<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Gunung Kerinci Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/gunung-kerinci/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/gunung-kerinci/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2026 13:28:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Gunung Kerinci Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/gunung-kerinci/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Kerjasama dengan TNKS, Pemkab Solsel Kembangkan Jalur Pendakian Gunung Kerinci dari Wilayah Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/kerjasama-dengan-tnks-pemkab-solsel-kembangkan-jalur-pendakian-gunung-kerinci-dari-wilayah-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 11:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kerinci]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=252662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan resmi menjalin kerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) untuk memperkuat fungsi kawasan konservasi melalui pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci dari wilayah Solok Selatan, Sumatra Barat. Kerja sama tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang berlaku selama empat tahun dan menjadi langkah strategis dalam membuka potensi wisata alam baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan. Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan, pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan merupakan bagian dari visi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi. &#8220;Kerja</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kerjasama-dengan-tnks-pemkab-solsel-kembangkan-jalur-pendakian-gunung-kerinci-dari-wilayah-sumbar/">Kerjasama dengan TNKS, Pemkab Solsel Kembangkan Jalur Pendakian Gunung Kerinci dari Wilayah Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan resmi menjalin kerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) untuk memperkuat fungsi kawasan konservasi melalui pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci dari wilayah Solok Selatan, Sumatra Barat.</p>



<p>Kerja sama tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang berlaku selama empat tahun dan menjadi langkah strategis dalam membuka potensi wisata alam baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.</p>



<p>Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan, pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan merupakan bagian dari visi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi.</p>



<p>&#8220;Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pengembangan jalur pendakian melalui Solok Selatan tidak hanya menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, penyedia jasa wisata, homestay, hingga masyarakat di sekitar kawasan,&#8221; ujar Khairunas, dikutip Senin (13/7/2026).</p>



<p>Ia menegaskan, seluruh pengembangan akan dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi sesuai fungsi Taman Nasional Kerinci Seblat.</p>



<p>&#8220;Kami berkomitmen menjaga kelestarian kawasan TNKS. Pariwisata yang dikembangkan harus berbasis konservasi sehingga alam tetap terjaga, sementara masyarakat memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan,&#8221; katanya.</p>



<p>Berdasarkan ringkasan perjanjian kerja sama, ruang lingkup kerja sama meliputi pembangunan sarana dan prasarana penunjang wisata, peningkatan jalur pendakian, pengembangan sirkulasi kawasan, publikasi dan promosi wisata pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan, serta pemberdayaan masyarakat setempat.</p>



<p>Selain itu, kedua pihak akan menyusun Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan. Dokumen tersebut wajib disusun paling lambat tiga bulan setelah penandatanganan kerja sama. Apabila tidak disusun, perjanjian dapat dibatalkan oleh pihak pertama sesuai ketentuan yang disepakati.</p>



<p>Khairunas berharap kolaborasi tersebut menjadi momentum bagi Solok Selatan untuk semakin dikenal sebagai pintu alternatif pendakian Gunung Kerinci sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi ekowisata unggulan di Sumatera Barat.</p>



<p>&#8220;Sinergi antara pemerintah daerah, Balai Besar TNKS, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan ini. Kami optimistis kerja sama ini akan menghadirkan manfaat besar bagi kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Solok Selatan,&#8221; tutupnya. (HER)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kerjasama-dengan-tnks-pemkab-solsel-kembangkan-jalur-pendakian-gunung-kerinci-dari-wilayah-sumbar/">Kerjasama dengan TNKS, Pemkab Solsel Kembangkan Jalur Pendakian Gunung Kerinci dari Wilayah Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">252662</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wisata Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan, Pemkab Audiensi dengan Dirjen KSDAE</title>
		<link>https://langgam.id/wisata-pendakian-gunung-kerinci-via-solok-selatan-pemkab-audiensi-dengan-dirjen-ksdae/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2025 00:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kerinci]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=227941</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan. Senin (16/6/2025) lalu, Bupati Solok Selatan Khairunas bersama Dandim 0309/Solok Letkol Inf Reno Handoko melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Solok Selatan mendorong dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan. Jalur ini saat ini tengah dalam tahap pembukaan awal sepanjang 16 kilometer melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), bekerja sama dengan Kodim 0309/Solok. “Kami menyampaikan komitmen Pemkab Solok</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wisata-pendakian-gunung-kerinci-via-solok-selatan-pemkab-audiensi-dengan-dirjen-ksdae/">Wisata Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan, Pemkab Audiensi dengan Dirjen KSDAE</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan. Senin (16/6/2025) lalu, Bupati Solok Selatan Khairunas bersama Dandim 0309/Solok Letkol Inf Reno Handoko melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.</p>



<p>Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Solok Selatan mendorong dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan. Jalur ini saat ini tengah dalam tahap pembukaan awal sepanjang 16 kilometer melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), bekerja sama dengan Kodim 0309/Solok.</p>



