<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Galodo Malalak Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/galodo-malalak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/galodo-malalak/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Nov 2025 07:02:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Galodo Malalak Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/galodo-malalak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Perkembangan Terkini Korban Bencana di Sumbar: 129 Meninggal Dunia dan 86 Masih Dinyatakan Hilang</title>
		<link>https://langgam.id/perkembangan-terkini-korban-bencana-di-sumbar-129-meninggal-dunia-dan-86-masih-dinyatakan-hilang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 07:02:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[banjir bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo Malalak]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=239282</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Pusdalops BPBD kembali merilis pembaruan data korban bencana hidrometeorologi dan ekologis yang melanda sejumlah daerah sejak 21 November 2025. Hingga Minggu (30/11) pukul 09.00 WIB, tercatat 129 orang meninggal dunia dan 86 orang masih dinyatakan hilang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyebut data tersebut dihimpun berdasarkan laporan resmi dari kabupaten/kota terdampak. Hasil pencatatan terbaru, terdapat peningkatan signifikan jumlah korban meninggal dunia dan hilang di Kota Padang Panjang. &#8220;Perubahan jumlah korban paling signifikan di Kota Padang Panjang. Laporan sebelumnya, di sana hanya 7 orang meninggal dan tidak ada korban yang hilang,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perkembangan-terkini-korban-bencana-di-sumbar-129-meninggal-dunia-dan-86-masih-dinyatakan-hilang/">Perkembangan Terkini Korban Bencana di Sumbar: 129 Meninggal Dunia dan 86 Masih Dinyatakan Hilang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Pusdalops BPBD kembali merilis pembaruan data korban bencana hidrometeorologi dan ekologis yang melanda sejumlah daerah sejak 21 November 2025. Hingga Minggu (30/11) pukul 09.00 WIB, tercatat 129 orang meninggal dunia dan 86 orang masih dinyatakan hilang.</p>



<p>Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyebut data tersebut dihimpun berdasarkan laporan resmi dari kabupaten/kota terdampak. Hasil pencatatan terbaru, terdapat peningkatan signifikan jumlah korban meninggal dunia dan hilang di Kota Padang Panjang.</p>



<p>&#8220;Perubahan jumlah korban paling signifikan di Kota Padang Panjang. Laporan sebelumnya, di sana hanya 7 orang meninggal dan tidak ada korban yang hilang, sekarang jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 21 orang dan 32 hilang,&#8221;ungkap Sekda Arry Yuswandi di Padang, Minggu (30/11/2025).</p>



<p>Ia menegaskan, data akan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru. Dengan masuknya laporan terbaru dari masing-masing daerah tersebut, maka total jumlah korban bencana hidrometeorologi di Sumbar hingga saat ini berjumlah 129 orang meninggal dunia dan 86 orang masih dinyatakan hilang.</p>



<p>Arry menjelaskan, dari 16 kabupaten/kota terdampak, terdapat 8 daerah yang melaporkan nihil korban jiwa maupun orang hilang. Sementara, 8 daerah lainnya melaporkan adanya korban jiwa atau orang hilang. Jumlah korban terbanyak ada di Kabupaten Agam.</p>



<p>Rincian sebaran korban per kabupaten/kota sebagai berikut:<br>• Kabupaten Agam: 87 meninggal, 76 hilang<br>• Kota Padang Panjang: 21 meninggal, 32 hilang<br>• Kota Padang: 10 meninggal, 0 hilang<br>&#8211; Kabupaten Tanah Datar: 2 meninggal, 1 hilang<br>• Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang<br>• Kabupaten Padang Pariaman: 7 meninggal, 2 hilang<br>• Kota Solok: 1 meninggal, 0 hilang<br>• Kabupaten Pesisir Selatan: 0 meninggal dunia, 1 orang hilang</p>



<p>Kab/Kota lainnya (8 daerah): nihil korban jiwa dan orang hilang. Seperti Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman, Kota Payakumbuh, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Solok.</p>



<p>“Hingga saat ini, berdasarkan data yang masuk, jumlah korban terbanyak ada di Kabupaten Agam, dengan 87 korban meninggal dan 76 orang masih dalam pencarian,” jelas Arry.</p>



