<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Idul Fitri 2020 Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/idul-fitri-2020/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/idul-fitri-2020/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 May 2021 11:19:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Idul Fitri 2020 Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/idul-fitri-2020/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Jelang Idul Fitri, Loka POM Temukan Makanan Kadaluarsa Dijual di Dharmasraya</title>
		<link>https://langgam.id/jelang-idul-fitri-loka-pom-temukan-makanan-kadaluarsa-dijual-di-dharmasraya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 May 2021 11:19:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Dharmasrya]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=103792</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Dharmasraya melakukan pengawasan pangan menjelang Idul Fitri. Loka POM mendapati makanan yang tidak memenuhi syarat di pasaran. Kepala Loka POM Dharmasraya, Asrianto, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan dengan delapan sarana. Dari jumlah itu, enam dinyatakan memenuhi ketentuan dan dua tidak memenuhi ketentuan karena rusak dan kedaluarsa. &#8220;Hasil pengawasan pangan, baik pada pangan buka puasa dan pangan menjelang Idul Fitri, telah kita tindak lanjuti bersama instansi terkait berupa pengembalian ke pemasok atau pengamanan produk yang tidak memenuhi syarat,&#8221; kata Kepala Loka POM Dharmasraya, Asrianto, Minggu (9/5/2021). Meski begitu, pihaknya tidak menemukan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jelang-idul-fitri-loka-pom-temukan-makanan-kadaluarsa-dijual-di-dharmasraya/">Jelang Idul Fitri, Loka POM Temukan Makanan Kadaluarsa Dijual di Dharmasraya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Dharmasraya melakukan pengawasan pangan menjelang Idul Fitri. Loka POM mendapati makanan yang tidak memenuhi syarat di pasaran.</p>
<p>Kepala Loka POM Dharmasraya, Asrianto, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan dengan delapan sarana. Dari jumlah itu, enam dinyatakan memenuhi ketentuan dan dua tidak memenuhi ketentuan karena rusak dan kedaluarsa.</p>
<p>&#8220;Hasil pengawasan pangan, baik pada pangan buka puasa dan pangan menjelang Idul Fitri, telah kita tindak lanjuti bersama instansi terkait berupa pengembalian ke pemasok atau pengamanan produk yang tidak memenuhi syarat,&#8221; kata Kepala Loka POM Dharmasraya, Asrianto, Minggu (9/5/2021).</p>
<p>Meski begitu, pihaknya tidak menemukan bahan berbahaya yang terkandung dalam dagangan takjil selama Ramadan. Hal itu dipastikan seteleh dilakuan pengawasan sejak awal Ramadan.</p>
<p>&#8220;Hasil pengawasan, hingga minggu ketiga bulan Ramadan menunjukkan bahwa tidak dijumpai adanya bahan berbahaya dalam sampel yang kita periksa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Asrianto mengatakan pihaknya telah memeriksa 22 sampel. Semua sampel itu dinyatakan memenuhi syarakat untuk dijual dan dikonsumsi.</p>
<p>Artinya, tidak dijumpai bahan berbahaya seperti borax yang biasa dalam kerupuk, bakso dan mie begitu juga pewarna kuning metanil, rodhamin dan pengawet formalin.</p>
<p>&#8220;Namun hal lain yang harus kita waspadai adalah hygiene dan sanitasi baik dari pangannya, penjual, lokasi dan penyajiannya,&#8221; ujarnya. <strong>(*ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jelang-idul-fitri-loka-pom-temukan-makanan-kadaluarsa-dijual-di-dharmasraya/">Jelang Idul Fitri, Loka POM Temukan Makanan Kadaluarsa Dijual di Dharmasraya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103792</post-id>	</item>
		<item>
		<title>4 Lagu Minang Bertema Lebaran di Tengah Pandemi Corona</title>
		<link>https://langgam.id/4-lagu-minang-bertema-lebaran-di-tengah-pandemi-corona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 12:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42632</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Merayakan Idul Fitri tahun ini, dirasakan cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena pandemi corona atau Covid-19. Banyak para perantau yang tak bisa mudik ke kampung halaman. Mereka terpaksa menahan rindu di perantauan. Merayakan Lebaran di tengah pandemi corona ini membuat sejumlah musisi merilis lagu yang bercerita Lebaran di rantau. Berikut videonya: 1. Minangkabau Bakirim Salam (Rhenima feat Andri Dharma) Minangkabau Bakirim Salam merupakan lagu bertema Lebaran yang diciptakan Andri Dharma. Andri mengajak Rhenima duet menyanyikan lagi yang diupload pada 19 Mei 2020 ini. 2. Tapaso Rayo di Rantau (David Iztambul) Lagu yang diciptakan David Iztambul ini dirilis pada 13</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/4-lagu-minang-bertema-lebaran-di-tengah-pandemi-corona/">4 Lagu Minang Bertema Lebaran di Tengah Pandemi Corona</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><span style="color: #993300;"><strong>Langgam.id-</strong></span> </a>Merayakan Idul Fitri tahun ini, dirasakan cukup berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena pandemi corona atau Covid-19.</p>
<p>Banyak para perantau yang tak bisa mudik ke kampung halaman. Mereka terpaksa menahan rindu di perantauan.</p>
<p>Merayakan Lebaran di tengah <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://corona.sumbarprov.go.id/">pandemi c</a></span>orona ini membuat sejumlah musisi merilis lagu yang bercerita Lebaran di rantau. Berikut videonya:</p>
<p><strong>1. Minangkabau Bakirim Salam (Rhenima feat Andri Dharma)<br />
</strong>Minangkabau Bakirim Salam merupakan lagu bertema Lebaran yang diciptakan Andri Dharma. Andri mengajak Rhenima duet menyanyikan lagi yang diupload pada 19 Mei 2020 ini.</p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/2fXy0nUHP8Y" width="100%" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><strong>2. Tapaso Rayo di Rantau (David Iztambul)<br />
</strong>Lagu yang diciptakan David Iztambul ini dirilis pada 13 Mei 2020. Musiknya Kiki Acoustic.</p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/7ru642zSIfU" width="100%" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><strong>3. Rayo di Rantau (Sri Fayola)</strong><br />
