<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Filsafat Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/filsafat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/filsafat/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Nov 2025 00:43:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Filsafat Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/filsafat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Stoikisme dalam Penjabaran Marissa Anita</title>
		<link>https://langgam.id/stoikisme-dalam-penjabaran-marissa-anita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Habibur Rahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 00:43:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=238052</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam salah satu episode kanal YouTube Greatmind berjudul “On Marissa’s Mind: Stoikisme, Filosofi Anti Cemas &#8211; Bagian 2” yang diunggah pada 8 Mei 2021 dan telah ditonton lebih dari 642 ribu kali, jurnalis sekaligus aktris Marissa Anita berbicara tenang, tapi tegas. Ia membahas bagaimana sebuah filsafat kuno yang lahir di Yunani ribuan tahun lalu masih punya denyut relevansi kuat di tengah hiruk pikuk dunia modern yang serba cepat dan penuh tekanan: Stoikisme. “Stoikisme adalah kerangka berpikir dalam hidup yang sangat berguna, terutama ketika menghadapi situasi yang sangat menantang atau stres, kecemasan atau amarah,” ujarnya dalam video berdurasi 5 menit itu.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/stoikisme-dalam-penjabaran-marissa-anita/">Stoikisme dalam Penjabaran Marissa Anita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam salah satu episode kanal YouTube Greatmind berjudul “On Marissa’s Mind: Stoikisme, Filosofi Anti Cemas &#8211; Bagian 2” yang diunggah pada 8 Mei 2021 dan telah ditonton lebih dari 642 ribu kali, jurnalis sekaligus aktris Marissa Anita berbicara tenang, tapi tegas. Ia membahas bagaimana sebuah filsafat kuno yang lahir di Yunani ribuan tahun lalu masih punya denyut relevansi kuat di tengah hiruk pikuk dunia modern yang serba cepat dan penuh tekanan: Stoikisme.</p>



<p>“Stoikisme adalah kerangka berpikir dalam hidup yang sangat berguna, terutama ketika menghadapi situasi yang sangat menantang atau stres, kecemasan atau amarah,” ujarnya dalam video berdurasi 5 menit itu. Ia menyebut bahwa prinsip Stoikisme membantu manusia tetap tenang, berpikir jernih, dan menghindari stres berlebih. Dalam konteks psikologi modern, Marissa menegaskan bahwa pola pikir stoik bahkan menjadi dasar bagi terapi kognitif perilaku (cognitive behavioral therapy) yang digunakan untuk menangani depresi dan kecemasan.</p>



<p>Menurut wanita lulusan Universitas Loughborough ini, Stoikisme bukan sekadar teori filsafat yang mengawang, tapi juga praktik hidup yang bisa dilatih setiap hari. Ia lalu memaparkan enam latihan yang bisa diterapkan. Pertama, latihan kemalangan melatih diri menghadapi skenario terburuk agar tak gentar bila penderitaan sungguh datang. Ia mencontohkan filsuf stoik Seneca yang dua kali setahun sengaja hidup dalam kesederhanaan ekstrem: memakai pakaian lusuh, tidur di lantai, dan makan roti keras. “Tujuannya bukan menyiksa diri, tapi menguatkan mental ketika hidup tiba-tiba berbalik arah,” jelasnya.</p>



<p>Kedua, dikotomi kendali, yakni kemampuan membedakan mana yang bisa dikendalikan dan mana yang tidak. “Sekeras apa pun berusaha, kita tak bisa memaksa orang lain menyukai kita. Jadi gunakan tenaga untuk hal yang bisa kita ubah,” ucapnya. Ketiga, latih persepsi. Marissa mengutip Marcus Aurelius: ‘Pilih untuk tidak tersakiti, maka kamu tidak akan tersakiti.’</p>



<p>Keempat, melihat kehidupan dengan perspektif luas, seperti astronaut yang memandang bumi dari kejauhan. “Kekuasaan, kemewahan, bahkan perang, tampak konyol ketika kita melihatnya dari atas,” katanya, mengutip filsuf Pierre Hadot. Kelima, mengingat bahwa tak ada yang kekal. Semua status, reputasi, atau hubungan pada akhirnya akan berlalu.</p>



