<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Gambir Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/gambir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/gambir/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2026 10:59:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Gambir Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/gambir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Hilirisasi Cepat Gambir</title>
		<link>https://langgam.id/hilirisasi-cepat-gambir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 10:59:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=242180</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh; Anwar Kasim Guru Besar Pemerhati Gambir Berdasarkan data dari World Bank, Indonesia mengimpor tanin sebesar 16.536.900 kg pada tahun 2020 dari India. Impor ini terdaftar dengan kode HS 320190 yang mencakup &#8220;ekstrak penyamak dari nabati; tanin dan turunannya&#8221;. Penting untuk dicatat bahwa data impor bisa berbeda tergantung tahun dan negara asal. Selain itu, sumber lain juga menyebutkan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor tanin. Jika Anda membutuhkan informasi yang lebih spesifik atau terkini, disarankan untuk mencari data impor terbaru melalui situs web resmi: Demikian hasil searching online. Dari data tersebut impor tanin Indonesia diasumsikan 16.537 ton untuk tanin</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hilirisasi-cepat-gambir/">Hilirisasi Cepat Gambir</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Oleh; Anwar Kasim</strong></p>



<p>Guru Besar Pemerhati Gambir</p>



<p>Berdasarkan data dari World Bank, Indonesia mengimpor tanin sebesar 16.536.900 kg pada tahun 2020 dari India. Impor ini terdaftar dengan kode HS 320190 yang mencakup &#8220;ekstrak penyamak dari nabati; tanin dan turunannya&#8221;. Penting untuk dicatat bahwa data impor bisa berbeda tergantung tahun dan negara asal. Selain itu, sumber lain juga menyebutkan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor tanin. Jika Anda membutuhkan informasi yang lebih spesifik atau terkini, disarankan untuk mencari data impor terbaru melalui situs web resmi: Demikian hasil searching online.</p>



<p>Dari data tersebut impor tanin Indonesia diasumsikan 16.537 ton untuk tanin dan turunannya.Jika melihat angka ekspor gambir Sumatera Barat tahun 2024 sebanyak 25.818 ton maka kelihatan gambir sangat berpeluang mengambil segmen pasar bahan penyamak kulit di negeri sendiri. Gambir sudah dikenal sebagai bahan penyamak kulit sedari tahun 1949 menurut Gnamm dan juga menggolongkan sebagai zat samak kulit terbaik. Hasil penyamakan dengan gambir memberikan warna kuning menarik, lembut dan jika dipegang terasa ringan dan halus.</p>



<p>Pada Ullmann’s Encyclopedia menyatakan bahwa gambir berasal dari daun dan ranting tanaman belukar yang banyak tumbuh di Cina, India dan Indonesia. Yang digunakan adalah ekstrak padat yang diolah setengah industri. Gambir menghasilkan kulit tersamak yang lunak, lembut dan berwarna terang.&nbsp; Penggunaan gambir sebagai penyamak kulit beberapa tahun terakhir telah menurun dengan sangat cepat tepatnya sejak awal tahun 70-an. &nbsp;Secara global diketahui bahwa jumlah produksi tanin dunia tiap tahunnya adalah 250.000 ton. Sekitar 90% dari tanin yang dihasilkan merupakan jenis tanin kondensasi yang didominasi oleh tanin Quebracho dan tanin Mimosa. Tanin sebahagian besar digunakan untuk penyamakan kulit dimana 80%-90% tanin digunakan untuk kegiatan dimaksud.</p>



<p>Gambir Sumatera Barat mengandung tanin 12% hingga 37%. Berdasarkan hasil&nbsp; penelitian sendiri telah diketahui bahwa syarat gambir untuk penyamakan kulit yang&nbsp; dapat menghasilkan kulit tersamak yang memenuhi SNI adalah berkadar tanin minimal 25%. Persyaratan lainnya adalah kadar air maksimal 14%, kadar abu maksimal 3% dan ukuran tepungnya lolos ayakan 60 mesh. Tanin yang diimpor Indonesia juga merupakan tepung dengan nama dagang Quebracho dan Mimosa dalam kemasan 25 kg.</p>



<p>Di Sumatera Barat telah ada UPTD Industri Kulit tepatnya di kota Padang Panjang.Bahan penyamaknya juga tanin dan porsi sedikit senyawa khrom. Untuk senyawa tanin digunakan merek dagang Quebracho dan Mimosa sebagaimana lazimnya di Indonesia. Pada tanggal 11 Nopember 2013 telah dilakukan uji coba penyamakan kulit kambing skala industri pada UPTD Industri Kulit Padang Panjang. Acara ketika itu dihadiri oleh Ketua Dewan Riset Daerah Sumatera Barat, Ketua Bappeda tk I, Perwakilan Pemda 50 Kota, Pemda Pessel, Ketua LPPM Unand dan Wartawan Media Cetak. Pendanaan dari DIKTI melalui Hibah MP3EI. Hasil penyamakan terlihat sama dengan tanin impor namun dengan karakteristik tidak menimbulkan bau selama proses, kulit tersamak lembut, enak diraba, berwarna terang dan terasa halus</p>



<p>Istilah yang tepat mungkin : Mambangkik Batang Tarandam. Yang dulunya gambir telah populer sebagai bahan penyamak kulit hewan, kemudian hilang sejak tahun 70-an dan saatnya dimunculkan kembali.</p>



<p>Gerakan penyamakan kulit hewan dengan menggunakan gambir perlu mulai dicanangkan sebagai salah satu bentuk hilirisasi cepat gambir Tentu perlu gerakan yang masif dan sistematis sehingga gambir dapat merebut ceruk pasar bahan penyamak kulit di Indonesia. </p>



<p>Hal ini sebagai salah satu cara untuk tidak menggantungkan gambir hanya pada pasar ekspor. Beberapa persiapan tentu perlu seperti inventarisasi lokasi penghasil gambir dengan kasar tanin diatas 25% dan kelembagaan yang akan menangani. Teknologi pengolahan gambir menjadi setara dengan produk impor barang sejenis juga tak kalah pentingnya. Peran Pemda Sumbar sangat diharapkan untuk pencapaian dimaksud. </p>



