<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Festival PDRI 2022 Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/festival-pdri-2022/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/festival-pdri-2022/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Dec 2022 19:49:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Festival PDRI 2022 Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/festival-pdri-2022/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Bawa Kebaruan, Lima Penulis Terbaik Dalam Lomba Esai PDRI 2022</title>
		<link>https://langgam.id/lima-penulis-di-sumbar-terbaik-dalam-lomba-esai-pdri-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2022 01:03:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Festival PDRI 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Lima orang penulis menjadi yang terbaik dalam lomba esai PDRI oleh Dinas Kebudayaan Sumatra Barat (Sumbar) tahun 2022. Dewan juri menilai, karya terbaik menyuguhkan kebaruan dari sejarah pemerintahan darurat. Prestasi tersebut diumumkan oleh sastrawan Heru Joni Putra selaku dewan juri, saat penutupan Festival PDRI 2022 di Agamjua Payakumbuh. Kelima penulis itu, yakni Ighfirli Saputra dengan judul tulisan: Soejono dan Siasatnya Nan Tajam untuk Eksistensi PDRI, Putu Prima Cahyadi dengan tulisan berjudul Berjuang di Tengah Keterbatasan &#8211; Kisah Susanto Tirtoprojo Bergerilya Mempertahankan Kemerdekaan Bangsa. Lalu Hardiansyah dengan Kisah Menteri Perhubungan PDRI &#8211; Indera Tjaja dan Potret Hidupnya (1906-1961)-nya dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lima-penulis-di-sumbar-terbaik-dalam-lomba-esai-pdri-2022/">Bawa Kebaruan, Lima Penulis Terbaik Dalam Lomba Esai PDRI 2022</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Lima orang penulis menjadi yang terbaik dalam lomba esai PDRI oleh Dinas Kebudayaan Sumatra Barat (Sumbar) tahun 2022. Dewan juri menilai, karya terbaik menyuguhkan kebaruan dari sejarah pemerintahan darurat.</p>
<p>Prestasi tersebut diumumkan oleh sastrawan Heru Joni Putra selaku dewan juri, saat penutupan Festival PDRI 2022 di Agamjua Payakumbuh.</p>
<p>Kelima penulis itu, yakni Ighfirli Saputra dengan judul tulisan: Soejono dan Siasatnya Nan Tajam untuk Eksistensi PDRI, Putu Prima Cahyadi dengan tulisan berjudul Berjuang di Tengah Keterbatasan &#8211; Kisah Susanto Tirtoprojo Bergerilya Mempertahankan Kemerdekaan Bangsa.</p>
<p>Lalu Hardiansyah dengan Kisah Menteri Perhubungan PDRI &#8211; Indera Tjaja dan Potret Hidupnya (1906-1961)-nya dan Kiki Nofalia yang mengangkat judul Ali Sjafruddin &#8211; Sang Komandan Lintau Buo dan Yose Hendra dengan judul Tamimi dan Yacoeb, Penjaga Suar Eksistensi Republik (PDRI).</p>
<p>Selain Heru, ada dua orang juri lainnya dalam perlombaan ini. Mereka adalah Fikrul Hanif (Sejarawan) dan Hendra Makmur (Jurnalis). Ketiga dewan juri melakukan kurasi pada 178 artikel yang masuk dari 178 orang peserta.</p>
<p>Fikrul Hanif mengatakan, animo masyarakat dalam menulis tokoh PDRI sangat tinggi. Biasanya, kata sejarawan itu, lomba esai berhenti di 40-50 peserta.</p>
<p>&#8220;Kita terkejut artikel yang masuk bisa membuncah. Banyak penulis itu dari kalangan belia seperti pelajar dan mahasiswa,&#8221; kata Fikrul.</p>
<p>Namun, dari kebanyakan tulisan masuk, 30 artikel lebih menulis soal sosok Sjafruddin Prawiranegara. Dosen Prodi Sejarah STKIP Abdi Pendidikan Payakumbuh itu menjelaskan, dari perlombaan tersebut, mereka ingin memunculkan cerita atau tokoh baru dalam penulisan sejarah PDRI.</p>
<p>&#8220;Kita sebenarnya ingin memunculkan cerita tokoh-tokoh lokal yang tidak tercover oleh buku-buku soal PDRI,&#8221; kata Fikrul. Ia menyebutkan, seperti tokoh seperti A.A Maramis, Sutan Muhammad Rasyid, Tengku Muhammad Hasan, Syech Abdullah Abbas Padang Jopang.</p>
<p>&#8220;Itu yang sebenarnya kita harapkan lebih banyak muncul. Tapi dari draf yang kami jurikan, hanya sekitar 5% yang mengangkat tokoh-tokoh ini,&#8221; kata Fikrul.</p>
<p>Sedangkan untuk poin penilaian, karena yang diminta oleh Disnas Kebudayaan Sumbar adalah ketokohan, faktor utama yang menjadi titik tolak adalah latar belakang tokoh.</p>
<p>&#8220;Ia dilahirkan kapan, bagaimana perjalanannya, dan apa yang mendorong dia di masa kemerdekaan itu tiba-tiba bisa muncul sebagai tokoh,&#8221; kata penulis buku &#8220;Menuju Lentera Merah&#8221; saat dihubungi Langgam.id via telepon.</p>
<p>Satu lagi, ujarnya, kita menginginkan ada sisi humanis tokoh-tokoh PDRI itu yang keluar. Misalnya, bagaimana Sjafruddin berjumpa dengan orang-orang kecil. &#8220;Itu yang kita lihat luput dari para penulis esai,&#8221; kata Fikrul.</p>
