<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Dinkes Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/dinkes-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/dinkes-sumbar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Oct 2022 13:02:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Dinkes Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/dinkes-sumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Polda dan Dinkes Sumbar Imbau Apotek Tak Jual Lagi Obat Sirop</title>
		<link>https://langgam.id/polda-dan-dinkes-sumbar-imbau-apotek-tak-jual-lagi-obat-sirop/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2022 13:02:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Sirop]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=163806</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepolisian Daerah (Polda) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) mengimbau agar apotek-apotek yang ada di daerah itu tidak menjual lagi obat sirop untuk anak-anak. Imbaun itu merupakan tindak lanjut Surat Kementrian Kesehatan Nomor SR.01.05/11/3461/2022 tanggal 18 Oktober 2022, tentang Kewajiban Penyidikan Epidemiolog dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Proggresive Acute Kidney Injury) pada anak. Obat sirop yang dilarang diperjualkan, di antaranya obat sirop paracetamol dengan merek Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup yang mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG). Bahkan, jajaran Ditrektorat Reserse</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polda-dan-dinkes-sumbar-imbau-apotek-tak-jual-lagi-obat-sirop/">Polda dan Dinkes Sumbar Imbau Apotek Tak Jual Lagi Obat Sirop</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kepolisian Daerah (Polda) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) mengimbau agar apotek-apotek yang ada di daerah itu tidak menjual lagi obat sirop untuk anak-anak.</p>
<p>Imbaun itu merupakan tindak lanjut Surat Kementrian Kesehatan Nomor SR.01.05/11/3461/2022 tanggal 18 Oktober 2022, tentang Kewajiban Penyidikan Epidemiolog dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Proggresive Acute Kidney Injury) pada anak.</p>
<p>Obat sirop yang dilarang diperjualkan, di antaranya obat sirop paracetamol dengan merek Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup, dan Magrip N Cold Syrup yang mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG).</p>
<p>Bahkan, jajaran Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar melalui Subdit 1–Indagsi bersama dengan Dinas Kesehatan juga telah melakukan pengecekan dan mengimbau apotek yang ada di Kota Padang untuk tidak menjual obat itu lagi, Jumat (21/10/2022).</p>
<p>Sementara itu, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengatakan, kegiatan pengecekan dan imbauan itu merupakan tindaklanjut dari Surat Kemenkes RI tentang larangan menjual obat sirop untuk anak-anak.</p>
<p>“Surat ini juga berkaitan dengan imbauan untuk sementara tidak meresepkan/menggunakan obat-obatan dalam bentuk cair atau sirop,” ujar Dwi dikutip dari Tribratanews.</p>
<p>Selain itu, kata Dwi, surat tersebut berisikan imbauan kepada seluruh sarana pelayanan kesehatan (Apotek, Toko Obat, dan Pedagang Besar Farmasi) untuk sementara tidak menjual obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk sirop kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman secara resmi dari pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/kasus-gangguan-ginjal-apotek-diinstruksikan-setop-jual-obat-sirop/">Kasus Gangguan Ginjal, Apotek Diinstruksikan Setop Jual Obat Sirop</a></strong></p>
<p>“Jajaran Ditreskrimsus Polda Sumbar dan Dinas Kesehatan akan terus mengecek dan sekaligus memberikan imbauan kepada apotek untuk tidak menjual obat sirop untuk anak-anak tersebut,” katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polda-dan-dinkes-sumbar-imbau-apotek-tak-jual-lagi-obat-sirop/">Polda dan Dinkes Sumbar Imbau Apotek Tak Jual Lagi Obat Sirop</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163806</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Sumbar Catat 22 Kasus Anak Gagal Ginjal Akut Misterius, 12 Meninggal Dunia</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-sumbar-catat-22-kasus-anak-gagal-ginjal-akut-misterius-12-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2022 03:14:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Ginjal Akut]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=163740</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan mencacat terdapat 22 kasus anak mengalami gangguan ginjal akut misterius di Sumatra Barat (Sumbar). Data sementara, 12 anak yang terjangkit dilaporkan meninggal dunia. &#8220;Seperti dilaporkan jumlah sudah 22 kasus, 20 di RSUP M Djamil dan dua lagi di luar RSUP M Djamil (Mentawai dan RSUD Rasyidin),&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Lila Yanwar saat jumpa pers di Padang, Kamis (20/10/2022). Lila menyebutkan, saat ini terdapat empat anak yang masih dalam perawatan. Sementara untuk selebihnya anak yang terjangkit sudah sembuh, namun masih dalam pengawasan. &#8220;Sisanya ada yang sembuh dengan gangguan ginjalnya dan ada gejala sisa. Selain</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-sumbar-catat-22-kasus-anak-gagal-ginjal-akut-misterius-12-meninggal-dunia/">Dinkes Sumbar Catat 22 Kasus Anak Gagal Ginjal Akut Misterius, 12 Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Kesehatan mencacat terdapat 22 kasus anak mengalami gangguan ginjal akut misterius di Sumatra Barat (Sumbar). Data sementara, 12 anak yang terjangkit dilaporkan meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Seperti dilaporkan jumlah sudah 22 kasus, 20 di RSUP M Djamil dan dua lagi di luar RSUP M Djamil (Mentawai dan RSUD Rasyidin),&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Lila Yanwar saat jumpa pers di Padang, Kamis (20/10/2022).</p>
<p>Lila menyebutkan, saat ini terdapat empat anak yang masih dalam perawatan. Sementara untuk selebihnya anak yang terjangkit sudah sembuh, namun masih dalam pengawasan.</p>
<p>&#8220;Sisanya ada yang sembuh dengan gangguan ginjalnya dan ada gejala sisa. Selain itu masih ada yang dirawat,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, Dinas Kesehatan Sumbar telah mengambil langkah cepat dengan meningkatkan kasus. Pertama dengan melakukan penyelidikan epidemiologi.</p>
<p>&#8220;Kami melakukan surveilans ke keluarga anak yang mengalami gangguan untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi, kira-kira ada faktor lain,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Penyelidikan epidemiologi ini, kata Lila, untuk mencari tahu penyebab apakah ada faktor terkait konsumsi obat, makan atau lingkungan.</p>
<p>&#8220;Apakah keluarganya pernah kena Covid-19. Kami akan terus melakukan penyelidikan epidemiologi sesuai dengan tugas kami,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/kasus-gangguan-ginjal-apotek-diinstruksikan-setop-jual-obat-sirop/">Kasus Gangguan Ginjal, Apotek Diinstruksikan Setop Jual Obat Sirop</a></strong></p>
<p>&#8220;Nanti data ini akan kompilasi dengan data yang dianalisa tim RSUP M Djamil Padang supaya kemungkinan nanti menjadi bahan edukasi kita kepada masyarakat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-sumbar-catat-22-kasus-anak-gagal-ginjal-akut-misterius-12-meninggal-dunia/">Dinkes Sumbar Catat 22 Kasus Anak Gagal Ginjal Akut Misterius, 12 Meninggal Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163740</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Campak Naik di Sumbar, Masyarakat Diimbau Ikut Imunisasi</title>
		<link>https://langgam.id/kasus-campak-naik-di-sumbar-masyarakat-diimbau-ikut-imunisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2022 06:41:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Campak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=160081</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mencatat ada kenaikan kasus penyakit campak di Sumbar. Masyarakat diimbau untuk ikut imunisasi mencegah terkena penyakit ini. Kepala Dinkes Sumbar dr. Lila Yanwar mengatakan, pihaknya mencatat ada sekitar 514 kasus campak di Sumbar. Kasusnya cukup tinggi naiknya di Sumbar. &#8220;Peningkatan kasus campak ini sudah terjadi sejak akhir tahun lalu, kasusnya ada di semua daerah,&#8221; ujarnya, Kamis (4/8/2022). Kasus campak ini terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Sumbar. Daerah dengan jumlah kasus campak paling banyak adalah Kota Padang, yakni mencapai 162 kasus. Sementara untuk penyebabnya karena banyak yang belum imunisasi. Lila mengakui,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-campak-naik-di-sumbar-masyarakat-diimbau-ikut-imunisasi/">Kasus Campak Naik di Sumbar, Masyarakat Diimbau Ikut Imunisasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mencatat ada kenaikan kasus penyakit campak di Sumbar. Masyarakat diimbau untuk ikut imunisasi mencegah terkena penyakit ini.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dinkes Sumbar dr. Lila Yanwar mengatakan, pihaknya mencatat ada sekitar 514 kasus campak di Sumbar. Kasusnya cukup tinggi naiknya di Sumbar.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Peningkatan kasus campak ini sudah terjadi sejak akhir tahun lalu, kasusnya ada di semua daerah,&#8221; ujarnya, Kamis (4/8/2022).</p>
<p dir="ltr">Kasus campak ini terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Sumbar. Daerah dengan jumlah kasus campak paling banyak adalah Kota Padang, yakni mencapai 162 kasus. Sementara untuk penyebabnya karena banyak yang belum imunisasi.</p>
<p dir="ltr">Lila mengakui, pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir berdampak terhadap pelaksanaan imunisasi di Sumbar. Sebab ada aturan yang melarang masyarakat berkumpul.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Posyandu banyak yang tidak aktif. Sementara, anak-anak itu imunisasi banyak di Posyandu. Jadi, sangat mempengaruhi karena Posyandu banyak yang tidak aktif,&#8221;katanya.</p>
