<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Jawa Timur Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/jawa-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/jawa-timur/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Dec 2021 06:05:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Jawa Timur Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/jawa-timur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Dharmasraya Berangkatkan Bantuan 1 Ton Rendang untuk Korban Erupsi Simeru</title>
		<link>https://langgam.id/dharmasraya-berangkatkan-bantuan-1-ton-rendang-untuk-korban-erupsi-simeru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2021 05:45:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dharmasraya]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Rendang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=140953</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat memberangkatkan bantuan 1 ton rendang untuk para korban erupsi Gunung Simeru di Lumajang, Jawa Timur. Bantuan tersebut berangkat dari Dharmasraya pada Jumat (10/12/2021) malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Danramil 03 Pulau Punjung Kapt CAJ Tuti Andayani memimpin iring-iringan rombongan yang melalui jalur darat tersebut. Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang melepas keberangkatan mengatakan, 1 ton rendang itu dimasak oleh Bundo Kanduang (kaum ibu) Dharmasraya. Ia berharap, bantuan tersebut bisa sedikit meringankan kebutuhan pangan korban terdampak erupsi Gunung Simeru. “Hati-hati di jalan. Biar pelan asal sampai, tapi kalau bisa agak kencang tapi selamat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dharmasraya-berangkatkan-bantuan-1-ton-rendang-untuk-korban-erupsi-simeru/">Dharmasraya Berangkatkan Bantuan 1 Ton Rendang untuk Korban Erupsi Simeru</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat memberangkatkan bantuan 1 ton rendang untuk para korban erupsi Gunung Simeru di Lumajang, Jawa Timur.</p>
<p>Bantuan tersebut berangkat dari Dharmasraya pada Jumat (10/12/2021) malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Danramil 03 Pulau Punjung Kapt CAJ Tuti Andayani memimpin iring-iringan rombongan yang melalui jalur darat tersebut.</p>
<p>Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang melepas keberangkatan mengatakan, 1 ton rendang itu dimasak oleh Bundo Kanduang (kaum ibu) Dharmasraya. Ia berharap, bantuan tersebut bisa sedikit meringankan kebutuhan pangan korban terdampak erupsi Gunung Simeru.</p>
<p>“Hati-hati di jalan. Biar pelan asal sampai, tapi kalau bisa agak kencang tapi selamat juga lebih baik,” kata Sutan Riska.</p>
<p>Rendang dimuat di dlaam dua mobil pikap yang didampingi satu mobil Patroli Dinas Perhubungan Dharmasraya.</p>
<p>“Rendang ini akan langsung kita bagikan sesampai di Lumajang. Kita pilih rendang supaya praktis, karena bisa langsung dimakan,&#8221; kata bupati.</p>
<p>Ia mengatakan, rendang sapi itu makanan yang penuh protein. &#8220;Bumbu rempahnya juga penuh anti oksidan dan baik bagi imun tubuh para pengungsi,” tuturnya, dalam keterangan tertulis.</p>
<p>Sutan Riska yang juga ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu akan menyusul ke Lumajang pada Minggu (12/12/2021) bersama rombongan bupati pengurus Apkasi. Selain membagikan rendang, ia juga akan menyerahkan bantuan dalam bentuk uang tunai dari Apkasi.</p>
<p>“Rendang bisa dimakan langsung. Kalau bantuan uang Mungkin bisa digunakan untuk keperluan penanggulangan lainnya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia berharap korban gunung erupsi tidak merasa sendiri. &#8220;Banyak saudara-saudara sebangsa yang ikut turun tangan dan peduli dengan kondisi mereka,&#8221; ujar Sutan.</p>
<p>Rendang sebanyak satu ton tersebut dimasak dua hari sebelumnya secara gotong royong oleh bundo kanduang Dharmasraya. Ratusan bundo kanduang hadir di kawasan sentra IKM Logam dengan membawa alat dan bahan masak secara sukarela. Proses memasak rendang ini memakan waktu sampai delapan jam.</p>
<p>&#8220;Saya rela mengaduk rendang ini selama berjam-jam demi saudara kita di Lumajang yang terkena musibah. Mungkin saya tidak bisa hadir membantu mereka langsung di sana, tapi rendang ini menjadi pengganti bentuk kasih sayang kami kepada para korban,&#8221; kata Refi, salah satu warga Dharmasraya yang ikut memasak rendang.</p>
<p>Aksi sosial memasak rendang secara gotong royong tersebut dinilai dapat meningkatkan kepedulian terhadap sesama warga bangsa.</p>
