<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Evakuasi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/evakuasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/evakuasi/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Oct 2021 16:40:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Evakuasi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/evakuasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Empat Orang yang Terjebak di Sungai Lumin Padang Berhasil Dievakuasi</title>
		<link>https://langgam.id/empat-orang-yang-terjebak-di-sungai-lumin-padang-berhasil-dievakuasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Afdal Afrianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2021 16:34:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=136226</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Empat warga yang dilaporkan terjebak arus sungai deras saat hendak kembali dari ladangnya pada Sabtu (30/10/2021) sore, berhasil diselamatkan petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang atau Search and Rescue (SAR). Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi, mengatakan proses evakuasi berjalan dengan lancar, dibantu oleh kepolisian, BPBD Padang, dan masyarakat setempat. &#8220;Korban berjumlah 4 orang, dan ini satu keluarga. Kronologisnya satu keluarga ini pergi keladang yang berada di seberang sungai daerah Lubuk Minturun. Saat sampai diseberang sungai, debit air sungai naik, dan arus semakin deras. Korban berhasil dievakuasi dengan selamat,&#8221;ungkapnya saat dihubungi langgam.id, Sabtu (30/10/2021). Sebelumnya, Empat warga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/empat-orang-yang-terjebak-di-sungai-lumin-padang-berhasil-dievakuasi/">Empat Orang yang Terjebak di Sungai Lumin Padang Berhasil Dievakuasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Empat warga yang dilaporkan terjebak arus sungai deras saat hendak kembali dari ladangnya pada Sabtu (30/10/2021) sore, berhasil diselamatkan petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang atau Search and Rescue (SAR).</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi, mengatakan proses evakuasi berjalan dengan lancar, dibantu oleh kepolisian, BPBD Padang, dan masyarakat setempat.</p>
<p>&#8220;Korban berjumlah 4 orang, dan ini satu keluarga. Kronologisnya satu keluarga ini<br />
pergi keladang yang berada di seberang sungai daerah Lubuk Minturun. Saat sampai diseberang sungai, debit air sungai naik, dan arus semakin deras. Korban berhasil dievakuasi dengan selamat,&#8221;ungkapnya saat dihubungi <em>langgam.id</em>, Sabtu (30/10/2021).</p>
<p>Sebelumnya, Empat warga dilaporkan terjebak arus sungai deras saat hendak kembali dari ladangnya pada Sabtu (30/10/2021) sore.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/empat-orang-yang-terjebak-di-sungai-lumin-padang-berhasil-dievakuasi/">Empat Orang yang Terjebak di Sungai Lumin Padang Berhasil Dievakuasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136226</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terjebak Badai di Gunung Marapi, Keponakan Wagub Riau Dievakuasi Bersama 3 Rekannya</title>
		<link>https://langgam.id/terjebak-badai-di-gunung-marapi-keponakan-wagub-riau-dievakuasi-bersama-3-rekannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2019 01:50:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaki Gunung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=16945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Empat pendaki terpaksa dievakuasi karena terjebak badai di Gunung Marapi yang terletak di kawasan administrasi Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Hingga Minggu (20/10/2019) pagi, para korban masih dalam perjalanan untuk turun dari puncak gunung. Para korban masing-masing di antaranya bernama Aditya Bayu Nugraha (22), Fajri Setiawan (22), Rahmat Taufik (22), dan Muhammad Satri (22). Mereka merupakan mahasiswa asal Pekanbaru, Riau yang mendaki Marapi sejak Sabtu (19/10/2019) sore. Informasinya, satu di antara mahasiswa atas nama Muhammad Satri merupakan keponakan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution. Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) diketahui telah berhasil menemukan para korban dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/terjebak-badai-di-gunung-marapi-keponakan-wagub-riau-dievakuasi-bersama-3-rekannya/">Terjebak Badai di Gunung Marapi, Keponakan Wagub Riau Dievakuasi Bersama 3 Rekannya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Empat pendaki terpaksa dievakuasi karena terjebak badai di Gunung Marapi yang terletak di kawasan administrasi Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Hingga Minggu (20/10/2019) pagi, para korban masih dalam perjalanan untuk turun dari puncak gunung.</p>