<p dir="ltr">Oleh karena itu, pihaknya pun terus menggencarkan imunisasi di tengah masyarakat. Pemerintah juga telah menetapkan bulan ini sebagai bulan imunisasi anak nasional.</p>
<p dir="ltr">Dinkes akan terus tingkatkan cakupan imunisasi. Pihaknya juga sudah banyak bertemu atau berkoordinasi dengan lintas sektor terkait. Kemudian ia juga memperbanyak membuka Posyandu, dan lebih sering dibuka.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kader-kader juga kita imbau agar yang punya anak balita yang belum lengkap imunisasi, agar segera imunisasi,&#8221; kata Lila mengantisipasi penyakit campak.</p>
<p dir="ltr">Pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan imunisasi. Kalau imun baik tentu akan dilawannya campak tersebut sehingga tidak bisa berkembang.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/data-dinkes-101-anak-di-kota-padang-positif-campak-tahun-ini/">Data Dinkes: 101 Anak di Kota Padang Positif Campak Tahun Ini</a></strong></p>
<p dir="ltr">&#8220;Campak ini membelah diri dengan memperbanyak sel-sel, jadi kita harus meningkatkan imunisasi, kita imbau kabupaten kota juga organisasi masyarakat untuk mengimbau agar ajak orangtuanya yang punya balita ikut imunisasi,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-campak-naik-di-sumbar-masyarakat-diimbau-ikut-imunisasi/">Kasus Campak Naik di Sumbar, Masyarakat Diimbau Ikut Imunisasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160081</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sikapi Temuan Hepatitis di Sumbar, RSUP M Djamil Jadi Rujukan Pasien Gejala Berat</title>
		<link>https://langgam.id/sikapi-temuan-hepatitis-di-sumbar-rsup-m-djamil-jadi-rujukan-pasien-gejala-berat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2022 05:47:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155448</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Sikapi Temuan Hepatitis di Sumbar, RSUP M Djamil Jadi Rujukan Pasien Gejala Berat Langgam.id &#8211; Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr M Djamil Padang jadi rujukan bagi pasien yang diduga memiliki gejala hepatitis misterius, atau hepatitis unknown etiology. Rujukan ini khusus untuk pasien yang terkena gejala berat. Kepala Bidang Pelayanan RSUP dr M Djamil Padang dr. Bestari mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menangani anak-anak yang diduga hepatitis unknown etiology. Pihaknya meningkatkan kewaspadaan sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) karena saat sudah ada temuan 12 negara. &#8220;Kalau tidak cepat, ada yang mengaitkan dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sikapi-temuan-hepatitis-di-sumbar-rsup-m-djamil-jadi-rujukan-pasien-gejala-berat/">Sikapi Temuan Hepatitis di Sumbar, RSUP M Djamil Jadi Rujukan Pasien Gejala Berat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Sikapi Temuan Hepatitis di Sumbar, RSUP M Djamil Jadi Rujukan Pasien Gejala Berat</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr M Djamil Padang jadi rujukan bagi pasien yang diduga memiliki gejala hepatitis misterius, atau hepatitis unknown etiology. Rujukan ini khusus untuk pasien yang terkena gejala berat.</p>
<p>Kepala Bidang Pelayanan RSUP dr M Djamil Padang dr. Bestari mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menangani anak-anak yang diduga hepatitis unknown etiology. Pihaknya meningkatkan kewaspadaan sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) karena saat sudah ada temuan 12 negara.</p>
<p>&#8220;Kalau tidak cepat, ada yang mengaitkan dengan Covid-19. Biasalah. Padahal  hepatitis dengan tes A, B, C, dan D dia negatif, dia konsep baru sehingga dianggap emergency, dan fatality-nya tinggi,&#8221; katanya di Dinkes Sumbar, Selasa (10/5/2022).</p>
<p>Menurut dia, rumah sakit diminta oleh Kemenkes segera membuat laporan jika menemukan pasien yang memiliki gejala serupa. Persiapan penting dilakukan karena tidak tahu bagaimana kedepannya. Bisa jadi bulan ini dengan bulan besok kondisinya beda seperti saat Covid-19.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah RSUP dr M Djamil sebagai rumah sakit rujukan, sekarang ada ruang isolasi, ada delapan tempat tidur yang kosong,&#8221; katanya.</p>
<p>Kemudian ruangan ICU yang standar juga sudah disiapkan jika ditemukan kasus yang perlu segera ditangani. Selanjutnya, yang paling penting, tim penanganan khusus hepatitis unknown etiology, seperti dokter anak, dokter patologi anak, dan lainnya.</p>
<p>&#8220;Seluruh dokter anak sebenarnya berkompetensi mendeteksi hepatitis ini. Nanti kepala dinas dapat mengeluarkan SK untuk tim ahli biar komunikasinya intens,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, setiap Puskesmas di Sumbar juga diminta punya akses cepat ke rumah sakit di daerah supaya cepat penanganan. Nanti di rumah sakit daerah ada screening, untuk menentukan apakah berat atau ringan.</p>
