<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Hilal Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/hilal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/hilal/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Apr 2022 12:15:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Hilal Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/hilal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Pantauan dari Sumbar, Hilal 1 Ramadan Belum Terlihat</title>
		<link>https://langgam.id/pantauan-dari-sumbar-hilal-1-ramadan-belum-terlihat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2022 11:56:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Penetapan Awal Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=152586</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hilal yang dilihat saat ini hanya 2 derajat 20 menit, masih kurang dari minimal, yaitu 3 derajat. Langgam.id &#8211; Kantor Wilayah kementerian Agama (Kemenag) Sumatra Barat (Sumbar) telah melakukan pantauan hilal untuk menentukan 1 Ramadan tahun 1443 Hijriah di dekat Pantai Padang di Gedung Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumbar, Jumat (1/4/2022). Pantauan dilakukan bersama dengan tim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang. Pemantauan menggunakan dua teropong dengan melihat ke arah matahari terbenam di Samudera Hindia. Penyusun Bahan Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Sumbar, Ihsanul Fikri menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan dari teropong,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pantauan-dari-sumbar-hilal-1-ramadan-belum-terlihat/">Pantauan dari Sumbar, Hilal 1 Ramadan Belum Terlihat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p dir="ltr">Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hilal yang dilihat saat ini hanya 2 derajat 20 menit, masih kurang dari minimal, yaitu 3 derajat.</p>
</div>
<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kantor Wilayah kementerian Agama (Kemenag) Sumatra Barat (Sumbar) telah melakukan pantauan hilal untuk menentukan 1 Ramadan tahun 1443 Hijriah di dekat Pantai Padang di Gedung Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumbar, Jumat (1/4/2022).</p>
<p dir="ltr">Pantauan dilakukan bersama dengan tim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang. Pemantauan menggunakan dua teropong dengan melihat ke arah matahari terbenam di Samudera Hindia.</p>
<p dir="ltr">Penyusun Bahan Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Sumbar, Ihsanul Fikri menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan dari teropong, tidak nampak hilal meski langit cerah di sebelah barat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kondisi hilal tidak terlihat walau kita lihatsaat  langit cerah di sebelah barat, kondisi cahaya safak mengalahkan cahaya hilal, maka hilal tidak dapat terlihat,&#8221; ujar Ihsanul, Jumat (1/4/2022).</p>
<p dir="ltr">Dari data yang dimiliki, kata Ihsanul, ijtima terjadi pada 13.27 WIB. Kemudian, matahari terbenam pada pukul 18.25 WIB. Sementara, ketinggian hilal sekitar 2 derajat miring ke arah selatan karena berada di selatan matahari.</p>
<p dir="ltr">Sementara, kriteria yang disepakati Kemenag RI, bahwa sepakat ketinggian minimal hilal itu 3 derajat, dan yang dilihat saat ini hanya 2 derajat 20 menit, sehingga masih kurang dari minimal.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi mustahil hilal itu apabila berada di bawah 3 derajat, kalau untuk menetapkan satu Ramadan nanti bakal diumumkan oleh Menteri Agama, kalau untuk kriteria hilal di sini, memang belum memenuhi, bahkan kurang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi menjelaskan, memang di Sumbar sering sulit melihat hilal. Rintangannya, karena awan di atas Samudera Hindia.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Parameter hilal kita tidak mungkin terlihat, karena tinggi hilal masih 2 derajat, secara saintifik, hilal sulit terlihat menurut parameter yang ada,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Dikatakan Suaidi, cuaca Sumbar sangat cerah, namun hilal tidak juga dapat terlihat. Kalau tinggi hilal minimal 6 derajat, maka pasti bisa dilihat oleh teropong.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/penjelasan-kemenag-soal-potensi-penetapan-awal-ramadan-2022-berbeda/">Penjelasan Kemenag Soal Potensi Penetapan Awal Ramadan 2022 Berbeda</a></strong></p>
<p dir="ltr">&#8220;Sumatra Barat ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, penuh awan, untuk saat ini kalau tingginya 6 derajat, pasti terlihat, sulit karena di bawah ufuk,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pantauan-dari-sumbar-hilal-1-ramadan-belum-terlihat/">Pantauan dari Sumbar, Hilal 1 Ramadan Belum Terlihat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152586</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Padang dan Daerah Lain, Ramadan Digenapkan Jadi 30 Hari</title>
