<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Guru Besar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/guru-besar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/guru-besar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Oct 2024 16:19:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Guru Besar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/guru-besar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Guru Besar dan Kebohongan Besar</title>
		<link>https://langgam.id/guru-besar-dan-kebohongan-besar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2024 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=213712</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Habibur Rahman Baru-baru ini skandal yang melibatkan beberapa guru besar di sebuah kampus di Kalimantan Selatan sana membuat kita terkejut dan mempertanyakan kemana sudah perginya integritas akademik yang dianggap sebagai pilar utama itu. Kita berangkat pada hal yang diungkapkan dalam investigasi Majalah TEMPO yang terbit pada (8/9/2024), yang mengungkapkan fenomena sangat mengkhawatirkan tentang runtuhnya integritas akademik di berbagai level, baik di kalangan akademisi, bahkan politisi dan juga pejabat publik, dan kita seraya dapat membayangkan begitu hinanya perilaku mereka. Laporan tersebut menyebutkan adanya dugaan siasat yang dilakukan oleh beberapa akademisi untuk mendapatkan gelar guru besar melalui cara yang tidak etis.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/guru-besar-dan-kebohongan-besar/">Guru Besar dan Kebohongan Besar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Oleh: Habibur Rahman</strong></p>



<p><strong>B</strong>aru-baru ini skandal yang melibatkan beberapa guru besar di sebuah kampus di Kalimantan Selatan sana membuat kita terkejut dan mempertanyakan kemana sudah perginya integritas akademik yang dianggap sebagai pilar utama itu.</p>



<p>Kita berangkat pada hal yang diungkapkan dalam investigasi Majalah TEMPO yang terbit pada (8/9/2024), yang mengungkapkan fenomena sangat mengkhawatirkan tentang runtuhnya integritas akademik di berbagai level, baik di kalangan akademisi, bahkan politisi dan juga pejabat publik, dan kita seraya dapat membayangkan begitu hinanya perilaku mereka.</p>



<p>Laporan tersebut menyebutkan adanya dugaan siasat yang dilakukan oleh beberapa akademisi untuk mendapatkan gelar guru besar melalui cara yang tidak etis. Seperti membayar puluhan juta rupiah agar artikel ilmiah mereka diterbitkan di jurnal predator, yakni jurnal dengan kualitas yang diragukan karena tidak melalui proses peer-review yang memadai. </p>



<p>Dalam kerangka teori akademik, skandal ini mencerminkan apa yang disebut oleh Robert K. Merton seorang Sosiolog asal Philadelphia, Amerika Serikat, sebagai pelanggaran norma-norma ilmiah, yang meliputi komunalisme, universalitas, disinterestedness (ketidakberpihakan), dan skeptisisme yang terorganisasi.</p>



<p>Dalam dunia akademik, khususnya pada tataran perguruan tinggi, gelar guru besar merupakan simbol prestasi akademik tertinggi yang dicapai melalui penelitian yang mendalam serta kontribusi terhadap ilmu pengetahuan, dan juga publikasi di jurnal-jurnal bereputasi yang telah diakui secara internasional.</p>



<p>Proses untuk mencapai gelar ini seharusnya melibatkan penilaian yang ketat terhadap kualifikasi akademisi berdasarkan standar yang objektif, yaitu publikasi ilmiah berkualitas tinggi yang melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara independen dan transparan. </p>



<p>Namun, dengan adanya praktik mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal predator membuat integritas akademik mulai tergerus.</p>



<p>Teori utilitarianisme, yang dihadirkan oleh Jeremy Bentham dan John Stuart Mill, menyatakan bahwa tindakan yang benar adalah tindakan yang menghasilkan manfaat terbesar bagi jumlah orang yang paling banyak. </p>



<p>Dalam konteks akademik, manfaat terbesar ini seharusnya adalah kontribusi yang signifikan terhadap ilmu pengetahuan dan masyarakat. </p>



<p>Namun, ketika publikasi dilakukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, seperti meraih gelar akademis tanpa substansi ilmiah yang valid, maka tujuan ini terabaikan dan merugikan banyak pihak.</p>



<p>Tidak hanya sampai disitu, penelitian ataupun kinerja akademik itu pada akhirnya sama saja dengan kehilangan arti dan mencederai semangat Tridharma Perguruan Tinggi, yang seharusnya menjadi tumpuan untuk berpijak bagi mereka.</p>



<p>Publikasi di jurnal predator merusak esensi dari sains dan ilmu pengetahuan. Jurnal predator tidak hanya mengabaikan norma-norma peer-review yang ketat, tetapi juga memungkinkan karya-karya ilmiah yang berkualitas rendah untuk dipublikasikan, selama biaya yang diperlukan dibayarkan. </p>



<p>Dalam skandal ini, beberapa guru besar di sebuah di sebuah perguruan tinggi di Kalimantan Selatan sana diduga mengirimkan artikel ilmiah mereka ke jurnal predator dan membayar antara 70 juta hingga 135 juta kepada agen penerbitan artikel ilmiah.</p>



<p>Tindakan ini jelas menunjukkan adanya pelanggaran terhadap norma komunalisme ilmiah yang sedikit kita telah singgung di atas tadi, yaitu prinsip bahwa pengetahuan harus dimiliki bersama oleh komunitas ilmiah dan tidak boleh menjadi komoditas yang diperdagangkan secara sembarangan. </p>



<p>Dengan memanfaatkan jurnal predator, para akademisi ini memperlakukan publikasi ilmiah sebagai sarana untuk meraih status, bukan sebagai kontribusi untuk memperkaya komunitas ilmiah, dan kebejatan itu terjadi dan dilakukan oleh tangan mereka yang konon katanya menyandang sebutan Sivitas Akademika.</p>



<p>Lebih lanjut, dugaan keterlibatan sejumlah asesor dalam meloloskan calon guru besar yang tidak memenuhi syarat juga memperburuk keadaan. Asesor, yang seharusnya bertindak sebagai penjaga gerbang kualitas dan integritas akademik, tampaknya telah mengabaikan prinsip disinterestedness atau ketidakberpihakan, yang berarti bahwa penilaian ilmiah harus bebas dari kepentingan pribadi atau bias.</p>



<p>Dugaan bahwa asesor terlibat dalam kecurangan ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana standar penilaian ilmiah di Indonesia dapat dipercaya. Jika para asesor yang bertugas melakukan penilaian berdasarkan standar yang obyektif justru tergoda untuk meloloskan calon yang tidak memenuhi kualifikasi, maka seluruh sistem penilaian akademik akan kehilangan kredibilitasnya.</p>