<p>Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Pemkab Dharmasraya Misbah Hulkhair mengatakan, bupati sebenarnya bisa saja membeli rendang kemasan yang sudah masak, kemudian dikirim ke Lumajang.</p>
<p>&#8220;Tapi dengan mengajak masyarakat terlibat memasak rendang bersama-sama, secara tidak langsung bupati menanamkan dan menyebarkan nilai-nilai kepedulian yang lebih luas,&#8221; ujarnya. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dharmasraya-berangkatkan-bantuan-1-ton-rendang-untuk-korban-erupsi-simeru/">Dharmasraya Berangkatkan Bantuan 1 Ton Rendang untuk Korban Erupsi Simeru</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140953</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Rawat 16 Korban Erupsi Semeru, 6 Luka Bakar Hingga 80 Persen</title>
		<link>https://langgam.id/rsud-rawat-16-korban-erupsi-semeru-6-luka-bakar-hingga-80-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2021 14:47:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=140297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur merawat 16 korban erupsi Gunung Semeru. Dari jumlah tersebut 6 orang mengalami luka bakar hingga 80 persen. Situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, pemerintah pusat mendukung penuh Pemerintah Kabupaten Lumajang menangani korban luka bakar. Dukungan tersebut disampaikan melalui BNPB dan lintas kementerian/ lembaga terkait. Untuk membantu korban, pemerintah mendatangkan tim medis khusus dari Jakarta beserta obat-obatan serta peralatan yang dibutuhkan dalam proses pengobatan, perawatan hingga penyembuhan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau para korban yang dirawat di RSUD Pasirian, pada Minggu (5/12/2021).</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rsud-rawat-16-korban-erupsi-semeru-6-luka-bakar-hingga-80-persen/">RSUD Rawat 16 Korban Erupsi Semeru, 6 Luka Bakar Hingga 80 Persen</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur merawat 16 korban erupsi Gunung Semeru. Dari jumlah tersebut 6 orang mengalami luka bakar hingga 80 persen.</p>
<p><a href="https://bnpb.go.id/berita/kepala-bnpb-dan-menko-pmk-tinjau-korban-terdampak-apg-di-rsud-pasirian">Situs resmi</a> Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, pemerintah pusat mendukung penuh Pemerintah Kabupaten Lumajang menangani korban luka bakar. Dukungan tersebut disampaikan melalui BNPB dan lintas kementerian/ lembaga terkait.</p>
<p>Untuk membantu korban, pemerintah mendatangkan tim medis khusus dari Jakarta beserta obat-obatan serta peralatan yang dibutuhkan dalam proses pengobatan, perawatan hingga penyembuhan.</p>
<p>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau para korban yang dirawat di RSUD Pasirian, pada Minggu (5/12/2021). Kepala BNPB mengunjungi korban bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq.</p>
<p>Kepala BNPB berkunjung untuk melihat penanganan pasien dan memastikan para korban luka sudah tertangani dengan optimal. Para korban tersebut terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru saat erupsi pada Sabtu (4/12/20210).</p>
<p>“Sesuai arahan Bapak Presiden, yang pertama harus diprioritaskan adalah keselamatan korban. Terutama mereka yang cedera mereka yang sakit itu harus betul-betul mendapatkan perawatan yang maksimal,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy.</p>
<p>Dalam kunjungan itu, Kepala BNPB dan Menko PMK dan Bupati Lumajang berinteraksi dengan beberapa pasien terdampak awan panas guguran Gunung Semeru yang tengah dirawat secara intensif. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rsud-rawat-16-korban-erupsi-semeru-6-luka-bakar-hingga-80-persen/">RSUD Rawat 16 Korban Erupsi Semeru, 6 Luka Bakar Hingga 80 Persen</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140297</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru Jadi 14 Orang</title>
		<link>https://langgam.id/korban-meninggal-akibat-erupsi-gunung-semeru-jadi-14-orang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2021 12:45:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Semeru]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=140288</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur jadi 14 orang hingga Minggu (5/12/2021) sore. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan hal tersebut dalam jumpa pers secara daring yang disiarkan akun youtube resmi BNPB. Jumlah tersebut bertambah satu orang dari data yang dikeluarkan BNPB pada Minggu pagi. &#8220;Korban meninggal dunia terdata hingga saat ini berjumlah 14 orang,&#8221; katanya. Ia merinci, dari 14 orang tersebut, dua orang berasal dari Desa Sapiturang atas nama Tuniyem dan Bawon Triyono. Sedangkan lima jiwa berada di RS Dokter Haryoto. Jenazah yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/korban-meninggal-akibat-erupsi-gunung-semeru-jadi-14-orang/">Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru Jadi 14 Orang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur jadi 14 orang hingga Minggu (5/12/2021) sore.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan hal tersebut dalam jumpa pers secara daring yang disiarkan akun youtube resmi BNPB.</p>