<p>Para korban masing-masing di antaranya bernama Aditya Bayu Nugraha (22), Fajri Setiawan (22), Rahmat Taufik (22), dan Muhammad Satri (22). Mereka merupakan mahasiswa asal Pekanbaru, Riau yang mendaki Marapi sejak Sabtu (19/10/2019) sore.</p>
<p>Informasinya, satu di antara mahasiswa atas nama Muhammad Satri merupakan keponakan Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution. Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) diketahui telah berhasil menemukan para korban dan kini dalam perjalanan.</p>
<p>&#8220;Kabarnya memang iya (keponakan Wakil Gubernur Riau). Atas nama Muhammad Satri,&#8221; ujar Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra dihubungi <strong>langgam.id</strong>, Minggu (20/10/2019) pagi.</p>
<p>Ia mengungkapkan, informasi adanya pendaki yang terjebak badai di gunung setinggi 2.981 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu didapat laporan sejak tadi malam. Selanjutnya, 12 personel dikerahkan untuk mengevakuasi para korban.</p>
<p>&#8220;Mereka minta tolong diturunkan. Kami sudah berangkat tadi malam. Sekarang tim sudah menemukan empat pendaki ini, tidak ada cidera, sehat semua, walaupun mengalami kedinginan. Empat pendaki tidak sampai hipotermia,&#8221; katanya.</p>
<p>Tim Basarnas yang telah menemukan empat pendaki, langsung memberikan pertolongan agar suhu badan mereka. Secara keseluruhan, kondisi pendaki tersebut telah stabil dan turun dengan dibimbing petugas tanpa ditandu.</p>
<p>&#8220;Menuju turun ke bawah bersama tim sekarang. Pendaki ini enggak ditandu, jalan sendiri karena kondisi semua alhamdulilah sehat. Terkait berapa lama sebelumnya terjebak badai kami kurang tahu juga, yang jelas pendaki ini melapor sekitar pukul 21.00 WIB,&#8221; pungkasnya. <strong>(Irwanda/</strong>HM<strong>)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/terjebak-badai-di-gunung-marapi-keponakan-wagub-riau-dievakuasi-bersama-3-rekannya/">Terjebak Badai di Gunung Marapi, Keponakan Wagub Riau Dievakuasi Bersama 3 Rekannya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">16945</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pendaki Terjatuh di Gunung Marapi</title>
		<link>https://langgam.id/pendaki-terjatuh-di-gunung-marapi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2019 03:09:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Marapi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaki Gunung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2216</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seorang pendaki asal Pekanbaru dilaporkan terjatuh di Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar pada Minggu (10/2/2019). Pendaki yang diketahui bernama Ari (27) terjatuh di kawasan batu cadas. Korban terhempas pada bagian pinggang sehingga membuatnya tidak bisa berjalan. Korban juga mengalami luka robek pada bagian tumit. Saat ini petugas masih melakukan evakuasi terhadap korban dengan menggunakan tandu. Petugas gabungan terdiri dari SAR, BRT, dan PMI. Kepala Pos SAR Limapuluh Kota, Robi&#160;Sahputra mengatakan pada Minggu (10/2/2019) tim SAR Lima Puluh Kota menerima informasi dari rekan korban atas nama Abrar. Kemudian tim menuju lokasi sekitar jam 12:00 WIB, dan menemukan korban</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pendaki-terjatuh-di-gunung-marapi/">Pendaki Terjatuh di Gunung Marapi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Seorang pendaki asal Pekanbaru dilaporkan terjatuh di Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar pada Minggu (10/2/2019).</p>



