<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Fakultas Teknologi Pertanian Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/fakultas-teknologi-pertanian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/fakultas-teknologi-pertanian/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Jul 2023 10:25:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Fakultas Teknologi Pertanian Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/fakultas-teknologi-pertanian/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Nanoselulosa</title>
		<link>https://langgam.id/tandan-kosong-kelapa-sawit-sebagai-bahan-baku-nanoselulosa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2023 10:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Teknologi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=185146</guid>

					<description><![CDATA[<p>*Ira Desri Rahmi, S.TP, M.SiAgroindustri, merupakan sektor ekonomi yang menggabungkan kegiatan pertanian dengan proses industri. Agroindustri telah menjadi tulang punggung ekonomi di banyak negara dan mempunyai peranan yang vital dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan bahan baku industri. Seiring dengan pertumbuhan agroindustri, terjadi peningkatan volume limbah yang dihasilkan. TKKS merupakan limbah lignoselulosa yang belum dimanfaatkan secara optimal yang berasal dari Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Pada tahun 2021 total produksi kelapa sawit Indonesia mencapai 46,88 juta ton (Gapki, 2022). TKKS yang diproduksi dari setiap 1 ton pengolahan TBS yaitu sekitar 22-23% atau setara 220-230 kg TKKS. Jumlah produksi limbah TKKS</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tandan-kosong-kelapa-sawit-sebagai-bahan-baku-nanoselulosa/">Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Nanoselulosa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>*Ira Desri Rahmi, S.TP, M.Si</strong><br>Agroindustri, merupakan sektor ekonomi yang menggabungkan kegiatan pertanian dengan proses industri. Agroindustri telah menjadi tulang punggung ekonomi di banyak negara dan mempunyai peranan yang vital dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan bahan baku industri. Seiring dengan pertumbuhan agroindustri, terjadi peningkatan volume limbah yang dihasilkan. </p>



<p>TKKS merupakan limbah lignoselulosa yang belum dimanfaatkan secara optimal yang berasal dari Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Pada tahun 2021 total produksi kelapa sawit Indonesia mencapai 46,88 juta ton (Gapki, 2022). TKKS yang diproduksi dari setiap 1 ton pengolahan TBS yaitu sekitar 22-23% atau setara 220-230 kg TKKS. </p>



<p>Jumlah produksi limbah TKKS yang cukup besar ini memerlukan penanganan yang optimal karena berpotensi mencemari lingkungan. Komposisi kimia TKKS terdiri dari 44,2% selulosa; 33,5% hemiselulosa; dan 20,4% lignin. Dengan potensi limbah yang cukup besar dan tingginya kandungan selulosa pada TKKS, maka selayaknya TKKS dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biomaterial yang mempunyai nilai tambah yang tinggi yaitu nanoselulosa.</p>



<p><br>Nanoselulosa adalah selulosa yang berukuran nano yang terbentuk dari batang serat alami yang diputus daerah amorfnya oleh proses tertentu, sehingga memiliki potensi menghasilkan jaringan terjerat. Dimensi lateral nanoselulosa beragam tergantung jenis tanamannya dari 10-100 nm dengan panjang seratnya pada skala mikrometer. Nanoselulosa terdiri dari nanokristalin selulosa dan nanoserat selulosa. </p>



<p>Nanokristalin selulosa (NCC) merupakan material selulosa berbentuk batang pendek dengan diameter 2-20 nm dan panjang 100-500 nm, mempunyai kristalinitas yang tinggi (54-88%) dan diperoleh melalui hidrolisis selulosa menggunakan asam kuat. Nanoserat selulosa/ nanofibrillated cellulose (NFC) didefinisikan sebagai serat yang memiliki diameter di bawah 100 nm dengan panjang lebih dari 1 mikrometer. </p>



<p>NFC mempunyai serat yang panjang, fleksibel, terjerat dan memiliki bagian kristalin dan amorf. NFC memiliki beberapa sifat yang menarik, seperti luas permukaan spesifik yang besar, aspek rasio yang tinggi, kekuatan dan kekakuan yang tinggi, biodegradabilitas, terbarukan, membentuk gel serta bersifat shear-thinning dan thixotropic. </p>



<p>Karena sifatnya yang unik, maka nanoselulosa mempunyai aplikasi yang sangat luas, seperti : sebagai bahan penguat pada film atau komposit, bahan pengisi/filler pada formulasi cat dan adhesive, texture modifier atau rheologi modifier pada formulasi pangan atau kosmetik, dan sebagainya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tandan-kosong-kelapa-sawit-sebagai-bahan-baku-nanoselulosa/">Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Bahan Baku Nanoselulosa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185146</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tak Sebatas Seremonial Tahunan</title>
		<link>https://langgam.id/peringatan-hari-lingkungan-hidup-tak-sebatas-seremonial-tahunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmi Awalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2023 17:25:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Teknologi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=184393</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia selalu diperingati setiap tanggal 5 Juni. Peringatan tersebut ditetapkan pada tahun 1972 pada Konferensi Stockholm adalah konferensi yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 5 sampai 16 Juni 1972 di Stockholm, Swedia. Ini kemudian menjadi media bagi PBB melalui United Nations Environment Programme (UNEP) melakukan kampanye Gerakan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pada konferensi tingkat dunia inilah yang pertama kali membahas isu lingkungan hidup dan menjadi dasar ditetapkannya tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Melalui Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, diharapkan semua orang mampu mempersonalisasi persoalan lingkungan dan memungkinkan semua orang dapat mengatasi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peringatan-hari-lingkungan-hidup-tak-sebatas-seremonial-tahunan/">Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tak Sebatas Seremonial Tahunan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia selalu diperingati setiap tanggal 5 Juni. Peringatan tersebut ditetapkan pada tahun 1972 pada Konferensi Stockholm adalah konferensi yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 5 sampai 16 Juni 1972 di Stockholm, Swedia.</p>



