<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Inovasi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/inovasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/inovasi/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Aug 2025 09:21:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Inovasi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/inovasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Inovasi Sabun Beras Lahir di Nagari Garagahan</title>
		<link>https://langgam.id/inovasi-sabun-beras-lahir-di-nagari-garagahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 09:15:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=232542</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Eka Sakti (UNES) Padang, berhasil menciptakan inovasi produk baru berupa sabun beras. Wali Nagari Garagahan, Darmalion, Jumat (22/8) menyebutkan bahwa wilayahnya didominasi sektor pertanian, dengan sekitar 85 persen masyarakat bergantung pada padi dan kelapa. Melihat potensi tersebut, pihaknya berinisiatif mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai tambah. “Dengan adanya mahasiswa UNES yang sedang KKN di Nagari Garagahan, kami bersama warga berinisiatif membuat sabun dari bahan dasar padi dan kelapa. Alhamdulillah, setelah disosialisasikan, warga dan pelaku UMKM bersama mahasiswa berhasil memproduksi sabun beras,” ungkapnya. Darmalion menambahkan, sabun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/inovasi-sabun-beras-lahir-di-nagari-garagahan/">Inovasi Sabun Beras Lahir di Nagari Garagahan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pemerintah Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Eka Sakti (UNES) Padang, berhasil menciptakan inovasi produk baru berupa sabun beras.</p>



<p>Wali Nagari Garagahan, Darmalion, Jumat (22/8) menyebutkan bahwa wilayahnya didominasi sektor pertanian, dengan sekitar 85 persen masyarakat bergantung pada padi dan kelapa.</p>



<p>Melihat potensi tersebut, pihaknya berinisiatif mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai tambah.</p>



<p>“Dengan adanya mahasiswa UNES yang sedang KKN di Nagari Garagahan, kami bersama warga berinisiatif membuat sabun dari bahan dasar padi dan kelapa. Alhamdulillah, setelah disosialisasikan, warga dan pelaku UMKM bersama mahasiswa berhasil memproduksi sabun beras,” ungkapnya.</p>



<p>Darmalion menambahkan, sabun beras tersebut tidak hanya inovatif, namun juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit.&nbsp;</p>



<p>Ia berharap ke depan, masyarakat dan pelaku UMKM dapat mengembangkan produk ini agar mampu meningkatkan perekonomian nagari.</p>



<p>Produk inovasi ini bahkan sudah diperkenalkan langsung kepada Bupati Agam Benni Warlis Dt Tan Batuah, saat melakukan kunjungan ke Nagari Garagahan beberapa waktu lalu.</p>



<p>Menurut Bupati Benni Warlis, sabun beras ini memiliki prospek yang sangat baik.&nbsp;</p>



<p>“Produk ini punya peluang besar untuk dikembangkan. Namun tentu harus ada keterlibatan dinas terkait agar pembuatan, pengemasan, hingga pemasarannya bisa lebih profesional,” ujarnya, dilansir dari <em>AMC,</em> Minggu (24/8/2025)</p>



<p>Selain sabun beras, Pemerintah Nagari Garagahan bersama mahasiswa UNES terus berupaya menciptakan inovasi lain dengan memanfaatkan potensi lokal, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/inovasi-sabun-beras-lahir-di-nagari-garagahan/">Inovasi Sabun Beras Lahir di Nagari Garagahan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232542</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Praktisi Keinsinyuran: Kepemimpinan di Sumbar Perlu Akselerasi Pembangunan dan Inovasi</title>
		<link>https://langgam.id/praktisi-keinsinyuran-kepemimpinan-di-sumbar-perlu-akselerasi-pembangunan-dan-inovasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2025 06:30:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Ekonomi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=225667</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Praktisi keinsinyuran nasional, Ulul Azmi, berpandangan kondisi Sumatra Barat (Sumbar) dinilai mengalami stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, meskipun telah melalui kepemimpinan yang relatif stabil selama 15 tahun terakhir. &#8220;Stabilitas politik dan kepemimpinan itu penting. Tetapi tanpa akselerasi dalam sektor pembangunan, ekonomi, dan infrastruktur, stabilitas tersebut tidak akan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,&#8221; ujarnya, Senin (28/4/2025). Menurut tokoh muda asal Sumbar ini, rendahnya realisasi proyek strategis, lambatnya peningkatan investasi, dan minimnya inovasi di sektor industri serta pariwisata menunjukkan perlunya perubahan paradigma dalam tata kelola pembangunan daerah. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya mencapai 4,36%,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/praktisi-keinsinyuran-kepemimpinan-di-sumbar-perlu-akselerasi-pembangunan-dan-inovasi/">Praktisi Keinsinyuran: Kepemimpinan di Sumbar Perlu Akselerasi Pembangunan dan Inovasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Praktisi keinsinyuran nasional, Ulul Azmi, berpandangan kondisi Sumatra Barat (Sumbar) dinilai mengalami stagnasi dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, meskipun telah melalui kepemimpinan yang relatif stabil selama 15 tahun terakhir.</p>



<p>&#8220;Stabilitas politik dan kepemimpinan itu penting. Tetapi tanpa akselerasi dalam sektor pembangunan, ekonomi, dan infrastruktur, stabilitas tersebut tidak akan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,&#8221; ujarnya, Senin (28/4/2025).</p>



