<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Fabriek Bloc Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/fabriek-bloc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/fabriek-bloc/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Feb 2022 04:48:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Fabriek Bloc Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/fabriek-bloc/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Wawancara Eksklusif dengan Edward Kusma: Pabrik Seng Legendaris Disulap Menjadi Pusat Kreatif Publik Terbesar di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/wawancara-eksklusif-dengan-edward-kusma-pabrik-seng-legendaris-disulap-menjadi-pusat-kreatif-publik-terbesar-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2022 03:12:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Fabriek Bloc]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kafe]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=146743</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Fabriek Bloc atau bisa pula disingkat FB (baca: efbi) merupakan lokasi pertama di pulau Sumatra sekaligus yang keempat setelah sebelumnya hadir M Bloc Space (Blok M), Pos Bloc Jakarta (Pasar Baru), dan JNM Bloc (Yogyakarta). Langgam.id &#8211; Generasi yang bertumbuh di dekade di bawah tahun 2000-an, tidak bisa menafikan pemandangan industrial di Jl Prof. Hamka, Tabing, ruas jalan menuju pusat Kota Padang dari arah Bukittinggi. Di irisan jalan yang sama, berdiri dua pabrik yang cukup besar yakni pabrikasi seng Polyguna Nusantara dan PT Asia Megah Biskuit yang memproduksi roti. Aroma</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wawancara-eksklusif-dengan-edward-kusma-pabrik-seng-legendaris-disulap-menjadi-pusat-kreatif-publik-terbesar-di-sumbar/">Wawancara Eksklusif dengan Edward Kusma: Pabrik Seng Legendaris Disulap Menjadi Pusat Kreatif Publik Terbesar di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Fabriek Bloc atau bisa pula disingkat FB (baca: efbi) merupakan lokasi pertama di pulau Sumatra sekaligus yang keempat setelah sebelumnya hadir M Bloc Space (Blok M), Pos Bloc Jakarta (Pasar Baru), dan JNM Bloc (Yogyakarta).</p>
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Generasi yang bertumbuh di dekade di bawah tahun 2000-an, tidak bisa menafikan pemandangan industrial di Jl Prof. Hamka, Tabing, ruas jalan menuju pusat Kota Padang dari arah Bukittinggi. Di irisan jalan yang sama, berdiri dua pabrik yang cukup besar yakni pabrikasi seng Polyguna Nusantara dan PT Asia Megah Biskuit yang memproduksi roti.</p>
<p>Aroma kota di kawasan Tabing begitu kentara, apalagi Bandara Tabing yang masih di area berdekatan, menjadi pintu gerbang Sumatra Barat saat itu.</p>
<p>Kini harus diakui, kemegahan Padang yang sudah terasa di kawasan Tabing itu, tak terasa lagi. Dua pabrik legendaris itu; yang menyedot banyak tenaga kerja, dan meluapkan budaya urban, kini sudah tutup. Begitu juga dengan Bandara Tabing yang tidak lagi beroperasi setelah selesainya pembangunan Bandara Internasional Minangkabau di Kataping, Padang Pariaman.</p>
<p>Polyguna Nusantara adalah nama besar dalam jajaran pabrik seng di luar Pulau Jawa. Berdiri tahun 1971 di KM 9,5 Padang, pabrik seng ini pernah mencetak rekor produksi hingga 100.000 lembar seng per hari.</p>