<p>Ini kemudian menjadi media bagi  PBB melalui United Nations Environment Programme (UNEP) melakukan kampanye Gerakan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pada konferensi tingkat dunia inilah yang pertama kali membahas isu lingkungan hidup dan menjadi dasar ditetapkannya tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia.</p>



<p>Melalui Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, diharapkan semua orang mampu mempersonalisasi persoalan lingkungan dan memungkinkan semua orang dapat mengatasi bahwa problem tersebut tak hanya merupakan tanggung jawab mereka, tetapi sesungguhnya bisa menjadi kekuatan untuk bisa menjadi agen perubahan dalam mendukung pembangunan yang berkeadilan.</p>



<p>Peringatan ini merupakan perayaan lingkungan hidup yang dilakukan semua orang di seluruh dunia. Momentum peringatan ini memberikan gambaran kepada semua orang untuk menjadi fragmen dari sebuah aksi universal dalam menyuarakan proteksi terhadap planet bumi, pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang berkesinambungan serta gaya hidup ramah terhadap lingkungan. </p>



<p>Tepatnya, peringatan ini dilakukan dengan tujuan menyerukan kesadaran lingkungan kepada masyarakat global. Terlebih lagi hingga kini krisis lingkungan hidup masih terus terjadi dan menjadi tantangan besar bagi dunia, tak terkecuali yang terjadi di Indonesia saat ini.</p>



<p>Jika kita melihat persoalan lingkungan yang terjadi di Indonesia, maka jangan heran jika banyak sekali problem lingkungan yang terjadi dan kita temui sampai sekarang. Di Indonesia, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi penting terkait dalam relasinya merevitalisasi eksistensi Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut tandas berbunyi: Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.</p>



<p><br>Berbicara konteks hari ini dengan segala kebijakan pemerintah terkait SDA yang dimilikinya seakan mengesampingkan khitah dari ketentuan pasal tersebut. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan SDA selama ini masih sangat jamak yang tak pro-lingkungan. Mirisnya, kebijakan yang tak pro-lingkungan di negeri ini hampir seluruhnya berada di sektor pengelolaan SDA. </p>



<p>Yang terjadi adalah kerusakan lingkungan hidup di Indonesia makin hari kian bertambah parah. Bisa dikatakan Indonesia mengalami degradasi mutu lingkungan sangat serius dan perlu dicarikan solusinya. Tak dapat dielakkan lagi Indonesia di cap sebagai negara dengan indikator kerusakan lingkungan hidup tertinggi di dunia.</p>



<p>Perubahan iklim dan pemanasan global, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan, semua kejadian bencana alam yang terjadi adalah sebuah tantangan global yang serius dihadapi negeri ini. Untuk mewujudkan masa depan yang berkelanjutan dan kondusif, maka diperlukan investasi yang cukup dari semua pihak untuk menciptakan solusi-solusi inovatif dan efektif dalam mengatasi persoalan lingkungan.</p>



<p><br>Isu lingkungan hidup menjadi perhatian global yang melibatkan setiap negara. Telah banyak perjanjian internasional yang dibuat dan telah diratifikasi oleh negara-negara di seluruh dunia untuk mengatasi masalah lingkungan. </p>



<p>Di tingkat nasional, undang-undang lingkungan harus tetap mempertimbangkan upaya pengelolaan dan pelestarian lingkungan. Indonesia, sebagai negara dengan luas hutan yang signifikan dan berperan sebagai paru-paru dunia, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bahkan, dalam amandemen UUD 1945, Pasal 28 ayat (1) dan Pasal 33 ayat (4) ditambahkan untuk memberikan jaminan hak bagi warga negara Indonesia untuk hidup dalam lingkungan yang bersih dan sehat, serta mendorong pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.</p>



<p><br>Investasi yang berkelanjutan menjadi sebuah cara pendekatan yang sangat relevan dalam konteks ini. Investasi yang berfokus pada perlindungan lingkungan, kelestarian alam, penggunaan sumber daya yang efisien, energi terbarukan, dan inovasi teknologi dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat. </p>



<p>Investasi berkelanjutan tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi jangka pendek, tetapi juga mendukung program keberlanjutan jangka panjang dan kesejahteraan hidup generasi mendatang.</p>



<p>Melalui momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, sudah sepatutnya kita ikut berkontribusi dalam gerakan peduli terhadap lingkungan dengan tindakan nyata dalam menjaga pelestarian lingkungan. Melindungi lingkungan adalah merupakan kewajiban kita bersama tanpa pandang bulu **</p>



