<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Film Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/film/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Mar 2026 16:42:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Film Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/film/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Roadshow &#8216;Pelangi di Mars&#8217; Sambangi Padang, Ajak Anak-Anak Berani Bermimpi</title>
		<link>https://langgam.id/roadshow-pelangi-di-mars-sambangi-padang-ajak-anak-anak-berani-bermimpi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2026 13:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=244593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Film keluarga “Pelangi di Mars” menyapa penonton di Kota Padang, Sumatera Barat, melalui rangkaian roadshow yang digelar pada Senin (23/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tur keliling Sumatra yang diinisiasi Mahakarya Pictures untuk mendekatkan film tersebut dengan penonton, khususnya anak-anak dan keluarga. Di Padang, roadshow berlangsung di Plaza Andalas XXI. Sejumlah pemain dan kru hadir langsung untuk berinteraksi dengan penonton usai pemutaran film. Beberapa yang hadir di antaranya Messi Gusti, Bimo Kusumo atau Bimoky, serta Vanya Rivani. Turut mendampingi, produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava. Kehadiran para kreator film ini disambut antusias oleh penonton, terutama anak-anak yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/roadshow-pelangi-di-mars-sambangi-padang-ajak-anak-anak-berani-bermimpi/">Roadshow &#8216;Pelangi di Mars&#8217; Sambangi Padang, Ajak Anak-Anak Berani Bermimpi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> — Film keluarga “Pelangi di Mars” menyapa penonton di Kota Padang, Sumatera Barat, melalui rangkaian roadshow yang digelar pada Senin (23/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tur keliling Sumatra yang diinisiasi Mahakarya Pictures untuk mendekatkan film tersebut dengan penonton, khususnya anak-anak dan keluarga.</p>



<p>Di Padang, roadshow berlangsung di Plaza Andalas XXI. Sejumlah pemain dan kru hadir langsung untuk berinteraksi dengan penonton usai pemutaran film.</p>



<p>Beberapa yang hadir di antaranya Messi Gusti, Bimo Kusumo atau Bimoky, serta Vanya Rivani. Turut mendampingi, produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava.</p>



<p>Kehadiran para kreator film ini disambut antusias oleh penonton, terutama anak-anak yang baru saja menyaksikan kisah petualangan Pelangi di planet Mars. Suasana hangat terlihat saat para pemain menyapa dan berinteraksi langsung dengan penonton di dalam studio.</p>



<p>Produser Dendi Reynando mengatakan, film ini lahir dari keinginannya menghadirkan karya anak Indonesia yang mampu menjadi pilihan tontonan keluarga.</p>



<p>“Saya sering mengajak anak menonton ke bioskop, tapi pilihan IP anak Indonesia masih terbatas. Dari situ muncul keinginan untuk menghadirkan film yang bisa membangkitkan semangat mimpi anak-anak,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Bimo Kusumo yang mengisi suara karakter Batik turut menyampaikan pesan kepada anak-anak. Ia mengajak mereka untuk meneladani nilai persahabatan seperti yang ditampilkan dalam film.</p>



<p>“Semoga teman-teman bisa seperti Batik, selalu setia kawan dan menjaga sahabat,” kata dia.</p>



<p>Film “Pelangi di Mars” menghadirkan kisah petualangan imajinatif yang dipadukan dengan karakter robot seperti Kimchi, Batik, dan Sulil. Karakter-karakter tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton anak-anak, yang terlihat antusias dan terhibur selama pemutaran.</p>



<p>Roadshow ini menjadi salah satu upaya memperkuat kedekatan antara sineas dan penonton daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan film anak di Indonesia.</p>



<p>“Pelangi di Mars” saat ini masih tayang di sejumlah jaringan bioskop. Penonton juga dapat memanfaatkan promo tiket yang tersedia melalui berbagai aplikasi pembelian tiket digital.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/roadshow-pelangi-di-mars-sambangi-padang-ajak-anak-anak-berani-bermimpi/">Roadshow &#8216;Pelangi di Mars&#8217; Sambangi Padang, Ajak Anak-Anak Berani Bermimpi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">244593</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Matta Cinema Production dan Tempo Bakal Produksi Sejumlah Project Film</title>
		<link>https://langgam.id/matta-cinema-production-dan-tempo-bakal-produksi-sejumlah-project-film/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Tempo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=234659</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Rumah produksi film dari Indonesia berbasis di Yogyakarta, Matta Cinema Production mengumumkan enam rencana produksi film (Project Line Up) di Asian Content and Film Market, rangkaian program Busan International Film Festival yang ke-30, di Busan, Korea Selatan, pada 21 September 2025. Sebagian dari project yang akan diproduksi pada 2025 hingga 2028 tersebut, telah mendapatkan dana investasi dari Indonesia. CEO dan Produser dari Matta Cinema Production, Nugroho Dewanto mengatakan bahwa kehadiran Matta di Busan bertujuan untuk membuka kolaborasi Internasional untuk keenam project yang 80 persennya akan berfokus pada penonton Indonesia. &#8220;Kami menjajaki kerjasama investasi, distribusi dan penjualan film dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/matta-cinema-production-dan-tempo-bakal-produksi-sejumlah-project-film/">Matta Cinema Production dan Tempo Bakal Produksi Sejumlah Project Film</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Rumah produksi film dari Indonesia berbasis di Yogyakarta, Matta Cinema Production mengumumkan enam rencana produksi film (Project Line Up) di Asian Content and Film Market, rangkaian program Busan International Film Festival yang ke-30, di Busan, Korea Selatan, pada 21 September 2025.</p>



<p>Sebagian dari project yang akan diproduksi pada 2025 hingga 2028 tersebut, telah mendapatkan dana investasi dari Indonesia. </p>



<p>CEO dan Produser dari Matta Cinema Production, Nugroho Dewanto mengatakan bahwa kehadiran Matta di Busan bertujuan untuk membuka kolaborasi Internasional untuk keenam project yang 80 persennya akan berfokus pada penonton Indonesia. </p>



<p>&#8220;Kami menjajaki kerjasama investasi, distribusi dan penjualan film dengan beberapa perusahaan dari berbagai negara,&#8221; ujar Nugroho Dewanto, usai peluncuran project film tersebut di sesi happy hour, Asian Content and Film Market, Busan.</p>



<p>Mengangkat tema “TRUE STORIES of INDONESIA: From Local Roots to Global Screen”, Matta Cinema Production juga mengumumkan secara resmi kerjasama mereka dengan Tempo Media Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1971. </p>