Lagu yang dibawakan Sri Fayola ini dirilis di akun Youtube Minangswara pada 28 April 2020. Lirik Rayo di Rantau diciptakan Erwin Agam.</p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/tL708wVlBj0" width="100%" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p><strong>4. Rayo di Tanah Rantau (Andra Respati)<br />
</strong>Andra Respati juga menciptakan lagu bertema Lebaran. Lagu ini dirilis pada 14 Mei 2020.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/UnJzK89Tol0" width="100%" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p><strong>(SRP)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/4-lagu-minang-bertema-lebaran-di-tengah-pandemi-corona/">4 Lagu Minang Bertema Lebaran di Tengah Pandemi Corona</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lagu Kampuang Nan Jauh di Mato di Halal Bihalal Virtual WNI Lansia di Amerika Serikat</title>
		<link>https://langgam.id/lagu-kampuang-nan-jauh-di-mato-di-halal-bihalal-virtual-wni-lansia-di-amerika-serikat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2020 10:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42281</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id&#8211; Halal Bihalal virtual yang digelar masyarakat dan diaspora Indonesia berusia lanjut di Amerika Serikat pada Senin (25/05/2020), dimeriahkan lagu-lagu daerah di tanah air, salah satunya Kampuang Nan Jauh di Mato. Lagu Kampuang Nan Jauh di Mato ini dinyanyikan salah satu tokoh Minang yang tinggal di Maryland Malik Abdullah, sembari memamerkan keahliannya dalam memetik gitar. Halal Bihalal online ini juga diwarnai lagu daerah lainnya untuk mengobati kerinduan terhadap suasana di tanah air, seperti Bengawan Solo, Gelang Si Paku Gelang, Juwita Malam dan lainnya. Para lansia ini juga menunjukkan berbagai sajian untuk menyemarakkan Lebaran, mulai dari berpuisi, tebak lagu nostalgia hingga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lagu-kampuang-nan-jauh-di-mato-di-halal-bihalal-virtual-wni-lansia-di-amerika-serikat/">Lagu Kampuang Nan Jauh di Mato di Halal Bihalal Virtual WNI Lansia di Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>&#8211; Halal Bihalal virtual yang digelar masyarakat dan diaspora Indonesia berusia lanjut di Amerika Serikat pada Senin (25/05/2020), dimeriahkan lagu-lagu daerah di tanah air, salah satunya Kampuang Nan Jauh di Mato.</p>
<p>Lagu Kampuang Nan Jauh di Mato ini dinyanyikan salah satu tokoh Minang yang tinggal di Maryland Malik Abdullah, sembari memamerkan keahliannya dalam memetik gitar.</p>
<p>Halal Bihalal online ini juga diwarnai lagu daerah lainnya untuk mengobati kerinduan terhadap suasana di tanah air, seperti Bengawan Solo, Gelang Si Paku Gelang, Juwita Malam dan lainnya. Para lansia ini juga menunjukkan berbagai sajian untuk menyemarakkan Lebaran, mulai dari berpuisi, tebak lagu nostalgia hingga memamerkan foto-foto lama.</p>
<p>Acara ini juga dihadiri oleh Iwan Freddy Hari Susanto, Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI)/Wakil Duta Besar RI untuk Amerika Serikat.</p>
<p>Profesi mereka pun cukup beragam, mulai dari mantan penyiar radio, insinyur, perawat, profesional, guru, pengusaha, hingga ibu rumah tangga.</p>
<p>Tak ayal, acara Halal Bihalal yang dipandu secara apik Angela Widowati, Gaby Hasnan dan Meirina Hutabarat yang merupakan anggota Tim Satgas Lansia KBRI Washington, D.C, ini pun, menjadi ajang saling kangen yang sangat efektif bagi mereka. Bahkan, acara ini juga diikuti sebagian Lansia yang berada di Florida, Abu Dhabi dan Jakarta.</p>
<p>Halal Bihalal ini juga memperkenalkan 10 koordinator grup WA kelompok Lansia yang setiap hari langsung berkomunikasi dengan para anggotanya.</p>
<p>Acara ini mendapatkan sambutan yang sangat positif. Ari Peach misalnya, warga Indonesia yang dulunya editor dan kini masih aktif main angklung bersama House of Angklung ini menyebut bahwa keberadaan dan beragam program kelompok Lansia menunjukkan bahwa mereka saling mendukung dan menjadi wahana memperkuat persaudaraan yang efektif.</p>
<p>Sedangkan, Uyung Asikin, juga mengapresiasi acara Halal Bihalal daring ini karena dapat mengakrabkan para Lansia di Washington, DC dan sekitarnya. “Bagus sekali acaranya&#8221;, tandas sesepuh masyarakat Indonesia yang selalu aktif dalam kegiatan masyarakat di wilayah Washington DC, Maryland, dan Virginia (DMV) termasuk mengurusi warga yang mengalami musibah dan dalam keadaan duka serta urusan rumah sakit tanpa membedakan agama, suku dan ras ini.</p>
<p>Wakil Dubes Iwan Freddy mengatakan, rasa bangganya melihat antuasime para Lansia atau Golden Age dalam merayakan Lebaran secara daring. “Keberadaan Ibu-ibu dan Bapak-bapak para Lansia yang tetap produktif selama ini, menjadi sumber inspirasi dan tauladan yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia di AS&#8221;, ujarnya.</p>
<p>Sementara, menurut Theo S. Nugroho, selaku Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 KBRI Washington, DC, masyarakat Lansia di Washington, DC dan sekitarnya, merupakan kelompok yang justru paling aktif mengadakan berbagai kegiatan positif saat terjadi Covid-19, baik melalui program penyuluhan kesehatan, saling sapa dan berbagi pengalaman.</p>
<p>“Mengingat positifnya hasil-hasil yang dicapai dari keberadan Group Lansia ini, sistem komunikasi antar Lansia ini akan terus dipertahankan bahkan setelah berakhirnya wabah Covid-19”, ujar diplomat Indonesia yang sebelumnya pernah bertugas di Spanyol, Peru dan Kuba.</p>
<p>Selama masa pandemi Covid-19, KBRI Washington DC memberikan prioritas kepada para Lansia, yang antara lain diwujudkan dengan memberikan termometer, masker hingga penyuluhan kesehatan secara berkala. <strong>(*/SRP)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lagu-kampuang-nan-jauh-di-mato-di-halal-bihalal-virtual-wni-lansia-di-amerika-serikat/">Lagu Kampuang Nan Jauh di Mato di Halal Bihalal Virtual WNI Lansia di Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42281</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengunjung Pantai Sasak Saat Lebaran Diminta Putar Balik</title>