<p>Tidak dapat dipungkiri bahwa fenomena ini juga dipengaruhi oleh tekanan institusional yang besar. Dalam kasus salah satu perguruan tinggi di Kalimantan Selatan ini, ambisi untuk mencapai target 100 guru besar guna meningkatkan peringkat kampus dan mempercepat proses menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) tampaknya telah memicu penggunaan praktik yang tidak etis.</p>



<p>Teori motivasi seperti yang dikemukakan oleh Abraham Maslow atau David McClelland dapat membantu menjelaskan fenomena ini kepada kita semua. Menurut teori McClelland, manusia termotivasi oleh kebutuhan akan prestasi, kekuasaan, dan afiliasi. </p>



<p>Di lingkungan akademik, kebutuhan akan prestasi dan pengakuan dapat mendorong individu atau institusi untuk mencapai target yang ditentukan, bahkan jika harus melanggar norma-norma etis. Dalam konteks ini, universitas yang ingin meningkatkan peringkatnya mungkin tergoda untuk menurunkan standar akademik demi meraih status lebih tinggi dengan cepat.</p>



<p>Namun, pendekatan yang mengedepankan kuantitas daripada kualitas publikasi ini adalah langkah yang keliru dan merugikan. Teori kepemimpinan etis, seperti yang diusulkan oleh Brown, Treviño, dan Harrison (2005), menyatakan bahwa pemimpin dalam institusi, termasuk universitas, harus bertindak dengan integritas dan mempromosikan perilaku etis dalam organisasinya. </p>



<p>Dalam hal ini, para pemimpin universitas dan pihak-pihak terkait harus menegakkan standar etika yang tinggi dan memastikan bahwa proses pencalonan guru besar dilakukan secara transparan, adil, dan sesuai dengan norma-norma ilmiah yang telah diakui secara global.</p>



<p>Implikasi dari skandal ini sangat luas. Pertama, praktik-praktik semacam ini merusak reputasi perguruan tinggi dan sistem pendidikan tinggi Indonesia di mata dunia internasional. Jurnal predator telah lama menjadi perhatian di kalangan akademisi global, dan terlibat dalam praktik ini akan memperburuk citra akademik Indonesia. </p>



<p>Kedua, skandal ini juga mengirimkan pesan yang salah kepada generasi akademisi muda bahwa standar etika dan ilmiah dapat dilanggar demi meraih status. Ini berpotensi menciptakan generasi akademisi yang tidak menghargai pentingnya integritas dalam ilmu pengetahuan.</p>



<p>Untuk memperbaiki keadaan, diperlukan reformasi sistemik yang mencakup pengawasan yang lebih ketat terhadap proses publikasi dan pencalonan guru besar, serta penegakan aturan yang jelas tentang etika akademik. Jika tidak segera ditangani, skandal ini akan terus merusak integritas dunia akademik dan mengancam masa depan pendidikan tinggi di Indonesia.</p>



<p><em>Penulis: Habibur Rahman, Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Aktif menulis tentang sejarah ulama-ulama tarekat di Sumatra Barat serta dinamika dan problematika Surau Tradisional Minangkabau.</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/guru-besar-dan-kebohongan-besar/">Guru Besar dan Kebohongan Besar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213712</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Yonvitner, Putra Asal Limapuluh Kota Dikukuhkan Jadi Guru Besar IPB</title>
		<link>https://langgam.id/yonvitner-putra-asal-limapuluh-kota-dikukuhkan-jadi-guru-besar-ipb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2024 12:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[IPB]]></category>
		<category><![CDATA[Limapuluh Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=196257</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pakar bidang ilmu pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan Yonvitner dikukuhkan menjadi Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University pada Sabtu (27/1/2024) di Bogor, Jawa Barat. Dalam orasi llmiah berjudul Pengelolaan Pesisir, Laut dan Pulau-pulau Kecil berbasis Resiko, peneliti dan pengajar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini mengungkapkan tentang di balik besar potensi sumber daya alam di kawasan pesisir Indonesia. Menurut Yonvitner, isu perubahan iklim menjadi ancaman terbesar berikut sejumlah risiko turunan yang bisa mengancam setiap saat. Kebijakan pembangunan yang tidak tepat bisa mendorong risiko yang lebih besar di wilayah pesisir dan laut</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/yonvitner-putra-asal-limapuluh-kota-dikukuhkan-jadi-guru-besar-ipb/">Yonvitner, Putra Asal Limapuluh Kota Dikukuhkan Jadi Guru Besar IPB</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pakar bidang ilmu pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan Yonvitner dikukuhkan menjadi Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University pada Sabtu (27/1/2024) di Bogor, Jawa Barat.</p>



<p>Dalam orasi llmiah berjudul Pengelolaan Pesisir, Laut dan Pulau-pulau Kecil berbasis Resiko, peneliti dan pengajar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University ini mengungkapkan tentang di balik besar potensi sumber daya alam di kawasan pesisir Indonesia.</p>



<p>Menurut Yonvitner, isu perubahan iklim menjadi ancaman terbesar berikut sejumlah risiko turunan yang bisa mengancam setiap saat. Kebijakan pembangunan yang tidak tepat bisa mendorong risiko yang lebih besar di wilayah pesisir dan laut seperti banjir rob, dan land subsidence. </p>



<p>“Selain itu juga ada potensi kehilangan biodiversitas, kerentanan pulau, limbah plastik, kerentanan sumberdaya ikan, risiko investasi dan berujung pada kemiskinan,” kata lelaki kelahiran Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar) pada 49 tahun silam.</p>



<p>Dalam orasi Ilmiahnya, Yonvitner menguraikan hasil penelitiannya soal pelbagai potensi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim. </p>



<p>Perinciannya, kerugian akibat rusaknya ekosistem pesisir mencapai 31,7 persen, kerugian karena bencana hidrometeorologi mencapai 30,8 persen, dan dampak kerugian pada kebutuhan dasar (air, energi dan pangan) mencapai 30,8 persen terhadap product domestic bruto (PDB) tahun 2020 yang mencapai Rp 15.434 triliun.</p>



<p>&#8220;Estimasi potensi nilai kerugian mencapai Rp 110,4 &#8211; 577 triliun hanya akibat perubahan iklim, jika digabung dengan kerugian akibat kerusakan ekosistem diperkirakan mencapai Rp 4.328,4 triliun)&#8221;, tambahnya.</p>



<p>Indonesia, merupakan negara kepulauan terbesar dengan 17.504 pulau yang dihubungkan oleh laut, 6,4 juta km² luas perairan, dengan 108cribu km² panjang garis pantai, 290ribu km² wilayah teritorial dan menjadi kekuatan bangsa. </p>