<p>Semoga saja terealisir.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hilirisasi-cepat-gambir/">Hilirisasi Cepat Gambir</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">242180</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lepas Ekspor 27 Ton Gambir Sumbar ke India, Mendag Dorong Hilirisasi</title>
		<link>https://langgam.id/lepas-ekspor-27-ton-gambir-sumbar-ke-india-mendag-dorong-hilirisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 10:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=238390</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menekankan pentingnya hilirisasi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor gambir mentah dan pasar tunggal seperti India. Menurut Budi, hal tu membuat nilai tambah gambir menjadi kurang optimal, sehingga hilirisasi perlu dimulai dari sekarang, terutama pada daerah sentra seperti Sumbar. “Gambir ini memiliki potensi besar jika diolah. Kita ingin ke depan gambir bisa seperti ginseng bagi Indonesia,” ujar Budi saat melepas ekspor 27 ton gambir Sumbar yang dikirim PT Salimbado Jaya Indonesia ke India di halaman Istana Gubernur Sumbar, Selasa (18/11/2025). Budi mengungkapkan bahwa tren ekspor nasional yang terus tumbuh. Hingga September,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lepas-ekspor-27-ton-gambir-sumbar-ke-india-mendag-dorong-hilirisasi/">Lepas Ekspor 27 Ton Gambir Sumbar ke India, Mendag Dorong Hilirisasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menekankan pentingnya hilirisasi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor gambir mentah dan pasar tunggal seperti India.</p>



<p>Menurut Budi, hal tu membuat nilai tambah gambir menjadi kurang optimal, sehingga hilirisasi perlu dimulai dari sekarang, terutama pada daerah sentra seperti Sumbar.</p>



<p>“Gambir ini memiliki potensi besar jika diolah. Kita ingin ke depan gambir bisa seperti ginseng bagi Indonesia,” ujar Budi saat melepas ekspor 27 ton gambir Sumbar yang dikirim PT Salimbado Jaya Indonesia ke India di halaman Istana Gubernur Sumbar, Selasa (18/11/2025).</p>



<p>Budi mengungkapkan bahwa tren ekspor nasional yang terus tumbuh. Hingga September, ekspor Indonesia mencapai 209 miliar dolar AS atau naik 8,14 persen. Ekspor UMKM tumbuh 48,1 persen, meski kontribusinya baru 4,69 persen. </p>



<p>Untuk mendorong peningkatan itu, terang Budi, Kemendag terus berupaya mempercepat realisasi program UMKM Bisa Ekspor, yang telah memfasilitasi 1.049 UMKM dengan transaksi 130 juta dolar AS hingga Oktober tahun ini.</p>



<p>Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa Sumbar merupakan sentra utama gambir dunia dengan tingkat produksi mencapai 25.818 ton pada 2024.</p>



<p>“Alhamdulillah, Sumbar menyuplai sekitar 80 persen kebutuhan dunia. Namun ekspor kita masih sangat bergantung pada satu negara. Karena itu, kami berharap dukungan Kemendag untuk penguatan tata niaga dan perluasan pasar,” terang Mahyeldi.</p>



<p>Ia menyoroti tantangan ekspor di Pelabuhan Teluk Bayur yang belum optimal melayani komoditas non-CPO. Ia menegaskan komitmen Pemprov untuk memperkuat hilirisasi, termasuk mendorong pengembangan produk olahan seperti sabun dan kopi gambir yang saat ini mulai dikembangkan industri lokal.</p>



<p>Pimpinan PT Salimbado Jaya Indonesia, Sefti Tito mengatakan bahwa produksi gambir Sumbar mencapai 16.000–20.000 ton per tahun. </p>



<p>&#8220;Namun persaingan dengan katekin dari kulit mente dan pemurnian domestik mulai menekan pasar gambir mentah sehingga inovasi produk menjadi kebutuhan mendesak,&#8221; bebernya.<strong> (*/y)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lepas-ekspor-27-ton-gambir-sumbar-ke-india-mendag-dorong-hilirisasi/">Lepas Ekspor 27 Ton Gambir Sumbar ke India, Mendag Dorong Hilirisasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">238390</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumbar Siap Kembali Kirim Gambir ke India</title>
		<link>https://langgam.id/sumbar-siap-kembali-kirim-gambir-ke-india/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 12:13:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=238310</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sumatera Barat kembali bersiap melepas satu kontainer gambir untuk diekspor ke India pada Selasa (18/11). Momentum ini terasa istimewa karena Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dijadwalkan hadir langsung dalam seremoni pelepasan ekspor. Gubernur Mahyeldi menyambut optimistis keberlanjutan ekspor komoditas khas Ranah Minang tersebut. Menurutnya, meningkatnya permintaan dari luar negeri menjadi sinyal kuat bahwa pasar global mulai pulih dan kembali melirik gambir sebagai salah satu komoditas unggulan Sumbar. “Ekspor ini menunjukkan permintaan global mulai pulih. Semoga ini menjadi pertanda baik bagi pengembangan pasar gambir ke depan,” ujar Mahyeldi di Padang, Minggu (16/11/2025). Kepala Dinas</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-siap-kembali-kirim-gambir-ke-india/">Sumbar Siap Kembali Kirim Gambir ke India</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sumatera Barat kembali bersiap melepas satu kontainer gambir untuk diekspor ke India pada Selasa (18/11). Momentum ini terasa istimewa karena Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dijadwalkan hadir langsung dalam seremoni pelepasan ekspor.</p>



<p>Gubernur Mahyeldi menyambut optimistis keberlanjutan ekspor komoditas khas Ranah Minang tersebut. Menurutnya, meningkatnya permintaan dari luar negeri menjadi sinyal kuat bahwa pasar global mulai pulih dan kembali melirik gambir sebagai salah satu komoditas unggulan Sumbar.</p>



<p>“Ekspor ini menunjukkan permintaan global mulai pulih. Semoga ini menjadi pertanda baik bagi pengembangan pasar gambir ke depan,” ujar Mahyeldi di Padang, Minggu (16/11/2025).</p>



<p>Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Novrial mencatat tren ekspor gambir menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, ekspor mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar, naik dibandingkan 2023 yang berjumlah 11.865 ton.</p>



<p>Menurut Novrial, potensi ekspor masih besar karena Sumbar memasok sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia. Ia berharap kehadiran Menteri Perdagangan dalam kegiatan pelepasan ekspor ini ikut mempercepat perluasan pasar dan penataan tata niaga gambir nasional.</p>



<p>“Ini penting, agar kita tidak hanya bergantung pada pasar India yang saat ini menjadi tujuan utama ekspor gambir Indonesia,” ujarnya.</p>



<p>Ekspor yang akan dilakukan PT. Salimbado Jaya Indonesia itu pun mendapat respon positif dari kalangan akademisi, salah satunya dari pakar pemasaran Universitas Putra Indonesia YPTK, Dr. Vicky Brama Kumbara. Ia menilai, ini akan menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha gambir Sumbar.</p>