<p>Dia juga meminta masyarakat agar melakukan penanganan terlebih dahulu di rumah sakit daerah masing-masing. Khusus di RSUP dr M Djamil yang bergejala berat saja. Jangan semuanya dibawa ke RSUP dr M Djamil, karena malah jadi tidak teratasi nantinya.</p>
<p>&#8220;Mohon yang ke M Djamil yang berat saja, jangan kayak Covid-19 kemaren. Semakin dirujuk ke dr M Djamil semakin tidak teratasi dengan baik karena menumpuk, penyakit ini bisa diatasi di rumah sakit biasa,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar dr Lila Yanwar mengatakan, RSUP dr M Djamil Padang ditunjuk khusus bagi yang gejalanya berat. Persiapan juga sudah dilakukan dan sejumlah ahli juga ada di sana.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/dinkes-temuan-hepatitis-misterius-di-sumbar-biasanya-menyerang-anak-0-16-tahun/">Dinkes: Temuan Hepatitis Misterius di Sumbar Biasanya Menyerang Anak 0-16 Tahun</a></strong></p>
<p>&#8220;Sementara kita menetapkan RSUP dr M Djamil kalau kasusnya berat, karena ahlinya di sana cukup sebagai rumah sakit rujukan, persiapan sudah dilakukan,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sikapi-temuan-hepatitis-di-sumbar-rsup-m-djamil-jadi-rujukan-pasien-gejala-berat/">Sikapi Temuan Hepatitis di Sumbar, RSUP M Djamil Jadi Rujukan Pasien Gejala Berat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155448</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes: Temuan Hepatitis Misterius di Sumbar Biasanya Menyerang Anak 0-16 Tahun</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-temuan-hepatitis-misterius-di-sumbar-biasanya-menyerang-anak-0-16-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2022 03:22:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Dinkes: Temuan Hepatitis Misterius di Sumbar Biasanya Menyerang Anak 0-16 Tahun Langgam.id &#8211; Temuan kasus kematian seorang bayi akibat penyakit misterius mirip gejala hepatitis di Sumbar biasanya menyerang anak berumur 0 hingga 16 tahun. &#8220;Gejalanya mirip hepatitis tetapi cenderung lebih berat dan bersifat akut. Biasanya menyerang anak berumur 0 hingga 16 tahun, itu gambaran yang didapat sampai saat ini,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) dr. Lila Yanwar saat memberikan keterangan di Kantor Dinkes Sumbar, Selasa (10/5/2022). Lila Yanwar mengatakan, penyakit misterius yang dialami bayi berumur 1 bulan 29 hari asal</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-temuan-hepatitis-misterius-di-sumbar-biasanya-menyerang-anak-0-16-tahun/">Dinkes: Temuan Hepatitis Misterius di Sumbar Biasanya Menyerang Anak 0-16 Tahun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Dinkes: Temuan Hepatitis Misterius di Sumbar Biasanya Menyerang Anak 0-16 Tahun</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Temuan kasus kematian seorang bayi akibat penyakit misterius mirip gejala hepatitis di Sumbar biasanya menyerang anak berumur 0 hingga 16 tahun.</p>
<p>&#8220;Gejalanya mirip hepatitis tetapi cenderung lebih berat dan bersifat akut. Biasanya menyerang anak berumur 0 hingga 16 tahun, itu gambaran yang didapat sampai saat ini,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) dr. Lila Yanwar saat memberikan keterangan di Kantor Dinkes Sumbar, Selasa (10/5/2022).</p>
<p>Lila Yanwar mengatakan, penyakit misterius yang dialami bayi berumur 1 bulan 29 hari asal Kabupaten Solok itu diberi nama hepatitis unknown etiology. Penamaan itu karena hingga saat ini penyebabnya belum diketahui.</p>
<p>Penamaan hepatitis unknown etiology karena gejalanya tidak cocok dengan hepatitis yang sudah ada selama ini. Baik hepatitis A, B, C, dan D. Harus ada pemeriksaan khusus dan bertahap.</p>
<p>Sejauh ini telah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit di Sumbar. Kemudian ada juga pemeriksaan di laboratorium FK UI dan RS Sulianti Soeroso di Jakarta. Di situ ada tim ahli yang meneliti.</p>
<p>Dinkes Sumbar meminta masyarakat mewaspadai gejala hepatitis unknown etiology. Bagi yang terkena gejala hepatitis diminta segera melapor ke rumah sakit di daerah masing-masing.</p>
<p>&#8220;Tindakan kita di Sumatra Barat adalah meningkatkan kewaspadaan melalui, sistem screening dan pelaporan yang sistematis dari Puskesmas hingg ke rumah sakit, terhimpun dalam aplikasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Kemudian, menunjuk rumah sakit khusus untuk penyakit yang berat. Sementara ini ditunjuk RSUP dr M Djamil Padang bagi yang gejalanya berat. Persiapan juga sudah dilakukan dan sejumlah ahli juga ada di sana.</p>
<p>Lila juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya hepatitis unknown etiology itu. Terutama, lanjutnya, menjaga prilaku hidup sehat agar terhindar dari penyakit ini.</p>