<p>Dari 30 lebih artikel yang menulis Sjafruddin Prawiranegara, para juri kurang melihat ada sisi lain Sjafruddin yang dikeluarkan. Sedangkan untuk lima terbaik, kata Fikrul ada sesuatu baru yang dibawa. Misal tulisan Yose Hendra yang menceritakan kisah Tamimi dan Yacoeb sang penjaga Mercusuar.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/lomba-menulis-esai-pdri-tingkat-nasional-dorong-minat-bakat-generasi-muda-tentang-sejarah/">Lomba Menulis Esai PDRI Tingkat Nasional, Dorong Minat Bakat Generasi Muda Tentang Sejarah</a></strong></p>
<p>Tulisan-tulisan terbaik di atas nantinya mereka harapkan dapat membawa warna lain, dari apa yang telah ditulis oleh para sejarawan. <strong>(Dharma Harisa)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lima-penulis-di-sumbar-terbaik-dalam-lomba-esai-pdri-2022/">Bawa Kebaruan, Lima Penulis Terbaik Dalam Lomba Esai PDRI 2022</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166437</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival PDRI 2022 Ditutup, Berikut Daftar Pemenang Lomba Napak Tilas</title>
		<link>https://langgam.id/festival-pdri-2022-ditutup-berikut-daftar-pemenang-lomba-napak-tilas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2022 01:06:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Festival PDRI 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166384</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Festival Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) 2022 resmi ditutup, Rabu (14/12/2022). Bertempat di Agamjua, Padang Tangah, Kota Payakumbuh, penutupan itu diiringi pengumuman lomba Napak Tilas PDRI. Penutupan itu dihadiri oleh Ketua DPRD Sumatra Barat Supardi, Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya Disbud Sumbar Husin, dan para peserta napak tilas dari berbagai sasaran di Payakumbuh dan 50 Kota. Supardi mengatakan, melalui Festival ini diharapkan para peserta dapat meresapi nilai-nilai perjuangan tokoh PDRI. &#8220;Jadikan diri kita menjadi kesatria, menjadi negarawan. Itulah yang ingin dituju dari napak tilas PDRI ini,&#8221; katanya. Panitia Napak Tilas Buya Zuardi mengatakan, napak tilas diikuti 20</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/festival-pdri-2022-ditutup-berikut-daftar-pemenang-lomba-napak-tilas/">Festival PDRI 2022 Ditutup, Berikut Daftar Pemenang Lomba Napak Tilas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Festival Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) 2022 resmi ditutup, Rabu (14/12/2022). Bertempat di Agamjua, Padang Tangah, Kota Payakumbuh, penutupan itu diiringi pengumuman lomba Napak Tilas PDRI.</p>
<p>Penutupan itu dihadiri oleh Ketua DPRD Sumatra Barat Supardi, Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya Disbud Sumbar Husin, dan para peserta napak tilas dari berbagai sasaran di Payakumbuh dan 50 Kota.</p>
<p>Supardi mengatakan, melalui Festival ini diharapkan para peserta dapat meresapi nilai-nilai perjuangan tokoh PDRI. &#8220;Jadikan diri kita menjadi kesatria, menjadi negarawan. Itulah yang ingin dituju dari napak tilas PDRI ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Panitia Napak Tilas Buya Zuardi mengatakan, napak tilas diikuti 20 sasaran silek dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Hampir seluruh sasaran semangat walau harus berjalan kaki dan ditimpa hujan lebat.</p>
<p>Semangat dan disiplin inilah, katanya, yang menjadi salah satu kriteria pemenang lomba napak tilas. Dia menyebutkan, sasaran silek pemenang pertama diraih oleh Sasaran Camar Putih 50 Kota.</p>
<p>Lalu disusul pada peringkat kedua, Sasaran Elang Putih. Di urutan ketiga ada Sasaran Tangan Mas, dan keempat Sasaran Misai Al Fitrah.</p>
<p>Zuardi turut menuturkan, ketika para peserta mengunjungi Surau Syekh Buya Khatib Ilyas, anak silek terlihat semangat. &#8220;Salah satu peserta ketika ditanya kenapa semangat, ia (peserta) mengatakan, guru yang akan dikunjunginya adalah guru dari guru beliau,&#8221; katanya.</p>
<p>Baginya, nampak para anak silek siap untuk mewarisi jiwa kesatria dan kenegarawanan dari para tokoh-tokoh PDRI.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/ratusan-anak-silek-se-payakumbuh-dan-lima-puluh-kota-ikuti-napak-tilas-pdri/">Ratusan Anak Silek Se Payakumbuh dan Lima Puluh Kota Ikuti Napak Tilas PDRI</a></strong></p>
<p>Selain itu juga diumumkan pemenang lomba Apresiasi Museum PDRI Koto Tinggi dan Esai Tokoh PDRI. Berikut daftar pemenangnya.</p>
<p><strong>Lomba Apresiasi Museum:</strong><br />
1. Assyifa Aurelia Aldi (Museum PDRI Koto Tinggi) SMA N 1 Kecamatan Suliki<br />
2. Esa Irada Andriani (Titipan Indonesia) SMAN 1 Gunung Omeh<br />
3. Harini (Terbuai Dengan Peristiwa Sejarah) SMAN 1 Payakumbuh<br />
4. Lathifah Zahratul (Wujud Nyata Sejarah di Museum) SMKN 3 Payakumbuh<br />
5. M. Taqqiya Al-ghifari (Menelusuri Jejak Perjuangan PDRI di Monumen Nasional PDRI) SMA IBS Raudhatul Jannah<br />
6. Nabila Aprillia (Jejak Monokrom di Museum PDRI) SMAN 1 Payakumbuh<br />
7. Najmi Amantha (Rekam Jejak Sejarah di Dataran Tinggi Ranah Minangkabau) SMAN 1 Payakumbuh<br />
