<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita gempa 2009 Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/gempa-2009/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/gempa-2009/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Sep 2024 03:35:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita gempa 2009 Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/gempa-2009/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Peringatan Gempa 30 September di Padang Tahun Ini Digelar dengan Nuansa Berbeda</title>
		<link>https://langgam.id/peringatan-gempa-30-september-di-padang-tahun-ini-dibuat-dengan-nuansa-berbeda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 02:24:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[gempa 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=211662</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemko Padang akan menggelar beberapa kegiatan dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tingkat Kota Padang. HKB Tingkat Kota Padang ini dilaksanakan dalam peringatan gempa bumi 30 September 2009 pada tahun ini. “Tahun ini kita akan menggelar kembali peringatan gempa bumi yang terjadi 15 tahun lalu,&#8221; ujar Pj Wali Kota Padang Andree Algamar saat rapat persiapan HKB Kota Padang di Aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Jumat (13/9/2024). Peringatan gempa 30 September 2009 pada tahun ini terang Andree, akan dibuat dengan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun lalu. &#8220;Kita akan mengundang Kepala BNPB, mengadakan seminar dan lomba, serta melibatkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peringatan-gempa-30-september-di-padang-tahun-ini-dibuat-dengan-nuansa-berbeda/">Peringatan Gempa 30 September di Padang Tahun Ini Digelar dengan Nuansa Berbeda</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pemko Padang akan menggelar beberapa kegiatan dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tingkat Kota Padang.</p>



<p>HKB Tingkat Kota Padang ini dilaksanakan dalam peringatan gempa bumi 30 September 2009 pada tahun ini. </p>



<p>“Tahun ini kita akan menggelar kembali peringatan gempa bumi yang terjadi 15 tahun lalu,&#8221; ujar Pj Wali Kota Padang Andree Algamar saat rapat persiapan HKB Kota Padang di Aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Jumat (13/9/2024).</p>



<p>Peringatan gempa 30 September 2009 pada tahun ini terang Andree, akan dibuat dengan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun lalu. </p>



<p>&#8220;Kita akan mengundang Kepala BNPB, mengadakan seminar dan lomba, serta melibatkan pelajar di Kota Padang,&#8221; bebernya.</p>



<p>Tujuan diambilnya momentum gempa bumi 30 September, terang Andree, yaitu agar dapat mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda di Kota Padang untuk cerdas bencana, dan selalu menyiapkan diri menghadapi berbagai potensi bencana.</p>



<p>&#8220;Melalui peringatan gempa bumi 30 September ini, kita ingin mengambil hikmah atas musibah yang terjadi 15 tahun silam. Kita ingin semua pihak selalu mawas diri dan mempersiapkan diri untuk selalu cerdas menyikapi segala bencana,&#8221; ucapnya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peringatan-gempa-30-september-di-padang-tahun-ini-dibuat-dengan-nuansa-berbeda/">Peringatan Gempa 30 September di Padang Tahun Ini Digelar dengan Nuansa Berbeda</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211662</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan 12 Tahun Gempa 30 September di Padang Digelar Sederhana</title>
		<link>https://langgam.id/peringatan-12-tahun-gempa-30-september-di-padang-digelar-sederhana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nabila Hanum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2021 23:17:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gempa 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=128996</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Upacara memperingati 12 tahun tragedi gempa bumi pada 30 September di Kota Padang, kali ini digelar secara sederhana. Upacara peringatan akan dipusatkan di Tugu Gempa. Sekretaris BPBD Padang Robert Candra mengatakan, upacara peringatan akan digelar secara sederhana mengingat Kota Padang masih dalam suasana pandemi covid-19. “Upacara peringatan akan kita sederhanakan, karena kita tidak mau nantinya menjadi pembicaraan yang tidak baik, terkesan kita mengerahkan massa,” kata Robert dalam keterangannya, Rabu (29/9/2021). Ia mengatakan, peserta yang hadir dalam peringatan akan dibatasi jumlahnya dan pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan. Robert berharap dengan diperingatinya peristiwa gempa bumi 30 September 2021 ini dapat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peringatan-12-tahun-gempa-30-september-di-padang-digelar-sederhana/">Peringatan 12 Tahun Gempa 30 September di Padang Digelar Sederhana</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Upacara memperingati 12 tahun tragedi gempa bumi pada 30 September di Kota Padang, kali ini digelar secara sederhana. Upacara peringatan akan dipusatkan di Tugu Gempa.</p>
