berangsur Tinggalkan Lokasi Pengungsian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Hunian Sementara (Huntara) di Sumatera Barat (Sumbar) yang dibangun Badan Nasioanl Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi mulai ditempati warga pada Sabtu (24/1/2026). Huntara ini tersebar di empat kabupaten, yakni Agam, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan dengan jumlah 267 unit.</p>



<p>Warga masyarakat terdampak bencana yang sebelumnya tinggal di lokasi pengusian, kini mulai berada di tempat yang lebih layak dengan fasilitas yang lebih memadai di Huntara.</p>



<p>Peresmian Huntara tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, bersama Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian serta Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.</p>



<p>Secara simbolis, peresmian dan penyerahan kunci dilakukan di Huntara yang berada di Lapangan Kayu Pasak, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kacamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.</p>



<p>Menko PMK Pratikno mengatakan, pembangun Huntara dilakukan di banyak tempat di beberapa daerah yang terdampak bencana. Masyarakat sudah mulai menepati Huntara, dan pindah dari lokasi pengusian.</p>



<p>&#8220;Ini tahapan penting, supaya tidak terlalu lama di pengusian kemudian hidup sebagai keluarga yang lebih normal sambil dalam proses tentu saja pembangunan Huntap (Hunian Tetap),&#8221; kata Menko PMK,Pratikno, yang juga selaku Ketua Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, dalam sambutannya.</p>



<p>Pratikno mengungkap pemerintah telah membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Satgas ini diketahui oleh Menteri Dalam Negeri, bertugas melakukan percepatan, pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi secepatnya.</p>



<p>&#8220;Dengan mandat yang lebih baik. Kita mulai dari infrastruktur tentu saja. Banyak sekali jalan, jembatan rusak diperbaiki. Listrik, BBM dan lainya. Huntara sudah banyak dibangun,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri ,Muhammad Tito Karnavian ,selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas gerak cepat BNPB beserta pemerintah daerah dalam menyelesaikan Huntara.</p>



<p>&#8220;Huntara ini salah satu solusi untuk mengurangi pengungsi yang rumahnya terdampak rusak ringan, sedang dan berat,&#8221; kata Tito.</p>



<p>Ia menyebutkan, pemerintah juga telah menyiapkan skema bantuan bagi warga yang rumahnya rusak. Mulai dari yang terdampak rusak ringan dan sedang diberikan biaya Rp 15 juta &#8211; Rp 30 juta.</p>



<p>&#8220;Sedangkan rusak berat, mereka disiapkan Huntap. Tapi sebelum Huntap, mereka diberikan dua opsi. Satu, disiapkan Huntara atau mereka ingin tidak di Huntara tinggal di rumah saudara, ngontrak, lalu diberikan DTH (dana tunggu hunian),&#8221; ucapnya.</p>



<p>Tito mengatakan tahapan DTH sudah dilakukan dan terus akan terus dikoordinasikan dengan BPS untuk validasi data di tiga provinsi terdampak. Jika data sudah tervalidasi, DTH segera dibayar ke rekening penerima. Untuk di Sumbar, sebanyak 1.867 DTH sudah disalurkan ke masyarakat.</p>



<p>DTH diberikan kepada pengungsi yang tidak masuk Huntara. Jumlahnya sebesar Rp600.000 per kepala keluarga setiap bulannya. Dana tersebut akan diberikan selama enam bulan atau hingga pembangunan hunian tetap (Huntap) selesai dikerjakan.</p>



<p>Sementara itu Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memastikan masyarakat yang telah menepati Huntara akan tetap terpenuhi hak logistiknya.</p>



<p>Untuk di Kabupaten Agam, dari target 385 unit Huntara, 117 unit diantaranya sudah selesai dibangun. Kabupaten Padang Pariaman total 74 unit sudah selesai pembangunnya semua.</p>



<p>Kemudian Kabupaten Lima Puluh Kota dari total 60 unit, baru 34 unit Huntara selesai. Berikutnya, Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 62 unit, 42 unit selesai pembangunan. Secara keseluruhan, kebutuhan Huntara di Sumbar berjumlah 417 unit.</p>



<p>&#8220;Masyarakat yang masuk ke Huntara tidak akan kehilangan haknya untuk mengakses logistik,&#8221;ujar Suharyanto.</p>



