<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Inyiak Canduang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/inyiak-canduang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/inyiak-canduang/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Aug 2023 07:26:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Inyiak Canduang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/inyiak-canduang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Buku Inyiak Canduang Sudah Diterima Jokowi, Cucu: Semoga Bisa Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://langgam.id/jokowi-sudah-terima-buku-inyiak-canduang-cucu-semoga-bisa-jadi-pahlawan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2023 07:22:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inyiak Canduang]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=185828</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima nuku novel biografi Syekh Sulaiman Arrasuli atau yang lazim dipanggil Inyiak Canduang, Rabu (9/8/2023). Buku tersebut diterima Presiden Jokowi dari cucu Inyiak Canduang, Rita Noor Arrasuli dalam acara pembukaan Munas REI di Jakarta. “Alhamdulillah sudah diterima Bapak Presiden, semoga tahun ini, Inyiak bisa jadi pahlawan nasional,“ harap Rita dalam rilis yang diterima langgam.id pada Rabu (9/8/2023). Diketahui, Inyiak Canduang merupakan ulama kharismatik pendiri Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang. Ia juga pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah. Buya Canduang selain ulama besar, juga budayawan dan tokoh adat. Pengaruh ulama ini dimulai awal abad lalu, sebelum madrasahnya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jokowi-sudah-terima-buku-inyiak-canduang-cucu-semoga-bisa-jadi-pahlawan-nasional/">Buku Inyiak Canduang Sudah Diterima Jokowi, Cucu: Semoga Bisa Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima nuku novel biografi Syekh Sulaiman Arrasuli atau yang lazim dipanggil Inyiak Canduang, Rabu (9/8/2023).</p>



<p>Buku tersebut diterima Presiden Jokowi dari cucu Inyiak Canduang, Rita Noor Arrasuli dalam acara pembukaan Munas REI di Jakarta.</p>



<p>“Alhamdulillah sudah diterima Bapak Presiden, semoga tahun ini, Inyiak bisa jadi pahlawan nasional,“ harap Rita dalam rilis yang diterima langgam.id pada Rabu (9/8/2023).</p>



<p>Diketahui, Inyiak Canduang merupakan ulama kharismatik pendiri Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang. Ia juga pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah.</p>



<p>Buya Canduang selain ulama besar, juga budayawan dan tokoh adat. Pengaruh ulama ini dimulai awal abad lalu, sebelum madrasahnya berdiri.</p>



<p>Inyiak Canduang lahir pada tahun 1871 dan meninggal dunia 1970 di Canduang. Kisah hidupnya telah diurai oleh murid-muridnya.</p>



<p>Buku novel biografi Inyiak ini sendiri ditulis oleh Khairul Jasmi beberapa tahun silam dan diterbitkan Republika. Buku ini merupakan salah satu dari sekian banyak dokumen sebagai syarat pengusulan ulama ini jadi pahlawan nasional. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jokowi-sudah-terima-buku-inyiak-canduang-cucu-semoga-bisa-jadi-pahlawan-nasional/">Buku Inyiak Canduang Sudah Diterima Jokowi, Cucu: Semoga Bisa Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185828</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wapres Akan Perjuangkan Syekh Sulaiman Ar Rasuli atau Inyiak Canduang Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://langgam.id/wapres-akan-perjuangkan-syekh-sulaiman-ar-rasuli-atau-inyiak-canduang-jadi-pahlawan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Afdal Afrianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 May 2023 08:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Inyiak Canduang]]></category>
		<category><![CDATA[KH Ma'ruf Amin]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Presiden Ma&#8217;ruf Amin akan memperjuangkan pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Syekh Sulaiman Ar Rasuli atau yang dikenal sebagai Inyiak Canduang diangkat menjadi pahlawan nasional seperti pahlawan-pahlawan lainnya di Indonesia. Menurut Wapres, jasa Sulaiman Ar Rasuli sangat banyak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Hal itu diungkapkan Wapres saat menghadiri Milad ke-95 PERTI yang diadakan di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (5/5/2023). Ia mengungkapkan bahwa PERTI merupakan organisasi besar Islam yang lahir di Sumbar. Katanya, hadirnya PERTI membawa pengaruh besar bagi Indonesia, baik itu dalam memperebutkan kemerdekaan. “PERTI ini dulu didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar Rasuli,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wapres-akan-perjuangkan-syekh-sulaiman-ar-rasuli-atau-inyiak-canduang-jadi-pahlawan-nasional/">Wapres Akan Perjuangkan Syekh Sulaiman Ar Rasuli atau Inyiak Canduang Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Wakil Presiden Ma&#8217;ruf Amin akan memperjuangkan pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Syekh Sulaiman Ar Rasuli atau yang dikenal sebagai Inyiak Canduang diangkat menjadi pahlawan nasional seperti pahlawan-pahlawan lainnya di Indonesia. </p>