<p>Jumlah tersebut bertambah satu orang dari data yang dikeluarkan BNPB pada Minggu pagi. &#8220;Korban meninggal dunia terdata hingga saat ini berjumlah 14 orang,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia merinci, dari 14 orang tersebut, dua orang berasal dari Desa Sapiturang atas nama Tuniyem dan Bawon Triyono.</p>
<p>Sedangkan lima jiwa berada di RS Dokter Haryoto. Jenazah yang berada di rumah sakit ini berasal Desa Curah Kobokan.</p>
<p>Warga yang meninggal tersebut adalah Yatifa, Luluk dan Edi, warga RT 15 RW 5 Curah Kobokan. Kemudian, Edi Pranowo, warga Dusun Sriti, Desa Sumberurip. Korban kelima adalah Dafa, 14 tahun dari Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro yang dibawa ke RS.</p>
<p>Selain itu, dua korban lainnya di Desa Sumberwuluh adalah Siti, 40 tahun, warga Kampung Renteng, Dusun Kebon Deli Utara dan Besut, warga Dusun Kebon Agung.</p>
<p>Selain itu, lima korban lainnya di RS Bhayangkara, belum teridentifikasi identitasnya.</p>
<p>&#8220;Artinya, jumlah korban ini bertambah satu orang, dari rilis yang kita keluarkan tadi siang, jam 12.30 di posisi 13 orang, saat ini pada posisi 14 korban meninggal,&#8221; kata Abdul.</p>
<p>Gunung Semeru yang berada Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.20 WIB.</p>
<p>Erupsi gunung ini lava pijar serta asap dan debu pekat berwarna abu-abu. Selain menimbulkan korban jiwa, erupsi juga berdampak puluhan korban luka-luka dan kerusakan rumah serta pemukiman warga. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/korban-meninggal-akibat-erupsi-gunung-semeru-jadi-14-orang/">Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru Jadi 14 Orang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140288</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nama Daerah Unik di Indonesia, dari Pocong Sampai Pacarpeluk</title>
		<link>https://langgam.id/nama-daerah-unik-di-indonesia-dari-pocong-sampai-pacarpeluk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nabila Hanum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2021 05:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=131072</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berbagai daerah di Indonesia ini memiliki nama yang unik. Apa saja? Langgam.id &#8211; Nama adalah identitas. Itu sebabnya, ungkapan &#8220;apalah arti sebuah nama&#8221; rasanya menjadi tidak relevan lagi. Dari namalah, seseorang atau segala sesuatu di dunia ini bisa dikenal, bahkan diingat sepanjang masa. Hal itu pula berlaku bagi nama-nama daerah di Indonesia. Mungkin karena saking besarnya, terkadang kita tidak tahu kalau ternyata ada nama-nama desa yang unik. Nama-nama desa tersebut justru membuat kita bertanya-tanya dan sedikit menjadi bahan bercanda. Berikut Langgam.id rangkum nama daerah yang unik di Indonesia. Desa Siluman Desa Siluman berada di Kecamatan Paburan, Provinsi Jawa Barat. Sejarah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nama-daerah-unik-di-indonesia-dari-pocong-sampai-pacarpeluk/">Nama Daerah Unik di Indonesia, dari Pocong Sampai Pacarpeluk</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p dir="ltr">Berbagai daerah di Indonesia ini memiliki nama yang unik. Apa saja?</p>
</div>
<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Nama adalah identitas. Itu sebabnya, ungkapan &#8220;apalah arti sebuah nama&#8221; rasanya menjadi tidak relevan lagi.</p>
<p dir="ltr">Dari namalah, seseorang atau segala sesuatu di dunia ini bisa dikenal, bahkan diingat sepanjang masa.</p>
<p dir="ltr">Hal itu pula berlaku bagi nama-nama daerah di Indonesia. Mungkin karena saking besarnya, terkadang kita tidak tahu kalau ternyata ada nama-nama desa yang unik.</p>
<p dir="ltr">Nama-nama desa tersebut justru membuat kita bertanya-tanya dan sedikit menjadi bahan bercanda.</p>
<p dir="ltr">Berikut Langgam.id rangkum nama daerah yang unik di Indonesia.</p>
<h2 dir="ltr">Desa Siluman</h2>
