<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Jurnal Ilmiah Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/jurnal-ilmiah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/jurnal-ilmiah/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 May 2022 00:35:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Jurnal Ilmiah Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/jurnal-ilmiah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Jurnal Internasional dan Kampus Non-Literat</title>
		<link>https://langgam.id/jurnal-internasional-dan-kampus-non-literat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Deddy Arsya]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 00:33:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Arsya]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155851</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sekarang ini sedang gencar-gencarnya jurnal-jurnal ilmiah di kampus-kampus di Indonesia menginggriskan diri. Ialah logis belaka jurnal-jurnal yang tercatat atau mencatatkan diri sebagai jurnal internasional melakukan itu. Tetapi anehnya, jurnal-jurnal yang bukan jurnal internasional pun juga ramai-ramai melakukannya. Ada apakah gerangan? Ada banyak alasan yang bisa dikemukakan: Pertama, memperkenalkan potensi penelitian di Indonesia kepada dunia internasional. &#8220;Hanya karena hasil-hasil riset kita tidak dipublis dalam bahasa dunia maka seolah-olah riset-riset kita jauh tertinggal. Padahal kalau ditimbang-timbang, beberapa riset juga tidak kalah kualitasnya,&#8221; begitulah kira-kira kata seorang mentor dari Jakarta yang mengisi sebuah workshop pelatihan untuk pengelola jurnal. Kedua, dengan dikenal di dunia</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jurnal-internasional-dan-kampus-non-literat/">Jurnal Internasional dan Kampus Non-Literat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropcap " style="background-color: #ffffff; color: #cea92f; border-color: #ffffff;">S</span>ekarang ini sedang gencar-gencarnya jurnal-jurnal ilmiah di kampus-kampus di Indonesia menginggriskan diri. Ialah logis belaka jurnal-jurnal yang tercatat atau mencatatkan diri sebagai jurnal internasional melakukan itu. Tetapi anehnya, jurnal-jurnal yang bukan jurnal internasional pun juga ramai-ramai melakukannya. Ada apakah gerangan?</p>
<p>Ada banyak alasan yang bisa dikemukakan:</p>
<p>Pertama, memperkenalkan potensi penelitian di Indonesia kepada dunia internasional. &#8220;Hanya karena hasil-hasil riset kita tidak dipublis dalam bahasa dunia maka seolah-olah riset-riset kita jauh tertinggal. Padahal kalau ditimbang-timbang, beberapa riset juga tidak kalah kualitasnya,&#8221; begitulah kira-kira kata seorang mentor dari Jakarta yang mengisi sebuah workshop pelatihan untuk pengelola jurnal.</p>
<p>Kedua, dengan dikenal di dunia internasional, otomatik juga akan meningkatkan kerjasama penelitian internasional. Sebab para periset-periset asing maupun lembaga-lembaga riset yang memayungi mereka akan melihat kepada karya-karya riset jika ingin menjalir kerjasama, terutama dalam topik dan tema yang sama. Jika mereka, orang-orang dunia internasional itu, tidak dapat mengakses hasil riset kita karena menggunakan bahasa Indonesia, bagaimana mungkin akan ada jalan untuk kerjasama dengan mereka?</p>
<p>Ketiga, menjaga hak cipta publikasi tetap ada di Indonesia. Memang ada juga riset-riset yang dalam tingkat lokal telah dilakukan, tetapi karena tidak terpublikasikan secara luas, peneliti internasional yang akan melakukan penelitian pada topik yang serupa akan alpa meninjaunya. Saya beberapa kali juga pernah baca buku hasil penelitian sarjana-sarjana asing, yang tinjauan bibliografisnya seringkali mengabaikan karya-karya lokal sehingga menganggap kerja riset mereka mengandung kebaruan saja padahal telah ada studi-studi perintis dari peneliti Indonesia sendiri.</p>
<p>Keempat, meningkatkan akses bagi masyarakat luas untuk mengadopsi dan menerapkan hasil penelitian di lapangan. Jadi, jika sudah begitu maka terciptalah masyarakat ilmiah yang segala tindakan, pikiran, dan sikapnya berbasis kepada hasil penelitian yang terpublikasi dan terjamin tingkat keilmiahannya.</p>
<p>Ada banyak alasan lain yang lebih teknis-prakmatis, semisal a) dengan menjadikannya berbahasa Inggris, akan lebih mudah untuk meningkatkan Sinta, lebih dekat lagi menuju Scopus; b) eits, jangan salah-salah, dengan menjadikannya berbahasa Inggris, prestise suatu jurnal akan terpandang di mata kalayak akademis, lalu prestise kampusnya juga bakalan ikut naik toh.</p>