<p>Menurut Wapres, jasa Sulaiman Ar Rasuli sangat banyak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Hal itu diungkapkan Wapres saat menghadiri Milad ke-95 PERTI yang diadakan di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (5/5/2023).</p>



<p>Ia mengungkapkan bahwa PERTI merupakan organisasi besar Islam yang lahir di Sumbar. Katanya, hadirnya PERTI membawa pengaruh besar bagi Indonesia, baik itu dalam memperebutkan kemerdekaan.</p>



<p>“PERTI ini dulu didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar Rasuli, sangat besar pengaruhnya bagi bangsa Indonesia. Pendirinya adalah pejuang kemerdekaan, bahkan PERTI dulu pernah menjadi kosituan di Indonesia,” bebernya.</p>



<p>Selain itu, ia menyebut di Sumbar sendiri sudah berdiri Komite Ekonomi Syariah (KES). Menurutnya KES ini juga sudah memiliki kawasan halal, aman, dan sehat.</p>



<p>“Di sana juga ada tempat kuliner, yang memiliki mutu halal, aman dan sehat. Dulu saya juga yang meresmikan di Bukitinggi mengenai ini,” ungkapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, katanya, di Pulau Sumatra hampir seluruh provinsi yang memiliki KES ini. Menurutnya hanya provinsi Lampung yang belum memiliki KES.</p>



<p>Sebelumnya, Wakil Presiden Ma&#8217;ruf tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Kamis (4/5/2023) sekira pukul 16.45 WIB. Ma&#8217;ruf Amin tiba di Sumbar bersama istri dan rombongannya.</p>



<p>Kedatangan Ma&#8217;ruf Amin di BIM langsung disambut Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Di antaranya Kapolda Sumbar, Danlanud Sultan Sjahrir dan Danlantamal II Padang.</p>



<p>Sedangkan dalam menghadiri acara PERTI, ia didampingi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi serta tokoh-tokoh Sumbar. Selesai menghadiri acara Perti, Wakil Presiden juga melaksanakan salat Jumat di Masjid AlAzhar UNP.<strong> (yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wapres-akan-perjuangkan-syekh-sulaiman-ar-rasuli-atau-inyiak-canduang-jadi-pahlawan-nasional/">Wapres Akan Perjuangkan Syekh Sulaiman Ar Rasuli atau Inyiak Canduang Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181681</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PERTI Minta Pemerintah Tetapkan Inyiak Canduang Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://langgam.id/perti-minta-pemerintah-tetapkan-inyiak-canduang-jadi-pahlawan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wista Yuki]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 May 2023 07:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inyiak Canduang]]></category>
		<category><![CDATA[PERTI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) meminta kepada pemerintah untuk menetapkan Syekh Sulaiman Ar Rasuli atau yang dikenal sebagai Inyiak Canduang sebagai pahlawan nasional. Seperti diketahui, Syekh Sulaiman Ar Rasuli atau Inyiak Canduang merupakan seorang ulama Minangkabau yang mendirikann PERTI. Permintaan agar Syekh Sulaiman Ar Rasuli ditetapkan sebagai pahlawan nasional itu disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat PERTI Muhammad Syafri Hutauruk pada Milad ke-95 PERTI yang digelar di Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (5/5/2023). &#8220;PERTI meminta negara hadir memberikan pengakuan terhadap kiprah tokoh pendiri PERTI, Syekh Sulaiman Ar Rasuli, Inyiak Canduang, sebagai pahlawan nasional,&#8221; ucap Syafri dalam kegiatan yang dihadiri</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perti-minta-pemerintah-tetapkan-inyiak-canduang-jadi-pahlawan-nasional/">PERTI Minta Pemerintah Tetapkan Inyiak Canduang Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) meminta kepada pemerintah untuk menetapkan Syekh Sulaiman Ar Rasuli atau yang dikenal sebagai Inyiak Canduang sebagai pahlawan nasional.</p>



