<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Farmasi Unand Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/farmasi-unand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/farmasi-unand/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jun 2022 05:41:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Farmasi Unand Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/farmasi-unand/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Unand Kukuhkan 2 Guru Besar Bidang Ilmu Farmasetika</title>
		<link>https://langgam.id/unand-kukuhkan-2-guru-besar-bidang-ilmu-farmasetika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2022 04:16:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Farmasi Unand]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=157063</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Universitas Andalas (Unand) kembali mengukuhkan dua orang guru besar (profesor) dalam bidang ilmu farmasetika di Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Dua guru besar tersebut adalah Prof. Apt. Henny Lucida, Ph.D yang mengusung pidato orasi berjudul &#8216;Nanostructured Lipid Carriers Sebagai Sistem Penghantaran Tertarget untuk Obat dan Kosmetika Bahan Alam&#8217;, dan Prof. Dr. Apt. Febriyenti, M.Si yang mengangkat orasi berjudul &#8216;Belut Sebagai Suplemen Kesehatan dan Obat Luka&#8217;. Upacara pengukuhan dua guru besar tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, SH. MH, Ketua Dewan Profesor Prof. Dr. Ir. Helmi, MS, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Syafrizal, Sy, serta Dekan Fakultas</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/unand-kukuhkan-2-guru-besar-bidang-ilmu-farmasetika/">Unand Kukuhkan 2 Guru Besar Bidang Ilmu Farmasetika</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Universitas Andalas (Unand) kembali mengukuhkan dua orang guru besar (profesor) dalam bidang ilmu farmasetika di Fakultas Farmasi Universitas Andalas.</p>
<p>Dua guru besar tersebut adalah Prof. Apt. Henny Lucida, Ph.D yang mengusung pidato orasi berjudul &#8216;<em>Nanostructured Lipid Carriers</em> Sebagai Sistem Penghantaran Tertarget untuk Obat dan Kosmetika Bahan Alam&#8217;, dan Prof. Dr. Apt. Febriyenti, M.Si yang mengangkat orasi berjudul &#8216;Belut Sebagai Suplemen Kesehatan dan Obat Luka&#8217;.</p>
<p>Upacara pengukuhan dua guru besar tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, SH. MH, Ketua Dewan Profesor Prof. Dr. Ir. Helmi, MS, Ketua Senat Akademik Prof. Dr. Syafrizal, Sy, serta Dekan Fakultas Farmasi Unand Prof. Dr. Apt. Fatma Sri Wahyuni.</p>
<p>Dalam orasinya, Henny Lucida menyampaikan bahwa teknologi nano telah berkembang pesat di dunia kesehatan dan industri kosmetika. Pada industri makanan, teknologi nano memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas, rasa dan tekstur produk sekaligus berperan meningkatkan daya simpan produk makanan olahan.</p>
<p>&#8220;Teknologi nano mengalami perkembangan pesat karena dapat mengatasi beberapa permasalahan terkait sifat-sifat fisikokimia bahan obat yang tidak ideal dan menghasilkan efisiensi proses dalam produksi skala besar, sehingga dapat meringankan biaya,&#8221; ujarnya, Rabu (8/6/2022).</p>
<p>Menurutnya, industri farmasi menghadapi tantangan berat di masa depan, di tengah tingginya biaya uji klinis pengembangan obat baru dan rendahnya jumlah calon obat baru (<em>new chemical entities)</em> yang lolos uji klinis. Sehingga teknologi nano menjadi penting dalam pengukuran yang tidak lagi dalam skala mikrometer.</p>
<p>&#8220;Upaya ini dapat mengatasi permasalahan sebagian besar bahan baku obat yaitu kelarutan terbatas dalam air dan rendahnya ketersediaan hayati. Selanjutnya akan berdampak pada penurunan dosis obat yang akan efisien dalam biaya serta memperkecil efek samping dari obat,&#8221; kata alumnus doktoral dari Curtin University, Western Australia itu.</p>
<p>Sementara itu, Febriyenti dalam orasinya menyampaikan manfaat hewan belut sebagai suplemen kesehatan dan pengobatan luka. Menurutnya, belut memiliki kandungan protein, lemat, dan gizi yang sangat tinggi dan bermanfaat untuk penyembuhan luka.</p>
<p>&#8220;Belut mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 yang tinggi dan berperan penting dalam proses penyembuhan luka,&#8221; kata pemilik 6 buah paten dari hasil penelitiannya.</p>
<p>Ia mengatakan dari hasil penelitiannya ia sudah membuat obat luka dari belut, bahkan sudah mematenkan obat dalam bentuk kapsul dan tablet dari tepung belut yang bisa langsung dimanfaatkan sebagai suplemen makanan dan obat luka.</p>
<p>Selain itu, imbuhnya, untuk mengatasi masalah-masalah pada aplikasi sediaan gel dan membran maka dikembangkan pula dalam bentuk spray untuk mengantarkan obat ke permukaan luka, sekaligus lebih efisien dan efektif dalam penggunaannya.</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/unand-kukuhkan-2-guru-besar-bidang-ilmu-farmasetika/">Unand Kukuhkan 2 Guru Besar Bidang Ilmu Farmasetika</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">157063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dibangun Rp2,5 Miliar, Farmasi Unand Resmikan Masjid Sumbangan Alumni</title>