<p>&#8220;Perilaku hidup sehat, di antaranya sebelum makan cuci tangan. Apa yang masuk ke mulut dicuci dulu, karena sumber penyakit itu berasal dari kuman yang masuk ke mulut, lalu pencernaan,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/dinkes-sumbar-minta-temuan-hepatitis-misterius-tidak-dikaitkan-dengan-vaksin-covid-19/">Dinkes Sumbar Minta Temuan Hepatitis Misterius Tidak Dikaitkan dengan Vaksin Covid-19</a></strong></p>
<p>Sebelumnya diketahui, ditemukan seorang pasien yang meninggal merupakan bayi berumur 1 bulan 29 hari. Dia meninggal dunia diduga karena penyakit mirip hepatitis karena belum diketahui pasti apa penyebabnya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-temuan-hepatitis-misterius-di-sumbar-biasanya-menyerang-anak-0-16-tahun/">Dinkes: Temuan Hepatitis Misterius di Sumbar Biasanya Menyerang Anak 0-16 Tahun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155443</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Sumbar Minta Temuan Hepatitis Misterius Tidak Dikaitkan dengan Vaksin Covid-19</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-sumbar-minta-temuan-hepatitis-misterius-tidak-dikaitkan-dengan-vaksin-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2022 02:46:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian Bayi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155441</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Dinkes Sumbar Minta Temuan Hepatitis Misterius Tidak Dikaitkan dengan Vaksin Covid-19 Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) mengingatkan agar tidak mengaitkan temuan unknown hepatitis dengan vaksin Covid-19. Hal ini menanggapi adanya masyarakat yang menghubungkan hepatitis dengan vaksin. Kepala Dinkes Sumbar dr Lila Yanwar mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak berasumsi sembarangan terkait hubungan vaksin dengan hepatitis unknown etiology. Saat ini masih dilakukan penelitian yang mendalam terkait penyakit misterius ini. &#8220;Sekarang ini di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih dilakukan penelitian, dengan WHO juga, jadi jangan berstatemen yang menimbulkan polemik aneh-aneh. Ini tidak bisa dikaitkan dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-sumbar-minta-temuan-hepatitis-misterius-tidak-dikaitkan-dengan-vaksin-covid-19/">Dinkes Sumbar Minta Temuan Hepatitis Misterius Tidak Dikaitkan dengan Vaksin Covid-19</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Dinkes Sumbar Minta Temuan Hepatitis Misterius Tidak Dikaitkan dengan Vaksin Covid-19</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) mengingatkan agar tidak mengaitkan temuan unknown hepatitis dengan vaksin Covid-19. Hal ini menanggapi adanya masyarakat yang menghubungkan hepatitis dengan vaksin.</p>
<p>Kepala Dinkes Sumbar dr Lila Yanwar mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak berasumsi sembarangan terkait hubungan vaksin dengan hepatitis unknown etiology. Saat ini masih dilakukan penelitian yang mendalam terkait penyakit misterius ini.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih dilakukan penelitian, dengan WHO juga, jadi jangan berstatemen yang menimbulkan polemik aneh-aneh. Ini tidak bisa dikaitkan dengan vaksin,&#8221; katanya saat jumpa pers di Kantor Dinkes Sumbar, Selasa (10/5/2022).</p>
<p>Dia mengajak masyarakat menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang. Sementara untuk status vaksin kasus di Sumbar sendiri, dirinya tidak mau mengatakan. Sebab menurut dia ini bisa dikait-kaitkan oleh masyarakat nantinya.</p>
<p>&#8220;Nanti dibikin kesimpulan-kesimpulan lagi, jadi kami belum bisa menjelaskan lebih jauh soal ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Finny Fitry Yani mengatakan, terlalu dini menyimpulkan bahwa hepatitis unknown etiology berkaitan dengan vaksin. Sampai saat ini saja penyebabnya belum diketahui.</p>
<p>&#8220;Bagaimana perjalanan penyakitnya juga belum jelas, lalu kita mengaitkan dengan vaksin, sebaiknya kita jangan berasumsi,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut dia, saat ini para ahli juga lagi kebingungan untuk memastikan hepatitis ini. Tentu aneh jika sudah banyak yang berasumsi sembarangan.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-sumbar-minta-temuan-hepatitis-misterius-tidak-dikaitkan-dengan-vaksin-covid-19/">Dinkes Sumbar Minta Temuan Hepatitis Misterius Tidak Dikaitkan dengan Vaksin Covid-19</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155441</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Misterius, Dinkes Sumbar Temukan Kasus Kematian Mirip Hepatitis</title>