8. Silvana Garcia (Perjalanan Merawat Ingatan) SMAN 2 Payakumbuh<br />
9. Silvia Ramadhani (Ingatan 207 Hari Dalam Sebuah Museum) SMAN 1 Payakumbuh<br />
10. Zaskia Putri (Kilasan Hitam Putih) SMAN 1 Payakumbuh.</p>
<p><strong>Lomba Esai Tokoh PDRI:</strong><br />
1.Yose Hendra (Tamimi dan Yacoeb, Penjaga Suar Eksistensi Republik [PDRI])<br />
2. Ighfirli Saputra (Soejono dan Siasatnya nan Tajam untuk Eksistensi PDRI)<br />
3. Putu Prima Cahyadi (Berjuang Ditengah Keterbatasan: Kisah Susanto Tirtoprojo Bergerilya Mempertahankan Kemerdekaan Bangsa)<br />
4. Hardiansya (Kisah Menteri Perhubungan PDRI : Indera Tjaja Dan Potret Hidupnya [1906-1961])<br />
5. Kiki Nofalia (Ali Sjafruddin: Sang Komandan Lintau Buo)</p>
<p><strong>(Dharma Harisa)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/festival-pdri-2022-ditutup-berikut-daftar-pemenang-lomba-napak-tilas/">Festival PDRI 2022 Ditutup, Berikut Daftar Pemenang Lomba Napak Tilas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua DPRD Sumbar: Sejarah antara PDRI dan PRRI Perlu Dibentangkan</title>
		<link>https://langgam.id/ketua-dprd-sumbar-sejarah-antara-pdri-dan-prri-perlu-dibentangkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2022 02:46:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Festival PDRI 2022]]></category>
		<category><![CDATA[PDRI]]></category>
		<category><![CDATA[Supardi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166282</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ketua DPRD Sumatra Barat Supardi mengatakan, sejarah antara Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) perlu dibentangkan. Hal tersebut karena narasi sejarah umumnya masih menilai PRRI sebagai pemberontakan. Supardi tak setuju dengan narasi tersebut. &#8220;PRRI bukanlah pemberontakan,&#8221; katanya saat membuka Festival PDRI 2022 di Payakumbuh, Senin (12/12/2022). Politikus Partai Gerindra itu berkata perlu ada pelurusan sejarah soal perjuangan pasca kemerdekaan di Sumatra Barat. Terkait PDRI, menurutnya, sudah jelas menyisakan kekaguman. &#8220;74 tahun silam, tepatnya tanggal 12 Desember 1948 terjadi sejarah yang sangat luar biasa. Yaitu bagaimana republik kita ini dipindahkan dari Yogyakarta ke Sumatra</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ketua-dprd-sumbar-sejarah-antara-pdri-dan-prri-perlu-dibentangkan/">Ketua DPRD Sumbar: Sejarah antara PDRI dan PRRI Perlu Dibentangkan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Ketua DPRD Sumatra Barat Supardi mengatakan, sejarah antara Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) perlu dibentangkan. Hal tersebut karena narasi sejarah umumnya masih menilai PRRI sebagai pemberontakan.</p>
<p>Supardi tak setuju dengan narasi tersebut. &#8220;PRRI bukanlah pemberontakan,&#8221; katanya saat membuka Festival PDRI 2022 di Payakumbuh, Senin (12/12/2022). Politikus Partai Gerindra itu berkata perlu ada pelurusan sejarah soal perjuangan pasca kemerdekaan di Sumatra Barat.</p>
<p>Terkait PDRI, menurutnya, sudah jelas menyisakan kekaguman. &#8220;74 tahun silam, tepatnya tanggal 12 Desember 1948 terjadi sejarah yang sangat luar biasa. Yaitu bagaimana republik kita ini dipindahkan dari Yogyakarta ke Sumatra Barat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Agresi Militer II Belanda pada 19 Desember 1948 yang diikuti penangkapan Sukarno-Hatta dan sebagian besar anggota kabinet, jelas menyebabkan kekosongan pemerintahan. &#8220;Jika presiden dan wakil presiden ditahan, tentu Republik kita ini runtuh. Kita semua ndak akan pernah berdiri di Republik ini lagi,&#8221; kata Supardi.</p>
<p>Lewat pesan kawat, Soekarno Hatta memberikan mandat untuk mendirikan pemerintahan darurat kepada Syafruddin Prawiranegara di Bukittinggi. Dan A.A Maramis di New Delhi India.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a class="ajax" href="https://langgam.id/festival-pdri-2022-dibuka-telusuri-kembali-jejak-budaya-pdri-masa-dulu/">Festival PDRI 2022 Dibuka, Telusuri Kembali Jejak Budaya PDRI Masa Dulu</a></strong></p>
<p>Namun sebelum pesan kawat itu sampai pada Syafruddin, ia sudah ada inisiatif untuk mendirikan pemerintahan darurat. Tanpa PDRI katanya, tidak akan ada republik ini.</p>
<p>Menurut Supardi, berbicara tentang PDRI yang terjadi pada 1948-1949 tak bisa lepas begitu saja hingga munculnya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada 1958 hingga beberapa tahun setelah itu.</p>
<p>Ia menegaskan anggapan bahwa PRRI adalah aksi pemberontakan adalah salah. &#8220;Itu koreksi oleh tokoh-tokoh kita di Sumbar, karena pemerintah pusat melenceng dari konstitusi. Maka tokoh-tokoh kita di Sumbar membentuk PRRI. Tuntutan PRRI tidak pernah ingin keluar dari NKRI,&#8221; katanya.</p>
<p>Sejarah ini perlu dibentangkan bersama-sama kata Supardi. Hari ini dua tokoh PDRI dan PRRI sudah diberi gelar pahlawan nasional. Yakni Syafruddin Prawiranegara dan M. Natsir.</p>