<p>Dan yang terakhir, memento mori, ingatlah kematian. Marissa mengutip Marcus Aurelius yang menulis, “Kita bisa meninggalkan hidup ini kapan saja. Jadikanlah ini penentu apa yang kita lakukan.” Bagi Marissa, kesadaran akan kefanaan bukan untuk menakuti, tapi untuk menuntun agar hidup dijalani dengan makna.</p>



<p>Di era penuh kecemasan ini, kata Marissa Anita, Stoikisme mengajarkan manusia modern untuk menenangkan diri, bukan dengan menghindari badai, tapi dengan belajar menari di tengahnya. (*)</p>



<p></p>



<p><em>Penulis: Habibur Rahman (Alumnus Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi). Aktif sebagai pegiat media sosial dengan konten memori kolektif ketokohan Tan Malaka.</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/stoikisme-dalam-penjabaran-marissa-anita/">Stoikisme dalam Penjabaran Marissa Anita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">238052</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Alibi, Kekuasaan dan Machiavelisme</title>
		<link>https://langgam.id/alibi-kekuasaan-dan-machiavelisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riki Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2022 23:08:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden 3 Periode]]></category>
		<category><![CDATA[UM Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=153793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kerumitan dalam lapangan teoritis soal mana yang lebih unggul politik atau hukum secara jelas merambah ke lapangan praktis. Wacana yang dilontarkan beberapa orang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo dan beberapa orang ketua partai politik terus menggelinding dan belum kunjung menemukan titik pemberhentian. Keharusan posisi integral dalam lingkaran kekuasaan agar dapat mempertahankan status quo mengalami kekusutan (error disorder ). Presiden dan jajaran (menteri) yang seharusnya searah malah bergesekan. Sejak pertama kali digulirkan oleh Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, pada Januari 2022 dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR-RI. Selanjutnya, wacana ini mendapatkan dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/alibi-kekuasaan-dan-machiavelisme/">Alibi, Kekuasaan dan Machiavelisme</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropcap " style="background-color: #ffffff; color: #dd8500; border-color: #ffffff;">K</span>erumitan dalam lapangan teoritis soal mana yang lebih unggul politik atau hukum secara jelas merambah ke lapangan praktis. Wacana yang dilontarkan beberapa orang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo dan beberapa orang ketua partai politik terus menggelinding dan belum kunjung menemukan titik pemberhentian.</p>
<p>Keharusan posisi integral dalam lingkaran kekuasaan agar dapat mempertahankan status quo mengalami kekusutan (error disorder ). Presiden dan jajaran (menteri) yang seharusnya searah malah bergesekan.</p>
<p>Sejak pertama kali digulirkan oleh Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, pada Januari 2022 dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR-RI. Selanjutnya, wacana ini mendapatkan dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto.</p>
<p>Wacana ini hingga sekarang tetap dipertahankan dalam wacana perpolitikan kita. Penegasian terhadap wacana jabatan presiden tiga periode kian menjadi isu populer karena terus menerus dibumbui, baik oleh mereka yang mendukung wacana atau menggugatnya.</p>
<p>Posisi menteri dalam ketatanegaraan adalah sebagai pembantu presiden dalam menjalankan tugas-tugasnya. Posisi presiden dan menteri bersifat integral. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal  17 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4). Keduanya seyogianya  saling berkolaborasi dalam menjalankan pemerintahan. Dalam pasal 7 Undang-Undang 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara fungsi menteri sebagai pembantu presiden kembali ditegaskan.</p>
<p>Terbilang tindakan yang cukup berani yang diambil oleh menteri-menteri tersebut, melihat usulan wacana presiden tiga periode diusulkan oleh menteri dalam kabinet presiden sendiri menunjukkan pola an integrasi yang tentu saja tidak baik bagi kekuasaan. Mengingat di mana Presiden Joko Widodo telah tiga kali menolak wacana itu.</p>