		<link>https://langgam.id/penyakit-misterius-dinkes-sumbar-temukan-kasus-kematian-mirip-hepatitis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 May 2022 04:34:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155384</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Penyakit Misterius, Dinkes Sumbar Temukan Kasus Kematian Mirip Hepatitis Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) menemukan kasus kematian seorang bayi akibat penyakit misterius yang mirip gejala hepatitis. Penyakit itu kemudian disebut dengan hepatitis unknown etiology. Kepala Dinkes Sumbar dr. Lila Yanwar menjelaskan, pasien yang meninggal merupakan bayi berumur 1 bulan 29 hari. Dia meninggal dunia diduga karena penyakit mirip hepatitis. Namun, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti kematian. &#8220;Dia gejalanya seperti hepatitis A, tetapi tidak cocok pemeriksaan laboratoriumnya dengan hepatitis A. Sehingga kita sebut dengan hepatitis unknown etiology,&#8221; katanya di Kantor Gubernur</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penyakit-misterius-dinkes-sumbar-temukan-kasus-kematian-mirip-hepatitis/">Penyakit Misterius, Dinkes Sumbar Temukan Kasus Kematian Mirip Hepatitis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Penyakit Misterius, Dinkes Sumbar Temukan Kasus Kematian Mirip Hepatitis</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) menemukan kasus kematian seorang bayi akibat penyakit misterius yang mirip gejala hepatitis. Penyakit itu kemudian disebut dengan hepatitis unknown etiology.</p>
<p>Kepala Dinkes Sumbar dr. Lila Yanwar menjelaskan, pasien yang meninggal merupakan bayi berumur 1 bulan 29 hari. Dia meninggal dunia diduga karena penyakit mirip hepatitis. Namun, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti kematian.</p>
<p>&#8220;Dia gejalanya seperti hepatitis A, tetapi tidak cocok pemeriksaan laboratoriumnya dengan hepatitis A. Sehingga kita sebut dengan hepatitis unknown etiology,&#8221; katanya di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (9/5/2022).</p>
<p>Balita tersebut meninggal dunia pada 2 Mei 2022 lalu setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Hermina, Padang. Dia merupakan pasien dari daerah Kabupaten Solok.</p>
<p>Pasien merupakan rujukan dari Puskesmas, kemudian sempat dirawat di rumah sakit Solok. Lalu meninggal di Rumah Sakit Hermina Padang.</p>
<p>Gejala hepatitis yang dialami bayi tersebut yaitu penyakit kuning, demam, gangguan pencernaan, dan diare. Gejala berakhir dengan pendarahan saluran cerna, lalu terkena gangguan kegagalan hati yang terjadi dalam waktu yang cepat.</p>
<p>“Baru satu ini ditemukan, tapi ini kasus suspek, ya. Baru diduga. Ada pemeriksaan lain yang harus dilakukan, tapi anaknya keburu meninggal. Dan pemeriksaan itu baru kita dapat dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa hari lalu,” katanya.</p>
<p>Selanjutnya, pihaknya telah melakukan penelusuran status kesehatan anak tersebut mulai dari riwayat perjalanan, kondisi rumah, dan sebagainya. Data tersebut sudah diperoleh Dinkes Sumbar.</p>
<p>Pihaknya juga bakal bertemu dengan dinas kesehatan se Sumbar untuk membahas hal ini. Nantinya akan dibahas diantaranya bagaimana teknis melaporkan jika ditemukan kasus ini. Hal ini sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan.</p>
<p><strong>Baca juga: </strong><a href="https://langgam.id/berhenti-mengangkat-kaki-bayi-saat-mengganti-popok-ini-bahayanya/">Berhenti Mengangkat Kaki Bayi Saat Mengganti Popok, Ini Bahayanya</a></p>
<p>&#8220;Kami memberikan warning kepada teman-teman direktur rumah sakit, dan juga kepala dinas kesehatan kabupaten/kota. Jika ada gejala seperti itu untuk segera melaporkan,” katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penyakit-misterius-dinkes-sumbar-temukan-kasus-kematian-mirip-hepatitis/">Penyakit Misterius, Dinkes Sumbar Temukan Kasus Kematian Mirip Hepatitis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155384</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belum Capai Target, Vaksinasi di Sumbar Baru 67 Persen Jelang Tahun Baru</title>
		<link>https://langgam.id/belum-capai-target-vaksinasi-di-sumbar-baru-67-persen-jelang-tahun-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lisa Septri Melina]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2021 06:17:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=143287</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id-Capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) masih berada di angka sekitar 67 persen hingga, Kamis (30/12/2021). Jumlah tersebut masih kurang dari target 70 persen saat tahun 2021 berakhir. Sementara sekitar dua hari lagi akan memasuki tahun baru 2022. Menanggapi target waktu yang semakin dekat, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, pihaknya akan terus melalukan vaksinasi gratis hinggga capaian terus meningkat. &#8220;Kita masih terus melakukan upaya-upaya peningkatan. Vakisinasi gratis akan terus dilakukan hingga batas akhir kemampuan kita&#8221;, katanya di Padang, Kamis (30/12/2021). Dia menyebut jika terus bekerja dan optimis hari ini hingga besok Jumat (31/12/2021). Vaksinasi akan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/belum-capai-target-vaksinasi-di-sumbar-baru-67-persen-jelang-tahun-baru/">Belum Capai Target, Vaksinasi di Sumbar Baru 67 Persen Jelang Tahun Baru</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id-</strong>Capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) masih berada di angka sekitar 67 persen hingga, Kamis (30/12/2021). Jumlah tersebut masih kurang dari target 70 persen saat tahun 2021 berakhir.</p>