		<link>https://langgam.id/pengunjung-pantai-sasak-saat-lebaran-diminta-putar-balik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2020 09:39:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42296</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pengunjung yang hendak menuju Kawasan Objek Wisata Wisata Pantai Sasak, Kabupaten Pasaman Barat ditindak tegas oleh petugas, mereka diminta putar balik di gerbang utama. Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) di daerah itu serta menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bahwa seluruh objek wisata di Pasaman Barat selama lebaran ditutup. Camat Sasak Ranah Pasisia, M Bona Fatwa mengatakan, petugas dari unsur kecamatan, nagari, petugas keamanan dan masyarakat berjaga di pintu gerbang utama menuju Sasak. Petugas melarang pengunjung yang akan berwisata ke lokasi itu untuk sementara waktu. &#8220;Sesuai instruksi Pemda Pasaman Barat, seluruh objek</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pengunjung-pantai-sasak-saat-lebaran-diminta-putar-balik/">Pengunjung Pantai Sasak Saat Lebaran Diminta Putar Balik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pengunjung yang hendak menuju Kawasan Objek Wisata Wisata Pantai Sasak, Kabupaten Pasaman Barat ditindak tegas oleh petugas, mereka diminta putar balik di gerbang utama.</p>
<p>Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) di daerah itu serta menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bahwa seluruh objek wisata di Pasaman Barat selama lebaran ditutup.</p>
<p>Camat Sasak Ranah Pasisia, M Bona Fatwa mengatakan, petugas dari unsur kecamatan, nagari, petugas keamanan dan masyarakat berjaga di pintu gerbang utama menuju Sasak. Petugas melarang pengunjung yang akan berwisata ke lokasi itu untuk sementara waktu.</p>
<p>&#8220;Sesuai instruksi Pemda Pasaman Barat, seluruh objek wisata ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,&#8221; ujar Bona kepada <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a></span>, Senin (25/5/2020).</p>
<p>Dijelaskan Bona, untuk menghindari permasalahan di gerbang utama saat penertiban, maka seluruh jorong di Nagari Sasak serta staf nagari dilibatkan, agar lebih mudah mengenali bahwa yang masuk itu warga setempat atau bukan.</p>
<p>Tidak hanya itu, jelas Bona, pengakuan dari petugas, mereka juga kerap beradu mulut dengan pengunjung yang ingin masuk dengan berbagai alasan.</p>
<p>&#8220;Jorong dan tokoh masyarakat ada di pos, sehingga mobilitas masyarakat setempat dan warga Sasak tidak akan terganggu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lalu, selama di pos pintu masuk, petugas juga akan mengedukasi masyarakat agar mematuhi aturan PSBB serta wajib menggunakan masker, terutama saat berada di luar rumah.</p>
<p>Masyarakat juga diminta bisa menahan diri agar tidak berwisata dulu selama pandemi masih berlangsung. &#8220;Kami akan terus berjaga, juga dibantu TNI dan Polri, serta petugas dari Dishub Pasbar,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Pantauan selama penjagaan di pintu masuk, jelas Bona, banyak pengunjung yang merasa kecewa, karena tidak bisa berwisata setelah perayaan lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Bahkan, mereka terpaksa putar balik dan kembali ke rumah dengan tangan kosong dan perasaan sedikit kecewa. &#8220;Kami lakukan ini untuk kepentingan dan keselamatan bersama juga,&#8221; kata Bona. <strong>(Iyan/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pengunjung-pantai-sasak-saat-lebaran-diminta-putar-balik/">Pengunjung Pantai Sasak Saat Lebaran Diminta Putar Balik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42296</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wako Pariaman Gelar Pertemuan Perdana Usai Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah</title>
		<link>https://langgam.id/wako-pariaman-gelar-pertemuan-perdana-usai-lebaran-idul-fitri-1441-hijriah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2020 06:03:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pariaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42350</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Walikota Pariaman Genius Umar, didampingi oleh Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, mengumpulkan seluruh Kepala OPD termasuk camat yang ada di lingkungan Pemerintahan Kota Pariaman, Selasa (26/5) di Aula Balaikota Pariaman,yang merupakan hari pertama masuk kerja setelah merayakan hari lebaran Idul Fitri 1441 H. Pertemuan dilaksanakan dalam rangka menjaga silaturahmi lebaran dalam masa pandemi covid 19, evaluasi kerja selama masa pandemi berlangsung dan membicarakan tentang apa saja yang akan dilakukan kedepannya dalam situasi seperti saat ini. “Saya ucapkan terima kasih atas kedatangan semua Kepala OPD, Sekwan, Camat,  yang ada dilingkungan pemerintahan Kota Pariaman pada hari ini, walaupun kita adakan pertemuan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wako-pariaman-gelar-pertemuan-perdana-usai-lebaran-idul-fitri-1441-hijriah/">Wako Pariaman Gelar Pertemuan Perdana Usai Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Walikota Pariaman Genius Umar, didampingi oleh Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, mengumpulkan seluruh Kepala OPD termasuk camat yang ada di lingkungan Pemerintahan Kota Pariaman, Selasa (26/5) di Aula Balaikota Pariaman,yang merupakan hari pertama masuk kerja setelah merayakan hari lebaran Idul Fitri 1441 H.</p>
<p>Pertemuan dilaksanakan dalam rangka menjaga silaturahmi lebaran dalam masa pandemi covid 19, evaluasi kerja selama masa pandemi berlangsung dan membicarakan tentang apa saja yang akan dilakukan kedepannya dalam situasi seperti saat ini.</p>
<p>“Saya ucapkan terima kasih atas kedatangan semua Kepala OPD, Sekwan, Camat,  yang ada dilingkungan pemerintahan Kota Pariaman pada hari ini, walaupun kita adakan pertemuan pagi ini tapi peraturan tetap kita laksanakan dengan saling menjaga jarak  dan selalu menggunakan masker demi kesehatan dan keamanan kita untuk memutus rantai penyebaran covid 19 ini”, sebut Genius Umar ketika membuka pertemuan tersebut.</p>
<p>“Karena lebaran tahun ini kita tidak bisa mengadakan <em>open house</em> untuk saling bersilaturahmi, dalam kesempatan ini saya dan keluarga ucapkan mohon maaf lahir bathin, semoga silaturahmi kita tetap terjaga dan aktivitas kita tetap berjalan dan harus semakin ditingkatkan kedepannya walaupun dalam kondisi covid 19 ini”, ujar Walikota Pariaman yang bersahaja ini.</p>