<p>“Kami menyampaikan komitmen Pemkab Solok Selatan dalam mengelola potensi alam, khususnya ekowisata, secara bijak dan berkelanjutan. Jalur pendakian Gunung Kerinci dari Solok Selatan adalah peluang besar, namun tentu memerlukan arahan dan dukungan regulatif dari KLHK agar tidak bertentangan dengan prinsip konservasi,” ujar Bupati Khairunas dalam keterangan resmi.</p>



<p>Menurutnya, jalur baru ini tidak hanya akan membuka akses alternatif ke Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera, tetapi juga diharapkan menjadi daya tarik wisata baru yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.</p>



<p>“Dengan sinergi yang baik bersama KLHK dan pihak terkait lainnya, kami optimistis jalur ini bisa menjadi ikon wisata baru Sumatera Barat sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Solok Selatan,” tambah Khairunas.</p>



<p>Sementara itu, Dandim 0309/Solok Letkol Inf Reno Handoko menegaskan bahwa keterlibatan TNI melalui TMMD merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan wilayah terpencil, termasuk membuka akses ke potensi wisata yang selama ini belum tergarap maksimal.</p>



<p>Dirjen KSDAE menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi semangat kolaboratif antara pemerintah daerah dan TNI. Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang mengedepankan prinsip konservasi, keterlibatan masyarakat, serta perlindungan ekosistem dalam setiap rencana pengembangan.</p>



<p>Pengembangan jalur pendakian via Solok Selatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kabupaten Solok Selatan sebagai destinasi ekowisata unggulan di Sumatera Barat, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*/f)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wisata-pendakian-gunung-kerinci-via-solok-selatan-pemkab-audiensi-dengan-dirjen-ksdae/">Wisata Pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan, Pemkab Audiensi dengan Dirjen KSDAE</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227941</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Sumbar Imbau Warga Hindari Hoaks Terkait Erupsi Marapi dan Kerinci</title>
		<link>https://langgam.id/bpbd-sumbar-imbau-warga-hindari-hoaks-terkait-erupsi-marapi-dan-kerinci/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2023 02:27:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kerinci]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=178195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat (Sumbar) mengingatkan warga tidak percaya dan tidak menyebar kabar bohong atau hoaks berkaitan dengan aktivitas vulkanologi Gunung Marapi dan Kerinci. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur mengatakan, saat ini sudah banyak beredar di Whatsapp berbagai cerita tentang erupsi dua gunung api aktif ini. Ia meminta warga tidak percaya dengan berita sumber yang tidak jelas. &#8220;Kondisi saat ini seharusnya tidak diperparah dengan kabar bohong. Tak elok menyebar kabar bohong dalam kondisi seperti ini. Jangan dipercaya,&#8221; kata Rumainur, Jumat (13/1/2023). Baca Juga: Erupsi Gunung Marapi Semakin Tinggi, Kolom Abu Mencapai 1000</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpbd-sumbar-imbau-warga-hindari-hoaks-terkait-erupsi-marapi-dan-kerinci/">BPBD Sumbar Imbau Warga Hindari Hoaks Terkait Erupsi Marapi dan Kerinci</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat (Sumbar) mengingatkan warga tidak percaya dan tidak menyebar kabar bohong atau hoaks berkaitan dengan aktivitas vulkanologi Gunung Marapi dan Kerinci.</p>



<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur mengatakan, saat ini sudah banyak beredar di Whatsapp berbagai cerita tentang erupsi dua gunung api aktif ini. Ia meminta warga tidak percaya dengan berita sumber yang tidak jelas.</p>



<p>&#8220;Kondisi saat ini seharusnya tidak diperparah dengan kabar bohong. Tak elok menyebar kabar bohong dalam kondisi seperti ini. Jangan dipercaya,&#8221; kata Rumainur, Jumat (13/1/2023).</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/erupsi-gunung-marapi-semakin-tinggi-kolom-abu-mencapai-1000-meter/">Erupsi Gunung Marapi Semakin Tinggi, Kolom Abu Mencapai 1000 Meter</a></strong></p>



<p>Ia berpesan agar masyarakat mendengarkan informasi pemberitaan yang bersumber dari pemerintah. Karena pemerintah daerah mendapat konfirmasi langsung dari pemantauan.</p>



<p>&#8220;Kami sudah ingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan. Tidak mendekati gunung pada radius tiga kilometer sesuai<a href="https://magma.vsi.esdm.go.id/"> imbauan</a> PVMBG,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Seperti diketahui, Gunung Marapi berada di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumbar. Sementara Gunung Kerinci berada di dua provinsi, yakni Sumbar (Kabupaten Solok Selatan) dan Jambi (Kabupaten Kerinci).</p>