<p>&#8220;Tuntas sudah anggapan kita sebagai pemberontak. Namun semangatnya harus kita jaga. Orang Minang sebagai masyarakat yang kritis, dan tanpa pamrih bagi bangsa,&#8221; tutur Sapardi. (Dharma Harisa/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ketua-dprd-sumbar-sejarah-antara-pdri-dan-prri-perlu-dibentangkan/">Ketua DPRD Sumbar: Sejarah antara PDRI dan PRRI Perlu Dibentangkan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166282</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kala Sosok Kepala Batu dan Kepala Buku Tampil Berdampingan di Payakumbuh</title>
		<link>https://langgam.id/kala-sosok-kepala-batu-dan-kepala-buku-tampil-berdampingan-di-payakumbuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2022 01:46:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Festival PDRI 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[PDRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166283</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dua sosok dengan &#8220;kepala unik&#8221; muncul dalam live performance (pertunjukan langsung) karya seni rupa di Agamjua, Padang Tangah, Payakumbuh, Sumatra Barat. Perupa Romi Armon, mengerjakan karya seni itu di sela pembukaan Festival PDRI &#8220;Menikam Jejak Budaya Zaman PDRI,&#8221; pada Senin (12/12/2022) malam. Karya itu menampilkan dua orang performer.  Satu orang dengan kepala berbentuk batu. Dan satunya lagi dengan kepala buku. Romi Armon yang membuat karya tersebut mengatakan, kedua sosok ini baginya adalah gambaran diri manusia. &#8220;Hal tersebut tak terlepas dari diri kita sehari-hari,&#8221; tuturnya. Menurut Romi yang melukis dengan teknik ekspresionis, sosok manusia berkepala buku menceritakan karakter orang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kala-sosok-kepala-batu-dan-kepala-buku-tampil-berdampingan-di-payakumbuh/">Kala Sosok Kepala Batu dan Kepala Buku Tampil Berdampingan di Payakumbuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dua sosok dengan &#8220;kepala unik&#8221; muncul dalam <em>live performance </em>(pertunjukan langsung) karya seni rupa di Agamjua, Padang Tangah, Payakumbuh, Sumatra Barat. Perupa Romi Armon, mengerjakan karya seni itu di sela pembukaan Festival PDRI &#8220;Menikam Jejak Budaya Zaman PDRI,&#8221; pada Senin (12/12/2022) malam.</p>
<p>Karya itu menampilkan dua orang performer.  Satu orang dengan kepala berbentuk batu. Dan satunya lagi dengan kepala buku.</p>
<p>Romi Armon yang membuat karya tersebut mengatakan, kedua sosok ini baginya adalah gambaran diri manusia. &#8220;Hal tersebut tak terlepas dari diri kita sehari-hari,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Menurut Romi yang melukis dengan teknik ekspresionis, sosok manusia berkepala buku menceritakan karakter orang yang mudah menyerap informasi, ingin tahu segala hal, dan haus akan pengetahuan.</p>
<p>Sedangkan si kepala batu adalah sifat yang kadangkala hadir di diri seseorang. Sesuatu yang susah untuk diberi tahu dan dinasehati.</p>
<p>Baginya, dalam lintasan peristiwa sejarah, khususnya PDRI, para tokoh-tokoh bangsa dalam hal tertentu juga memiliki sifat tersebut.</p>
<p>Ada kalanya, tutur Romi, karena ego sektoral tertentu, para tokoh di era pasca kemerdekaan, tidak bisa mendengarkan aspirasi orang lain. Namun, ia tak ingin terlalu jauh untuk membentuk penilaian publik terhadap peristiwa tersebut.</p>
<p>&#8220;Karya itu ketika sudah dipertunjukkan, maka pengunjung dan apresian bebas untuk berinterpretasi dan memaknai sesuai dengan pengetahuan dan imajinasinya,&#8221; kata Romi yang juga merupakan pendiri Kato Art Lab itu.</p>
<p>Karya yang disuguhkan Romi kali ini baru pertama kali ia tampilkan. &#8220;Aksi performance art ini himpunan dari beberapa cabang seni rupa, di antaranya seni instalasi, performance art, seni lukis hingga patung,&#8221; ujar pria tamatan seni rupa UNP tersebut.</p>
<p>Idenya sendiri kata Romi, berangkat dari cara pandang manusia melihat segala sesuatu. Dengan memanfaatkan metode pencahayaan dan warna monochrome, perupa itu ingin menghadirkan karya tiga dimensi yang berkesan dua dimensi.</p>
<p>“Jadi kesan yang ditampilkan seperti potret sebuah lukisan. Padahal ini bukan lukisan. Jadi metodenya itu permainan warna dengan cahaya,” tutur Romi.</p>
<p>Lalu, dinding dan lantai yang menjadi bagian karya itu, Romi lukiskan menyerupai bayangan dari objek. Dengan memainkan metode cahaya dan ilusi optik dari pengunjung, sehingga kesan yang ditangkap dari karya memiliki daya pukau tersendiri. (Dharma Harisa/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kala-sosok-kepala-batu-dan-kepala-buku-tampil-berdampingan-di-payakumbuh/">Kala Sosok Kepala Batu dan Kepala Buku Tampil Berdampingan di Payakumbuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166283</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Napak Tilas Festival PDRI 2022 Berakhir di Monumen PDRI Koto Tinggi</title>
