<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Huntara Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/huntara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/huntara/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 00:34:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Huntara Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/huntara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Idul Adha, Warga Huntara Pauh Terima 5 Ekor Sapi Kurban</title>
		<link>https://langgam.id/idul-adha-warga-huntara-pauh-terima-5-ekor-sapi-kurban/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 00:34:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248090</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Warga Hunian Sementara (Huntara) Mandiri di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, menerima bantuan lima ekor sapi kurban dari sejumlah donatur untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Bantuan tersebut disambut antusias oleh warga yang saat ini menempati kawasan huntara pascabencana. Lurah Kapalo Koto, Afriwarman, mengatakan bantuan hewan kurban berasal dari berbagai pihak, yakni Polda Sumatera Barat, Komunitas Tangan Di Atas (TDA), Kerapatan Adat Nagari Indarung, Universitas Andalas, serta Telkomsel. “Alhamdulillah, untuk Iduladha tahun ini warga kami di Huntara mendapat bantuan lima ekor sapi kurban. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi warga kami yang tinggal di Huntara,” kata Afriwarman</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/idul-adha-warga-huntara-pauh-terima-5-ekor-sapi-kurban/">Idul Adha, Warga Huntara Pauh Terima 5 Ekor Sapi Kurban</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> — Warga Hunian Sementara (Huntara) Mandiri di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, menerima bantuan lima ekor sapi kurban dari sejumlah donatur untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Bantuan tersebut disambut antusias oleh warga yang saat ini menempati kawasan huntara pascabencana.</p>



<p>Lurah Kapalo Koto, Afriwarman, mengatakan bantuan hewan kurban berasal dari berbagai pihak, yakni Polda Sumatera Barat, Komunitas Tangan Di Atas (TDA), Kerapatan Adat Nagari Indarung, Universitas Andalas, serta Telkomsel.</p>



<p>“Alhamdulillah, untuk Iduladha tahun ini warga kami di Huntara mendapat bantuan lima ekor sapi kurban. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi warga kami yang tinggal di Huntara,” kata Afriwarman di Padang, Selasa (26/5/2026).</p>



<p>Menurut dia, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian berbagai pihak terhadap warga huntara yang saat ini dihuni sekitar 100 kepala keluarga. Kehadiran bantuan kurban dinilai tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat saat Iduladha, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan bagi warga.</p>



<p>Penyerahan salah satu sapi kurban dari Telkomsel turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir. Kehadiran pemerintah daerah bersama para donatur disebut menjadi dukungan moral bagi masyarakat yang masih tinggal di hunian sementara.</p>



<p>Afriwarman berharap perhatian dan bantuan dari berbagai pihak terhadap warga Huntara Mandiri terus berlanjut, terutama dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.</p>



<p>Ia menambahkan, momentum Iduladha menjadi pengingat pentingnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang menghadapi keterbatasan. (<strong>HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/idul-adha-warga-huntara-pauh-terima-5-ekor-sapi-kurban/">Idul Adha, Warga Huntara Pauh Terima 5 Ekor Sapi Kurban</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248090</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih</title>
		<link>https://langgam.id/penghuni-huntara-di-kota-padang-krisis-air-bersih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ghaffar Ramdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 09:30:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247959</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID&#8212; Penguhuni hunian sementara korban terdampak banjir bandang Kota Padang kekurangan air bersih untuk kebutuhan harian. Tak jarang penghuni huntara terpaksa harus membeli air bersih. “Selama tinggal di sini yang menjadi permasalahan kami bersama adalah ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kalaulah air tidak bisa kami dapatkan bagaimana caranya ibu rumah tangga mengerjakan pekerjaan rumah,” kata salah satu penghuni huntara Kapalo Kota, Kota Padang Nelrayeni beberapa waktu lalu kepada langgam.id. Baca: Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar Di huntara tersebut terdapat empat toren penampung air. Namun, sering tidak berisi lantaran mesin pompa air rusak. Di samping itu, kata Nelrayeni,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penghuni-huntara-di-kota-padang-krisis-air-bersih/">Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://LANGGAM.ID" type="link" id="LANGGAM.ID">LANGGAM.ID</a></strong>&#8212; Penguhuni hunian sementara korban terdampak banjir bandang Kota Padang kekurangan air bersih untuk kebutuhan harian. Tak jarang penghuni huntara terpaksa harus membeli air bersih.</p>



<p>“Selama tinggal di sini yang menjadi permasalahan kami bersama adalah ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kalaulah air tidak bisa kami dapatkan bagaimana caranya ibu rumah tangga mengerjakan pekerjaan rumah,” kata salah satu penghuni huntara Kapalo Kota, Kota Padang Nelrayeni beberapa waktu lalu kepada langgam.id.</p>