<p>Kedua gunung tersebut berada pada level II atau waspada. Gunung api ini beberapa hari belakangan menunjukkan aktivitas vulkanologi secara signifikan. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpbd-sumbar-imbau-warga-hindari-hoaks-terkait-erupsi-marapi-dan-kerinci/">BPBD Sumbar Imbau Warga Hindari Hoaks Terkait Erupsi Marapi dan Kerinci</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178195</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Kerinci Erupsi, PVMBG: Tinggi Kolom Abu 700 Meter di Atas Puncak</title>
		<link>https://langgam.id/gunung-kerinci-erupsi-pvmbg-tinggi-kolom-abu-700-meter-di-atas-puncak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2022 05:13:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kerinci]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=165961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Gunung Kerinci mengalami erupsi pada Selasa (6/12/2022) sekitar pukul 08.22 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, tinggi kolom abu teramati setinggi 700 meter di atas puncak. Petugas Pos Pengamatan Gunung Kerinci, Irwan Safwan mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya. &#8220;Untuk warga tidak ada evakuasi. Masyarakat masih beraktivitas seperti biasa. Kondisi Gunung Kerinci saat ini tertutup kabut,&#8221; kata Irwan dihubungi langgam.id, Selasa (6/12/2022). Laporan PVMBG mencatat erupsi Gunung Kerinci ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 3 mm dan durasi 60 detik. Masyarakat di sekitar Gunung Api</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gunung-kerinci-erupsi-pvmbg-tinggi-kolom-abu-700-meter-di-atas-puncak/">Gunung Kerinci Erupsi, PVMBG: Tinggi Kolom Abu 700 Meter di Atas Puncak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Gunung Kerinci mengalami erupsi pada Selasa (6/12/2022) sekitar pukul 08.22 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, tinggi kolom abu teramati setinggi 700 meter di atas puncak.</p>
<p>Petugas Pos Pengamatan Gunung Kerinci, Irwan Safwan mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya.</p>
<p>&#8220;Untuk warga tidak ada evakuasi. Masyarakat masih beraktivitas seperti biasa. Kondisi Gunung Kerinci saat ini tertutup kabut,&#8221; kata Irwan dihubungi langgam.id, Selasa (6/12/2022).</p>
<p>Laporan PVMBG mencatat erupsi Gunung Kerinci ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 3 mm dan durasi 60 detik.</p>
<p>Masyarakat di sekitar Gunung Api Kerinci dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak radius tiga KM dari kawah aktif. Masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius bahaya/KRB III.</p>
<p>Sebaiknya jalur penerbangan disekitar gunung dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gunung-kerinci-erupsi-pvmbg-tinggi-kolom-abu-700-meter-di-atas-puncak/">Gunung Kerinci Erupsi, PVMBG: Tinggi Kolom Abu 700 Meter di Atas Puncak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165961</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pendakian Gunung Kerinci dari Arah Solsel Dilarang saat Nataru</title>
		<link>https://langgam.id/pendakian-gunung-kerinci-dari-arah-solsel-dilarang-saat-nataru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2021 04:32:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kerinci]]></category>
		<category><![CDATA[Natal dan Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[Solok Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=142912</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pendakian Gunung Kerinci dari arah Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatra Barat, dilarang saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Solsel Nomor: 360/467/BPBD-XII/2021 tentang Larangan Memasuki Kawasan Bahaya Gunung Kerinci pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 di Wilayah Kabupaten Solok Selatan. SE Bupati Solsel tersebut diposting di akun Instagram @bpbdsolokselatan, Senin (27/12/2021). SE itu ditandatangani Bupati Solsel Khairunas pada Jumat (24/12/2021). Dalam SE itu disebutkan bahwa larangan ini disebabkan karena sesuai dengan surat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor: 470/GL.05/BGL/2021. Yaitu, perihal peta peringatan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pendakian-gunung-kerinci-dari-arah-solsel-dilarang-saat-nataru/">Pendakian Gunung Kerinci dari Arah Solsel Dilarang saat Nataru</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pendakian Gunung Kerinci dari arah Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatra Barat, dilarang saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).</p>
<p>Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Solsel Nomor: 360/467/BPBD-XII/2021 tentang Larangan Memasuki Kawasan Bahaya Gunung Kerinci pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 di Wilayah Kabupaten Solok Selatan.</p>
<p>SE Bupati Solsel tersebut diposting di akun Instagram @bpbdsolokselatan, Senin (27/12/2021). SE itu ditandatangani Bupati Solsel Khairunas pada Jumat (24/12/2021).</p>