<p>Walikota juga meminta kepada semua OPD yang terkait dengan pelayanan masyarakat, harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik juga kepada masyarakat, agar masyarakat tidak merasa terabaikan dalam masa pandemi ini.</p>
<p>Kemudian untuk Dinas Kominfo, sebagai Humasnya pemerintahan kota, harus bisa dan bijak menyikapi setiap statmen yang ada, baik secara langsung ataupun lewat media-media sosial, agar informasi-informasi yang beredar dan ditanyakan oleh masyarakat bisa terjawab dengan benar.</p>
<p>Kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir, tapi jangan jadikan ini alasan untuk kita bermalas-malasan dalam bekerja, kita harus bangkit agar ekonomi masyarakat kembali seperti semula, aktivitas mereka kembali lancer, anak-anak kembali bisa bersekolah, semua itu akan terjadi jika kita mematuhi semua peraturan yang ada dan menjaga diri kita sendiri agar tidak tertular oleh virus corona ini.</p>
<p>Selalu jaga kebersihan, kesehatan dan keamanan demi kelangsungan hidup dan masa depan kita, pesan Genius Umar mengakhiri pertemuan tersebut. <strong>(inforial)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wako-pariaman-gelar-pertemuan-perdana-usai-lebaran-idul-fitri-1441-hijriah/">Wako Pariaman Gelar Pertemuan Perdana Usai Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42350</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polda: Idul Fitri di Sumbar Berlangsung Aman dan Kondusif</title>
		<link>https://langgam.id/polda-idul-fitri-di-sumbar-berlangsung-aman-dan-kondusif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2020 00:34:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42233</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pelaksanaan salat Idul Fitri dan perayaan Lebaran di Sumatra Barat (Sumbar) yang jatuh pada Minggu (24/5/2020) berlangsung aman dan kondusif. Polda Sumbar tidak menemukan adanya gangguan kamtibmas di tengah-tengah masyarakat. “Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, wilayah Sumbar aman kondusif,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, Senin (25/5/2020). Di Sumbar, menurutnya, pelaksanaan salat Idul Fitri dilakukan di berbagai tempat. Ada yang di masjid, lapangan, dan ada yang di rumah seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Dikatakannya, karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, terpantau masyarakat banyak melakukan aktivitasnya di rumah masing-masing. “Pada umumnya, masyarakat yang merayakan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polda-idul-fitri-di-sumbar-berlangsung-aman-dan-kondusif/">Polda: Idul Fitri di Sumbar Berlangsung Aman dan Kondusif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pelaksanaan salat Idul Fitri dan perayaan Lebaran di Sumatra Barat (Sumbar) yang jatuh pada Minggu (24/5/2020) berlangsung aman dan kondusif. Polda Sumbar tidak menemukan adanya gangguan kamtibmas di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>“Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, wilayah Sumbar aman kondusif,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, Senin (25/5/2020).</p>
<p>Di Sumbar, menurutnya, pelaksanaan salat Idul Fitri dilakukan di berbagai tempat. Ada yang di masjid, lapangan, dan ada yang di rumah seperti yang dianjurkan oleh pemerintah.</p>
<p>Dikatakannya, karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, terpantau masyarakat banyak melakukan aktivitasnya di rumah masing-masing.</p>
<p>“Pada umumnya, masyarakat yang merayakan lebaran memanfaatkan momen bersilaturahmi dengan virtual, seperti video call atau menggunakan zoom,” terangnya.</p>
<p>Kombes Pol Satake juga menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada masyarakat, khususnya di Sumbar yang telah mengikuti imbauan dari Polda Sumbar terkait tidak melaksanakan malam takbiran dengan berkeliling. Hal tersebut dilakukan oleh Polda Sumbar dan jajaran untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.</p>
<p>“Atas nama Kapolda Sumbar, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga yang telah mengikuti anjuran pemerintah, maklumat Kapolri dan imbauan dari kami,” ungkapnya.</p>
<p>Ia berharap, dengan mengikuti anjuran, dapat mencegah dan memutus rantai sebaran Covid-19. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polda-idul-fitri-di-sumbar-berlangsung-aman-dan-kondusif/">Polda: Idul Fitri di Sumbar Berlangsung Aman dan Kondusif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerita Perantau: &#8220;New Lebaran&#8221; dan Gulai Itiak Lado Hijau</title>
		<link>https://langgam.id/cerita-perantau-new-lebaran-dan-gulai-itiak-lado-hijau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2020 07:33:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42158</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Rasa heran masih terlihat jelas di wajah amak, ketika dua kali saya temui pada lebaran pertama kemarin. Pertama lewat video call, kedua menyapanya dari dalam mobil, dan amak berada di teras rumah uni. Amak, atau ibu dalam bahasa minang merupakan panggilan kami kepada perempuan 85 tahun itu. Pertemuan langsung dengan amak dalam jarak minimal tiga meter ditambah masker dan sarung tangan sebenarnya sudah terjadi pertengahan Ramadan lalu. Saya dan anak-anak hanya memandang amak dari kejauhan. Sambil melambaikan tangan, berbicara dengan suara tinggi, dan amak tetap kebingungan. Dia berusaha menyonsong berjalan ke arah saya, tapi dicegah uni. Pandemi Covid-19 ini</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cerita-perantau-new-lebaran-dan-gulai-itiak-lado-hijau/">Cerita Perantau: &#8220;New Lebaran&#8221; dan Gulai Itiak Lado Hijau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://Langgam.id"><strong>Langgam.id-</strong></a></span> Rasa heran masih terlihat jelas di wajah amak, ketika dua kali saya temui pada lebaran pertama kemarin. Pertama lewat video call, kedua menyapanya dari dalam mobil, dan amak berada di teras rumah uni. Amak, atau ibu dalam bahasa minang merupakan panggilan kami kepada perempuan 85 tahun itu.</p>
<p>Pertemuan langsung dengan amak dalam jarak minimal tiga meter ditambah masker dan sarung tangan sebenarnya sudah terjadi pertengahan Ramadan lalu. Saya dan anak-anak hanya memandang amak dari kejauhan. Sambil melambaikan tangan, berbicara dengan suara tinggi, dan amak tetap kebingungan. Dia berusaha menyonsong berjalan ke arah saya, tapi dicegah uni.</p>
