<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Hari Jadi Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/hari-jadi-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/hari-jadi-sumbar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Oct 2022 09:12:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Hari Jadi Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/hari-jadi-sumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Mars Sumatra Barat Resmi Dinyanyikan di Hari Jadi ke-77</title>
		<link>https://langgam.id/mars-sumatra-barat-resmi-dinyanyikan-di-hari-jadi-ke-77/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2022 09:12:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Mars Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=162816</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Mars Sumatra Barat (Sumbar) secara resmi dinyanyikan di momen Hari Jadi Sumbar ke-77. Mars yang disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Senin (13/6/2022) itu dinyanyikan dalam rangkaian Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Sabtu (1/10/2022). Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, Mars Sumatra Barat ditetapkan 13 Juni 2022. Diharapkan, mars tersebut menjadi penyemangat untuk membawa daerah ke arah yang lebih maju. &#8220;Berdasarkan perda yang telah ditetapkan tersebut, maka hari ini dalam momen istimewa ini, Mars Sumatra Barat secara resmi dikumandangkan,&#8221; ujar Supardi melalui keterangan resminya, Sabtu (1/10/2022). Menurut Supardi, Perda Mars Sumatra Barat merupakan produk hukum</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mars-sumatra-barat-resmi-dinyanyikan-di-hari-jadi-ke-77/">Mars Sumatra Barat Resmi Dinyanyikan di Hari Jadi ke-77</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Mars Sumatra Barat (Sumbar) secara resmi dinyanyikan di momen Hari Jadi Sumbar ke-77. Mars yang disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Senin (13/6/2022) itu dinyanyikan dalam rangkaian Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Sabtu (1/10/2022).</p>
<p>Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, Mars Sumatra Barat ditetapkan 13 Juni 2022. Diharapkan, mars tersebut menjadi penyemangat untuk membawa daerah ke arah yang lebih maju.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan perda yang telah ditetapkan tersebut, maka hari ini dalam momen istimewa ini, Mars Sumatra Barat secara resmi dikumandangkan,&#8221; ujar Supardi melalui keterangan resminya, Sabtu (1/10/2022).</p>
<p>Menurut Supardi, Perda Mars Sumatra Barat merupakan produk hukum daerah yang menjadi usul prakarsa DPRD yang dibahas Komisi V.</p>
<p>Dalam rapat paripurna istimewa yang dihadiri Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla itu, juga diserahkan penghargaan kepada pencipta lirik Mars Sumatra Barat, B. Andoeska serta beberapa tokoh lainnya dari berbagai unsur.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyedi Ansharullah menyebutkan, setelah dua tahun dilanda pandemi, Sumatra Barat mengalami keterpurukan ekonomi, sama seperti daerah lain pada umumnya.</p>
<p>Seiring langkah pemerintah pusat, kata Mahyledi, maka pemerintah provinsi juga harus pulih dan bangkit agar perekonomian kembali membaik, sehingga tujuan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/perda-mars-sumbar-ditetapkan-bakal-dinyanyikan-di-hari-jadi-ke-77/">Perda Mars Sumbar Ditetapkan, Bakal Dinyanyikan di Hari Jadi ke-77</a></strong></p>
<p>Tahun ini, lanjut Mahyeldi, merupakan persiapan menuju Visit Beatiful West Sumatra 2023. Pariwisata Sumatra Barat akan dijadikan komoditi baru untuk menggenjot perekonomian daerah.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mars-sumatra-barat-resmi-dinyanyikan-di-hari-jadi-ke-77/">Mars Sumatra Barat Resmi Dinyanyikan di Hari Jadi ke-77</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162816</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jusuf Kalla di Momen Hari Jadi Sumbar ke-77: Orang Minang Selalu Pakai Otak, Bukan Otot</title>
		<link>https://langgam.id/jusuf-kalla-di-momen-hari-jadi-sumbar-ke-77-orang-minang-selalu-pakai-otak-bukan-otot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2022 05:41:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=162799</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla turut hadir dalam sidang paripurna istimewa hari ulang tahun Sumatra Barat (Sumbar) ke-77 yang diperingati setiap 1 Oktober. Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla mengucapkan selamat hari ulang tahun Sumbar ke-77. Artinya, kata dia, Sumbar didirikan atau dibentuk beberapa bulan setelah Indonesia merdeka. &#8220;Mudah-mudahan dengan memperingati, akan selalu kita mempunyai pikiran-pikiran dan juga usaha yang baik untuk lebih maju dari sekarang ini,&#8221; ujar Jusuf, Sabtu (1/10/2022). Dalam pidatonya, Jusuf Kalla berbicara tentang modal kemajuan orang Minangkabau yang berasal dari sumber daya manusia. Ia kemudian mengutip ungkapan Presiden Soekarno. &#8220;Dalam suatu kesempatan,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jusuf-kalla-di-momen-hari-jadi-sumbar-ke-77-orang-minang-selalu-pakai-otak-bukan-otot/">Jusuf Kalla di Momen Hari Jadi Sumbar ke-77: Orang Minang Selalu Pakai Otak, Bukan Otot</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla turut hadir dalam sidang paripurna istimewa hari ulang tahun Sumatra Barat (Sumbar) ke-77 yang diperingati setiap 1 Oktober.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla mengucapkan selamat hari ulang tahun Sumbar ke-77. Artinya, kata dia, Sumbar didirikan atau dibentuk beberapa bulan setelah Indonesia merdeka.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan dengan memperingati, akan selalu kita mempunyai pikiran-pikiran dan juga usaha yang baik untuk lebih maju dari sekarang ini,&#8221; ujar Jusuf, Sabtu (1/10/2022).</p>