<p>Dalam SE itu disebutkan bahwa larangan ini disebabkan karena sesuai dengan surat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor: 470/GL.05/BGL/2021.</p>
<p>Yaitu, perihal peta peringatan gunung api di Kabupaten Solok Selatan dalam rangka kesiapsiagaan libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.</p>
<p>&#8220;Maka mengingat status Gunung Kerinci pada status level 2 atau waspada. Dan dalam rangka kesiapsiagaan terjadinya bencana maka dalam menghadapi Nataru, diminta kepada camat dan wali nagari yang berada di zona rawan Gunung Kerinci untuk melarang melakukan pendakian Gunung Kerinci dari arah Kabupaten Solsel,&#8221; kata Pemkab Solsel dalam SE tersebut.</p>
<p>Selain itu, dalam SE tersebut juga disebutkan bahwa melarang memasuki kawasan rawan bencana Gunung Kerinci dari arah Solsel.</p>
<p>Kemudian, camat dan wali nagari diminta memasang rambu-rambu larangan untuk mencegah terjadinya korban bagi pengunung atau wisatawan.</p>
<p><strong>Baca juga:<a href="https://langgam.id/bankir-wanita-usia-51-tahun-taklukan-atap-pulau-sumatera/"> Bankir Wanita Usia 51 Tahun Taklukan Atap Pulau Sumatera</a></strong></p>
<p>Berikutnya, Bupati Solsel meminta untuk siap siaga dan waspada dalam menghadapi bahaya erupsi Gunung Kerinci.</p>
<p>&#8220;Larangan ini terhitung mulai tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022,&#8221; ungkap Bupati Solsel Khairunas dalam SE tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pendakian-gunung-kerinci-dari-arah-solsel-dilarang-saat-nataru/">Pendakian Gunung Kerinci dari Arah Solsel Dilarang saat Nataru</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142912</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ternyata, Ini Kampanye Bankir Wanita Penakluk Atap Sumatera</title>
		<link>https://langgam.id/ternyata-ini-kampanye-bankir-wanita-penakluk-atap-sumatera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Debi Virnando]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2021 08:19:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kerinci]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=138974</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam &#8211; Petualangan Bankir wanita berusia 51 tahun penakluk atap pulau Sumatera bukan sekadar kesenangan pribadi semata. Dirinya mengaku selalu kampanye mencintai alam dan meminimalisir penggunaan sampah anorganik. &#8220;Pendakian gunung yang saya lakukan bukan sekadar kegiatan bersenang-senang belaka. Saya selalu membawa misi menjaga kelestarian alam,&#8221; kata Srirahayu Eka Yudaningsih setelah sukses menginjakan kaki di puncak Gunung Kerinci awal pekan ini. Menurut Eka (sapaan Srirahayu Eka Yudaningsih, red), dirinya berkampanye agar setiap insan, apapun profesi dan jabatanya, harus turut berusaha menjaga lingkungan. Hal ini yang dilakukan setiap mendaki puncak-puncak gunung tertinggi di Indonesia. Gunung Kerinci bukan pendakian pertamanya. Dalam sepuluh tahun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ternyata-ini-kampanye-bankir-wanita-penakluk-atap-sumatera/">Ternyata, Ini Kampanye Bankir Wanita Penakluk Atap Sumatera</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam &#8211; Petualangan Bankir wanita berusia 51 tahun penakluk atap pulau Sumatera bukan sekadar kesenangan pribadi semata. Dirinya mengaku selalu kampanye mencintai alam dan meminimalisir penggunaan sampah anorganik.</p>
<p>&#8220;Pendakian gunung yang saya lakukan bukan sekadar kegiatan bersenang-senang belaka. Saya selalu membawa misi menjaga kelestarian alam,&#8221; kata Srirahayu Eka Yudaningsih setelah sukses menginjakan kaki di puncak Gunung Kerinci awal pekan ini.</p>
<p>Menurut Eka (sapaan Srirahayu Eka Yudaningsih, red), dirinya berkampanye agar setiap insan, apapun profesi dan jabatanya, harus turut berusaha menjaga lingkungan. Hal ini yang dilakukan setiap mendaki puncak-puncak gunung tertinggi di Indonesia.</p>
<p>Gunung Kerinci bukan pendakian pertamanya. Dalam sepuluh tahun terakhir, sejumlah puncak gunung favorit para pendaki di Indonesia berhasil diziarahi.</p>
<p>Wanita asal Yogyakarta yang baru empat bulan bertugas di Kanwil BRI Padang ini telah mendaki Gunung Merapi (Jogja/Jateng), Gunung Merbabu (Jateng), Gunung Lawu (Jateng/Jatim) dan Gunung Gede Pangrango (Jabar). Gunung Semeru (Jatim), Gunung Rinjani dan Tambora (NTB), gunung yang pernah didaki Eka.</p>
<p>&#8220;Setahun bisa mendaki gunung lebih dari dua kali. Setiap ditugaskan dimanapun, saya selalu sempatkan diri untuk mendaki puncak gunung tertingginya,&#8221; kata Eka.</p>
<p>Kehebatan perempuan berkepala lima ini, namun masih mampu melakukan petualangan ekstrem alam bebas, diharapkan menjadi inspirasi bagi kaum maskulin dan para milenial. Bukan tentang berat dan penuh risikonya semata, melainkan bagaimana setiap orang berpartisipasi melindungi alam.</p>
<p>Salah satu contoh sederhana dengan mengurangi dampak polusi di sekitar tempat tinggal. Hal sederhana ini dapat dilakukan oleh siapa saja.</p>