<p>“Peningkatan ekspor ini penting untuk memperbaiki harga di tingkat petani dan memperkuat ekosistem komoditas gambir di Sumbar,&#8221;ujar Vicky.</p>



<p>Ia berharap, keberlanjutan ekspor ini, bisa segera diikuti pemerintah dengan percepatan upaya hilirisasi dan perluasan pasar. Agar komoditi gambir Sumbar menjadi semakin bernilai tambah dan berdampak positif untuk kesejahteraan petani. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-siap-kembali-kirim-gambir-ke-india/">Sumbar Siap Kembali Kirim Gambir ke India</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">238310</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petani Limapuluh Kota Desak Mentan Amran Sulaiman Segerakan Program Hilirisasi Produk Gambir</title>
		<link>https://langgam.id/petani-limapuluh-kota-desak-mentan-amran-sulaiman-segerakan-program-hilirisasi-produk-gambir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 08:12:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Limapuluh Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=235571</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Rencana Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, untuk segera mewujudkan program hilirisasi produk komoditi gambir asal Sumatra Barat membawa angin segar bagi para pelaku hingga petani pengolah gambir di sejumlah daerah. Dalam sebuah petemuan di aula kantor Gubernuran bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, serta sejumlah Bupati penghasil utama komoditi gambir, Mentan Amran menyampaikan perhatiannya begitu mendengar pemaparan dan data potensi ekonomi terhadap pengelolaan industri gambir. &#8220;Saya bahkan sampai tak bisa tidur memikirkan potensi gambir di Sumbar ini. Apakah benar angka ini, bisa Rp5.000 triliun setahun, bahkan PDB Sumbar bisa melampaui angka APBN kita,&#8221; kata Amran, dalam pertemuan itu usai</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/petani-limapuluh-kota-desak-mentan-amran-sulaiman-segerakan-program-hilirisasi-produk-gambir/">Petani Limapuluh Kota Desak Mentan Amran Sulaiman Segerakan Program Hilirisasi Produk Gambir</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Rencana Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, untuk segera mewujudkan program hilirisasi produk komoditi gambir asal Sumatra Barat membawa angin segar bagi para pelaku hingga petani pengolah gambir di sejumlah daerah.</p>



<p>Dalam sebuah petemuan di aula kantor Gubernuran bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, serta sejumlah Bupati penghasil utama komoditi gambir, Mentan Amran menyampaikan perhatiannya begitu mendengar pemaparan dan data potensi ekonomi terhadap pengelolaan industri gambir.</p>



<p>&#8220;Saya bahkan sampai tak bisa tidur memikirkan potensi gambir di Sumbar ini. Apakah benar angka ini, bisa Rp5.000 triliun setahun, bahkan PDB Sumbar bisa melampaui angka APBN kita,&#8221; kata Amran, dalam pertemuan itu usai mendengar pemaparan sejumlah professor Universitas Andalas (Unand) di Padang, Kamis (25/9) lalu.</p>



<p>Mentan Amran Sulaiman, juga sesumbar menyebut ia di kementriannya akan segera membuatkan program khusus terkait hilirisasi gambir. Dia menyebut, Indonesia mengekspor sebanyak 80 persen kebutuhan gambir dunia, utamanya India.</p>



<p>&#8220;Jadi, komoditas ini adalah emas. Kalau kita hilirisasi, bisa jadi shampo, bisa jadi tinta, bisa jadi skincare, ini emas ini kita jaga,” tambah Amran.</p>



<p>Dalam pemaparannya, Amran sempat meminta penjelasan terhadap data potensi produksi dan pengolahan gambir dari Unanda dan Pemprov Sumbar. Dalam data tersebut diketahui, bahwa harga jual gambir di tangan petani, dalam bentuk daun gambir segar hanya dihargai sekitar Rp3.000 per kilogram.</p>



<p>Seratus kilogram daun segar nilainya sekitar Rp300 ribu, jumlah yang jelas tidak setara dengan tenaga dan waktu yang terkuras. Namun, jika melalui pengolahan, nilainya bisa melonjak tajam.<br>Sementara, getah gambir bisa dijual Rp30 ribu perkilogram.</p>



<p>Lebih jauh lagi, jika diolah menjadi tanin dengan kadar ≥ 70 persen, nilainya bisa mencapai Rp9,6 juta. Produk turunan lainnya, seperti katekin ≥ 90 persen, bernilai Rp4,5 juta, sementara Marker-API ≥ 99 persen bisa menembus Rp96 juta hanya dari 100 kilogram daun.</p>



<p>Rencana hilirisasi produk gambir oleh Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, mendapat dukungan penuh dari sejumlah petani di Sumatera Barat, salah satunya Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan salah satu daerah penghasil utama komodity hijau tersebut.</p>



<p>Sepdi Tito, salah seorang pelaku yang juga petani gambir asal Kabupaten Limapuluh Kota berharap, pemerintah dapat menyegerakan program hilirisasi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat dan provinsi, berbekal hasil riset dan penelitian dari akademisi Universitas Andalas Padang.</p>



<p>Menurutnya, di tengah harga Gambir yang kerap berafluktuasi, para petani gambir di Sumatera Barat selama ini masih menggantungkan harapan besar agar hasil panen mereka benar-benar dihargai sesuai dengan potensi ekonominya.</p>



<p>Tito juga menuturkan, bahwa dirinya terharu sekaligus bersemangat ketika mendengar pemaparan dan keyakinan penuh profesor Alvi dari Universitas Andalas (UNAND) Padang. Dalam paparan itu, terungkap bahwa nilai ekonomis gambir bersama turunannya bisa mencapai angka yang fantastis.</p>



<p>&#8220;Saya dan petani lain sangat berharap,akan segera di realisasikan. Karena dalam kondisi kami dengan harapan besar saat ini, harga Gambir justru turun,&#8221; ungkap Tito kepada wartawan di Limapuluh Kota, Sabtu (2/10).</p>



<p>Rencana kedepannya, ia bersama teman-teman seperjuangan di Sumatera Barat akan memproduksi gambir dengan kadar katekin minimal 70 persen. Jika produksi sudah ada sekitar 5 ton, nanti ia akan mencoba mendatangi dan menjualnya ke profesor Alvi dari Unand.</p>



<p>&#8220;Karena hitung-hitungan kita simpel saja, Rp2.000.000 x 5000 kilogram, kami sudah mengantongi uang Rp10 miliar. InshaAllah, kami akan berbagi 50 persen dari total penjualan tersebut kepada orang yang membutuhkan di Lima Puluh Kota,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mulai dari getah Gambir seharga Rp30.000 per kilogram, hingga turunannya seperti katekin dengan nilai Rp2,5 juta per kilogram, bahkan produk Marker-API, bisa mencapai Rp250 miliar per kilogram.</p>



