<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Dinkes Padang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/dinkes-padang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/dinkes-padang/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jun 2026 23:47:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Dinkes Padang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/dinkes-padang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Panggilan ke Call Center 119 Tinggi, Dinkes Padang Catat Masih Banyak Telepon Iseng</title>
		<link>https://langgam.id/panggilan-ke-call-center-119-tinggi-dinkes-padang-catat-masih-banyak-telepon-iseng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 23:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=250805</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat tingginya aktivitas layanan kegawatdaruratan melalui Call Center 119. Namun, di balik tingginya jumlah panggilan tersebut, masih ditemukan banyak panggilan iseng atau prank call yang mengganggu pelayanan dan berdampak pada penilaian kinerja layanan darurat kesehatan di tingkat nasional. Persoalan itu mengemuka dalam sosialisasi program prioritas &#8220;Dokter Warga&#8221; dan optimalisasi layanan Public Safety Center (PSC) 119 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Padang, Rabu (24/6/2026). Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi, mengatakan seluruh panggilan yang masuk ke sistem PSC 119 akan tercatat dalam sistem pemantauan Kementerian Kesehatan. Akibatnya, panggilan tanpa suara maupun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/panggilan-ke-call-center-119-tinggi-dinkes-padang-catat-masih-banyak-telepon-iseng/">Panggilan ke Call Center 119 Tinggi, Dinkes Padang Catat Masih Banyak Telepon Iseng</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> — Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat tingginya aktivitas layanan kegawatdaruratan melalui Call Center 119. Namun, di balik tingginya jumlah panggilan tersebut, masih ditemukan banyak panggilan iseng atau <em>prank call</em> yang mengganggu pelayanan dan berdampak pada penilaian kinerja layanan darurat kesehatan di tingkat nasional.</p>



<p>Persoalan itu mengemuka dalam sosialisasi program prioritas &#8220;Dokter Warga&#8221; dan optimalisasi layanan Public Safety Center (PSC) 119 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Padang, Rabu (24/6/2026).</p>



<p>Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi, mengatakan seluruh panggilan yang masuk ke sistem PSC 119 akan tercatat dalam sistem pemantauan Kementerian Kesehatan.</p>



<p>Akibatnya, panggilan tanpa suara maupun panggilan iseng tetap masuk sebagai panggilan yang tidak tertangani dan berpengaruh terhadap capaian kinerja layanan.</p>



<p>&#8220;Masih banyak panggilan iseng atau panggilan tanpa suara yang masuk ke layanan 119. Dalam sistem Kementerian Kesehatan, panggilan tersebut tetap tercatat sebagai panggilan tidak tertangani sehingga memengaruhi nilai performa PSC 119 Kota Padang,&#8221; ujar Irwandi, dikutip dari Kominfo, Kamis (25/6/2026).</p>



<p>Menurut dia, layanan PSC 119 merupakan fasilitas kegawatdaruratan yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam untuk berbagai kondisi kritis seperti kecelakaan lalu lintas, serangan jantung, stroke, hingga kondisi medis darurat lainnya.</p>



<p>Data Dinas Kesehatan menunjukkan, selama periode Februari 2025 hingga Mei 2026 terdapat 346 panggilan masuk melalui Call Center 119. Selain itu, petugas juga menerima 967 laporan langsung dari masyarakat yang membutuhkan penanganan medis darurat.</p>



<p>Dari keseluruhan laporan tersebut, tim kesehatan berhasil melakukan 530 kunjungan langsung ke rumah warga atau <em>home visit</em> sebagai bagian dari layanan terpadu PSC 119 dan program Dokter Warga.</p>



<p>Irwandi menjelaskan, layanan darurat tersebut diperkuat oleh seluruh rumah sakit di Kota Padang serta sembilan puskesmas gawat darurat yang siaga selama 24 jam.</p>



<p>Dalam operasionalnya, petugas menerapkan sistem triase untuk menentukan tingkat prioritas penanganan pasien. Kategori tersebut terdiri dari Zona Merah untuk kondisi yang mengancam jiwa, Zona Kuning untuk kondisi berat yang tidak mengancam jiwa secara langsung, Zona Hijau untuk kasus non-darurat, serta Zona Hitam untuk pasien yang telah meninggal dunia.</p>



<p>Sesuai standar operasional, operator ditargetkan menyelesaikan proses triase dalam waktu lima menit sejak laporan diterima. Setelah itu, tim medis ditargetkan tiba di lokasi pasien dalam waktu 15 menit.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, menegaskan layanan PSC 119 terintegrasi dengan program Dokter Warga yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Padang.</p>



<p>Melalui program tersebut, tenaga kesehatan dapat mendatangi langsung warga yang mengalami sakit berat namun memiliki keterbatasan ekonomi atau kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.</p>



<p>“Bagi saudara-saudara kita yang butuh pelayanan kesehatan tetapi kondisi ekonominya tidak mampu, tergeletak sakit di rumah atau kos-kosan, silakan hubungi 119 atau contact person puskesmas setempat. Tim Dokter Warga siap turun langsung memeriksa, mendampingi secara berkala setiap bulan, dan merujuk ke rumah sakit jika diperlukan,” kata Srikurnia.</p>