<p><strong>*Dosen Fateta Unand dan Pemerhati Lingkungan</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peringatan-hari-lingkungan-hidup-tak-sebatas-seremonial-tahunan/">Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tak Sebatas Seremonial Tahunan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184393</post-id>	</item>
		<item>
		<title>15 Tahun Fateta Unand, Kepakkan Teknologi Pertanian untuk Ketahanan Pangan Nasional</title>
		<link>https://langgam.id/15-tahun-fateta-unand-kepakkan-teknologi-pertanian-untuk-ketahanan-pangan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 May 2023 16:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Teknologi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=182082</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas ingin mengepakkan teknologi pertanian menjadi sistem ketahanan pangan nasional dengan mengakselarasi Revolusi Industri Pertanian 4.0. Hal demikian mengemuka saat Fateta Unand memperingati usia yang ke-15 tahun atau Lustrum ke 3 di Convention Hall Unand, Rabu (18/5). Fateta Unand menggelar Rapat Terbuka Senat dan Pimpinan Universitas Andalas dalam rangka kegiatan Lustrum ke 3 Fateta. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dihadiri oleh pimpinan universitas dan fakultas di lingkunngan Universitas Andalas, para purnabakti fateta, dosen dan tendik, alumni dan semua mahasiswa Fateta. Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) sebagai salah satu fakultas yang berada di bawah naungan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/15-tahun-fateta-unand-kepakkan-teknologi-pertanian-untuk-ketahanan-pangan-nasional/">15 Tahun Fateta Unand, Kepakkan Teknologi Pertanian untuk Ketahanan Pangan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas ingin mengepakkan teknologi pertanian menjadi sistem ketahanan pangan nasional dengan mengakselarasi Revolusi Industri Pertanian 4.0.</p>



<p>Hal demikian mengemuka saat Fateta Unand memperingati usia yang ke-15 tahun atau Lustrum ke 3 di Convention Hall Unand, Rabu (18/5). Fateta Unand menggelar Rapat Terbuka Senat dan Pimpinan Universitas Andalas dalam rangka kegiatan Lustrum ke 3 Fateta. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dihadiri oleh pimpinan universitas dan fakultas di lingkunngan Universitas Andalas, para purnabakti fateta, dosen dan tendik, alumni dan semua mahasiswa Fateta.</p>



<p>Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) sebagai salah satu fakultas yang berada di bawah naungan Unand, bertanggungjawab untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, unggul, produktif khususnya dibidang teknik pertanian, teknologi hasil pertanian dan teknologi industri pertanian. Tanggung jawab ini diemban seiring dengan peningkatan kemampuan sumberdaya yang dimiliki, baik sumber daya fisik, manusia, finansial maupun sumber daya intelektual. </p>



<p>Berbagai kontribusi telah diberikan oleh Fateta melalui pengabdian dosen, mahasiswa, dan alumni pada berbagai bidang, baik yang bergerak di sektor ilmu pengetahuan, perusahaan swasta, pemerintah, maupun lembaga internasional.</p>



<p>Pada pembacaan pidato dan laporan pada rapat terbuka senat dan pimpinan, Dekan Fateta Alfi Asben menyampaikan saat ini Fateta sudah banyak menjalin kerjasama baik dari dalam maupun luar negeri, setidaknya dalam kurun waktu 2018 &#8211; 2022 sebanyak 42 kerjasama dalam negeri dan 25 kerjasama dengan instansi luar negeri di antaranya pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Universitas terbuka, Gifu University, Asian Institute of Technology (AIT) Thailand, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia, Universiti Putra Malaysia dan lainnya. </p>



<p>&#8220;Kerjasama ini meliputi bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Di samping itu juga program WCU yang dilaksanakan dalam bulan ini menambah daftar kerjasama dengan universitas dari luar negeri,&#8221; jelas Alfi.</p>



<p>Pada peringatan Lustrum ke 3 tema yang diangkat adalah Peranan Teknologi Pertanian Untuk Mengakselerasi Revolusi Industri Pertanian 4.0 Dalam Mendukung Sistem Ketahanan Nasional.<br>Pada kegiatan ini, orasi ilmiah disampaikan oleh Laksama Madya TNI Dadi Hartanto seorang Magister Terapan Pertahanan dari Sekretaris Jendral Dewan Ketahanan Nasional dan Fadli Irsyad, dosen Fakultas Teknologi Pertanian alumni doctoral Ehime University Jepang.</p>



<p>Adapun tema yang disampaikan Dadi Hartanto adalah Revolusi Industry Pertanian 4.0 Mendukung System Ketahanan Nasional. Untuk mencapai kemandirian pangan nasional ada 4 faktor pendukung yang mempengaruhi yakni, sumberdaya manusia, infrastruktur, reformasi birokrasi dan stabilitas politik dan kondisi keamanan. Dunia belum bisa keluar dari tekanan krisis pangan karena perkiraan harga makanan akan terus mengalami peningkatan.</p>



<p>Kenaikan harga pangan ini juga dirasakan oleh negara negara maju. Perkembangan pertanian dunia selalu dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kemajuan teknologi, peningkatan sumber daya manusia, dan manajemen yang baik. Dalam beberapa dekade terakhir, kemajuan teknologi menjadi faktor utama dalam mengubah wajah pertanian dunia.</p>