<p dir="ltr">Sementara sekitar dua hari lagi akan memasuki tahun baru 2022. Menanggapi target waktu yang semakin dekat, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, pihaknya akan terus melalukan vaksinasi gratis hinggga capaian terus meningkat.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita masih terus melakukan upaya-upaya peningkatan. Vakisinasi gratis akan terus dilakukan hingga batas akhir kemampuan kita&#8221;, katanya di Padang, Kamis (30/12/2021).</p>
<p dir="ltr">Dia menyebut jika terus bekerja dan optimis hari ini hingga besok Jumat (31/12/2021). Vaksinasi akan dibantu semua pihak dan akan mencapai angka diatas 67 persen pada akhir 31 Desember 2021. Pihaknya akan berupaya bekerja penuh semangat hingga target tercapai.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tentu ada yang pesimis dengan kondisi kekinian, tetapi kita akan terus bekerja semangat dan optimis, dengan begitu capaian vaksinasi mampu mencapai angka berapa nantinya,&#8221; tutur dia.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, ada juga yang menyebut data kependudukan Sumbar berbeda dari real di lapangan. Sebab ada kemungkinan warga perantau yang memakai KTP dan NIK Sumbar tetapi dia tidak lagi di Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Untuk menjawab kemungkinan data kependudukan vaksinasi masyarakat tersebut, pihaknya sedang melakukan evaluasi. Sebab penduduk Sumbar banyak yang merantau ke daerah lain.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kalau datanya ada tapi orangnya di rantau bagaimana caranya bisa divaksin? Evaluasi sedang kami lakukan untuk menjawab tudingan masyarakat itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Pihaknya akan pastikan data penduduk Sumbar yang real dan memang berdomisili di Sumbar, sehingga nantinya ada semacam bukti atas kinerja. Bisa saja dengan jumlah penduduk yang ada sekarang sebenarnya sudah tercapai, tetapi menurut data nasional belum tercapai.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/belum-capai-target-vaksinasi-di-sumbar-baru-67-persen-jelang-tahun-baru/">Belum Capai Target, Vaksinasi di Sumbar Baru 67 Persen Jelang Tahun Baru</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">143287</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Sumbar Musnahkan Puluhan Ribu Obat Kedaluwarsa</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-sumbar-musnahkan-puluhan-ribu-obat-kedaluwarsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2021 10:45:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=139262</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Dinkes Sumbar) memusnahan puluhan ribu obat-obatan kedaluwarsa di halaman kantor Dinas Kesehatan Sumbar, Senin (22/11/2021). &#8220;Obat-obatan yang dimusnahkan tersebut merupakan obat yang telah kedaluwarsa sejak tahun 2018,&#8221; kata Sekretaris Dinas Kesehatan Sumbar, Busril di Padang. Menurutnya, nilai obat-obatan yang dimusnahkan mencapai Rp 5 miliar. Obat-obatan dimusnahkan dengan cara digiling menggunakan traktor. Di sana terdapat berbagai jenis obat program pemerintah. Seperti obat untuk penderita HIV dan filariasis (kaki gajah) yang pembeliannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) serta belanja daerah (APBD). Busril memastikan, seluruh obat yang dimusnahkan itu sudah kedaluwarsa. Menurutnya, pemusnahan kemarin</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-sumbar-musnahkan-puluhan-ribu-obat-kedaluwarsa/">Dinkes Sumbar Musnahkan Puluhan Ribu Obat Kedaluwarsa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Dinkes Sumbar) memusnahan puluhan ribu obat-obatan kedaluwarsa di halaman kantor Dinas Kesehatan Sumbar, Senin (22/11/2021).</p>
<p>&#8220;Obat-obatan yang dimusnahkan tersebut merupakan obat yang telah kedaluwarsa sejak tahun 2018,&#8221; kata Sekretaris Dinas Kesehatan Sumbar, Busril di Padang.</p>
<p>Menurutnya, nilai obat-obatan yang dimusnahkan mencapai Rp 5 miliar. Obat-obatan dimusnahkan dengan cara digiling menggunakan traktor.</p>
<p>Di sana terdapat berbagai jenis obat program pemerintah. Seperti obat untuk penderita HIV dan filariasis (kaki gajah) yang pembeliannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) serta belanja daerah (APBD).</p>
<p>Busril memastikan, seluruh obat yang dimusnahkan itu sudah kedaluwarsa. Menurutnya, pemusnahan kemarin baru pertama kali dilakukan setelah 2018 silam</p>
<p>Sebelum dimusnahkan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Seperti, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD.</p>