<p>Dinas Kesehatan pun mengimbau masyarakat agar menggunakan layanan 119 secara bijak dan hanya menghubungi nomor tersebut saat terjadi kondisi darurat medis yang sesungguhnya. Selain mempercepat penanganan pasien, hal itu juga akan membantu menjaga kualitas layanan PSC 119 agar tetap optimal bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan darurat. (<strong>HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/panggilan-ke-call-center-119-tinggi-dinkes-padang-catat-masih-banyak-telepon-iseng/">Panggilan ke Call Center 119 Tinggi, Dinkes Padang Catat Masih Banyak Telepon Iseng</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">250805</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Padang Siagakan Layanan Darurat Medis 119 Selama 24 Jam, Tim Ditarget Tiba di Lokasi dalam 15 Menit</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-padang-siagakan-layanan-darurat-medis-119-selama-24-jam-tim-ditarget-tiba-di-lokasi-dalam-15-menit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 20:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=250803</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat sistem layanan kegawatdaruratan kesehatan melalui optimalisasi layanan Public Safety Center (PSC) 119 yang beroperasi selama 24 jam. Layanan ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kondisi darurat medis, mulai dari serangan jantung, kecelakaan lalu lintas, hingga pasien sakit berat yang membutuhkan pertolongan segera. Komitmen tersebut ditegaskan Dinas Kesehatan Kota Padang dalam kegiatan sosialisasi program prioritas &#8220;Dokter Warga&#8221; dan optimalisasi layanan PSC 119 yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Kota Padang, Rabu (24/6/2026). Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengatakan layanan PSC 119 dan program Dokter Warga merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-siagakan-layanan-darurat-medis-119-selama-24-jam-tim-ditarget-tiba-di-lokasi-dalam-15-menit/">Dinkes Padang Siagakan Layanan Darurat Medis 119 Selama 24 Jam, Tim Ditarget Tiba di Lokasi dalam 15 Menit</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p id="h-"></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat sistem layanan kegawatdaruratan kesehatan melalui optimalisasi layanan Public Safety Center (PSC) 119 yang beroperasi selama 24 jam. Layanan ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kondisi darurat medis, mulai dari serangan jantung, kecelakaan lalu lintas, hingga pasien sakit berat yang membutuhkan pertolongan segera.</p>



<p>Komitmen tersebut ditegaskan Dinas Kesehatan Kota Padang dalam kegiatan sosialisasi program prioritas &#8220;Dokter Warga&#8221; dan optimalisasi layanan PSC 119 yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Kota Padang, Rabu (24/6/2026).</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengatakan layanan PSC 119 dan program Dokter Warga merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses kesehatan secara cepat, terutama bagi kelompok rentan dan kurang mampu.</p>



<p>“Bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan pelayanan kesehatan tetapi kondisi ekonominya tidak mampu, tergeletak sakit di rumah atau kos-kosan, silakan hubungi 119 atau contact person puskesmas setempat. Tim Dokter Warga siap turun langsung memeriksa, mendampingi secara berkala setiap bulan, dan merujuk ke rumah sakit jika diperlukan,” ujar Srikurnia, dikutip Kamis (25/6/2026).</p>



<p>Menurut dia, program Dokter Warga menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan. Melalui integrasi dengan tim PSC 119, tenaga medis dapat diterjunkan langsung ke rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan awal hingga proses rujukan.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Padang, Irwandi, menjelaskan bahwa layanan PSC 119 dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam.</p>



<p>Dalam operasionalnya, petugas menerapkan sistem triase untuk menentukan tingkat kegawatan pasien. Kategori tersebut dibagi menjadi Zona Merah untuk kondisi kritis yang mengancam jiwa, Zona Kuning untuk kondisi berat namun belum mengancam jiwa secara langsung, Zona Hijau untuk kasus non-darurat, dan Zona Hitam untuk pasien yang telah meninggal dunia.</p>



<p>Irwandi mengatakan, operator PSC 119 ditargetkan menyelesaikan proses triase dalam lima menit pertama setelah laporan diterima. Selanjutnya, tim medis diupayakan tiba di lokasi pasien dalam waktu maksimal 15 menit.</p>



<p>&#8220;Layanan ini bertujuan menekan angka kematian maupun kecacatan akibat keterlambatan penanganan pada kasus-kasus kegawatdaruratan medis,&#8221; katanya.</p>



<p>Saat ini, layanan tersebut didukung seluruh rumah sakit di Kota Padang serta sembilan puskesmas gawat darurat yang beroperasi selama 24 jam. Penanganan pasien juga dibagi berdasarkan zonasi wilayah kerja untuk mempercepat respons tim di lapangan.</p>



<p>Wilayah layanan mencakup kawasan kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Air Dingin, Anak Air, Padang Pasir, Seberang Padang, Bungus, hingga tim yang berada di Dinas Kesehatan Kota Padang.</p>



<p>Namun demikian, Dinas Kesehatan masih menghadapi tantangan berupa tingginya jumlah panggilan iseng atau <em>prank call</em> ke nomor 119. Selain mengganggu pelayanan, panggilan tanpa tujuan tersebut turut memengaruhi penilaian kinerja PSC 119 di tingkat nasional.</p>



<p>“Masyarakat diimbau untuk bijak dan hanya menghubungi nomor tersebut dalam situasi darurat medis nyata,” kata Irwandi.</p>