<p>Presiden Joko Widodo dengan political will dan legitimasi perundang-undangan dapat mengganti menteri-menteri terkait. Namun sejauh ini belum menunjukkan bahwa Jokowi akan mengambil sikap ke arah itu.</p>
<p>Ada dua hal yang menarik di sini. Yang pertama adalah motif dari para menteri ini mengusulkan jabatan presiden tiga periode—dengan penekanan lebih yang membedakan dengan wacana serupa yang digemborkan oleh para politisi. Hal ini berkenaan, posisi keduanya adalah berbeda: menteri adalah bagian dari pemerintahan sedangkan ketua umum partai politik tidak memiliki keterikatan apa pun. Kedua adalah seberapa konsisten Presiden Joko Widodo dengan pernyataannya taat pada konstitusi.</p>
<p>Pengkhianatan dalam sebuah pemerintahan bukanlah hal yang baru. Dalam sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara terdapat Ken Arok dari kerajaan Singo Sari yang mati dibunuh oleh anak tirinya sendiri, Anusapati.</p>
<p>Kabar ini terdapat dalam kitab Pararaton dan Negarakertagama. Kemudian juga ada Kerajaan Mataram, di mana rajanya Amangkurat I dikhianati oleh pembantu-pembantu kerajaan dan juga kemenakannya sendiri pada 1677 M. Hal ini ditulis oleh seorang sejarawan asal Australia, H.J. De Graaf dalam bukunya Runtuhnya Istana Mataram (Historia.id, 29 Mei 2001).</p>
<p>Pola perebutan kekuasaan dari dalam yang dilakukan oleh menteri-menteri yang mengusung wacana presiden tiga periode ini terlihat tidak realistis. Kita dapat menduga-duga kemungkinan besar wacana ini dimainkan untuk mempertahankan legitimasi mereka dalam pemerintahan.</p>
<p>Mengingat ketiga menteri ini adalah pengusaha. Tapi tindakan mereka akan menjadi bumerang bagi presiden sendiri. Wacana seperti ini hanya akan menimbulkan kegaduhan publik dan memperburuk citra Presiden Joko Widodo.</p>
<p>Dalam filsafat politik terdapat istilah Machiavelisme. Machiavelisme merupakan istilah yang merujuk kepada siasat politik Niccolo Machiavelli, seorang filsuf asal Italy pada abad pertengahan.</p>
<p>Machiavelli dikenal sebagai belibis politik dan menulis sebuah buku terkenal dengan judul II Principle. Machiavelli mengajarkan seorang raja tidak membutuhkan kontrol moral. Yang paling penting bagi seorang raja adalah bagaimana mengamankan kekuasaannya. Seluruh tindakan raja dikatakan baik selama itu bertujuan mempertahankan kekuasaan dan menjaga kestabilan.</p>
<p>Ada analisis menarik yang dipaparkan oleh Chairul Umam dari Managing Director Paramadina Public Policy Institute. Umam melihat Presiden Joko Widodo tidak menunjukkan ketegasan dan menilai Presiden mengambil sikap bersayap.</p>
<p>Presiden Joko Widodo yang menyatakan akan taat konstitusi mirip dengan pernyataan Presiden Soeharto pada zaman pemerintahan Orde Lama. Apalagi melihat pernyataan Presiden Joko Widodo yang beberapa waktu lalu bahwa itu—jabatan presiden tiga periode—merupakan aspirasi rakyat itu sendiri.</p>
<p>Tuntutan agar Presiden mengeluarkan pernyataan yang lebih tegas dapat dipahami mengingat parlemen juga dikuasai oleh partai-partai koalisi pemerintahan. Tercatat koalisi pemerintahan mempunyai 472 kursi atau 82% suara di parlemen. Tentu saja dengan keadaan tersebut mudah saja bagi elite politik ini memuluskan perpanjangan masa jabatan presiden dengan jalan amandemen konstitusi. Atau dengan kata lain pernyataan di mana Presiden Joko Widodo—dan PDI-P—menolak bukanlah titik terang, karena yang diperlukan itu adalah kebijakan berupa produk hukum.</p>
<p>Jabatan presiden selama lima tahun dan dapat dipilih kembali selama satu periode merupakan amanat konstitusi. Efisiensi ketatanegaraan merupakan cita-cita besar reformasi. Dan seharusnya semua pihak harus berpegang pada konsensus tersebut. Tidak layak bagi pemerintah yang memegang amanat rakyat membuat kegaduhan bagi rakyat. Presiden tiga periode? Kita taat konstitusi saja.</p>
<hr />
<p><strong>Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat Dr Riki Saputra</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/alibi-kekuasaan-dan-machiavelisme/">Alibi, Kekuasaan dan Machiavelisme</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">153793</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Al-Farabi, Teori Organik</title>
		<link>https://langgam.id/al-farabi-teori-organik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Shofwan Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2022 11:55:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Shofwan Karim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=147892</guid>