<p>Dalam pidatonya, Jusuf Kalla berbicara tentang modal kemajuan orang Minangkabau yang berasal dari sumber daya manusia. Ia kemudian mengutip ungkapan Presiden Soekarno.</p>
<p>&#8220;Dalam suatu kesempatan, Bung Karno berkata seperti ini, berpikirlah seperti orang Minang, bekerjalah seperti orang Jawa dan berbicaralah seperti orang Batak. Jadi, memang sejak awal orang berbicara, berpikir. Karena itulah, maka modal orang Minang inilah sumber daya manusianya. Berbeda dengan orang Riau, Jambi, kemajuannya bersumber pada sumber daya alam,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut Jusuf, banyak negara di dunia, maju karena terbagi dari dua hal. Ada negara yang maju karena sumber daya alamnya, ada juga negeranya maju karena sumber daya manusianya.</p>
<p>&#8220;Seperti Jepang. Tidak ada batu bara, nikel dan minyak, tapi sumber daya manusianya yang hebat. Jadi orang maju ada dua. Maka kalau kita lihat jejak itu, Sumbar maju karena sumber daya manusia. Berpikir,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Jusuf Kalla mengakui, ketika melihat foto-foto pahlawan nasional di gubernuran, cara melihat Sumbar sangat beda dengan daerah lain, karena begitu banyak pahlawan nasional asal Sumbar.</p>
<p>&#8220;Patut kita semua bangga dengan Pak Hatta, Sutan Syahril, M Yamin, Hamka, Natshir dan begitu banyak lagi. Tidak ada tokoh (Minang) orang yang panglima perang, kecuali Imam Bonjol,&#8221; sebutnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/dulu-diresmikan-bung-hatta-masjid-di-bukittinggi-ini-kini-diresmikan-jusuf-kalla/">Dulu Diresmikan Bung Hatta, Masjid di Bukittinggi Ini Kini Diresmikan Jusuf Kalla</a></strong></p>
<p>&#8220;Tapi semuanya (asal Minang) tokoh-tokoh yang pelopori kemajuan bangsa dengan berpikir dan bekerja. Makanya selalu saya katakan, orang Minang selalu memakai otak, bukan otot. Otak dulu, baru otot. Itulah kemajuan orang Minang dimana pun,&#8221; sambung Jusuf.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jusuf-kalla-di-momen-hari-jadi-sumbar-ke-77-orang-minang-selalu-pakai-otak-bukan-otot/">Jusuf Kalla di Momen Hari Jadi Sumbar ke-77: Orang Minang Selalu Pakai Otak, Bukan Otot</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162799</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Jadi Sumbar 1 Oktober Usulan dari Almarhum Mestika Zed</title>
		<link>https://langgam.id/hari-jadi-sumbar-1-oktober-usulan-dari-almarhum-mestika-zed/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2022 04:41:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=162793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Penetapan dan disahkannya Hari Jadi Sumatra Barat (Sumbar) 1 Oktober telah melalui proses yang panjang. Banyak tanggal yang diusulkan untuk ditetapkan Hari Jadi Sumbar tersebut. Masukan-masukan untuk menetapkan tanggal Hari Jadi Sumbar itu juga digelar seminar dengan menghadirkan sejarawan hingga para ahli. Lalu, dibahaslah kapan tangal yang tepat untuk dijadikan sebagai Hari Jadi Sumbar yang diambil dari momentum sejarah yang dinilai paling tepat dengan hari lahirnya Sumbar. Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat, Syukriadi Syukur menyebutkan, ada beberapa Naskah Akademik Ranperda yang meneyebutkan lima momen penting yang dapat dijadikan untuk Hari Jadi Sumbar.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hari-jadi-sumbar-1-oktober-usulan-dari-almarhum-mestika-zed/">Hari Jadi Sumbar 1 Oktober Usulan dari Almarhum Mestika Zed</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Penetapan dan disahkannya Hari Jadi Sumatra Barat (Sumbar) 1 Oktober telah melalui proses yang panjang. Banyak tanggal yang diusulkan untuk ditetapkan Hari Jadi Sumbar tersebut.</p>
<p>Masukan-masukan untuk menetapkan tanggal Hari Jadi Sumbar itu juga digelar seminar dengan menghadirkan sejarawan hingga para ahli.</p>
<p>Lalu, dibahaslah kapan tangal yang tepat untuk dijadikan sebagai Hari Jadi Sumbar yang diambil dari momentum sejarah yang dinilai paling tepat dengan hari lahirnya Sumbar.</p>
<p>Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat, Syukriadi Syukur menyebutkan, ada beberapa Naskah Akademik Ranperda yang meneyebutkan lima momen penting yang dapat dijadikan untuk Hari Jadi Sumbar.</p>
<p><strong>Berikut daftar lima Naskah Akademik Ranperda tersebut:</strong></p>
<ul>
<li>1609. Tahun saat VOC membentuk unit pemerintahan di kawasan pesisir pantai barat Sumatra dengan nama, ‘Hoofdcomptoir van Sumatra’s Westkust’.</li>
<li>29 November 1837. Di tanggal ini, ‘Hoofdcomptoir van Sumatra’s Westkust’ berubah menjadi ‘Gouvernement van Sumatra’s Westkust’.</li>
<li>1942. Saat ini, Tentara Pendudukan Jepang membentuk Keresidenan Sumatra Barat dengan nama ‘Sumatora Nishi Kaigun Shu’.</li>
<li>8 Oktober 1945. Pada momen ini, Kepala Pemerintahan RI daerah Sumatra membentuk Keresidenan Sumbar sebagian bagian dari Provinsi Sumatra.</li>
<li>9 Agustus 1957 bertepatan dengan ditetapkannya UU Darurat No. 19 tahun 1957 yang membentuk Provinsi Sumatra Barat.</li>
</ul>
<p>Kelima naskah tersebut dinilai punya kelebihan dan kelemahan masing-masing untuk dijadikan sebagai hari jadi Provinsi Sumbar. Naskah tersebut kemudian memberi kriteria, yang dapat dijadikan acuan untuk menetapkan hari jadi itu.</p>
<p>Sementara, dalam seminar yang digelar pada Senin (18/1/2019) itu, Sejarawan Universitas Negeri Padang, Alarhum Mestika Zed menyatakan bahwa ada 12 data sejarah yang berhubugan dengan Sumbar sebagai provinsi.</p>
<p>Sebagian momen tersebut, kata Mestika Zed saat itu, terjadi pada Zaman VOC dan Hindia Belanda. Untuk kategori ini, menurut Mestika tidak layak dijadikan sebagai tonggak sejarah kelahiran Provinsi Sumbar.</p>