<p><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-131080" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-siluman.jpg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Nama daerah unik indonesia" width="1200" height="675" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-siluman.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-siluman.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-siluman.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-siluman.jpg?resize=750%2C422&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-siluman.jpg?resize=1140%2C641&amp;ssl=1 1140w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p dir="ltr">Desa Siluman berada di Kecamatan Paburan, Provinsi Jawa Barat. Sejarah nama Desa Siluman diketahui tidak ada sangkut pautnya dengan siluman.</p>
<p dir="ltr">Sebab nama desa Siluman ini berasal dari sebuah sungai kecil yang bernama Ci Silukman.</p>
<h2 dir="ltr">Desa Pocong</h2>
<p dir="ltr"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-131077" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pocong.jpg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Nama daerah unik indonesia" width="1200" height="675" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pocong.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pocong.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pocong.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pocong.jpg?resize=750%2C422&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pocong.jpg?resize=1140%2C641&amp;ssl=1 1140w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p dir="ltr">Daerah yang memiliki nama unik di Indonesia lainnya adalah Desa Pocong. Desa yang terletak di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur ini memiliki kisah mistis.</p>
<p dir="ltr">Konon, pada zaman dahulu desa yang satu ini masih belum memiliki nama karena hanya ditinggali oleh beberapa penduduk dan saat itu tempat ini masih berupa hutan.</p>
<p dir="ltr">Suatu saat, salah satu penduduk desa tersebut meninggal dan dikubur. Setelah malam tiba, orang yang meninggal tersebut bangkit dari kubur dan menyerupai pocong sambil berjalan melewati hutan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/dianggap-legenda-ini-5-destinasi-wisata-misterius-di-sumbar/">Dianggap Legenda, Ini 5 Destinasi Wisata Misterius di Sumbar</a></strong></p>
<p dir="ltr">Hal tersebut terjadi selama 40 hari. Mungkin hal itulah yang membuat nama desa tersebut menjadi Desa Pocong.</p>
<h2 dir="ltr">SDN 6 Danger</h2>
<p dir="ltr"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-131079" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-danger.jpg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Nama daerah unik indonesia" width="1200" height="675" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-danger.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-danger.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-danger.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-danger.jpg?resize=750%2C422&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-danger.jpg?resize=1140%2C641&amp;ssl=1 1140w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p dir="ltr">&#8220;Danger&#8221; merupakan kata dalam Bahasa Inggris yang berarti bahaya.</p>
<p dir="ltr">SDN 6 Danger merupakan nama sekolah yang terletak di Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.</p>
<h2 dir="ltr">Dusun Koplak</h2>
<p dir="ltr"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-131075" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-koplak.jpg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="1200" height="675" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-koplak.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-koplak.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-koplak.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-koplak.jpg?resize=750%2C422&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-koplak.jpg?resize=1140%2C641&amp;ssl=1 1140w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p dir="ltr">Dusun Koplak ini berada di Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dusun Koplak ini posisinya di Jalan Kaliurang Km 14.5.</p>
<h2 dir="ltr">Desa Pacarpeluk</h2>