<p dir="ltr">Sekretaris BPBD Padang Robert Candra mengatakan, upacara peringatan akan digelar secara sederhana mengingat Kota Padang masih dalam suasana pandemi covid-19.</p>
<p dir="ltr">“Upacara peringatan akan kita sederhanakan, karena kita tidak mau nantinya menjadi pembicaraan yang tidak baik, terkesan kita mengerahkan massa,” kata Robert dalam keterangannya, Rabu (29/9/2021).</p>
<p dir="ltr">Ia mengatakan, peserta yang hadir dalam peringatan akan dibatasi jumlahnya dan pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan.</p>
<p dir="ltr">Robert berharap dengan diperingatinya peristiwa gempa bumi 30 September 2021 ini dapat mengingatkan kembali masyarakat bahwasanya di Kota Padang pernah terjadi gempa besar yang menelan korban jiwa.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dari peristiwa gempa bumi ini masyarakat bisa mengambil hikmahnya dan bisa selalu waspada dan siap dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Pihaknya juga telah melakukan beberapa persiapan seperti aksi bersih-bersih di Tugu Gempa pada Selasa (28/9/2021).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ini kegiatan rutin kita setiap tahunnya sebagai persiapan untuk peringatan peristiwa gempa bumi 30 September 2009,&#8221; ujar Robert.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga:<a href="https://langgam.id/usai-divaksin-4-siswa-di-pesisir-selatan-dilarikan-ke-puskesmas/"> Usai Divaksin, 4 Siswa di Pesisir Selatan Dilarikan ke Puskesmas</a></strong></p>
<p dir="ltr">Dalam aksi bersih-bersih ini, para personil BPBD bersama insan kebencanaan membersihkan lantai, monumen tugu gempa serta memungut sampah yang berserakkan.</p>
<p dir="ltr">Tak hanya itu, mereka juga menoreh ulang kembali nama-nama korban di tugu gempa itu agar bisa dibaca.</p>
<p dir="ltr">Robert menambahkan, di tugu atau monumen gempa tersebut tercatat nama-nama korban dari peristiwa gempa bumi yang terjadi pada 30 September 2009 silam</p>
<p dir="ltr">Sebagaimana diketahui, lindu pembawa pilu berkekuatan 7,6 Skala Richter yang terjadi 30 September 2009, telah menelan ribuan korban jiwa dan menghancurkan banyak bangunan.</p>
<p dir="ltr">Dikatakannya, peristiwa gempa 30 September 2009 merupakan tragedi luar biasa. Begitu banyak korban jiwa dan bangunan rusak. Insiden ini sangat berpengaruh terhadap jiwa dan sanubari masyarakat Sumbar.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peringatan-12-tahun-gempa-30-september-di-padang-digelar-sederhana/">Peringatan 12 Tahun Gempa 30 September di Padang Digelar Sederhana</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gempa Sumbar 2009, Pengalaman Tanpa Pembelajaran</title>
		<link>https://langgam.id/gempa-sumbar-2009-pengalaman-tanpa-pembelajaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2020 12:29:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Bnpb]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[gempa 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Gempa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=66787</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Hari ini, 11 tahun lalu, guncangan vertikal perut bumi, meluluhlantakkan sebagian wilayah Sumatra Barat.  Data Satuan Koordinasi Pelaksana Penanganan Bencana (Satkorlak PB) Sumatra Barat, sebanyak 1.195 orang tewas, korban luka berat mencapai 619  orang, luka ringan 1.179 orang. Selanjutnya, 119.005 rumah rusak berat, 73.733 rumah rusak sedang, dan 78.802 rumah rusak ringan, serta merusak ratusan bangunan publik lainnya. Berdasarkan United States Geological Survey (USGS), gempa 30 September 2009 itu terjadi di Barat Laut Sumatra dengan kekuatan 7,6 SR. Seturut data BMKG, kejadian gempa berlangsung pukul 17:16:09 WIB. Dengan magnitudo sedikit berbeda dengan laporan USGS yakni 7.9 SR. Ada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gempa-sumbar-2009-pengalaman-tanpa-pembelajaran/">Gempa Sumbar 2009, Pengalaman Tanpa Pembelajaran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong><a href="https://langgam.id/">Langgam.id</a> &#8211; </strong>Hari ini, 11 tahun lalu, guncangan vertikal perut bumi, meluluhlantakkan sebagian wilayah Sumatra Barat.<span class="Apple-converted-space">  </span>Data Satuan Koordinasi Pelaksana Penanganan Bencana (Satkorlak PB) Sumatra Barat, sebanyak 1.195 orang tewas, korban luka berat mencapai 619<span class="Apple-converted-space">  </span>orang, luka ringan 1.179 orang.</p>