		<link>https://langgam.id/napak-tilas-festival-pdri-2022-berakhir-di-monumen-pdri-koto-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2022 13:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Festival PDRI 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Limapuluh Kota]]></category>
		<category><![CDATA[PDRI]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166279</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Napak tilas dalam rangka peringatan 74 tahun Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat, harus berakhir di monumen PDRI, Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kab. 50 Kota, Selasa (13/12/2022). Kegiatan yang bertujuan merunut kembali jejak-jejak perjuangan PDRI tersebut pada awalnya direncanakan finish di Museum PDRI Koto Tinggi. Namun akibat cuaca yang kurang bersahabat, panitia terpaksa menghentikannya di monumen perjuangan. Ketua panitia pelaksana, Husain menuturkan, setelah meninjau jalan menuju museum, medan yang rencananya akan dilalui peserta terpantau kurang kondusif. &#8220;Kondisi tanah di jalan menuju museum sudah gempur, ini membuat jalan tergenang. Selain itu, sedang ada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/napak-tilas-festival-pdri-2022-berakhir-di-monumen-pdri-koto-tinggi/">Napak Tilas Festival PDRI 2022 Berakhir di Monumen PDRI Koto Tinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Napak tilas dalam rangka peringatan 74 tahun Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat, harus berakhir di monumen PDRI, Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kab. 50 Kota, Selasa (13/12/2022).</p>
<p>Kegiatan yang bertujuan merunut kembali jejak-jejak perjuangan PDRI tersebut pada awalnya direncanakan finish di Museum PDRI Koto Tinggi. Namun akibat cuaca yang kurang bersahabat, panitia terpaksa menghentikannya di monumen perjuangan.</p>
<p>Ketua panitia pelaksana, Husain menuturkan, setelah meninjau jalan menuju museum, medan yang rencananya akan dilalui peserta terpantau kurang kondusif.</p>
<p>&#8220;Kondisi tanah di jalan menuju museum sudah gempur, ini membuat jalan tergenang. Selain itu, sedang ada pengaspalan jalan juga menuju kesana,&#8221; tutur Husain.</p>
<p>Untuk menjaga keamanan serta keselamatan peserta, ia memutuskan kegiatan napak tilas harus diakhiri di monumen nasional saja. Terpisah, sebelumnya panitia sudah merencanakan para peserta akan berjalan kaki menuju museum sebagai rute akhir.</p>
<p>Namun, walaupun napak tilas tidak jadi finish di museum, semarak kegiatan masih akan dilaksanakan Dinas Kebudayaan Sumbar hingga penutupan besok di Agamjua.</p>
<p>&#8220;Malam harinya di lokasi monumen, tetap akan ada panggung kesenian Randai oleh masyarakat. Besok juga ada diskusi tentang PDRI di Agamjua,&#8221; ucap Husain.</p>
<p>Ia berharap, walaupun napak tilas kali ini tidak jadi ke museum PDRI, para peserta tetap bisa meresapi nilai perjuangan para tokoh. &#8220;Monumen ini adalah lokasi strategis perjuangan PDRI, oleh karena itu di sini, kita juga bisa meresapi nilai-nilai sejarahnya,&#8221; kata pria yang juga Kabid Kesenian dan Diplomasi Budaya Disbud Sumbar tersebut.</p>
<p>Dalam pantauan Langgam.id para peserta yang berasal dari 20 sasaran silat se Payakumbuh dan 50 Kota sudah membubarkan diri sehabis waktu Ashar. Melenceng dari rundown kegiatan yang direncanakan hingga pukul 22.00 WIB.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://langgam.id/ratusan-anak-silek-se-payakumbuh-dan-lima-puluh-kota-ikuti-napak-tilas-pdri/">Ratusan Anak Silek Se Payakumbuh dan Lima Puluh Kota Ikuti Napak Tilas PDRI</a></strong></p>
<p>Camat Gunuang Omeh, Rifki, yang ikut menyambut peserta, membenarkan perkataan Husain. &#8220;Sedang ada pengaspalan jalan, karena jalan menuju museum itu sudah cukup parah.&#8221;</p>
<p>Ia menuturkan selain pada napak tilas kali ini, ada beberapa agenda lain yang akan dilaksanakan di Koto Tinggi. Diantaranya, Tour de PDRI yang akan finish di Koto Tinggi, Sabtu (18/12/2022). Dan Upacara Bela Negara Minggu (19/12/2022).</p>
<p>&#8220;Insya Allah pada tanggal tersebut proses pengerjaan jalan sudah selesai,&#8221; kata Rifki. (Dharma Harisa/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/napak-tilas-festival-pdri-2022-berakhir-di-monumen-pdri-koto-tinggi/">Napak Tilas Festival PDRI 2022 Berakhir di Monumen PDRI Koto Tinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166279</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Napak Tilas, Anak Silek di Payakumbuh dan 50 Kota Tikam Jejak Budaya Zaman PDRI</title>