<p>Pandemi <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://corona.sumbarprov.go.id/">Covid-19</a></span> ini benar-benar mengubah pola interaksi kami dengan ibu sederhana yang sangat kami sayangi itu. Usia amak yang sudah lanjut, dengan potensi tertular Covid-19 super tinggi telah memaksa kami menahan rindu yang sangat besar.</p>
<p>Amak sudah pasti kebingungan dengan kebiasaan baru itu. New normal yang sudah dikampanyekan pemerintah seiring penanganan penyebaran corona, tentu sesuatu yang sangat sulit dipahami oleh amak.</p>
<p>Dia berkali-kali bertanya ke uni, kenapa anak-anaknya tidak datang menemui di akhir puasa dan saat lebaran. Dijelaskan berkali-kali, amak tak kunjung paham, dan pasti bertambah bingung. Memang menjadi persoalan tersendiri menjelaskan soal physical distancing karena Covid-19 kepada amak yang sudah sedemikian sepuh.</p>
<p>Walhasil, lebaran kali ini menjadi lebaran yang baru bagi kami. Tanpa tatap muka, kami kakak beradik hanya bersua secara online dan jarak jauh dengan amak.</p>
<p>Tidak ada kue bolu ayah, kue legendaris yang sudah pasti tersaji setiap lebaran, bahkan sebelum saya lahir. Juga gulai kurma babat dan itiak lado hijau yang menjadi menu utama makan bersama. Dulu saat kecil, seluruh hidangan tersebut dibuat Amak, belakangan sudah berpindah ke uni.</p>
<h5><span style="color: #993300; font-size: 12pt;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/setri-yasra-putra-limapuluh-kota-pemred-baru-tempo-co/"><strong>Baca juga: Setri Yasra, Putra Limapuluh Kota Pemred Tempo.co</strong></a></span></h5>
<p>Berdamai dengan keadaan, dan selalu bersyukur dengan apa yang ada, mungkin menjadi pilihan terbaik saat ini. Kami, para anak-anak amak akan selalu berdoa, semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu, dan bisa segera berkumpul kembali. Bercerita tentang almarhum ayah, dan kehidupan masa kecil dengan berbagai kesusahan di Pangkalan Koto Baru, Sumatera Barat, telah menjadi sesuatu yang selalu membangkitkan rindu.</p>
<p>Selamat Idul Fitri 1441 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. <a href="https://langgam.id/setri-yasra-putra-limapuluh-kota-pemred-baru-tempo-co/"><strong>(Setri Yasra)</strong></a></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cerita-perantau-new-lebaran-dan-gulai-itiak-lado-hijau/">Cerita Perantau: &#8220;New Lebaran&#8221; dan Gulai Itiak Lado Hijau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42158</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pesan Idul Fitri Bupati Dharmasraya: Insya Allah Kita Bisa Melewat Ujian Ini</title>
		<link>https://langgam.id/pesan-idul-fitri-bupati-dharmasraya-insya-allah-kita-bisa-melewat-ujian-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2020 14:49:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dharmasraya]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Sutan Riska Tuanku Kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42087</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, apapun yang terjadi di dunia ini adalah rencana Allah. Tapi yang mesti diyakini, Allah tak akan menguji hamba-Nya di luar kemampuan. &#8220;Kita percaya dengan janji Allah, pasti kita bisa melewati ujian ini. Cukup dengan menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan jangan lupa mengunakan masker kemana pun pergi. Percayalah kita bisa bangkit kembali,&#8221; ujarnya dalam ucapan selama Idul Fitri, yang disampaikan lewat akun Facebooknya. Dalam pesannya, Sutan Riska menyebutkan banyak hal positif yang bisa dipetik dari wabah virus corona, yang memaksa semua orang untuk berdiam diri sejenak. Misalkan, kata dia, dengan waktu yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pesan-idul-fitri-bupati-dharmasraya-insya-allah-kita-bisa-melewat-ujian-ini/">Pesan Idul Fitri Bupati Dharmasraya: Insya Allah Kita Bisa Melewat Ujian Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id-</strong> </a>Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, apapun yang terjadi di dunia ini adalah rencana Allah. Tapi yang mesti diyakini, Allah tak akan menguji hamba-Nya di luar kemampuan.</p>
<p>&#8220;Kita percaya dengan janji Allah, pasti kita bisa melewati ujian ini. Cukup dengan menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan jangan lupa mengunakan masker kemana pun pergi. Percayalah kita bisa bangkit kembali,&#8221; ujarnya dalam ucapan selama Idul Fitri, yang disampaikan lewat akun Facebooknya.</p>
<p>Dalam pesannya, Sutan Riska menyebutkan banyak hal positif yang bisa dipetik dari wabah virus corona, yang memaksa semua orang untuk berdiam diri sejenak.</p>
<p>Misalkan, kata dia, dengan waktu yang panjang di rumah, bisa dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Bahkan, sebagian orang memanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan.</p>
<p>Ia menyebut, kebersamaan juga salah satu kunci dalam menghadapi wabah ini. Yang kaya membantu yang miskin, yang sehat menjaga diri, yang sakit segera diisolasi.</p>
<p>&#8220;Kalau kita lihat dari sisi negatif, tidak akan habisnya. Mulai dari ekonomi menurun, ibadah berjemaah terganggu, bahkan silaturrahmi di hari raya pun berkurang. Tapi jika kita arif banyak hal positifnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sutan Riska mengajak masyarakat untuk mendoakan para garda terdepan dalam melawan virus Corona ini. Dan semua pasien Covid-19 semoga segera sembuh dan dilindungi Allah.</p>
<p>&#8220;Selamat Hari Raya Idul Fitri, semoga kita termasuk orang-orang meraih kemenangan. Menang dalam menjalani ibadah di rumah, dan menang melawan wabah virus corona,&#8221; ujarnya. <strong>(*/SRP)</strong></p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Frelease.dharmasraya.1%2Fposts%2F734960380645046&#038;show_text=true&#038;width=552&#038;height=457&#038;appId" width="100%" height="457" style="border:none;overflow:hidden" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" allow="encrypted-media"></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pesan-idul-fitri-bupati-dharmasraya-insya-allah-kita-bisa-melewat-ujian-ini/">Pesan Idul Fitri Bupati Dharmasraya: Insya Allah Kita Bisa Melewat Ujian Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42087</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Suasana Salat Idul Fitri di Sejumlah Kabupaten dan Kota di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/suasana-salat-idul-fitri-di-sejumlah-kabupaten-dan-kota-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2020 08:18:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2020]]></category>