<p>Baca: <a href="https://langgam.id/centang-parenang-setengah-tahun-penanggulangan-bencana-sumbar/#google_vignette" type="link" id="https://langgam.id/centang-parenang-setengah-tahun-penanggulangan-bencana-sumbar/#google_vignette">Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar</a></p>



<p>Di huntara tersebut terdapat empat toren penampung air. Namun, sering tidak berisi lantaran mesin pompa air rusak. Di samping itu, kata Nelrayeni, jika toren tersebut kualitas air juga keruh dan tidak layak untuk dipakai.</p>



<p>&#8220;Untuk kebutuhan memasak warga membeli air galon. Air yang berada di toran tidak layak dikonsumsi karena kotor,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Hal senada juga disampaikan oleh penghuni lainnya Yusniati. Sejak pindah ke huntara pada Januari lalu, ibu rumah tangga itu mengakui sudah kesulitan air bersih .</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/huntaraaaa-edited-1200x675.jpg?resize=1200%2C675&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" class="wp-image-247934" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/huntaraaaa-edited.jpg?resize=1200%2C675&amp;ssl=1 1200w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/huntaraaaa-edited.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/huntaraaaa-edited.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/huntaraaaa-edited.jpg?resize=800%2C450&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/huntaraaaa-edited.jpg?resize=640%2C360&amp;ssl=1 640w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2026/05/huntaraaaa-edited.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></figure>



<p>“Seperti inilah kondisi kami, jangankan untuk mencuci pakaian hanya untuk mandi saja air susah kami dapatkan. Air sering mati karena pompa air tidak berfungsi dan kondisi air juga tidak jernih, berpasir dan warnanya kuning,” katanya.</p>



<p>Penghuni huntara berharap pemerintah menyediakan air bersih, setidaknya untuk keperluan harian, mulai dari untuk memasak, mandi serta mencuci.</p>



<p>Menanggapi hal ini, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton mengaku belum menerima laporan terkait susahnya akses air bagi warga yang tinggal di huntara.</p>



<p>&#8220;Untuk masalah air ini nanti akan dilihat kembali ke huntara untuk memastikan penyebab susahnya akses air warga. Karena selama ini kami masih terus melakukan pengawasan ke huntara,&#8221; katanya.</p>



<p>Namun, mendengar hal ini BPBD akan berkoordinasi dengan pemadam kebakaran untuk memastikan keberadaan air bersih selalu ada di huntara.</p>



<p>&#8220;Selama ini untuk pasokan air memang koordinasinya dengan pemadam kebakaran mengirim air. Namun untuk saat ini akan dilakukan kembali pemantauan ke huntara,&#8221; ujar Zulviton.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penghuni-huntara-di-kota-padang-krisis-air-bersih/">Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247959</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/centang-parenang-setengah-tahun-penanggulangan-bencana-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ghaffar Ramdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 03:33:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Editor Choice]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Huntap]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247928</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID&#8212; Nasib mujur bagi Yusniati (60) hari itu, air bersih di hunian sementara Kapalo Koto Padang tidak mati, sehingga ia bisa mencuci pakaian kotor yang sudah menumpuk. Jelang setengah tahun tinggal di huntara usai bencana banjir, Yusniati dan penghuni lainnya masih sering kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pun bantuan yang datang mulai seret sejak lebaran kemarin. Tampak empat toren air berukuran cukup jumbo untuk menampung air bersih di huntara. Namun kata Yusnianti, toren itu sering kosong akibat mesin pompa air yang sering rusak. &#8220;Seperti inilah kondisi kami, jangankan untuk mencuci pakaian hanya untuk mandi saja air susah kami dapatkan,&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/centang-parenang-setengah-tahun-penanggulangan-bencana-sumbar/">Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://LANGGAM.ID" type="link" id="LANGGAM.ID">LANGGAM.ID</a></strong>&#8212; Nasib mujur bagi Yusniati (60) hari itu, air bersih di hunian sementara Kapalo Koto Padang tidak mati, sehingga ia bisa mencuci pakaian kotor yang sudah menumpuk. Jelang setengah tahun tinggal di huntara usai bencana banjir, Yusniati dan penghuni lainnya masih sering kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pun bantuan yang datang mulai seret sejak lebaran kemarin.</p>



<p>Tampak empat toren air berukuran cukup jumbo untuk menampung air bersih di huntara. Namun kata Yusnianti, toren itu sering kosong akibat mesin pompa air yang sering rusak.</p>



<p>&#8220;Seperti inilah kondisi kami, jangankan untuk mencuci pakaian hanya untuk mandi saja air susah kami dapatkan,&#8221; ujarnya kepada <a href="http://langgam.id">Langgam.id</a> saat mencuci di toilet umum huntara.&nbsp;</p>



<p>Yusnianti bersama dua anaknya telah tinggal di huntara sejak Januari lalu. Rumahnya di Batu Busuk Kota Padang hanyut diterjang banjir bandang pada akhir November 2025. Kini orang tua tunggal itu tengah menunggu kepastian kapan akan mendapatkan hunian tetap.</p>