<p>Fadli Irsyad juga menyampaikan orasil ilmiahnya dengan tema Pengembangan Sistem Pengelolaan Irigasi pada Musim Kemarau Untuk Budidaya Padi dengan Memanfaatkan Data Penginderaan Jauh. Fadli menyampaikan hasil penelitian doktoralnya yang dilakukan di Kabupaten Agam tepatnya di Kecamatan Ampek Angkek, terhadap tanaman padi. </p>



<p>Dari hasil penelitian yang dilakukan, menghasilkan rekomendasi diantaranya (1) mengkaji kembali distribusi air pertanian dan jadwal untuk penggunaan air, (2) menunda waktu tanam hingga minggu pertama bulan juli pada musim kemarau, (3) menyiapkan sumber air tambahan bagi air irigasi baik dari sungai, waduk kecil, dan sumur buatan, (4) meminimalkan kehilangan air dari sistem irigasi dan (5) mengupayakan penerapan pemanenan air pada musim kemarau.</p>



<p>Pada kesempatan yang sama , ketua panitia Lustrum ke 3 Fateta Profesor Rusnam, menuturkan , lustrum ke 3 ini menggambarkan perjalanan Fateta selama 15 tahun telah menunjukkan adanya kemajuan yang dicapai fakultas terbukti dari peningkatan jumlah dosen, jumlah mahasiswa dan penambahan departemen atau jurusan.</p>



<p>&#8220;Yang pada awal pembentukan fakultas hanya ada 2 jurusan, tapi sekarang ada tiga jurusan yakni jurusan Teknik Pertanian dan Biosistim (TPB), jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) dan jurusan Teknologi industri Pertanian (TIP) serta 6 program studi baik S1 maupun S2,&#8221; katanya.</p>



<p>Terkait orasi ilmiah yang disampaikan oleh dua orang narasumber sangat pas dengan tema yang diangkat pada Lustrum ke 3 kali ini. Menjawab tantangan kedepan semoga Fateta dapat memberikan kontribusi baik berkaitan dengan produksi pangan dan pengolahan, industri pertanian dan kesemua jurusan sudah mewakili, bergerak dari hulu ke hilir, tutur ketua lustrum Fateta.</p>



<p>Dalam kegiatan ini juga diberikan penghargaan kepada Dosen Berprestasi, Tenaga Kependidikan Berprestasi, dan Mahasiswa Berprestasi Dalam Rangka Lustrum ke III Fakultas Teknologi Pertanian oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian. Diantara nama Dosen yang berprestasi : (1) Prof. Dr. Ir. Anwar Kasim, (2) Daimon Syukri S.Si., M.Si., Ph.D, (3) ProF. Dr. Ir. Novizar ,M.Si.</p>



<p>Tenaga kependidikan berprestasi : (1) Seto Prihanto, SE. (2) Rahmad Maizoni, S.Kom dan (3) Syukri, M.Kom. Adapun mahasiswa berprestasi diberikan kepada Nurul Hanisah Desrial Mahasiswa dari DepartemenTeknik Pertanian dan Biosistem Program S1.</p>