<p>Seperti diketahui, Syekh Sulaiman Ar Rasuli atau Inyiak Canduang merupakan seorang ulama Minangkabau yang mendirikann PERTI.</p>



<p>Permintaan agar Syekh Sulaiman Ar Rasuli ditetapkan sebagai pahlawan nasional itu disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat PERTI Muhammad Syafri Hutauruk pada Milad ke-95 PERTI yang digelar di Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (5/5/2023).</p>



<p>&#8220;PERTI meminta negara hadir memberikan pengakuan terhadap kiprah tokoh pendiri PERTI, Syekh Sulaiman Ar Rasuli, Inyiak Canduang, sebagai pahlawan nasional,&#8221; ucap Syafri dalam kegiatan yang dihadiri oleh Wapres Ma&#8217;ruf Amin tersebut.</p>



<p>Ia mengungkapkan bahwa pengajuan dan permintaan PERTI ini sejatinya sudah telambat. Namun ini perlu untuk menjadi inspirasi, motivasi, semangat bagi keluarga besar pimpinan PERTI dalam mendayagunakan potensinya bagi kemajuan bangsa dan negara di tengah-tengah percaturan dunia.</p>



<p>Dihadapan Wapres Ma&#8217;ruf Amin, Syafri mengatakan bahwa seperti dicatat dalam sejarah, bahwa berdirinya tiga ormas Islam, Nahdlatul Ulama oleh Kyai H Hasyim Asy&#8217;ari, organisasi Muhammadiyah oleh Kyai H Ahmad Dahlan dan PERTI oleh Syekh Sulaiman Ar Rasuli adalah karya besar ulama generasi satu guru, satu angkatan, satu tempat belajar, sama-sama belajar, sama-sama ulama.</p>



<p>Tapi yang dua terangnya, sudah ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Hanya tinggal satu orang yang belum ditetapkan sebagai pahlawan nasional yaitu Syekh Sulaiman Ar Rasuli.</p>



<p>&#8220;Oleh sebab PERTI meminta negara hadir dalam waktu yang tidak terlalu lama yaitu pada Hari Pahlawan 10 November 2023, sudah pula diberikan penghargaan sebagai pahlawan nasional kepada Inyiak Canduang kami, Syekh Sulaiman Ar rasuli,&#8221; harap Syafri. </p>



<p>Pandangan lain yang patut diperhatikan sebut Syafri, adalah peran gerakan PERTI, khususnya Syekh Sulaiman Ar Rasuli pada pergerakan kebangsaan dan Keindonesiaan. </p>