<p>Baiklah, Pak Mentor. Mau tidak mau, saya mengangguk-angguk juga. Benar juga sih. Tetapi setelah agak lama, saya tercenung-cenung juga. Terbersit juga tanya dalam pikiran:</p>
<p>Masyarakat luas yang dimaksud pada poin empat di atas tentu saja masyarakat dunia, dan sayangnya bukannya masyarakat bangsa kita sendiri. Jika yang dimaksud masyarakat kita sendiri, yang terjadi ialah kebalikannya: dengan berbahasa Inggris maka semakin sulitlah bangsa kita mengakses hasil-hasil riset itu. Jadi, terasa ironi juga, jika riset-riset yang dilakukan periset kita (kebanyakan dibiayai dari dana negara) tapi tidak diperuntukkan bagi kalayak pembaca bangsa kita sendiri. Menyediakan bacaan berlimpah bagi orang kalayak dunia yang bernama masyarakat global di mana bahasa Inggris ialah bahasa pengantarnya? Hendak memberi penyadaran bagi orang lain di dunia sementara membiarkan bangsanya sendiri diliput kebingungan karena kerendahan literasinya?</p>
<p>Lalu apakah ada jalan keluar atas paradoks semacam itu?</p>
<p>Pertama, orang-orang telah lama tidak percaya kepada kalangan akademisi. Tidak saja di Indonesia yang terbelakang, tetapi juga bahkan di negara maju semacam Amerika. The Dead Exercise mengambarkan tentang tabiat literat masyarakat Amerika belum lama ini. Karya itu menohok karena berisi kritik pedas kepada para politisi anti-pengetahuan yang menempatkan para akademisi jadi &#8216;sampah&#8217; tak berarti terutama di masa rezim Trump, tetapi ia juga semacam autokritik yang pedih bagi kalangan akademisi sendiri.</p>
<p>Salah satu penyebab degradasi akademisi itu ialah karena diri mereka sendiri. Ketidakmampuan mereka mengkomunikasikan pengetahuan secara baik kepada kalayak luas salah satu di antaranya. Hasil-hasil riset mereka tidak terkomunikasikan dengan baik kepada kalangan awam/umum/publik. Para akademisi sibuk pindah dari satu simposium ke simposium lain, dari ruang seminar ke ruang seminar lain, tetapi luma pada kalayak banyak. Beruntung sekarang, webinar-webinar relatif terbuka untuk diakses segala kalangan. Tetapi itu tidak mengurangi betapa tinggi posisi, terpisah, dan tidak terpahaminya para akademisi itu di tengah masyarakat luas.</p>
<p>Lalu, sekarang, mereka mengharapkan artikel-artikel mereka dipublish di jurnal-jurnal terkenal dan internasional. Tapi siapa yang akan membaca mereka? Ada segelintir orang yang memang menyengaja untuk itu, para peminat yang sama yang jumlahnya sangat terbatas. Para siswa dan mahasiswa ialah dari kalangan yang sedikit lebih banyak yang diharapkan akan mengakses, tetapi ketika jurnal-jurnal itu dipublish dalam bahasa Inggris, angka pengakses dan pembaca dari kalangan itu juga akan semakin lebih anjlok lagi. Lalu untuk apakah akademisi-akademisi maha agung itu meneliti dan meriset jika bukan untuk memuaskan kehausan literasi bangsanya sendiri?</p>
<p>Bolehlah mereka mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal-jurnal ilmiah berbahasa Inggris, tetapi agar dapat diserap kalayak yang lebih luas tentu perlu juga mereka mempublikasikannya dalam media yang dapat diakses kalangan awam atau masyarakat banyak. Tentu saja hasil-hasil penelitian itu telah diubah menjadi tulisan-tulisan populer dalam bentuk buku maupun (dan terutama) artikel-artikel populer di media massa. Dengan begitu, keberartian hasil-hasil riset itu menjangkau kepada masyarakat yang lebih luas dan efek penyadarannya tidak terbatas di kalangan tertentu saja.</p>
<p>Kedua, jurnal-jurnal itu silahkanlah kalau mau mengumumkan artikel yang dimuatnya dalam bahasa Inggris dengan segala keuntungan yang telah disebutkan di atas, tetapi ingat juga sumbangsih yang harus diberikan bagi pembangunan literasi bangsanya sendiri. Maka, jurnal-jurnal itu sudah sebaiknya bersifat dwibahasa, baik bagi jurnal yang memang sudah berstatus internasional maupun yang masih berstatus jurnal nasional.</p>
<p>Tapi, sebelum lebih jauh melanjutkan, ngemeng-ngemeng, seberapa banyak sih yang membaca hasil penelitian dari para akademisi dan periset dari kampus-kampus di negera yang tak pernah serius kepada pengetahuan?</p>
<p>Bukittinggi, Mei 2022.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jurnal-internasional-dan-kampus-non-literat/">Jurnal Internasional dan Kampus Non-Literat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155851</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jurusan Sosiologi UNP Gelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi</title>