<p>Dalam setiap kali kegiatan pendakiannya, Eka mengaku selalu menerapkan prinsip-prinsip dasar kegiatan kepecintaalaman. Mendaki gunung bukan untuk menaklukan alam tetapi lebih untuk mendekatkan diri, mencintai serta melestarikan alam.</p>
<p>&#8220;<em>Zero waste</em> atau meminimalisir sampah, khusunya sampah anorganik adalah salah satu prinsip yang selalu saya bersama tim lakukan pada setiap kali pendakiannya,&#8221; tutur Eka.</p>
<p>Pendakian Gunung Kerinci baru-baru ini, lanjut Eka, juga didedikasikan bagi lembaga tempatnya meniti karir. BRI bakal berulang tahun ke-126 pada tanggal 16 Desember 2021 nanti. Sesuai tema ulang tahun ke-126 BRI, yakni ‘Memberi Makna Indonesia’, dirinya ingin memberikan makna bagi Indonesia dalam bidang kecintaan dan pelestarian alam.</p>
<p>Seperti dirilis Langgam.id sebelumnya, Eka berhasil menginjakan kaki di atap Pulau Sumatera Senin pagi (15/11/2021). Eka yang saat ini menjabat sebagai Regional Consumer &amp; SME Banking Head BRI Regional Padang, juga mendaki Gunung Marapi di Sumbar sepekan sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Semoga ini dapat memberikan inspirasi khususnya kepada para generasi muda. Sukai kegiatan-kegiatan di alam terbuka untuk menumbuhkan semangat mencitai alam,&#8221; kata aktivis aktivis komunitas Bripala (BRI Pecinta Alam) itu.</p>
<p>Selain pemuda, masyarakat Sumbar secara umum, juga diajak selalu kenal dan bersahabat dengan alam. &#8220;Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang,&#8221; tututrnya. (*)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ternyata-ini-kampanye-bankir-wanita-penakluk-atap-sumatera/">Ternyata, Ini Kampanye Bankir Wanita Penakluk Atap Sumatera</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">138974</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bankir Wanita Usia 51 Tahun Taklukan Atap Pulau Sumatera</title>
		<link>https://langgam.id/bankir-wanita-usia-51-tahun-taklukan-atap-pulau-sumatera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2021 17:35:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kerinci]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=138812</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Insan perbankan berusia 51 tahun, Srirahayu Eka Yudaningsih berhasil menaklukan puncak Gunung Kerinci. Kesuksesannya menginjakan kaki di atap Pulau Sumatera, Senin pagi (15/11/2021), membuktikan, petualangan ekstrem alam bebas bukan hanya aktivitas maskulin para anak muda. Srirahayu Eka Yudaningsih saat ini menjabat sebagai Regional Consumer &#38; SME Banking Head BRI Regional Padang. Sebelum mencapai puncak Gunung Kerinci, seminggu sebelumnya, wanita berperawakan mungil enerjik itu juga berhasil mendaki puncak Gunung Marapi di Sumbar. Memang, Eka, panggilan akrab Srirahayu Eka Yudaningsih, tercatat sebagai aktivis komunitas Bripala (BRI Pecinta Alam). Petualangan seperti ini telah menjadi kegemarannya sejak sekitar sepuluh tahun terakhir. Berawal</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bankir-wanita-usia-51-tahun-taklukan-atap-pulau-sumatera/">Bankir Wanita Usia 51 Tahun Taklukan Atap Pulau Sumatera</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Insan perbankan berusia 51 tahun, Srirahayu Eka Yudaningsih berhasil menaklukan puncak Gunung Kerinci. Kesuksesannya menginjakan kaki di atap Pulau Sumatera, Senin pagi (15/11/2021), membuktikan, petualangan ekstrem alam bebas bukan hanya aktivitas maskulin para anak muda.</p>
<p>Srirahayu Eka Yudaningsih saat ini menjabat sebagai Regional Consumer &amp; SME Banking Head BRI Regional Padang. Sebelum mencapai puncak Gunung Kerinci, seminggu sebelumnya, wanita berperawakan mungil enerjik itu juga berhasil mendaki puncak Gunung Marapi di Sumbar. Memang, Eka, panggilan akrab Srirahayu Eka Yudaningsih, tercatat sebagai aktivis komunitas Bripala (BRI Pecinta Alam).</p>
<p>Petualangan seperti ini telah menjadi kegemarannya sejak sekitar sepuluh tahun terakhir. Berawal Eka ketika mencoba mendampingi putra semata wayangnya yang saat itu mulai duduk dibangku SMP dan berkeinginan mencoba kegiatan mendaki gunung.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya saya sejak kuliah sudah kepingin sekali mendaki gunung. Tapi saat itu orangtua saya melarang,” kata Eka mengisahkan kegemerannya yang terkesan agak tertunda.</p>
<p>Saat ini, disela-sela kesibukan sebagai pejabat eselon II di lembaga keuangan BUMN BRI, Eka selalu menyempatkan diri menyalurkan hobi petualangan mendaki gunung-gunung tinggi yang berada di seluruh pelosok tanah air. Kebetulan tempat tugas yang dijalani selalu berpindah pindah.</p>
<p>&#8220;Jadi setiap ditugaskan dimanapun, saya selalu sempatkan diri untuk mendaki puncak gunung tertingginya,” kata Eka yang mengaku dalam setahun bisa mendaki gunung lebih dari dua kali.</p>
<p>Selama sekitar 10 tahun terakhir, sejumlah puncak gunung favorit para pendaki di Indonesia telah berhasil diziarahi Eka. Sebut saja Gunung Merapi (Jogja/Jateng), Gunung Merbabu (Jateng), Gunung Lawu (Jateng/Jatim) dan Gunung Gede Pangrango (Jabar). Gunung Semeru (Jatim), Gunung Rinjani dan Tambora (NTB) merupakan sejumlah gunung yang pernah didaki Eka.</p>