<p>Pemberian penghargaan juga diberikan kepada Dosen dan Tenaga Kependidikan yang Memasuki Masa Purnabakti Dalam Rangka Lustrum ke III Fakultas Teknologi Pertanian oleh Ketua Senat Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. (YH)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/15-tahun-fateta-unand-kepakkan-teknologi-pertanian-untuk-ketahanan-pangan-nasional/">15 Tahun Fateta Unand, Kepakkan Teknologi Pertanian untuk Ketahanan Pangan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182082</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mendorong Kemandirian di Panti Asuhan Amanah Putri</title>
		<link>https://langgam.id/mendorong-kemandirian-di-panti-asuhan-amanah-putri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2021 10:37:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Teknologi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Panti Asuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=95005</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Semangat dan jiwa kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda untuk bisa mandiri dan berdaya guna. Hal ini tidak terlepas dari dukungan dan dorongan baik secara internal (diri sendiri) maupun eksternal (pihak luar) untuk bisa bangkit dalam menciptakan kemandirian berwirausaha. Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan melalui Pelatihan Pengolahan Aneka Produk Berbasis Ikan Lele sebagai Produk Kreatif dilakukan sebagai bentuk Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh dosen-dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas. Kegiatan ini dilaksanakan Jumat (12/3) yang bertempat di Panti Asuhan Amanah Putri yang beralamat di Jalan Seberang Padang III No. 28 Kecamatan Padang Selatan. Panti asuhan Amanah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mendorong-kemandirian-di-panti-asuhan-amanah-putri/">Mendorong Kemandirian di Panti Asuhan Amanah Putri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><strong>PalantaLanggam &#8211; </strong>Semangat dan jiwa kewirausahaan perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda untuk bisa mandiri dan berdaya guna. Hal ini tidak terlepas dari dukungan dan dorongan baik secara internal (diri sendiri) maupun eksternal (pihak luar) untuk bisa bangkit dalam menciptakan kemandirian berwirausaha.</p>
<p class="p1">Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan melalui Pelatihan Pengolahan Aneka Produk Berbasis Ikan Lele sebagai Produk Kreatif dilakukan sebagai bentuk Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh dosen-dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas.</p>
<p class="p1">Kegiatan ini dilaksanakan Jumat (12/3) yang bertempat di Panti Asuhan Amanah Putri yang beralamat di Jalan Seberang Padang III No. 28 Kecamatan Padang Selatan.</p>
<p class="p1">Panti asuhan Amanah Putri yang didiami sebanyak 19 orang putri dan 1 keluarga pengurus memerlukan motivasi kewirausahaan untuk bisa memberikan peluang usaha bagi mereka dalam menciptakan produk dalam menunjang ekonomi panti. Kegiatan pelatihan pengolahan ikan lele disampaikan oleh salah seorang dosen Fateta, Kurnia.</p>
<p class="p1">Dalam penyampaian materi Kurnia menyebutkan Ikan Lele merupakan salah satu jenis ikan yang saat ini sedang marak dibudidayakan di Propinsi Sumatera Barat. Ikan lele merupakan ikan air tawar yang memiliki tubuh memanjang dan kulit yang licin.</p>
<p class="p1">Siklus panen ikan lele cukup pendek, dimana kelompok peternak lele mampu menghasilkan panen besar/raya sebanyak 3 kali dalam setahun. Sehingga ikan lele yang dihasilkan cukup banyak dan mudah didapatkan.</p>
<p class="p1">Rendahnya serapan teknologi dalam pengolahan ikan lele berdampak pada rendahnya nilai jual Ikan Lele pada saat panen raya. Salah satu cara untuk meningkatkan umur simpan ikan lele adalah melakukan diversifikasi produk. Perlunya inovasi terhadap produk ikan lele akan meningkatkan nilai tambah penjualan produk.</p>
<p class="p1">Kegiatan pengabdian tidak hanya penyampaian materi tapi mempraktekannya langsung sehingga anak anak panti dapat mengetahui langkah kerja dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan produk yang berasal dari ikan lele.</p>
<p class="p1">Diharapkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat memberikan dampak positif bagi anak anak panti asuhan untuk mereka bisa menciptakan peluang usaha. Disamping kegiatan pelatihan para dosen dari fateta yang tergabung juga dalam Dharmawanita Fakultas Teknologi Pertanian memberikan bantuan dana dan bahan pangan untuk kebutuhan sehari hari anak anak di Panti Asuhan Amanah Putri.</p>
<p class="p1">Penyerahan bantuan langsung diberikan kepada pengurus panti yang diwakili oleh Sekretaris Dharmawanita Fateta, Rahmi Awalina.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mendorong-kemandirian-di-panti-asuhan-amanah-putri/">Mendorong Kemandirian di Panti Asuhan Amanah Putri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">95005</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fateta Unand Angkat Pamor Masakan Minang</title>
		<link>https://langgam.id/fateta-unand-angkat-pamor-masakan-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2020 22:44:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Teknologi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Mahyeldi Ansharullah]]></category>
		<category><![CDATA[masakan minang]]></category>