<p>Pada pertengahan 1997, pabrik seng ini dibeli Januardi Kusma, di bawah bendera Tropical Multi Co. Produksi seng tetap dipertahankan dan berjalan hingga tahun 2016.</p>
<p>Lima tahun terakhir, pabrik dengan luas area 1,1 Ha tidak lagi beroperasi. Persoalannya cukup rumit. Lantas, pertengahan bulan Januari 2022, pabrik seng legendaris itu kembali menyilaukan publik. Tapi kali ini bukan memproduksi tudung bangunan, melainkan ruang untuk bisa bisa dinikmati publik untuk beraktivitas dan berkreatifitas.</p>
<p>“Kota Padang dengan sejarahnya yang begitu panjang, merupakan salah satu kota terpenting di Indonesia. Sejak jaman dahulu sudah banyak seniman, pemikir, sastrawan dan juga negarawan yang berasal dari provinsi Sumatera Barat. Proyek renovasi bangunan ini merupakan amanah dari ayah saya sejak pabrik ini berhenti. Dia adalah seorang perantau yang lahir di kota Padang dan sudah menetap di Jakarta. Usia bangunan yang telah mencapai 50 tahun, maka pada hari ini saya ingin mengumumkan dimulainya proses renovasi dan juga program Tenant Hunt di Fabriek Bloc. Mudah-mudahan Fabriek Bloc dapat berkontribusi menjadi wadah kegiatan anak-anak muda yang positif demi kemajuan kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya,” tutur Direktur Fabriek Bloc sekaligus pemilik lahan, Edward Kusma, disela penanda peresmian pembangunan, Rabu (12/1/2022).</p>
<p>Fabriek Bloc atau bisa pula disingkat FB (baca: efbi) merupakan lokasi pertama di pulau Sumatra sekaligus yang keempat setelah sebelumnya hadir M Bloc Space (Blok M), Pos Bloc Jakarta (Pasar Baru), dan JNM Bloc (Yogyakarta).</p>
<p>FB merupakan proyek cipta ruang (<em>placemaking</em>) hasil kolaborasi antara PT Radar Ruang Riang dengan pihak swasta (PT Tropical Multi Co) yang kemudian melebur dalam PT Ruang Fabriek Kreatif dan menjadi bagian dari unit usaha M Bloc Group.</p>
<p>FB akan menjadi ruang kreatif publik bagi berbagai acara seni, budaya, hiburan, niaga, sekaligus lab inkubator talenta lokal, hingga pemberdayaan bisnis UKM/UMKM yang terkurasi.</p>
<p>Di dalam area FB ini nantinya akan terdapat berbagai tenant F&amp;B dan Non-F&amp;B dari UKM/UMKM, M Bloc Market (toko kelontong aneka produk UKM terkurasi), ruang pertunjukan (FB Live House) berkapasitas 700 orang, ruang pamer, hingga ampiteater untuk kegiatan berbagai komunitas kreatif.</p>
<p>“Kehadiran Fabriek Bloc di Padang memiliki misi yang kongkret; memperkuat ekosistem kekuatan kreatif lokal dengan para pemangku kepentingan yang akan saling memberdayakan. Kolaborasi adalah kunci. Pabrik boleh beralih fungsi namun mesin kreatif harus terus menyala dimana-mana,” jelas Handoko Hendroyono selaku Co-founder M Bloc Group.</p>
<p>Nah, sekaitan dengan penyulapan pabrik seng legendaris di Padang menjadi ruang kreatif public dengan nama Fabriek Bloc, maka saya mewawancarai khusus pewaris pabrik seng Tropical Multi Co sekaligus pendiri Fabriek Bloc, Edward Kusma, tempo hari. Berikut rangkuman wawancaranya:</p>
<p><strong>1. Bagaimana cerita mula berkolaborasi dengan M Bloc?</strong></p>