<p>Menurut Suharyanto, akan ada beberapa skema pendistribusian logistik untuk masyarakat yang dilakukan di Hantura. Di antaranya jika di lokasi Huntara tidak memungkinkan bagi masyarakat masak sendiri, maka akan disiapkan dapur umum.<br>&#8220;Kalau memungkinkan diberikan makanan padat, mereka bisa masak masing-masing. Penghuni Huntara yang butuh alat masak, silakan ajukan ke personel kami yang ada di situ,&#8221; sambung Suharyanto.</p>



<p>Salah seorang penghuni Huntara Lapangan Kayu Pasak, Welmi Asmar, (41 tahun), mengakui fasilitas hunian sementara yang didirikan BNPB cukup memadai bagi keluarganya. Ia memilih tinggal di Huntara dibandingkan di lokasi pengusian.</p>



<p>&#8220;Kalau untuk sementara waktu, Huntara ini sudah lumayan, dari pada di lokasi pengusian kami terpaksa beramai-ramai,&#8221; ujar Welmi.</p>



<p>Ayah dua orang anak ini mengaku, ia biasanya mengungsi di bangunan sekolah dasar yang diisi satu ruang kelas mencapai 20 kepala keluarga. Dengan adanya Huntara ini, kini tidak perlu lagi sempit-sempitan.</p>



<p>&#8220;Sekarang alhamdulillah sudah ada Huntara. Saya berharap, ke depan kami warga terdampak bisa hidup normal kembali,&#8221; ia berharap.</p>



<p><em>Sumbar Tahap Pemulihan</em></p>



<p>Suharyanto menambahkan, di wilayah Sumbar terdapat 13 kabupaten dan kota yang terdampak bencana. Saat ini Sumbar sudah masuk tahap pemulihan dari transisi darurat.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya transisi darurat ini bukan berarti pemerintah pusat lepas tangan. Atau mengalihan tanggung jawab ke pemerintah daerah. Tidak seperti itu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Menurut Suharyanto, transisi darurat ini menunjukkan kerja pemerintah pusat sampai tingkat provinsi dan kabupaten dan kota telah membuahkan hasil. &#8220;Kebutuhan logistik, kebutuhan apapun yang diperlukan daerah dalam masa transisi darurat, sama dengan kondisi tanggap darurat. Tapi kondisi lapangan dalam transisi darurat, lebih baik dari kondisi saat tanggap darurat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk akses jalan nasional yang terputus, Sumbar juga cepat dalam penanganan. Suharyanto bilang, hanya ada satu jalan nasional di kawasan Lembah Anai yang masih tahap perbaikan.</p>



<p>&#8220;Puluhan akses jalan nasional yang semula terputus sekarang semuanya sudah tersambung. Hanya tinggal satu yang masih harus diperbaiki, karena hanya bisa dilalui kendaraan kecil,&#8221; ia memaparkan.</p>



<p>Begitupun jalan provinsi yang awalnya terputus karena bencana, saat ini semua sudah tersambung dan dapat dilalui kendaraan. BNPB, menurut Suharyanto, akan terus memonitor perkembangan perbaikan jalan hingga ke tingkat kabupaten, kota sampai ke pedesaan.</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bnpb-bangun-267-huntara-di-sumbar-penyintas-banjir-berangsur-tinggalkan-lokasi-pengungsian/">BNPB Bangun 267 Huntara di Sumbar, Penyintas Banjir Berangsur Tinggalkan Lokasi Pengungsian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">242493</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Agam, FDEI Sumbar Berikan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Bagi Warga</title>
		<link>https://langgam.id/kunjungi-agam-fdei-sumbar-berikan-layanan-kesehatan-dan-trauma-healing-bagi-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 06:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=241783</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Persatuan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Sumatra Barat menunjukkan kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat Agam, khususnya bagi yang terdampak bencana. Rombongan PDEI Sumbar dipimpin oleh dr Pom Harry Satria SpOG. Ia mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Agam berlangsung selama dua hari. Pada Sabtu (10/1/2026), ungkap Harry, kegiatan fokus diarahkan pada pelayanan kesehatan serta trauma healing bagi masyarakat di lokasi terdampak bencana. “Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Persatuan Dokter Emergensi Indonesia Wilayah Sumatera Barat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Agam, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Barat,” ucap Harry saat berada di Posko Utama</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kunjungi-agam-fdei-sumbar-berikan-layanan-kesehatan-dan-trauma-healing-bagi-warga/">Kunjungi Agam, FDEI Sumbar Berikan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Bagi Warga</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Persatuan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Sumatra Barat menunjukkan kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat Agam, khususnya bagi  yang terdampak bencana.</p>



<p>Rombongan PDEI Sumbar dipimpin oleh dr Pom Harry Satria SpOG. Ia mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Agam berlangsung selama dua hari.</p>