<p>Aktivitas pendakian gunung Kerinci dilakukan bersama tim kecil berjumlah tujuh orang. Terdiri dari anggota komunitas pecinta alam dan pendaki gunung lokal Kabupaten Kerinci, Jambi. Eka adalah satu-satunya wanita dalam tim pendakian tersebut.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, setiap kali akan mendaki gunung saya selalu mendapat full support dari rekan-rekan sesama pecinta alam lokal. Mungkin kawan-kawan suka, atau penasaran ya, mendaki bareng emak-emak seperti saya ini,” kelakar wanita periang ini.</p>
<p>Pendakian Gunung Kerinci dilakukan selama empat hari tiga malam. Pendakian dimulai dari pintu pendakian Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi pada Sabtu (13/11).</p>
<p>Ceritanya, setelah menembus berat dan lebatnya hutan liar lereng Gunung Kerinci dihari pertama dan kedua pendakian, serta berkemah dua malam di hutan lereng Kerinci, di pagi hari ketiga sekitar pukul 07:00 WIB, seluruh anggota tim berhasil menginjakan kaki di puncak Kerinci yang termasuk salah satu dari lima gunung berapi tertinggi di benua Asia tersebut.</p>
<p>Aktivitas menuruni puncak Kerinci harus dilakukan dengan amat sangat hati-hati. Kegiatan turun gunung ini bahkan terkadang harus dilakukan dengan cara merangkak menghindari risiko fatal tergelincir ke dalam jurang ratusan meter.</p>
<p>&#8220;Meskipun menurut saya Kerinci tergolong pendakian berat, alhamdulillah selama 4 hari pendakian, selalu diberkahi dengan cuaca cerah, sehingga secara khusus menambah energi dan semangat saya serta seluruh anggota tim,” ujar Eka yang juga menyukai olahraga bersepeda dan golf ini. (*)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bankir-wanita-usia-51-tahun-taklukan-atap-pulau-sumatera/">Bankir Wanita Usia 51 Tahun Taklukan Atap Pulau Sumatera</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">138812</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Erupsi Sampai 26 Kali Sehari</title>
		<link>https://langgam.id/aktivitas-gunung-ile-lewotolok-meningkat-erupsi-sampai-26-kali-sehari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 03:09:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Berapi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kerinci]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=130745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Aktivitas Gunung Ile Lewotolok yang terdapat di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat. Sejak dua pekan terakhir, erupsi gunung berapi ini mencapai 26 kali sehari. Situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, aktivitas vulkanik gunung itu meningkat sejak Desember 2020. Erupsi masih terus terjadi hingga Jumat (8/10/2021) hari ini. Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Lembata Geril H Noning mengatakan, peningkatan tersebut sudah terjadi sejak pertengahan bulan lalu. &#8220;Rata-rata mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian antara 300-800 meter dari puncak,&#8221; kata Geril sebagaimana dirilis situs resmi BNPB. Ia mengatakan, beberapa kali hujan abu berdampak ke</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aktivitas-gunung-ile-lewotolok-meningkat-erupsi-sampai-26-kali-sehari/">Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Erupsi Sampai 26 Kali Sehari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Aktivitas Gunung Ile Lewotolok yang terdapat di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat. Sejak dua pekan terakhir, erupsi gunung berapi ini mencapai 26 kali sehari.</p>
<p>Situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, aktivitas vulkanik gunung itu meningkat sejak Desember 2020. Erupsi masih terus terjadi hingga Jumat (8/10/2021) hari ini.</p>
<p>Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Lembata Geril H Noning mengatakan, peningkatan tersebut sudah terjadi sejak pertengahan bulan lalu.</p>
<p>&#8220;Rata-rata mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian antara 300-800 meter dari puncak,&#8221; kata Geril sebagaimana dirilis <a href="https://bnpb.go.id/berita/erupsi-ile-lewotolok-terjadi-hingga-26-kali-sehari">situs resmi</a> BNPB.</p>
<p>Ia mengatakan, beberapa kali hujan abu berdampak ke sejumlah wilayah di sekitar gunung setinggi 1.432 mdpl tersebut. Meski demikian, warga setempat masih dalam kondisi tenang.</p>
<p>&#8220;Warga tetap tenang dan dapat menyesuaikan diri serta sudah mengikuti arahan dari pihak yang berwenang. Masyarakat sudah ready dengan kondisi itu dan apabila terjadi apa-apa,” kata Geril.</p>
<p>Sebagai upaya mitigasi, menurutnya, BPBD Kabupaten Lembata terus memberikan sosialisasi tentang kondisi gunung kepada masyarakat. BPBD juga bersiap dengan tempat pengungsian. &#8220;Mereka juga dipersiapkan untuk ditarik ke pengungsian apabila memang perlu,” jelas Geril.</p>
<p>Menurutnya, BPBD juga meminta warga waspada bila terjadi hujan di puncak gunung. Hujan dapat memunculkan potensi banjir lahar dingin. “Kami ingatkan terus. Ini kan masuk musim penghujan,” tutur Geril.</p>