<p class="p1">Selanjutnya, 119.005 rumah rusak berat, 73.733 rumah rusak sedang, dan 78.802 rumah rusak ringan, serta merusak ratusan bangunan publik lainnya.</p>
<p class="p1">Berdasarkan United States Geological Survey (USGS), gempa 30 September 2009 itu terjadi di Barat Laut Sumatra dengan kekuatan 7,6 SR.</p>
<p class="p1">Seturut data BMKG, kejadian gempa berlangsung pukul 17:16:09 WIB. Dengan magnitudo sedikit berbeda dengan laporan USGS yakni 7.9 SR. Ada pun episentrum pada 0.84 LS – 99.65 BT, di kedalaman 71 km.</p>
<p class="p4">Energi seismik yang dikeluarkannya sungguh kuat. Saking kuatnya, guncangannya terasa sampai ke Singapura, Malaysia, Thailand dan juga di Jakarta dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI).</p>
<p class="p4">MMI merupakan skala ukuran kerusakan akibat gempabumi berdasarkan pengamatan efek gempabumi terhadap manusia, struktur bangunan, lingkungan pada suatu tempat tertentu.</p>
<p class="p1">Gempa tahun 2009, jika ditarik kroniknya saat itu, bukanlah perkara bencana baru di Sumatra Barat. Beberapa tahun sebelum gempa 30 September 2009, Sumatra Barat telah beberapa kali didera gempa.</p>
<p class="p1">Sejak tahun 2005 hingga gempa 2009, BMKG mencatat Sumatera Barat telah 14 kali diguncang gempa kategori besar. Nun jauh lagi ke belakang, gempa 1926 di masa kolonial Belanda, cukup diingat banyak orang. Lalu juga gempa 1943 dengan guncangan cukup hebat.</p>
<p class="p1">Disapa gempa beberapa kali, idealnya memperkaya pengetahuan warga untuk menyelamatkan diri, memutuskan tindakan-tindakan evakuasi.</p>
<p class="p1">Secara umum, ketika gempa 2009 menggoyang, warga menggunakan pola-pola penyelamatan secara konvensional, yaitu menyelamatkan diri dengan berlari secepat mungkin ke tempat yang aman dan bebas dalam menghindari risiko gempa.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://langgam.id/masa-pandemi-gempa-11-tahun-lalu-terus-dikenang/"><strong>Masa Pandemi, Gempa 11 Tahun Lalu Terus Dikenang</strong></a></p>
<p class="p1">Setelah itu berdiam diri di luar rumah atau di luar bangunan yang didiami sebelumnya, sampai getaran gempa dipastikan tak ada lagi.</p>
<p class="p1">Namun melihat korban yang berjatuhan, ada persoalan di sini, yakni miskin pengetahuan tentang tindakan ketika berada di bangunan bertingkat atau pola pengulangan gempa.</p>
<p class="p1">Mungkin kisah salah seorang korban, Amranus, bisa menjadi irisan betapa miskinnya pengetahuan merespons gempa besar.</p>
<p class="p1">Amranus terhimpit bangunan Hotel Mariani pada gempa kedua. Kala gempa pertama pukul 17.16 WIB, dia bersama koleganya warga negara Singapura, John Lee, sebetulnya sudah aman karena berhasil lari ke luar.</p>
<p class="p1">Selanjutnya, dia dan John Lee, memutuskan kembali ke hotel untuk mengambil laptop yang tertinggal. Naas, belum sampai ke kamar, guncangan kedua datang, seketika konstruksi hotel remuk, dan menghimpit dirinya dan John Lee. Dia tercatat menjadi salah seorang korban gempa di Kota Padang.</p>
<p class="p1">Sementara John Lee, berhasil bertahan hidup setelah terkungkung dalam puing-puing berhari-hari. Kisah Amranus ini tertuang dalam buku <i>Kisah-Kisah Korban Gempa (Mengenang Gempa Dahsyat 7,9 </i><i>SR, Rabu, 30 September 2009 di Padang), </i> yang dieditori oleh Hasrul Piliang.</p>
<p class="p5">Kira-kira enam minggu setelah gempa bumi, GTZ IS-GITEWS melakukan penelitian lapangan di Padang untuk mengetahui apa yang telah terjadi setelah gempa bumi selesai.</p>
<p class="p5">Studi ini berfokus pada 30 menit pertama setelah getaran: yaitu perkiraan waktu tiba gelombang tsunami di pantai Padang setelah suatu gempa bumi besar yang berasal dari sumber dekat dengan pantai Sumatra Barat.</p>