<p>Potensi sumberdaya alam yang besar diantaranya terdapat 12 juta ton ikan per tahun, 293 ribu hektare potensi lamun, 3,4 juta hektare mangrove, dan 2,52 juta hektare terumbu karang, dengan dugaan potensi ekonomi US$ 3,1 triliun dan sekitar 45 juta kesempatan kerja.</p>



<p>Yonvitner menjelaskan, dampak dari perubahan iklim pada skala bioma, perubahan mangrove dapat mencapai 967.000 &#8211; 1.693.000 hektare, dengan estimasi nilai kerugian Rp 1.837,1 &#8211; 3.217,5 triliun atau setara dengan 24,8- 43,5 persen dari PDB. Kerusakan terumbu karang mencapai 377.679 hektare (15 persen), dengan estimasi nilai dampak Rp 1.303,8 triliun.</p>



<p>Padang lamun diperkirakan rusak sekitar 7 persen dengan estimasi nilai kerusakan 20.542 hektare (0,08 persen) dengan estimasi nilai dampak 5,8 Triliun. Adapun peningkatan tinggi muka air laut 0,35-0,8 meter potensi kerugian ekonomi mencapai Rp 1,3 triliun per haktare setiap tahun pada pada lahan produktif.</p>



<p>Kenaikan 0,01 meter/tahun pada wilayah pesisir potensi kerugian ekonomi mencapai Rp 6,1 triliun. Sementara itu peningkatan muka air air laut akibat kejadian ekstrim yang mendorong banjir di pesisir dapat menyebabkan kerugian ekonomi Rp 424 miliar hingga 2,7 triliun.</p>



<p>Menurut dia, dari data-data tersebut menunjukkan kawasan pesisir, laut dan pulau-pulau kecil sebagai kawasan yang berisiko yang mesti mendapat perhatian pemerintah. Risiko di wilayah pesisir merupakan fungsi dari sensitifitas, kerentanan, keterpaparan sumberdaya, lingkungan dan masyarakat. </p>



<p>Ia mengatakan, sejumlah regulasi berupa undang-undang, peraturan pemerintah dan peraturan menteri sudah memadai sebagai modal dan pondasi dalam pembangunan kawasan pesisir, laut, pulau-pulau kecil dan perikanan. </p>



<p>&#8220;Tinggal implementasi pembangunan pesisir dan laut berkelanjutan yang mesti dioptimalkan&#8221; tuturnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/yonvitner-putra-asal-limapuluh-kota-dikukuhkan-jadi-guru-besar-ipb/">Yonvitner, Putra Asal Limapuluh Kota Dikukuhkan Jadi Guru Besar IPB</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196257</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertama di Sumatra, ISI Padang Panjang Miliki 2 Profesor Seni</title>
		<link>https://langgam.id/pertama-di-sumatra-isi-padang-panjang-miliki-2-profesor-seni/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2023 12:39:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[ISI Padang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang Panjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=191313</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Institut Seni Indonesia (ISI) Kota Padang Panjang saat ini memiliki dua profesor seni pertama di Sumatra. Pengukuhan kedua guru besar tersebut dilakukan oleh Rektor ISI Padang Panjang, Febri Yulika di Gedung Hoerijah Adam, Senin (6/11/2023). Kedua profesor yang dikukuhkan tersebut ialah Prof Dr Rosta Minawati, SSn, MSi pada bidang Ilmu Kajian Budaya, Program Studi Pariwisata Fakultas Seni Rupa dan Desain menjadi guru besar pertama pada bidangnya. Lalu, Kemudian, Prof Dr Andar Indra Sastra, SSn, MHum dalam bidang Ilmu Estetika, Prodi Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan. Pengukuhan kedua profesor itu dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Tjitjik</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pertama-di-sumatra-isi-padang-panjang-miliki-2-profesor-seni/">Pertama di Sumatra, ISI Padang Panjang Miliki 2 Profesor Seni</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Institut Seni Indonesia (ISI) Kota Padang Panjang saat ini memiliki dua profesor seni pertama di Sumatra. Pengukuhan kedua guru besar tersebut dilakukan oleh Rektor ISI Padang Panjang, Febri Yulika di Gedung Hoerijah Adam, Senin (6/11/2023).</p>



<p>Kedua profesor yang dikukuhkan tersebut ialah Prof Dr Rosta Minawati, SSn, MSi pada bidang Ilmu Kajian Budaya, Program Studi Pariwisata Fakultas Seni Rupa dan Desain menjadi guru besar pertama pada bidangnya. Lalu, </p>



<p>Kemudian, Prof Dr Andar Indra Sastra, SSn, MHum dalam bidang Ilmu Estetika, Prodi Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan.</p>



<p>Pengukuhan kedua profesor itu dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Tjitjik Sri Tjahjandarie. Ia mengharapkan pengukuhan dua guru besar ini semoga bisa menjadi inspirasi para akademisi lain di ISI.</p>



<p>“Jadikanlah dua guru besar ini sebagai inspirasi bapak dan ibu sekalian untuk terus melangkah maju. Terus berjuang dan bekerja meraih cita-citanya untuk bisa berkontribusi di ISI sebagai guru besar,&#8221; ujar Tjitjik Sri Tjahjandarie dalam keterangan tertulis Pemko Padang Panjang.</p>



<p>&#8220;Kami dari kementerian sangat mendukung upaya tersebut. Kami sangat memahami bahwa upaya-upaya untuk bisa menjadi guru besar di bidang seni sangat susah dibanding bidang-bidang lainnya,” sambungnya.</p>



<p>Sementara itu, Rektor ISI Padang Panjang Febri Yulika mengatakan, ISI sudah mengusung konsep merdeka belajar “Kampus Merdeka”. Memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk menggali potensi diri, mengembangkan minat dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.</p>



<p>“Kehadiran dua profesor ini akan semakin menambah daya juang dan energi kita untuk memajukan lembaga ini semakin baik ke depannya. Konsep Kampus Merdeka ini bertujuan agar para mahasiswa menjadi pribadi yang mandiri dan kreatif,” bebernya.</p>



<p>Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdako Padang Panjang, Nofiyanti menyampaikan selamat atas gelar baru yang luar biasa ini kepada dua profesor ini.</p>