<p>Terlebih lagi katanya, peran dalam perjuangan kemerdekaan, gerbong panjang lembaga pendidikan, ulama, cendekiawan, pakar dan guru.  </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perti-minta-pemerintah-tetapkan-inyiak-canduang-jadi-pahlawan-nasional/">PERTI Minta Pemerintah Tetapkan Inyiak Canduang Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>6 Tokoh Diberi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2020, Tak Ada dari Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/6-tokoh-diberi-gelar-pahlawan-nasional-tahun-2020-tak-ada-dari-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2020 01:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inyiak Canduang]]></category>
		<category><![CDATA[Khatib Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=74616</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jika tak ada aral melintang, 6 orang tokoh akan diberi gelar Pahlawan Nasional, Selasa (10/11) ini. &#8220;Jika tidak ada perubahan, Presiden akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara. Dia mengatakan, 6 orang tersebut dipilih melalui proses seleksi oleh Kementerian Sosial dan Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan. Ada pun 6 nama tersebut adalah Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara Machmud Singgirei Rumagesan dari Provinsi Papua Barat, Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta, Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara MR SM Amin Nasution dari Provinsi Sumatra Utara, Raden</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/6-tokoh-diberi-gelar-pahlawan-nasional-tahun-2020-tak-ada-dari-sumbar/">6 Tokoh Diberi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2020, Tak Ada dari Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Jika tak ada aral melintang, 6 orang tokoh akan diberi gelar Pahlawan Nasional, Selasa (10/11) ini.</p>
<p class="p1">&#8220;Jika tidak ada perubahan, Presiden akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara.</p>
<p class="p1">Dia mengatakan, 6 orang tersebut dipilih melalui proses seleksi oleh Kementerian Sosial dan Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan.</p>
<p class="p1">Ada pun 6 nama tersebut adalah Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara Machmud Singgirei Rumagesan dari Provinsi Papua Barat, Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta, Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara MR SM Amin Nasution dari Provinsi Sumatra Utara, Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi.</p>
<p class="p1">Rilis nama-nama penerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini, otomatis memastikan tak ada nama-nama beken yang diapungkan dari Sumatra Barat seperti Chatib Sulaiman dan <span class="s1">Syeikh </span><span class="s2">Sulaiman</span><span class="s1"> ar-Rasuli atau Inyiak Canduang.</span></p>
<p class="p4">Keduanya beberapa tahun terakhir diperjuangkan menjadi Pahlawan Nasional oleh sejumlah komunitas hingga pemerintah daerah. <strong>(Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/6-tokoh-diberi-gelar-pahlawan-nasional-tahun-2020-tak-ada-dari-sumbar/">6 Tokoh Diberi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2020, Tak Ada dari Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">74616</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka dalam Novel Karya &#8216;Urang Awak&#8217;</title>
		<link>https://langgam.id/cerita-baru-inyiak-canduang-dan-buya-hamka-dalam-novel-karya-urang-awak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 14:36:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Hamka]]></category>
		<category><![CDATA[Inyiak Canduang]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=26163</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dua novel karya sastrawan Sumatra Barat (Sumbar), Khairul Jasmi dan Akmal Nasery akan segera hadir. Novel itu bercerita tentang ulama tersohor asal Ranah Minang, yaitu Syeihk Sulaiman Arrasuli dan Buya Hamka. Inyiak Canduang dikenal seorang ulama pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah, yang lahir dan besar di lereng gunung. Belajar mengaji ke Batu Hampar di waktu kecil. Lalu seterusnya belajar hingga ke Mekkah. Sulaiman kecil memang disiapkan menjadi orang besar. Menantang zaman, menjemput asa. Begitulah kisah dimulai oleh Khairul Jasmi dalam novel yang diberi judul &#8220;Inyiak Sang Pejuang.&#8221; Kisah-kisah jenaka Sulaiman kecil dipungut dan diceritakan menjadi enak dibaca. Melalui riset</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cerita-baru-inyiak-canduang-dan-buya-hamka-dalam-novel-karya-urang-awak/">Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka dalam Novel Karya &#8216;Urang Awak&#8217;</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dua novel karya sastrawan Sumatra Barat (Sumbar), Khairul Jasmi dan Akmal Nasery akan segera hadir. Novel itu bercerita tentang ulama tersohor asal Ranah Minang, yaitu Syeihk Sulaiman Arrasuli dan Buya Hamka.</p>