<p class="p5">Bagaimanakah masyarakat Padang bereaksi setelah gempa bumi berakhir? Apakah mereka memiliki akses ke informasi resmi tentang gempa bumi secara cepat? Apakah yang dilakukan pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana setempat untuk segera menyampaikan informasi kepada publik?.</p>
<p class="p5">Dalam penelitian ini, GTZ IS-GITEWS menggunakan perpaduan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 200 orang menjadi responden. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, baik itu masyarakat korban gempa, aktor penanganan seperti dari instansi pemerintah (BPBD), LSM seperti Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI).</p>
<p class="p5">Untuk analisis data dibantu oleh<span class="Apple-converted-space">  </span>Proyek penelitian Last Mile Evacuation (UNU-EHS). Pada sebuah seminar akhir Januari 2010, temuan-temuan penelitian diseminasikan, lalu hasil rekomendasinya disampaikan ke perwakilan tingkat tinggi pemerintah kota.</p>
<p class="p5">Rekomendasi tersebut telah diintegrasikan kedalam Peraturan Walikota Padang Nomor 14 mengenai Peringatan Dini Tsunami Kota Padang, yang disahkan pada bulan April 2010.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://langgam.id/mengenang-gempa-2009-menguatkan-mitigasi-bencana/"><strong>Mengenang Gempa 2009, Menguatkan Mitigasi Bencana</strong></a></p>
<p class="p1">Temuan dan simpulan mengenai reaksi masyarakat dan akses ke informasi: Setengah dari warga yang diwawancarai di dalam survei menjauhi daerah pantai dalam waktu yang relatif pendek (15 menit setelah getaran 83% dari responden tersebut telah pergi). Pemicu evakuasi adalah gempa bumi yang kuat.</p>
<p class="p1">Namun, dalam situasi ketiadaan informasi resmi, banyak orang pergi ke pantai untuk melihat apakah air laut menyurut. Karena hal itu tidak terjadi, sebagian besar mereka memutuskan untuk tidak mengungsi. Waktu yang diperlukan dari saat air mulai surut hingga kedatangan gelombang pertama hanyalah beberapa menit.</p>
<p class="p1">“Orang tidak akan memiliki cukup waktu untuk melarikan diri. Secara umum, informasi resmi tidak tersedia dalam 30 menit pertama setelah gempa bumi. Sebagian besar masyarakat tidak menerima informasi resmi apa pun mengenai apakah ada ancaman tsunami atau tidak,” tulis Michael Hoppe dan Hari Setiyo Mahardiko, dalam <i>30 Menit di Kota Padang: Pembelajaran untuk Kesiapsiagaan dan Peringatan Dini Tsunami dari Gempa Bumi 30 September 2009,</i> <span class="s1"><i>Working Document </i>(Kertas Kerja) No.25 (Studi Kasus)</span>, GTZ IS – GITEWS (Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit International Service &#8211; German-Indonesian Cooperation for a Tsunami Early Warning System), yang diterbitkan pada Mei 2010.</p>
<p class="p1">Mengutip dari kajian GTZ IS – GITEWS, informasi utama tersebar dari mulut ke mulut dan berdasarkan kasak-kusuk. Seiring dengan waktu, terdapat berita bahwa tidak ada ancaman tsunami dan masyarakat boleh kembali ke rumah.</p>
<p class="p1">Informasi tersebut diudarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Padang dan diumumkan oleh walikota. Perlahan-lahan berita ini menyebar ke makin banyak orang. Penggunaan frekuensi Radio FM untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat adalah pilihan yang tepat.</p>
<p class="p1">Namun, karena perkiraan waktu tiba tsunami untuk Padang sangat pendek, informasi yang diberikan 1 jam setelah getaran akan terlambat. Proses evakuasi terhambat oleh kemacetan lalu lintas yang parah.</p>
<p class="p1">Masyarakat umumnya melarikan diri dengan sepeda motor dan mobil. Karena itu terjadi kemacetan lalu lintas yang parah. Banyak kecelakaan juga terjadi. Jalur evakuasi yang ditetapkan tidak cukup untuk menyalurkan massa.</p>
<p class="p1">Hal ini menunjukkan warga tidak mempertimbangkan evakuasi vertikal sebagai pilihan dalam penyelamatan diri. Evakuasi berlangsung hanya sebagai gerakan horisontal menjauh dari pantai dan mengarah ke daratan.</p>
<p class="p1">Ada kekurangan pemahaman mengenai sistem peringatan dini, namun orang-orang mempercayai pemerintah untuk menyediakan informasi yang akurat secara langsung setelah gempa bumi.</p>
<p class="p1">Sebagian besar responden, ungkap Hoppe dan Hari, hanya memiliki gambaran kabur mengenai cara kerja sistem peringatan dini tsunami secara menyeluruh. Dari sudut pandang mereka, hal terpenting adalah mendapatkan informasi akurat dan resmi secepat-cepatnya.</p>
<p class="p1">Masyarakat percaya kepada pemerintah daerah, khususnya walikota. Mereka percaya bahwa pemerintah akan menyediakan informasi yang akurat secara langsung setelah gempa bumi.</p>