<p>Angka-angka itu, menurutnya, menunjukkan betapa besar potensi gambir jika dikelola dengan serius dan tepat. Kalau harga Gambir benar-benar sesuai kajian profesor Alvi dari Unand, dia meyakini, hidup para petani pasti berubah drastis.</p>



<p>&#8220;Tidak akan ada lagi cerita anak putus sekolah karena orangtua tak mampu, atau petani yang terpaksa menjual kebun karena harga tak menentu,&#8221; ungkap Tito dengan mata berkaca-kaca.</p>



<p>Gambir sendiri merupakan komoditas unggulan Sumatera Barat, sebutnya, setidaknya menyuplai sekitar 64 persen kebutuhan nasional dengan produksi 16.000 – 20.000 ton pertahun. Namun, kondisi di lapangan belum seindah angka yang dipaparkan. Harga sering kali fluktuatif, bahkan merugikan petani kecil.</p>



<p>&#8220;Gambir ini emas hijau Sumatera Barat. Sayangnya, selama ini kami hanya menjual bahan mentah. Padahal, jika diolah menjadi turunan seperti tanin atau katekin, nilainya bisa naik ribuan kali lipat. Itu sudah terbukti dalam kajian kampus,&#8221; tambah Tito penuh harap.</p>



<p>Kini para petani berharap pemerintah daerah, pusat, maupun dunia usaha lebih serius dalam mengembangkan hilirisasi gambir. Dengan dukungan teknologi, investasi, dan pasar yang jelas, komoditas khas Sumbar ini diyakini mampu mengangkat derajat hidup petani sekaligus memperkuat ekonomi daerah.</p>



<p>&#8220;Harapan kami sederhana, semoga suatu saat harga gambir benar-benar dihargai sesuai dengan nilai yang telah dihitung para akademisi. Kami ingin jerih payah di kebun bisa membawa kesejahteraan, bukan hanya sekadar untuk bertahan hidup,&#8221; tutup Tito. (*/Aking/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/petani-limapuluh-kota-desak-mentan-amran-sulaiman-segerakan-program-hilirisasi-produk-gambir/">Petani Limapuluh Kota Desak Mentan Amran Sulaiman Segerakan Program Hilirisasi Produk Gambir</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">235571</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hilirisasi Gambir Jadi Senjata Baru Ekonomi Pesisir Selatan</title>
		<link>https://langgam.id/hilirisasi-gambir-jadi-senjata-baru-ekonomi-pesisir-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 03:35:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=234562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menyampaikan optimisme besar terhadap pengembangan hilirisasi gambir yang kini tengah didorong pemerintah pusat. Menurutnya, langkah strategis ini dapat menjadi kunci memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Optimisme tersebut disampaikannya usai rapat terbatas bersama Menteri Pertanian di Padang, yang khusus membahas arah pengembangan komoditas gambir di Sumatera Barat. “Dalam rapat terbatas itu, kami membahas potensi gambir di Sumbar. Ada dua daerah penghasil utama: Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas sekitar 17.000 hektare, dan Pesisir Selatan sekitar 10.000 hektare. Kalau kita kelola dari hulu ke hilir dengan strategi yang tepat, potensi nilai ekonominya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hilirisasi-gambir-jadi-senjata-baru-ekonomi-pesisir-selatan/">Hilirisasi Gambir Jadi Senjata Baru Ekonomi Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, menyampaikan optimisme besar terhadap pengembangan hilirisasi gambir yang kini tengah didorong pemerintah pusat. Menurutnya, langkah strategis ini dapat menjadi kunci memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p>Optimisme tersebut disampaikannya usai rapat terbatas bersama Menteri Pertanian di Padang, yang khusus membahas arah pengembangan komoditas gambir di Sumatera Barat.</p>



<p>“Dalam rapat terbatas itu, kami membahas potensi gambir di Sumbar. Ada dua daerah penghasil utama: Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas sekitar 17.000 hektare, dan Pesisir Selatan sekitar 10.000 hektare. Kalau kita kelola dari hulu ke hilir dengan strategi yang tepat, potensi nilai ekonominya bisa mencapai Rp5.000 triliun,” ujar Risnaldi, dilansir dari <em>Pesisirselatankab.go.id, </em>Minggu (21/9/2025.</p>



<p>Namun, ia menekankan bahwa peluang tersebut harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian hutan.<br>“Jaga hutan kita, karena peluang ekonomi ada di sana,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Risnaldi menjelaskan, hilirisasi membuka peluang pendirian pabrik pengolahan gambir di Pesisir Selatan. Dengan begitu, ekspor tidak lagi terbatas pada bahan mentah ke India atau Pakistan, melainkan sudah berupa produk jadi bernilai tambah.</p>



<p>“Dengan hilirisasi, nilai tambah komoditas meningkat, kesejahteraan masyarakat naik, dan ekonomi daerah lebih kuat,” katanya.</p>



<p>Saat ini, pembangunan pabrik pertama dimulai di Kabupaten Lima Puluh Kota, sementara Pesisir Selatan akan menyusul.<br>“InsyaAllah, Pesisir Selatan akan segera memiliki pabrik hilirisasi, sehingga seluruh rantai nilai – dari produksi sampai produk jadi – bisa diakomodasi di daerah kita,” jelasnya.</p>



<p>Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, juga menegaskan komitmennya mendukung penuh pengembangan gambir di Sumbar. Saat memberikan kuliah umum di Universitas Andalas, Selasa (16/9/2025), ia menyebutkan bahwa Kementan telah menyiapkan anggaran pembangunan pabrik pengolahan gambir.</p>



<p>“Kita akan dirikan pabrik di Sumbar, anggarannya tersedia. Jika penelitian dari Unand berjalan baik, kita akan bangun pabrik di sini. Kami serius menangani ini dan akan berdiskusi dengan kepala daerah penghasil gambir untuk memastikan dukungan penuh,” ungkap Mentan.</p>



<p>Ia menambahkan, hilirisasi gambir merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar komoditas unggulan pertanian Indonesia bisa naik kelas dan berdaya saing tinggi di pasar internasional.</p>



<p>Hilirisasi gambir di Pesisir Selatan diharapkan tidak hanya mendorong lahirnya pabrik modern, tetapi juga kolaborasi dengan akademisi dan pelaku usaha. Riset bersama Universitas Andalas, misalnya, digadang-gadang dapat melahirkan produk inovatif dengan nilai ekonomi tinggi, sekaligus memperluas akses pasar domestik maupun global.</p>