<p>Ia berharap bisa segera menetap di hunian yang telah dijanjikan pemerintah. Sebab, selama di huntara Yusnianti bersama anaknya cukup kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat ini kebutuhan keluarga Yusnianti bergantung sepenuhnya kepada anak yang kerja serabutan.&nbsp;</p>



<p>Bantuan pun, sambung Yusnianti juga sudah jarang. Para penyitas bencana harus pintar-pintar untuk memutar otak agar kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi.</p>



<p>&#8220;Sejak selesai lebaran bantuan sudah jarang diberikan. Kalau ada bantuan yang datang saya bersyukur. Kalau tidak ada, saya hidup dari sisa-sisa bantuan yang ada,&#8221; katanya.</p>



<p>Hal sama juga diutarakan oleh penghuni huntara lainnya, Arizal (36). Bapak dua anak ini juga berharap bisa pindah ke hunian tetap, agar bisa merintis kembali peluang usaha atau pekerjaan yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan harian.</p>



<p>Arizal mengaku kesulitan untuk mencari pekerjaan tetap setelah menjadi korban terdampak banjir. Kini ia kerja serabutan sebagai kuli bangunan. &#8220;Penghasilan yang tidak menentu membuat kehidupan semakin sulit,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Arizal mengaku yang paling berat baginya bukan hanya kehilangan rumah, melainkan rasa tidak pasti tentang masa depan keluarganya. “Saya hanya ingin punya rumah lagi, sederhana saja. Yang penting anak-anak bisa tidur tenang,&#8221;ujarnya.</p>



<p><strong>Bergantung pada Rakit Darurat&nbsp;</strong></p>



<p>Selain pengerjaan hunian tetap yang masih berjalan, perbaikan sejumlah infrastruktur juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Salah satunya, jembatan di Nagari Anduring, Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, yang putus saat bencana November 2025.</p>


<p>The post <a href="https://langgam.id/centang-parenang-setengah-tahun-penanggulangan-bencana-sumbar/">Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247928</post-id>	</item>
		<item>
		<title>62 Unit Huntara di Tanah Datar Selesai Dibangun, 4 Tahap Pengerjaan</title>
		<link>https://langgam.id/62-unit-huntara-di-tanah-datar-selesai-dibangun-4-tahap-pengerjaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 12:27:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=242947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengatakan bahwa di daerah tersebut sudah selesai dibangun 62 unit hunian sementara (huntara). Sementara 4 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan progres sekitar 80 persen. Hal itu disampaikan Eka Putra saat mengikuti peresmian 1.300 huntara Danantara oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian secara daring dari Kantor Camat Batipuh Selatan, Kamis (5/2/2026). “Total Huntara di Tanah Datar sebanyak 66 unit. Saya mewakili seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Presiden melalui BNPB atas bantuan yang diberikan. Saya juga mengimbau masyarakat untuk merawat hunian yang telah disediakan ini dengan baik,” ucap Eka</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/62-unit-huntara-di-tanah-datar-selesai-dibangun-4-tahap-pengerjaan/">62 Unit Huntara di Tanah Datar Selesai Dibangun, 4 Tahap Pengerjaan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengatakan bahwa di daerah tersebut sudah selesai dibangun 62 unit hunian sementara (huntara). Sementara 4 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan progres sekitar 80 persen.</p>



<p>Hal itu disampaikan Eka Putra saat mengikuti peresmian 1.300 huntara Danantara oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian secara daring dari Kantor Camat Batipuh Selatan, Kamis (5/2/2026).</p>



<p>“Total Huntara di Tanah Datar sebanyak 66 unit. Saya mewakili seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Presiden melalui BNPB atas bantuan yang diberikan. Saya juga mengimbau masyarakat untuk merawat hunian yang telah disediakan ini dengan baik,” ucap Eka Putra.</p>



<p>Ia menjelaskan bahwa huntara tersebut telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Seperti kompor, tempat tidur, rice cooker, listrik, serta air bersih.</p>



<p>Terkait bantuan stimulan ekonomi, bantuan perabotan, dan bantuan lauk pauk bagi warga yang tidak menghuni huntara, Eka Putra menyebutkan bahwa Pemkab Tanah Datar telah mengusulkan bantuan tersebut sejak dua minggu lalu.</p>



<p>“Kami sudah mengusulkan, namun terdapat petunjuk teknis yang harus diikuti. Saat ini masih dalam proses dan menunggu pencairan, termasuk bantuan dari Kementerian Sosial. Yang terpenting, semua usulan sudah kami sampaikan dan kita tinggal menunggu sesuai juknis,” sebutnya.</p>



<p>Diketahui, Mendagri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang juga Wakil Ketua Satgas, meresmikan 1.300 unit huntara Danantara .</p>