		<link>https://langgam.id/hilal-1-syawal-belum-terlihat-di-padang-dan-daerah-lain-ramadan-digenapkan-jadi-30-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 May 2021 12:30:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2021]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=104195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatra Barat (Sumbar) melakukan pemantauan kemunculan bulan atau rukyatul hilal awal bulan Syawal di Gedung Taman Budaya Sumbar, Kota Padang, Selasa (11/5/2021). Pengamatan itu dilakukan untuk melihat apakah sudah ada hilal sebagai tanda mulai masuknya tanggal 1 Syawal 1442 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2021. Pengamatan dilakukan dengan dua teropong, satu dari Kanwil Kemenag Sumbar dan satu dari Stasiun Geofisika Padang Panjang. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang Irwan Slamet menjelaskan pengamatan dilakukan dengan melihat ke arah ufuk matahari terbenam. Menurutnya dari pengamatan, bulan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hilal-1-syawal-belum-terlihat-di-padang-dan-daerah-lain-ramadan-digenapkan-jadi-30-hari/">Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Padang dan Daerah Lain, Ramadan Digenapkan Jadi 30 Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatra Barat (Sumbar) melakukan pemantauan kemunculan bulan atau rukyatul hilal awal bulan Syawal di Gedung Taman Budaya Sumbar, Kota Padang, Selasa (11/5/2021).</p>
<p>Pengamatan itu dilakukan untuk melihat apakah sudah ada hilal sebagai tanda mulai masuknya tanggal 1 Syawal 1442 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2021. Pengamatan dilakukan dengan dua teropong, satu dari Kanwil Kemenag Sumbar dan satu dari Stasiun Geofisika Padang Panjang.</p>
<p>Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang Irwan Slamet menjelaskan pengamatan dilakukan dengan melihat ke arah ufuk matahari terbenam. Menurutnya dari pengamatan, bulan bisa dirukyat atau dilihat setelah berada dalam posisi 3 derajat</p>
<p>&#8220;Jadi kalau kita bisa rukyat itu setelah 3 derajat, sementara posisi sekarang itu ada 4 derajat minus, jadi di bawah horizon, sehingga tidak kelihatan, karena pertama persyaratan untuk kelihatan itu terjadi konjungsi terlebih dahulu,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, konjungsi geosentrik atau ijtima dapat terjadi nanti malam pukul 02:00 WIB dinihari. Konjungsi geosentris yaitu peristiwa di saat bumi dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika diamati dari Bumi.</p>
<p>Dilanjutkannya, karena ijtima adanya nanti malam, jadi hari ini bulan masih dibawah ufuk, sehingga hilal tidak bisa kelihatan. Sementara jika besok dilakukan lagi pengamatan maka hila bisa terlihat.</p>
<p>&#8220;Besok udah tinggi, maka suah kelihatan karna pengamatan dilalului selalu dilakukan setelah magrib, yaitu ketika matahari terbenam,&#8221;katanya.</p>
<p>Dengan begitu, menurutnya besok umat muslim masih melaksanakan puasa, sebab sesuai ketentuan Ramadan yang saat ini berusia 29 hari digenapkan menjadi 30 hari. &#8220;Besok masih puasa, karena hari ini 29 Ramadan dan hilal masih di bawah ufuk artinya Ramadan digenapkan menjadi 30 hari,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, <a href="https://kemenag.go.id/read/pemerintah-tetapkan-1-syawal-1442-h-jatuh-pada-13-mei-2021-egqda">situs resmi</a> Kementerian Agama merilis, pemerintah resmi menetapkan 1 Syawal 1442 H/2021 M jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Selasa (11/5/2021).</p>
<p>Daerah-daerah lain di Indonesia sebagaimana dirilis kemenag, juga belum melihat hilal. “Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1442 H. (Rahmadi/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hilal-1-syawal-belum-terlihat-di-padang-dan-daerah-lain-ramadan-digenapkan-jadi-30-hari/">Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Padang dan Daerah Lain, Ramadan Digenapkan Jadi 30 Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104195</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jemaah Syattariyah Sumbar Mulai Berpuasa Selasa Hari Ini</title>
		<link>https://langgam.id/jemaah-syattariyah-sumbar-mulai-berpuasa-selasa-hari-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2019 00:20:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[tarekat syattariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=6444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Setelah melihat hilal usai matahari tenggelam pada Senin (6/5/2019), Jemaah Tarekat Syattariyah Sumatra Barat memutuskan 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada Selasa (7/5/2019) hari ini. &#8220;Kami telah melihat hilal kemaren sore, dan diputuskan 1 Ramadan hari ini,&#8221; kata Pimpinan Tarekat Syattariyah Ulakan Tuanku Ali Amran, saat dihubungi Selasa (7/5/2019). Ia mengatakan, hilal diamati di 15 titik di seluruh Sumatera Barat. Selain di Ulakan, pengamatan juga dilakukan di Sijunjung, Pesisir Selatan, Dharmasraya dan sejumlah daerah lainnya di Padang Pariaman. Menurut Tuanku Ali Imran, bulan terlihat di seluruh titik pengamatan itu. &#8220;Laporan dari seluruh titik pengamatan, bulan tampak. Sehingga, tadi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-syattariyah-sumbar-mulai-berpuasa-selasa-hari-ini/">Jemaah Syattariyah Sumbar Mulai Berpuasa Selasa Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Setelah melihat hilal usai matahari tenggelam pada Senin (6/5/2019), Jemaah Tarekat Syattariyah Sumatra Barat memutuskan 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada Selasa (7/5/2019) hari ini.</p>