<p>“Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan petani, potensi Pesisir Selatan sebagai salah satu sentra gambir nasional bisa dimaksimalkan secara berkelanjutan,” tutup Risnaldi. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hilirisasi-gambir-jadi-senjata-baru-ekonomi-pesisir-selatan/">Hilirisasi Gambir Jadi Senjata Baru Ekonomi Pesisir Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">234562</post-id>	</item>
		<item>
		<title>90 Persen Produksi Gambir Dunia dari Sumbar, Pemprov Bakal Siapkan Pergub Tata Niaga Produk Turunan</title>
		<link>https://langgam.id/90-persen-produksi-gambir-dunia-dari-sumbar-pemprov-bakal-siapkan-pergub-tata-niaga-produk-turunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 14:30:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=211313</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8212; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi gambir. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, saat ini Pemprov Sumbar tengah mempersiapkan Peraturan Gubernur tentang Tata Niaga Gambir serta turunannya. Hal itu disampaikan Mahyeldi saat berdiskusi dengan masyarakat petani gambir di Nagari Pangkalan, Kecamatan Koto Baru Pangkalan, Kabu Lima Puluh Kota, Sabtu (7/9/2024). Ia menyebutkan, agar kualitas gambir semakin membaik, keluhan petani perlu diatasi, seperti terkait kebutuhan peralatan, peningkatan pengetahuan, hingga pembangunan jalan produksi bagi petani. &#8220;Produk gambir adalah salah satu ikon Sumbar yang meski kita seriuskan dan kita tingkatkan industrinya. Kualitasnya harus selalu</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/90-persen-produksi-gambir-dunia-dari-sumbar-pemprov-bakal-siapkan-pergub-tata-niaga-produk-turunan/">90 Persen Produksi Gambir Dunia dari Sumbar, Pemprov Bakal Siapkan Pergub Tata Niaga Produk Turunan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8212; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi gambir. Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, saat ini Pemprov Sumbar tengah mempersiapkan Peraturan Gubernur tentang Tata Niaga Gambir serta turunannya.</p>



<p>Hal itu disampaikan Mahyeldi saat berdiskusi dengan masyarakat petani gambir di Nagari Pangkalan, Kecamatan Koto Baru Pangkalan, Kabu Lima Puluh Kota, Sabtu (7/9/2024). Ia menyebutkan, agar kualitas gambir semakin membaik, keluhan petani perlu diatasi, seperti terkait kebutuhan peralatan, peningkatan pengetahuan, hingga pembangunan jalan produksi bagi petani.</p>



<p>&#8220;Produk gambir adalah salah satu ikon Sumbar yang meski kita seriuskan dan kita tingkatkan industrinya. Kualitasnya harus selalu kita jaga. Apalagi 90 persen kebutuhan gambir dunia ada di Sumbar,&#8221; ujar Mahyeldi.</p>



<p>Terkait penyiapan Pergub Tata Niaga Gambir, Mahyeldi menyebutkan bahwa Pemprov Sumbar melalui Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Sumbar akan mengusulkan dua turunan gambir untuk dipasarkan ke pasar domestik, yaitu produk turunan tanin dan katechin yang memiliki nilai jual lebih tinggi.</p>



<p>&#8220;Saya kira soal harga tidak ada masalah lagi. Kita dapat informasi dari masyarakat harga gambir sudah mencapai Rp70 ribu per kilo. Artinya terjadi peningkatan yang luar biasa. Bahkan gambir yang kualitasnya bagus harganya bisa di kisaran Rp115 ribu per kilo,&#8221; tambah Mahyeldi.</p>



<p>Selanjutnya terkait usulan dari petani gambir di nagari tersebur berupa pembangunan jalan produksi tani, Mahyeldi langsung meresponsnya dengan meminta para petani mengajukan proposal kepada Dinas Pertanian melalui wadah kelompok tani.</p>



<p>&#8220;Dan pastikan kelompok taninya ini sudah terdaftar di Sistem Informasi Managemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan). Mudah-mudahan dengan terbangunnya jalan produksi itu, petani tidak perlu berjalan kaki sejauh empat kilo lagi, tentu nanti bisa lebih mudah dilalui oleh sepeda motor,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Turut hadir mendampingi Mahyeldi dalam diskusi tersebur, Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Febrina Tri Susila Putri; Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Lila Yanwar; Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Eri Rinaldi; dan Kepala Biro Adpim, Mursalim. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/90-persen-produksi-gambir-dunia-dari-sumbar-pemprov-bakal-siapkan-pergub-tata-niaga-produk-turunan/">90 Persen Produksi Gambir Dunia dari Sumbar, Pemprov Bakal Siapkan Pergub Tata Niaga Produk Turunan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211313</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumbar Punya 4 Komoditas Unggulan, Gambir Isi 80 Persen Kebutuhan Dunia</title>
		<link>https://langgam.id/sumbar-punya-4-komoditas-unggulan-gambir-isi-80-persen-kebutuhan-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2023 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=178151</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sumatra Barat memiliki empat komoditas perkebunan unggulan dengan pasar ekspor besar. Empat komoditas tersebut adalah gambir, kakao, karet dan kelapa sawit. Dari empat komoditas tersebut, yang paling menonjol adalah gambir. &#8220;Kebutuhan gambir dunia ini 80 persennya dari Sumbar,&#8221; kata Dekan Fakultas Pertanian Unand, Indra Dwipa, Rabu (11/1/2023). Ia menyampaikan hal tersebut saat jadi narasumber dalam seminar publik penyusunan rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang tata kelola komoditas unggulan perkebunan Sumbar di gedung DPRD Sumbar. Meski gambir dari Sumbar menguasai pasar ekspor, menurut Indra, tak berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. &#8220;Petaninya banyak yang kesusahan hidup. Jika dibiarkan maka minat menanam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-punya-4-komoditas-unggulan-gambir-isi-80-persen-kebutuhan-dunia/">Sumbar Punya 4 Komoditas Unggulan, Gambir Isi 80 Persen Kebutuhan Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Sumatra Barat memiliki empat komoditas perkebunan unggulan dengan pasar ekspor besar. Empat komoditas tersebut adalah gambir, kakao, karet dan kelapa sawit.</p>



<p>Dari empat komoditas tersebut, yang paling menonjol adalah gambir. &#8220;Kebutuhan gambir dunia ini 80 persennya dari Sumbar,&#8221; kata Dekan Fakultas Pertanian Unand, Indra Dwipa, Rabu (11/1/2023).</p>