<p>“Memilih hari lahir provinsi dengan merujuk kepada unit administratif ciptaan Belanda adalah naif. Karena, ia hadir bukan untuk kita, tetapi untuk kepentingan penjajahan,” ujar sejarawan yang meninggal dunia, Minggu (1/9/2019) itu.</p>
<p>Lalu, saat itu Mestika merekomendasikan dua tanggal yang tak ada dalam draf naskah akademik Ranperda.</p>
<p>&#8220;Semua pilihan tentu terkait dengan konteks historisnya. Atas dasar pertimbangan itu agaknya bijaksana jika pilihan kita jatuh pada dua alternatif berikut: 19 Agustus 1945 atau 1 Oktober 1945,” paparnya.</p>
<p>19 Agustus 1945, kata Mestika, merupakan hari saat sidang PPKI menetapkan Sumatra sebagai salah satu dari delapan provinsi di Indonesia.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/mencari-tonggak-sejarah-hari-jadi-sumbar/">Mencari Tonggak Sejarah Hari Jadi Sumbar</a></strong></p>
<p>Lalu, 1 Oktober 1945, ada 10 keresidenan di Provinsi Sumatra, salah satunya Keresidenan Sumatra Barat.</p>
<p>Kini, Hari Jadi Sumbar telah ditetapkan dan disahkan melalui Perda Nomor: 4 tahun 2019. Tanggal Hari Jadi Sumbar dipilih sesuai usulan dari Almarhum Mestika Zed.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hari-jadi-sumbar-1-oktober-usulan-dari-almarhum-mestika-zed/">Hari Jadi Sumbar 1 Oktober Usulan dari Almarhum Mestika Zed</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162793</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usia Sudah 77 Tahun, Hari Jadi Sumbar Baru Diperingati 4 Kali</title>
		<link>https://langgam.id/usia-sudah-77-tahun-hari-jadi-sumbar-baru-diperingati-4-kali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2022 03:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=162782</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Usia Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) kini sudah tercatat 77 tahun. Namun, untuk peringatan hari jadinya, baru digelar empat kali. Hari Jadi Sumbar baru empat kali diperingati, karena memang hari jadi Sumbar pada 1 Oktober itu baru ditetapkan tahun 2019 melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 4 tahun 2019. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Supardi mengatakan, Hari Jadi Sumbar ditetapkan dari titik tolak rapat KNID-SB yang memutuskan membentuk kembali Keresidenan Sumatra Barat. &#8220;Sekaligus pengambilan kekuasaan keresidenan dari tentara penduduk Jepang oleh pemuda-pemudi yang dimotori M Syafei, Dr M Djamil dan Rasuna Said,&#8221; ujar Supardi, Jumat (30/9/2022). Sebelumnya, Supardi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/usia-sudah-77-tahun-hari-jadi-sumbar-baru-diperingati-4-kali/">Usia Sudah 77 Tahun, Hari Jadi Sumbar Baru Diperingati 4 Kali</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Usia Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) kini sudah tercatat 77 tahun. Namun, untuk peringatan hari jadinya, baru digelar empat kali.</p>
<p>Hari Jadi Sumbar baru empat kali diperingati, karena memang hari jadi Sumbar pada 1 Oktober itu baru ditetapkan tahun 2019 melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 4 tahun 2019.</p>
<p>Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Supardi mengatakan, Hari Jadi Sumbar ditetapkan dari titik tolak rapat KNID-SB yang memutuskan membentuk kembali Keresidenan Sumatra Barat.</p>
<p>&#8220;Sekaligus pengambilan kekuasaan keresidenan dari tentara penduduk Jepang oleh pemuda-pemudi yang dimotori M Syafei, Dr M Djamil dan Rasuna Said,&#8221; ujar Supardi, Jumat (30/9/2022).</p>
<p>Sebelumnya, Supardi juga menyebutkan, bahwa Sumbar merupakan provinsi terakhir di Indonesia yang menetapkan hari jadi di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Penetapan itu dilakukan karena banyaknya masukan dan aspirasi kepada DPRD Sumbar. Proses dilakukan dengan melihat sejarah perjalanan Provinsi Sumbar baik kedudukan sebagai administratif maupun sebagai masyarakat yang identik dengan Minangkabau,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat, Syukriadi Syukur menyebutkan, kajian para pakar yang hadir untuk memberikan materi diharapkan dapat mengerucutkan opsi dari beberapa momentum sejarah yang akan dijadikan sebagai hari jadi provinsi.</p>
<p>“Para pakar akan memberikan masukan dan pertimbangan tentang momentum sejarah yang paling tepat untuk dijadikan sebagai hari jadi provinsi,” katanya, sebagaimana dirilis situs resmi DPRD sumbar.</p>
<p>Naskah Akademik Ranperda tersebut menyebutkan lima momen penting yang dapat dijadikan alternatif untuk menetapkan hari jadi Provinsi Sumbar.</p>
<p>Pertama, pada 1609. Tahun saat VOC membentuk unit pemerintahan di kawasan pesisir pantai barat Sumatra dengan nama, ‘Hoofdcomptoir van Sumatra’s Westkust’.</p>
<p>Kedua, pada 29 November 1837. Di tanggal ini, ‘Hoofdcomptoir van Sumatra’s Westkust’ berubah menjadi ‘Gouvernement van Sumatra’s Westkust’.</p>
<p>Ketiga, tahun 1942. Saat ini, Tentara Pendudukan Jepang membentuk Keresidenan Sumatra Barat dengan nama ‘Sumatora Nishi Kaigun Shu’.</p>
<p>Keempat, tanggal 8 Oktober 1945. Pada momen ini, Kepala Pemerintahan RI daerah Sumatra membentuk Keresidenan Sumbar sebagian bagian dari Provinsi Sumatra.</p>
<p>Dan kelima, pada 9 Agustus 1957 bertepatan dengan ditetapkannya UU Darurat No. 19 tahun 1957 yang membentuk Provinsi Sumatra Barat.</p>
<p>Semua momentum tersebut, sesuai naskah akademik, punya kelebihan dan kelemahan masing-masing untuk dijadikan sebagai hari jadi Provinsi Sumbar. Naskah tersebut kemudian memberi kriteria, yang dapat dijadikan acuan untuk menetapkan hari jadi itu.</p>
<p>Kriterianya yakni, nilai-nilai kepribadian yang selaras dengan kepribadian masyarakat Sumbar. Kemudian, nilai-nilai kerakyatan dan patriotisme yang dapat memberikan rasa bangga dan menumbuhkan motivasi dan kecintaan masyarakat pada Sumbar.</p>