		<link>https://langgam.id/napak-tilas-anak-silek-di-payakumbuh-dan-50-kota-tikam-jejak-budaya-zaman-pdri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2022 11:22:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Festival PDRI 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[Limapuluh Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166595</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Peringati 74 tahun Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Festival PDRI 2022 resmi dibuka. Festival yang mengusung konsep “Menikam Jejak Budaya Zaman PDRI” itu dibuka oleh Ketua DPRD Sumbar Sapardi, Senin (12/12/2022) malam. Diikuti anak silek dan sasaran silat se-Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota, peserta akan melakukan napak tilas dari Agamjua Art &#38; Culture, Padang Tangah, menuju Museum PDRI di Koto Tinggi 50 Kota. Dalam sambutannya, Supardi menyampaikan, napak tilas dilakukan agar pemuda khususnya anak silek dapat mengilhami perjuangan para tokoh PDRI. Pemilihan sasaran dan anak silek sebagai peserta bagian terdekat dari perjuangan PDRI. &#8220;Kenapa kami mengundang anak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/napak-tilas-anak-silek-di-payakumbuh-dan-50-kota-tikam-jejak-budaya-zaman-pdri/">Napak Tilas, Anak Silek di Payakumbuh dan 50 Kota Tikam Jejak Budaya Zaman PDRI</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Peringati 74 tahun Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Festival PDRI 2022 resmi dibuka. Festival yang mengusung konsep “Menikam Jejak Budaya Zaman PDRI” itu dibuka oleh Ketua DPRD Sumbar Sapardi, Senin (12/12/2022) malam.</p>
<p>Diikuti anak silek dan sasaran silat se-Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota, peserta akan melakukan napak tilas dari Agamjua Art &amp; Culture, Padang Tangah, menuju Museum PDRI di Koto Tinggi 50 Kota.</p>
<p>Dalam sambutannya, Supardi menyampaikan, napak tilas dilakukan agar pemuda khususnya anak silek dapat mengilhami perjuangan para tokoh PDRI. Pemilihan sasaran dan anak silek sebagai peserta bagian terdekat dari perjuangan PDRI.</p>
<p>&#8220;Kenapa kami mengundang anak silek dan sasaran silek? Karena perjuangan oleh orang tua-orang tua kita dahulu berangkat dari surau/langgar,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Terkait PDRI, menurutnya, sudah jelas menyisakan kekaguman. “74 tahun silam, tepatnya tanggal 12 Desember 1948 terjadi sejarah yang sangat luar biasa. Yaitu bagaimana republik kita ini dipindahkan dari Yogyakarta ke Sumatra Barat,” ucap Supardi.</p>
<p>Agresi Militer II Belanda pada 19 Desember 1948 yang diikuti penangkapan Sukarno-Hatta dan sebagian besar anggota kabinet, jelas menyebabkan kekosongan pemerintahan. &#8220;Jika presiden dan wakil presiden ditahan, tentu Republik ini runtuh. Kita semua ndak akan pernah berdiri di Republik ini lagi,&#8221; kata Supardi.</p>
<p>Kepala Bidang Seni Budaya dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Husin juga menekankan pentingnya warisan PDRI.<br />
&#8220;Payakumbuh dan Limapuluh Kota adalah tempat penting dalam menjaga kemerdekaan Republik Indonesia,&#8221; tutur Husein.</p>
<p>Tanpa adanya perjuangan itu, ucap Husein, barangkali kemerdekaan tidak bisa dipertahankan.</p>
<p>Peserta Napak Tilas akan mengikuti rute rekam sejarah perjuangan PDRI dengan berjalan kaki. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Tugu Adipura Kota Payakumbuh. Di sana, setelah melewati Pasar Payakumbuh, peserta terlebih dahulu naik mobil ke rumah perundingan PDRI di Padang Japang.</p>
<p>Pelepasan dilakukan Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Husin di Agamjua, Padang Tangah, Payakumbuh, Selasa (13/12/2020).</p>
<p>Siangnya, setelah beranjak dari rumah perundingan PDRI, peserta akan dibawa ke rumah sekaligus museum cagar budaya Tan Malaka. Lalu berlabuh di Surau Isyadul Ibad di Taram, Kabupaten 50 Kota.</p>
<p>Di sana, tutur Husin, mereka akan dijamu oleh wartawan senior yang juga pemerhati sejarah, Yanuar Abdullah. &#8220;Peserta akan diberikan pemahaman oleh Pak Yanuar, soal keterikatan surau dan perjuangan PDRI di masa lampau,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Napak Tilas berakhir di Monumen dan Tugu PDRI di Koto Tinggi.</p>
<p>Kegiatan yang bertujuan merunut kembali jejak-jejak perjuangan PDRI tersebut pada awalnya direncanakan finish di Museum PDRI Koto Tinggi. Namun akibat cuaca yang kurang bersahabat, panitia terpaksa menghentikannya di monumen perjuangan.<br />
Husain menuturkan, setelah meninjau jalan menuju museum, medan yang rencananya akan dilalui peserta terpantau kurang kondusif.</p>
<p>&#8220;Kondisi tanah di jalan menuju museum sudah gempur, ini membuat jalan tergenang. Selain itu, sedang ada pengaspalan jalan juga menuju kesana,&#8221; tutur Husain.</p>
<p>Untuk menjaga keamanan serta keselamatan peserta, ia memutuskan kegiatan napak tilas harus diakhiri di monumen nasional saja.<br />