<p>Menurut tokoh muda asal Sumbar ini, rendahnya realisasi proyek strategis, lambatnya peningkatan investasi, dan minimnya inovasi di sektor industri serta pariwisata menunjukkan perlunya perubahan paradigma dalam tata kelola pembangunan daerah.</p>



<p>Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya mencapai 4,36%, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,62% . Realisasi investasi juga masih tergolong rendah, dengan nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,4 triliun, terendah di antara provinsi-provinsi di Sumatra.</p>



<p>Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar tahun 2024 tercatat sebesar 76,43, meningkat 0,79 poin dari tahun sebelumnya, namun masih berada di bawah rata-rata nasional. Angka prevalensi stunting di Sumbar juga masih tinggi, yakni sebesar 23,6%, jauh di atas target nasional sebesar 14%.</p>



<p>&#8220;Sumbar butuh kepemimpinan progresif, berani melakukan terobosan, mendorong inovasi berbasis riset, dan mempercepat transformasi infrastruktur,&#8221; tegas Ulul Azmi yang juga dikenal aktif membangun kolaborasi di dunia keinsinyuran nasional.</p>



<p>Ia pun menyoroti bahwa dengan potensi alam, budaya, dan sumber daya manusia yang luar biasa, Sumbar seharusnya mampu bergerak lebih cepat dan dinamis. Namun, peluang tersebut tidak akan maksimal tanpa percepatan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan birokrasi, dan penguatan sektor produktif berbasis teknologi dan inovasi.</p>



<p>&#8220;Era ini membutuhkan kerja nyata berbasis data, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Bukan sekadar rutinitas administratif atau slogan politik,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Ulul Azmi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan generasi muda Sumbar untuk aktif terlibat dalam mendorong perubahan ke arah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.</p>



<p>&#8220;Sumbar memiliki potensi emas. Saatnya kita bergerak lebih cepat dan berpikir lebih strategis untuk masa depan yang lebih gemilang,&#8221; ungkapnya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/praktisi-keinsinyuran-kepemimpinan-di-sumbar-perlu-akselerasi-pembangunan-dan-inovasi/">Praktisi Keinsinyuran: Kepemimpinan di Sumbar Perlu Akselerasi Pembangunan dan Inovasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225667</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pesantren Taruna Rabbani di Solok Temukan Kloning Gas, 100 Persen Organik</title>
		<link>https://langgam.id/pesantren-taruna-rabbani-di-solok-temukan-kloning-gas-100-persen-organik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 09:42:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=225285</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pondok Pesantren (Ponpes) Taruna Rabbani di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) memanfaatkan hasil temuannya berupa kloning gas atau teknologi pengontrol gas agar lebih besar. Karya yang sudah diteliti selama lima tahun itu mampu menghemat dua kali lipat gas, yang biasa digunakan untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari. Wakil Pimpinan Ponpes Taruna Rabbani Isa Rabbani mengatakan, hasil temuan yang diberi nama gas saver itu sudah diriset sekitar lima tahun, dan hasil uji cobanya sudah digunakan kepada jamaah atau santri di Ponpes. &#8220;Ini sudah terbukti, selama kami riset lima tahun ini, dan kami testimoni</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pesantren-taruna-rabbani-di-solok-temukan-kloning-gas-100-persen-organik/">Pesantren Taruna Rabbani di Solok Temukan Kloning Gas, 100 Persen Organik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pondok Pesantren (Ponpes) Taruna Rabbani di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar) memanfaatkan hasil temuannya berupa kloning gas atau teknologi pengontrol gas agar lebih besar.</p>



<p>Karya yang sudah diteliti selama lima tahun itu mampu menghemat dua kali lipat gas, yang biasa digunakan untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari.</p>



<p>Wakil Pimpinan Ponpes Taruna Rabbani Isa Rabbani mengatakan, hasil temuan yang diberi nama gas saver itu sudah diriset sekitar lima tahun, dan hasil uji cobanya sudah digunakan kepada jamaah atau santri di Ponpes.</p>



<p>&#8220;Ini sudah terbukti, selama kami riset lima tahun ini, dan kami testimoni pada jamaah dan pada komunitas kami terbukti semuanya. Dan responnya positif semua,&#8221; katanya di sela acara pertemuan ulama Thariqah se-Asean di Ponpes Taruna Rabbani, Minggu (20/4/2025).</p>



<p>Isa mengungkapkan, bahan atau isi dari gas saver yang dikembangkan oleh Ponpes tersebut merupakan bahan organik. Ia menjamin semua bahan tersebut dapat ditemukan dengan mudah di sekitar lingkungan.</p>



<p>&#8220;100 persen gas saver ini organik. Namun, untuk rincinya apa aja isinya belum bisa kami jelaskan. Dan untuk keamanannya selama lima tahun ini kami sudah menguji kami menjamin ini sudah aman, termasuk jamaah yang menggunakannya tidak pernah ada keluhan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Isa menjelaskan, prinsip kerja gas saver mampu menghemat gas dan memberi pancaran atau daya dorong api lebih besar.</p>



<p>&#8220;Prinsipnya gas LPG ini mengandung hidrokarbon, jadi ketika hidrokarbon ini mengalir masuk ke dalam tabung gas saver maka akan terjadi suatu reaksi dan itu menghasilkan mata rantai yang lebih Panjang.Jadi masa hidup dari pada gas yang seharusnya satu hari itu menghabiskan dua tabung, dengan gas saver ini cukup satu tabung. Jadi hematnya sampai 100 persen,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Daftarkan Produk</strong></p>