		<category><![CDATA[PSBB]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42051</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Sejumlah masjid di beberapa kabupaten dan kota tetap menggelar salat Idul Fitri 1441 Hijriah, di tengah pandemi corona atau Covid-19. Baca juga: Pemprov Sumbar Minta Masyarakat Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah Masing-masing Seperti di kawasan Balai Baru Padang, salat Idul Fitri digelar di halaman Masjid Miftahul Jannah dengan protokol Covid-19. Menurut salah seorang warga, Abdullah Khusairi, penyelenggaraan salat ini diinisiasi pemuda Komplek Polda Balai Baru, atas desakan para jemaah. Selain itu, salat Idul Fitri juga digelar di halaman Masjid Nurul Falah Kelurahan Koto Baru, Payobasung, Kota Payakumbuh. &#8220;Ada beberapa yang tidak menggunakan masker. Namun proses pelaksanaan dipercepat,&#8221; ujar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/suasana-salat-idul-fitri-di-sejumlah-kabupaten-dan-kota-di-sumbar/">Suasana Salat Idul Fitri di Sejumlah Kabupaten dan Kota di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://langgam.id">Langgam.id-</a> </strong>Sejumlah masjid di beberapa kabupaten dan kota tetap menggelar salat Idul Fitri 1441 Hijriah, di tengah pandemi corona atau Covid-19.</p>
<p><a href="https://langgam.id/pemprov-sumbar-minta-masyarakat-laksanakan-salat-idul-fitri-di-rumah-masing-masing/"><strong>Baca juga: Pemprov Sumbar Minta Masyarakat Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah Masing-masing</strong></a></p>
<p>Seperti di kawasan Balai Baru Padang, salat Idul Fitri digelar di halaman Masjid Miftahul Jannah dengan protokol Covid-19.</p>
<p>Menurut salah seorang warga, Abdullah Khusairi, penyelenggaraan salat ini diinisiasi pemuda Komplek Polda Balai Baru, atas desakan para jemaah.</p>
<p>Selain itu, salat Idul Fitri juga digelar di halaman Masjid Nurul Falah Kelurahan Koto Baru, Payobasung, Kota Payakumbuh.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa yang tidak menggunakan masker. Namun proses pelaksanaan dipercepat,&#8221; ujar salah seorang jemaah dari Koto baru.</p>
<p><a href="https://langgam.id/wali-kota-payakumbuh-minta-warga-salat-idul-fitri-di-rumah/"><strong>Baca juga: Wali Kota Payakumbuh Minta Warga Salat Idul Fitri di Rumah</strong></a></p>
<p>Masyarakat di kawasan Pincuran Gadang, Andaleh, Kecamatah Luak Kabupaten Limapuluh Kota juga menggelar salat Idul Fitri di lapangan, dengan protap Covid-19.</p>
<p>&#8220;Semuanya menggunakan masker. Jemaah juga diminta mencuci tangan menggunakan sabun di tempat yang sudah disediakan,&#8221; ujar Rhazes.</p>
<p><strong>Begini suasana salat Idul Fitri 1441 Hijriah di Padang, Payakumbuh dan Limapuluh Kota</strong></p>
<div id="attachment_42052" style="width: 1010px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://langgam.id/suasana-salat-idul-fitri-di-sejumlah-kabupaten-dan-kota-di-sumbar/suasana-salat-idul-fitri-di-masjid-miftahul-jannah-balai-baru/" rel="attachment wp-att-42052"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-42052" class="wp-image-42052 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Masjid-Miftahul-Jannah-Balai-Baru.jpeg?resize=1000%2C536&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="1000" height="536" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Masjid-Miftahul-Jannah-Balai-Baru.jpeg?w=1000&amp;ssl=1 1000w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Masjid-Miftahul-Jannah-Balai-Baru.jpeg?resize=300%2C161&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Masjid-Miftahul-Jannah-Balai-Baru.jpeg?resize=768%2C412&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Masjid-Miftahul-Jannah-Balai-Baru.jpeg?resize=750%2C402&amp;ssl=1 750w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a><p id="caption-attachment-42052" class="wp-caption-text">Suasana Salat Idul Fitri di Masjid Miftahul Jannah Balai Baru Padang. (Foto Abdullah Khusairi untuk Langgam.id)</p></div>
<div id="attachment_42053" style="width: 486px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://langgam.id/suasana-salat-idul-fitri-di-sejumlah-kabupaten-dan-kota-di-sumbar/suasana-salat-idul-fitri-di-koto-baru-payakumbuh/" rel="attachment wp-att-42053"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-42053" class="size-full wp-image-42053" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Koto-Baru-Payakumbuh.jpeg?resize=476%2C474&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="476" height="474" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Koto-Baru-Payakumbuh.jpeg?w=476&amp;ssl=1 476w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Koto-Baru-Payakumbuh.jpeg?resize=300%2C300&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Koto-Baru-Payakumbuh.jpeg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Koto-Baru-Payakumbuh.jpeg?resize=75%2C75&amp;ssl=1 75w" sizes="auto, (max-width: 476px) 100vw, 476px" /></a><p id="caption-attachment-42053" class="wp-caption-text">Salat Idul Fitri di Koto Baru Payakumbuh. (Foto Riski untuk Langgam.id)</p></div>
<div id="attachment_42054" style="width: 710px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://langgam.id/suasana-salat-idul-fitri-di-sejumlah-kabupaten-dan-kota-di-sumbar/suasana-salat-idul-fitri-di-koto-baru-payakumbuh-1/" rel="attachment wp-att-42054"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-42054" class="size-full wp-image-42054" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Koto-Baru-Payakumbuh-1.jpeg?resize=700%2C375&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="700" height="375" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Koto-Baru-Payakumbuh-1.jpeg?w=700&amp;ssl=1 700w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Koto-Baru-Payakumbuh-1.jpeg?resize=300%2C161&amp;ssl=1 300w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><p id="caption-attachment-42054" class="wp-caption-text">Suasana salat Idul Fitri di Koto Baru Payakumbuh. (Foto Riski untuk Langgam.id)</p></div>