Festival PDRI 2022 ini resmi ditutup, Rabu (14/12/2022). Penutupan itu diiringi pengumuman lomba Napak Tilas PDRI.</p>
<p>Panitia Napak Tilas Buya Zuardi mengatakan, hampir seluruh sasaran semangat walau harus berjalan kaki dan ditimpa hujan lebat. Semangat dan disiplin inilah, katanya, yang menjadi salah satu kriteria pemenang lomba napak tilas.</p>
<p>Dia menyebutkan, sasaran silek pemenang pertama diraih oleh Sasaran Camar Putih 50 Kota. Lalu disusul pada peringkat kedua, Sasaran Elang Putih. Di urutan ketiga ada Sasaran Tangan Mas, dan keempat Sasaran Misai Al Fitrah.</p>
<p>Zuardi turut menuturkan, ketika para peserta mengunjungi Surau Syekh Buya Khatib Ilyas, anak silek terlihat semangat. “Salah satu peserta ketika ditanya kenapa semangat, ia (peserta) mengatakan, guru yang akan dikunjunginya adalah guru dari guru beliau,” katanya.</p>
<p><strong>Baca Juga <a href="https://langgam.id/festival-pdri-2022-dibuka-telusuri-kembali-jejak-budaya-pdri-masa-dulu/">Festival PDRI 2022 Dibuka, Telusuri Kembali Jejak Budaya PDRI Masa Dulu</a></strong></p>
<p>Baginya, nampak para anak silek siap untuk mewarisi jiwa kesatria dan kenegarawanan dari para tokoh-tokoh PDRI.<br />
Selain itu juga diumumkan pemenang lomba Apresiasi Museum PDRI Koto Tinggi dan Esai Tokoh PDRI. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/napak-tilas-anak-silek-di-payakumbuh-dan-50-kota-tikam-jejak-budaya-zaman-pdri/">Napak Tilas, Anak Silek di Payakumbuh dan 50 Kota Tikam Jejak Budaya Zaman PDRI</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166595</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Anak Silek Se Payakumbuh dan Lima Puluh Kota Ikuti Napak Tilas PDRI</title>
		<link>https://langgam.id/ratusan-anak-silek-se-payakumbuh-dan-lima-puluh-kota-ikuti-napak-tilas-pdri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2022 04:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Festival PDRI 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Limapuluh Kota]]></category>
		<category><![CDATA[PDRI]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166276</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ratusan anak silek dari berbagai sasaran silek se-Kota Payakumbuh dan Kab. 50 Kota dilepas dalam mengikuti Napak Tilas Jejak Budaya PDRI, Selasa (13/12/2020). Pelepasan itu dilakukan Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Husin di Agamjua, Padang Tangah, Payakumbuh. Peserta Napak Tilas akan mengikuti rute rekam sejarah perjuangan PDRI dengan berjalan kaki. Tempat pertama yang akan mereka kunjungi adalah Tugu Adipura Kota Payakumbuh. Disana, setelah melewati Pasar Payakumbuh, para peserta terlebih dahulu akan dibawa dengan mobil ke rumah perundingan PDRI di Padang Japang. Husin yang juga Ketua Panitia Festival PDRI tahun ini menuturkan, masing-masing kelompok dari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ratusan-anak-silek-se-payakumbuh-dan-lima-puluh-kota-ikuti-napak-tilas-pdri/">Ratusan Anak Silek Se Payakumbuh dan Lima Puluh Kota Ikuti Napak Tilas PDRI</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Ratusan anak silek dari berbagai sasaran silek se-Kota Payakumbuh dan Kab. 50 Kota dilepas dalam mengikuti Napak Tilas Jejak Budaya PDRI, Selasa (13/12/2020). Pelepasan itu dilakukan Kepala Bidang Kesenian dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Husin di Agamjua, Padang Tangah, Payakumbuh.</p>
<p>Peserta Napak Tilas akan mengikuti rute rekam sejarah perjuangan PDRI dengan berjalan kaki. Tempat pertama yang akan mereka kunjungi adalah Tugu Adipura Kota Payakumbuh. Disana, setelah melewati Pasar Payakumbuh, para peserta terlebih dahulu akan dibawa dengan mobil ke rumah perundingan PDRI di Padang Japang.</p>
<p>Husin yang juga Ketua Panitia Festival PDRI tahun ini menuturkan, masing-masing kelompok dari 20 sasaran silek yang ikut akan di dampingi oleh panitia. Dalam perjalanan lanjut Husin, peserta akan diajak menyelami khazanah perjalanan para tokoh dan pejuang PDRI terdahulu.</p>
<p>&#8220;Anak silek dari 9 sasaran silek di Payakumbuh dan 11 dari 50 Kota ini kami pilih karena mereka yang paling dekat dengan PDRI. Basis silek adalah surau, dahulu perjuangan tokoh PDRI juga di Surau,&#8221; tutur Husin.</p>
<p>Siangnya, setelah beranjak dari rumah perundingan PDRI, peserta akan dibawa ke rumah sekaligus museum cagar budaya Tan Malaka. Lalu berlabuh di Surau Isyadul Ibad di Taram, Kab. 50 Kota.</p>
<p>Di sana, tutur Husin, mereka akan dijamu oleh wartawan senior yang juga pemerhati sejarah, Yanuar Abdullah. &#8220;Peserta akan diberikan pemahaman oleh Pak Yanuar, soal keterikatan surau dan perjuangan PDRI di masa lampau,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Lokasi berakhirnya Napak Tilas ini akan berada di Museum dan Tugu PDRI di Koto Tinggi. Setelah peserta dari siang menjelang sore menjejak beberapa lokasi. Antara lain, Tugu Peluru di Koto Kaciak, Surau Isyadul Ibad, Rumah Tan Malaka, dan Jembatan Titian dalam.</p>