					<description><![CDATA[<p>Al-Farabi adalah seorang Filosof Islam yang meyakini bahwa agama tidak betentangan dengan filsafat. Sebuah negara, provinsi, kabupaten atau kota itu bagaikan jasad manusia. Ada jasad  yang anggota tubuhnya penuh kelebihan dan kebaikan. Jasad atau tubuh  itu memiliki akal, pikiran, jasmani dan ruhani yang cerdas, bijak, sehat dan berbudi tinggi. Ada jasad yang memiliki akal rendah. Kualitas tubuh yang serba kurang. Pikiran sederhana, fisik yang sakitan dan ruhani yang kacau. Sementara ada pula jasad yang angota tubuhnya prima. Mempunyai akal dan ilmu pengetahuan seperti yang pertama, hebat, sehat dan  kuat. Akan tetapi kelakuan anggota batang tubuh lainnya  seperti yang kedua, kacau</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/al-farabi-teori-organik/">Al-Farabi, Teori Organik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="pullquote align-center"><p>Al-Farabi adalah seorang Filosof Islam yang meyakini bahwa agama tidak betentangan dengan filsafat.</p></blockquote>
<p><span class="dropcap " style="background-color: #ffffff; color: #000000; border-color: #ffffff;">S</span>ebuah negara, provinsi, kabupaten atau kota itu bagaikan jasad manusia. Ada jasad  yang anggota tubuhnya penuh kelebihan dan kebaikan. Jasad atau tubuh  itu memiliki akal, pikiran, jasmani dan ruhani yang cerdas, bijak, sehat dan berbudi tinggi.</p>
<p>Ada jasad yang memiliki akal rendah. Kualitas tubuh yang serba kurang. Pikiran sederhana, fisik yang sakitan dan ruhani yang kacau.</p>
<p>Sementara ada pula jasad yang angota tubuhnya prima. Mempunyai akal dan ilmu pengetahuan seperti yang pertama, hebat, sehat dan  kuat. Akan tetapi kelakuan anggota batang tubuh lainnya  seperti yang kedua, kacau dan tidak bermoral hanya mementingkan kesenangan diri, keluarga dan oligarkinya.</p>
<p>Tipologi negara, provinsi, kabupaten dan kota pertama, warga masyakat serta kepala pemerintahahannya,  disebut oleh Al-farabi sebagai <strong><em>al-Madinah al-Fadhilah</em></strong>  atau kota utama.</p>
<p>Lawannya tipologi kedua. Warga masyarakat serta  presiden, gubernur, bupati dan walikotanya, otak dan pikirannya tidak cerdas. Banyak yang sakit pisik dan mengalami spiritualitas atau ruhani tak bemutu. Ini disebutnya, <strong><em>al-Madinah al-Jahiliah</em></strong>. Kota yang terkebelakang.</p>
<p>Sementara tipologi ketiga, warga dan pemimpinnya tampak luar sehat dan segar tetapi memiliki otak, akal, pikiran bulus dan lebih-lebih lagi spiritualitas dan ruhaninya rusak. Tipologi ini disebutnya <strong><em>al-Madinah al-Fasiqah</em></strong>.</p>
<p>Al-Farabi  (870-950 M) bernama lengkap Abu Nasr Muhammad Al-Farabi lahir di desa Wasij di wilayah Farab, Transoxania,  Asia Tengah. Kira-kira sekarang menjadi wilayah Uzbekistan.</p>
<p>Al-Farabi adalah seorang Filosof Islam yang meyakini bahwa agama tidak betentangan dengan filsafat. Keduanya membawa kepada kebenaran.</p>
<p><em>Al-Madinah al-Fadhilah</em> merupakan pemikiran filsafat politik Al-Farabi yang sampai sekarang masih menjadi rujukan pemikiran Islam tentang watak pemimpin dan warga bangsa dalam kehidupan kenegaraan dan pemerintahan.</p>
<p>Meskipun menggunakan kosa-kata al-Madinah atau kota tetapi oleh para pemikir Islam filsafat politik Al-Farabi ini dinisbahkan kepada kehidupan berbangsa dan bernegara .</p>
<p>Al-Farabi, dengan pemahaman itu menekankan bahwa tujuan utama bernegara adalah tercapainya kebahagiaan bagi warga negara. Kebahagian lahiriah dan batiniah. Kokoh dan kuatnya otak, pikiran dan kreatifitas, sehat jasmani dan ruhani setali dengan kebaikan hidup menurut aturan hukum duniawi dan agama.</p>