<p dir="ltr"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-131078" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pacarpeluk.jpg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="1200" height="675" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pacarpeluk.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pacarpeluk.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pacarpeluk.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pacarpeluk.jpg?resize=750%2C422&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/10/desa-pacarpeluk.jpg?resize=1140%2C641&amp;ssl=1 1140w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p dir="ltr">Nama daerah unik di Indonesia terakhir ialah Desa Pacarpelik. Desa ini memiliki sejarah dan banyak sosok di dalamnya.</p>
<p dir="ltr">Sosok yang dianggap sebagai pembuka daerah ini dikenal dengan sebutan Mbah Wonoyudo. Ia adalah pengembara yang disebut berasal dari daerah Jipang, Panolan, Blora, Jawa Tengah.</p>
<p dir="ltr">Ketika melakukan pembabatan hutan itu, Wonoyudo menjumpai banyak tumbuhan bunga Pacar air yang berwarna merah, merah muda, ungu dan putih. Orang-orang pedesaan biasanya memanfaatkan daunnya sebagai pewarna kuku (kutek).</p>
<p dir="ltr">Batang tanaman ini termasuk berair, tebal dan tidak mengayu. Daunnya bergerigi lunak di tepinya. Atas dasar itulah, daerah banyak ditumbuhi tanaman Pacar air ini disebut dengan pedukuhan (dusun) Pacar.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/nama-daerah-unik-di-indonesia-dari-pocong-sampai-pacarpeluk/">Nama Daerah Unik di Indonesia, dari Pocong Sampai Pacarpeluk</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">131072</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Nurhadi Mesti Dibela?</title>
		<link>https://langgam.id/kenapa-nurhadi-mesti-dibela/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2021 16:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Korupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=97286</guid>

					<description><![CDATA[<p>Malam minggu (27/3/21) itu mestinya menjadi malam yang menyenangkan, jika saja Nurhadi bukan wartawan. Nurhadi-Nurhadi lain yang bekerja di kantor pemerintahan, di bank atau di kampus jelas akan menghabiskan akhir pekannya dengan bahagia bersama keluarga. Santai-santai di depan komputer, makan-makan enak ke restoran atau tidur-tiduran di kasur empuk. Namun Nurhadi satu ini sudah memilih jalan takdirnya sendiri, menjadi wartawan. Dan sebagaimana layaknya seorang pekerja media, dia harus siap ditugaskan melakukan liputan kapan saja, tanpa ada batasan jam kerja. Atas dasar perintah atasan atau perintah hati nurani, seorang wartawan ‘sungguhan’ memang memiliki panggilan jiwa untuk terus mengusut kebenaran data. Inilah yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kenapa-nurhadi-mesti-dibela/">Kenapa Nurhadi Mesti Dibela?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>M</strong>alam minggu (27/3/21) itu mestinya menjadi malam yang menyenangkan, jika saja Nurhadi bukan wartawan. Nurhadi-Nurhadi lain yang bekerja di kantor pemerintahan, di bank atau di kampus jelas akan menghabiskan akhir pekannya dengan bahagia bersama keluarga. Santai-santai di depan komputer, makan-makan enak ke restoran atau tidur-tiduran di kasur empuk.</p>
<p>Namun Nurhadi satu ini sudah memilih jalan takdirnya sendiri, menjadi wartawan. Dan sebagaimana layaknya seorang pekerja media, dia harus siap ditugaskan melakukan liputan kapan saja, tanpa ada batasan jam kerja.</p>
<p>Atas dasar perintah atasan atau perintah hati nurani, seorang wartawan ‘sungguhan’ memang memiliki panggilan jiwa untuk terus mengusut kebenaran data. Inilah yang disebut sebagai kerja investigasi. Dan itu bagian dari tugas berat seorang wartawan sekaligus sebuah ancaman yang nyata.</p>
<p>Kalaulah Nurhadi &#8211;wartawan Tempo&#8211; ini suka cari aman, mencari (baca: mencuri) berita lewat ‘copypaste’, alergi disuruh turun ke lapangan, tentu nasibnya tidak seperti malam itu, dianiaya, dipukuli, dirampas peralatan kerjanya, diancam akan dibunuh dan diseret-seret dari satu tempat ke tempat lain sambil dikata-katai.</p>
<p>Sungguh, malang nian nasib kawan kita itu.</p>
<p>Bahkan si Nurhadi tukang suap di Kantor Mahkamah Agung saja, yang saat ini sudah dalam tahanan KPK, tidak pernah mengalami penganiayaan seperti yang dialaminya.</p>
<p>Kenapa begitu ‘sangsai’ badan diri Nurhadi malam itu? Apakah karena dia bernama Nurhadi atau karena dia seorang wartawan?</p>