<p>“Kami dari Pemerintah Kota mengucapkan selamat kepada Prof. Andar dan Prof. Rosta atas gelar guru besar yang diterima. Untuk mendapatkan gelar tersebut pastinya tidak mudah. Kami harap dengan adanya profesor seni di ISI, bisa membuat seni di Padang Panjang khususnya lebih maju lagi ke depannya,” harap Nofi. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pertama-di-sumatra-isi-padang-panjang-miliki-2-profesor-seni/">Pertama di Sumatra, ISI Padang Panjang Miliki 2 Profesor Seni</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191313</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terbanyak Sepanjang Sejarah, UNP Kukuhkan 16 Guru Besar Baru</title>
		<link>https://langgam.id/terbanyak-sepanjang-sejarah-unp-kukuhkan-16-guru-besar-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Oct 2023 02:37:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[UNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=190629</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Universitas Negeri Padang (UNP) mengukuhkan 16 guru besar baru pada Sidang Senat Terbuka yang digelar dua hari, yakni pada Rabu (25/10/2023) dan Kamis (26/10/2023). Pengukuhan tersebut adalah rekor jumlah terbanyak dalam sejarah UNP. Pada hari pertama, sebanyak delapan guru besar dikukuhkan yang terdiri dari lima dari Fakultas Matematika Ilmu Pengatahuan Alam (FMIPA) yaitu Prof. Dr. Pakhrur Razi, S.Pd, M.Si, Ph.D, Prof. Dr. Asrizal, M.Si, Prof. Dr. Hardeli, M.Si dan Prof. Dr. Linda Advinda, M.Kes.&#160; Kemudian dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dua guru besar yaitu Prof. Dr. Zelhendri Zen, M.Pd, Ph.D dan Prof. Dr. Abna Hayati, S.Pd, M.P. Yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/terbanyak-sepanjang-sejarah-unp-kukuhkan-16-guru-besar-baru/">Terbanyak Sepanjang Sejarah, UNP Kukuhkan 16 Guru Besar Baru</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Universitas Negeri Padang (UNP) mengukuhkan 16 guru besar baru pada Sidang Senat Terbuka yang digelar dua hari, yakni pada Rabu (25/10/2023) dan Kamis (26/10/2023). Pengukuhan tersebut adalah rekor jumlah terbanyak dalam sejarah UNP.</p>



<p>Pada hari pertama, sebanyak delapan guru besar dikukuhkan yang terdiri dari lima dari Fakultas Matematika Ilmu Pengatahuan Alam (FMIPA) yaitu Prof. Dr. Pakhrur Razi, S.Pd, M.Si, Ph.D, Prof. Dr. Asrizal, M.Si, Prof. Dr. Hardeli, M.Si dan Prof. Dr. Linda Advinda, M.Kes.&nbsp;</p>



<p>Kemudian dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dua guru besar yaitu Prof. Dr. Zelhendri Zen, M.Pd, Ph.D dan Prof. Dr. Abna Hayati, S.Pd, M.P. Yang terakhir dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Prof. Dr. Wilda Welis, S.Pd, M.Kes.&nbsp;&nbsp;dan delapan guru besar lainnya akan dikukuhkan pada sidang senat terbuka Kamis.&nbsp;</p>



<p>Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada orang tua, istri, suami, kerabat, dan para sahabat berkat dukungan semua pihak ini mampu menghasilkan sosok yang akademis dan berhasil meraih gelar guru besar di bidang keilmuan masing- masing.</p>



<p>Lebih lanjut Prof. Ganefri mengucapkan selamat dengan rasa bangga kepada para profesor yang dikukuhkan hari ini, menurutnya karir puncak seorang dosen adalah menjadi guru besar, artinya ke delapan dosen yang dikukuhkan hari ini telah sampai ke jenjang karir tertinggi maka dituntut kontribusinya untuk pengembangan ilmu pengetahuan.</p>



<p>&#8220;Kami atas nama pribadi, dan atas nama seluruh civitas akademik Universitas Negeri Padang mengucapkan selamat dengan rasa bangga kepada Prof. Dr. Pakhrur Razi, S.Pd, M.Si, Ph.D, Prof. Dr. Asrizal, M.Si, Prof. Dr. Hardeli, M.Si dan Prof. Dr. Linda Advinda, M.Kes, Prof. Dr. Zelhendri Zen, M.Pd, Ph.D dan Prof. Dr. Abna Hayati, S.Pd, M.P dan Prof. Dr. Wilda Welis, S.Pd, M.Kes di bidang kepakaran masing-masing. Kita berharap gelar profesor ini bisa bermanfaat bagi pengembangan Universitas Negeri Padang, Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan berguna bagi bangsa dan negara,&#8221; tutupnya dikutip dari laman kampus.</p>



<p>Pada kesempatan ini, para guru besar juga diberi waktu untuk menyampaikan orasi ilmiahnya, yaitu Prof. Dr. Pakhrur Razi, S.Pd, M.Si, Ph.D dengan judul &#8220;Teknologi Radar SAR (synthetic Aperture Radar) dalam Mitigasi Potensi dan Evaluasi Dampak Bencana&#8221;. Kemudian Prof. Dr. Asrizal, M.Si dengan judul &#8220;Pembelajaran Sains Terpadu dengan ICT untuk Pengembangan Keterampilan Abad ke-21 Peserta Didik&#8221;.</p>



<p>Setelah itu Prof. Dr. Hardeli, M.Si, &#8220;Pembangunan Solar Sel Sebagai Sumber Energi Terbarukan&#8221;. Prof. Dr. Linda Advinda, M.Kes &#8220;Potensi Pseudomonad Fluoresen Sebagai Agens Biokontrol dan Pemacu Pertumbuhan Tanaman&#8221;. Prof. Dr. Yerimadesi, S.Pd, M.Si dengan judul &#8220;Pengembangan Model Guided Discovery Learning dalam Rangka Menghadapi Tantangan Dunia Pendidikan Menuju Era Society 5.0&#8221;.</p>