<p class="p5">Menyadari yang membunuh selama ini adalah bangunan dan kepanikan, pengamat kegempaan Universitas Andalas, Badrul Mustafa Kamal menyarankan melakukan upaya pencegahan.</p>
<p class="p5"><i>Pertama</i>, bangunan harus memenuhi standar dan melaui proses perizinan. Izin harus diberikan dengan tepat sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan sudah sesuai dengan standar. Selain itu, harus terjamin pengawasan terhadap pelaksanaan.</p>
<p class="p5">Mengingat selama ini pemangku kebijakan sering lengah di sana, misalnya gambar bagus dengan spesifikasi konstruksi aman gempa, tapi ketika pelaksanaannya ternyata berbeda.</p>
<p class="p5"><i>Kedua,</i> pemahaman masyarakat. Otoritas atau lembaga kemanusiaan yang peduli dan fokus pada isu kebencanaan, bisa memberikannya secara efektif melalui mitigasi prabencana terutama ke sekolah-sekolah tentang kurikulum, guru, dam murid.</p>
<p class="p5">“Terbiasa dengan simulasi tentu<span class="Apple-converted-space">  </span>dipersiapkan<span class="Apple-converted-space">  </span>saat evakuasi sehingga tidak terjadi lalu lintas yang amburadul. Itu hanya bisa dicapai melalui sekolah dan forum-forum,” bilang Badrul, pada suatu hari di tahun 2012.</p>
<p class="p5">Secara langsung, dampak gempa adalah rusaknya sarana prasarana seperti jalan, bangunan, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Sementara dampak tidak langsung adalah tertimpa dan terperangkap bangunan yang menyebabkan luka, cidera, cacat, dan kematian.</p>
<p class="p1">Peristiwa gempa 2009 sebagian besar tewas pada dampak tidak langsung. <strong>(*/)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gempa-sumbar-2009-pengalaman-tanpa-pembelajaran/">Gempa Sumbar 2009, Pengalaman Tanpa Pembelajaran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66787</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masa Pandemi, Gempa 11 Tahun Lalu Terus Dikenang</title>
		<link>https://langgam.id/masa-pandemi-gempa-11-tahun-lalu-terus-dikenang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2020 11:48:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gempa 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=66777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Momentum peringatan 11 tahun tragedi gempa tersebut, unsur Forkopimda Kota Padang melangsungkan kegiatan dengan berdoa bersama dan tabur bunga untuk mengenang para korban yang meninggal dunia di Tugu Gempa, Jalan Khairil Anwar, Kota Padang, Rabu (30/9/2020). Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini tidak ada agenda upacara peringatan yang mengundang keramaian. Hal ini akibat kondisi pandemi Covid-19, sehingga hanya bisa dilangsungkan secara virtual. &#8220;Kita meskipun di masa pandemi, Insya Allah kita tidak akan lupa sejarah yang telah mengukir di hati kita bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran untuk kita selalu waspada dan memohon kepada Allah SWT. Semoga peristiwa gempa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masa-pandemi-gempa-11-tahun-lalu-terus-dikenang/">Masa Pandemi, Gempa 11 Tahun Lalu Terus Dikenang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Momentum peringatan 11 tahun tragedi gempa tersebut, unsur Forkopimda Kota Padang melangsungkan kegiatan dengan berdoa bersama dan tabur bunga untuk mengenang para korban yang meninggal dunia di Tugu Gempa, Jalan Khairil Anwar, Kota Padang, Rabu (30/9/2020).</p>
<p>Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini tidak ada agenda upacara peringatan yang mengundang keramaian. Hal ini akibat kondisi pandemi Covid-19, sehingga hanya bisa dilangsungkan secara virtual.</p>
<p>&#8220;Kita meskipun di masa pandemi, Insya Allah kita tidak akan lupa sejarah yang telah mengukir di hati kita bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran untuk kita selalu waspada dan memohon kepada Allah SWT. Semoga peristiwa gempa ini tidak kembali terjadi,&#8221; ujar Pelaksana Tugas Wali Kota Padang, Hendri Septa kepada wartawan.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, lindu pembawa pilu berkekuatan 7,6 Skala Richter yang terjadi 30 September 2009, telah menelan ribuan korban jiwa dan menghancurkan banyak bangunan.</p>
<p>Dikatakannya, peristiwa gempa 30 September 2009 merupakan tragedi luar biasa. Begitu banyak korban jiwa dan bangunan rusak. Insiden ini sangat berpengaruh terhadap jiwa dan sanubari masyarakat Sumbar..</p>