		<link>https://langgam.id/jurusan-sosiologi-unp-gelar-workshop-penulisan-artikel-ilmiah-internasional-bereputasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2021 19:24:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosiologi UNP]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=135664</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (FIS UNP) mengadakan Workshop Penulisan Jurnal Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi, pada 22-24 Oktober 2021 lalu. Kegiatan ilmiah diikuti oleh seluruh staf pengajar Jurusan Sosiologi, FIS-UNP, perangkat pimpinan jurusan, dan di-back-up oleh tenaga kependidikan jurusan Sosiologi. Workshop menghadirkan dua ahli dan praktisi yang sudah berpengalaman meloloskan riset ilmiahnya di jurnal terindeks Scopus, yaitu Abror, S.E., M.E., Ph.D, serta Dr. Delmira Syafrini, M.A. Abror sehari-hari merupakan dosen di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi UNP, alumnus doktoral di University of Hull, Inggris, sekaligus Wakil Dekan II di Fakultas Ekonomi, UNP. Sementara Delmira Syafrini merupakan dosen</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jurusan-sosiologi-unp-gelar-workshop-penulisan-artikel-ilmiah-internasional-bereputasi/">Jurusan Sosiologi UNP Gelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (FIS UNP) mengadakan Workshop Penulisan Jurnal Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi, pada 22-24 Oktober 2021 lalu. Kegiatan ilmiah diikuti oleh seluruh staf pengajar Jurusan Sosiologi, FIS-UNP, perangkat pimpinan jurusan, dan di-<em>back-up</em> oleh tenaga kependidikan jurusan Sosiologi.</p>
<p>Workshop menghadirkan dua ahli dan praktisi yang sudah berpengalaman meloloskan riset ilmiahnya di jurnal terindeks Scopus, yaitu Abror, S.E., M.E., Ph.D, serta Dr. Delmira Syafrini, M.A.</p>
<p>Abror sehari-hari merupakan dosen di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi UNP, alumnus doktoral di University of Hull, Inggris, sekaligus Wakil Dekan II di Fakultas Ekonomi, UNP. Sementara Delmira Syafrini merupakan dosen tetap di Jurusan Sosiologi FIS-UNP, alumnus doktoral di Universitas Padjadjaran, Bandung.</p>
<p>Ada pun materi yang disampaikan oleh kedua narasumber merupakan dua topik yang sangat penting dan signifikan dalam membantu proses penulisan artikel karya ilmiah bereputasi internasional.</p>
<p>Pada sesi pertama, Delmira menyampaikan kiat menulis artikel untuk publikasi di jurnal bereputasi dan ditutup dengan bedah draft/manuskrip artikel ilmiah. Sementara Abror mengulas mengenai <em>Systematic Literature Review</em>, yaitu fokus kepada bagaimana memetakan hasil penelitian sebidang dengan bidang penelitian dosen yang mengajukan artikelnya ke jurnal internasional sekaligus kiat menemukan <em>novelty</em> (kebaruan) di antara <em>research-gap</em> yang ada.</p>
<p>Ketua Jurusan Sosiologi, FIS, UNP, Dr. Eka Vidya Putra, M.Si, dalam sambutannya di sesi pembukaan acara mengatakan, workshop ini merupakan bagian dari implementasi Hibah Bersaing Jurnal tingkat UNP, di mana jurusan Sosiologi termasuk paling banyak mendapatkan hibah, disebabkan kelima jurnal yang ada di Jurusan Sosiologi (Socious, Perspektif, Sikola, Abdi dan Culture and Society) lolos untuk mendapatkan hibah peningkatan kualitas dan kompetensi jurnal UNP 2021.</p>
<p>“Untuk itu, mari kita manfaatkan kegiatan ini seoptimal mungkin, karena belum tentu di masa mendatang kita akan mendapatkan lagi dana hibah dan workshop seperti ini,” demikian Eka.</p>
<p>Sebagai informasi, wujud program kerja yang didanai oleh program hibah sudah berlangsung sejak beberapa bulan belakangan, melalui sejumlah kegiatan Webinar dan Workshop yang berkaitan dengan peningkatan kualitas dan kompetensi penulisan artikel jurnal bereputasi dan pengelolaan jurnal berbasis OJS generasi terbaru.</p>
<p>Narasumber berasal dari para Dosen, Peneliti dan Praktisi yang sudah berpengalaman menulis artikel ilmiah bereputasi dan mengelola Jurnal bereputasi, baik dari dalam UNP maupun luar UNP. Menurut rencana, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Seminar Nasional berbasis <em>Call of Paper</em> di bulan November 2021 dan menghadirkan narasumber berskala internasional. <strong>(rls)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jurusan-sosiologi-unp-gelar-workshop-penulisan-artikel-ilmiah-internasional-bereputasi/">Jurusan Sosiologi UNP Gelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135664</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/50 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-05-26 21:57:11 by W3 Total Cache
-->