<p>Ia menyampaikan hal tersebut saat jadi narasumber dalam seminar publik penyusunan rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang tata kelola komoditas unggulan perkebunan Sumbar di gedung DPRD Sumbar.</p>



<p>Meski gambir dari Sumbar menguasai pasar ekspor, menurut Indra, tak berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.</p>



<p>&#8220;Petaninya banyak yang kesusahan hidup. Jika dibiarkan maka minat menanam gambir akan makin hilang,&#8221; katanya, sebagaimana dirilis situs resmi DPRD Sumbar.</p>



<p>Soal kakao, menurutnya, perkebunannya makin berkurang di Sumbar. Kebun yang ada bahkan banyak terlantar. Hal yang kurang lebih sama juga terjadi pada karet dan kelapa sawit.</p>



<p>Padahal, lanjutnya, saat menjabat wakil presiden, Jusuf Kalla mencanangkan sumbar sebagai sentra kakao pada tahun 2006. Indonesia bahkan menjadi produsen kakao terbesar di Indonesia.</p>



<p>Indra mengatakan, empat komoditas itu perlu diselamatkan karena bisa menjadi penyokong perekonomian Sumbar. Hal ini agar petani yang bergerak di empat komoditas itu, tak lagi mengalami kesulitan ekonomi.</p>



<p>Menurut Indra, sejumlah masalah yang terjadi pada komoditas perkebunan Sumbar, perlu mendapat perhatian.</p>



<p>Masala itu antara lain, rendahnya harga jual di tingkat petani, harga dikendalikan tengkulak, alur tata niaga yang panjang, belum adanya regulasi untuk beberapa tanaman perkebunan di Sumbar, minimnya penyuluhan sektor perkebunan dan tidak adanya dinas khusus perkebunan yang bisa lebih berfokus pada sektor ini.</p>



<p>&#8220;Perlu ada jaminan harga untuk pembelian komoditas ini dari petani. Perlu ada pula regulasi yang mengatur tata niaga dan roadmap yang jelas dalam pengembangan komoditi tersebut,&#8221; katanya.</p>



<p>Sejumlah asosiasi petani komoditas perkebunan juga hadir dalam seminar tersebut. Mereka kurang lebih mengatakan hal yang sama. Yakni persoalan rendahnya harga jual petani dan harga ditentukan tengkulak hal ini menyebabkan minat menanam komoditas tersebut makin tergerus.</p>



<p>&#8220;Tengkulak yang tentukan harga. Mereka beli dari petani murah, lalu tengkulak menjual lagi dengan harga mahal, bahkan dalam dolar,&#8221; ujar salah perwakilan asosiasi.</p>



<p>Masalah lainnya, kurangnya pengetahuan dan penyuluhan pada petani terkait bagaimana bisa memproduksi hasil perkebunan dengan jumlah banyak dan berkualitas. Terkadang masalah petani Sumbar adalah kualitas yang buruk, padahal sebenarnya bisa lebih bagus dan dihargai lebih tinggi.</p>



<p>Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib, saat membuka seminar mengatakan, komisi II DPRD ingin agar ranperda tersebut bisa menjadi regulasi atau payung hukum untuk lebih menata pengelolaan komoditas unggulan perkebunan.</p>



<p>&#8220;Kita berharap, dengan optimalisasi sektor perkebunan maka kesejahteraan petani akan meningkat, begitu juga dengan perekonomian Sumbar,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Suwirpen memaparkan ada sejumlah tujuan yang diharapkan tercapai dengan pembentukan ranperda tersebut, yakni meningkatkan kualitas bersaing setiap komoditi unggulan di pasar domestik maupun global, meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, menyelaraskan hubungan antara produsen dan perusahaan komoditas, menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, meningkatkan kemampuan dan kapasitas produsen.<br>Kemudian menjamin kelangsungan usaha di bidang perkebunan dan memberikan kepastian hukum bagi terselenggaranya usaha terkait komoditas unggulan.</p>



<p>Ketua pansus penyusunan ranperda ini, Bakri Bakar mengatakan seminar tersebut diselenggarakan demi menghimpun banyaknya data dan masukan untuk memastikan ranperda tersebut sesuai dengan kebutuhan lapangan. Sehingga regulasi tersebut bisa mencapai tujuan yakni mengembangkan komoditas unggulan dan produsennya.</p>



<p>&#8220;Kita undang banyak narasumber yakni dari kementerian pertanian, kementerian perdagangan, akademisi, pelaku perkebunan yaitu asosiasi asosiasi produsen atau petani, OPD kabupaten kota dan banyak pihak lain,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut dia, sejauh ini tahapan pembahasan dan penyusunan ranperda tersebut masih berjalan dan diharapkan dapat disahkan pada 2023. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-punya-4-komoditas-unggulan-gambir-isi-80-persen-kebutuhan-dunia/">Sumbar Punya 4 Komoditas Unggulan, Gambir Isi 80 Persen Kebutuhan Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178151</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Monopoli Harga, Pemkab Pessel Ajak Investor Bangun Pabrik Gambir</title>
		<link>https://langgam.id/cegah-monopoli-harga-pemkab-pessel-ajak-investor-bangun-pabrik-gambir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2022 14:22:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=156960</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) mengajak dan membuka peluang bagi pemilik modal (investor) untuk berinvetasi membangun pabrik. Hal itu sebagai upaya mencegah monopoli harga gambir di daerah itu. Selain itu, Pemkab Pessel juga bakal memberdayakan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) untuk mengantisiapsi monopoli harga gambir tersebut. Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto mengatakan, upaya untuk membuka pabrik itu karena produksi komoditi getah gambir di Pessel melimpah. &#8220;Kita &#8220;Pessel&#8221; membuka peluang bagi investor, baik dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi mengolah getah gambir ini. Sebab, jika produksi melimpah, sementara pabrik pengolahan tidak ada, maka harga akan masih tetap ditekan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cegah-monopoli-harga-pemkab-pessel-ajak-investor-bangun-pabrik-gambir/">Cegah Monopoli Harga, Pemkab Pessel Ajak Investor Bangun Pabrik Gambir</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) mengajak dan membuka peluang bagi pemilik modal (investor) untuk berinvetasi membangun pabrik. Hal itu sebagai upaya mencegah monopoli harga gambir di daerah itu.</p>



<p>Selain itu, Pemkab Pessel juga bakal memberdayakan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) untuk mengantisiapsi monopoli harga gambir tersebut.</p>



<p>Kepala Dinas Pertanian Pessel, Madrianto mengatakan, upaya untuk membuka pabrik itu karena produksi komoditi getah gambir di Pessel melimpah.</p>