<p>Pendaki yang diketahui bernama Ari (27) terjatuh di kawasan batu cadas. Korban terhempas pada bagian pinggang sehingga membuatnya tidak bisa berjalan. Korban juga mengalami luka robek pada bagian tumit. </p>



<p>Saat ini petugas masih melakukan evakuasi terhadap korban dengan menggunakan tandu. Petugas gabungan terdiri dari SAR, BRT, dan PMI.</p>



<p>Kepala Pos SAR Limapuluh Kota, Robi&nbsp;Sahputra mengatakan pada Minggu (10/2/2019) tim SAR Lima Puluh Kota menerima informasi dari rekan korban atas nama Abrar. Kemudian tim menuju lokasi sekitar jam 12:00 WIB, dan menemukan korban sekitar pukul 19:00 WIB malam.</p>



<p>Sampai saat ini petugas masih melakukan evakuasi terhadap korban, &#8220;Mungkin petugas akan sampai di bawah siang nanti,&#8221; katanya saat dihubungi dari Padang, Senin (11/2/2019).</p>



<p>Sedangkan kendala saat evakuasi yaitu cuaca yang hujan dan komunikasi hilang timbul antar petugas.</p>



<p>Selain evakuasi terhadap korban Ari, petugas juga menemukan satu orang korban hipotermia, dan dua orang kesurupan di kawasan Pesanggarahan Gunung Marapi. Ketiganya sudah di evakuasi oleh petugas sejak Minggu (10/2/109) dan telah sampai di puskesmas setempat. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pendaki-terjatuh-di-gunung-marapi/">Pendaki Terjatuh di Gunung Marapi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2216</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Agar Kita Tak Panik Saat Gempa Itu Tiba</title>
		<link>https://langgam.id/agar-kita-tak-panik-saat-gempa-itu-tiba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2019 01:09:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Simulasi Bencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2182</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Setelah bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah dan kemudian tsunami di Selat Sunda pada Desember 2018 lalu, gerakan mitigasi kembali bergema di Sumatra Barat (Sumbar). Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, sempat intens dilakukan Sumbar pascatsunami Aceh yang terjadi di akhir 2004. Namun, seiring waktu, upaya tersebut makin kurang bergema. Awal tahun 2019 ini, dua kali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumpulkan bupati dan wali kota di Gubernuran Sumbar. Dua kali pula Pakar Gempa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman Natawidjaja hadir mengingatkan kembali tentang potensi gempa di segmen Megathrust Mentawai. Danny bukan orang baru</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/agar-kita-tak-panik-saat-gempa-itu-tiba/">Agar Kita Tak Panik Saat Gempa Itu Tiba</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Setelah bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah dan kemudian tsunami di Selat Sunda pada Desember 2018 lalu, gerakan mitigasi kembali bergema di Sumatra Barat (Sumbar).</p>



<p>Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, sempat intens dilakukan Sumbar pascatsunami Aceh yang terjadi di akhir 2004. Namun, seiring waktu, upaya tersebut makin kurang bergema.</p>



<p>Awal tahun 2019 ini, dua kali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumpulkan bupati dan wali kota di Gubernuran Sumbar. Dua kali pula Pakar Gempa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman Natawidjaja hadir mengingatkan kembali tentang potensi gempa di segmen Megathrust Mentawai.</p>



<p>Danny bukan orang baru dalam penelitian gempa di Sumbar. Ia sudah meneliti gerakan lempeng di bawah Mentawai sejak 20 tahun lalu. Jauh sebelum tsunami Aceh, Danny telah mengingatkan tentang potensi Megathrust tersebut.</p>



<p>Penelitian Danny dan beberapa ahli gempa lainnya, mestinya membuat daerah ini lebih siap untuk menghadapi bencana. </p>