<p>Data Dinas Kesehatan menunjukkan, sepanjang Februari 2025 hingga Mei 2026 terdapat 346 panggilan masuk melalui layanan 119 dan 967 laporan langsung dari masyarakat. Dari jumlah tersebut, tim berhasil melakukan 530 kunjungan langsung ke rumah warga atau <em>home visit</em> untuk memberikan pelayanan medis.</p>



<p>Layanan PSC 119 dan program Dokter Warga juga terintegrasi dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang berupa BPJS Kesehatan Gratis. Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap seluruh masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan tanpa hambatan biaya.</p>



<p>Dengan penguatan sumber daya manusia, pelatihan teknis evakuasi medis, serta dukungan fasilitas kesehatan yang terus ditingkatkan, Pemerintah Kota Padang menargetkan layanan darurat kesehatan yang semakin responsif sekaligus mendukung terwujudnya Padang sebagai kota sehat dan kota pintar. <strong>(HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-siagakan-layanan-darurat-medis-119-selama-24-jam-tim-ditarget-tiba-di-lokasi-dalam-15-menit/">Dinkes Padang Siagakan Layanan Darurat Medis 119 Selama 24 Jam, Tim Ditarget Tiba di Lokasi dalam 15 Menit</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">250803</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Padang Luncurkan SAPA Puskesmas, Permudah Akses Layanan Kesehatan</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-padang-luncurkan-sapa-puskesmas-permudah-akses-layanan-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 18:17:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=250800</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Dinas Kesehatan Kota Padang meluncurkan inovasi digital bernama Sistem Akses Pelayanan Berbasis Visual (SAPA) Puskesmas untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi layanan kesehatan di seluruh puskesmas yang ada di Kota Padang. Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Padang, Rabu (24/6/2026), dan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang Tarmizi Ismail serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang, Tarmizi Ismail, mengatakan SAPA Puskesmas merupakan terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses informasi bagi masyarakat mengenai layanan yang tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurut</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-luncurkan-sapa-puskesmas-permudah-akses-layanan-kesehatan/">Dinkes Padang Luncurkan SAPA Puskesmas, Permudah Akses Layanan Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> — Dinas Kesehatan Kota Padang meluncurkan inovasi digital bernama Sistem Akses Pelayanan Berbasis Visual (SAPA) Puskesmas untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi layanan kesehatan di seluruh puskesmas yang ada di Kota Padang.</p>



<p>Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Padang, Rabu (24/6/2026), dan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang Tarmizi Ismail serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr. Srikurnia Yati.</p>



<p>Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang, Tarmizi Ismail, mengatakan SAPA Puskesmas merupakan terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses informasi bagi masyarakat mengenai layanan yang tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama.</p>



<p>Menurut Tarmizi, selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara rinci layanan apa saja yang tersedia di puskesmas terdekat. Kehadiran SAPA Puskesmas diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut.</p>



<p>“Pelayanan puskesmas perlu terus kita tingkatkan dan masyarakat perlu mengetahui fungsi serta layanan apa saja yang tersedia di puskesmas di sekeliling mereka,” ujar Tarmizi, dikutip dari Kominfo, Kamis (25/6/2026).</p>



<p>Ia menambahkan, Pemerintah Kota Padang juga menargetkan peningkatan kualitas pelayanan di seluruh puskesmas. Hingga akhir tahun, sebanyak 24 puskesmas di Kota Padang akan terus dibenahi agar mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat.</p>



<p>“Di akhir tahun nanti, seluruh 24 puskesmas di Kota Padang akan terus kami tingkatkan kualitas pelayanannya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” katanya.</p>



<p>Selain meningkatkan keterbukaan informasi, aplikasi tersebut juga diharapkan mendukung target pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan dasar, termasuk pelayanan persalinan normal di puskesmas.</p>



<p>Pemerintah Kota Padang menargetkan sedikitnya 20 persen dari sekitar 13.000 ibu hamil yang ada setiap tahun dapat menjalani persalinan normal di puskesmas.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, menjelaskan SAPA Puskesmas dirancang untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai fasilitas kesehatan yang tersedia di setiap puskesmas.</p>



<p>Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui jenis layanan, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga sumber daya manusia yang dimiliki masing-masing puskesmas.</p>



<p>“Masyarakat dapat mengetahui puskesmas mana yang memiliki IGD 24 jam maupun layanan persalinan, sehingga akses terhadap pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan cepat,” kata Srikurnia.</p>



<p>Ia menjelaskan, SAPA Puskesmas juga terintegrasi dengan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Padang, seperti Padang Melayani, layanan Dokter Warga, serta program BPJS Kesehatan gratis.</p>



<p>Integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh dan mudah dijangkau masyarakat.</p>



<p>Untuk mengakses layanan ini, masyarakat dapat membuka laman SAPA Puskesmas dan memilih menu “Mulai Eksplorasi Peta”. Pengguna kemudian dapat mengklik titik lokasi fasilitas kesehatan yang tersedia pada peta digital dan memilih fitur “Tur Virtual 360”.</p>



<p>Melalui fitur tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung kondisi ruangan, fasilitas pelayanan, hingga peralatan kesehatan yang tersedia di masing-masing puskesmas secara virtual.</p>