<p>&#8220;Setelah dilumat, obat-obatan kedaluwarsa dibawa menggunakan mobil khusus ke Jakarta. Dibuang ke tempat pemusnahan limbah medis,&#8221; tuturnya seperti dikutip Langgam.id dari www.padang.go.id. (*/Mg. Lisa Septri Melina)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-sumbar-musnahkan-puluhan-ribu-obat-kedaluwarsa/">Dinkes Sumbar Musnahkan Puluhan Ribu Obat Kedaluwarsa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">139262</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upayakan Capaian Vaksinasi Covid-19, Dinkes Sumbar: Tak Usah Pikirkan Peringkat</title>
		<link>https://langgam.id/upayakan-capaian-vaksinasi-covid-19-dinkes-sumbar-tak-usah-pikirkan-peringkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2021 11:10:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=125820</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) terus mengupayakan peningkatan capaian vaksinasi Covid-19. Hal ini respon terhadap pemerintah pusat yang menyebut Sumbar termasuk daerah yang capaian vaksinasinya rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Kedinkes Sumbar Arry Yuswandi mengatakan label vaksinasi rendah kepada Sumbar tidak terjadi saat ini saja, namun sudah sejak dulu memang rendah yaitu sekitar 17,56. Sementara vaksinasi nasional sudah mencapai sekitar 23 persen. &#8220;Kalau usaha kita sebenarnya vaksin sudah didistribusikan ke seluruh kabupaten kota, sudah dievaluasi dan daerah sudah diimbau dan diingatkan, sekarang tidak usah kita pikirkan peringkat, mari dipikirkan vaksin itu bisa dimanfaatkan secara optimal dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/upayakan-capaian-vaksinasi-covid-19-dinkes-sumbar-tak-usah-pikirkan-peringkat/">Upayakan Capaian Vaksinasi Covid-19, Dinkes Sumbar: Tak Usah Pikirkan Peringkat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) terus mengupayakan peningkatan capaian vaksinasi Covid-19. Hal ini respon terhadap pemerintah pusat yang menyebut Sumbar termasuk daerah yang capaian vaksinasinya rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Kedinkes Sumbar Arry Yuswandi mengatakan label vaksinasi rendah kepada Sumbar tidak terjadi saat ini saja, namun sudah sejak dulu memang rendah yaitu sekitar 17,56. Sementara vaksinasi nasional sudah mencapai sekitar 23 persen.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kalau usaha kita sebenarnya vaksin sudah didistribusikan ke seluruh kabupaten kota, sudah dievaluasi dan daerah sudah diimbau dan diingatkan, sekarang tidak usah kita pikirkan peringkat, mari dipikirkan vaksin itu bisa dimanfaatkan secara optimal dan dihabiskan,&#8221; katanya, Kamis (9/9/2021).</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/masih-rendah-berikut-daftar-capaian-vaksinasi-covid-19-di-sumbar/">Masih Rendah, Berikut Daftar Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sumbar</a></strong></p>
<p dir="ltr">Dia mengatakan pihaknya terus mengupayakan peningkatan vaksinasi Covid-19 di Sumbar. Kalau vaksinnya habis tentu nanti bisa diminta lagi agar didistribusikan tambahan oleh pemerintah pusat. Sejumlah kegiatan telah dilakukan demi meningkatkan vaksinasi di Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Di antara usaha Dinkes meningkatkan vaksinasi Covid-19 di Sumbar seperti membuat gebyar vaksin dan serbuan vaksinasi. Diharapkan kegiatan itu terus meningkatkan pencapaian vaksinasi. Apalagi masyarakat sudah mulai ramai mengikuti kegiatan itu.</p>
<p dir="ltr">Ada juga usaha percepatan seperti membuat program vaksinasi dengan pelajar sehingga lebih mudah dikoordinasi oleh sekolah masing-masing. Pelajar atau remaja juga bisa membawa orangtuanya untuk ikut vaksin. Efek seperti itu diharapkan terjadi.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Vaksinasi terus kita lakukan, rata-rata setiap hari kita menyuntikkan vaksinasi 12 ribu, kita terus habiskan vaksin, kalau habis tentu angka capaiannya naik terus, distribusi dari pusat juga lancar,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Sebagaimana diketahui, Presiden RI Joko Widodo menyatakan agar 9 daerah termasuk Sumbar mengakselerasi capaian vaksinasinya. Mengingat capaian vaksinasi ke-9 daerah tersebut masih rendah, dibawah rata-rata vaksinasi nasional.</p>
<p dir="ltr">Berdasarkan data terkini vaksinasi Covid-19 Sumbar per tanggal 7 September 2021, total vaksinasi dosis pertama di Sumbar mencapai 17,56 persen. Atau baru 777.780 dari total sasaran vaksinasi 4.408.509 sasaran. Sedangkan untuk vaksinasi kedua, baru mencapai 9,80 persen.</p>
<p><iframe title="2 Maling Kotak Infak di Solok: Beraksi Hanya Pakai Celana Dalam" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/WlA0iKuERKk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/upayakan-capaian-vaksinasi-covid-19-dinkes-sumbar-tak-usah-pikirkan-peringkat/">Upayakan Capaian Vaksinasi Covid-19, Dinkes Sumbar: Tak Usah Pikirkan Peringkat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125820</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/97 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-05-02 07:10:17 by W3 Total Cache
-->