<p>&#8220;Dalam kejadian ini, hampir beberapa tahun bisa di <em>recovery</em>. Tapi alhamdulilah, kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua elemen masyarakat. Semua jajaran aparat, TNI dan Polri bahu membahu menyelamatkan korban saat peristiwa,&#8221; katanya.</p>
<p>Hendri Septa meminta kepada masyarakat, pada momentum peringatan gempa 30 September ini dapat menjadi peningkat kewaspadaan masyarakat akan ancaman bencana. Termasuk, ancaman gempa bumi <em>megathrust</em> yang selalu mengetahui.</p>
<p>&#8220;Kita Insya Allah dalam mitigasi bencana telah dipersiapkan. Terutama, dalam penyiapan ancaman gempa bumi megathrust. Masyarakat Sumbar, Padang khusunya tetap waspada dan berhati-hati karena ancaman bencana dari gempa dan tsunami tetap mengetahui,&#8221; tuturnya. <strong>(Irwanda/Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/masa-pandemi-gempa-11-tahun-lalu-terus-dikenang/">Masa Pandemi, Gempa 11 Tahun Lalu Terus Dikenang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66777</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pandemi Corona, Peringatan 11 Tahun Gempa Padang Dilakukan Secara Virtual</title>
		<link>https://langgam.id/pandemi-corona-peringatan-11-tahun-gempa-padang-dilakukan-secara-virtual/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2020 11:43:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gempa 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=66514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Peringatan 11 tahun gempa yang meluluhlantahkan sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar), khususnya Kota Padang yang jatuh pada tanggal 30 September tidak digelar seperti tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Kota Padang terpaksa harus mengadakan upacara peringatan secara virtual sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19). Tahun ini, upcara di Tugu Gempa ditiadakan, hanya ada kegiatan sebatas tabur bunga saja. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan orang di masa Pandemi Corona, apalagi saat ini Kota Masuk masuk zona merah atau daerah dengan risiko penyebaran Covid-19 tinggi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Barlius, tabur bunga yang digelar di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pandemi-corona-peringatan-11-tahun-gempa-padang-dilakukan-secara-virtual/">Pandemi Corona, Peringatan 11 Tahun Gempa Padang Dilakukan Secara Virtual</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Peringatan 11 tahun gempa yang meluluhlantahkan sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar), khususnya Kota Padang yang jatuh pada tanggal 30 September tidak digelar seperti tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Kota Padang terpaksa harus mengadakan upacara peringatan secara virtual sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19).</p>
<p>Tahun ini, upcara di Tugu Gempa ditiadakan, hanya ada kegiatan sebatas tabur bunga saja. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya kerumunan orang di masa Pandemi Corona, apalagi saat ini Kota Masuk masuk zona merah atau daerah dengan risiko penyebaran Covid-19 tinggi.</p>
<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Barlius, tabur bunga yang digelar di Tugu Gempa hanya diikuti jajaran Pemerintah Kota Padang. Kegiatan itu akan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang, Hendri Septa.</p>
<p>&#8220;Kunjungan ke tugu gempa itu hanya untuk meletakkan karangan bunga dan tabur bunga oleh Pak Wali Kota yang diikuti jajaran pemko. Setelah itu, rombongan menuju ke rumah dinas untuk melaksanakan upacara secara virtual,&#8221; ujarnya saat dihubungi <a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>, Selasa (29/9/2020).</p>
<h4>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/peringati-10-tahun-gempa-padang-700-plang-petunjuk-evakuasi-dipasang/">Peringati 10 Tahun Gempa Padang, 700 Plang Petunjuk Evakuasi Dipasang</a></h4>
<p>Untuk upacara secara virtual, jelas Barlius, juga akan diikuti seluruh unsur Forkopimda serta insan relawan kebencanaan. &#8220;Kita berharap pada momentum 11 tahun gempa ini agar dapat mengingatkan masyarakat selalu waspada terhadap bencana alam,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lalu, Barlius juga berharap masyarakat memahami mitigasi bencana. &#8220;Bencana itu bisa saja sewaktu-waktu terjadi, kita berharap masyarakat paham mitigasi bencana agar dapat mengurangi risiko korban jiwa. Penyelamatan dan antisipasi bila terjadi itu perlu dipahami,&#8221; katanya. <strong>(Irwanda/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pandemi-corona-peringatan-11-tahun-gempa-padang-dilakukan-secara-virtual/">Pandemi Corona, Peringatan 11 Tahun Gempa Padang Dilakukan Secara Virtual</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">66514</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gedung Joang 45 Sumbar, Nasibmu Kini</title>