<p>&#8220;Kita &#8220;Pessel&#8221; membuka peluang bagi investor, baik dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi mengolah getah gambir ini. Sebab, jika produksi melimpah, sementara pabrik pengolahan tidak ada, maka harga akan masih tetap ditekan oleh pedagang,&#8221; ujar Madrianto melalui keterangan tertulisnya, Senin (6/6/2022).</p>



<p>Hingga saat ini, sebut Madrianto, potensi pengembangan perkebunan gambir di Pessel mencapai 45 ribu hektare. Dari luas itu, yang telah dikembangkan oleh masyarakat Pessel untuk menanam tanaman gambir telah mencapai 14.313 hektare.</p>



<p>&#8220;Luas ini diyakini akan terus bertambah seiring perjalanan waktu, serta luasnya potensi yang dimiliki&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Jadi, lanjut Madrianto, melimpahnya bahan baku, perusahaan pengelola gambir akan bisa beroperasi secara berkesinambungan tanpa terputus bahan baku.</p>



<p>&#8220;Sedangkan di pihak petani akan bisa menjual hasil panen dengan harga lebih bersaing. Sebab, sekarang luas lahan yang sudah dikembangkan oleh masyarakat untuk menanam gambir di Pessel sudah mencapai 14.313 hektare, dengan jumlah petani yang terdata sebanyak 6.257 Kepala Keluarga (KK),&#8221; jelasnya.</p>



<p>Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk menekan monopli <a href="http://pesisirselatankab.go.id">harga gambir di Pessel</a>, sebut Madrianto, yaitu dengan memberdayakan BUMNag.</p>



<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/petani-pessel-minta-gubernur-persiapkan-hilirisasi-industri-gambir/">Petani Pessel Minta Gubernur Persiapkan Hilirisasi Industri Gambir</a></strong></p>



<p>&#8220;Selama ini harga gambir ditentukan oleh pedagang, sementara petani hanya bisa menerima. Akibatnya petani cenderung dirugikan karena harga seringkali sangat rendah. Berdasarkan hal itu, maka ke depan kita mempersiapkan strategi agar harga tidak lagi dimonopoli oleh pedagang,&#8221; paparnya.</p>