<p>Kedua perusahaan akan merilis tiga project film drama kriminal yang diangkat berdasarkan kisah nyata dan diolah dari karya jurnalisme investigasi Majalah Tempo.</p>



<p>Project film pertama adalah: Pintu Kanjuruhan (The Doors of Kanjuruhan) yang diangkat dari tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 131 jiwa karena gas air mata polisi. </p>



<p>Film ini beranggaran Rp10 miliar dan akan disutradarai oleh Razka Robby Ertanto, sutradara Indonesia yang membawa filmnya menjadi nominasi Big Screen Competition di International Film Festival Rotterdam 2024.</p>



<p>Project film berikutnya adalah Malam Alia (The Longest Night), yang diadaptasi dari kasus bullying yang dikaitkan dengan meninggalnya seorang mahasiswi fakultas kedokteran di Semarang. </p>



<p>Film ini beranggaran Rp 10 miliar dan akan disutradarai oleh Pritagita Arianegara, yang filmnya menjadi finalis Best Asian Future Section Award di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2016.</p>



<p>Terakhir adalah project film Kampung Harapan (Village of the Hopefuls), tentang polemik judi online yang mengguncang Indonesia yang beranggaran Rp10 miliar. Film ini akan disutradarai oleh Garin Nugroho, sutradara Indonesia yang tak perlu lagi diragukan rekam jejaknya. </p>



<p>Matta Cinema akan memproduksi ketiga project tersebut dalam kurun waktu 2026-2028 bersama dengan Pal8 Pictures yang merupakan anak perusahaan Tempo.</p>



<p>“Kami memang berkeinginan mengangkat kisah-kisah menyentuh yang selama ini menarik perhatian publik melalui medium film untuk mendorong perubahan yang nyata di Indonesia dan menjangkau lebih banyak kalangan,” ucap salah satu produser Pal8 Pictures, Wahyu Dhyatmika, yang juga Direktur Tempo Media Group.</p>



<p>Selain ketiga project tersebut, Matta Cinema juga meluncurkan project yang saat ini sedang pada tahap pra produksi yaitu Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang (My Own Last Supper). </p>



<p>Cerita dari adaptasi novel terbaik sayembara ini akan disutradarai oleh ismailBASBETH, sutradara film Sara yang tampil pada World Premiere di Busan 2023 lalu. Rencana Besar Untuk Mati Dengan Tenang yang beranggaran Rp 8 miliar akan memasuki produksi pada November 2025.</p>



<p>Project lain yang sedang dikembangkan Matta Cinema adalah Peristirahatan Terakhir (Last Resort) yang ditulis oleh almarhum Gertjan Zuilhof, mantan programmer International Film Festival Rotterdam. Film ini beranggaran Rp20 miliar yang akan disutradarai juga oleh ismailBASBETH.</p>



<p>&#8220;Matta Cinema Production akan terus konsisten menyajikan film-film berkualitas dunia dengan pemahaman utuh atas cerita, talent dan penonton Indonesia. Jalan baru perlu dirintis, karena yang membutuhkan film bagus di bioskop tidak hanya remaja, tapi juga penonton anak-anak dan penonton dewasa. Kami fokus pada yang terakhir dulu dengan proyek-proyek yang kami luncurkan ini,&#8221; ungkap ismailBASBETH di sela Asian Content and Film Market, di Busan.</p>



<p>Project lain adalah Perjalanan Rasa (The Unforgettable Flavors) yang terinspirasi dari buku resep masakan tahun 1965 yang diinisiasi oleh Sukarno, presiden pertama Indonesia yang berjudul Mustika Rasa. Film ini beranggaran Rp12 miliar dan akan disutradarai oleh Lasja F Susatyo, pendiri Indonesian Director Club (IFDC). </p>



<p>Kedua project tersebut sedang dalam tahap pengembangan bersama perusahaan Ruang Basbeth Bercerita (RBB) di bawah produser Lyza Anggraheni, pemenang TAICCA award pada Busan Asian Film School pitching project di ACFM 2024.</p>



<p>“Kami membuka peluang kerjasama internasional dalam bentuk apapun, baik untuk project Perjalanan Rasa yang fokus pada market utama Indonesia dan juga The Last Resort akan fokus pada market internasional,” terang Lyza Anggraheni di sela Asian Content and Film Market, di Busan.</p>



<p>Dengan rangkaian proyek ambisiusnya, Matta Cinema Production terus memperkuat suara Indonesia di kancah perfilman dunia menyajikan kisah-kisah yang berakar pada realitas lokal namun mampu menggema secara universal. </p>



<p>Melalui kolaborasi dengan Tempo Media Group (Pal8 Pictures) dan Ruang Basbeth Bercerita, Matta Cinema Production membuka jalur baru bagi kemitraan internasional, memastikan film-film Indonesia tidak hanya ditonton, tetapi juga benar-benar dirasakan oleh penonton di seluruh dunia.<strong> (*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/matta-cinema-production-dan-tempo-bakal-produksi-sejumlah-project-film/">Matta Cinema Production dan Tempo Bakal Produksi Sejumlah Project Film</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">234659</post-id>	</item>
		<item>
		<title>LSF Ajak Masyarakat Budayakan Sensor Mandiri di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/lsf-ajak-masyarakat-budayakan-sensor-mandiri-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 12:34:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=229898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia, Naswardi menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi klasifikasi usia saat menonton film. Hal ini disampaikan Naswardi saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri yang dirangkai dengan Nonton Bareng (Nobar) Film Nasional “Assalamualaikum Baitullah” di Basko City Mall Padang, Kamis (17/7/2025). Menurut Naswardi, setiap film yang ditayangkan di bioskop memiliki klasifikasi usia yang ditentukan berdasarkan kandungan materi, adegan, dialog, hingga teks terjemahan. Klasifikasi tersebut dibagi ke dalam kategori untuk semua umur, 13 tahun ke atas, 17 tahun ke atas, dan 21 tahun ke atas. “Setiap kategori usia memiliki muatan konten</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lsf-ajak-masyarakat-budayakan-sensor-mandiri-di-padang/">LSF Ajak Masyarakat Budayakan Sensor Mandiri di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia, Naswardi menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi klasifikasi usia saat menonton film.</p>



<p>Hal ini disampaikan Naswardi saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri yang dirangkai dengan Nonton Bareng (Nobar) Film Nasional “Assalamualaikum Baitullah” di Basko City Mall Padang, Kamis (17/7/2025).</p>