<p>Menurut Srikurnia, inovasi digital tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang dalam mendorong transformasi pelayanan publik berbasis teknologi.</p>



<p>“Harapan kami, melalui SAPA Puskesmas dan berbagai program pendukung lainnya, visi mewujudkan Kota Padang sebagai kota pintar dan kota sehat dapat tercapai,” ujarnya.</p>



<p>Dengan hadirnya SAPA Puskesmas, masyarakat kini tidak hanya memperoleh informasi layanan kesehatan secara lebih cepat dan transparan, tetapi juga dapat mengenal fasilitas kesehatan yang akan mereka kunjungi sebelum datang langsung ke puskesmas. </p>



<p>Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi digital sektor kesehatan di Kota Padang menuju pelayanan yang lebih modern, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. <strong>(HER)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-luncurkan-sapa-puskesmas-permudah-akses-layanan-kesehatan/">Dinkes Padang Luncurkan SAPA Puskesmas, Permudah Akses Layanan Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">250800</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Temukan 7 Kasus Campak di Padang, Warga Diminta Bawa Anak Imunisasi</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-temukan-7-kasus-campak-di-padang-warga-diminta-bawa-anak-imunisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 07:33:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=244161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang menemukan tujuh kasus campak di wilayah tersebut. Warga yang memiliki anak usia balita diminta segera membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi guna mencegah penularan yang lebih luas. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati, mengatakan tujuh warga tersebut dinyatakan positif campak. “Iya, ada tujuh warga yang positif campak,” kata Srikurnia Yati, Rabu (11/3/2026). Menurut dia, temuan kasus ini menunjukkan virus campak sedang aktif menyebar di tengah masyarakat. Jika tidak diantisipasi, anak-anak berisiko tertular karena penyakit ini sangat mudah menular. Campak merupakan penyakit infeksi yang penyebarannya dapat terjadi melalui batuk, bersin, atau percikan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-temukan-7-kasus-campak-di-padang-warga-diminta-bawa-anak-imunisasi/">Dinkes Temukan 7 Kasus Campak di Padang, Warga Diminta Bawa Anak Imunisasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang menemukan tujuh kasus campak di wilayah tersebut. Warga yang memiliki anak usia balita diminta segera membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi guna mencegah penularan yang lebih luas.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati, mengatakan tujuh warga tersebut dinyatakan positif campak.</p>



<p>“Iya, ada tujuh warga yang positif campak,” kata Srikurnia Yati, Rabu (11/3/2026).</p>



<p>Menurut dia, temuan kasus ini menunjukkan virus campak sedang aktif menyebar di tengah masyarakat. Jika tidak diantisipasi, anak-anak berisiko tertular karena penyakit ini sangat mudah menular.</p>



<p>Campak merupakan penyakit infeksi yang penyebarannya dapat terjadi melalui batuk, bersin, atau percikan droplet dari penderita. Gejala yang muncul antara lain demam tinggi, batuk, serta munculnya bintik-bintik merah di seluruh tubuh.</p>



<p>Srikurnia menjelaskan, campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan karena dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.</p>



<p>“Jika dibiarkan dapat berdampak ke paru-paru seperti sesak napas, diare hebat, bahkan bisa menyebabkan kebutaan atau radang otak,” ujarnya.</p>



<p>Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, Dinkes Padang mengimbau orangtua segera melengkapi imunisasi anak.</p>



<p>Ia meminta orangtua yang memiliki anak usia 9 hingga 59 bulan membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.</p>



<p>“Kami mengimbau seluruh orangtua yang memiliki anak usia 9–59 bulan untuk segera membawa anaknya ke posyandu, puskesmas, atau rumah sakit guna mendapatkan imunisasi,” katanya.</p>



<p>Secara nasional, kasus terduga campak juga masih ditemukan. Data menunjukkan sebanyak 8.810 kasus suspek campak tercatat di Indonesia pada periode Januari hingga Februari 2026.</p>



<p>Penyakit ini tergolong sangat menular karena virusnya dapat menyebar melalui udara. Dalam kondisi tertentu, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada banyak orang di sekitarnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-temukan-7-kasus-campak-di-padang-warga-diminta-bawa-anak-imunisasi/">Dinkes Temukan 7 Kasus Campak di Padang, Warga Diminta Bawa Anak Imunisasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">244161</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Padang Siapkan Pelayanan Kesehatan di 13 Pospam Selama Libur Lebaran</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-padang-siapkan-pelayanan-kesehatan-di-13-pospam-selama-libur-lebaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 05:16:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=224760</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan Kota Padang menyiapkan pelayanan kesehatan di 13 Pos Pengamanan (Pospam) selama perayaan Idulfitri 2025 atau libur Lebaran. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kota Padang, Merinelty mengatakan bahwa setiap Pospam akan diperkuat tenaga medis untuk memastikan kesiapan layanan darurat. &#8220;Setiap hari ada tenaga kesehatan yang bertugas dalam dua shift, yaitu pagi hingga sore dan sore hingga malam. Dalam satu shift nantinya ada tiga orang yang bertugas, terdiri dari dua tenaga kesehatan dan satu pengemudi ambulans,&#8221; katanya, dikutip dari Kominfo, Kamis (27/3/2025). Ia menambahkan, pelayanan kesehatan di Pospam bersifat situasional, dengan memberikan fasilitas kesehatan dasar bagi masyarakat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-siapkan-pelayanan-kesehatan-di-13-pospam-selama-libur-lebaran/">Dinkes Padang Siapkan Pelayanan Kesehatan di 13 Pospam Selama Libur Lebaran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dinas Kesehatan Kota Padang menyiapkan pelayanan kesehatan di 13 Pos Pengamanan (Pospam) selama perayaan Idulfitri 2025 atau libur Lebaran.</p>