<p>Namun, saat menghadiri rapat koordinasi mitigasi dan penanganan bencana gempa dan tsunami di Auditorium Gubernuran Sumbar, Padang pada Kamis (24/1/2019), Danny menyatakan khawatir kesiapsiagaan itu belum tercipta.</p>



<p>Secara ilmiah, menurut Danny, tidak ada lagi yang baru dari penelitian kegempaan di Sumbar. Ia sudah lama melakukan penelitian. Berbagai peta gempa dan tsunami juga sudah dibuat sekitar sepuluh tahun lalu.</p>



<p>“Hal yang paling penting dari potensi ancaman bencana tersebut adalah kesiapsiagaan masyarakat Sumbar dalam menghadapinya,” ujar dia. </p>



<p>Ia mengingatkan tentang suasana saat Sumbar terkena gempa pada 2007 dan 2009. Ada kepanikan, kemacetan yang luar biasa di jalur evakuasi.</p>



<p>Beberapa warga yang ditemui Langgam.id mengakui kepanikan saat gempa tiba. Selain belajar untuk lebih siap siaga, warga juga meminta pemerintah untuk meningkatkan perhatian pada mitigasi bencana.</p>



<p>Fitri, warga Ulak Karang, Padang berharap agar pemerintah mengadakan simulasi gempa dan tsunami secara rutin. Dengan adanya simulasi membuat dirinya lebih siap jika ada gempa besar datang.</p>



<p>Berdasarkan pengalamannya pada gempa di Padang tahun 2009 ia mengaku sangat panik. Saat itu dia dan keluarganya langsung lari ke tempat yang lebih tinggi arah timur kota Padang yang termasuk zona aman tsunami.</p>



<p>Mengenai ancaman gempa Megathrust Mentawai ia berharap agar itu tidak terjadi.</p>



<p>“Saya takut kalau itu terjadi, mudah-mudahan jangan sampai terjadi,” kata Fitri.</p>



<p>Warga Padang lainnya, Meri Norita berharap agar pemerintah terus memberikan informasi yang mendidik masyarakat soal kebencanaan. <br>
Selain itu ia juga ingin pemerintah dapat menyediakan shelter-shelter yang sesuai standar agar ada tempat untuk menyelamatkan diri saat ada tsunami.</p>



<p>Mengenai ancamam gempa Megathrust Meri mengaku tetap waspada. “Katanya pasti ada, tapi kita tidak tahu kapan itu terjadi, kita harus tetap waspada,” katanya saat melihat simulasi di SD 32 Al Azhar Padang pada Sabtu (9/2/2019).</p>



<p>Berdasarkan pengalamannya pada gempa 2009 ia mengaku tidak siap dan panik. Ia juga mendukung adanya simulasi yang dibuat pemerintah sehingga ke depan tidak lagi panik saat menghadapi bencana.</p>



<p>“Pengalaman waktu gempa 2009 saya sangat panik, sehingga saya bersama keluarga langsung pergi ke bypass, saya juga lagi hamil waktu itu, ditambah lagi waktu itu ada isu tsunami,” kata Meri.</p>



<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Edi Hasymi mengatakan akan meningkatkan program mitigasi bencana di Padang.</p>



<p>Ia mengaku masih banyak warga yang belum memahami mitigasi bencana dengan baik. BPBD, menurutnya, ingin mendorong masyarakat lebih pro aktif terhadap isu-isu bencana alam, seperti mencari informasi terkait gempa dan tsunami. </p>



<p>Kepedulian masyarakat juga harus ditingkatkan dengan cara menghadiri simulasi dan sosialisasi yang diadakan oleh BPBD.</p>



<p>Menurutnya, sejauh ini BPBD telah melakukan berbagai usaha seperti menyebarkan informasi lewat media, memasang rambu di berbagai tempat, mengadakan sosialisasi kebencanaan dan simulasi gempa dan tsunami di tengah masyarakat.</p>