<p>Menurut Naswardi, setiap film yang ditayangkan di bioskop memiliki klasifikasi usia yang ditentukan berdasarkan kandungan materi, adegan, dialog, hingga teks terjemahan. Klasifikasi tersebut dibagi ke dalam kategori untuk semua umur, 13 tahun ke atas, 17 tahun ke atas, dan 21 tahun ke atas.</p>



<p>“Setiap kategori usia memiliki muatan konten yang berbeda. Oleh karena itu, kami mengimbau agar para orang tua, guru, dosen, serta pejabat publik turut memberikan teladan dan mengingatkan kelompok rentan, terutama anak-anak, agar menonton sesuai dengan klasifikasi usia,” ujarnya.</p>



<p>LSF, kata Naswardi, memiliki peran sebagai bagian dari hadirnya negara dalam memberikan literasi kepada masyarakat, baik penonton bioskop, televisi, maupun media daring. Tugas LSF tidak hanya menyensor, tetapi juga meneliti dan menilai kelayakan film sebelum diputar.</p>



<p>Kegiatan Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri menjadi upaya konkret LSF dalam membangun kesadaran masyarakat agar mampu menyaring sendiri tontonan yang sesuai dengan nilai, norma, dan usia.</p>



<p>Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, LSF telah menilai lebih dari 42.000 judul film, baik produksi dalam negeri maupun luar negeri. Film impor yang disensor berasal dari 17 negara, dengan dominasi terbesar dari Amerika Serikat, India, Korea Selatan, Thailand, dan beberapa negara Uni Eropa.</p>



<p>Naswardi menyampaikan kebanggaannya terhadap perkembangan industri film nasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perfilman Indonesia, jumlah produksi film nasional melebihi jumlah film impor. Hal ini menunjukkan geliat industri film tanah air yang semakin kuat.</p>



<p>“Tidak hanya jumlahnya yang meningkat, apresiasi penonton terhadap film nasional juga tinggi. Tahun lalu tercatat sebanyak 80 juta penonton menyaksikan film produksi dalam negeri di bioskop,” tuturnya.</p>



<p>Salah satu pencapaian membanggakan adalah film animasi nasional Jumbo yang meraih lebih dari 10,6 juta penonton di Indonesia. Selain sukses di dalam negeri, film tersebut kini juga diputar di 15 negara di dunia.</p>



<p>LSF terus berkomitmen untuk mendukung ekosistem perfilman nasional. Dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengusaha bioskop dari jaringan XX1, CGV, Cinepolis, serta bioskop independen, LSF mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas film Indonesia.</p>



<p>“Kami ingin film nasional mendapat tempat terbaik di hati penonton dan terus mendorong lahirnya karya-karya yang membanggakan, baik di dalam negeri maupun di pentas dunia,” pungkasnya. (*/y)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lsf-ajak-masyarakat-budayakan-sensor-mandiri-di-padang/">LSF Ajak Masyarakat Budayakan Sensor Mandiri di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229898</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antusiasme Penonton Memuncak dalam Special Screening Qodrat 2 di 10 Kota, Termasuk Padang</title>
		<link>https://langgam.id/antusiasme-penonton-memuncak-dalam-special-screening-qodrat-2-di-10-kota-termasuk-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 22:16:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=224499</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Film horor-action religi Qodrat 2 berhasil menggelar Special Screening di 10 kota besar di Indonesia pada 22 Maret 2025. Di Kota Padang, Sumatra Barat, salah satu lokasi pemutaran, antusiasme penonton membludak di Plaza Andalas XXI. Pemutaran di Padang menjadi momen istimewa bagi para penggemar yang telah menantikan kelanjutan kisah Ustadz Qodrat, seorang ahli ruqyah yang kembali berhadapan dengan kekuatan jahat. Sejak pagi, antrean panjang terlihat di depan bioskop, menandakan antusiasme tinggi masyarakat Sumatera Barat terhadap film ini. “Cerita di Qodrat 2 lebih kompleks dan emosional. Saya merinding melihat perjuangan Ustadz Qodrat menghadapi iblis,” ujar Eka, salah satu penonton</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/antusiasme-penonton-memuncak-dalam-special-screening-qodrat-2-di-10-kota-termasuk-padang/">Antusiasme Penonton Memuncak dalam Special Screening Qodrat 2 di 10 Kota, Termasuk Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> – Film horor-action religi Qodrat 2 berhasil menggelar <em>Special Screening</em> di 10 kota besar di Indonesia pada 22 Maret 2025. Di Kota Padang, Sumatra Barat, salah satu lokasi pemutaran, antusiasme penonton membludak di Plaza Andalas XXI.</p>



<p>Pemutaran di Padang menjadi momen istimewa bagi para penggemar yang telah menantikan kelanjutan kisah Ustadz Qodrat, seorang ahli ruqyah yang kembali berhadapan dengan kekuatan jahat. Sejak pagi, antrean panjang terlihat di depan bioskop, menandakan antusiasme tinggi masyarakat Sumatera Barat terhadap film ini.</p>



<p>“Cerita di Qodrat 2 lebih kompleks dan emosional. Saya merinding melihat perjuangan Ustadz Qodrat menghadapi iblis,” ujar Eka, salah satu penonton di Padang.</p>



<p>Sebelumnya, <em>Special Screening</em> perdana diadakan di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada 20 Maret 2025, yang dihadiri oleh para pemain utama seperti Vino G. Bastian, Acha Septriasa, dan Della Dartyan.</p>



<p><strong>Kisah Lebih Tegang dan Penuh Makna</strong><br>Qodrat 2 melanjutkan kisah Ustadz Qodrat (Vino G. Bastian) yang menghadapi ujian berat melalui sang istri, Azizah (Acha Septriasa), yang berusaha bertobat setelah menggadaikan imannya demi menyelamatkan anaknya, Alif. Namun, iblis terus mengusik dan mencoba mengguncang keteguhan Qodrat.</p>



<p>Hilmi Faiq, Editor-in-Chief Harian Kompas, memuji kekuatan cerita dan sinematografi film ini. &#8220;Koreografinya bagus banget. Dibanding film pertama, ini lebih atraktif dengan sentuhan komedi. Ini penting karena film menegangkan perlu sedikit jeda untuk tertawa. Selain itu, yang menarik juga adalah hadirnya tokoh perempuan, terutama para buruh pabrik yang bersatu melawan ketidakadilan. Saya kira isu pemberdayaan perempuan ini juga penting,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Seorang penonton bernama Ani dari Bali mengungkapkan bahwa <em>Qodrat 2</em> menyampaikan pesan universal yang dapat diterima oleh berbagai kalangan lintas agama. &#8220;Terima kasih kepada tim produksi yang telah membuat film ini. Film ini mengingatkan kami bahwa tidak ada tempat lain untuk memohon selain kepada Tuhan Yang Maha Esa,&#8221; kata Ani.</p>