<p>Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kota Padang, Merinelty mengatakan bahwa setiap Pospam akan diperkuat tenaga medis untuk memastikan kesiapan layanan darurat.</p>



<p>&#8220;Setiap hari ada tenaga kesehatan yang bertugas dalam dua shift, yaitu pagi hingga sore dan sore hingga malam. Dalam satu shift nantinya ada tiga orang yang bertugas, terdiri dari dua tenaga kesehatan dan satu pengemudi ambulans,&#8221; katanya, dikutip dari Kominfo, Kamis (27/3/2025).</p>



<p>Ia menambahkan, pelayanan kesehatan di Pospam bersifat situasional, dengan memberikan fasilitas kesehatan dasar bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Pengobatan bagi pemudik atau wisatawan yang merasa demam, diare, mual, muntah, tensi dan lainnya.</p>



<p>&#8220;Jika ada kecelakaan yang memerlukan rujukan, kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat. Namun, jika tidak perlu dirujuk, kami akan memberikan pertolongan pertama dan obat-obatan umum. Selain itu juga memberikan pertolongan bagi pemudik atau wisatawan yang merasa kelelahan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Ke-13 Pos itu terdiri dari terdiri lima titik pos pengamanan (Pospam) yang tersebar di beberapa lokasi seperti Pospam Ladang Padi, Sungai Pisang, Masjid Al Hakim, Aroma Kitchen, dan Simpang 4 Lubuk Begalung.</p>



<p>Selain itu, ada tujuh titik pos pelayanan (Posyan), yang meliputi Posyan di Mall Basko, Mall Transmart, Plaza Andalas, Pasar Raya, Pantai Air Manis, Pelabuhan Barau, dan Pelabuhan Muaro.</p>



<p>Sementara itu, Pos Terpadu yang berada di Pantai Cimpago, Kecamatan Padang Barat, juga akan turut beroperasi untuk mendukung kelancaran dan keamanan selama Lebaran.</p>



<p>Sebanyak 402 personel, yang terdiri dari 167 personel Polri dan 235 personel gabungan dari Satpol PP, TNI, serta pihak kesehatan, akan dikerahkan untuk mengamankan jalannya libur lebaran tahun ini. (*/fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-siapkan-pelayanan-kesehatan-di-13-pospam-selama-libur-lebaran/">Dinkes Padang Siapkan Pelayanan Kesehatan di 13 Pospam Selama Libur Lebaran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224760</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Padang Catat 395 Kasus DBD pada Januari-September 2024</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-padang-catat-395-kasus-dbd-pada-januari-september-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 13:06:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=213765</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Padang mencatat, hingga September 2024 ditemukan ada sebanyak 395 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah tersebut. Rinciannya yaitu Januari ada 48 kasus, Februari 40 kasus, Maret 34 kasus, April 36 kasus, Mei 47 kasus, Juni 50 kasus, Juli 49 kasus, Agustus 47 kasus dan September ada 44 kasus. Berdasarkan data tersebut, Dinas Kesehatan Padang pun mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus. Sub Koordinator Pencegahan dan pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Padang, Evawestari mengatakan, menjaga lingkungan harus menjadi prioritas bersama dan memerlukan dukungan dari semua sektor, termasuk kelurahan dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-catat-395-kasus-dbd-pada-januari-september-2024/">Dinkes Padang Catat 395 Kasus DBD pada Januari-September 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Kesehatan (Dinkes) Padang mencatat, hingga September 2024 ditemukan ada sebanyak 395 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah tersebut.  </p>



<p>Rinciannya yaitu Januari ada 48 kasus, Februari 40 kasus, Maret 34 kasus, April 36 kasus, Mei 47 kasus, Juni 50 kasus, Juli 49 kasus, Agustus 47 kasus dan September ada 44 kasus.</p>



<p>Berdasarkan data tersebut, Dinas Kesehatan Padang pun mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus.</p>



<p>Sub Koordinator Pencegahan dan pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Padang, Evawestari mengatakan, menjaga lingkungan harus menjadi prioritas bersama dan memerlukan dukungan dari semua sektor, termasuk kelurahan dan kecamatan.</p>



<p>Kemudian terang Evawestari, untuk pencegahan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), pihaknya telah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan gotong-royong di lokasi-lokasi yang perlu dibersihkan, dan setelah itu akan dilakukan fogging.</p>



<p>&#8220;Jika terdapat lebih dari satu rumah yang memiliki jentik, dan tingkatnya melebihi 5 persen, maka perlu dilakukan fogging. Namun, jika hanya satu rumah yang memiliki jentik dan masih dalam batas 5 persen, berarti rumah lainnya bersih, sehingga perhatian harus lebih difokuskan pada pemilik rumah yang terjangkit,&#8221; ujar Evawestari dalam keterangannya, Senin (14/10/2024).</p>