		<category><![CDATA[rumah makan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=84004</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas angkat pamor masakan minang yang bertebaran di rumah makan, dengan menggelar Fateta Food Award (FFA) 2020. Rektor Universitas Andalas, Prof Yuliandri menegaskan, Fateta Food Award (FFA) 2020 merupakan salah satu cara dari perguruan tinggi negeri tertua di Sumatera ini, mengapresiasi pelaku usaha di Sumatera Barat khususnya di sektor kuliner. “Masakan minang itu hanya ada enak dan enak sekali. Dengan adanya program inovasi dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas ini, akan membuat masakan minang makin diminati publik secara lebih luas,” ungkap Prof Yuliandri saat memberikan sambutan pada penyerahan FFA 2020 di Palanta</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fateta-unand-angkat-pamor-masakan-minang/">Fateta Unand Angkat Pamor Masakan Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas angkat pamor masakan minang yang bertebaran di rumah makan, dengan menggelar Fateta Food Award (FFA) 2020.</p>
<p>Rektor Universitas Andalas, Prof Yuliandri menegaskan, Fateta Food Award (FFA) 2020 merupakan salah satu cara dari perguruan tinggi negeri tertua di Sumatera ini, mengapresiasi pelaku usaha di Sumatera Barat khususnya di sektor kuliner.</p>
<p>“Masakan minang itu hanya ada enak dan enak sekali. Dengan adanya program inovasi dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas ini, akan membuat masakan minang makin diminati publik secara lebih luas,” ungkap Prof Yuliandri saat memberikan sambutan pada penyerahan FFA 2020 di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (29/12/2020) malam.</p>
<p>Selain Rektor Unand, ikut hadir dalam penyerahan FFA 2020 ini, Wali Kota Padang, Mahyeldi, Guswandi (Kepala Dinas Pangan Padang), Dr Feri Arlius Dt Sipado (Dekan Fateta Unand), para dosen dan pengurus alumni Fateta serta sejumlah mahasiswa. Ikut hadir pemilik restoran dan rumah makan yang akan jadi penerima penghargaan FFA 2020.</p>
<p>Di kesempatan itu, Mahyeldi mengapresiasi FFA 2020 yang diinisiasi Fateta Unand bersama Dinas Pangan Kota Padang. Di sisi lain, Mahyeldi juga mengingatkan pentingnya makanan yang aman dari sisi kesehatan.</p>
<p>“Banyak mengandung kolesterol, merupakan stigma yang melekat pada masakan minang. Ini harus ada kolaborasi dari lintas disiplin ilmu di perguruan tinggi, agar stigma itu bisa dimentahkan secara ilmiah, sehingga masyarakat tak lagi khawatir mengonsumsi aneka kuliner minang yang banyak menggunakan santan kelapa itu,” ungkap Mahyeldi.</p>
<p>Mahyeldi kemudian mencontohkan daging Ikan Salmon berwarna merah, yang dilihatnya ketika kunjungan kerja ke Norwegia beberapa tahun lalu. Aslinya, kata Mahyeldi, daging Ikan Salmon itu berwarna putih.</p>
<p>“Perubahan warna ini terjadi karena adanya perlakuan khusus pada pakan Ikan Salmon yang dibudidayakan warga di sana. Hal ini membuat Ikan Salmon dengan daging merah makin diminati, karena dinyatakan lebih aman dikonsumsi jika dilihat dari sisi kesehatan,” ungkap Mahyeldi yang juga ketua umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian Unand.</p>
<p>“Fakultas Peternakan, Fateta serta fakultas lainnya di Unand, sudah saatnya saling berkolaborasi dalam upaya mendorong makanan minang yang aman secara ilmu kesehatan. Ini penting, karena pola konsumsi orang asing dengan kita, sangat jauh berbeda,” tambahnya.</p>
<p>Orang dari Jazirah Arab, ungkap Mahyeldi, cara mereka mengonsumsi ikan itu per 1 ekor ukuran cukup besar. Porsi itu untuk konsumsi satu orang saja. Sementara, kebiasaan di Minang, mengonsumsi dalam bentuk potongan kecil-kecil per orangnya.</p>
<p>&#8220;Di titik inilah pentingnya informasi bahwa makanan minang ini aman secara kesehatan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sudah Dianalisa Labor</p>
<p>Dekan Fateta Unand, Dr Feri Arlius Dt Sipado menyampaikan, enam jenis masakan yang dinilai pada FFA 2020 ini, khusus untuk favorit 1, semuanya sudah melalui analisa labor terhadap kadar kolesterolnya.</p>
<p>“Hasil labor kita, lemak trans (mg/100 g) pada enam jenis masakan yang dinilai, tidak terdeteksi. Walaupun aman, kita memberikan batas aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ungkap Feri Arlius.</p>
<p>Lemak trans adalah salah satu jenis lemak jenuh yang menyebabkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah meningkat serta menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).</p>
<p>Enam masakan yang dinilai pada FFA 2020 ini yakni Dendeng Batokok, Rendang, Gulai Tunjang, Ayam Pop, Soto dan Gulai Kapalo Ikan.</p>
<p>Keenam masakan ini, berasal dari berbagai rumah makan dan restoran. Seperti, Lamun Ombak, Warung Komar, RM Keluarga, Ampalu Raya, Rajawali, VII Koto Talago, Garuda dan Sederhana.</p>
<p>“Tahun depan, ajang FFA ini akan melibatkan Indonesian Chef Asociation (ICA) Sumatera Barat selain tetap akan melakukan pengujian labor terhadap makanan yang dilombakan,” ungkap Feri Arlius.</p>
<p>Adapun peraih FFA 2020 untuk 6 kategori tersebut adalah:<br />
1. Masakan Rendang<br />
Lamun Ombak (Favorit 1), VII Koto Talago (Favorit 2) dan Ampalu Raya (Favorit 3).<br />
2. Masakan Dendeng Batokok<br />
Warung Komar (Favorit 1), Lamun Ombak (Favorit 2) dan Sederhana (Favorit 3).<br />
3. Masakan Gulai Kapalo Ikan<br />
Keluarga (Favorit 1), Lamun Ombak (Favorit 2) dan Ampalu Raya (Favorit 3).<br />
