<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Dinas Peternakan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/dinas-peternakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/dinas-peternakan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Jul 2022 03:04:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Dinas Peternakan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/dinas-peternakan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Dinas Peternakan Sumbar: PMK Hewan Ternak Berdampak pada UMKM</title>
		<link>https://langgam.id/dinas-peternakan-sumbar-pmk-hewan-ternak-berdampak-pada-umkm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 02:33:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[PMK Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Rakor]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=158584</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) khawatir Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak berdampak pada UMKM. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Keswan Sumbar M Kamil mengatakan, produksi daging Sumbar sekitar 25 ribu ton pertahun. Sementara, kebutuhan konsumsi hanya 13 ribu ton. &#8220;Sisanya, yang 12 ribu ton, diolah dalam bentuk produk UMKM seperti dendeng dan rendang,&#8221; katanya saat rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Rabu (6/7/2022) sore. Jika dibiarkan, lanjutnya, PMK akan berdampak pada turunnya minat pembeli. Penurunan minat pembeli itu dikhawatirkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinas-peternakan-sumbar-pmk-hewan-ternak-berdampak-pada-umkm/">Dinas Peternakan Sumbar: PMK Hewan Ternak Berdampak pada UMKM</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) khawatir Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak berdampak pada UMKM.</p>
<p>Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Keswan Sumbar M Kamil mengatakan, produksi daging Sumbar sekitar 25 ribu ton pertahun. Sementara, kebutuhan konsumsi hanya 13 ribu ton.</p>
<p>&#8220;Sisanya, yang 12 ribu ton, diolah dalam bentuk produk UMKM seperti dendeng dan rendang,&#8221; katanya saat rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Rabu (6/7/2022) sore.</p>
<p>Jika dibiarkan, lanjutnya, PMK akan berdampak pada turunnya minat pembeli. Penurunan minat pembeli itu dikhawatirkan akan menjadi ancaman luar biasa pada UMKM Sumbar.</p>
<p>Pengakuan Kamil, pihaknya telah melakukan beberapa upaya pencegahan sejauh ii. Seperti pemeriksaan hewan, hingga penutupan pasar ternak regional selama 2 hingga 3 minggu pada saat awal beredarnya informasi wabah PMK.</p>
<p>&#8220;Setelah itu pasar ternak dibuka kembali dengan perlakukan khusus. Perlakukannya seperti butuh pendamping, dan lain-lain,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mendukung kehadiran gugus tugas atau satgas yang tengah direncanakan sebagai wadah dukungan lintas sektor dengan memberikan bantuan dan support sesuai tupoksi masing-masing.</p>
<p>&#8220;Kamil berharap, dengan dukungan berbagai pihak, tentu akan mempercepat penanggulangan dan pengendalian PMK di Sumbar. Sebab, meski tak menular pada manusia, PMK sangat berdampak secara ekonomi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Diketahui, Forkopimda Sumbar berencana membentuk satgas untuk menanggulangi penyebaran PMK di Sumbar. Tugas utamanya melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/data-dinas-pertanian-semua-hewan-kurban-positif-pmk-di-padang-telah-sembuh/">Data Dinas Pertanian: Semua Hewan Kurban Positif PMK di Padang Telah Sembuh</a></strong></p>
<p>Rencana itu sejalan dengan Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 47 Tahun 2022 tentang Penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat PMK. Serta, tindaklanjut dari Keputusan Kementerian Pertanian Nomor 500.1/ KPTS/ PK.300/ M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease).</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinas-peternakan-sumbar-pmk-hewan-ternak-berdampak-pada-umkm/">Dinas Peternakan Sumbar: PMK Hewan Ternak Berdampak pada UMKM</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158584</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bertambah, Disnakkeswan Catat 173 Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/bertambah-disnakkeswan-catat-173-kasus-penyakit-mulut-dan-kuku-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 May 2022 02:46:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[PMK Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Bertambah, Disnakkeswan Catat 173 Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Sumbar. Langgam.id &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sumatra Barat (Sumbar) mencatat telah ditemukan sebanyak 173 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan di Sumbar. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Sumbar, M. Kamil mengatakan kasus tersebut terdiri dari kasus yang positif, masih proses pengujian sampel, dan dalam tahap pengambilan sampel. Dia mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus yang sembuh dari PMK ataupun yang mati akibat PMK. Hal ini disebabkan karena semua kasus sedang dalam masa pengobatan dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bertambah-disnakkeswan-catat-173-kasus-penyakit-mulut-dan-kuku-di-sumbar/">Bertambah, Disnakkeswan Catat 173 Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Bertambah, Disnakkeswan Catat 173 Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Sumbar.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sumatra Barat (Sumbar) mencatat telah ditemukan sebanyak 173 kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan di Sumbar.</p>
<p>Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Sumbar, M. Kamil mengatakan kasus tersebut terdiri dari kasus yang positif, masih proses pengujian sampel, dan dalam tahap pengambilan sampel.</p>
<p>Dia mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus yang sembuh dari PMK ataupun yang mati akibat PMK. Hal ini disebabkan karena semua kasus sedang dalam masa pengobatan dan penyembuhan. Semua kasus baik yang positif maupun dalam uji labor sedang dalam masa pengobatan.</p>