<p>Inyiak Canduang dikenal seorang ulama pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah, yang lahir dan besar di lereng gunung. Belajar mengaji ke Batu Hampar di waktu kecil. Lalu seterusnya belajar hingga ke Mekkah.</p>
<p>Sulaiman kecil memang disiapkan menjadi orang besar. Menantang zaman, menjemput asa. Begitulah kisah dimulai oleh Khairul Jasmi dalam novel yang diberi judul &#8220;Inyiak Sang Pejuang.&#8221; Kisah-kisah jenaka Sulaiman kecil dipungut dan diceritakan menjadi enak dibaca.</p>
<p>Melalui riset yang panjang, Khairul Jasmi menulis kisah-kisah kecil Inyiak Canduang dan diterbitkan Penerbit Republika di awal tahun ini. Menurut Khairul Jasmi, nama Inyiak Canduang sangat harum di seluruh penjuru negeri ini.</p>
<p>&#8220;Banyak cerita yang segera hilang jika tidak dituliskan. Basis novel ini adalah sejarah lisan para murid-muridnya,&#8221; ungkap Khairul Jasmi.</p>
<p>Ketika diberi kesempatan membaca naskah awal, sudah terasa bahwa novel ini rangkuman kisah heroik yang pernah ada di tengah masyarakat. Sebagaimana cerita kehidupan kebanyakan, berangkat dari suka dan duka perjalanan seseorang. Seseorang itu kini dikenang karena sikap dan integritas perjuangannya serta ilmu pengetahuan agama, yang telah diberikan kepada para murid-muridnya. Murid-murid itu kini sudah banyak pula yang jadi profesor.</p>
<p>&#8220;Kiprah di sidang konstituante, hingga bagaimana ia mengajar para murid, menjadi landasan penting agar generasi berikutnya bisa memaknai perjalanan seorang pejuang,&#8221; tutur Khairul Jasmi, suatu waktu.</p>
<p>Menurut pengakuan Khairul Jasmi, ibunya belajar langsung dengan Inyak Canduang. Nama yang ia sandang kinipun adalah diberikan oleh Inyiak Canduang. Makanya, ia banyak bertanya kepada ummi dan teman-temannya yang pernah belajar ke Inyiak Canduang. Besar harapan, perjuangan para muridnya menjadikan Inyiak Canduang sebagai pahlawan nasional segera terwujud.</p>
<p>Apa hebatnya novel ini bagi pembaca? Salah satu bocorannya, bagaimana kehidupan keluarga pada masa itu dan bagaimana Syeikh Sulaiman Arrasuli berkonflik dengan pemerintah hindia belanda dalam perjuangan Syiar Islam yang dijalaninya. Begitu pula dengan para dukun dan tokoh adat yang sempat berhadapan dengannya. Cerita kian menarik karena klimaknya Inyiak Canduang harus dibunuh.</p>
<p><strong>Taman Pujangga</strong></p>
<p>Sementara itu, menyambut hari kelahiran Buya Hamka ke-112 yang jatuh pada 17 Februari 2020, Republika Penerbit meluncurkan novel sejarah berjudul Setangkai Pena di Taman Pujangga.</p>
<p>“Ini tentang Buya Hamka masa kanak-kanak sampai usia 30 tahun,” ujar Akmal Nasery Basral yang menulis kisah ini.</p>
<p>“Untuk kisah Buya usia 31 tahun sampai wafat akan ditulis dalam buku kedua Serangkai Makna di Mihrab Ulama yang in syaa Allah akan terbit tahun ini juga,” lanjutnya.</p>
<p>Syahruddin El Fikri, Pemimpin Redaksi Republika Penerbit yang juga Ketua Islamic Book Fair 2020 yang akan dihelat pada 26 Februari-1 Maret di Jakarta Convention Center mengatakan kisah hidup Buya Hamka tetap menarik minat baca umat Islam.</p>
<p>“Oleh karena itu kami akan meluncurkan novel ini secara resmi melalui Grand Launching di JCC pada 1 Maret 2020, selain akan mengadakan bedah novel di Sumatra Barat sebagai kampung halaman Buya Hamka, mungkin di Padang atau kota-kota lain yang berminat. Apalagi Uda Akmal, penulis novel sejarah ini juga berdarah Minang.” jelasnya.</p>
<p>Akmal Nasery Basral berdarah Bukittinggi (ibu) dan Lubukbasung (ayah) yang kini tinggal di Cibubur, Jawa Barat, sudah menghasilkan beberapa novel sejarah seperti Sang Pencerah (2010, kisah KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhamadiyah), Presiden Prawiranegara (2011, kisah Mr. Sjafruddin Prawiranegara memimpin Indonesia pada era PDRI 1948-1949), Napoleon dari Tanah Rencong (2013, kisah Hasan Saleh sebagai Panglima Militer DI/TII Aceh).</p>
<p>Desember 2019 lalu pada Peringatan 15 Tahun Tsunami di Sigli, Aceh, Akmal meluncurkan novel berjudul Te o Toriatte (Genggam Cinta), kisah seorang gadis penyintas tsunami yang kini menjadi calon doktor ilmu komputer di Jepang. Novel ini sedang diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang oleh Hanako Ikeda dari Kyodo News Service. <strong>(Abdullah Khusairi/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cerita-baru-inyiak-canduang-dan-buya-hamka-dalam-novel-karya-urang-awak/">Cerita Baru Inyiak Canduang dan Buya Hamka dalam Novel Karya &#8216;Urang Awak&#8217;</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26163</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/67 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-05-30 05:28:46 by W3 Total Cache
-->