<p>Sementara itu, Mustaqim, penonton asal Bengkulu, menyoroti kuatnya nilai-nilai keislaman dalam film ini. &#8220;Film ini membahas tiga kalimat atau doa yang selalu saya baca ketika sujud. Sangat relevan. Saya rasa, unsur tauhid atau meng-Esa-kan Allah dalam film ini sangat kuat. Hanya di <em>Qodrat</em> saya menemukan perpaduan horor, superhero, dan nilai-nilai Islam yang lengkap,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sebagai kejutan tambahan, dalam screening ini penonton yang jeli dapat menemukan identitas pemeran Assu’ala—sosok misterius yang menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar—melalui credit title di akhir film.</p>



<p>Untuk menyambut penayangan resmi pada Lebaran 2025, Qodrat 2 menghadirkan promo eksklusif. Penonton bisa menikmati penawaran BUY 1 GET 1 FREE untuk pemutaran 31 Maret–2 April 2025 melalui pembelian tiket di Tix.id. Kuota terbatas, jadi pastikan Anda tidak ketinggalan.</p>



<p>Dengan respons luar biasa di berbagai kota, termasuk Padang, Qodrat 2 digadang-gadang akan menjadi salah satu film terlaris tahun ini. Saksikan perjuangan Ustadz Qodrat melawan iblis di seluruh bioskop Indonesia mulai Lebaran 2025! (*/)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/antusiasme-penonton-memuncak-dalam-special-screening-qodrat-2-di-10-kota-termasuk-padang/">Antusiasme Penonton Memuncak dalam Special Screening Qodrat 2 di 10 Kota, Termasuk Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224499</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa ISI Padang Panjang Gelar Pemutaran Film Tugas Akhir di Bukittinggi</title>
		<link>https://langgam.id/mahasiswa-isi-padang-panjang-gelar-pemutaran-film-tugas-akhir-di-bukittinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2025 05:23:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[ISI Padang Panjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=219353</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang menyelenggarakan pemutaran film tugas akhir di Rumah Syarikat, Bukittinggi, Jumat (3/1/2025). Pemutaran dilaksanakan selama tiga hari dengan jumlah delapan film. Adapun dari delapan film yang ditayangkan adalah film Diah yang merupkan hasil dari karya mahasiswa yaitu Salsabilla Putri, Yolanda Tri Wardani, Septian Asniyardi, dan Yoga Febrian. Film Diah ini berkisah tentang ketidakpercayaan seorang anak perempuan (Diah) terhadap tradisi Jawa, termasuk tradisi jamasan yang sangat dipercayai oleh keluarganya sebagai pedoman hidup. Jamasan dipercaya sebagai perlindungan dari marabahaya. Bapaknya (Kristomo) selalu melakukan jamasan setiap malam suro, tetapi Kristomo sudah tidak dapat melakukan jamasan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahasiswa-isi-padang-panjang-gelar-pemutaran-film-tugas-akhir-di-bukittinggi/">Mahasiswa ISI Padang Panjang Gelar Pemutaran Film Tugas Akhir di Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang menyelenggarakan pemutaran film tugas akhir di Rumah Syarikat, Bukittinggi, Jumat (3/1/2025).</p>



<p>Pemutaran dilaksanakan selama tiga hari dengan jumlah delapan film. Adapun dari delapan film yang ditayangkan adalah film Diah yang merupkan hasil dari karya mahasiswa yaitu Salsabilla Putri, Yolanda Tri Wardani, Septian Asniyardi, dan Yoga Febrian.</p>



<p>Film Diah ini berkisah tentang ketidakpercayaan seorang anak perempuan (Diah) terhadap tradisi Jawa, termasuk tradisi jamasan yang sangat dipercayai oleh keluarganya sebagai pedoman hidup. </p>



<p>Jamasan dipercaya sebagai perlindungan dari marabahaya. Bapaknya (Kristomo) selalu melakukan jamasan setiap malam suro, tetapi Kristomo sudah tidak dapat melakukan jamasan dikarenakan penyakit yang menimpanya.</p>



<p>Masalah dimulai saat Diah ke rumah, Diah mengalami kejadian kejadian aneh yang tidak masuk di logika. Situasi semakin mencekam saat Diah mengalami kerasukan. Ibunya (Maryam) meminta tolong kepda pamannya (Suryono) untuk mengakhiri kekacauan di rumah Kristomo.</p>



<p>Marabahaya yang sudah masuk ke dalam rumahnya hanya bisa dihilangkan oleh keris pusaka yang sudah dijamasankan. Hanya pewaris keris pusaka keris yang dapat menjamaskan keris demi melindungi keluarga kristomo dari marabahaya san malapetaka.</p>



<p>Yoga Febrian dari ISI Padang Panjang mengungkapkan bahwa pemutaran di hari pertama dihadiri oleh Kepala Program Studi Televisi dan Film, beberapa dosen, serta mahasiswa dan masyarakat Bukittinggi sekitarnya.</p>



<p>&#8220;Acara diawali dengan diskusi bersama para pengkarya. Pengkarya menyampaikan bahwa film Diah yang berlatar belakang Jawa memerlukan setting lokasi rumah joglo, ternyata dapat di produksi di wilayah Sumatra Barat, tepatnya di Kabupaten Dharmasraya,&#8221; ujr Yoga.</p>