<p>“Seperti simulasi hari ini merupakan usaha kita dalam mengedukasi warga agar waspada terhadap potensi bencana alam dan tidak panik saat bencana datang”, jelas Edi.</p>



<p>Ke depan BPBD berencana mengembangkan simulasi lebih luas lagi. Target selanjutnya adalah simulasi di pasar-pasar, mall, dan di hotel.</p>



<p>“Kita belum pernah mengadakan simulasi di pasar, rencana tahun ini akan kita coba dan kita juga sudah mulai mengkomunikasikannya dengan dinas pasar,” ujar Edi.</p>



<p>Selain itu, ia mengharapkan warga harus mampu evakuasi secara mandiri ketika bencana datang.</p>



<p>Saat terjadi gempa besar, menurutnya, tidak disarankan masyarakat berlindung di bawah meja jika dalam bangunan, namun segera keluar. </p>



<p>Bagi yang berada di luar diharapkan segera menjauhi bangunan. Gempa besar ditandai goncangan yang menyulitkan berdiri dan terjadi lebih dari 20 detik.</p>



<p>Saat setelah terjadi gempa masyarakat harus segera menjauhi garis pantai.</p>



<p>“Masyarakat jangan menunggu ada informasi dulu dari pemerintah, namun segera melakukan evakuasi secara mandiri. Kalau menunggu bisa saja tsunami segera datang,” kata Edi.</p>



<p>Selain itu ia juga mengingatkan bagi masyarakat agar melakukan evakuasi ke arah yang lebih dekat tidak membawa kendaraan. Hal tersebut dalam rangka mencegah terjadinya kemacetan di jalur evakuasi.</p>



<p>Menurut Edi, zona tsunami memiliki jarak yang bervariasi di Kota Padang. Mulai dari 2 kilometer dari pantai di dekat pantai Padang, hinga 4 kilometer arah utara kota Padang, seperti daerah Tabing dan Lubuk Buaya. Untuk daerah sekitar pantai Padang jangkauan tsunami lebih pendek karena banyak gedung-gedung yang akan menghalangi.</p>



<p>Dari data BPBD ada 58 gedung yang dapat dijadikan shelter, mulai dari gedung pemerintahan, kantor swasta, dan hotel yang merupakan hasil koordinasi dengan berbagai instansi dan pihak swasta. </p>



<p>Kemudian ditambah dengan tiga shelter resmi milik pemerintah sehingga ada 61 unit. Masyarakat juga dapat memanfaatkan shelter alami seperti Gunung Pangilun.</p>



<p>Menurutnya, jumlah tersebut memang belum ideal untuk menampung sekitar 500 ribu jumlah penduduk yang ada di sekitar zona merah. Dalam perencanaannya jumlah ideal shelter di kota Padang yaitu 117 unit. Namun, hal tersebut memiliki kendala seperti lahan dan dana pembangunan shelter.</p>



<p>Selain itu BPBD juga mengimbau bagi masyarakat yang mampu, ketika membangun gedung agar bisa juga dijadikan shelter, sehingga bisa menjadi tempat evakuasi bagi orang sekitarnya atau mimimal keluarga sendiri.</p>



<p>Menurut Edi, saat terjadi bencana, masyarakat yang memiliki kesempatan lebih besar untuk evakuasi menjauhi pantai maka disarankan untuk melakukannya, sehingga tidak selalu bergantung dengan shelter.</p>



<p>BPBD juga telah memasang rambu-rambu di jalan sebagai petunjuk arah evakuasi.</p>



<p>Selain itu bagi masyarakat di sekitar Tabing, pihak BPBD juga telah berkoordinasi dengan pihak TNI AU di Lanud Sutan Syahrir mengenai jalur evakuasi. &#8220;Pihak TNI AU akan membuka pagar sebagai jalur evakuasi jika bencana datang,&#8221; katanya</p>