<p>Saat ini produk tersebut masih dalam tahap pengajuan atau pendaftaran untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Meski begitu, produk yang dihasilkan oleh Ponpes belum diperjual belikan atau masih sebatas pemakaian dalam komunitas atau jamaah.</p>



<p>&#8220;Terkait untuk produksi umum, kami masih dalam diskusi bersama tim riset,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sutrisno, salah seorang pedagang Soto Lamongan di Padang yang menggunakan gas saver milik Ponpes Taruna Rabbani mengatakan, selama memakai gas saver tersebut ia merasakan gas tersebut seperti ganda atau lebih hemat.</p>



<p>&#8220;Output yang keluar dua kali lipat dari elpiji yang masuk. Jadi ini membuat hemat. Kalau biasanya dalam satu hari itu kami bisa menghabiskan satu tabung gas, dengan memakai produk ini satu tabung gas bisa dua hari,&#8221; kata Sutrisno.</p>



<p>Disampaikannya, ia sudah cukup lama menggunakan gas saver tersebut. Dari versi pertama hingga saat ini ia memakai yang versi ketiga.</p>



<p>&#8220;Dulu saya pakai yang versi pertama dan sekarang udah ketiga. Kalau yang ketiga ini sudah 1 bulan saya pakai,&#8221; kata dia.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pesantren-taruna-rabbani-di-solok-temukan-kloning-gas-100-persen-organik/">Pesantren Taruna Rabbani di Solok Temukan Kloning Gas, 100 Persen Organik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225285</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Indeks Inovasi Daerah Kota Padang Meningkat pada 2024</title>
		<link>https://langgam.id/indeks-inovasi-daerah-kota-padang-meningkat-pada-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Feb 2025 06:22:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=221065</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Indeks Inovasi Daerah Kota Padang meningkat menjadi 63,72 pada tahun 2024, naik dari 61,17 pada tahun 2023. Peningkatan ini didorong oleh 98 inovasi yang diterapkan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Padang. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Yosefriawan, menyampaikan hal ini saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Proposal dan Data Dukung pada Aplikasi Indeks Inovasi Daerah di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aia Pacah, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Selasa (4/2/2025). &#8220;Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi peningkatan tata kelola pemerintahan yang inovatif</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/indeks-inovasi-daerah-kota-padang-meningkat-pada-2024/">Indeks Inovasi Daerah Kota Padang Meningkat pada 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Indeks Inovasi Daerah Kota Padang meningkat menjadi 63,72 pada tahun 2024, naik dari 61,17 pada tahun 2023. Peningkatan ini didorong oleh 98 inovasi yang diterapkan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Padang.</p>



<p>Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Yosefriawan, menyampaikan hal ini saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Proposal dan Data Dukung pada Aplikasi Indeks Inovasi Daerah di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aia Pacah, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Selasa (4/2/2025).</p>



<p>&#8220;Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi peningkatan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,&#8221; ujar Yosefriawan.</p>



<p>Ia menekankan bahwa inovasi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pemerintahan.</p>



<p>&#8220;Inovasi adalah denyut nadi pembangunan. Di tengah perubahan zaman yang cepat dan kompleks, inovasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta pengelolaan potensi daerah,&#8221; katanya.</p>



<p>Pj Sekda Kota Padang juga mengimbau seluruh OPD dan unit kerja untuk aktif berinovasi guna meningkatkan kualitas layanan publik.</p>



<p>&#8220;Inovasi harus mempercepat kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan daya saing daerah. Selain itu, inovasi juga harus mampu menciptakan solusi baru bagi berbagai tantangan yang dihadapi,&#8221; pungkasnya.</p>



<p>Dengan komitmen kuat dari Pemkot Padang, diharapkan inovasi yang telah diterapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/indeks-inovasi-daerah-kota-padang-meningkat-pada-2024/">Indeks Inovasi Daerah Kota Padang Meningkat pada 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221065</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Energi Alternatif, Tim PKM UNP Ciptakan Inovasi Briket dari Batang Sagu</title>
		<link>https://langgam.id/energi-alternatif-tim-pkm-unp-ciptakan-inovasi-briket-dari-batang-sagu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 10:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[UNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=207874</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebuah inovasi menarik muncul dari Tim PKM PM OSABE Universitas Negeri Padang yang berbasis di  Desa Matobe Kepulauan Mentawai. Mereka telah berhasil menciptakan briket dari batang sagu yang tidak hanya menjadi solusi dalam hal energi alternatif tetapi juga memberdayakan ekonomi kelompok PKK setempat. Program Kreativitas Masyarakat ini diketuai oleh Aji Sulaksana (Geografi 2022) dan beranggotakan Valefy Siregar (Geografi 2022), Anissa Tifana (Geografi 2022), Amartasya Vista (Ekonomi Pembangunan 2021), Dwieke Harryani (Ilmu Kesejahteraan Keluarga 2021), dengan dosen pendamping Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd. Dosen Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (FIS UNP). Briket batang sagu ini merupakan hasil</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/energi-alternatif-tim-pkm-unp-ciptakan-inovasi-briket-dari-batang-sagu/">Energi Alternatif, Tim PKM UNP Ciptakan Inovasi Briket dari Batang Sagu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Sebuah inovasi menarik muncul dari Tim PKM PM OSABE Universitas Negeri Padang yang berbasis di  Desa Matobe Kepulauan Mentawai. Mereka telah berhasil menciptakan briket dari batang sagu yang tidak hanya menjadi solusi dalam hal energi alternatif tetapi juga memberdayakan ekonomi kelompok PKK setempat.</p>