<p>Ia mengatakan bahwa antusias penonton yang menghadiri acara malam hari ini melebihi ekspektasi para pengkarya. Sehingga para penonton pada malam hari ini memilih untuk berdiri sepanjang film diputar.<strong> (*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahasiswa-isi-padang-panjang-gelar-pemutaran-film-tugas-akhir-di-bukittinggi/">Mahasiswa ISI Padang Panjang Gelar Pemutaran Film Tugas Akhir di Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219353</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Garundang Entertainment Rilis Film Sadang di Bawah, Tayang Perdana 21 September di CGV</title>
		<link>https://langgam.id/garundang-entertainment-rilis-film-sadang-di-bawah-tayang-perdana-21-september-di-cgv/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 10:46:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=211528</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Biasa tayang di YouTube, aksi serial komedi Minang yang terdiri dari Mak Ipin, Uda Rio dan Godok, kini bisa disaksikan di layar lebar. Mereka bertiga akan main di film berjudul Sadang di Bawah yang diproduksi oleh Garundang Entertainment. Film ini akan tayang perdana di bioskop CGV Raya Padang pada 21 September 2024 mendatang. Aktor utama film ini tentu saja adalah Mak Ipin, Godok dan Uda Rio. Film ini diangkat dari kisah kehidupan masyarakat di Nagari Centang Parenang. Film Sadang di Bawah yang bergenre komedi ini berkisah tentang seorang wali nagari (kepala desa) pembohong yang diperankan Mak Ipin. Dia</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/garundang-entertainment-rilis-film-sadang-di-bawah-tayang-perdana-21-september-di-cgv/">Garundang Entertainment Rilis Film Sadang di Bawah, Tayang Perdana 21 September di CGV</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Biasa tayang di YouTube, aksi serial komedi Minang yang terdiri dari Mak Ipin, Uda Rio dan Godok, kini bisa disaksikan di layar lebar. </p>



<p>Mereka bertiga akan main di film berjudul Sadang di Bawah yang diproduksi oleh Garundang Entertainment. Film ini akan tayang perdana di bioskop CGV Raya Padang pada 21 September 2024 mendatang.</p>



<p>Aktor utama film ini tentu saja adalah Mak Ipin, Godok dan Uda Rio. Film ini diangkat dari kisah kehidupan masyarakat di Nagari Centang Parenang.</p>



<p>Film Sadang di Bawah yang bergenre komedi ini berkisah tentang seorang wali nagari (kepala desa) pembohong yang diperankan Mak Ipin.</p>



<p>Dia tak sendiri, ada anak buahnya, Uda Rio seorang Office Boy (OB) ceroboh, dan Godok, seorang hansip yang pelupa. </p>



<p>Ketiga tokoh itu jadi biang kerok kerusahan di Nagari Centang Parenang. Tidak ada yang beres masalah ketika mereka berkompromi. Alhasil, Wali Nagari Centang Parenang itu lengser ulah perangai tim suksesnya, Godok dan Uda Rio.</p>



<p>&#8220;Film ini berangkat dari kisah dan realitas kehidupan sehari-hari,&#8221; kata Produser Film Sadang di Bawah, Aan Saputra, saat jumpa pers di kantor Langgam.id, Rabu (11/9/2024) lalu.</p>



<p>Produksi film Sadang di Bawah ini ungkap Aan, tanpa mitra dukungan secara finansial. Mereka bergotong royong menghadirkan film tersebut agar bisa ditonton dan menghiburkan masyarakat, khususnya di Sumbar dan urang awak seluruh dunia.</p>



<p>&#8220;Kami belum mendapatkan dukungan besar dari mitra, namun dengan gotong royong, film ini tetap bisa terlaksana,&#8221; beber Aan.</p>



<p>Meski di tengah keterbatasan dan cemooh banyak pihak, terang Aan, tim Garundang Entertainment tetap optimis menghadirkan film perdana dari anak Minang dan berbahasa Minang ini.</p>



<p>“Pasti ada cemoohan dari luar, tapi itu tidak membuat kita mundur. Hal ini menunjukkan komitmen tim produksi untuk terus berkarya meskipun menghadapi tantangan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Meski nanti film Sadang di Bawah ini jauh di bawah ekspektasi, namun Aan mengaku akan tetap terus berkarya. Begitu juga soal syutingnya yang selama ini berkutat di daerah Kabupaten Solok.</p>



<p>Sutradara film Sadang di Bawah, Uda Rio mengatakan, film ini merupakan pengembangan dari konten yang sebelumnya sukses di YouTube. </p>



<p>&#8220;Cerita ini biasanya hanya dibuat dalam bentuk video pendek, tapi kali ini kami ulas lebih mendalam untuk layar lebar,” kata Uda Rio.</p>



<p>Namun begitu, Uda Rio menyadari bahwa pembuatan film layar lebar jauh lebih rumit dan memerlukan efisiensi waktu serta biaya. </p>



<p>&#8220;Kalau di YouTube, sehari bisa membuat dua konten, tapi di film, dalam sehari hanya bisa menyelesaikan empat adegan,&#8221; bebernya.</p>



<p>Uda Rio mengungkapkan bahwa bahwa sekitar 90 persen biaya pembuatan film ini berasal dari dana pribadi. Untuk menekan biaya produksi, tim Garundang Entertaiment bekerja sama dengan beberapa UMKM lokal.</p>



<p>Rio menyebutkan, salah satu alasan kuat untuk membuat film layar lebar ini adalah agar pesan yang disampaikan lebih kuat dan dapat menjangkau lebih banyak orang.</p>



<p>“Tahun 2016, kami bisa membuat enam video dalam sebulan. Tapi kami berpikir, sampai kapan hanya di YouTube? Maka kami gotong royong untuk membuat film layar lebar,” kata Uda Rio.</p>



<p>&#8220;Cerita ini relevan dengan momen Pilkada 2024, di mana pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa kekuasaan tidak selamanya bertahan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Meski film ini diproduksi secara mandiri, kata Uda Rio, tim tetap mengharapkan dukungan dari berbagai pihak. Baik pemerintah maupun pihak lain yang peduli terhadap perkembangan film lokal.</p>



<p>“Butuh support dari pihak lain. Selama ini, kalaupun sudah diajukan kerjasama, belum ada yang mau. Ini yang menjadi unek-unek para pembuat film. Intinya kami tetap butuh dukungan,” kata Uda Rio.</p>