<p>Kriteria berikutnya yakni, dapat memberikan pengaruh terhadap persatuan dan kesatuan. Lalu, ada nilai-nilai keteladanan. Selanjutnya, punya nilai-nilai yang mempengaruhi perkembangan pembangunan bangsa dan daerah. Dan terakhir, merupakan salah satu puncak sejarah.</p>
<p>Lalu, Sejarawan Universitas Negeri Padang, Almarhum Mestika Zed yang jadi narasumber saat itu mengungkapkan, data momen sejarah untuk Sumbar. Setidak nya 12 data sejarah yang berhubungan dengan Sumbar sebagai provinsi.</p>
<p>Sebagian dari momen tersebut, terjadi pada Zaman VOC dan Hindia Belanda. Untuk kategori ini, menurut Mestika tidak layak dijadikan sebagai tonggak sejarah kelahiran Provinsi Sumbar.</p>
<p>“Memilih hari lahir provinsi dengan merujuk kepada unit administratif ciptaan Belanda adalah naif. Karena, ia hadir bukan untuk kita, tetapi untuk kepentingan penjajahan,” katanya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/raffi-ahmad-judika-iko-uwais-hingga-slank-bakal-hadir-di-padang-meriahkan-hari-jadi-sumbar-ke-77/">Raffi Ahmad, Judika, Iko Uwais hingga Slank Bakal Hadir di Padang Meriahkan Hari Jadi Sumbar ke-77</a></strong></p>
<p>Mestika merekomendasikan dua tanggal yang tak ada dalam draf naskah akademik Ranperda. “Semua pilihan tentu terkait dengan konteks historisnya. Atas dasar pertimbangan itu agaknya bijaksana jika pilihan kita jatuh pada dua alternatif berikut: 19 Agustus 1945 atau 1 Oktober 1945,” katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/usia-sudah-77-tahun-hari-jadi-sumbar-baru-diperingati-4-kali/">Usia Sudah 77 Tahun, Hari Jadi Sumbar Baru Diperingati 4 Kali</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162782</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Semarak, Ribuan Masyarakat Padati GOR Haji Agus Salim Dengarkan Tausiah Ustaz Das&#8217;ad Latif</title>
		<link>https://langgam.id/semarak-ribuan-masyarakat-padatai-gor-haji-agus-salim-dengarkan-tausiah-ustaz-dasad-latif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2022 12:24:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Ustaz Das'ad Latif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=162756</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kehadiran dai kondang, Ustaz Das&#8217;ad Latif meriahkan pembukaan peringatan Hari Jadi Sumatra Barat (Sumbar) ke-77. Bahkan, ribuan masyarakat berbondong mendatangi Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim Padang untuk mendengarkan tausiah ustaz yang berasal dari Sulawesi Selatan tersebut. Meskipun di tengah sengatnya matahari, masyarakat Sumbar tak surut selangkahpun untuk dapat bertatap muka dan mendengarkan langsung kajian ustaz yang tengah populer itu. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengucapkan terima kasih atas kesediaan Ustaz Das&#8217;ad Latif yang sudah mau membersamai masyarakat Sumbar hari ini, dan jauh-jauh datang dari Makassar. Lalu, Mahyeldi juga mengimbau, agar pedagang tidak berjualan di area panggung, ia juga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/semarak-ribuan-masyarakat-padatai-gor-haji-agus-salim-dengarkan-tausiah-ustaz-dasad-latif/">Semarak, Ribuan Masyarakat Padati GOR Haji Agus Salim Dengarkan Tausiah Ustaz Das&#8217;ad Latif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kehadiran dai kondang, Ustaz Das&#8217;ad Latif meriahkan pembukaan peringatan Hari Jadi Sumatra Barat (Sumbar) ke-77. Bahkan, ribuan masyarakat berbondong mendatangi Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim Padang untuk mendengarkan tausiah ustaz yang berasal dari Sulawesi Selatan tersebut.</p>
<p>Meskipun di tengah sengatnya matahari, masyarakat Sumbar tak surut selangkahpun untuk dapat bertatap muka dan mendengarkan langsung kajian ustaz yang tengah populer itu.</p>
<p>Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengucapkan terima kasih atas kesediaan Ustaz Das&#8217;ad Latif yang sudah mau membersamai masyarakat Sumbar hari ini, dan jauh-jauh datang dari Makassar.</p>
<p>Lalu, Mahyeldi juga mengimbau, agar pedagang tidak berjualan di area panggung, ia juga berharap, tabligh akbar seperti ini digelar di tempat yang lebih kondusif.</p>
<p>&#8220;Tabligh akbar seperti ini lebih cocok diadakan di Masjid Raya Sumbar, sehingga masyarakat yang menonton tidak terkena terik matahari,&#8221; ujar Mahyeldi.</p>
<p>Lalu, Ustaz Das&#8217;ad Latif dalam ceramahnya mengajak para jemaah yang hadir untuk selalu bersedekah, karena lewat sedekah hidup akan bahagia dan selamat.</p>
<p>&#8220;Jangan meminta kepada manusia, kenapa sekarang orang-orang selalu siap sedia ketika dipanggil oleh bosnya sedangkan jika azan berkumandang, mereka lalai,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Baca juga: <a href="https://langgam.id/peringatan-hari-jadi-sumbar-ke-77-bakal-dihadiri-ustaz-dasad-latif/">Peringatan Hari Jadi Sumbar ke-77 Bakal Dihadiri Ustaz Das&amp;#8217;ad Latif</a></p>
<p>Kemudian, Ustaz Das&#8217;ad Latif juga berpesan untuk tidak mengutang, menjual barang-barang yang tidak penting, &#8220;Kalau bisa, barang tersebut disedekahkan saja, serta senantiasa berdoa kepada Allah demi mendapatkan ridanya,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/semarak-ribuan-masyarakat-padatai-gor-haji-agus-salim-dengarkan-tausiah-ustaz-dasad-latif/">Semarak, Ribuan Masyarakat Padati GOR Haji Agus Salim Dengarkan Tausiah Ustaz Das&#8217;ad Latif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162756</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perda Mars Sumbar Ditetapkan, Bakal Dinyanyikan di Hari Jadi ke-77</title>