		<link>https://langgam.id/dibangun-rp25-miliar-farmasi-unand-resmikan-masjid-sumbangan-alumni/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2022 14:29:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Farmasi Unand]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Unand]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=149017</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Fakultas Farmasi Universitas Andalas (Unand) meresmikan penggunaan masjid Adz Dzikra yang dibangun dari dana sumbangan alumni fakultas tersebut. Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Farmasi Unand Dr. Sofyan mengatakan awalnya ada dana sumbangan alumni sebesar Rp50 juta yang diserahkan ke fakultas untuk digunakan mendukung pembangunan sarana dan prasarana di lingkungan fakultas. &#8220;Namun, karena sudah (sarana dan prasarana) sudah lengkap, hasil diskusi dengan fakultas, maka disepakatilah bangun masjid,&#8221; ujarnya, dalam peresmian masjid tersebut, Selasa (22/2/2022). Dari dana awal Rp50 juta itu lah, IKA Farmasi menggalang dana untuk pembangunan masjid, dengan total rencana biaya pembangunan mencapai Rp2,5 miliar. &#8220;Saat ini sudah terpakai</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dibangun-rp25-miliar-farmasi-unand-resmikan-masjid-sumbangan-alumni/">Dibangun Rp2,5 Miliar, Farmasi Unand Resmikan Masjid Sumbangan Alumni</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Fakultas Farmasi Universitas Andalas (Unand) meresmikan penggunaan masjid Adz Dzikra yang dibangun dari dana sumbangan alumni fakultas tersebut.</p>
<p>Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Farmasi Unand Dr. Sofyan mengatakan awalnya ada dana sumbangan alumni sebesar Rp50 juta yang diserahkan ke fakultas untuk digunakan mendukung pembangunan sarana dan prasarana di lingkungan fakultas.</p>
<p>&#8220;Namun, karena sudah (sarana dan prasarana) sudah lengkap, hasil diskusi dengan fakultas, maka disepakatilah bangun masjid,&#8221; ujarnya, dalam peresmian masjid tersebut, Selasa (22/2/2022).</p>
<p>Dari dana awal Rp50 juta itu lah, IKA Farmasi menggalang dana untuk pembangunan masjid, dengan total rencana biaya pembangunan mencapai Rp2,5 miliar.</p>
<p>&#8220;Saat ini sudah terpakai dana Rp1,8 miliar dan masih ada kekurangan dana Rp700 juta untuk menyelesaikan pembangunan masjid secara keseluruhan,&#8221; kata Sofyan.</p>
<p>Menurutnya, selama ini alumni Farmasi Unand cukup aktif dalam menyelenggarakan kegiatan dan aktif dalam pembentukan koperasi alumni. Bahkan unit usaha koperasi juga sudah meluncurkan aquades, produk air minum hingga hilirisasi riset produk berbasis penelitian.</p>
<p>Ketua Panitia Pembangunan Masjid Adz Dzikra Rahmat Saleh mengatakan masjid tersebut dibangun dengan rancangan ramah gempa oleh arsitek dari Fakultas Teknik Unand, yakni Prof Fauzan dan Prof Abdul Hakam.</p>
<p>Struktur masjid itu, imbuhnya, juga memadai untuk dibangun dua lantai. Namun, saat ini hanya dibuat untuk satu lantai.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah pembangunan masjid berjalan lancar selama 1,5 tahun proses pengerjaan. Harapan kita dengan bersama-sama, proses pembangunan masjid yang masih tersisa juga dapat diselesaikan dengan baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, semangat alumni dalam menghimpun dana untuk pembangunan masjid itu cukup besar. Terbukti, dari dana awal Rp50 juta, bisa terkumpul Rp1,8 miliar yang sudah digunakan. Panitia masih menghimpun kekurangan dana hingga Rp700 juta lagi untuk menuntaskan pembangunan masjid itu.</p>
<p>Prof. Dr. Yuliandri, Rektor Unand menyambut baik hadirnya masjid Adz Dzikra di Fakultas Farmasi. Dengan adanya masjid baru itu, maka sudah tiga fakultas memiliki masjid yakni Fakultas Sastra, Ekonomi, dan Farmasi. Serta masjid utama yakni Masjid Nurul Ilmi milik universitas.</p>
<p>&#8220;Dengan masjid baru ini, maka selain masjid Nurul Ilmi, sudah ada tiga masjid di fakultas yakni di Sastra, Ekonomi, dan Farmasi. Juga beberapa mushala di sejumlah fakultas,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan dengan status Unand saat ini sebagai perguruan tinggi PTNBH, maka peran alumni juga semakin luas, alumni adalah bagian integral dari kampus yang ikut bersama-sama berkontribusi bagi pengembangan institusi.</p>
<p>Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang meresmikan masjid tersebut mengapresiasi peran alumni Farmasi Unand terhadap pengembangan almamaternya.</p>
<p>&#8220;Tentu dengan kehadiran rumah ibadah ini memperkuat perpaduan antara ahli zikir dan ahli fikir di perguruan tinggi, yang menciptakan keseimbangan kalangan cendekiawan kampus,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dibangun-rp25-miliar-farmasi-unand-resmikan-masjid-sumbangan-alumni/">Dibangun Rp2,5 Miliar, Farmasi Unand Resmikan Masjid Sumbangan Alumni</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149017</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/35 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-07-10 22:34:51 by W3 Total Cache
-->