<p>Edi juga mengingatkan agar setiap keluarga memiliki perencanaan evakuasi.</p>



<p>“Setiap keluarga disarankan memiliki rencana evakuasi, misalnya membuat kesepakatan kalau terjadi gempa akan berkumpul di mana dan akan evakuasi ke mana, serta juga memiliki plan B nya,” katanya.</p>



<p>Ia berharap perencanaan evakuasi keluarga menjadi budaya di masyarakat yang berada di daerah bencana. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/agar-kita-tak-panik-saat-gempa-itu-tiba/">Agar Kita Tak Panik Saat Gempa Itu Tiba</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2182</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Serentak, BPBD Gencarkan Kembali Simulasi Gempa dan Tsunami di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/serentak-bpbd-gencarkan-kembali-simulasi-gempa-dan-tsunami-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2019 12:06:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Simulasi Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengadakan simulasi serentak menghadapi gempa dan tsunami di Kota Padang pada Sabtu (9/2/2019). Kepala BPBD Kota Padang Edi Hasymi mengatakan simulasi diadakan bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan organisasi non pemerintah (NGO) yang ada di Padang. Menurutnya, simulasi tersebut untuk mitigasi, menyiapkan masyarakat menghadapi bencana, terutama anak sekolah. Karena, anak adalah kelompok yang rentan terkena dampak bencana. &#8220;Kita tidak tahu kapan bencana datang. Karena itu, kita harus tetap bersiap. Apalagi daerah kita merupakan daerah bencana,&#8221; katanya. Dengan adanya simulasi ia berharap masyarakat selalu siap siaga menghadapi bencana dan tidak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/serentak-bpbd-gencarkan-kembali-simulasi-gempa-dan-tsunami-di-padang/">Serentak, BPBD Gencarkan Kembali Simulasi Gempa dan Tsunami di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengadakan simulasi serentak menghadapi gempa dan tsunami di Kota Padang pada Sabtu (9/2/2019).</p>



<p>Kepala BPBD Kota Padang Edi Hasymi mengatakan simulasi diadakan bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan organisasi non pemerintah (NGO)  yang ada di Padang. </p>



<p>Menurutnya, simulasi tersebut untuk mitigasi, menyiapkan masyarakat menghadapi bencana, terutama anak sekolah. Karena, anak adalah kelompok yang rentan terkena dampak bencana.</p>



<p>&#8220;Kita tidak tahu kapan bencana datang. Karena itu, kita harus tetap bersiap. Apalagi daerah kita merupakan daerah bencana,&#8221; katanya.</p>



<p>Dengan adanya simulasi ia berharap masyarakat selalu siap siaga menghadapi bencana dan tidak lagi panik. Masyarakat harus bisa melakukan evakuasi secara mandiri saat bencana datang.</p>



<p>Menurut Edi, selain di kota Padang juga diadakan simulasi serentak di daerah lain di Sumatra Barat. Semua tersebar di 22 titik yang ada di Kota Padang dan Pariaman serta Kabupaten Agam dan Kepulauan Mentawai.</p>



<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Padang Hendry menjelaskan, simulasi di Padang diadakan di Shelter Ulak Karang Utara, Shelter SMA 1 Padang, dan Shelter Balai Koperasi. </p>



<p>Selain itu juga ada simulasi secara mandiri oleh Sekolah Dasar 32 Al Azhar Padang. </p>



<p>Selain simulasi sebelumnya pada Jumat (8/2/2019) juga telah diadakan sosialisasi kebencanaan di 14 tempat di empat kelurahan di Kota Padang.</p>



<p>Menurut Hendry ke depan juga akan diadakan simulasi di beberapa kawasan lainnya di Kota Padang. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/serentak-bpbd-gencarkan-kembali-simulasi-gempa-dan-tsunami-di-padang/">Serentak, BPBD Gencarkan Kembali Simulasi Gempa dan Tsunami di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2159</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 23/887 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 1/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-28 02:05:49 by W3 Total Cache
-->