<p>Ditegaskan Madrianto, untuk memutus monopoli harga, campur tangan pemerintah memang harus dilakukan, mulai dari kabupaten, provinsi hingga pusat.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cegah-monopoli-harga-pemkab-pessel-ajak-investor-bangun-pabrik-gambir/">Cegah Monopoli Harga, Pemkab Pessel Ajak Investor Bangun Pabrik Gambir</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156960</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Kestabilan Harga Gambir, Pemprov Sumbar Bakal Siapkan Ranperda</title>
		<link>https://langgam.id/jaga-kestabilan-harga-gambir-pemprov-sumbar-bakal-siapkan-ranperda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2022 03:15:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Ranperda]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=148309</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Pemprov Sumbar bakal menyiapkan ranperda terkait penatausahaan komoditi gambir. Langgam.id &#8211; Pemprov Sumbar bakal menyiapkan rancangan peraturan daerah (ranperda) terkait penatausahaan komoditi gambir. Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, dalam regulasi itu nantinya ada standarisasi harga gambir. Dengan begitu diharapkan bisa memberikan kepastian dan kestabilan harga komoditi unggulan Sumbar itu. &#8220;Insya Allah kita akan siapkan ranperdanya nanti untuk menjadi dasar pengaturan gambir, termasuk penetapan harga dasar,&#8221; ujar Mahyeldi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/2/2022) Menurut Mahyeldi, kata kunci untuk menjawab persoalan gambir adalah menjaga kualitas. Caranya melalui peran aktif pemerintah melalui Dinas Pertanian untuk secara intensif melakukan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jaga-kestabilan-harga-gambir-pemprov-sumbar-bakal-siapkan-ranperda/">Jaga Kestabilan Harga Gambir, Pemprov Sumbar Bakal Siapkan Ranperda</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="card-header"><span style="color: #212121; font-size: 1.5em; letter-spacing: -0.01em;">Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Pemprov Sumbar bakal menyiapkan ranperda terkait penatausahaan komoditi gambir.</span></div>
<div class="card-body">
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pemprov Sumbar bakal menyiapkan rancangan peraturan daerah (ranperda) terkait penatausahaan komoditi gambir.</p>
<p>Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, dalam regulasi itu nantinya ada standarisasi harga gambir. Dengan begitu diharapkan bisa memberikan kepastian dan kestabilan harga komoditi unggulan Sumbar itu.</p>
<p>&#8220;Insya Allah kita akan siapkan ranperdanya nanti untuk menjadi dasar pengaturan gambir, termasuk penetapan harga dasar,&#8221; ujar Mahyeldi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/2/2022)</p>
</div>
<div class="card-body">
<p>Menurut Mahyeldi, kata kunci untuk menjawab persoalan gambir adalah menjaga kualitas. Caranya melalui peran aktif pemerintah melalui Dinas Pertanian untuk secara intensif melakukan pembinaan dan evaluasi berbagai kekurangan.</p>
<p>&#8220;Kuncinya adalah kualitas yang harus diperbaiki. Selama ini dinas kurang perhatian. Perlu pembinaan pada para petani sekaligus evaluasi, mungkin peralatannya, mungkin pengetahuannya,&#8221; ucapnya saat bertemu para eksportir gambir asal India dengan asosiasi dan kelompok tani gambir Sumbar di Gubernuran Sumbar, Senin (14/2/2022).</p>
<p>Mahyeldi mengungkapkan, bahwa petani dan pengusaha saling membutuhkan. Hubungan saling menguntungkan harus menjadi dasar.</p>
<p>&#8220;Petani dan pengusaha sudah mau datang, duduk bersama seperti ini sudah merupakan wujud niat baik. Mari kita bangun semangat kebersamaan. Semoga para petani kedepan lebih terorganisir dan hubungan dengan pengusaha juga semakin lebih baik,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang eksportir gambir asal India, Rajes mengatakan, bahwa sebagai pengusaha, pihaknya sangat siap membeli gambir produksi masyarakat dengan harga tinggi, asal produknya bagus dan berkualitas.</p>
<p>&#8220;Soal harga harus dikontrol pemerintah daerah, sebab di dunia hanya ada di Sumbar. Kita siap beli harga mahal, tapi kualitas harus dijaga sebab banyak gambir yang dicampur tanah atau pupuk,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/petani-pessel-minta-gubernur-persiapkan-hilirisasi-industri-gambir/">Petani Pessel Minta Gubernur Persiapkan Hilirisasi Industri Gambir</a></strong></p>
<p>Ketua Kadin Sumbar, Ramal Saleh menyebutkan, bahwa saat ini memang diperlukan pengolahan sedemikian rupa supaya standar kualitas ekspornya bisa terjaga, seperti halnya komoditi karet.</p>
<p>Dengan begitu terang Ramal, diharapkan harga jelas dan tidak fluktuatif.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
</div>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jaga-kestabilan-harga-gambir-pemprov-sumbar-bakal-siapkan-ranperda/">Jaga Kestabilan Harga Gambir, Pemprov Sumbar Bakal Siapkan Ranperda</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">148309</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Pessel Bakal Tawarkan Potensi KEK Mandeh ke Kedubes Arab Saudi</title>
		<link>https://langgam.id/pemkab-pessel-bakal-tawarkan-potensi-kek-mandeh-ke-kedubes-arab-saudi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2022 11:41:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gambir]]></category>
		<category><![CDATA[KEK Mandeh]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=146583</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Pessel &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Selain KEK Mandeh, juga akan ditawarkan potensi pengembangan energi baru dan terbarukan, perikanan dan gambir. Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) bakal kedatangan tamu dari Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi, Senin (31/1/2022). Kujungan itu bakal dimanfaatkan Pemkab Pessel untuk menawarkan potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandeh serta sejumlah peluang investasi lainnya yang ada di Pessel. Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Mawardi Roska mengatakan, bahwa pihaknya sedang mempersialpan proposal penawaran untuk Kedubes Arab Saudi tersebut. &#8220;Kita sampaikan (proposal) pada pertemuan di Baga Resort nantiya. Mudah-mudahan terealisasikan, karena dalam sektor ekonomi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-pessel-bakal-tawarkan-potensi-kek-mandeh-ke-kedubes-arab-saudi/">Pemkab Pessel Bakal Tawarkan Potensi KEK Mandeh ke Kedubes Arab Saudi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Pessel &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Selain KEK Mandeh, juga akan ditawarkan potensi pengembangan energi baru dan terbarukan, perikanan dan gambir.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) bakal kedatangan tamu dari Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi, Senin (31/1/2022).</p>
<p>Kujungan itu bakal dimanfaatkan Pemkab Pessel untuk menawarkan potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandeh serta sejumlah peluang investasi lainnya yang ada di Pessel.</p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Mawardi Roska mengatakan, bahwa pihaknya sedang mempersialpan proposal penawaran untuk Kedubes Arab Saudi tersebut.</p>
<p>&#8220;Kita sampaikan (proposal) pada pertemuan di Baga Resort nantiya. Mudah-mudahan terealisasikan, karena dalam sektor ekonomi ini, Kedutaan Besar Arab Saudi sangat tertarik untuk bekerjasama dengan pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan,&#8221; ujar Mawardi dikutip dari laman resmi Pemkab Pessel, Jumat (28/1/2022).</p>
<p>Secara administarsi, kata Mawardi, KEK Mandeh telah lengkap, mulai dari perizinan hingga AMDAL yang sebelumnya dibantu Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.</p>
<p>&#8220;Untuk lahan, masyarakat setempat juga telah menyepakati untuk dibebaskan, luasnya 412 hektare untuk kepentingan pembangunan kawasan. Sementara, biaya pengadaan, diserahkan ke pengembang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><div id="attachment_146586" style="width: 857px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-146586" class="wp-image-146586 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/KEK-Mandeh-Pessel.jpg?resize=847%2C607&#038;ssl=1" alt="Berita Pessel - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Selain KEK Mandeh, juga akan ditawarkan potensi energi baru dan terbarukan." width="847" height="607" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/KEK-Mandeh-Pessel.jpg?w=847&amp;ssl=1 847w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/KEK-Mandeh-Pessel.jpg?resize=300%2C215&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/KEK-Mandeh-Pessel.jpg?resize=768%2C550&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/KEK-Mandeh-Pessel.jpg?resize=120%2C86&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/KEK-Mandeh-Pessel.jpg?resize=350%2C250&amp;ssl=1 350w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/01/KEK-Mandeh-Pessel.jpg?resize=750%2C537&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 847px) 100vw, 847px" /><p id="caption-attachment-146586" class="wp-caption-text">Seorang wisatawan berswafoto di Puncak Mandeh, Pesisir Selatan. (Foto: Zulfikar/Langgam.id)</p></div></p>
<p>Selain KEK Mandeh, sebut Mawardi, Pemkab Pessel juga bakal menawarkan potensi pengembangan energi baru dan terbarukan, salah satunya Pembangkit Tenaga Listrik Mini Hidro (PLTMH).</p>
<p>Apalagi, lanjut Mawardi, dalam pertemuan bilateral dengan pemerintah pusat, pemerintah Arab Saudi sangat mendukung rencana keseriusan Indonesia dalam pengendalian pemanasan global. Bahkan, sepakat dijadikan isu utama dalam pertemuan G-20.</p>
<p>&#8220;Kita di Pessel memiliki 22 sungai, dengan potensi nyaris 100 MW dan kini sudah ada beberapa di antaranya yang telah beroperasi,&#8221; jelas Mawardi.</p>
<p>Kemudian, Mawardi mengatakan, juga akan menawarkan industri pengolahan bidang perikanan dan perkebunan gambir.</p>
<p>&#8220;Pessel ini memiliki potensi perikanan sangat besar, dengan garis pantai hingga 246 kilometer. Untuk gambir, total luasan kebun mencapai ratusan ribu hektare, dengan kualitas getah terbaik di Indonesia,&#8221; paparnya.</p>
<p>Selama ini, tambah Mawardi, gambir milik petani hanya dijual dalam bentuk setengah jadi.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/bupati-dan-sandiaga-uno-sepakat-bakal-pakai-nama-puncak-jokowi-di-kawasan-mandeh/">Bupati dan Sandiaga Uno Sepakat Bakal Pakai Nama Puncak Jokowi di Kawasan Mandeh</a></strong></p>
<p>&#8220;Pusat pengolahan perikanan dan gambir ini nanti rencananya dipusatkan di Kecamatan Batang Kapas atau Kecamatan Sutera, karena keeduanya lebih dekat dengan sentra produksi,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Pessel – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-pessel-bakal-tawarkan-potensi-kek-mandeh-ke-kedubes-arab-saudi/">Pemkab Pessel Bakal Tawarkan Potensi KEK Mandeh ke Kedubes Arab Saudi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146583</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/86 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-16 09:35:13 by W3 Total Cache
-->