		<link>https://langgam.id/gedung-joang-45-sumbar-nasibmu-kini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2019 11:10:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[gempa 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[TNI Angkatan Darat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=12572</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kafe-kafe berjualan kopi yang mengepung Gedung Joang 45 Sumatra Barat (Sumbar) tak mampu menguarkan aroma sedap dipandang mata. Tetap saja, gedung itu terlihat lusuh. Bangunan bercat putih itu tak terurus dan kumuh. Padahal, bangunan yang berlokasi di Jalan Samudera, Kecamatan Padang, Barat, Kota Padang ini merupakan salah satu cagar budaya. Pasca-gempa 2009, Gedung Joang 45 Sumbar seakan dilupakan. Sampah plastik tampak berserakan di teras bangunan. Sampah plastik itu berada tak jauh dari patung bapak proklamator Indonesia Soekarno dan Mohammad Hatta serta Muhammad Sjafei. Kondisi dinding Gedung Joang 45 Sumbar yang awalnya bercat putih kini malah terlihat mulai memudar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gedung-joang-45-sumbar-nasibmu-kini/">Gedung Joang 45 Sumbar, Nasibmu Kini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kafe-kafe berjualan kopi yang mengepung Gedung Joang 45 Sumatra Barat (Sumbar) tak mampu menguarkan aroma sedap dipandang mata. Tetap saja, gedung itu terlihat lusuh. Bangunan bercat putih itu tak terurus dan kumuh.</p>
<p>Padahal, bangunan yang berlokasi di Jalan Samudera, Kecamatan Padang, Barat, Kota Padang ini merupakan salah satu cagar budaya.</p>
<p>Pasca-gempa 2009, Gedung Joang 45 Sumbar seakan dilupakan.</p>
<p>Sampah plastik tampak berserakan di teras bangunan. Sampah plastik itu berada tak jauh dari patung bapak proklamator Indonesia Soekarno dan Mohammad Hatta serta Muhammad Sjafei.</p>
<p>Kondisi dinding Gedung Joang 45 Sumbar yang awalnya bercat putih kini malah terlihat mulai memudar dan berlumut. Begitu pun di sisi lantai sangat kotor seakan tak pernah dibersihkan.</p>
<p>Apabila melihat ke atas, Gedung Joang 45 Sumbar yang beratap satu gonjong itu juga rusak. Jika melintas di Jalan Samudera,  tampak jelas ukiran atap bolong. Hal ini juga terjadi di dalam persisnya di setiap plafon bangunan.</p>
<p>Kondisi bangunannya yang didirikan pada tahun 1909 pada masa kolonial Belanda itu sangat disayangkan oleh Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumbar, Amril Amir.</p>
<p>&#8220;Di setiap provinsi di Indonesia ada Gedung Joang. Tapi sekarang setelah gempa 2009 Gedung Joang 45 kita tidak pernah diperbaiki. Sebenarnya apabila pemerintah daerah berkoordinasi dengan angkatan darat secara intensif bisa diwujudkan kembali,&#8221; kata Amril, saat  menyambangi Gedung Joang 45 Sumbar, Selasa (20/8/2019) siang.</p>
<p>Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumbar mengklaim telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk tindak lanjut nasib Gedung Joang 45 Sumbar. Namun titik jalan keluar belum ditemukan.</p>
<p>Termasuk koordinasi bersama TNI angkatan darat selaku pemilik tanah di sekitar bangunan.</p>
<p>&#8220;Apabila pemerintah daerah berkoordinasi dengan baik dengan angkatan darat akan ada solusi untuk kita wujudkan Gedung Joang 45 Sumbar. Selama ini koordinasi aja yang kurang, padahal ini memiliki sejarah yang panjang,&#8221; kata purnawirawan bintang dua angkatan darat itu.</p>
<p><div id="attachment_12581" style="width: 567px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-12581" class=" wp-image-12581" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/08/WaterMark-117-copy.png?resize=557%2C314&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="557" height="314" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/08/WaterMark-117-copy.png?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/08/WaterMark-117-copy.png?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/08/WaterMark-117-copy.png?resize=750%2C422&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/08/WaterMark-117-copy.png?w=1000&amp;ssl=1 1000w" sizes="(max-width: 557px) 100vw, 557px" /><p id="caption-attachment-12581" class="wp-caption-text">Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumbar Amril Amir (Foto: Irwanda)</p></div></p>