<p>Selain itu, juga dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.</p>



<p>Penyerahan bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tanah Datar, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Kabupaten Aceh Timur.</p>



<p>Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (5/2/2026) di Lapangan Bola Simarpinggang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan itu.</p>



<p>Mendagr mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda 52 kabupaten/kota di Sumbar, Sumut dan Aceh telah menyebabkan sebanyak 88.930 rumah warga mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat. </p>



<p>Selain itu, bencana juga merusak fasilitas umum, lahan pertanian, irigasi, jalan, dan jembatan, bahkan menimbulkan korban jiwa.</p>



<p>“Menghadapi kondisi ini, Bapak Presiden telah melakukan motivasi nasional dengan menggerakkan seluruh kekuatan negara. Mulai dari Polri, TNI, BNPB, Basarnas, hingga seluruh kementerian untuk turun langsung ke daerah-daerah terdampak,” ujarnya.</p>



<p>Mendagri menjelaskan, berkat kerja keras seluruh elemen selama dua bulan terakhir, dari 52 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 27 daerah telah kembali normal, 15 daerah mendekati normal, dan 10 daerah masih memerlukan atensi khusus, termasuk Agam dan Padang Pariaman di Sumbar.</p>



<p>Mendagri juga menjelaskan bahwa pemerintah melalui BNPB akan memberikan bantuan stimulan perbaikan rumah, yakni Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat. </p>



<p>Bagi korban yang tidak menempati Huntara, akan diberikan bantuan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.</p>



<p>Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta, bantuan stimulan ekonomi Rp3 juta, serta bantuan lauk pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari.</p>



<p>“Saya minta kepada seluruh kepala daerah untuk membentuk tim kecil guna melakukan verifikasi data di lapangan agar data benar-benar riil. Jika ada daerah yang tidak menyampaikan data, maka akan kami tinggalkan. Konsekuensinya jelas, kami anggap daerah tersebut mampu menangani sendiri,” terangnya. <strong>(*)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/62-unit-huntara-di-tanah-datar-selesai-dibangun-4-tahap-pengerjaan/">62 Unit Huntara di Tanah Datar Selesai Dibangun, 4 Tahap Pengerjaan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">242947</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenhut Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah di Huntara Kayu Pasak Agam</title>
		<link>https://langgam.id/kemenhut-salurkan-bantuan-perlengkapan-ibadah-di-huntara-kayu-pasak-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 00:24:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=242702</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dirjen Gakkum Kehutanan, Kementerian Kehutanan menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah bagi warga terdampak bencana yang menghuni hunian sementara (huntara) Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (30/1/2026). Bantuan yang diserahkan tersebut meliputi paket lengkap untuk setiap keluarga. Terdiri dari baju muslim, sarung serta mukena. &#8220;Pemberian bantuan ini bertujuan untuk memastikan warga dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan nyaman dan khusyuk, meski masih berada di hunian sementara,&#8221; tulis BKSDA Sumbar di laman Instagramnya, Sabtu (31/1/2026). Aksi sosial ini mendapatkan sambutan hangat dari warga setempat yang tengah berupaya memulihkan kondisi pascabencana. Selain sebagai</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemenhut-salurkan-bantuan-perlengkapan-ibadah-di-huntara-kayu-pasak-agam/">Kemenhut Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah di Huntara Kayu Pasak Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> <strong>&#8211;</strong> Dirjen Gakkum Kehutanan, Kementerian Kehutanan menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah bagi warga terdampak bencana yang menghuni hunian sementara (huntara) Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (30/1/2026).</p>



<p>Bantuan yang diserahkan tersebut meliputi paket lengkap untuk setiap keluarga. Terdiri dari baju muslim, sarung serta mukena.</p>



<p>&#8220;Pemberian bantuan ini bertujuan untuk memastikan warga dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan nyaman dan khusyuk, meski masih berada di hunian sementara,&#8221; tulis BKSDA Sumbar di laman Instagramnya, Sabtu (31/1/2026).</p>



<p>Aksi sosial ini mendapatkan sambutan hangat dari warga setempat yang tengah berupaya memulihkan kondisi pascabencana. </p>