<p>&#8220;Kami telah melihat hilal kemaren sore, dan diputuskan 1 Ramadan hari ini,&#8221; kata Pimpinan Tarekat Syattariyah Ulakan Tuanku Ali Amran, saat dihubungi Selasa (7/5/2019).</p>
<p>Ia mengatakan, hilal diamati di 15 titik di seluruh Sumatera Barat. Selain di Ulakan, pengamatan juga dilakukan di Sijunjung, Pesisir Selatan, Dharmasraya dan sejumlah daerah lainnya di Padang Pariaman.</p>
<p>Menurut Tuanku Ali Imran, bulan terlihat di seluruh titik pengamatan itu. &#8220;Laporan dari seluruh titik pengamatan, bulan tampak. Sehingga, tadi malam langsung dilaksanakan salat tarawih,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia mengatakan, selain melalui rukyatul hilal, Tarikat Syattariyah juga menghitung melalui hisab Taqwim Khamsiah. Berdasar metode hisab ini, 29 Sya&#8217;ban bertepatan dengan Senin 6 Mei 2019. Sehingga, hilal baru dilihat pada hari tersebut.</p>
<p>&#8220;Bila hilal terlihat, maka keesokan harinya langsung puasa. Bila tidak, Sya&#8217;ban dicukupkan 30 hari.&#8221;</p>
<p>Tarikat Syattariyah dikembangkan oleh Syekh Burhanuddin, yang merupakan pengembang Islam pertama dari pesisir barat Sumatra Barat pada abad ke-17. Tarikat ini tetap hidup hingga kini dengan jemaah dari bebeberapa pelosok Sumbar dan provinsi tetangga. (A/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-syattariyah-sumbar-mulai-berpuasa-selasa-hari-ini/">Jemaah Syattariyah Sumbar Mulai Berpuasa Selasa Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6444</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BMKG: Prakiraan Hilal 5 Mei 2019 untuk Penentuan Awal Ramadan</title>
		<link>https://langgam.id/bmkg-prakiraan-hilal-5-mei-2019-untuk-penentuan-awal-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 May 2019 01:52:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=6192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan posisi hilal pada Ahad (5/5/2019) untuk menentukan awal Bulan Ramadhan 1440 Hijriah. Dalam rilis di situs resminya tertanggal 24 April 2019, Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG menyebutkan, keteraturan peredaran bulan mengelilingi bumi serta bumi dengan bulan dalam mengelilingi matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu. Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi bumi. “Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadlan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.”</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bmkg-prakiraan-hilal-5-mei-2019-untuk-penentuan-awal-ramadan/">BMKG: Prakiraan Hilal 5 Mei 2019 untuk Penentuan Awal Ramadan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan posisi hilal pada Ahad (5/5/2019) untuk menentukan awal Bulan Ramadhan 1440 Hijriah.</p>
<p>Dalam rilis di situs resminya tertanggal 24 April 2019, Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG menyebutkan, keteraturan peredaran bulan mengelilingi bumi serta bumi dengan bulan dalam mengelilingi matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu.</p>
<p>Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi bumi. “Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadlan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.”</p>
<p>Untuk memberikan pelayanan data tanda waktu dalam penentuan awal bulan Hijriah, BMKG menyampaikan informasi hilal saat matahari terbenam, pada Jumat (5/4/2019) sebagai penentu awal bulan Sya’ban 1440 H.</p>
<p>Berdasar pengamatan BMKG, konjungsi akan terjadi pada hari Ahad, 5 Mei 2019 M pukul 05.45 WIB atau pukul 06.45 WITA atau 07.45 WIT.</p>
<p>Konjungsi atau ijtima’, menurut BMKG, adalah peristiwa ketika bujur ekliptika bulan sama dengan bujur ekliptika matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat bumi.</p>
<p>Pada tanggal tersebut, matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.29 WIT di Merauke. “Waktu terbenam paling akhir adalah pukul 18.46 WIB di Sabang, Aceh.”</p>
<p>Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam, menurut BMKG, dapat dikatakan konjungsi tanggal 5 Mei 2019 terjadi sebelum matahari terbenam di wilayah Indonesia.</p>
<p>Ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 5 Mei 2019 berkisar 4,52 derajat di Jayapura, Papua sampai dengan 6,75 derajat di Tua Pejat, Pulau Sipora, Sumatra Barat.</p>