<p>Kemudian Prof. Dr. Zelhendri Zen, M.Pd, Ph.D dengan &#8220;Inovasi Transformasi Pendidikan: Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Information and Artificial Intelligence Technology dalam Mewujudkan Personalisasi Pembelajaran yang Dinamis&#8221;. Prof. Dr. Abna Hayati, S.Pd, M.P dengan judul &#8220;Pengembangan Kirikulum dalam Konteks Desain Model Authentic Online pada Pembelajaran di Sekolah Dasar&#8221; dan yang terakhir orasi ilmiah dari Prof. Dr. Wilda Welis, S.Pd, M.Kes dengan judul &#8220;Peran Gizi untuk Meningkatkan Performa Olahraga&#8221;. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/terbanyak-sepanjang-sejarah-unp-kukuhkan-16-guru-besar-baru/">Terbanyak Sepanjang Sejarah, UNP Kukuhkan 16 Guru Besar Baru</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">190629</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unand Kukuhkan 3 Guru Besar dari Pertanian dan Keperawatan</title>
		<link>https://langgam.id/unand-kukuhkan-3-guru-besar-dari-pertanian-dan-keperawatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2023 10:54:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Unand]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=184502</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Universitas Andalas (Unand) Sumatra Barat mengukuhkan tiga orang guru besar baru dari dua fakultas, yakni Fakultas Pertanian dan Fakultas Keperawatan. Tiga guru besar yang dikukuhkan itu yakni Prof. Dr. Ir. Hermansah, M.Sc dan Prof. Dr. Ir. Novri Nelly, MS dari Fakultas Pertanian serta Prof. Dr. Hema Malini&#160;dari Fakultas Keperawatan. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Profesor Unand Prof. Dr. Apt. Marlina, Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, Sekretarus Dewan Profesor Prof. Dr. Rusnam, serta senat akademik. &#8220;Pengukuhan guru besar ini merupakan momentum spesial, dan patut kita syukuri,&#8221; kata Rektor Unand Yuliandri, Kamis (20/7/2023). Ia menyebutkan pengukuhan guru besar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/unand-kukuhkan-3-guru-besar-dari-pertanian-dan-keperawatan/">Unand Kukuhkan 3 Guru Besar dari Pertanian dan Keperawatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Universitas Andalas (Unand) Sumatra Barat mengukuhkan tiga orang guru besar baru dari dua fakultas, yakni Fakultas Pertanian dan Fakultas Keperawatan.</p>



<p>Tiga guru besar yang dikukuhkan itu yakni Prof. Dr. Ir. Hermansah, M.Sc dan Prof. Dr. Ir. Novri Nelly, MS dari Fakultas Pertanian serta Prof. Dr. Hema Malini&nbsp;dari Fakultas Keperawatan.</p>



<p>Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Profesor Unand Prof. Dr. Apt. Marlina, Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, Sekretarus Dewan Profesor Prof. Dr. Rusnam, serta senat akademik.</p>



<p>&#8220;Pengukuhan guru besar ini merupakan momentum spesial, dan patut kita syukuri,&#8221; kata Rektor Unand Yuliandri, Kamis (20/7/2023).</p>



<p>Ia menyebutkan pengukuhan guru besar merupakan wujud keilmuan, sehingga memotivasi dosen-dosen lainnya untuk mengejar jabatan akademik tertinggi itu.</p>



<p>Dalam pengukuhan tersebut, Prof Hermansah&nbsp;menyampaikan orasi ilmiah berjudul &#8220;Optimalisasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Bahan Organik Lokal untuk Mengatasi Kelangkaan Pupuk Pada Lahan Pertanian Tropika Basah&#8221;.</p>



<p>Menurutnya, Indonesia mempunyai kebutuhan pangan dan harus dipenuhi dari lahan yang tersedia saat ini.</p>



<p>&#8220;Namun, kondisi lahan saat ini semakin berkurang akibat alih fungsi lahan ke sektor nonpertanian yang bersifat&nbsp;<em>irriversible</em>. Lahan yang tersisa juga dihadapkan pada kondisi lelah (<em>soil fatigue</em>) dan sakit atau terdegradasi,&#8221; katanya.</p>



<p>Prof Novri Nelly&nbsp;menyampaikan orasi ilmiah berjudul &#8220;Peranan Pengelolaan Hama Tanaman Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan&#8221;.</p>



<p>Ia mengatakan upaya peningkatan produksi pertanian merupakan salah satu usaha untuk ketersediaan pangan masyarakat.</p>



<p>Menurutnya, pengelolaan hama adalah faktor penting untuk menjaga produksi tanaman. Apalagi, lebih dari 30 persen produksi pangan tahunan di dunia hilang akibat serangan hama.</p>



<p>Sementara, Prof. Hema Malini menyampaikan pidato pengukuhan berjudul &#8220;Perubahan Paradigma Peran Perawat dalam Pemanfaatan Teknologi dan Edukasi Terstruktur sebagai Upaya Meningkatkan Manajemen Mandiri Pasien Diabetes Melitus&#8221;. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/unand-kukuhkan-3-guru-besar-dari-pertanian-dan-keperawatan/">Unand Kukuhkan 3 Guru Besar dari Pertanian dan Keperawatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184502</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Profil Hetti Waluati Triana, Guru Besar Bidang Lingusitik UIN IB Padang</title>
		<link>https://langgam.id/profil-hetti-waluati-triana-guru-besar-bidang-lingusitik-uin-ib-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Mar 2023 14:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Imam Bonjol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=188470</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Melalui Keputusan Mendikbudristek RI Nomor 64544/MPK.A/KP.07.01/2022 Hetti Waluati Triana resmi menyandang gelar profesor. Perempuan kelahiran Purworejo, 31 Maret 1969 itu telah mencapai puncak pendidikannya di bidang Lingustik. Diketahui, Hetti ditetapkan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai 1 Maret 1993, ia ditugaskan sebagai dosen program studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora. Meniti karirnya di perguruan tinggi, Hetti juga pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (2015-2017) dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga (2017-2021). Berdasarkan data yang diperoleh Langgam.id, Hetti menamatkan studi sarjana pada program studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Andalas tahun 1991. Lalu,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/profil-hetti-waluati-triana-guru-besar-bidang-lingusitik-uin-ib-padang/">Profil Hetti Waluati Triana, Guru Besar Bidang Lingusitik UIN IB Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Melalui Keputusan Mendikbudristek RI Nomor 64544/MPK.A/KP.07.01/2022 Hetti Waluati Triana resmi menyandang gelar profesor. Perempuan kelahiran Purworejo, 31 Maret 1969 itu telah mencapai puncak pendidikannya di bidang Lingustik.</p>



<p>Diketahui, Hetti ditetapkan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai 1 Maret 1993, ia ditugaskan sebagai dosen program studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora.</p>



<p>Meniti karirnya di perguruan tinggi, Hetti juga pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (2015-2017) dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga (2017-2021).</p>



<p>Berdasarkan data yang diperoleh Langgam.id, Hetti menamatkan studi sarjana pada program studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Andalas tahun 1991.</p>



<p>Lalu, pendidikan magister yang ditempuh pada program studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang ia selesaikan tahun 2001.</p>



<p>Berbekal etos belajar yang tinggi, Hetti Waluati Triana menuntaskan studi doktoral pada program studi Linguistik, Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia tahun 2010.</p>



<p>Fokus pada bidang kajian Pragmatik dan Analisis Wacana, anak ketiga dari empat bersaudara tersebut intens mengkaji bahasa Minangkabau, Melayu, dan Indonesia.</p>



<p>Kini, Hetti menjadi profesor kelima UIN Imam Bonjol jebolan Universiti Kebangsaan Malaysia yang dikukuhkan dalam empat tahun terakhir.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/rektor-uin-ib-padang-jadi-guru-besar-orasi-bahas-teologi-manusia-modern/">Rektor UIN IB Padang Jadi Guru Besar, Orasi Bahas Teologi Manusia Modern</a></strong></p>