<p>Ia menjelaskan, bahwa hal yang tidak kalah penting adalah melaksanan 3 M Plus. Yaitu menguras bak mandi, menutup tempat-tempat penampungan air, dan yang ketiga mendaur ulang barang-barang bekas.</p>



<p>&#8220;Untuk plusnya menggunakan kawat kasa di ventilasi rumah, menggunakan baju lengan panjang, kemudian menggunakan lotion dan obat anti nyamuk,&#8221; bebernya.</p>



<p>Selain itu, Dinkes Kota Padang juga mengimbau kepada masyarakat untuk memaksimalkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik) yang bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah tersebut.</p>



<p>&#8220;Penyuluhan dan sosialisasi di puskesmas serta posyandu juga terus digencarkan. Kita mengajak masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungan serta berprilaku hidup sehat,&#8221; tuturnya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-catat-395-kasus-dbd-pada-januari-september-2024/">Dinkes Padang Catat 395 Kasus DBD pada Januari-September 2024</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213765</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Padang Catat 96,2 Persen Ibu Hamil Sudah Lakukan Pengukuran LiLA</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-padang-catat-962-persen-ibu-hamil-sudah-lakukan-pengukuran-lila/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 01:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=206965</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan Kota Padang menyatakan sebanyak 96,2 persen atau sebanyak 16.917 ibu hamil di Kota Padang telah melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA). Pengukuran LiLA itu bertujuan untuk mendeteksi terlebih dini ibu hamil yang kekurangan protein. Sehingga, dapat diambil tindakan kesehatan dan memastikan bayi yang akan dilahirkan dalam keadaan sehat dan terpenuhi gizinya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang yang diwakili Kabid Kesehatan Masyarakat, dr. Lidia Febrina menjelaskan terdapat 17.585 ibu hamil di Kota Padang. &#8220;Itu artinya, sebanyak 96,2 persen ibu hamil di Padang telah melakukan pengecekan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLa),&#8221; jelas Kabid Kesmas dr. Lidia Febrina dikutip</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-catat-962-persen-ibu-hamil-sudah-lakukan-pengukuran-lila/">Dinkes Padang Catat 96,2 Persen Ibu Hamil Sudah Lakukan Pengukuran LiLA</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dinas Kesehatan Kota Padang menyatakan sebanyak 96,2 persen atau sebanyak 16.917 ibu hamil di Kota Padang telah melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA). </p>



<p>Pengukuran LiLA itu bertujuan untuk mendeteksi terlebih dini ibu hamil yang kekurangan protein. Sehingga, dapat diambil tindakan kesehatan dan memastikan bayi yang akan dilahirkan dalam keadaan sehat dan terpenuhi gizinya.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang yang diwakili Kabid Kesehatan Masyarakat, dr. Lidia Febrina menjelaskan terdapat 17.585 ibu hamil di Kota Padang.</p>



<p>&#8220;Itu artinya, sebanyak 96,2 persen ibu hamil di Padang telah melakukan pengecekan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLa),&#8221; jelas Kabid Kesmas dr. Lidia Febrina dikutip dari Diskominfo, Kamis (4/7/2024).</p>



<p>Dikatakannya, batas nilai normal yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk pengkuran LiLA yaitu 23,5 cm. Jika seorang wanita atau ibu hamil memiliki LiLA yang kurang dari 23,5 cm, ia dianggap memiliki status gizi yang kurang dan mengalami KEK.</p>



<p>&#8220;Saat hamil, kesehatan dan nutrisi merupakan hal penting dan wajib dijaga oleh seorang ibu. Adapun cara mengukur LiLA (lingkar lengan atas) dapat menjadi acuan bagi kesehatan ibu hamil,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Ia melanjutkan, apabila KEK dialami oleh seorang ibu hamil, maka berisiko menimbulkan dampak buruk bagi dirinya dan janinnya.(*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-catat-962-persen-ibu-hamil-sudah-lakukan-pengukuran-lila/">Dinkes Padang Catat 96,2 Persen Ibu Hamil Sudah Lakukan Pengukuran LiLA</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206965</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus DBD di Padang Turun, Dinkes Tetap Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan</title>
		<link>https://langgam.id/kasus-dbd-di-padang-turun-dinkes-tetap-imbau-warga-jaga-kebersihan-lingkungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 May 2024 13:34:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=203497</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kasus demam berdarah dengue (DBD) Kota Padang di awal 2024 ini mengalami penurunan dibandingkan 2023 lalu. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, total kasus DBD di Padang dari Januari-April 2024 mencapai 158. Rincian kasus DBD pada 2024 tersebut yaitu 48 kasus di Januari, 40 kasus di Februari, 34 kasus di Maret, dan 36 kasus sepanjang April. Sementara itu, pada Januari-April 2023, total kasus DBD di Kota Padang mencapai 185. Rinciannya, 55 kasus di Januari, 56 kasus Februari, 33 kasus Maret, dan 41 kasus sepanjang April. &#8220;Dari tahun kemarin kalau dari bulan ke bulannya itu, Alhamdulillah (kasus DBD) mengalami penurunan,&#8221; ujar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-dbd-di-padang-turun-dinkes-tetap-imbau-warga-jaga-kebersihan-lingkungan/">Kasus DBD di Padang Turun, Dinkes Tetap Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Kasus demam berdarah dengue (DBD) Kota Padang di awal 2024 ini mengalami penurunan dibandingkan 2023 lalu. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, total kasus DBD di Padang dari Januari-April 2024 mencapai 158.</p>