<p>Siaran pers dari Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari tersebut juga merilis amatan PVMG. Berdasar amatan lembaga itu, selama enam jam saja dari pukul 18.00-24.00 WITA terjadi 7 kali letusan asap berwarna putih kelabu. Tinggi erupsi tersebut berkisar 300-600 meter di atas puncak.</p>
<p>Juga teramati, bunyi emuruh dan dentuman lemah hingga kuat serta lontaran material lava pijar lebih kurang 300 meter mengarah ke tenggara.</p>
<p>Sementara, pantauan pada Jumat (8/10/2021) pukul 00.00-06.00 WITA, Gunung Ile Lewotolok terlihat jelas. Terlihat asap kawah bertekanan lemah hingga sedang. Warnanya putih dan kelabu, setinggi 100-300 meter di atas puncak kawah.</p>
<p>Selama enam jam tersebut terjadi 6 kali letusan. Tiap letusan dapat teramati asap putih dan kelabu setinggi lebih kurang 300 meter di atas puncak.</p>
<p>PVMBG menetapkan status Gunung Ile Lewotolok dalam status level III atau waspada. PVMG meminta masyarakat sekitar atau pengunjung tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Ile Lewotolok.</p>
<p>Warga Desa Jontona juga diminta waspada terhadap potensi longsoran material lapuk. Material ini bisa disertai awan panas dari bagian tenggara kawah. Warga sekitar gunung juga diminta untuk mengenakan masker karena bahaya abu vulkanik.</p>
<p>PVMG meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk menjaga suasana tetap kondusif. Warga diminta tidak terpancing hoaks serta isu-isu tentang erupsi gunungapi Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.</p>
<p>PVMG menyebut memantau saat status gunung dan akan memberikan rekomendasi terkait perkembangan yang terjadi. Pengawasan dilakukan di Pos Pengawas Gunung Api Ili Lewotolok terdapat di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aktivitas-gunung-ile-lewotolok-meningkat-erupsi-sampai-26-kali-sehari/">Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Erupsi Sampai 26 Kali Sehari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">130745</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Leluasa Melihat Keanggunan Gunung Kerinci dari Kawasan Seribu Rumah Gadang</title>
		<link>https://langgam.id/leluasa-melihat-keanggunan-gunung-kerinci-dari-kawasan-seribu-rumah-gadang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2020 16:07:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kerinci]]></category>
		<category><![CDATA[Solok Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=72888</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) bukan sekedar menyuguhkan lanskap rumah gadang yang membiak, melainkan juga menjadi titik melihat lanskap lebih luas alam raya Solok Selatan dan sekitarnya. Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan pembangunan menara pandang (Songket) setinggi 32 meter di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Solok Selatan. Jika menara pandang ini sudah beroperasi, maka mata akan leluasa melihat keanggunan gunung api tertinggi di Asia Tenggara, Gunung Kerinci, yang terletak di perbatasan Sumatra Barat &#8211; Jambi. Dalam masterplan Kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) juga dilakukan pemugaran 33 rumah gadang, penataan lanskap kawasan, dan pembangunan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/leluasa-melihat-keanggunan-gunung-kerinci-dari-kawasan-seribu-rumah-gadang/">Leluasa Melihat Keanggunan Gunung Kerinci dari Kawasan Seribu Rumah Gadang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) bukan sekedar menyuguhkan lanskap rumah gadang yang membiak, melainkan juga menjadi titik melihat lanskap lebih luas alam raya Solok Selatan dan sekitarnya.</p>
<p>Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan pembangunan menara pandang (Songket) setinggi 32 meter di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Solok Selatan.</p>
<p>Jika menara pandang ini sudah beroperasi, maka mata akan leluasa melihat keanggunan gunung api tertinggi di Asia Tenggara, Gunung Kerinci, yang terletak di perbatasan Sumatra Barat &#8211; Jambi.</p>
<p>Dalam masterplan Kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) juga dilakukan pemugaran 33 rumah gadang, penataan lanskap kawasan, dan pembangunan Menara Songket sebagai landmark dan pembangunan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan.</p>
<p>Kabag Humas Kabupaten Solok Selatan Firdaus Firman, sebagaimana dicuplik dari <a href="https://www.facebook.com/InfoSOLSEL"><em>Solok Selatan Info, </em></a>menjelaskan, kawasan SRG dengan luas 26,3 hektare memiliki aset budaya luar biasa, terdiri dari ratusan benda cagar budaya yakni rumah gadang, masjid, surau dan makam posisinya berkelompok dimana sebagian di antaranya sudah berumur ratusan tahun.</p>
<p>Dari total rencana 33 rumah gadang yang akan dipugar, sejak 2019 hingga saat ini, 28 rumah gadang tengah dikerjakan. Pekerjaan revitalisasi ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020 dengan anggaran APBN TA 2019-2020 sebesar Rp69,7 miliar.</p>