4. Masakan Ayam Pop<br />
Ampalu Raya (Favorit 1), Lamun Ombak (Favorit 2) dan Sederhana (Favorit 3).<br />
5. Masakan Soto Padang<br />
Rajawali (Favorit 1), Garuda (Favorit 2) dan Karia (Favorit 3).<br />
6. Masakan Gulai Tunjang<br />
Lamun Ombak (Favorit 1), Warung Komar (Favorit 2) dan Sederhana (Favorit 3). (Osh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fateta-unand-angkat-pamor-masakan-minang/">Fateta Unand Angkat Pamor Masakan Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84004</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Siasat Pemanfaatan Buah Durian Batu Busuk saat Panen Raya</title>
		<link>https://langgam.id/siasat-pemanfaatan-buah-durian-batu-busuk-saat-panen-raya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2020 15:55:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Durian]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Teknologi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=39051</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Batu busuk merupakan salah satu pkampung di kecamatan Pauh kota Padang yang lokasinya berdekatan dengan kampus Universitas Andalas. Sejak dulu kampung Batu Busuk terkenal sebagai penghasil durian dari kota Padang. Musim durian di Batu Busuk tak sama untuk setiap tahunnya. Panen raya berlangsung selama kurang lebih sebulan. Pada saat puncak panen raya, buah durian yang dikeluarkan dari Batu Busuk bisa mencapai 6 – 8 ton per hari. Buah durian merupakan buah musiman sehingga tidak tersedia sepanjang masa. Walaupun teknologi untuk mengatur pembungaan dan pembuahan tanaman durian ada, tetapi pelaksanaan teknologi tersebut sulit. Apalagi dengan kondisi tanaman durian yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/siasat-pemanfaatan-buah-durian-batu-busuk-saat-panen-raya/">Siasat Pemanfaatan Buah Durian Batu Busuk saat Panen Raya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PalantaLanggam &#8211; </strong>Batu busuk merupakan salah satu pkampung di kecamatan Pauh kota Padang yang lokasinya berdekatan dengan kampus Universitas Andalas. Sejak dulu kampung Batu Busuk terkenal sebagai penghasil durian dari kota Padang.</p>
<p>Musim durian di Batu Busuk tak sama untuk setiap tahunnya. Panen raya berlangsung selama kurang lebih sebulan. Pada saat puncak panen raya, buah durian yang dikeluarkan dari Batu Busuk bisa mencapai 6 – 8 ton per hari.</p>
<p>Buah durian merupakan buah musiman sehingga tidak tersedia sepanjang masa. Walaupun teknologi untuk mengatur pembungaan dan pembuahan tanaman durian ada, tetapi pelaksanaan teknologi tersebut sulit.</p>
<p>Apalagi dengan kondisi tanaman durian yang ada merupakan tanaman durian hutan yang biasanya tidak dibudidayakan secara intensif. Hal ini disampaikan oleh Dr. PK Dewi Hayati yang mendampingi kegiatan pengembangan durian di Batu Busuk selama tiga tahun terakhir.</p>
<p>“Untuk bisa menikmati durian sepanjang musim tentu dibutuhkan teknologi pengolahan. Produk olahan durian tidak hanya menjadi nilai tambah bagi buah durian itu sendiri, namun juga menjadi upaya penting bagi pengembangan Batu Busuk sebagai kampung durian di kota Padang,” katanya.</p>
<p>Kalau sedang panen raya, buah durian yang rasanya hambar tidak dijual. Kami tinggalkan saja di kebun. Begitu juga dengan buah durian yang sudah belah” ujar Nena, ketua PKK Batu Busuk yang mengikuti kegiatan pengolahan durian menjadi berbagai bersama ibu-ibu PKK lainnya pada Sabtu, 14 Maret 2020.</p>
<p>Pengabdian Universitas Andalas yang diketuai oleh Ir. Sutoyo, MS. “Pengolahan durian menjadi durian olahan antara lain selai durian, es krim durian, dodol, dan durian beku merupakan salah satu alternatif agar durian bisa dinikmati sepanjang tahun”, ujarnya Sutoyo.</p>
<p>Selain memberikan pelatihan mengenai produk olahan durian, tim pengabdian masyarakat Universitas Andalas ini juga memberikan pengetahuan mengenai kandungan gizi durian yang baik untuk kesehatan. Tim juga mendemonstrasikan perbandingan umur simpan durian segar dengan durian olahan.</p>
<p>“Durian segar hanya bisa bertahan selama 3 sampai 5 hari, sementara dengan melakukan pengolahan, apalagi menjadi produk durian beku, umur simpan durian bisa diperpanjang menjadi 4 sampai dengan 5 bulan,&#8221; ujar Risa Meutia, STP. MP, yang ikut serta dalam pengabdian.</p>
<p>Kegiatan ini masih akan dilanjutkan setiap bulannya dengan melakukan kegiatan pengolahan menjadi berbagai produk olahan lainnya dan transfer teknologi pengemasan .Anwar, ketua RW III Batu Busuk yang ikut mendampingi kegiatan tersebut mengatakan bahwa pengetahuan dan keterampilan yg diberikan oleh tim dosen Universitas Andalas sangat bermanfaat untuk pengembangan durian di kampung mereka.</p>
<p>“Selama puluhan tahun kami hanya memanen pohon durian yang ditanam oleh orang tua kami. Baru sekarang kami mengenal teknologi perbanyakan, pembibitan, pembudidayaan di lapangan dan pengolahan produk durian yang diberikan oleh tim dosen Universitas Andalas,” ujarnya.</p>
<p>Anwar berharap agar kegiatan pendampingan oleh Universitas Andalas tetap berlangsung secara berkelanjutan di Batu Busuk.</p>
<p>Kegiatan pengolahan durian ini diharapkan nantinya dapat menjadi peluang lapangan pekerjaan baru bagi warga Batu Busuk ke depannya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/siasat-pemanfaatan-buah-durian-batu-busuk-saat-panen-raya/">Siasat Pemanfaatan Buah Durian Batu Busuk saat Panen Raya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">39051</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gandeng Fateta Unand dan Fakultas Teknik Mesin UBH, Nagari Kinari Gemakan Kebangkitan Ekonomi</title>