<p>Ironinya, sambung Amril, tokoh perjuangan dan kemerdekaan banyak berasal dari Sumbar. Sementara kondisi Gedung Joang 45 yang menyimpan koleksi kenangan perjuangan masyarakat Ranah Minang memprihatinkan.</p>
<p>Meski isi yang ada di dalam Gedung Joang 45 Sumbar telah dipindahkan ke Balai Pemuda Pejuang Indonesia (BPPI) di Pasar Mudiak, mestinya bangunan ini tetap dipelihara dengan baik karena sejarahnya.</p>
<p>Menurut Amril, dengan terbengkalainya Gedung Joang 45 ini, menunjukkan pemerintah daerah belum memprioritaskan sejarah yang panjang pada Gedung Joang 45 Sumbar itu sendiri.</p>
<p>Padahal, bangunan ini sebelumnya juga pernah sebagai museum dan perpustakaan yang diresmikan pada 17 Agustus 1987 oleh Gubernur Sumbar Azwar Anas.</p>
<p>&#8220;Gedung Joang 45 Sumbar ini terbengkalai ya. Mudah-mudahan nanti setelah ini akan ada perhatian pemerintah daerah setelah berkoordinasi dengan angkatan darat untuk merenovasi kembali Gedung Joang 45 kita ini,&#8221; bilangnya.</p>
<p>Menanggapi persoalan ini, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengaku tidak berwenang untuk bertindak untuk melakukan revitalisasi terhadap bangunan. Sebab, Gedung Joang 45 merupakan aset TNI angkatan darat.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arfian mengungkapkan, sebelumya pihaknya memang pernah menggunakan bangunan tapi hanya sistem pinjam pakai.</p>
<p>Saat itu,  Gedung Joang 45 Sumbar dijadikan sebagai Museum Gempa 2009.</p>
<p>&#8220;Tapi museum gempa itu sekarang sudah dipindahkan di Gedung Joang 45 yang berada di Pasar Mudiak. Yang sekarang itu aset TNI angkatan darat, semuanya dari tanah dan gedung,&#8221; katanya</p>
<p>&#8220;Kami (Pemko) tidak berwenang, namun kami siap melakukan pemugaran dan renovasi apabila pemilik aset memberikan hibah kepada kami. Apalagi lokasi gedung berada di kawasan Pantai Padang. Ini akan lebih menunjang pariwisata,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Sementara itu, Komandan Detasemen Zeni Bangunan (Dandenzibang) 5/1 Korem 032 Wirabraja, Mayor Czi Titan Jatmiko mengaku mencari data dulu terkait Gedung Joang 45 Sumbar.</p>
<p>Sejauh ini, pihaknya belum bisa memberikan lebih jelas terkait terbengkalai bangunan cagar budaya itu.</p>
<p>&#8220;Iya betul cagar budaya. Tapi saya cek dulu datanya masuk kita atau gimananya,&#8221; bilang Titan saat dihubungi <strong>langgam.id</strong></p>
<p><strong>BPCB Sumbar Siap Memugari </strong></p>
<p>Di sisi lain, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar sebagai otoritas yang salah satu fungsinya pelaksanaan penyelamatan dan pengamanan cagar budaya siap membantu revitalisasi Gedung Joang 45 apabila sudah dihibahkan. Namun, untuk selanjutnya, Pemko Padang harus membuat tim ahli kembali cagar budaya.</p>
<p>&#8220;Benar Gedung Joang 45 merupakan salah satu cagar budaya. Hal itu sesuai dari undangan-undang nomor 5 tahun 1992. Namun, apabila revitalisasi dilakukan, harus membuat kembali tim ahli cagar budaya Gedung Joang 45 Sumbar,&#8221; kata Kepala BPCB Sumbar Nurmatias.</p>
<p>Dari tim ahli itu dilanjutkan untuk membuat rekomendasi untuk menetapkan cagar budaya Gedung Joang 45 Sumbar yang ditetapkan oleh Wali Kota Padang. Langkah-langkah itu sesuai prosedur undang-undang.</p>
<p>&#8220;Tim ahli itu yang ada assessment-nya sesuai amanat undang-undang setelah dilakukan Pemko Padang. Baru nanti kami bisa melakukan pemugaran atau revitalisasi Gedung Joang 45 Sumbar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Nurmatias mengakui Gedung Joang 45 merupakan aset TNI angkatan darat. Pihaknya juga telah persuasif terkait persoalan ini. Misalkan tidak ada anggaran dalam pembenahan Gedung Joang 45 Sumbar, pihaknya juga siap membantu dengan duduk perkara yang jelas.</p>
<p>&#8220;Lokasi Gedung Joang 45 Sumbar itu berada di daerah strategis. Dan itu bisa dimanfaatkan untuk lahan bisnis,&#8221; pungkasnya.<strong> (Irwanda/Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gedung-joang-45-sumbar-nasibmu-kini/">Gedung Joang 45 Sumbar, Nasibmu Kini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">12572</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/70 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-07-05 23:33:33 by W3 Total Cache
-->