<p>Sebetulnya saya sudah kenal dengan M Bloc 2 tahun lalu, dari sebelum pandemi. Sebenarnya, sebelumnya itu, kita sempat mengobrol juga. Ada bioskop mau masuk. Segala macam (lah). Kena (terimbas) pandemi, jadi bisnis bioskop bubar semua deh. Belum waktunya. Selama pandemi, kita kenal M Bloc, sebenarnya kita tak pernah pikir M Bloc ke Padang, gak pernah mimpi M Bloc ke Padang, karena banyak kota yang bagus. Karena awalnya cuma mengobrol-ngobrol saja. Dan justru lebih kepada minta saran, bagamana cara mengelola tempat (pabrik seng) ini, ingin seperti M Bloc. Belajar ke mereka. Sampai satu titik, M Bloc mau main ke Padang lihat kondisi. Yah udah mereka ke Padang beberapa bulan lalu. Kita ngobrol-ngobrol. Mereka juga mengecek komunitas. Sebelum masuk mereka cek, komunitasnya gimana, marketnya gimana. Ternyata sambutannya luar biasa. Mungkin MBloc banyak pergi ke kota Indonesia, Padang salah satu respons dari marketnya luar biasa.</p>
<p><strong>2. Apakah komunitas kuncinya?</strong></p>
<p>Iya. Karena M Bloc utamanya bikin ruang komunitas.</p>
<p><strong>3. Kesepakatan dengan MBloc?</strong></p>
<p>Mereka akan mengelola tempat ini. Kita bikin perusahaan bersama dengan mereka. PT Ruang Fabriek Kreatif namanya. CEO-nya Pak Handoko. Saya sebagai Direksi.</p>
<p><strong>4. Ini PT baru berdiri kah? Berapa digelontorkan untuk Fabriek Bloc ini? </strong></p>
<p>Gak usah ngomong angka lah…</p>
<p><strong>5. Target beroperasi?</strong></p>
<p>Akan dimulai segera, satu dua minggu ke depan pembangunan. Terus nanti sebagian akan dibuka bulan April. Sebagian bertahap lagi.</p>
<p><strong>6. Oh ya, ini kan dulunya pabrik seng legendaris. Bagaimana sejarah pabrik seng itu?</strong></p>
<p>Sebelumnya pabrik seng PT Polyguna, terus dibeli keluarga kita. Kalau gak salah dibeli bapak (Januardi Kusma) dari bank sebelum krismon (krisis moneter) sekitar tahun 1997. Ada kredit macet. Dibeli keluarga kita dan dikembangkan lagi. Saya sendiri generasi kedua.</p>
<p><strong>7. Apakah Anda memang berasal dari Padang. Artinya investasi di kampung sendiri?</strong></p>
<p>Pas kecil tinggal di Pondok, tapi kemudian pindah ke Jakarta. Kuliah di UI. Mungkin kesempatan bisnis saja (tertarik investasi). Kadang bisnis, kadang tidak bisa pilih. Ada kesempatan di sana. Karena Bisnisnya menyangkut besi juga di Jakarta.</p>
<p><strong>8. Kapan berhenti beroperasi?</strong></p>
<p>5 tahun lalu berhenti operasi.</p>
<p><strong>9. Penyebabnya?</strong></p>
<p>Saingan makin banyak. Dulu mungkin di Sumatra ada beberapa pabrik. Tapi seiring waktu, Di Jakarta dan di Jawa, banyak pabrik dan lebih besar, canggih. Lebih efesien. Ini mesinnya tahun 1970an. Mungkin listriknya boros. Terus sempat ada seng impor juga dari luar negeri. Sehingga harganya tidak kompetteif untuk produksi di Padang.</p>
<p><strong>10. Kenapa tidak tertarik menghidupkan kembali pabrik seng?</strong></p>
<p>Saingan sekarang berat. Pabrik kita 1 Ha, sementara di Jakarta lebih luas lagi, kisaran 10-15 Ha. Sangat beratlah untuk bersaing. Padang bukan pelabuhan utama untuk besi. Sehingga barang ke Jakarta dulu, setelah itu baru dikirim ke Padang. Jadinya kurang kompetitif.</p>
<p><strong>11. Apa yang menarik dari Fabriek Bloc?</strong></p>
<p>Fabriek Bloc Adalah prototipe untuk konversi pabrik dari M Bloc. Karena biasanya M Bloc yang sudah lakukan konversi gudang tua, rumah, museum, kantor pos. Untuk pabrik, ini pertama. Nantinya di Fabriek Bloc ini ada M Bloc Market, life art, berbagai macam event. Persis seperti di <strong><a href="https://www.youtube.com/watch?v=-kFfR5CSpIQ">video</a></strong>.</p>