		<link>https://langgam.id/gandeng-fateta-unand-dan-fakultas-teknik-mesin-ubh-nagari-kinari-gemakan-kebangkitan-ekonomi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Oct 2019 14:36:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Teknologi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bung Hatta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=17428</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palanta Langgam &#8211; Kenagarian Kinari, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, menggandeng Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas (Unand) dan Fakultas Teknik Mesin, Universitas Bung Hatta (UBH), bangkit di segala bidang dan meraih kemajuan. Minggu (13/10), sebuah pertemuan dihelat di gedung pertemuan Kantor Walinagari Kinari. Hadir dalam pertemuan itu, rombongan dosen dari Fateta Unand dan Fakultas Teknik Mesin UBH. Sementara, dari Kinari, hadir tokoh dan pemuka masyarakat, serta warga Kinari yang berakvitas di beragam sektor. &#8220;Bilo lo lai, kok dak kini (kapan lagi? kalau tidak dari sekarang,&#8221; ujar Ivoni Munir, anggota DPRD Kabupaten Solok, yang berasal dari Kinari, saat membuka</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gandeng-fateta-unand-dan-fakultas-teknik-mesin-ubh-nagari-kinari-gemakan-kebangkitan-ekonomi/">Gandeng Fateta Unand dan Fakultas Teknik Mesin UBH, Nagari Kinari Gemakan Kebangkitan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><b>Palanta Langgam &#8211; </b>Kenagarian Kinari, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, menggandeng Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas (Unand) dan Fakultas Teknik Mesin, Universitas Bung Hatta (UBH), bangkit di segala bidang dan meraih kemajuan.</p>
<p class="p2">Minggu (13/10), sebuah pertemuan dihelat di gedung pertemuan Kantor Walinagari Kinari. Hadir dalam pertemuan itu, rombongan dosen dari Fateta Unand dan Fakultas Teknik Mesin UBH. Sementara, dari Kinari, hadir tokoh dan pemuka masyarakat, serta warga Kinari yang berakvitas di beragam sektor.</p>
<p class="p1">&#8220;Bilo lo lai, kok dak kini (kapan lagi? kalau tidak dari sekarang,&#8221; ujar Ivoni Munir, anggota DPRD Kabupaten Solok, yang berasal dari Kinari, saat membuka acara.</p>
<p class="p1">Menurutnya, membangun ekonomi kerakyatan di nagari Kinari mesti dijadikan cita-cita bersama.</p>
<p class="p1">&#8220;Kita kan sudah buat WA grup. Dibuat untuk berbagi pengalaman, ajang komunikasi, dan pengembangan ide-ide berwiraswasta untuk awak yang berminat punya usaha sendiri atau bersama.</p>
<p class="p1">Politik, sara, seks, sebaiknya tidak dibahas di sini,&#8221; terangnya.</p>
<p class="p1">&#8220;Ayoklah.. Teristimewa &#8220;milenials kinari&#8221;! Ekonomi awak maju, nagari awak makmur!,&#8221; ajaknya.</p>
<p class="p1">Sementara itu, perwakilan dari tim dosen dari dua universitas yang melakukan pengabdian, Wisdasaswita, mengatakan, sebagai kegiatan perdana  pegabdian kepada masyarakat Kinari, diharapkan, bisa membantu pengembangan berbagai usaha kecil dan menengah di bidang pangan dan produk rumah tangga.</p>
<p class="p1">Dia menyebutkan, dari kegiatan itu, dipetik kesimpulan, semua yang hadir dari segala elemen masyarakat menunjukkan tekat dan kemauan yang kuat untuk menumbuh kembangkan agroindustri berbasiskan kekuatan lokal, sehingga akan terpilih produk unggulan Nagari Kinari.</p>
<p class="p1">Seorang dosen Fateta Unand, Kurnia Harlina Dewi menambahkan, saat kunjungan ke lapangan serta interaksi dengan masyarakat, didapatkan jenis usaha berbasis pangan lokal yang potensial dikembangkan atau dijadikan komoditi unggulan.</p>
<p class="p1">Misalnya, sebut Kurnia, makanan tradisional <i>pangek pisang</i> yang hanya diproduksi dalam &#8220;baradaik&#8221;. Menurutnya, jika ini diproduksi secara industri, berpotensi menjadi produk komersil yang mampu menjngkatkan pendapatan masyarakat.</p>
<p class="p1">&#8220;Sesuai zamannya, maka penting membrandingnya bagaimana pangek pisang ini milenial dan kekinian,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="p1">Ia berpesan, agar masyarakat jangan selalu berpikir sebagai konsumen, melainkan bagaimana menjadi produsen. &#8220;Jan mambali juo, manjua lai (jangan kita hanya sebagai pembeli, tapi mulailah menjadi penjual. Kok indak kini, bilo lai. Kok indak awak, siapo lai. (Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau tidak kita, siapa lagi?),&#8221; ujarnya.</p>
<p class="p1">Dalam kesempatan ini, juga dibeberkan, rencana menindaklanjutinya pertemuan itu dengan melakukan MoU (Morandum of Understanding) antara LPPM Unand dengan pemerintah nagari Kinari, agar Kinari menjadi Desa Binaan Unand OVOP (<em>One Village One Profesor</em>). (Osh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gandeng-fateta-unand-dan-fakultas-teknik-mesin-ubh-nagari-kinari-gemakan-kebangkitan-ekonomi/">Gandeng Fateta Unand dan Fakultas Teknik Mesin UBH, Nagari Kinari Gemakan Kebangkitan Ekonomi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17428</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/79 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-30 08:15:07 by W3 Total Cache
-->