<p>Selain sebagai bentuk dukungan spiritual, BKSDA Sumbar menyebutkan bahwa penyaluran perlengkapan ibadah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga. Sehingga mereka dapt fokus beribadah di bulan suci dengaan penuh suka cita. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemenhut-salurkan-bantuan-perlengkapan-ibadah-di-huntara-kayu-pasak-agam/">Kemenhut Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah di Huntara Kayu Pasak Agam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">242702</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BNPB Bangun 267 Huntara di Sumbar, Penyintas Banjir Berangsur Tinggalkan Lokasi Pengungsian</title>
		<link>https://langgam.id/bnpb-bangun-267-huntara-di-sumbar-penyintas-banjir-berangsur-tinggalkan-lokasi-pengungsian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 10:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BNPB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=242493</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Hunian Sementara (Huntara) di Sumatera Barat (Sumbar) yang dibangun Badan Nasioanl Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi mulai ditempati warga pada Sabtu (24/1/2026). Huntara ini tersebar di empat kabupaten, yakni Agam, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan dengan jumlah 267 unit. Warga masyarakat terdampak bencana yang sebelumnya tinggal di lokasi pengusian, kini mulai berada di tempat yang lebih layak dengan fasilitas yang lebih memadai di Huntara. Peresmian Huntara tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, bersama Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian serta Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Secara simbolis, peresmian dan penyerahan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bnpb-bangun-267-huntara-di-sumbar-penyintas-banjir-berangsur-tinggalkan-lokasi-pengungsian/">BNPB Bangun 267 Huntara di Sumbar, Penyintas Banjir Berangsur Tinggalkan Lokasi Pengungsian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Hunian Sementara (Huntara) di Sumatera Barat (Sumbar) yang dibangun Badan Nasioanl Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi mulai ditempati warga pada Sabtu (24/1/2026). Huntara ini tersebar di empat kabupaten, yakni Agam, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan dengan jumlah 267 unit.</p>



<p>Warga masyarakat terdampak bencana yang sebelumnya tinggal di lokasi pengusian, kini mulai berada di tempat yang lebih layak dengan fasilitas yang lebih memadai di Huntara.</p>



<p>Peresmian Huntara tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, bersama Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian serta Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.</p>



<p>Secara simbolis, peresmian dan penyerahan kunci dilakukan di Huntara yang berada di Lapangan Kayu Pasak, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kacamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.</p>



<p>Menko PMK Pratikno mengatakan, pembangun Huntara dilakukan di banyak tempat di beberapa daerah yang terdampak bencana. Masyarakat sudah mulai menepati Huntara, dan pindah dari lokasi pengusian.</p>



<p>&#8220;Ini tahapan penting, supaya tidak terlalu lama di pengusian kemudian hidup sebagai keluarga yang lebih normal sambil dalam proses tentu saja pembangunan Huntap (Hunian Tetap),&#8221; kata Menko PMK,Pratikno, yang juga selaku Ketua Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, dalam sambutannya.</p>



<p>Pratikno mengungkap pemerintah telah membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Satgas ini diketahui oleh Menteri Dalam Negeri, bertugas melakukan percepatan, pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi secepatnya.</p>



<p>&#8220;Dengan mandat yang lebih baik. Kita mulai dari infrastruktur tentu saja. Banyak sekali jalan, jembatan rusak diperbaiki. Listrik, BBM dan lainya. Huntara sudah banyak dibangun,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri ,Muhammad Tito Karnavian ,selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas gerak cepat BNPB beserta pemerintah daerah dalam menyelesaikan Huntara.</p>



<p>&#8220;Huntara ini salah satu solusi untuk mengurangi pengungsi yang rumahnya terdampak rusak ringan, sedang dan berat,&#8221; kata Tito.</p>



<p>Ia menyebutkan, pemerintah juga telah menyiapkan skema bantuan bagi warga yang rumahnya rusak. Mulai dari yang terdampak rusak ringan dan sedang diberikan biaya Rp 15 juta &#8211; Rp 30 juta.</p>



<p>&#8220;Sedangkan rusak berat, mereka disiapkan Huntap. Tapi sebelum Huntap, mereka diberikan dua opsi. Satu, disiapkan Huntara atau mereka ingin tidak di Huntara tinggal di rumah saudara, ngontrak, lalu diberikan DTH (dana tunggu hunian),&#8221; ucapnya.</p>



<p>Tito mengatakan tahapan DTH sudah dilakukan dan terus akan terus dikoordinasikan dengan BPS untuk validasi data di tiga provinsi terdampak. Jika data sudah tervalidasi, DTH segera dibayar ke rekening penerima. Untuk di Sumbar, sebanyak 1.867 DTH sudah disalurkan ke masyarakat.</p>



<p>DTH diberikan kepada pengungsi yang tidak masuk Huntara. Jumlahnya sebesar Rp600.000 per kepala keluarga setiap bulannya. Dana tersebut akan diberikan selama enam bulan atau hingga pembangunan hunian tetap (Huntap) selesai dikerjakan.</p>



<p>Sementara itu Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memastikan masyarakat yang telah menepati Huntara akan tetap terpenuhi hak logistiknya.</p>



<p>Untuk di Kabupaten Agam, dari target 385 unit Huntara, 117 unit diantaranya sudah selesai dibangun. Kabupaten Padang Pariaman total 74 unit sudah selesai pembangunnya semua.</p>



<p>Kemudian Kabupaten Lima Puluh Kota dari total 60 unit, baru 34 unit Huntara selesai. Berikutnya, Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 62 unit, 42 unit selesai pembangunan. Secara keseluruhan, kebutuhan Huntara di Sumbar berjumlah 417 unit.</p>