<p><strong>12. Secara pasar, Padang kuat gak?</strong></p>
<p>Sebenarnya, saya justru melihatnya terbalik. Setiap kota saya lihat ada potensi beda. Potensi lokal. Restoran bagus bermuncul di Padang. Di Jambi juga. Di tahap awal, secara <em>visible</em> (terlihat) bisnis tidak menarik lagi. Tapi di generasi kedua, ketiga, yang tumbuh besar di Jakarta atau luar negeri, mereka diminta pulang, mereka bawa gaya hidup baru di Jakarta atau hidup di luar negeri, ke kota masing-masing. Sehingga muncul kafe-kafe, restoran baru, Di Padang pun sudah tumbuh. Di Padang juga berjejar resto, Secara market, hotel di Padang cukup banyak, penuh lagi. Maksud saya, ada proyek hotel, hal yang cukup berani. Secara investasi besar dari apa yang kita lakukan. Yang Kita lakukan cukup <em>safe</em> (aman), karena menggunakan gedung lama, lalu kita renovasi bangunan. Yang sulit menjalankan programnya. Saya sendiri mungkin bisa, tanpa M Bloc bisa. Tapi tapi untuk ramainya, M Bloc bisa setahun, saya mungkin 5 tahun. Karena M Bloc scara program, jaringan, mereka sangat dikenal. Boleh disebut sangat dipandang dalam industri ini. Karena kaitannya erat dengan musik dan hiburan.</p>
<p><strong>13. Alur untuk bergabung?</strong></p>
<p>Kita bisa lihat di IG? Tenant hunt.</p>
<p>Semua bisa daftar. Tapi nanti dikurasi. Mana konsep cocok, desain cocok. Penggiat seperti apa profilnya. Karena buka toko sekarang beda zaman dulu. Buka toko sekarang, orang punya toko harus aktif berkegiatan (seperti aktif berkomunitas). Temanya banyak. Kalau konvensional berat deh..</p>
<p><strong>14. Apakah UMKM disediakan lapak?</strong></p>
<p>UMKM bisa diakomodir di M Bloc Market. Mereka bisa masukkan barang. Tapi produknya menarik. Intinya dikurasi lah.</p>
<p><strong>15. Operasionanya seperti apa?</strong></p>
<p>Masih nanti. Pasti hari biasa dan <em>weekend</em> jamnya beda-beda.</p>
<p><strong>16. Harapan?</strong></p>
<p>Harapan Fabriek Bloc tempat kumpul yang baru untuk semua anak muda melakukan kegiatan positif. Karena zaman sekarang, kita bingung yah. Kalau tidak ada tempat hiburan, cari tempat hiburan aneh. Kalau aktivitas banyak, akan muncul kreatifitas. Muncul komunitas musik, komunitas <em>skate</em> berkembang, komunitas desain produk. Diharapkan jadi inkubator lah.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/pabrik-seng-seluas-11-ha-di-padang-bakal-disulap-jadi-ruang-kreatif/">Pabrik Seng Seluas 1,1 Ha di Padang Bakal Disulap Jadi Ruang Kreatif</a></strong></p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wawancara-eksklusif-dengan-edward-kusma-pabrik-seng-legendaris-disulap-menjadi-pusat-kreatif-publik-terbesar-di-sumbar/">Wawancara Eksklusif dengan Edward Kusma: Pabrik Seng Legendaris Disulap Menjadi Pusat Kreatif Publik Terbesar di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pabrik Seng Seluas 1,1 Ha di Padang Bakal Disulap Jadi Ruang Kreatif</title>