<p>Untuk diketahui, penayangan film Sadang di Bawah ini yaitu di bioskop CGV Raya Padang. Untuk pemesanan tiket bisa melalui nomor kontak (WhatsApp): 085355012767.<strong> (*/)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/garundang-entertainment-rilis-film-sadang-di-bawah-tayang-perdana-21-september-di-cgv/">Garundang Entertainment Rilis Film Sadang di Bawah, Tayang Perdana 21 September di CGV</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211528</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jadi Inspirasi Anak Muda, Merial Institute Gelar Nonton Bareng Film Lafran Pane di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/jadi-inspirasi-anak-muda-merial-institute-gelar-nonton-bareng-film-lafran-pane-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2024 00:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=206266</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Film Lafran Pane salah satu pahlawan nasional mulai tayang tanggal 20 Juni 2024 di bioskop seluruh Indonesia. Menyambut film tersebut, Merial Institute melalui CentenialZ dan Hatta Aksara Project laksanakan nontkn bareng di CGV Padang, Minggu (23/6/2024). Film Lafran Pane menjadi penting bagi generasi Z sebagai inspirasi dan motivasi. Arif Rosyid Hasan, direktur Merial Institute berharap dengan hadirnya film Lafran Pane menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak muda untuk menjadi percaya diri. &#8220;Film Lafran Pane ini menceritakan tentang keberanian dan ketabahan dalam menghadapi berbagai tantangan. Harapannya ini menjadi hiburan sekaligus inspirasi dan motivasi bagi anak muda untuk menghadapi hidup</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jadi-inspirasi-anak-muda-merial-institute-gelar-nonton-bareng-film-lafran-pane-di-padang/">Jadi Inspirasi Anak Muda, Merial Institute Gelar Nonton Bareng Film Lafran Pane di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Film Lafran Pane salah satu pahlawan nasional mulai tayang tanggal 20 Juni 2024 di bioskop seluruh Indonesia. Menyambut film tersebut, Merial Institute melalui CentenialZ dan Hatta Aksara Project laksanakan nontkn bareng di CGV Padang, Minggu (23/6/2024).</p>



<p>Film Lafran Pane menjadi penting bagi generasi Z sebagai inspirasi dan motivasi. Arif Rosyid Hasan, direktur Merial Institute berharap dengan hadirnya film Lafran Pane menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak muda untuk menjadi percaya diri.</p>



<p>&#8220;Film Lafran Pane ini menceritakan tentang keberanian dan ketabahan dalam menghadapi berbagai tantangan. Harapannya ini menjadi hiburan sekaligus inspirasi dan motivasi bagi anak muda untuk menghadapi hidup dan mencapai tujuan yang mereka ingin,&#8221; cap Arif Rosyid.</p>



<p>Arif Rosyid menambahkan bahwa kegiatan ini digerakkan langsung oleh gen Z, melalui komunitas anak muda diberbagai kota di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Untuk kali ini, kita bersama Centenial Z mengadakan nonton bareng di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Makasar, dan Padang. Untuk Kota Padang dikelola langsung oleh teman-teman dari Hatta Aksara Project,&#8221; katanya. (DW/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jadi-inspirasi-anak-muda-merial-institute-gelar-nonton-bareng-film-lafran-pane-di-padang/">Jadi Inspirasi Anak Muda, Merial Institute Gelar Nonton Bareng Film Lafran Pane di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206266</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Padang Dorong Hotel dan Restoran Putar Video Promosi Wisata</title>
		<link>https://langgam.id/pemkot-padang-dorong-hotel-dan-restoran-putar-video-promosi-wisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 01:53:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=205880</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andre Algamar, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Padang akan meminta hotel-hotel, restoran, dan biro perjalanan untuk memutar video-video promosi pariwisata Kota Padang. &#8220;Kita akan buatkan aturannya agar video tersebut dapat diputar di kamar-kamar hotel, lobi, restoran, ataupun di biro-biro perjalanan,&#8221; ujar Andre, dilansir dari InfoPublik Padang, Selasa (18/6/2024). Andre menjelaskan, langkah ini bertujuan untuk menggairahkan pariwisata serta meningkatkan minat masyarakat lokal, nasional, dan internasional untuk berkunjung ke Kota Padang. &#8220;Sudah saatnya kita bergeser dari promosi melalui flyer ke video dan film yang mengangkat potensi dan kekayaan wisata,&#8221; lanjut Andre. Menurut Andre, promosi melalui</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkot-padang-dorong-hotel-dan-restoran-putar-video-promosi-wisata/">Pemkot Padang Dorong Hotel dan Restoran Putar Video Promosi Wisata</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andre Algamar, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Padang akan meminta hotel-hotel, restoran, dan biro perjalanan untuk memutar video-video promosi pariwisata Kota Padang.</p>



<p>&#8220;Kita akan buatkan aturannya agar video tersebut dapat diputar di kamar-kamar hotel, lobi, restoran, ataupun di biro-biro perjalanan,&#8221; ujar Andre, dilansir dari <em>InfoPublik Padang,</em> Selasa (18/6/2024).</p>



<p>Andre menjelaskan, langkah ini bertujuan untuk menggairahkan pariwisata serta meningkatkan minat masyarakat lokal, nasional, dan internasional untuk berkunjung ke Kota Padang.</p>



<p>&#8220;Sudah saatnya kita bergeser dari promosi melalui flyer ke video dan film yang mengangkat potensi dan kekayaan wisata,&#8221; lanjut Andre.</p>



<p>Menurut Andre, promosi melalui video dan film sangat efektif dalam membranding suatu lokasi, serta menarik rasa penasaran dan keinginan orang untuk berkunjung.</p>



<p>Sebagai contoh, Andre mengutip popularitas tangga di kawasan Bronx, Kota New York, yang menjadi terkenal setelah digunakan sebagai lokasi syuting film &#8220;Joker&#8221; pada tahun 2019. Tangga tersebut kini dikenal sebagai Joker Stairs dan menarik ribuan pengunjung setiap tahun.</p>



<p>Hal serupa terjadi dengan booming drama Korea (Drakor), yang turut mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan Indonesia, ke Korea Selatan.</p>



<p>&#8220;Padang memiliki banyak potensi wisata, mulai dari keindahan alam, seni budaya, kuliner, hingga kawasan peninggalan sejarah (kota tua). Kita perlu mendorong agar Padang bisa menjadi lokasi syuting film,&#8221; tambah Andre.</p>



<p>Dengan memperbanyak video dan film promosi wisata, diharapkan kunjungan wisatawan akan meningkat, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata, serta menunjang peningkatan perekonomian masyarakat, terutama di kawasan wisata. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkot-padang-dorong-hotel-dan-restoran-putar-video-promosi-wisata/">Pemkot Padang Dorong Hotel dan Restoran Putar Video Promosi Wisata</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205880</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pabaruak, Film Terpilih Fesbul Bertemakan Kearifan Lokal Minangkabau Diputar di Kota Padang</title>
		<link>https://langgam.id/pabaruak-film-terpilih-fesbul-bertemakan-kearifan-lokal-minangkabau-diputar-di-kota-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Nov 2023 23:53:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=192478</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Film dokumenter yang berjudul Pabaruak diputar di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Pemutaran film itu dalam acara road to awarding night screening film terpilih Festival Film Bulanan (Fesbul) Lokus 6. Selain film Pabaruak juga diputar film Setelah Kita Menangis karya Sutradara Fani Atma Wijaya asal Palembang yang juga merupakan film terpilih pada Festival Film Bulanan (FFB) Lokus 6. Film Pabaruak berdurasi 13.51 detik. Film ini menceritakan sebuah kearifan lokal masyarakat pesisir Sumatera Barat yang dikenal dengan pabaruak (pemilik kera untuk mengambil kelapa) yang diwarisi secara turun-temurun. Namun dalam film ini Pabaruak bukan dikisahkan didaerah pesisir (daerah darat di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pabaruak-film-terpilih-fesbul-bertemakan-kearifan-lokal-minangkabau-diputar-di-kota-padang/">Pabaruak, Film Terpilih Fesbul Bertemakan Kearifan Lokal Minangkabau Diputar di Kota Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Film dokumenter yang berjudul Pabaruak diputar di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Pemutaran film itu dalam acara road to awarding night screening film terpilih Festival Film Bulanan (Fesbul) Lokus 6.</p>