<p>Sekda menambahkan bahwa perkembangan data korban, kerusakan, hingga kebutuhan penanganan darurat akan terus diperbarui secara berkala melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perkembangan-terkini-korban-bencana-di-sumbar-129-meninggal-dunia-dan-86-masih-dinyatakan-hilang/">Perkembangan Terkini Korban Bencana di Sumbar: 129 Meninggal Dunia dan 86 Masih Dinyatakan Hilang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239282</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembalakan Diduga Pemicu Banjir di Sumbar, Kayu Gelondongan Berserakan di Pantai Padang</title>
		<link>https://langgam.id/pembalakan-diduga-pemicu-banjir-di-sumbar-kayu-gelondongan-berserakan-di-pantai-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 12:03:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Galodo Malalak]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=239108</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dugaan pembalakan kembali mencuat setelah bencana banjir besar melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Fakta ini terungkap dari banyaknya tumpukan kayu gelondongan yang memenuhi bibir pantai di Kota Padang. Pemandangan kayu gelondongan terpampang hampir di seluruh pinggiran pantai. Banjir besar yang memicu longsor, galodo, rumah hanyut, hingga jembatan ambruk ini telah berlangsung di Sumbar sejak pekan lalu. Sudah puluhan jiwa melayang dan sampai hari ini, Jumat (28/11/2025), tim SAR Gabungan masih melakukan evakuasi korban banjir bandang di Agam dan Padang Panjang. Dugaan pemalakan liar dikomentari Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Andri Kurniawan. Pihaknya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pembalakan-diduga-pemicu-banjir-di-sumbar-kayu-gelondongan-berserakan-di-pantai-padang/">Pembalakan Diduga Pemicu Banjir di Sumbar, Kayu Gelondongan Berserakan di Pantai Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dugaan pembalakan kembali mencuat setelah bencana banjir besar melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat (Sumbar).</p>



<p>Fakta ini terungkap dari banyaknya tumpukan kayu gelondongan yang memenuhi bibir pantai di Kota Padang. Pemandangan kayu gelondongan terpampang hampir di seluruh pinggiran pantai.</p>



<p>Banjir besar yang memicu longsor, galodo, rumah hanyut, hingga jembatan ambruk ini telah berlangsung di Sumbar sejak pekan lalu. Sudah puluhan jiwa melayang dan sampai hari ini, Jumat (28/11/2025), tim SAR Gabungan masih melakukan evakuasi korban banjir bandang di Agam dan Padang Panjang.</p>



<p>Dugaan pemalakan liar dikomentari Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Andri Kurniawan. Pihaknya tidka menutup mata terhadap kemungkinan adanya unsur pembalakan di balik bencana banjir yang mengepung Ranah Minang.</p>



<p>“Kami fokus penanganan bencana, termasuk membantu proses evakuasi, pendataan korban, serta mendukung kebutuhan kemanusiaan,” ujar Kombes Andri kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).</p>



<p>Meski begitu, Andri menyebut akan melakukan penyeledikan dugaan tindak pidana hingga kemungkinan aktivitas pembalakan liar. &#8220;Setelah situasi stabil, baru kami akan masuk ke tahap penyelidikan,&#8221; katanya.</p>



<p>Kombes Andri mengaku pihaknya sudah menyiapkan tim untuk melakukan pemetaan awal terhadap kawasan hulu sungai yang terdampak banjir bandang. Namun, hal itu akan berjalan setelah aktivitas pencarian dan penanganan korban dinyatakan selesai.</p>



<p>Dia menekankan, isu pembalakan liar perlu verifikasi secara ilmiah dan tidak boleh hanya berdasarkan opini publik. “Setiap temuan harus diukur berdasarkan bukti. Jika memang ada aktivitas illegal logging, tentu akan kami tindak. Tapi semua harus melalui proses penyelidikan sesuai prosedur,” katanya.</p>



<p>Dia mengimbau masyarakat untuk melaporkan informasi apa pun yang berkaitan dengan aktivitas penebangan liar, terutama di wilayah rawan banjir.</p>



<p>Di sisi lain, salah salah seorang warga yang sudah puluhan tahun tinggal di Kota Padang, mengaku belum pernah melihat tumpukan kayu sebanyak yang muncul pada Kamis dan Jumat (27-28/11/2025).</p>



<p>Sorotan publik menyebar di media sosial. Akun sumbarzonaews menyebut material kayu tersebut sebagai “bukti bahwa alam sedang menelanjangi kita semua”. Unggahan itu pun dibanjiri komentar netizen.</p>



<p>“Lah dikirim barang bukti dek alam langsuang (sudah dikirim barang bukti langsung oleh alam),” komentar akun Instagram @rokodwipernando.</p>



<p>Ada pula akun yang mempertanyakan kinerja pemerintah dan fungsi pengawasan pejabat daerah. Bahkan, akun besar seperti lambe_turah turut mengunggah video kayu gelondongan yang diseret banjir.</p>



<p>Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Ferdinal Asmin, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan terkait dugaan penebangan liar.</p>



<p>“Setiap laporan masuk dan itu memang menjadi kewenangan kami, segera ditindaklanjuti. Kami perkuat koordinasi dengan berbagai pihak,” katanya. (DL)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pembalakan-diduga-pemicu-banjir-di-sumbar-kayu-gelondongan-berserakan-di-pantai-padang/">Pembalakan Diduga Pemicu Banjir di Sumbar, Kayu Gelondongan Berserakan di Pantai Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">239108</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/40 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-08 03:10:29 by W3 Total Cache
-->