<p>&#8220;Masyarakat yang masuk ke Huntara tidak akan kehilangan haknya untuk mengakses logistik,&#8221;ujar Suharyanto.</p>



<p>Menurut Suharyanto, akan ada beberapa skema pendistribusian logistik untuk masyarakat yang dilakukan di Hantura. Di antaranya jika di lokasi Huntara tidak memungkinkan bagi masyarakat masak sendiri, maka akan disiapkan dapur umum.<br>&#8220;Kalau memungkinkan diberikan makanan padat, mereka bisa masak masing-masing. Penghuni Huntara yang butuh alat masak, silakan ajukan ke personel kami yang ada di situ,&#8221; sambung Suharyanto.</p>



<p>Salah seorang penghuni Huntara Lapangan Kayu Pasak, Welmi Asmar, (41 tahun), mengakui fasilitas hunian sementara yang didirikan BNPB cukup memadai bagi keluarganya. Ia memilih tinggal di Huntara dibandingkan di lokasi pengusian.</p>



<p>&#8220;Kalau untuk sementara waktu, Huntara ini sudah lumayan, dari pada di lokasi pengusian kami terpaksa beramai-ramai,&#8221; ujar Welmi.</p>



<p>Ayah dua orang anak ini mengaku, ia biasanya mengungsi di bangunan sekolah dasar yang diisi satu ruang kelas mencapai 20 kepala keluarga. Dengan adanya Huntara ini, kini tidak perlu lagi sempit-sempitan.</p>



<p>&#8220;Sekarang alhamdulillah sudah ada Huntara. Saya berharap, ke depan kami warga terdampak bisa hidup normal kembali,&#8221; ia berharap.</p>



<p><em>Sumbar Tahap Pemulihan</em></p>



<p>Suharyanto menambahkan, di wilayah Sumbar terdapat 13 kabupaten dan kota yang terdampak bencana. Saat ini Sumbar sudah masuk tahap pemulihan dari transisi darurat.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya transisi darurat ini bukan berarti pemerintah pusat lepas tangan. Atau mengalihan tanggung jawab ke pemerintah daerah. Tidak seperti itu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Menurut Suharyanto, transisi darurat ini menunjukkan kerja pemerintah pusat sampai tingkat provinsi dan kabupaten dan kota telah membuahkan hasil. &#8220;Kebutuhan logistik, kebutuhan apapun yang diperlukan daerah dalam masa transisi darurat, sama dengan kondisi tanggap darurat. Tapi kondisi lapangan dalam transisi darurat, lebih baik dari kondisi saat tanggap darurat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk akses jalan nasional yang terputus, Sumbar juga cepat dalam penanganan. Suharyanto bilang, hanya ada satu jalan nasional di kawasan Lembah Anai yang masih tahap perbaikan.</p>



<p>&#8220;Puluhan akses jalan nasional yang semula terputus sekarang semuanya sudah tersambung. Hanya tinggal satu yang masih harus diperbaiki, karena hanya bisa dilalui kendaraan kecil,&#8221; ia memaparkan.</p>



<p>Begitupun jalan provinsi yang awalnya terputus karena bencana, saat ini semua sudah tersambung dan dapat dilalui kendaraan. BNPB, menurut Suharyanto, akan terus memonitor perkembangan perbaikan jalan hingga ke tingkat kabupaten, kota sampai ke pedesaan.</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bnpb-bangun-267-huntara-di-sumbar-penyintas-banjir-berangsur-tinggalkan-lokasi-pengungsian/">BNPB Bangun 267 Huntara di Sumbar, Penyintas Banjir Berangsur Tinggalkan Lokasi Pengungsian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">242493</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BNPB Percepat Pembangunan 34 Huntara di Padang Pariaman</title>
		<link>https://langgam.id/bnpb-percepat-pembangunan-34-huntara-di-padang-pariaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 08:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Pariaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=241982</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; BNPB mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) yang berlokasi di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman. Lokasi ini menjadi salah satu prioritas percepatan pemulihan pascabencana guna memastikan warga yang terdampak segera menempati hunian yang aman dan layak. Dilansir dari laman Instagram BNPB pada Kamis (15/1/2026), di lokasi tersebut ditargetkan pembangunan 34 unit huntara. Terdiri atas huntara tipe couple sebanyak 18 unit (9 barak), huntara tipe barak sebanyak 15 unit serta 1 unit huntara tipe single. &#8220;Seluruh huntara dirancang untuk mendukung kebutuhan dasar pengungsi selama masa transisi pemulihan,&#8221; tulis BNPB. BNPB menyebutkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 24</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bnpb-percepat-pembangunan-34-huntara-di-padang-pariaman/">BNPB Percepat Pembangunan 34 Huntara di Padang Pariaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>BNPB mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) yang berlokasi di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman. </p>