<p>Di lokasi akhir, panitia mengatakan para peserta akan dijamu oleh masyarakat, dan makan malam di Tugu PDRI. Disana akan ada pertunjukan tradisi randai.</p>
<p>Festival PDRI 2022 tahun ini tidak hanya mengadakan napak tilas, pada hari ketiga akan ada diskusi-diskusi soal perjuangan Syafrudin Prawiranegara dan kawan-kawan. Festival akan ditutup kembali di Agamjua, Rabu (14/12/2022). (Dharma Harisa/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ratusan-anak-silek-se-payakumbuh-dan-lima-puluh-kota-ikuti-napak-tilas-pdri/">Ratusan Anak Silek Se Payakumbuh dan Lima Puluh Kota Ikuti Napak Tilas PDRI</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166276</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival PDRI 2022 Dibuka, Telusuri Kembali Jejak Budaya PDRI Masa Dulu</title>
		<link>https://langgam.id/festival-pdri-2022-dibuka-telusuri-kembali-jejak-budaya-pdri-masa-dulu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2022 14:51:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Festival PDRI 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[PDRI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166291</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Peringati 74 tahun Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Festival PDRI 2022 resmi dibuka. Festival yang mengusung konsep &#8220;Menikam Jejak Budaya Zaman PDRI&#8221; itu dibuka oleh Ketua DPRD Sumbar Sapardi, Senin (12/12/2022) malam. Diikuti oleh anak silek dan sasaran silat se-Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota, peserta akan melakukan napak tilas dari Agamjua Art &#38; Culture, Padang Tangah, menuju Museum PDRI di Koto Tinggi 50 Kota. Supardi dalam sambutannya menyampaikan, napak tilas ini dilakukan agar pemuda khususnya anak silek dapat mengilhami perjuangan para tokoh PDRI. Pemilihan sasaran dan anak silek sebagai peserta kata Sapardi adalah bagian terdekat dari perjuangan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/festival-pdri-2022-dibuka-telusuri-kembali-jejak-budaya-pdri-masa-dulu/">Festival PDRI 2022 Dibuka, Telusuri Kembali Jejak Budaya PDRI Masa Dulu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Peringati 74 tahun Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Festival PDRI 2022 resmi dibuka. Festival yang mengusung konsep &#8220;Menikam Jejak Budaya Zaman PDRI&#8221; itu dibuka oleh Ketua DPRD Sumbar Sapardi, Senin (12/12/2022) malam.</p>
<p>Diikuti oleh anak <em>silek</em> dan sasaran silat se-Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota, peserta akan melakukan napak tilas dari Agamjua Art &amp; Culture, Padang Tangah, menuju Museum PDRI di Koto Tinggi 50 Kota.</p>
<p>Supardi dalam sambutannya menyampaikan, napak tilas ini dilakukan agar pemuda khususnya anak silek dapat mengilhami perjuangan para tokoh PDRI.</p>
<p>Pemilihan sasaran dan anak silek sebagai peserta kata Sapardi adalah bagian terdekat dari perjuangan PDRI.</p>
<p>&#8220;Kenapa kami mengundang anak <em>silek</em> dan sasaran <em>silek</em>? Karena perjuangan oleh orang tua orang tua kita dahulu berangkat dari surau/langgar,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Di surau-surau lah, para tokoh-tokoh PDRI berunding dan berkumpul, lanjut politikus Gerindra itu. &#8220;Dan silat, basisnya adalah surau, basis kita adalah masjid. Semangat ini yang akan kita bawa dalam perjalanan besok,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia mengharapkan para peserta bisa meresapi perjuangan orang tua kita dahulu di Minang dengan berjalan kaki.</p>
<p>Kepala Bidang Seni Budaya dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Husein juga menekankan pentingnya warisan PDRI. &#8220;Payakumbuh dan Limapuluh Kota adalah tempat penting dalam menjaga kemerdekaan Republik Indonesia,&#8221; tutur Husein.</p>
<p>Tanpa adanya perjuangan itu, ucap Husein, barangkali kemerdekaan tidak bisa dipertahankan.</p>
<p>Pada pembukaan malam ini, agenda festival juga diiringi pentas kesenian dan kebudayaan. Di antaranya, ada penampilan Gamad dari group Sampai Hati, Indang Solok dengan cerita perjuangan PDRI, dan story telling kisah PDRI, oleh Siswa SMA N 4 Payakumbuh.</p>
<p>Festival ini akan diadakan dalam tiga hari kedepan sampai tanggal 14 Februari. Pada hari terakhir, akan ada diskusi panel bertemakan surau dan perjuangan PDRI. (Dharma Harisa/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/festival-pdri-2022-dibuka-telusuri-kembali-jejak-budaya-pdri-masa-dulu/">Festival PDRI 2022 Dibuka, Telusuri Kembali Jejak Budaya PDRI Masa Dulu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166291</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/67 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-08 00:45:58 by W3 Total Cache
-->