<p>Program Kreativitas Masyarakat ini diketuai oleh Aji Sulaksana (Geografi 2022) dan beranggotakan Valefy Siregar (Geografi 2022), Anissa Tifana (Geografi 2022), Amartasya Vista (Ekonomi Pembangunan 2021), Dwieke Harryani (Ilmu Kesejahteraan Keluarga 2021), dengan dosen pendamping Lailatur Rahmi, S.Pd., M.Pd. Dosen Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (FIS UNP).</p>



<p>Briket batang sagu ini merupakan hasil dari upaya kolaboratif antara anggota Tim PKM PM OSABE dengan masyarakat setempat, khususnya kelompok PKK yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Proses pembuatan briket ini dimulai dari pengumpulan batang sagu yang selama ini sering dianggap sebagai limbah, lalu diolah menjadi bahan bakar alternatif yang efisien dan ramah lingkungan.</p>



<p>&#8220;Dulu kami sering kali membuang batang sagu ini ke sungai atau dibakar secara sembarangan,&#8221; ungkap Tina, salah satu anggota PKK yang turut serta dalam program ini, dikutip Sabtu (20/7/2024).</p>



<p>&#8220;Sekarang, kami bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga kami dan juga lingkungan sekitar,&#8221; tambahnya dengan senyum.</p>



<p>Selain memberikan solusi energi alternatif yang terjangkau bagi masyarakat, inovasi briket batang sagu juga telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kelompok PKK kini dapat menjual briket ini kepada masyarakat sekitar sebagai bahan bakar pengganti kayu bakar, yang selama ini menjadi pilihan utama namun memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.</p>



<p>&#8220;Kami sangat bersyukur atas dukungan dari Tim PKM PM OSABE yang telah membantu kami mengembangkan ide ini,&#8221; ujar Ketua PKK setempat, Juwarti. </p>



<p>&#8220;Kini kami tidak hanya memiliki sumber energi yang lebih ramah lingkungan tetapi juga penghasilan tambahan yang sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Tim PKM PM OSABE sendiri berharap bahwa inovasi ini tidak hanya berhenti di desa mereka, tetapi dapat diadopsi juga di banyak daerah lain di Indonesia. Mereka berencana untuk mengembangkan pelatihan lebih lanjut agar lebih banyak kelompok masyarakat dapat memanfaatkan potensi lokal mereka untuk meningkatkan kesejahteraan dan menjaga lingkungan.</p>



<p>Dengan adanya inovasi ini, harapan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif semakin nyata. Briket batang sagu bukan hanya sekadar solusi energi alternatif, tetapi juga simbol pemberdayaan masyarakat melalui kreativitas dan kolaborasi. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/energi-alternatif-tim-pkm-unp-ciptakan-inovasi-briket-dari-batang-sagu/">Energi Alternatif, Tim PKM UNP Ciptakan Inovasi Briket dari Batang Sagu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207874</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Citra Satelit dalam Mendukung Ketahanan Pangan</title>
		<link>https://langgam.id/pemanfaatan-citra-satelit-dalam-mendukung-ketahanan-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2023 04:17:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=184664</guid>

					<description><![CDATA[<p>Delvi Yanti* Ketahanan pangan merupakan upaya menjamin akses pangan masing-masing individu tersedia dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan beraktifitas. Ketersediaan pangan dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri, impor bahan pangan dan adanya cadangan bahan pangan. Ketahanan bahan pangan meliputi beberapa aspek yaitu ketersediaan bahan pangan, aksesibilitas pangan dan stabilitas harga. Bebagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan dalam negeri, mulai dari impor kebutuhan pangan dari luar negeri dan meningkatkan hasil produksi dalam negeri. Sektor pertanian merupakan hal utama yang menjadi tumpuan dalam pemenuhan pangan di Indonesia. Pemenuhan bahan pangan ini masih menjadi hal utama yang diperhatikan oleh pemerintah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemanfaatan-citra-satelit-dalam-mendukung-ketahanan-pangan/">Pemanfaatan Citra Satelit dalam Mendukung Ketahanan Pangan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Delvi Yanti</strong>*</p>



<p>Ketahanan pangan merupakan upaya menjamin akses pangan masing-masing individu tersedia dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan beraktifitas. Ketersediaan pangan dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri, impor bahan pangan dan adanya cadangan bahan pangan. </p>



<p>Ketahanan bahan pangan meliputi beberapa aspek yaitu ketersediaan bahan pangan, aksesibilitas pangan dan stabilitas harga. Bebagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan dalam negeri, mulai dari impor kebutuhan pangan dari luar negeri dan meningkatkan hasil produksi dalam negeri.</p>



<p>Sektor pertanian merupakan hal utama yang menjadi tumpuan dalam pemenuhan pangan di Indonesia. Pemenuhan bahan pangan ini masih menjadi hal utama yang diperhatikan oleh pemerintah dengan seiring pertumbuhan penduduk yang meningkat, sedangkan alih fungsi lahan menjadi lahan terbangun juga banyak terjadi. Hal ini tentunya dapat menurunkan ketersediaan pangan dalam negeri.</p>