<p>Rincian kasus DBD pada 2024 tersebut yaitu 48 kasus di Januari, 40 kasus di Februari, 34 kasus di Maret, dan 36 kasus sepanjang April.</p>



<p>Sementara itu, pada Januari-April 2023, total kasus DBD di Kota Padang mencapai 185. Rinciannya, 55 kasus di Januari, 56 kasus Februari, 33 kasus Maret, dan 41 kasus sepanjang April.</p>



<p>&#8220;Dari tahun kemarin kalau dari bulan ke bulannya itu, Alhamdulillah (kasus DBD) mengalami penurunan,&#8221; ujar Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Padang, Evawestari, dilansir dari laman Facebook Diskominfo Padang, Kamis (16/5/2024).</p>



<p>Meski kasus DBD menurun, terang Evawestari, pihaknya tetap mengimbau warga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.</p>



<p>&#8220;Kalau untuk DBD ini dipengaruhi beberapa faktor di antaranya kondisi alam dan juga kepedulian masyarakat dengan kebersihan. Apabila masyarakat kurang peduli dengan kebersihan lingkungan bisa saja kasus menjadi,&#8221; bebernya.</p>



<p>Menurut Evawestari, kebersihan lingkungan harus jadi perhatian bersama dan butuh dukungan dari semua sektor, seperti dari pihak kelurahan dan kecamatan. Salah satunya lewat kegiatan Padang Bagoro, salah satu kegiatan yang dapat menekan angka DBD.</p>



<p>Dalam melaksanakan kegiatan Padang Bagoro, kata dia, yang dibersihkan bukan hanya sampah kertas dan rumput saja tapi juga tempat-tempat perindukan jentik. Seperti kaleng bekas dan barang-barang bekas yang bisa jadi genangan air.</p>



<p>Hal yang tidak kalah penting adalah melaksanakan 3 M Plus. Yaitu menguras bak mandi, menutup kalau ada tempat-tempat penampungan air, dan yang ketiga mendaur ulang barang-barang bekas.</p>



<p>&#8220;Untuk plusnya menggunakan kawat kasa di ventilasi rumah, menggunakan baju lengan panjang, kemudian menggunakan lotion dan obat anti nyamuk,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Evawestari juga mengimbau kepada masyarakat untuk memaksimalkan program satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik) yang bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah tersebut.</p>



<p>&#8220;Kalau dulu kader Jumantik. Sekarang kalau sudah satu rumah satu Jumantik, yang pemilik rumah itu bertanggung jawab. Kader hanya memonitor, mengawasi, dan mengingatkan warga,&#8221; ucapnya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-dbd-di-padang-turun-dinkes-tetap-imbau-warga-jaga-kebersihan-lingkungan/">Kasus DBD di Padang Turun, Dinkes Tetap Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203497</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinkes Padang Pantau Kondisi 22 Korban Gigitan Anjing Rabies</title>
		<link>https://langgam.id/dinkes-padang-pantau-kondisi-22-korban-gigitan-anjing-rabies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2023 23:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anjing Rabies]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=188898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kota Padang memastikan memantau kondisi kesehatan 22 warga setempat yang digigit anjing rabies di Kecamatan Pauh. “Karena ini menjadi tugas kita, 22 korban gigitan akan terus kita pantau kondisinya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati dikutip dari Diskominfo Padang, Jumat (29/9/2023). Ia mengatakan setelah terjadinya gigitan pada Selasa lalu, petugas kesehatan telah memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada seluruh korban. Vaksin ini diberikan untuk mencegah infeksi. “Nantinya, pada hari ketujuh dan ke duapuluh satu, seluruh korban gigitan akan kembali diberikan VAR,” jelasnya. Kadiskes memastikan, korban gigitan risiko tinggi yang digigit dari bahu hingga ke kepala,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-pantau-kondisi-22-korban-gigitan-anjing-rabies/">Dinkes Padang Pantau Kondisi 22 Korban Gigitan Anjing Rabies</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kota Padang memastikan memantau kondisi kesehatan 22 warga setempat yang digigit anjing rabies di Kecamatan Pauh.</p>



<p>“Karena ini menjadi tugas kita, 22 korban gigitan akan terus kita pantau kondisinya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati dikutip dari Diskominfo Padang, Jumat (29/9/2023).</p>



<p>Ia mengatakan setelah terjadinya gigitan pada Selasa lalu, petugas kesehatan telah memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada seluruh korban. Vaksin ini diberikan untuk mencegah infeksi.</p>



<p>“Nantinya, pada hari ketujuh dan ke duapuluh satu, seluruh korban gigitan akan kembali diberikan VAR,” jelasnya.</p>



<p>Kadiskes memastikan, korban gigitan risiko tinggi yang digigit dari bahu hingga ke kepala, telah diberikan Serum Anti Rabies (SAR). Korban yang digigit dari bahu ke atas bahkan sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat.</p>



<p>“Saat ini kita masih menunggu informasi kondisi korban tersebut,” jelasnya.</p>