<p>Selain film Pabaruak juga diputar film Setelah Kita Menangis karya Sutradara Fani Atma Wijaya asal Palembang yang juga merupakan film terpilih pada Festival Film Bulanan (FFB) Lokus 6.</p>



<p>Film Pabaruak berdurasi 13.51 detik. Film ini menceritakan sebuah kearifan lokal masyarakat pesisir Sumatera Barat yang dikenal dengan pabaruak (pemilik kera untuk mengambil kelapa) yang diwarisi secara turun-temurun. Namun dalam film ini Pabaruak bukan dikisahkan didaerah pesisir (daerah darat di tepi laut), melainkan di daerah darek (sebutan untuk daerah minang yang terletak di dataran tinggi) yaitu Batusangkar.</p>



<p>Dalam film itu menceritakan seoarang anak yang tidak senang melihat ayahnya yang bekerja menjadi seorang pabaruk karena sering diejek oleh teman-temanya. Dan ayahnya juga merupakan seorang korban PHK secara sepihak akibat pandemi Covid-19.</p>



<p>Penulis Film Pabaruak, Dafriansyah Putra mengatakan, melalui film Pabaruak kita mengangkat budaya yang ada di Sumatera Barat. Pada daerah lain yang memanjat kelapa itu adalah orang, namun di Sumatera Barat itu adalah hewan.</p>



<p>&#8220;Orang Minang memiliki keterkaitan dengan alam sehingga bisa mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Dan memanjat kelapa dengan baruak adalah salah satu keunikan yang ada di Sumbar dan tidak ada di daerah lain,&#8221; ujarnya usai pemutaran film Pabaruak di bioskop Plaza Andalas pada Minggu, (26/11/2023) malam.</p>



<p>Ia melanjutkan, pesan yang disampaikan pada film Pabaruak ada melalui simbol seperti melalui silat.</p>



<p>&#8220;Cerita dalam film ini terinspirasi dari lingkungan di dekat rumah saya karena sering melihat orang membawa beruk lewat mengunakan motor,&#8221; tuturnya yang pertama kali menjadi penulis untuk sebuah film.</p>



<p>Ia mengatakan, film ini menonjolkan seorang pabaruak yang bukan berada didaerah Pesisir, melainkan di daerah darek, dan hal itu menjadi sesuatu yang ditertawakan.</p>



<p>&#8220;Film Pabaruak tidak berlatar daerah pesisir seperti Pariaman yang memang di daerah itu banyak pabaruak. Konflik di sini adalah ketika pabaruak berada di luar daerah pesisir dan hal itu menjadi suatu yang ditertawakan,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Ia mengatakan, nilai moral dalam film ini salah satunya membuktikan bahwa filosofi orang minang itu Alam Takambang Jadi Guru.</p>



<p>&#8220;Kedekatan kita dengan alam harus dilestarikan karena banyak ilmu yang bisa dipelajari dari alam untuk kehidupan sehari- hari,&#8221; sebutnya.</p>



<p>Salah satu orang tua dari Abizur Rizki kelas O5 SDN Beringin Batusangkar, Sumbar yang menjadi pemain antagonis Film Pabaruak Ahmad Ansori berharap anaknya dapat menjadi pemain untuk film-film berikut.</p>



<p>&#8220;Dia yang digigit ular tadi. Kita selaku orang tua tentu berharap ini tidak berakhir sampai di sini dan bisa menjadi pemain difilm selanjut,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu penonton Padila Yusra mengatakan, teman yang diangkat pada filmnya menarik karena menceritakan bagiamana pabaruak itu berada di daerah darek.</p>



<p>Ia melanjutkan, biasanya yang Pabaruak itu sering dijumpai Pariaman saja, akan tetapi pada film dokumenter ini Pabaruak ada di daerah darek.</p>



<p>&#8220;Filmnya bagus, kita dapat melihat konfliknya bahwa anak dari seorang pabruak itu menjadi ejek-ejek oleh teman-temanya. Hanya saja saya kurang paham dengan endingnya,&#8221; sebutnya. (LSM/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pabaruak-film-terpilih-fesbul-bertemakan-kearifan-lokal-minangkabau-diputar-di-kota-padang/">Pabaruak, Film Terpilih Fesbul Bertemakan Kearifan Lokal Minangkabau Diputar di Kota Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192478</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Soenting Melajoe: Film Perdana tentang Roehana Koeddoes, Pahlawan Nasional dan Wartawati Pertama Indonesia</title>
		<link>https://langgam.id/soenting-melajoe-film-perdana-yang-mengisahkan-perjuangan-roehana-koeddoes-pahlawan-nasional-dan-wartawati-pertama-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2023 09:22:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=187347</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Untuk pertama kalinya kisah Roehana Koeddoes pahlawan nasional dan wartawati pertama Indonesia difilmkan. Film drama biografi perempuan asal Koto Gadang Agam, Sumatra Barat itu diberi judul Soenting Melajoe. Pemutaran perdana film produksi TVRI Sumbar ini dilakukan di bioskop CGV Padang, Pasar Raya, Sabtu (2/9/2023). Berdurasi sekitar satu setengah jam, kisah Roehana Koeddoes dalam memperjuangkan hak perempuan untuk mendapat pendidikan di kampungnya ini berhasil membius penonton. Gubernur Sumbar Mahyeldi yang hadir dalam pelucuran perdana film tersebut mengapresiasi dan terkesima dengan kisah yang dihadirkan. &#8220;Ini luar biasa, saya tidak menyangka 1 jam 15 menit tidak terasa. Rasanya baru 30 menit</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/soenting-melajoe-film-perdana-yang-mengisahkan-perjuangan-roehana-koeddoes-pahlawan-nasional-dan-wartawati-pertama-di-indonesia/">Soenting Melajoe: Film Perdana tentang Roehana Koeddoes, Pahlawan Nasional dan Wartawati Pertama Indonesia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Untuk pertama kalinya kisah Roehana Koeddoes pahlawan nasional dan wartawati pertama Indonesia difilmkan. Film drama biografi perempuan asal Koto Gadang Agam, Sumatra Barat itu diberi judul Soenting Melajoe.</p>