		<link>https://langgam.id/perda-mars-sumbar-ditetapkan-bakal-dinyanyikan-di-hari-jadi-ke-77/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2022 10:29:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Mars Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=157416</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) resmi menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Mars Sumatra Barat dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Senin (13/6/2022). Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, akhir tahun 2021, DPRD bersama Pemprov telah membahas Ranperda tersebut, tapi  pembahasannya belum dapat dirampungkan, maka dilanjutkan awal 2022 sebagai Rancangan Peraturan Daerah diluar Propemperda Tahun 2022. &#8220;Pada prinsipnya, pada masa persidangan kedua tahun 2021/2022, Ranperda tersebut telah dapat dirampungkan pembahasannya, tapi belum dapat dilanjutkan pada tahap pembicaraan tingkat kedua, karena menunggu hasil fasilitasi Kemendagri,&#8221; ucap Supardi. Kemudian, kata Suoardi, Menteri</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perda-mars-sumbar-ditetapkan-bakal-dinyanyikan-di-hari-jadi-ke-77/">Perda Mars Sumbar Ditetapkan, Bakal Dinyanyikan di Hari Jadi ke-77</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) resmi menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Mars Sumatra Barat dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Senin (13/6/2022).</p>
<p dir="ltr">Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan, akhir tahun 2021, DPRD bersama Pemprov telah membahas Ranperda tersebut, tapi  pembahasannya belum dapat dirampungkan, maka dilanjutkan awal 2022 sebagai Rancangan Peraturan Daerah diluar Propemperda Tahun 2022.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Pada prinsipnya, pada masa persidangan kedua tahun 2021/2022, Ranperda tersebut telah dapat dirampungkan pembahasannya, tapi belum dapat dilanjutkan pada tahap pembicaraan tingkat kedua, karena menunggu hasil fasilitasi Kemendagri,&#8221; ucap Supardi.</p>
<p dir="ltr">Kemudian, kata Suoardi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui surat Nomor : 188.34/2864/OTDA tanggal 22 April 2022 telah menetapkan hasil fasilitasi terhadap Ranperda Mars Sumatra Barat. Dari fasilitasi tersebut, terdapat beberapa catatan perbaikan yang perlu diakomodir dan Komisi V sebagai Komisi terkait telah mengakomodirnya, sebelum Ranperda dilanjutkan ke penetapan.</p>
<p dir="ltr">Dengan telah rampungnya pembahasan Ranperda tentang Mars Sumatra Barat, Supardi atas nama Pimpinan Dewan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima terima kasih kepada Komisi V yang telah melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh, sehingga Rancangan Peraturan Daerah tentang Mars Sumatra Barat dapat ditetapkan pada Rapat paripurna kali ini.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Nanti, setelah ditetapkan dan diundangkan, sudah dapat dinyanyikan pada peringatan Hari Jadi Sumatra Barat ke-77, 1 Oktober 2022,&#8221; jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengatakan, teks sudah digagas jauh Bari, bahkan pada tahun 1985. Sementara, kabupaten dan kota lain di Sumbar juga telah ada marsnya, seperti Kabupaten Sijunjung, dan untuk Sumbar akhirnya juga berhasil ditetapkan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Alhamdulillah sudah ditetapkan sebagai Mars, tugas kedepannya kita mensosialisasikan, pelan-pelan kita sosialisasi mars Sumatra Barat ini baik di sekolah mau pun universitas,&#8221; ujar Audy.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: </strong><strong><a href="https://langgam.id/bahas-ranperda-mars-sumatra-barat-dprd-usul-penulisan-lirik-disayembarakan/">Bahas Ranperda Mars Sumatra Barat, DPRD Usul Penulisan Lirik Disayembarakan</a></strong></p>
<p dir="ltr">Lewat mars ini, kata Audy, diharapkan bisa menumbuhkan semangat dan kecintaan terhadap Sumbar.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perda-mars-sumbar-ditetapkan-bakal-dinyanyikan-di-hari-jadi-ke-77/">Perda Mars Sumbar Ditetapkan, Bakal Dinyanyikan di Hari Jadi ke-77</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157416</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Jadi Sumbar ke-76, Pejabat dan Anggota DPRD Kenakan Baju Adat di Paripurna </title>
		<link>https://langgam.id/peringatan-hari-jadi-sumbar-ke-76-pejabat-dan-anggota-dprd-kenakan-baju-adat-di-paripurna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2021 03:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=129455</guid>

					<description><![CDATA[<p>nLanggam.id &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna untuk memperingati Hari Jadi Sumbar ke-76 di ruang rapat utama Gedung DPRD Sumbar, Jumat (1/10/2021). Saat rapat paripurna ini, sejumlah pejabat yang hadir dan anggota DPRD Sumbar mengenakan berbagai macam baju adat Minangkabau. Seperti baju marapulai, ninik mamak, baju dubalang, dan lainnya. Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, sesuai Perda Sumbar Nomor 4 Tahun 2019 tentang Hari Jadi Sumbar, tanggal 1 Oktober 1945 dijadikan sebagai titik tolak hari jadi sebagai satu kesatuan wilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). &#8220;Oleh sebab itu, pada setiap tanggal 1 Oktober,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peringatan-hari-jadi-sumbar-ke-76-pejabat-dan-anggota-dprd-kenakan-baju-adat-di-paripurna/">Peringatan Hari Jadi Sumbar ke-76, Pejabat dan Anggota DPRD Kenakan Baju Adat di Paripurna </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>nLanggam.id &#8211;</strong> Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna untuk memperingati Hari Jadi Sumbar ke-76 di ruang rapat utama Gedung DPRD Sumbar, Jumat (1/10/2021).</p>
<p>Saat rapat paripurna ini, sejumlah pejabat yang hadir dan anggota DPRD Sumbar mengenakan berbagai macam baju adat Minangkabau. Seperti baju marapulai, ninik mamak, baju dubalang, dan lainnya.</p>