<p>Pastinya, serangkaian penganiayaan yang terjadi atas diri Nurhadi itu berkaitan dengan profesinya sebagai wartawan. Malam itu, seperti diberitakan di banyak media (baca: <a href="https://nasional.tempo.co/read/1447491/tempo-dan-lbh-pers-resmi-adukan-anggota-yang-aniaya-nurhadi-ke-propam-polri,">https://nasional.tempo.co/read/1447491/tempo-dan-lbh-pers-resmi-adukan-anggota-yang-aniaya-nurhadi-ke-propam-polri,</a><a href="https://tirto.id/jurnalis-tempo-nurhadi-laporkan-kasus-penganiayaan-ke-propam-polri-gbDs,">https://tirto.id/jurnalis-tempo-nurhadi-laporkan-kasus-penganiayaan-ke-propam-polri-gbDs,</a><a href="https://jatim.suara.com/read/2021/03/30/165557/menunggu-janji-kapolda-jatim-selesaikan-kasus-nurhadi-tempo">https://jatim.suara.com/read/2021/03/30/165557/menunggu-janji-kapolda-jatim-selesaikan-kasus-nurhadi-tempo</a>) Nurhadi sedang menjalankan perintah atasannya di Kantor Berita Tempo untuk mengkonfirmasi kasus suap yang sedang ditangani KPK dan menjerat mantan Direktur Penindak Pajak Kementrian Keuangan RI, Angin Prayitno Aji.</p>
<p>Malam ketika Nurhadi mencari Angin, sang mantan pejabat tengah berada dalam sebuah pesta perhelatan. Anaknya menikah. Dan dia berbesan dengan Kombes Pol Achmad Yani, seorang petinggi di kepolisian Jawa Timur.</p>
<p>Lagi-lagi, kalau Nurhadi seorang wartawan bermental ‘kerupuk’ tentu dia tak akan <em>menyosor</em> masuk ke ruangan pesta dan membidikkan kamera nya ke arah pasangan keluarga pejabat negara yang sedang berpesta itu. Dia bisa saja berhenti di depan gedung pesta.</p>
<p>Kalaupun mau memotret juga, cukup memotret karangan bunga atau jejeran mobil pengunjung pesta. Namun laki-laki 34 tahun yang hidup dengan gaya pas-pasan itu sepertinya memang sudah ‘mewakafkan dirinya’ untuk kerja jurnalisme sesungguhnya, menjemput data sampai ke sarangnya. Menjalankan tugas sampai tuntas.</p>
<p>Pada titik ini, saya sebagai mantan wartawan&#8211;yang bisa merasakan bagaimana harus bekerja siang malam dengan gaji hanya cukup untuk membeli dua gelas kopi dan semangkok mie instan&#8211; sungguh salut dengan integritasnya.</p>
<p>Saya sangat yakin, wartawan sekelas Nurhadi bukan bekerja karena uang. Kepuasannya adalah ketika mendapatkan berita yang akurat. Mengkonfirmasikan data kepada sumbernya, dalam kondisi apapun.</p>
<p>Karena kesetiaannya pada kerja jurnalistik yang luar biasa ini, kemudian saya terpancing untuk mencari tahu tentang sosok Nurhadi ini. Ternyata, dia memang wartawan pemberani.</p>
<p>Tentang dedikasinya terhadap dunia jurnalistik, freepressunlimeted.org, sebuah lembaga internasional yang memperjuangkan kemerdekaan pers dan bermarkas di Amsterdam, menulis dalam sebuah halaman utamanya. <em>For investigative journalists in Indonesia ‘the threats are real’</em> demikian judulnya. Tulisan itu berkaitan dengan kerja jurnalistik investigatif yang dilakukan Nurhadi yang dipublikasikan Tempo pada 18 Februari 2019 lalu.</p>
<p>Ternyata kawan kita ini memang bernyali orangnya. Gara-gara melakukan liputan investigasi tentang delapan pangkalan militer di Jawa Timur yang digunakan sebagai tempat pembuangan limbah berbahaya, dia dicari tentara.</p>
<p>Menurut penyelidikan Nurhadi, pihak pengelola pangkalan militer tersebut memungut bayaran ‘tidak resmi’ alias pungli atas perusahaan pembuang limbah. Akibatnya penduduk lokal terancam kesehatan juga lahan perkebunan di sekitarnya.</p>
<p>Laporan Nurhadi ini kemudian memicu pihak Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Karena laporan itu juga kemudian Nurhadi mulai mengalami teror. Namanya ‘ditandai’ sebagai pewarta berbahaya. Dia dicari-cari bahkan sempat disembunyikan oleh pihak Tempo agar keamanan dia dan keluarganya terjaga.</p>
<p>Namun, dia tak jera. Buktinya dia menghadang lagi kasus sensitif lainnya.</p>
<p>Pada freepressunlimeted.org dia berkata bahwa sepanjang kita hanya memberitakan hal yang umum dan poluler saja itu tak akan ada bahaya.</p>
<p>Namun apa daya, kesetiaan pada kerja jurnalistik seperti yang dilakoni Nurhadi tidak dianggap bernilai di mata penguasa dan kelompok superior. Integritas tak ada nilainya. Jadilah mereka bisa melakukan kekerasan dengan sewenang-wenang.</p>
<p>Apa yang dialami oleh Nurhadi, bukan hal baru dalam dunia jurnalistik, khususnya di Indonesia. Catatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), sebagaimana dikutip tirto.id, menyebutkan bahwa kasus kekerasan terhadap wartawan pada tahun 2020 lalu meningkat signifikan.</p>
<p>Pada tahun 2020 terjadi 117 kasus kekerasan. Jumlah itu meningkat 32 persen dibanding tahun 2019 yang berjumlah 99 kasus. Dan pelakunya yang paling banyak adalah pihak keamanan alias aparat. Ini tentu cerminan buruk bagi kemerdekaan pers dan juga bagi kelangsungan demokrasi di negara ini.</p>
<p><strong>Golongan Yang Berbeda</strong></p>
<p>Begitu kasus kekerasan yang dialami Nurhadi muncul di Media, dalam tiga hari ini, memang sudah banyak lembaga dan aktivis yang membela Nurhadi. LBH Pers, AJI, PWI juga Kontras. Demonstrasi menuntut penuntasan kasus penganiayaan ini juga terus berjalan.</p>