<p>Pada Sabtu (10/1/2026), ungkap Harry, kegiatan fokus diarahkan pada pelayanan kesehatan serta trauma healing bagi masyarakat di lokasi terdampak bencana.</p>



<p>“Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Persatuan Dokter Emergensi Indonesia Wilayah Sumatera Barat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Agam, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Barat,” ucap Harry saat berada di  Posko Utama Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Lubuk Basung.</p>



<p>Ia menjelaskan bahwa tim medis juga membawa sejumlah obat-obatan dan peralatan pendukung untuk menunjang pelayanan di lapangan, guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.</p>



<p>Usai seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, terang Harry, pihaknya berencana melakukan ekspos sebagai bahan evaluasi kesiapan tanggap bencana.</p>



<p>Hal tersebut bertujuan agar Sumbar, khususnya Kabupaten Agam, semakin sigap dan responsif dalam menghadapi potensi bencana ke depan.</p>



<p>Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Syatria, mengapresiasi jajaran PDEI Sumbar beserta seluruh pihak yang terlibat atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat Agam.</p>



<p>Menurut Syatria, kehadiran tim medis sangat berarti, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana.</p>



<p>“Pemerintah Kabupaten Agam mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kehadiran para tenaga kesehatan ini tidak hanya membantu dari sisi medis, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi masyarakat,” sebutnya dilansir dari amcnews.co.id. <strong>(*/)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kunjungi-agam-fdei-sumbar-berikan-layanan-kesehatan-dan-trauma-healing-bagi-warga/">Kunjungi Agam, FDEI Sumbar Berikan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Bagi Warga</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">241783</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Agam Matangkan Persiapan Jelang Kunjungan Presiden Prabowo di Palembayan</title>
		<link>https://langgam.id/pemkab-agam-matangkan-persiapan-jelang-kunjungan-presiden-prabowo-di-palembayan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 10:18:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Palembayan]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=240553</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Presiden RI, Prabowo Subianto dijadwalkan akan meninjau langsung pos pengungsian serta hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di kawasan Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam, Kamis (18/12/2025). Jelang kedatangan Presiden Prabowo tersebut, Pemkab Agam bersama Forkopimda menggelar rapat teknis untuk mematangkan persiapan di Pos Lapangan Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rabu (17/12/2025). Hadir dalam rapat tersebut yaitu Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, Dandim 0304/Agam, Letkol Inf Slamet Dwi Santoso SIP dan Kapolres Agam, AKBP Muari. Dalam pertemuan tersebut dibahas secara rinci berbagai aspek teknis dan langkah strategis yang diperlukan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-agam-matangkan-persiapan-jelang-kunjungan-presiden-prabowo-di-palembayan/">Pemkab Agam Matangkan Persiapan Jelang Kunjungan Presiden Prabowo di Palembayan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Presiden RI, Prabowo Subianto dijadwalkan akan meninjau langsung pos pengungsian serta hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di kawasan Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam, Kamis (18/12/2025).</p>



<p>Jelang kedatangan Presiden Prabowo tersebut, Pemkab Agam bersama Forkopimda menggelar rapat teknis untuk mematangkan persiapan di Pos Lapangan Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Rabu (17/12/2025).</p>



<p>Hadir dalam rapat tersebut yaitu Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, Dandim 0304/Agam, Letkol Inf Slamet Dwi Santoso SIP dan Kapolres Agam, AKBP Muari.</p>



<p>Dalam pertemuan tersebut dibahas secara rinci berbagai aspek teknis dan langkah strategis yang diperlukan dalam rangka penyambutan Presiden Prabowo. </p>



<p>Mulai dari pengaturan lokasi, alur kunjungan, pengamanan, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung di lapangan.</p>



<p>Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal mengungkapkan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang solid lintas sektor, baik antara pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, maupun unsur terkait lainnya.</p>



<p>&#8220;Hal ini agar seluruh persiapan dapat berjalan optimal dan kunjungan Presiden RI berlangsung lancar, aman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana,&#8221; ujar Iqbal dilansir dari amcnews.co.id.</p>



<p>Ia mengharapkan dengan rapat teknis ini, seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga penyambutan Presiden RI dapat terlaksana dengan tertib dan maksimal. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-agam-matangkan-persiapan-jelang-kunjungan-presiden-prabowo-di-palembayan/">Pemkab Agam Matangkan Persiapan Jelang Kunjungan Presiden Prabowo di Palembayan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">240553</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/92 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-29 13:04:26 by W3 Total Cache
-->