		<link>https://langgam.id/pabrik-seng-seluas-11-ha-di-padang-bakal-disulap-jadi-ruang-kreatif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2022 15:20:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Fabriek Bloc]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144904</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Bekas pabrik seng legendaris, Polyguna Nusantara, di Jl Prof. Hamka KM 9,5, Kota Padang, bakal disulap menjadi ruang kreatif publik tahun ini juga. Nantinya, di bekas pabrik yang memiliki total luas area lebih dari 1,1 hektare, akan berdiri Fabriek Bloc, sebuah ruang kreatif publik terbaru persembahan M Bloc Group (PT Radar Ruang Riang). .Polyguna Nusantara yang telah berdiri sejak 1971 dan memproduksi beragam jenis seng untuk mensuplai kebutuhan atap jutaan rumah maupun gedung di Sumatera Barat dan Pekanbaru. Pada masa jayanya pabrik seng ini pernah mencetak rekor produksi hingga 100.000 lembar seng per hari. Pada pertengahan 1997, pabrik</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pabrik-seng-seluas-11-ha-di-padang-bakal-disulap-jadi-ruang-kreatif/">Pabrik Seng Seluas 1,1 Ha di Padang Bakal Disulap Jadi Ruang Kreatif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Bekas pabrik seng legendaris, Polyguna Nusantara, di Jl Prof. Hamka KM 9,5, Kota Padang, bakal disulap menjadi ruang kreatif publik tahun ini juga.</p>
<p>Nantinya, di bekas pabrik yang memiliki total luas area lebih dari 1,1 hektare, akan berdiri Fabriek Bloc, sebuah ruang kreatif publik terbaru persembahan M Bloc Group (PT Radar Ruang Riang).</p>
<p>.Polyguna Nusantara yang telah berdiri sejak 1971 dan memproduksi beragam jenis seng untuk mensuplai kebutuhan atap jutaan rumah maupun gedung di Sumatera Barat dan Pekanbaru.</p>
<p>Pada masa jayanya pabrik seng ini pernah mencetak rekor produksi hingga 100.000 lembar seng per hari. Pada pertengahan 1997, pabrik seng ini beralih kepemilikannya kepada Tropical Multi Co. yang meneruskan proses produksi hingga tahun 2016.</p>
<p>“Kota Padang dengan sejarahnya yang begitu panjang, merupakan salah satu kota terpenting di Indonesia. Sejak jaman dahulu sudah banyak seniman, pemikir, sastrawan dan juga negarawan yang berasal dari provinsi Sumatera Barat. Proyek renovasi bangunan ini merupakan amanah dari ayah saya sejak pabrik ini berhenti. Dia adalah seorang perantau yang lahir di kota Padang dan sudah menetap di Jakarta. Usia bangunan yang telah mencapai 50 tahun, maka pada hari ini saya ingin mengumumkan dimulainya proses renovasi dan juga program Tenant Hunt di Fabriek Bloc. Mudah-mudahan Fabriek Bloc dapat berkontribusi menjadi wadah kegiatan anak-anak muda yang positif demi kemajuan kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya,” tutur Direktur Fabriek Bloc sekaligus pemilik lahan, Edward Kusma, disela penanda peresmian pembangunan, Rabu (12/1/2022).</p>
<p>Fabriek Bloc atau bisa pula disingkat FB (baca: efbi) merupakan lokasi pertama di pulau Sumatera sekaligus yang keempat setelah sebelumnya hadir M Bloc Space (Blok M), Pos Bloc Jakarta (Pasar Baru), dan JNM Bloc (Yogyakarta).</p>
<p>Turut hadir dalam acara jumpa pers di antaranya Walikota Padang, Hendri Septa, Direktur Fabriek Bloc, Edward Kusma, Co-founder M Bloc Group, Handoko Hendroyono, Menteri PPN/Kepala Bappenas 2014-2015 Andrinof A. Chaniago, beserta segenap dewan direksi, jajaran pemerintahan kota hingga berbagai komunitas kreatif di kota Padang dan sekitarnya.</p>
<p>FB merupakan proyek cipta ruang (placemaking) hasil kolaborasi antara PT Radar Ruang Riang dengan pihak swasta (PT Tropical Multi Co) yang kemudian melebur dalam PT Ruang Fabriek Kreatif dan menjadi bagian dari unit usaha M Bloc Group.</p>