<p>Ia menyusul Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd. yang dikukuhkan pada tahun 2020 serta Prof. Dr. Salma, M.Ag., Prof. Dr. Taufiqurrahman, M.Hum., dan Prof. Nelmawarni, M.Hum., Ph.D. yang dikukuhkan pertengahan tahun 2022. <strong>(*/zfk)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/profil-hetti-waluati-triana-guru-besar-bidang-lingusitik-uin-ib-padang/">Profil Hetti Waluati Triana, Guru Besar Bidang Lingusitik UIN IB Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188470</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UIN Imam Bonjol Padang Kukuhkan Guru Besar Bidang Linguistik</title>
		<link>https://langgam.id/uin-imam-bonjol-padang-kukuhkan-guru-besar-bidang-linguistik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Mar 2023 14:24:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Imam Bonjol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=188469</guid>

					<description><![CDATA[<p>Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang mengukuhkan seorang guru besar bidang linguistik, yaitu Prof. Dra. Hetti Waluati Triana, M.Pd., Ph.D.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/uin-imam-bonjol-padang-kukuhkan-guru-besar-bidang-linguistik/">UIN Imam Bonjol Padang Kukuhkan Guru Besar Bidang Linguistik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang mengukuhkan seorang guru besar bidang linguistik, yaitu Prof. Dra. Hetti Waluati Triana, M.Pd., Ph.D.</p>



<p>Pengukuhan guru besar bidang linguistik itu digelar melalui Rapat Senat di ruang Auditorium Kampus 3 Sungai Bangek, Kota Padang, Rabu (1/3/2023).</p>



<p>Diketahui, Hetti telah ditetapkan sebagai Guru Besar Bidang Linguistik melalui Keputusan Mendikbudristek RI Nomor 64544/MPK.A/KP.07.01/2022 dan resmi menyandang gelar Profesor mulai 1 Oktober 2022.</p>



<p>Rektor UIN IB Padang, Martin Kustati mengucapkan apresiasi atas pencapaian Hetti Waluati Triana. Ia berharap capaian tersebut menjadi tonggak penting untuk memperluas jangkauan kajian keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.</p>



<p>&#8220;Usai orasi ilmiah yang tadi disampaikan, Prof. Hetti menguraikan eksistensi bahasa Minangkabau di Negeri Sembilan. Hal ini sangat menarik dan kita harapkan dapat memantik semangat dan kecintaan kita terhadap bahasa Minangkabau sebagai salah satu bahasa daerah,&#8221; ujar Martin.</p>



<p>Menurut Martin, UIN IB Padang sangat serius dalam pelaksanaan program percepatan guru besar. Selain untuk peningkatan mutu dan performa lembaga, percepatan tersebut juga dilaksanakan guna mempermudah akselerasi pengembangan keilmuan di UIN Imam Bonjol ke depan.</p>



<p>&#8220;Dalam program yang kita canangkan, ditargetkan masing-masing program studi memiliki seorang guru besar. Guru besar itulah yang nanti kita harapkan menjadi leader dalam pengembangan berbagai dimensi keilmuan yang kita miliki,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi mengaku bangga atas capaian yang telah diraih Hetti. Sebagai perempuan asal Pasamanb Barat, Hamsuardi berharap Hetti dapat berkontribusi lebih banyak dalam pengembangan pendidikan di Kabupaten Pasaman Barat ke depan.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/sejarah-berdirinya-iain-batusangkar-yang-berasal-dari-fakultas-tarbiyah-uin-ib-padang/">Sejarah Berdirinya IAIN Batusangkar yang Berasal dari Fakultas Tarbiyah UIN IB Padang</a></strong></p>