<p>&#8220;Untuk penyembuhan hewan yang terdampak PMK butuh waktu yang cukup lama, paling cepat membutuhkan waktu selama 14 hari inkubasi wabah,&#8221; katanya, Rabu (18/5/2022).</p>
<p>Dijelaskannya, sebanyak 4 kasus di Sijunjung yang pertama itu sekarang masih belum sembuh total. Seperti bagian kakinya, meskipun untuk makan perlahan sudah mulai bisa.</p>
<p>Tahap pengobatannya sendiri dimulai dari screening pemberian antibiotik, pemberian vitamin, pemberian obat oles pada bagian kulit yang terluka. Kemudian juga di support dengan pemberian infus oleh tim lapangan.</p>
<p>Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penularan PMK adalah dengan penutupan pasar ternak selama 14 hari, dan melakukan pengawasan dan pengendalian batas lintas provinsi.</p>
<p>Terkait ketersediaan obat untuk pasien kasus PMK, dia mengatakan melonjakan kasus setiap hari, membuat persediaan stok obat semakin habis dan berkurang.</p>
<p>&#8220;Ini yang mejadi keluhan dari teman-teman kabupaten/kota tadi saat kita melakukan rapat, apalagi wabah PMK marak terjadi sejak sebulan terakhir, sementara anggaran kita sudah ditetapkan, sebagian juga sudah ada yang cair,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Kemudian ia juga menuturkan kondisi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) di setiap kabupaten/kota yang sudah terbatas, untuk memenuhi hal tersebut harus dilakukan refocuusing anggaran, agar pengendalian PMK lebih optimal.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/kasus-sapi-terjangkit-penyakit-mulut-dan-kaki-di-sumbar-jadi-11-ekor/">Kasus Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki di Sumbar Jadi 11 Ekor</a></strong></p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya segera mengkomunikasikan dengan pihak direktorat jenderal peternakan hewan kementerian pertanian, serta pihak kabupaten/kota mengarahkan agar segera mengalihkan aspek anggaran.</p>
<p>&#8220;kasus ini sudah merupakan kasus yang sangat genting dan harus secepatnya dikendalikan dan diatasi,&#8221;katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bertambah-disnakkeswan-catat-173-kasus-penyakit-mulut-dan-kuku-di-sumbar/">Bertambah, Disnakkeswan Catat 173 Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155962</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki di Sumbar Jadi 11 Ekor</title>
		<link>https://langgam.id/kasus-sapi-terjangkit-penyakit-mulut-dan-kaki-di-sumbar-jadi-11-ekor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 08:39:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sijunjung]]></category>
		<category><![CDATA[PMK Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155885</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Kasus Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki di Sumbar Jadi 11 Ekor. Langgam.id &#8211; Sebanyak 11 ekor sapi positif terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) di Sumatra Barat (Sumbar). Penyebaran PMK terhadap hewan ternak ini juga meluas di sejumlah kabupaten dari sebelumnya hanya ditemukan di Sijunjung. Temuan kasus PMK terbaru terdapat di Kabupaten Tanah Datar, Solok dan Kota Pariaman hingga Padang. Puluhan ekor sapi juga bergejala tertular atau suspek PMK. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinaldi mengatakan, untuk suspek terdapat 71 ekor sapi. Sementara hasil laboratorium positif sebanyak 11 ekor. &#8220;Rata-rata</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-sapi-terjangkit-penyakit-mulut-dan-kaki-di-sumbar-jadi-11-ekor/">Kasus Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki di Sumbar Jadi 11 Ekor</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Kasus Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki di Sumbar Jadi 11 Ekor.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sebanyak 11 ekor sapi positif terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK) di Sumatra Barat (Sumbar). Penyebaran PMK terhadap hewan ternak ini juga meluas di sejumlah kabupaten dari sebelumnya hanya ditemukan di Sijunjung.</p>
<p>Temuan kasus PMK terbaru terdapat di Kabupaten Tanah Datar, Solok dan Kota Pariaman hingga Padang. Puluhan ekor sapi juga bergejala tertular atau suspek PMK.</p>
<p>Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, Erinaldi mengatakan, untuk suspek terdapat 71 ekor sapi. Sementara hasil laboratorium positif sebanyak 11 ekor.</p>
<p>&#8220;Rata-rata sudah diambil tindakan untuk yang positif,&#8221; kata Erinaldi dikonfirmasi Langgam.id, Selasa (17/5/2022).</p>
<p>Erinaldi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penghentian sementara pengiriman hewan ternak sapi dari luar provinsi. Perketat kontrol dan pengawasan juga dilakukan di pasar ternak sebelum Idul Adha.</p>
<p>&#8220;Ke depan sistem pengawasan baru untuk lalu lintas (ternak), karena kita memerlukan ternak dari luar,&#8221; ujar Erinaldi sembari menyebutkan hasil tracking 11 ekor sapi yang positif terjangkit PMK berada di pasar ternak.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/waspada-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-hewan-ditemukan-di-sumbar/">Waspada! Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ditemukan di Sumbar</a></strong></p>
<p>Ia menjelaskan, sapi yang positif terjangkit PMK merupakan kiriman dari luar provinsi yakni Riau dan Aceh Tamiang. Pihaknya terpaksa menutup pasar ternak di Sumbar selama 14 hari.</p>
<p>&#8220;Jadi dalam dua minggu ini kami buat aturan bagaimana tranportasi hewan ternak dari luar,&#8221; tuturnya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-sapi-terjangkit-penyakit-mulut-dan-kaki-di-sumbar-jadi-11-ekor/">Kasus Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kaki di Sumbar Jadi 11 Ekor</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155885</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/50 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-25 11:33:00 by W3 Total Cache
-->