<p>FB akan menjadi ruang kreatif publik bagi berbagai acara seni, budaya, hiburan, niaga, sekaligus lab inkubator talenta lokal, hingga pemberdayaan bisnis UKM/UMKM yang terkurasi.</p>
<p>Di dalam area FB ini nantinya akan terdapat berbagai tenant F&amp;B dan Non-F&amp;B dari UKM/UMKM, M Bloc Market (toko kelontong aneka produk UKM terkurasi), ruang pertunjukan (FB Live House) berkapasitas 700 orang, ruang pamer, hingga ampiteater untuk kegiatan berbagai komunitas kreatif.</p>
<p>“Kehadiran Fabriek Bloc di Padang memiliki misi yang kongkret; memperkuat ekosistem kekuatan kreatif lokal dengan para pemangku kepentingan yang akan saling memberdayakan. Kolaborasi adalah kunci. Pabrik boleh beralih fungsi namun mesin kreatif harus terus menyala dimana-mana,” jelas Handoko Hendroyono selaku Co-founder M Bloc Group.</p>
<p>Pengembangan Fabriek Bloc akan dilakukan secara bertahap nantinya. Tahap Pertama yang terdiri dari ampiteater, gerai tenant, M Bloc Market rencananya akan diresmikan sekitar April 2022.</p>
<p>sementara Tahap Kedua direncanakan pada pertengahan 2022 yang terdiri dari ruang pertunjukan dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.</p>
<p>Fabriek Bloc Tenant Hunt: Ajang Inkubasi Bisnis UKM/UMKM Keren dan Terkurasi</p>
<p>Sebelum dibuka untuk umum pada April mendatang, Fabriek Bloc (FB) selama sebulan ke depan bakal menggelar ajang FB Tenant Hunt yang berperan menjaring para WNI, wirausahawan, pelaku ekonomi kreatif, UKM/UMKM di Sumatera Barat dengan prospek bisnis terbaik masing-masing untuk menjadi bagian dari gerakan kultural-ekonomi di FB nantinya.</p>
<p>Tujuan utama dari Fabriek Bloc Tenant Hunt di antaranya mendukung usaha/produk lokal, mengembangkan bisnis UKM/UMKM secara terukur, memperkuat penyangga ekonomi lokal, serta mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.</p>
<p>Pada pembukaan Fase Pertamanya, manajemen FB telah mengalokasikan 30 unit tenant berkategori F&amp;B dan Non-F&amp;B untuk diikutsertakan pada ajang FB Tenant Hunt ini. Kategori F&amp;B terdiri dari cafe, restoran, bistro hingga kedai kopi.</p>
<p>Sementara Non-F&amp;B di antaranya tenant buku, hobi, game, musik, seni, fesyen dan gaya hidup, kriya, cinderamata, hingga kesehatan dan kecantikan.</p>
<p>DNA bisnis dari Fabriek Bloc nanti bakal serupa dengan M Bloc Space, Pos Bloc Jakarta maupun JNM Bloc yaitu memberdayakan usaha dan jenama lokal (local brands), penerapan sistem bagi hasil (revenue sharing), dan melakukan transaksi non-tunai (cashless).</p>
<p>Proses pendaftaran FB Tenant Hunt telah dibuka mulai hari ini (Rabu, 12 Januari 2022) hingga 12Februari mendatang. Para calon tenant yang tertarik untuk bergabung diwajibkan untuk mengirimkan proposal bisnis mereka melalui alamat surel fabriekpadang@gmail.com dan tanpa dikenakan biaya apapun (gratis).</p>
<p>Isi proposal bisnis para calon tenant wajib menyertakan di dalamnya deskripsi usaha, produk dan layanan, menu dan harga, profil perusahaan, profil pemilik usaha, kontak, rencana pemasaran, konsep desain interior, rencana keuangan dan target penjualan lima tahun, foto/video dokumentasi bisnis hingga rencana legalitas usaha.</p>
<p>Setelah mengirimkan proposal bisnis, pasca penutupan program Tenant Hunt, Tim Kurator Tenant Fabriek Bloc akan mulai bekerja melakukan proses seleksi sekaligus kurasi atas seluruh proposal bisnis yang masuk dari para calon tenant.</p>