<p>Indonesia sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati dan hewani seharusnya bisa memenuhi kebutuhan pangan. Potensi yang dimiliki oleh Indonesia berupa tanah yang subur harusnya mampu meningkatkan produktivitas dalam negeri. </p>



<p>Terjadinya penurunan produktivitas lahan di dalam sektor pertanian dapat terjadi karena ketersediaan lahan yang menurun dan adanya penurunan daya dukung lahan untuk menghasilkan produksi secara maksimal.</p>



<p>Seiring perkembangan teknologi dalam berbagai bidang, penggunaan Sistem Informasi Geografis telah banyak digunakan terutama penggunaan teknologi penginderaan jauh. Pada era teknologi, data dan informasi terus berkembang, dan penyediaan data dilakukan dengan sangat cepat. Sejumlah data besar setiap hari diproduksi, sebagian diantaranya dapat diperoleh dengan gratis. </p>



<p>Salah satunya adalah data dari ruang angkasa hasil penginderaan jauh, yaitu citra satelit. Citra satelit yang diproduksi dalam sistem ruang, membuka peluang untuk menjadi sumber data statistik tanaman pangan.</p>



<p>Upaya prediksi tanaman pangan menggunakan citra satelit gratis telah populer di kalangan komunitas penginderaan jauh karena citra satelit ini memiliki banyak informasi vegetasi yang potensial untuk digunakan dalam klasifikasi tanaman pangan.</p>



<p>Ketersediaan informasi yang akurat dan tepat waktu mengenai pertanian sangat penting dalam memastikan ketahanan pangan. Oleh karenanya, akses pada data penginderaan jauh gratis, seperti Sentinel-1, Sentinel-2, Landsat, dan Modis membuka peluang pemantauan tanaman pangan. Satelit yang cukup terkenal untuk penginderaan jauh adalah Aqua/Terra MODIS.</p>



<p>MODIS (atau Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) merupakan sebuah instrumen penting yang berada dalam satelit Terra (EOS AM) dan Aqua (EOS PM). Satelit Aqua/Terra MODIS mengamati seluruh permukaan bumi setiap 1 hingga 2 hari, memperoleh data dalam 36 kanal pita spektrum (spectral band) atau grup dari panjang gelombang.</p>



<p>MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) merupakan instrumen yang beroperasi pada satelit Terra. Satelit ini memiliki lebar sapuan sebesar 2330 km dan memotret seluruh permukaan bumi dalam satu atau dua hari. Satelit ini memiliki 36 band dengan tiga resolusi spasial yaitu 250m, 500m, dan 1.000m. </p>



<p>Data Terra-MODIS dimanfaatkan untuk pemanfaatan fase tanaman padi, zona potensi penangkapan ikan, monitoring titik api kebakaran hutan, dll. Data MODIS-Terra yang tersedia di Pustekdata yaitu data MODIS level 1B yaitu data yang sudah dilakukan destriping correction dan geometric correction.</p>



<p>Berbagai jenis citra juga banyak tersedia mulai dari yang tersedia secara gratis dan berbayar serta dapat disesuaikan resolusinya berdasarkan kebutuhan data. Penggunaan data penginderaan jauh dapat memperoleh data tanpa adanya kontak langsung dengan objek atau daerah yang menjadi pengamatan serta data tersebut bisa dijadikan database dalam pengambilan keputusan atau penentuan suatu pengamatan.</p>



<p>Penggunaan citra satelit dalam sektor pertanian memungkinkan untuk dapat membagi atau mengelompokkan kawasan pertanian berdasarkan jenis tanamannya, menganalisa alih fungsi lahan, mengelola dan monitoring aktifitas budidaya tanaman seperti pemilik lahan, luasan lahan, produksi, data produksi, teknologi yang digunakan, koordinat lahan dan sebagainya.</p>



<p>Hasil penelitian Yanti et al (2023), penggunaan Data Citra MODIS (MOD13A1 v006) dalam memprediksi fase tumbuh dan produktivitas padi sawah menghasilkan akurasi pada katagori baik, yang artinya data citra dapat digunakan untuk mengestimasi produkstivitas padi yang namtinya akan berperan dalam mendukung ketahanan pangan. &nbsp;</p>



<p>Ketahanan pangan dapat didukung oleh penggunaan citra satelit karena data yang dihasilkan oleh citra satelit merupakan data terbaru dan menggambarkan kondisi saat ini serta data tersebut dapat diperoleh secara cepat tanpa membutuhkan banyak tenaga serta waktu. </p>



<p>Data luasan yang akan memberikan gambaran lokasi berdasarkan penggunaan lahan, titik koordinat yang menjelaskan posisi kawasan atau wilayah, serta keluaran yang mampu menganalisa tingkat kehijauan untuk mengidentifikasi kemampuan suatu kawasan atau lahan dalam meningkatkan produktivitas lahan.</p>



<p>Data citra satelit mampu memprediksi ketersediaan pangan yang mendukung ketahanan pangan kedepannya, sehingga hal ini juga dapat membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait penyediaan pangan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. </p>



<p>Data ketersediaan pangan juga bisa disandingkan dengan data pertumbuhan penduduk, dan saat ini telah banyak aplikasi yang digunakan dalam sistem informasi geografis yang mampu memberikan keluaran data berdasarkan pengolahan dan menjadi database dalam penetapan suatu kebijakan.</p>