<p>Lokasi ini menjadi salah satu prioritas percepatan pemulihan pascabencana guna memastikan warga yang terdampak segera menempati hunian yang aman dan layak.</p>



<p>Dilansir dari laman Instagram BNPB pada Kamis (15/1/2026), di lokasi tersebut ditargetkan pembangunan 34 unit huntara.</p>



<p>Terdiri atas huntara tipe couple sebanyak 18 unit (9 barak), huntara tipe barak sebanyak 15 unit serta 1 unit huntara tipe single.</p>



<p>&#8220;Seluruh huntara dirancang untuk mendukung kebutuhan dasar pengungsi selama masa transisi pemulihan,&#8221; tulis BNPB.</p>



<p>BNPB menyebutkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 24 unit huntara masih dalam tahap pengerjaan rangka dan penyelesaian struktur.</p>



<p>Sementara 10 unit huntara telah mencapai tahap akhir dan hanya menyisakan pemasangan instalansi listrk. .</p>



<p>BNPB menyebutkan bahwa pembangunan huntara ini melibatkan sinergi lintas sektor. Yaitu, BNPB, BPBD Padang Pariaman, Dinas Pekerjaan Umum Padang Pariaman serta Brimob Polda Sumbar. </p>



<p>&#8220;Keterlibatan unsur pusat, daerah dan aparat keamanan ini diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan di lapangan,&#8221; tulis BNPB lagi.<strong> (*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bnpb-percepat-pembangunan-34-huntara-di-padang-pariaman/">BNPB Percepat Pembangunan 34 Huntara di Padang Pariaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">241982</post-id>	</item>
		<item>
		<title>984 Huntara untuk Sumbar, Prabowo Perintahkan Rampung Sebelum Ramadan</title>
		<link>https://langgam.id/984-huntara-untuk-sumbar-prabowo-perintahkan-rampung-sebelum-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 08:02:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=241893</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID– Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara. Pemerintah menargetkan huntara tersebut bisa ditempati oleh masyarakat terdampak banjir di Sumbar sebelum bulan Ramadan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian saat rapat koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabecana di Sumbar, Selasa (13/1/2026). “Presiden Prabowo sudah memerintahkan agar pembangunan huntara ini dipercepat. Target kita sebelum Bulan Ramadan sudah selesai,” ujar Tito. Ia menjelaskan percepatan pengerjaan huntara ini penting, agar masyarakat terdampak tidak lagi harus tinggal di tenda atau tempat pengungsian.&#160; Di Sumbar, sambung Tito berdasarkan data terakhir total warga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/984-huntara-untuk-sumbar-prabowo-perintahkan-rampung-sebelum-ramadan/">984 Huntara untuk Sumbar, Prabowo Perintahkan Rampung Sebelum Ramadan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="http://langgam.id">LANGGAM.ID</a>– Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara. Pemerintah menargetkan huntara tersebut bisa ditempati oleh masyarakat terdampak banjir di Sumbar sebelum bulan Ramadan.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian saat rapat koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabecana di Sumbar, Selasa (13/1/2026).</p>



<p>“Presiden Prabowo sudah memerintahkan agar pembangunan huntara ini dipercepat. Target kita sebelum Bulan Ramadan sudah selesai,” ujar Tito.</p>



<p>Ia menjelaskan percepatan pengerjaan huntara ini penting, agar masyarakat terdampak tidak lagi harus tinggal di tenda atau tempat pengungsian.&nbsp;</p>



<p>Di Sumbar, sambung Tito berdasarkan data terakhir total warga yang mengungsi mencapai 10 ribu jiwa meski saat ini jumlah tersebut terus berkurang. Namun, dengan selesainya pembangunan huntara nantinya, warga yang mengungsi sudah bisa tinggal di hunian sementara tersebut.</p>



<p>Ia menyebutkan, pemerintah akan membangun 984 huntara di Sumbar yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Terbanyak di Kabupaten Agam akan dibangun 509 huntara, kemudian di Tanah Datar 129 huntara serta di Padang Pariaman 539 huntara, kemudian di Kota Padang 552 huntara. (fx)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/984-huntara-untuk-sumbar-prabowo-perintahkan-rampung-sebelum-ramadan/">984 Huntara untuk Sumbar, Prabowo Perintahkan Rampung Sebelum Ramadan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">241893</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Bangun 750 Huntara untuk Korban Banjir Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/pemerintah-bangun-750-huntara-untuk-korban-banjir-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 01:52:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=241590</guid>

					<description><![CDATA[<p>LANGGAM.ID– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan 750 hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sumatra Barat. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya penanganan pascabencana untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara yang aman dan layak bagi warga terdampak,” ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (7/1/2026). Berdasarkan pemutakhiran data dan usulan pemerintah daerah, rencana pembangunan huntara mencakup enam kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, dan Kabupaten Agam yang akan direalisasikan secara bertahap sesuai kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi. Suharyanto mengatakan,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemerintah-bangun-750-huntara-untuk-korban-banjir-sumbar/">Pemerintah Bangun 750 Huntara untuk Korban Banjir Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="http://langgam.id">LANGGAM.ID</a>– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan 750 hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sumatra Barat.</p>