<p>Namun, ada sesuatu yang sangat mengganjal perasaan saya, terutama ketika ada sekelompok kawan-kawan yang dulunya juga pernah bertungkus lumus di lapangan mencari dan mengkonfirmasi berita&#8211;terutama kawan di Sumatera Barat&#8211;justru memandang sinis pada Nurhadi.</p>
<p>Semenjak pemberitaan soal penganiayaan wartawan Tempo ini naik di media sosial, sebanyak yang membela, ternyata tidak sedikit pula yang mencoba menjatuhkan mental si wartawan.</p>
<p>Saya membaca dan mendengar sendiri komentar seperti: Makanya jadi wartawan jangan sok hebat. Orang sedang pesta <em>kok</em> mengkonfirmasi berita. Nggak ngerti etika jurnalistik. Pantas kena gampar.</p>
<p>Berita tidak jauh lebih bernilai dari nyawa dan kebahagiaan keluarga. Dan banyak lagi cercaan yang lebih mirisnya kata-kata serupa itu datang pula dari sesama wartawan, paling tidak mereka yang pernah jadi wartawan lalu menyerah dan melanjutkan karir di tempat lain yang kerjanya bisa santai-santai di akhir minggu.</p>
<p>Walau berbeda kasus, komentar yang senada juga sering saya dengar berkaitan kekerasan pada perempuan. Ketika ada perempuan diperkosa, mengalami kekerasan dan semacamnya maka akan tidak asing terdengar di telinga kita ujaran seperti: Makanya berempuan itu harus berpakaian sopan. Makanya jangan genit, makanya hati-hati dengan laki-laki. Pantas saja diperkosa kalau seksi begitu. Dan sebagainya.</p>
<p>Rasanya komentar-komentar yang menyudutkan seperti itu cukup mengiris perasaan. Walaupun saya juga sudah berhenti ‘sementara’ dari kerja jurnalistik, namun menurut saya tetap tidak tepat kalau menghujat kawan kita Nurhadi dengan cara seperti itu.</p>
<p>Atau memang cara pandang ‘kita’ sudah bergeser, karena kedudukan yang juga sudah tidak sama? Jiwa jurnalis memang bisa luntur karena banyak hal, salah satunya karena bertukarnya majikan dari kemerdekaan nurani pada penghambaan akan yang lain.</p>
<p>Kasus yang dialami Nurhadi berikut komentar miring tentang kecerobohannya sebagai seorang jurnalis membuat saya teringat pada teori memesisnya Plato. Teori ini, secara sederhana, berusaha membingkai tentang sifat diri dan sifat realitas pada manusia.</p>
<p>Plato melihat bahwa didalam diri manusia ada tiga bagian yang kemudian menyaru dalam bentuk tiga kelompok masyarakat. Pertama manusia sebagai makhluk rasional dan superior.</p>
<p>Kedua, manusia sebagai penghamba hawa nafsu, selalu ingin hidup senang dan bahagia, mereka dikategorikan sebagai inferior. Ketiga manusia yang mempunyai jiwa pengabdian dan penghambaan yang tulus.</p>
<p>Ketiga kategori manusia ini kemudian, menurut Plato, terlihat wujudnya dalam bentuk tiga kelas sosial masyarakat. Yang pertama, rasional dan superior, mereka adalah para raja, penguasa, kaum akademisi dan pejabat tinggi. Jumlahnya tidak banyak tetapi mereka superior dan berkuasa penuh, terutama terhadap golongan kedua yang inferior dan suka menghamba demi kesenangan hidupnya.</p>
<p>Golongan inferior ini sangat takut dengan kekuatan superior, mereka adalah orang-orang yang bekerja seolah-olah untuk untuk golongan pertama, namun sebenarnya karena mengejar pemuasan nafsu terhadap kesenangan belaka.</p>
<p>Akibatnya pada kelompok ini, pembicaraan soal memperjuangkan idealisme, setia pada nilai-nilai kebenaran adalah mustahil. Mereka umumnya para ‘penjilat’ dan menurut plato, jika kaum ini diberi kesempatan untuk menulis dan menjadi intelek maka ujaran dan tulisannya bisa menyesatkan.</p>
<p>Berbeda dengan golongan ketiga, yaitu mereka yang sangat patuh dan setia bak prajurit. Golongan ‘prajurit’ ini adalah mereka yang selalu bersemangat dan menjunjung tinggi kehormatan diri.</p>
<p>Nurhadi, kawan kita itu, mungkin bagian dari golongan yang ke tiga ini. Untuk alasan inilah kemudian kita mesti membelanya.</p>
<p>Sementara yang lain itu, entah.</p>
<p><strong>*Penulis adalah Pengelola Ruang Kerja Budaya</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kenapa-nurhadi-mesti-dibela/">Kenapa Nurhadi Mesti Dibela?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97286</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua DPD Harap Lumbung Pangan Jatim Digelar Sepanjang Tahun</title>