<p><strong>*Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemanfaatan-citra-satelit-dalam-mendukung-ketahanan-pangan/">Pemanfaatan Citra Satelit dalam Mendukung Ketahanan Pangan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inovasi Produk dalam Peningkatan Nilai Tambah Buah Sawo</title>
		<link>https://langgam.id/inovasi-produk-dalam-peningkatan-nilai-tambah-buah-sawo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 May 2023 03:25:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181915</guid>

					<description><![CDATA[<p>Risa Meutia Fiana Indonesia merupakan daerah yang dianugrahi berbagai macam buah-buahan salah satunya adalah buah sawo. Buah Sawo memiliki rasa yang sangat manis disebabkan pada daging buahnya memiliki kandungan gula berkisar 15-20%. Buah Sawo dikonsumsi dalam bentuk segar karena rasanya yang manis dan aromanya yang harum. Saat tiba musimnya buah sawo mengalami penurunan harga jual, selain itu buah yang dihasilkan sangat banyak dan melimpah sehingga buah banyak terbuang karena buah sawo segar tidak dapat bertahan lebih dari satu minggu. Namun jika produksi buah sawo sedikit, konsumen kadang sulit untuk menemukan buah sawo dipasaran. buah sawo termasuk salah satu buah &#160;yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/inovasi-produk-dalam-peningkatan-nilai-tambah-buah-sawo/">Inovasi Produk dalam Peningkatan Nilai Tambah Buah Sawo</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Risa Meutia Fiana</strong></p>



<p>Indonesia merupakan daerah yang dianugrahi berbagai macam buah-buahan salah satunya adalah buah sawo. Buah Sawo memiliki rasa yang sangat manis disebabkan pada daging buahnya memiliki kandungan gula berkisar 15-20%. </p>



<p>Buah Sawo dikonsumsi dalam bentuk segar karena rasanya yang manis dan aromanya yang harum. Saat tiba musimnya buah sawo mengalami penurunan harga jual, selain itu buah yang dihasilkan sangat banyak dan melimpah sehingga buah banyak terbuang karena buah sawo segar tidak dapat bertahan lebih dari satu minggu. </p>



<p>Namun jika produksi buah sawo sedikit, konsumen kadang sulit untuk menemukan buah sawo dipasaran. buah sawo termasuk salah satu buah &nbsp;yang tidak &nbsp;tahan lama setelah &nbsp;matang, sehingga dibutuhkan teknik pengawetan &nbsp;yang tepat agar bisa lebih di optimalkan pemanfaatannya. </p>



<p>Buah sawo merupakan buah yang mudah mengalami kerusakan secara fisiologis, mekanis dan fisik sehingga buah sawo memiliki umur simpan yang pendek. Hal tersbut terjadi karena buah sawo merupakan buah klimaterik. </p>



<p>Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan inovasi produk yang dapat meningkatkan nilai tambah buah sawo. Pentingnya inovasi produk olahan sawo yaitu memberikan nilai tambah bagi hasil&nbsp;pertanian&nbsp;sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, mampu memberikan pengaruh perubahan kearah perbaikan struktur perekonomian masyarakat. </p>



<p>Memperpanjang waktu dan jumlah persediaan sawo, sawo yang diolah pasti akan akan terawetkan dan dapat bertahan lebih lama dari pada bahan segar dan memudahkan penyimpanan dan distribusi. </p>