<div id="attachment_42055" style="width: 1010px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://langgam.id/suasana-salat-idul-fitri-di-sejumlah-kabupaten-dan-kota-di-sumbar/suasana-salat-idul-fitri-di-kecamatan-luak-kota-payakumbuh/" rel="attachment wp-att-42055"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-42055" class="size-full wp-image-42055" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Kecamatan-Luak-Kota-Payakumbuh.jpeg?resize=1000%2C536&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="1000" height="536" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Kecamatan-Luak-Kota-Payakumbuh.jpeg?w=1000&amp;ssl=1 1000w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Kecamatan-Luak-Kota-Payakumbuh.jpeg?resize=300%2C161&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Kecamatan-Luak-Kota-Payakumbuh.jpeg?resize=768%2C412&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Kecamatan-Luak-Kota-Payakumbuh.jpeg?resize=750%2C402&amp;ssl=1 750w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a><p id="caption-attachment-42055" class="wp-caption-text">Salat Idul Fitri di Kecamatan Luak Kabupaten Limapuluh Kota. (Foto M Rhazes untuk Langgam.id)</p></div>
<div id="attachment_42056" style="width: 1010px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://langgam.id/suasana-salat-idul-fitri-di-sejumlah-kabupaten-dan-kota-di-sumbar/suasana-salat-idul-fitri-di-kecamatan-luak-payakumbuh-1/" rel="attachment wp-att-42056"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-42056" class="size-full wp-image-42056" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Kecamatan-Luak-Payakumbuh-1.jpeg?resize=1000%2C536&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="1000" height="536" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Kecamatan-Luak-Payakumbuh-1.jpeg?w=1000&amp;ssl=1 1000w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Kecamatan-Luak-Payakumbuh-1.jpeg?resize=300%2C161&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Kecamatan-Luak-Payakumbuh-1.jpeg?resize=768%2C412&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2020/05/Suasana-Salat-Idul-Fitri-di-Kecamatan-Luak-Payakumbuh-1.jpeg?resize=750%2C402&amp;ssl=1 750w" sizes="auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a><p id="caption-attachment-42056" class="wp-caption-text">Salat Idul Fitri di Kecamatan Luak Kabupaten Limapuluh Kota. (Foto M Rhazes untuk Langgam.id)</p></div>
<p><strong>Foto: Abdullah Khusairi, M Rhazes, Rizki. (SRP)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/suasana-salat-idul-fitri-di-sejumlah-kabupaten-dan-kota-di-sumbar/">Suasana Salat Idul Fitri di Sejumlah Kabupaten dan Kota di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42051</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertempuran Malam Takbiran 1946, Kisah Idul Fitri Masa Perang di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/pertempuran-malam-takbiran-1946-kisah-idul-fitri-masa-perang-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2020 01:03:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2020]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=42014</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Masyarakat Indonesia pada umumnya merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah pada Ahad (24/5/2020) ini. Hari Raya yang bertepatan dengan suasana sulit, ketika pandemi Covid-19 jadi ancaman serius masyarakat dunia. Tak terkecuali bagi warga Indonesia dan Sumatra Barat. Sesungguhnya, Idul Fitri di zaman sulit dalam bentuk yang berbeda, sudah beberapa kali dicatat sejarah Indonesia. Idul Fitri pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia antara 1945-1949 adalah bagian dari masa-masa sulit itu. Bagi masyarakat Padang, salah satu yang tersulit adalah Idul Fitri 1 Syawal 1365 Hijriah, yang bertepatan dengan 28 Agustus 1946. Kota Padang pada masa itu, berada dalam peralihan dari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pertempuran-malam-takbiran-1946-kisah-idul-fitri-masa-perang-di-padang/">Pertempuran Malam Takbiran 1946, Kisah Idul Fitri Masa Perang di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Masyarakat Indonesia pada umumnya merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah pada Ahad (24/5/2020) ini. Hari Raya yang bertepatan dengan suasana sulit, ketika pandemi Covid-19 jadi ancaman serius masyarakat dunia. Tak terkecuali bagi warga Indonesia dan Sumatra Barat.</p>
<p>Sesungguhnya, Idul Fitri di zaman sulit dalam bentuk yang berbeda, sudah beberapa kali dicatat sejarah Indonesia. Idul Fitri pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia antara 1945-1949 adalah bagian dari masa-masa sulit itu. Bagi masyarakat Padang, salah satu yang tersulit adalah Idul Fitri 1 Syawal 1365 Hijriah, yang bertepatan dengan 28 Agustus 1946.</p>
<p>Kota Padang pada masa itu, berada dalam peralihan dari genggaman Sekutu ke tentara Belanda. Inggris yang mewakili Sekutu sudah hampir berangkat dari Padang. Sementara, tentara Belanda makin banyak dan kian sering melancarkan provokasi pada tentara Republik.</p>
<p>Mestika Zed dan Hasril Chaniago dalam buku &#8220;Ahmad Husein, Perlawanan Seorang Pejuang&#8221; (2001) menulis, saat itu Kota Padang telah menjadi medan pertempuran antara pasukan Republik melawan tentara Belanda yang berusaha terus memperluas wilayah kedudukan de-facto-nya.</p>
<p>&#8220;Kegiatan penyerangan dan provokasi Belanda juga makin menjadi-jadi. Menghadapi pasukan-pasukan Republik dari Front Timur dan Front Utara, Belanda terus memperkuat militer dan peralatan mereka,&#8221; tulis Mestika.</p>
<p>Sejak akhir 1946 hingga pertengahan 1947 (menjelang Agresi I Militer Belanda), menurutnya, pertempuran banyak terjadi di sekitar Padang Area, terutama di Front Timur.</p>
<p>&#8220;Serangan-serangan tentara Belanda nampaknya memang sengaja diarahkan kepada kedudukan &#8216;Pasukan Harimau Kuranji&#8217; yang tersebar di sekitar Lubuk Begalung, Indarung, Air Sirah hingga Ladang Padi.&#8221;</p>
<p>Komandan Resimen III Harimau Kuranji Letkol Ahmad Husein membalas serangan itu dengan pasukannya. Pertempuran paling legendaris, menurut Mestika, terjadi persis pada malam takbiran menjelang Idul Fitri.</p>