<p>Umur bulan di Indonesia pada tanggal 5 Mei 2019 berkisar antara 9,72 jam di Merauke, Papua sampai dengan 13,01 jam di Sabang, Aceh. Selengkapnya bisa dilihat di <a href="https://www.bmkg.go.id/press-release/?p=informasi-prakiraan-hilal-saat-matahari-terbenam-tanggal-5-mei-2019-m-penentu-awal-bulan-ramadlan-1440-h&amp;tag=press-release&amp;lang=ID">situs resmi BMKG</a>.</p>
<p>Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada Senin, 6 Mei 2019 atau persis sehari setelah konjungsi untuk menentukan waktu peralihan ke Bulan Ramadan 1440 H sebagaimana dirilis BMKG. (*/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bmkg-prakiraan-hilal-5-mei-2019-untuk-penentuan-awal-ramadan/">BMKG: Prakiraan Hilal 5 Mei 2019 untuk Penentuan Awal Ramadan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6192</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BMKG: Posisi Hilal 5 April 2019 untuk Penentuan Awal Sya&#8217;ban 1440 Hijriah</title>
		<link>https://langgam.id/bmkg-posisi-hilal-5-april-2019-untuk-penentuan-awal-syaban-1440-hijriah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Apr 2019 04:31:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=5024</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan posisi hilal pada Jumat (5/4/2019) untuk menentukan awal Bulan Sya&#8217;ban. Dalam rilis di situs resminya tertanggal 26 Maret 2019, Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG menyebutkan, keteraturan peredaran bulan mengelilingi bumi serta bumi dengan bulan dalam mengelilingi matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu. Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi bumi. &#8220;Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadlan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.&#8221; Untuk memberikan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bmkg-posisi-hilal-5-april-2019-untuk-penentuan-awal-syaban-1440-hijriah/">BMKG: Posisi Hilal 5 April 2019 untuk Penentuan Awal Sya&#8217;ban 1440 Hijriah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan posisi hilal pada Jumat (5/4/2019) untuk menentukan awal Bulan Sya&#8217;ban.</p>
<p>Dalam rilis di situs resminya tertanggal 26 Maret 2019, Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG menyebutkan, keteraturan peredaran bulan mengelilingi bumi serta bumi dengan bulan dalam mengelilingi matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu.</p>
<p>Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi bumi. &#8220;Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadlan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.&#8221;</p>
<p>Untuk memberikan pelayanan data tanda waktu dalam penentuan awal bulan Hijriah, BMKG menyampaikan informasi hilal saat matahari terbenam, pada Jumat (5/4/2019) sebagai penentu awal bulan Sya’ban 1440 H.</p>
<p>Berdasar pengamatan BMKG, konjungsi akan terjadi pada hari Jumat, 5 April 2019 M pukul 15.50 WIB atau pukul 16.50 WITA atau 17.50 WIT.</p>
<p>Konjungsi atau ijtima’, menurut BMKG, adalah peristiwa ketika bujur ekliptika bulan sama dengan bujur ekliptika matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat bumi.</p>
<p>Pada tanggal tersebut, matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.41 WIT di Merauke. &#8220;Waktu terbenam paling akhir adalah pukul 18.47 WIB di Sabang, Aceh.&#8221;</p>
<p>Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam, menurut BMKG, dapat dikatakan konjungsi tanggal 5 April 2019 terjadi sebelum matahari terbenam di sebagian besar wilayah Indonesia.</p>
<p>Ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 5 April 2019 berkisar 0,67 derajat di Melonguane, Sulawesi Utara sampai dengan 1,89 derajat di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.</p>
<p>Umur bulan di Indonesia pada tanggal 5 April 2019 berkisar antara -0,16 jam di Merauke, Papua sampai dengan 2,95 jam di Sabang, Aceh. Selengkapnya bisa dilihat di <a href="https://cdn.bmkg.go.id/web/informasi_hilal_syaban_1440h.pdf#viewer.action=download">situs resmi BMKG</a>.</p>
<p><a href="https://langgam.id/pp-muhammadiyah-umumkan-penetapan-awal-ramadan-idul-fitri-dan-idul-adha/">Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah</a> telah menetapkan 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada Senin, 6 Mei 2019 atau persis 30 hari setelah konjungsi untuk menentukan waktu peralihan ke Bulan Sya&#8217;ban 1440 H sebagaiman dirilis BMKG.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, dalam hitungan tahun Hijriah, bulan sebelum Ramadan adalah Sya&#8217;ban. Dengan demikian, penentuan awal Sya&#8217;ban menandakan waktu sebulan sebelum Ramadan. (*/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bmkg-posisi-hilal-5-april-2019-untuk-penentuan-awal-syaban-1440-hijriah/">BMKG: Posisi Hilal 5 April 2019 untuk Penentuan Awal Sya&#8217;ban 1440 Hijriah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5024</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/62 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-05-02 05:11:28 by W3 Total Cache
-->