<p>Kadiskes mengimbau kepada seluruh warga untuk mewaspadai hewan yang berkeliaran. Seperti anjing, kucing maupun kera. Hewan tersebut bisa saja mengidap rabies dan membahayakan siapa saja ketika menggigit.</p>



<p>“Karena itu, kepada pemilik hewan peliharaan untuk aktif memberikan vaksin anti rabies kepada peliharaannya,” imbau Kadiskes.</p>



<p>Adapun, dari 22 orang yang menjadi korban gigitan anjing pada Selasa lalu itu, sebanyak 18 korban di antaranya merupakan warga Pauh. Sedangkan empat korban gigitan lainnya merupakan warga Lubuk Kilangan dan warga Lubuk Begalung.</p>



<p>Seperti diberitakan sebelumnya, seekor anjing menyerang 22 warga di Kecamatan Pauh pada Selasa (26/9/2023) lalu. Anjing tersebut menyerang warga di kawasan Simpang Limau Manis dan akhirnya dibunuh warga di dekat Perumahan Karisma Permai, Lubuk Gajah, Kelurahan Pisang. Bangkai anjing tersebut kemudian diperiksa di labor dan pada Rabu (27/9/2023) dinyatakan positif rabies.(*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinkes-padang-pantau-kondisi-22-korban-gigitan-anjing-rabies/">Dinkes Padang Pantau Kondisi 22 Korban Gigitan Anjing Rabies</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188898</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Data Dinkes: 101 Anak di Kota Padang Positif Campak Tahun Ini</title>
		<link>https://langgam.id/data-dinkes-101-anak-di-kota-padang-positif-campak-tahun-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2022 09:57:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Campak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159688</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 101 anak positif terpapar penyakit campak, kasus itu tersebar di sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Sumbar tersebut. Kepala Dinkes Kota Padang, Srikurnia Yati mengatakan, sejak awal Januari hingga Juli 2022, terdapat 101 anak di Kota Padang positif terpapar penyakit campak. Jumlah kasus itu diperoleh dari 276 kasus yang ditemukan pada anak dengan gejala klinis yang sama. &#8220;Sebanyak 101 kasus tersebut tersebar di delapan kelurahan, di antaranya Korong Gadang, Balai Gadang, Pondok, Bungkus, Kuranji dan Air Tawar Timur,&#8221; ujar Srikurnia kepada awak media di Balai Kota Padang, Kamis</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/data-dinkes-101-anak-di-kota-padang-positif-campak-tahun-ini/">Data Dinkes: 101 Anak di Kota Padang Positif Campak Tahun Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 101 anak positif terpapar penyakit campak, kasus itu tersebar di sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Sumbar tersebut.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dinkes Kota Padang, Srikurnia Yati mengatakan, sejak awal Januari hingga Juli 2022, terdapat 101 anak di Kota Padang positif terpapar penyakit campak. Jumlah kasus itu diperoleh dari 276 kasus yang ditemukan pada anak dengan gejala klinis yang sama.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sebanyak 101 kasus tersebut tersebar di delapan kelurahan, di antaranya Korong Gadang, Balai Gadang, Pondok, Bungkus, Kuranji dan Air Tawar Timur,&#8221; ujar Srikurnia kepada awak media di Balai Kota Padang, Kamis (28/7/2022).</p>
<p dir="ltr">Ia menjelaskan, dalam upaya pencegahan penularan penyakit campak tersebut, Dinkes Kota Padang telah melakukan sebagaimana yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).</p>
<p dir="ltr">Sejak bulan Mei hingga Agustus, Dinkes Padang telah melakukan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk vaksinasi Campak dan Rubella (MR). &#8220;Jumlah tersebut berbanding lurus karena masih rendahnya capaian imunisasi MR terhadap anak,&#8221; ungkapnya.</p>
<p dir="ltr">Srikurnia menjelaskan, ada empat sasaran kelompok anak yang akan diimunisasi. Pertama, usia 9-59 bulan dengan sasaran 29.956 sementara capaiannya 7.734 atau 26 persen. Kedua, usia 5-7 tahun, jumlah sasaran 14.515 sementara capaiannya 1.606 atau 11 persen.</p>
<p dir="ltr">Ketiga, usia 7-12 tahun, dengan sasaran 82.735,  sementara capaiannya 21.716, atau 26 persen. Keempat usia 12-15 tahun,  sasarannya 39.440, sementara capaiannya 5.284 atau 13 persen.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/gubernur-sumbar-ubah-cara-vaksinasi-covid-19-petugas-bakal-datangi-warga/">Gubernur Sumbar Ubah Cara Vaksinasi Covid-19, Petugas Bakal Datangi Warga</a></strong></p>
<p dir="ltr">&#8220;Penyakit campak ini dampaknya bisa memicu kematian. Jadi kita imbau orang tua mengantar anaknya ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan imunisasi,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Dia menyebutkan, tujuan imunisasi MR ini adalah untuk mencapai kekebalan kelompok pada anak dan terhindar dari penyakit campak.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/data-dinkes-101-anak-di-kota-padang-positif-campak-tahun-ini/">Data Dinkes: 101 Anak di Kota Padang Positif Campak Tahun Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159688</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 27/79 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-29 19:24:29 by W3 Total Cache
-->