<p>“Langkah ini merupakan bagian dari upaya penanganan pascabencana untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara yang aman dan layak bagi warga terdampak,” ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (7/1/2026).</p>



<p>Berdasarkan pemutakhiran data dan usulan pemerintah daerah, rencana pembangunan huntara mencakup enam kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, dan Kabupaten Agam yang akan direalisasikan secara bertahap sesuai kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi.</p>



<p>Suharyanto mengatakan, BNPB terus melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat kelengkapan administrasi dan kesiapan teknis di masing-masing wilayah.</p>



<p>BNPB sambung Suharyanto akan melanjutkan koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah guna memastikan pembangunan huntara dilaksanakan sesuai ketentuan dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana.</p>



<p>Selain huntara, pemerintah berencana menyalurkan&nbsp; dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, dengan total penyaluran dana Rp 29,27 miliar. Hitungannya, per setiap kepala keluarga (KK) akan mendapatkan dana sebesar Rp 600.000 per bulan untuk jangka waktu tiga bulan.</p>



<p>Penyaluran bantuan tersebut diberikan lantaran sebanyak 16.264 KK di 41 kabupaten/kota terdampak banjir memilih skema DTH dibandingkan menempati huntara.</p>



<p>“Pemerintah daerah terus mendata nantinya akan ada penerima tahap kedua yang kita kompilasi lagi, sehingga kita tidak menunggu semuanya terdata dulu, yang sudah terdata kita salurkan. Mungkin demikian update dari kami,” katanya. (fx)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemerintah-bangun-750-huntara-untuk-korban-banjir-sumbar/">Pemerintah Bangun 750 Huntara untuk Korban Banjir Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">241590</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Personel Brimob Polda Sumbar Dikerahkan Bangun Huntara di Pauh dan Kuranji</title>
		<link>https://langgam.id/puluhan-personel-brimob-polda-sumbar-dikerahkan-bangun-huntara-di-pauh-dan-kuranji/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 06:18:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Huntara]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=241097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Puluhan personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatra Barat dikerahkan untuk mempercepat proses pembangunan sekitar 100 unit hunian sementara (huntara) huntara di wilayah Pauh dan Kuranji. Diketahui, Pauh dan Kuranji merupakan di antaranya area terparah terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025. Salah satu lokasi pembangunan huntara yang dilakukan oleh personel Brimob Sumbar yaitu di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Jumat (26/12/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wadanyon A Pelopor AKP Dasrinal dengan fokus pada pemasangan atap, lantai, dan kerangka bangunan. Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/puluhan-personel-brimob-polda-sumbar-dikerahkan-bangun-huntara-di-pauh-dan-kuranji/">Puluhan Personel Brimob Polda Sumbar Dikerahkan Bangun Huntara di Pauh dan Kuranji</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Puluhan personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatra Barat dikerahkan untuk mempercepat proses pembangunan sekitar 100 unit hunian sementara (huntara) huntara di wilayah Pauh dan Kuranji.</p>



<p>Diketahui, Pauh dan Kuranji merupakan di antaranya area terparah terdampak bencana hidrometeorologi  akhir November 2025.</p>



<p>Salah satu lokasi pembangunan huntara yang dilakukan oleh personel Brimob Sumbar yaitu di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Jumat (26/12/2025).</p>



<p>Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wadanyon A Pelopor AKP Dasrinal dengan fokus pada pemasangan atap, lantai, dan kerangka bangunan.</p>



<p>Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana. </p>



<p>&#8220;Personel Batalyon A Pelopor tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga turun langsung membantu membangun huntara sebagai bentuk bakti nyata Polri kepada rakyat. Ini bagian dari sinergi Polri dan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mempercepat kembalinya kondisi normal bagi korban,&#8221; ujarnya dilansir dari tribratanews.sumbar.polri.go.id, Sabtu (27/12/2025).</p>



<p>Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menambahkan, bahwa pembangunan huntara ini menunjukkan kepedulian Polri terhadap korban bencana di Sumbar. </p>



<p>&#8220;Kami terus berkoordinasi dengan BNPB dan instansi terkait agar hunian sementara ini segera dapat ditempati, sambil menunggu pembangunan hunian tetap. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mendukung upaya pemulihan ini,&#8221; sebutnya. <strong>(*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/puluhan-personel-brimob-polda-sumbar-dikerahkan-bangun-huntara-di-pauh-dan-kuranji/">Puluhan Personel Brimob Polda Sumbar Dikerahkan Bangun Huntara di Pauh dan Kuranji</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">241097</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/41 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-02 05:39:06 by W3 Total Cache
-->