<p>Pemutaran perdana film produksi TVRI Sumbar ini dilakukan di bioskop CGV Padang, Pasar Raya, Sabtu (2/9/2023). Berdurasi sekitar satu setengah jam, kisah Roehana Koeddoes dalam memperjuangkan hak perempuan untuk mendapat pendidikan di kampungnya ini berhasil membius penonton.</p>



<p>Gubernur Sumbar Mahyeldi yang hadir dalam pelucuran perdana film tersebut mengapresiasi dan terkesima dengan kisah yang dihadirkan. &#8220;Ini luar biasa, saya tidak menyangka 1 jam 15 menit tidak terasa. Rasanya baru 30 menit menonton,&#8221; tuturnya, Sabtu (2/9/2023). </p>



<p>Ia mengatakan usaha pengembangan industri film dan sineas muda dari Sumatra Barat mesti didukung ke depannya.</p>



<p>Film ini diproduseri oleh Budi Darmawansyah dan disutradarai Maqri Nelvi Lubis bersama Budi Darmawansyah. Sedangkan Roehana Koeddoes diperankan oleh Ardanela, mahasiswa asal Universitas Negeri Padang. Naskahnya sendiri ditulis oleh Hendra Makmur, seorang jurnalis yang juga anggota Dewan Redaksi Langgam.id.</p>



<p>Cerita dimulai kala Mahyuddin Datuak Sutan Maharaja (pendiri surat kabar Oetoesan Melajoe di Padang), membaca sepucuk surat dari Roehana. Dalam surat itu Roehana Koeddoes meminta kepada Datuak Maharaja untuk bisa menerbitkan tulisannya dalam surat kabar.</p>



<p>Angku Datuak yang tersentak sebab dikirimi surat oleh seorang perempuan muda dari tanah darek itu, ikut terenyuh mendengar perjuangan Roehana. Kemudian ia lekas memesan sebuah tiket kereta ke Fort de Kock (Bukittinggi) untuk menemui Roehana di Koto Gadang.</p>



<p>Dari pertemuan itulah penonton diajak untuk meresapi lika liku kehidupan Roehana dalam memperjuangkan emansipasi perempuan, hingga kemudian mendirikan Kerajinan Amai Setia dan Surat Kabar Sunting Melajoe. Dikisahkan, Roehana sedari kecil sudah bisa baca tulis dan mengajar bagi anak-anak lainnya. Ia dibesarkan oleh Mohammad Rasjad seorang jaksa dan juru tulis Hindia Belanda.</p>



<p>Dari ayahnya lah Roehana belajar arti penting pendidikan, khususnya bagi perempuan. Sebab di zaman itu, pendidikan bagi perempuan belum dianggap penting. </p>



<p>Ayahnya Rasjad, setiap pulang bekerja membawakan Roehana buku-buku dan surat kabar terbaru. Dengan riang gembira, Roehana membacakan buku-buku itu kepada anak-anak dikampungnya.</p>



<p>Beranjak dewasa, ketika Muhammad Rasjad dipindahkan dari Talu (Pasaman) menuju Medan, Roehana memilih balik ke kampung halamannya. Nagari Koto Gadang yang saat ini berada di wilayah IV Koto, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.</p>



<p>D isanalah ia mendirikan sekolah untuk kaum perempuan dan menikah dengan Abdoel Koeddoes, pria yang selalu mendukungnya baik dikala susah maupun senang.</p>



<p>Alur cerita kemudian beranjak naik turun. Mulai dari cemooh masyarakat atas hadirnya sekolah bagi perempuan, dibukanya usaha Kerajinan Amai Setia, sampai Roehana dituduh melakukan penggelapan uang.</p>



<p>Emosi penonton pecah. Sesekali dalam gelak tawa, senang, bahagia, kesal, dan marah. Wartawan senior dan peneliti sejarah Hasril Chaniago yang ikut menonton sempat meneteskan air mata menyaksikan film itu.</p>



<p>Sutradara film Maqri Nelvi Lubis menyebut film ini hadir untuk memberikan edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal pahlawan dari Koto Gadang. Terlebih bagi kaum perempuan, bagi Maqri ini adalah bentuk dukungan dari perempuan untuk perempuan.</p>



<p>Pembuatan film Soenting Melajoe memakan waktu sekitar dua bulan dengan 16 orang tim dan 70 orang pemeran. &#8220;Syuting dilakukan Juni di tiga tempat, Koto Gadang, Bukittinggi, Padang, alhamdulillah saat syuting berjalan lancar, butuh waktu 12 hari,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno yang hadir di Padang untuk menonton pemutaran perdana itu mengatakan, film ini adalah yang pertama kali diproduksi oleh kantor TVRI daerah. Ia mengapresiasi TVRI Sumbar dalam mengabadikan kisah pahlawan nasional melalui film berstandar bioskop.</p>



<p>Selanjutnya, kata dia, Film Soenting Melajoe akan ditayangkan TVRI Nasional agar bisa disaksikan seluruh pemirsa TVRI. &#8220;Sesuai arahan pak gubernur, agar pelajar kita di sekolah bisa menonton dan menyerap nilai dari kisah Roehana Koeddoes dalam film Soenting Melajoe ini,&#8221; ucapnya, dalam diskusi yang dipandu Kepala TVRI Stasiun Sumbar Tubagus M Yusuf setelah pemutaran film.</p>



<p>Selain Ardanela, film ini antara lain dibintangi oleh Syuhendri Datuak Siri Marajo sebagai Datuak Sutan Maharaja. Benny Gunawan sebagai Abdoel Koeddoes dan Zurmailis sebagai Roehana tua. Ketiganya merupakan pegiat teater yang aktif di Kota Padang. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/soenting-melajoe-film-perdana-yang-mengisahkan-perjuangan-roehana-koeddoes-pahlawan-nasional-dan-wartawati-pertama-di-indonesia/">Soenting Melajoe: Film Perdana tentang Roehana Koeddoes, Pahlawan Nasional dan Wartawati Pertama Indonesia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187347</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/98 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-18 19:20:51 by W3 Total Cache
-->