<p>Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, sesuai Perda Sumbar Nomor 4 Tahun 2019 tentang Hari Jadi Sumbar, tanggal 1 Oktober 1945 dijadikan sebagai titik tolak hari jadi sebagai satu kesatuan wilayah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p>&#8220;Oleh sebab itu, pada setiap tanggal 1 Oktober, dilakukan rapat paripurna DPRD dengan agenda peringatan hari jadi Sumbar. Dengan demikian, pada hari ini merupakan hari jadi Provinsi Sumbar ke-76,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menjelaskan, tema untuk peringatan hari jadi yang ke-76 adalah “Dengan Semangat Hari Jadi Sumatra Barat ke-76 Kita Wujudkan Sumatra Barat Madani Melalui Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dalam Menghadapi Covid-19&#8243;.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/hak-angket-dprd-sumbar-ke-gubernur-dibahas-oktober-ini-jadwal-belum-jelas/">Hak Angket DPRD Sumbar ke Gubernur Dibahas Oktober Ini, Jadwal Belum Jelas</a></strong></p>
<p>Ia mengharapkan, dengan semangat Hari Jadi Sumbar ini, dapat menjadi momentum bagi daerah untuk bangkit dan keluar dari kondisi keterpurukan. Serta momentum keluar dari permasalahan pandemi covid-19.</p>
<p>Peringatan ini sebutnya, diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan motivasi untuk membangun dan memajukan daerah. Apalagi di tengah-tengah badai pandemi covid-19 ini.</p>
<p>&#8220;Waktu 76 Tahun merupakan waktu yang cukup panjang bagi kita untuk membangun daerah yang kita cintai ini. Banyak sumber daya dan potensi yang kita miliki untuk membangun daerah,&#8221; katanya.</p>
<p>Meski demikian, menurutnya, cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Sumbar madani, maju sejahtera yang berbasiskan sumber daya manusia yang agamis, masih belum dapat diwujudkan seutuhnya.</p>
<p>Sebab saat ini kata Supardi, angka kemiskinan masih cukup tinggi. Yaitu pada angka 6,56 persen, tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,88 persen.</p>
<p>Serta, indeks daya saing daerah berada pada urutan terbawah di Sumatera, dengan skor 0.02.</p>
<p>&#8220;Hal ini perlu kita renungkan bersama dan menunjukkan banyak yang harus kita kerjakan untuk membangun Sumatra Barat madani, maju dan sejahtera yang berbasis SDM yang agamis,&#8221; katanya.</p>
<p>Supardi juga mengharapkan, peringatan hari jadi ke-76 dapat dijadikan momentum untuk bangkit dan mengejar ketinggalan-ketinggalan.</p>
<p>&#8220;Semua pihak harus jadikan semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Jadi Sumbar sebagai sumber motivasi dan sumber inovasi, untuk membangun daerah dan masyarakat,&#8221; pintanya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peringatan-hari-jadi-sumbar-ke-76-pejabat-dan-anggota-dprd-kenakan-baju-adat-di-paripurna/">Peringatan Hari Jadi Sumbar ke-76, Pejabat dan Anggota DPRD Kenakan Baju Adat di Paripurna </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129455</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kata Pemuda Rantau soal Hari Jadi Sumbar yang Belum Banyak Diketahui</title>
		<link>https://langgam.id/kata-pemuda-rantau-soal-hari-jadi-sumbar-yang-belum-banyak-diketahui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2020 09:48:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=66988</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ditetapkannya 1 Oktober 2020 sebagai momentum hari jadi Sumatra Barat (Sumbar), belum banyak diketahui termasuk oleh pemuda asal Sumbar yang berada di perantauan. Beberapa dari mereka juga berharap informasi dan sejarah hari jadi Sumbar labih digaungkan. Salah satu anak muda asal Sumbar yang baru tahu soal hari jadi itu yakni Annisa Marlina (21). Mahasiswa yang merantau di Jakarta itu tidak mengetahui bahwa ada momentum spesial yang jatuh pada tanggal 1 Oktober di Sumbar. ‘’Tidak tahu hari ini HUT Sumbar, tahu hari ini Hari Kesaktian Pancasila,’’ katanya kepada langgam.id, Kamis (1/10/2020). Begitu pula dengan Fani (21), mahasiswi asli Padang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kata-pemuda-rantau-soal-hari-jadi-sumbar-yang-belum-banyak-diketahui/">Kata Pemuda Rantau soal Hari Jadi Sumbar yang Belum Banyak Diketahui</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Ditetapkannya 1 Oktober 2020 sebagai momentum hari jadi <a href="https://www.sumbarprov.go.id/">Sumatra Barat</a> (Sumbar), belum banyak diketahui termasuk oleh pemuda asal Sumbar yang berada di perantauan. Beberapa dari mereka juga berharap informasi dan sejarah hari jadi Sumbar labih digaungkan.</p>
<p>Salah satu anak muda asal Sumbar yang baru tahu soal hari jadi itu yakni Annisa Marlina (21). Mahasiswa yang merantau di Jakarta itu tidak mengetahui bahwa ada momentum spesial yang jatuh pada tanggal 1 Oktober di Sumbar.</p>
<p>‘’Tidak tahu hari ini HUT Sumbar, tahu hari ini Hari Kesaktian Pancasila,’’ katanya kepada langgam.id, Kamis (1/10/2020).</p>
<p>Begitu pula dengan Fani (21), mahasiswi asli Padang yang merantau di Jakarta Timur mengaku tidak mengetahui bahwa 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Sumbar. Ia menyampaikan agar pemerintah Sumbar lebih gencar lagi menggaungkan HUT Sumbar agar diketahui oleh masyarakat luas.</p>
<p>‘’Harusnya lebih di-booming-kan lagi sama pemerintah Sumbar, soalnya aku aja yang sudah beberapa tahun di Sumbar tidak tahu. Sekarang kan era digital, bisa saja di-booming-kan dalam bentuk penyebaran flyer di media sosial yang umumnya digunakan masyarakat. kayak Instragram contohnya, kalangan ibu-ibu atau bapak-bapak bisa lewat Facebook, grup WhatsApp,’’ katanya.</p>
<p>Meski banyak yang belum tahu, mereka menilai hari jadi Sumbar itu penting untuk diperingati dan dirayakan, agar masyarakat selalu ingat sudah sejauh apa perjalanan daerah itu. ‘’Untuk Sumbar, semoga selalu memberikan kedamaian bagi setiap orang yang datang,’’ ujar Syadza, mahasiswi asal Sumbar yang menuntut ilmu di Bekasi.</p>
<h4>Baca juga: <a href="https://langgam.id/peringati-hari-jadi-sumbar-gamawan-fauzi-bicara-pertarungan-hadapi-covid-19/">Peringati Hari Jadi Sumbar, Gamawan Fauzi Bicara Pertarungan Hadapi Covid-19</a></h4>