<p>“Kita serius dalam melaksanakan program peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Dengan hadirnya seorang profesor, kita berharap akan ada kemajuan signifikan bagi dunia pendidikan di Pasaman Barat,&#8221; ucapnya. <strong>(*/zfk)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/uin-imam-bonjol-padang-kukuhkan-guru-besar-bidang-linguistik/">UIN Imam Bonjol Padang Kukuhkan Guru Besar Bidang Linguistik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188469</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unand Kukuhkan 2 Guru Besar Bidang Ilmu Farmasetika</title>
		<link>https://langgam.id/unand-kukuhkan-2-guru-besar-bidang-ilmu-farmasetika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2022 04:16:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Farmasi Unand]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=157063</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Universitas Andalas (Unand) kembali mengukuhkan dua orang guru besar (profesor) dalam bidang ilmu farmasetika di Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Dua guru besar tersebut adalah Prof. Apt. Henny Lucida, Ph.D yang mengusung pidato orasi berjudul &#8216;Nanostructured Lipid Carriers Sebagai Sistem Penghantaran Tertarget untuk Obat dan Kosmetika Bahan Alam&#8217;, dan Prof. Dr. Apt. Febriyenti, M.Si yang mengangkat orasi berjudul &#8216;Belut Sebagai Suplemen Kesehatan dan Obat Luka&#8217;. Upacara pengukuhan dua guru besar tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, SH. MH, Ketua Dewan Profesor Prof. Dr. Ir. Helmi, MS, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Syafrizal, Sy, serta Dekan Fakultas</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/unand-kukuhkan-2-guru-besar-bidang-ilmu-farmasetika/">Unand Kukuhkan 2 Guru Besar Bidang Ilmu Farmasetika</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Universitas Andalas (Unand) kembali mengukuhkan dua orang guru besar (profesor) dalam bidang ilmu farmasetika di Fakultas Farmasi Universitas Andalas.</p>
<p>Dua guru besar tersebut adalah Prof. Apt. Henny Lucida, Ph.D yang mengusung pidato orasi berjudul &#8216;<em>Nanostructured Lipid Carriers</em> Sebagai Sistem Penghantaran Tertarget untuk Obat dan Kosmetika Bahan Alam&#8217;, dan Prof. Dr. Apt. Febriyenti, M.Si yang mengangkat orasi berjudul &#8216;Belut Sebagai Suplemen Kesehatan dan Obat Luka&#8217;.</p>
<p>Upacara pengukuhan dua guru besar tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, SH. MH, Ketua Dewan Profesor Prof. Dr. Ir. Helmi, MS, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Syafrizal, Sy, serta Dekan Fakultas Farmasi Unand Prof. Dr. Apt. Fatma Sri Wahyuni.</p>
<p>Dalam orasinya, Henny Lucida menyampaikan bahwa teknologi nano telah berkembang pesat di dunia kesehatan dan industri kosmetika. Pada industri makanan, teknologi nano memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas, rasa dan tekstur produk sekaligus berperan meningkatkan daya simpan produk makanan olahan.</p>
<p>&#8220;Teknologi nano mengalami perkembangan pesat karena dapat mengatasi beberapa permasalahan terkait sifat-sifat fisikokimia bahan obat yang tidak ideal dan menghasilkan efisiensi proses dalam produksi skala besar, sehingga dapat meringankan biaya,&#8221; ujarnya, Rabu (8/6/2022).</p>
<p>Menurutnya, industri farmasi menghadapi tantangan berat di masa depan, di tengah tingginya biaya uji klinis pengembangan obat baru dan rendahnya jumlah calon obat baru (<em>new chemical entities)</em> yang lolos uji klinis. Sehingga teknologi nano menjadi penting dalam pengukuran yang tidak lagi dalam skala mikrometer.</p>
<p>&#8220;Upaya ini dapat mengatasi permasalahan sebagian besar bahan baku obat yaitu kelarutan terbatas dalam air dan rendahnya ketersediaan hayati. Selanjutnya akan berdampak pada penurunan dosis obat yang akan efisien dalam biaya serta memperkecil efek samping dari obat,&#8221; kata alumnus doktoral dari Curtin University, Western Australia itu.</p>
<p>Sementara itu, Febriyenti dalam orasinya menyampaikan manfaat hewan belut sebagai suplemen kesehatan dan pengobatan luka. Menurutnya, belut memiliki kandungan protein, lemat, dan gizi yang sangat tinggi dan bermanfaat untuk penyembuhan luka.</p>
<p>&#8220;Belut mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 yang tinggi dan berperan penting dalam proses penyembuhan luka,&#8221; kata pemilik 6 buah paten dari hasil penelitiannya.</p>
<p>Ia mengatakan dari hasil penelitiannya ia sudah membuat obat luka dari belut, bahkan sudah mematenkan obat dalam bentuk kapsul dan tablet dari tepung belut yang bisa langsung dimanfaatkan sebagai suplemen makanan dan obat luka.</p>
<p>Selain itu, imbuhnya, untuk mengatasi masalah-masalah pada aplikasi sediaan gel dan membran maka dikembangkan pula dalam bentuk spray untuk mengantarkan obat ke permukaan luka, sekaligus lebih efisien dan efektif dalam penggunaannya.</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/unand-kukuhkan-2-guru-besar-bidang-ilmu-farmasetika/">Unand Kukuhkan 2 Guru Besar Bidang Ilmu Farmasetika</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua Dharma Wanita UNP Jadi Guru Besar Pendidikan Kewirausahaan</title>
		<link>https://langgam.id/ketua-dharma-wanita-unp-jadi-guru-besar-pendidikan-kewirausahaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2021 01:48:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[UNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=137008</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menambah jumlah guru besarnya, setelah surat keterangan mengesahkan jabatan fungsional Asmar Yulastri, M.Pd, Ph.D ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan, tertanggal 19 Oktober 2021. Prof. Asmar Yulastri, M.Pd, Ph.D dalam SK Kemendikbud Ristek No. 7174/ MPK.A/02.05/ 2021 dilegalitaskan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu Pendidikan Kewirausahaan. Dengan demikian, Ketua Dharma Wanita UNP itu resmi menyandang gelar profesor di depan namanya. &#8220;Hasil ini juga mengukuhkan bahwa di UNP salah satu perguruan tinggi yang rektornya memiliki gelar profesor, juga beristrikan seorang profesor,&#8221; demikian dikutip dari laman resmi UNP, Jumat (5/11/2021). Atas capaian akademis ini Rektor UNP Prof.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ketua-dharma-wanita-unp-jadi-guru-besar-pendidikan-kewirausahaan/">Ketua Dharma Wanita UNP Jadi Guru Besar Pendidikan Kewirausahaan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menambah jumlah guru besarnya, setelah surat keterangan mengesahkan jabatan fungsional Asmar Yulastri, M.Pd, Ph.D ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan, tertanggal 19 Oktober 2021.</p>
<p>Prof. Asmar Yulastri, M.Pd, Ph.D dalam SK Kemendikbud Ristek No. 7174/ MPK.A/02.05/ 2021 dilegalitaskan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu Pendidikan Kewirausahaan. Dengan demikian, Ketua Dharma Wanita UNP itu resmi menyandang gelar profesor di depan namanya.</p>
<p>&#8220;Hasil ini juga mengukuhkan bahwa di UNP salah satu perguruan tinggi yang rektornya memiliki gelar profesor, juga beristrikan seorang profesor,&#8221; demikian dikutip dari laman resmi UNP, Jumat (5/11/2021).</p>
<p>Atas capaian akademis ini Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D, memberikan apresiasi dan memberikan selamat. Ia berharap makin banyak lahir guru besar lainnya di UNP.</p>
<p>&#8220;Seseorang yang berhasil meraih jabatan tertinggi Guru Besar di Perguruan Tinggi, telah melalui perjuangan yang tak mudah dan jika ada dosen yang berhasil mencapai hal tersebut, berarti ia orang yang memiliki komitmen, perjuangan dan mampu mengelola arsip dengan baik, ya… kita ucapkanlah selamat buat Bu Asmar Yulastri, semoga sehat, sukses dan bisa mengembangkan atau menerapkan illmunya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sementara itu Dekan FPP UNP, Dra. Ernawati, M.Pd, Ph.D mengatakan dengan bertambah lagi guru besar di Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP), semoga memberi semangat baru dan meningakatkan kualitas SDM untuk pengembangan bidang ilmu Pendidikan Kewirausahaan, di UNP.</p>