<p>Dengan begitu  pemimpin dan warga negara yang disebut <em>al-Madinah al-Fadhilah</em> itu, menjadi proto-tipe masyarakat seperti masa kepemimpinan Nabi Muhammad Rasulullah saw dan masa para sahabat.</p>
<p>Konsep negara ideal dalam gagasanya dipengaruhi oleh pemikiran Plato dan juga Aristoteles. Terutama dalam  gagasan tentang manusia sebagai makhluk sosial.</p>
<p>Tentu saja, selain itu Al-Farabi dipengaruhi banyaknya peristiwa sosial politik pada masa khalifah Abbasyiah.</p>
<p>Pemerintahan Mu‟ti suatu priode yang paling kacau dan tidak ada stabilitas politik. Filsafat politik Al-Farabi ini kelihatannya sebagai oto kritik bagi pemerintahan Abbasiyah ini.</p>
<p>Muncul bermacam tantangan pertentangan politik, pemberontakan, stabilitas politik dan keamanan yang tidak terjamin menjadi faktor utama gagasan tersebut muncul.</p>
<p>Timbul pemberontakan terhadap kekuasaan Abbasiyah dengan berbagai motif. Ada motif  agama, kesukuan, dan materi dan harta benda. Banyak anak raja dan penguasa lama berusaha mendapatkan kembali wilayah dan kekuasaan nenek moyangnya, khususnya orang-orang Persia dan Turki.</p>
<p>Masa muda Al-Farabi di Bukhara dan masa tua sampai wafatnya di Aleppo, Syria, menjadikan pemikiran filsafatnya menjadi bagian yang tak terelakkan dari dinamika masa kemunduruan Abbasiyah. Terutama segi intelektualitas dan kembalinya pemikiran lama sebelum kejayaan Abbasiyah.</p>
<p>Filsafat politik Al-Farabi menggunakan  teori organik, belakangan amat populer.</p>
<p>Al-Farabi menyatakan bahwa pemerintahan dalam negara itu seperti halnya sistem organisme tubuh manusia, dimana setiap unsur yang ada saling memperkuat untuk mencapai satu tujuan. Yaitu  tercapainya  kesejahteraan dan kebahagiaan bagi warga negara.</p>
<p>Dengan teori organik, Al-Farabi menyatakan bahwa pemerintahan dalam negara itu seperti halnya sistem organisme tubuh manusia, dimana setiap unsur yang ada saling memperkuat untuk mencapai satu tujuan.</p>
<p>Akan tetapi yang paling utama dari semua organik tubuh manusia itu terletak di kepalanya.</p>
<p>Untuk yang tertinggi tentulah kepala negara. Presiden paling menentukan. Kemudian gubernur. Dan kalau  dilacak kepada proforma negara modern dan negeri kita, tentulah bupati dan walikota sebagai organik paling di atas di daerahnya.</p>
<p>Bila ingin suatu negara, suatu kota atau kabupaten menggunakan teori filsafat politik Al-Farabi, mereka tersebut tadi itulah titik sentral penentu sebagai sekrup utama.</p>
<p>Itu tidak berarti semata-mata hanya tergantung mereka. Kualitas dari warga masyarakat itu sendiri tak kalah pentingya. Semua saling terkait.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/kontradiksi-eksklusif-inklusif/">Kontradiksi Eksklusif-Inklusif</a></strong></p>
<p>Bila warga bangsa dan masyarakat tidak mengikuti gerak simetris, vertikal dan horizontal organik tubuh yang lain, terutama bagian atas yang disebut kepala tadi, maka tujuan utama <em>al-Madinah al-Fadhilah</em> akan jauh panggang dari api.<em> Wa Allah a’lam bi al-shawab</em>.</p>
<p>__<br />
<strong>Shofwan Karim<br />
Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Barat</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/al-farabi-teori-organik/">Al-Farabi, Teori Organik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147892</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/63 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-11 05:44:39 by W3 Total Cache
-->