<p>Mereka menilai, kurang tahunya anak rantau soal hari jadi Sumbar bukan berarti mereka tak cinta pada tanah kelahirannya. Menurutnya perlu ada cara khusus setiap tahun agar moment penting itu diketahui banyak orang seperti yang dilakukan daerah lain.</p>
<p>&#8220;Bukan berarti kita tidak cinta sama Sumbar, tapi karena peringatannya baru 2 tahun dan branding melalui event tidak ada, makanya tidak tahu. Misalnya seperti ulang tahun Jakarta, ada Jakarta Fair. Jadi kita aware gitu kan, kota kita lagi ulang tahun,’’ kata Fadli, perantau asal Payakumbuh.</p>
<p>Untuk diketahui 1 Oktober ditetapkan sebagai hari jadi Sumbar karena pada tanggal tersebut pertama kalinya dibentuk keresidenan Sumatra Barat oleh pemerintah, serta sekaligus pengambilan kekuasaan keresidenan dari tangan kolonial Jepang. Pergerakkan ini dilakukan oleh pemuda-pemudi yang dimotori oleh pejuang nasional asal Sumatra barat, seperti M Syafei, M djamil, dan Rasuna Said.</p>
<p>Sumbar menjadi provinsi terakhir yang menetapkan HUT di Indonesia. Hari jadi Sumbar ini sudah ditetapkan lewat Perdaa Nomor 4 Tahun 2019.</p>
<p>Tahun ini, DPRD Sumbar juga menggelar sidang paripurna istimewa memperingati hari jadi provinsi yang ke 75. Tahun ini merupakan kedua kalinya moment itu diperingati setelah peringatan pertama pada tahun lalu. <strong>(Tim Langgam.id/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kata-pemuda-rantau-soal-hari-jadi-sumbar-yang-belum-banyak-diketahui/">Kata Pemuda Rantau soal Hari Jadi Sumbar yang Belum Banyak Diketahui</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66988</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Jadi Sumbar, Gamawan Fauzi Bicara Pertarungan Hadapi Covid-19</title>
		<link>https://langgam.id/peringati-hari-jadi-sumbar-gamawan-fauzi-bicara-pertarungan-hadapi-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2020 05:56:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=66885</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat (Sumbar) menggelar rapat paripurna istimewa memperingati hari jadi Provinsi Sumbar 1 Oktober yang ke 75 tahun. Rapat digelar di ruang rapat utama Gedung DPRD Sumbar, Kamis (1/10/2020). Dalam rapat paripurna tersebut, Mantan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi memberikan pidato di dalam rapat. Ia menyampaikan sejumlah pandangan tentang Sumbar ke depannya, salah satunya tentang menghadapi pandemi covid-19. &#8220;Kita instropeksi, dan bermuhasabah memohon ampun kepada Allah atas kelalaian kita, sambil berniat terus memperbaikinya, pandemi covid-19 belum ada yang tahu kapan akan berakhirnya,&#8221; katanya. Selain itu, kata dia, pandemi covid-19 juga belum ada jaminan sampai</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peringati-hari-jadi-sumbar-gamawan-fauzi-bicara-pertarungan-hadapi-covid-19/">Peringati Hari Jadi Sumbar, Gamawan Fauzi Bicara Pertarungan Hadapi Covid-19</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) <a href="https://www.sumbarprov.go.id/">Sumatra Barat</a> (Sumbar) menggelar rapat paripurna istimewa memperingati hari jadi Provinsi Sumbar 1 Oktober yang ke 75 tahun. Rapat digelar di ruang rapat utama Gedung DPRD Sumbar, Kamis (1/10/2020).</p>
<p>Dalam rapat paripurna tersebut, Mantan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi memberikan pidato di dalam rapat. Ia menyampaikan sejumlah pandangan tentang Sumbar ke depannya, salah satunya tentang menghadapi pandemi covid-19.</p>
<p>&#8220;Kita instropeksi, dan bermuhasabah memohon ampun kepada Allah atas kelalaian kita, sambil berniat terus memperbaikinya, pandemi covid-19 belum ada yang tahu kapan akan berakhirnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, kata dia, pandemi covid-19 juga belum ada jaminan sampai kapan akan ditemukan obatnya. Sampai saat ini tercatat sudah ribuan tercatat dan begitu juga di Indonesia. Selain itu covid-19 juga berdampak kepada sosial, ekonomi, politik, psikologi sosial, dan bidang lainnya.</p>
<h4>Baca juga: <a href="https://langgam.id/peringati-hari-jadi-sumbar-dprd-banyak-masyarakat-belum-tahu/">Peringati Hari Jadi Sumbar, DPRD: Banyak Masyarakat Belum Tahu</a></h4>
<p>Pada bidang ekonomi tercatat sudah lebih 45 negara jatuh ke jurang resesi bahkan diantaranya mengalami resesi yang amat dalam. Mereka mengalami konstraksi ekonomi atau minus hampir 30 persen. Negara kuat seperti Jerman, Jepang, dan Singapura yang juga sudah jatuh resesi.</p>
<p>&#8220;Ahli ekomomi dunia sepakat mempastikan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2020 akan tumbuh negatif,&#8221; katanya.</p>
<p>Khususnya Indonesia, lanjut dia, juga akan masuk resesi, karena dua kuartal sebelumnya pertumbuhan ekonomi negatatif. Jika nanti diumumkan kuartal 3 negatif maka negara tersebut resesi. Sebab 3 kuartal berturut pertumbuhan ekonomi negatif maka itu resesi.</p>
<p>Jika pertumbuhan ekonomi minus, maka diperkirakan akan semakin banyak pengangguran. Apalagi jika banyak terjadi pemutusan hubungan kerja yang merupakan dampak covid-19, maka akan bertambah lagi termasuk di Sumbar.</p>
<p>&#8220;Saya harap ada kajian sungguh-sungguh untuk mengatasi ini, tentu juga Sumbar, saya yakin pemerintah dan DPRD berpikir keras mengatasi persoalan ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Sumbar dengan APBD seperti saat ini sekitar Rp.7 triliun rupiah,banyak yang tidak terealisir akibat bermacam faktor. Dia berpendapat tahun 2021 perlu kajian yang mendalam sampai 5 tahun mendatang.</p>
<p>Ia meminta pemerintah daerah perlu melakukan pertemuan berkala agar dapat mengatasi permasalahan. Ditambah lagi beberapa tahun ke depan tidak dapat diprediksi apa yang akan terjadi. Langkah antisipasi perlu dilakukan agar pembangunan tetap berjalan.</p>