<p>Revitalisasi Kawasan SRG ini dimulai dari proses Identifikasi dan Inventarisasi Kerusakan Rumah Gadang hingga proses Perencanaan Rumah Gadang melibatkan tim dari Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), Johny Wongso, dan Tim dari Universitas Bung Hatta yang merupakan Arsitek Rumah Gadang.</p>
<p>Sedangkan untuk Perencanaan Penataan Kawasan melibatkan Yori Antar, IAI, dengan kontraktor pelaksana PT. Wisana Matra Karya dan konsultan perencana PT. Jakarta Konsultindo.</p>
<p>Revitalisasi Kawasan SRG ini meliputi pemugaran rumah gadang, pembangunan menara songket, bangunan pusat informasi dan kios souvenir, panggung dan ruang terbuka hijau serta pekerjaan mechanical, electrical, and plumbing (MEP) kawasan.</p>
<p>Lokasi Kawasan Saribu Rumah Gadang berjarak 147 km dari pusat Kota Padang dengan waktu tempuh sekitar 3,5-4 jam menggunakan kendaraan roda empat.</p>
<p>&#8220;Selain atraksi budaya, Solok Selatan juga memiliki keindahan alam dengan adanya Gunung Kerinci. Gunung api aktif tertinggi di Asia Tenggara ini bisa didaki dari Solok Selatan. Dari Kawasan Saribu Rumah Gadang, layer-layer lanskap gunung menjadi latar belakang yang mengagumkan,&#8221; beber Firdaus. <strong>(Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/leluasa-melihat-keanggunan-gunung-kerinci-dari-kawasan-seribu-rumah-gadang/">Leluasa Melihat Keanggunan Gunung Kerinci dari Kawasan Seribu Rumah Gadang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">72888</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunung Kerinci Erupsi Pagi Tadi, Muntahkan Abu Vulkanik Hingga 800 M</title>
		<link>https://langgam.id/gunung-kerinci-erupsi-pagi-tadi-muntahkan-abu-vulkanik-hingga-800-m/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2020 09:24:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Kerinci]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=70309</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Gunung Kerinci yang terletak di perbatasan Sumatra Barat (Sumbar), Jambi, dan Bengkulu mengalami erupsi pada Sabtu (17/10/2020) pagi. Satuan Pemantau Gunung Kerinci, Danuri, mengatakan erupsi terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Kondisi terkini menurutnya aman dan masyarakat tidak panik. &#8220;Sebagai informasi, tadi pagi, sekitar pukul 04.00 WIB, memang telah terjadi erupsi Gunung Kerinci, kondisi terkini aman,&#8221; katanya, Sabtu (17/10/2020). Kata dia, saat erupsi, Gunung Kerinci memuntahkan abu vulkanik hingga 800 meter dari kawah. Informasi ini juga telah dilaporkan ke pusat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Namun, masyarakat tetap waspada dalam beraktivitas di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gunung-kerinci-erupsi-pagi-tadi-muntahkan-abu-vulkanik-hingga-800-m/">Gunung Kerinci Erupsi Pagi Tadi, Muntahkan Abu Vulkanik Hingga 800 M</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Gunung Kerinci yang terletak di perbatasan <a href="https://www.sumbarprov.go.id/">Sumatra Barat</a> (Sumbar), Jambi, dan Bengkulu mengalami erupsi pada Sabtu (17/10/2020) pagi.</p>
<p dir="ltr">Satuan Pemantau Gunung Kerinci, Danuri, mengatakan erupsi terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Kondisi terkini menurutnya aman dan masyarakat tidak panik.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sebagai informasi, tadi pagi, sekitar pukul 04.00 WIB, memang telah terjadi erupsi Gunung Kerinci, kondisi terkini aman,&#8221; katanya, Sabtu (17/10/2020).</p>
<p dir="ltr">Kata dia, saat erupsi, Gunung Kerinci memuntahkan abu vulkanik hingga 800 meter dari kawah. Informasi ini juga telah dilaporkan ke pusat.</p>
<p dir="ltr">Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Namun, masyarakat tetap waspada dalam beraktivitas di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I dan II.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Diharapkan kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada dalam beraktivitas dalam zona KRB I dan II,&#8221; sampainya.</p>
<p dir="ltr">Berdasarkan informasi dari Magma Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Kerinci yaitu level II atau waspada. Dalam laporan tersebut, masyarakat di sekitar gunung dan wisatawan direkomendasikan untuk tidak mendaki kawah yang ada di puncak gunung di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.</p>
<p dir="ltr">Dari aplikasi Magma Indonesia juga merekomendasikan sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.</p>
<p dir="ltr">Diketahui di Sumbar, kawasan yang paling dekat dengan Gunung Kerinci adalah Kabupaten Solok Selatan (Solsel). Gunung Kerinci merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera, dengan ketinggian 3.805 mdpl. <strong>(Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gunung-kerinci-erupsi-pagi-tadi-muntahkan-abu-vulkanik-hingga-800-m/">Gunung Kerinci Erupsi Pagi Tadi, Muntahkan Abu Vulkanik Hingga 800 M</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70309</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/80 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-13 08:04:09 by W3 Total Cache
-->