<p>Idul Fitri pada tahun itu jatuh pada 28 Agustus 1946. Pertempuran terjadi sejak 27 Agustus malam, hingga 28 Agustus dini hari selama 5 jam.</p>
<p>Serangan umum itu menyasar kedudukan pasukan Sekutu/NICA di Kota Padang, khususnya di Simpang Haru dan Parak Gadang. Selain itu, juga Pangkalan Udara Tabing dan Teluk Bayur. &#8220;Pasukan Resimen Harimau Kuranji bergerak menuju sasaran mulai pukul 22.00 menjelang tengah malam,&#8221; tulis Mestika dan Hasril.</p>
<p>Djawatan Penerangan dalam Buku &#8220;Sumatera Tengah&#8221; (1954) menyebut, pertempuran itu menimbulkan kebakaran besar di tiga tempat. Yakni, di Tabing, Kantin (kini Jalan Sisingamangaraja) dan Simpangharu. Pertempuran juga terjadi di Teluk Bayur hingga pukul 4.00 pagi.</p>
<p>Usai merepotkan Belanda dan Sekutu, pasukan Harimau Kuranji kembali ke markas gabungan di Indarung. &#8220;Sepanjang jalan dari Lubuk Begalung, rakyat berdiri menyambut gembira tentara Republik dan mengelu-elukan Ahmad Husein, sang Harimau Kuranji,&#8221; tulis Mestika.</p>
<p>Pasukan ini sampai di Indarung pada pagi hari. Kemudian, langsung menuju Lapangan Indarung untuk melaksanakan salat Idul Fitri bersama rakyat. Bertindak sebagai imam dan khatib dalam salat Ied tersebut adalah Panglima Divisi IX Banteng Kolonel Dahlan Djambek, yang merupakan putra salah satu ulama besar Minang, Syekh Djamil Djambek.</p>
<p>Serangan selesai, ancaman berikutnya datang. Tentara Belanda bersiap membalas serangan tersebut. Saat masyarakat Padang dan sekitarnya sedang merayakan Idul Fitri, kecemasan meliputi. Karena Belanda memobilisasi pasukan sebanyak 100 truk. Namun, tak jelas alasannya, serangan balasan itu batal dilangsungkan pada hari tersebut.</p>
<p>Namun, setelah Lebaran itu hingga 1949, korban jiwa dan harta benda berjatuhan. Tak terhitung korban pejuang dan rakyat yang meninggal, begitu pula kampung-kampung yang dibakar tentara Belanda.</p>
<p>Setahun sebelum 1946, Idul Fitri 1364 Hijriah jatuh pada 8 september 1945. Pada saat ini, suasana Padang dan Sumatra Barat masih peralihan dari tangan Jepang ke tangan Sekutu. Belum ada Belanda di Padang. Para tokoh masyarakat dan pemuda sibuk berkonsolidasi mendukung proklamasi kemerdekaan yang diumumkan Sukarno-Hatta pada 9 Ramadan 1364 Hijriah. Warga bisa merayakan Idul Fitri pascamerdeka.</p>
<p>Kondisi berbeda terjadi pada 1946 dan setahun setelahnya. Idul Fitri 1366 Hijriah bertepatan dengan 18 Agustus 1947. Lebaran kali ini dirayakan dalam suasana prihatin. Karena, sebelum itu Wali Kota Padang Bagindo Aziz Chan gugur ditembak Belanda pada 19 Juli 1947. Tanggal itu bertepatan dengan &#8220;puaso tuo&#8221; alias 1 Ramadan 1366 Hijriah.</p>
<p>Lebaran juga dalam suasana ancaman. Karena, pada 21 Juli 1947 atau bertepatan dengan 3 Ramadan 1366 Hijriah, Belanda melancarkan Agresi Militer I. Bung Hatta hampir terkepung serangan Belanda saat berkunjung ke Sumatra Utara karena agresi ini. Wakil presiden berkejaran dengan waktu dan sampai dengan selamat di Bukittinggi. Kehadiran Bung Hatta ber-Idul Fitri di kampung halaman, sedikit bisa jadi obat dan menyemangati masyarakat Sumbar.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/kisah-bung-hatta-terkepung-agresi-pertama-dan-perjalanan-meloloskan-diri-ke-bukittinggi/">Kisah Bung Hatta Terkepung Agresi Pertama dan Perjalanan Meloloskan Diri ke Bukittinggi</a></strong></p>
<p>Tahun berikutnya, Idul Fitri 1367 Hijriah bertepatan dengan 6 Agustus 1948. Ini adalah masa transisi jelang Agresi Militer II. Pada Idul Fitri tahun itu, masyarakat Sumbar yang berada di wilayah pedalaman, umumnya masih merayakan Idul Fitri dengan lancar karena Belanda masih berada di dalam tapal batas hasil Perjanjian Renville. Namun, bayang-bayang agresi militer berikutnya sudah terasa.</p>
<p>Benar saja, empat bulan kemudian, tentara Belanda melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948. Bukittinggi dibom dan ditembaki dari udara. Kendaraan lapis baja dan serdadu Belanda berbaris menguasai seluruh kota di Sumbar. Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) kemudian berdiri dan bergerilya sejak 22 Desember 1948 ke berbagai pelosok hingga masuk Ramadan 1368 Hijriah pada Juli 1949.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/teror-cocor-merah-di-langit-bukittinggi-hitungan-jam-jelang-pdri/">Teror Cocor Merah di Langit Bukittinggi</a></strong></p>
<p>Setelah Sukarno-Hatta kembali ke Yogyakarta dari pengasingan di Bangka, M. Natsir dan Leimena diutus Bung Hatta menjemput Ketua PDRI Sjafruddin Prawiranegara. Ia berada di basis terakhirnya, Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota. Pertemuan utusan Bung Hatta dengan kabinet PDRI berlangsung di Padang Japang, Limapuluh Kota pada 6 dan 7 Juli 1949. Pertemuan ini bertepatan dengan 10 dan 11 Ramadan 1368 Hijriah.</p>
<p>Ketua PDRI Mr. Sjafruddin Prawiranegara kemudian berangkat ke Yogyakarta bersama Natsir. Ia lalu menyerahkan mandat pemerintahan darurat kepada Sukarno-Hatta pada 13 Juli 1949 atau bertepatan dengan 17 Ramadan 1368 Hijriah.</p>
<p>Tahun 1949 ini, Idul Fitri bertepatan dengan 27 Juli 1949. Sepekan setelah Lebaran ini, gencatan senjata Indonesia-Belanda diumumkan. Gencatan senjata pada 3 Agustus 1949 tersebut, digelar sebelum Konferensi Meja Bundar (KMB) yang kemudian bermuara pada pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.</p>
<p>Meski Belanda masih berada di berbagai kota di Sumbar saat Lebaran tahun 1949 ini, tensi pertempuran sudah jauh turun. Tidak ada lagi kejadian seperti Idul Fitri tahun 1946. Kemenangan sempurna pun sudah di depan mata, setelah melewati ujian perjuangan berat dan kesabaran. Termasuk ketahanan menghadapi masa-masa sulit di Hari Raya. (HM)</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/tangis-komandan-tentara-belanda-saat-harus-tinggalkan-bukittinggi/">Tangis Komandan Tentara Belanda Saat Harus Tinggalkan Bukittinggi</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pertempuran-malam-takbiran-1946-kisah-idul-fitri-masa-perang-di-padang/">Pertempuran Malam Takbiran 1946, Kisah Idul Fitri Masa Perang di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42014</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/97 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-19 09:11:09 by W3 Total Cache
-->