<p>Menurutnya pada tahun krisis 1998 lalu, malah Sumbar banyak dapat berkah karena  naiknya pendapatan masyarakat karena naiknya harga komoditas pertanian. Sementara krisis saat ini sangat berbeda, karena melanda hampir semua negara.</p>
<p>&#8220;Kondisi ini tentangan berat bagi masyarakat Sumbar tahun ini dan tahun depan, DPRD dan pemerintah perlu kajian yang cermat mengatasi ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu ia mengapresiasi kemampuan Sumbar dalam menangani pandemi covid-19. Tentu diharapkan begitu juga saat penanganan ekonomi.<br />
Tahun 2021 juga merupakan tahun penting bagi Sumbar, selain pergantian kepala daerah juga waktu berakhir rencana pembangunan jangka panjang 25 tahun. Selanjutnya juga dirumuskan untuk rencana jangka panjang 25 tahun ke depan.</p>
<p>Ke depan diharapkan tidak hanya memenuhi kegiatan konstitusional, tetapi merupakan harapan yang ingin dicapai Sumbar. Sumbar harus ikut menopang kemajuan Indonesia di masa yang akan datang. Pemerintah daerah harus memiliki data yang akurat agar dapat melakukan kajian yang mendalam.</p>
<p>&#8220;Kami menyarankan membentuk tim mengevaluasi mendalam dan merumuskan RPJP 25 tahun ke depan, ada pakar, ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, wartawan dan lainnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Salah satu yang dapat dimaksimalkan Sumbar menurutnya adalah pertanian, karena banyaknya lahan produktif dan sumber daya yang memadai. Sumbar tidak bisa mengandalkan pertambangan berskala besar seperti di provinsi tetangga.</p>
<p>&#8220;Mari kita kenali dengan identifikasi sungguh-sungguh kekuatan dan kelemahan Sumbar, Kenali dirimu kenali saingannmu maka kamu akan menang, setiap daerah memiliki situasi, kondisi, potensi,  peluang tantangan dan hambatan yang berbeda, hanya mengoptimalkan kelebihan di suatu daerah maka pembangungan akan sukses,&#8221; ujarnya. <strong>(Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peringati-hari-jadi-sumbar-gamawan-fauzi-bicara-pertarungan-hadapi-covid-19/">Peringati Hari Jadi Sumbar, Gamawan Fauzi Bicara Pertarungan Hadapi Covid-19</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66885</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Pertama HUT Sumbar, Pemprov Hanya Diwakili Sekdaprov</title>
		<link>https://langgam.id/perayaan-pertama-hut-sumbar-pemprov-hanya-diwakili-sekdaprov/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2019 01:07:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=15504</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat mengadakan rapat paripurna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 di Kantor DPRD Sumbar, Kota Padang, Selasa, (1/10/2019). Dalam rapat paripurna itu Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tidak hadir. Ia diketahui menghadiri pelantikan istrinya Nevi Zuairina sebagai anggota DPR RI di Jakarta pada hari yang sama. Sedangkan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit awalnya tampak hadir dan duduk disamping Ketua Sementara DPRD Sumbar Desrio Putra. Ia mendengarkan kata sambutan dari Desrio hingga selesai. Namun saat rapat belum ditutup, Wagub tiba-tiba juga pergi meninggalkan kantor DPRD. Kedua kepala daerah yang memimpin Sumbar itu tidak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perayaan-pertama-hut-sumbar-pemprov-hanya-diwakili-sekdaprov/">Perayaan Pertama HUT Sumbar, Pemprov Hanya Diwakili Sekdaprov</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatra Barat mengadakan rapat paripurna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 di Kantor DPRD Sumbar, Kota Padang, Selasa, (1/10/2019).</p>
<p>Dalam rapat paripurna itu Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tidak hadir. Ia diketahui menghadiri pelantikan istrinya Nevi Zuairina sebagai anggota DPR RI di Jakarta pada hari yang sama.</p>
<p>Sedangkan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit awalnya tampak hadir dan duduk disamping Ketua Sementara DPRD Sumbar Desrio Putra. Ia mendengarkan kata sambutan dari Desrio hingga selesai. Namun saat rapat belum ditutup, Wagub tiba-tiba juga pergi meninggalkan kantor DPRD.</p>
<p>Kedua kepala daerah yang memimpin Sumbar itu tidak hadir pada peringatan hari bersejarah di Sumbar tersebut. Pidato dari kepala daerah akhirnya digantikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Alwis. Ia menghadiri HUT hingga semua proses rapat paripurna selesai.</p>
<p>Dalam pidatonya, Alwis mengatakan tanggal 1 Oktober 1945 telah ditetapkan sebagai hari jadi Sumbar. Hal itu diharapkan sebagai motivasi yang tinggi kepada seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk membangun Sumatera Barat yang mandiri dan sejahtera.</p>
<p>&#8220;Ini adalah pertama kali diadakannya Rapat Paripurna DPRD Sumbar dalam rangka hari jadi Sumatera Barat ke-74 yang yelah ditetapkan setiap tanggal 1 Oktober,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya saat ini banyak yang telah dicapai oleh Sumbar. Keberhasilan selama ini patut diberikan apresiasi. Semua pihak harus jadikan momentum kebangkitan sebagai evaluasi ke depan.</p>
<p>&#8220;Untuk itu, marilah kita terus berusaha merampungkan semua tugas-tugas yang masih tersisa dengan semaksimal mungkin,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Alwis juga mengingatkan bagi pemerintah yang baik perlu memperhatikan berbagai sektor seperti pembangunan, pendidikan, kesehatan dan sektor lain yang menyangkut kesejahteraan masyarakat Sumbar.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perayaan-pertama-hut-sumbar-pemprov-hanya-diwakili-sekdaprov/">Perayaan Pertama HUT Sumbar, Pemprov Hanya Diwakili Sekdaprov</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">15504</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/82 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-07-06 00:20:25 by W3 Total Cache
-->