		<link>https://langgam.id/ketua-dpd-harap-lumbung-pangan-jatim-digelar-sepanjang-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2020 11:32:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPD RI]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=43286</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melakukan kunjungan ke Lumbung Pangan Jawa Timur di Surabaya, guna memantau stok ketersediaan bahan pangan. Dalam kesempatan tersebut, ia berharap Lumbung Pangan Jatim tidak hanya digelar saat pandemi Covid-19 tetapi sepanjang tahun dan menjadi role model ketahanan pangan daerah. &#8220;Harapan saya, Lumbung Pangan ini akan berlangsung terus, jangan hanya saat pandemi. Tetapi seterusnya sebagai bantuan pemerintah terhadap masyarakat. Sosialisasi kepada warga harus ditingkatkan agar semua warga mengetahui keberadaan Lumbung Pangan ini,&#8221; ujar LaNyalla, Rabu (20/5/2020) petang di Surabaya. Selain itu, ia juga berharap Lumbung Pangan tidak hanya digelar di satu titik,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ketua-dpd-harap-lumbung-pangan-jatim-digelar-sepanjang-tahun/">Ketua DPD Harap Lumbung Pangan Jatim Digelar Sepanjang Tahun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melakukan kunjungan ke Lumbung Pangan Jawa Timur di Surabaya, guna memantau stok ketersediaan bahan pangan. Dalam kesempatan tersebut, ia berharap Lumbung Pangan Jatim tidak hanya digelar saat pandemi Covid-19 tetapi sepanjang tahun dan menjadi role model ketahanan pangan daerah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Harapan saya, Lumbung Pangan ini akan berlangsung terus, jangan hanya saat pandemi. Tetapi seterusnya sebagai bantuan pemerintah terhadap masyarakat. Sosialisasi kepada warga harus ditingkatkan agar semua warga mengetahui keberadaan Lumbung Pangan ini,&#8221; ujar LaNyalla, Rabu (20/5/2020) petang di Surabaya.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, ia juga berharap Lumbung Pangan tidak hanya digelar di satu titik, di Surabaya saja, tetapi digelar di banyak titik di seluruh Jatim.  &#8220;Di setiap kabupaten kota. Kalau tidak bisa  ya di tujuh Bakorwil di wilayah Jatim. Karena ini sangat efektif dan di Indonesia belum ada. Ini bisa jadi role model dan ditiru oleh daerah lain di Indonesia, saya yakin sangat membantu masyarakat,&#8221; tegas LaNyalla yang didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol. M. Fadil dan jajaran direksi BUMD PT Panca Wira Usaha.</p>
<p dir="ltr">Menanggapi keinginan tersebut, Dirut PT Panca Wira Usaha (PWU) Erlangga Satriagung menyatakan sangat senang. Ia mengatakan bahwa usulan tersebut sangat bagus karena bisa menjangkau seluruh masyarakat di Jatim, tidak hanya di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, utamanya saat pandemi Covid-19.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Karena dengan keberadaan Lumbung Pangan ini masyarakat memang sangat terbantu dapatkan sembako dengan harga murah dan bebas dari spekulan yang mematok harga tinggi. Sebab tujuan Lumbung Pangan itu membuat masyarakat nyaman. Dalam rangka mendekati Hari Raya dan PSBB, pemerintah turun tangan menyiapkan sembako  di bawah harga. Memang tidak besar-besaran volume jualannya, tetapi membuat masyarakat tenang dan tidak panik,&#8221; ujar Erlangga.</p>
<p dir="ltr">Terkait stok bahan pangan, Erlangga mengatakan sangat cukup dan aman. Harga juga sangat stabil dan di bawah harga pasar karena mengambil dari sentralnya. Misalkan  telur dari Blitar. Beras dari Jember, Mojokerto, Nganjuk, Bojonegoro, Ngawi dan lain sebagainya. &#8220;Makanya kalau beras, Lumbung Pangan ini menjadi etalase beras Jatim. Kami ambil dari Gapoktan di seluruh Jatim,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Erlangga optimis Lumbung Pangan ini akan menjadi stabilisator harga bahan pangan di Jatim sehingga harga tidak dipermainkan oleh tengkulak atau sekulan.  Gula misalnya, jika sebelum ini harganya bisa mencapai Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu, per kilogram dengan adanya Lumbung Pangan harga menjadi turun. Saat ini harga gelar di pasaran sudah di level Rp 15 ribu per kilogram.</p>
<p dir="ltr">Apalagi saat ini masyarakat juga bertambah banyak yang mengetahui dan senang karena ongkos kirim gratis. Dalam sehari, rata-rata transaksi baik online maupun offline mencapai 2 ribu transaksi per hari dari wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. <strong>(inforial)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ketua-dpd-harap-lumbung-pangan-jatim-digelar-sepanjang-tahun/">Ketua DPD Harap Lumbung Pangan Jatim Digelar Sepanjang Tahun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43286</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/47 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-22 10:32:18 by W3 Total Cache
-->