<p>Bakal ada dua tahap seleksi nantinya. Jika calon tenant dinyatakan lolos seleksi di Tahap Pertama, maka pada saat seleksi di Tahap Kedua para finalis calon tenant akan diminta melakukan presentasi proposal bisnis mereka masing-masing di hadapan Komite Kurator Tenant, baik melalui daring maupun tatap muka secara langsung.</p>
<p>Proses penentuan tenant terpilih nantinya akan dilakukan secara demokratis melalui mekanisme persidangan Komite Kurator Tenant Hunt yang berdasarkan pada penilaian masing-masing atas proposal bisnis yang telah dipelajari.</p>
<p>Komite Kurator Tenant Hunt di antaranya terdiri dari Edward Kusma, Handoko Hendroyono, Jimmy Saputro, Jacob Gatot Sura, Mario Sugianto, Wendi Putranto, Ardy Siji, hingga Lance Mengong.</p>
<p>Pengumuman para tenant terpilih dari program Tenant Hunt ini rencananya akan dilakukan secara terbuka via jejaring media sosial Fabriek Bloc pada hari Senin, 28 Februari 2022.</p>
<p>Setelah terpilih nantinya para tenant tersebut akan melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Ruang Fabriek Kreatif untuk kurun waktu tertentu dan selanjutnya mulai melakukan proses persiapan menuju pembukaan tenant pada April 2022.</p>
<p>Kolaborasi ini tentunya tidak berhenti sampai di sana. Karena setelah dibuka nantinya proses inkubasi bisnis akan terus dijalankan dan dievaluasi bersama.</p>
<p>Proses pembinaan bagi tenant, UKM dan atau pengembangan produk baru akan dilakukan bersama manajemen Fabriek Bloc selaku inkubator bisnis dalam hal penyediaan sarana dan prasarana usaha, pengembangan usaha, jejaring bisnis, dan dukungan manajemen serta teknologi.</p>
<p>M Bloc GroupM Bloc Group (PT Radar Ruang Riang) merupakan perusahaan induk yang berdiri di Jakarta Selatan sejak 2019 dan bergerak di bidang cipta ruang kreatif, retail, kuliner, hingga kreasi konten.</p>
<p>Visi utamanya menciptakan Jalur Sutra Kreatif yang menghubungkan antar sirkuit di Indonesia Barat dengan Indonesia Timur hingga ke Mancanegara.</p>
<p>Para pendirinya berlatar belakang lintas bidang industri kreatif: Handoko Hendroyono (periklanan), Lance Mengong (film), Glenn Fredly (musik), Wendi Putranto (media), Jacob Gato Sura (arsitektur), Mario Sugianto (bisnis dan keuangan).</p>
<p>Pasca wafatnya Glenn Fredly pada April 2020, dua sosok pelaku ekonomi kreatif ikut bergabung memperkuat M Bloc Group mulai Oktober 2020 yaitu Jimmy Saputro (event organizer) dan Ardy Siji (promotor musik dan clothing line).</p>
<p>Hingga saat iniM Bloc Space, Pos Bloc Jakarta, JNM Bloc, Fabriek Bloc, M Bloc Market, Foya Restaurant, Twalen Spirit &amp; Restaurant, Bloc Burger, Coldheart BEC, Canggu Bakehouse, hingga Republik Rendang merupakan unit usaha yang dimiliki oleh M Bloc Group hasil kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari level UKM/UMKM, BUMN maupun perusahaan swasta.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pabrik-seng-seluas-11-ha-di-padang-bakal-disulap-jadi-ruang-kreatif/">Pabrik Seng Seluas 1,1 Ha di Padang Bakal Disulap Jadi Ruang Kreatif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144904</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/48 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-04 08:57:55 by W3 Total Cache
-->