<p>Dalam aktivitas kesehariannya, Asmar merupakan Dosen Prodi S1 Pendidikan Tata Boga, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) juga Kepala UPT Kewirausahaan dan Pengembangan Karir (PKK) UNP. Di samping itu ia juga merupakan Ketua Dharma Wanita UNP. Terkait dengan Pendidikan terakhir, gelar doktornya diperoleh di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).</p>
<p>Selain itu tercatat bahwa Prof. Asmar Yulastri, M.Pd, Ph.D merupakan profesor pertama dalam bidang ilmu Pendidikan Kewirausahaan di UNP.</p>
<p>Sebagai Ketua UPT PKK bersama timnya, ia juga telah banyak membawa hasil dalam gerakan kewirausahaan di UNP, baik dalam penulisan buku, pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal ini terwujud dalam bentuk penganugerahan Minang Enterpreneur Award (MEA) 2019 oleh Wakil Presiden Dr (Hc) Jusuf Kalla kepada mahasiswa UNP.</p>
<p>Di samping itu, ia juga menggagas podcast “ Kaki Lima” yang merupakan konten untuk dialog dan informasi kewirausahaan untuk mahasiswa sebagai generasi millenial. Serta kegiatan-kegiatan lain yang bertajuk kewirausahaan yang ditujukan kepada mahasiswa.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ketua-dharma-wanita-unp-jadi-guru-besar-pendidikan-kewirausahaan/">Ketua Dharma Wanita UNP Jadi Guru Besar Pendidikan Kewirausahaan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137008</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rektor UIN IB Padang Jadi Guru Besar, Orasi Bahas Teologi Manusia Modern</title>
		<link>https://langgam.id/rektor-uin-ib-padang-jadi-guru-besar-orasi-bahas-teologi-manusia-modern/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 10:03:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Imam Bonjol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=44807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Eka Putra Wirman resmi dikukuhkan sebagai guru besar dalam rapat senat terbuka di gedung UIN yang disiarkan lewat video conference, Rabu (10/6/2020). Eka diangkat sebagai Profesor atau Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kalam pada Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol. Ia dikukuhkan berdua dengan Guru Besar bidang Bahasa Inggris dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Martin Kustati. Pengukuhan keduanya dilakukan oleh Ketua Senat UIN Imam Bonjol Padang, Syafrudin Nurdin. Dalam pengukuhan Syafrudin mengingatkan agar dua guru besar menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. ﻿ Eka dalam pengukuhan tersebut menyampaikan orasi ilmiah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rektor-uin-ib-padang-jadi-guru-besar-orasi-bahas-teologi-manusia-modern/">Rektor UIN IB Padang Jadi Guru Besar, Orasi Bahas Teologi Manusia Modern</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/">Langgam.id</a></span> &#8211;</strong> Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://uinib.ac.id/">Imam Bonjol Padang</a></span>, Eka Putra Wirman resmi dikukuhkan sebagai guru besar dalam rapat senat terbuka di gedung UIN yang disiarkan lewat video conference, Rabu (10/6/2020).</p>
<p>Eka diangkat sebagai Profesor atau Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kalam pada Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/data-pt-sumbar-universitas-islam-negeri-imam-bonjol-padang/">Imam Bonjol</a></span>. Ia dikukuhkan berdua dengan Guru Besar bidang Bahasa Inggris dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Martin Kustati.</p>
<p>Pengukuhan keduanya dilakukan oleh Ketua Senat UIN <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/data-pt-sumbar-universitas-islam-negeri-imam-bonjol-padang/">Imam Bonjol Padang</a></span>, Syafrudin Nurdin. Dalam pengukuhan Syafrudin mengingatkan agar dua guru besar menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.</p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/O-wbs198XQs" width="100%" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>Eka dalam pengukuhan tersebut menyampaikan <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/kisah-perih-mahasiswa-pada-hari-pendidikan/">orasi</a> </span>ilmiah dengan judul &#8220;Teologi Manusia Modern Menuju Ekuilibrium&#8221;. Ia membahas peran agama yang menjadi paling utama dan esensial saat sekarang.</p>
<p>&#8220;Agama hadir karena keyakinan manusia kepada Tuhan, sikap itu membuat manusia terhindar dari dahaga batin yang tidak berujung,&#8221; katanya.</p>
<p>Agama menjadikan seseorang bisa mengabdi kepada Tuhan. Menurutnya, munculnya masyarakat modern tak dapat dilepaskan dari renaissance yang berhasil membongkar kejumudan berpikir.</p>
<p>Kemudian modernisasi di segala bidang melahirkan berbagai temuan yang berangsur mengubah persepsi manusia modern. Saat ini, manusia dapat mengakses dunia hanya dengan satu perangkat di tangan mereka.</p>
<p>&#8220;Berbagai temuan membuat manusia mencapai puncak kemajuan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun, <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/kelaziman-baru-dengan-barang-lama/">modernisme</a></span> yang mengandalkan akal ternyata mengalami kehampaan dan kering dari spritual. Saat ini, 0,7 orang menguasai lebih dari 50 persen kekayaan dunia.</p>
<p>&#8220;Sebuah ketimpangan yang jelas di depan yang diakibatkan <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/kelaziman-baru-dengan-barang-lama/">moderenisme</a></span>, semakin membuat jurang miskin dan kaya menganga,&#8221; katanya.</p>
<p>Umat Islam menurutnya, tidak boleh menganut paham fatalisme yang menyerahkan nasib pada keadaan. Banyak yang tidak memahami wahyu secara komprehensif. Padahal akal adalah penopang agama, sedangkan wahyu penopang utama. Agama memyuruh melakukan perbuatan baik.</p>
<p>&#8220;Manusia modern harus memggunakan akal dan imam secara proporsional,&#8221; katanya.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Imam Bonjol Hetti Waluati Triana mewakili sambutan Rektor UIN mengatakan, UIN saat ini telah memiliki 14 orang guru besar. Momentum yang patut disyukuri bagi <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/nasi-anjing-kuliner-yang-lahir-dari-sejarah-yang-getir/">sivitas akademika.</a></span></p>
<p>&#8220;Baru saat penghujung 2019 bertambah 1 profesor, dan awal 2020 bertambah lagi profesor,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan, seorang guru besar pada hakikatnya adalah seorang guru, pendidik, dan peneliti. Penelitiannya selalu ditunggu masyarakat sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.</p>
<p>Menjadi profesor saat ini membutuhkan persyaratan yang ketat. Keputusan profesor merupakan penghargaan yang <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/nasi-anjing-kuliner-yang-lahir-dari-sejarah-yang-getir/">prestisius</a></span> yang diberikan negara.</p>
<p>&#8220;Tidak semua orang bisa jadi profesor, hanya yang memiliki motivasi tinggi yang mampu meraih gelar tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia yakin beliau akan menularkan energi positif kepada masyarakat luas. Ia juga berharap ke dua profesor yang dikukuhkan hari ini mampu berperan aktif dalam kegiatan akademik.</p>
<p>&#8220;Keduanya diharapkan menjadi pionir penelitian yang memunculkan pembaruan, seperti membuat jurnal,&#8221; katanya.</p>
<p>Eka Putra Wirman saat ini menjabat sebagai Rektor UIN Imam Bonjol Padang. Sementara Martin Kustati sebagai Wakil Direktur Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. <strong>(Rahmadi/ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rektor-uin-ib-padang-jadi-guru-besar-orasi-bahas-teologi-manusia-modern/">Rektor UIN IB Padang Jadi Guru Besar, Orasi Bahas Teologi Manusia Modern</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44807</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/81 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 12:24:28 by W3 Total Cache
-->