<p>Diversifikasi produk olahan buah sawo diantaranya yaitu selai buah sawo, cookies sawo, sirup buah sawo dan es krim buah sawo.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unand</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/inovasi-produk-dalam-peningkatan-nilai-tambah-buah-sawo/">Inovasi Produk dalam Peningkatan Nilai Tambah Buah Sawo</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181915</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ingatkan OPD, Genius Umar: Terus Berinovasi Meski Anggaran Terbatas</title>
		<link>https://langgam.id/ingatkan-opd-genius-umar-terus-berinovasi-meski-anggaran-terbatas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 May 2022 01:48:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Genius Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=156344</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Pariaman &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ingatkan OPD, Genius Umar: Terus Berinovasi Meski Anggaran Terbatas. Langgam.id &#8211; Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pariaman harus terus berinovasi meski anggaran terbatas. Pernyataan itu ditegaskan Wali Kota Pariaman Genius Umar saat rapat koordinasi inovasi awal pekan ini. &#8220;Inovasi jangan hanya mengandalkan anggaran saja. Dalam keterbatasan anggaran, efektifitas kinerja seluruh OPD harus tetap tinggi dalam menciptakan inovasi baru demi kemajuan daerah,&#8221; kata Genius Umar saat rapat koordinasi. Melalui rapat koordinasi itu, lanjut Genius, seluruh OPD harus bisa saling berkordinasi dan bersinergi dalam memacu laju indeks inovasi daerah kedepannya. Samakan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ingatkan-opd-genius-umar-terus-berinovasi-meski-anggaran-terbatas/">Ingatkan OPD, Genius Umar: Terus Berinovasi Meski Anggaran Terbatas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p dir="ltr">Berita Pariaman &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ingatkan OPD, Genius Umar: Terus Berinovasi Meski Anggaran Terbatas.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Pariaman harus terus berinovasi meski anggaran terbatas. Pernyataan itu ditegaskan Wali Kota Pariaman Genius Umar saat rapat koordinasi inovasi awal pekan ini.</p>
<p>&#8220;Inovasi jangan hanya mengandalkan anggaran saja. Dalam keterbatasan anggaran, efektifitas kinerja seluruh OPD harus tetap tinggi dalam menciptakan inovasi baru demi kemajuan daerah,&#8221; kata Genius Umar saat rapat koordinasi.</p>
<p>Melalui rapat koordinasi itu, lanjut Genius, seluruh OPD harus bisa saling berkordinasi dan bersinergi dalam memacu laju indeks inovasi daerah kedepannya. Samakan persepsi dan tujuan.</p>
<p>Menurutnya, kewajiban itu ada di masing-masing OPD. Diharapkan, rapat koordinasi mampu menghasilkan program daerah yang dapat digunakan untuk pembangunan Kota Pariaman.</p>
<p>&#8220;Bukan hanya sekadar sampai mendapatkan peringkat 10 besar saja lalu terhenti, tapi harus ada dan meningkat setiap tahunnya untuk menjadi yang terdepan,&#8221; kata Wali Kota Pariaman.</p>
<p>Diketahui, Pariaman merupakan salah satu kota yang masuk 10 besar nasional kota terinovatif se-Indonesia. Penghargaan itu diterima dalam Innovative Government Award (IGA) Tahun 2021 lalu.</p>
<p>Wali kota mengucapkan terima kasih pada birokrat beserta staf, yang telah membantu menciptakan dan melakukan inovasi selama dua tahun terakhir. Ditengah segala keterbatasan anggaran, Pemko Pariaman telah mampu mengantarkan Kota Pariaman menjadi kota terinovatif se-Indonesia.</p>
<p>Rapat koordinasi sekarang salah satu upaya meningkatkan penghargaan tersebut. Pemerintah Kota Pariaman, melalui Badan Perencanaan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) menggelar Rapat Koordinasi Inovasi dan Desk Inovasi OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman Tahun 2022.</p>
<p>Rapat dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Genius Umar di Aula Balaikota Pariaman, Senin (23/5). Mereka mengusung tema &#8220;Inovasi Sebagai Budaya Kreatif, Solutif dan Produktif untuk Kemajuan Daerah.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/genius-umar-minta-guru-di-pariaman-jadi-teman-bermain-siswa-di-sekolah/">Genius Umar Minta Guru di Pariaman Jadi Teman Bermain Siswa di Sekolah</a></strong></p>
<p>Salah satu narasumber yang dihadirkan, Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara &#8211; LAN RI, Hartoto beserta tim yang terdiri dari Tyas Wahyu dan Hesti Annis.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ingatkan-opd-genius-umar-terus-berinovasi-meski-anggaran-terbatas/">Ingatkan OPD, Genius Umar: Terus Berinovasi Meski Anggaran Terbatas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156344</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Di Rapat Paripurna LKPJ Kepala Daerah, DPRD Sumbar Nilai Pemprov Kurang Inovasi</title>
		<link>https://langgam.id/di-rapat-paripurna-lkpj-kepala-daerah-dprd-sumbar-nilai-pemprov-kurang-inovasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2022 12:54:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahyeldi Ansharullah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=153849</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hasil penilaian DPRD Sumbar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) kurang inovasi. Langgam.id &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna penetapan rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah tahun 2021 di Gedung DPRD Sumbar, Kamis (14/4/2022). Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, dalam Undang-undang Nomor: 23 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor: 13 tahun 2019, bahwa untuk penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan, kepala daerah berkewajiban menyampaikan LKPJ kepada DPRD pada setiap Tahun Anggaran (TA). &#8220;Sehubungan dengan hal tersebut, pada Rapat Paripurna DPRD 21 Februari 2022, Gubernur Sumbar telah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/di-rapat-paripurna-lkpj-kepala-daerah-dprd-sumbar-nilai-pemprov-kurang-inovasi/">Di Rapat Paripurna LKPJ Kepala Daerah, DPRD Sumbar Nilai Pemprov Kurang Inovasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p dir="ltr">Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hasil penilaian DPRD Sumbar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) kurang inovasi.</p>
</div>
<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna penetapan rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah tahun 2021 di Gedung DPRD Sumbar, Kamis (14/4/2022).</p>
<p dir="ltr">Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, dalam Undang-undang Nomor: 23 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor: 13 tahun 2019, bahwa untuk penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan, kepala daerah berkewajiban menyampaikan LKPJ kepada DPRD pada setiap Tahun Anggaran (TA).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sehubungan dengan hal tersebut, pada Rapat Paripurna DPRD 21 Februari 2022, Gubernur Sumbar telah menyampaikan kepada DPRD, LKPJ Kepala Daerah dapat digunakan oleh DPRD sebagai instrument penilaian kinerja gubernur dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah selama tahun 2021,&#8221; ujar Supari dalam rapat paripurna tersebut, Kamis (14/4/2022).</p>
<p dir="ltr">Menurut Supardi, sesuai dengan ketentuan Pasal 20 Peraturan Pemerintah Nomor: 13 tahun 2019, LKPJ dibahas oleh DPRD paling lambat 30 hari sejak disampaikan dengan memperhatikan capaian kinerja program dan kegiatan, serta pelaksanaan peraturan daerah dan atau peraturan Kepala Daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.</p>
<p dir="ltr">Sesuai agenda yang telah ditetapkan, kata Supardi, Panitia Khusus DPRD Bersama Pemerintah Daerah telah membahas LKPJ Kepala Daerah Provinsi Sumbar Tahun 2021. Dari pembahasan tersebut, secara umum dapat diambil sejumlah kesimpulan.</p>
<p dir="ltr">Kesimpulan yang dapat diambil, lanjut Sipardi, banyak realisasi capaian target kinerja program per urusan yang telah melampaui target, tapi <em>outcome</em> atau manfaat yang dirasakan oleh masyarakat belum sesuai dengan capaian target kinerja tersebut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kemudian, belum tergambar bagaimana upaya Pemerintah Daerah untuk mewujudkan standar pelayanan minimal per urusan dan capaian realisasinya,&#8221; ungkap Supardi.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, menurut Supardi, DPRD menilai kurangnya inovasi yang dilakukan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan pencapaian target kinerja masing-masing urusan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;OPD masih melaksanakan tugas secara biasa-biasa saja yang semestinya sudah melakukan hal-hal yang luar biasa untuk mengejar ketertinggalan daerah,&#8221; sebutnya.</p>
<p dir="ltr">Supardi menambahkan, masih banyak rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Kepala Daerah Provinsi Sumbar Tahun 2020 yang belum ditindaklanjuti. Hal itu tergambar dari banyaknya permasalahan yang sama terjadi Kembali dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah pada tahun 2021.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/minta-penjelasan-soal-3-daerah-masuk-rendah-toleransi-dprd-sumbar-bakal-undang-setara-institute/">Minta Penjelasan Soal 3 Daerah Masuk Rendah Toleransi, DPRD Sumbar Bakal Undang Setara Institute</a></strong></p>
<p dir="ltr">&#8220;Gunanya, untuk dapat mengetahui secara lebih lengkap bagaimana capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah pada tahun 2021,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/di-rapat-paripurna-lkpj-kepala-daerah-dprd-sumbar-nilai-pemprov-kurang-inovasi/">Di Rapat Paripurna LKPJ Kepala Daerah, DPRD Sumbar Nilai Pemprov Kurang Inovasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">153849</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Padang Kini Punya Inovasi Kamis Berseri, Apa Itu?</title>
		<link>https://langgam.id/padang-kini-punya-inovasi-kamis-berseri-apa-itu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2022 00:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hendri Septa]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=152606</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Setelah walikota berkantor tiap jumat di kecamatan-kecamatan, Kamis (31/3) lalu, Wali Kota Padang Hendri Septa meluncurkan inovasi &#8216;Kamis Berseri.&#8217; Langgam.id &#8211; Pemerintah Kota Padang terus menelurkan inovasi. Setelah walikota berkantor tiap jumat di kecamatan-kecamatan, Kamis (31/3) lalu, Wali Kota Padang Hendri Septa meluncurkan inovasi &#8216;Kamis Berseri.&#8217; Inovasi diterjemahkan, bahwa setiap Kamis Wali kota Padang Hendri Septa akan berkunjung ke setiap kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang. “Alhamdulillah, kunjungan pertama ini kita mengunjungi Kantor Bappeda Padang,” kata Hendri Septa, kemarin, sebagaimana dicuplik dari Info Publik. Dalam kunjungan tersebut,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/padang-kini-punya-inovasi-kamis-berseri-apa-itu/">Padang Kini Punya Inovasi Kamis Berseri, Apa Itu?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Setelah walikota berkantor tiap jumat di kecamatan-kecamatan, Kamis (31/3) lalu, Wali Kota Padang Hendri Septa meluncurkan inovasi &#8216;Kamis Berseri.&#8217;</p>
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pemerintah Kota Padang terus menelurkan inovasi. Setelah walikota berkantor tiap jumat di kecamatan-kecamatan, Kamis (31/3) lalu, Wali Kota Padang Hendri Septa meluncurkan inovasi &#8216;Kamis Berseri.&#8217;</p>
<p>Inovasi diterjemahkan, bahwa setiap Kamis Wali kota Padang Hendri Septa akan berkunjung ke setiap kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Padang.</p>
<p>“Alhamdulillah, kunjungan pertama ini kita mengunjungi Kantor Bappeda Padang,” kata Hendri Septa, kemarin, sebagaimana dicuplik dari <em>Info Publik.</em></p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Hendri berdialog dengan para Aparatur Sipil Negara serta mendengarkan pemaparan program, capaian kinerja, persoalan yang dihadapi hingga rencana program ke depan.</p>
<p>Dengan demikian dapat terlihat apakah program-program pemerintah sudah berjalan dengan baik atau malah sebaliknya.</p>
<p>Ia menjelaskan, berkaca dari kegiatan berkantor di kecamatan yang rutin dilaksanakan setiap Jumat, banyak dampak positif yang dirasakan.</p>
<p>Pemerintah dapat mengontrol dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan di kecamatan. Serta juga menampung aspirasi dan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>“Kita berharap dengan kegiatan Kamis Berseri ini dapat meningkatkan kinerja ASN dan pelayanan di OPD tersebut akan semakin meningkat,” pungkasnya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/padang-kini-punya-inovasi-kamis-berseri-apa-itu/">Padang Kini Punya Inovasi Kamis Berseri, Apa Itu?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152606</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/85 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 12:37:24 by W3 Total Cache
-->